Isi Tafsir Al-Qur'an

An Nahl

BUKTI-BUKTI KEBESARAN ALLAH DALAM KEHIDUPAN ALAM SEMESTA
Kepastian Hari Kiamat dan Kebenaran Wahyu

أَتَىٰٓ أَمْرُ ٱللَّهِ فَلَا تَسْتَعْجِلُوهُ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(1) "Ketetapan Allah553 pasti datang, maka janganlah kalian meminta agar disegerakan (datang) nya. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan"

Telah dekat kedatangan Hari Kiamat dan keputusan Allah untuk mengazab kalian wahai orang-orang kafir, maka janganlah kalian meminta untuk disegerakan datangnya azab itu lantaran hasrat memperolok ancaman Rasul kepada kalian. Allah Mahasuci dari perbuatan syirik dan sekutu-sekutu.


[553] Yakni, Hari Kiamat yang telah diancamkanNya kepada orang-orang musyrik.

يُنَزِّلُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ بِٱلرُّوحِ مِنْ أَمْرِهِۦ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦٓ أَنْ أَنذِرُوٓاْ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّآ أَنَا۠ فَٱتَّقُونِ

(2) "Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah- Aya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya, yaitu, 'Peringatkanlah oleh kalian, bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Aku, maka hendaklah kalian bertakwa kepadaKu'."

Allah menurunkan malaikat dengan membawa wahyu berdasar perintahNya kepada siapa saja yang dikehendakiNya dari hamba-hambaNya yang diutus sebagai rasul-rasul (yang berisi perintah), "Peringatkanlah manusia dari perbuatan syirik, dan bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Aku. Maka takutlah kepadaKu dengan menjalankan kewajiban-kewajiban yang Aku tetapkan dan mengesakan Aku dalam peribadahan dan keikhlasan."

Alam Itu Merupakan Suatu Kesatuan yang Membuktikan Kekuasaan Sang Maha Pencipta

خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ تَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(3) "Dia menciptakan langit dan bumi dengan haq.554 Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan."

Allah menciptakan langit dan bumi dengan haq, agar para hamba dapat mengambil petunjuk dengan keduanya tentang keagungan Pencipta keduanya, dan bahwasanya Dia satu-satuNya Dzat yang berhak diibadahi. Allah Mahasuci dan Mahaagung dari perbuatan syirik mereka.


[554] Lihat catatan kaki Surat Yunus: 5.

خَلَقَ ٱلْإِنسَٰنَ مِن نُّطْفَةٍ فَإِذَا هُوَ خَصِيمٌ مُّبِينٌ

(4) "Dia telah menciptakan manusia dari mani, tapi ternyata dia menjadi pembantah yang nyata."

Dia menciptakan manusia dari setetes air yang hina, tiba-tiba dia kemudian menjadi bertenaga kuat lagi teperdaya dengan dirinya, lalu menjelma menjadi manusia yang amat besar permusuhan dan perdebatannya kepada Tuhannya dalam mengingkari Hari Kebangkitan dan perkara lainnya, seperti dalam FirmanNya (tentang perkataan mereka),

مَن يُحْىِ ٱلْعِظَٰمَ وَهِىَ رَمِيمٌ
"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang yang telah hancur- luluh?" (Yasin: 78),
dan ia melupakan Allah Yang telah menciptakannya dari tidak ada.

وَٱلْأَنْعَٰمَ خَلَقَهَا ۗ لَكُمْ فِيهَا دِفْءٌ وَمَنَٰفِعُ وَمِنْهَا تَأْكُلُونَ

(5) "Dan Dia telah menciptakan binatang ternak untuk kalian; padanya ada (bulu) yang menghangatkan dan berbagai manfaat, dan sebagiannya kalian makan."

Dan binatang-binatang ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, Allah menciptakannya bagi kalian wahai sekalian manusia, dan Dia menjadikan pada bulu domba dan bulu unta sumber kehangatan dan manfaat-manfaat lainnya yang berasal dari air susu, kulit dan sebagai tunggangan, dan sebagiannya kalian konsumsi.

وَلَكُمْ فِيهَا جَمَالٌ حِينَ تُرِيحُونَ وَحِينَ تَسْرَحُونَ

(6) "Dan kalian memperoleh (pandangan) keindahan padanya, ketika kalian membawa (nya) kembali ke kandang dan ketika kalian melepaskan (nya) ke tempat penggembalaan

Dan bagi kalian padanya ada sumber keindahan yang mendatangkan kebahagiaan bagi kalian, tatkala kalian membawanya pulang kembali ke kandang-kandangnya di waktu sore, dan ketika kalian mengeluarkannya ke tempat penggembalaan di waktu pagi hari.

وَتَحْمِلُ أَثْقَالَكُمْ إِلَىٰ بَلَدٍ لَّمْ تَكُونُواْ بَٰلِغِيهِ إِلَّا بِشِقِّ ٱلْأَنفُسِ ۚ إِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(7) "Dan ia memikul beban-beban kalian ke suatu negeri yang kalian tidak sanggup sampai kepadanya, melainkan dengan susah payah. Sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Dan binatang-binatang ternak ini mengangkut barang-barang bawaan kalian yang berat menuju negeri yang jauh, tempat yang kalian tidak mampu untuk mencapainya kecuali dengan tenaga besar dari kalian dan susah payah. Sesungguhnya Tuhan kalian sungguh Maha Pengasih lagi Maha Penyayang dikarenakan Dia memudahkan bagi kalian apa yang kalian butuhkan. Maka bagiNya segala puji dan bagiNya rasa syukur.

وَٱلْخَيْلَ وَٱلْبِغَالَ وَٱلْحَمِيرَ لِتَرْكَبُوهَا وَزِينَةً ۚ وَيَخْلُقُ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(8) "Dan (Dia telah menciptakan) kuda, baghal,555 dan keledai, untuk kalian kendarai dan sebagai hiasan. Dan Allah juga menciptakan apa yang tidak kalian ketahui

Dan Dia menciptakan bagi kalian kuda, baghal dan keledai, agar kalian menungganginya dan berfungsi sebagai perhiasan dan pesona indah bagi kalian. Dan Dia menciptakan bagi kalian berbagai macam sarana transportasi dan lain-lain yang kalian tidak memiliki pengetahuan tentang itu sama sekali, agar kalian bertambah iman dan syukur kepadaNya.


[555] Baghal yaitu peranakan kuda dengan keledai

وَعَلَى ٱللَّهِ قَصْدُ ٱلسَّبِيلِ وَمِنْهَا جَآئِرٌ ۚ وَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ

(9) 'Dan hak Allah-lah (menjelaskan) jalan yang lurus (kepada hidayah), dan di antara jalan-jalan ada yang menyimpang. Dan jikalau Dia menghendaki, tentulah Dia memberi petunjuk untuk kalian semua (kepada jalan yang benar)."

Dan tanggung jawab Allah untuk menjelaskan jalan yang lurus untuk menunjuki kalian, yaitu Islam. Dan di antara jalan, ada lorong bengkok yang tidak mengantarkan menuju hidayah, yaitu setiap ajaran yang bertentangan dengan Islam, dari berbagai bentuk ideologi dan keyakinan. Kalau seandainya Allah menghendaki memberikan kalian hidayah, niscaya Dia memberikan kalian semuanya hidayah kepada Iman.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً ۖ لَّكُم مِّنْهُ شَرَابٌ وَمِنْهُ شَجَرٌ فِيهِ تُسِيمُونَ

(10) "Dia-lah Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kalian, sebagiannya menjadi minuman dan sebagiannya menyuburkan tumbuh-tumbuhan, yang pada (tempat tumbuhnya) kalian menggembalakan ternak kalian."

Dia-lah yang menurunkan bagi kalian hujan dari awan, lalu menjadikan darinya bagi kalian air yang kalian minum, dan menumbuhkan dengannya pepohonan yang kalian menggembalakan ternak-ternak kalian padanya, dan air susu dan manfaatnya juga kembali untuk kalian.

يُنۢبِتُ لَكُم بِهِ ٱلزَّرْعَ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلنَّخِيلَ وَٱلْأَعْنَٰبَ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(11) "Dia menumbuhkan bagi kalian dengan air hujan itu tanaman; zaitun, kurma, anggur, dan segala macam buah-buahan. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (Kuasa Allah) bagi kaum yang memikirkan."

Dia mengeluarkan bagi kalian dengan satu jenis air ini berbagai tanaman yang bermacam-macam, dan Dia mengeluarkan dengannya zaitun, pohon kurma dan anggur, dan mengeluarkan dengannya beragam hasil panenan dan buah-buahan. Sesungguhnya pada kejadian munculnya berbagai macam buah-buahan terdapat petunjuk yang jelas bagi kaum yang merenungi dan mau mengambil pelajaran.

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ وَٱلنُّجُومُ مُسَخَّرَٰتٌۢ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

(12) "Dan Dia menundukkan untuk kalian malam dan siang, matahari dan bulan. Dan bintang-bintang itu juga ditundukkan (untuk kalian) dengan perintahNya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi kaum yang memahami (nya)"

Dan Dia menundukkan malam bagi kalian untuk waktu istirahat kalian dan siang hari untuk mencari penghidupan bagi kalian, dan Dia menundukkan bagi kalian matahari yang bersinar yang menerangi dan bulan sebagai cahaya, serta guna mengetahui tahun-tahun dan perhitungan waktu dan manfaat-manfaat lainnya, dan bintang-bintang dikendalikan bagi kalian berdasar perintah Allah untuk mengenal waktu-waktu, masaknya buah-buahan dan hasil-hasil tanaman, serta sebagai arah penunjuk dalam kegelapan malam. Sesungguhnya dalam pengendalian semua itu terdapat petunjuk-petunjuk yang jelas bagi kaum yang memahami hujjah- hujjah dan bukti-bukti kebenaran dari Allah.

وَمَا ذَرَأَ لَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُخْتَلِفًا أَلْوَٰنُهُۥٓ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ

(13) "Dan Dia (menundukkan pula) apa yang Dia ciptakan untuk kalian di bumi ini dengan berbagai (jenis dan) macam warnanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah) bagi kaum yang mengambil pelajaran."

Dan Dia menundukkan bagi kalian apa yang diciptakanNya di bumi berupa binatang-binatang ternak, buah-buahan, bahan-bahan tambang dan lain-lain yang berbeda-beda warna dan kegunaannya. Sesungguhnya dalam penciptaan obyek-obyek tersebut dan perbedaan warna dan kegunaannya benar-benar terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan menyadari bahwa dalam pengendalian hal-hal tersebut terdapat tanda-tanda yang menunjukkan keesaan Allah dan keesaanNya untuk diibadahi.

وَهُوَ ٱلَّذِى سَخَّرَ ٱلْبَحْرَ لِتَأْكُلُواْ مِنْهُ لَحْمًا طَرِيًّا وَتَسْتَخْرِجُواْ مِنْهُ حِلْيَةً تَلْبَسُونَهَا وَتَرَى ٱلْفُلْكَ مَوَاخِرَ فِيهِ وَلِتَبْتَغُواْ مِن فَضْلِهِۦ وَلَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(14) "Dan Dia-lah AUah Yang menundukkan lautan (untuk kalian), agar kalian dapat memakan darinya daging yang segar (ikan), dan kalian mengeluarkan dari lautan itu perhiasan yang kalian pakai; dan kamu melihat kapal berlayar membelahnya (laut), dan supaya kalian mencari karuniaNya, dan supaya kalian bersyukur."

Dan Dia-lah yang menundukkan laut bagi kalian, agar kalian dapat mengonsumsi daging yang segar dari apa yang kalian buru dari hasil ikannya, dan kalian dapat menambang darinya jenis perhiasan yang kalian kenakan seperti intan dan permata. Dan kamu melihat kapal-kapal besar membelah permukaan air laut, berlayar pergi dan datang, dan kalian me- numpanginya, untuk mencari rizki Allah melalui perniagaan dan meraup keuntungan di dalamnya. Dan mudah-mudahan kalian mensyukuri Allah atas besarnya kenikmatanNya pada kalian, sehingga tidak menyembah selainNya.

وَأَلْقَىٰ فِى ٱلْأَرْضِ رَوَٰسِىَ أَن تَمِيدَ بِكُمْ وَأَنْهَٰرًا وَسُبُلًا لَّعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

(15) "Dan Dia memancangkan gunung-gunung di bumi agar bumi itu tidak goncang bersama kalian, (dan Dia menciptakan) sungai-sungai dan jalan-jalan agar kalian mendapat petunjuk,"

Dan Dia menancapkan di dalam bumi gunung-gunung yang menguatkannya sehingga bumi tetap stabil bersama kalian, dan menjadikan di dalamnya sungai-sungai agar kalian dapat minum darinya, dan menjadikan padanya jalan-jalan agar kalian memperoleh petunjuk, sehingga kalian dapat mencapai tempat-tempat yang kalian tuju.

وَعَلَٰمَٰتٍ ۚ وَبِٱلنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُونَ

(16) "(dan Dia juga menciptakan) tanda-tanda (petunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk (arah jalan)"

Dan menjadikan di muka bumi bermacam-macam rambu (tanda) yang kalian manfaatkan untuk mengetahui arah-arah jalan pada siang hari, dan menjadikan bintang-bintang sebagai sumber petunjuk di malam hari.

أَفَمَن يَخْلُقُ كَمَن لَّا يَخْلُقُ ۗ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(17) "Maka apakah (Allah) Yang menciptakan itu sama dengan yang tidak dapat menciptakan (apa-apa)? Maka mengapa kalian tidak mengambil pelajaran?"

Apakah pantas kalian menjadikan Allah yang menciptakan segala sesuatu ini dan obyek-obyek ciptaan lainnya dalam keberhakan untuk diibadahi berkedudukan sama dengan tuhan-tuhan fiktif yang tidak menciptakan apa pun? Tidakkah kalian mengingat keagungan Allah, lalu kalian mengesakanNya dalam peribadahan?

وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(18) "Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Jika kalian berusaha untuk mengetahui jumlah nikmat-nikmat yang tercurah pada kalian, niscaya kalian tidak akan sanggup memenuhi hitungan jumlahnya, dikarenakan jumlah dan jenisnya yang banyak. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun terhadap kalian lagi Maha Penyayang kepada kalian, sebab Dia memaafkan kekurangan kalian dalam mengerjakan kewajiban bersyukur, tetap tidak menghentikannya dari kalian meskipun kalian kurang bersyukur, dan tidak menimpakan pada kalian siksaan dengan segera.

وَٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تُسِرُّونَ وَمَا تُعْلِنُونَ

(19) "Dan Allah mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan"

Dan Allah mengetahui seluruh amal perbuatan kalian, baik yang kalian rahasiakan pada jiwa kalian maupun yang kalian tampakkan kepada orang lain, dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas perbuatan-perbuatan tersebut.

وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ لَا يَخْلُقُونَ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

(20) "Dan (berhala-berhala) yang mereka seru selain Allah, tidak dapat menciptakan sesuatu apa pun, justru berhala-berhala itulah yang diciptakan."

