Isi Tafsir Al-Qur'an

Ar Ra'du

KEBENARAN AL-QUR'AN
Bukti-bukti Kekuasaan Allah dan Kesempurnaan llmuNya

الٓمٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ۗ وَٱلَّذِىٓ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

(1) "Alif Lam Mim Ra. Ini adalah ayat-ayat al-Kitab (al-Quran). Dan (kitab) yang diturunkan kepadamu (wahai Rasul) dari Tuhanmu itu adalah benar; akan tetapi kebanyakan manusia tidak beriman (kepadanya)."

(Alif Lam Mim Ra). Keterangan tentang huruf-huruf yang terputus- putus (di awal sejumlah surat seperti ini) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat al-Qur'an yang tinggi kedudukannya. Dan al-Qur'an yang diturunkan kepadamu ini wahai Rasul, adalah merupakan kebenaran, bukan seperti yang dikatakan kaum musyrikin, bahwa sesungguhnya kamulah yang mengadakannya dari dirimu sendiri. Meskipun demikian banyak manusia tidak beriman kepadanya dan tidak mengamalkannya.

ٱللَّهُ ٱلَّذِى رَفَعَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ بِغَيْرِ عَمَدٍ تَرَوْنَهَا ۖ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ وَسَخَّرَ ٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ ۖ كُلٌّ يَجْرِى لِأَجَلٍ مُّسَمًّى ۚ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّكُم بِلِقَآءِ رَبِّكُمْ تُوقِنُونَ

(2) "Allah-lah yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kalian lihat, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy, dan (Dia) menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Dia mengatur urusan (makhlukNya); menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya), supaya kalian meyakini pertemuan dengan Tuhan kalian."

Allah Dia-lah Yang meninggikan langit berlapis tujuh dengan KuasaNya tanpa penyangga, sebagaimana yang kalian lihat. Kemudian Dia bersemayam -yakni tinggi dan berada di atas jauh sana- di atas Arasy, sesuai dengan keagunganNya. Dan Dia menundukkan matahari dan bulan bagi kemaslahatan hamba-hambaNya. Masing-masing dari keduanya berputar dalam garis edarnya hingga Hari Kiamat. Allah juga mengatur urusan-urusan dunia dan akhirat dan menjelaskan kepada kalian bukti- bukti petunjuk yang menunjukkan KuasaNya dan bahwasanya tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi selain Dia; agar kalian yakin kepada Allah dan tempat kembali hanya kepadaNya, lalu kalian mengimani janji dan ancamanNya, dan mengikhlaskan ibadah hanya kepadaNya semata.

وَهُوَ ٱلَّذِى مَدَّ ٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ فِيهَا رَوَٰسِىَ وَأَنْهَٰرًا ۖ وَمِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ جَعَلَ فِيهَا زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ ۖ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(3) "Dan Dia-lah Yang membentangkan bumi dan menjadikan gunung-gunung dan sungai-sungai padanya, dan juga menjadikan padanya semua buah-buahan berpasang-pasangan;516 Dia menutupkan malam kepada siang. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang berpikir."

Dan Dia-lah Yang menjadikan bumi lapang lagi terhampar luas, dan mengkondisikannya untuk tempat hidup kalian, dan menjadikan padanya gunung-gunung yang meneguhkannya dan sungai-sungai untuk kebutuhan air minum dan manfaat-manfaat lain bagi kalian, dan menjadikan di dalamnya dari setiap buah-buahan dua jenis yang saling berpasangan, maka sebagian ada yang berwarna hitam dan berwarna putih, manis dan masam, dan Dia menjadikan malam menutup siang hari dengan kegelapannya. Sesungguhnya pada semua itu terdapat pelajaran- pelajaran bagi orang-orang yang berpikir tentangnya lagi mau memetik pelajaran darinya.


[516] Yakni, ada yang pahit dan manis, putih dan hitam, besar dan kecil, dan sebagainya.

وَفِى ٱلْأَرْضِ قِطَعٌ مُّتَجَٰوِرَٰتٌ وَجَنَّٰتٌ مِّنْ أَعْنَٰبٍ وَزَرْعٌ وَنَخِيلٌ صِنْوَانٌ وَغَيْرُ صِنْوَانٍ يُسْقَىٰ بِمَآءٍ وَٰحِدٍ وَنُفَضِّلُ بَعْضَهَا عَلَىٰ بَعْضٍ فِى ٱلْأُكُلِ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَعْقِلُونَ

(4) "Dan di bumi ini terdapat bagian-bagian (tanah) yang berdampingan, dan kebun-kebun anggur; tanam-tanaman dan pohon kurma yang bercabang dan tidak bercabang; yang disirami dengan air yang samay tetapi Kami melebihkan sebagiannya atas sebagian yang lain dari segi rasanya. Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi kaum yang mengerti"

Dan di bumi terdapat bagian-bagian yang sebagian bersebelahan dengan sebagian yang lain. Sebagian darinya merupakan tanah yang baik yang dapat menumbuhkan tanam-tanaman yang bermanfaat bagi manusia, dan sebagian (lagi) bergaram lagi asin tidak dapat menumbuhkan apa pun. Dan pada bagian tanah yang baik terdapat kebun-kebun anggur, dan menjadikan padanya tanam-tanaman yang beraneka ragam, pohon kurma yang terkelompok pada satu lokasi tanam, dan ada yang tidak berkelompok pada satu tempat. Semua itu (tumbuh) pada satu tanah yang sama dan menyerap air yang sama, akan tetapi menjadi bermacam-macam dalam hasil buah-buahan, bentuk, cita-rasa dan aspek lainnya. Ini manis, sedang yang itu masam, sebagian lebih enak daripada sebagian yang lain untuk dikonsumsi. Sesungguhnya pada yang demikian ini terhadap petunjuk- petunjuk nyata bagi orang yang memiliki hati yang memahami perintah dan larangan dari Allah .

۞ وَإِن تَعْجَبْ فَعَجَبٌ قَوْلُهُمْ أَءِذَا كُنَّا تُرَٰبًا أَءِنَّا لَفِى خَلْقٍ جَدِيدٍ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلْأَغْلَٰلُ فِىٓ أَعْنَاقِهِمْ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(5) "Dan jika kamu merasa heran, maka yang patut mengherankan adalah ucapan mereka,'Apakah apabila kami telah menjadi tanah, kami sesungguhnya akan (dikembalikan) menjadi makhluk yang baru?' Mereka itulah orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka; dan orang-orang itulah (yang dijeratkan) belenggu di leher mereka; dan mereka itulah para penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya."

