Isi Tafsir Al-Qur'an

Maryam

KISAH NABI ZAKARIA DAN NABI YAHYA
Sebab Zakaria Berdoa Memohon Keturunan

كٓهيعٓصٓ

(1) "Kaf Ha Ya 'Ain Shad."

(Kaf Ha Ya 'Ain Shad). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (di awal surat seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah.

ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ

(2) "(Yang dibacakan ini adalah) penjelasan tentang rahmat Tuhanmu kepada hambaNya, Zakaria

Ini merupakan penjelasan rahmat Tuhanmu kepada hambaNya, Zakaria. Kami akan menceritakannya kepadamu. Sesungguhnya pada kisahnya terdapat ibrah (pelajaran baik) bagi orang-orang yang mau memelik pelajaran.

إِذْ نَادَىٰ رَبَّهُۥ نِدَآءً خَفِيًّا

(3) "Yaitu tatkala dia berdoa kepada Tuhannya dengan suara yang lirih"

Yaitu, kelika dia berdoa memohon kepada Tuhannya dengan suara lirih, agar menjadi lebih sempurna keikhlasannya kepada Allah dan lebih mendatangkan harapan besar dikabulkannya doa tersebut.

قَالَ رَبِّ إِنِّى وَهَنَ ٱلْعَظْمُ مِنِّى وَٱشْتَعَلَ ٱلرَّأْسُ شَيْبًا وَلَمْ أَكُنۢ بِدُعَآئِكَ رَبِّ شَقِيًّا

(4) "Dia berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban, dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepadaMu, wahai Tuhanku'

Dia (Zakaria) berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku telah berusia lanjut, dan tulang-tulangku telah melemah, serta uban putih telah menyebar di seluruh rambut kepalaku, sedang aku belum pernah terhalangi dari doa yang terkabul sebelumnya.

وَإِنِّى خِفْتُ ٱلْمَوَٰلِىَ مِن وَرَآءِى وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا فَهَبْ لِى مِن لَّدُنكَ وَلِيًّا

(5) Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kaum kerabatku sepeninggalku, sedang istriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah kepadaku dari sisi Mu seorang putra,'

Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kerabatku dan orang-orang dari keluarga besarku setelah kematianku kelak mereka tidak menjalankan ajaran agamaMu dengan sebaik-baiknya, dan tidak menyeru hamba-hambaMu kepadaMu, sedang istriku adalah seorang wanita yang mandul, tidak bisa beranak, maka meski demikian anugerahilah aku dari sisiMu seorang anak yang menjadi penerus lagi penolong,

يَرِثُنِى وَيَرِثُ مِنْ ءَالِ يَعْقُوبَ ۖ وَٱجْعَلْهُ رَبِّ رَضِيًّا

(6) 'yang akan mewarisiku dan mewarisi sebagian keluarga Ya'qub, dan jadikanlah dia, wahai Tuhanku, seorang yang diridhai'

yang akan mewarisi kenabianku dan kenabian keluarga Ya'qub, dan jadikanlah anak itu, wahai Tuhanku, sebagai orang yang diridhai olehMu dari para hambaMu."

Terkabulnya Doa Zakaria Sebagai Bukti Kekuasaan Allah

يَٰزَكَرِيَّآ إِنَّا نُبَشِّرُكَ بِغُلَٰمٍ ٱسْمُهُۥ يَحْيَىٰ لَمْ نَجْعَل لَّهُۥ مِن قَبْلُ سَمِيًّا

(7) "(Allah berfirman), 'Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan (kelahiran) seorang anak laki-laki yang namanya Yahya, yang Kami belum pernah memberi nama seperti itu sebelumnya'."

Wahai Zakaria, sesungguhnya Kami memberi kabar gembira kepadamu dengan mengabulkan permohonanmu. Dan sungguh Kami anugerahkan kepadamu seorang anak lelaki bernama Yahya, yang sebelumnya Kami belum pernah memberikan nama bagi seorang pun dengan nama tersebut.

قَالَ رَبِّ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَكَانَتِ ٱمْرَأَتِى عَاقِرًا وَقَدْ بَلَغْتُ مِنَ ٱلْكِبَرِ عِتِيًّا

(8) "Zakaria berkata, 'Wahai Tuhanku, bagaimana aku bisa memiliki seorang anak laki-laki, padahal istriku adalah seorang yang mandul dan sungguh aku (sendiri) sudah mencapai umur yang sangat tua?"'

Zakaria berkata dengan penuh keheranan, "Wahai Tuhanku, bagaimana bisa aku memiliki anak laki-laki, sedang istriku adalah seorang wanita yang mandul yang tidak bisa beranak, dan aku sendiri telah mencapai batas akhir dalam usia dan tulangku pun sudah ringkih?"

قَالَ كَذَٰلِكَ قَالَ رَبُّكَ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ وَقَدْ خَلَقْتُكَ مِن قَبْلُ وَلَمْ تَكُ شَيْـًٔا

(9) "Dia (malaikat) berkata, 'Demikianlah, Tuhanmu berfirman, 'Itu adalah mudah bagiKu, dan sungguh Aku telah menciptakanmu sebelum itu, padahal kamu (ketika itu) belum ada sama sekali'."

Malaikat menjawab Zakaria terhadap apa yang diherankannya, "Demikianlah keadaannya, sebagaimana yang engkau katakan, bahwa istrimu mandul dan engkau telah mencapai usia lanjut, akan tetapi Tuhanmu telah berfirman, bahwa penciptaan Yahya dalam keadaan demikian ini merupakan perkara mudah lagi ringan bagi Allah. Kemudian Allah menyebutkan kepada Zakaria perkara yang jauh lebih aneh daripada apa yang dipertanyakannya itu. Allah berfirman, 'Dan sesungguhnya Aku telah menciptakanmu sebelum Yahya, sedang kamu bukanlah sesuatu yang pernah disebut-sebut dan belum ada wujudnya sama sekali'."

قَالَ رَبِّ ٱجْعَل لِّىٓ ءَايَةً ۚ قَالَ ءَايَتُكَ أَلَّا تُكَلِّمَ ٱلنَّاسَ ثَلَٰثَ لَيَالٍ سَوِيًّا

(10) "Zakaria berkata,'Wahai Tuhanku, berilah aku suatu tanda.' Dia berfirman, 'Tanda bagimu ialah bahwa kamu tidak dapat berbicara kepada manusia selama tiga malam, padahal kamu sehat (normal)'."

Zakaria berkata untuk menambah keyakinannya, "Wahai Tuhanku, buatkanlah tanda bagiku atas terwujudnya kabar gembira yang telah disampaikan malaikat kepadaku." Allah berfirman, "Tandamu, bahwa engkau tidak bisa berbicara kepada manusia selama tiga hari tiga malam, padahal engkau sehat-sehat saja dan bebas dari penyakit."

فَخَرَجَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ مِنَ ٱلْمِحْرَابِ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ أَن سَبِّحُواْ بُكْرَةً وَعَشِيًّا

(11) "Maka dia keluar dari mihrab menuju kaumnya, lalu memberi isyarat kepada mereka, 'Hendaklah kalian bertasbih di waktu pagi dan petang'."

Lalu Zakaria keluar dari tempat ibadahnya menemui kaumnya, yaitu dari tempat disampaikannya kabar gembira kepadanya untuk memperoleh anak. Dia memberikan isyarat kepada mereka, "Hendaklah kalian bertasbih menyucikan Allah pada pagi dan sore sebagai bentuk ungkapan syukur kepada Allah .

Pengangkatan Yahya Sebagai Nabi dan Sifat-sifat Keutamaannya

يَٰيَحْيَىٰ خُذِ ٱلْكِتَٰبَ بِقُوَّةٍ ۖ وَءَاتَيْنَٰهُ ٱلْحُكْمَ صَبِيًّا

(12) "'Wahai Yahya, ambillah Kitab (Taurat) itu dengan kuat (sungguh-sungguh).'612 Dan Kami berikan hikmah kepadanya sejak dia masih kanak-kanak,"

Wahai Yahya, ambillah kitab Taurat dengan penuh keseriusan dan kesungguhan dengan menghafal teks-teksnya, memahami makna-makna-nya, dan mengamalkannya. Dan Kami telah berikan kepadanya hikmah dan pemahaman yang baik saat dia masih kanak-kanak.