Dan tuhan-tuhan sesembahan yang disembah oleh kaum musyrikin tidak mampu menciptakan apa pun, meskipun barang yang amat kecil. Sebab tuhan-tuhan sesembahan itu (juga) makhluk-makhluk yang diciptakan sendiri oleh orang-orang kafir dengan tangan-tangan mereka. Bagaimana bisa mereka menyembahnya?

أَمْوَٰتٌ غَيْرُ أَحْيَآءٍ ۖ وَمَا يَشْعُرُونَ أَيَّانَ يُبْعَثُونَ

(21) "(Berhala-berhala itu) adalah benda mati, tidak hidup, dan berhala-berhala itu tidak mengetahui kapankah para penyembahnya akan dibangkitkan."

Tuhan-tuhan sesembahan itu adalah benda-benda mati, tidak ada kehidupan padanya, dan tidak mengetahui kapan waktu Allah membangkitkan para penyembahnya. Tuhan-tuhan sesembahan itu bersama mereka dijerumuskan bersama-sama ke dalam neraka pada Hari Kiamat.

Ketakaburan Menjadikan Seseorang Mengingkari Kebenaran

إِلَٰهُكُمْ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۚ فَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ قُلُوبُهُم مُّنكِرَةٌ وَهُم مُّسْتَكْبِرُونَ

(22) "Tuhan (sesembahan) kalian adalah Sesembahan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Akhirat, hati mereka mengingkari (keesaan Allah), dan mereka adalah orang-orang yang sombong."

Tuhan sesembahan kalian yang berhak diibadahi, Dia-lah Allah, Sesembahan Yang Maha Esa. Maka orang-orang yang tidak beriman kepada Hari Kebangkitan, hati mereka mengingkari keesaan Allah M, karena ketidaktakutan mereka kepada Allah. Mereka menyombongkan diri untuk menerima kebenaran dan (juga tidak mau) beribadah hanya kepada Allah semata.

لَا جَرَمَ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْتَكْبِرِينَ

(23) "Tidak diragukan lagi bahwasanya Allah mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong."

Sudah pasti, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan, dari bentuk-bentuk keyakinan, ucapan-ucapan dan tindakan-tindakan, dan apa yang mereka tampakkan darinya, dan Dia akan memberikan balasan kepada mereka atas perkara-perkara tersebut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang menyombongkan diri untuk beribadah dan tunduk kepadaNya, dan akan memberikan balasan kepada mereka atas hal-hal tersebut.

وَإِذَا قِيلَ لَهُم مَّاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۙ قَالُوٓاْ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(24) "Dan apabila dikatakan terhadap mereka,'Apakah yang telah diturunkan Tuhan kalian ?' Mereka menjawab, Dongeng-dongengan orang-orang dahulu

Dan apabila kaum musyrikin ditanya soal wahyu yang turun kepada Nabi , mereka dengan dusta dan bohong mengatakan, "Tidaklah ia datang membawa sesuatu kecuali kisah-kisah orang-orang terdahulu dan dongeng-dongeng kebatilan mereka".

لِيَحْمِلُوٓاْ أَوْزَارَهُمْ كَامِلَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۙ وَمِنْ أَوْزَارِ ٱلَّذِينَ يُضِلُّونَهُم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

(25) "(Ucapan mereka) menyebabkan mereka memikul dosa-dosa mereka dengan sepenuhnya pada Hari Kiamat, dan sebagian dosa-dosa orang-orang yang mereka sesatkan yang tidak mengetahui sedikit pun (bahwa mereka disesatkan). Ingatlah, amat buruklah dosa yang mereka pikul itu."

Kesudahan mereka adalah akan memikul dosa-dosa mereka secara penuh pada Hari Kiamat, tidak ada dosa apa pun yang diampuni dari mereka, dan sekaligus memikul dosa-dosa orang-orang yang mereka kelabui untuk menjauhkan orang-orang tersebut dari Islam, tanpa mengurangi dosa-dosa mereka sendiri. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul berupa dosa-dosa.

Orang yang Berbuat Makar Pasti Mengalami Kehancuran

قَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَأَتَى ٱللَّهُ بُنْيَٰنَهُم مِّنَ ٱلْقَوَاعِدِ فَخَرَّ عَلَيْهِمُ ٱلسَّقْفُ مِن فَوْقِهِمْ وَأَتَىٰهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ

(26) "Sungguh orang-orang yang sebelum mereka telah mengadakan makar,; maka Allah menghancurkan rumah-rumah mereka dari fondasinya, lalu atap (rumah itu) jatuh menimpa mereka dari atas, dan datanglah azab itu kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari."

Dan sesungguhnya orang-orang kafir telah merencanakan berbagai tipu daya terhadap rasul-rasul yang diutus kepada mereka dan misi mendakwahkan kebenaran yang mereka bawa. Kemudian Allah datang menghancurkan bangunan-bangunan rumah mereka dari dasar dan pondasinya, sehingga atapnya menjatuhi mereka dari atas, dan datanglah kepada mereka kebinasaan melalui tempat tinggal mereka yang aman, lantaran mereka tidak berpikir dan tidak menyangka-nyangka kebinasaan mereka muncul dari dalam rumah mereka.

ثُمَّ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ يُخْزِيهِمْ وَيَقُولُ أَيْنَ شُرَكَآءِىَ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تُشَٰٓقُّونَ فِيهِمْ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْعِلْمَ إِنَّ ٱلْخِزْىَ ٱلْيَوْمَ وَٱلسُّوٓءَ عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

(27) "Kemudian pada Hari Kiamat Allah menghinakan mereka dan berfirman, 'Di manakah sekutu-sekutuKu itu (yang karena membelanya) kalian selalu memusuhi mereka (para nabi dan orang-orang Mukmin)?' Berkatalah orang-orang yang telah diberi ilmu,556 'Sesungguhnya kehinaan dan keburukan (azab) pada hari ini ditimpakan atas orang-orang yang kafir'."

Kemudian pada Hari Kiamat, Allah akan mempermalukan mereka dengan menjatuhkan siksaan dan menghinakan mereka dengannya, dan Dia berfirman, "Manakah sekutu-sekutuKu dari tuhan-tuhan selain Aku yang kalian sembah, agar mereka menyingkirkan siksaan dari kalian, sedang kalian dahulu memerangi nabi-nabi dan kaum Mukminin dan memusuhi mereka untuk membela tuhan-tuhan itu?" Para ulama rabbani mengatakan, "Sesungguhnya kehinaan dan siksaan pada hari ini menimpa orang-orang yang kafir kepada Allah dan rasul-rasulNya".


[556] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa mereka adalah para ulama. Ada juga yang mengatakan, para nabi, dan ada yang mengatakan, para malaikat.

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ ظَالِمِىٓ أَنفُسِهِمْ ۖ فَأَلْقَوُاْ ٱلسَّلَمَ مَا كُنَّا نَعْمَلُ مِن سُوٓءٍ ۚ بَلَىٰٓ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(28) "(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan menzhalimi diri mereka sendiri (dengan bergelimang dosa), lalu mereka menyerahkan diri (sambil berkata), 'Kami sekali-kali tidak mengerjakan suatu keburukan pun.' (Malaikat menjawab), '(Kalian dusta), kalian telah melakukannya; sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kalian kerjakan'."

Yaitu orang-orang yang malaikat mencabut ruh-ruh mereka dalam keadaan mereka berbuat kezhaliman kepada diri mereka dengan kekafiran, lalu mereka berserah diri kepada ketetapan Allah ketika menyaksikan kematian (tiba), dan mereka mengingkari semua yang mereka sembah selain Allah, sembari berkata, "Kami tidaklah berbuat maksiat apa pun." Lalu dikatakanlah kepada mereka, "Kalian dusta, sebab sesungguhnya kalian dahulu melakukannya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan kalian semuanya, dan akan memberikan balasan kepada kalian karena itu."

فَٱدْخُلُوٓاْ أَبْوَٰبَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۖ فَلَبِئْسَ مَثْوَى ٱلْمُتَكَبِّرِينَ

(29) "Maka masukilah pintu-pintu Neraka Jahanam; kalian kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu."

Maka masuklah kalian ke dalam pintu-pintu Neraka Jahanam, kalian tidak akan keluar darinya selamanya. Itulah seburuk-buruk tempat tinggal bagi orang-orang yang sombong untuk beriman kepada Allah dan beribadah serta taat kepadaNya.

Balasan Bagi Orang-orang yang Bertakwa

۞ وَقِيلَ لِلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ مَاذَآ أَنزَلَ رَبُّكُمْ ۚ قَالُواْ خَيْرًا ۗ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةٌ ۚ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ ۚ وَلَنِعْمَ دَارُ ٱلْمُتَّقِينَ

(30) "Dan dikatakan kepada orang-orang yang bertakwa, ’Apakah yang telah diturunkan oleh Tuhan kalian?' Mereka menjawab, 'Kebaikan.' Orang-orang yang berbuat baik di dunia ini mendapat (pembalasan) yang baik. Dan sungguh negeri akhirat adalah lebih baik dan itulah sebaik-baik tempat bagi orang-orang yang bertakwa"

Dan apabila dikatakan kepada orang-orang Mukmin yang takut kepada Allah, "Apakah yang diturunkan oleh Allah kepada Nabi Muhammad ?" Mereka menjawab, "Allah menurunkan padanya kebaikan dan kebenaran." Bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya di dunia ini, dan mengajak hamba-hamba Allah untuk beriman dan beramal shalih, ada kemuliaan yang agung berupa kemenangan bagi mereka di dunia dan keluasan rizki. Dan sungguh negeri akhirat lebih baik dan lebih agung bagi mereka daripada apa yang diberikan kepada mereka di dunia. Dan sesungguhnya sebaik-baik tempat tinggal bagi orang-orang yang bertakwa lagi takut kepada Allah adalah negeri akhirat.

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ لَهُمْ فِيهَا مَا يَشَآءُونَ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْزِى ٱللَّهُ ٱلْمُتَّقِينَ

(31) "(Yaitu) surga-surga Adn yang akan mereka masuki, yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalamnya mereka mendapat segala apa yang mereka inginkan. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa."

(Yaitu) surga-surga tempat hunian bagi mereka, tempat mereka bermukim di sana, mereka tidak keluar darinya selamanya, sungai-sungai mengalir di bawah pepohonan dan istana-istananya. Bagi mereka di dalamnya apa saja yang diinginkan oleh jiwa-jiwa mereka. Dengan balasan yang baik seperti ini, Allah akan membalas orang-orang yang takut kepadaNya dan bertakwa kepadaNya.

ٱلَّذِينَ تَتَوَفَّىٰهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ طَيِّبِينَ ۙ يَقُولُونَ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمُ ٱدْخُلُواْ ٱلْجَنَّةَ بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(22) "(Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik557 oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), 'Salamun 'alaikum,558 masuklah kalian ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kalian kerjakan'"

(Yaitu) orang-orang yang malaikat mencabut ruh-ruh mereka, sedang hati mereka bersih dari kekafiran. Malaikat berkata kepada mereka, "Salamun 'alaikum, ini merupakan penghormatan khusus bagi kalian, dan semoga kalian mendapat keselamatan dari seluruh keburukan. Masuklah kalian ke dalam surga berkat apa yang kalian perbuat berupa keimanan kepada Allah dan ketundukan terhadap perintahNya."


[557] Maksudnya, wafat dalam keadaan suci dari kekafiran dan kemaksiatan, atau dapat juga bermakna mereka wafat dalam keadaan senang karena ada berita gembira dari malaikat bahwa mereka akan masuk surga.

[558] Artinya, selamat sejahtera bagi kalian.

Orang yang Binasa Karena Perbuatannya Sendiri

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ أَمْرُ رَبِّكَ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ وَمَا ظَلَمَهُمُ ٱللَّهُ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(33) ”Tidak ada yang mereka (orang-orang kafir) tunggu-tunggu kecuali datangnya para malaikat kepada mereka559 atau datangnya keputusan Tuhanmu.560 Demikianlah yang telah diperbuat oleh orang-orang (kafir) sebelum mereka. Allah tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang selalu menzhalimi diri mereka sendiri’."

Kaum musyrikin tidaklah menunggu-nunggu kecuali malaikat yang datang kepada mereka untuk mencabut ruh-ruh mereka dalam keadaan mereka kafir, atau ketetapan Allah yang datang dengan membawa siksaan yang disegerakan yang membinasakan mereka. Sebagaimana mereka telah mendustakan, orang-orang kafir sebelumnya juga telah mendustakan, lalu Allah membinasakan mereka. Dan tidaklah Allah menzhalimi mereka saat membinasakan mereka dan menimpakan siksaan pada mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri dengan perbuatan yang menjadikan mereka pantas dikenai siksaan.


[559] Yakni, kedatangan malaikat untuk mencabut nyawa mereka.

[560] Yakni, kedatangan azab dari Allah untuk memusnahkan mereka.

فَأَصَابَهُمْ سَيِّـَٔاتُ مَا عَمِلُواْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(34) "Maka mereka ditimpa oleh (akibat) keburukan apa yang telah mereka perbuat dan mereka diliputi oleh apa (azab) yang selalu mereka perolok-olokkan."

Kemudian turunlah pada mereka hukuman akibat dosa-dosa mereka yang dahulu mereka perbuat, dan siksaan yang dahulu mereka olok-olok mengepung mereka.

وَقَالَ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا عَبَدْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ نَّحْنُ وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن دُونِهِۦ مِن شَىْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ فَعَلَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ فَهَلْ عَلَى ٱلرُّسُلِ إِلَّا ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

(35) "Dan berkatalah orang-orang musyrik, 'Kalau Allah menghendaki, niscaya kami tidak akan menyembah sesuatu apa pun selain Dia; baik kami maupun bapak-bapak kami, dan tidak pula kami mengharamkan sesuatu pun tanpa (izin) Nya.' Demikianlah yang diperbuat orang-orang sebelum mereka; maka tidak ada kewajiban alas para rasul, kecuali menyampaikan (amanah Allah) dengan terang."

Dan orang-orang musyrik berkata, "Sekiranya Allah menghendaki kami hanya menyembahNya saja, pastilah kami tidak menyembah siapa pun selainNya, baik kami maupun bapak-bapak kami sebelumnya, dan kami tidak pula mengharamkan sesuatu yang tidak diharamkanNya. Dengan dalih batil seperti ini, orang-orang kafir terdahulu membela diri, sedang mereka adalah orang-orang yang bohong. Sebab sesungguhnya Allah telah memerintahkan mereka dan melarang mereka, serta memberikan kepada mereka kemampuan untuk melaksanakan kewajiban yang dibebankanNya pada mereka, dan mengadakan bagi mereka kekuatan dan kehendak yang menjadi pangkal perbuatan-perbuatan mereka. Maka pembelaan diri mereka dengan mempergunakan Qadha' dan Qadar, adalah usaha yang paling batil, setelah adanya peringatan para rasul kepada mereka. Tidaklah ada kewajiban atas rasul-rasul yang memperingatkan mereka selain hanya menyampaikan dengan jelas apa yang dibebankan terhadap mereka.

