Isi Tafsir Al-Qur'an

Thaahaa

AL-QUR'AN DITURUNKAN SEBAGAI PERINGATAN BAGI MANUSIA

طه

(1) "Tha Ha"

(Tha Ha). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah.

مَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْقُرْءَانَ لِتَشْقَىٰٓ

(2) "Kami tidak menurunkan al-Qur'an ini kepadamu agar kamu menjadi susah "

Kami tidak menurunkan al-Qur'an ini kepadamu, wahai Rasul, agar kamu menjadi celaka disebabkan ketidakmampuanmu mengamalkannya.

إِلَّا تَذْكِرَةً لِّمَن يَخْشَىٰ

(3) "melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah):

Akan tetapi, Kami menurunkannya sebagai nasihat (pelajaran) agar orang-orang yang takut kepada siksaan Allah dapat mengambil pelajaran dengannya, lalu dia menghindarinya dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dan menjauhi apa-apa yang diharamkan.

تَنزِيلًا مِّمَّنْ خَلَقَ ٱلْأَرْضَ وَٱلسَّمَٰوَٰتِ ٱلْعُلَى

(4) "yang diturunkan dari (Allah) Yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi."

Al-Qur'an ini diturunkan dari Allah yang telah menciptakan bumi dan langit yang tinggi.

ٱلرَّحْمَٰنُ عَلَى ٱلْعَرْشِ ٱسْتَوَىٰ

(5) "(Yaitu) Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas Arasy."

(Yaitu) Yang Maha Pengasih, Yang bersemayam di atas Arasy. Maksudnya, tinggi dan berada di atas(nya) yang sesuai dengan keagungan dan kebesaranNya.

لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا وَمَا تَحْتَ ٱلثَّرَىٰ

(6) "KepunyaanNya-lah apa yang ada di langit, yang ada di bumi, yang ada di antara keduanya dan yang ada di bawah tanah."

BagiNya semua yang ada di langit, segala yang ada di bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya serta semua yang ada di bawah bumi, sebagai ciptaan, kepunyaan dan di bawah pengaturanNya.

وَإِن تَجْهَرْ بِٱلْقَوْلِ فَإِنَّهُۥ يَعْلَمُ ٱلسِّرَّ وَأَخْفَى

(7) "Dan jika kamu mengeraskan ucapanmu, maka sesungguhnya Dia mengetahui yang rahasia dan yang paling tersembunyi."

Dan bila engkau mengeraskan ucapanmu, wahai Rasul, sehingga menampakkannya atau menyembunyikannya, sesungguhnya tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagiNya sama sekali. Dia mengetahui sesuatu yang dirahasiakan dan apa yang lebih tersembunyi dari itu yang dibisikkan hatimu.

ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ لَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ

(8) "(Dia-lah) Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Dia mempunyai Asma'ul Husna (Nama-nama yang paling baik)."

Allah, Dia-lah yang tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. BagiNya Nama-nama yang sempurna dalam keindahannya.

KISAH NABI MUSA
Nabi Musa Menerima Permulaan Wahyu

وَهَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ

(9) ”Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa?"

Apakah telah sampai kepadamu, wahai Rasul, berita tentang Musa bin Imran

إِذْ رَءَا نَارًا فَقَالَ لِأَهْلِهِ ٱمْكُثُوٓاْ إِنِّىٓ ءَانَسْتُ نَارًا لَّعَلِّىٓ ءَاتِيكُم مِّنْهَا بِقَبَسٍ أَوْ أَجِدُ عَلَى ٱلنَّارِ هُدًى

(10) "(Yaitu) ketika dia melihat api, lalu dia berkata kepada keluarganya, 'Tinggallah kalian (di sini), sesungguhnya aku melihat api, mudah-mudahan aku dapat membawa sedikit darinya kepada kalian atau aku akan mendapat petunjuk di tempat api itu'."

Tatkala di kegelapan malam, dia melihat api yang menyala-nyala, maka dia berkata kepada istrinya, "Tunggulah di sini, aku melihat api. Mudah-mudahan aku bisa kembali membawa nyala api yang dapat kalian pergunakan untuk menghangatkan diri dan menghidupan nyala api lain dengannya, atau mungkin akau menjumpai seorang penunjuk jalan yang mengarahkan arah jalan yang benar."

فَلَمَّآ أَتَىٰهَا نُودِىَ يَٰمُوسَىٰٓ

(11) "Maka ketika dia datang ke tempat api itu, dia dipanggil, 'Wahai Musa!'

Ketika Musa mendatangi api itu, Allah memanggilnya, "Wahai Musa,

إِنِّىٓ أَنَا۠ رَبُّكَ فَٱخْلَعْ نَعْلَيْكَ ۖ إِنَّكَ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى

(12) 'Sesungguhnya Aku ini adalah Tuhanmu, maka lepaskanlah kedua terompahmu, sesungguhnya kamu berada di lembah yang suci, Thuwa.'

sesungguhnya Aku adalah Tuhanmu, maka lepaslah dua terompahmu. Sesungguhnya engkau sekarang ini berada di lembah Thuwa yang Aku berkahi." Ini sebagai persiapan untuk bermunajat kepada Tuhannya.

وَأَنَا ٱخْتَرْتُكَ فَٱسْتَمِعْ لِمَا يُوحَىٰٓ

(13) 'Dan Aku telah memilihmu, maka dengarkanlah apa yang akan diwahyukan (kepadamu).'

"Dan sesungguhnya Aku telah memilihmu, wahai Musa, untuk mengemban risalahKu, maka dengarkanlah dengan baik apa yang akan diwahyukan kepadamu dariKu.

إِنَّنِىٓ أَنَا ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱعْبُدْنِى وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِذِكْرِىٓ

(14) 'Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk meng-ingatKu.'

Sesungguhnya Aku adalah Allah, tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Aku, tiada sekutu bagiKu, maka sembahlah Aku saja, dan tegakkanlah shalat untuk mengingatKu di dalamnya.

إِنَّ ٱلسَّاعَةَ ءَاتِيَةٌ أَكَادُ أُخْفِيهَا لِتُجْزَىٰ كُلُّ نَفْسٍ بِمَا تَسْعَىٰ

(15) ’Sesungguhnya Hari Kiamat itu pasti datang, Aku merahasiakan (waktu) nya agar tiap-tiap diri itu dibalas sesuai dengan apa yang dia usahakan.'

Sesungguhnya Hari Kiamat yang umat manusia akan dibangkitkan padanya akan tiba, dan pasti akan datang waktu kejadiannya. Aku hampir merahasiakannya terhadap DiriKu, bagaimana mungkin ada seseorang dari kalangan makhluk yang mengetahuinya? Supaya tiap-tiap jiwa diberi balasan sesuai dengan apa yang diperbuatnya di dunia; perbuatan yang baik maupun yang buruk.

فَلَا يَصُدَّنَّكَ عَنْهَا مَن لَّا يُؤْمِنُ بِهَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ فَتَرْدَىٰ

(16) 'Maka sekali-kali janganlah kamu dipalingkan darinya oleh orang yang tidak beriman kepadanya (Hari Kiamat) dan mengikuti hawa nafsunya, sehingga kamu menjadi binasa'."

Wahai Musa, sekali-kali jangan sampai kamu dipalingkan dari beriman kepadanya (Hari Kiamat) dan mempersiapkan diri untuk menyongsongnya, oleh orang-orang yang tidak beriman akan kedatangannya dan mengikuti hawa nafsunya, lalu dia mendustakannya sehingga menjadi binasa."

Dua Macam Mukjizat Musa

وَمَا تِلْكَ بِيَمِينِكَ يَٰمُوسَىٰ

(17) "Apa itu yang di tangan kananmu, wahai Musa?"

"Apakah yang ada di tangan kananmu itu, wahai Musa?"

قَالَ هِىَ عَصَاىَ أَتَوَكَّؤُاْ عَلَيْهَا وَأَهُشُّ بِهَا عَلَىٰ غَنَمِى وَلِىَ فِيهَا مَـَٔارِبُ أُخْرَىٰ

(18) "Dia (Musa) menjawab, 'Ini adalah tongkatku, yang aku gunakan untuk bertumpu (saat berjalan) dan merontokkan (dedaunan) untuk kambingku, dan aku memiliki keperluan-keperluan lain padanya'."

Musa menjawab, "Ia adalah tongkatku, aku bertumpu padanya saat berjalan dan aku gunakan memukul pepohonan agar kambing-kambingku memakan dari daun-daunnya yang berjatuhan, dan ada keperluan-keperluan lain bagiku padanya."

قَالَ أَلْقِهَا يَٰمُوسَىٰ

(19) "Allah berfirman, 'Lemparkanlah ia, wahai Musa!"

Allah berfirman kepada Musa, "Lemparkanlah tongkatmu.’

فَأَلْقَىٰهَا فَإِذَا هِىَ حَيَّةٌ تَسْعَىٰ

(20) "Maka dia (Musa) melemparkannya, maka tiba-tiba ia menjadi seekor ular yang merayap dengan cepat"

Maka Musa melemparkannya di atas permukaan tanah, maka dengan kehendak Allah tiba-tiba menjelma menjadi seekor ular hidup yang bergerak cepat. Musa menyaksikan suatu kejadian yang sangat aneh itu dan membalikkan badan untuk lari.

قَالَ خُذْهَا وَلَا تَخَفْ ۖ سَنُعِيدُهَا سِيرَتَهَا ٱلْأُولَىٰ

(21) "Allah berfirman,'Ambillah (peganglah) ia dan jangan takut, Kami akan mengembalikannya kepada keadaannya semula,'

Allah berfirman kepada Musa, "Ambillah ular itu dan jangan takut kepadanya. Kami akan mengembalikan wujudnya menjadi tongkat lagi, sebagaimana keadaannya semula.

وَٱضْمُمْ يَدَكَ إِلَىٰ جَنَاحِكَ تَخْرُجْ بَيْضَآءَ مِنْ غَيْرِ سُوٓءٍ ءَايَةً أُخْرَىٰ

(22) 'dan kepitkanlah tanganmu ke ketiakmu, niscaya ia keluar menjadi putih cemerlang tanpa cacat, sebagai mukjizat yang lain,'

Dan kepitlah tanganmu ke arah sisi tubuhmu (ketiak) di bawah lengan atasmu, maka akan keluar menjadi berwarna putih seperti salju, bukan karena penyakit kusta, untuk menjadi tanda lain kebenaran kenabianmu.

لِنُرِيَكَ مِنْ ءَايَٰتِنَا ٱلْكُبْرَى

(23) 'untuk Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari tanda-tanda (Kuasa) Kami yang sangat besar.'

Kami lakukan itu, supaya Kami dapat memperlihatkan kepadamu, wahai Musa, sebagian dari bukti-bukti besar yang menunjukkan Kuasa Kami, dan kebesaran kekuasaan Kami serta kebenaran risalahmu.

Perintah Allah Kepada Nabi Musa dan Permohonan Nabi Musa

ٱذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ

(24) ’Pergilah kepada Fir'aun; sesungguhnya dia telah melampaui batas'."

Pergilah engkau, wahai Musa, kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah berbuat melampaui batas kewajaran sebagai manusia dan membangkang terhadap Tuhannya. Maka serulah dia untuk mentauhidkan Allah dan beribadah kepadaNya."

