Isi Tafsir Al-Qur'an

Yusuf

KISAH NABI YUSUF
Yusuf Bermimpi

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْمُبِينِ

(1) "Alif Lam Ra. Ini adalah ayat-ayat Kitab (al-Qur'an) yang jelas."

(Alif Lam Ra). Keterangan tentang huruf-huruf yang terpotong- potong (di awal surat) telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat Kitab yang nyata lagi jelas dalam makna- maknanya, halal dan haramnya, serta hidayahnya.

إِنَّآ أَنزَلْنَٰهُ قُرْءَٰنًا عَرَبِيًّا لَّعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

(2) "Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa al-Qur'an dengan berbahasa Arab, agar kalian memahami (nya)"

Sesungguhnya Kami telah menurunkan al-Qur'an ini dengan berbahasa Arab, agar kalian wahai bangsa Arab, dapat mencerna makna-maknanya dan memahaminya serta mengamalkan petunjuknya.

نَحْنُ نَقُصُّ عَلَيْكَ أَحْسَنَ ٱلْقَصَصِ بِمَآ أَوْحَيْنَآ إِلَيْكَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانَ وَإِن كُنتَ مِن قَبْلِهِۦ لَمِنَ ٱلْغَٰفِلِينَ

(3) "Kami menceritakan kepadamu kisah yang paling baik dengan mewahyukan al-Qur'an ini kepadamu, dan sesungguhnya kamu sebelum (Kami mewahyukan) nya adalah termasuk orang-orang yang tidak mengetahui." .

Kami menceritakan kepadamu wahai Rasul, kisah terbaik dengan mewahyukan al-Qur'an ini kepadamu, dan kamu sebelum turunnya al- Qur'an itu benar-benar termasuk orang yang tidak mengerti berita-berita tersebut, tidak mengetahuinya sama sekali.

إِذْ قَالَ يُوسُفُ لِأَبِيهِ يَٰٓأَبَتِ إِنِّى رَأَيْتُ أَحَدَ عَشَرَ كَوْكَبًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ رَأَيْتُهُمْ لِى سَٰجِدِينَ

(4) "(Ingatlah) ketika Yusuf berkata kepada bapaknya, 'Wahai bapakku,498 sesungguhnya aku (bermimpi) melihat sebelas buah bintang, matahari, dan bulan; kulihat mereka bersujud kepadaku'."

Sebutkanlah wahai Rasul, kepada kaummu perkataan Yusuf kepada ayahnya, "Sesungguhnya aku bermimpi melihat dalam tidurku sebelas bintang, matahari dan bulan, aku melihat mereka semua itu bersujud kepadaku." Mimpi ini menjadi pembuka kabar gembira atas martabat yang dicapai oleh Yusuf berupa kedudukan yang tinggi di dunia dan akhirat.


[498] Bapak Nabi yusuf ialah Ya'qub bin Ishaq bin Ibrahim

قَالَ يَٰبُنَىَّ لَا تَقْصُصْ رُءْيَاكَ عَلَىٰٓ إِخْوَتِكَ فَيَكِيدُواْ لَكَ كَيْدًا ۖ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لِلْإِنسَٰنِ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

(5) "Bapaknya berkata, 'Wahai anakku, janganlah kamu ceritakan mimpimu itu kepada saudara-saudaramu, karena mereka bisa membuat makar (untuk membinasakan) mu. Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia.'

Ya'qub berkata kepada putranya, Yusuf, "Wahai putraku, janganlah kamu ceritakan mimpi ini kepada saudara-saudara lelakimu, nanti mereka akan dengki kepadamu, lalu memusuhimu dan merencanakan makar untuk membinasakanmu. Sesungguhnya setan adalah musuh yang jelas permusuhannya kepada manusia.

وَكَذَٰلِكَ يَجْتَبِيكَ رَبُّكَ وَيُعَلِّمُكَ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ وَيُتِمُّ نِعْمَتَهُۥ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ ءَالِ يَعْقُوبَ كَمَآ أَتَمَّهَا عَلَىٰٓ أَبَوَيْكَ مِن قَبْلُ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(6) 'Dan demikianlah Tuhanmu memilihmu (untuk menjadi nabi) dan mengajar- kanmu sebagian dari ta'bir mimpi-mimpi dan dia menyempurnakan nikmatNya kepadamu dan kepada keluarga Ya'qub, sebagaimana Dia telah menyempurnakan nikmatNya kepada dua orang kakekmu sebelum itu, (yaitu) Ibrahim dan Ishaq. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'."

Sebagaimana Tuhanmu telah memperlihatkan mimpi ini kepadamu, demikian pula Dia memilihmu dan mengajarkan kepadamu ta'bir mimpi yang dilihat manusia dalam tidur mereka, yang kembali kepada peristiwa nyata yang akan terjadi, menyempurnakan kenikmatanNya padamu dan pada keluarga Ya'qub dengan karunia kenabian dan risalah, sebagaimana telah disempurnakanNya pada dua bapakmu; Ibrahim dan Ishaq, dengan karunia kenabian dan risalah. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui siapa yang pantas dipilihNya dari hamba-hambaNya juga Mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan makhluk-makhlukNya."

Yusuf Dengan Saudara-saudaranya

۞ لَّقَدْ كَانَ فِى يُوسُفَ وَإِخْوَتِهِۦٓ ءَايَٰتٌ لِّلسَّآئِلِينَ

(7) "Sungguh dalam (kisah) Yusuf dan saudara-saudaranya terdapat tanda-tanda (kuasa Allah) bagi orang-orang yang bertanya."

Sesungguhnya dalam kisah Yusuf dan saudara-saudara lelakinya terdapat pelajaran-pelajaran dan bukti-bukti petunjuk yang menunjukkan Kuasa Allah dan hikmahNya bagi orang yang mau bertanya tentang kisah- kisah mereka dan berhasrat untuk mengetahuinya.

إِذْ قَالُواْ لَيُوسُفُ وَأَخُوهُ أَحَبُّ إِلَىٰٓ أَبِينَا مِنَّا وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّ أَبَانَا لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(8) "(Yaitu) ketika mereka berkata, 'Yusuf dan saudara kandungnya (Bunyamin) benar-benar lebih dicintai oleh bapak kita daripada kita sendiri, padahal kita (ini) adalah satu golongan (yang kuat). Sesungguhnya bapak kita benar-benar dalam kekeliruan yang nyata'

Tatkala saudara-saudara Yusuf seayah berkata di antara mereka sendiri, "Sesungguhnya Yusuf dan saudara kandungnya lebih dicintai ayah kita daripada kita, dia lebih mengutamakan mereka berdua di atas kita, padahal kita kumpulan orang yang berjumlah lebih banyak. Jadi, sesungguhnya ayah kita benar-benar dalam kekeliruan yang nyata, lantaran lebih mementingkan mereka berdua daripada kita, tanpa ada alasan benar menurut pandangan kita.

ٱقْتُلُواْ يُوسُفَ أَوِ ٱطْرَحُوهُ أَرْضًا يَخْلُ لَكُمْ وَجْهُ أَبِيكُمْ وَتَكُونُواْ مِنۢ بَعْدِهِۦ قَوْمًا صَٰلِحِينَ

(9) 'Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke suatu tempat supaya perhatian bapak kalian terfokus kepada kalian saja, dan sesudah itu kalian bisa menjadi orang- orang yang baik'."499

Bunuhlah Yusuf atau buanglah dia ke daerah asing lagi jauh dari pemukiman, niscaya cinta ayah kalian dan perhatiannya kepada kalian akan murni menjadi milik kalian, dan dia tidak akan menoleh kepada selain kalian, lalu setelah membunuh Yusuf atau membuangnya jauh, kalian menjadi orang-orang yang bertaubat kepada Allah, memohon ampunan kepadaNya setelah dosa yang kalian perbuat.


[499] Yakni, setelah membunuh atau membuang Yusuf mereka bisa bertaubat kepada Allah dan mengerjakan amal-amal shalih.

قَالَ قَآئِلٌ مِّنْهُمْ لَا تَقْتُلُواْ يُوسُفَ وَأَلْقُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ يَلْتَقِطْهُ بَعْضُ ٱلسَّيَّارَةِ إِن كُنتُمْ فَٰعِلِينَ

(10) "Seorang di antara mereka berkata, 'Janganlah kalian membunuh Yusuf, tetapi masukkanlah dia ke dasar sumur supaya dia dipungut oleh sebagian musafir, jika kalian memang melakukannya'."

Ada orang yang berkata dari saudara-saudara Yusuf, "Janganlah kalian membunuh Yusuf, akan tetapi lemparkanlah dia ke dalam dasar sumur agar sebagian orang yang melintas dari orang-orang musafir akan memungutnya, sehingga kalian akan bebas darinya, dan tidak ada perlunya membunuh dia, jika kalian memang bertekad untuk melakukan apa yang kalian ucapkan."

قَالُوا يَا أَبَانَا مَا لَكَ لَا تَأْمَنَّا عَلَىٰ يُوسُفَ وَإِنَّا لَهُ لَنَاصِحُونَ

(11) "Mereka berkata, 'Wahai bapak kami, mengapa engkau tidak mempercayai kami terhadap Yusuf, padahal sesungguhnya kami adalah orang-orang yang menginginkan kebaikan baginya?'

Saudara-saudara Yusuf, setelah bersepakat membuang Yusuf, berkata, "Wahai ayah kami, mengapa engkau tidak menganggap kami orang-orang yang dapat dipercaya, padahal Yusuf adalah saudara kami sendiri, sedang kami menginginkan kebaikan baginya, menyayanginya dan perhatian kepadanya, serta mengistimewakannya dengan niat tulus kami kepadanya?

أَرْسِلْهُ مَعَنَا غَدًا يَرْتَعْ وَيَلْعَبْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

(12) 'Biarkanlah dia pergi bersama kami besok pagi, agar dia (dapat) bersenang-senang dan bermain-main, dan sesungguhnya kami pasti menjaga (nya)'."

Tolong, biarkanlah dia pergi bersama kami besok, ketika kami pergi keluar menuju padang rumput, tempat kami menggembala, agar dia dapat berlari, beraktivitas, bergembira, dan dapat bermain kejar-kejaran dan lainnya dari berbagai macam permainan yang boleh. Dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya dari segala yang engkau khawatirkan padanya."

قَالَ إِنِّى لَيَحْزُنُنِىٓ أَن تَذْهَبُواْ بِهِۦ وَأَخَافُ أَن يَأْكُلَهُ ٱلذِّئْبُ وَأَنتُمْ عَنْهُ غَٰفِلُونَ

(13) "Dia (Ya'qub) berkatat 'Sesungguhnya kepergian kalian membawa Yusuf amat menyedihkanku dan aku khawatir kalau-kalau dia dimakan serigala, sedang kalian lengah darinya'"

Ya'qub berkata, "Sesungguhnya amat menyedihkan diriku perpisahan dengannya, bila kalian pergi bersamanya ke padang rumput, dan aku takut serigala akan memangsanya, saat kalian lalai terhadapnya dan sibuk dengan urusan kalian sendiri."

قَالُواْ لَئِنْ أَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ وَنَحْنُ عُصْبَةٌ إِنَّآ إِذًا لَّخَٰسِرُونَ

(14) "Mereka berkata, 'Jika dia benar-benar dimakan serigala, sedang kami golongan (yang kuat), sesungguhnya kami kalau demikian adalah orang-orang yang merugi'."500

Saudara-saudara Yusuf berkata kepada ayah mereka, "Bila dia dimangsa serigala, padahal kami kumpulan orang yang kuat, maka sesungguhnya jika demikian, kami adalah orang-orang yang rugi, tidak ada kebaikan pada diri kami lagi dan tidak ada manfaat dari kami yang dapat diharap-harapkan."


[500] Yakni, menjadi orang-orang pengecut yang hidupnya tidak ada artinya.

فَلَمَّا ذَهَبُواْ بِهِۦ وَأَجْمَعُوٓاْ أَن يَجْعَلُوهُ فِى غَيَٰبَتِ ٱلْجُبِّ ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَيْهِ لَتُنَبِّئَنَّهُم بِأَمْرِهِمْ هَٰذَا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(15) "Maka tatkala mereka membawanya dan sepakat memasukkannya ke dasar sumur (lalu mereka pun memasukkannya), dan (di waktu dia sudah di dalam sumur), Kami wahyukan kepadanya, '(Kelak) kamu benar-benar akan menceritakan kepada mereka perbuatan mereka ini, sedang mereka tidak menyadari(nya)'."

Maka Ya'qub melepasnya (Yusuf) pergi bersama mereka. Lalu tatkala mereka berhasil membawanya pergi bersama mereka dan telah bersepakat untuk melemparkannya ke dasar sumur, Kami wahyukan kepada Yusuf bahwa "Sesungguhnya kamu nantinya benar-benar akan memberitahukan kepada saudara-saudaramu tentang tindakan mereka yang mereka perbuat kepadamu, sedang mereka tidak merasa dan menyadari hal tersebut."

وَجَآءُوٓ أَبَاهُمْ عِشَآءً يَبْكُونَ

(16) "Kemudian mereka datang kepada bapak mereka di sore hari sambil menangis"

Dan datanglah saudara-saudara Yusuf kepada ayah mereka pada waktu Isya di permulaan malam dalam keadaan menangis dan memperlihatkan perasaan sesal lagi gelisah.

قَالُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّا ذَهَبْنَا نَسْتَبِقُ وَتَرَكْنَا يُوسُفَ عِندَ مَتَٰعِنَا فَأَكَلَهُ ٱلذِّئْبُ ۖ وَمَآ أَنتَ بِمُؤْمِنٍ لَّنَا وَلَوْ كُنَّا صَٰدِقِينَ

(17) "Mereka berkata, 'Wahai bapak kami, sesungguhnya kami melakukan perlombaan dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala; dan engkau tidak akan percaya kepada kami, sekalipun kami adalah orang-orang yang benar'."

Mereka berkata, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi bersama berlomba-lomba lari dan memanah dan kami tinggalkan Yusuf di sisi perbekalan dan pakaian kami. Kami tidaklah lalai untuk menjaganya. Akan tetapi, kami tempatkan dia di tempat aman yang telah kami pilih, dan kami tidaklah meninggalkannya kecuali sebentar saja, lalu serigala memangsanya. Dan engkau pasti tidak akan percaya kepada kami, meskipun kami orang-orang yang dikenal jujur, lantaran besarnya kecintaanmu kepada Yusuf."

وَجَآءُو عَلَىٰ قَمِيصِهِۦ بِدَمٍ كَذِبٍ ۚ قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ وَٱللَّهُ ٱلْمُسْتَعَانُ عَلَىٰ مَا تَصِفُونَ

(18) "Mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Dia (Ya'qub) berkata, 'Sebenarnya diri kalian sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu; maka kesabaran yang baik (itulah kesabaranku). Dan Allah sajalah yang dimohon pertolonganNya terhadap apa yang kalian ceritakan itu'."

Dan mereka pulang dengan membawa pakaiannya yang telah dilumuri darah, namun bukan darah Yusuf, untuk membuktikan kejujuran ucapan mereka, namun justru menjadi bukti petunjuk kedustaan mereka, sebab pakaian itu tidaklah terkoyak-koyak. Maka ayah mereka Ya'qub berkata kepada mereka, "Kejadiannya tidak seperti yang kalian ungkapkan. Akan tetapi, jiwa kalian yang suka memerintahkan keburukan telah menjadikan kalian memandang indah perlakuan kalian yang buruk terhadap Yusuf, sehingga kalian memandangnya baik-baik saja dan kemudian kalian lakukan. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik, tidak disertai keluhan kepada siapa pun dari manusia. Dan aku memohon pertolongan kepada Allah untuk menanggung beban akibat kedustaan yang kalian ungkapkan, bukan kepada daya dan kekuatanku sendiri.”

وَجَآءَتْ سَيَّارَةٌ فَأَرْسَلُواْ وَارِدَهُمْ فَأَدْلَىٰ دَلْوَهُۥ ۖ قَالَ يَٰبُشْرَىٰ هَٰذَا غُلَٰمٌ ۚ وَأَسَرُّوهُ بِضَٰعَةً ۚ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِمَا يَعْمَلُونَ

(19). "Kemudian datanglah kelompok orang-orang musafir; lalu mereka menyuruh tukang ambil air bagi mereka, maka dia menurunkan timbanya, dia berkata, 'Oh, alangkah gembiranya, ada seorang anak belia!' Kemudian mereka menyembunyikannya sebagai barang dagangan. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan"

Dan tibalah satu rombongan dari orang-orang musafir. Mereka mengutus orang untuk mencarikan air bagi mereka. Tatkala orang tersebut memasukkan ember ke dalam sumur, Yusuf bergantung padanya. Maka orang yang mengambil air itu senang, berbinar, karena mendapatkan seorang anak, dan dia berkata, "Wah ada kabar menyenangkan. Ini ada anak lelaki yang berharga mahal." Tukang air itu dan sejumlah temannya menyembunyikan Yusuf dari anggota rombongan musafir yang lainnya dan tidak menampakkannya bagi mereka. Mereka berkata, "Ini adalah barang perniagaan yang kami bawa." Dan Allah Maha Mengetahui apa yang mereka lakukan terhadap Yusuf.

Yusuf Mendapat Godaan

وَشَرَوْهُ بِثَمَنٍ بَخْسٍ دَرَٰهِمَ مَعْدُودَةٍ وَكَانُواْ فِيهِ مِنَ ٱلزَّٰهِدِينَ

(20) "Dan mereka menjual Yusuf dengan harga yang murah, yaitu beberapa dirham saja, dan mereka merasa tidak tertarik kepadanya"501

Saudara-saudara Yusuf menjualnya kepada para pendatang dari rombongan musafir tersebut dengan harga yang murah. Mereka merasa tidak butuh terhadap Yusuf dan ingin bebas darinya. Demikian ini lantaran mereka tidak mengetahui kedudukan Yusuf di sisi Allah.


[501] Menurut satu pendapat, yang dimaksud "mereka” di sini adalah saudara-saudara Yusuf Sedangkan menurut pendapat lain, maksudnya adalah para musafir, dan mereka tidak tertarik kepada Yusuf karena dia anak temuan dalam perjalanan. Jadi mereka khawatir kalau-kalau pemiliknya datang mengambilnya. Oleh karena itu, mereka tergesa-gesa menjualnya sekalipun dengan harga yang murah.

وَقَالَ ٱلَّذِى ٱشْتَرَىٰهُ مِن مِّصْرَ لِٱمْرَأَتِهِۦٓ أَكْرِمِى مَثْوَىٰهُ عَسَىٰٓ أَن يَنفَعَنَآ أَوْ نَتَّخِذَهُۥ وَلَدًا ۚ وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ وَلِنُعَلِّمَهُۥ مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ وَٱللَّهُ غَالِبٌ عَلَىٰٓ أَمْرِهِۦ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(21) "Dan orang Mesir yang membelinya berkata kepada istrinya, 'Berikanlah dia tempat tinggal yang baik,502 mudah-mudahan dia mendatangkan manfaat btigi kita atau kita pungut dia sebagai anak.' Dan demikianlah Kami memberikan kedudukan yang baik bagi Yusuf di muka bumi (Mesir), dan untuk Kami ajarkan kepadanya sebagian dari ta'bir mimpi. Dan Allah berkuasa terhadap urusanNya, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahuinya."

Dan tatkala rombongan orang-orang musafir itu pergi membawa Yusuf menuju negeri Mesir, seorang pembesar Mesir membelinya dari mereka, yaitu sang menteri. Dan dia berkata kepada istrinya, "Perlakukanlah dia dengan baik, dan tempatkanlah dia dalam posisi yang mulia di tempat kita. Semoga kita dapat memanfaatkannya untuk melayani kita, atau kita suruh dia tinggal bersama kita layaknya anak sendiri." Dan sebagaimana Kami telah selamatkan Yusuf dan Kami jadikan pembesar Mesir merasa iba kepadanya, demikian pula Kami memberikan kekuasaan kepada Yusuf di negeri Mesir, dan Kami menjadikannya sebagai pemegang perbendaharaan kekayaannya, dan agar Kami juga mengajarkan kepadanya ta'bir mimpi, sehingga dia dapat mengetahui dari mimpi itu peristiwa-peristiwa yang akan terjadi kemudian. Dan Allah Mahakuasa atas urusanNva, ketetapan- Nya pasti terlaksana, tidak ada orang yang menghambatnya. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak menyadari bahwa urusan-urusan semuanya ada di Tangan Allah.


[502] Yakni, perlakuknlah dia dengan baik

وَلَمَّا بَلَغَ أَشُدَّهُۥٓ ءَاتَيْنَٰهُ حُكْمًا وَعِلْمًا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(22) "Dan tatkala dia sudah cukup dewasa, Kami berikan kepadanya hikmah dan ilmu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik."

Dan tatkala Yusuf mencapai puncak kekuatannya dalam masa mudanya, Kami anugerahkan padanya pemahaman dan ilmu. Dan dengan balasan serupa yang Kami berikan kepada Yusuf atas perbuatan baiknya, Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik atas tindakan baik mereka. Di sini terkandung hiburan bagi Rasulullah .

وَرَٰوَدَتْهُ ٱلَّتِى هُوَ فِى بَيْتِهَا عَن نَّفْسِهِۦ وَغَلَّقَتِ ٱلْأَبْوَٰبَ وَقَالَتْ هَيْتَ لَكَ ۚ قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ رَبِّىٓ أَحْسَنَ مَثْوَاىَ ۖ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(23) "Dan wanita yang mana dia (Yusuf) tinggal di rumahnya menggodanya (untuk melakukan perbuatan keji) dan dia menutup pintu-pintu, seraya berkata. 'Marilah mendekat kepadaku.' Yusuf berkata. 'Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya tuanku telah memperlakukanku dengan baik.' Sesungguhnya orang-orang yang zhalim tiada akan beruntung."

Dan istri sang menteri mengajak Yusuf yang berada di dalam rumahnya dengan lemah lembut, untuk berbuat keji dengan dirinya, lantaran ketertarikannya kepada Yusuf yang amat besar dan ketampanan parasnya, dan dia mengunci pintu-pintu sehingga hanya ada dia dan Yusuf di sana, lalu berkata, "Marilah kemari." Yusuf menjawab, "Aku berlindung kepada Allah. Aku memohon penjagaan dan meminta perlindungan kepadaNya dari keinginan yang kamu mengajakku kepadanya, (juga) dari berkhianat terhadap tuanku yang telah menempatkanku pada martabat yang baik, dan memuliakanku, maka aku tidak mau mengkhianatinya dalam hal istrinya. Sesungguhnya tidak beruntung orang yang berbuat kezhaliman dan melakukan sesuatu yang tidak pantas dia perbuat."

وَلَقَدْ هَمَّتْ بِهِۦ ۖ وَهَمَّ بِهَا لَوْلَآ أَن رَّءَا بُرْهَٰنَ رَبِّهِۦ ۚ كَذَٰلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ ٱلسُّوٓءَ وَٱلْفَحْشَآءَ ۚ إِنَّهُۥ مِنْ عِبَادِنَا ٱلْمُخْلَصِينَ

(24) ”Sungguh wanita itu telah bermaksud (melakukan perbuatan itu) dengannya, dan dia pun bermaksud (melakukan pula) dengan wanita itu seandainya dia tidak melihat tanda (dari) Tuhannya.503 Demikianlah agar Kami memalingkan darinya keburukan dan perbuatan keji. Sesungguhnya dia (Yusuf) itu termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih (untuk menjadi orang-orang yang ikhlas)."

Dan sesungguhnya jiwa sang wanita itu telah condong untuk berbuat kekejian, sedang jiwa Yusuf telah membisiki dirinya dengan bisikan hati untuk menyambutnya, seandainya dia tidak menyaksikan tanda dari tanda-tanda Tuhannya yang menghalanginya dari apa yang dibisikkan jiwanya. Sesungguhnya Kami memperlihatkan padanya tanda tersebut, agar Kami dapat menyingkirkan darinya hal yang buruk dan perbuatan keji dalam seluruh urusannya. Sesungguhnya dia termasuk hamba-hamba Kami yang bersih lagi terpilih untuk mengemban risalah, yang ikhlas dalam ibadah mereka kepada Allah dan pengesaanNya.


[503] Ayat ini tidaklah menunjukkan bahwa Nabi Yusuf , mempunyai keinginan yang buruk terhadap wanita itu, akan tetapi godaan itu demikian besarnya sehingga andaikata dia tidak dikuatkan dengan keimanan kepada Allah tentu dia jatuh ke dalam kemaksiatan.

وَٱسْتَبَقَا ٱلْبَابَ وَقَدَّتْ قَمِيصَهُۥ مِن دُبُرٍ وَأَلْفَيَا سَيِّدَهَا لَدَا ٱلْبَابِ ۚ قَالَتْ مَا جَزَآءُ مَنْ أَرَادَ بِأَهْلِكَ سُوٓءًا إِلَّآ أَن يُسْجَنَ أَوْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(25) "Dan keduanya berlomba-lomba menuju pintu dan wanita itu menarik baju gamis Yusuf dari belakang hingga koyak, dan keduanya mendapati suami wanita itu di depan pintu. Wanita itu berkata, 'Apakah balasan terhadap orang yang bermaksud buruk terhadap istrimu, selain dipenjarakan atau (dihukum) dengan azab yang pedih?"'

Yusuf bersegera menuju pintu untuk keluar, dan sang wanita itu pun beranjak segera untuk mencoba menahannya dan menarik pakaian Yusuf dari belakang, untuk menghalanginya keluar, sampai mengoyak pakaiannya, dan keduanya mendapati suami wanita tersebut di depan pintu. Dengan serta-merta, wanita itu berkata, "Apa balasan orang yang berhasrat melakukan perbuatan keji pada istrimu selain dihukum penjara atau dikenai hukuman siksaan yang pedih?"

قَالَ هِىَ رَٰوَدَتْنِى عَن نَّفْسِى ۚ وَشَهِدَ شَاهِدٌ مِّنْ أَهْلِهَآ إِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن قُبُلٍ فَصَدَقَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

(26) "Yusuf berkata,'Dialah yang menggodaku.' Dan seorang saksi dari keluarga wanita itu memberikan kesaksian, 'Jika baju gamisnya koyak di depan, maka wanita itu benar; dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.'

