Isi Tafsir Al-Qur'an

Ibrahim

WAHYU ILAHI MENGHAPUS KEGELAPAN
Al-Qur'an Menunjuki Semua Umat Manusia ke Jalan yang Terang

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ

(1) "Alif Lam Ra. (Ini adalah) Kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari berbagai kegelapan kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan Yang Maha- perkasa lagi Maha Terpuji,"

(Alif Lam Ra). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpisah-pisah (seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah. Al- Qur'an ini adalah kitab yang Kami wahyukan kepadamu wahai Rasul, agar dengan itu kamu mengeluarkan manusia dari kesesatan dan penyimpangan menuju hidayah dan cahaya, dengan izin Tuhan mereka dan taufikNya, menuju Islam yang merupakan jalan menuju Allah yang Mahakuasa lagi Maha Terpuji dalam segala keadaan.

ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْكَٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ

(2) "Allah Yang memiliki segala apa yang ada di langit dan di bumi. Dan celakalah bagi orang-orang kafir karena mendapatkan siksaan yang sangat pedih."

Allah yang bagiNya semua yang ada di langit dan semua yang ada di bumi, sebagai ciptaan dan milikNya dan di bawah kendaliNya. Maka Dia-lah yang peribadahan wajib diarahkan kepadaNya semata. Dan kebinasaan dan siksaan pedih nantinya akan menimpa orang-orang yang mengingkari Hari Kiamat.

ٱلَّذِينَ يَسْتَحِبُّونَ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا عَلَى ٱلْءَاخِرَةِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ فِى ضَلَٰلٍ بَعِيدٍ

(3) "(Yaitu) orang-orang yang lebih menyukai kehidupan dunia daripada kehidupan akhirat, dan menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Mereka itu berada dalam kesesatan yang jauh."

Orang-orang yang berpaling dan tidak beriman kepada Allah dan tidak mengikuti para RasulNya, mereka adalah orang-orang yang lebih memilih kehidupan dunia yang fana, dan mengabaikan kehidupan akhirat yang abadi, serta menghalangi manusia untuk mengikuti agama Allah, dan menginginkannya menjadi jalan yang bengkok, supaya selaras dengan keinginan hawa nafsu mereka. Orang-orang yang bersifat demikian, berada dalam jalan kesesatan dari kebenaran dan jauh dari setiap faktor untuk meraih hidayah.

Musa dan Rasul-rasul Sebelum Nabi Muhammad Adalah Pemimpin Kaum Mereka Masing-masing

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن رَّسُولٍ إِلَّا بِلِسَانِ قَوْمِهِۦ لِيُبَيِّنَ لَهُمْ ۖ فَيُضِلُّ ٱللَّهُ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ

(4) "Kami tidak mengutus seorang rasul pun, melainkan dengan bahasa kaumnya, supaya dia dapat memberi penjelasan dengan terang kepada mereka. Maka Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki, dan memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan Dia-lah Yang Mahakuasa lagi Mahabijaksana.

Dan Kami tidaklah mengutus seorang rasul sebelummu wahai Nabi, kecuali (berbicara) dengan bahasa kaumnya, untuk menjelaskan kepada mereka syariat Allah. Kemudian Allah menyesatkan dari jalan hidayah orang yang dikehendakiNya, dan menunjuki orang yang Dia kehendaki menuju kebenaran. Dia Mahaperkasa dalam kerajaanNya, lagi Mahabijaksana yang telah meletakkan perkara-perkara pada tempatnya yang tepat sesuai dengan sifat hikmahNya.

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَآ أَنْ أَخْرِجْ قَوْمَكَ مِنَ ٱلظُّلُمَٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ وَذَكِّرْهُم بِأَيَّىٰمِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّكُلِّ صَبَّارٍ شَكُورٍ

(5) "Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan (membawa) ayat-ayat Kami, (dan Kami perintahkan kepadanya), 'Keluarkanlah kaummu dari kegelapan-kegelapan kepada cahaya terang benderang dan ingatkanlah mereka dengan hari-hari Allah.'520 Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi setiap orang penyabar dan banyak bersyukur."

Dan sungguh Kami telah mengutus Musa kepada Bani Israil dan Kami kuatkan dia dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenarannya, dan Kami perintahkan dia untuk menyeru mereka kepada keimanan, supaya mengentaskan mereka dari kesesatan menuju hidayah, dan mengingatkan mereka akan nikmat-nikmat Allah dan siksa-siksa- Nya pada hari-hari Allah (menimpakan siksaan pada orang-orang kafir). Sesungguhnya pada peringatan ini benar-benar terdapat petunjuk-petunjuk bagi setiap penyabar dalam ketaatan kepada Allah, dalam menjauhi apa- apa yang diharamkan Allah dan dalam menghadapi takdir-takdir Allah, lagi banyak bersyukur dan melaksanakan hak-hak Allah; bersyukur atas berbagai nikmatNya. Dan Allah mengistimewakan mereka dengan itu, sebab sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang akan mengambil pelajaran dengannya dan tidak lalai darinya.


[520] Yakni, peristiwa-peristiwa yang telah terjadi pada kaum-kaum terdahulu serta nikmat dan siksa yang dialami mereka.

وَإِذْ قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱذْكُرُواْ نِعْمَةَ ٱللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ أَنجَىٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ وَيُذَبِّحُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

(6) "Dan (ingatlah) ketika Musa berkata kepada kaumnya, 'Ingatlah nikmat Allah atas kalian ketika Dia menyelamatkan kalian dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikutnya, yang menyiksa kalian dengan siksa yang pedih, menyembelih anak-anak laki-laki kalian, dan membiarkan hidup anak-anak perempuan kalian; dan pada yang demikian itu ada cobaan yang besar dari Tuhan kalian'."

Dan sebutkanlah wahai Rasul, kepada kaummu kisah Musa ketika dia berkata kepada Bani Israil, "Ingatlah nikmat-nikmat Allah pada kalian, tatkala Dia menyelamatkan kalian dari Fir'aun dan para pengikutnya yang menimpakan pada kalian siksaan yang amat pedih, dan menyembelih anak-anak lelaki kalian sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang muncul berkuasa atas kerajaan Fir'aun, dan membiarkan anak-anak perempuan hidup dalam keadaan terhina. Dan pada cobaan dan penyelamatan mereka darinya tersirat ujian besar bagi kalian dari Tuhan kalian."

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِن شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِن كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِى لَشَدِيدٌ

(7) "Dan (ingatlah juga), tatkala Tuhan kalian mengumumkan, jika kalian benar-benar bersyukur, pasti Aku akan menambah (nikmat) kepada kalian, dan jika kalian benar-benar kafir (terhadap nikmatKu), maka sesungguhnya adab Ku sangat pedih'."