قَالَ رَبِّ ٱشْرَحْ لِى صَدْرِى

(25) 'Musa berkata,'Wahai Tuhanku, lapangkanlah untukku dadaku,'

Musa berkata, "Wahai Tuhanku, luaskanlah untukku dadaku,

وَيَسِّرْ لِىٓ أَمْرِى

(26) 'dan mudahkanlah untukku urusanku,'

permudahlah bagiku urusanku,

وَٱحْلُلْ عُقْدَةً مِّن لِّسَانِى

(27) 'serta lepaskanlah kekakuan dari lidahku,'

lepaskanlah kekeluan pada lidahku dengan tutur kata yang lancar,

يَفْقَهُواْ قَوْلِى

(28) ’supaya mereka memahami perkataanku,'

agar mereka memahami perkataanku,

وَٱجْعَل لِّى وَزِيرًا مِّنْ أَهْلِى

(29) 'dan jadikanlah bagiku seorang pembantu dari keluargaku,'

dan adakanlah penolong bagiku dari keluargaku,

هَٰرُونَ أَخِى

(30) '(yaitu) Harun saudaraku,'

yaitu Harun saudaraku,

ٱشْدُدْ بِهِۦٓ أَزْرِى

(31) 'teguhkanlah dengannya kekuatanku,'

kuatkanlah aku dengannya dan teguhkanlah kekuatanku dengannya,'

وَأَشْرِكْهُ فِىٓ أَمْرِى

(32) 'dan jadikanlah dia sekutu dalam urusanku,'

dan jadikanlah dia partner bersamaku dalam kenabian dan penyampaian risalah(Mu),

كَىْ نُسَبِّحَكَ كَثِيرًا

(33) 'supaya kami banyak bertasbih (menyucikan) NamaMu,'

Agar kami bisa menyucikanMu dengan bertasbih banyak-banyak,

وَنَذْكُرَكَ كَثِيرًا

(34) 'dan banyak berdzikir (mengingat dan menyebut)Mu,'

dan kami banyak mengingatMu, dan kemudian kami memujiMu.

إِنَّكَ كُنتَ بِنَا بَصِيرًا

(35) 'Sesungguhnya Engkau Maha Melihat (keadaan) kami'."

Sesungguhnya Engkau Maha Melihat kami, tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi bagiMu dari perbuatan-perbuatan kami."

قَالَ قَدْ أُوتِيتَ سُؤْلَكَ يَٰمُوسَىٰ

(36) "Allah berfirman, 'Sungguh telah diperkenankan permintaanmu, wahai Musa.'

Allah berfirman, "Sungguh Kami telah mengabulkan apa saja yang kamu minta, wahai Musa.

Nikmat-nikmat Allah Kepada Nabi Musa Sejak Kecil

وَلَقَدْ مَنَنَّا عَلَيْكَ مَرَّةً أُخْرَىٰٓ

(37) 'Dan sungguh Kami telah memberi nikmat kepadamu pada kali yang lain,'

Dan sungguh Kami telah melimpahkan nikmat lain kepadamu, wahai Musa, sebelum nikmat ini, yaitu ketika kamu masih menyusu, lalu Kami selamatkan kamu dari kekejaman Fir'aun.

إِذْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰٓ أُمِّكَ مَا يُوحَىٰٓ . أَنِ ٱقْذِفِيهِ فِى ٱلتَّابُوتِ فَٱقْذِفِيهِ فِى ٱلْيَمِّ فَلْيُلْقِهِ ٱلْيَمُّ بِٱلسَّاحِلِ يَأْخُذْهُ عَدُوٌّ لِّى وَعَدُوٌّ لَّهُۥ ۚ وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِّنِّى وَلِتُصْنَعَ عَلَىٰ عَيْنِىٓ

(38-39) '(Yaitu) ketika Kami mengilhamkan kepada ibumu suatuy ang diilhamkan, yaitu, 'Letakkanlah dia (Musa) di dalam peti, kemudian hanyutkanlah dia ke sungai (Nil), maka biarkanlah arus sungai itu membawanya ke tepi, supaya diambil oleh (Fir'aun) musuh Ku dan musuhnya.' Dan Aku telah melimpahkan kepadamu kasih sayang dari Ku;621 dan supaya kamu diasuh dalam (pengawasan) Mata Ku.'

Yaitu ketika Kami memberikan ilham kepada ibumu, 'Letakkanlah putramu, Musa, setelah kelahirannya, di dalam peti, lalu hanyutkanlah dia ke sungai Nil. Maka (aliran) sungai Nil akan mendamparkannya ke tepian sungai, sehingga nantinya akan diambil oleh Fir'aun, musuhKu dan musuhnya.' Dan Aku telah menurunkan kasih sayang dariKu padamu sehingga kamu menjadi orang yang dicintai di antara manusia dan agar kamu diasuh di bawah pengawasan MataKu dan dalam penjagaanKu." Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat "Mata" bagi Allah yang sesuai dengan keagungan dan kesempurnaanNya.


[621] Yakni, setiap orang yang memandang Nabi Musa akan merasa sayang kepadanya.

إِذْ تَمْشِىٓ أُخْتُكَ فَتَقُولُ هَلْ أَدُلُّكُمْ عَلَىٰ مَن يَكْفُلُهُۥ ۖ فَرَجَعْنَٰكَ إِلَىٰٓ أُمِّكَ كَىْ تَقَرَّ عَيْنُهَا وَلَا تَحْزَنَ ۚ وَقَتَلْتَ نَفْسًا فَنَجَّيْنَٰكَ مِنَ ٱلْغَمِّ وَفَتَنَّٰكَ فُتُونًا ۚ فَلَبِثْتَ سِنِينَ فِىٓ أَهْلِ مَدْيَنَ ثُمَّ جِئْتَ عَلَىٰ قَدَرٍ يَٰمُوسَىٰ

(40) '(Yaitu) ketika saudara perempuanmu berjalan, lalu dia berkata kepada (keluarga Fir'aun), 'Bolehkah saya menunjukkan kepada kalian orang yang bisa memeliharanya ?' Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu, agar hatinya senang dan tidak berduka. Dan kamu juga pernah membunuh seorang manusia,622 lalu Kami menyelamatkanmu dari kesusahan, dan Kami telah mencobamu dengan beberapa cobaan; maka kamu tinggal beberapa tahun di tengah penduduk negeri Madyan,623 kemudian kamu datang menurut waktu yang ditakdirkan, wahai Musa'."624

Dan Kami telah melimpahkan kepadamu kenikmatan, yaitu tatkala saudarimu berjalan mengikutimu, kemudian berkata kepada orang-orang yang memungutmu (dari sungai), 'Apakah kalian mau aku tunjukkan kepada orang (wanita) yang akan memeliharanya dan menyusuinya bagi kalian?' Maka Kami mengembalikanmu kepada ibumu setelah engkau berada di tangan Fir'aun; agar jiwa ibumu menjadi tenang karena engkau selamat dari tenggelam dan dibunuh, dan agar dia tidak bersedih hati lantaran kehilangan dirimu. Dan kamu pernah membunuh seseorang lelaki dari suku Qibthi (Mesir) tanpa kesengajaan, lalu Kami menyelamatkan kamu dari kegundahan akibat perbuatanmu tersebut dan rasa takut dibunuh. Dan Kami telah mengujimu dengan suatu cobaan. Maka kamu pun keluar dalam keadaan takut menuju negeri Madyan. Maka kamu tinggal beberapa tahun bersama mereka. Kemudian kamu datang dari Madyan pada waktu yang sudah Kami tentukan untuk mengangkatmu sebagai rasul dengan kedatangan yang sesuai dengan takdir Allah dan kehendakNya. Dan semua perkara semuanya merupakan milik Allah .


[622] Yaitu, seorang Qibthi (Mesir) yang berkelahi dengan seorang Bani Israil, sebagaimana yang dikisahkan dalam Surat al-Qashash: 15.

[623] Nabi Musa tiba di negeri Madyan untuk melarikan diri setelah membunuh orang Mesir tersebut, dan di sana dia menikah dan menetap beberapa tahun lamanya.

[624] Yakni, Nabi Musa datang ke lembah Thuwa untuk menerima wahyu dan kerasulan.

وَٱصْطَنَعْتُكَ لِنَفْسِى

(41) 'Dan Aku telah memilihmu untuk DiriKu.'625

Dan Aku telah menganugerahkan kepadamu, wahai Musa, nikmat-nikmat ini sebagai pilihan dariKu terhadap dirimu dan sebagai pilihan untuk mengemban risalahKu dan menyampaikan ajaran dariKu, serta melaksanakan perintah dan laranganKu.


[625] Yakni, memilihmu untuk menjadi RasulKu.

Musa dan Harun Diperintah Menghadap Fir'aun

ٱذْهَبْ أَنتَ وَأَخُوكَ بِـَٔايَٰتِى وَلَا تَنِيَا فِى ذِكْرِى

(42) 'Pergilah kamu bersama saudaramu dengan (membawa) ayat-ayatKu, dan janganlah kalian berdua lemah dalam berdzikir (mengingat dan menyebut)Ku;'

Pergilah, wahai Musa, engkau bersama saudaramu, Harun, dengan membawa ayat-ayatKu yang menunjukkan keesaanKu dan kesempurnaan kuasaKu, serta kebenaran risalahmu, dan janganlah kalian berdua kehilangan kekuatan untuk senantiasa mengingatKu.

ٱذْهَبَآ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ

(43) 'Pergilah kalian berdua kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas.'

Pergilah kalian berdua bersama-sama kepada Fir’aun. Sesungguhnya dia telah berbuat melampaui batas dalam kekafiran dan kezhaliman.

فَقُولَا لَهُۥ قَوْلًا لَّيِّنًا لَّعَلَّهُۥ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَىٰ

(44) 'Lalu katakanlah kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut. mudah-mudahan dia ingat atau takut'."

Dan katakanlah oleh kalian berdua kepadanya ucapan yang lembut; mudah-mudahan dia ingat atau takut kepada Tuhannya.”

قَالَا رَبَّنَآ إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَآ أَوْ أَن يَطْغَىٰ

(45) "Mereka berdua berkata, 'Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia langsung menyiksa kami atau semakin melampaui batas'."

Musa dan Harun berkata, "Wahai Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir dia akan segera melancarkan siksaan kepada kami atau justru bertambah membangkang terhadap kebenaran, sehingga tidak akan menerimanya."

قَالَ لَا تَخَافَآ ۖ إِنَّنِى مَعَكُمَآ أَسْمَعُ وَأَرَىٰ

(46) "Allah berfirman, 'Janganlah kalian berdua khawatir; sesungguhnya Aku beserta kalian berdua, Aku mendengar dan melihat.'

Allah berfirman kepada Musa dan Harun, "Janganlah kalian berdua takut kepada Fir'aun. Sesungguhnya Aku bersama kalian berdua, mendengar ucapan kalian berdua dan melihat tindakan-tindakan kalian berdua.

فَأْتِيَاهُ فَقُولَآ إِنَّا رَسُولَا رَبِّكَ فَأَرْسِلْ مَعَنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَلَا تُعَذِّبْهُمْ ۖ قَدْ جِئْنَٰكَ بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّكَ ۖ وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىٰ مَنِ ٱتَّبَعَ ٱلْهُدَىٰٓ

(47) 'Maka datanglah kalian berdua kepadanya (Fir'aun) lalu katakanlah, 'Sesungguhnya kami berdua adalah utusan Tuhanmu, maka bebaskanlah Bani Israil (pergi) bersama kami dan janganlah kamu menyiksa mereka.626 Sungguh kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti (atas kerasulan kami) dari Tuhanmu. Dan keselamatan itu dilimpahkan kepada orang yang mengikuti petunjuk.'