Yusuf berkata, "Dialah yang mengajakku kepada perbuatan tersebut." Dan seorang anak kecil dari keluarganya yang masih dalam ayunan bayi bersaksi dengan berkata, "Apabila pakaiannya terkoyak dari arah depan, maka wanita itu benar dalam tuduhannya terhadap Yusuf, dan Yusuf termasuk orang-orang yang dusta.

وَإِن كَانَ قَمِيصُهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍ فَكَذَبَتْ وَهُوَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(27) Dan jika baju gamisnya koyak di belakang, maka wanita itulah yang dusta, dan Yusuf termasuk orang-orang yang benar'."

Dan apabila pakaiannya terkoyak dari bagian belakang, maka wanita itu berdusta dalam tuduhannya, dan Yusuf termasuk orang-orang yang berkata jujur."

فَلَمَّا رَءَا قَمِيصَهُۥ قُدَّ مِن دُبُرٍ قَالَ إِنَّهُۥ مِن كَيْدِكُنَّ ۖ إِنَّ كَيْدَكُنَّ عَظِيمٌ

(28) "Maka tatkala suami wanita itu melihat baju gamis Yusuf koyak di belakang, dia berkata, 'Sesungguhnya (kejadian) itu adalah di antara tipu daya kalian (kaum wanita), sesungguhnya tipu daya kalian adalah besar.'

Maka, tatkala sang suami melihat pakaian Yusuf terkoyak dari bagian belakang, dia pun tahu Yusuf tidak berbuat apa-apa, dan dia berkata kepada istrinya, "Sesungguhnya kedustaan yang kamu tuduhkan kepada pemuda ini termasuk bagian dari tipu daya kalian wahai para wanita, sesungguhnya tipu daya kalian adalah besar."

يُوسُفُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَا ۚ وَٱسْتَغْفِرِى لِذَنۢبِكِ ۖ إِنَّكِ كُنتِ مِنَ ٱلْخَاطِـِٔينَ

(29) (Wahai) Yusuf, berpalinglah dari ini,504 dan (kamu, wahai istriku) mohonlah ampun atas dosamu itu, karena kamu sesungguhnya termasuk orang-orang yang berbuat salah'."

Pembesar Mesir itu berkata, "Wahai Yusuf, lupakanlah tindakan yang diperbuatnya, janganlah kamu mengungkitnya kepada siapa pun. Dan kamu wahai istriku, mintalah ampunan untuk dosamu. Sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang berbuat dosa saat menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya dan tuduhan dustamu terhadapnya."


[504] Yakni, rahasiakanlah peristiwa ini

Yusuf Dipenjara

۞ وَقَالَ نِسْوَةٌ فِى ٱلْمَدِينَةِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ تُرَٰوِدُ فَتَىٰهَا عَن نَّفْسِهِۦ ۖ قَدْ شَغَفَهَا حُبًّا ۖ إِنَّا لَنَرَىٰهَا فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(30) "Dan wanita-wanita di kota berkata, 'Istri al-Aziz menggoda pelayannya (untuk berbuat keji), sungguh pelayannya telah membuatnya mabuk cinta. Sesungguhnya kami benar-benar memandangnya dalam kesesatan yang nyata'."

(Tapi) berita itu sampai ke wanita-wanita di kota itu, sehingga mereka ramai memperbincangkannya. Dan mereka berkata untuk mengingkari (tindakan) istri pembesar (Mesir), "Sesungguhnya istri sang pembesar mencoba menundukkan pelayannya dan mengajaknya untuk berbuat keji dengan dirinya. Sungguh ketertarikannya kepada pemuda itu telah mencapai puncak kecintaan hatinya. Sesungguhnya kami memandangnya, dengan perbuatan tersebut, dalam kesesatan yang nyata."

فَلَمَّا سَمِعَتْ بِمَكْرِهِنَّ أَرْسَلَتْ إِلَيْهِنَّ وَأَعْتَدَتْ لَهُنَّ مُتَّكَـًٔا وَءَاتَتْ كُلَّ وَٰحِدَةٍ مِّنْهُنَّ سِكِّينًا وَقَالَتِ ٱخْرُجْ عَلَيْهِنَّ ۖ فَلَمَّا رَأَيْنَهُۥٓ أَكْبَرْنَهُۥ وَقَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ وَقُلْنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا هَٰذَا بَشَرًا إِنْ هَٰذَآ إِلَّا مَلَكٌ كَرِيمٌ

(31) "Maka tatkala wanita itu (istri al-Aziz) mendengar gunjingan mereka, dia mengirim orang untuk mengundang mereka dan menyediakan untuk mereka tempat duduk, dan dia memberikan kepada masing-masing mereka sebuah pisau (untuk memotong jamuan), kemudian dia berkata (kepada Yusuf), 'Keluarlah (tampakkanlah dirimu) kepada mereka.' Maka tatkala wanita-wanita itu melihatnya, mereka terpesona (dengan ketampanan) nya, dan (tanpa sadar) mereka melukai tangan mereka dan berkata, 'Mahasuci Allah, ini bukanlah manusia, ini tidak lain kecuali malaikat yang mulia'."

Tatkala istri pembesar Mesir itu mendengar gunjingan mereka terhadap dirinya dan ulah mereka untuk mencelanya, maka dia mengutus seseorang kepada mereka untuk mengundang mereka berkunjung ke rumahnya. Dan dia telah mempersiapkan bagi mereka peralatan untuk mereka bersandar berupa bantal-bantal dan makanan-makanan yang akan mereka santap, dan memberikan kepada tiap-tiap wanita sebilah pisau untuk mereka gunakan memotong makanan. Selanjutnya, dia berkata kepada Yusuf, "Keluarlah ke hadapan mereka." Ketika mereka memandangnya, mereka terkagum-kagum dan terpana olehnya. Ketampanan dan pesona wajahnya membuat mereka terpaku, sehingga mereka melukai tangan-tangan mereka sendiri, ketika mereka tengah mengiris-iris makanan, lantaran begitu luar biasanya keadaan yang mencengangkan dan hilangnya kesadaran. Dan mereka berkata dengan penuh takjub, "Mahasempurna Allah. Ini bukanlah dari bangsa manusia, sebab ketampanannya tidak biasa ada pada bangsa manusia. Dia tidak lain adalah satu malaikat yang mulia dari bangsa malaikat."

قَالَتْ فَذَٰلِكُنَّ ٱلَّذِى لُمْتُنَّنِى فِيهِ ۖ وَلَقَدْ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ فَٱسْتَعْصَمَ ۖ وَلَئِن لَّمْ يَفْعَلْ مَآ ءَامُرُهُۥ لَيُسْجَنَنَّ وَلَيَكُونًا مِّنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

(32) "Wanita itu berkata,'Itulah dia orang yang kalian cela aku karena (tertarik) kepadanya, dan sungguh aku telah menggodanya, akan tetapi dia menolak. Dan jika dia benar-benar tidak melakukan apa yang aku perintahkan kepadanya, niscaya dia akan dipenjarakan dan dia akan termasuk golongan orang-orang yang hina'."

Istri sang pembesar itu berkata kepada para wanita yang mengiris- iris tangan mereka sendiri, "Kejadian yang kalian alami saat melihatnya ini, dialah pemuda yang kalian mencelaku lantaran aku tergoda dengannya. Sesungguhnya aku telah memintanya dan berusaha menggodanya agar mau menerima ajakanku, akan tetapi dia menolak dan enggan. Dan bila dia tetap menolak apa yang aku pinta kepadanya, pastilah dia akan dihukum dengan kurungan penjara, dan dia benar-benar termasuk orang- orang yang hina dina.'."

قَالَ رَبِّ ٱلسِّجْنُ أَحَبُّ إِلَىَّ مِمَّا يَدْعُونَنِىٓ إِلَيْهِ ۖ وَإِلَّا تَصْرِفْ عَنِّى كَيْدَهُنَّ أَصْبُ إِلَيْهِنَّ وَأَكُن مِّنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

(33) "Dia (Yusuf) berkata, 'Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada (memenuhi) ajakan mereka kepadaku. Dan jika Engkau tidak menghindarkan diriku dari tipu daya mereka, tentu aku akan cenderung untuk (memenuhi keinginan) mereka dan tentulah aku termasuk orang-orang yang bodoh'."

Yusuf berkata memohon perlindungan dari keburukan dan tipu daya mereka, "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai daripada apa yang mereka pinta kepadaku berupa perbuatan zina. Dan bila Engkau tidak menghindarkan dariku tipu daya mereka, niscaya aku akan condong kepada mereka dan aku akan termasuk orang-orang bodoh yang melakukan dosa karena kebodohan mereka."

فَٱسْتَجَابَ لَهُۥ رَبُّهُۥ فَصَرَفَ عَنْهُ كَيْدَهُنَّ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(34) "Maka Tuhannya memperkenankan doanya, dan Dia menghindarkannya dari tipu daya mereka. Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Kemudian Allah mengabulkan permohonan Yusuf, lalu memalingkan darinya apa yang dihasrati oleh istri pembesar Mesir dan kawan- kawan wanitanya untuk bermaksiat kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa Yusuf dan doa setiap orang yang memanjatkan doa dari makhlukNya, Maha Mengetahui keinginan, kebutuhan dan apa saja yang memperbaiki keadaannya, dan (Maha Mengetahui) kebutuhan seluruh makhlukNya dan apa saja yang memperbaiki keadaan mereka.

ثُمَّ بَدَا لَهُم مِّنۢ بَعْدِ مَا رَأَوُاْ ٱلْءَايَٰتِ لَيَسْجُنُنَّهُۥ حَتَّىٰ حِينٍ

(35) "Kemudian timbul pikiran pada mereka setelah melihat tanda-tanda (kebenaran Yusuf) bahwa mereka harus memenjarakannya sampai waktu tertentu."505

Kemudian muncul pikiran pada sang pembesar dan rekan-rekannya, setelah menyaksikan bukti-bukti tentang bersih dan terjaganya kehormatan Yusuf, untuk memenjarakannya hingga waktu yang lama atau pendek, demi menutup terbongkarnya skandal (aib) tersebut.


505 Yakni, agar orang-orang mengira bahwa yang bersalah adalah Yusuf dan tidak lagi membicarakannya.

Dakwah Yusuf Dalam Penjara

وَدَخَلَ مَعَهُ ٱلسِّجْنَ فَتَيَانِ ۖ قَالَ أَحَدُهُمَآ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَعْصِرُ خَمْرًا ۖ وَقَالَ ٱلْءَاخَرُ إِنِّىٓ أَرَىٰنِىٓ أَحْمِلُ فَوْقَ رَأْسِى خُبْزًا تَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِنْهُ ۖ نَبِّئْنَا بِتَأْوِيلِهِۦٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(36) "Dan masuk bersamanya ke dalam penjara dua orang pemuda.506 Berkatalah salah seorang di antara keduanya, 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku memeras (anggur untuk dijadikan) khamar.' Dan yang lainnya berkata, 'Sesungguhnya aku bermimpi, bahwa aku membawa roti di atas kepalaku, sebagiannya dimakan burung: Beritahukanlah kepada kami ta'birnya; sesungguhnya kami memandang kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik"

Dan bersama Yusuf, ada dua orang pemuda yang masuk penjara. Yang pertama berkata, "Sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku memeras anggur untuk dibuat minuman keras." Yang lain berkata, "Sesungguhnya aku melihat diriku mengangkat roti di atas kepalaku yang dimakan oleh burung. Beritahukanlah kepada kami wahai Yusuf, ta'bir mimpi yang kami lihat, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang melakukan hal terbaik dalam beribadah kepada Allah dan berinteraksi dengan sesama makhluk."


[506] Menurut riwayat, dua orang pemuda itu adalah pelayan-pelayan raja; salah satunya adalah yang mengurusi minuman raja dan yang seorang lagi adalah pembuat roti.

قَالَ لَا يَأْتِيكُمَا طَعَامٌ تُرْزَقَانِهِۦٓ إِلَّا نَبَّأْتُكُمَا بِتَأْوِيلِهِۦ قَبْلَ أَن يَأْتِيَكُمَا ۚ ذَٰلِكُمَا مِمَّا عَلَّمَنِى رَبِّىٓ ۚ إِنِّى تَرَكْتُ مِلَّةَ قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ كَٰفِرُونَ

(37) "Yusuf berkata, 'Tidak sampai kepada kalian berdua makanan yang akan diberikan kepada kalian, melainkan aku telah dapat menerangkan jenis makanan itu, sebelum makanan itu sampai kepada kalian.507 Yang demikian itu adalah sebagian dari apa yang diajarkan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama suatu kaum yang tidak beriman kepada Allah, dan mereka kafir kepada (kehidupan) Hari Akhirat,'

Yusuf berkata kepada mereka berdua, "Tidaklah ada makanan yang datang kepada kalian yang diberikan kepada kalian sebagai jatah kalian dalam keadaan apa pun kecuali aku akan memberitahukan kepada kalian ta'bir mimpinya sebelum makanan itu tiba kepada kalian. Ta'bir yang akan aku ungkapkan nanti kepada kalian berasal dari apa yang diajarkan Tuhanku kepadaku. Sesungguhnya aku beriman kepadaNya dan aku ikhlaskan ibadah bagiNya, dan aku jauhi agama kaum yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar terhadap Hari Kebangkitan dan Pembalasan amal.


[507] Menurut satu penafsiran lain: tidaklah sampai kepada kalian berdua makanan yang akan diberikan kepada kalian di (dalam mimpi), melainkan aku dapat memberitahukan takwil- nya kepada kalian sebelum sampai kepada kalian.

