Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Israa'

ISYARAT KEPADA UMAT ISLAM SEBAGAI SUATU UMAT YANG AKAN MENJADI BESAR
Isra' dari Makkah ke Baitul Maqdis Sebagai Penghormatan Terhadap Nabi Muhammad

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

(1) "Mahasuci Allah Yang telah memperjalankan hambaNya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (Kuasa) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat"

Allah memuji kedudukan DiriNya karena KuasaNya untuk melakukan hal-hal yang tidak dapat diperbuat oleh siapa pun selainNya; tiada tuhan yang berhak disembah selainNya, dan tidak ada Tuhan (penguasa alam) selainNya. Dia-lah Yang memperjalankan hambaNya, Muhammad di malam hari pada sebagian malamnya dengan jasad dan ruhnya da lam keadaan terjaga, bukan tidur, dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis yang Allah memberkahi sekelilingnya dari segi tanam-tanamannya, buah-buahannya dan lain sebagainya, dan Dia menjadikannya sebagai tempat hidup banyak nabi agar ia dapat menyaksikan keajaiban-keajaiban Kuasa Allah dan petunjuk-petunjuk keesaanNya. Sesungguhnya Allah , Dia Maha Mendengar semua ucapan para hambaNya lagi Maha Melihat semua perbuatan mereka.

Penghormatan Terhadap Nabi Musa Dengan Menurunkan Taurat Kepadanya

وَءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ وَجَعَلْنَٰهُ هُدًى لِّبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ أَلَّا تَتَّخِذُواْ مِن دُونِى وَكِيلًا

(2) "Dan Kami berikan kepada Musa Kitab (Taurat) dan Kami menjadikannya sebagai petunjuk bagi Bani Israil (dengan firman), 'Janganlah kalian menjadikan selainKu sebagai yang menangani urusan (kalian),'

Sebagaimana Allah telah memuliakan Muhammad dengan Isra, Kami telah memuliakan Musa dengan memberinya kitab Taurat. Dan Kami menjadikannya sebagai penjelas kebenaran dan bimbingan bagi Bani Israil, yang berisi larangan bagi mereka dari menjadikan selain Allah sebagai Yang menangani (segala urusan) atau sesembahan yang mana mereka menyerahkan segala persoalan mereka kepadanya.

ذُرِّيَّةَ مَنْ حَمَلْنَا مَعَ نُوحٍ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ عَبْدًا شَكُورًا

(3) '(wahai) anak cucu dari orang-orang yang Kami bawa bersama Nuh (dalam perahu)! Sesungguhnya dia (Nuh) adalah hamba (Allah) yang banyak bersyukur'."

Wahai keturunan orang-orang yang telah Kami selamatkan mereka dan Kami bawa mereka bersama-sama dengan Nuh di dalam kapal, jangan lah kalian menyekutukan Allah dalam beribadah kepadaNya. Jadilah kalian manusia-manusia yang bersyukur atas nikmat-nikmatNya, dan meneladani Nuh . Sebab sesungguhnya dia adalah hamba yang sangat bersyukur kepada Allah dengan sepenuh hati, lisan dan anggota-anggota tubuhnya.

Kehancuran Bani Israil Karena Tidak Mengikuti Ajaran Taurat

وَقَضَيْنَآ إِلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ فِى ٱلْكِتَٰبِ لَتُفْسِدُنَّ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَّتَيْنِ وَلَتَعْلُنَّ عُلُوًّا كَبِيرًا

(4) "Dan telah Kami tetapkan terhadap Bani Israil dalam Kitab itu, 'Kalian benar-benar akan membuat kerusakan di muka bumi ini dua kali dan kalian benar-benar akan menyombongkan diri dengan kesombongan yang besar."

Kami telah mengabarkan kepada Bani Israil di dalam kitab Taurat yang diturunkan atas mereka bahwa sesungguhnya pasti akan terjadi kerusakan yang timbul dari mereka dua kali di wilayah Baitul Maqdis dan tempat-tempat sekitarnya dengan melakukan tindak kezhaliman, membunuhi para nabi, sombong, dan tindakan melampaui batas serta permusuhan.

فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ أُولَىٰهُمَا بَعَثْنَا عَلَيْكُمْ عِبَادًا لَّنَآ أُوْلِى بَأْسٍ شَدِيدٍ فَجَاسُواْ خِلَٰلَ ٱلدِّيَارِ ۚ وَكَانَ وَعْدًا مَّفْعُولًا

(5) "Maka apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) pertama dari kedua (kejahatan) itu, Kami datangkan kepada kalian (Bani Israil) hamba-hamba Kami yang mempunyai kekuatan yang besar, lalu mereka merajalela di kampung- kampung, dan itulah janji (ketetapan) yang pasti terlaksana"

Tatkala terjadi kerusakan pertama yang mereka timbulkan, Kami datangkan kepada mereka hamba-hamba Kami yang memiliki keberanian dan kekuatan luar biasa untuk menguasai mereka, lalu mempecundangi mereka, membunuhi mereka serta mengusir mereka. Orang-orang itu berkeliling di perkampungan-perkampungan mereka dengan merusak. Itu merupakan suatu ketetapan yang mesti terjadi, karena ada faktor pe micunya dari mereka.

ثُمَّ رَدَدْنَا لَكُمُ ٱلْكَرَّةَ عَلَيْهِمْ وَأَمْدَدْنَٰكُم بِأَمْوَٰلٍ وَبَنِينَ وَجَعَلْنَٰكُمْ أَكْثَرَ نَفِيرًا

(6) "Kemudian Kami berikan kepada kalian giliran untuk mengalahkan mereka kembali dan Kami membantu kalian dengan harta kekayaan dan anak-anak, dan Kami jadikan kalian kelompok yang lebih besar"

Kemudian Kami kembalikan bagi kalian wahai Bani Israil, ke-kuasaan dan kemenangan atas para musuh kalian yang dahulu dikuasakan atas kalian. Dan Kami tambah rizki dan jumlah anak-anak kalian, serta menguatkan kalian dan menjadikan kalian berjumlah lebih banyak dari pada jumlah musuh kalian. Kondisi demikian tiada lain karena perbuatan baik dan ketundukan kalian kepada Allah.

إِنْ أَحْسَنتُمْ أَحْسَنتُمْ لِأَنفُسِكُمْ ۖ وَإِنْ أَسَأْتُمْ فَلَهَا ۚ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ لِيَسُۥٓـُٔواْ وُجُوهَكُمْ وَلِيَدْخُلُواْ ٱلْمَسْجِدَ كَمَا دَخَلُوهُ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَلِيُتَبِّرُواْ مَا عَلَوْاْ تَتْبِيرًا

(7) "Jika kalian berbuat baik, (berarti) kalian berbuat baik bagi diri kalian sen diri, dan jika kalian berbuat jahat, maka (kejahatan) itu juga bagi diri kalian sendiri. Dan apabila datang saat hukuman bagi (kejahatan) yang kedua, (Kami datangkan orang-orang lain) untuk menyuramkan wajah-wajah kalian dan supaya mereka masuk ke dalam masjid, sebagaimana mereka (musuh-musuh kalian sebelumnya) memasukinya pada kali pertama dan untuk membinasakan sehabis-habisnya apa saja yang mereka kuasai."

Jika kalian baik dalam perbuatan-perbuatan dan ucapan-ucapan kalian, sesungguhnya kalian berarti telah berbuat baik terhadap diri kalian sendiri. Sebab pahalanya kembali kepada kalian. Bila kalian bertindak buruk, maka hukumannya (juga) berbalik mengenai kalian sendiri. Jika nanti telah tiba ketetapan terjadinya kerusakan kedua (yang kalian per buat), maka Kami akan menjadikan musuh kalian berkuasa atas kalian kembali, untuk menghinakan dan melumpuhkan kalian, sehingga tampak lah bekas-bekas penghinaan dan penistaan pada wajah-wajah kalian dan lalu merangsek masuk menghadapi kalian ke dalam kota Baitul Maqdis untuk menghancurkannya sebagaimana mereka dahulu pernah meng hancurkannya, dan kemudian meluluhlantakkan semua yang mereka miliki sehabis-habisnya secara total.

عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يَرْحَمَكُمْ ۚ وَإِنْ عُدتُّمْ عُدْنَا ۘ وَجَعَلْنَا جَهَنَّمَ لِلْكَٰفِرِينَ حَصِيرًا

(8) "Mudah-mudahan Tuhan kalian akan melimpahkan rahmat(Nya) kepada kalian. Dan jika kalian kembali (durhaka), niscaya Kami kembali pula (meng azab kalian). Dan Kami jadikan Neraka Jahanam penjara bagi orang-orang yang kafir."

Gf Mudah-mudahan Tuhan kalian wahai Bani Israil, melimpahkan rahmatNya kepada kalian setelah hukuman yang ditimpakanNya pada kalian, jika kalian mau bertaubat dan memperbaiki diri. Akan tetapi, bila kalian kembali melakukan kerusakan dan kezhaliman, niscaya Kami akan kembali menghukum dan menghinakan kalian. Dan Kami menjadikan Neraka Jahanam bagi kalian dan seluruh orang kafir sebagai penjara yang tidak mungkin keluar darinya selamanya. Dalam ayat ini dan ayat se belumnya terkandung unsur peringatan bagi umat ini agar tidak berbuat maksiat supaya tidak menimpa mereka hukuman serupa yang menimpa Bani Israil. Sebab ketetapan-ketetapan Allah tetap berjalan sama, tidak berubah-ubah dan tidak berganti-ganti.

Al-Qur'an Petunjuk ke Jalan yang Benar

إِنَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ يَهْدِى لِلَّتِى هِىَ أَقْوَمُ وَيُبَشِّرُ ٱلْمُؤْمِنِينَ ٱلَّذِينَ يَعْمَلُونَ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أَنَّ لَهُمْ أَجْرًا كَبِيرًا . وَأَنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا

(9-10) "Sesungguhnya al-Qur'an ini memberi petunjuk kepada (jalan) yang paling lurus dan memberi kabar gembira kepada orang-orang Mukmin yang mengerjakan amal-amal shalih, bahwa mereka akan mendapatkan pahala yang besar, dan bahwasanya orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat, Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih,"

Sesungguhnya al-Qur'an yang Kami turunkan kepada hamba Kami Muhammad ini, menunjukkan manusia kepada jalan terbaik, yaitu ajaran Islam, membawa kabar gembira bagi kaum Mukminin yang mengamalkan apa yang diperintahkan Allah kepada mereka dan berhenti dari perkara yang Allah melarang mereka darinya, bahwa sesungguhnya bagi mereka pahala yang besar dan bahwa sesungguhnya orang-orang yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan segala balasan yang ada di sana, maka Kami sediakan bagi mereka siksaan yang menyakitkan di neraka.

وَيَدْعُ ٱلْإِنسَٰنُ بِٱلشَّرِّ دُعَآءَهُۥ بِٱلْخَيْرِ ۖ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ عَجُولًا

(11) "Dan (terkadang) manusia berdoa meminta keburukan sebagaimana dia berdoa meminta kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa."

Kadang-kadang manusia berdoa buruk bagi dirinya, anaknya atau hartanya ketika dalam kondisi marah, sebagaimana ia memohon kebaikan. Ini termasuk bukti kebodohan manusia dan ketergesa-gesaannya. Sedang, di antara bukti rahmat Allah bagi manusia, Dia mengabulkan doa ke baikannya saja, tidak terhadap doa buruknya. Dan manusia secara tabiat bawaan memang bersifat tergesa-gesa.

وَجَعَلْنَا ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ ءَايَتَيْنِ ۖ فَمَحَوْنَآ ءَايَةَ ٱلَّيْلِ وَجَعَلْنَآ ءَايَةَ ٱلنَّهَارِ مُبْصِرَةً لِّتَبْتَغُواْ فَضْلًا مِّن رَّبِّكُمْ وَلِتَعْلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ وَكُلَّ شَىْءٍ فَصَّلْنَٰهُ تَفْصِيلًا

(12) "Dan Kami menjadikan malam dan siang sebagai dua tanda, lalu Kami hapuskan tanda malam dan Kami jadikan tanda siang itu terang, agar kalian mencari karunia dari Tuhan kalian, dan supaya kalian mengetahui bilangan tahun-tahun dan perhitungan (waktu). Dan segala sesuatu telah Kami terang kan dengan rinci,”

Dan Kami menjadikan malam dan siang sebagai dua tanda yang menunjukkan keesaan dan kemahakuasaan Kami. Kemudian Kami menghapuskan tanda malam, yaitu bulan, dan menjadikan tanda siang, yaitu matahari, bersinar terang agar dalam sinar siang hari manusia dapat melihat bagaimana dia harus mengerjakan urusan-urusan kehidupannya, dan ia dapat berdiam diri pada malamnya untuk mengambil kesempatan berteduh dan istirahat. Dan agar, melalui pergantian malam dan siang, manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan bulan dan hari- hari, agar mereka menyusun berdasarkan itu apa-apa yang mereka mau dari kemaslahatan-kemaslahatan mereka. Dan segala sesuatu telah Kami jelaskan dengan penjelasan yang cukup.

Tiap-tiap Orang Memikul Dosanya Sendiri

وَكُلَّ إِنسَٰنٍ أَلْزَمْنَٰهُ طَٰٓئِرَهُۥ فِى عُنُقِهِۦ ۖ وَنُخْرِجُ لَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ كِتَٰبًا يَلْقَىٰهُ مَنشُورًا . ٱقْرَأْ كِتَٰبَكَ كَفَىٰ بِنَفْسِكَ ٱلْيَوْمَ عَلَيْكَ حَسِيبًا

(13-14) "Dan tiap-tiap manusia itu telah Kami lekatkan amal perbuatannya pada lehernya. Dan Kami keluarkan baginya pada Hari Kiamat sebuah kitab yang dijumpainya terbuka. 'Bacalah kitab (catatan amal)mu, cukuplah dirimu pada hari ini sebagai yang menghisab dirimu sendiri'."