[612] Yakni, pelajarilah Taurat itu, amalkan isinya, dan sampaikan kepada umatmu.

وَحَنَانًا مِّن لَّدُنَّا وَزَكَوٰةً ۖ وَكَانَ تَقِيًّا

(13) "dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dari dosa). Dan dia adalah seorang yang bertakwa,"

Dan Kami telah berikan kepadanya rasa belas kasihan dan cinta kasih dari sisi Kami serta kebersihan pribadi dari dosa-dosa. Dan dia adalah seorang yang takut dan taat kepada Allah menjalankan kewajiban-kewajiban dariNya, menjauhi larangan-laranganNya.

وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَيْهِ وَلَمْ يَكُن جَبَّارًا عَصِيًّا

(14) "dan berbakti kepada kedua orangtuanya, dan dia bukanlah seorang yang sombong lagi durhaka."

Dan dia adalah seorang yang berbakti kepada kedua orangtuanya, taat dan patuh kepada mereka, dan dia bukanlah orang yang angkuh untuk taat kepada Tuhannya, juga untuk taat kepada kedua orangtuanya. Dia tidak durhaka kepada Tuhannya dan kepada kedua orangtuanya.

وَسَلَٰمٌ عَلَيْهِ يَوْمَ وُلِدَ وَيَوْمَ يَمُوتُ وَيَوْمَ يُبْعَثُ حَيًّا

(15) "Kesejahteraan atas dirinya pada hari dia dilahirkan, pada hari dia meninggal dunia dan pada hari dia dibangkitkan hidup kembali"

Dan kesejahteraan dari Allah atas Yahya dan keselamatan baginya pada hari dia dilahirkan dan pada hari dia meninggal, serta pada hari dia dibangkitkan dari kuburnya dalam keadaan hidup kembali.

KISAH MARYAM DAN NABI ISA
Kehamilan Maryam Tanpa Sentuhan Seorang Laki-laki

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ مَرْيَمَ إِذِ ٱنتَبَذَتْ مِنْ أَهْلِهَا مَكَانًا شَرْقِيًّا

(16) "Dan ceritakanlah (wahai Rasul, kisah) Maryam di dalam al-Kitab (al-Qur'an), yaitu ketika dia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur,"

Dan ingatlah, wahai Rasul, di dalam al-Qur'an kisah Maryam tatkala dia menjauhkan diri dari keluarganya. Dia mengambil tempat yang berada di sebelah timur dari mereka.

فَٱتَّخَذَتْ مِن دُونِهِمْ حِجَابًا فَأَرْسَلْنَآ إِلَيْهَا رُوحَنَا فَتَمَثَّلَ لَهَا بَشَرًا سَوِيًّا

(17) "lalu dia memasang tabir (yang melindunginya) dari (pandangan) mereka, lalu Kami mengutus roh Kami (Jibril) kepadanya, maka dia menjelma di hadapannya (dalam bentuk) manusia yang sempurna "

Maka dia mengadakan tabir penutup yang menutupinya dari keluarga dan kaumnya. Lalu Kami mengutus malaikat Jibril kepadanya, maka Jibril menjelma di hadapannya dalam rupa manusia yang sempurna fisiknya.

قَالَتْ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِٱلرَّحْمَٰنِ مِنكَ إِن كُنتَ تَقِيًّا

(18) "Maryam berkata, 'Sesungguhnya aku berlindung darimu kepada Yang Maha Pengasih, jika kamu seorang yang bertakwa."

Maryam berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku berlindung kepada Allah dari kamu agar kamu jangan sampai berbuat buruk kepadaku, bila engkau memang termasuk orang yang takut kepada Allah."

قَالَ إِنَّمَآ أَنَا۠ رَسُولُ رَبِّكِ لِأَهَبَ لَكِ غُلَٰمًا زَكِيًّا

(19) "Dia (Jibril) berkata, 'Sesungguhnya aku ini hanyalah seorang utusan Tuhanmu, untuk memberimu seorang anak laki-laki yang suci'."

Malaikat berkata kepadanya, "Sesungguhnya aku hanyalah seorang utusan Tuhanmu, Dia mengutusku kepadamu untuk memberimu seorang anak lelaki yang suci dari dosa-dosa."

قَالَتْ أَنَّىٰ يَكُونُ لِى غُلَٰمٌ وَلَمْ يَمْسَسْنِى بَشَرٌ وَلَمْ أَكُ بَغِيًّا

(20) "Maryam berkata, 'Bagaimana aku bisa memiliki seorang anak laki-laki, padahal tidak ada seorang manusia pun yang pernah menyentuhku dan aku bukan (pula) seorang pezina?"

Maryam berkata kepada malaikat, "Bagaimana aku akan memiliki seorang anak lelaki, padahal tidak ada seorang pun yang menyentuhku melalui pernikahan yang sah dan aku bukan seorang wanita pezina?"

قَالَ كَذَٰلِكِ قَالَ رَبُّكِ هُوَ عَلَىَّ هَيِّنٌ ۖ وَلِنَجْعَلَهُۥٓ ءَايَةً لِّلنَّاسِ وَرَحْمَةً مِّنَّا ۚ وَكَانَ أَمْرًا مَّقْضِيًّا

(21) "Jibril berkata, 'Demikianlah, Tuhanmu berfirman, 'Itu adalah mudah bagiKu, dan agar Kami menjadikannya suatu tanda bagi manusia dan sebagai rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah diputuskan'."

Malaikat berkata kepadanya, "Demikianlah keadaannya sebagaimana kamu sebutkan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang lelaki pun yang pernah menyentuhmu dan engkau bukanlah wanita pezina. Akan tetapi, Tuhanmu berfirman, 'Perkara itu mudah bagiKu dan agar anak lelaki itu menjadi bukti bagi manusia yang menunjukkan tentang kuasa Allah dan rahmat Kami baginya, kedua orangtua dan sekalian manusia. Dan wujud Isa dalam keadaan seperti ini merupakan satu ketetapan yang sudah berlalu lagi ditakdirkan, serta tertulis di Lauhul Mahfuzh, sehingga pasti akan terwujud'."

۞ فَحَمَلَتْهُ فَٱنتَبَذَتْ بِهِۦ مَكَانًا قَصِيًّا

(22) "Maka Maryam mengandungnya, lalu dia mengasingkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh."

Maka Maryam mengandung seorang anak lelaki sesudah Jibril meniup leher bajunya. Tiupan itu sampai menuju rahimnya, maka terjadilah kehamilan dengan sebab tersebut. Lalu dia mengasingkan diri di tempat yang jauh dari manusia.

Kelahiran Nabi Isa

فَأَجَآءَهَا ٱلْمَخَاضُ إِلَىٰ جِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ قَالَتْ يَٰلَيْتَنِى مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنتُ نَسْيًا مَّنسِيًّا

(23) "Maka rasa sakit akan melahirkan anak memaksanya (bersandar) pada pangkal pohon kurma, dia berkata,'Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak berarti lagi dilupakan'."

Rasa kontraksi untuk melahirkan memaksanya berhenti pada sebatang pohon kurma. Lalu dia berkata, "Aduhai, alangkah baiknya bila aku mati saja sebelum hari ini, dan aku menjadi sesuatu yang tidak dikenal juga tidak disebut-sebut, serta tidak diketahui siapa aku sebenarnya."

فَنَادَىٰهَا مِن تَحْتِهَآ أَلَّا تَحْزَنِى قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا

(24) "Maka (Jibril) menyerunya dari tempat yang lebih rendah darinya, Janganlah kamu bersedih hati, sungguh Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu.'

Maka Jibril -atau Isa- memanggilnya, "Janganlah engkau bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu."

وَهُزِّىٓ إِلَيْكِ بِجِذْعِ ٱلنَّخْلَةِ تُسَٰقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا

(25) 'Dan goyangkanlah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu '

Dan gerak-gerakkanlah batang pohon kurma itu, niscaya pohon itu akan menjatuhkan kepadamu buah kurma mengkal yang segar yang terpetik saat itu juga.