Musa berkata kepada mereka, "Dan ingatlah ketika Tuhan kalian memberitahukan dengan pemberitahuan yang tegas, 'Jika kalian bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmatNya, pastilah Dia akan memberikan tambahan karunia pada kalian, dan jika kalian mengingkari nikmat-nikmat Allah, niscaya Dia benar-benar akan menyiksa kalian dengan siksaan yang pedih'."

SIKAP UMAT MANUSIA MENGHADAPI AJARAN RASUL
Tiap Kebenaran Pada Permulaannya Ditolak

وَقَالَ مُوسَىٰٓ إِن تَكْفُرُوٓاْ أَنتُمْ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا فَإِنَّ ٱللَّهَ لَغَنِىٌّ حَمِيدٌ

(8) "Dan Musa berkata, jika kalian dan orang-orang yang ada di muka bumi semuanya kafir, maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji'"

Dan dia berkata kepada mereka, "Jika kalian dan seluruh penghuni bumi kafir kepada Allah, maka kalian sekali-kali tidak dapat memudarat- kan Allah sedikit pun. Sebab sesungguhnya Allah Mahakaya, tidak membutuhkan makhlukNya lagi berhak atas segala pujian dan sanjungan, Dia terpuji dalam setiap keadaan."

أَلَمْ يَأْتِكُمْ نَبَؤُاْ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ ۛ وَٱلَّذِينَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۛ لَا يَعْلَمُهُمْ إِلَّا ٱللَّهُ ۚ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَرَدُّوٓاْ أَيْدِيَهُمْ فِىٓ أَفْوَٰهِهِمْ وَقَالُوٓاْ إِنَّا كَفَرْنَا بِمَآ أُرْسِلْتُم بِهِۦ وَإِنَّا لَفِى شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَنَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍ

(9) "Belumkah sampai kepada kalian berita orang-orang sebelum kalian (yaitu) kaum Nuh, Ad, Tsamud, dan orang-orang sesudah mereka, yang tidak ada yang mengetahui mereka selain Allah? Telah datang rasul-rasul mereka kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menutupkan tangan mereka ke mulut mereka (karena kebencian), dan mereka berkata, 'Sesungguhnya kami kafir kepada apa yang kamu disuruh menyampaikannya (kepada kami), dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang membimbangkan (kami) terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'."

Tidakkah telah datang kepada kalian wahai umat Muhammad, berita umat-umat yang telah mendahului kalian, seperti kaum Nuh, kaum Hud, kaum Shaleh dan umat-umat yang datang setelah mereka yang tidak dapat dihitung kecuali oleh Allah? Rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan (membawa) bukti-bukti yang nyata, lalu mereka menggigit tangan-tangan mereka lantaran kegeraman dan keengganan menerima keimanan, dan mereka berkata kepada rasul-rasul mereka, "Sesungguhnya kami tidak beriman dengan risalah yang kalian bawa kepada kami, dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan terhadap keimanan yang kalian menyeru kami kepadanya; pengesaan Tuhan itu menyebabkan kebimbangan saja."

۞ قَالَتْ رُسُلُهُمْ أَفِى ٱللَّهِ شَكٌّ فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يَدْعُوكُمْ لِيَغْفِرَ لَكُم مِّن ذُنُوبِكُمْ وَيُؤَخِّرَكُمْ إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ قَالُوٓاْ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُنَا تُرِيدُونَ أَن تَصُدُّونَا عَمَّا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا فَأْتُونَا بِسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ

(10) "Rasul-rasul mereka berkata, 'Apakah ada keraguan tentang Allah, Pen cipta langit dan bumi? Dia menyeru kalian untuk memberi ampunan kepada kalian dari dosa-dosa kalian dan menangguhkan (siksaan) terhadap kalian sampai masa yang ditentukan.' Mereka berkata, 'Kalian tidak lain hanyalah manusia seperti kami juga. Kalian menghendaki untuk menghalang-halangi (membelokkan) kami dari apa yang selalu disembah oleh nenek moyang kami, karena itu datangkanlah kepada kami bukti yang nyata'."

Rasul-rasul mereka berkata, "Apakah ada keragu-raguan tentang Allah dan kewajiban beribadah kepadaNya, sedang Dia adalah Pencipta langit dan bumi dan Yang mengadakannya dari tidak ada, tanpa ada contoh sebelumnya? Dia menyeru kalian untuk beriman, supaya mengampuni dosa yang telah kalian lakukan berupa kesyirikan, dan juga mencegah siksaan berupa dibinasakan secara total dan memanjangkan waktu keberadaan kalian di dunia hingga masa yang telah ditentukanNya, yaitu berakhirnya ajal kalian sehingga Dia tidak menyiksa kalian di dunia.' Mereka berkata kepada rasul-rasul mereka, Kami tidaklah melihat kalian kecuali manusia biasa, sifat-sifat kalian seperti sifat-sifat kami, tidak ada keunggulan bagi kalian atas kami yang menjadikan kalian pantas menjadi utusan-utusan (Allah). Kalian hanya ingin menghalangi kami menyembah berhala-berhala dan patung-patung yang disembah oleh bapak-bapak kami dahulu. Karena itu, datangkanlah hujjah yang tampak jelas yang membuktikan kebenaran apa yang kalian ucapkan."

قَالَتْ لَهُمْ رُسُلُهُمْ إِن نَّحْنُ إِلَّا بَشَرٌ مِّثْلُكُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ يَمُنُّ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَمَا كَانَ لَنَآ أَن نَّأْتِيَكُم بِسُلْطَٰنٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

(11) "Rasul-rasul mereka berkala kepada mereka, 'Kami tidak lain hanyalah manusia biasa seperti kalian, akan tetapi Allah memberikan karunia kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hambaNya. Dan tidak mungkin bagi kami mendatangkan suatu bukti (mukjizat) kepada kalian, melainkan dengan izin Allah. Dan hanya kepada Allah sajalah hendaknya orang-orang yang Mukmin bertawakal.'

Dan tatkala para rasul mendengar pernyataan yang dikatakan oleh kaum mereka, maka mereka berkata kepada kaum mereka, "Benar, kami tidak lain kecuali manusia biasa seperti kalian, sebagaimana kalian katakan. Akan tetapi, Allah telah mengaruniakan kepada kami dengan kenikmatanNya pada orang yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya, lalu Dia memilih mereka untuk mengemban risalahNya. Sedangkan perkara yang kalian pinta berupa bukti yang nyata, maka tidak mungkin bagi kami untuk mendatangkannya kepada kalian kecuali dengan izin Allah dan taufikNya. Dan hanya kepada Allah semata, orang-orang Mukmin bergantung dalam seluruh urusan mereka.

وَمَا لَنَآ أَلَّا نَتَوَكَّلَ عَلَى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنَا سُبُلَنَا ۚ وَلَنَصْبِرَنَّ عَلَىٰ مَآ ءَاذَيْتُمُونَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

(12) 'Mengapa kami tidak bertawakal kepada Allah, padahal Dia-lah Yang telah menunjukkan kami kepada jalan kami ini, dan kami benar-benar akan bersabar terhadap gangguan-gangguan yang kalian lakukan terhadap kami. Dan hendaklah hanya kepada Allah orang-orang yang bertawakal itu bertawakal'."