Dan setiap manusia, Allah telah menjadikan apa yang dia perbuat, yang baik maupun buruk selalu melekat padanya, maka ia tidak akan di hisab karena perbuatan orang lain dan orang lain juga tidak akan dihisab karena amalnya dia. Dan pada Hari Kiamat Allah akan mengeluarkan baginya satu buku yang berisi catatan segala perbuatannya yang akan ia lihat terbuka. Akan dikatakan kepadanya, "Bacalah buku catatan perbuatan- perbuatanmu." Maka ia akan membacanya, sekalipun dia tidak tahu baca tulis di dunia. Hari ini cukuplah dirimu sendiri menjadi pihak yang akan memperhitungkan amal perbuatanmu atas dirimu, sehingga engkau akan tahu balasan yang akan diterima dirimu. Ini termasuk bentuk keadilan dan ketetapan obyektif yang paling agung dengan dikatakan kepada seorang hamba, "Hitunglah perbuatanmu sendiri, cukuplah itu menjadi penghisab terhadapmu."

مَّنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۗ وَمَا كُنَّا مُعَذِّبِينَ حَتَّىٰ نَبْعَثَ رَسُولًا

(15) "Barangsiapa yang mengikuti petunjuk, maka sesungguhnya dia mengikuti petunjuk untuk (kebaikan) dirinya sendiri; dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya dia tersesat bagi (kerugian) dirinya sendiri. Dan seorang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain, dan Kami tidak akan mengazab (seorang pun) sebelum Kami mengutus seorang rasul."

Barangsiapa berada di atas petunjuk dan mengikuti jalan kebenaran, maka sesungguhnya pahala perbuatan itu hanya kembali kepadanya. Dan barangsiapa melenceng dan mengikuti jalan kebatilan, maka sesungguhnya siksaan akibat perbuatan itu hanya mengenainya saja. Tidak ada jiwa yang berbuat dosa yang menanggung dosa jiwa lain yang berbuat dosa. Dan Allah tidaklah menyiksa seseorang kecuali telah jelas baginya hujjah-hujjah dengan diutusnya para rasul dan diturunkannya kitab-kitab.

وَإِذَآ أَرَدْنَآ أَن نُّهْلِكَ قَرْيَةً أَمَرْنَا مُتْرَفِيهَا فَفَسَقُواْ فِيهَا فَحَقَّ عَلَيْهَا ٱلْقَوْلُ فَدَمَّرْنَٰهَا تَدْمِيرًا

(16) "Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintah kan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya menaati Allah), tetapi mereka malah melakukan kefasikan (kedurhakaan) di negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya"

Dan jika Kami berkehendak membinasakan satu penduduk negeri dikarenakan perbuatan zhalim mereka, maka Kami memerintahkan ke pada orang-orang yang hidup mewah di antara mereka untuk taat kepada Allah dan mentauhidkanNya serta membenarkan para RasulNya, sedang yang lain hanya mengikuti mereka saja. Lalu mereka mendurhakai pe rintah Tuhan mereka dan mendustakan para RasulNya, sehingga sudah pantaslah berlaku pada mereka ketetapan turunnya siksaan yang tidak bisa ditolak. Maka Kami pun membinasakan mereka sampai habis ke akar-akarnya.

وَكَمْ أَهْلَكْنَا مِنَ ٱلْقُرُونِ مِنۢ بَعْدِ نُوحٍ ۗ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ بِذُنُوبِ عِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

(17) "Dan berapa banyak kaum sesudah Nuh telah Kami binasakan. Dan cukuplah Tuhanmu Mahateliti lagi Maha Melihat dosa hamba-hambaNya."

Dan Kami telah membinasakan banyak umat manusia yang men-dustakan lagi mengingkari para rasul mereka sesudah Nuh. Dan cukuplah Tuhanmu wahai Rasul bahwa Dia Maha Mengetahui semua perbuatan para hambaNya, tidak ada sesuatu yang samar bagiNya.

مَّن كَانَ يُرِيدُ ٱلْعَاجِلَةَ عَجَّلْنَا لَهُۥ فِيهَا مَا نَشَآءُ لِمَن نُّرِيدُ ثُمَّ جَعَلْنَا لَهُۥ جَهَنَّمَ يَصْلَىٰهَا مَذْمُومًا مَّدْحُورًا

(18) "Barangsiapa menginginkan kehidupan sekarang (duniawi), maka Kami segerakan baginya di dunia itu apa yang Kami kehendaki bagi orang yang Kami kehendaki, kemudian Kami sediakan baginya Neraka Jahanam; dia akan me-masukinya dalam keadaan tercela dan terusir,"

Barangsiapa yang hanya mencari dunia yang cepat sirna ini, dan ber usaha dengan kuat untuk itu saja, sedang ia tidak mengimani alam akhirat dan tidak beramal untuknya, maka Allah akan menyegerakan baginya di dunia ini apa yang dikehendaki dan diinginkannya, dari hal-hal yang telah Dia tulis baginya di Lauhul Mahfuzh. Kemudian Allah menjadikan Neraka Jahanam baginya di akhirat kelak. Ia memasukinya dalam keadaan tercela lagi terusir dari rahmat Allah . Itu dikarenakan keinginannya untuk meraih dunia dan usaha kuatnya untuk itu, bukan untuk akhirat.

وَمَنْ أَرَادَ ٱلْءَاخِرَةَ وَسَعَىٰ لَهَا سَعْيَهَا وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَأُوْلَٰٓئِكَ كَانَ سَعْيُهُم مَّشْكُورًا

(19) "Dan barangsiapa yang menginginkan kehidupan akhirat dan berusaha ke arah itu dengan sungguh-sungguh sedang dia adalah orang Mukmin, maka mereka itulah orang-orang yang usahanya diberi balasan baik"

Dan barangsiapa bertujuan mendapatkan pahala di akhirat yang kekal abadi dengan amal shalihnya, dan ia berusaha kuat untuk itu de ngan melakukan ketaatan kepada Allah , sedang dia beriman kepada Allah dan pahala serta balasan besar dariNya, maka mereka itu adalah orang-orang yang amal shalihnya diterima dan tersimpan bagi mereka di sisi Tuhan mereka, dan mereka akan memperoleh balasan atas amal itu.

كُلًّا نُّمِدُّ هَٰٓؤُلَآءِ وَهَٰٓؤُلَآءِ مِنْ عَطَآءِ رَبِّكَ ۚ وَمَا كَانَ عَطَآءُ رَبِّكَ مَحْظُورًا

(20) "Kepada masing-masing golongan, baik golongan ini maupun golongan itu, Kami berikan (rizki) dari kemurahan Tuhanmu. Dan kemurahan Tuhanmu tidak dapat dihalangi"

Masing-masing golongan yang berusaha untuk dunia yang fana dan golongan yang beramal untuk akhirat yang kekal, Kami memberi nya tambahan bagian dari rizki Kami. Kami memberi rizki kepada kaum Mukminin dan orang-orang kafir di dunia. Sebab sesungguhnya rizki itu berasal dari pemberian Tuhanmu sebagai karunia dariNya. Dan pemberian Tuhanmu tidak terhalangi bagi siapa pun, orang Mukmin maupun kafir.

ٱنظُرْ كَيْفَ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ ۚ وَلَلْءَاخِرَةُ أَكْبَرُ دَرَجَٰتٍ وَأَكْبَرُ تَفْضِيلًا

(21) "Perhatikanlah bagaimana Kami lebihkan sebagian mereka atas sebagian (yang lain). Dan pasti kehidupan akhirat lebih tinggi tingkatnya dan lebih besar keutamaannya."

Perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana Allah melebihkan sebagian manusia di atas sebagian yang lain di dunia dalam rizki dan pekerjaan. Dan kehidupan akhirat benar-benar lebih tinggi derajat-derajatnya bagi kaum Mukminin dan lebih besar keutamaannya.

لَّا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتَقْعُدَ مَذْمُومًا مَّخْذُولًا

(22) "'Janganlah kamu (wahai manusia) menjadikan sesembahan yang lain bersama Allah, sehingga kamu menjadi tercela dan dicampakkan (oleh Allah)."

Janganlah engkau wahai manusia, mengadakan sekutu bersama Allah dalam beribadah kepadaNya, akibatnya engkau kembali membawa celaan dan dicampakkan oleh Allah.

Beberapa Tata Krama Pergaulan

۞ وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

(23) "Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kalian jangan menyembah, kecuali Dia dan hendaklah kalian berbuat baik kepada kedua orangtua. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan 'Ah' dan janganlah kamu membentak mereka berdua dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia."

Dan Tuhanmu wahai manusia, mengharuskan dan mewajibkan untuk diesakan dalam peribadahan kepadaNya, dan Dia memerintahkan untuk berbuat baik kepada bapak ibu, terutama di saat mereka berusia lanjut, janganlah engkau berkeluh kesah, jangan merasa kesal terhadap sesuatu yang engkau lihat dari mereka atau salah satu dari mereka, dan jangan memperdengarkan kepada mereka ucapan yang buruk, bahkan jangan pula berkata uf (ah) sekalipun ia merupakan tingkat terendah dari ucapan yang buruk. Dan janganlah muncul darimu tindakan buruk kepada mereka berdua. Akan tetapi, bersikaplah lembut kepada mereka berdua. Dan katakanlah kepada mereka berdua selalu perkataan lembut lagi halus.

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

(24) "Dan rendahkanlah dirimu terhadap mereka berdua dengan penuh kasih sayang dan ucapkanlah, 'Wahai Tuhanku, sayangilah mereka berdua, sebagai mana mereka berdua telah mendidikku waktu kecil'."

Dan bersikaplah kepada ibu-bapakmu dengan merendah dan tawadhu sebagai bentuk sayang kepada mereka, dan mohonlah kepada Tuhanmu agar berkenan menyayangi mereka berdua dengan rahmatNya yang luas semasa mereka masih hidup maupun telah wafat, sebagaimana mereka dahulu bersabar dalam mendidikmu semasa masih kecil, yang tak berdaya lagi tak punya kekuatan.

رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَا فِى نُفُوسِكُمْ ۚ إِن تَكُونُواْ صَٰلِحِينَ فَإِنَّهُۥ كَانَ لِلْأَوَّٰبِينَ غَفُورًا

(25) ” Tuhan kalian lebih mengetahui apa yang ada dalam hati kalian; jika kalian adalah orang-orang yang baik, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun bagi orang-orang yang bertaubat."

Tuhan kalian wahai manusia, lebih mengetahui apa yang ada di hati sanubari kalian, yang baik maupun yang buruk. Bila keinginan dan tujuan kalian adalah mengharap keridhaan Allah dan apa saja yang men dekatkan diri kalian kepadaNya, sesungguhnya Dia Maha Pengampun orang-orang yang mau kembali kepadaNya di sepanjang waktu. Maka barangsiapa yang Allah mengetahui tidak ada di hatinya selain inabah dan cinta kepadaNya, sesungguhnya Allah akan memaafkannya dan meng ampuni dosa-dosa kecuali yang muncul darinya yang terjadi akibat sifat tabiat kemanusiawiannya.

وَءَاتِ ذَا ٱلْقُرْبَىٰ حَقَّهُۥ وَٱلْمِسْكِينَ وَٱبْنَ ٱلسَّبِيلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا

(26) "Dan berikanlah kepada kaum kerabat yang dekat akan haknya Juga orang miskin dan orang yang dalam perjalanan, dan janganlah kamu menghambur- hamburkan (hartamu) secara boros"

Dan berbuat baiklah kepada orang-orang yang masih terkait hubungan kekerabatan denganmu, dan berilah ia haknya dalam bentuk kebaikan dan bakti, dan berilah orang miskin yang terlilit kebutuhan, mu safir yang terasing dari keluarga dan kehabisan bekal harta. Dan janganlah engkau belanjakan hartamu dalam urusan selain ketaatan kepada Allah atau secara berlebihan dan boros.

إِنَّ ٱلْمُبَذِّرِينَ كَانُوٓاْ إِخْوَٰنَ ٱلشَّيَٰطِينِ ۖ وَكَانَ ٱلشَّيْطَٰنُ لِرَبِّهِۦ كَفُورًا

(27) "Sesungguhnya orang-orang yang pemboros (mubadzir) itu adalah saudara- saudara setan dan setan itu adalah sangat kafir kepada Tuhannya."

Sesungguhnya orang yang melakukan pemborosan dan membelanjakan hartanya dalam maksiat kepada Allah, mereka itu menyerupai setan-setan dalam hal keburukan, kerusakan dan maksiat. Dan setan itu sangat ingkar terhadap nikmat Tuhannya.

وَإِمَّا تُعْرِضَنَّ عَنْهُمُ ٱبْتِغَآءَ رَحْمَةٍ مِّن رَّبِّكَ تَرْجُوهَا فَقُل لَّهُمْ قَوْلًا مَّيْسُورًا

(28) "Dan jika kamu berpaling dari mereka demi mencari rahmat dari Tuhanmu yang kamu harapkan, maka katakanlah kepada mereka ucapan yang lemah lembut.”578

Dan jika kamu tidak bisa memberi orang-orang yang engkau diperintah untuk memberi mereka karena tidak ada yang dapat engkau berikan kepada mereka, karena berharap rizki yang engkau tunggu dari sisi Tuhanmu, maka katakanlah kepada mereka tutur kata yang halus lagi lembut, seperti mendoakan kecukupan dan kelapangan rizki bagi mereka, dan sampaikan janji kepada mereka jika Allah memudahkan rizki dari karuniaNya (bagimu), sesungguhnya engkau akan memberi mereka sebagian dari rizki itu.