فَكُلِى وَٱشْرَبِى وَقَرِّى عَيْنًا ۖ فَإِمَّا تَرَيِنَّ مِنَ ٱلْبَشَرِ أَحَدًا فَقُولِىٓ إِنِّى نَذَرْتُ لِلرَّحْمَٰنِ صَوْمًا فَلَنْ أُكَلِّمَ ٱلْيَوْمَ إِنسِيًّا

(26) 'Maka makan, minum, dan tenanglah kamu (wahai Maryam). Lalu jika kamu melihat seorang manusia, maka katakanlah, ’Sesungguhnya aku telah bernadzar berpuasa613 untuk Yang Maha Pengasih, maka aku tidak akan berbicara dengan seorang manusia pun pada hari ini’."

Maka makanlah olehmu dari kurma mengkal tersebut dan minumlah air itu, dan bersikaplah nyaman dengan anak yang akan lahir. Jika engkau melihat seseorang dari manusia bertanya kepadamu tentang keadaan dirimu, maka katakanlah kepadanya, 'Sesungguhnya aku telah mewajibkan (bernadzar) atas diriku diam karena Allah, maka aku tidak akan berkomunikasi dengan siapa pun dari manusia pada hari ini.' Dahulu, diam termasuk bentuk ibadah dalam syariat mereka, namun tidak berlaku pada syariat Muhammad .


[613] Berpuasa di sini adalah terjemah dari kata "صَوْم" dan dari segi bahasa bermakna, menahan diri. Dan yang dimaksud di sini adalah, menahan diri dari berbicara.

Tuduhan Terhadap Maryam dan Pembelaan Nabi Isa Untuk Ibunya

فَأَتَتْ بِهِۦ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُۥ ۖ قَالُواْ يَٰمَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْـًٔا فَرِيًّا

(27) "Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Mereka berkata, 'Wahai Maryam, sungguh kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar.'

Lalu Maryam datang menemui kaumnya dengan membawa jabang bayinya dari tempat yang jauh. Ketika orang-orang melihatnya dalam keadaan demikian, mereka berkata kepadanya, "Wahai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu perkara besar yang amat buruk.

يَٰٓأُخْتَ هَٰرُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ ٱمْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا

(28) 'Wahai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang berperangai buruk dan ibumu juga bukanlah seorang pezina'."

Wahai saudarinya orang yang shalih, Harun, ayahmu bukanlah seorang lelaki yang buruk yang melakukan perbuatan keji, dan ibumu dahulu bukanlah seorang wanita berperilaku buruk yang melakukan perzinaan."

فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُواْ كَيْفَ نُكَلِّمُ مَن كَانَ فِى ٱلْمَهْدِ صَبِيًّا

(29) "Maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata, 'Bagaimana kami akan berbicara dengan bayi yang masih dalam buaian?"'

Maryam memberikan isyarat kepada bayinya, Isa, agar mereka bertanya langsung dan berbicara kepadanya. Mereka menjawab dengan nada pengingkaran kepada Maryam, "Bagaimana kami akan berbicara dengan seorang anak yang kecil lagi disusui yang berada di buaian ibunya?"

قَالَ إِنِّى عَبْدُ ٱللَّهِ ءَاتَىٰنِىَ ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلَنِى نَبِيًّا

(30) "Dia (Isa yang masih bayi) berkata, 'Sesungguhnya aku ini adalah hamba Allah, Dia memberiku al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikanku seorang nabi.'

Isa berkata, sedang dia berada dalam buaiannya tengah menyusu, "Sesungguhnya aku adalah hamba Allah. Dia menetapkan untuk memberiku kitab, yaitu Injil, dan menjadikanku sebagai seorang nabi.

وَجَعَلَنِى مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنتُ وَأَوْصَٰنِى بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ مَا دُمْتُ حَيًّا

(31) 'Dia juga menjadikanku seorang yang diberkahi di mana pun aku berada, dan Dia memerintahkanku (untuk mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup,'

Dan Dia menjadikanku orang yang mempunyai kebaikan yang besar dan kemanfaatan di mana pun aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku untuk memelihara shalat dan menunaikan zakat selama aku masih hidup.

وَبَرًّۢا بِوَٰلِدَتِى وَلَمْ يَجْعَلْنِى جَبَّارًا شَقِيًّا

(32) 'dan (juga menjadikanku) seorang yang berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikanku seorang yang sombong lagi celaka.'

Dan Dia menjadikanku seorang yang berbakti kepada ibuku dan Dia tidak menjadikanku manusia yang sombong lagi celaka serta melanggar perintah Tuhanku.

وَٱلسَّلَٰمُ عَلَىَّ يَوْمَ وُلِدتُّ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

(33) 'Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dunia dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali'."

Kesejahteraan dan keamanan dari Allah terlimpah padaku sejak hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan dalam keadaan hidup kembali pada Hari Kiamat."

ذَٰلِكَ عِيسَى ٱبْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ ٱلْحَقِّ ٱلَّذِى فِيهِ يَمْتَرُونَ

(34) "Itulah (kisah) Isa putra Maryam,yang merupakan perkataan yang benar, yang mereka ragukan.”

Orang yang telah Kami kabarkan kepadamu, wahai Rasul, tentang sifat dan beritanya itu adalah Isa putra Maryam, tidak ada keraguan sama sekali tentangnya. Bahkan itulah kebenaran yang telah diragukan oleh kaum Yahudi dan Nasrani.

مَا كَانَ لِلَّهِ أَن يَتَّخِذَ مِن وَلَدٍ ۖ سُبْحَٰنَهُۥٓ ۚ إِذَا قَضَىٰٓ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

(35) "Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Mahasuci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya, Jadilah,' maka ia pun jadi”

Allah tidak sepantasnya dan tidak patut bagiNva mengangkat seorang anak dari hamba-hamba dan makhlukNya. Allah bersih dan suci dari hal itu. Jika Dia menetapkan dan menginginkan sesuatu dari perkara-perkara, kecil maupun besar, tidak ada halangan bagiNva. Dia hanya berfirman kepadanya, Kun (jadilah/', maka jadilah ia sebagaimana dikehendaki dan diinginkanNya.

وَإِنَّ ٱللَّهَ رَبِّى وَرَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ هَٰذَا صِرَٰطٌ مُّسْتَقِيمٌ

(36) Dan sesungguhnya Allah adalah Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Inilah jalan yang lurus. ”

Dan Isa berkata kepada kaumnya, 'Dan sesungguhnya Allah yang aku seru manusia kepadaNya, hanya Dia semata Tuhanku dan Tuhan kalian, maka sembahlah Dia oleh kalian semua, tiada sekutu bagiNya. Inilah jalan yang lurus yang tidak ada kebengkokan padanya.’

Pertentangan Pendapat Tentang Isa

فَٱخْتَلَفَ ٱلْأَحْزَابُ مِنۢ بَيْنِهِمْ ۖ فَوَيْلٌ لِّلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن مَّشْهَدِ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(37) "Maka berselisihlah golongan-golongan (yang ada) di antara mereka.614 Maka kecelakaanlah bagi orang-orang kafir pada waktu menyaksikan hari yang besar (Hari Kiamat) ”

Maka golongan-golongan dari Ahli Kitab berselisih di antara mereka sendiri mengenai perkara Isa . Di antara mereka ada yang bersikap berlebihan terhadapnya, yaitu kaum Nasrani, dan di antara mereka ada orang yang mengatakan, 'Dia adalah Allah,'' dan di antara mereka ada yang berkata, 'Dia adalah putra Allah." Dan ada yang berkata, "Dia adulah salah satu dari tiga oknum." Mahatinggi Allah dari apa yang mereka ucapkan. Dan di antara Ahli Kitab ada yang bersikap tidak hormat terhadap Isa, yaitu kaum Yahudi. Mereka mengatakan, "Dia tukang sihir." Mereka berkata, "Dia putra Yusuf si tukang kayu." Maka kebinasaanlah bagi orang-orang yang kafir ketika mereka menyaksikan hari yang besar kesulitannya, yaitu Hari Kiamat.