Dan bagaimana kami tidak bergantung kepada Allah, sedang Dia lah Dzat yang menunjuki kami ke jalan keselamatan dari siksaanNya dengan cara mengikuti hukum-hukum agamaNya? Dan kami bennr-brnnr akan bersabar menghadapi gangguan kalian terhadap kami yang berben tuk ucapan buruk dan lainnya. Dan hanya kepada Allah semata, kaum Mukminin bergantung dalam kemenangan mereka dan mengalahkan musuh-musuh mereka."

Akibat yang Diderita Oleh Kaum yang Menolak Kebenaran

وَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِرُسُلِهِمْ لَنُخْرِجَنَّكُم مِّنْ أَرْضِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۖ فَأَوْحَىٰٓ إِلَيْهِمْ رَبُّهُمْ لَنُهْلِكَنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ

(13) "Orang-orang kafir berkata kepada rasul-rasul mereka,'Kami benar-benar akan mengusir kalian dari negeri kami atau kalian kembali kepada agama kami Maka Tuhan mereka mewahyukan kepada mereka, 'Kami benar-benar akan membinasakan orang-orang yang zhalim itu,'

Dada orang-orang kafir sesak mendengar ucapan para rasul, lalu berkata kepada rasul-rasul itu, "Kami pasti akan mengusir kalian dari negeri kami, hingga kalian kembali lagi memeluk agama kami." Maka Allah mewahyukan kepada rasul-rasulNya bahwa sesungguhnya Dia akan membinasakan orang-orang yang ingkar lagi kafir kepadaNya dan kepada rasul-rasulNya.

وَلَنُسْكِنَنَّكُمُ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِهِمْ ۚ ذَٰلِكَ لِمَنْ خَافَ مَقَامِى وَخَافَ وَعِيدِ

(14) 'dan Kami pasti akan menempatkan kalian di negeri-negeri itu sesudah mereka. Yang demikian itu (adalah) untuk orang-orang yang takut (akan menghadap) ke hadiratKu521 dan yang takut kepada ancamanKu'."

Dan Kami benar-benar akan menjadikan kesudahan nasib yang baik bagi rasul-rasul dan para pengikut mereka, dengan menempatkan mereka untuk mendiami negeri orang-orang kafir setelah mereka dihancurkan Perkara pembinasaan kaum kafir dan menempatkan kaum Mukminin tinggal di wilayah mereka merupakan hal yang pasti bagi orang yang takut berdiri pada tempatnya di hadapanKu pada Hari Kiamat, dan takut terhadap ancaman dan siksaanKu."


[521] Yakni, pertemuan dengan Allah pada Hari Kiamat untuk dihisab

وَٱسْتَفْتَحُواْ وَخَابَ كُلُّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

(15) Dan mereka memohon kemenangan (atas musuh-musuh mereka), dan binasalah semua orang-orang yang berlaku sewenang-wenang lagi keras kepala

Dan rasul-rasul mencari perlindungan kepada Tuhan mereka dan momohon kepadaNya kemenangan dan pertolongan menghadapi musuh-musuh mereka. Kemudian Dia mengabulkan permintaan mereka. Dan binasalah setiap orang yang sombong, tidak mau menerima kebenaran dan tidak tunduk kepadanya, serta tidak mengakui keesaan Allah dan kewajiban mengikhlaskan ibadah kepadaNya.

مِّن وَرَآئِهِۦ جَهَنَّمُ وَيُسْقَىٰ مِن مَّآءٍ صَدِيدٍ

(16) "di hadapannya ada Neraka Jahanam dan dia akan diberi minuman dengan air nanah,"

Dan di hadapan orang-orang kafir itu ada Neraka Jahanam yang akan ia hadapi siksaannya, dan ia akan diberi minum di dalamnya dengan nanah dan darah yang keluar dari tubuh-tubuh para penghuni neraka.

يَتَجَرَّعُهُۥ وَلَا يَكَادُ يُسِيغُهُۥ وَيَأْتِيهِ ٱلْمَوْتُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَمَا هُوَ بِمَيِّتٍ ۖ وَمِن وَرَآئِهِۦ عَذَابٌ غَلِيظٌ

(17) "diteguknya air nanah itu dan hampir dia tidak bisa menelannya (karena busuknya) dan datanglah (bahaya) maut kepadanya dari segenap penjuru, tetapi dia tidak bisa mati; dan di hadapannya masih ada azab yang berat"

Orang yang sombong berusaha menelan nanah dan darah itu dan lain-lain yang mengalir dari tubuh penghuni neraka seteguk demi seteguk. Namun ia tidak mampu untuk menelannya, karena kotor, panas, dan pahit. Dan siksaan pedih datang kepadanya dari setiap jenis siksaan dan mengenai setiap anggota tubuhnya. Ia tidak menjadi mati sehingga dapat berhenti mengalaminya. Dan baginya setelah siksaan ini ada siksaan lain yang pedih.

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ ۖ أَعْمَٰلُهُمْ كَرَمَادٍ ٱشْتَدَّتْ بِهِ ٱلرِّيحُ فِى يَوْمٍ عَاصِفٍ ۖ لَّا يَقْدِرُونَ مِمَّا كَسَبُواْ عَلَىٰ شَىْءٍ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلضَّلَٰلُ ٱلْبَعِيدُ

(18) "Orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka, amal-amal mereka adalah seperti abu yang ditiup angin dengan keras pada suatu hari yang berangin kencang. Mereka tidak kuasa (mendatangkan manfaat) sedikit pun dari apa-apa yang telah mereka usahakan (di dunia). Yang demikian itu adalah kesesatan yang jauh."

Karakter amal perbuatan orang-orang kafir di dunia seperti amal kebajikan dan silaturahim, adalah bagaikan abu yang terbawa terbang oleh angin pada hari yang berangin amat kencang, sehingga tidak meninggalkan bekas sedikit pun. Maka demikian pula amal-amal orang-orang kalir, mereka tidak mendapati darinya sesuatu yang bermanfaat bagi mereka di sisi Allah. Sungguh kekafiran telahmelenyapkan (pahala)nya, sebagaimana angin telah menghilangkan abu. Usaha dan amal perbuatan yang tidak dibangun di atas asas yang benar, maka itulah kesesatan yang jauh dari jalan yang lurus.