وَٱتَّبَعْتُ مِلَّةَ ءَابَآءِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَإِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ مَا كَانَ لَنَآ أَن نُّشْرِكَ بِٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۚ ذَٰلِكَ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ عَلَيْنَا وَعَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَشْكُرُونَ

(38) 'Dan aku mengikuti agama nenek moyangku (yaitu) Ibrahim, Ishaq, dan Ya'qub. Tidaklah patut bagi kami mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Allah. Yang demikian itu adalah dari karunia Allah kepada kami dan kepada manusia (seluruhnya); tetapi kebanyakan manusia itu tidak bersyukur,

Dan aku mengikuti agama nenek moyangku; Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Aku menyembah Allah semata. Tidak sepantasnya bagi kami untuk mengadakan sekutu bagi Allah dalam peribadahan kepadaNya. Keyakinan bertauhid dengan mengesakan Allah dalam ibadah, merupakan sebagian karunia yang Allah anugerahkan kepada kami dan kepada manusia. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak bersyukur kepada Allah atas kenikmatan bertauhid dan iman."

يَٰصَىٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ ءَأَرْبَابٌ مُّتَفَرِّقُونَ خَيْرٌ أَمِ ٱللَّهُ ٱلْوَٰحِدُ ٱلْقَهَّارُ

(39) 'Wahai kedua temanku dalam penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa?'

Yusuf berkata kepada dua pemuda yang bersamanya di dalam penjara, "Apakah penyembahan tuhan-tuhan yang berupa makhluk yang bermacam-macam lebih baik daripada peribadahan kepada Allah Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa?

مَا تَعْبُدُونَ مِن دُونِهِۦٓ إِلَّآ أَسْمَآءً سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۚ أَمَرَ أَلَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّآ إِيَّاهُ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(40) 'Kalian tidak menyembah selain Allah, kecuali hanya (menyembah) nama- nama yang kalian dan nenek moyang kalian buat-buat yang mana Allah tidak menurunkan suatu bukti (hujjah) pun tentangnya. Keputusan itu hanyalah milik Allah. Dia telah memerintahkan agar kalian tidak menyembah, kecuali Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui

Kalian tidaklah menyembah selain Allah, kecuali hanya nama-nama yang tidak memiliki hakikat-hakikat di baliknya, kalian dan bapak-bapak kalian menjadikannya sebagai tuhan-tuhan, disebabkan kebodohan dan kesesatan kalian yang ada pada kalian. Allah tidak menurunkan satu hujjah dan bukti apa pun yang menunjukkan kebenarannya. Keputusan yang haq tiada lain kecuali hanya milik Allah dUi saja, tiada sekutu bagiNya. Dia memerintahkan agar kalian tidak tunduk kepada selainNya, dan agar kalian semata-mata hanya beribadah kepadaNya. Inilah agama lurus yang tidak ada unsur yang bengkok padanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia buta terhadapnya, sehingga tidak mengetahui hakikatnya.'

يَٰصَىٰحِبَىِ ٱلسِّجْنِ أَمَّآ أَحَدُكُمَا فَيَسْقِى رَبَّهُۥ خَمْرًا ۖ وَأَمَّا ٱلْءَاخَرُ فَيُصْلَبُ فَتَأْكُلُ ٱلطَّيْرُ مِن رَّأْسِهِۦ ۚ قُضِىَ ٱلْأَمْرُ ٱلَّذِى فِيهِ تَسْتَفْتِيَانِ

(41) ' Wahai kedua temanku dalam penjara, adapun salah seorang di antara kalian berdua, akan memberi minum tuannya dengan khamar, dan adapun yang seorang lagi, maka dia akan disalib, lalu burung memakan sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan perkara yang kalian berdua tanyakan (kepadaku) itu'"

Wahai dua penghuni penjara, aku sampaikan kepada kalian berdua penjelasan mimpi kalian. Adapun orang yang melihat dirinya memeras anggur dalam mimpinya, maka sesungguhnya dia akan keluar dari penjara dan akan menjadi pegawai yang meminumkan khamar kepada raja. Sedangkan yang lain yang melihat dalam mimpinya bahwa dia membawa roti di atas kepalanya, sesungguhnya dia akan disalib dan dibiarkan begitu saja, lalu burung mematok sebagian dari kepalanya. Telah diputuskan ketetapan yang kalian meminta jawaban soal itu dan telah usai diputuskan."

Ta'bir Yusuf Tentang Mimpi Raja

وَقَالَ لِلَّذِى ظَنَّ أَنَّهُۥ نَاجٍ مِّنْهُمَا ٱذْكُرْنِى عِندَ رَبِّكَ فَأَنسَىٰهُ ٱلشَّيْطَٰنُ ذِكْرَ رَبِّهِۦ فَلَبِثَ فِى ٱلسِّجْنِ بِضْعَ سِنِينَ

(42) "Dan Yusuf berkata kepada orang yang diketahuinya akan selamat di antara mereka berdua, 'Ceritakanlah tentangku kepada tuanmu ' Maka setan menjadikan dia lupa menceritakan (tentang Yusuf) kepada tuannya. Karena itu, tetaplah dia (Yusuf) dalam penjara beberapa tahun lamanya."

Dan Yusuf berpesan kepada orang yang dia tahu akan selamat di antara dua orang temannya itu, "Sebutlah aku di sisi tuanmu, sang raja, dan beritahukanlah kepadanya bahwa sesungguhnya aku adalah orang yang terzhalimi lagi dipenjara tanpa dosa." Tapi setan membuat lelaki itu lupa untuk mengabarkan kepada sang raja keadaan Yusuf. Akibatnya, Yusuf tetap tinggal di dalam penjara setelah itu beberapa tahun lamanya.

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ إِنِّىٓ أَرَىٰ سَبْعَ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعَ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ ۖ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَأُ أَفْتُونِى فِى رُءْيَٰىَ إِن كُنتُمْ لِلرُّءْيَا تَعْبُرُونَ

(43) "Raja berkata (kepada orang-orang terkemuka dari kaumnya), 'Sesungguhnya aku bermimpi melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan tujuh tangkai lainnya yang kering. Wahai para pemuka, terangkanlah kepadaku tentang ta'bir mimpiku itu, jika kalian dapat mena'birkan mimpi'."

Dan sang raja berkata, "Sesungguhnya aku melihat dalam mimpiku ada tujuh sapi betina gemuk-gemuk yang dimangsa oleh tujuh ekor sapi betina yang sudah benar-benar lemah-lunglai, dan aku melihat tujuh bulir yang hijau-hijau dan tujuh bulir lain yang kering-kering. Wahai para petinggi dan para pembesar, sampaikanlah kepadaku ta'bir tentang mimpi ini, bila kalian adalah orang-orang yang sanggup menafsirkannya."

قَالُوٓاْ أَضْغَٰثُ أَحْلَٰمٍ ۖ وَمَا نَحْنُ بِتَأْوِيلِ ٱلْأَحْلَٰمِ بِعَٰلِمِينَ

(44) "Mereka menjawab, '('Itu) adalah mimpi-mimpi yang kosong dan kami bukanlah orang-orang yang bisa mena'birkan mimpi-mimpi'."

Mereka menjawab, "Mimpimu hanya rangkaian bunga-bunga tidur belaka, tidak ada ta'bir maknanya. Dan kami bukan orang-orang yang tahu mena'birkan bunga-bunga tidur."

وَقَالَ ٱلَّذِى نَجَا مِنْهُمَا وَٱدَّكَرَ بَعْدَ أُمَّةٍ أَنَا۠ أُنَبِّئُكُم بِتَأْوِيلِهِۦ فَأَرْسِلُونِ

(45) "Dan berkatalah orang yang selamat di antara mereka berdua dan teringat (kepada Yusuf) setelah sekian lama, 'Aku akan memberitahukan kepada kalian tentang ta'bir mimpi itu, maka utuslah aku (kepada seorang yang aku ketahui pandai mena'birkannya)'. "

Dan berkatalah orang yang selamat dari hukuman mati dari dua teman Yusuf di dalam penjara, dan dia pun teringat setelah sekian lama lupa tentang Yusuf, "Aku akan memberitahukan kepada kalian dengan ta'bir mimpi ini. Maka utuslah aku kepada Yusuf supaya aku dapat membawakan tafsirnya kepada kalian."

يُوسُفُ أَيُّهَا ٱلصِّدِّيقُ أَفْتِنَا فِى سَبْعِ بَقَرَٰتٍ سِمَانٍ يَأْكُلُهُنَّ سَبْعٌ عِجَافٌ وَسَبْعِ سُنۢبُلَٰتٍ خُضْرٍ وَأُخَرَ يَابِسَٰتٍ لَّعَلِّىٓ أَرْجِعُ إِلَى ٱلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَعْلَمُونَ

(46) "(Setelah pelayan itu berjumpa dengan Yusuf, dia berseru), 'Wahai Yusuf, wahai orang yang amat dipercaya, terangkanlah kepada kami tentang tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh tujuh ekor sapi betina yang kurus-kurus dan tujuh tangkai (gandum) yang hijau dan tujuh lainnya yang kering, agar aku kembali kepada orang-orang itu (untuk menyampaikannya), agar mereka mengetahui'."

Dan ketika lelaki itu sampai kepada Yusuf, dia berkata kepadanya, "Yusuf wahai orang yang selalu berkata benar, jelaskanlah kepada kami ta'bir mimpi orang yang melihat tujuh ekor sapi betina yang gemuk-gemuk yang dimakan oleh sapi-sapi betina yang kurus-kurus. Dan ia melihat tujuh bulir yang hijau-hijau dan tujuh bulir lain yang kering-kering. Mudah-mudahan aku dapat kembali kepada raja dan staf-stafnya, lalu aku beri tahukan kepada mereka, sehingga mereka akan tahu ta'bir yang aku tanyakan kepadamu, dan agar mereka mengetahui kedudukan dan keutamaanmu."

قَالَ تَزْرَعُونَ سَبْعَ سِنِينَ دَأَبًا فَمَا حَصَدتُّمْ فَذَرُوهُ فِى سُنۢبُلِهِۦٓ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تَأْكُلُونَ

(47) "Yusuf berkata, '(Hendaklah) kalian bercocok tanam selama tujuh tahun sebagaimana biasa, maka apa yang kalian tuai, hendaklah kalian biarkan di bulirnya, kecuali sedikit dari yang kalian makan.'

Yusuf berkata kepada penanyanya soal mimpi raja tersebut, "Ta'bir mimpi ini adalah bahwa hendaknya kalian menanam selama tujuh tahun berturut-turut dengan tekun agar hasil panen menjadi melimpah. Lalu hasil panen yang kalian hasilkan darinya setiap kali, simpanlah dan biarkan dalam bulir-bulirnya, supaya sempurna proses penyimpanannya dari gangguan ulat dan lebih bertahan lama, kecuali sebagian kecil saja yang kalian makan dari hasil-hasil biji-bijian itu.

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ سَبْعٌ شِدَادٌ يَأْكُلْنَ مَا قَدَّمْتُمْ لَهُنَّ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّا تُحْصِنُونَ

(48) 'Kemudian sesudah itu akan datang tujuh tahun yang amat sulit, yang akan menghabiskan apa yang kalian siapkan sebelumnya untuk menghadapinya, kecuali sedikit dari apa (bibit gandum) yang kalian simpan itu.'

Setelah tujuh tahun yang makmur itu, kemudian datanglah tujuh tahun paceklik yang amat sulit, orang-orang memakan apa yang telah mereka simpan sebelumnya untuk menghadapinya, kecuali sedikit saja yang mereka pertahankan dan simpan untuk menjadi benih-benih tanaman.

ثُمَّ يَأْتِى مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَامٌ فِيهِ يُغَاثُ ٱلنَّاسُ وَفِيهِ يَعْصِرُونَ

(49) 'Kemudian setelah itu akan datang tahun yang padanya manusia diturunkan hujan (dengan cukup) dan di masa itu mereka memeras (anggur)'."

Kemudian setelah tahun-tahun kekeringan tersebut datanglah tahun di mana manusia dilimpahi padanya dengan air hujan, lalu Allah mengangkat kesulitan dari mereka, dan mereka dapat memeras buah-buahan padanya karena kesuburan yang merata dan hasil yang melimpah ruah."

Yusuf Dibebaskan Dari Penjara

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦ ۖ فَلَمَّا جَآءَهُ ٱلرَّسُولُ قَالَ ٱرْجِعْ إِلَىٰ رَبِّكَ فَسْـَٔلْهُ مَا بَالُ ٱلنِّسْوَةِ ٱلَّٰتِى قَطَّعْنَ أَيْدِيَهُنَّ ۚ إِنَّ رَبِّى بِكَيْدِهِنَّ عَلِيمٌ

(50) ”Raja itu berkata, 'Bawalah dia kepadaku.' Maka tatkala utusan datang kepadanya, dia (Yusuf) berkata, 'Kembalilah kepada tuanmu dan tanyakanlah kepadanya bagaimana keadaan wanita-wanita yang dahulu melukai tangan mereka? Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tipu daya mereka?'