Maka tetaplah pergi kepadanya dan katakanlah kepadanya, 'Sesungguhnya kami berdua adalah utusan kepadamu dari Tuhanmu, agar kamu membebaskan orang-orang Bani Israil, dan janganlah membebani mereka pekerjaan-pekerjaan yang tidak dapat mereka pikul. Sesungguhnya kami telah datang kepadamu dengan membawa bukti petunjuk yang amat luar biasa dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaran kami dalam dakwah kami ini. Dan keselamatan dari siksaan Allah tercurah bagi orang yang mengikuti petunjukNya.'


[626] Bani Israil ketika berada di Mesir berada di bawah perbudakan Fir'aun. Mereka dipekerjakan untuk mendirikan bangunan-bangunan yang besar dan kota-kota dengan kerja paksa. Maka Nabi Musa meminta kepada Fir'aun agar mereka dibebaskan.

إِنَّا قَدْ أُوحِىَ إِلَيْنَآ أَنَّ ٱلْعَذَابَ عَلَىٰ مَن كَذَّبَ وَتَوَلَّىٰ

(48) 'Sesungguhnya telah diwahyukan kepada kami bahwa azab itu (ditimpakan) atas orang yang mendustakan dan berpaling'."

Sesungguhnya Tuhanmu telah mewahyukan kepada kami bahwa siksaanNya itu ditimpakan atas orang-orang yang mendustakan dan berpaling dari dakwah dan ajaran syariatNya'."

قَالَ فَمَن رَّبُّكُمَا يَٰمُوسَىٰ

(49) "Dia (Fir'aun) berkata, 'Maka siapakah Tuhan kalian berdua, wahai Musa?"627

Fir'aun berkata kepada mereka berdua, "Siapakah gerangan Tuhan kalian berdua, wahai Musa?"


[627] Setelah Nabi Musa dan Nabi Harun mendapat perintah dari Allah maka mereka pergi kepada Fir'aun dan terjadilah dialog sebagaimana yang disebutkan pada ayat 49 dan ayat berikutnya.

قَالَ رَبُّنَا ٱلَّذِىٓ أَعْطَىٰ كُلَّ شَىْءٍ خَلْقَهُۥ ثُمَّ هَدَىٰ

(50) "Musa berkata, 'Tuhan kami ialah (Tuhan) Yang telah memberikan kepada setiap sesuatu bentuk kejadiannya kemudian memberinya petunjuk',"628

Musa berkata kepadanya, "Tuhan kami, ialah Yang telah memberikan kepada segala sesuatu bentuk ciptaan yang sesuai dengannya yang menjadi petunjuk keindahan ciptaanNya dan kemudian memberi petunjuk kepada tiap-tiap makhluk untuk mengetahui cara memanfaatkan semua yang telah diciptakan Allah baginya."


[628] Yakni, memberikan akal, insting (naluri) dan kodrat alamiah untuk kelanjutan hidupnya masing-masing.

قَالَ فَمَا بَالُ ٱلْقُرُونِ ٱلْأُولَىٰ

(51) "Fir'aun berkata, 'Maka bagaimanakah keadaan umat-umat yang dahulu?"'

Fir'aun berkata kepada Musa -sebagai bentuk mencari-cari kesalahan dan memprovokasi emosi-, "Bagaimanakah nasib umat-umat manusia terdahulu? Bagaimana berita (penduduk) pada masa-masa yang telah berlalu? Sesungguhnya mereka telah mendahului kami dengan sikap pengingkaran dan kekufuran."

قَالَ عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى فِى كِتَٰبٍ ۖ لَّا يَضِلُّ رَبِّى وَلَا يَنسَى

(52) "Musa menjawab, 'Pengetahuan tentang itu ada di sisi Tuhanku, di dalam sebuah kitab (LauhulMahfuzh), Tuhanku tidak akan salah dan tidak (pula) lupa,"

Musa berkata kepada Fir'aun, "Pengetahuan mengenai umat-umat di masa itu terkait apa yang mereka perbuat dari kekafiran mereka itu ada di sisi Tuhanku di Lauhul Mahfuzh. Sedang aku tidak punya pengetahuan tentang itu sama sekali. Tuhanku tidaklah akan salah dalam perbuatan-perbuatan dan ketetapan hukum-hukumNya, dan Dia tidak lupa akan sesuatu yang telah Dia ketahui darinya.

ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلْأَرْضَ مَهْدًا وَسَلَكَ لَكُمْ فِيهَا سُبُلًا وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّن نَّبَاتٍ شَتَّىٰ

(53) 'Yang telah menjadikan bagi kalian bumi sebagai hamparan dan Yang telah menjadikan padanya jalan-jalan bagi kalian, dan menurunkan air hujan dari langitMaka Kami tumbuhkan dengan air hujan itu berbagai jenis dari tumbuh-tumbuhan yang bermacam-macam."

Dia-lah yang menjadikan bagi kalian bumi yang mudah dimanfaatkan oleh kalian. Dan Dia menjadikan di dalamnya jalan-jalan yang banyak, dan menurunkan air hujan dari langit. Kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai macam tumbuhan yang berbeda-beda."

كُلُواْ وَٱرْعَوْاْ أَنْعَٰمَكُمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلنُّهَىٰ

(54) "Makanlah dan gembalakanlah hewan-hewan ternak kalian. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda Kuasa (Kami) bagi orang-orang yang berakal"

Dan makanlah, wahai sekalian manusia, dari apa-apa yang baik-baik yang telah Kami tumbuhkan bagi kalian, dan gembalakanlah hewan-hewan dan ternak-ternak kalian. Sesungguhnya pada hal-hal yang disebutkan itu benar-benar terdapat tanda-tanda yang menunjukkan Kuasa Allah dan seruan untuk mengesakan Allah (dalam Dzat dan SifatNya) dan mengesakanNya dengan ibadah.

۞ مِنْهَا خَلَقْنَٰكُمْ وَفِيهَا نُعِيدُكُمْ وَمِنْهَا نُخْرِجُكُمْ تَارَةً أُخْرَىٰ

(55) "Dari bumi (tanah) itu Kami menciptakan kalian dan kepadanya Kami akan mengembalikan kalian dan darinya Kami akan mengeluarkan kalian pada kali yang lain."

Dari bumi Kami menciptakan kalian, wahai sekalian manusia, ke dalamnya, Kami akan mengembalikan kalian setelah kematian kalian, dan dari dalam bumi, Kami akan mengeluarkan kalian hidup-hidup dalam kehidupan yang lain lagi untuk menghadapi proses perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya.

وَلَقَدْ أَرَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا كُلَّهَا فَكَذَّبَ وَأَبَىٰ

(56) "Dan sungguh Kami telah perlihatkan kepadanya (Fir'aun) tanda-tanda Kuasa Kami semuanya, maka dia mendustakan (nya) dan enggan (menerima kebenaran)."

Dan sesungguhnya Kami telah mempertontonkan kepada Fir aun bukti-bukti dan hujjah-hujjah Kami seluruhnya yang menunjukkan uluhiyah dan Kuasa Kami serta kebenaran risalah Musa. Tapi dia mendustakannya dan menolak untuk menerima kebenaran.

Nabi Musa Menundukkan Tukang-tukang Sihir Fir'aun

قَالَ أَجِئْتَنَا لِتُخْرِجَنَا مِنْ أَرْضِنَا بِسِحْرِكَ يَٰمُوسَىٰ

(57) ”Fir'aun berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk mengusir kami dari negeri kami (ini) dengan sihirmu, wahai Musa ?'

Fir aun berkata. Apakah kamu datang kepada kami, wahai Musa, untuk mengusir kami dari negeri-negeri kami melalui sihirmu ini?

فَلَنَأْتِيَنَّكَ بِسِحْرٍ مِّثْلِهِۦ فَٱجْعَلْ بَيْنَنَا وَبَيْنَكَ مَوْعِدًا لَّا نُخْلِفُهُۥ نَحْنُ وَلَآ أَنتَ مَكَانًا سُوًى

(58) 'Maka kami pun benar-benar akan mendatangkan kepadamu sihir semacam itu, maka tetapkanlah suatu waktu untuk pertemuan antara kami dan kamu. yang kami tidak akan menyalahinya dan tidak pula kamu. di suatu tempat lapang (yang pertengahan letaknya)'.''

Kami akan mendatangkan kepadamu sihir yang serupa dengan sihirmu. Maka buatkanlah waktu pertemuan yang ditentukan antara kami dan kamu, yang tidak kami pungkiri dan tidak kamu ingkari di satu tempat yang lapang lagi netral antara kami dan kamu.

قَالَ مَوْعِدُكُمْ يَوْمُ ٱلزِّينَةِ وَأَن يُحْشَرَ ٱلنَّاسُ ضُحًى

(59) "Musa berkata. 'Waktu untuk pertemuan (antara kami) dengan kalian ialah di hari raya dan hendaklah orang-orang dikumpulkan pada waktu Dhuha'."

Musa berkata kepada Fir aun. Waktu pertemuan kalian (dengan kami) adalah pada hari raya, ketika orang-orang berdandan menghiasi diri dan kemudian mereka berkumpul dari seluruh penjuru dan sudut kota pada waktu Dhuha.

فَتَوَلَّىٰ فِرْعَوْنُ فَجَمَعَ كَيْدَهُۥ ثُمَّ أَتَىٰ

(60) "Maka Fir'aun meninggalkan (tempat itu), lalu dia menyatukan (kekuatan) tipu dayanya (dari para tukang sihir), kemudian dia datang (pada hari yang ditentukan)."

Maka Fir'aun berpaling mengabaikan ajakan yang dibawa Musa kepadanya berupa kebenaran. Lalu dia mengumpulkan tukang-tukang sihirnya dan setelah itu dia datang pada waktu pertemuan (yang telah disepakati).

قَالَ لَهُم مُّوسَىٰ وَيْلَكُمْ لَا تَفْتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا فَيُسْحِتَكُم بِعَذَابٍ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنِ ٱفْتَرَىٰ

(61) "Musa berkata kepada mereka, ’Celakalah kalian Janganlah kalian mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, sehingga Dia membinasakan kalian dengan azab. Dan sungguh telah merugi orang yang mengada-adakan kedustaan'."

Musa berkata kepada para tukang sihir Fir'aun untuk menasihati mereka, "Waspadalah kalian. Janganlah kalian membuat-buat kedustaan atas Nama Allah, niscaya Dia akan memusnahkan dan membinasakan kalian sampai habis dengan siksaan yang berasal dariNya. Sesungguhnya amat merugi orang yang mengadakan kedustaan atas Nama Allah."

فَتَنَٰزَعُوٓاْ أَمْرَهُم بَيْنَهُمْ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّجْوَىٰ

(62) "Maka mereka berbantah-bantahan tentang urusan mereka di antara mereka, dan mereka merahasiakan percakapan (mereka) "

Maka para tukang sihir itu saling tarik-menarik dalam urusan mereka dan berbicara dengan percakapan rahasia.

قَالُوٓاْ إِنْ هَٰذَٰنِ لَسَٰحِرَٰنِ يُرِيدَانِ أَن يُخْرِجَاكُم مِّنْ أَرْضِكُم بِسِحْرِهِمَا وَيَذْهَبَا بِطَرِيقَتِكُمُ ٱلْمُثْلَىٰ

(63) "Mereka berkata, ’Sesungguhnya dua orang ini (Musa dan Harun) benar-benar ahli sihir yang hendak mengusir kalian dari negeri kalian dengan sihir mereka dan hendak melenyapkan cara (sihir) kalian yang utama.'629

Mereka berkata, "Sesungguhnya Musa dan Harun adalah tukang sihir yang ingin mengusir kalian dari negeri kalian melalui keahlian sihir mereka dan menyingkirkan keahlian sihir besar yang ada pada kalian.