أَلَمْ تَرَ أَنَّ ٱللَّهَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَأْتِ بِخَلْقٍ جَدِيدٍ

(19) "Tidakkah kamu perhatikan bahwasanya Allah telah menciptakan langit dan bumi dengan haq522? Jika Dia menghendaki, niscaya Dia membinasakan kalian dan mendatangkan makhluk yang baru (untuk menggantikan kalian),"

Tidakkah kamu tahu wahai seseorang, -dan yang dimaksud adalah seluruh manusia-, bahwa sesungguhnya Allah telah mengadakan langit dan bumi dalam bentuk yang benar yang menunjukkan sifat bijaksanaNya, dan bahwasanya Dia tidak menciptakannya dengan main-main tanpa tujuan berarti, akan tetapi keduanya untuk menunjukkan keesaanNya dan kesempurnaan KuasaNya, sehingga mereka beribadah kepada Allah semata dan tidak mempersekutukan apa pun denganNya? Jika Dia berkehendak, niscaya Dia akan menyirnakan kalian dan mendatangkan satu kaum selain kalian yang taat kepada Allah.


[522] Yakni, Allah menciptakan semua itu bukanlah sebagai suatu yang sia-sia, melainkan untuk hikmah-hikmah yang agung.

وَمَا ذَٰلِكَ عَلَى ٱللَّهِ بِعَزِيزٍ

(20) "dan yang demikian itu sekali-kali tidak sukar bagi Allah"

Dan tidaklah penghancuran kalian dan mendatangkan orang-orang selain kalian merupakan hal yang mustahil bagi Allah, bahkan merupakan perkara mudah lagi ringan.

وَبَرَزُواْ لِلَّهِ جَمِيعًا فَقَالَ ٱلضُّعَفَٰٓؤُاْ لِلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓاْ إِنَّا كُنَّا لَكُمْ تَبَعًا فَهَلْ أَنتُم مُّغْنُونَ عَنَّا مِنْ عَذَابِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۚ قَالُواْ لَوْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ لَهَدَيْنَٰكُمْ ۖ سَوَآءٌ عَلَيْنَآ أَجَزِعْنَآ أَمْ صَبَرْنَا مَا لَنَا مِن مَّحِيصٍ

(21) "Dan (setelah bangkit dari kubur-kubur) mereka tampak (berkumpul) semuanya menghadap Allah, lalu berkatalah orang-orang yang lemah kepada orang-orang yang sombong, 'Sesungguhnya kami dahulu adalah pengikut-pengikut kalian, maka dapatkah kalian menghindarkan dari kami azab Allah (walaupun sedikit saja?' Mereka menjawab, 'Seandainya Allah memberi petunjuk kepada kami, niscaya kami dapat memberi petunjuk kepada kalian. Sama saja bagi kita, apakah kita mengeluh ataukah bersabar; sekali-kali kita tidak mempunyai tempat untuk melarikan diri'."

Dan makhluk-makhluk akan keluar dari kubur-kubur mereka dan berdiri tegak semuanya pada Hari Kiamat di hadapan Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa; untuk memutuskan perkara di tengah mereka, lalu para pengikut berkata kepada para pemimpin mereka, "Sesungguhnya kami adalah pengikut-pengikut kalian di dunia, kami taat menjalankan apa diperintahkan kalian, maka apakah hari ini kalian akan menghindarkan dari kami siksaan Allah barang sedikit saja, sebagaimana dahulu kalian telah menjanjikannya kepada kami?" Maka para pemimpin berkata, "Seandainya Allah memberikan kami hidayah menuju keimanan, tentulah kami akan benar-benar menunjuki kalian kepadanya. Akan tetapi, Dia tidak memberikan taufik kepada kami, sehingga kami sesat dan menyesatkan kalian. Sama saja, berkeluh ataupun bersabar bagi kami dan kalian. Tidak ada jalan kabur dan tempat menyelamatkan diri bagi kita dari siksaan."

PENGAKUAN SETAN SETELAH ALLAH MENJATUHKAN KEPUTUSANNYA YANG TERAKHIR

وَقَالَ ٱلشَّيْطَٰنُ لَمَّا قُضِىَ ٱلْأَمْرُ إِنَّ ٱللَّهَ وَعَدَكُمْ وَعْدَ ٱلْحَقِّ وَوَعَدتُّكُمْ فَأَخْلَفْتُكُمْ ۖ وَمَا كَانَ لِىَ عَلَيْكُم مِّن سُلْطَٰنٍ إِلَّآ أَن دَعَوْتُكُمْ فَٱسْتَجَبْتُمْ لِى ۖ فَلَا تَلُومُونِى وَلُومُوٓاْ أَنفُسَكُم ۖ مَّآ أَنَا۠ بِمُصْرِخِكُمْ وَمَآ أَنتُم بِمُصْرِخِىَّ ۖ إِنِّى كَفَرْتُ بِمَآ أَشْرَكْتُمُونِ مِن قَبْلُ ۗ إِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(22) "Dan setan berkata tatkala perkara (hisab) telah diselesaikan, 'Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar, dan aku pun telah menjanjikan kepada kalian tetapi aku menyalahinya. Sekali-kali tidak ada kekuasaan bagiku terhadap kalian, melainkan (sekedar) aku menyeru kalian lalu kalian memenuhi seruanku, maka janganlah kalian mencercaku, akan tetapi cercalah diri kalian sendiri. Aku tidak dapat menolong kalian dan kalian pun tidak dapat menolongku. Sesungguhnya aku mengingkari perbuatan kalian mempersekutukanku (dengan Allah) sejak dahulu.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu mendapat siksaan yang pedih."

Dan setan berkata, setelah Allah memutuskan perkara dan memperhitungkan amal perbuatan makhlukNya, dan penghuni surga telah memasuki surga dan penghuni neraka telah masuk ke dalam neraka, "Sesungguhnya Allah telah menjanjikan kepada kalian janji yang benar berupa kebangkitan kembali dan pembalasan amal perbuatan, dan aku menawarkan kepada kalian janji yang batil bahwa tidak ada Hari Kebangkitan dan pembalasan amal perbuatan, lalu aku memungkiri kalian akan janjiku. Dan tidaklah ada padaku kekuatan atas kalian untuk memaksa pengikut-pengikutku dengannya, dan tidak ada hujjah yang aku miliki. Akan tetapi, aku seru kalian kepada kekafiran dan kesesatan, lalu kalian mengikutiku, maka janganlah kalian mencelaku, tetapi celalah diri kalian sendiri, sebab dosa yang kalian perbuat adalah dosa kalian. Aku tidak bisa menjadi penolong bagi kalian dan kalian pun tidak bisa menolongku dari siksaan Allah. Sesungguhnya aku telah berlepas diri dari tindakan kalian menjadikanku sekutu bagi Allah dalam ketaatan di dunia." Sesungguhnya orang-orang yang zhalim, dengan berpaling dari kebenaran dan mengikuti kebatilan, bagi mereka siksaan yang pedih lagi menyakitkan.

PERUMPAMAAN TENTANG KEBENARAN DAN KEBATILAN

وَأُدْخِلَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ ۖ تَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌ

(23) "Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman dan beramal shalih ke dalam surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya dengan izin Tuhan mereka. Ucapan penghormatan mereka di dalamnya adalah 'Salam'523."