[578] Maksudnya: apabila kamu tidak dapat melaksanakan perintah Allah seperti yang tersebut dalam ayat 26, maka katakanlah kepada mereka perkataan yang baik, agar mereka tidak kecewa lantaran mereka belum mendapat bantuan darimu. Dalam pada itu kamu berusaha untuk mendapat rizki (rahmat) dari Tuhanmu, sehingga kamu dapat memberi kan kepada mereka hak-hak mereka.

وَلَا تَجْعَلْ يَدَكَ مَغْلُولَةً إِلَىٰ عُنُقِكَ وَلَا تَبْسُطْهَا كُلَّ ٱلْبَسْطِ فَتَقْعُدَ مَلُومًا مَّحْسُورًا

(29) 'Dan janganlah kamu jadikan tanganmu terbelenggu pada lehermu (bakhil) dan (tetapi) jangan pula kamu terlalu menggiurkannya (terlalu pemurah), sehingga kamu menjadi tercela dan menyesal."

Dan janganlah engkau menahan tanganmu dari berinfak di jalan kebaikan, sebagai tindakan menyempitkan dirimu, keluargamu dan orang-orang yang membutuhkan, dan janganlah pula berlebihan dalam berinfak, hingga engkau memberikan apa yang melebihi kemam puanmu, akibatnya engkau duduk dalam keadaan tercela, orang-orang mencaci dan mencelamu, lagi menyesal atas pemborosan dan hartamu yang habis.

إِنَّ رَبَّكَ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

(30) "Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan dan menyempitkan rizki bagi siapa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Mahateliti lagi Maha Melihat akan hamba-hambaNya."

Sesungguhnya Tuhanmu melapangkan rizki bagi sebagian manusia dan menyempitkannya bagi sebagian yang lain, sejalan dengan ilmu dan hikmah Allah . Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui rahasia-rahasia para hambaNya, tidak ada yang tersembunyi pada ilmuNya sesuatu yang kecil pun dari kondisi-kondisi mereka.

وَلَا تَقْتُلُوٓاْ أَوْلَٰدَكُمْ خَشْيَةَ إِمْلَٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُهُمْ وَإِيَّاكُمْ ۚ إِنَّ قَتْلَهُمْ كَانَ خِطْـًٔا كَبِيرًا

(31) "Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian karena takut kemis kinan. Kami-lah yang akan memberi rizki kepada mereka dan juga kepada kalian. Sesungguhnya membunuh mereka adalah suatu dosa yang besar."

Dan apabila kalian telah mengetahui bahwa rizki itu di Tangan Allah , maka janganlah kalian wahai manusia membunuh anak-anak kalian lantaran rasa takut terhadap kemiskinan, karena sesungguhnya Dia-lah Allah Yang Maha Pemberi rizki bagi hamba-hambaNya, Dia memberi rizki kepada anak-anak sebagaimana memberi rizki kepada para orangtua. Sesungguhnya membunuh anak-anak merupakan perbuatan dosa besar.

وَلَا تَقْرَبُواْ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا

(32) "Dan janganlah kalian mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji, dan suatu jalan yang buruk"

Dan janganlah kalian mendekati perzinaan dan segala pemicunya, agar kalian tidak terjerumus ke dalamnya. Sesungguhnya zina itu benar- benar amat buruk, dan seburuk-buruk tindakan adalah perzinaan.

وَلَا تَقْتُلُواْ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۗ وَمَن قُتِلَ مَظْلُومًا فَقَدْ جَعَلْنَا لِوَلِيِّهِۦ سُلْطَٰنًا فَلَا يُسْرِف فِّى ٱلْقَتْلِ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ مَنصُورًا

(33) "Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah (mem bunuhnya), melainkan dengan suatu (alasan) yang benar.579 Dan barangsiapa dibunuh secara zhalim, maka sungguh Kami telah memberi kekuasaan kepada ahli warisnya,580 tetapi janganlah ahli waris itu melampaui batas dalam mem bunuh. Sesungguhnya dia adalah orang yang mendapat pertolongan."

Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang Allah haramkan untuk dibunuh kecuali dengan alasan syar'i, seperti melalui qishash atau merajam pezina yang telah menikah atau membunuh orang murtad. Dan barang siapa dibunuh tanpa alasan yang dibenarkan syariat, maka sesungguhnya Kami telah memberikan alasan kuat bagi walinya, baik ahli warisnya atau penguasa untuk menuntut hukum bunuh terhadap pelaku atau menuntut pembayaran diyat. Dan tidak boleh bagi ahli waris korban untuk melam paui batas ketentuan Allah dalam membunuh dengan dipenuhi rasa ingin membalas dendam atau motivasi lainnya. Sesungguhnya Allah menjadi penolong bagi wali korban pembunuhan untuk menghadapi pembunuh hingga mampu membunuhnya melalui hukum qishash.


[579] Lihat catatan kaki Surat al-An'am: 151.

[580] Maksud kekuasaan di sini ialah hak ahli waris dari orang yang terbunuh atau pemerintah, untuk menuntut gishash atau diyat. Lihat al-Baqarah: 178 dan an-Nisa': 92.

وَلَا تَقْرَبُواْ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۚ وَأَوْفُواْ بِٱلْعَهْدِ ۖ إِنَّ ٱلْعَهْدَ كَانَ مَسْـُٔولًا

(34) "Dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai dia dewasa. Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungjawabannya

Dan janganlah kalian mengendalikan semau kalian harta-harta anak-anak yang ditinggal mati oleh bapak-bapak mereka sebelum me reka baligh dan lalu mereka berada di bawah tanggungan kalian kecuali dengan cara yang baik bagi mereka. Yaitu dengan cara mengembangkan dan meningkatkannya hingga si anak yatim mencapai usia matang. Dan penuhilah janji yang kalian telah berkomitmen untuk melaksanakannya. Sesungguhnya perjanjian itu, Allah akan meminta pertanggungjawaban kepada yang bersangkutan di Hari Kiamat. Dia akan memberi balasan baginya apabila menyempurnakan dan memenuhinya dan akan menyiksa orang yang mengkhianatinya.

وَأَوْفُواْ ٱلْكَيْلَ إِذَا كِلْتُمْ وَزِنُواْ بِٱلْقِسْطَاسِ ٱلْمُسْتَقِيمِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

(35) "Dan sempurnakanlah takaran apabila kalian menakar, dan timbanglah dengan neraca yang benar: Itulah yang lebih baik (bagi kalian) dan lebih baik akibatnya."

Dan sempurnakanlah takaran, dan jangan kalian menguranginya bila kalian menakar untuk orang lain. Dan timbanglah dengan neraca yang benar. Sesungguhnya tindakan benar dalam menakar dan menimbang adalah lebih baik bagi kalian di dunia dan akibatnya lebih baik di sisi Allah pada Hari Akhirat.

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۚ إِنَّ ٱلسَّمْعَ وَٱلْبَصَرَ وَٱلْفُؤَادَ كُلُّ أُوْلَٰٓئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْـُٔولًا

(36) "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai ilmu tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungjawabannya."

Dan janganlah engkau wahai manusia, mengikuti apa yang tidak engkau ketahui. Akan tetapi pastikan dan verifikasi (akan kebenarannya) dahulu. Sesungguhnya manusia akan dimintai pertanggungjawaban mengenai bagaimana ia menggunakan pendengaran, penglihatan, dan hatinya. Apabila dia mempergunakannya dalam perkara-perkara baik, niscaya akan memperoleh pahala, dan jika ia mempergunakannya dalam hal-hal buruk, maka dia akan memperoleh hukuman.

وَلَا تَمْشِ فِى ٱلْأَرْضِ مَرَحًا ۖ إِنَّكَ لَن تَخْرِقَ ٱلْأَرْضَ وَلَن تَبْلُغَ ٱلْجِبَالَ طُولًا

(37) "Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak dapat menembus bumi dan sekali-kali kamu tidak akan sampai setinggi gunung."

Dan janganlah engkau berjalan di muka bumi dengan angkuh lagi takabur; karena sesungguhnya engkau itu tidak akan mampu menembus bumi dengan langkah kakimu di atasnya, dan engkau tidak akan pernah mampu menyamai tinggi gunung dengan keangkuhan, kesombongan, dan takaburmu.

كُلُّ ذَٰلِكَ كَانَ سَيِّئُهُۥ عِندَ رَبِّكَ مَكْرُوهًا

(38) "Semua itu581 keburukannya amat dibenci di sisi Tuhanmu"

Semua yang sudah disebutkan, berupa perintah-perintah dan larangan-larangan, Allah tidak menyukai keburukannya, dan tidak meridhai hal itu pada hamba-hambaNya.


[581] Yakni, larangan yang disebutkan pada ayat: 22, 23, 26, 29, 31, 32, 33, 34, 36, dan 37 dari surat ini.

ذَٰلِكَ مِمَّآ أَوْحَىٰٓ إِلَيْكَ رَبُّكَ مِنَ ٱلْحِكْمَةِ ۗ وَلَا تَجْعَلْ مَعَ ٱللَّهِ إِلَٰهًا ءَاخَرَ فَتُلْقَىٰ فِى جَهَنَّمَ مَلُومًا مَّدْحُورًا

(39) "Itulah sebagian hikmah yang diwahyukan Tuhanmu kepadamu (wahai Nabi). Dan janganlah kamu mengadakan sesembahan yang lain bersama Allah, yang menyebabkan kamu dilemparkan ke dalam neraka dalam keadaan tercela lagi dijauhkan (dari rahmat Allah) "

Yang Kami jelaskan dan Kami terangkan dari beberapa hukum yang agung, berupa perintah terhadap amal-amal perbuatan yang baik dan larangan dari moral-moral hina, termasuk yang Kami wahyukan kepada engkau wahai Nabi. Maka janganlah engkau wahai manusia menjadikan sekutu bersama Allah dalam ibadah kepadaNya. Akibatnya, engkau akan dicampakkan ke dalam Neraka Jahanam, dalam keadaan kamu dicela oleh dirimu sendiri dan manusia, dan engkau menjadi manusia yang terusir lagi dijauhkan dari segala kebaikan.

أَفَأَصْفَىٰكُمْ رَبُّكُم بِٱلْبَنِينَ وَٱتَّخَذَ مِنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ إِنَٰثًا ۚ إِنَّكُمْ لَتَقُولُونَ قَوْلًا عَظِيمًا

(40) "Maka apakah patut Tuhan kalian memilihkan bagi kalian anak-anak laki- laki sedang Dia sendiri mengambil anak-anak perempuan dari para malaikat? Sesungguhnya kalian benar-benar mengucapkan kata-kata yang besar (dosanya)”

Apakah Tuhan kalian wahai kaum musyrikin mengistimewakan kalian dengan memberi kalian anak-anak lelaki, sedang Dia sendiri men jadikan malaikat sebagai anak-anak perempuanNya? Sesungguhnya ucapan kalian ini amat buruk lagi keji, tidak pantas bagi Allah .

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لِيَذَّكَّرُواْ وَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا نُفُورًا

(41) "Dan sungguh Kami telah jelaskan berulang-ulang dalam al-Qur'an ini, agar mereka selalu ingat, dan (tetapi) hal itu tidak lain hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)"

Sungguh Kami telah menerangkan dan Kami variasikan dalam al-Qur'an ini jenis-jenis hukum, bentuk-bentuk perumpamaan dan macam-macam nasihat, agar manusia dapat mengambil pelajaran dan merenungi hal-hal yang memberi mereka manfaat dan kemudian mereka mengambilnya, dan hal-hal yang membahayakan mereka kemudian me reka tinggalkan. Dan tidaklah keterangan dan penjelasan itu menambah orang-orang zhalim kecuali kian jauh dari kebenaran dan kelalaian dari berpikir dan memetik pelajaran.

Sanggahan-sanggahan Terhadap Orang-orang yang Mempersekutukan Allah

قُل لَّوْ كَانَ مَعَهُۥٓ ءَالِهَةٌ كَمَا يَقُولُونَ إِذًا لَّٱبْتَغَوْاْ إِلَىٰ ذِى ٱلْعَرْشِ سَبِيلًا

(42) "Katakanlah, 'Jikalau ada sesembahan-sesembahan lain bersamaNya, sebagaimana yang mereka katakan, niscaya sesembahan-sesembahan itu mencari jalan kepada Tuhan Yang mempunyai Arasy'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sekiranya ada tuhan-tuhan lain bersama Allah, pastilah tuhan-tuhan itu akan mencari cara untuk mengalahkan Allah, Dzat yang memiliki Arasy yang besar."

سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَقُولُونَ عُلُوًّا كَبِيرًا

(43) "Mahasuci dan Mahatinggi Dia dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya"

Allah bersih dan Mahasuci dari apa yang dikatakan oleh kaum musyrikin, dan Dia Mahatinggi dari apa yang mereka katakan dengan ketinggian yang sebesar-besarnya. 

تُسَبِّحُ لَهُ ٱلسَّمَٰوَٰتُ ٱلسَّبْعُ وَٱلْأَرْضُ وَمَن فِيهِنَّ ۚ وَإِن مِّن شَىْءٍ إِلَّا يُسَبِّحُ بِحَمْدِهِۦ وَلَٰكِن لَّا تَفْقَهُونَ تَسْبِيحَهُمْ ۗ إِنَّهُۥ كَانَ حَلِيمًا غَفُورًا

(44) "Langit yang tujuh, bumi, dan semua yang ada di dalamnya bertasbih ke pada Allah. Dan tak ada sesuatu pun, melainkan bertasbih dengan memujiNya, tetapi kalian tidak mengerti tasbih mereka. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun lagi Maha Pengampun."