Tiap-tiap Umat Mempunyai Rasul yang Diutus Untuk Menerangkan Kebenaran

وَلَقَدْ بَعَثْنَا فِى كُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولًا أَنِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجْتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ ۖ فَمِنْهُم مَّنْ هَدَى ٱللَّهُ وَمِنْهُم مَّنْ حَقَّتْ عَلَيْهِ ٱلضَّلَٰلَةُ ۚ فَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

(36) "Dan sungguh Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan), 'Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut561 itu,' maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antara mereka orang-orang yang telah pasti kesesatan padanya. Maka berjalanlah kalian di muka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)."

Dan sungguh Kami telah mengutus di tengah setiap umat yang telah berlalu seorang rasul yang memerintahkan mereka untuk beribadah kepada Allah dan taat kepadaNya serta meninggalkan penyembahan kepada selainNya, seperti kepada setan-setan, patung-patung dan orang- orang mati dan lain sebagainya yang dijadikan sebagai penolong selain Allah. Maka di antara mereka ada yang diberi hidayah oleh Allah, lalu mengikuti rasul-rasul, dan di antara mereka terdapat penentang keras yang mengikuti jalan menyimpang, sehingga jatuhlah ketetapan sesat padanya. Allah tidak memberikan taufik kepadanya. Maka berjalanlah di muka bumi dan saksikanlah dengan mata kepala kalian bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan dan kehancuran yang menimpa mereka, agar kalian dapat mengambil pelajaran.


[561] Thaghut adalah segala sesuatu yang disembah selain Allah .

إِن تَحْرِصْ عَلَىٰ هُدَىٰهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى مَن يُضِلُّ ۖ وَمَا لَهُم مِّن نَّٰصِرِينَ

(37) "Jika kamu sangat mengharapkan agar mereka mendapat petunjuk, maka sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang yang Dia sesatkan, dan sekali-kali mereka tidak mempunyai penolong."

Jika kamu wahai Rasul, mengerahkan usahamu dengan habis- habisan untuk menuntun orang-orang musyrik menuju hidayah, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang yang sesat, dan mereka sekali-kali tidak mempunyai penolong selain Allah yang akan menolong mereka dan menolak siksaan dari mereka.

وَأَقْسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ ۙ لَا يَبْعَثُ ٱللَّهُ مَن يَمُوتُ ۚ بَلَىٰ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(38) "Mereka bersumpah dengan Nama Allah dengan sumpah mereka yang sungguh-sungguh, 'Allah tidak akan membangkitkan orang yang mati.' (Tidak demikian), bahkan (pasti Allah akan membangkitkannya), sebagai suatu janji yang benar dariNya, akan tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Dan orang-orang yang mempersekutukan Allah bersumpah dengan sumpah-sumpah kuat, bahwa sesungguhnya Allah tidak akan membangkitkan orang yang sudah mati setelah jasadnya hancur lagi tercerai-berai. Justru sebaliknya, Allah akan membangkitkan mereka dengan pasti, sebagai janji yang benar dariNya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak menyadari Kuasa Allah untuk membangkitkan orang yang telah mati, sehingga mereka mengingkari perkara tersebut.

لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَٰذِبِينَ

(39) "Agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan agar orang-orang kafir itu mengetahui bahwasanya mereka dahulu (di dunia) adalah orang-orang yang berdusta "

Allah akan membangkitkan semua hamba untuk menerangkan kepada mereka kebenaran perkara kebangkitan yang mereka perselisihkan. Kemudian orang-orang Mukmin akan mengetahui bahwa mereka sesungguhnya berada di atas kebenaran, dan orang-orang kafir akan sadar bahwa sesungguhnya mereka berada di atas kebatilan dan sesungguhnya mereka telah berbohong ketika dahulu bersumpah soal tidak ada kebangkitan.

إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَىْءٍ إِذَآ أَرَدْنَٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ

(40) "Sesungguhnya perkataan Kami terhadap sesuatu apabila Kami menghendakinya, Kami hanya mengatakan kepadanya, 'Jadilah? maka ia pun jadi"

Sesungguhnya urusan membangkitkan (orang-orang yang telah mati) merupakan perkara mudah bagi Kami. Sesungguhnya Kami bila menghendaki sesuatu, Kami hanya berfirman, "Jadilah," maka kemudian ia terjadi dan terwujud.

وَٱلَّذِينَ هَاجَرُواْ فِى ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مَا ظُلِمُواْ لَنُبَوِّئَنَّهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَلَأَجْرُ ٱلْءَاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ

(41) "Dan orang-orang yang berhijrah karena Allah sesudah mereka dizhalimi, pasti Kami akan memberikan tempat yang baik bagi mereka di dunia. Dan sungguh pahala di akhirat benar-benar lebih besar, kalau mereka mengetahui"

Dan orang-orang yang meninggalkan negeri-negeri mereka karena Allah, lalu mereka berhijrah setelah mengalami tindakan kezhaliman, pastilah Kami akan menempatkan mereka di dunia ke dalam tempat tinggal yang baik, dan ganjaran akhirat itu lebih besar, sebab pahala mereka di sana adalah surga, seandainya orang-orang yang tidak berhijrah mengetahui dengan seyakin-yakinnya ganjaran dan pahala yang ada di sisi Allah bagi orang-orang yang berhijrah di jalanNya, niscaya tidak ada orang yang tertinggal dari berhijrah.

ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(42) "(yaitu) orang-orang yang bersabar dan hanya kepada Tuhan mereka saja mereka bertawakal

Orang-orang yang berhijrah di jalan Allah, mereka itulah orang- orang yang bersabar dalam menjalankan perintah-perintah Allah, menghadapi larangan-laranganNya dan menjalani takdir-takdirNya yang menyakitkan. Dan kepada Tuhan mereka saja mereka bergantung, sehingga mereka berhak menggapai kedudukan yang agung ini.

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِمْ ۚ فَسْـَٔلُوٓاْ أَهْلَ ٱلذِّكْرِ إِن كُنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

(43) "Dan Kami tidak mengutus sebelummu, kecuali kaum laki-laki yang Kami beri wahyu kepada mereka; maka bertanyalah kepada orang-orang yang mempunyai pengetahuan562 jika kalian tidak mengetahui

Dan tidaklah Kami mengutus di tengah orang-orang terdahulu sebelummu wahai Rasul, kecuali utusan-utusan dari kaum lelaki bangsa manusia, bukan dari kalangan malaikat, yang Kami berikan wahyu kepada mereka. Dan bila kalian wahai kaum musyrikin Quraisy, tidak mengimaninya, maka tanyakanlah kepada umat-umat terdahulu yang diberi kitab suci, supaya mereka mengabarkan kepada kalian bahwa sesungguhnya nabi-nabi dahulu berwujud manusia-manusia, jika kalian tidak mengetahui bahwa mereka itu adalah manusia-manusia biasa (juga). Ayat ini bersifat umum pada setiap masalah-masalah agama, jika seseorang manusia tidak memiliki pengetahuan tentangnya, hendaknya ia bertanya kepada orang yang mengetahuinya dari ulama-ulama yang berilmu mendalam.


[562] Yakni, orang-orang yang mempunyai pengetahuan tentang kitab-kitab suci.

بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَٱلزُّبُرِ ۗ وَأَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلذِّكْرَ لِتُبَيِّنَ لِلنَّاسِ مَا نُزِّلَ إِلَيْهِمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

(44) 'Kami mengutus mereka) dengan membawa keterangan-keterangan dan kitab-kitab. Dan Kami turunkan kepadamu adz-Dzikr (al-Qur'an), agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka563 supaya mereka memikirkan

Cif Dan Kami utus rasul-rasul terdahulu dengan membawa bukti- bukti jelas dan kitab-kitab suci dari langit, dan Kami turunkan al-Qur'an kepadamu wahai Rasul, supaya kamu mcnjelaskan kepada manusia makna-makna dan hukum-hukumnya yang masih samar, dan agar mereka merenunginya dan memperoleh petunjuk dengannya.


[563] Yakni, perintah, larangan, aturan, dan sebagainya yang terkandung dalam al-Qur'an.

أَفَأَمِنَ ٱلَّذِينَ مَكَرُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ أَن يَخْسِفَ ٱللَّهُ بِهِمُ ٱلْأَرْضَ أَوْ يَأْتِيَهُمُ ٱلْعَذَابُ مِنْ حَيْثُ لَا يَشْعُرُونَ . أَوْ يَأْخُذَهُمْ فِى تَقَلُّبِهِمْ فَمَا هُم بِمُعْجِزِينَ . أَوْ يَأْخُذَهُمْ عَلَىٰ تَخَوُّفٍ فَإِنَّ رَبَّكُمْ لَرَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(45-47) "Maka apakah orang-orang yang membuat makar yang jahat itu merasa aman bahwa Allah akan membenamkan bumi bersama mereka, atau azab datang kepada mereka dari arah yang tidak mereka sadari, atau Allah mengazab mereka di waktu mereka dalam perjalanan mereka ke sana ke mari, maka mereka sekali-kali tidak bisa (melakukan sesuatu pun yang) melemahkan (Allah, sehingga luput mengazab mereka), atau Allah mengazab mereka dengan berangsur-angsur (sampai mereka binasa semua).564 Maka sesungguhnya Tuhan kalian benar-benar Maha Pengasih lagi Maha Penyayang."

Apakah orang-orang kafir yang merencanakan berbagai macam tipu daya merasa aman kalau Allah membenamkan mereka ke dalam bumi sebagaimana yang Dia lakukan pada Qarun, atau Dia mendatangkan kepada mereka siksaan di tempat yang tidak mereka duga dan tidak mereka sangka-sangka, atau siksaan akan menimpa mereka, sedang mereka itu tengah mondar-mandir dalam perjalanan dan aktivitas mereka? Mereka tidak bisa mendahului Allah dan tidak bisa lolos dariNya serta selamat dari siksaanNya. Sebab sesungguhnya Allah Mahakuat yang tidak ada sesuatu pun yang melemahkanNya, atau Allah akan menyiksa mereka dengan berkurangnya harta benda mereka dan kebinasaan sebagian mereka, serta berkurangnya buah-buahan, atau dalam ketakutan mereka atas siksaanNya terhadap mereka. Sesungguhnya Tuhan kalian sayang kepada makhluk- makhlukNya dengan kasih sayang yang luas di dunia dan akhirat mereka.


[564] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa kata "تَخَوُّفٍ" bermakna dalam keadaan takut.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ إِلَىٰ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ يَتَفَيَّؤُاْ ظِلَٰلُهُۥ عَنِ ٱلْيَمِينِ وَٱلشَّمَآئِلِ سُجَّدًا لِّلَّهِ وَهُمْ دَٰخِرُونَ

(48) "Dan apakah mereka tidak memperhatikan segala sesuatu yang telah diciptakan Allah yang bayangannya berbolak-balik ke kanan dan ke kiri dalam keadaan bersujud kepada Allah, dan mereka tunduk (kepadaNya)?

Apakah orang-orang kafir itu buta mata, sehingga mereka tidak bisa melihat segala sesuatu yang Allah ciptakan yang memiliki bayangan, seperti gunung-gunung dan pepohonan, terkadang bayangannya condong ke arah kanan dan kadang ke arah kiri, lantaran mengikuti pergerakan matahari di waktu siang hari dan perjalanan bulan di malam hari, semuanya tunduk kepada keagungan dan kebesaran Tuhannya, dan semua berada di bawah pengendalian, pengaturan dan kekuasaanNya?

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ مِن دَآبَّةٍ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ وَهُمْ لَا يَسْتَكْبِرُونَ

(49) "Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang ada di langit dan semua makhluk yang berjalan (bernyawa) di bumi dan (juga) para malaikat, dan mereka tidak menyombongkan diri"

Dan kepada Allah semata bersujud segala yang ada di langit dan semua yang berjalan di bumi, dan malaikat juga bersujud kepada Allah, dan mereka tidak sombong untuk beribadah kepadaNya. Allah menyebut malaikat secara khusus setelah lafazh yang umum, karena keutamaan, kemuliaan dan banyaknya ibadah mereka.

يَخَافُونَ رَبَّهُم مِّن فَوْقِهِمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ ۩

(50) "Mereka takut kepada Tuhan mereka yang berada (dan berkuasa) di atas mereka dan melaksanakan apa yang diperintahkan (kepada mereka)."

Malaikat-malaikat takut kepada Tuhan mereka yang berada di atas mereka dengan dzat, kekuasaan, dan kesempurnaan sifat-sifatNya, dan mereka mengerjakan perintah yang ditujukan kepada mereka untuk taat kepadaNya. Di dalam ayat ini terkandung penetapan sifat 'uluw (Allah Mahatinggi) dan fauqiyyah (berada di atas makhlukNya) bagi Allah di atas seluruh makhlukNya, sesuai dengan keagungan dan kesempurnaanNya.

Manusia yang Dalam Keadaan Terjepit Ingat Kembali Kepada Allah .

۞ وَقَالَ ٱللَّهُ لَا تَتَّخِذُوٓاْ إِلَٰهَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ ۖ فَإِيَّٰىَ فَٱرْهَبُونِ

(51) "Allah berfirman, 'Janganlah kalian menyembah dua sesembahan; sesungguhnya Dia adalah Sesembahan Yang Maha Esa, maka hanya kepadaKu-lah hendaknya kalian takut."

Allah berfirman kepada hamba-hambaNya, "Janganlah kalian menyembah dua sesembahan. Sesungguhnya tuhan sesembahan kalian hanyalah Tuhan Yang Maha Tunggal, maka takutlah kepadaKu, tidak kepada selainKu."

وَلَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلَهُ ٱلدِّينُ وَاصِبًا ۚ أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ تَتَّقُونَ

(52) "Dan kepunyaanNya-lah segala apa yang ada di langit dan di bumi, dan untukNya-lah ketaatan itu selama-lamanya. Maka apakah kepada selain Allah kalian takut?"

Dan milik Allah-lah semua yang ada di langit dan di bumi sebagai ciptaan, milik dan hambaNya. Dan bagiNya semata peribadahan, ketaatan dan keikhlasan secara terus-menerus. Apakah pantas bagi kalian untuk takut kepada selain Allah dan menyembahnya?

وَمَا بِكُم مِّن نِّعْمَةٍ فَمِنَ ٱللَّهِ ۖ ثُمَّ إِذَا مَسَّكُمُ ٱلضُّرُّ فَإِلَيْهِ تَجْـَٔرُونَ

(53) "Dan apa saja nikmat yang ada pada kalian, maka itu dari Allah, dan bila kalian ditimpa oleh kemudaratan, maka hanya kepadaNya-lah kalian meminta pertolongan"

Dan apa saja yang ada pada kalian berupa kenikmatan hidayah, kesehatan jasmani, keluasan rizki dan anak dan lain-lain, maka itu adalah dari Allah semata, Dia-lah Pemberi kenikmatan-kenikmatan itu kepada kalian. Kemudian bila turun pada kalian penyakit, bala dan paceklik, maka kepada Allah-lah kalian riuh dengan doa.