[629] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa maksudnya adalah. "Hendak melenyapkan cara hidup (adat kebiasaan) kalian yang utama. "

فَأَجْمِعُواْ كَيْدَكُمْ ثُمَّ ٱئْتُواْ صَفًّا ۚ وَقَدْ أَفْلَحَ ٱلْيَوْمَ مَنِ ٱسْتَعْلَىٰ

(64) 'Maka himpunlah tipu daya (sihir) kalian, kemudian datanglah dengan berbaris, dan sungguh beruntunglah orang yang menang pada hari ini'."

Maka matangkanlah strategi tipu daya kalian dan kuatkanlah tekad kalian untuk tujuan tersebut tanpa ada silang pendapat di antara kalian dan kemudian datanglah kalian dengan berbaris satu barisan, dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kalian dengan serentak, agar kalian bisa membelalakkan pandangan mata semua manusia dan mengalahkan sihir Musa dan saudaranya (Harun). Sesungguhnya hari ini telah memenangkan keinginannya orang yang berada di atas lawannya, sehingga dapat mengalahkan dan mempecundanginya."

قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَلْقَىٰ

(65) "(Setelah mereka berkumpul) mereka berkata, 'Wahai Musa (pilihlah), apakah kamu yang melemparkan (dahulu) atau kami yang lebih dahulu melemparkan?'"

Para tukang sihir berkata, "Wahai Musa, lemparkanlah tongkatmu dahulu atau kami yang memulai untuk melemparkan apa yang kami miliki?"

قَالَ بَلْ أَلْقُواْ ۖ فَإِذَا حِبَالُهُمْ وَعِصِيُّهُمْ يُخَيَّلُ إِلَيْهِ مِن سِحْرِهِمْ أَنَّهَا تَسْعَىٰ

(66) "Musa berkata, ’Silakan kalian melemparkan.' Maka tiba-tiba tali-tali dan tongkat-tongkat mereka terbayang oleh Musa karena sihir mereka, seakan-akan ia merayap cepat"

Musa berkata kepada mereka, "Silakan kalian lemparkan apa yang ada pada kalian dahulu." Maka mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Akibatnya, lantaran saking kuatnya sihir mereka, terbayang pada diri Musa seakan-akan merupakan ular-ular yang bergerak-gerak merayap.

فَأَوْجَسَ فِى نَفْسِهِۦ خِيفَةً مُّوسَىٰ

(67) "Maka Musa merasa takut dalam hatinya"

Musa pun merasa takut dalam hatinya.

قُلْنَا لَا تَخَفْ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْأَعْلَىٰ

(68) "Kami berkata, 'Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).'

Allah berfirman kepada Musa ketika itu, "Janganlah kamu takut kepada sesuatu pun, karena sesungguhnya kamulah yang lebih unggul di atas para tukang sihir itu dan di atas Fir'aun serta para tentaranya.

وَأَلْقِ مَا فِى يَمِينِكَ تَلْقَفْ مَا صَنَعُوٓاْ ۖ إِنَّمَا صَنَعُواْ كَيْدُ سَٰحِرٍ ۖ وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّاحِرُ حَيْثُ أَتَىٰ

(69) ’Dan lemparkanlah apa yang ada di tangan kananmu, niscaya ia akan menelan apa yang mereka perbuat. Sesungguhnya apa yang mereka perbuat itu adalah tipu daya tukang sihir (belaka). Dan tidak akan menang tukang sihir itu, dari mana saja ia datang'."

Lemparkanlah tongkatmu yang ada di tangan kananmu, niscaya akan menelan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka. Apa yang mereka perbuat di hadapanmu tiada lain sekedar tipu daya seorang tukang sihir dan ilusi pengaruh sihir semata. Dan tidaklah tukang sihir itu akan menang di mana pun ia berada."

Tukang-tukang Sihir Fir’aun Menjadi Orang-orang yang Beriman

فَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سُجَّدًا قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ هَٰرُونَ وَمُوسَىٰ

(70) "Maka tukang-tukang sihir itu dibuat menyungkur dengan bersujud (karena kehebatan mukjizat Nabi Musa) seraya berkata, 'Kami telah beriman kepada Tuhannya Harun dan Musa'."

Lalu Musa melemparkan tongkatnya dan kemudian menelan apa yang mereka ada-adakan. Maka tampak nyatalah kebenaran dan hujjah menjadi tegak di hadapan mereka. Lalu tukang-tukang sihir itu menyungkurkan diri mereka di atas permukaan tanah dalam keadaan bersujud dan berkata, "Kami beriman kepada Tuhan Harun dan Musa, sebab kalau itu sihir, niscaya kami tidak akan kalah."

قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ ۖ فَلَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ فِى جُذُوعِ ٱلنَّخْلِ وَلَتَعْلَمُنَّ أَيُّنَآ أَشَدُّ عَذَابًا وَأَبْقَىٰ

(71) "Fir'aun berkata, 'Apakah kalian telah beriman kepadanya (Musa) sebelum aku mengizinkan kalian? Sesungguhnya dia benar-benar pemimpin kalian yang mengajarkan sihir kepada kalian. Maka aku benar-benar akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang secara bertimbal balik, dan aku benar-benar akan menyalib kalian pada pangkal pohon kurma dan kalian benar-benar akan mengetahui siapa di antara kami yang lebih pedih dan lebih kekal siksanya."

Fir’aun berkata kepada para tukang sihir, "Apakah kalian telah beriman kepadanya dan mengikutinya serta mengakuinya sebelum aku mengizinkan kalian untuk itu? Sesungguhnya dia adalah pembesar kalian yang telah mengajarkan sihir kepada kalian, karena itu kalian mengikutinya. Maka sesungguhnya aku akan benar-benar memotong-motong tangan-tangan dan kaki-kaki kabar dengan bersilangan, tangan dipotong pada satu sisi dan kaki dipotong pada bagian sisi tubuhh yang lain, dan aku akan benar-benar menyalib kalian dengan mengikat jasad-jasad kalian pada pangkal pohon kurma, dan kalian akan sungguh-sungguh tahu, wahai para tukang sihir, siapakah dari kami, aku atau Tuhan Musa yang lebih pedih siksaannya daripada sikaaan pihak lain dan lebihkekal baginya?"

قَالُواْ لَن نُّؤْثِرَكَ عَلَىٰ مَا جَآءَنَا مِنَ ٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلَّذِى فَطَرَنَا ۖ فَٱقْضِ مَآ أَنتَ قَاضٍ ۖ إِنَّمَا تَقْضِى هَٰذِهِ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَآ

(72) "Mereka berkata, Kami tidak akan mengutamakanmu daripada bukti-bukti yang nyata (mukjizatj yang telah datang kepada kami dan daripada Tuhan yang telah menciptakan Kami; maka putuskanlah apa yang hendak kamu putuskan. Sesungguhnya kamu hanya akan dapat memutuskan pada kehidupan di dunia ini saja,'

Para tukang sihir berkata kepada Fir'aun , Kami tidak akan mengutamakan dirimu hingga kami lebih taat kepadamu dan mengikuti keyakinanmu daripada apa yang telah dibawa oleh Musa berupa bukti-bukti nyata yang menunjukkan kebenarannya dan kewajiban menaatinya serta taat kepada Tuhannya. Dan kami tidak akar menghormati ketuhananmu yang palsu di atas ketuhanan Allah yang telah menciptakan kamu. Lakukanlah apa saja yang engkau mau lancarkan kepada kami. Sesungguhnya kekuasaanmu atas kami hanya di kehidupan dunia ini, dan apa yang kamu perbuat pada kami tiada lain hanyalah siksaan yang akan selesai dengan sirnanya dunia.

إِنَّآ ءَامَنَّا بِرَبِّنَا لِيَغْفِرَ لَنَا خَطَٰيَٰنَا وَمَآ أَكْرَهْتَنَا عَلَيْهِ مِنَ ٱلسِّحْرِ ۗ وَٱللَّهُ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰٓ

(73) 'Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhan kami, agar Dia mengampuni kesalahan-kesalahan kami dan sihir yang telah kamu paksakan kepada kami (untuk melakukannya). Dan Allah lebih baik (pahalaNya) dan lebih kekal (azabNya)'."

Sesungguhnya kami telah beriman kepada Tuhar. kami dan mengimani RasulNya, agar Dia berkenan mengampuni dosa-dosa kami dan apa yang telah kamu paksakan kepada kami untuk mempelajari sihir dan mempergunakannya. Dan Allah lebih baik bagi kami dari pada kamu, wahai Fir'aun, dari segi balasan bagi orang-orang yang menaatiNya, dan lebih kekal siksaanNya atas orang yang bermaksiat kepadaNya dan melanggar perintahNya."

إِنَّهُۥ مَن يَأْتِ رَبَّهُۥ مُجْرِمًا فَإِنَّ لَهُۥ جَهَنَّمَ لَا يَمُوتُ فِيهَا وَلَا يَحْيَىٰ

(74) "Sesungguhnya barangsiapa datang kepada Tuhannya (pada Hari Kiamat) dalam keadaan berdosa, maka sesungguhnya baginya Neraka Jahanam; dia tidak mati di dalamnya dan tidak (pula) hidup."

Sesungguhnya barangsiapa yang datang (menghadap) kepada Tuhannya dalam keadaan kafir kepadaNya, maka baginya Neraka Jahanam. Dia akan disiksa dengannya. Dia tidak akan mati di dalamnya sehingga bisa bebas darinya dan tidak (pula) hidup dengan kehidupan yang dapat dinikmatinya.

وَمَن يَأْتِهِۦ مُؤْمِنًا قَدْ عَمِلَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ فَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلدَّرَجَٰتُ ٱلْعُلَىٰ

(75) "Dan barangsiapa datang kepadaNya dalam keadaan beriman dan telah mengerjakan amal-amal shalih, maka mereka itulah orang-orang yang memperoleh derajat-derajat (tempat-tempat) yang tinggi (mulia)"

Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi benar-benar telah melakukan amal-amal shalih, maka baginya tempat-tempat hunian yang tinggi di surga,

جَنَّٰتُ عَدْنٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ مَن تَزَكَّىٰ

(76) "(yaitu) surga-surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, di mana mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang menyucikan diri (dari dosa-dosa)."

tempat tinggal yang abadi, sungai-sungai mengalir di bawah pohon-pohonnya. Mereka hidup kekal abadi di dalamnya. Kenikmatan abadi tersebut merupakan balasan pahala dari Allah bagi siapa saja yang telah membersihkan dirinya dari noda, kotoran, dan kesyirikan, serta dia hanya beribadah kepada Allah semata, taat kepadaNya, dan menjauhi maksiat-maksiat kepadaNya, serta menghadap kepada Tuhannya, dalam keadaan dia tidak menyekutukan seorang pun denganNya dalam beribadah kepadaNya.

Pembelahan Laut dan Pembebasan Bani Israil

وَلَقَدْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَسْرِ بِعِبَادِى فَٱضْرِبْ لَهُمْ طَرِيقًا فِى ٱلْبَحْرِ يَبَسًا لَّا تَخَٰفُ دَرَكًا وَلَا تَخْشَىٰ

(77) "Dan sungguh telah Kami wahyukan kepada Musa,'Pergilah kamu dengan (memimpin) hamba-hambaKu (Bani Israil) di malam hari, lalu buatlah untuk mereka jalan yang kering di laut itu630, kamu tak usah khawatir akan tersusul dan tak usah takut (akan tenggelam)'"

Dan sungguh Kami telah mewahyukan kepada Musa, "Keluarlah kamu bersama hamba-hambaKu dari Bani Israil di malam hari dari Mesir. Dan ambillah jalan yang kering bagi mereka di tengah laut. Jangan kamu khawatir terhadap Fir'aun dan tentaranya akan dapat mengejar kalian sehingga bisa menyusul kalian, dan kamu tidak usah takut akan tenggelam di dalam laut."