Dan dimasukkanlah orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan amal-amal shalih ke dalam surga-surga yang di bawah pepohonan dan istana-istananya mengalir sungai-sungai. Mereka tidak keluar dari sana selamanya, dengan izin Tuhan mereka, daya dan kekuatanNya. Mereka diberi salam penghormatan dengan salam dari Allah, para malaikat dan kaum Mukminin.


[523] Artinya: salam sejahtera.

أَلَمْ تَرَ كَيْفَ ضَرَبَ ٱللَّهُ مَثَلًا كَلِمَةً طَيِّبَةً كَشَجَرَةٍ طَيِّبَةٍ أَصْلُهَا ثَابِتٌ وَفَرْعُهَا فِى ٱلسَّمَآءِ

(24) "Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik524 seperti pohon yang baik, akarnya kokoh dan cabangnya (menjulang) ke arah langit,"

Tidakkah kamu tahu wahai Rasul, bagaimana Allah mengadakan perumpamaan kalimat tauhid (La Ilaha Illallah) dengan satu pohon yang besar, yaitu pohon kurma, yang akarnya kuat menancap di dalam tanah, sedang bagian atasnya menjulang tinggi ke arah langit?


[524] Yakni, kalimat "La Ilaha Illallah" dan cabang-cabangnya.

تُؤْتِىٓ أُكُلَهَا كُلَّ حِينٍ بِإِذْنِ رَبِّهَا ۗ وَيَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ

(25) "pohon itu memberikan buahnya pada setiap musim dengan izin Tuhannya? Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat."

Pohon itu memberikan buah-buahannya setiap waktu dengan izin Tuhannya. Dan demikianlah pohon keimanan, akarnya kokoh di hati seorang Mukmin, dalam bentuk ilmu dan keyakinan, sedang cabangnya, berupa amal-amal shalih dan akhlak-akhlak yang diridhai diangkat kepada Allah dan ia menggapai pahalanya setiap waktu. Dan Allah mengadakan perumpamaan-perumpamaan bagi manusia agar mereka ingat dan mau menerima nasihat, kemudian mengambil pelajaran darinya.

وَمَثَلُ كَلِمَةٍ خَبِيثَةٍ كَشَجَرَةٍ خَبِيثَةٍ ٱجْتُثَّتْ مِن فَوْقِ ٱلْأَرْضِ مَا لَهَا مِن قَرَارٍ

(26) "Dan perumpamaan kalimat yang buruk525 adalah seperti pohon yang buruk, yang telah tercerabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikit pun"

Dan perumpamaan kalimat yang buruk, yaitu kalimat kekafiran, layaknya pohon yang buruk untuk dimakan dan dirasakan, yaitu pohon Hanzhal. Pohon ini roboh dari permukaan tanah, dikarenakan akar-akarnya tertanam dekat dengan permukaan tanah, tidak memiliki akar yang kokoh, dan tidak ada cabang yang menjulang tinggi. Demikian pula orang kafir, ia tidak memiliki keteguhan pada dirinya dan tidak ada kebaikan padanya, dan tidak ada amal shalihnya yang diangkat kepada Allah.


[525] Yakni, kalimat kufur dan syirik, serta cabang-cabangnya.

يُثَبِّتُ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱلْقَوْلِ ٱلثَّابِتِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَيُضِلُّ ٱللَّهُ ٱلظَّٰلِمِينَ ۚ وَيَفْعَلُ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ

(27) "Allah meneguhkan orang-orang yang beriman dengan ucapan yang teguh526 itu dalam kehidupan di dunia dan di akhirat; dan Allah menyesatkan orang- orang yang zhalim dan Allah berbuat apa yang Dia kehendaki"

Allah meneguhkan orang-orang beriman dengan ucapan yang benar lagi kuat, yaitu persaksian bahwa sesungguhnya tidak ada yang berhak diibadahi kecuali Allah dan bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah dan apa yang dibawanya adalah agama yang haq. Allah meneguhkan mereka dengannya di kehidupan dunia dan ketika mereka akan meninggal dengan husnul khatimah, dan ketika di alam kubur, tatkala menghadapi pertanyaan dua malaikat, dengan memberinya petunjuk kepada jawaban yang benar. Dan Allah akan menyesatkan orang-orang zhalim dari jalan kebenaran di dunia dan di akhirat. Dan Allah berbuat apa saja yang Dia kehendaki, untuk memberikan taufik kepada orang-orang beriman dan mengabaikan penganut kekafiran dan orang-orang yang melampaui batas.


[526] Yang dimaksud dengan ucapan yang teguh di sini ialah kalimat thayyibah yang disebut dalam ayat 24 di atas.

TINDAKAN-TINDAKAN PEMIMPIN YANG MENYEBABKAN KEHANCURAN PENGIKUT-PENGIKUTNYA
Akibat Kufur Kepada Nikmat Allah serta MempersekutukanNya

۞ أَلَمْ تَرَ إِلَى ٱلَّذِينَ بَدَّلُواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ كُفْرًا وَأَحَلُّواْ قَوْمَهُمْ دَارَ ٱلْبَوَارِ . جَهَنَّمَ يَصْلَوْنَهَا ۖ وَبِئْسَ ٱلْقَرَارُ

(28-29) "Tidakkah kamu perhatikan orang-orang yang menukar nikmat Allah527 dengan kekafiran dan menjatuhkan kaumnya ke lembah kebinasaan? (Yaitu) Neraka Jahanam; mereka akan masuk ke dalamnya; dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."

Apakah kamu wahai orang yang diajak bicara -dan yang dimaksud adalah semua orang-, tidak melihat keadaan orang-orang yang mendustakan (rasul) seperti kaum kafir Quraisy yang telah meminta ganti berupa kekafiran kepada Allah sebagai ganti kewajiban bersyukur kepadaNya atas nikmat keamanan di Kota Suci dan nikmat diutusnya Nabi Muhammad di tengah mereka? Dan sesungguhnya mereka justru menempatkan para pengikutnya pada tempat kebinasaan ketika memberangkatkan mereka ke Perang Badar, sehingga tempat kembali mereka adalah negeri kebinasaan, yaitu Neraka Jahanam, mereka akan memasukinya dan merasakan panasnya. Dan seburuk-buruk tempat tinggal adalah tempat tinggal mereka.


[527] Yang dimaksud dengan nikmat Allah di sini adalah perintah-perintah dan ajaran ajaranNya.

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ أَندَادًا لِّيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِهِۦ ۗ قُلْ تَمَتَّعُواْ فَإِنَّ مَصِيرَكُمْ إِلَى ٱلنَّارِ

(30) "Mereka (orang-orang kafir) itu telah menjadikan tandingan-tandingan (sekutu-sekutu) bagi Allah supaya mereka menyesatkan (manusia) dari jalan- Nya. Katakanlah, 'Bersenang-senanglah kalian, karena sesungguhnya tempat kembali kalian ialah neraka'."