Sang raja berkata kepada para stafnya, "Bebaskanlah orang yang telah mena'bir mimpi ini dari penjara dan hadapkan dia kepadaku." Kemudian ketika utusan raja datang kepada Yusuf memanggilnya, Yusuf berkata kepada utusan itu, "Kembalilah kepada tuanmu sang raja, dan mintalah kepadanya untuk bertanya kepada wanita-wanita yang dahulu mengiris-iris tangan mereka sendiri soal hakikat urusan mereka dan kepentingan mereka terhadapku, supaya tampak jelas fakta sebenarnya bagi seluruh orang dan menjadi jelas pula kebersihan namaku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Mengetahui tindakan dan perbuatan mereka, tidak tersembunyi bagiNya sesuatu pun dari tindakan mereka itu.

قَالَ مَا خَطْبُكُنَّ إِذْ رَٰوَدتُّنَّ يُوسُفَ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ قُلْنَ حَٰشَ لِلَّهِ مَا عَلِمْنَا عَلَيْهِ مِن سُوٓءٍ ۚ قَالَتِ ٱمْرَأَتُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْـَٰٔنَ حَصْحَصَ ٱلْحَقُّ أَنَا۠ رَٰوَدتُّهُۥ عَن نَّفْسِهِۦ وَإِنَّهُۥ لَمِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(51) "Raja berkata (kepada wanita-wanita itu), 'Bagaimana keadaan kalian508 ketika kalian menggoda Yusuf ? Mereka berkata, 'Mahasuci Allah, kami tidak mengetahui sesuatu keburukan pun pada dirinya.' Istri al-Aziz berkata, Sekarang jelaslah kebenaran itu, akulah yang menggodanya, dan sesungguhnya dia (Yusuf) termasuk orang-orang yang benar.

Raja berkata kepada wanita-wanita yang dahulu mengiris-iris tangan mereka, "Apa yang terjadi pada kalian sebenarnya, ketika kalian menggoda Yusuf untuk menundukkan dirinya (kepada kalian) pada hari penyajian hidangan? Apakah kalian melihat pada dirinya sesuatu yang mencurigakan?" Mereka menjawab, "Kami berlindung kepada Allah. Kami tidak mengetahui padanya sekecil apa pun yang mencorengnya." Saat itulah, kemudian istri pembesar berkata, "Sekarang jelaslah kebenaran setelah tertutupi. Akulah orang yang mencoba memfitnahnya, dengan cara menggodanya, namun dia menolak. Dan sesungguhnya dia benar-benar termasuk orang-orang yang jujur dalam semua yang diucapkannya.


[508] Yakni, pendapat dan kesan kalian tentang Yusuf , ketika kalian menggodanya; apakah dia tergoda atau tidak?

ذَٰلِكَ لِيَعْلَمَ أَنِّى لَمْ أَخُنْهُ بِٱلْغَيْبِ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى كَيْدَ ٱلْخَآئِنِينَ

(52) 'Yang demikian itu agar dia (al-Aziz) mengetahui bahwa sesungguhnya aku tidak mengkhianatinya ketika dia tidak ada (di rumah), dan bahwasanya Allah tidak merestui tipu daya orang-orang yang berkhianat

Ucapan yang aku katakan soal kesucian pribadi Yusuf dan pengakuanku atas diriku sendiri agar suamiku mengetahui bahwa aku tidaklah berkhianat kepadanya saat dia tidak di rumah dan tidak terjadi padaku perbuatan zina, dan sesungguhnya aku sekedar menggodanya saja. Aku akui hal tersebut untuk membuktikan kebersihanku dan kebersihannya (dari perzinaan) dan sesungguhnya Allah tidak memberikan hidayah kepada orang yang mengkhianati amanat-amanat dan tidak menunjuki mereka dalam perbuatan khianat mereka.”

۞ وَمَآ أُبَرِّئُ نَفْسِىٓ ۚ إِنَّ ٱلنَّفْسَ لَأَمَّارَةٌۢ بِٱلسُّوٓءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(53) 'Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada keburukan, kecuali (nafsu) yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'."

Istri pembesar Mesir itu berkata, "Dan aku tidak membenarkan diriku dan tidak membebaskan diriku (dari kesalahan). Sesungguhnya jiwa (manusia) banyak memerintahkan pemiliknya untuk berbuat maksiat demi menggapai kesenangan-kesenangannya, kecuali orang yang dilindungi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun dosa-dosa orang yang bertaubat dari hamba-hambaNya lagi Maha Penyayang terhadap mereka."

وَقَالَ ٱلْمَلِكُ ٱئْتُونِى بِهِۦٓ أَسْتَخْلِصْهُ لِنَفْسِى ۖ فَلَمَّا كَلَّمَهُۥ قَالَ إِنَّكَ ٱلْيَوْمَ لَدَيْنَا مَكِينٌ أَمِينٌ

(54) "Dan raja itu berkata, 'Bawalah dia (Yusuf) kepadaku, agar aku memilihnya (sebagai orang kepercayaan) bagiku.' Maka tatkala raja itu telah bercakap-cakap dengannya, dia berkata, 'Sesungguhnya kamu (mulai) hari ini menjadi orang yang berkedudukan tinggi lagi dipercaya di sisi kami'."

Dan raja penguasa Mesir berkata ketika sampai kepadanya berita tentang kebersihan pribadi Yusuf, "Hadapkanlah dia kepadaku, niscaya akan aku jadikan dia termasuk orang-orang kepercayaanku dan penasihat pribadiku." Ketika Yusuf tiba, dan sang raja berbicara dengannya, dan mengetahui kesucian pribadinya, besarnya sifat amanahnya dan kebagusan moralnya, dia berkata kepada Yusuf, "Sesungguhnya hari ini engkau di sisi kami berkedudukan tinggi dan dipercaya memegang semua urusan."

قَالَ ٱجْعَلْنِى عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلْأَرْضِ ۖ إِنِّى حَفِيظٌ عَلِيمٌ

(55) "Yusuf berkata, 'Jadikanlah aku bendaharawan negara (Mesir); sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga lagi berpengetahuan'."

Dan Yusuf berkeinginan dapat mendatangkan manfaat bagi umat manusia dan menegakkan keadilan di tengah mereka, sehingga dia memohon kepada sang raja, "Jadikanlah aku penanggung jawab perbendaharaan kekayaan Mesir, sesungguhnya aku seorang penjaga yang dapat dipercaya, berilmu lagi berpengetahuan tentang urusan yang aku pimpin."

وَكَذَٰلِكَ مَكَّنَّا لِيُوسُفَ فِى ٱلْأَرْضِ يَتَبَوَّأُ مِنْهَا حَيْثُ يَشَآءُ ۚ نُصِيبُ بِرَحْمَتِنَا مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(56) "Dan demikianlah Kami memberi kedudukan kepada Yusuf di bumi (Mesir); di mana dia bisa tinggal di mana saja dia kehendaki. Kami melimpahkan rahmat Kami kepada siapa yang Kami kehendaki dan Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik"

Sebagaimana Allah telah mencurahkan kenikmatan kepada Yusuf dengan selamat dari penjara, Dia juga memberikan kekuasaan baginya di bumi Mesir, dia bisa berada di mana saja yang dikehendakinya. Allah mencurahkan rahmatNya kepada orang yang dikehendakiNva dari hamba-hambaNva yang bertakwa, tidak menyia-nyiakan pahala orang yang mengerjakan amal shalih.

وَلَأَجْرُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

(57) "Dan pahala akhirat itu benar-benar lebih baik, bagi orang-orang yang beriman dan selalu bertakwa."

Dan sungguh pahala akhirat di sisi Allah lebih agung daripada balasan di dunia bagi orang-orang yang beriman dan bertakwa, yaitu orang-orang yang takut kepada Allah dan monaatiNya dalam perintah dan laranganNya.

Pertemuan Yusuf dengan Saudara-saudaranya

وَجَآءَ إِخْوَةُ يُوسُفَ فَدَخَلُواْ عَلَيْهِ فَعَرَفَهُمْ وَهُمْ لَهُۥ مُنكِرُونَ

(58) "Dan datanglah saudara-saudara Yusuf (ke Mesir) lalu mereka menghadap kepadanya. Maka Yusuf mengenali mereka, sedang mereka tidak mengenalinya'."509

Dan datanglah saudara-saudara Yusuf ke Mesir setelah paceklik menimpa daerah mereka, untuk mendapatkan bahan makanan dari sana Kemudian mereka menemuinya. Yusuf mengenali mereka, namun mereka tidak mengenalinya, karena waktu vang sudah berlalu lama dan perubahan penampilannya.


[509] Menurut sejarah, ketika terjadi musim paceklik di Mesir dan sekitarnya, maka atas anjuran Nabi Ya’qub , saudara-saudara Nabi Yusuf datang dari Kan'an ke Mesir untuk menghadap para pembesar Mesir untuk meminta bantuan bahan makanan.

وَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ قَالَ ٱئْتُونِى بِأَخٍ لَّكُم مِّنْ أَبِيكُمْ ۚ أَلَا تَرَوْنَ أَنِّىٓ أُوفِى ٱلْكَيْلَ وَأَنَا۠ خَيْرُ ٱلْمُنزِلِينَ

(59) "Dan tatkala Yusuf menyiapkan untuk mereka perbekalan (bahan makanan) mereka, dia berkata. 'Bawalah kepadaku saudaramu yang seayah dengan kalian (Bunyamin), Tidakkah kalian melihat bahwa aku menyempurnakan takaran dan aku adalah sebaik-baik penerima tamu?'."

Dan Yusuf memerintahkan supaya mereka dihormati dan dijamu dengan baik lalu mumberikan kepada mereka bahan makanan yang mereka minta. Dan sebelumnya mereka telah mengabarkan kepadanya bahwa mereka memiliki saudara seayah yang tidak mereka bawa bersama mereka. Maksud mereka adalah saudara kandung Yusuf sendiri. Lalu Yusuf berkata "Bawalah saudara kalian yang seayah itu kepadaku. Tidakkah kalian lihat aku menyempurnakan sukatan bagi kalian dan aku muliakan kalian dalam perjamuan dan aku adalah subaik-baik orang yang menjamu kalian."

فَإِن لَّمْ تَأْتُونِى بِهِۦ فَلَا كَيْلَ لَكُمْ عِندِى وَلَا تَقْرَبُونِ

(60) 'Jika kalian tidak membawanya kepadaku, maka kalian tidak akan mendapatkan takaran lagi dariku dan jangan kalian mendekatiku'."

Maka apabila kalian tidak membawanya kepadaku, kalian tidak akan mendapatkan di sisiku jatah bahan makanan yang aku takarkan bagi kalian, dan jangan datang kepadaku"

قَالُواْ سَنُرَٰوِدُ عَنْهُ أَبَاهُ وَإِنَّا لَفَٰعِلُونَ

(61) "Mereka berkata, 'Kami akan membujuk ayahnya untuk membawanya (ke sini) dan sesungguhnya kami benar-benar akan melaksanakannya'."

Mereka berkata, "Kami akan mengerahkan usaha kami untuk tnumbujuk ayahnya agar mau melepaskannya (pergi) bersama kami dan kami tidak akan mengendorkan usaha untuk itu "

وَقَالَ لِفِتْيَٰنِهِ ٱجْعَلُواْ بِضَٰعَتَهُمْ فِى رِحَالِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَعْرِفُونَهَآ إِذَا ٱنقَلَبُوٓاْ إِلَىٰٓ أَهْلِهِمْ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

(62) "Yusuf berkata kepada para pembantunya, 'Masukkanlah barang-barang (penukar kepunyaan mereka)"510 ke dalam kantong-kantong (bawaan) mereka. supaya mereka mengetahuinya apabila mereka telah kembali kepada keluarga mereka, mudah-mudahan mereka kembali lagi'."511

Dan Yusuf berkata kepada para pembantunya, "Taruhlah kembali barang-barang penukar untuk membayar yang mereka ambil, ke dalam barang-barang bawaan mereka secara sembunyi-sembunyi, semoga mereka mengetahuinya bila telah pulang ke keluarga mereka dan menghargai penghormatan kita kepada mereka, supaya mereka kembali ke sini lantaran berhasrat besar terhadap pemberian kita."


[510] Menurut kebanyakan ahli tafsir, barang-barang yang di bawa oleh saudara-saudara Nabi Yusuf yang digunakan sebagai alat penukar bahan makanan itu ialah kulit dan terompah.

[511] Tindakan ini diambil oleh nabi yusuf sebagai siasat, dengan cara menanam budi kepada mereka, agar mereka nantinya bersedia kembali lagi ke Mesir dengan membawa Bunyamin, saudaranya

فَلَمَّا رَجَعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيهِمْ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مُنِعَ مِنَّا ٱلْكَيْلُ فَأَرْسِلْ مَعَنَآ أَخَانَا نَكْتَلْ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ

(63) "Maka tatkala mereka telah kembali kepada bapak mereka (Ya'qub), mereka berkata, 'Wahai bapak kami, kami tidak akan diberikan takaran (makanan) lagi, (jika tidak membawa saudara kami), sebab itu biarkanlah saudara kami (Bunyamin) pergi bersama-sama kami supaya kami mendapat takaran lagi, dan sesungguhnya kami benar-benar akan menjaganya'."

Kemudian ketika mereka pulang kembali ke ayah mereka, mereka menceritakan kepadanya penghormatan pembesar Mesir itu kepada mereka, dan berkata kepadanya, "Sesungguhnya dia tidak akan memberikan kepada kami (bahan makanan) pada waktu yang akan datang, kecuali datang bersama kami saudara kami yang telah kami beritahukan kepadanya. Maka izinkanlah dia pergi bersama kami, supaya kami dapat membawa bahan makanan dengan penuh, dan kami berjanji untuk menjaganya dengan baik."