[630] Yakni, dengan memukulkan tongkatmu ke laut. Lihat Surat asy-Syu'ara': 63

فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ بِجُنُودِهِۦ فَغَشِيَهُم مِّنَ ٱلْيَمِّ مَا غَشِيَهُمْ

(78) ”Maka Fir'aun dengan bala tentaranya mengejar mereka, maka mereka digulung oleh ombak laut yang menenggelamkan mereka."

Maka Musa berjalan di malam hari bersama orang-orang Bani Israil, dan menyeberangi jalan bersama mereka di tengah laut. Fir'aun dan bala tentaranya membuntuti mereka. Maka Allah mengepung mereka dengan air yang tidak ada yang mengetahui kadar jumlahnya kecuali Allah, sehingga mereka semua tenggelam, sedang Musa dan kaumnya selamat.

وَأَضَلَّ فِرْعَوْنُ قَوْمَهُۥ وَمَا هَدَىٰ

(79) "Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dan tidak memberi petunjuk."

Dan Fir'aun telah menyesatkan kaumnya dengan apa yang telah dia tampakkan indah pada mata mereka berupa kekafiran dan pendustaan dan tidaklah dia memandu mereka menuju jalan hidayah.

يَٰبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ قَدْ أَنجَيْنَٰكُم مِّنْ عَدُوِّكُمْ وَوَٰعَدْنَٰكُمْ جَانِبَ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنَ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكُمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ

(80) "Wahai Bani Israil, sungguh Kami telah menyelamatkan kalian dari musuh kalian, dan Kami telah membuat janji dengan kalian (untuk munajat) di sebelah kanan631 gunung itu,632 serta Kami telah menurunkan kepada kalian manna dan salwa."633 634

Wahai Bani Israil, ingat-ingatlah ketika Kami menyelamatkan kalian dari musuh kalian, Fir'aun, dan Kami adakan perjanjian bagi kalian di sisi kanan gunung Thursina (Sinai) untuk menurunkan Taurat kepada kalian, serta Kami telah menurunkan pada kalian saat kalian tersesat arah apa yang dapat kalian makan yang menyerupai madu dan burung yang menyerupai burung puyuh.


[631] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa kata di sini bermakna, yang diberkahi, sehingga maknanya menjadi: sebelah gunung yang diberkahi.

[632] Yakni, Gunung Sinai.

[633] lihat catatan kaki Surat al-Baqarah: 57.

[634] Yang bermunajat dengan Allah ialah Nabi Musa tetapi disini disebut kalian karena manfaat munajat itu kembali kepada Nabi Musa dan Bani Israil semuanya. Perjanjian yang dijanjikan itu ialah untuk bermunajat dan menerima Taurat.

كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ وَلَا تَطْغَوْاْ فِيهِ فَيَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبِى ۖ وَمَن يَحْلِلْ عَلَيْهِ غَضَبِى فَقَدْ هَوَىٰ

(81) "Makanlah dari rizki-rizki yang baik yang telah Kami berikan kepada kalian, dan janganlah melampaui batas padanya, yang menyebabkan kemurkaanKu menimpa kalian. Dan barangsiapa ditimpa oleh kemurkaanKu, maka sungguh dia telah binasa."

Makanlah dari rizki Kami yang baik-baik, dan janganlah kalian melampaui batas padanya dengan cara sebagian kalian menzhalimi sebagian yang lain, akibatnya kemurkaanKu akan menimpa kalian. Dan siapa saja yang ditimpa kemurkaanKu, sungguh dia akan binasa dan merugi.

وَإِنِّى لَغَفَّارٌ لِّمَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا ثُمَّ ٱهْتَدَىٰ

(82) "Dan sesungguhnya Aku Maha Pengampun bagi orang yang bertaubat, beriman, beramal shalih, kemudian tetap mengikuti petunjuk."

Dan sesungguhnya Aku itu Maha Pengampun bagi siapa saja yang bertaubat dari dosa dan kekafirannya dan beriman kepada Ku serta beramal shalih, kemudian meraih hidayah menuju kebenaran dan tetap berada di atasnya.

Teguran Allah Kepada Nabi Musa

۞ وَمَآ أَعْجَلَكَ عَن قَوْمِكَ يَٰمُوسَىٰ

(83) ’Dan apa yang membuatmu datang lebih cepat daripada kaummu, wahai Musa?'

Dan urusan apa yang membuatmu datang lebih cepat, wahai Musa, sehingga kamu mendahului mereka menuju sisi kanan gunung Thursina dan kamu tinggalkan mereka di belakangmu?

قَالَ هُمْ أُوْلَآءِ عَلَىٰٓ أَثَرِى وَعَجِلْتُ إِلَيْكَ رَبِّ لِتَرْضَىٰ

(84) "Musa berkata, 'Itulah mereka telah menyusulku, dan aku bersegera kepada Mu, wahai Tuhanku, agar Engkau ridha (kepadaku)'."

Dia berkata, "Sesungguhnya mereka ada di belakangku dan akan menyusulku. Dan aku mendahului mereka kepadaMu, wahai Tuhanku, agar Engkau semakin ridha kepadaku."

Pengkhianatan Samiri

قَالَ فَإِنَّا قَدْ فَتَنَّا قَوْمَكَ مِنۢ بَعْدِكَ وَأَضَلَّهُمُ ٱلسَّامِرِىُّ

(85) ”Allah berfirman, 'Maka sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan, dan mereka telah disesatkan oleh Samiri'."635

Allah berfirman kepada Musa, "Sesungguhnya Kami telah menguji kaummu sesudah kamu tinggalkan mereka dengan penyembahan terhadap anak sapi. Dan sesungguhnya Samiri telah menyesatkan mereka."


[635] Samiri ialah seorang dari Bani Israil dari suku as-Samirah.

فَرَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَٰنَ أَسِفًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ أَلَمْ يَعِدْكُمْ رَبُّكُمْ وَعْدًا حَسَنًا ۚ أَفَطَالَ عَلَيْكُمُ ٱلْعَهْدُ أَمْ أَرَدتُّمْ أَن يَحِلَّ عَلَيْكُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَخْلَفْتُم مَّوْعِدِى

(86) "Kemudian Musa kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati. Musa berkata, ' Wahai kaumku, bukankah Tuhan kalian telah menjanjikan kepada kalian suatu janji yang baik? Maka apakah terasa lama masa yang berlalu itu bagi kalian atau kalian menghendaki agar kemurkaan dari Tuhan kalian menimpa kalian, lalu kalian melanggar perjanjian kalian denganku?"'

Maka Musa kembali kepada kaumnya dalam keadaan murka dan prihatin kepada mereka. Dan dia berkata kepada mereka, "Bukankah Tuhan kalian telah menjanjikan kepada kalian suatu janji yang baik untuk menurunkan Taurat? Apakah sudah terasa terlalu lama masa yang berlalu bagi kalian dan kalian menganggap janji itu tidak kunjung datang ataukah kalian memang ingin berbuat suatu tindakan yang menyebabkan kemurkaan Allah akan menimpa kalian karenanya dan kalian melanggar perjanjian denganku dan kalian sembah anak sapi serta kalian remehkan komitmen dengan perintah-perintahku?"

قَالُواْ مَآ أَخْلَفْنَا مَوْعِدَكَ بِمَلْكِنَا وَلَٰكِنَّا حُمِّلْنَآ أَوْزَارًا مِّن زِينَةِ ٱلْقَوْمِ فَقَذَفْنَٰهَا فَكَذَٰلِكَ أَلْقَى ٱلسَّامِرِىُّ

(87) "Mereka berkata, ’Kami tidak melanggar perjanjian denganmu karena kemauan kami sendiri, tetapi kami disuruh membawa beban-beban dari perhiasan kaum itu, lalu kami melemparkannya, dan demikian pula Samiri melemparkannya'."636

Mereka berkata, "Wahai Musa, kami tidak melanggar perjanjian denganmu atas kemauan sendiri. Akan tetapi, kami diperintah memikul beban-beban dari perhiasan kaum Fir'aun. Maka kami lemparkan barang-barang itu di dalam satu lubang yang di dalamnya terdapat api sesuai perintah Samiri." Demikian juga Samiri melemparkan apa saja yang dia bawa, yaitu debu bekas pijakan telapak kaki kuda Jibril


[636] Maksudnya, mereka disuruh membawa perhiasan dari emas kepunyaan orang-orang Mesir, lalu oleh Samiri dianjurkan agar perhiasan itu dilemparkan ke dalam api yang telah dinyalakannya dalam suatu lubang untuk dijadikan patung berbentuk anak sapi. Kemudian mereka melemparkannya dan diikuti pula oleh Samiri. Lihat selanjutnya catatan kaki Surat al-A'raf: 148.

فَأَخْرَجَ لَهُمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ فَقَالُواْ هَٰذَآ إِلَٰهُكُمْ وَإِلَٰهُ مُوسَىٰ فَنَسِىَ

(88) "Kemudian dia (Samiri) mengeluarkan untuk mereka (dari lubang itu) anak sapi yang bertubuh dan bersuara637, maka mereka berkata, 'Inilah tuhan sesembahan kalian dan tuhan sesembahan Musa, tetapi Musa telah lupa'."

Kemudian Samiri membuatkan bagi orang-orang Bani Israil patung anak sapi dari emas yang mengeluarkan suara layaknya suara sapi. Orang-orang yang teperdaya dengannya dari kalangan mereka berkata kepada orang-orang, "Ini adalah tuhan kalian dan tuhan Musa, dia lupa dan lalai darinya."


[637] Lihat catatan kaki Surat al-A'raf: 148.

أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًا وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا

(89) "Maka apakah mereka tidak memperhatikan bahwa patung anak sapi itu tidak dapat memberi jawaban kepada mereka, dan tidak dapat menolak mudarat maupun mendatangkan manfaat kepada mereka?"

Apakah orang-orang yang menyembah patung anak sapi itu tidak melihat bahwa ia pada asalnya tidak bisa berbicara dengan mereka, tidak dapat menjawab mereka, tidak dapat menolak mara bahaya dari mereka dan tidak dapat mendatangkan manfaat bagi mereka?

وَلَقَدْ قَالَ لَهُمْ هَٰرُونُ مِن قَبْلُ يَٰقَوْمِ إِنَّمَا فُتِنتُم بِهِۦ ۖ وَإِنَّ رَبَّكُمُ ٱلرَّحْمَٰنُ فَٱتَّبِعُونِى وَأَطِيعُوٓاْ أَمْرِى

(90) "Dan sungguh Harun telah berkata kepada mereka sebelumnya, 'Wahai kaumku, sesungguhnya kalian hanya diberi cobaan dengan patung (anak sapi) itu dan sesungguhnya Tuhan kalian ialah Yang Maha Pengasih, maka ikutilah aku dan taatilah perintahku'."

Dan sesungguhnya Harun telah berkata kepada Bani Israil sebelum kembalinya Musa kepada mereka, "Wahai kaumku, sesungguhnya kalian itu sedang diuji dengan keberadaan patung anak sapi ini, agar menjadi tampak jelas orang yang beriman dari kalian dan orang yang kafir. Dan sesungguhnya Tuhan kalian adalah ar-Rahman, tiada tuhan sembahan selainNya. Maka ikutilah aku dalam perkara yang aku seru kalian kepadanya, yaitu beribadah hanya kepada Allah, dan taatilah perintahku untuk mengikuti syariatNya."