Dan orang-orang kafir telah menjadikan bagi Allah sekutu-sekutu, yang mana mereka menyembah sekutu-sekutu itu di samping menyembah Allah, supaya menjauhkan manusia dari agamaNya. Katakanlah wahai Rasul, "Nikmatilah kesenangan kalian di kehidupan dunia, sesungguhnya ia akan segera sirna, dan sesungguhnya tempat kembali dan tempat berpulang kalian adalah menuju Neraka Jahanam."

Perintah Allah Untuk Mendirikan Shalat dan Memberikan Sedekah

قُل لِّعِبَادِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ يُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُنفِقُواْ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً مِّن قَبْلِ أَن يَأْتِىَ يَوْمٌ لَّا بَيْعٌ فِيهِ وَلَا خِلَٰلٌ

(31) "Katakanlah kepada hamba-hamba Ku yang telah beriman, agar hendaknya mereka mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan sebelum datang suatu hari (Hari Kiamat) di mana tidak ada lagi jual beli (tebusan) dan tidak juga persahabatan"528

Katakanlah wahai Rasul, kepada hamba-hambaKu yang beriman, agar mereka menjalankan shalat dengan aturan-aturannya dan mengeluarkan dari karunia harta yang Kami berikan kepada mereka dalam pos-pos kebajikan yang wajib maupun yang sunnah, baik dengan sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, sebelum Hari Kiamat datang yang pada hari itu tidak akan bermanfaat tebusan maupun hubungan pertemanan.


[528] Maksudnya, pada Hari Kiamat itu tidak ada penebusan dosa dan tidak ada pertolongan karena persahabatan. Lihat jutfa catatan kaki Surat al-Baqarah: 48.

Beberapa Nikmat Allah yang Dilimpahkan Kepada Hamba-hambaNya

ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَأَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجَ بِهِۦ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ رِزْقًا لَّكُمْ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْفُلْكَ لِتَجْرِىَ فِى ٱلْبَحْرِ بِأَمْرِهِۦ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلْأَنْهَٰرَ

(32) "Allah-lah Yang telah menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air hujan dari langit, kemudian Dia mengeluarkan dengan air hujan itu berbagai buah-buahan sebagai rizki untuk kalian; dan Dia telah menundukkan kapal bagi kalian supaya kapal itu berlayar di lautan dengan kehendaknya, dan Dia telah menundukkan (pula) bagi kalian sungai-sungai."

Allah , Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dan mengadakannya dari tidak ada, dan menurunkan hujan dari awan, lalu Dia menghidupkan dengannya bumi setelah kekeringannya, juga mengeluarkan bagi kalian rizki-rizki darinya, dan mengendalikan kapal-kapal bagi kepentingan kalian, sehingga dapat berlayar di laut dengan perintahNya untuk kepentingan-kepentingan kalian, dan Dia menundukkan sungai- sungai bagi kalian sebagai sumber air minum bagi kalian dan air minum ternak-ternak kalian, serta pengairan bagi tanam-tanaman kalian dan seluruh manfaat-manfaat yang kalian dapatkan.

وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ دَآئِبَيْنِ ۖ وَسَخَّرَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ وَٱلنَّهَارَ

(33) "Dia juga telah menundukkan bagi kalian matahari dan bulan yang terus- menerus beredar (pada orbitnya); dan (juga) telah menundukkan bagi kalian malam dan siang"

Dan Allah menundukkan matahari dan bulan sehingga tidak mengendur dalam pergerakannya; supaya kemaslahatan-kemaslahatan terwujudkan melalui keduanya, dan Dia menundukkan malam; supaya kalian dapat tenang dan beristirahat di dalamnya, dan siang hari untuk mencari sebagian dari karuniaNya dan mengatur penghidupan kalian.

وَءَاتَىٰكُم مِّن كُلِّ مَا سَأَلْتُمُوهُ ۚ وَإِن تَعُدُّواْ نِعْمَتَ ٱللَّهِ لَا تُحْصُوهَآ ۗ إِنَّ ٱلْإِنسَٰنَ لَظَلُومٌ كَفَّارٌ

(34) "Dan Dia telah memberikan kepada kalian dari segala apa yang kalian mohon kepadaNya. Dan jika kalian menghitung nikmat Allah, niscaya kalian tidak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar zhalim dan sangat kafir (terhadap nikmat Allah) "

Dan Dia telah memberikan kepada kalian dari setiap yang kalian minta. Dan jika kalian menghitung-hitung nikmat-nikmat Allah pada kalian, kalian tidak akan sanggup menghitung dan membilangnya, karena jumlahnya yang banyak dan bervariatif. Sesungguhnya manusia benar- benar banyak berbuat kezhaliman terhadap dirinya lagi banyak ingkar terhadap nikmat-nikmat Tuhannya.

PERMOHONAN-PERMOHONAN NABI IBRAHIM

وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ رَبِّ ٱجْعَلْ هَٰذَا ٱلْبَلَدَ ءَامِنًا وَٱجْنُبْنِى وَبَنِىَّ أَن نَّعْبُدَ ٱلْأَصْنَامَ

(35) "Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa, 'Wahai Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Makkah) negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku dari menyembah berhala-berhala.'

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika Ibrahim berkata untuk memohon kepada Tuhannya, setelah menempatkan putranya, Isma'il dan ibunya untuk tinggal di Lembah Makkah, "Wahai Tuhanku, jadikanlah Makkah negeri yang aman yang setiap orang di dalamnya merasa aman, dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari penyembahan terhadap berhala-berhala.

رَبِّ إِنَّهُنَّ أَضْلَلْنَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ ۖ فَمَن تَبِعَنِى فَإِنَّهُۥ مِنِّى ۖ وَمَنْ عَصَانِى فَإِنَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(36) 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala itu telah menyesatkan banyak dari manusia, maka barangsiapa yang mengikutiku, muka sesungguhnya dia termasuk golonganku, barangsiapa yang mendurhakaiku, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'

Wahai Tuhanku, sesungguhnya berhala-berhala telah menjadi faktor penyebab dijauhkannya kebanyakan manusia dari jalan yang benar. Maka siapa saja yang mengikutiku dalam bertauhid, niscaya ia berada di atas agama dan sunnahku. Dan barangsiapa menentangku dalam perkara selain syirik, maka sesungguhnya Engkau Maha Pengampun dosa-dosa orang-orang yang berbuat dosa dengan kemurahanMu, Maha Penyayang terhadap mereka, Engkau memaafkan siapa saja yang Engkau kehendaki dari mereka.