قَالَ هَلْ ءَامَنُكُمْ عَلَيْهِ إِلَّا كَمَآ أَمِنتُكُمْ عَلَىٰٓ أَخِيهِ مِن قَبْلُ ۖ فَٱللَّهُ خَيْرٌ حَٰفِظًا ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(64) "Dia (Ya'qub) berkata, 'Bagaimana aku akan mempercayakannya (Bunyamin) kepada kalian, sedangkan aku telah mempercayakan saudaranya (Yusuf) kepada kalian dahulu (dan kalian telah berjanji menjaganya, tetapi kalian tidak memenuhinya) ? Maka Allah adalah sebaik-baik Penjaga dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang'."

Ayah mereka berkata kepada mereka, "Bagaimana aku percaya kepada kalian untuk menjaga Bunyamin, sedang aku pernah percayakan saudaranya, Yusuf, sebelumnya pada kalian, dan kalian berkomitmen untuk menjaganya, akan tetapi kalian tidak menepatinya? Karenanya, aku tidak percaya terhadap komitmen dan penjagaan kalian. Akan tetapi, aku percaya terhadap perlindungan Allah. (Dia) sebaik-sebaik yang menjaga dan sebaik-baik Dzat yang menyayangi. Aku berharap Dia merahmatiku, lalu menjaganya dan mengembalikannya kepadaku."

وَلَمَّا فَتَحُواْ مَتَٰعَهُمْ وَجَدُواْ بِضَٰعَتَهُمْ رُدَّتْ إِلَيْهِمْ ۖ قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا مَا نَبْغِى ۖ هَٰذِهِۦ بِضَٰعَتُنَا رُدَّتْ إِلَيْنَا ۖ وَنَمِيرُ أَهْلَنَا وَنَحْفَظُ أَخَانَا وَنَزْدَادُ كَيْلَ بَعِيرٍ ۖ ذَٰلِكَ كَيْلٌ يَسِيرٌ

(65) "Tatkala mereka membuka barang-barang mereka, mereka menemukan kembali barang-barang (penukar) mereka dikembalikan kepada mereka. Mereka berkata, 'Wahai bapak kami, apalagi yang kita inginkan? Ini barang-barang dikembalikan kepada kita, dan kita akan dapat memberi makan keluarga kita dan kami akan dapat memelihara saudara kami, dan kita akan mendapat tambahan takaran (gandum) seberat beban seekor unta. Itu adalah takaran yang mudah (bagi raja Mesir)'."

Dan tatkala mereka membuka barang-barang bawaan mereka, mereka menemukan barang penukar barang-barang bawaan mereka yang mereka serahkan telah dikembalikan kepada mereka. Mereka berka "Wahai ayah kami, apalagi yang kita cari yang lebih dari ini? Barang penukar barang-barang bawaan kami telah dikembalikan oleh pembesar itu kepada kita. Maka tenanglah engkau terhadap saudara kami dan biarkanlah dia pergi bersama kami, supaya kami dapat membawa pulang bahan makanan yang penuh bagi keluarga kita, dan kami akan menjaga saudara kami serta mendapat tambahan sukatan seberat beban seekor unta. Sebab, sesungguhnya pembesar Mesir itu memberikan sukatan bagi setiap orang seberat beban seekor unta. Dan itu adalah sukatan yang ringan baginya."

قَالَ لَنْ أُرْسِلَهُۥ مَعَكُمْ حَتَّىٰ تُؤْتُونِ مَوْثِقًا مِّنَ ٱللَّهِ لَتَأْتُنَّنِى بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يُحَاطَ بِكُمْ ۖ فَلَمَّآ ءَاتَوْهُ مَوْثِقَهُمْ قَالَ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَا نَقُولُ وَكِيلٌ

(66) "Ya'qub berkata, 'Aku tidak akan melepaskannya (pergi) bersama kalian, sehingga kalian memberikan kepadaku janji yang teguh atas nama Allah, bahwa kalian pasti akan membawanya kepadaku kembali, kecuali jika kalian dikepung (musuh).' Tatkala mereka memberikan janji mereka kepadanya, maka Ya'qub berkata, 'Allah adalah saksi terhadap apa yang kita ucapkan (ini)'. "

Ya'qub berkata kepada mereka, "Aku tidak akan membiarkan dia pergi bersama kalian sampai kalian berjanji dan bersumpah kepadaku dengan Nama Allah untuk mengembalikannya kepadaku, kecuali kalian ditundukkan musuh dan tidak mampu melepaskan diri." Setelab mereka memberikan janji dengan Nama Allah sesuai yang diminta Ya'qub, maka Ya'qub berkata, "Allah menjadi saksi atas apa yang kita ucapkan." Yakni, cukuplah bagi kita kesaksianNya atas kita dan penjagaanNya bagi kita.

وَقَالَ يَٰبَنِىَّ لَا تَدْخُلُواْ مِنۢ بَابٍ وَٰحِدٍ وَٱدْخُلُواْ مِنْ أَبْوَٰبٍ مُّتَفَرِّقَةٍ ۖ وَمَآ أُغْنِى عَنكُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ ۖ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَعَلَيْهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُتَوَكِّلُونَ

(67) "Dan Ya'qub berkata, 'Wahai anak-anakku, janganlah kalian masuk dari satu pintu gerbang, dan masuklah dari pintu-pintu gerbang yang berbeda; namun demikian aku tidak dapat menghindarkan kalian sedikit pun dari (ketetapan) Allah. Keputusan menetapkan (sesuatu) hanyalah hak Allah. Hanya kepadaNya-lah aku bertawakal dan hendaklah kepadaNya (saja) orang-orang yang bertawakal berserah diri'."

Dan ayah mereka berkata kepada mereka, "Wahai anak-anakku, bila kalian akan memasuki tanah Mesir, janganlah kalian memasukinya melalui satu pintu, akan tetapi, masukilah melalui pintu-pintu yang berbeda-beda, supaya mata-mata yang dengki tidak melihat kalian (sehingga serangan 'ain akan mengenai kalian). Dan sesungguhnya aku ketika berpesan ini kepada kalian, aku tidak dapat menolak sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah pada kalian. Tidak ada ketetapan, kecuali sesuai dengan ketetapan Allah, kepadaNya-lah aku bergantung dan percaya, dan kepadaNya-lah orang-orang Mukmin bergantung."

وَلَمَّا دَخَلُواْ مِنْ حَيْثُ أَمَرَهُمْ أَبُوهُم مَّا كَانَ يُغْنِى عَنْهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ إِلَّا حَاجَةً فِى نَفْسِ يَعْقُوبَ قَضَىٰهَا ۚ وَإِنَّهُۥ لَذُو عِلْمٍ لِّمَا عَلَّمْنَٰهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(68) "Dan tatkala mereka masuk menurut yang diperintahkan bapak mereka, maka (cara yang mereka lakukan itu) tidak membebaskan mereka sedikit pun dari (ketetapan) Allah, tetapi itu hanya suatu keinginan pada diri Ya'qub yang telah ditetapkannya. Dan sesungguhnya dia mempunyai pengetahuan karena Kami telah mengajarkan kepadanya. Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui."

Dan tatkala mereka masuk melalui beberapa pintu yang berbeda-beda, sebagaimana diperintahkan oleh ayah mereka, hal itu tidak untuk menolak ketetapan Allah pada mereka, akan tetapi merupakan bentuk sayang pada hati Ya'qub terhadap mereka agar mereka tidak terkena oleh serangan 'ain (oleh pandangan mata orang-orang yang iri). Dan sesungguhnya Ya'qub benar-benar seorang berilmu mendalam terhadap perintah Allah yang Allah ajarkan kepadanya dalam bentuk wahyu (yang turun kepadanya). Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui kesudahan perkara-perkara dan urusan-urusan secara detail, dan ilmu yang diketahui oleh Ya'qub berupa perkara-perkara agama.

وَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَخَاهُ ۖ قَالَ إِنِّىٓ أَنَا۠ أَخُوكَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(69) "Dan tatkala mereka masuk (menghadap) kepada Yusuf, Yusuf membawa saudaranya (Bunyamin) ke tempatnya, Yusuf berkata, 'Sesungguhnya aku (ini) adalah saudaramu, maka janganlah kamu berdukacita terhadap apa yang telah mereka lakukan'."

Dan ketika saudara-saudara Yusuf masuk ke dalam ruang perjamuan tamu, sedang saudara Yusuf bersama mereka, Yusuf memeluk saudara kandungnya itu, dan berkata kepadanya dengan berbisik, "Sesungguhnya aku adalah saudaramu, maka janganlah kamu bersedih dan jangan risau atas apa yang mereka perbuat di masa lalu." Dan Yusuf memerintahkannya untuk merahasiakan hal itu dari mereka.

فَلَمَّا جَهَّزَهُم بِجَهَازِهِمْ جَعَلَ ٱلسِّقَايَةَ فِى رَحْلِ أَخِيهِ ثُمَّ أَذَّنَ مُؤَذِّنٌ أَيَّتُهَا ٱلْعِيرُ إِنَّكُمْ لَسَٰرِقُونَ

(70) ”Maka tatkala dia (Yusuf) menyiapkan untuk mereka perbekalan (bahan makanan) mereka, Yusuf memasukkan piala (tempat minum)512 ke dalam kantong barang saudaranya. Kemudian berteriaklah seseorang yang menyerukan, 'Wahai kafilah, sesungguhnya kalian adalah para pencuri'."

Maka ketika Yusuf mempersiapkan mereka dan mengangkutkan pada unta mereka bahan makanan, dia memerintahkan para pegawainya untuk meletakkan bejana yang dipergunakannya untuk menakar bagi orang-orang ke dalam bawaan saudaranya Bunyamin, tanpa ada seorang pun yang menyadarinya. Dan tatkala mereka menaiki tunggangan untuk bersiap memulai perjalanan, seorang pemanggil berteriak, "Wahai para pemilik unta yang mengangkut bahan makanan, sesungguhnya kalian benar-benar pencuri."


[512] Yaitu, suatu wadah yang terbuat dari emas yang digunakan untuk minum dan digunakan pula untuk menakar bahan makanan.

قَالُواْ وَأَقْبَلُواْ عَلَيْهِم مَّاذَا تَفْقِدُونَ

(71) "Mereka (kafilah) menjawab sambil menghadap kepada mereka (para penyeru), 'Kalian kehilangan apa?"

Putra-putra Ya'qub berkata dengan mendatangi orang yang memanggil itu, "Apa yang hilang dari kalian?"

قَالُواْ نَفْقِدُ صُوَاعَ ٱلْمَلِكِ وَلِمَن جَآءَ بِهِۦ حِمْلُ بَعِيرٍ وَأَنَا۠ بِهِۦ زَعِيمٌ

(72) "Mereka berkata, 'Kami kehilangan piala raja, dan siapa yang dapat mengembalikannya akan memperoleh (bahan makanan) seberat beban unta, dan aku menjamin terhadapnya'."

Orang yang memanggil dan orang-orang yang bersamanya berkata, "Kami kehilangan bejana yang dipergunakan raja untuk menakar. Dan hadiah orang yang dapat menghadirkannya adalah bahan makanan seukuran beban angkutan unta." Orang yang memanggil berkata, "Dan aku menjamin dan menggaransi bahan makanan seberat angkutan unta (baginya)."

قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدْ عَلِمْتُم مَّا جِئْنَا لِنُفْسِدَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كُنَّا سَٰرِقِينَ

(73) "Saudara-saudara Yusuf menjawab, 'Demi Allah, sungguh kalian mengetahui bahwa kami datang tidak untuk membuat kerusakan di negeri ini dan kami bukanlah para pencuri'."

Saudara-saudara Yusuf berkata, "Demi Allah, kalian sudah tahu pasti melalui apa yang kalian saksikan pada kami bahwa sesungguhnya kami tidak datang ke negeri Mesir untuk melakukan kerusakan di dalamnya. Dan bukan sifat kami untuk menjadi pencuri."

قَالُواْ فَمَا جَزَٰٓؤُهُۥٓ إِن كُنتُمْ كَٰذِبِينَ

(74) "Mereka berkata, 'Tetapi apa balasannya jika kalian berdusta?"'

Orang-orang yang ditugasi untuk mencari bejana takaran itu berkata kepada saudara-saudara Yusuf, "Apakah hukuman si pencuri dalam hukum kalian, jika kalian berdusta dalam pernyataan kalian, 'Kami bukan pencuri'?"

قَالُواْ جَزَٰٓؤُهُۥ مَن وُجِدَ فِى رَحْلِهِۦ فَهُوَ جَزَٰٓؤُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

(75) "Mereka menjawab, 'Balasannya ialah pada siapa yang ditemukan dalam kantong bawaannya (barang yang hilang itu), maka dia sendirilah balasannya (tebusannya).513 Demikianlah kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim'."

Saudara-saudara Yusuf menjawab, "Balasan hukuman si pencuri, siapa saja yang barang curian ditemukan dalam barang angkutannya, dialah balasannya." Maksudnya, dia diserahkan dikarenakan perbuatan pencuriannya kepada orang yang barangnya dicuri olehnya sehingga menjadi budak baginya. "Dengan balasan seperti ini, yakni menjadikannya sebagai budak, kami membalas orang-orang yang berbuat zhalim dengan mencuri. Dan inilah ajaran agama kami dan ketetapan hukum kami terhadap pelaku pencurian."