ثُمَّ إِذَا كَشَفَ ٱلضُّرَّ عَنكُمْ إِذَا فَرِيقٌ مِّنكُم بِرَبِّهِمْ يُشْرِكُونَ

(54) "Kemudian apabila Dia telah menghilangkan kemudaratan itu dari kalian, malah sebagian dari kalian mempersekutukan (yang lain) dengan Tuhan mereka,"

Kemudian bila Dia mengangkat musibah dan wabah penyakit dari mereka, ternyata segolongan dari kalian yang telah dianugerahi keselamatan oleh Tuhan mereka malah mengadakan sekutu-sekutu dan penolong-penolong bersamaNya.

لِيَكْفُرُواْ بِمَآ ءَاتَيْنَٰهُمْ ۚ فَتَمَتَّعُواْ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

(55) "sehingga mereka kafir kepada nikmat yang telah Kami berikan kepada mereka. Maka bersenang-senanglah kalian, kelak kalian akan mengetahui (akibatnya) "

Biarlah mereka mengingkari nikmat-nikmat Kami pada mereka, yang di antara bentuknya ialah mengangkat musibah dari mereka. Maka bersenang-senanglah kalian dengan kehidupan dunia kalian, yang kesudahannya ialah akan sirna. Kalian akan mengetahui akibat tindakan kekafiran dan kedurhakaan kalian itu.

وَيَجْعَلُونَ لِمَا لَا يَعْلَمُونَ نَصِيبًا مِّمَّا رَزَقْنَٰهُمْ ۗ تَٱللَّهِ لَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَفْتَرُونَ

(56) "Dan mereka sediakan untuk apa-apa (berhala-berhala) yang tidak mengetahui (apa pun), bagian dari rizki yang telah Kami berikan kepada mereka. Demi Allah, kalian benar-benar akan ditanyai tentang kebohongan yang telah kalian buat-buat itu."

Dan di antara bentuk perbuatan buruk mereka, bahwa mereka sesungguhnya memperuntukkan bagi berhala-berhala yang mereka jadikan sebagai tuhan sesembahan, -padahal tuhan-tuhan itu tidak dapat mendatangkan manfaat dan mencelakai-, bagian dari harta benda mereka yang Allah rizkikan kepada mereka, sebagai sarana mendekatkan diri kepada sesembahan-sesembahan tersebut. Demi Allah, kalian akan dimintai pertanggungjawaban pada Hari Kiamat atas kedustaan yang kalian ada- adakan terhadap Allah.

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ ٱلْبَنَٰتِ سُبْحَٰنَهُۥ ۙ وَلَهُم مَّا يَشْتَهُونَ

(57) ”Dan mereka menetapkan bagi Allah anak-anak perempuan.565 Mahasuci Dia, sedang untuk mereka sendiri (mereka tetapkan) apa yang mereka sukai (yaitu anak-anak laki-laki)"

Dan orang-orang kafir mengadakan bagi Allah anak-anak perempuan. Mereka mengatakan, "Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah. Mahasuci Allah dari pernyataan mereka. Dan mereka menjadikan bagi diri mereka sesuatu yang mereka sukai, yaitu anak-anak laki-laki.


[565] Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak perempuan, yaitu malaikat-malaikaL

وَإِذَا بُشِّرَ أَحَدُهُم بِٱلْأُنثَىٰ ظَلَّ وَجْهُهُۥ مُسْوَدًّا وَهُوَ كَظِيمٌ

(58) "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, wajahnya menjadi hitam (merah padam), dan dia menahan (sedih dan marah)"

Dan apabila ada seseorang yang menyampaikan berita kepada salah seorang dari mereka tentang kelahiran anak perempuannya, maka menghitamlah wajahnya, lantaran kebenciannya terhadap berita yang ia dengar, dan hatinya sesak dengan perasaan gundah dan sedih.

يَتَوَٰرَىٰ مِنَ ٱلْقَوْمِ مِن سُوٓءِ مَا بُشِّرَ بِهِۦٓ ۚ أَيُمْسِكُهُۥ عَلَىٰ هُونٍ أَمْ يَدُسُّهُۥ فِى ٱلتُّرَابِ ۗ أَلَا سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

(59) "Dia menyembunyikan dirinya dari orang banyak, disebabkan buruknya berita yang disampaikan kepadanya; apakah dia akan memeliharanya dengan menanggung kehinaan ataukah akan menguburkannya ke dalam tanah (hidup- hidup)? Ketahuilah, alangkah buruknya apa yang mereka tetapkan itu."

Dia akan menyembunyikan diri dari kaumnya dikarenakan dia tidak suka berjumpa dengan mereka dalam keadaan terbalut sesuatu yang memperburuk dirinya berupa kesedihan dan aib, gara-gara anak perempuan yang terlahir untuknya, dilanda kebingungan merespon perkara anak perempuan yang lahir tersebut; apakah akan mempertahankannya hidup-hidup dengan menanggung kehinaan dan aib, ataukah menguburnya hidup hidup di dalam tanah? Ingatlah, seburuk buruk keputusan ialah ketetapan yang mereka ambil dengan menjadikan anak anak perempuan bagi Allah dan anak-anak laki-laki bagi mereka.

لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوْءِ ۖ وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(60) "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat mempunyai sifat yang buruk; dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana"

Dan bagi orang-orang yang lidak beriman kepada akhirat dan tidak mengerjakan perbuatan baik untuknya, perangai yang buruk berupa sifat lemah, kekurangan, kejahilan dan kekafiran. Sedang Allah mempunyai sifat-sifat tinggi dalam kesempurnaan dan ketidakbutuhan terhadap makhluk. Dan Dia Mahaperkasa dalam kerajaanNya, lagi Mahabijaksana dalam pengaturanNya.

Tidak Wajarnya Sikap Orang-orang Musyrik Menisbatkan Sesuatu Kepada Allah .

وَلَوْ يُؤَاخِذُ ٱللَّهُ ٱلنَّاسَ بِظُلْمِهِم مَّا تَرَكَ عَلَيْهَا مِن دَآبَّةٍ وَلَٰكِن يُؤَخِّرُهُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

(61) "Jikalau Allah menghukum manusia karena kezhaliman mereka, niscaya Dia tidak akan meninggalkan di muka bumi sesuatu pun dari makhluk yang berjalan (hidup), tetapi Allah menangguhkan mereka sampai kepada waktu yang telah ditentukan. Maka apabila telah tiba waktu (yang ditentukan) bagi mereka itu, tidaklah mereka dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukannya."

Dan seandainya (secara langsung) Allah menghukum manusia atas kekafiran dan kedustaan mereka, pastilah Dia tidak akan menyisakan sesuatu yang bergerak di muka bumi ini. Akan tetapi, Dia menangguhkan kesempatan hidup mereka sampai waktu tertentu yaitu akhir ajal mereka. Lalu apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak akan mundur darinya dan tidak maju barang sedikit pun.

وَيَجْعَلُونَ لِلَّهِ مَا يَكْرَهُونَ وَتَصِفُ أَلْسِنَتُهُمُ ٱلْكَذِبَ أَنَّ لَهُمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۖ لَا جَرَمَ أَنَّ لَهُمُ ٱلنَّارَ وَأَنَّهُم مُّفْرَطُونَ

(62) ”Dan mereka menetapkan bagi Allah apa yang mereka sendiri membencinya. dan lidah mereka mengucapkan kedustaan, yaitu bahwasanya merekalah yang akan mendapat kebaikan. Tidaklah diragukan bahwa nerakalah bagi mereka, dan bahwa mereka segera dimasukkan (ke dalamnya)."

Dan di antara bentuk keburukan perilaku mereka, bahwasanya mereka menjadikan bagi Allah anak-anak perempuan yang mereka benci bagi diri mereka sendiri, dan lisan-lisan mereka berkata dengan kedustaan bahwa sesungguhnya mereka akan mendapatkan kesudahan nasib yang baik. Sebenarnya, bagi mereka adalah neraka, dan bahwasanya mereka di dalamnya diabaikan lagi dilupakan.

تَٱللَّهِ لَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ فَهُوَ وَلِيُّهُمُ ٱلْيَوْمَ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(63) "Demi Allah, sungguh Kami benar-benar telah mengutus (rasul-rasul Kami) kepada umat-umat sebelummu, tetapi setan menjadikan umat-umat itu memandang baik perbuatan mereka (yang buruk), maka setan menjadi pemimpin mereka di hari itu dan bagi mereka azab yang pedih"

Demi Allah, sesungguhnya Kami telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat sebelummu wahai Rasul, lalu setan menjadikan mereka memandang baik apa yang mereka perbuat berupa kekafiran, pendustaan dan penyembahan kepada selain Allah. Setan menyetir penyimpangan mereka di dunia, dan bagi mereka di akhirat kelak siksaan menyakitkan lagi pedih.

وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ إِلَّا لِتُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى ٱخْتَلَفُواْ فِيهِ ۙ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(64) "Dan Kami tidak menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur'an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu, dan menjadi petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman

Dan Kami tidaklah menurunkan al-Qur'an kepadamu wahai Rasul, kecuali supaya kamu menerangkan kepada manusia perkara agama dan hukum-hukum yang mereka perselisihkan, sehingga hujjah akan tegak di hadapan mereka melalui penjelasanmu, yang tidak meninggalkan satu jalan pun bagi kebatilan untuk merasuk ke dalam hati. Dan juga karena al-Qur'an adalah hidayah yang tidak meninggalkan satu celah pun untuk bimbang, serta sebagai rahmat bagi kaum Mukminin dalam sikap mereka mengikuti petunjuk dan menjauhi kesesatan.

Segi-segi Pelajaran yang Dapat Diambil Dari Kehidupan Alam Semesta

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

(65) "Dan Allah menurunkan air hujan dari langit dan dengan air itu Dia menghidupkan bumi sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (KuasaNya) bagi orang-orang yang mendengarkan (pelajaran)”

Dan Allah, Dia-lah yang menurunkan hujan dari awan, lalu mengeluarkan dengannya berbagai jenis tumbuh-tumbuhan dari tanah setelah sebelumnya tandus lagi kering. Sesungguhnya dalam kejadian diturunkannya air hujan dan ditumbuhkannya tanam-tanaman, benar- benar terdapat bukti petunjuk atas Kuasa Allah untuk membangkitkan (yang sudah mati) dan (menunjukkan) sifat keesaanNya bagi kaum yang mau mendengar dengan baik, merenung, dan taat kepada Allah dan bertakwa kepadaNya.

وَإِنَّ لَكُمْ فِى ٱلْأَنْعَٰمِ لَعِبْرَةً ۖ نُّسْقِيكُم مِّمَّا فِى بُطُونِهِۦ مِنۢ بَيْنِ فَرْثٍ وَدَمٍ لَّبَنًا خَالِصًا سَآئِغًا لِّلشَّٰرِبِينَ

(66) "Dan sesungguhnya pada binatang-binatang ternak itu benar-benar terdapat pelajaran bagi kalian. Kami memberi kalian minum dari apa yang ada dalam perutnya antara kotoran dan darah (berupa) susu yang bersih, yang mudah ditelan bagi orang-orang yang meminumnya."

Sesungguhnya bagi kalian wahai sekalian manusia, dalam hewan- hewan ternak, yaitu unta, sapi dan kambing, benar-benar terdapat nasihat. Sesungguhnya kalian telah menyaksikan bahwa Kami memberikan minum kepada kalian dari kelenjar-kelenjar susunya, berupa air susu yang keluar dari antara kotoran yang ada di dalam usus besar, dan darah, yang steril dari semua unsur yang mencemarinya, lezat, tidak menyebabkan orang yang meminumnya merasa tersedak.

وَمِن ثَمَرَٰتِ ٱلنَّخِيلِ وَٱلْأَعْنَٰبِ تَتَّخِذُونَ مِنْهُ سَكَرًا وَرِزْقًا حَسَنًا ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

(67) "Dan dari buah kurma dan anggur, kalian membuat minuman yang memabukkan dan rizki yang baik. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar- benar terdapat tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang memahami."

Dan di antara bentuk nikmat Kami pada kalian adalah apa yang kalian ambil dari buah-buah pohon kurma dan anggur, lalu kalian proses menjadi minuman khamar yang memabukkan, -ini sebelum turun ayat pengharamannya-, dan makanan yang enak. Sesungguhnya dalam kenikmatan yang disebutkan terdapat bukti petunjuk tentang kekuasaan Allah bagi kaum yang memahami bukti-bukti kebenaran dan mengambil pelajaran darinya.

وَأَوْحَىٰ رَبُّكَ إِلَى ٱلنَّحْلِ أَنِ ٱتَّخِذِى مِنَ ٱلْجِبَالِ بُيُوتًا وَمِنَ ٱلشَّجَرِ وَمِمَّا يَعْرِشُونَ

(68) "Dan Tuhanmu mengilhamkan kepada lebah, ’Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan pada apa-apa (tempat-tempat) yang manusia buat (untukmu).'

Dan Tuhanmu wahai Nabi, mengilhamkan kepada lebah, 'Buatlah sarang-sarang di gunung-gunung dan di pohon-pohon dan dalam ruangan yang dibangun manusia seperti rumah-rumah dan atap-atap.

ثُمَّ كُلِى مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ فَٱسْلُكِى سُبُلَ رَبِّكِ ذُلُلًا ۚ يَخْرُجُ مِنۢ بُطُونِهَا شَرَابٌ مُّخْتَلِفٌ أَلْوَٰنُهُۥ فِيهِ شِفَآءٌ لِّلنَّاسِ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(69) 'Kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu).' Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terkandung obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang memikirkan."

Dan kemudian makanlah dari setiap buah apa yang kamu sukai, lalu tempuhlah jalan-jalan Tuhanmu yang telah ditundukkan bagimu untuk mendapatkan rizki di gunung-gunung dan sela-sela antara pepohonan. Sesungguhnya Allah telah menjadikannya mudah bagimu, kamu tidak akan salah jalan untuk kembali meskipun berjarak jauh." Akan keluar dari perut- perut lebah itu cairan madu dengan berbagai warna yang berbeda-beda, seperti putih, kuning, merah dan warna lainnya. Di dalamnya terdapat sumber kesembuhan bagi manusia dari penyakit-penyakit. Sesungguhnya dalam hal-hal yang dilakukan oleh lebah benar-benar terkandung bukti kuat yang menunjukkan Kuasa Penciptanya bagi orang yang berpikir dan kemudian mengambil pelajaran.

وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَىْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ

(70) "Allah menciptakan kalian, kemudian Dia mewafatkan kalian; dan di antara kalian ada yang dikembalikan kepada umur yang paling lemah (pikun), supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun setelah sebelumnya dia mengetahui(nya). Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa."