Dan apabila kamu terheran-heran wahai Rasul, terhadap keengganan mereka untuk beriman setelah adanya petunjuk-petunjuk ini, maka keheranan yang lebih besar lagi patut muncul adalah terhadap pernyataan orang-orang kafir, "Apakah apabila kami telah mati dan kami telah menjadi tanah, kami akan dibangkitkan kembali?" Mereka itu adalah orang-orang yang ingkar terhadap Tuhan mereka yang telah menciptakan mereka dari tidak ada sebelumnya. Dan mereka itu, belenggu-belenggu rantai dari neraka akan diikatkan pada leher-leher mereka pada Hari Kiamat, dan mereka itulah orang-orang yang akan terus berada di dalam neraka, tidak akan keluar darinya selamanya.

وَيَسْتَعْجِلُونَكَ بِٱلسَّيِّئَةِ قَبْلَ ٱلْحَسَنَةِ وَقَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهِمُ ٱلْمَثُلَٰتُ ۗ وَإِنَّ رَبَّكَ لَذُو مَغْفِرَةٍ لِّلنَّاسِ عَلَىٰ ظُلْمِهِمْ ۖ وَإِنَّ رَبَّكَ لَشَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(6) "Mereka meminta kepadamu supaya disegerakan (datangnya) siksaan, sebelum (mereka meminta) kebaikan, padahal telah terjadi bermacam-macam siksaan (terhadap orang-orang yang mendustakan para rasul) sebelum mereka. Sesungguhnya Tuhanmu benar-benar mempunyai ampunan (yang luas) bagi manusia sekalipun mereka zhalim. dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar keras siksaNya."

Orang-orang yang mendustakan meminta kepadamu supaya disegerakan siksaan yang Aku belum menimpakan pada mereka siksaan dengan segera, sebelum keimanan yang diharapkan menjadi sumber keamanan dan kebaikan. Dan sungguh telah berlalu hukuman-hukuman atas orang-orang yang mendustakan sebelum mereka, maka mengapa mereka tidak mau mengambil pelajaran darinya!' Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, benar-benar memberi pengampunan terhadap dosa-dosa manusia yang bertaubat dari dosa-dosa lantaran perbuatan kezhaiimar. mereka, dengan membukakan pintu ampunan bagi mereka dan menveru mereka kepadanya, sementara mereka berbuat kezhaliman terhadap d:n mereka dengan berbuat maksiat kepada Tuhan mereka. Dan sesungguhnya Tuhanmu benar-benar amat keras siksaanNya terhadap orang yang ngotot terus di atas kekafiran, kesesatan dan maksiat kepada Allah.

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦٓ ۗ إِنَّمَآ أَنتَ مُنذِرٌ ۖ وَلِكُلِّ قَوْمٍ هَادٍ

(7) Orang-orang yang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu tanda (kebesaran) dari Tuhannya? Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan. dan bagi tiap-tiap kaum ada orang (rasul) yang memberi petunjuk"

Dan orang-orang kafir Makkah berkata. Mengapa tidak datang kepadanya satu mukjizat yang bisa dirasakan panca indra, seperti tongkat Musa dan unta Shaleh? Itu tidaklah berada dalam kekuasaanmu wahai Rasul. Kamu tidak lain hanyalah seorang penyampai kepada mereka dan seorang yang memperingatkan mereka dari siksaan Allah. Dan bagi tiap-tiap umat terdapat seorang rasul yang mengarahkan mereka kepada Allah .

ٱللَّهُ يَعْلَمُ مَا تَحْمِلُ كُلُّ أُنثَىٰ وَمَا تَغِيضُ ٱلْأَرْحَامُ وَمَا تَزْدَادُ ۖ وَكُلُّ شَىْءٍ عِندَهُۥ بِمِقْدَارٍ

(8) "Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan kandungan rahim yang kurang sempurna dan yang lebih (dari masa yang semestinya). Dan segala sesuatu di sisiNya ada ukurannya."

Allah mengetahui apa yang dikandung setiap perempuan di dalam perutnya; apakah dia laki-laki atau perempuan, apakah dia celaka ataukah bahagia. Allah juga mengetahui apa yang kurang dari rahim, di mana janin yang dikandungnya keguguran atau dilahirkan sebelum umur sembilan bulan, serta apa yang lebih dari masa hamilnya. Dan segala sesuatu telah ditetapkan takdirnya di sisi Allah dengan ketentuan-ketentuan; baik, kurang, maupun bertambah, yang tidak akan ia lewati.

عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ٱلْكَبِيرُ ٱلْمُتَعَالِ

(9) "Yang mengetahui semua yang ghaib dan yang nampak; Yang Mahabesar lagi Mahatinggi."

Allah Maha Mengetahui apa-apa yang samar dari pandangan mata (manusia) dan juga apa-apa yang nyata, Yang Mahabesar pada DzatNya, Nama-nama dan sifat-sifatNya, Yang juga Mahatinggi di atas semua makhlukNya dengan Dzat, Kuasa dan KekuasaanNya.

سَوَآءٌ مِّنكُم مَّنْ أَسَرَّ ٱلْقَوْلَ وَمَن جَهَرَ بِهِۦ وَمَنْ هُوَ مُسْتَخْفٍ بِٱلَّيْلِ وَسَارِبٌۢ بِٱلنَّهَارِ

(10) "Sama saja (bagi Allah), siapa di antara kalian yang merahasiakan ucapan dan siapa yang berterus terang dengannya, dan siapa yang bersembunyi di malam hari dan yang berjalan (menampakkan diri) di siang hari"

Sama dalam ilmu Allah orang yang menyamarkan perkataan di antara kalian dan orang yang mengatakannya secara terang-terangan. Dan sama pula bagiNya orang yang menyembunyikan amal-amalnya di kegelapan malam dan orang yang melakukannya secara terang-terangan di siang bolong.

Kebangkitan dan Keruntuhan Suatu Bangsa Tergantung Pada Sikap dan Tindakan Mereka Sendiri

لَهُۥ مُعَقِّبَٰتٌ مِّنۢ بَيْنِ يَدَيْهِ وَمِنْ خَلْفِهِۦ يَحْفَظُونَهُۥ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُغَيِّرُ مَا بِقَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۗ وَإِذَآ أَرَادَ ٱللَّهُ بِقَوْمٍ سُوٓءًا فَلَا مَرَدَّ لَهُۥ ۚ وَمَا لَهُم مِّن دُونِهِۦ مِن وَالٍ

(11) "Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu mengikutinya bergiliran, di muka dan di belakangnya, mereka menjaganya atas perintah Allah.517 Sesungguhnya Allah tidak mengubah (mencabut) apa (nikmat) yang ada pada suatu kaum sehingga mereka mengubah apa (ketaatan) yang ada pada diri mereka sendiri (kepada maksiat). Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tidak ada yang dapat menolaknya; dan tidak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Allah memiliki para malaikat yang datang secara bergantian kepada manusia, baik dari depan maupun dari belakangnya, yang menjaganya dengan perintah Allah dan menghitung apa-apa yang berasal darinya; kebaikan maupun keburukan. Sesungguhnya Allah tidak merubah nikmat yang telah Dia berikan kepada suatu kaum, kecuali apabila mereka sendiri yang merubah apa yang Dia perintahkan kepada mereka, lalu mereka berbuat maksiat kepadaNya. Dan apabila Allah ingin menimpakan malapetaka kepada suatu kelompok, maka tidak jalan untuk menghindarinya, dan tidak ada penolong bagi mereka selain Allah yang akan menangani urusan mereka, yang akan mendatangkan apa-apa yang mereka cintai dan menolak dari mereka apa-apa yang tidak mereka sukai.