Langit yang tujuh dan bumi yang tujuh lapis, dan semua makhluk yang ada di dalamnya bertasbih kepada Allah . Dan setiap sesuatu di alam ini menyucikan Allah dengan sebenar-benarnya disertai pujian dan sanjungan bagi Allah . Akan tetapi, kalian wahai manusia, tidak dapat memahaminya. Sesungguhnya Dia Maha Penyantun terhadap para hambaNya, tidak menyegerakan hukuman bagi orang yang melanggar ketentuanNya, Maha Pengampun bagi mereka.

Orang-orang Kafir Tidak Dapat Memahami al-Qur'an

وَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ جَعَلْنَا بَيْنَكَ وَبَيْنَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ حِجَابًا مَّسْتُورًا

(45) "Dan apabila kamu membaca al-Quran, Kami adakan antara kamu dengan orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, suatu hijab (dinding) yang tertutup,"

Dan apabila engkau membaca al-Qur'an, sedang kaum musyrikin mendengarkannya, maka Kami adakan antara engkau dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat sekat penutup yang menutupi akal-akal mereka untuk memahami al-Qur'an sebagai bentuk hukuman bagi mereka atas kekafiran dan keingkaran mereka.

وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِذَا ذَكَرْتَ رَبَّكَ فِى ٱلْقُرْءَانِ وَحْدَهُۥ وَلَّوْاْ عَلَىٰٓ أَدْبَٰرِهِمْ نُفُورًا

(46) "dan Kami adakan tutupan di atas hati mereka dan sumbatan di telinga mereka, agar mereka tidak dapat memahaminya. Dan apabila kamu menyebut Tuhanmu saja582 dalam al-Qur'an, niscaya mereka berpaling ke belakang me larikan diri (karena benci)"

Dan Kami jadikan pada hati kaum musyrikin penutup-penutup su paya mereka tidak dapat memahami al-Qur'an dan Kami adakan sumbatan pada pendengaran-pendengaran mereka supaya mereka tidak dapat mendengarnya. Dan apabila engkau menyebut nama Tuhanmu saja dalam al-Qur'an untuk mengajak mereka agar mentauhidkanNya dan melarang mereka dari berbuat syirik kepadaNya, mereka kembali berpaling dengan lari dari ajakanmu, lantaran kesombongan dan keangkuhan mereka untuk mentauhidkan Allah dalam ibadah kepadaNya.


[582] untuk menyerukan agar mentauhidkanNya dan melarang mempersekutukanNya, seperti dengan mengatakan, "La Ilaha Ilallah".

نَّحْنُ أَعْلَمُ بِمَا يَسْتَمِعُونَ بِهِۦٓ إِذْ يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ وَإِذْ هُمْ نَجْوَىٰٓ إِذْ يَقُولُ ٱلظَّٰلِمُونَ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا رَجُلًا مَّسْحُورًا

(47) "Kami lebih mengetahui tujuan mereka mendengarkan, sewaktu mereka mendengarkanmu (membaca al-Qur'an), dan sewaktu mereka berbisik-bisik, (yaitu) ketika orang-orang zhalim itu berkata, 'Kalian tidak lain hanyalah mengikuti seorang laki-laki yang terkena sihir*.”

Kami lebih mengetahui apa yang didengarkan oleh para pemuka suku Quraisy, tatkala mereka mendengarkanmu, sedang tujuan mereka adalah jahat. Mereka menyimak bukanlah demi mendapatkan petunjuk dan menerima kebenaran. Dan Kami mengetahui bisikan-bisikan antar mereka sewaktu mereka berkata, "Kalian itu tidaklah mengikuti kecuali seorang lelaki yang kena sihir hingga akalnya pun kacau."

ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُواْ لَكَ ٱلْأَمْثَالَ فَضَلُّواْ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا

(48) "Lihatlah bagaimana mereka membuat perumpamaan-perumpamaan terhadapmu; karena itu mereka menjadi sesat dan tidak dapat lagi menemukan jalan (yang benar)”

Wahai Rasul, pikirkanlah ucapan mereka dengan penuh keheranan, "Sesungguhnya Muhammad adalah tukang sihir, penyair, orang gila!" Mereka telah berbuat melampaui batas dan menyimpang, serta tidak memperoleh cahaya hidayah menuju jalan yang lurus lagi benar.

Bagaimana Cara Membantah Keingkaran Kaum Musyrikin

وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمًا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا

(49) "Dan mereka berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan bagian-bagian yang hancur, kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk yang baru?'”

Dan orang-orang musyrik berkata dengan nada pengingkaran bahwa mereka akan diciptakan kembali dalam bentuk baru, setelah tu lang belulang mereka lapuk dan mereka menjadi hancur, "Apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali pada Hari Kiamat sebagai makhluk yang baru?"

۞ قُلْ كُونُواْ حِجَارَةً أَوْ حَدِيدًا

(50) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Jadilah kalian batu atau besi,'

Katakanlah wahai Rasul untuk membungkam mereka, "Jadilah kalian batu atau besi dalam hal keras dan kekuatannya, jika kalian mampu untuk itu.

أَوْ خَلْقًا مِّمَّا يَكْبُرُ فِى صُدُورِكُمْ ۚ فَسَيَقُولُونَ مَن يُعِيدُنَا ۖ قُلِ ٱلَّذِى فَطَرَكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ فَسَيُنْغِضُونَ إِلَيْكَ رُءُوسَهُمْ وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هُوَ ۖ قُلْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَرِيبًا

(51) 'atau suatu makhluk dari apa-apa yang besar (yang tidak mungkin hidup kembali) menurut pikiran kalian.' Maka mereka akan mengatakan, 'Siapa yang akan menghidupkan kami kembali?' Katakanlah,'Yang telah menciptakan kalian pada kali yang pertama.' Lalu mereka akan menggeleng-gelengkan kepala mereka kepadamu dan berkata, 'Kapan itu (akan terjadi) ?' Katakanlah, 'Barangkali itu akan terjadi dalam waktu dekat'."

Atau jadilah kalian makhluk yang besar dan yang mustahil sekali pun untuk dapat diterima oleh kalian", niscaya mereka akan mengatakan sebagai bentuk pengingkaran, "Siapakah yang akan mengembalikan kami ke menuju kehidupan lagi setelah kematian?" Katakanlah kepada mereka, "Yang mengulang ciptaan dan mengembalikan kalian adalah Allah, Dzat yang telah menciptakan kalian pertama kali dari tidak ada." Sewaktu mereka mendengarkan jawaban ini, mereka akan menggeleng-gelengkan kepala-kepala mereka dengan mengolok-olok dan merasa aneh lantaran menganggapnya mustahil terjadi, "Kapankah kebangkitan itu terjadi?" Katakanlah, "Kalian tidak akan pernah tahu, bahwa kebangkitan yang kalian ingkari dan kalian anggap tidak mungkin itu barangkali sudah dekat waktu terjadinya."

يَوْمَ يَدْعُوكُمْ فَتَسْتَجِيبُونَ بِحَمْدِهِۦ وَتَظُنُّونَ إِن لَّبِثْتُمْ إِلَّا قَلِيلًا

(52) "Yaitu pada hari Dia memanggil kalian, lalu kalian memenuhi panggilanNya sambil memujiNya dan kalian mengira bahwa kalian tidak tinggal (di dunia) kecuali sebentar saja."

Pada hari Pencipta kalian memanggil kalian untuk bangkit ke luar dari kubur kalian, lalu kalian menyambut titah Allah itu dan patuh kepadaNya, dan bagi Allah pujian dalam seluruh kondisi. Dan kalian menyangka, karena ketakutan luar biasa di Hari Kiamat, bahwa kalian tidaklah tinggal di dunia kecuali sebentar saja, lantaran lamanya masa tinggal kalian di akhirat.

وَقُل لِّعِبَادِى يَقُولُواْ ٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ يَنزَغُ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ كَانَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوًّا مُّبِينًا

(53) "Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu, 'Hendaklah mereka mengucap kan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya setan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia'."

Dan katakanlah kepada hamba-hambaKu yang beriman, agar hendaknya mereka bertutur kata yang baik lagi bagus dalam komunikasi dan perbincangan mereka. Sesungguhnya jika mereka tidak mematuhi nya, maka setan akan melontarkan di antara mereka api permusuhan, kerusakan dan pertengkaran. Sesungguhnya setan itu merupakan musuh yang benar-benar menampakkan permusuhannya bagi manusia.

رَّبُّكُمْ أَعْلَمُ بِكُمْ ۖ إِن يَشَأْ يَرْحَمْكُمْ أَوْ إِن يَشَأْ يُعَذِّبْكُمْ ۚ وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ وَكِيلًا

(54) "Tuhan kalian lebih mengetahui tentang kalian. Jika Dia menghendaki, Dia akan memberi rahmat kepada kalian dan jika Dia menghendaki, Dia akan mengazab kalian. Dan Kami tidaklah mengutusmu sebagai yang mengurusi (mengatur-atur) mereka."

Tuhan kalian lebih mengetahui tentang kalian wahai sekalian ma nusia. Jika Dia berkehendak, Dia akan merahmati kalian, maka akan mem berikan taufik kepada kalian untuk beriman. Atau kalau Dia berkehendak lain, Dia akan mematikan kalian di atas kekafiran, lalu Dia mengazab kalian. Dan tidaklah Kami mengutusmu wahai Rasul sebagai penjaga bagi mereka, dengan menangani urusan-urusan mereka dan memberi balasan bagi mereka sesuai dengan amal perbuatan mereka. Akan tetapi, misi pentingmu ialah menyampaikan risalah yang engkau diutus untuk mengembannya dan menjelaskan jalan yang lurus.

وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِمَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ وَلَقَدْ فَضَّلْنَا بَعْضَ ٱلنَّبِيِّۦنَ عَلَىٰ بَعْضٍ ۖ وَءَاتَيْنَا دَاوُۥدَ زَبُورًا

(55) "Dan Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang (ada) di langit dan di bumi.Dan sungguh telah Kami lebihkan sebagian nabi-nabi itu atas sebagian (yang lain), dan Kami berikan Zabur kepada Dawud."

Dan Tuhanmu wahai Rasul, lebih mengetahui siapa saja yang berada di langit dan di muka bumi. Dan sesungguhnya Kami telah melebihkan sebagian nabi di atas sebagian yang lain dengan berbagai keutamaan, jumlah pengikutnya yang lebih banyak dan diturunkannya kitab-kitab. Dan Kami telah memberikan Zabur kepada Dawud.

قُلِ ٱدْعُواْ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُم مِّن دُونِهِۦ فَلَا يَمْلِكُونَ كَشْفَ ٱلضُّرِّ عَنكُمْ وَلَا تَحْوِيلًا

(56) "Katakanlah, *Panggillah mereka yang kalian anggap (tuhan-tuhan) selain Allah, maka mereka tidak akan mempunyai kekuasaan untuk menghilangkan mudarat dari kalian dan tidak pula memindahkan (merubah)nya'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin dari kaummu sendiri, "Sesungguhnya sesembahan-sesembahan yang kalian seru untuk menyingkirkan mudarat dari kalian, mereka tidak memiliki kemampuan untuk itu, dan tidak kuasa untuk mengalihkannya dari kalian kepada orang lain, dan tidak kuasa memindahkannya dari satu kondisi ke kondisi lainnya. Dzat Yang Mahakuasa untuk itu, Dia-lah Allah semata." Ayat ini berlaku umum terhadap semua yang diseru selain Allah, baik yang sudah mati maupun berada di tempat yang jauh, baik dari kalangan para nabi maupun orang-orang shalih atau lainnya, dengan istilah meminta tolong, doa atau memohon lainnya. Tidak ada sesembahan yang haq kecuali Allah.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ ٱلْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُۥ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُۥٓ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

(57) "Makhluk-makhluk yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan (untuk mendekatkan diri) kepada Tuhan mereka, siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepadaNya), dan mereka mengharapkan rahmatNya serta takut akan azabNya; sesungguhnya azab Tuhanmu adalah sesuatu yang (harus) diwaspadai"

Orang-orang yang diseru bersama Allah oleh kaum musyrikin dari kalangan para nabi, orang-orang shalih, para malaikat, justru berlomba untuk mendekatkan diri kepada Tuhan mereka dengan segala hal yang mampu mereka perbuat berupa amal-amal shalih, dan mereka mengharap-harapkan rahmatNya dan takut terhadap siksaanNya. Sesungguhnya siksaan Tuhanmu itu adalah sesuatu yang sepantasnya dikhawatirkan dan ditakuti oleh para hamba.

Kaum yang Ingkar Pasti Mendapat Hukuman

وَإِن مِّن قَرْيَةٍ إِلَّا نَحْنُ مُهْلِكُوهَا قَبْلَ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ أَوْ مُعَذِّبُوهَا عَذَابًا شَدِيدًا ۚ كَانَ ذَٰلِكَ فِى ٱلْكِتَٰبِ مَسْطُورًا

(58) "Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum Hari Kiamat atau Kami mengazab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauhul Mahfuzh)."

Allah mengancam orang-orang kafir bahwa tidak ada satu negeri pun yang mendustakan para rasul kecuali akan turun pada mereka hu kuman yang menghancurkan mereka di dunia sebelum Hari Kiamat atau berupa siksaan pedih bagi penduduknya. Ini satu ketetapan yang sudah Allah tulis dan ketentuan yang telah Dia tetapkan secara pasti, yang pasti akan terjadi, dan ketetapan itu telah tertulis di Lauhul Mahfuzh.