[513] Menurut syariat Nabi Ya'qub barangsiapa mencuri, maka hukumannya ialah si pencuri dijadikan budak selama satu tahun.

فَبَدَأَ بِأَوْعِيَتِهِمْ قَبْلَ وِعَآءِ أَخِيهِ ثُمَّ ٱسْتَخْرَجَهَا مِن وِعَآءِ أَخِيهِ ۚ كَذَٰلِكَ كِدْنَا لِيُوسُفَ ۖ مَا كَانَ لِيَأْخُذَ أَخَاهُ فِى دِينِ ٱلْمَلِكِ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ وَفَوْقَ كُلِّ ذِى عِلْمٍ عَلِيمٌ

(76) "Maka mulailah Yusuf (memeriksa) kantong-kantong mereka sebelum (memeriksa) kantong saudaranya (Bunyamin), kemudian dia mengeluarkan piala raja itu dari kantong saudaranya. Demikianlah Kami atur untuk (mencapai maksud) Yusuf. Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang raja, kecuali Allah menghendakinya. Kami tinggikan derajat orang yang Kami kehendaki. Dan di atas tiap-tiap orang yang berpengetahuan ada yang lebih mengetahui"

Orang-orang itu kembali dengan membawa saudara-saudara Yusuf kepadanya. Lalu Yusuf sendiri memeriksa barang-barang bawaan mereka. Dia memulai memeriksa barang-barang bawaan mereka, sebelum bawaan saudara kandungnya, untuk menjalankan rencana yang sudah diaturnya dengan rapi, supaya saudaranya dapat tinggal bersamanya, kemudian ia mengakhirinya dengan bawaan saudaranya, lalu mengeluarkan bejana darinya. Demikianlah, Kami memudahkan Yusuf untuk mengatur rencana itu yang dapat mengantarkannya untuk mengambil saudaranya. Tidak sepantasnya Yusuf mengambil saudaranya menurut hukum Raja Mesir, karena bukan termasuk ajaran ideologinya untuk memperbudak seorang pencuri. Hanya saja, kehendak Allah memutuskan pengaturan rencana ini dan berhukum dengan ajaran syariat yang diamalkan oleh saudara-saudara Yusuf yang memutuskan diperbudaknya seorang pencuri. Kami mengangkat kedudukan-kedudukan orang-orang yang Kami kehendaki di dunia di atas orang lain, sebagaimana Kami telah mengangkat derajat Yusuf. Dan di atas orang berilmu ada orang yang lebih berilmu darinya, hingga ilmu berhenti pada Allah Yang Maha Mengetahui perkara ghaib dan nyata.

۞ قَالُوٓاْ إِن يَسْرِقْ فَقَدْ سَرَقَ أَخٌ لَّهُۥ مِن قَبْلُ ۚ فَأَسَرَّهَا يُوسُفُ فِى نَفْسِهِۦ وَلَمْ يُبْدِهَا لَهُمْ ۚ قَالَ أَنتُمْ شَرٌّ مَّكَانًا ۖ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا تَصِفُونَ

(77) "Mereka berkata, 'Jika dia mencuri, maka sesungguhnya telah pernah mencuri pula saudaranya sebelum ini.' Maka Yusuf menyembunyikan (kejengkelan) itu pada dirinya dan tidak menampakkannya kepada mereka. Dia berkata (dalam hatinya), 'Kedudukan kalian justru lebih buruk. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang kalian ungkapkan itu'"

Saudara-saudara Yusuf berkata, "Sesungguhnya bila dia mencuri, berarti telah mencuri (juga) saudara kandungnya." (Maksud mereka adalah Yusuf ). Yusuf menyembunyikan perasaan dalam dirinya atas apa yang dia dengar, dan berbisik kepada hatinya dengan berkata, "Sesungguhnya kalian lebih buruk keadaannya daripada siapa yang kalian sebutkan. Yaitu ketika kalian mengatur rencana (jahat) yang kalian lakukan terhadapku. Dan Allah Maha Mengetahui kedustaan dan kebohongan yang kalian ungkapkan."

قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ إِنَّ لَهُۥٓ أَبًا شَيْخًا كَبِيرًا فَخُذْ أَحَدَنَا مَكَانَهُۥٓ ۖ إِنَّا نَرَىٰكَ مِنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(78) "Mereka berkata,' Wahai al-Aziz, sesungguhnya dia mempunyai bapak yang sudah lanjut usia, karena itu ambillah salah seorang dari kami sebagai gantinya, sesungguhnya kami melihat kamu termasuk orang-orang yang berbuat baik'."

Mereka berkata untuk membujuk (Yusuf) agar dapat memenuhi janji (mereka) kepada ayah mereka, "Wahai pembesar, sesungguhnya dia memiliki ayah yang sudah lanjut usia yang sangat mencintainya, dan tidak sanggup untuk jauh darinya. Maka ambillah salah seorang dari kami sebagai ganti Bunyamin. Sesungguhnya kami melihat engkau termasuk orang-orang yang berbuat baik dalam memperlakukan kami dan orang lain."

قَالَ مَعَاذَ ٱللَّهِ أَن نَّأْخُذَ إِلَّا مَن وَجَدْنَا مَتَٰعَنَا عِندَهُۥٓ إِنَّآ إِذًا لَّظَٰلِمُونَ

(79) "Yusuf berkata, 'Aku mohon perlindungan kepada Allah dari menahan seseorang, kecuali orang yang kami temukan harta benda kami padanya, jika (kami berbuat) demikian, maka kami benar-benar orang-orang yang zhalim'."

Yusuf berkata, "Kami berlindung kepada Allah dan memohon dijaga olehNya dari menahan seseorang yang bukan orang yang kami temukan bejana takaran padanya, sebagaimana telah kalian putuskan sendiri, sesungguhnya bila kami melakukan apa yang kalian pinta, niscaya kami termasuk kategori orang-orang yang berbuat kezhaliman."

فَلَمَّا ٱسْتَيْـَٔسُواْ مِنْهُ خَلَصُواْ نَجِيًّا ۖ قَالَ كَبِيرُهُمْ أَلَمْ تَعْلَمُوٓاْ أَنَّ أَبَاكُمْ قَدْ أَخَذَ عَلَيْكُم مَّوْثِقًا مِّنَ ٱللَّهِ وَمِن قَبْلُ مَا فَرَّطتُمْ فِى يُوسُفَ ۖ فَلَنْ أَبْرَحَ ٱلْأَرْضَ حَتَّىٰ يَأْذَنَ لِىٓ أَبِىٓ أَوْ يَحْكُمَ ٱللَّهُ لِى ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ

(80) "Maka tatkala mereka telah putus asa darinya (putusan Yusuf)514 mereka memisahkan diri sambil berunding dengan berbisik-bisik. Berkatalah yang tertua di antara mereka, 'Tidakkah kalian mengetahui (mengingat) bahwasanya bapak kalian telah mengambil janji dari kalian dengan Nama Allah dan sebelum itu kalian telah menyia-nyiakan Yusuf? Sebab itu, aku tidak akan meninggalkan negeri ini (Mesir), sampai ayahku mengizinkan kepadaku (untuk kembali), atau Allah memberi keputusan terhadapku. Dan Dia adalah Hakim yang paling baik'

Maka tatkala mereka sudah putus harapan terhadap jawaban Yusuf terhadap mereka atas permintaan yang mereka ajukan kepadanya, mereka pun menyendiri dari khalayak. Mereka mulai berunding di antara mereka sendiri. Yang tertua usianya dari mereka berkata, "Tidakkah kalian tahu bahwa sesungguhnya ayah kalian telah mengambil janji teguh dari kalian, supaya kalian pasti mengembalikan saudara kalian kecuali kalian dikalahkan musuh. Dan sebelum ini, perlakuan tidak manusiawi kalian terhadap Yusuf dan pengkhianatan kalian terhadapnya. Karena itu, aku tidak akan meninggalkan bumi Mesir sampai ayahku memberiku izin meninggalkannya atau Tuhanku menetapkanku keluar darinya dan bisa membawa pulang saudaraku. Dan Allah sebaik-baik yang menetapkan keputusan dan yang paling adil menyelesaikan perkara di antara manusia.


[514] Yakni, putusan Yusuf yang menolak permintaan mereka untuk menukar Bunyamin dengan saudaranya yang lain.

ٱرْجِعُوٓاْ إِلَىٰٓ أَبِيكُمْ فَقُولُواْ يَٰٓأَبَانَآ إِنَّ ٱبْنَكَ سَرَقَ وَمَا شَهِدْنَآ إِلَّا بِمَا عَلِمْنَا وَمَا كُنَّا لِلْغَيْبِ حَٰفِظِينَ

(81) 'Kembalilah kepada bapak kalian lalu katakanlah, 'Wahai bapak kami! Sesungguhnya anakmu telah mencuri; dan kami tidak memberikan kesaksian ini, kecuali berdasarkan apa yang telah kami ketahui, dan kami tidak dapat menjaga (mengetahui) yang ghaib.'

Kalian, pulanglah kepada ayah kalian dan beritahukanlah kepadanya peristiwa yang telah terjadi, dan katakanlah kepadanya, 'Sesungguhnya putramu, Bunyamin telah mencuri, dan kami tidak bersaksi demikian, kecuali setelah kami memastikannya, sungguh kami telah menyaksikan bejana takaran (raja) berada dalam bawaan kendaraannya, dan tidak ada pada kami pengetahuan tentang perkara ghaib bahwa ia akan mencuri ketika kami telah mengikat janji teguh denganmu untuk membawanya pulang'."

وَسْـَٔلِ ٱلْقَرْيَةَ ٱلَّتِى كُنَّا فِيهَا وَٱلْعِيرَ ٱلَّتِىٓ أَقْبَلْنَا فِيهَا ۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ

(82) 'Dan tanyalah (penduduk) negeri (Mesir) yang telah kami singgahi itu, dan kafilah yang kami datang bersama mereka, dan kami benar-benar orang- orang yang benar'."

Dan ketika mereka kembali dan mengabarkan kepada ayah mereka tentang apa yang telah terjadi, dan mereka meminta ayah mereka agar mempercayai apa yang mereka kabarkan, seraya berkata, "Dan tanyalah wahai ayah kami, kepada penduduk Mesir dan siapa saja yang bersama kami dalam rombongan kafilah yang kami berada bersama mereka, dan sesungguhnya kami jujur dalam berita yang kami kabarkan kepadamu",

قَالَ بَلْ سَوَّلَتْ لَكُمْ أَنفُسُكُمْ أَمْرًا ۖ فَصَبْرٌ جَمِيلٌ ۖ عَسَى ٱللَّهُ أَن يَأْتِيَنِى بِهِمْ جَمِيعًا ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

(83) "Ya'qub berkata, 'Justru nafsu kalian sendirilah yang membuat kalian memandang baik perbuatan (yang buruk) itu. Maka kesabaran yang baik itulah (kesabaranku). Mudah-mudahan Allah mendatangkan mereka semuanya kepadaku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana'."

maka sang ayah berkata kepada mereka, "Bahkan jiwa kalian yang suka memerintahkan keburukan telah menjadikan kalian memandang baik terhadap tipu daya yang sudah kalian atur, sebagaimana kalian perbuat sebelumnya terhadap Yusuf. Maka kesabaranku adalah kesabaran yang baik, tanpa ada unsur berontak dan keluh-kesah padanya. Mudah-mudahan Allah mengembalikan tiga anakku kepadaku, yaitu Yusuf, saudaranya dan saudara tertua mereka yang tetap tinggal di Mesir karena Bunyamin. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui keadaanku, lagi Mahabijaksana dalam pengaturanNya."

وَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَٰٓأَسَفَىٰ عَلَىٰ يُوسُفَ وَٱبْيَضَّتْ عَيْنَاهُ مِنَ ٱلْحُزْنِ فَهُوَ كَظِيمٌ

(84) "Dan Ya'qub berpaling dari mereka (anak-anaknya) seraya berkata, Alangkah sedih hatiku mengenang Yusuf' dan kedua matanya menjadi putih karena kesedihan dan dia adalah seorang yang menahan (kesedihannya)."

Dan Ya'qub berpaling dari mereka, sedang hatinya sungguh telah sesak lantaran perkataan yang mereka ucapkan. Ia berkata, "Betapa sedihku terhadap Yusuf," dan dua bola matanya menjadi putih disebabkan beratnya kesedihan. Dia seorang yang hatinya terliputi kesedihan, akan tetapi dia berusaha keras menyembunyikannya.

قَالُواْ تَٱللَّهِ تَفْتَؤُاْ تَذْكُرُ يُوسُفَ حَتَّىٰ تَكُونَ حَرَضًا أَوْ تَكُونَ مِنَ ٱلْهَٰلِكِينَ

(85) "Mereka berkata, 'Demi Allah, engkau terus mengenang Yusuf, hingga engkau hampir binasa atau engkau termasuk orang-orang yang benar-benar binasa'."

Putra-putranya berkata, "Demi Allah, engkau terus-menerus mengingat-ingat Yusuf, dan kesedihanmu atas dirinya kian besar, hingga engkau hampir mengalami kematian atau benar-benar akan meninggal, maka kurangilah beban dirimu."