قَالُواْ لَن نَّبْرَحَ عَلَيْهِ عَٰكِفِينَ حَتَّىٰ يَرْجِعَ إِلَيْنَا مُوسَىٰ

(91) "Mereka menjawab, 'Kami akan tetap berdiam diri untuk (menyembah) nya, hingga Musa kembali kepada kami'."

Para penyembah patung anak sapi dari mereka menjawab, "Kami akan tetap terus-menerus menyembah patung anak sapi ini sampai Musa kembali kepada kami."

Teguran Musa Kepada Harun dan Balasan Harun

قَالَ يَٰهَٰرُونُ مَا مَنَعَكَ إِذْ رَأَيْتَهُمْ ضَلُّوٓاْ . أَلَّا تَتَّبِعَنِ ۖ أَفَعَصَيْتَ أَمْرِى

(92-93) "Musa berkata, 'Wahai Harun, apa yang menghalangimu ketika kamu melihat mereka telah sesat untuk mengikutiku?' Maka apakah kamu telah (sengaja) mendurhakai perintahku?'"

Musa berkata kepada saudaranya, Harun, "Apa yang menahanmu untuk menjumpaiku ketika engkau melihat mereka telah melenceng dari agama mereka, kemudian kamu menyusulku dan meninggalkan mereka? Apakah kamu memang mau mendurhakai perintahku yang telah aku perintahkan kepadamu untuk menjadi penggantiku dan memperbaiki mereka sepeninggalku?"

قَالَ يَبْنَؤُمَّ لَا تَأْخُذْ بِلِحْيَتِى وَلَا بِرَأْسِىٓ ۖ إِنِّى خَشِيتُ أَن تَقُولَ فَرَّقْتَ بَيْنَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ وَلَمْ تَرْقُبْ قَوْلِى

(94) "Harun menjawab, 'Wahai putra ibuku Janganlah kamu pegang jenggotku dan jangan (pula) kepalaku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan berkata (kepadaku), 'Kamu telah memecah belah antara Bani Israil dan kamu tidak memelihara ucapan (amanat)ku'."

Kemudian Musa memegang jenggot dan kepala Harun serta menariknya ke arahnya. Maka Harun berkata kepadanya, "Wahai putra ibuku, janganlah kamu pegangi jenggotku dan juga rambut kepalaku. Sesungguhnya aku khawatir jika aku tinggalkan mereka dan aku menyusulmu, kamu akan mengatakan (kepadaku), 'Kamu telah memecah belah antara Bani Israil, kamu tidak memelihara amanatku dengan mengurus mereka'."

Hardikan Musa Terhadap Samiri

قَالَ فَمَا خَطْبُكَ يَٰسَٰمِرِىُّ

(95) "Musa berkata, 'Apakah yang mendorongmu (berbuat demikian), wahai Samiri?'"

Musa berkata kepada Samiri, "Ada apa denganmu, wahai Samiri? Apa yang mendorongmu melakukan apa yang telah kamu perbuat ini?"

قَالَ بَصُرْتُ بِمَا لَمْ يَبْصُرُواْ بِهِۦ فَقَبَضْتُ قَبْضَةً مِّنْ أَثَرِ ٱلرَّسُولِ فَنَبَذْتُهَا وَكَذَٰلِكَ سَوَّلَتْ لِى نَفْسِى

(96) "Samiri menjawab, 'Aku melihat sesuatu yang tidak mereka lihat, maka aku mengambil segenggam (tanah) dari jejak utusan (Malaikat Jibril) lalu aku melemparkannya.638 Dan demikianlah nafsuku membujukku'."

Samiri menjawab, "Aku telah melihat apa yang tidak mereka lihat, yaitu Jibril dia berada di atas kuda ketika mereka keluar dari laut dan tenggelamnya Fir'aun dan bala tentaranya. Maka aku ambil tanah bekas telapak kuda Jibril dengan telapak tanganku. Lalu aku lemparkan ke perhiasan-perhiasan yang aku buat patung anak sapi darinya. Tiba-tiba muncul patung anak sapi yang memiliki bentuk tubuh, sebagai cobaan dan fitnah. Demikian pula nafsuku yang memerintahkan kepada keburukan telah mendorongku melakukannya."


[638] Yakni, bekas jejak telapak kuda Jibril .Maksudnya, Samiri mengambil segenggam tanah dari jejak itu, lalu melemparkannya ke dalam logam yang sedang dihancurkan itu, sehingga logam itu berbentuk anak sapi yang mengeluarkan suara.

Azab yang Ditimpakan Kepada Samiri

قَالَ فَٱذْهَبْ فَإِنَّ لَكَ فِى ٱلْحَيَوٰةِ أَن تَقُولَ لَا مِسَاسَ ۖ وَإِنَّ لَكَ مَوْعِدًا لَّن تُخْلَفَهُۥ ۖ وَٱنظُرْ إِلَىٰٓ إِلَٰهِكَ ٱلَّذِى ظَلْتَ عَلَيْهِ عَاكِفًا ۖ لَّنُحَرِّقَنَّهُۥ ثُمَّ لَنَنسِفَنَّهُۥ فِى ٱلْيَمِّ نَسْفًا

(97) "Musa berkata, 'Pergilah kamu, maka sesungguhnya bagimu dalam kehidupan di dunia ini (hanya dapat) mengatakan, 'Janganlah menyentuh (ku),' dan sesungguhnya kamu pasti mendapatkan (hukuman) yang dijanjikan (di akhirat) yang tidak dapat kamu hindari,639 dan lihatlah sesembahanmu itu yang kamu tetap berdiam diri (untuk menyembahnya). Kami benar-benar akan membakarnya, kemudian kami benar-benar akan menghamburkannya ke dalam laut (dengan berserakan)."

Musa berkata kepada Samiri, "Pergilah kamu. Sesungguhnya hukuman bagimu di dalam kehidupan dunia ini, engkau akan hidup terbuang, kamu hanya mengatakan kepada siapa saja, 'Aku tidak menyentuh dan aku tidak disentuh.' Dan sesungguhnya kamu punya masa untuk mendapatkan siksaan dan hukumanmu. Allah tidak akan memungkirinya bagimu dan kamu akan menemuinya. Dan lihatlah sesembahanmu yang kamu setia menyembahnya, kami benar-benar akan membakarnya dengan api, kemudian kami benar-benar akan menyebarkan (abu)nya di dalam laut, agar diterbangkan oleh angin hingga tidak ada bekas yang tersisa darinya."


[639] Maksudnya, supaya Samiri hidup terpencil sendiri sebagai hukuman di dunia. Dan sebagai hukuman di akhirat, ia akan ditempatkan di dalam neraka.

إِنَّمَآ إِلَٰهُكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ وَسِعَ كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا

(98) 'Sesungguhnya Tuhan sesembahan kalian hanyalah Allah Yang tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, Yang IlmuNya meliputi segala sesuatu"

Sesungguhnya Tuhan kalian, wahai sekalian manusia, adalah Allah, Yang tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu.

Kisah Umat-umat yang Dahulu Merupakan Peringatan Bagi Manusia

كَذَٰلِكَ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ مَا قَدْ سَبَقَ ۚ وَقَدْ ءَاتَيْنَٰكَ مِن لَّدُنَّا ذِكْرًا

(99) "Demikianlah Kami kisahkan kepadamu (wahai Rasul) sebagian dari kisah (umat) yang telah lalu, dan sungguh telah Kami berikan kepadamu dari sisi Kami suatu peringatan (al-Qur'an)"

Sebagaimana Kami telah mengisahkan kepadamu, wahai Rasul, cerita tentang Musa dan Fir'aun serta kaum mereka, Kami juga memberitahukan kepadamu kisah-kisah para nabi terdahulu. Dan sesungguhnya Kami telah memberikan kepadamu dari sisi Kami al-Qur'an ini sebagai peringatan bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran.

مَّنْ أَعْرَضَ عَنْهُ فَإِنَّهُۥ يَحْمِلُ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ وِزْرًا

(100) "Barangsiapa yang berpaling darinya (al-Qur'an), maka sesungguhnya dia akan memikul dosa yang besar di Hari Kiamat."

Barangsiapa yang berpaling dari al-Qur'an ini, tidak mengimaninya dan tidak mengamalkan kandungannya, sesungguhnya dia akan datang pada Hari Kiamat dengan memikul dosa yang amat besar.

خَٰلِدِينَ فِيهِ ۖ وَسَآءَ لَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ حِمْلًا

(101) "mereka kekal di dalam keadaan itu, dan amat buruklah dosa itu sebagai beban bagi mereka di liari Kiamat."

Mercka kekal abadi di dalam siksaan, Dan tanggungan beban yang berat itu yang berupa dosa-dosa lelah menyengsarakan mereka, lantaran menjerumuskan mereka ke dalam neraka,

يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ وَنَحْشُرُ ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ زُرْقًا

(102) '"(Yaitu) pada hari sangkakala ditiup (yang kedua kali)640 dan Kami akan mengumpulkan pada hari itu orang-orang yang berdosa dengan (wajah) biru muram;"

Pada hari malaikat meniup sangkakala untuk tiupan kebangkitan, dan Kami akan menggiring orang-orang pada hari itu, dalam keadaan bermuka muram, telah berubah warna kulit mereka dan penglihatan mereka karena begitu dahsyatnya peristiwa peristiwa dan kengerian kengeriannya.


[640] Maksudnya, tiupan sangkakala yang kedua, yaitu tiupan untuk membangkitkan manusia dari kuburnya atau menghidupkannya kembali.

يَتَخَٰفَتُونَ بَيْنَهُمْ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا عَشْرًا

(103) "mereka berbisik-bisik di antara mereka, 'Kalian tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sepuluh (hari saja)'."

Mereka saling berbisik bisik di antara mereka, di mana sebagian dari mereka berkala kepada sebagian yang lain, "Kalian tidaklah hidup di kehidupan dunia kecuali hanya sepuluh hari saja."

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَقُولُونَ إِذْ يَقُولُ أَمْثَلُهُمْ طَرِيقَةً إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا يَوْمًا

(104) "Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan, ketika orang yang paling lurus jalannya di antara mereka berkata,641 'Kalian tidak berdiam (di dunia), melainkan hanya sehari saja'."

Kami lebih mengetahui apa yang mereka katakan dan mereka bisik-bisikkan ketika orang paling tahu dan paling berakal dan mereka berkata. Tidaklah kalian tinggal (di dunia) kecuali hanya sehari saja", karena begitu cepalnya masa hidup di dunia pada diri mereka pada hari Kiamat.


[641] Yakni, orang yang paling lurus pikirannya atau amalannya di antara orang-orang yang berdosa itu

Keadaan Pada Ilari Kiamat

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْجِبَالِ فَقُلْ يَنسِفُهَا رَبِّى نَسْفًا

(105) "Dan mereka bertanya kepadamu (wahai Rasul) tentang gunung-gunung, maka katakanlah, 'Tuhanku akan menghancurkannya (di Hari Kiamat) sehancur-hancurnya,'

Dan kaummu bertanya kepadamu, wahai Rasul, tentang kesudahan gunung-gunung pada hari Kiamat. Maka katakanlah kepada mereka, "Tuhanku akan melenyapkannya dari tempat-tempatnya dan menjadikannya debu-debu yang beterbangan.

فَيَذَرُهَا قَاعًا صَفْصَفًا

(106) 'maka Dia akan menjadikan (bekas) gunung-gunung itu tanah lapang yang sama sekali datar,'

Maka Allah menjadikan permukaan bumi pada hari itu terhampar, datar, dan rata, tanpa ada tetumbuhan.