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

(37) 'Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumahMu (Baitullah) yang dijadikan sebagai al-Haram529, wahai Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan berilah rizki kepada mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur'

Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan keturunanku untuk tinggal di lembah yang tidak ada padanya tanaman dan air yang berada bersebelahan dengan rumahMu yang disucikan. Wahai Tuhan kami, sesungguhnya aku melakukannya berdasarkan perintahMu, agar mereka mengerjakan shalat sesuai dengan aturan-aturannya, maka jadikanlah hati sebagian hambaMu tertarik dan merindukan mereka. Dan berilah rezki mereka di tempat ini dari berbagai jenis buah-buahan supaya mereka bersyukur kepadaMu atas kenikmatan besar dariMu. Maka Allah mengabulkan doanya,


[529] Al-Haram adalah: tempat di mana tidak boleh melakukan peperangan, tidak boleh memotong tanaman, tidak boleh mencabut rerumputan, tidak boleh memburu binatang, dan tidak memungut barang yang tercecer.

رَبَّنَآ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِى وَمَا نُعْلِنُ ۗ وَمَا يَخْفَىٰ عَلَى ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ

(38) 'Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami tampakkan: dan tidak ada sesuatu pun yang samar bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit.'

Wahai Tuhan kami sesungguhnya Engkau mengetahui semua yang kami sembunyikan dan kami nyatakan. tidak ada sesuatu pun yang tersembunyi pada Ilmu Allah dan semua yang ada di bumi dan di langit.

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى وَهَبَ لِى عَلَى ٱلْكِبَرِ إِسْمَٰعِيلَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبِّى لَسَمِيعُ ٱلدُّعَآءِ

(39) 'Segtila puji bagi Allah yang telah menganugerahkan kepadaku di hari tua- (ku) Isma'il dan Ishaq, Sesungguhnya tuhanku benar-benar Maha Mendengar (memperkenankan) doa'

Ibrahim menyanjung Allah dengan berkata Segala puji bagi Allah yang telah memberikan anugerah anak kepadaku pada usiaku yang telah lanjut yaitu Isma'il dan lshaq. setelah aku berdoa kepadaNya supaya berkenan memberiku keturunan dari orang-orang yang shalih. Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Mendengar doa dari orang yang berdoa kepadaNya. Dan sesungguhnya aku telah memohon kepadaNya dan Dia tidak menggagalkan harapanku.

رَبِّ ٱجْعَلْنِى مُقِيمَ ٱلصَّلَوٰةِ وَمِن ذُرِّيَّتِى ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَآءِ

(40) 'Wahai Tuhanku, jadikanlah aku dan sebagian dari anak cucuku orang-orang (yang tetap) mendirikan shalat, wahai Tuhan kami, perkenankanlah doaku.'

Wahai Tuhanku jadikanlah aku orang yang senantiasa tekun, menjalankan shalat dengan cara sebaik-baiknya, dan jadikanlah dari keturunanku orang yang menjaga pelaksanaannya. Wahai Tuhan kami kabulkanlah doaku dan terimalah ibadahku.

رَبَّنَا ٱغْفِرْ لِى وَلِوَٰلِدَىَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ ٱلْحِسَابُ

(41) Wahai Tuhan kami, berilah ampun bagiku dan bagi kedua ibu bapakku dan bagi sekalian orang-orang Mukmin pada hari terjadinya hisab (Hari kiamat).

Wahai Tuhan kami, ampunilah aku atas apa yang terjadi padaku dari hal-hal yang manusia tidak lepas darinya, dan ampunilah kedua orangtuaku (dan doa ini dia ucapkan sebelum jelas baginya bahwa ayahnya adalah musuh Allah), dan ampunilah orang-orang Mukmin semuanya pada hari manusia berdiri untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya."

HUKUM TERHADAP PENENTANG ALLAH
Orang yang Zhalim Pasti Mendapat Azab

وَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ غَٰفِلًا عَمَّا يَعْمَلُ ٱلظَّٰلِمُونَ ۚ إِنَّمَا يُؤَخِّرُهُمْ لِيَوْمٍ تَشْخَصُ فِيهِ ٱلْأَبْصَٰرُ

(42) "Dan janganlah sekali-kali kamu (wahai Rasul) mengira bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim. Sesungguhnya Allah memberi tangguh kepada mereka sampai hari yang pada waktu itu mata (mereka) terbelalak."

Dan janganlah kamu wahai Rasul, sekali-kali mengira bahwa sesungguhnya Allah lalai terhadap hal-hal yang diperbuat oleh orang-orang yang zhalim, berupa mendustakan dirimu dan rasul-rasul selain kamu, dan melancarkan gangguan terhadap kaum Mukminin dan perbuatan-perbuatan maksiat lainnya. Sesungguhnya siksaan mereka ditangguhkan sampai hari yang dahsyat, yang pada saat itu mata-mata mereka terbelalak ke atas dan tidak terpejam, karena keadaan yang amat menakutkan yang mereka saksikan. Di sini terkandung hiburan bagi Rasulullah, Muhammad .

مُهْطِعِينَ مُقْنِعِى رُءُوسِهِمْ لَا يَرْتَدُّ إِلَيْهِمْ طَرْفُهُمْ ۖ وَأَفْـِٔدَتُهُمْ هَوَآءٌ

(43) "Mereka datang bergegas dengan mengangkat kepala mereka, di mana mata mereka tidak berkedip dan hati mereka hampa."

Orang-orang yang zhalim akan bangkit dari kubur-kubur mereka dengan bergegas untuk menyambut seruan orang yang memanggil, dalam keadaan mengangkat kepala-kepala mereka, namun tidak dapat melihat apa pun lantaran prahara mencekam yang terjadi di tempat tersebut, dan hati mereka kosong, tidak ada apa-apa padanya, dikarenakan ketakutan dan rasa ngeri terhadap kejadian yang dilihat.

وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ ٱلْعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ رَبَّنَآ أَخِّرْنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوٓاْ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ

(44) "Dan berikanlah peringatan kepada manusia tentang hari (yang pada waktu itu) azab akan datang kepada mereka, di mana orang-orang yang zhalim akan berkata, ' Wahai Tuhan kami, beri tangguhlah kami (kembalikan kami ke dunia) walaupun sampai batas waktu yang dekat (sedikit), niscaya kami akan mematuhi seruanMu dan akan mengikuti rasul-rasul(Kepada mereka dikatakan), 'Bukankah kalian telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kalian tidak akan berpindah (ke alam akhirat),'

Dan peringatkanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia yang Aku mengutus kamu kepada mereka, akan siksaan Allah pada Hari Kiamat. Dan dalam momen tersebut, orang-orang yang zhalim terhadap diri mereka dengan kekafiran berkata, "Wahai Tuhan kami, berilah kami waktu penangguhan hingga waktu sekejap saja, niscaya kami akan beriman kepadaMu dan membenarkan rasul-rasul utusanMu." Maka dikatakanlah kepada mereka sebagai cercaan kepada mereka, "Bukankah kalian telah bersumpah dalam hidup kalian dahulu bahwa sesungguhnya tidak ada kebinasaan yang terjadi pada kalian dari kehidupan dunia menuju akhirat, dan kalian tidak beriman kepada Hari Kebangkitan ini?