[517] Bagi tiap-tiap manusia ada beberapa malaikat yang tetap menjaganya secara bergiliran dan ada pula beberapa malaikat yang mencatat amalan-amalannya.

Tanda-tanda Keesaan Allah

هُوَ ٱلَّذِى يُرِيكُمُ ٱلْبَرْقَ خَوْفًا وَطَمَعًا وَيُنشِئُ ٱلسَّحَابَ ٱلثِّقَالَ

(12) "Dia-lah Yang memperlihatkan kilat kepada kalian untuk menimbulkan ketakutan dan harapan, dan Dia mengadakan awan mendung"

Dia-lah Dzat Yang memperlihatkan kepada kalian sebagian dari tanda kekuasaanNya, berupa kilat -yaitu cahaya amat terang yang tampak di sela-sela awan mendung-, lalu kalian takut halilintar-halilintar yang membakar menyambar kalian darinya, dan kalian amat berharap hujan turun bersamaan dengannya. Dan dengan KuasaNya, Allah menciptakan awan yang penuh dengan air yang banyak untuk kepentingan-kepentingan kalian.

وَيُسَبِّحُ ٱلرَّعْدُ بِحَمْدِهِۦ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِۦ وَيُرْسِلُ ٱلصَّوَٰعِقَ فَيُصِيبُ بِهَا مَن يَشَآءُ وَهُمْ يُجَٰدِلُونَ فِى ٱللَّهِ وَهُوَ شَدِيدُ ٱلْمِحَالِ

(13) "Dan guruh itu bertasbih memujiNya, (demikian pula) para malaikat karena takut kepadaNya, dan Dia melepaskan halilintar, lalu menimpakannya kepada siapa yang Dia kehendaki, dan mereka berbantah-bantahan tentang Allah, dan Dia-lah Tuhan Yang Mahakeras siksaanNya"

Dan guruh bertasbih memuji Allah yang menunjukkan ketundukannya kepada Tuhannya. Dan para malaikat menyucikan Tuhan mereka karena ketakutan mereka kepada Allah. Dan Allah mengirim halilintar yang membinasakan, sehingga matilah orang yang Allah kehendaki dari makhlukNya. Dan orang-orang kafir mendebat tentang sifat-sifat Allah dan KuasaNya untuk membangkitkan makhluk setelah mati. Dan Dia Mahakeras daya, kekuatan dan hukumanNya terhadap orang yang maksiat kepadaNya.

لَهُۥ دَعْوَةُ ٱلْحَقِّ ۖ وَٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَجِيبُونَ لَهُم بِشَىْءٍ إِلَّا كَبَٰسِطِ كَفَّيْهِ إِلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُغَ فَاهُ وَمَا هُوَ بِبَٰلِغِهِۦ ۚ وَمَا دُعَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ إِلَّا فِى ضَلَٰلٍ

(14) "Hanya bagiNya doa (ibadah) yang haq. Dan (berhala-berhala) yang mereka sembah selainNya tidak dapat memperkenankan sesuatu pun bagi mereka, melainkan seperti orang yang membuka kedua telapak tangannya ke arah air (dari jauh) supaya sampai air ke mulutnya, padahal air itu tidak dapat sampai kepadanya. Dan doa (ibadah) orang-orang kafir itu, hanyalah sia-sia belaka."

Hanya milik Allah semata seruan kepada tauhid "La ilaha illallah", sehingga tidak disembah dan tidak diseru kecuali Dia, sedang tuhan-tuhan sesembahan yang mereka sembah selain Allah, tidak dapat mengabulkan doa orang yang meminta kepadanya. Dan keadaan mereka itu bersama tuhan-tuhan sesembahan mereka adalah seperti keadaan orang yang dahaga yang membentangkan tangannya dari kejauhan untuk meraih air supaya sampai ke mulutnya, namun tidak dapat sampai ke mulutnya. Dan tidaklah permintaan orang-orang kafir terhadap tuhan-tuhan sesembahan itu kecuali merupakan bentuk teramat jauhnya mereka dari kebenaran, lantaran mereka mempersekutukan sesuatu dengan Allah.

وَلِلَّهِ يَسْجُدُ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَظِلَٰلُهُم بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ ۩

(15) "Hanya kepada Allah-lah sujud (patuh) semua yang di langit dan di bumi, baik dengan kemauan sendiri ataupun terpaksa (dan sujud pula) bayang-bayang mereka di waktu pagi dan petang hari."

Dan kepada Allah semata bersujudnya setiap yang ada di langit dan bumi. Maka orang-orang Mukmin tunduk kepadaNya dengan suka rela, sedang orang-orang kafir tunduk dengan dipaksa, sebab mereka menyombongkan diri, enggan untuk beribadah kepadaNya. Adapun keadaan dan fitrah mereka justru mendustakan mereka terkait hal tersebut. Begitu juga bayang-bayang makhluk-makhluk tunduk kepada keagunganNya, bergerak dengan iradahNya di permulaan siang dan penutup hari.

قُلْ مَن رَّبُّ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ قُلِ ٱللَّهُ ۚ قُلْ أَفَٱتَّخَذْتُم مِّن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ لَا يَمْلِكُونَ لِأَنفُسِهِمْ نَفْعًا وَلَا ضَرًّا ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ أَمْ هَلْ تَسْتَوِى ٱلظُّلُمَٰتُ وَٱلنُّورُ ۗ أَمْ جَعَلُواْ لِلَّهِ شُرَكَآءَ خَلَقُواْ كَخَلْقِهِۦ فَتَشَٰبَهَ ٱلْخَلْقُ عَلَيْهِمْ ۚ قُلِ ٱللَّهُ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ وَهُوَ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّٰرُ

(16) "Katakanlah,'Siapakah Tuhan langit dan bumi?' Katakanlah, 'Allah.' Katakanlah, 'Maka patutkah kalian mengambil pelindung-pelindung selain Allah, padahal mereka tidak kuasa mendatangkan manfaat maupun menolak mudarat bagi diri mereka sendiri?' Katakanlah, 'Apakah sama orang yang buta dan orang dapat melihat, atau samakah kegelapan-kegelapan dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaanNya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?' Katakanlah, adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Yang Maha Esa lagi Maha Berkuasa'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Siapakah Pencipta langit dan bumi dan Pengaturnya?" Maka katakanlah, "Allah, Dia-lah Pencipta lagi Pengatur keduanya, dan kalian mengakuinya." Kemudian katakanlah kepada mereka untuk membungkam hujjah mereka, "Apakah kalian menjadikan selain Allah sebagai sesembahan-sesembahan bagi kalian, padahal mereka tidak berkuasa memberikan manfaat bagi diri sendiri dan membahayakannya, apalagi mendatangkan manfaat atau menimpakan mudarat terhadap diri kalian, dan kalian tinggalkan beribadah kepada Dzat Yang menguasainya?" Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Apakah menurut kalian sama antara orang kafir yang seperti orang buta dengan orang Mukmin yang menyerupai orang yang dapat melihat? Atau apakah sama menurut kalian antara kekafiran yang menyerupai kegelapan-kegelapan dan keimanan yang serupa dengan cahaya? Ataukah sesungguhnya pembela-pembela mereka yang mereka jadikan sebagai sekutu-sekutu bagi Allah dapat menciptakan seperti ciptaan Allah, sehingga menjadi samar perbedaan antara hasil ciptaan sekutu-sekutu itu dan ciptaan Allah, lalu mereka meyakini sekutu-sekutu Allah tersebut berhak untuk disembah?" Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Allah Pencipta segala sesuatu dari tidak ada sebelumnya. Dia-lah yang berhak diibadahi. Dia-lah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa, bukan berhala-berhala dan patung-patung yang tidak dapat menimpakan mudarat dan mendatangkan manfaat."

أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَسَالَتْ أَوْدِيَةٌۢ بِقَدَرِهَا فَٱحْتَمَلَ ٱلسَّيْلُ زَبَدًا رَّابِيًا ۚ وَمِمَّا يُوقِدُونَ عَلَيْهِ فِى ٱلنَّارِ ٱبْتِغَآءَ حِلْيَةٍ أَوْ مَتَٰعٍ زَبَدٌ مِّثْلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ وَٱلْبَٰطِلَ ۚ فَأَمَّا ٱلزَّبَدُ فَيَذْهَبُ جُفَآءً ۖ وَأَمَّا مَا يَنفَعُ ٱلنَّاسَ فَيَمْكُثُ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ كَذَٰلِكَ يَضْرِبُ ٱللَّهُ ٱلْأَمْثَالَ

(17) "Dia telah menurunkan air (hujan) dari langit, maka mengalirlah air di lembah-lembah menurut ukurannya, maka arus itu membawa buih yang mengambang. Dan dari apa (logam) yang mereka lebur dalam api untuk membuat perhiasan atau alat-alat, ada (pula) buihnya seperti buih arus itu. Demikianlah Allah membuat perumpamaan (bagi) yang benar dan yang batil. Adapun buihy akan hilang sebagai sesuatu yang tak ada harganya; dan adapun yang memberi manfaat bagi manusia, maka ia tetap di bumi. Demikianlah Allah membuat perumpamaan-perumpamaan."

Kemudian Allah membuat perumpamaan untuk yang haq dan yang batil dengan air yang diturunkanNya dari langit, lalu mengalirlah air di lembah-lembah di bumi karenanya, sesuai dengan kecil dan luasnya. Lalu aliran air mengalir membawa buih-buih yang mengambang di permukaan tanpa ada manfaatnya sama sekali. Dan Allah juga membuat perumpamaan lain, yaitu logam-logam mulia yang mereka panasi dengan api untuk melelehkannya demi mendapatkan perhiasan, seperti pada tambang emas, perak, atau demi mencari manfaat-manfaat lain yang mereka pergunakan seperti dalam tambang tembaga, lalu keluarlah darinya material buruk yang tidak ada gunanya seperti halnya buih yang ikut bersama air. Seperti inilah Allah membuat perumpamaan untuk (menggambarkan) kebenaran dan kebatilan; di mana yang batil adalah bagaikan buih air yang menguap begitu saja atau dicampakkan, karena ia sama sekali tidak memiliki manfaat. Dan kebenaran itu bak air murni dan logam-logam mulia yang murni, akan bertahan di muka bumi untuk dimanfaatkan orang. Sebagaimana Dia menerangkan kepada kalian perumpamaan- perumpamaan ini, demikian pula Dia mengadakan perumpamaan itu bagi sekalian manusia, supaya kebenaran tampak jelas bedanya dari kebatilan dan begitu juga hidayah dari kesesatan.

TIAP-TIAP MANUSIA MEMPEROLEH BALASAN AMAL PERBUATANNYA MASING-MASING
Beberapa Sifat dan Perbuatan yang Mulia Dalam Islam

لِلَّذِينَ ٱسْتَجَابُواْ لِرَبِّهِمُ ٱلْحُسْنَىٰ ۚ وَٱلَّذِينَ لَمْ يَسْتَجِيبُواْ لَهُۥ لَوْ أَنَّ لَهُم مَّا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا وَمِثْلَهُۥ مَعَهُۥ لَٱفْتَدَوْاْ بِهِۦٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ سُوٓءُ ٱلْحِسَابِ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ

(18) "Bagi orang-orang yang memenuhi seruan Tuhan mereka, (disediakan) balasan yang baik. Dan orang-orang yang tidak memenuhi seruanNya»sekiranya mereka memiliki semua (kekayaan) yang ada di bumi dan (ditambah) dengan yang seperti itu, niscaya mereka akan menebus diri mereka dengannya. Mereka itulah yang mendapat hisab yang buruk dan tempat kediaman mereka ialah Jahanam dan itulah seburuk-buruk tempat kediaman."

Orang-orang Mukmin yang taat kepada Allah dan RasulNya akan mendapatkan surga. Sedang orang-orang yang tidak taat dan kafir kepada- Nya akan mendapatkan neraka. Dan walaupun mereka memiliki semua yang ada di muka bumi dan sebesar itu lagi yang menyertainya, untuk mereka sodorkan sebagai tebusan bagi diri mereka dari siksaan Allah pada Hari Kiamat, sekali-kali tidak akan diterima dari mereka. Mereka itu orang- orang yang akan menghadapi perhitungan atas semua yang telah mereka lakukan di masa lalu berupa perbuatan yang buruk. Tempat tinggal dan kediaman mereka adalah Neraka Jahanam. mereka akan diam di situ, dan amat buruk kediaman yang telah mereka persiapkan bagi diri mereka itu.

۞ أَفَمَن يَعْلَمُ أَنَّمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ٱلْحَقُّ كَمَنْ هُوَ أَعْمَىٰٓ ۚ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُوْلُواْ ٱلْأَلْبَٰبِ

(19) "Maka apakah orang yang mengetahui bahwasanya apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu adalah kebenaran sama dengan orang yang buta? Hanyalah orang-orang yang berakal saja yang dapat mengambil pelajaran."

Apakah orang yang mengetahui bahwa apa yang datang kepadamu wahai Rasul, merupakan kebenaran, lalu mengimaninya, sama seperti orang buta yang tidak dapat melihat kebenaran yang tidak dia imani? Sesungguhnya orang-orang yang dapat mengambil pelajaran hanyalah orang-orang yang berakal lurus.