وَمَا مَنَعَنَآ أَن نُّرْسِلَ بِٱلْءَايَٰتِ إِلَّآ أَن كَذَّبَ بِهَا ٱلْأَوَّلُونَ ۚ وَءَاتَيْنَا ثَمُودَ ٱلنَّاقَةَ مُبْصِرَةً فَظَلَمُواْ بِهَا ۚ وَمَا نُرْسِلُ بِٱلْءَايَٰتِ إِلَّا تَخْوِيفًا

(59) "Dan tidak ada yang menghalangi Kami untuk mengirimkan (kepada kalian) tanda-tanda (Kuasa Kami), melainkan karena tanda-tanda itu telah didustakan oleh orang-orang dahulu. Dan telah Kami datangkan kepada kaum Tsamud unta betina itu (sebagai mukjizat) yang dapat dilihat, tetapi mereka menganiaya unta betina itu. Dan Kami tidak mengirimkan tanda-tanda (mukjizat-mukjizat) itu melainkan untuk menakuti."

Dan tidak ada yang menghalang-halangi Kami untuk menurunkan mukjizat-mukjizat yang diminta oleh kaum musyrikin kecuali pendustaan yang telah dilakukan oleh umat-umat manusia sebelum mereka. Sesung guhnya Allah telah memenuhi permintaan mereka, namun kemudian mereka mendustakan dan akhirnya mereka binasa. Kami telah memberikan kepada Tsamud, kaum Shaleh, mukjizat yang jelas yaitu unta betina, akan tetapi, mereka mengingkarinya. Maka Kami pun membinasakan mereka. Dan Kami tidaklah mengutus para rasul dengan membawa tanda-tanda Kuasa, pelajaran-pelajaran dan mukjizat-mukjizat yang Kami tampakkan melalui tangan-tangan mereka kecuali untuk mempertakutkan para hamba, agar mereka memperoleh pelajaran dan mendapat peringatan.

وَإِذْ قُلْنَا لَكَ إِنَّ رَبَّكَ أَحَاطَ بِٱلنَّاسِ ۚ وَمَا جَعَلْنَا ٱلرُّءْيَا ٱلَّتِىٓ أَرَيْنَٰكَ إِلَّا فِتْنَةً لِّلنَّاسِ وَٱلشَّجَرَةَ ٱلْمَلْعُونَةَ فِى ٱلْقُرْءَانِ ۚ وَنُخَوِّفُهُمْ فَمَا يَزِيدُهُمْ إِلَّا طُغْيَٰنًا كَبِيرًا

(60) "Dan (ingatlah) ketika Kami wahyukan kepadamu, 'Sesungguhnya (ilmu) Tuhanmu meliputi (semua) manusia.' Dan Kami tidak menjadikan mimpi yang telah Kami perlihatkan kepadamu,583 melainkan sebagai ujian bagi manusia dan (begitu pula) pohon kayu yang terkutuk dalam al-Qur'an.584 Dan Kami menakut-nakuti mereka, tetapi yang demikian itu tidaklah menambah bagi mereka, kecuali kedurhakaan yang besar."

Dan ingatlah wahai Rasul ketika Kami berfirman kepadamu, "Sesungguhnya Tuhanmu meliputi seluruh manusia dengan ilmu dan kekuasaanNya. Dan Kami tidaklah menjadikan penglihatan yang Kami perlihatkan kepadamu secara langsung pada malam Isra' dan Mi’raj berupa makhluk-makhluk ciptaan yang luar biasa besar kecuali sebagai ujian bagi manusia, supaya tampak mana yang kafir dan mana yang Mukmin. Dan tidaklah Kami menjadikan pohon zaqqum terlaknat yang disebutkan dalam al-Qur'an, kecuali sebagai cobaan bagi manusia. Kami membuat takut kaum musyrikin dengan berbagai macam siksaan dan tanda-tanda Kuasa Kami. Dan tidaklah perkara-perkara yang menakutkan itu menambah mereka kecuali kian menjadi-jadi dalam kekafiran dan kesesatan.


[583] Mimpi adalah terjemah dari kata "ٱلرُّءْيَا" dalam ayat ini, dan maksudnya ialah mimpi tentang Perang Badar yang dialami Rasulullah sebelum terjadinya. Banyak pula ahli tafsir menerjemahkan kata "ٱلرُّءْيَا" tersebut dengan penglihatan yang maksudnya, adalah penglihatan yang dialami Rasulullah di waktu malam Isra' dan Mi’raj.

[584] yaitu, pohon zaqqum yang tersebut dalam Surat ash-Shaffat 62-65.

Permusuhan dan Godaan Setan Terhadap Manusia yang Menyebabkan Kekafirannya

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُواْ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبْلِيسَ قَالَ ءَأَسْجُدُ لِمَنْ خَلَقْتَ طِينًا

(61) "Dan (ingatlah), tatkala Kami berfirman kepada para malaikat, ’Sujudlah kalian semua kepada Adam,'lalu mereka pun bersujud, kecuali iblis; dia berkata, 'Apakah aku akan sujud kepada orang yang Engkau ciptakan dari tanah ?"

Dan ingatlah Firman Kami kepada para malaikat, "Bersujudlah ke-pada Adam sebagai penghormatan dan pemuliaan." Mereka pun bersujud semua kecuali iblis. Ia menyombongkan diri dan menolak bersujud sembari berdalih, sebagai bentuk kesombongan dan pengingkaran, "Apakah pantas aku bersujud kepada manusia yang lemah dan makhluk yang diriptakan dari tanah liat ini?"

قَالَ أَرَءَيْتَكَ هَٰذَا ٱلَّذِى كَرَّمْتَ عَلَىَّ لَئِنْ أَخَّرْتَنِ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَأَحْتَنِكَنَّ ذُرِّيَّتَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلًا

(62) "Dia (iblis) berkata, 'Terangkanlah kepadaku, inikah orangnya yang lebih Engkau muliakan dibanding diriku? Sesungguhnya jika Engkau memberi tangguh kepadaku sampai Hari Kiamat, niscaya benar-benar akan aku sesatkan keturunannya, kecuali sebagian kecil"

Iblis berkata kepada Allah dengan penuh kelancangan dan kekafiran kepadaNya, "Bagaimana menurutMu makhluk ciptaan yang telah Engkau beri kelebihan atas diriku? Jika Engkau melanggengkanku dalam keadaan hidup sampai Hari Kiamat, aku benar-benar akan dapat menguasai ke turunan-keturunannya dengan menyesatkan dan merusak mereka, kecuali orang-orang yang ikhlas dalam keimanannya yang jumlahnya sedikit saja.

قَالَ ٱذْهَبْ فَمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ فَإِنَّ جَهَنَّمَ جَزَآؤُكُمْ جَزَآءً مَّوْفُورًا

(63) "Allah berfirman, 'Pergilah, barangsiapa di antara mereka mengikutimu, maka sesungguhnya Neraka Jahanam adalah balasan kalian semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup?'

Allah berfirman memperingatkan iblis dan para pengikutnya, "Pergilah engkau! Siapa saja yang mengikutimu dari keturunan Adam, lalu ia menaatimu, maka hukuman bagimu dan hukuman bagi mereka akan (ditimpakan secara) penuh di Neraka Jahanam.

وَٱسْتَفْزِزْ مَنِ ٱسْتَطَعْتَ مِنْهُم بِصَوْتِكَ وَأَجْلِبْ عَلَيْهِم بِخَيْلِكَ وَرَجِلِكَ وَشَارِكْهُمْ فِى ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَوْلَٰدِ وَعِدْهُمْ ۚ وَمَا يَعِدُهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ إِلَّا غُرُورًا

(64) "Dan hasutlah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan suara (ajakan)mu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkudamu dan pasukan pejalan kakimu, dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak, serta berilah mereka janji? Dan tidak ada yang dijanjikan oleh setan kepada mereka, melainkan tipuan belaka.

Dan kumpulkanlah apa yang dapat kamu lakukan dari seluruh pengikutmu, baik pasukan berkuda atau pasukan berjalan kaki, dan jadi kanlah dirimu berserikat dengan mereka pada kekayaan mereka agar mereka mencarinya dari hal-hal yang diharamkan dan pada anak-anak mereka dengan memperindah pandangan mereka terhadap zina dan maksiat-maksiat serta pelanggaran terhadap perintah-perintah Allah, sehingga praktek kebejatan dan kerusakan kian merajalela, dan berilah para pengikutmu dari keturunan Adam janji-janji dusta. Maka setiap janji setan itu adalah batil dan merupakan tipu daya.

إِنَّ عِبَادِى لَيْسَ لَكَ عَلَيْهِمْ سُلْطَٰنٌ ۚ وَكَفَىٰ بِرَبِّكَ وَكِيلًا

(65) 'Sesungguhnya hamba-hambaKu, kamu tidak dapat berkuasa atas mereka.' Dan cukuplah Tuhanmu sebagai Penjaga (mereka)."

Sesungguhnya para hambaKu yang beriman, ikhlas, lagi taat kepadaKu, tidak ada kekuasaan bagimu atas mereka untuk menyesatkan mereka." Dan cukuplah Tuhanmu wahai Nabi, sebagai Pelindung dan Penjaga bagi kaum Mukminin dari makar setan dan tipu dayanya.

Peringatan-peringatan Tentang Nikmat Allah dan Beberapa Kejadian Pada Hari Kiamat

رَّبُّكُمُ ٱلَّذِى يُزْجِى لَكُمُ ٱلْفُلْكَ فِى ٱلْبَحْرِ لِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِكُمْ رَحِيمًا

(66) "Tuhan kalian adalah Yang melayarkan kapal-kapal di lautan untuk kalian. agar kalian mencari sebagian dari karuniaNya. Sesungguhnya Dia Maha Penyayang terhadap kalian."

Tuhan kalian wahai sekalian manusia, Dia-lah Yang memudahkan bagi kalian berlayarnya kapal-kapal di laut, agar kalian dapat mencari rizki Allah dalam perjalanan-perjalanan jauh kalian dan perniagaan kalian. Sesungguhnya Allah Maha Penyayang terhadap para hambaNya.

وَإِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فِى ٱلْبَحْرِ ضَلَّ مَن تَدْعُونَ إِلَّآ إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا نَجَّىٰكُمْ إِلَى ٱلْبَرِّ أَعْرَضْتُمْ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ كَفُورًا

(67) "Dan apabila kalian ditimpa bahaya di lautan, niscaya hilanglah siapa yang kalian seru kecuali Dia. Maka tatkala Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian malah berpaling. Dan manusia selalu kafir nikmat (tidak bersyukur)."

Dan apabila kesulitan menimpa kalian di lautan hingga kalian hampir-hampir terancam tenggelam dan binasa, maka hilanglah dari benak-benak kalian tuhan-tuhan yang kalian sembah, dan kalian hanya mengingat Allah, Dzat Yang Mahakuasa agar memberikan pertolongan dan menyelamatkan kalian. Kemudian kalian mengikhlaskan doa kepadaNya dalam meminta pertolongan dan bantuan. Lalu Allah menolong kalian dan menyelamatkan kalian. Namun, setelah Dia menyelamatkan kalian ke daratan, kalian berpaling dari beriman, ikhlas dan beramal shalih. Ini termasuk bentuk kebodohan manusia dan kekafirannya. Dan manusia itu banyak mengingkari nikmat-nikmat Allah .

أَفَأَمِنتُمْ أَن يَخْسِفَ بِكُمْ جَانِبَ ٱلْبَرِّ أَوْ يُرْسِلَ عَلَيْكُمْ حَاصِبًا ثُمَّ لَا تَجِدُواْ لَكُمْ وَكِيلًا

(68) "Maka apakah kalian merasa aman bahwa Dia akan membenamkan sebagian daratan bersama kalian atau Dia meniupkan (angin keras yang mem bawa) batu-batu kecil, kemudian kalian tidak akan mendapat seorang pelindung pun bagi kalian?"

Apakah kalian wahai sekalian manusia, lalai dari siksaan Allah, sehingga kalian merasa aman ditenggelamkan dari permukaan bumi atau Allah menurunkan hujan batu pada kalian dari langit, sehingga menghabisi kalian kemudian kalian tidak mendapatkan seseorang pun yang sanggup melindungi kalian dari siksaanNya?

أَمْ أَمِنتُمْ أَن يُعِيدَكُمْ فِيهِ تَارَةً أُخْرَىٰ فَيُرْسِلَ عَلَيْكُمْ قَاصِفًا مِّنَ ٱلرِّيحِ فَيُغْرِقَكُم بِمَا كَفَرْتُمْ ۙ ثُمَّ لَا تَجِدُواْ لَكُمْ عَلَيْنَا بِهِۦ تَبِيعًا

(69) "Atau apakah kalian merasa aman bahwa Dia akan mengembalikan ka lian ke laut sekali lagi, lalu Dia meniupkan kepada kalian angin topan lalu Dia menenggelamkan kalian disebabkan kekafiran kalian itu? Dan kalian tidak akan mendapat seorang penuntut pun (yang akan membela kalian) terhadap (siksaan) Kami."

Ataukah apakah kalian wahai sekalian manusia, merasa aman terhadap Tuhan kalian, sedang kalian telah ingkar kepadaNya, dari me ngembalikan kalian ke laut sekali lagi, lalu Dia mengirim angin kencang yang meluluhlantakkan segala yang ia lewati. Lalu Dia menenggelamkan kalian gara-gara kekafiran kalian, kemudian kalian pun tidak mendapati pertanggungjawaban dan tuntutan terhadap Kami; karena sesungguhnya Allah tidak pernah menzhalimi kalian sebesar biji dzarrah sekalipun?