[614] Yaitu: Orang-orang Yahudi dan Nasrani, atau antara sesama Yahudi, atau sesama Nasrani.

أَسْمِعْ بِهِمْ وَأَبْصِرْ يَوْمَ يَأْتُونَنَا ۖ لَٰكِنِ ٱلظَّٰلِمُونَ ٱلْيَوْمَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(38) "Alangkah terangnya pendengaran mereka dan alangkah tajamnya penglihatan mereka, pada hari mereka datang kepada Kami. Tetapi orang-orang yang zhalim pada hari ini (di dunia) herada dalam kesesatan yang nyata."

Alangkah tajam pendengaran dan pandangan mereka pada Hari Kiamat, pada hari mereka datang kepada Allah ketika semua itu sudah tidak bermanfaat bagi mereka!! Akan tetapi, orang-orang yang berbuat zhalirn pada hari ini, ketika mereka di dunia berada dalam jarak yang sangat jauh dari kebenaran.

وَأَنذِرْهُمْ يَوْمَ ٱلْحَسْرَةِ إِذْ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَهُمْ فِى غَفْلَةٍ وَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(39) "Dan berilah peringatan kepada mereka tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputuskan. Dan mereka (di dunia) dalam kelalaian dan mereka juga tidak beriman."

Dan peringatkanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia tentang hari penyesalan, tatkala semua perkara telah diputuskan, dan kematian dihadirkan dalam bentuk kambing gemuk lalu disembelih, dan diputuskanlah nasib makhluk-makhluk. Orang-orang beriman menuju surga dan orang-orang kafir menuju neraka. Dan mereka itu dahulu di dunia berada dalam kelalaian dari peringatan yang disampaikan kepada mereka. Mereka tidak mengimani dan tidak melakukan amal shalih.

إِنَّا نَحْنُ نَرِثُ ٱلْأَرْضَ وَمَنْ عَلَيْهَا وَإِلَيْنَا يُرْجَعُونَ

(40) "Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya,615 dan hanya kepada Kami-lah mereka akan dikembalikan."

Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua yang ada di atasnya dengan kehancuran mereka dan kelanggengan Kami setelah (kebinasaan) mereka dan berlakunya ketetapan Kami pada mereka. Dan kepada Kami tempat mereka kembali dan perhitungan amal perbuatan mereka. Lalu Kami akan memberikan balasan bagi mereka atas amal perbuatan mereka.


[615] Yakni, setelah alam ini hancur beserta segala isinya, maka hanya Allah yang kekal.

KISAH NABI IBRAHIM DENGAN BAPAKNYA

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِبْرَٰهِيمَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

(41) "Dan ceritakanlah (wahai Rasul) kisah Ibrahim di dalam al-Kitab (al-Qur an) ini. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat benar (dan membenarkan)616 lagi seorang nabi"

Dan sebutkanlah, wahai Rasul, kepada kaummu di dalam al-Qur'an ini tentang kisah Ibrahim , sesungguhnya dia adalah insan yang sangat besar kejujurannya dan termasuk Nabi Allah yang paling tinggi kedudukannya.


[616] Ash-Shiddiq adalah orang yang benar (jujur) dalam ucapan, perbuatan dan kondisi dirinya, serta membenarkan segala yang harus dibenarkan, berupa perintah-perintah dan wahyu-wahyu Allah dan sebagainya.

إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِى عَنكَ شَيْـًٔا

(42) "(Ingatlah) ketika dia berkata kepada bapaknya,'Wahai bapakku, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar; tidak melihat, dan tidak dapat menolong kamu sedikit pun ?'

Yaitu, tatkala dia berkata kepada ayahnya, Azar, "Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah berhala-berhala selain menyembah Allah, yang tidak dapat mendengar dan tidak dapat melihat, serta tidak dapat menyingkirkan suatu keburukan pun darimu?

يَٰٓأَبَتِ إِنِّى قَدْ جَآءَنِى مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَٱتَّبِعْنِىٓ أَهْدِكَ صِرَٰطًا سَوِيًّا

(43) "Wahai bapakku, sesungguhnya telah datang kepadaku ilmu yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus."

Wahai ayahku, sesungguhnya Allah telah memberiku ilmu yang tidak diberikanNya kepadamu, maka terimalah ajakan dariku, dan ikutilah aku menuju ajaran yang aku seru engkau kepadanya, niscaya aku akan menunjukimu menuju jalan lurus yang engkau tidak akan mengalami kesesatan di dalamnya.

يَٰٓأَبَتِ لَا تَعْبُدِ ٱلشَّيْطَٰنَ ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا

(44) "Wahai bapakku, janganlah kamu menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Yang Maha Pengasih"

Wahai ayahku, janganlah engkau menaati setan, sehingga mau menyembah berhala-berhala ini. Sesungguhnya setan itu durhaka terhadap Tuhan Yang Maha Pengasih lagi angkuh untuk taat kepada Allah.

يَٰٓأَبَتِ إِنِّىٓ أَخَافُ أَن يَمَسَّكَ عَذَابٌ مِّنَ ٱلرَّحْمَٰنِ فَتَكُونَ لِلشَّيْطَٰنِ وَلِيًّا

(45) 'Wahai bapakku, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa oleh azab dari Yang Maha Pengasih, sehingga kamu menjadi kawan bagi setan',"

Wahai ayahku, sesungguhnya aku takut engkau meninggal dalam kekafiranmu, maka siksaan dari Tuhan Yang Maha Pengasih akan menimpamu, sehingga setan akan menjadi kawanmu di neraka kelak."

قَالَ أَرَاغِبٌ أَنتَ عَنْ ءَالِهَتِى يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَٱهْجُرْنِى مَلِيًّا

(46) "Dia (bapaknya) berkata, 'Bencikah kamu kepada tuhan-tuhan sembahan-ku, wahai Ibrahim? Jika kamu tidak berhenti, niscaya aku benar-benar akan merajammu, dan tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama'."

Ayah Ibrahim berkata kepadanya, "Apakah engkau berpaling dari menyembah sesembahanku, wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti mencelanya, niscaya aku benar-benar akan membunuhmu dengan lemparan batu-batuan (kepadamu), pergilah dariku, jangan engkau temui aku, dan jangan bicara kepadaku untuk waktu yang lama."

قَالَ سَلَٰمٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ بِى حَفِيًّا

(47) "Ibrahim berkata, 'Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan memintakan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.'

Ibrahim berkata kepada ayahnya, "Semoga keselamatan dariku selalu menaungimu, engkau tidak akan tertimpa sesuatu perlakuan yang buruk dariku. Dan aku akan berdoa kepada Allah bagimu agar engkau memperoleh hidayah dan ampunan. Sesungguhnya Tuhanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih terhadap keadaanku, Dia mengabulkan permohonanku ketika aku berdoa kepadaNya.

وَأَعْتَزِلُكُمْ وَمَا تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَأَدْعُواْ رَبِّى عَسَىٰٓ أَلَّآ أَكُونَ بِدُعَآءِ رَبِّى شَقِيًّا

(48) 'Dan aku akan menjauhkan diri dari kalian dan dari apa-apa yang kalian seru (dengan doa) selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak menjadi orang yang kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku'."

Dan aku tinggalkan kalian dan sesembahan yang kalian sembah, dan aku hanya berdoa kepada Tuhanku dengan ikhlas. Semoga aku tidak menjadi kecewa dengan doaku kepada Tuhanku, lantaran Dia tidak memberiku apa yang aku minta kepadaNya."

فَلَمَّا ٱعْتَزَلَهُمْ وَمَا يَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ ۖ وَكُلًّا جَعَلْنَا نَبِيًّا

(49) "Maka ketika Ibrahim sudah menjauhkan diri dari mereka dan dari apa-apa yang mereka sembah selain Allah, Kami anugerahkan kepadanya Ishaq dan Ya'qub; dan masing-masing Kami angkat menjadi nabi."