ٱلَّذِينَ يُوفُونَ بِعَهْدِ ٱللَّهِ وَلَا يَنقُضُونَ ٱلْمِيثَٰقَ

(20) "(yaitu) orang-orang yang memenuhi perjanjian dengan Allah dan tidak merusak perjanjian (yang dikukuhkannya) "

Yaitu orang-orang yang memenuhi perjanjian dengan Allah yang telah diperintahkanNya kepada mereka, dan tidak membatalkan perjanjian teguh yang telah mereka kukuhkan kepada Allah.

وَٱلَّذِينَ يَصِلُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيَخْشَوْنَ رَبَّهُمْ وَيَخَافُونَ سُوٓءَ ٱلْحِسَابِ

(21) "dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan,518 dan mereka takut kepada Tuhan mereka dan takut kepada hisab yang buruk"

Mereka adalah orang-orang yang menyambung apa yang diperintahkan Allah untuk dihubungkan, seperti (menjalin hubungan silaturahim dengan) kaum kerabat dan (membantu) orang-orang yang membutuhkan, dan bermuraqabah (selalu merasa diawasi oleh) Tuhan mereka dan mengkhawatirkan Allah memperhitungkan setiap dosa-dosa mereka dan tidak mengampuni dosa-dosa mereka sedikit pun.


[518] Seperti hubungan silaturahim. tali persaudaraan, dan sebagainya.

وَٱلَّذِينَ صَبَرُواْ ٱبْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَأَنفَقُواْ مِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِٱلْحَسَنَةِ ٱلسَّيِّئَةَ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمْ عُقْبَى ٱلدَّارِ

(22) "Dan juga orang-orang yang sabar karena mencari Wajah Tuhan mereka, mendirikan shalat, dan menginfakkan sebagian rizki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, serta menolak keburukan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik),"

Dan mereka adalah orang-orang yang bersabar menghadapi gangguan, bersabar dalam ketaatan dan terhadap maksiat, dikarenakan mencari ridha Tuhan mereka, menjalankan shalat dengan cara terbaik, dan membayarkan zakat wajib dan infak yang disunnahkan dari harta benda mereka dalam keadaan sembunyi-sembunyi dan terang-terangan, serta menolak perbuatan buruk dengan kebaikan, sehingga menghapuskannya. Orang-orang yang bersifat demikian, bagi mereka tempat kesudahan yang terpuji di akhirat.

جَنَّٰتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَٰجِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ ۖ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ

(23) "(yaitu) surga-surga Adn yang akan mereka masuki bersama orang-orang yang shalih dari bapak-bapak mereka, istri-istri dan anak cucu mereka, dan malaikat-malaikat akan masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu;"

Tempat kesudahan (yang terpuji) itu adalah surga-surga Adn, mereka tinggal di sana, tidak berpindah darinya. Dan tinggal bersama mereka, orang-orang shalih dari orangtua, istri dan anak keturunan mereka, baik yang lelaki maupun perempuan. Dan malaikat-malaikat datang masuk menemui mereka dari semua pintu, untuk memberi selamat kepada mereka atas keberhasilan memasuki surga.

سَلَٰمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ ۚ فَنِعْمَ عُقْبَى ٱلدَّارِ

(24) "(sambil mengucapkan), 'Selamat sejahtera bagi kalian karena kesabaran kalian.' Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu "

Malaikat berkata kepada mereka, "Selamat atas kalian sebagai salam penghormatan bagi kalian. Kalian telah selamat dari semua keburukan, dikarenakan kesabaran kalian untuk taat kepada Allah. Maka sebaik-baik tempat kesudahan adalah surga."

Di Antara Sifat dan Perbuatan Orang-orang yang Ingkar Kepada Allah .

وَٱلَّذِينَ يَنقُضُونَ عَهْدَ ٱللَّهِ مِنۢ بَعْدِ مِيثَٰقِهِۦ وَيَقْطَعُونَ مَآ أَمَرَ ٱللَّهُ بِهِۦٓ أَن يُوصَلَ وَيُفْسِدُونَ فِى ٱلْأَرْضِ ۙ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱللَّعْنَةُ وَلَهُمْ سُوٓءُ ٱلدَّارِ

(25) "(Sedangkan) orang-orang yang melanggar perjanjian dengan Allah setelah mengukuhkannya dan memutuskan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan dan melakukan kerusakan di bumi, mereka itulah yang memperoleh laknat dan bagi mereka tempat kediaman yang buruk (Jahanam)"

Adapun orang-orang yang celaka, sungguh disandangkan bagi mereka sifat-sifat yang berlawanan dengan sifat-sifat kaum Mukminin. Mereka tidak memenuhi perjanjian dengan Allah untuk mengesakan Allah dengan ibadah, setelah meneguhkan janji itu pada diri mereka. Dan mereka adalah orang-orang yang memutus hal yang Allah perintahkan mereka untuk menyambungnya, seperti menyambung hubungan kekerabatan dan lain-lain dan melakukan kerusakan di muka bumi dengan berbuat maksiat- maksiat. Orang-orang yang berkarakter buruk ini, mereka dijauhkan dari rahmat Allah, dan bagi mereka hukuman yang memperburuk keadaan mereka berupa siksaan yang keras di akhirat.

ٱللَّهُ يَبْسُطُ ٱلرِّزْقَ لِمَن يَشَآءُ وَيَقْدِرُ ۚ وَفَرِحُواْ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا مَتَٰعٌ

(26) "Allah meluaskan rizki dan menyempitkannya bagi siapa yang Dia kehendaki. Mereka bergembira dengan kehidupan di dunia, padahal kehidupan dunia itu (dibanding dengan) kehidupan akhirat, hanyalah kesenangan (yang sedikit)"

Allah semata yang melapangkan rizki bagi siapa saja yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya dan mempersempit rizki bagi orang yang Dia kehendaki dari mereka. Dan orang-orang kafir begitu bergembira dengan keluasan rizki di kehidupan dunia. Dan tidaklah kehidupan dunia ini dibandingkan dengan kehidupan akhirat, kecuali sesuatu yang amat sedikit yang dinikmati begitu saja, yang akan cepat sirna.

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ يُضِلُّ مَن يَشَآءُ وَيَهْدِىٓ إِلَيْهِ مَنْ أَنَابَ

(27) "Orang-orang kafir berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan memberikan petunjuk kepada (agama) Nya bagi orang yang kembali (kepadaNya)'."

Orang-orang kafir berkata untuk mengungkapkan penentangan, "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad satu mukjizat yang dapat disaksikan dengan indra kami, seperti mukjizat Musa dan Isa?" Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya Allah menyesatkan orang yang dikehendakiNya dari kalangan para penentang hidayah, dan keberadaan mukjizat-mukjizat tidak akan berguna bagi dirinya. Dan Dia akan memberikan hidayah menuju agamaNya yang benar kepada orang yang kembali kepadaNya dan mencari ridhaNya.