۞ وَلَقَدْ كَرَّمْنَا بَنِىٓ ءَادَمَ وَحَمَلْنَٰهُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَفَضَّلْنَٰهُمْ عَلَىٰ كَثِيرٍ مِّمَّنْ خَلَقْنَا تَفْضِيلًا

(70) "Dan sungguh telah Kami muliakan anak cucu Adam, Kami angkut mereka di daratan dan di lautan, Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik dan Kami lebihkan mereka atas kebanyakan makhluk yang telah Kami ciptakan dengan kelebihan yang banyak."

Dan sungguh Kami telah memuliakan keturunan-keturunan Adam dengan karunia akal dan diutusnya para rasul kepada mereka, dan Kami tundukkan seluruh yang ada di alam ini bagi mereka, dan Kami mudahkan bagi mereka tunggangan-tunggangan di darat dan kapal-kapal untuk meng angkut mereka, dan Kami beri mereka rizki dari makanan dan minuman yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka di atas kebanyakan makhluk ciptaanNya dengan keutamaan yang besar.

يَوْمَ نَدْعُواْ كُلَّ أُنَاسٍ بِإِمَٰمِهِمْ ۖ فَمَنْ أُوتِىَ كِتَٰبَهُۥ بِيَمِينِهِۦ فَأُوْلَٰٓئِكَ يَقْرَءُونَ كِتَٰبَهُمْ وَلَا يُظْلَمُونَ فَتِيلًا

(71) "(Ingatlah) hari di mana Kami akan memanggil tiap umat dengan pemimpin mereka;585 maka barangsiapa yang diberikan kitab catatan amalnya di tangan kanannya, maka mereka itu akan membaca kitab catatan amalnya itu, dan mereka tidak dizhalimi sedikit pun "

Sebutkanlah wahai Rasul, Hari Kebangkitan dengan memberikan kabar gembira dan menyampaikan peringatan, ketika Allah memanggil tiap-tiap golongan dari manusia bersama pemimpinnya yang dahulu me reka ikuti di dunia. Maka siapa saja merupakan orang shalih dari mereka, dan disodori buku catatan amal perbuatannya di tangan kanannya, maka mereka itu akan membaca buku catatan amal mereka dengan senang dan riang gembira. Dan mereka tidak mengalami pengurangan pahala dari amal-amal shalih mereka sedikit pun, walaupun seukuran benang tipis yang berada di tengah biji kurma.


[585] Di antara ulama tafsir ada yang mengatakan bahwa kata "بِإِمَامِهِمْ" maknanya "dengan kitab catatan amal mereka".

وَمَن كَانَ فِى هَٰذِهِۦٓ أَعْمَىٰ فَهُوَ فِى ٱلْءَاخِرَةِ أَعْمَىٰ وَأَضَلُّ سَبِيلًا

(72) "Dan barangsiapa yang buta (hatinya) di dunia ini, niscaya di akhirat (nanti) dia akan buta (pula) dan lebih sesat jalannya"

Dan barangsiapa di dunia ini buta hatinya dari melihat bukti-bukti Kuasa Allah, tidak beriman kepada risalah yang dibawa Muhammad , maka dia di akhirat kelak akan lebih buta untuk mengetahui jalan menuju surga dan juga lebih sesat jalannya dari petunjuk dan bimbingan.

Perlawanan Terhadap Nabi Muhammad Akan Gagal, Seperti Terhadap Nabi-nabi Dahulu

وَإِن كَادُواْ لَيَفْتِنُونَكَ عَنِ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ لِتَفْتَرِىَ عَلَيْنَا غَيْرَهُۥ ۖ وَإِذًا لَّٱتَّخَذُوكَ خَلِيلًا

(73) "Dan sesungguhnya mereka hampir memalingkanmu dari apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, agar kamu membuat yang lain secara bohong atas nama Kami; dan kalau sudah begitu, tentulah mereka menjadikanmu sahabat yang setia."

Hampir-hampir saja kaum musyrikin itu akan memalingkanmu wahai Rasul dari al-Qur'an yang diturunkan Allah kepadamu, agar kamu membuat-buat kebohongan terhadap Kami terkait apa yang Kami wahyu-kan kepadamu. Jika kamu melakukan apa yang mereka inginkan, pastilah mereka akan menjadikanmu orang kecintaan yang dekat.

وَلَوْلَآ أَن ثَبَّتْنَٰكَ لَقَدْ كِدتَّ تَرْكَنُ إِلَيْهِمْ شَيْـًٔا قَلِيلًا

(74) "Dan kalau Kami tidak meneguhkanmu, niscaya kamu hampir-hampir condong sedikit kepada mereka."

Dan sekiranya Kami tidak meneguhkan (hati)mu di atas kebenaran dan menjagamu dari menyetujui mereka, pastilah kamu hampir saja con dong sedikit kepada mereka disebabkan banyaknya usaha dan keinginan besarmu agar mereka mendapatkan hidayah.

إِذًا لَّأَذَقْنَٰكَ ضِعْفَ ٱلْحَيَوٰةِ وَضِعْفَ ٱلْمَمَاتِ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ عَلَيْنَا نَصِيرًا

(75) "Kalau terjadi demikian, Kami pasti membuatmu merasakan (siksaan) berlipat ganda dalam kehidupan (dunia) ini dan begitu (pula siksaan) berlipat ganda sesudah mati, kemudian kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami."

Jika engkau wahai Rasul, condong kepada kaum musyrikin sedikit saja terkait apa yang mereka mintakan kepadamu, niscaya Kami akan menimpakan padamu siksaan berlipat ganda saat engkau masih hidup di dunia dan siksaan berlipat ganda di akhirat sesudah engkau mati. Hukuman yang demikian ini lantaran kesempurnaan nikmat Allah yang tercurah pada dirimu dan kesempurnaan ma'rifatmu. Kemudian engkau tidak akan mendapatkan seseorang pun yang akan menolongmu dan menyingkirkan siksaan Kami dari dirimu.

وَإِن كَادُواْ لَيَسْتَفِزُّونَكَ مِنَ ٱلْأَرْضِ لِيُخْرِجُوكَ مِنْهَا ۖ وَإِذًا لَّا يَلْبَثُونَ خِلَٰفَكَ إِلَّا قَلِيلًا

(76) "Dan sesungguhnya mereka benar-benar hampir membuatmu gelisah di negeri (Makkah) untuk mengusirmu darinya, dan kalau terjadi demikian, niscaya sepeninggalmu mereka tidak tinggal (di sana), melainkan sebentar saja?."586

Hampir saja kaum musyrikin mengusirmu dari Makkah dengan cara melancarkan gangguan-gangguan terhadapmu. Seandainya mereka mengusirmu darinya, niscaya mereka tidak akan tinggal di dalamnya sepeninggalmu melainkan sebentar saja hingga turun pada mereka hukuman yang disegerakan.


[586] Yakni, kalau sampai teijadi Nabi Muhammad diusir oleh penduduk Makkah, niscaya mereka tidak akan lama hidup di dunia, dan Allah segera akan membinasakan mereka. Dan hijrah Nabi ke Madinah bukan karena pengusiran kaum Quraisy, melainkan semata-mata karena perintah Allah .

سُنَّةَ مَن قَدْ أَرْسَلْنَا قَبْلَكَ مِن رُّسُلِنَا ۖ وَلَا تَجِدُ لِسُنَّتِنَا تَحْوِيلًا

(77) "(Yang demikian itu) merupakan Sunnah (ketetapan) terhadap rasul-rasul Kami yang telah Kami utus sebelummu587 dan kamu tidak akan mendapatkan perubahan bagi Sunnah (ketetapan) Kami itu."

Itu adalah ketetapan Allah terkait pembinasaan umat manusia yang mengusir rasul dari tengah mereka. Dan engkau wahai Rasul, tidak akan menemukan adanya perubahan pada ketetapan Kami. Tidak ada pengingkaran terhadap janji Kami.


[587] Yakni, setiap umat yang mengusir rasul pasti akan dibinasakan Allah . Demikian itulah Sunnah (ketetapan) Allah .

Petunjuk-petunjuk Allah Dalam Menghadapi Tantangan

أَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ لِدُلُوكِ ٱلشَّمْسِ إِلَىٰ غَسَقِ ٱلَّيْلِ وَقُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ ۖ إِنَّ قُرْءَانَ ٱلْفَجْرِ كَانَ مَشْهُودًا

(78) "Dirikanlah shalat dari sesudah matahari tergelincir sampai gelap malam dan (dirikanlah pula Shalat) Shubuh.588 Sesungguhnya Shalat Shubuh itu di hadiri (oleh para malaikat)"

Dirikanlah shalat dengan sempurna dari waktu tergelincirnya matahari di tengah hari hingga waktu datangnya malam. Shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib dan Isya masuk dalam pengertian ini. Dan dirikanlah Shalat Fajar (Shubuh), dan panjangkanlah bacaannya di dalamnya. Sesungguhnya membaca al-Qur'an di dalam Shalat Shubuh dihadiri malaikat penjaga malam dan malaikat penjaga siang.


[588] Ayat ini mengisyaratkan waktu Shalat Fardhu yang lima: "sejak matahari tergelincir sampai gelap malam” adalah waktu Shalat Zhuhur, Ashar, Maghrib, dan Isya, dan "Shalat Shubuh".

وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا

(79) "Dan pada sebagian malam hari shalat tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkat kamu ke kedudukan yang terpuji"

Dan bangunlah wahai Nabi pada sebagian malam. Bacalah al-Qur'an dalam shalat malam supaya shalat malammu menjadi tambahan bagimu untuk meninggikan kualitasmu dan meningkatkan derajatmu. Mudah-mudahan Allah membangkitkan kamu menjadi pemberi syafa at bagi sekalian manusia pada Hari Kiamat, sehingga Allah merahmati mereka dari kondisi yang meliputi mereka, dan engkau menduduki ke dudukan yang dipuji oleh orang-orang terdahulu dan orang-orang yang datang belakangan.

وَقُل رَّبِّ أَدْخِلْنِى مُدْخَلَ صِدْقٍ وَأَخْرِجْنِى مُخْرَجَ صِدْقٍ وَٱجْعَل لِّى مِن لَّدُنكَ سُلْطَٰنًا نَّصِيرًا

(80) "Dan katakanlah, 'Wahai Tuhanku, masukkanlah aku ke tempat masuk yang benar dan keluarkanlah aku ke tempat keluar yang benar, dan berikanlah kepadaku dari sisiMu kekuasaan yang menolong'."589

Dan katakanlah, "Wahai Tuhanku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar ke dalam hal-hal yang baik bagiku, dan keluarkanlah aku dengan cara keluar yang benar dari hal-hal yang buruk bagiku. Dan berikanlah kepadaku dari sisiMu hujjah yang kuat yang dengannya Engkau akan membelaku terhadap semua orang yang menentangku."


[589] Sebagian ahli tafsir ada yang berkata bahwa makna ayat ini adalah permohonan kepada Allah supaya kita memasuki suatu ibadah dan selesai darinya dengan niat yang ikhlas serta bersih dari riya dan dari segala sesuatu yang merusak pahalanya. Ada juga yang menafsirkan bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada Nabi supaya berhijrah dari Makkah ke Madinah. Dan ada juga yang menafsirkan bahwa ini adalah permohonan kepada Allah supaya kita memasuki kubur dengan baik dan keluar darinya waktu hari berbangkit kelak dengan baik pula.

وَقُلْ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَزَهَقَ ٱلْبَٰطِلُ ۚ إِنَّ ٱلْبَٰطِلَ كَانَ زَهُوقًا

(81) "Dan katakanlah, 'Yang benar telah datang dan yang batil telah lenyap. Sesungguhnya yang batil itu pasti lenyap'."

Dan katakanlah wahai Rasul kepada kaum musyrikin, "Telah datang Islam dan telah lenyap syirik. Sesungguhnya kebatilan itu tidak ada kelanggengan dan keteguhan baginya. Kebenaranlah yang akan tetap kokoh lagi abadi yang tidak akan sirna."

وَنُنَزِّلُ مِنَ ٱلْقُرْءَانِ مَا هُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ ۙ وَلَا يَزِيدُ ٱلظَّٰلِمِينَ إِلَّا خَسَارًا

(82) "Dan Kami menurunkan dari al-Qur'an sesuatu yang menjadi penyembuh dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan ia (al-Qur'an) itu tidak menambah bagi orang-orang yang zhalim melainkan kerugian"

Dan Kami menurunkan dari ayat-ayat al-Qur'an al-Azhim ayat-ayat yang menyembuhkan hati dari semua penyakit, seperti keraguan, kemunafikan dan kebodohan, dan akan menyembuhkan jasmani melalui bacaan ruqyah dengannya, dan hal-hal yang menjadi penyebab teraihnya rahmat Allah melalui kandungan keimanannya. Dan tidaklah al-Qur'an ini menambah bagi orang-orang kafir ketika mendengarnya, kecuali ke kafiran dan kesesatan.

وَإِذَآ أَنْعَمْنَا عَلَى ٱلْإِنسَٰنِ أَعْرَضَ وَنَـَٔا بِجَانِبِهِۦ ۖ وَإِذَا مَسَّهُ ٱلشَّرُّ كَانَ يَـُٔوسًا

(83) "Dan apabila telah Kami berikan kenikmatan kepada manusia, dia berpaling dan menjauhkan diri dengan sombong; dan apabila dia ditimpa kesusahan, niscaya dia berputus asa."