لَّا تَرَىٰ فِيهَا عِوَجًا وَلَآ أَمْتًا

(107) 'tidak ada sedikit pun kamu lihat padanya tempat yang rendah dan yang tinggi'."

Orang yang melihatnya tidak menyaksikan adanya kemiringan, tempat tinggi, maupun menurun."

يَوْمَئِذٍ يَتَّبِعُونَ ٱلدَّاعِىَ لَا عِوَجَ لَهُۥ ۖ وَخَشَعَتِ ٱلْأَصْوَاتُ لِلرَّحْمَٰنِ فَلَا تَسْمَعُ إِلَّا هَمْسًا

(108) "Pada hari itu manusia mengikuti (panggilan) penyeru (malaikat)642 dengan tidak berbelok-belok; dan semua suara tunduk merendah kepada Yang Maha Pengasih, maka kamu tidak akan mendengar kecuali bisikan saja."

Pada hari itu, manusia mengikuti suara penyeru menuju tempat berkumpul di Hari Kiamat, tidak ada yang membelok dari seruan penyeru. Karena hal itu merupakan kejadian yang haq dan kebenaran bagi seluruh makhluk. Suara-suara merendah sebagai bentuk ketundukan terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih, maka kamu tidak mendengar, kecuali suara bisikan semata.


[622] Yakni, malaikat yang memanggil manusia untuk menghadap ke hadirat Allah .

يَوْمَئِذٍ لَّا تَنفَعُ ٱلشَّفَٰعَةُ إِلَّا مَنْ أَذِنَ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ وَرَضِىَ لَهُۥ قَوْلًا

(109) "Pada hari itu tidak berguna syafa'at,643 kecuali (syafa'at) orang yang diberi izin oleh Yang Maha Pengasih, dan Dia telah meridhai perkataannya."

Pada hari itu, syafa'at tidak bermanfaat bagi siapa pun dari semua makhluk, kecuali jika Tuhan Yang Maha Pengasih telah mengizinkan sang pemberi syafa'at dan meridhai orang yang menerima syafa'at. Dan tidaklah itu berlaku, kecuali bagi orang Mukmin yang ikhlas.


[643] Lihat catatan kaki Surat al-Baqarah: 48.

يَعْلَمُ مَا بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيطُونَ بِهِۦ عِلْمًا

(110) "Dia mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedangkan ilmu mereka tidak dapat meliputi ilmuNya."

Allah mengetahui apa yang ada di hadapan semua manusia tentang kejadian-kejadian di Hari Kiamat dan apa yang ada di belakang mereka berupa perkara-perkara dunia. Sedangkan ilmu makhlukNya tidak me-liputiNya"

۞ وَعَنَتِ ٱلْوُجُوهُ لِلْحَىِّ ٱلْقَيُّومِ ۖ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

(111) 'Dan tunduklah semua wajah (dengan berendah diri) kepada Yang Maha-hidup lagi Maha Mengurusi (makhlukNya). Dan sungguh telah merugihh orang yang memikul (dosa) kezhaliman (syirik)"

Wajah-wajah semua makhluk tertunduk dan merendah kepada Penciptanya Yang Mahahidup Yang memiliki makna-makna hidup yang sempurna sebagaimana yang layak dengan keagunganNya, Yang tidak akan mati, Yang mengurus pengaturan seluruh urusan segala sesuatu. Dan sesungguhnya pada Hari Kiamat merugilah orang-orang yang menyekutukan seseorang dari makhluk dengan Allah.

وَمَن يَعْمَلْ مِنَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَا يَخَافُ ظُلْمًا وَلَا هَضْمًا

(112) 'Dan barangsiapa mengerjakan amal-amal shalih dan dia adalah orang beriman, maka dia tidak khawatir akan perlakuan yang tidak adil (terhadapnya) dan tidak (pula) akan pengurangan haknya."

Dan barangsiapa mengerjakan amal shalih, sedang dia beriman kepada Tuhannya, maka dia tidak akan takut akan perlakuan tidak adil (terhadapnya) dengan bertambahnya dosa-dosanya, dan pengurangan terhadap amal kebaikannya.

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَانًا عَرَبِيًّا وَصَرَّفْنَا فِيهِ مِنَ ٱلْوَعِيدِ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ أَوْ يُحْدِثُ لَهُمْ ذِكْرًا

(113) "Dan demikianlah Kami menurunkan al-Qur'an dalam bahasa Arab, dan Kami telah menerangkan dengan berulang kali di dalamnya sebagian ancaman, agar mereka bertakwa atau (agar) al-Qur'an itu memberikan pengajaran bagi mereka."

Dan sebagaimana Kami mendorong orang-orang beriman untuk semangat beramal shalih dan Kami peringatkan orang-orang kafir agar tidak terus-menerus berkubang dalam perbuatan maksiat dan kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Kami, Kami juga menurunkan al-Qur'an ini dengan berbahasa Arab agar mereka dapat memahaminya dan Kami telah variasikan di dalamnya berbagai bentuk ancaman dengan harapan mereka akan takut kepada Tuhan mereka atau al-Qur'an itu akan menimbulkan peringatan bagi mereka lalu mereka mau menerima nasihat dan memetik pelajaran.

فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ ٱلْمَلِكُ ٱلْحَقُّ ۗ وَلَا تَعْجَلْ بِٱلْقُرْءَانِ مِن قَبْلِ أَن يُقْضَىٰٓ إِلَيْكَ وَحْيُهُۥ ۖ وَقُل رَّبِّ زِدْنِى عِلْمًا

(114) "Maka Mahatinggi Allah, Raja Yang sebenar-benarnya, dan janganlah kamu tergesa-gesa membaca al-Qur'an sebelum diselesaikan proses mewahyukannya kepadamu, dan katakanlah, ’Wahai Tuhanku, tambahkanlah ilmu kepadaku'."

Allah bersih, tinggi dan suci dari semua kekurangan, Dia Raja Yang kekuasaanNya mengalahkan semua penguasa dan tirani, Yang mengendalikan segala sesuatu, Yang Mahabenar, janjiNya benar, ancamanNya benar, dan tiap-tiap sesuatu dariNya adalah kebenaran. Dan janganlah kamu tergesa-gesa, wahai Rasul, untuk mendahului Jibril dalam menerima al-Qur'an sebelum dia tuntas darinya. Dan katakanlah, "Wahai Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu di samping ilmu yang telah Engkau ajarkan kepadaku."

KISAH NABI ADAM DAN PEMBANGKANGAN IBLIS

وَلَقَدْ عَهِدْنَآ إِلَىٰٓ ءَادَمَ مِن قَبْلُ فَنَسِىَ وَلَمْ نَجِدْ لَهُۥ عَزْمًا

(115) ”Dan sungguh Kami telah berpesan kepada Adam dahulu,644 maka dia lupa, dan Kami tidak mendapatinya memiliki kemauan yang kuat."

Dan sungguh Kami telah perintahkan kepada Adam sebelum dia memakan (sesuatu) dari pohon tersebut, agar dia jangan memakan darinya. Dan Kami telah firmankan kepadanya, "Sesungguhnya iblis adalah musuhmu dan musuh istrimu, maka jangan sampai dia mengeluarkan kalian berdua dari surga. Akibatnya, kamu dan istrimu akan celaka di dunia." Lalu setan membisik-bisikkan kepadanya, hingga Adam menaatinya. Adam lupa pesan tersebut dan Kami tidak mendapatinya memiliki kekuatan tekad untuk menjaga apa yang diperintahkan kepadanya.


[644] Yakni, yang termuat dalam Surat al-Baqarah: 35.

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُواْ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبْلِيسَ أَبَىٰ

(116) "Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat, 'Sujudlah kalian kepada Adam,' maka mereka bersujud kecuali iblis; ia membangkang"

Dan ingatlah, wahai Rasul, ketika Kami berfirman kepada para malaikat, "Sujudlah kalian kepada Adam, sebagai salam penghormatan dan pemuliaan," maka mereka pun taat dan bersujud. Akan tetapi, iblis menolak bersujud.

فَقُلْنَا يَٰٓـَٔادَمُ إِنَّ هَٰذَا عَدُوٌّ لَّكَ وَلِزَوْجِكَ فَلَا يُخْرِجَنَّكُمَا مِنَ ٱلْجَنَّةِ فَتَشْقَىٰٓ

(117) "Maka Kami berkata, 'Wahai Adam, sesungguhnya ini (iblis) adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka janganlah sampai ia mengeluarkan kalian berdua dari surga, yang menyebabkan kamu menjadi celaka.'

Maka Kami berkata, "Wahai Adam, sesungguhnya iblis ini adalah musuh bagimu dan bagi istrimu, maka hendaklah kalian berdua berhati-hati terhadapnya, dan janganlah kalian berdua menaatinya dengan men-durhakaiKu, sehingga ia akan mengeluarkan kalian berdua dari surga, dan kamu menjadi celaka bila dikeluarkan darinya.

إِنَّ لَكَ أَلَّا تَجُوعَ فِيهَا وَلَا تَعْرَىٰ

(118) ’Sesungguhnya kamu tidak akan kelaparan di dalamnya dan tidak akan telanjang,'

Sesungguhnya kamu, wahai Adam, di dalam surga ini dapat makan sehingga kamu tidak lapar dan mengenakan pakaian hingga kamu tidak telanjang.

وَأَنَّكَ لَا تَظْمَؤُاْ فِيهَا وَلَا تَضْحَىٰ

(119) ’dan bahwasanya kamu tidak akan merasa dahaga dan tidak (pula) akan ditimpa panas matahari di dalamnya'."

Dan sesungguhnya kamu tidak akan merasa kehausan di dalam surga ini dan panas matahari tidak mengenaimu."

فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ ٱلشَّيْطَٰنُ قَالَ يَٰٓـَٔادَمُ هَلْ أَدُلُّكَ عَلَىٰ شَجَرَةِ ٱلْخُلْدِ وَمُلْكٍ لَّا يَبْلَىٰ

(120) "Kemudian setan membisikkan (pikiran jahat) kepadanya, dengan berkata, ’Wahai Adam, maukah saya tunjukkan kepadamu pohon khuldi (keabadian) dan kerajaan yang tidak akan binasa ?"

Kemudian setan membisik-bisikkan pikiran buruk kepada Adam, dan berkata kepadanya, "Maukah kamu aku tunjukkan kepada suatu pohon yang bila kamu memakan dari (buah)nya, kamu akan hidup abadi, tidak akan mati, dan kamu akan memiliki kerajaan yang tidak akan pernah lenyap dan habis?"

فَأَكَلَا مِنْهَا فَبَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۚ وَعَصَىٰٓ ءَادَمُ رَبَّهُۥ فَغَوَىٰ

(121) "Maka mereka berdua makan dari buah pohon itu, lalu tampaklah bagi keduanya aurat-aurat mereka dan mulailah mereka berdua menutupinya dengan daun-daun (yang ada di) surga, dan durhakalah Adam kepada Tuhannya, maka sesatlah dia.”645

Kemudian Adam dan Hawwa' memakan (buah) dari pohon itu yang Allah melarang mereka berdua darinya, maka terbukalah aurat mereka berdua, sedang sebelumnya tidak tampak oleh pandangan mata. Lalu mulailah mereka berdua memetik daun-daun dari pohon-pohon surga dan melekatkannya pada tubuh mereka untuk menutupi aurat mereka yang terbuka. Adam telah melanggar perintah Tuhannya. Maka dia menjadi orang yang bersalah dengan memakan dari pohon yang Allah telah melarangnya untuk mendekatinya.