Maka tatkala dia meninggalkan mereka dan sesembahan mereka, Kami beri dia anak keturunan: Ishaq dan Ya'qub bin Ishaq, dan Kami jadikan mereka berdua sebagai nabi.

وَوَهَبْنَا لَهُم مِّن رَّحْمَتِنَا وَجَعَلْنَا لَهُمْ لِسَانَ صِدْقٍ عَلِيًّا

(50) "Dan Kami anugerahkan kepada mereka sebagian dari rahmat Kami dan Kami jadikan mereka buah tutur yang baik lagi tinggi"

Dan Kami anugerahkan kepada mereka semua karunia yang tak terhitung dari rahmat Kami. Dan Kami jadikan bagi mereka kesan yang baik dan sanjungan indah yang langgeng di tengah manusia.

KISAH BEBERAPA NABI YANG LAIN

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ مُوسَىٰٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ مُخْلَصًا وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

(51) "Dan ceritakanlah (wahai Rasul kepada mereka), kisah Musa di dalam al-Kitab (al-Qur'an) ini. Sesungguhnya dia adalah seorang yang terpilih dan seorang rasul lagi nabi."

Dan ceritakanlah, wahai Rasul, di dalam aI-Qurvan ini kisah Musa .Sesungguhnya dia orang pilihan dan terbaik, dan dia seorang rasul dan salah seorang dari para rasul ulul azmi.

وَنَٰدَيْنَٰهُ مِن جَانِبِ ٱلطُّورِ ٱلْأَيْمَنِ وَقَرَّبْنَٰهُ نَجِيًّا

(52) "Dan Kami telah memanggilnya dari sebelah kanan gunung (Sinai) dan Kami telah mendekatkannya kepada Kami di waktu dia bermunajat (kepada Kami)."

Dan Kami telah memanggil Musa dari sisi kanan Gunung Thur (Sinai), Kami telah mendekatkannya, kemudian Kami memuliakannya dengan munajat Kami kepadanya. Dalam ayat ini terdapat penetapan Sifat Kalam (berbicara) bagi Allah sesuai dengan keagungan dan ke-sempurnaanNya.

وَوَهَبْنَا لَهُۥ مِن رَّحْمَتِنَآ أَخَاهُ هَٰرُونَ نَبِيًّا

(53) "Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya sebagian rahmat Kami, yaitu saudaranya, Harun menjadi seorang nabi."

Dan Kami telah menganugerahkan sebagian rahmat Kami kepada Musa, yaitu saudaranya, Harun, menjadi seorang nabi yang mendukung dan membelanya.

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِسْمَٰعِيلَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صَادِقَ ٱلْوَعْدِ وَكَانَ رَسُولًا نَّبِيًّا

(54) "Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka) kisah Isma'il (yang tersebut) di dalam al-Kitab (al-Quran). Sesungguhnya dia adalah seorang yang benar janjinya, dan dia adalah seorang rasul juga seorang nabi"

Dan ceritakanlah wahai Rasul, kisah Isma'il di dalam al-Qur'an ini, sesungguhnya dia seorang yang jujur dalam menepati janjinya, tidaklah dia mengemukakan suatu janji, kecuali dia pasti menepatinya. Dan dia adalah seorang rasul lagi nabi.

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُۥ بِٱلصَّلَوٰةِ وَٱلزَّكَوٰةِ وَكَانَ عِندَ رَبِّهِۦ مَرْضِيًّا

(55) "Dan dia memerintahkan keluarganya617 untuk shalat dan menunaikan zakat, dan dia adalah seorang yang diridhai di sisi Tuhannya."

Dan dia menyuruh keluarganya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat. Dan dia di sisi Tuhannya adalah seorang yang diridhai.


[617] Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa yang dimaksud dengan "اَهْلَهُ" dalam ayat ini adalah umatnya.

وَٱذْكُرْ فِى ٱلْكِتَٰبِ إِدْرِيسَ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ صِدِّيقًا نَّبِيًّا

(56) "Dan ceritakanlah (wahai Muhammad kepada mereka, kisah) Idris (yang disebut) di dalam al-Kitab (al-Qur'an). Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan dan seorang nabi."

Dan ceritakanlah wahai Rasul, di dalam al-Qur'an ini kisah Idris Dia seorang yang amat besar kejujurannya dalam tutur kata dan tindakannya, lagi seorang nabi yang mendapatkan wahyu.

وَرَفَعْنَٰهُ مَكَانًا عَلِيًّا

(57) "Dan Kami telah mengangkatnya ke kedudukan yang tinggi."

Dan Kami telah mengangkat namanya di tengah seluruh makhluk dan kedudukannya di antara orang-orang yang dekat (dengan Allah). Maka dia adalah seorang yang namanya bergaung luas dan kedudukannya tinggi.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أَنْعَمَ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنَ ٱلنَّبِيِّۦنَ مِن ذُرِّيَّةِ ءَادَمَ وَمِمَّنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ وَمِن ذُرِّيَّةِ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْرَٰٓءِيلَ وَمِمَّنْ هَدَيْنَا وَٱجْتَبَيْنَآ ۚ إِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُ ٱلرَّحْمَٰنِ خَرُّواْ سُجَّدًا وَبُكِيًّا ۩

(58) "Mereka itu adalah orang-orang yang telah diberi nikmat oleh Allah, yaitu para nabi dari keturunan Adam, dan dari orang-orang yang Kami angkut bersama Nuh, dan dari keturunan Ibrahim dan Israil (Ya'qub), dan dari orang-orang yang telah Kami beri petunjuk dan telah Kami pilih; apabila dibacakan ayat-ayat Allah Yang Maha Pengasih kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis."

Orang-orang yang telah Kami beritahukan kisah mereka kepadamu, wahai Rasul, mereka itulah orang-orang yang telah dianugerahi Allah karunia dan taufik. Dia menjadikan mereka para nabi dari keturunan Adam dan dari keturunan orang-orang yang telah Kami angkut bersama Nuh di dalam kapal, dan dari keturunan Ibrahim, dari keturunan Ya’qub, dan dari orang-orang yang telah Kami beri hidayah bagi mereka untuk beriman dan Kami pilih untuk mengemban risalah dan kenabian; mereka itu bila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Tuhan Yang Maha Pengasih yang memuat ajakan mentauhidkanNya dan hujjah-hujjahnya, mereka menyungkur bersujud kepada Allah dengan penuh ketundukan dan kerendahan. Dan mereka menangis karena takut kepada Allah .

۞ فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ أَضَاعُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّبَعُواْ ٱلشَّهَوَٰتِ ۖ فَسَوْفَ يَلْقَوْنَ غَيًّا

(59) "Maka datanglah sesudah mereka pengganti (yang buruk) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsu, maka kelak mereka akan menemui kesesalan"

Lalu datanglah sepeninggal orang-orang yang telah diberi kenikmatan itu para pengikut yang berperilaku buruk, meninggalkan semua kewajiban shalat, atau mengakhirkan waktu pelaksanaannya, atau meninggalkan rukun-rukun dan wajib-wajibnya, dan mengikuti apa saja yang sesuai dan sejalan dengan hawa nafsu mereka. Maka mereka itu akan menemui keburukan, kesesatan dan kerugian di Neraka Jahanam.

إِلَّا مَن تَابَ وَءَامَنَ وَعَمِلَ صَٰلِحًا فَأُوْلَٰٓئِكَ يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ وَلَا يُظْلَمُونَ شَيْـًٔا

(60) "Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman, dan beramal shalih, maka mereka itu akan masuk surga dan tidak dizhalimi (dirugikan) sedikit pun"

Akan tetapi, siapa saja yang bertaubat dari mereka dari dosanya, beriman kepada Tuhannya dan beramal shalih sebagai bentuk pembuktian atas taubatnya, maka mereka itu akan diterima taubatnya oleh Allah, dan akan masuk ke dalam surga bersama kaum Mukminin lainnya serta mereka tidak mengalami pengurangan amal shalih mereka sedikit pun.