وَسَكَنتُمْ فِى مَسَٰكِنِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَتَبَيَّنَ لَكُمْ كَيْفَ فَعَلْنَا بِهِمْ وَضَرَبْنَا لَكُمُ ٱلْأَمْثَالَ

(45) 'dan kalian telah tinggal di tempat-tempat tinggal orang-orang yang menzhalimi diri mereka sendiri,530 dan telah nyata bagi kalian bagaimana Kami telah berbuat terhadap mereka dan telah Kami buat bagi kalian perumpamaan- perumpamaan?"

Dan kalian telah mendiami tempat-tempat tinggal orang-orang kafir terdahulu yang telah melakukan penganiayaan terhadap diri mereka, seperti kaum Hud, kaum Shaleh, dan kalian sudah mengetahui, dengan melihat sendiri dan memperoleh kabar dari pihak lain, apa yang Kami jatuhkan pada mereka, berupa kebinasaan. Dan Kami telah mengadakan beberapa perumpamaan bagi kalian di dalam al-Qur'an, namun kalian tidak mau mengambil pelajaran darinya?"


[530] Dengan gemar melakukan dosa-dosa.

Segala Makar Akan Gagal

وَقَدْ مَكَرُواْ مَكْرَهُمْ وَعِندَ ٱللَّهِ مَكْرُهُمْ وَإِن كَانَ مَكْرُهُمْ لِتَزُولَ مِنْهُ ٱلْجِبَالُ

(46) "Dan sungguh mereka telah membuat makar mereka dan di sisi Allah-lah (balasan) makar mereka itu. Dan makar mereka itu (walaupun sangat besar) tidak mampu membuat gunung-gunung lenyap karena (lemah)nya"

Dan sungguh kaum musyrikin telah merencanakan keburukan kepada Rasul untuk membunuhnya, dan di sisi Allah (balasan) tipu daya mereka, karena Dia meliputinya, dan sungguh tipu daya mereka berbalik menjadi bumerang bagi mereka sendiri. Dan tidaklah makar mereka itu menyebabkan gunung-gunung dan lainnya lenyap, dikarenakan begitu lemah dan tak berkekuatan. Dan mereka tidak dapat melancarkan mudarat kepada Allah sedikit pun. Dan sesungguhnya mereka membahayakan diri mereka sendiri.

فَلَا تَحْسَبَنَّ ٱللَّهَ مُخْلِفَ وَعْدِهِۦ رُسُلَهُۥٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ ذُو ٱنتِقَامٍ

(47) ”Karena itu, janganlah sekali-kali kamu mengira Allah akan menyalahi janjiNya kepada rasul-rasulNya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi mempunyai pembalasan"

Maka janganlah sekali-kali kamu mengira wahai Rasul, bahwa Allah akan mungkir kepada rasul-rasulNya mengenai apa yang telah Dia janjikan kepada mereka berupa pertolongan dan kehancuran orang-orang yang mendustakan mereka. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak ada sesuatu pun yang mustahil bagiNya, lagi membalas ulah musuh-musuhNya dengan balasan yang pedih.

يَوْمَ تُبَدَّلُ ٱلْأَرْضُ غَيْرَ ٱلْأَرْضِ وَٱلسَّمَٰوَٰتُ ۖ وَبَرَزُواْ لِلَّهِ ٱلْوَٰحِدِ ٱلْقَهَّارِ

(48) "(Yaitu) pada hari (ketika) bumi diganti dengan bumi yang lain dan (demikian pula) langit, dan (setelah bangkit dari kubur-kubur) mereka tampak (berkumpul) menghadap Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa

Dan balasan Allah terhadap musuh-musuhNya pada Hari Kiamat terjadi pada hari bumi ini diganti dengan bumi lain yang putih lagi bersih layaknya perak, dan demikian pula ketika langit diganti dengan langit lainnya, dan makhluk-makhluk keluar dari kubur-kuburnya dalam keadaan hidup lagi berdiri tegak untuk berjumpa dengan Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, yang Maha Esa dengan keagungan, nama-nama dan sifat-sifatNya serta perbuatan-perbuatanNya, serta keperkasaanNya yang menundukkan segala sesuatu.

وَتَرَى ٱلْمُجْرِمِينَ يَوْمَئِذٍ مُّقَرَّنِينَ فِى ٱلْأَصْفَادِ

(49) "Dan kamu akan melihat orang-orang yang gemar berbuat dosa pada hari itu diikat bersama-sama dengan belenggu-belenggu"

Dan kamu wahai Rasul, dapat menyaksikan orang-orang yang gemar berbuat dosa pada Hari Kiamat dalam keadaan terikat dengan tali-tali pengikat, sedang tangan-tangan dan kaki-kaki mereka dirantai menjadi satu dengan belenggu-belenggu, sedang mereka berada dalam kehinaan dan kerendahan.

سَرَابِيلُهُم مِّن قَطِرَانٍ وَتَغْشَىٰ وُجُوهَهُمُ ٱلنَّارُ

(50) "Pakaian mereka adalah dari ter dan muka mereka ditutup oleh api neraka"

Pakaian-pakaian mereka berasal dari cairan ter yang teramat mendidih, dan api neraka menutupi wajah mereka lalu membakarnya.

لِيَجْزِىَ ٱللَّهُ كُلَّ نَفْسٍ مَّا كَسَبَتْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

(51) "agar Allah memberi pembalasan kepada tiap-tiap orang terhadap apa yang dia usahakan. Sesungguhnya Allah Mahacepat hisabNya"

Allah melakukan itu terhadap mereka sebagai balasan bagi mereka atas apa yang mereka usahakan berupa perbuatan dosa-dosa di dunia. Dan Allah akan membalas setiap manusia berdasarkan apa yang ia perbuat, yang baik ataupun buruk. Sesungguhnya Allah Mahacepat perhitunganNya.

هَٰذَا بَلَٰغٌ لِّلنَّاسِ وَلِيُنذَرُواْ بِهِۦ وَلِيَعْلَمُوٓاْ أَنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ وَلِيَذَّكَّرَ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَٰبِ

(52) "(Al-Qur'an) ini adalah (penjelasan) yang harus disampaikan bagi manusia, agar mereka diberi peringatan dengannya, dan agar mereka mengetahui bahwasanya Dia adalah sesembahan Yang Maha Esa, serta agar orang-orang yang berakal mengambil pelajaran (darinya)"

Al-Qur'an yang Kami turunkan padamu ini wahai Rasul, merupakan penjelasan dan pemberitahuan bagi sekalian manusia, untuk menasihati dan memperingatkan mereka, dan agar mereka meyakini bahwa sesungguhnya Allah itulah Tuhan Sembahan Yang Maha Esa, sehingga mereka kemudian menyembahNya semata, tidak mempersekutukanNya, dan agar orang-orang yang berakal sehat memetik pelajaran darinya.