[645] Yang dimaksud "durhaka" di sini ialah melanggar larangan Allah karena lupa, tidak sengaja, sebagaimana disebutkan dalam ayat 115 surat ini. Dan yang dimaksud "sesat" ialah mengikuti apa yang dibisikkan setan. Kesalahan Adam meskipun tidak begitu besar menurut ukuran manusia biasa, sudah dinamai durhaka dan sesat, karena tingginya martabat Adam dan untuk menjadi teladan bagi orang besar dan pemimpin-pemimpin agar menjauhi perbuatan-perbuatan yang terlarang, bagaimanapun kecilnya.

ثُمَّ ٱجْتَبَٰهُ رَبُّهُۥ فَتَابَ عَلَيْهِ وَهَدَىٰ

(122) "Kemudian Tuhannya memilihnya, maka Dia menerima taubatnya dan memberi(nya) petunjuk."

Kemudian Allah memilih Adam, menjadikannya orang yang dekat (kepadaNya), menerima taubatnya, dan memberinya hidayah kepada jalan yang lurus.

قَالَ ٱهْبِطَا مِنْهَا جَمِيعًۢا ۖ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ فَإِمَّا يَأْتِيَنَّكُم مِّنِّى هُدًى فَمَنِ ٱتَّبَعَ هُدَاىَ فَلَا يَضِلُّ وَلَا يَشْقَىٰ

(123) "Allah berfirman, ’Turunlah kalian berdua dari surga bersama-sama! Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Maka jika datang kepada kalian petunjuk dari Ku, maka barangsiapa yang mengikuti petunjukku, dia tidak akan sesat dan tidak akan celaka.'

Allah berfirman kepada Adam dan Hawwa', "Turunlah kalian berdua semuanya dari surga bersama dengan iblis. Kalian berdua dan iblis saling bermusuhan. Maka jika datang kepada kalian berdua petunjuk dan penjelasan dariKu, lalu barangsiapa mengikuti petunjuk dan penjelasan dariKu dan dia mengamalkannya, sesungguhnya dia telah lurus di dunia, dan memperoleh hidayah, serta tidak celaka di akhirat dengan tertimpa hukuman Allah.

وَمَنْ أَعْرَضَ عَن ذِكْرِى فَإِنَّ لَهُۥ مَعِيشَةً ضَنكًا وَنَحْشُرُهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ أَعْمَىٰ

(124) ’Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunnya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta'."

Namun, barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu yang dengannya Aku memperingatkannya, maka sesungguhnya baginya di dunia ini kehidupan sempit lagi sengsara, walaupun tampaknya dia termasuk orang bermartabat dan berkemudahan, dan Kami akan menghimpunnya pada Hari Kiamat dalam keadaan buta dari hujjah."

قَالَ رَبِّ لِمَ حَشَرْتَنِىٓ أَعْمَىٰ وَقَدْ كُنتُ بَصِيرًا

(125) "Dia berkata, 'Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunku dalam keadaan buta, padahal aku dahulunya seorang yang melihat?"'

Orang yang berpaling dari peringatan Allah akan berkata, "Wahai Tuhanku, mengapa Engkau menghimpunku dalam keadaan buta, padahal aku dahulu seorang yang bisa melihat saat di dunia?"

قَالَ كَذَٰلِكَ أَتَتْكَ ءَايَٰتُنَا فَنَسِيتَهَا ۖ وَكَذَٰلِكَ ٱلْيَوْمَ تُنسَىٰ

(126) "Allah berfirman, 'Demikianlah telah datang kepadamu ayat-ayat Kami, lalu kamu melupakannya, dan begitu (pula) pada hari ini kamu dilupakan'."

Allah berfirman kepadanya, "Aku menghimpunmu dalam keadaan buta, karena dahulu sesungguhnya telah datang kepadamu ayat-ayatKu yang nyata, lalu kamu berpaling darinya dan kamu tidak mengimaninya. Maka sebagaimana kamu mengabaikannya di dunia, demikian pula kamu hari ini dibiarkan berada di dalam neraka."

وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى مَنْ أَسْرَفَ وَلَمْ يُؤْمِنۢ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِۦ ۚ وَلَعَذَابُ ٱلْءَاخِرَةِ أَشَدُّ وَأَبْقَىٰٓ

(127) "Dan demikianlah Kami membalas orang yang melampaui batas dan tidak beriman kepada ayat-ayat Tuhannya. Dan azab di akhirat itu benar-benar lebih berat dan lebih kekal."

Dan demikianlah Kami menghukum orang-orang yang bertindak melampaui batas terhadap dirinya, lalu dia mendurhakai Tuhannya dan tidak mengimani ayat-ayatNya, dengan hukuman-hukuman di dunia. Dan siksaan akhirat yang disiapkan bagi mereka itu benar-benar lebih pedih, lebih kekal dan lebih pasti, karena tidak pernah putus dan tidak akan berhenti.

BEBERAPA PERINGATAN DAN AJARAN TENTANG MORAL

أَفَلَمْ يَهْدِ لَهُمْ كَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّنَ ٱلْقُرُونِ يَمْشُونَ فِى مَسَٰكِنِهِمْ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّأُوْلِى ٱلنُّهَىٰ

(128) "Maka tidakkah menjadi petunjuk bagi mereka (kaum musyrikin), berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka, padahal mereka berjalan (di bekas-bekas) tempat tinggal umat-umat itu? Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (Kuasa Kami) bagi orang-orang yang berakal."

Apakah belum jelas bagi kaummu, wahai Rasul, betapa banyaknya umat-umat yang mendustakan sebelum mereka yang telah Kami binasakan, sedang mereka berjalan-jalan di (bekas) perkampungan-perkampungan umat-umat itu, dan dapat menyaksikan bekas-bekas kehancuran mereka? Sesungguhnya pada kejadian banyaknya umat-umat tersebut dan bekas-bekas siksaan mereka benar-benar terdapat berbagai pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang berakal yang sadar.

وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَكَانَ لِزَامًا وَأَجَلٌ مُّسَمًّى

(129) "Dan sekiranya tidak ada suatu ketetapan terdahulu dari Tuhanmu dan ajal yang telah ditentukan, pasti (azab itu) telah menimpa mereka."

Dan seandainya bukan karena telah ada ketetapan dari Tuhanmu dahulu dan ajal yang ditentukan dariNya, pastilah kebinasaan menimpa mereka dengan segera, karena mereka itu pantas mendapatkannya disebabkan kekafiran mereka.

فَٱصْبِرْ عَلَىٰ مَا يَقُولُونَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ قَبْلَ طُلُوعِ ٱلشَّمْسِ وَقَبْلَ غُرُوبِهَا ۖ وَمِنْ ءَانَآئِ ٱلَّيْلِ فَسَبِّحْ وَأَطْرَافَ ٱلنَّهَارِ لَعَلَّكَ تَرْضَىٰ

(130) "Maka bersabarlah kamu atas apa yang mereka katakan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmuy sebelum terbit matahari dan sebelum terbenamnya, dan bertasbih pulalah pada waktu-waktu di malam hari dan di ujung-ujung siang hari. agar kamu ridha (dengan balasan yang Allah berikan)."

Muka bersabarlah kamu, wahai Rasul, terhadap apa yang diucapkan oleh orang-orang yang mendustakanmu, berupa predikat-predikat (buruk) dan kebatilan-kebatilan, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu di dalam Shalat Shubuh sebelum terbitnya matahari, dan di Shalat Ashar sebelum matahari terbenam, serta di Shalat Isya di waktu-waktu malam, dan di Shalat Zhuhur dan Maghrib pada waktu-waktu siang hari, supaya kamu memperoleh balasan kebajikan atas amalan-amalan tersebut yang menyebabkanmu puas.

وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَىٰ مَا مَتَّعْنَا بِهِۦٓ أَزْوَٰجًا مِّنْهُمْ زَهْرَةَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ ۚ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَىٰ

(131) "Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami uji mereka dengannya. Dan rizki Tuhanmu adalah lebih baik dan lebih kekal."

Dan janganlah kamu memandang berbagai macam kesenangan yang telah Kami berikan kepada kaum musyrikin dan orang-orang yang serupa dengan mereka, karena sesungguhnya itu hanya sekedar hiasan belaka yang akan sirna di kehidupan dunia ini. Kami memberikan kesenangan itu kepada mereka untuk menguji mereka dengannya. Dan rizki Tuhanmu dan pahalaNya lebih baik bagimu dari kesenangan yang Kami berikan kepada mereka dan lebih abadi, lantaran tidak ada waktu putus dan habisnya.

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْـَٔلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ

(132) "Dan perintahkanlah keluargamu untuk mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizki kepadamu, (justru) Kami-lah Yang memberi rizki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi (orang-orang yang) takwa."

Dan perintahkanlah, wahai Nabi, keluargamu untuk shalat dan bersabarlah kamu dalam menjalankannya. Kami tidak meminta harta kepadamu. Kami-lah Yang memberimu rizki dan memberimu karunia, dan kesudahan yang baik di dunia dan akhirat adalah bagi orang-orang yang bertakwa.

وَقَالُواْ لَوْلَا يَأْتِينَا بِـَٔايَةٍ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۚ أَوَلَمْ تَأْتِهِم بَيِّنَةُ مَا فِى ٱلصُّحُفِ ٱلْأُولَىٰ

(133) "Dan mereka berkata, 'Mengapa dia tidak membawa ayat (bukti) kepada kita dari tuhannya?' Dan apakah belum datang kepada mereka bukti yang nyata dari apa yang tersebut di dalam kitab-kitab yang dahulu ?"

Dan orang orang yang mendustakanmu, wahai Rasul, berkata, ‘Mengapa kamu tidak membawakan kepada kami satu tanda dari Tuhanmu yang menunjukkan kebenaranmu?" bukankah telah datang kepada mereka al-Qur'an ini yang membenarkan kebenaran-kebenaran yang terdapat dalam kitab-kitab suci terdahulu?

وَلَوْ أَنَّآ أَهْلَكْنَٰهُم بِعَذَابٍ مِّن قَبْلِهِۦ لَقَالُواْ رَبَّنَا لَوْلَآ أَرْسَلْتَ إِلَيْنَا رَسُولًا فَنَتَّبِعَ ءَايَٰتِكَ مِن قَبْلِ أَن نَّذِلَّ وَنَخْزَىٰ

(134) "Dan sekiranya Kami binasakan mereka dengan suatu azab sebelum al-Qur'an itu (diturunkan), tentulah mereka berkata, Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau tidak mengutus seorang rasul kepada kami, lalu kami mengikuti ayat-ayatMu sebelum kami menjadi hina dan rendah ?"

Dan sekiranya Kami sungguh-sungguh membinasakan orang-orang yang mendustakan itu dengan siksaan sebelum Kami mengutus kepada mereka seorang rasul dan menurunkan kepada mereka satu kitab, pastilah mereka akan berkata, "Wahai Tuhan kami, tidakkah Engkau utus kepada kami seorang rasul dari sisiMu sehingga kami kemudian beriman kepadanya dan mengikuti ayat-ayatMu dan ajaran syariatMu, sebelum kami hina dan nista karena siksaanMu?"

قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُواْ ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَٰبُ ٱلصِّرَٰطِ ٱلسَّوِىِّ وَمَنِ ٱهْتَدَىٰ

(135) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Masing-masing (kita) menanti, maka nantikanlah oleh kalian! Maka kalian kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus dan siapa yang telah mendapat petunjuk'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum yang menyekutukan Allah, "Masing-masing dari kami dan kalian itu akan menunggu pergantian masa, dan bagi siapa kelak kemenangan dan kejayaan. Maka tunggulah, kalian akan mengetahui siapakah orang-orang yang berada di atas jalan lurus dan memperoleh hidayah kepada kebenaran; kami atau kalian?