Ketentraman Hati Orang-orang yang Beriman serta Pembalasan Bagi Mereka

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ ٱللَّهِ ۗ أَلَا بِذِكْرِ ٱللَّهِ تَطْمَئِنُّ ٱلْقُلُوبُ

(28) "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka tentram dengan ber- dzikir (mengingat dan menyebut) Allah. Ingatlah, hanya dengan berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah, hati menjadi tentram."

Dan Allah memberikan petunjuk bagi orang-orang yang hatinya tentram dengan tauhidullah dan mengingatNya, sehingga menjadi tenang dengannya. Ingatlah, dengan ketaatan kepada Allah dan mengingatNya serta dengan pahala dariNya, hati menjadi tenang dan damai.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَـَٔابٍ

(29) "Orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bagi mereka kebahagiaan dan tempat kembali yang baik"

Yaitu, orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan mengerjakan amal-amal shalih, bagi mereka kebahagiaan, pandangan sejuk dan keadaan yang baik, serta tempat kembali baik menuju surga Allah.

PENGUTUSAN RASUL-RASUL KEPADA UMAT MANUSIA MERUPAKAN SUNNAH ALLAH .
Allah Mengutus Muhammad Kepada Umatnya Sebagaimana Dia Mengutus Rasul-rasul Kepada Umat-umat Mereka

كَذَٰلِكَ أَرْسَلْنَٰكَ فِىٓ أُمَّةٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِهَآ أُمَمٌ لِّتَتْلُوَاْ عَلَيْهِمُ ٱلَّذِىٓ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ وَهُمْ يَكْفُرُونَ بِٱلرَّحْمَٰنِ ۚ قُلْ هُوَ رَبِّى لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ مَتَابِ

(30) "Demikianlah Kami telah mengutus kamu kepada suatu umat sebagaimana sungguh telah berlalu (penguusan rasul-rasul kepada) beberapa umat sebelumnya, supaya kamu membacakan kepada mereka (al-Qur'an) yang Kami wahyukan kepadamu, padahal mereka kafir kepada Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah, 'Dia-lah Tuhanku, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia; hanya kepadaNya aku bertawakal dan hanya kepadaNya aku bertaubat'."

Sebagaimana Kami telah mengutus rasul-rasul sebelummu wahai Rasul, di tengah umat, sungguh telah berlalu sebelumnya umat-umat para rasul, agar kamu membacakan kepada umat ini al-Qur'an yang diturunkan kepadamu, sedang keadaan kaummu adalah mengingkari keesaan Tuhan Yang Maha Pengasih. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Yang Maha Pengasih yang tidak kalian esakan (dengan ibadah) adalah Tuhanku satu-satunya, tiada sesembahan yang berhak diibadahi selainNya. KepadaNya-lah aku bergantung dan percaya, dan kepadaNya-lah tempat kembali dan inabahku"

Al-Qur'an Adalah Kitab yang Menggoncangkan Dunia

وَلَوْ أَنَّ قُرْءَانًا سُيِّرَتْ بِهِ ٱلْجِبَالُ أَوْ قُطِّعَتْ بِهِ ٱلْأَرْضُ أَوْ كُلِّمَ بِهِ ٱلْمَوْتَىٰ ۗ بَل لِّلَّهِ ٱلْأَمْرُ جَمِيعًا ۗ أَفَلَمْ يَاْيْـَٔسِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن لَّوْ يَشَآءُ ٱللَّهُ لَهَدَى ٱلنَّاسَ جَمِيعًا ۗ وَلَا يَزَالُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ تُصِيبُهُم بِمَا صَنَعُواْ قَارِعَةٌ أَوْ تَحُلُّ قَرِيبًا مِّن دَارِهِمْ حَتَّىٰ يَأْتِىَ وَعْدُ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُخْلِفُ ٱلْمِيعَادَ

(31) "Dan sekiranya ada suatu bacaan (kitab suci) yang dengannya gunung- gunung dapat digoncangkan, atau bumi jadi terbelah, atau oleh karenanya orang-orang yang sudah mati dapat diajak bicara, (tentu itulah al-Qur'an, tetapi mereka tetap tidak akan beriman). Tetapi segala urusan itu adalah milik (wewenang) Allah. Maka tidakkah orang-orang yang beriman itu mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki (semua manusia beriman), tentu Allah memberi petunjuk kepada manusia semuanya. Dan orang-orang yang kafir senantiasa ditimpa bencana disebabkan perbuatan mereka sendiri atau bencana itu terjadi dekat tempat kediaman mereka, sehingga datanglah janji Allah. Sesungguhnya Allah tidak mengingkari janji."

Allah membantah orang-orang kafir yang menuntut diturunkannya mukjizat pada diri Nabi yang dapat mereka tangkap dengan panca indra mereka. Dia berfirman kepada mereka, "Dan sekiranya ada satu bacaan (kitab) yang dibaca, yang kemudian menyebabkan gunung-gunung runtuh dari tempat-tempatnya, atau bumi terbelah menjadi sungai-sungai atau orang-orang mati hidup dan dapat diajak berkomunikasi, sebagaimana mereka memintanya kepadamu, maka bacaan yang memiliki sifat-sifat demikian adalah kitab al-Qur'an, yang tidak ada pada bacaan lainnya, tetapi mereka tetap tidak akan beriman kepadanya. Akan tetapi, semua perkara adalah hak Allah terkait diturunkannya mukjizat-mukjizat dan perkara lainnya. Apakah kaum Mukminin belum mengetahui bahwa seandainya Allah menghendaki, niscaya semua penduduk bumi akan beriman tanpa melihat mukjizat? Dan orang-orang kafir akan terus-menerus tertimpa musibah disebabkan kekafiran mereka, berupa terbunuh dan menjadi tawanan dalam peperangan kaum Muslimin, atau musibah turun pada mereka di dekat tempat tinggal mereka, sampai akhirnya datanglah janji Allah berupa pertolongan (bagi kaum Muslimin) atas mereka. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji.

Penentang-penentang Rasul-rasul Akan Hancur

وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَمْلَيْتُ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ ثُمَّ أَخَذْتُهُمْ ۖ فَكَيْفَ كَانَ عِقَابِ

(32) "Dan sungguh telah diperolok-olokkan rasul-rasul sebelum kamu , maka Aku beri tangguh kepada orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka. Maka (perhatikanlah) bagaimana hebatnya siksaanKu itu!"

Dan apabila mereka mengolok-olok dakwahmu wahai Rasul, maka sungguh umat-umat sebelummu telah memperolok rasul-rasul mereka. Karena itu, janganlah kamu bersedih hati. Sungguh Aku hanya menangguhkan waktu orang-orang kafir itu, kemudian Aku binasakan mereka dengan siksaanKu. Dan siksaan itu adalah siksaan yang amat dahsyat.