جَنَّٰتِ عَدْنٍ ٱلَّتِى وَعَدَ ٱلرَّحْمَٰنُ عِبَادَهُۥ بِٱلْغَيْبِ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ وَعْدُهُۥ مَأْتِيًّا

(61) "Yaitu surga-surga Adn yang telah dijanjikan oleh Yang Maha Pengasih kepada hamba-hambaNya, sekalipun (mereka) tidak melihatnya. Sesungguhnya janji Allah itu pasti akan ditepati."

Yaitu surga-surga abadi dan tempat tinggal kekal, yaitu surga yang dijanjikan oleh Allah Yang Maha Pengasih kepada para hambaNya melalui berita ghaib, lalu mereka mengimaninya, sedang mereka belum pernah menyaksikannya. Sesungguhnya janji Allah kepada hamba-hambaNya berupa surga pasti akan terwujud, tidak ada keraguan sama sekali.

لَّا يَسْمَعُونَ فِيهَا لَغْوًا إِلَّا سَلَٰمًا ۖ وَلَهُمْ رِزْقُهُمْ فِيهَا بُكْرَةً وَعَشِيًّا

(62) "Mereka tidak mendengar perkataan yang tak berguna di dalamnya , kecuali ucapan salam. Mereka mendapatkan rizki mereka di surga itu di pagi dan petang"

Para penghuni surga tidak mendengar perkataan batil di dalamnya. Namun mereka itu mendengar ucapan salam sebagai penghormatan bagi mereka. Dan di dalamnya, mereka memperoleh rizki mereka berupa makanan dan minuman secara terus-menerus, tiap kali mereka menghendakinya pagi dan sore hari; tidak terbatas dan tidak terhingga.

تِلْكَ ٱلْجَنَّةُ ٱلَّتِى نُورِثُ مِنْ عِبَادِنَا مَن كَانَ تَقِيًّا

(63) "Itulah surga yang akan Kami wariskan kepada hamba-hamba Kami yang selalu bertakwa

Surga yang telah dikemukakan sifat-sifatnya tersebut, itulah surga yang akan Kami wariskan dan Kami berikan kepada para hamba Kami yang bertakwa kepada Kami dengan menjalankan perintah-perintah Kami dan menjauhi larangan-larangan Kami.

وَمَا نَتَنَزَّلُ إِلَّا بِأَمْرِ رَبِّكَ ۖ لَهُۥ مَا بَيْنَ أَيْدِينَا وَمَا خَلْفَنَا وَمَا بَيْنَ ذَٰلِكَ ۚ وَمَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا

(64) "Dan tidaklah kami (Jibril) turun, kecuali dengan perintah Tuhanmu. Ke-punyaanNya-lah apa-apa yang ada di hadapan kita, apa-apa yang di belakang kita, dan apa-apa yang ada di antara keduanya, dan Tuhanmu tidaklah lupa."

Dan katakanlah, wahai Jibril, kepada Muhammad , "Kami kawanan malaikat tidak turun dari langit menuju bumi, kecuali berdasarkan perintah Tuhanmu kepada kami. KepunyaanNya semua yang ada di hadapan kita dari perkara akhirat yang akan terjadi dan apa-apa yang ada di belakang kita dari perkara yang telah berlalu di bumi dan semua yang ada di antara dunia dan akhirat, bagiNya semua ketetapan secara keseluruhan dalam masa dan waktu. Dan tidaklah Tuhanmu lalai terhadap suatu apa pun."

رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا فَٱعْبُدْهُ وَٱصْطَبِرْ لِعِبَٰدَتِهِۦ ۚ هَلْ تَعْلَمُ لَهُۥ سَمِيًّا

(65) "(Dia-lah) Tuhan (yang menguasai) langit dan bumi dan apa-apa yang ada di antara keduanya, maka sembahlah Dia dan bersabarlah dalam beribadah kepadanya. Apakah kamu mengetahui ada seorang yang serupa dengan Dia (yang patut disembah) ?"

Dia adalah Tuhan (Penguasa) langit dan bumi dan segala yang ada di antara keduanya, dan Pemilik semua itu, Pencipta dan Pengaturnya, maka beribadahlah kepadaNya saja, dan bersabarlah dalam taat kepada-Nya, engkau dan orang-orang yang mengikutimu. Tidak ada sesuatu pun yang serupa denganNya dalam Dzat, Nama-nama, Sifat-sifat dan Perbuatan-perbuatanNya.

AZAB BAGI ORANG-ORANG YANG MENENTANG PARA NABI DAN PAHALA BAGI ORANG-ORANG YANG MENAATINYA

وَيَقُولُ ٱلْإِنسَٰنُ أَءِذَا مَا مِتُّ لَسَوْفَ أُخْرَجُ حَيًّا

(66) "Dan manusia berkata, 'Apakah apabila aku telah mati, aku benar-benar akan dikeluarkan (dibangkitkan) hidup kembali?"

Dan manusia yang kafir akan berkata untuk mengingkari hari kebangkitan setelah kematian, "Bila aku nanti mati dan aku telah hancur, apakah kelak aku akan dikeluarkan dari kuburku dalam keadaan hidup-hidup?"

أَوَلَا يَذْكُرُ ٱلْإِنسَٰنُ أَنَّا خَلَقْنَٰهُ مِن قَبْلُ وَلَمْ يَكُ شَيْـًٔا

(67) "Dan tidakkah manusia itu memikirkan bahwasanya Kami telah men-ciptakannya dahulu, sedang dia tidak ada sama sekali?"

Bagaimana bisa manusia kafir ini melupakan (penciptaan) dirinya? Tidakkah dia mengingat bahwa Kami telah menciptakannya pertama kali, sedang dia bukanlah sesuatu yang berwujud sama sekali?

فَوَرَبِّكَ لَنَحْشُرَنَّهُمْ وَٱلشَّيَٰطِينَ ثُمَّ لَنُحْضِرَنَّهُمْ حَوْلَ جَهَنَّمَ جِثِيًّا

(68) "Maka demi Tuhanmu, Kami benar-benar akan mengumpulkan mereka bersama setan, kemudian akan Kami datangkan mereka ke sekeliling Jahanam dengan berlutut"

Maka demi Tuhanmu, wahai Rasul, Kami benar-benar akan menghimpun orang-orang yang mengingkari kebangkitan (manusia setelah kematian) pada Hari Kiamat bersama setan-setan, kemudian Kami akan datangkan mereka semua di sekeliling Jahanam dengan duduk berlutut dengan lutut-lutut mereka karena begitu dahsyatnya keadaan menakutkan yang mengitari mereka, mereka tidak sanggup berdiri.

ثُمَّ لَنَنزِعَنَّ مِن كُلِّ شِيعَةٍ أَيُّهُمْ أَشَدُّ عَلَى ٱلرَّحْمَٰنِ عِتِيًّا

(69) "Kemudian pasti akan Kami tarik dari setiap golongan siapa di antara mereka yang paling durhaka kepada Yang Maha Pengasih "

Kemudian Kami akan ambil dari masing-masing kelompok itu orang-orang yang paling besar pembangkangannya dan paling durhaka kepada Allah, lalu Kami memulai dengan menyiksa mereka.

ثُمَّ لَنَحْنُ أَعْلَمُ بِٱلَّذِينَ هُمْ أَوْلَىٰ بِهَا صِلِيًّا

(70) "Dan kemudian Kami sungguh lebih mengetahui orang-orang yang seharusnya dimasukkan ke dalamnya (neraka)"

Kemudian Kami sungguh-sungguh lebih mengetahui orang-orang yang paling pantas memasuki neraka dan merasakan penderitaan dari panas apinya.

وَإِن مِّنكُمْ إِلَّا وَارِدُهَا ۚ كَانَ عَلَىٰ رَبِّكَ حَتْمًا مَّقْضِيًّا

(71) "Dan tidak ada seorang pun dari kalian, melainkan mendatanginya (neraka itu). Hal itu bagi Tuhanmu adalah suatu kepastian yang sudah ditetapkan"

Dan tidak ada seorang pun dari kalian, wahai manusia, kecuali akan mendatangi neraka dengan melewati jembatan yang terbentang di atas Jahanam. Masing-masing tergantung amal perbuatannya. Hal itu merupakan suatu perkara yang sudah dipastikan. Allah telah menentukan dan menetapkan bahwa sesungguhnya itu pasti akan terjadi dengan pasti.