Dan apabila Kami mencurahkan kenikmatan kepada manusia sebagaimana adanya, berupa harta benda dan keafiatan, dia akan berpaling dan menjauh dari ketaatan kepada Tuhannya. Dan apabila dia ditimpa ke-sulitan hidup seperti kemiskinan atau penyakit, maka dia menjadi manusia yang putus asa, sebab sesungguhnya dia tidak percaya terhadap karunia Allah , kecuali orang-orang yang dijaga Allah dalam kedua keadaan itu; kemudahan dan kesulitan.

قُلْ كُلٌّ يَعْمَلُ عَلَىٰ شَاكِلَتِهِۦ فَرَبُّكُمْ أَعْلَمُ بِمَنْ هُوَ أَهْدَىٰ سَبِيلًا

(84) "Katakanlah, 'Tiap-tiap orang berbuat menurut keadaannya masing-masing. Maka Tuhan kalian lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia, "Tiap-tiap orang dari kalian akan berbuat sesuai dengan keadaannya. Dan Tuhan kalian lebih mengetahui orang yang mendapatkan petunjuk menuju kebenaran."

وَيَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلرُّوحِ ۖ قُلِ ٱلرُّوحُ مِنْ أَمْرِ رَبِّى وَمَآ أُوتِيتُم مِّنَ ٱلْعِلْمِ إِلَّا قَلِيلًا

(85) "Dan mereka bertanya kepadamu tentang ruh. Katakanlah, 'Ruh itu termasuk urusan Tuhanku, dan kalian tidak diberi ilmu, melainkan sedikit'."

Orang-orang kafir bertanya kepadamu tentang hakikat ruh sebagai bentuk penentangan. Maka jawablah bahwa hakikat ruh dan kondisi-kondisinya termasuk perkara yang hanya Allah saja yang mengetahuinya. Dan tidaklah kalian dan sekalian manusia diberi pengetahuan kecuali sedikit saja.

Tantangan Dari Nabi Muhammad Terhadap Manusia Untuk Menandingi al-Qur'an

وَلَئِن شِئْنَا لَنَذْهَبَنَّ بِٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ ثُمَّ لَا تَجِدُ لَكَ بِهِۦ عَلَيْنَا وَكِيلًا

(86) "Dan jika Kami benar-benar menghendaki, niscaya Kami lenyapkan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu, kemudian (dengan pelenyapan itu), kamu tidak akan mendapat seorang penolong pun terhadap Kami,"

Dan sesungguhnya jika Kami menghendaki untuk menghapus al-Qur'an dari hatimu, pastilah Kami kuasa melakukannya. Kemudian kalian tidak mendapati seorang pun penolong yang menolongmu dari kejadian tersebut atau mengembalikan al-Qur'an kepadamu.

إِلَّا رَحْمَةً مِّن رَّبِّكَ ۚ إِنَّ فَضْلَهُۥ كَانَ عَلَيْكَ كَبِيرًا

(87) "kecuali karena rahmat dari Tuhanmu. Sesungguhnya karuniaNya terhadapmu adalah besar"

Akan tetapi, Allah merahmatimu, sehingga meneguhkannya da lam hatimu. Sesungguhnya karuniaNya terhadap dirimu sangatlah besar. Dia telah menganugerahkan kepadamu al-Qur'an al-Azhim dan maqam mahmud (kedudukan yang terpuji) serta karunia-karunia lainnya yang tidak diberikanNya kepada seorang pun dari seluruh makhluk.

قُل لَّئِنِ ٱجْتَمَعَتِ ٱلْإِنسُ وَٱلْجِنُّ عَلَىٰٓ أَن يَأْتُواْ بِمِثْلِ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ لَا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِۦ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا

(88) "Katakanlah, 'Jika manusia dan jin benar-benar berkumpul untuk membuat yang serupa dengan al-Qur'an ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain'."

Katakanlah, "Seandainya bangsa jin dan manusia sepakat berusaha mendatangkan sesuatu yang serupa dengan al-Qur'an yang merupakan mukjizat ini, niscaya mereka tidak sanggup mendatangkannya, walaupun mereka semua saling membantu dan saling bekerja sama untuk mewujudkannya."

وَلَقَدْ صَرَّفْنَا لِلنَّاسِ فِى هَٰذَا ٱلْقُرْءَانِ مِن كُلِّ مَثَلٍ فَأَبَىٰٓ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ إِلَّا كُفُورًا

(89) "Dan sungguh Kami telah menjelaskan berulang-ulang kepada manusia dalam al-Qur'an ini berbagai macam perumpamaan, tetapi kebanyakan manusia enggan (bersikap), kecuali mengingkari (nya)"

Dan sungguh Kami telah menjelaskan dan memvariasikan perumpamaan-perumpamaan dalam al-Qur'an yang semestinya dapat dijadikan sumber pelajaran sebagai bentuk hujjah di hadapan mereka, agar mereka mau mengikuti dan mengamalkannya. Namun, kebanyakan manusia enggan (bersikap) kecuali untuk menolak kebenaran dan meng ingkari hujjah-hujjah Allah dan dalil-dalil kebenaranNya.

وَقَالُواْ لَن نُّؤْمِنَ لَكَ حَتَّىٰ تَفْجُرَ لَنَا مِنَ ٱلْأَرْضِ يَنۢبُوعًا

(90) "Dan mereka berkata, 'Kami tidak akan percaya kepadamu (wahai Muhammad), hingga kamu memancarkan mata air dari bumi untuk kami,'

Ketika al-Qur'an membungkam kaum musyrikin dan mengalahkan mereka, maka mereka pun mulai meminta-minta mukjizat-mukjizat sesuai dengan hawa nafsu mereka. Mereka berkata, "Kami tidak akan mempercayaimu wahai Muhammad, dan mengamalkan apa yang engkau sampaikan sampai engkau dapat memancarkan di tanah Makkah mata air yang mengalir.

أَوْ تَكُونَ لَكَ جَنَّةٌ مِّن نَّخِيلٍ وَعِنَبٍ فَتُفَجِّرَ ٱلْأَنْهَٰرَ خِلَٰلَهَا تَفْجِيرًا

(91) 'atau kamu mempunyai sebuah kebun kurma dan anggur, lalu kamu alirkan sungai-sungai di celah-celahnya dengan deras,'

Atau kamu memiliki kebun yang berisi berbagai macam kurma dan anggur, dan engkau adakan sungai-sungai yang mengalir di tengahnya dengan aliran yang deras.

أَوْ تُسْقِطَ ٱلسَّمَآءَ كَمَا زَعَمْتَ عَلَيْنَا كِسَفًا أَوْ تَأْتِىَ بِٱللَّهِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةِ قَبِيلًا

(92) ’atau kamu jatuhkan langit berkeping-keping atas kami, sebagaimana yang kamu klaim, atau kamu datangkan Allah dan malaikat-malaikat berhadapan muka dengan kami,'

Atau engkau jatuhkan langit dalam kepingan-kepingan kecil ke pada kami sebagaimana engkau klaim, atau engkau datangkan Allah dan malaikatNya kepada kami sehingga kami dapat menyaksikan mereka di depan kami dengan mata kepala kami.

أَوْ يَكُونَ لَكَ بَيْتٌ مِّن زُخْرُفٍ أَوْ تَرْقَىٰ فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَن نُّؤْمِنَ لِرُقِيِّكَ حَتَّىٰ تُنَزِّلَ عَلَيْنَا كِتَٰبًا نَّقْرَؤُهُۥ ۗ قُلْ سُبْحَانَ رَبِّى هَلْ كُنتُ إِلَّا بَشَرًا رَّسُولًا

(93) 'atau kamu mempunyai sebuah rumah dari emas, atau kamu naik ke langit. Dan kami tidak akan mempercayai kenaikanmu itu hingga kamu menurunkan kepada kami sebuah kitab yang kami baca.'Katakanlah, 'Mahasuci Tuhanku, bukankah aku ini hanya seorang manusia biasa yang menjadi rasul?"'

Atau engkau mempunyai rumah yang terbuat dari emas, atau engkau mendaki tangga menuju langit dan kami tidak akan mempercayaimu mendaki sampai engkau kembali dengan membawa kitab dari Allah yang terbuka di mana kami dapat membaca di dalamnya bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan Allah sebenarnya.” Katakanlah wahai Rasul dengan memandang aneh terhadap penentangan kaum kafir, "Mahasuci Tuharku! Bukankah aku ini kecuali hanya seorang hamba dari hamba-hambaNya yang menyampaikan risalahNya? bagaimana aku bisa memenuhi apa ya kalian minta?"

Keingkaran Orang-orang Kafir dan Bantahan Terhadapnya

وَمَا مَنَعَ ٱلنَّاسَ أَن يُؤْمِنُوٓاْ إِذْ جَآءَهُمُ ٱلْهُدَىٰٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَبَعَثَ ٱللَّهُ بَشَرًا رَّسُولًا

(94) "Dan tidak ada sesuatu pun yang menghalangi manusia untuk beriman tatkala datang petunjuk kepada mereka, kecuali perkataan mereka, 'Apakah Allah mengutus seorang manusia menjadi rasul?"'

Dan tidak ada sesuatu yang menghambat orang-orang kafir untuk beriman kepada Allah dan RasulNya serta taat kepada Allah dan RasulNya ketika telah datang kepada mereka penjelasan yang memadai dari sisi Allah kecuali komentar mereka yang penuh kebodohan dan pengingkaran, "Apakah Allah mengutus seorang rasul dari bangsa manusia?"

قُل لَّوْ كَانَ فِى ٱلْأَرْضِ مَلَٰٓئِكَةٌ يَمْشُونَ مُطْمَئِنِّينَ لَنَزَّلْنَا عَلَيْهِم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَلَكًا رَّسُولًا

(95) "Katakanlah, ''Kalau seandainya di bumi ada para malaikat yang berjalan- jalan dengan tenang, niscaya Kami turunkan malaikat kepada mereka dari langit untuk menjadi rasul'."

Katakanlah wahai Rasul sebagai bantahan terhadap pengingkaran kaum musyrikin perihal rasul yang berasal dari bangsa manusia, "Kalau seandainya di muka bumi ada malaikat-malaikat yang berjalan-jalan di atasnya sebagai penghuninya, pastilah Kami akan mengutus kepada mereka seorang rasul dari bangsa malaikat. Hanya saja, penghuni bumi adalah manusia. Maka utusan Allah kepada mereka sepantasnya dari bangsa mereka sendiri, agar memungkinkan terjadinya komunikasi baik dengannya dan memahami ucapannya."

قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ إِنَّهُۥ كَانَ بِعِبَادِهِۦ خَبِيرًۢا بَصِيرًا

(96) "Katakanlah,'Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dengan kalian. Sesungguhnya Dia Mahateliti lagi Maha Melihat hamba-hambaNya'"

Katakanlah kepada mereka, "Cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian atas kejujuranku dan kebenaran kenabianku. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui semua kondisi hamba-hambaNya, Maha Melihat amal perbuatan mereka, dan Dia akan memberikan balasan kepada mereka sesuai dengan itu."

وَمَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِ ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَلَن تَجِدَ لَهُمْ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِهِۦ ۖ وَنَحْشُرُهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ عَلَىٰ وُجُوهِهِمْ عُمْيًا وَبُكْمًا وَصُمًّا ۖ مَّأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ كُلَّمَا خَبَتْ زِدْنَٰهُمْ سَعِيرًا

(97) Dan barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk dan barangsiapa yang Dia sesatkan, maka sekali-kali kamu tidak akan mendapatpenolong-penolong bagi mereka selainNya. Dan Kami akan mengumpulkan mereka pada Hari Kiamat (dengan diseret) di atas wajah mereka dalam keadaan buta, bisu, dan tuli. Tempat kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. Setiap kali nyala api Jahanam itu akan padam, Kami tambah lagi bagi mereka nyalanya"

Dan barangsiapa diberi petunjuk oleh Allah, maka Dia-lah orang yang memperoleh petunjuk menuju kebenaran. Dan barangsiapa disesat kan oleh Allah, lalu Dia abaikan dan menjadikannya bertumpu pada diri sendiri, maka tidak ada pemberi petunjuk baginya selain Allah. Orang- orang sesat itu akan Allah bangkitkan pada Hari Kiamat dan mengumpul kan mereka dengan diseret wajah-wajah mereka, sedang mereka tidak bisa melihat, tidak bisa berbicara dan tidak dapat mendengar. Tempat kembali mereka adalah Neraka Jahanam yang menyala-nyala. Tiap kali nyala api nya meredup, dan apinya kemudian padam, maka Kami menambahkan nyala api yang menyala-nyala lagi berkobar-kobar.

ذَٰلِكَ جَزَآؤُهُم بِأَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَقَالُوٓاْ أَءِذَا كُنَّا عِظَٰمًا وَرُفَٰتًا أَءِنَّا لَمَبْعُوثُونَ خَلْقًا جَدِيدًا

(98) "Itulah balasan bagi mereka, karena sesungguhnya mereka kafir kepada ayat-ayat Kami dan (karena mereka) berkata, 'Apakah bila kami telah menjadi tulang belulang dan bagian-bagian yang hancur, apakah kami benar-benar akan dibangkitkan kembali sebagai makhluk baru?'"

Siksaan yang dideskripsikan ini merupakan hukuman bagi kaum musyrikin, lantaran kekafiran mereka terhadap ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjahNya, dan juga pendustaan mereka terhadap rasul- rasulNya yang menyeru mereka untuk beribadah kepadaNya saja, dan juga dikarenakan ucapan mereka dengan penuh kesombongan jika di-perintahkan untuk membenarkan Hari Kebangkitan, "Apakah kami bila telah mati dan kami berubah menjadi tulang belulang yang hancur ber keping-keping, kami akan dibangkitkan kembali setelah itu dalam bentuk makhluk yang baru?"