أَفَمَنْ هُوَ قَآئِمٌ عَلَىٰ كُلِّ نَفْسٍ بِمَا كَسَبَتْ ۗ وَجَعَلُواْ لِلَّهِ شُرَكَآءَ قُلْ سَمُّوهُمْ ۚ أَمْ تُنَبِّـُٔونَهُۥ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلْأَرْضِ أَم بِظَٰهِرٍ مِّنَ ٱلْقَوْلِ ۗ بَلْ زُيِّنَ لِلَّذِينَ كَفَرُواْ مَكْرُهُمْ وَصُدُّواْ عَنِ ٱلسَّبِيلِ ۗ وَمَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَمَا لَهُۥ مِنْ هَادٍ

(33) "Maka apakah Tuhan yang menjaga setiap diri terhadap apa yang diusahakannya (lebih berhak diibadahi ataukah makhluk yang lemah)? Dan (karena kebodohan) mereka menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah. Katakanlah, 'Sebutlah nama-nama (dan sifat-sifat) mereka. Atau apakah kalian hendak memberitahu Allah apa yang tidak diketahuiNya di bumi, atau (kalian mengatakan demikian) sekedar perkataan lahir (yang tidak punya hakikat) ?' Sebenarnya orang-orang kafir itu dijadikan (oleh setan) memandang baik tipu daya mereka dan mereka dihalangi dari jalan (yang benar). Dan barangsiapa yang disesatkan Allah, maka tidak ada seorang pun yang akan memberi petunjuk baginya."

Apakah Tuhan Yang selalu mengurus setiap jiwa, menghitung semua yang diperbuatnya lebih berhak untuk disembah, atau apakah makhluk-makhluk yang lemah ini? Mereka, lantaran kebodohan mereka, menjadikan sekutu-sekutu bagi Allah dari makhlukNya yang mereka sembah. Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Sebutlah nama-nama dan sifat-sifat mereka," niscaya mereka tidak akan mendapati sesuatu aspek yang menjadikan tuhan-tuhan itu layak untuk disembah, "ataukah kalian mau memberitahukan kepada Allah sekutu-sekutuNya di muka bumi yang tidak diketahuiNya, ataukah kalian menamai mereka sebagai sekutu-sekutu dengan istilah semata sementara ia tidak memiliki hakikat?" Bahkan sebetulnya setan telah menjadikan orang-orang kafir memandang baik perkataan mereka yang batil dan menghalangi mereka dari jalan Allah. Maka barangsiapa tidak diberi taufik oleh Allah untuk memperoleh hidayahNya, maka tidak ada seorang pun yang dapat memberinya petunjuk dan taufik menuju jalan kebenaran dan jalan lurus.

لَّهُمْ عَذَابٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْءَاخِرَةِ أَشَقُّ ۖ وَمَا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن وَاقٍ

(34) "Mereka mendapatkan azab dalam kehidupan dunia, dan azab akhirat benar-benar lebih keras, dan tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah."

Orang-orang kafir yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah akan mendapat siksaan berat di dunia, dengan terbunuh, ditawan dan kehinaan. Dan siksaan mereka di akhirat benar-benar lebih berat dan lebih dahsyat. Dan tidak ada seorang pelindung pun bagi mereka yang melindungi mereka dari siksaan Allah.

Golongan Surga

۞ مَّثَلُ ٱلْجَنَّةِ ٱلَّتِى وُعِدَ ٱلْمُتَّقُونَ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ أُكُلُهَا دَآئِمٌ وَظِلُّهَا ۚ تِلْكَ عُقْبَى ٱلَّذِينَ ٱتَّقَواْ ۖ وَّعُقْبَى ٱلْكَٰفِرِينَ ٱلنَّارُ

(35) "Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa (adalah seperti taman) yang mengalir sungai-sungai di bawahnya; buahnya tak henti-henti dan begitu pula naungannya. Itulah tempat kesudahan bagi orang- orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang yang kafir ialah neraka."

Sifat surga yang Allah janjikan kepada orang-orang yang takut kepadaNya, adalah surga yang di bawah pepohonan dan istana-istananya mengalir sungai-sungai. Buah-buahannya tidak pernah putus, dan naungannya tidak hilang dan tidak berkurang. Balasan dengan surga itu adalah kesudahan orang-orang yang takut kepada Allah, maka mereka menjauhi maksiat-maksiat kepadaNya dan melaksanakan kewajiban-kewajiban dariNya, sedang kesudahan orang-orang kafir adalah neraka.

Orang Mukmin Menerima al-Qur'an Secara Keseluruhan

وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَفْرَحُونَ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْكَ ۖ وَمِنَ ٱلْأَحْزَابِ مَن يُنكِرُ بَعْضَهُۥ ۚ قُلْ إِنَّمَآ أُمِرْتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱللَّهَ وَلَآ أُشْرِكَ بِهِۦٓ ۚ إِلَيْهِ أَدْعُواْ وَإِلَيْهِ مَـَٔابِ

(36) "Orang-orangyang telah Kami berikan kitab kepada mereka bergembira dengan kitab yang diturunkan kepadamu (Muhammad),519 dan di antara golongan- golongan (Yahudi dan Nasrani) yang bersekutu, ada yang mengingkari sebagian darinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya aku hanya diperintah untuk menyembah Allah dan tidak mempersekutukan sesuatu pun denganNya. Hanya kepadaNya aku seru (manusia) dan hanya kepadaNya aku kembali'.”

Dan orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka kitab suci, dari kalangan Yahudi dan Nasrani, orang yang beriman dari kalangan mereka merasa gembira dengan al-Qur'an yang diturunkan padamu, karena sesuai dengan apa yang mereka miliki. Dan dari golongan-golongan yang bersekutu di atas kekafiran untuk menentangmu, seperti Sayyid dan 'Aqib, dua uskup Najran, dan Kaab bin Asyraf, ada orang yang mengingkari sebagian yang diturunkan padamu. Katakanlah kepada mereka. "Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk menyembahNya saja, dan tidak mempersekutukan apa pun denganNya. Kepada perwujudan peribadahan kepada Allah, aku menveru sekalian manusia. Dan kepada- Nya-lah tempat kembaliku dan tempat berpulangku.


[519] Yakni, orang Yahudi dan Nasrani yang telah masuk Islam.

وَكَذَٰلِكَ أَنزَلْنَٰهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا ۚ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَمَا جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا وَاقٍ

(37) "Dan demikianlah Kami telah menurunkannya (al-Qur'an) sebagai hukum (yang benar) dalam bahasa Arab. Dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, maka tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu dari (siksa) Allah"

Dan sebagaimana Kami turunkan kitab-kitab suci kepada para nabi dengan bahasa mereka, Kami turunkan kepadamu wahai Rasul, al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kamu menentukan hukum dengannya. Dan jika kamu mengikuti keinginan-keinginan hawa nafsu kaum musyrikin untuk menyembah selain Allah, setelah kebenaran yang datang kepadamu dari sisi Allah, niscaya kamu tidak memiliki penolong yang akan menolongmu dan pelindung yang melindungimu dari siksaanNya.