Dan Allah menciptakan kalian kemudian mematikan kalian pada akhir umur kalian. Dan di antara kalian ada orang yang dikembalikan kepada masa usia terburuk, yaitu masa pikun, sebagaimana keadaannya pada masa kanak-kanak, ia menjadi tidak mengetahui apa-apa dari apa yang telah diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa. Ilmu dan KuasaNya meliputi segala sesuatu. Allah yang mengembalikan manusia kepada keadaan ini, Dia Mahakuasa untuk mematikan dan kemudian membangkitkannya kembali.

وَٱللَّهُ فَضَّلَ بَعْضَكُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلرِّزْقِ ۚ فَمَا ٱلَّذِينَ فُضِّلُواْ بِرَآدِّى رِزْقِهِمْ عَلَىٰ مَا مَلَكَتْ أَيْمَٰنُهُمْ فَهُمْ فِيهِ سَوَآءٌ ۚ أَفَبِنِعْمَةِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ

(71) "Dan Allah melebihkan sebagian kalian dari sebagian yang lain dalam hal rizki, tetapi orang-orang yang dilebihkan (rizkinya itu) tidak mau memberikan rizki mereka kepada sahaya-sahaya yang mereka miliki, agar mereka sama (merasakan) rizki itu. Maka apakah nikmat Allah mereka ingkari?"

Dan Allah telah mengutamakan sebagian dari kalian atas sebagian yang lain di kehidupan dunia dalam urusan rizki yang Dia berikan kepada kalian. Maka di antara kalian ada orang yang kaya, dan di antara kalian ada orang yang kekurangan. Dan di antara kalian ada orang yang menjadi tuan dan di antara kalian ada yang menjadi sahaya. Para tuan tidak ingin memberikan kepada sahaya-sahaya miliknya dari karunia yang Allah anugerahkan kepada tuan-tuan itu sesuatu yang menjadikan sahaya-sahaya itu sekutu-sekutu bagi mereka yang sederajat dengan mereka dalam urusan kekayaan. Apabila tuan-tuan itu tidak menerima hal tersebut bagi diri mereka, maka bagaimana mereka bisa ridha mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah dari hamba-hambaNya? Sesungguhnya tindakan ini benar-benar termasuk bentuk kezhaliman dan pengingkaran terbesar terhadap nikmat-nikmat Allah .

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنْ أَنفُسِكُمْ أَزْوَٰجًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنْ أَزْوَٰجِكُم بَنِينَ وَحَفَدَةً وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ ۚ أَفَبِٱلْبَٰطِلِ يُؤْمِنُونَ وَبِنِعْمَتِ ٱللَّهِ هُمْ يَكْفُرُونَ

(72) "Allah menjadikan bagi kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri dan menjadikan bagi kalian dari istri-istri kalian itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberi kalian rizki dari yang baik-baik. Maka apakah yang batil yang mereka imani, dan nikmat Allah mereka ingkari?"

Allah menciptakan istri-istri dari jenis kalian supaya jiwa kalian tentram bersama mereka, dan menciptakan dari istri-istri itu anak-anak dan dari keturunan mereka cucu-cucu. Dan Dia memberikan rizki kepada kalian berupa makanan-makanan yang baik-baik dari jenis buah-buahan, biji-bijian dan daging-daging dan lain sebagainya. Apakah mereka lebih beriman dengan kebatilan, yaitu penuhanan sekutu-sekutu mereka, sedang mereka mengingkari nikmat-nikmat Allah yang tidak terhitung banyaknya, dan tidak bersyukur kepadaNya dengan mengesakan Allah dengan peribadahan?

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَهُمْ رِزْقًا مِّنَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ شَيْـًٔا وَلَا يَسْتَطِيعُونَ

(73) "Dan mereka menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberikan rizki kepada mereka sedikit pun dari langit dan bumi, dan tidak sanggup (berbuat apa pun)"

Orang-orang musyrik menyembah berhala-berhala yang tidak kuasa untuk memberikan kepada mereka sesuatu dari rizki, baik dari langit seperti air hujan maupun dari bumi seperti hasil tanaman. Berhala-berhala itu tidak memiliki apa pun dan tidak ada jalan dari mereka untuk memilikinya, sebab sesungguhnya mereka tidak mempunyai kuasa.

فَلَا تَضْرِبُواْ لِلَّهِ ٱلْأَمْثَالَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

(74) "Maka janganlah kalian mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui, sedang kalian tidak mengetahui."

Dan jika kalian telah mengetahui bahwa berhala-berhala dan patung-patung tidak berkuasa memberikan manfaat, maka janganlah kalian wahai sekalian manusia, mengadakan bagi Allah tandingan-tandingan yang diserupakan denganNya dari makhlukNya, yang kalian persekutukan mereka dengan Allah dalam peribadahan. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat, sedang kalian lalai, tidak menyadari kekeliruan dan buruknya kesudahan kalian.

۞ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا عَبْدًا مَّمْلُوكًا لَّا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَمَن رَّزَقْنَٰهُ مِنَّا رِزْقًا حَسَنًا فَهُوَ يُنفِقُ مِنْهُ سِرًّا وَجَهْرًا ۖ هَلْ يَسْتَوُۥنَ ۚ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(75) "Allah membuat perumpamaan seorang hamba sahaya yang dimiliki yang tidak dapat bertindak terhadap sesuatu pun dan seorang yang Kami beri rizki yang baik dari Kami, lalu dia menginfakkan sebagian dari rizki itu secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan; apakah mereka itu sama? Segala puji hanya bagi Allah. Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."566

Allah mengadakan perumpamaan, yang melalui perumpamaan itu Dia menjelaskan kerusakan keyakinan orang-orang musyrik (yaitu): ada seorang lelaki yang berstatus sebagai budak belian, tidak berdaya untuk bertindak bagi dirinya sendiri, tidak memiliki apa-apa, dan seorang lelaki lain yang merdeka, ia mempunyai harta yang halal yang Allah rizkikan kepadanya, kendali pengaturan keuangannya di tangannya, ia menginfakkan dari uangnya secara sembunyi-sembunyi dan terang-terangan. Apakah akan ada orang berakal yang mengatakan sama antara keadaan dua orang lelaki tersebut? Demikian pula Allah, Yang Maha Pencipta, Maha Memiliki, Yang Maha Berbuat apa saja, Dia tidaklah sama dengan makhluk dan hamba-hambaNya, bagaimana bisa kalian menyetarakan antara Allah dan makhlukNya? Segala puji bagi Allah semata. Dia-lah satu-satunya Dzat yang berhak dipuji dan disanjung. Namun, kebanyakan orang-orang musyrik tidak menyadari bahwa segala pujian dan kenikmatan itu milik Allah, dan Dia-lah yang berhak diibadahi.


[566] Maksud dari perumpamaan ini ialah untuk membantah orang-orang musyrik yang menyamakan Allah Yang memberi rizki dengan berhala-berhala yang tidak berdaya.

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا رَّجُلَيْنِ أَحَدُهُمَآ أَبْكَمُ لَا يَقْدِرُ عَلَىٰ شَىْءٍ وَهُوَ كَلٌّ عَلَىٰ مَوْلَىٰهُ أَيْنَمَا يُوَجِّههُّ لَا يَأْتِ بِخَيْرٍ ۖ هَلْ يَسْتَوِى هُوَ وَمَن يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ ۙ وَهُوَ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(76) "Dan Allah membuat (pula) perumpamaan dua orang laki-laki, yang salah seorang dari keduanya adalah bisu, tidak dapat berbuat sesuatu pun dan dia menjadi beban atas orang yang menanggungnya, ke mana saja orang yang menanggungnya itu menyuruhnya, dia tidak dapat mendatangkan suatu kebaikan pun; samakah orang itu dengan orang yang menyuruh berbuat keadilan, dan dia berada pula di atas jalan yang lurus?"

Dan Allah mengadakan perumpamaan lain terkait kebatilan kesyi- rikan, yaitu: dua orang, salah satunya bisu lagi buta tidak dapat memahami Maksud dari perumpamaan ini ialah untuk membantah orang-orang musyrik yang menyamakan Allah ^ Yang memberi rizki dengan berhala-berhala yang tidak berdaya dan tidak dapat memahamkan, ia tidak dapat bermanfaat bagi diri sendiri atau bagi orang lain, justru ia menjadi beban berat bagi orang yang menangani urusannya dan menghidupinya, bila diutus untuk suatu urusan yang harus diselesaikannya, ia tidak berhasil, dan ia tidak kembali dengan membawa kebaikan. Dan seseorang yang lain, berpanca indra normal, bermanfaat bagi dirinya dan orang lain, memerintahkan untuk berbuat adil, dan ia berada di atas jalan lurus yang jelas tanpa ada kebengkokan padanya, apakah sama dua orang tersebut dalam pandangan orang-orang berakal? Mengapa kalian mempersamakan antara berhala yang bisu lagi buta dengan Allah Yang Mahakuasa lagi Pemberi segala kebaikan?

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَآ أَمْرُ ٱلسَّاعَةِ إِلَّا كَلَمْحِ ٱلْبَصَرِ أَوْ هُوَ أَقْرَبُ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(77) "Dan kepunyaan Allah-lah segala apa yang tersembunyi di langit dan di bumi. Dan tidaklah kejadian Kiamat itu, melainkan seperti sekejap mata atau (bahkan) lebih cepat (lagi). Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu"

Dan bagi Allah -lah pengetahuan semua yang ghaib di langit dan di bumi. Dan tidaklah perihal Hari Kiamat terkait kecepatan kejadiannya kecuali seperti penglihatan sekilas dengan pandangan mata, bahkan lebih cepat dari itu. Sesungguhnya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَٱللَّهُ أَخْرَجَكُم مِّنۢ بُطُونِ أُمَّهَٰتِكُمْ لَا تَعْلَمُونَ شَيْـًٔا وَجَعَلَ لَكُمُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَٱلْأَفْـِٔدَةَ ۙ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(78) "Dan Allah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu puny dan Dia menjadikan untuk kalian pendengaran, penglihatan dan hati, agar kalian bersyukur."

Dan Allah telah mengeluarkan kalian dari perut ibu-ibu kalian sesudah masa kehamilan, sedang kalian tidak mengetahui apa pun yang ada di sekitar kalian. Dan menjadikan bagi kalian perangkat-perangkat daya tangkap, berupa pendengaran, penglihatan dan hati. Mudah-mudahan kalian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut, dan mengesakan Allah dengan ibadah.

أَلَمْ يَرَوْاْ إِلَى ٱلطَّيْرِ مُسَخَّرَٰتٍ فِى جَوِّ ٱلسَّمَآءِ مَا يُمْسِكُهُنَّ إِلَّا ٱللَّهُ ۗ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(79) "Tidakkah mereka memperhatikan burung-burung yang ditundukkan (dimudahkan) terbang di angkasa bebas? Tidak ada yang menahannya kecuali Allah. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang beriman ”

Tidakkah orang-orang musyrik itu memandang burung-burung yang dimudahkan untuk beterbangan di udara antara langit dan bumi dengan ketetapan Allah? Tidak ada yang menahan mereka dari terjatuh ke bawah, kecuali Allah dengan kekuatan yang diciptakanNya bagi burung-burung itu dan menjadikannya bertenaga untuk itu. Sesungguhnya pada kejadian memudahkan terbang dan menahan dari jatuh terdapat petunjuk-petunjuk kebenaran bagi orang-orang yang beriman dengan bukti-bukti kebenaran yang menunjukkan Kuasa Allah.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّنۢ بُيُوتِكُمْ سَكَنًا وَجَعَلَ لَكُم مِّن جُلُودِ ٱلْأَنْعَٰمِ بُيُوتًا تَسْتَخِفُّونَهَا يَوْمَ ظَعْنِكُمْ وَيَوْمَ إِقَامَتِكُمْ ۙ وَمِنْ أَصْوَافِهَا وَأَوْبَارِهَا وَأَشْعَارِهَآ أَثَٰثًا وَمَتَٰعًا إِلَىٰ حِينٍ

(80) "Dan Allah menjadikan bagi kalian rumah-rumah kalian sebagai tempat tinggal dan Dia menjadikan bagi kalian rumah-rumah (kemah-kemah) dari kulit-kulit binatang ternak yang kalian merasa ringan (membawa) nya di waktu perjalanan kalian dan di waktu kalian bermukim, dan (dijadikanNya pula) dari bulu domba, bulu unta dan bulu kambing, sebagai alat-alat rumah tangga dan kesenangan sampai waktu (tertentu)."

Dan Allah telah menjadikan ketenangan dan ketentraman bagi kalian melalui rumah-rumah kalian bersama keluarga kalian, ketika kalian tengah bermukim di kampung halaman sendiri, dan dalam safar kalian Dia juga menjadikan kemah-kemah dan tenda-tenda tinggi bagi kalian dari bahan kulit-kulit binatang ternak, yang ringan bagi kalian untuk mengangkutnya ketika kalian berpindah tempat, dan ringan bagi kalian untuk mendirikannya ketika kalian memutuskan tinggal di suatu tempat setelah migrasi dari satu tempat ke tempat lain. Dan Dia juga menjadikan bagi kalian dari bulu-bulu domba, kulit-kulit unta dan kulit-kulit kambing perabotan yang kalian pergunakan berupa kain-kain, pakaian-pakaian, dan penutup-penutup, hamparan tikar dan hiasan yang kalian nikmati hingga ajal dan waktu tertentu.

وَٱللَّهُ جَعَلَ لَكُم مِّمَّا خَلَقَ ظِلَٰلًا وَجَعَلَ لَكُم مِّنَ ٱلْجِبَالِ أَكْنَٰنًا وَجَعَلَ لَكُمْ سَرَٰبِيلَ تَقِيكُمُ ٱلْحَرَّ وَسَرَٰبِيلَ تَقِيكُم بَأْسَكُمْ ۚ كَذَٰلِكَ يُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكُمْ لَعَلَّكُمْ تُسْلِمُونَ

(81) "Dan Allah menjadikan bagi kalian tempat bernaung dari apa yang telah Dia ciptakan, dan Dia menjadikan bagi kalian tempat-tempat berlindung di gunung-gunung, dan Dia menjadikan pula bagi kalian pakaian yang melindungi kalian dari panas dan pakaian (baju besi) yang melindungi kalian dalam peperangan kalian. Demikianlah Allah menyempurnakan nikmatNya atas kalian agar kalian berserah diri (kepadaNya)"

Dan Allah menjadikan bagi kalian sesuatu yang kalian berteduh dengannya berupa pepohonan dan lain-lain, dan menjadikan bagi kalian di gunung-gunung berupa lorong-lorong dan gua-gua tempat kalian berlindung di sana saat kalian butuhkan, dan menjadikan bagi kalian pakaian-pakaian dari bahan kapas, bulu domba dan lain-lain yang melindungi kalian dari terik panas dan hawa dingin. Dan menjadikan bagi kalian dari bahan besi perangkat yang menghindarkan kalian dari tikaman dan serangan dalam perang-perang kalian. Sebagaimana Dia telah melimpahkan kenikmatan pada kalian dengan nikmat-nikmat ini, Dia (juga) menyempurnakan nikmatNya bagi kalian dengan menerangkan Agama yang haq, supaya kalian berserah diri kepada perintah Allah semata, dan tidak mempersekutukan sesuatu denganNya dalam beribadah kepadaNya.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ ٱلْمُبِينُ

(82) "Jika mereka berpaling, maka sesungguhnya kewajiban yang dibebankan atasmu (wahai Rasul) hanyalah menyampaikan (amanah Allah) dengan terang."567

Kemudian bila mereka berpaling darimu wahai Rasul, setelah menyaksikan bukti-bukti kekuasaan Allah, maka janganlah kamu bersedih. Tidak ada kewajiban atasmu selain menyampaikan dengan jelas risalah yang kamu diutus untuk mengembannya. Sedangkan hidayah, urusannya terserah kepada Kami.