ثُمَّ نُنَجِّى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّنَذَرُ ٱلظَّٰلِمِينَ فِيهَا جِثِيًّا

(72) "Kemudian Kami akan menyelamatkan orang-orang yang bertakwa dan Kami membiarkan orang-orang yang zhalim di dalamnya (neraka) dalam keadaan berlutut"

Kemudian Kami menyelamatkan orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka dengan taat kepadaNya dan menjauhi maksiat kepadaNya. Dan Kami membiarkan orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka dengan perbuatan kekafiran kepada Allah berada di dalam neraka dalam keadaan berlutut.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا بَيِّنَٰتٍ قَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا

(73) "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang jelas (maksudnya), niscaya orang-orang kafir berkata kepada orang-orang beriman,'Manakah di antara kedua golongan (kafir dan Mukmin) yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih indah tempat pertemuan (nya)?'"

Dan apabila ayat-ayat Kami yang diturunkan lagi jelas dibacakan kepada manusia, maka orang-orang yang kafir kepada Allah berkata kepada orang-orang yang beriman kepadaNya, "Manakah di antara kedua golongan dari kami atau kalian yang lebih baik tempat tinggalnya dan lebih baik tempat duduknya?"

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هُمْ أَحْسَنُ أَثَٰثًا وَرِءْيًا

(74) "Berapa banyak umat yang telah Kami binasakan sebelum mereka, sedang mereka adalah lebih bagus alat rumah tangganya dan lebih sedap dipandang mata."

Dan berapa banyak umat-umat manusia sebelum orang-orang kafir dari kaummu yang telah Kami binasakan, wahai Rasul, mereka itu lebih baik perabotan rumahnya dan lebih enak dipandang.

قُلْ مَن كَانَ فِى ٱلضَّلَٰلَةِ فَلْيَمْدُدْ لَهُ ٱلرَّحْمَٰنُ مَدًّا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا رَأَوْاْ مَا يُوعَدُونَ إِمَّا ٱلْعَذَابَ وَإِمَّا ٱلسَّاعَةَ فَسَيَعْلَمُونَ مَنْ هُوَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضْعَفُ جُندًا

(75) "Katakanlah, 'Barangsiapa yang berada di dalam kesesatan, maka biarlah Tuhan Yang Maha Pengasih memperpanjang tempo baginya,618 sehingga apabila mereka telah melihat apa yang diancamkan kepada mereka, baik siksa maupun Kiamat, maka mereka akan mengetahui siapa yang lebih buruk kedudukannya dan lebih lemah bala tentara (nya)'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Siapa saja yang sesat menyimpang dari kebenaran, tidak mengikuti jalan hidayah, maka Allah akan menunda waktu (hukuman) baginya dan memperpanjang masa baginya dalam kesesatannya, hingga ketika dia melihat dengan penuh keyakinan apa yang Allah ancamkan, baik siksaan yang disegerakan di dunia maupun terjadinya Hari Kiamat, maka waktu itulah dia akan tahu siapakah yang lebih buruk tempat dan kedudukannya dan lebih lemah kekuatan pasukannya."


[618] Maksudnya, memanjangkan umur dan membiarkan mereka hidup dalam kesenangan.

وَيَزِيدُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ٱهْتَدَوْاْ هُدًى ۗ وَٱلْبَٰقِيَٰتُ ٱلصَّٰلِحَٰتُ خَيْرٌ عِندَ رَبِّكَ ثَوَابًا وَخَيْرٌ مَّرَدًّا

(76) "Dan Allah akan menambah petunjuk kepada mereka yang telah mendapat petunjuk. Dan amal-amal shalih yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik kesudahannya "

Dan Allah akan menambahkan hidayah kepada hamba-hamba-Nya yang telah memperoleh petunjuk menuju agamaNya melalui hal-hal baru yang senantiasa terjadi pada mereka berupa mengimani kewajiban-kewajibanNya dan mengamalkannya. Dan amal-amal shalih yang kekal itu lebih baik pahalanya di sisi Allah di akhirat kelak dan lebih baik tempat kembali dan kesudahannya.

أَفَرَءَيْتَ ٱلَّذِى كَفَرَ بِـَٔايَٰتِنَا وَقَالَ لَأُوتَيَنَّ مَالًا وَوَلَدًا

(77) "Maka apakah kamu memperhatikan orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, dan dia berkata,'Pasti aku akan diberi harta dan anak?'"

Apakah engkau, wahai Rasul, telah tahu dan merasa aneh terhadap orang kafir ini (al-Ash bin Wa'il) dan orang-orang yang serupa dengannya? Sebab, dia telah kafir terhadap ayat-ayat Allah dan mendustakannya, serta berkata, "Aku benar-benar akan diberi harta kekayaan dan anak-anak di akhirat kelak."

أَطَّلَعَ ٱلْغَيْبَ أَمِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحْمَٰنِ عَهْدًا

(78) "Apakah dia telah melihat yang ghaib atau dia telah membuat perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih?"

Apakah dia memang telah mengetahui perkara ghaib, sehingga dia bisa tahu bahwa dirinya akan memiliki harta kekayaan dan anak-anak, ataukah dia telah memiliki janji di sisi Allah untuk (mendapatkan) itu?

كَلَّا ۚ سَنَكْتُبُ مَا يَقُولُ وَنَمُدُّ لَهُۥ مِنَ ٱلْعَذَابِ مَدًّا

(79) "Sama sekali tidak, Kami akan mencatat apa yang dia katakan, dan Kami benar-benar akan memperpanjang azab untuknya,"

Persoalannya tidak seperti yang disangka oleh orang kafir tersebut, dia tidak punya pengetahuan dan perjanjian di sisiNya. Kami akan mencatat apa saja yang dikatakan oleh orang yang berbohong dan mengada-ada-kan kedustaan terhadap Allah. Dan Kami akan menambahinya di akhirat dengan berbagai macam siksaan, sebagaimana dia telah terus-menerus bertambah melenceng dan sesat.

وَنَرِثُهُۥ مَا يَقُولُ وَيَأْتِينَا فَرْدًا

(80) "dan Kami akan mewarisi apa yang dia katakan itu,619 dan dia akan datang kepada Kami seorang diri"

Dan Kami akan mewarisi harta dan anaknya, dan dia akan datang kepada Kami pada Hari Kiamat sendirian saja, tanpa membawa harta kekayaan dan anak-anak.


[619] Yakni, Allah akan mengambil kembali harta dan anak-anaknya sehingga dia menemu-iNya di akhirat seorang diri saja.

وَٱتَّخَذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ ءَالِهَةً لِّيَكُونُواْ لَهُمْ عِزًّا

(81) "Dan mereka telah mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar sembahan-sembahan itu menjadi pelindung bagi mereka"

Dan kaum musyrikin telah mengambil sesembahan yang mereka sembah selain Allah agar sesembahan itu membela mereka dan menjadi sumber kekuatan bagi mereka.

كَلَّا ۚ سَيَكْفُرُونَ بِعِبَادَتِهِمْ وَيَكُونُونَ عَلَيْهِمْ ضِدًّا

(82) "Sama sekali tidak. Kelak mereka (sembahan-sembahan) itu akan mengingkari penyembahan mereka, dan mereka (sembahan-sembahan) itu menjadi musuh bagi mereka"

Persoalannya tidak seperti yang mereka duga. Sesembahan-sesembahan itu tidak akan mendatangkan kekuatan bagi mereka. Bahkan justru sesembahan itu akan mengingkari penyembahan mereka kepadanya di akhirat kelak dan akan menjadi musuh-musuh dengan memusuhi dan mendustakan mereka, tidak seperti yang mereka duga sebelumnya.

أَلَمْ تَرَ أَنَّآ أَرْسَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ تَؤُزُّهُمْ أَزًّا

(83) "Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasut mereka dengan gigih (kepada maksiat) ?"