Hidup Berkeluarga Tidak Berlawanan Dengan Kerasulan

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا رُسُلًا مِّن قَبْلِكَ وَجَعَلْنَا لَهُمْ أَزْوَٰجًا وَذُرِّيَّةً ۚ وَمَا كَانَ لِرَسُولٍ أَن يَأْتِىَ بِـَٔايَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ لِكُلِّ أَجَلٍ كِتَابٌ

(38) "Dan sungguh Kami telah mengutus beberapa rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan. Dan tidak ada hak bagi seorang rasul mendatangkan suatu ayat (mukjizat), melainkan dengan izin Allah. Tiap-tiap waktu (telah) ada catatan (ketetapan) baginya."

Dan apabila mereka berkata, "Mengapa kamu wahai Rasul, menikahi wanita-wanita?" Maka sesungguhnya Kami telah mengutus se- belummu rasul-rasul dari kalangan manusia, dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan anak-anak. Dan apabila mereka berkata, "Seandainya dia benar seorang utusan Allah, pastilah dia akan datang membawa mukjizat-mukjizat yang kami minta." Maka bukan dalam jangkauan kemampuan seorang rasul untuk mendatangkan mukjizat yang diinginkan oleh kaumnya kecuali dengan izin Allah. Tiap-tiap perkara yang telah diputuskan oleh Allah memiliki catatan dan batas waktu tertentu, yang Allah telah menuliskannya di sisiNya; tidak akan maju dan tidak akan mundur (sedikit pun).

Tiap-tiap Masa Mempunyai Tantangan dan Jawabannya Sendiri- sendiri

يَمْحُواْ ٱللَّهُ مَا يَشَآءُ وَيُثْبِتُ ۖ وَعِندَهُۥٓ أُمُّ ٱلْكِتَٰبِ

(39) "Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisiNya terdapat Ummul Kitab (Lauhul Mahjuzh)."

Allah menghapus hukum-hukum dan ketetapan lainnya yang Dia kehendaki, dan mempertahankan dari perkara-perkara itu apa yang dike- hendakiNya, sesuai dengan hikmah yang diketahuiNya. Dan di sisiNya terdapat Kitab, yaitu Lauhul Mahfuzh.

وَإِن مَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِنَّمَا عَلَيْكَ ٱلْبَلَٰغُ وَعَلَيْنَا ٱلْحِسَابُ

(40) "Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka atau Kami mewafatkanmu, (maka hal itu bukanlah urusanmu), karena sesungguhnya tugasmu hanya menyampaikan saja, sedang Kami-lah yang menghisab (amal mereka)"

Dan bila Kami memperlihatkan kepadamu wahai Rasul, sebagian hukuman yang Kami ancamkan kepada musuh-musuhmu, berupa kehinaan dan siksaan di dunia, maka itulah balasan bagi mereka yang disegerakan. Dan bila Kami mewafatkanmu sebelum kamu menyaksikannya, maka tugasmu tiada lain hanyalah menyampaikan dakwah saja, dan kewajiban Kami-lah urusan perhitungan amal dan memberikan balasan.

أَوَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّا نَأْتِى ٱلْأَرْضَ نَنقُصُهَا مِنْ أَطْرَافِهَا ۚ وَٱللَّهُ يَحْكُمُ لَا مُعَقِّبَ لِحُكْمِهِۦ ۚ وَهُوَ سَرِيعُ ٱلْحِسَابِ

(41) "Dan apakah mereka tidak melihat bahwasanya Kami mendatangi daerah- daerah (orang-orang kafir), lalu Kami menguranginya (sedikit demi sedikit) dari tepi-tepinya? Dan Allah menetapkan hukum (menurut keltendakNya); tidak ada yang dapat menolak ketetapan hukumNya. Dan Dia Mahacepat hisabNya"

Apakah orang-orang kafir itu tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami mendatangi daerah-daerah di bumi dan menguranginya dari sisi-sisinya, yaitu dengan cara kaum Muslimin menaklukkan negeri-negeri kaum musyrikin dan disatukannya dengan negeri-negeri kaum Muslimin. Dan Allah menetapkan hukum, tidak ada yang dapat menolak ketetapanNya dan keputusanNya. Dan Dia Mahacepat perhitunganNya, maka janganlah mereka meminta agar siksaan ditimpakan pada mereka dengan segera, sebab setiap yang akan tiba itu dekat.

وَقَدْ مَكَرَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ فَلِلَّهِ ٱلْمَكْرُ جَمِيعًا ۖ يَعْلَمُ مَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ ۗ وَسَيَعْلَمُ ٱلْكُفَّٰرُ لِمَنْ عُقْبَى ٱلدَّارِ

(42) "Dan sungguh orang-orang sebelum mereka (orang-orang kafir Makkah) telah mengadakan tipu daya, tetapi hanya milik Allah (hak mengizinkan atau menggagalkan) semua tipu daya itu. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, dan orang-orang kafir akan mengetahui siapa yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)"

Dan sesungguhnya orang-orang sebelum mereka telah mengatur berbagai tipu daya terhadap rasul-rasul mereka, sebagaimana mereka melakukan hal yang sama terhadapmu. Padahal hanya milik Allah (terwujudnya) semua makar itu, lalu Dia menggagalkan makar mereka, dan mengembalikan makar itu pada mereka dalam bentuk kegagalan dan penyesalan. Dia mengetahui apa yang diusahakan oleh setiap diri, yang baik maupun yang buruk, lalu dia diberi balasan atasnya. Orang-orang kafir akan mengetahui, bila mereka datang kepada Tuhan mereka, bagi siapakah kesudahan yang baik setelah kehidupan dunia ini? Sesungguhnya itu bagi para pengikut rasul-rasul. Di sini terkandung peringatan dan ancaman bagi orang-orang kafir.

وَيَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَسْتَ مُرْسَلًا ۚ قُلْ كَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ وَمَنْ عِندَهُۥ عِلْمُ ٱلْكِتَٰبِ

(43) "Orang-orang kafir berkata, 'Kamu bukan seorang yang diutus sebagai Rasul.' Katakanlah, 'Cukuplah Allah dan orang-orang yang mempunyai ilmu al-Kitab (yang telah masuk Islam) menjadi saksi antara diriku dengan kalian'."

Dan orang-orang kafir berkata, "Wahai Muhammad, Allah tidaklah mengutus kamu." Katakanlah kepada mereka, "Cukuplah Allah menjadi saksi atas kebenaranku dan kedustaan kalian. Dan cukuplah persaksian orang yang memiliki pengetahuan tentang kitab suci dari kalangan Yahudi dan Nasrani yang beriman kepada risalahku dan wahyu yang aku bawa dari sisi Allah, dan mengikuti kebenaran, lalu mengutarakan persaksian itu dengan terang-terangan dan tidak menyembunyikannya."