[567] Yakni, mereka beriman atau tidak beriman itu bukan tanggung jawabmu, karena kamu (Muhammad) tidak dapat memberikan taufik bagi mereka agar mereka beriman.

يَعْرِفُونَ نِعْمَتَ ٱللَّهِ ثُمَّ يُنكِرُونَهَا وَأَكْثَرُهُمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

(83) "Mereka mengetahui nikmat Allah, kemudian mereka mengingkarinya dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang kajir."

Orang-orang musyrik mengetahui nikmat Allah bagi mereka dengan diutusnya Muhammad kepada mereka. Kemudian mereka mengingkari kenabiannya. Dan kebanyakan dari kaumnya adalah orang-orang yang mengingkarinya, tidak mengakui kebenarannya.

Tiap-tiap Rasul Menjadi Saksi Atas Umatnya di Hari Kiamat

وَيَوْمَ نَبْعَثُ مِن كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا ثُمَّ لَا يُؤْذَنُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ وَلَا هُمْ يُسْتَعْتَبُونَ

(84) "Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami bangkitkan dari tiap-tiap umat seorang saksi (rasul)y kemudian tidak diizinkan bagi orang-orang yang kafir (untuk membela diri) dan tidak (pula) mereka diberi kesempatan untuk bertaubat"

Dan sebutkanlah kepada mereka wahai Rasul, peristiwa yang akan terjadi pada Hari Kiamat, tatkala Kami membangkitkan dari setiap umat rasulnya masing-masing sebagai saksi atas keimanan orang yang beriman dari umat itu dan kekafiran orang yang kafir. Kemudian tidak diizinkan lagi bagi orang-orang kafir untuk mengajukan permohonan maaf atas tindakan yang muncul dari mereka dan tidak diminta dari mereka untuk membuat Tuhan mereka ridha kepada mereka dengan bertaubat dan beramal shalih, karena sesungguhnya telah berlalu kesempatan untuk itu.

وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلْعَذَابَ فَلَا يُخَفَّفُ عَنْهُمْ وَلَا هُمْ يُنظَرُونَ

(85) "Dan apabila orang-orang zhalim telah menyaksikan azab, maka tidaklah diringankan azab bagi mereka dan tidak pula mereka diberi tangguh"

Dan apabila orang-orang kafir telah menyaksikan siksaan Allah di akhirat, maka tidak diringankan bagi mereka dari siksaan itu sedikit pun, dan mereka tidak diberi penangguhan, serta tidak ditunda lagi siksaan mereka.

وَإِذَا رَءَا ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ شُرَكَآءَهُمْ قَالُواْ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ شُرَكَآؤُنَا ٱلَّذِينَ كُنَّا نَدْعُواْ مِن دُونِكَ ۖ فَأَلْقَوْاْ إِلَيْهِمُ ٱلْقَوْلَ إِنَّكُمْ لَكَٰذِبُونَ

(86) "Dan apabila orang-orang yang mempersekutukan (Allah) melihat sekutu-sekutu mereka,568 mereka berkata, 'Wahai Tuhan kami, mereka inilah sekutu-sekutu kami yang dahulu kami seru (kami sembah) selain Engkau.' Maka sekutu-sekutu mereka itu mengatakan kepada mereka, 'Sesungguhnya kalian benar-benar orang-orang yang dusta'"

Dan apabila pada Hari Kiamat kaum musyrikin melihat tuhan- tuhan sesembahan mereka yang dahulu mereka sembah bersama Allah (di dunia), mereka berkata, "Wahai Tuhan kami, mereka itu adalah sekutu- sekutu kami yang dahulu kami sembah selain Engkau." Maka tuhan-tuhan sesembahan itu berbicara mendustakan orang-orang yang menyembahnya, dan berkata, "Sesungguhnya kalian itu wahai kaum musyrikin, benar-benar berbohong tatkala menjadikan kami sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dan menyembah kami bersamaNya. Kami tidak pernah meminta kalian untuk itu, dan kami tidak pula beranggapan bahwa kami berhak dipertuhankan. Jadi, celaan hanya terhadap kalian saja.


[568] Yang dimaksud dengan sekutu-sekutu di sini ialah apa-apa yang mereka sembah selain Allah atau setan-setan yang menganjurkan mereka menyembah berhala.

وَأَلْقَوْاْ إِلَى ٱللَّهِ يَوْمَئِذٍ ٱلسَّلَمَ ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(87) "Dan pada hari itu mereka (sekutu-sekutu yang dipertuhankan) menyatakan ketundukannya kepada Allah, dan hilanglah dari mereka (orang-orang musyrik) keduslaan yang dahulu mereka buat-buat."569

Orang-orang musyrik menampakkan penyerahan diri dan ketun- dukan kepada Allah pada Hari Kiamat dan sirnalah apa yang dahulu mereka ada-adakan berupa kebohongan-kebohongan bahwa sesungguhnya sesembahan mereka dapat memberikan syafa'at untuk mereka.


[569] Kedustaan yang mereka buat-buat itu ialah kepercayaan bahwa Allah mempunyai sekutu-sekutu dan sekutu-sekutu itu dapat memberi syafa'at kepada mereka di samping Allah

ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ وَصَدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ زِدْنَٰهُمْ عَذَابًا فَوْقَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يُفْسِدُونَ

(88) "Orang-orang yang kafir dan menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Kami tambahkan kepada mereka siksaan di atas siksaan570 disebabkan mereka selalu berbuat kerusakan."

Orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan kenabianmu wahai Rasul, dan mendustakan kamu dan menghalang-halangi orang lain untuk beriman kepada Allah dan RasulNya, Kami tambahkan pada mereka siksaan akibat kekafiran mereka dan siksaan atas tindakan mereka menghalangi manusia dari mengikuti kebenaran. Siksaan demikian ini disebabkan kesengajaan mereka untuk melakukan kerusakan dan menyesatkan umat manusia dengan kekafiran dan maksiat.


[570] Yakni, siksaan yang berlipat ganda.

وَيَوْمَ نَبْعَثُ فِى كُلِّ أُمَّةٍ شَهِيدًا عَلَيْهِم مِّنْ أَنفُسِهِمْ ۖ وَجِئْنَا بِكَ شَهِيدًا عَلَىٰ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ ٱلْكِتَٰبَ تِبْيَٰنًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(89) "Dan (ingatlah) hari (ketika) Kami bangkitkan pada tiap-tiap umat seorang saksi atas mereka dari kalangan mereka sendiri, dan Kami datangkan kamu (wahai Rasul) menjadi saksi atas mereka semua. Dan Kami telah menurunkan kepadamu al-Kitab (al-Qur'an) sebagai penjelasan bagi segala sesuatu, petunjuk dan rahmat, serta kabar gembira bagi orang-orang Muslim."

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika pada Hari Kiamat Kami akan membangkitkan dari setiap umat dari umat-umat manusia seorang saksi atas mereka, yaitu rasul yang Allah utus kepada mereka yang berasal dari mereka sendiri dan berbicara dengan bahasa mereka. Dan Kami datangkan kamu wahai Rasul sebagai saksi atas umatmu. Dan sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'an kepadamu sebagai penjelas setiap perkara yang membutuhkan keterangan, seperti hukum-hukum halal dan haram, pahala dan hukuman, dan lain sebagainya, dan agar menjadi sumber hidayah dari jalan kesesatan dan rahmat bagi orang yang mengimaninya dan melaksanakannya dan kabar gembira yang baik bagi kaum Mukminin tentang tempat kembali mereka.

Pokok-pokok Akhlak yang Baik

۞ إِنَّ ٱللَّهَ يَأْمُرُ بِٱلْعَدْلِ وَٱلْإِحْسَٰنِ وَإِيتَآئِ ذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ ٱلْفَحْشَآءِ وَٱلْمُنكَرِ وَٱلْبَغْىِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(90) "Sesungguhnya Allah memerintahkan berlaku adil dan berbuat kebaikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allah melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan kezhaliman. Dia memberi pengajaran kepada kalian, agar kalian dapat mengambil pelajaran."

Sesungguhnya Allah memerintahkan hamba-hambaNya di dalam al-Qur'an ini untuk berbuat adil dan berlaku obyektif terhadap hakNya, dengan mengesakanNya dan tidak mempersekutukanNya, dan juga terhadap hak-hak hamba-hambaNya dengan memberikan hak kepada orang yang berhak mendapatkannya, juga memerintahkan (orang lain) untuk berbuat baik terhadap hakNya dalam beribadah kepadaNya dan menjalankan kewajiban-kewajiban dariNya sebagaimana yang disyariatkan, dan kepada sesama makhluk dalam ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan, memerintahkan untuk memberi orang-orang yang masih memiliki hubungan kekerabatan sesuatu yang mewujudkan silaturahim dan kebaikan bagi mereka, dan melarang dari setiap yang buruk, baik ucapan maupun perbuatan dan semua yang diingkari dan tidak disukai oleh syariat seperti kekafiran dan perbuatan-perbuatan maksiat, dan (melarang) dari berbuat zhalim kepada manusia dan menindas mereka. Dan melalui perintah dan larangan ini, Allah menasihati kalian dan mengingatkan kalian dampak- dampaknya, supaya kalian mengingat-ingat perintah-perintah Allah dan memperoleh manfaat darinya.

وَأَوْفُواْ بِعَهْدِ ٱللَّهِ إِذَا عَٰهَدتُّمْ وَلَا تَنقُضُواْ ٱلْأَيْمَٰنَ بَعْدَ تَوْكِيدِهَا وَقَدْ جَعَلْتُمُ ٱللَّهَ عَلَيْكُمْ كَفِيلًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ مَا تَفْعَلُونَ

(91) "Dan tepatilah perjanjian dengan Allah, apabila kalian berjanji, dan janganlah kalian membatalkan sumpah-sumpah (kalian) itu sesudah meneguhkannya, sedang kalian telah menjadikan Allah sebagai saksi kalian (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat."

Dan berkomitmenlah untuk menepati setiap janji yang telah kalian wajibkan atas diri kalian antara diri kalian dengan Allah dan antara kalian dan manusia dalam perkara yang tidak berseberangan dengan KitabuIIah dan Sunnah NabiNya, dan janganlah kalian menarik sumpah- sumpah setelah kalian menguatkannya, sedang kalian sungguh telah menjadikan Allah sebagai wakil dan penjamin bagi kalian tatkala kalian menjalin perjanjian. Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kalian perbuat dan akan memberi kalian balasan sesuai dengan itu.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّتِى نَقَضَتْ غَزْلَهَا مِنۢ بَعْدِ قُوَّةٍ أَنكَٰثًا تَتَّخِذُونَ أَيْمَٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ أَن تَكُونَ أُمَّةٌ هِىَ أَرْبَىٰ مِنْ أُمَّةٍ ۚ إِنَّمَا يَبْلُوكُمُ ٱللَّهُ بِهِۦ ۚ وَلَيُبَيِّنَنَّ لَكُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ مَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(92) "Dan janganlah kalian seperti seorang perempuan yang menguraikan benangnya yang sudah dipintal dengan kuat menjadi tercerai-berai kembali, kalian menjadikan sumpah (perjanjian) kalian sebagai sarana penipuan di antara kalian, disebabkan adanya satu golongan yang lebih banyak jumlahnya dari golongan yang lain. Sesungguhnya Allah hanya menguji kalian dengannya. Dan Dia benar-benar akan menjelaskan untuk kalian pada Hari Kiamat apa yang dahulu kalian perselisihkan itu."

Dan janganlah kalian membatalkan perjanjian-perjanjian kalian, sehingga perumpamaan kalian seperti seorang wanita yang telah memintal benang-benang dan merapikannya, kemudian ia mengurainya. Kalian menjadikan sumpah-sumpah yang kalian ucapkan ketika membuat perjanjian sebagai alat tipuan terhadap pihak yang kalian menjalin perjanjian dengannya, dan kalian membatalkan perjanjian kalian tatkala kalian menjumpai golongan yang lebih banyak harta dan manfaatnya daripada orang-orang yang kalian jalin perjanjian dengan mereka (sebelumnya). Sesungguhnya Allah menguji kalian dengan perintah yang tertuju kepada kalian untuk memenuhi janji-janji dan laranganNya kepada kalian untuk membatalkannya, dan supaya Dia menjelaskan kepada kalian pada Hari Kiamat apa yang kalian perselisihkan di dunia, yaitu untuk beriman kepada Allah dan kenabian Muhammad .

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَعَلَكُمْ أُمَّةً وَٰحِدَةً وَلَٰكِن يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَلَتُسْـَٔلُنَّ عَمَّا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(93) "Dan kalau Allah menghendaki, niscaya Dia menjadikan kalian satu umat (saja)y tetapi Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan kalian benar-benar akan ditanya tentang apa yang telah kalian kerjakan."

Dan sekiranya Allah menghendaki, pastilah Dia akan memberikan taufik kepada kalian semuanya, lalu menjadikan kalian di atas satu ajaran agama, yaitu Islam dan Iman dan melazimkan (memastikan) kalian dengannya. Akan tetapi, Dia M menyesatkan siapa saja yang Dia kehendaki dari orang yang Dia mengetahui dirinya lebih menyukai kesesatan, sehingga Dia tidak memberikan hidayah kepadanya sebagai bentuk keadilan dariNya, dan Dia memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendakiNya dari orang yang Dia ketahui bahwa orang tersebut lebih mementingkan kebenaran, lalu memberikan taufik kepadanya sebagai karunia dariNya. Dan sungguh Allah akan benar-benar bertanya kepada kalian semua pada Hari Kiamat tentang apa yang kalian perbuat di dunia terkait perkara yang diperintahkanNya kepada kalian dan perkara yang Dia larang kalian darinya, dan akan membalas kalian atas dasar semua itu.

وَلَا تَتَّخِذُوٓاْ أَيْمَٰنَكُمْ دَخَلًۢا بَيْنَكُمْ فَتَزِلَّ قَدَمٌۢ بَعْدَ ثُبُوتِهَا وَتَذُوقُواْ ٱلسُّوٓءَ بِمَا صَدَدتُّمْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۖ وَلَكُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(94) "Dan janganlah kalian menjadikan sumpah-sumpah kalian sebagai sarana penipuan di antara kalian, yang menyebabkan kaki (kalian) tergelincir sesudah kokohnya, dan kalian merasakan keburukan (di dunia) karena kalian menghalangi (manusia) dari jalan Allah, dan bagi kalian azab yang besar."