Tidakkah kamu, wahai Rasul, melihat bahwa sesungguhnya Kami menguasakan setan-setan atas orang-orang yang kafir kepada Allah dan RasulNya untuk menyesatkan mereka dan menjauhkan mereka dari ketaatan menuju maksiat?

فَلَا تَعْجَلْ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّمَا نَعُدُّ لَهُمْ عَدًّا

(84) "Maka janganlah kamu tergesa-gesa (memintakan siksa) terhadap mereka, karena sesungguhnya Kami hanya menghitung datangnya (hari siksaan) untuk mereka dengan perhitungan yang teliti"

Maka janganlah kamu tergesa-gesa meminta diturunkannya siksaan atas orang-orang kafir tersebut. Sebab, sesungguhnya Kami telah menghitung umur dan amal perbuatan mereka dengan perhitungan yang tidak ada unsur keteledoran dan penundaan di dalamnya.

يَوْمَ نَحْشُرُ ٱلْمُتَّقِينَ إِلَى ٱلرَّحْمَٰنِ وَفْدًا

(85) "(Ingatlah) hari (ketika) Kami mengumpulkan orang-orang yang bertakwa kepada Yang Maha Pengasih sebagai rombongan yang menghadap (kepadaNya)"

Dan (ingatlah) pada hari Kami akan mengumpulkan orang-orang yang bertakwa di dunia kepada Tuhan mereka yang Maha Penyayang kepada mereka sebagai rombongan utusan yang dimuliakan.

وَنَسُوقُ ٱلْمُجْرِمِينَ إِلَىٰ جَهَنَّمَ وِرْدًا

(86) "dan Kami akan menggiring orang-orang yang gemar berbuat dosa ke Neraka Jahanam dalam keadaan dahaga"

Dan Kami menggiring kaum yang kafir kepada Allah dengan cara yang keras menuju neraka dalam keadaan berjalan lagi penuh kehausan.

لَّا يَمْلِكُونَ ٱلشَّفَٰعَةَ إِلَّا مَنِ ٱتَّخَذَ عِندَ ٱلرَّحْمَٰنِ عَهْدًا

(87) "Mereka tidak berhak mendapat syafa'at, kecuali orang yang telah mengadakan perjanjian di sisi Tuhan Yang Maha Pengasih "620

Orang-orang kafir itu tidak memiliki hak memberi syafa'at bagi siapa pun. Yang memilikinya hanyalah orang telah mengadakan perjanjian dengan Tuhan Yang Maha Pengasih untuk memperolehnya, dan mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya.


[620] Yakni, menjalankan segala perintah Allah dengan beriman dan bertakwa kepadaNya.

KEPALSUAN AJARAN BAHWA TUHAN MEMPUNYAI ANAK

وَقَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱلرَّحْمَٰنُ وَلَدًا

(88) "Dan mereka berkata, 'Yang Maha Pengasih mengambil (mempunyai) anak'."

Dan orang-orang kafir berkata," Ar-Rahman telah mengambil anak."

لَّقَدْ جِئْتُمْ شَيْـًٔا إِدًّا

(89) "Sungguh kalian telah mendatangkan sesuatu perkara yang sangat mungkar"

Sesungguhnya kalian, wahai orang-orang yang mengatakan pernyataan tersebut, telah datang dengan membawa perkara besar yang sangat mungkar.

تَكَادُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ يَتَفَطَّرْنَ مِنْهُ وَتَنشَقُّ ٱلْأَرْضُ وَتَخِرُّ ٱلْجِبَالُ هَدًّا

(90) "hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh,"

Hampir-hampir langit pecah berkeping-keping akibat amat buruknya pernyataan tersebut, dan bumi terbelah serta gunung-gunung runtuh dengan menggelegar didorong kemarahan karena Allah,

أَن دَعَوْاْ لِلرَّحْمَٰنِ وَلَدًا

(91) "karena mereka mengklaim (Allah) Yang Maha Pengasih mempunyai anak"

lantaran mereka menisbatkan anak kepadaNya. Mahatinggi Allah dari hal tersebut dengan setinggi-tingginya.

وَمَا يَنۢبَغِى لِلرَّحْمَٰنِ أَن يَتَّخِذَ وَلَدًا

(92) "Dan tidak layak bagi Yang Maha Pengasih mengambil (mempunyai) anak"

Tidak sepantasnya bagi Allah Yang Maha Pengasih dan tidak layak dengan keagunganNya untuk mengambil anak. Sebab, mengambil anak menunjukkan kekurangan dan kebutuhan. Sedang Allah, Dia Mahakaya, Maha Terpuji, bebas dari seluruh jenis kekurangan.

إِن كُلُّ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ إِلَّآ ءَاتِى ٱلرَّحْمَٰنِ عَبْدًا

(93) "Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi, kecuali akan datang kepada Yang Maha Pengasih sebagai seorang hamba"

Tidaklah ada sesuatu pun yang berada di langit, seperti malaikat, dan yang ada di bumi, seperti manusia dan jin, kecuali akan datang kepada Tuhannya pada Hari Kiamat sebagai hamba yang hina lagi tunduk serta mengaku menghambakan diri kepadaNya.

لَّقَدْ أَحْصَىٰهُمْ وَعَدَّهُمْ عَدًّا

(94) "Sungguh Allah telah menentukan jumlah mereka dan menghitung mereka dengan hitungan yang teliti

Sesungguhnya Allah telah menghitung makhluk-makhlukNya semua dan mengetahui jumlah mereka, maka tidak ada seorang pun dari mereka yang tersembunyi olehNya.

وَكُلُّهُمْ ءَاتِيهِ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فَرْدًا

(95) "Dan masing-masing mereka akan datang kepada Allah pada Hari Kiamat dengan sendiri-sendiri."

Dan tiap-tiap individu dari semua makhluk akan datang (menghadap) kepada Tuhannya pada Hari Kiamat sendiri-sendiri tanpa membawa harta maupun anak-anaknya sama sekali.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ سَيَجْعَلُ لَهُمُ ٱلرَّحْمَٰنُ وُدًّا

(96) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan beramal shalih, kelak (Allah) Yang Maha Pengasih akan menanamkan dalam (hati) mereka kasih sayang"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti rasul-rasulNya, serta beramal shalih sesuai dengan petunjuk syariat-Nya, maka Tuhan Yang Maha Pengasih akan mengadakan rasa cinta dan sayang terhadap mereka pada hati-hati para hambaNya.

فَإِنَّمَا يَسَّرْنَٰهُ بِلِسَانِكَ لِتُبَشِّرَ بِهِ ٱلْمُتَّقِينَ وَتُنذِرَ بِهِۦ قَوْمًا لُّدًّا

(97) "Maka sesungguhnya Kami telah memudahkannya (al-Qur'an itu) dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengannya kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang."

Sesungguhnya Kami telah memudahkan al-Qurvan ini dengan bahasa Arab, wahai Rasul, agar dengan itu engkau dapat memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang bertakwa dari para pengikutmu, dan memperingatkan dengannya orang-orang yang mendustakan lagi sangat besar penentangannya dengan dasar kebatilan.

وَكَمْ أَهْلَكْنَا قَبْلَهُم مِّن قَرْنٍ هَلْ تُحِسُّ مِنْهُم مِّنْ أَحَدٍ أَوْ تَسْمَعُ لَهُمْ رِكْزًۢا

(98) ”Dan berapa banyak telah Kami binasakan umat-umat sebelum mereka. Apakah kamu menemukan seseorang dari mereka atau kamu mendengar suara mereka yang samar-samar ?"

Dan berapa banyak, wahai Rasul, Kami membinasakan umat-umat manusia sebelum kaummu, engkau tidak melihat seorang pun dari mereka itu dan engkau tidak mendengar suara apa pun dari mereka. Demikian pula orang-orang kafir dari kaummu, Kami akan membinasakan mereka sebagaimana Kami telah membinasakan orang-orang dahulu sebelum mereka. Maka dalam ayat ini terdapat peringatan dan ancaman kebinasaan orang-orang yang mendustakan lagi menentang.