۞ أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّ ٱللَّهَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يَخْلُقَ مِثْلَهُمْ وَجَعَلَ لَهُمْ أَجَلًا لَّا رَيْبَ فِيهِ فَأَبَى ٱلظَّٰلِمُونَ إِلَّا كُفُورًا

(99) "Dan apakah mereka tidak memperhatikan bahwasanya Allah yang menciptakan langit dan bumi adalah Kuasa (pula) menciptakan yang serupa dengan mereka?Dan Dia telah menetapkan waktu tertentu (untuk mati dan dibangkitkan kembali) bagi mereka yang tidak ada keraguan padanya. Tetapi orang-orang zhalim itu enggan (bersikap), kecuali mengingkari(nya)"

Dan apakah kaum musyrikin itu lalai, tidak menyadari dan tidak tahu bahwa sesungguhnya Allah itu Dia-lah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dan semua makhluk yang ada di dalamnya tanpa ada contoh sebelumnya, Dia Mahakuasa untuk menciptakan makhluk-makhluk seperti mereka setelah mereka lenyap? Allah telah menetapkan waktu tertentu bagi kaum musyrikin untuk mati dan tertimpa siksaan, dan tidak diragu kan lagi bahwa itu akan menimpa mereka. Kendatipun kebenaran dan dalil-dalilnya sudah begitu jelas, akan tetapi orang-orang kafir menolak kecuali untuk mengingkari agama Allah .

قُل لَّوْ أَنتُمْ تَمْلِكُونَ خَزَآئِنَ رَحْمَةِ رَبِّىٓ إِذًا لَّأَمْسَكْتُمْ خَشْيَةَ ٱلْإِنفَاقِ ۚ وَكَانَ ٱلْإِنسَٰنُ قَتُورًا

(100) "Katakanlah (wahai Muhammad),'Kalau seandainya kalian menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kalian tahan, karena takut membelanjakannya? Dan manusia itu sangatlah kikir."

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mengingkari kebenaran, "Jika sekiranya kalian itu memiliki perbendaharaan rahmat Tuhanku yang tidak akan habis atau lenyap, pastilah kalian akan pelit dengannya, kalian tidak akan memberikannya kepada orang lain karena khawatir akan habis sehingga kalian akan berubah menjadi orang-orang miskin." Dan termasuk karakter manusia, ia akan bersifat bakhil dengan apa yang ada di tangannya, kecuali orang yang Allah jaga dengan keimanan.

Beberapa Kisah Pengalaman Nabi Musa Sebagai Pelipur Kesusahan Hati Nabi Muhammad .

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَىٰ تِسْعَ ءَايَٰتٍ بَيِّنَٰتٍ ۖ فَسْـَٔلْ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ إِذْ جَآءَهُمْ فَقَالَ لَهُۥ فِرْعَوْنُ إِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰمُوسَىٰ مَسْحُورًا

(101) "Dan sungguh Kami telah memberikan kepada Musa sembilan ayat (muk jizat) yang nyata,590 maka tanyakanlah kepada Bani Israil, tatkala Musa datang kepada mereka lalu Fir'aun berkata kepadanya, 'Sesungguhnya aku mengira kamu, wahai Musa, seorang yang terkena sihir'."

Dan sesungguhnya Kami telah memberi Musa sembilan mukjizat yang nyata lagi mempersaksikan kebenaran kenabiannya, yaitu tongkat, tangan (yang memancarkan cahaya cemerlang), tahun-tahun kekeringan, minimnya buah-buahan, air bah, belalang, kutu, kodok dan darah. Tanya kanlah wahai Rasul, kepada orang-orang Yahudi demi menuntut peng akuan mereka ketika Musa mendatangi para nenek moyang mereka dengan membawa mukjizat-mukjizatnya yang nyata, maka Fir'aun berkata kepada Musa, "Sesungguhnya aku mengira engkau wahai Musa, memainkan ilmu sihir, teperdaya dan akalmu di bawah kendalinya, lantaran hal-hal aneh yang engkau bawa."


[590] Mukjizat yang sembilan itu ialah: tongkat, tangan, belalang, kutu, darah, banjir besar, katak, laut dan Gunung Sinai. Ada juga yang mengatakan: tongkat, tangan, kemarau panjang, kurangnya buah-buahan, topan, belalang, kutu, katak, dan darah. Ada juga pendapat lain.

قَالَ لَقَدْ عَلِمْتَ مَآ أَنزَلَ هَٰٓؤُلَآءِ إِلَّا رَبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ بَصَآئِرَ وَإِنِّى لَأَظُنُّكَ يَٰفِرْعَوْنُ مَثْبُورًا

(102) 'Musa menjawab, 'Sungguh kamu telah mengetahui, bahwa tiada yang menurunkan ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) itu kecuali Tiihan (yang memelihara) langit dan bumi sebagai bukti-bukti yang nyata, dan sesungguhnya aku mengira kamu, wahai Fir'aun, seorang yang akan binasa'."

Maka Musa membalas ucapan Fir'aun dengan berkata, "Sungguh engkau telah yakin wahai Fir'aun, tidak ada yang menurunkan sembilan mukjizat itu yang membuktikan kebenaran kenabianku selain Tuhan pe nguasa langit dan bumi, agar menjadi bukti petunjuk bagi orang-orang yang memiliki akal lurus untuk mengetahui keesaan Allah dalam rububiyah dan uluhiyah. Dan sesungguhnya aku ini benar-benar yakin bahwa sesungguhnya engkau wahai Fir'aun, akan binasa, terlaknat lagi kalah.

فَأَرَادَ أَن يَسْتَفِزَّهُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ فَأَغْرَقْنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ جَمِيعًا

(103) "Kemudian (Fir'aun) hendak mengusir mereka (Musa dan pengikut- pengikutnya) dari bumi (Mesir) itu, maka Kami tenggelamkan dia (Fir'aun) beserta orang-orang yang bersamanya seluruhnya"

Maka Fir'aun ingin melancarkan gangguan kepada Musa dan mengusirnya beserta Bani Israil dari wilayah Mesir. Akan tetapi, kemudian Kami menenggelamkannya beserta pasukan yang bersamanya di dalam laut sebagai hukuman bagi mereka.

وَقُلْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ لِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱسْكُنُواْ ٱلْأَرْضَ فَإِذَا جَآءَ وَعْدُ ٱلْءَاخِرَةِ جِئْنَا بِكُمْ لَفِيفًا

(104) "Dan Kami betfirman sesudah itu kepada Bani Israil', 'Tinggallah di negeri ini, maka apabila datang masa berbangkit, niscaya Kami datangkan kalian dalam keadaan bercampur baur (dengan berbagai macam orang)'"

Kemudian Kami berfirman kepada Bani Israil pasca kebinasaan Fir'aun dan para pengikutnya, "Tinggallah kalian di negeri Syam. Apabila nanti datang Hari Kiamat, Kami akan datang membawa kalian dari kubur- kubur kalian menuju tempat perhitungan amal perbuatan."

وَبِٱلْحَقِّ أَنزَلْنَٰهُ وَبِٱلْحَقِّ نَزَلَ ۗ وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا

(105) "Dan dengan kebenaran Kami menurunkannya (al-Qur'an) dan dengan kebenaran pula ia turun. Dan Kami tidak mengutusmu (wahai Rasul), melainkan sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan"

Dan dengan kebenaranlah Kami turunkan al-Quran ini kepada Muhammad untuk memerintahkan hamba-hamba dan melarang mereka serta berisi berita pahala dan siksaan bagi mereka. Dan dengan kebenaran, keadilan, pemeliharaan dari perubahan dan revisi, al-Qur'an itu turun. Dan Kami tidaklah mengutus engkau wahai Rasul, kecuali sebagai pembawa berita gembira bagi orang yang taat dan mempertakutkan dengan neraka bagi orang yang berbuat maksiat dan kafir.

وَقُرْءَانًا فَرَقْنَٰهُ لِتَقْرَأَهُۥ عَلَى ٱلنَّاسِ عَلَىٰ مُكْثٍ وَنَزَّلْنَٰهُ تَنزِيلًا

(106) "Dan al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar kamu membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurun kannya bagian demi bagian."

Dan Kami telah menurunkan kepadamu wahai Rasul, al-Qur'an yang telah Kami jelaskan, Kami rapikan serta Kami uraikan untuk men jadi pembeda antara petunjuk dan kesesatan, kebenaran dan kebatilan; agar engkau membacakannya kepada manusia dengan pelan-pelan dan perlahan-lahan, dan Kami turunkan al-Qur'an itu secara terpisah-pisah

قُلْ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوْ لَا تُؤْمِنُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ مِن قَبْلِهِۦٓ إِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ يَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ سُجَّدًا

(107) "Katakanlah, ’Berimanlah kalian kepadanya atau tidak usah beriman (karena hal itu sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengetahuan sebelumnya, apabila al-Qur'an dibacakan kepada mereka, mereka menyungkur dengan wajah mereka sambil bersujud"

Katakanlah wahai Rasul kepada orang-orang yang mendustakan "Berimanlah kepada al-Qur'an atau tidak usah mengimaninya, karena sesungguhnya keimanan kalian tidak akan menambah kesempurnaan baginya dan pendustaan kalian tidak melekatkan kekurangan padanya. Sesungguhnya orang-orang yang berilmu (ulama) yang diberi kitab-kitab suci terdahulu sebelum al-Qur'an dan mengetahui hakikat wahyu, apabila dibacakan al-Qur'an kepada mereka, mereka menjadi khusyu' dan lalu bersujud dengan wajah-wajah mereka karena pengagungan kepada Allah % dan sebagai rasa syukur kepadaNya.

وَيَقُولُونَ سُبْحَٰنَ رَبِّنَآ إِن كَانَ وَعْدُ رَبِّنَا لَمَفْعُولًا

(108) "dan mereka berkata,'Mahasuci Tuhan kami; sesungguhnya janji Tuhan kami pasti dipenuhi'."

Dan orang-orang yang diberi ilmu itu di saat mendengar al-Qur'an berkata, "Kesucian menjadi milik Tuhan kami dan Dia berlepas diri dari komentar yang diungkapkan kaum musyrikin kepadaNya, dan apa yang dijanjikan Allah yang berupa pahala dan siksaan akan terjadi, lagi merupakan kebenaran."

وَيَخِرُّونَ لِلْأَذْقَانِ يَبْكُونَ وَيَزِيدُهُمْ خُشُوعًا ۩

(109) "Dan mereka menyungkur dengan wajah mereka sambil menangis dan bacaan itu menambah kekhusyu'an bagi mereka."

Dan mereka menyungkur bersujud dengan wajah-wajah mereka, menangis lantaran tersentuh dengan nasihat-nasihat al-Qur'an, dan men dengar al-Qur'an serta nasihat-nasihatnya semakin menambah ketundukan bagi mereka terhadap perintah Allah dan keagungan KuasaNya.

قُلِ ٱدْعُواْ ٱللَّهَ أَوِ ٱدْعُواْ ٱلرَّحْمَٰنَ ۖ أَيًّا مَّا تَدْعُواْ فَلَهُ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَلَا تَجْهَرْ بِصَلَاتِكَ وَلَا تُخَافِتْ بِهَا وَٱبْتَغِ بَيْنَ ذَٰلِكَ سَبِيلًا

(110) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Serulah Allah atau serulah ar-Rahman. Dengan nama yang mana saja kalian menyeru (Nya), Dia mempunyai Asma'ul Husna (nama-nama yang terbaik), dan janganlah kamu mengeraskan suaramu dalam shalatmu dan jangan pula merendahkannya, dan carilah jalan tengah di antara kedua itu'”591

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik dari kaummu yang mengingkari engkau berdoa dengan membaca, "Ya Allah, ya Rahman", "Serulah Allah atau serulah ar-Rahman, dengan namaNya yang mana saja kalian menyeruNya, sesungguhnya kalian itu tengah menyeru Tuhan Yang Satu. Sebab, nama-namaNya itu husna (Mahabaik)." Dan janganlah eng kau mengeraskan suaramu di dalam shalatmu sehingga kaum musyrikin mendengarmu, dan janganlah engkau lirihkan sehingga para sahabatmu tidak mendengarmu. Bersikaplah tengah-tengah antara keras dan lirih.


[591] Maksudnya, janganlah membaca ayat al-Qur'an dalam shalat terlalu keras atau terlalu pelan, tetapi cukuplah sekedar dapat didengar oleh makmum.

وَقُلِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى لَمْ يَتَّخِذْ وَلَدًا وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ شَرِيكٌ فِى ٱلْمُلْكِ وَلَمْ يَكُن لَّهُۥ وَلِىٌّ مِّنَ ٱلذُّلِّ ۖ وَكَبِّرْهُ تَكْبِيرًۢا

(111) "Dan katakanlah, 'Segala puji bagi Allah Yang tidak mengambil anak dan tidak mempunyai sekutu dalam kerajaan(Nya) dan tidak membutuhkan penolong (untuk menjagaNya) dari kehinaan, dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sebenar-benarnya'."

Dan katakanlah wahai Rasul, "Segala puji bagi Allah yang memiliki sifat kesempurnaan dan pujian-pujian, yang Mahasuci dari memiliki anak dan sekutu dalam uluhiyahNya, dan Dia tidak mempunyai pembela dari makhlukNya. Dia Mahakaya lagi Mahakuat, sedang mereka itu ke kurangan lagi membutuhkan kepadaNya. Dan agungkanlah Dia dengan pengagungan yang sempurna dengan memujiNya dan hanya beribadah kepadaNya, tiada sekutu bagiNya serta mengikhlaskan seluruh agama (ketaatan) hanya kepadaNya."