Dan janganlah kalian menjadikan dari sumpah-sumpah yang kalian ucapkan sebagai alat tipu daya terhadap orang-orang yang kalian bersumpah di hadapan mereka, akibatnya kalian akan binasa setelah sebelumnya kalian menikmati keadaan aman, layaknya orang yang terpeleset kakinya setelah berpijak teguh, dan kalian akan merasakan siksaan yang menyakiti kalian di dunia lantaran usaha yang kalian tempuh untuk menghalangi orang lain dari agama ini dikarenakan mereka menyaksikan pengkhianatan terhadap janji pada diri kalian, dan bagi kalian di akhirat kelak siksaan yang besar.

وَلَا تَشْتَرُواْ بِعَهْدِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا ۚ إِنَّمَا عِندَ ٱللَّهِ هُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(95) "Dan janganlah kalian menukar perjanjian kalian dengan Allah dengan harga yang sedikit (murah), sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah, itulah yang lebih baik bagi kalian, jika kalian mengetahui"

Dan janganlah kalian membatalkan perjanjian dengan Allah, untuk menukarkannya dengan kekayaan yang sedikit dari kesenangan dunia. Sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah berupa pahala atas menepati perjanjian adalah lebih utama bagi kalian daripada imbalan harga yang sedikit tersebut, jika kalian termasuk orang-orang yang berilmu. Maka renungilah perbedaan antara kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

مَا عِندَكُمْ يَنفَدُ ۖ وَمَا عِندَ ٱللَّهِ بَاقٍ ۗ وَلَنَجْزِيَنَّ ٱلَّذِينَ صَبَرُوٓاْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(96) "Apa yang di sisi kalian akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan Kami benar-benar akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"

Apa yang ada di sisi kalian berupa harta benda dunia akan lenyap. Sedangkan apa yang ada di sisi Allah bagi kalian berupa rizki dan pahala, tidak akan pernah sirna. Dan sungguh Kami benar-benar akan memberikan balasan pahala kepada orang-orang yang mau bersusah-payah mengemban beban-beban taklif, termasuk di dalamnya menepati janji, dengan balasan yang lebih baik dari amal perbuatan mereka. Kami memberikan pahala kepada mereka atas amal perbuatan mereka yang terendah sebagaimana Kami pun memberikan balasan kepada mereka atas amal-amal tertinggi mereka sebagai karunia dari Kami.

مَنْ عَمِلَ صَٰلِحًا مِّن ذَكَرٍ أَوْ أُنثَىٰ وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُۥ حَيَوٰةً طَيِّبَةً ۖ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(97) "Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan sedangkan dia adalah orang Mukmin, maka Kami benar-benar akan memberikan kepadanya kehidupan yang baik dan Kami benar-benar akan memberikan balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan"571

Barangsiapa mengerjakan amal shalih, baik lelaki ataupun perempuan, sedang ia beriman kepada Allah dan RasulNya, maka Kami akan beri dia kehidupan bahagia dan tentram di dunia, kendatipun ia tidak banyak memiliki harta, dan Kami benar-benar akan memberikan balasan pahala bagi mereka di akhirat dengan balasan yang lebih baik dari apa yang mereka perbuat di dunia.


[571] Ayat ini menjelaskan bahwa laki-laki dan perempuan dalam Islam mendapat pahala yang sama dan bahwa amal shalih harus disertai iman.

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

(98) "Apabila kamu membaca al-Qur'an, maka hendaklah kamu beristi'adzah (memohon perlindungan) kepada Allah dari setan yang terkutuk."

Kemudian, bila kamu wahai orang Mukmin, hendak membaca sebagian dari al-Qur'an, maka mintalah perlindungan kepada Allah dari keburukan setan yang terusir dari rahmat Allah dengan membaca, "A'udzu- billahi minasy syaithanir rajim".

إِنَّهُۥ لَيْسَ لَهُۥ سُلْطَٰنٌ عَلَى ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ . إِنَّمَا سُلْطَٰنُهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَوَلَّوْنَهُۥ وَٱلَّذِينَ هُم بِهِۦ مُشْرِكُونَ

(99-100) "Sesungguhnya ia (setan) itu tidak memiliki kekuasaan atas orang- orang yang beriman dan bertawakal kepada Tuhan mereka. Sesungguhnya kekuasaannya (setan) hanyalah atas orang-orang yang menjadikannya sebagai penolong (dengan mengikuti dan menaatinya) dan atas orang-orang yang mempersekutukannya dengan Allah."

Sesungguhnya setan tidak mempunyai kemampuan menguasai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Tuhan mereka saja, mereka itu bersandar. Sesungguhnya kekuasaan setan hanyalah pada orang-orang yang menjadikannya sebagai penolong bagi mereka dan mereka juga menaatinya, dan juga terhadap orang-orang, yang karena taat kepada setan, mereka mempersekutukan Allah .

Allah Lebih Mengetahui Apa yang Bermanfaat dan yang Sesuai Dengan Suatu Masa

وَإِذَا بَدَّلْنَآ ءَايَةً مَّكَانَ ءَايَةٍ ۙ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا يُنَزِّلُ قَالُوٓاْ إِنَّمَآ أَنتَ مُفْتَرٍ ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(101) "Dan apabila Kami mengganti suatu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah lebih mengetahui apa yang Dia turunkan, mereka (orang-orang kafir) berkata, 'Sesungguhnya kamu hanyalah orang yang mengarang-ngarang (dusta),' bahkan kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Dan apabila Kami menggantikan satu ayat dengan ayat yang lain, dan Allah Yang Maha Pencipta lebih mengetahui kemaslahatan makhluk-makhlukNya melalui hukum-hukum yang diturunkanNya dalam berbagai waktu yang berbeda-beda, orang-orang kafir berkomentar, "Sesungguhnya kamu wahai Muhammad, seorang pembohong yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah yang tidak pernah Dia firmankan." Padahal Muhammad bukanlah seperti orang yang mereka duga-duga. Akan tetapi, karena kebanyakan mereka tidak mempunyai ilmu tentang Tuhan mereka, Syariat dan hukum-hukumNya.

قُلْ نَزَّلَهُۥ رُوحُ ٱلْقُدُسِ مِن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ لِيُثَبِّتَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهُدًى وَبُشْرَىٰ لِلْمُسْلِمِينَ

(102) "Katakanlah (wahai Rasul, bahwa) 'Ruhul Qudus (Jibril)lah yang menurunkannya dari Tuhanmu dengan benar, untuk meneguhkan (hati) orang-orang yang telah beriman, dan sebagai petunjuk, serta kabar gembira bagi orang-orang Muslim'."

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Al-Qur'an bukanlah sesuatu yang diada-adakan dari diriku. Akan tetapi, Jibril turun membawanya dari Tuhanmu dengan benar dan adil, demi meneguhkan kaum Mukminin dan petunjuk dari kesesatan, serta kabar gembira yang baik bagi orang-orang yang berserah diri dan tunduk kepada Allah, Rabbul'alamin."

وَلَقَدْ نَعْلَمُ أَنَّهُمْ يَقُولُونَ إِنَّمَا يُعَلِّمُهُۥ بَشَرٌ ۗ لِّسَانُ ٱلَّذِى يُلْحِدُونَ إِلَيْهِ أَعْجَمِىٌّ وَهَٰذَا لِسَانٌ عَرَبِىٌّ مُّبِينٌ

(103) "Dan sungguh Kami mengetahui bahwa mereka berkata, ’Sesungguhnya yang mengajarkan al-Qur'an itu kepadanya (Muhammad) adalah seorang manusia' Padahal bahasa orang yang mereka tuduhkan (sebagai tempat belajar Muhammad) itu adalah bahasa 'Ajam,572 sedang (al-Qur'an) ini adalah dalam bahasa Arab yang terang."

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa kaum musyrikin mengatakan, "Sesungguhnya Nabi memperoleh al-Qur'an dari seseorang yang berasal dari anak keturunan Adam." Mereka dusta (dalam pernyataannya itu). Sebab sesungguhnya bahasa orang yang mereka kaitkan Nabi belajar kepadanya adalah bahasa 'Ajam (selain bahasa Arab) yang tidak fasih, sedangkan al-Qur'an berbahasa Arab yang berada dalam puncak kefasihan dan kejelasan.


[572] Bahasa 'Ajam ialah bahasa selain bahasa Arab, dan dapat juga berarti bahasa Arab yang tidak baik; karena orang yang dituduh mengajarkan Nabi Muhammad itu bukan orang Arab dan hanya tahu sedikit bahasa Arab.

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ لَا يَهْدِيهِمُ ٱللَّهُ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(104) "Sesungguhnya orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah (al-Qur'an), Allah tidak akan memberi petunjuk kepada mereka dan bagi mereka azab yang pedih ”

Sesungguhnya orang-orang kafir yang tidak mengimani al-Qur'an, Allah tidak memberikan taufik kepada mereka untuk mencapai kebenaran, dan bagi mereka di akhirat siksaan menyakitkan lagi pedih.

إِنَّمَا يَفْتَرِى ٱلْكَذِبَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْكَٰذِبُونَ

(105) "Sesungguhnya yang mengada-adakan kedustaan, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada ayat-ayat Allah, dan mereka itulah orang-orang pendusta"

Sesungguhnya yang mengada-adakan kedustaan hanyalah orang- orang yang tidak beriman kepada Allah dan ayat-ayatNya. Dan mereka itu adalah orang-orang yang berdusta dalam pernyataan mereka itu. Sedangkan Muhammad yang beriman kepada Tuhannya lagi tunduk kepadaNya, maka mustahil baginya untuk berdusta atas Nama Allah dan mengucapkan apa yang tidak difirmankanNya.

مَن كَفَرَ بِٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ إِيمَٰنِهِۦٓ إِلَّا مَنْ أُكْرِهَ وَقَلْبُهُۥ مُطْمَئِنٌّۢ بِٱلْإِيمَٰنِ وَلَٰكِن مَّن شَرَحَ بِٱلْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ . ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمُ ٱسْتَحَبُّواْ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْءَاخِرَةِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

(106-107) "Barangsiapa yang kafir kepada Allah sesudah dia beriman, (dia mendapat kemurkaan Allah), kecuali orang yang dipaksa (kafir), padahal hatinya tetap tenang dengan Iman, (maka dia tidak berdosa), akan tetapi orang yang melapangkan dada menerima kekafiran, maka mereka akan ditimpa kemurkaan Allah dan mereka akan mendapatkan azab yang besar. Yang demikian itu disebabkan karena sesungguhnya mereka lebih mencintai kehidupan dunia dibanding akhirat, dan bahwasanya Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang kafir"

Sesungguhnya orang yang mengada-adakan kedustaan tiada lain hanyalah orang yang mengucapkan kata-kata kekafiran dan telah murtad meninggalkan keimanannya. Maka kemurkaan dari Allah akan menimpa mereka kecuali orang yang dipaksa mengucapkan kata-kata kekafiran, lalu mengucapkannya lantaran takut akan binasa, sedang hatinya tetap teguh di atas keimanan, maka tidak ada celaan atas dirinya. Akan tetapi orang yang mengucapkan kata-kata kekafiran, sedang hatinya tenang-tenang saja dengannya, maka mereka mendapat kemurkaan besar dari Allah, dan bagi mereka siksaan yang besar. Demikian itu, disebabkan oleh kehendak mereka untuk mengedepankan dunia dan pesonanya dan mengutamakannya di atas akhirat dan balasan pahalanya. Dan bahwasanya Allah tidak memberikan hidayah kepada orang-orang kafir, dan tidak mencurahkan taufik kepada mereka menuju kebenaran dan jalan lurus.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ طَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَسَمْعِهِمْ وَأَبْصَٰرِهِمْ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

(108) "Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatan mereka telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai"

Mereka itu adalah orang-orang yang Allah telah mengunci hati mereka dengan kekafiran dan lebih mendahulukan dunia di atas akhirat, sehingga cahaya hidayah tidak sampai kepada mereka, dan menyumbat pendengaran mereka dari ayat-ayat Allah, sehingga tidak dapat mendengarnya dengan penuh perenungan serta membutakan penglihatan mereka, sehingga tidak dapat memperhatikan bukti-bukti kebenaran yang menunjukkan uluhiyah Allah. Dan mereka itulah orang-orang lalai dari siksaan yang Allah siapkan bagi mereka.

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(109) "Pastilah mereka di akhirat nanti adalah orang-orang yang merugi"

Adalah haq bahwasanya di akhirat kelak mereka adalah orang-orang yang merugi lagi binasa, yaitu orang-orang yang telah menghabiskan hidup mereka dalam perkara yang berujung siksaan dan kebinasaan bagi mereka.

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ هَاجَرُواْ مِنۢ بَعْدِ مَا فُتِنُواْ ثُمَّ جَٰهَدُواْ وَصَبَرُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(110) "Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (adalah Pelindung) bagi orang-orang yang berhijrah sesudah mereka ditimpa cobaan, kemudian mereka berjihad dan bersabar; sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Dan Tuhanmu terhadap orang-orang yang tertindas tanpa daya di Makkah yang disiksa oleh orang-orang musyrik hingga mereka (terpaksa) menuruti mereka secara zhahir dalam keyakinan yang mereka yakini, lalu menguji mereka dengan menyuruh mereka mengucapkan perkataan yang membuat orang-orang tersebut (kaum musyrikin) senang, sedang hati-hati mereka tetap tentram dengan keimanan, dan tatkala memungkinkan bagi mereka melepaskan diri, mereka pun berhijrah ke Madinah, kemudian berjihad di jalan Allah, dan bersabar menghadapi beban-beban taklif, sesungguhnya Tuhanmu, setelah mereka bertaubat, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

۞ يَوْمَ تَأْتِى كُلُّ نَفْسٍ تُجَٰدِلُ عَن نَّفْسِهَا وَتُوَفَّىٰ كُلُّ نَفْسٍ مَّا عَمِلَتْ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(111) "(Ingatlah) suatu hari (ketika) setiap orang datang untuk membela dirinya sendiri dan setiap orang diberikan balasan secara penuh atas apa yang telah dikerjakannya, dan mereka tidak dizhalimi."

Dan peringatkanlah mereka wahai Rasul, terhadap Hari Kiamat ketika setiap jiwa datang mendebat dirinya sendiri dan mengajukan berbagai alasan. Dan Allah akan menyempurnakan bagi setiap jiwa balasan semua yang ia perbuat, tanpa menzhaliminya. Dia tidak menambahi mereka hukuman dan tidak mengurangi pahala mereka.

وَضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا قَرْيَةً كَانَتْ ءَامِنَةً مُّطْمَئِنَّةً يَأْتِيهَا رِزْقُهَا رَغَدًا مِّن كُلِّ مَكَانٍ فَكَفَرَتْ بِأَنْعُمِ ٱللَّهِ فَأَذَٰقَهَا ٱللَّهُ لِبَاسَ ٱلْجُوعِ وَٱلْخَوْفِ بِمَا كَانُواْ يَصْنَعُونَ

(112) "Dan Allah telah membuat suatu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tentram, rizkinya datang kepadanya melimpah ruah dari segenap tempat, kemudian (penduduk) negeri itu mengingkari nikmat- nikmat Allah; karena itu Allah membuat mereka merasakan pakaian kelaparan dan ketakutan,573 disebabkan apa yang selalu mereka perbuat"

Dan Allah telah mengadakan satu perumpamaan negeri Makkah yang sebelumnya aman dari penindasan dan terbebas dari kesulitan hidup, yang mana rizkinya datang melimpah ruah lagi mudah ke negeri itu dari segala penjuru, tetapi penduduknya mengingkari nikmat-nikmat Allah yang tercurah pada mereka, dan mereka mempersekutukan (sesuatu) denganNya, serta tidak mensyukuriNya, maka Allah menimpakan pada mereka hukuman kelaparan dan ketakutan terhadap pasukan-pasukan ekspedisi dan bala tentara Rasulullah yang membuat nyali mereka ciut. Demikian itu dikarenakan kekafiran dan tindakan batil mereka.


[573] Yakni, kelaparan dan ketakutan meliputi mereka, seperti halnya pakaian meliputi tubuh.

وَلَقَدْ جَآءَهُمْ رَسُولٌ مِّنْهُمْ فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمُ ٱلْعَذَابُ وَهُمْ ظَٰلِمُونَ

(113) "Dan sungguh telah datang kepada mereka seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, tetapi mereka mendustakannya; karena itu mereka dimusnahkan oleh azab dan mereka adalah orang-orang yang zhalim."

Dan sungguh Allah telah mengutus kepada penduduk Makkah seorang rasul dari kalangan mereka sendiri, yaitu Nabi Muhammad yang mereka kenal garis nasabnya, kejujuran dan amanahnya, namun mereka enggan menerima risalah yang dibawa olehnya dan mengimaninya, maka hukuman menerjang mereka, berupa kesengsaraan-kesengsaraan hidup, kelaparan, cekaman rasa takut dan terbunuhnya para pembesar mereka di Perang Badar, sedang mereka adalah orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka dengan kesyirikan kepada Allah dan menghalangi (orang) dari jalan Allah.

Makanan yang Halal dan yang Haram

فَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ حَلَٰلًا طَيِّبًا وَٱشْكُرُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ إِيَّاهُ تَعْبُدُونَ

(114) "Maka makanlah yang halal lagi baik dari rizki yang telah diberikan Allah kepada kalian; dan syukurilah nikmat Allah, jika hanya kepadaNya kalian menyembah"

Maka makanlah wahai orang-orang Mukmin, dari apa yang Allah rizkikan kepada kalian dan menjadikannya halal lagi baik bagi kalian, dan syukurilah nikmat-nikmat Allah yang terlimpah pada kalian, dengan mengakuinya dan mempergunakannya dalam ketaatan kepada Allah, bila kalian adalah orang-orang yang tunduk kepada perintahNya, juga mendengar dan taat kepadaNya; di mana kalian beribadah hanya kepadaNya semata, tidak ada sekutu bagiNya.

إِنَّمَا حَرَّمَ عَلَيْكُمُ ٱلْمَيْتَةَ وَٱلدَّمَ وَلَحْمَ ٱلْخِنزِيرِ وَمَآ أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۖ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(115) "Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atas kalian (memakan) bangkai, darah, daging babi, dan hewan (yang disembelih) yang dinyatakan untuk selain Allah; tetapi barangsiapa yang terpaksa (memakannya) bukan karena menginginkan (nya) dan tidak pula melampaui batas, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Sesungguhnya Allah hanya mengharamkan atas kalian bangkai binatang, darah yang mengalir dari hewan sembelihan ketika disembelih, daging babi, dan binatang yang disembelih untuk selain Allah. Akan tetapi, orang yang terjepit oleh keadaan darurat akibat rasa takut terhadap kematian sehingga terpaksa memakan sesuatu dari hal-hal yang diharamkan ini, sedang ia tidak berbuat kezhaliman, dan tidak berbuat melampaui batas kriteria keadaan darurat, maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun baginya lagi Maha Penyayang terhadapnya, tidak menghukumnya atas perbuatan yang ia lakukan itu.

وَلَا تَقُولُواْ لِمَا تَصِفُ أَلْسِنَتُكُمُ ٱلْكَذِبَ هَٰذَا حَلَٰلٌ وَهَٰذَا حَرَامٌ لِّتَفْتَرُواْ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

(116) "Dan janganlah kalian mengatakan terhadap apa yang disebut-sebut oleh lidah kalian secara dusta, 'Ini halal dan ini haram', untuk mengada-adakan kebohongan atas Nama Allah. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah tidaklah beruntung"

Dan janganlah kalian wahai kaum musyrikin, mengatakan pernyataan dusta yang disebut oleh lisan-lisan kalian bahwa ini halal terhadap perkara yang diharamkan Allah, dan ini haram terhadap hal yang dihalalkan oleh Allah, demi mengadakan kebohongan atas Nama Allah dengan menisbatkan penghalalan dan pengharaman itu kepadaNya. Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah, mereka tidak akan beruntung mendapatkan kebaikan di dunia dan di akhirat.

مَتَٰعٌ قَلِيلٌ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(117) "(Itu adalah) kesenangan yang sedikit; dan bagi mereka azab yang pedih"

Kekayaan mereka di dunia adalah kekayaan yang akan sirna lagi sedikit, dan bagi mereka di akhirat siksaan yang menyakitkan.

وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا مَا قَصَصْنَا عَلَيْكَ مِن قَبْلُ ۖ وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(118) "Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami haramkan apa yang telah Kami ceritakan dahulu kepadamu;574 dan Kami tidak menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri."

Dan terhadap orang-orang Yahudi, Kami mengharamkan apa yang telah Kami beritahukan kepadamu wahai Rasul, sebelumnya, yaitu setiap binatang yang berkuku, lemak-lemak sapi dan kambing, kecuali yang melekat pada punggung-punggung dan usus besarnya atau yang bercampur dengan tulang. Dan Kami tidaklah menzhalimi mereka dengan mengharamkan itu bagi mereka, akan tetapi mereka itu telah menzhalimi diri mereka dengan kekafiran dan tindakan melampaui batas, sehingga pantas semua itu diharamkan atas mereka sebagai hukuman bagi mereka.


[574] Lihat Surat al-An'am : 146

ثُمَّ إِنَّ رَبَّكَ لِلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسُّوٓءَ بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ وَأَصْلَحُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(119) '"Kemudian sesungguhnya Tuhanmu (memberi ampunan) bagi orang-orang yang mengerjakan keburukan karena kejahilan,575 kemudian mereka bertaubat sesudah itu dan memperbaiki (diri mereka); sesungguhnya Tuhanmu sesudah itu benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kemudian sesungguhnya Tuhanmu terhadap orang-orang yang berbuat maksiat-maksiat saat dalam ketidaktahuannya tentang dampak buruknya dan penyebab datangnya kemurkaan dari Allah, -setiap orang yang berbuat maksiat kepada Allah tanpa sengaja atau dengan sengaja, ia adalah orang bodoh ditinjau dari sisi ini, kendatipun ia mengetahui pengharamannya-, kemudian mereka kembali kepada Allah dari dosa-dosa yang mereka perbuat dan memperbaiki diri dan perbuatan-perbuatan mereka, sesungguhnya Tuhanmu, setelah mereka bertaubat dan memperbaiki diri, benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang terhadap mereka.


[575] Lihat catatan kaki Surat an-Nisa': 17.

Nabi Ibrahim Adalah Teladan yang Baik

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِّلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ . شَاكِرًا لِّأَنْعُمِهِ ۚ ٱجْتَبَىٰهُ وَهَدَىٰهُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ . وَءَاتَيْنَٰهُ فِى ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً ۖ وَإِنَّهُۥ فِى ٱلْءَاخِرَةِ لَمِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(120-122) "Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (yang dijadikan teladan) lagi patuh kepada Allah dan hanif (lurus) 576 dan dia bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Allah), dia juga seorang yang mensyukuri nikmat-nikmatNya; Allah telah memilihnya dan menunjukinya kepada jalan yang lurus. Dan Kami berikan kepadanya kebaikan di dunia, dan sesuntuknya dia di akhirat benar-benar termasuk orang-orangyang shalih"

Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam (panutan) dalam kebaikan, orang yang taat lagi tunduk kepada Allah, tidak menyerong dari agama Islam, seorang yang mengesakan Allah, tidak mempersekutukan- Nya, dan ia seorang yang bersyukur terhadap nikmat-nikmat Allah padanya. Aliah memilihnya untuk mengemban rimlahNya, dan menunjukinya kepada jalan yang lurus, yaitu jalan Islam, dan Kami berikan kepadanya di dunia ini kenikmatan yang baik, berupa sanjungan terhadapnya di tengah orang-orang yang datang belakangan, juga sebagai teladan baik, dan juga putra yang shalih. Dan sesungguhnya dia di sisi Allah di akhirat kelak benar-benar termasuk orang-orang yang shalih, orang-orang yang mendapatkan kedudukan yang tinggi.


[576] Yakni, bersih dari syirik dan keburukan.

ثُمَّ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ أَنِ ٱتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۖ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(123) "Kemudian Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul), 'Ikutilah agama Ibrahim, seorang yang hanif, dan dia bukanlah termasuk orang-orang musyrik

Kemudian Kami wahyukan kepadamu wahai Rasul, agar kamu mengikuti ajaran Islam sebagaimana Ibrahim telah mengikutinya dan agar kamu istiqamah (lurus) di atasnya, dan jangan menyimpang darinya. Sesungguhnya Ibrahim bukanlah termasuk orang-orang musyrik yang mempersekutukan sesuatu dengan Allah.

إِنَّمَا جُعِلَ ٱلسَّبْتُ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱخْتَلَفُواْ فِيهِ ۚ وَإِنَّ رَبَّكَ لَيَحْكُمُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

(124) "Sesungguhnya diwajibkan (menghormati) Hari Sabtu577 atas orang-orang (Yahudi) yang berselisih tentangnya. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar akan memberi keputusan di antara mereka pada Hari Kiamat terhadap apa yang telah mereka perselisihkan itu"

Sesungguhnya Allah hanya mewajibkan menghormati Hari Sabtu untuk berkonsentrasi dalam ibadah atas orang-orang Yahudi yang telah berselisih padanya tentang Nabi mereka, dan lebih memilihnya sebagai ganti Hari Jum'at yang mereka sebenarnya diperintah untuk mengagung- kannya. Dan sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, benar-benar akan memutuskan ketetapan di antara orang-orang yang berselisih pada Hari Kiamat, dalam perkara yang mereka berselisih paham padanya terhadap Nabi mereka, dan akan memberikan balasan bagi masing-masing sesuai dengan balasan yang berhak diterimanya.


[577] Menghormati Hari Sabtu itu ialah dengan jalan memperbanyak ibadah dan amal yang shalih, serta meninggalkan pekerjaan duniawi.

Dasar-dasar Dakwah dan Sikap Islam Terhadap Lawan

ٱدْعُ إِلَىٰ سَبِيلِ رَبِّكَ بِٱلْحِكْمَةِ وَٱلْمَوْعِظَةِ ٱلْحَسَنَةِ ۖ وَجَٰدِلْهُم بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَن ضَلَّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

(125) "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan nasihat yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang paling baik. Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalanNya dan Dia-lah pula yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk"

Serulah wahai Rasul, dan orang-orang yang mengikutimu kepada agama Tuhanmu dan jalanNya yang lurus dengan cara bijaksana yang telah Allah wahyukan kepadamu di dalam al-Qur'an dan as-Sunnah. Dan bicaralah kepada manusia dengan metode yang sesuai dengan mereka, dan nasihati mereka dengan baik-baik yang akan mendorong mereka menyukai kebaikan dan menjauhkan mereka dari keburukan. Dan debatlah mereka dengan cara perdebatan yang terbaik, dengan halus dan lemah lembut. Sebab tidak ada kewajiban atas dirimu selain menyampaikan, dan sungguh engkau telah menyampaikan. Adapun hidayah bagi mereka, terserah kepada Allah semata. Dia lebih tahu siapa saja yang sesat dari jalanNya dan Dia lebih tahu orang-orang yang akan mendapatkan hidayah.

وَإِنْ عَاقَبْتُمْ فَعَاقِبُواْ بِمِثْلِ مَا عُوقِبْتُم بِهِۦ ۖ وَلَئِن صَبَرْتُمْ لَهُوَ خَيْرٌ لِّلصَّٰبِرِينَ

(126) "Dan jika kalian memberikan balasan, maka balaslah dengan balasan yang sama dengan siksaan yang ditimpakan kepada kalian. Akan tetapi Jika kalian bersabar, maka sungguh, itulah yang lebih baik bagi orang-orang yang sabar"

Dan bila kalian wahai kaum Mukminin hendak membalas terhadap orang-orang yang bertindak zhalim kepada kalian, maka janganlah membalas melebihi apa yang mereka perbuat terhadap kalian. Dan bila kalian mau bersabar, itu benar-benar lebih baik bagi kalian di dunia, dengan mendapat kemenangan dan di akhirat dengan mendapat pahala besar.

وَٱصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِى ضَيْقٍ مِّمَّا يَمْكُرُونَ

(127) "Dan bersabarlah (wahai Rasul) dan tidaklah kesabaranmu itu, melainkan dengan pertolongan Allah, dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan jangan pula kamu bersempit dada karena tipu daya yang mereka lakukan"

Dan bersabarlah kamu wahai Rasul, terhadap gangguan yang menimpamu di jalan Allah sampai datang kepadamu jalan keluar. Dan tidaklah kesabaranmu melainkan dengan pertolongan Allah yang menolongmu untuk tetap bersabar dan meneguhkan (hati)mu, dan janganlah kamu bersedih menghadapi orang yang menentangmu dan tidak menyambut dakwahmu, dan janganlah kamu berduka terhadap makar dan tipu daya mereka. Sesungguhnya tindakan mereka itu akan berbalik pada mereka dengan keburukan dan kejelekan.

إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ وَّٱلَّذِينَ هُم مُّحْسِنُونَ

(128) "'Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan ”

Sesungguhnya Allah dengan taufik, pertolongan, dan pembelaan-Nya, bersama orang-orang yang takut kepadaNya, dengan melaksanakan perintah-perintahNya dan menjauhi apa-apa yang Dia larang, dan juga bersama orang-orang yang berbuat baik dalam menunaikan apa-apa yang Dia fardhukan dan melaksanakan hak-hakNya, dan senantiasa taat kepadaNya.