قَالَ إِنَّمَآ أَشْكُواْ بَثِّى وَحُزْنِىٓ إِلَى ٱللَّهِ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(86) "Ya'qub menjawab, 'Sesungguhnya hanya kepada Allah aku mengadukan kesusahan dan kesedihanku, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.'

Ya'qub berkata menjawab mereka, "Aku tidak ingin menampakkan duka dan kesedihanku, kecuali kepada Allah semata. Dia-lah Dzat yang akan menghilangkan mudarat dan musibah, dan aku mengetahui rahmat Allah dan jalan keluar dariNya yang tidak kalian ketahui."

يَٰبَنِىَّ ٱذْهَبُواْ فَتَحَسَّسُواْ مِن يُوسُفَ وَأَخِيهِ وَلَا تَاْيْـَٔسُواْ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ ۖ إِنَّهُۥ لَا يَاْيْـَٔسُ مِن رَّوْحِ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْكَٰفِرُونَ

(87) 'Wahai anak-anakku, pergilah kalian, lalu carilah berita tentang Yusuf dan saudaranya dan jangan kalian berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir'."

Ya'qub berkata, "Wahai anak-anakku, kembalilah kalian ke Mesir, dan carilah dengan seksama berita tentang Yusuf dan saudaranya. Dan janganlah kalian putus harapan dari rahmat Allah. Sesungguhnya tidak ada yang putus harapan dari rahmat Allah, kecuali orang-orang yang ingkar terhadap kekuasaanNya, yang kafir kepadaNya."

فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَيْهِ قَالُواْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلْعَزِيزُ مَسَّنَا وَأَهْلَنَا ٱلضُّرُّ وَجِئْنَا بِبِضَٰعَةٍ مُّزْجَىٰةٍ فَأَوْفِ لَنَا ٱلْكَيْلَ وَتَصَدَّقْ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ يَجْزِى ٱلْمُتَصَدِّقِينَ

(88) "Maka ketika mereka masuk (menghadap) kepada Yusuf, mereka berkata, 'Wahai al-Aziz, kami dan keluarga kami telah ditimpa kesengsaraan dan kami datang membawa barang-barang yang tak berharga, maka sempurnakanlah takaran untuk kami, dan bersedekahlah kepada kami, sesungguhnya Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersedekah'"

Kemudian mereka pergi menuju Mesir. Dan ketika mereka menemui Yusuf, mereka berkata, "Wahai pembesar, kekeringan dan paceklik telah menimpa kami dan keluarga kami. Dan kami datang kepadamu dengan barang penukar yang buruk lagi sedikit. Maka sudilah engkau memberikan kepada kami apa yang sebelumnya engkau berikan kepada kami dengan barang penukar yang baik. Dan bersedekahlah kepada kami dengan menerima beberapa keping dirham yang tidak berharga ini dan abaikanlah kondisinya. Sesungguhnya Allah akan memberikan balasan orang-orang yang murah hati dengan harta kekayaan mereka terhadap orang-orang yang membutuhkan."

قَالَ هَلْ عَلِمْتُم مَّا فَعَلْتُم بِيُوسُفَ وَأَخِيهِ إِذْ أَنتُمْ جَٰهِلُونَ

(89) "Yusuf berkata, 'Apakah kalian mengetahui (kejelekan) apa yang telah kalian lakukan terhadap Yusuf dan saudaranya ketika kalian tidak mengetahui (akibatperbuatan kalian itu)?'"

Maka tatkala dia mendengar ucapan mereka, hati Yusuf iba terhadap mereka, dan memperkenalkan dirinya kepada mereka. Dan dia berkata, "Apakah kalian ingat tindakan yang kalian lakukan kepada Yusuf dan saudaranya berupa tindakan buruk saat kalian tidak memahami dampak buruk dari apa yang kalian perbuat?"

قَالُوٓاْ أَءِنَّكَ لَأَنتَ يُوسُفُ ۖ قَالَ أَنَا۠ يُوسُفُ وَهَٰذَآ أَخِى ۖ قَدْ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْنَآ ۖ إِنَّهُۥ مَن يَتَّقِ وَيَصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(90) "Mereka berkata, 'Apakah kamu ini benar-benar Yusuf?' Yusuf menjawab, 'Akulah Yusuf dan ini saudaraku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karuniaNya kepada kami. Sesungguhnya barangsiapa yang bertakwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik'."

Mereka bertanya, "Apakah kamu adalah Yusuf?" Dia menjawab, "Ya, betul. Aku Yusuf dan ini saudara kandungku. Sesungguhnya Allah telah melimpahkan karunia kepada kami, dan mempertemukan kami setelah terpisah. Sesungguhnya orang yang bertakwa kepada Allah dan bersabar menghadapi cobaan-cobaan, maka sesungguhnya Allah tidak akan menghilangkan pahala perbuatan baiknya. Dan sesungguhnya Dia akan memberikan balasan kepadanya dengan balasan terbaik."

قَالُواْ تَٱللَّهِ لَقَدْ ءَاثَرَكَ ٱللَّهُ عَلَيْنَا وَإِن كُنَّا لَخَٰطِـِٔينَ

(91) "Mereka berkata, 'Demi Allah, sungguh Allah telah melebihkanmu atas kami, dan sesungguhnya kami benar-benar orang-orang yang bersalah (berdosa)'."

Mereka berkata, "Demi Allah, sesungguhnya Allah telah mengutamakanmu di atas kami, dan memuliakanmu dengan ilmu, kesantunan dan keutamaan. Dan sesungguhnya kami benar-benar orang-orang yang berbuat kesalahan, melalui tindakan yang kami perbuat dengan sengaja terhadap dirimu dan saudaramu."

قَالَ لَا تَثْرِيبَ عَلَيْكُمُ ٱلْيَوْمَ ۖ يَغْفِرُ ٱللَّهُ لَكُمْ ۖ وَهُوَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(92) "Dia (Yusuf) berkata,'Pada hari ini tak ada cercaan terhadap kalian, mudah-mudahan Allah mengampuni kalian, dan Dia adalah Maha Penyayang di antara para penyayang."

Yusuf berkata kepada mereka, "Tidak ada celaan lagi bagi kalian hari ini. Semoga Allah mengampuni kalian. Dan Dia sebaik-baik Dzat yang menyayangi bagi orang yang bertaubat dari dosanya dan kembali menuju ketaatan kepadaNya."

ٱذْهَبُواْ بِقَمِيصِى هَٰذَا فَأَلْقُوهُ عَلَىٰ وَجْهِ أَبِى يَأْتِ بَصِيرًا وَأْتُونِى بِأَهْلِكُمْ أَجْمَعِينَ

(93) Pergilah kalian dengan membawa baju gamisku ini, lalu letakkanlah ia ke wajah bapakku, nanti dia akan melihat kembali; dan bawalah keluarga kalian semuanya kepadaku'."

Dan ketika Yusuf bertanya kepada mereka tentang ayah mereka, mereka mengabarkan perihal telah rusaknya penglihatan matanya akibat menangisinya. Lalu dia berkata kepada mereka, "Kembalilah kalian kepada ayah kalian, dengan membawa pakaianku ini, lalu tutupkanlah pada wajah ayahku, niscaya penglihatannya akan kembali normal. Kemudian bawalah kepadaku seluruh keluarga kalian."

Pertemuan Yusuf Dengan Kedua Orangtuanya

وَلَمَّا فَصَلَتِ ٱلْعِيرُ قَالَ أَبُوهُمْ إِنِّى لَأَجِدُ رِيحَ يُوسُفَ ۖ لَوْلَآ أَن تُفَنِّدُونِ

(94) "Tatkala kafilah itu telah keluar (dari negeri Mesir), bapak mereka berkata, 'Sesungguhnya aku mencium aroma Yusuf, sekiranya kalian tidak menuduhku lemah akal (tentu kalian membenarkan aku)'."

Dan ketika kafilah itu telah keluar dari negeri Mesir dengan membawa pakaiannya, Ya'qub berkata kepada orang-orang yang bersamanya, "Sesungguhnya aku benar-benar mencium aroma Yusuf, sekiranya kalian tidak menganggapku bodoh dan mengolok-olokku, dan kalian menduga bahwa perkataan ini muncul dariku di luar kesadaranku."

قَالُواْ تَٱللَّهِ إِنَّكَ لَفِى ضَلَٰلِكَ ٱلْقَدِيمِ

(95) "Keluarganya berkata, 'Demi Allah, sesungguhnya engkau masih dalam kekeliruanmu yang dahulu '."

Orang-orang yang bersamanya berkata, "Demi Allah, engkau masih dalam kesalahan lamamu, yaitu mencintai Yusuf dan tidak melupakannya."

فَلَمَّآ أَن جَآءَ ٱلْبَشِيرُ أَلْقَىٰهُ عَلَىٰ وَجْهِهِۦ فَٱرْتَدَّ بَصِيرًا ۖ قَالَ أَلَمْ أَقُل لَّكُمْ إِنِّىٓ أَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(96) "Tatkala telah tiba pembawa kabar gembira itu, maka diletakkannya baju gamis itu ke wajah Ya'qub, dia kembali dapat melihat. Ya'qub berkata, 'Bukankah aku telah mengatakan kepada kalian, bahwa aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui?"'

Kemudian ketika orang yang membawa kabar gembira datang kepada Ya'qub bahwa Yusuf masih hidup, lalu menutupkan pakaian Yusuf di wajahnya, kembalilah Ya'qub dapat melihat lagi, dan kebahagiaan meliputi dirinya. Kemudian dia berkata kepada orang-orang yang ada di sisinya, "Bukankah aku telah mengabarkan kepada kalian bahwa sesungguhnya aku mengetahui dari Allah apa-apa yang kalian tidak ketahui, berupa karunia Allah, rahmat, dan kemurahanNya?"

قَالُواْ يَٰٓأَبَانَا ٱسْتَغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَآ إِنَّا كُنَّا خَٰطِـِٔينَ

(97) "Mereka berkata, 'Wahai bapak kami, mohonkanlah ampun bagi kami terhadap dosa-dosa kami, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang bersalah (berdosa)'."

Putra-putra Ya'qub berkata kepadanya, "Wahai ayah kami, mintalah kepada Tuhanmu supaya mengampuni kami dan menutupi dosa-dosa kami. Sesungguhnya kami telah berbuat salah dalam tindakan yang kami lakukan terhadap Yusuf dan saudara kandungnya."

قَالَ سَوْفَ أَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّىٓ ۖ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

(98) "Ya'qub berkata, 'Aku akan memohonkan ampun bagi kalian kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'."

Ya'qub berkata, "Aku akan memohon kepada Tuhanku agar mengampuni dosa-dosa kalian. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun dosa-dosa hamba-hambaNya yang bertaubat, lagi Maha Penyayang kepada mereka."

فَلَمَّا دَخَلُواْ عَلَىٰ يُوسُفَ ءَاوَىٰٓ إِلَيْهِ أَبَوَيْهِ وَقَالَ ٱدْخُلُواْ مِصْرَ إِن شَآءَ ٱللَّهُ ءَامِنِينَ

(99) "Maka tatkala mereka masuk (menghadap) kepada Yusuf, Yusuf merangkul ibu-bapaknya dan dia berkata, 'Masuklah kalian ke negeri Mesir, insya Allah dalam keadaan aman'."

Ya'qub dan keluarganya (kemudian) berangkat menuju Mesir untuk menemui Yusuf. Ketika mereka sampai kepadanya, Yusuf merangkul kedua orangtuanya. Dan dia berkata kepada mereka, "Masuklah ke Mesir, dengan kehendak Allah, dalam keadaan aman dari kesulitan, kekeringan, dan dari segala keburukan."

وَرَفَعَ أَبَوَيْهِ عَلَى ٱلْعَرْشِ وَخَرُّواْ لَهُۥ سُجَّدًا ۖ وَقَالَ يَٰٓأَبَتِ هَٰذَا تَأْوِيلُ رُءْيَٰىَ مِن قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّى حَقًّا ۖ وَقَدْ أَحْسَنَ بِىٓ إِذْ أَخْرَجَنِى مِنَ ٱلسِّجْنِ وَجَآءَ بِكُم مِّنَ ٱلْبَدْوِ مِنۢ بَعْدِ أَن نَّزَغَ ٱلشَّيْطَٰنُ بَيْنِى وَبَيْنَ إِخْوَتِىٓ ۚ إِنَّ رَبِّى لَطِيفٌ لِّمَا يَشَآءُ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ

(100) "Dan dia menaikkan kedua ibu-bapaknya ke atas singgasana. Dan mereka (semuanya) menyungkur seraya bersujud kepada Yusuf. Dan Yusuf berkata, 'Wahai bapakku, inilah ta'bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sungguh Tuhanku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskanku dari penjara dan ketika membawa kalian dari dusun padang pasir, setelah setan merusakkan (hubungan) antara diriku dengan saudara-saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut terhadap apa yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana.'

Yusuf mendudukkan ayah dan ibunya di atas singgasana kerajaan di sampingnya, sebagai bentuk penghormatan kepada mereka berdua. Kedua orangtua dan saudara-saudaranya yang berjumlah sebelas orang menghormatinya dengan bersujud kepadanya sebagai penghormatan dan pemuliaan, bukan untuk menyembah dan tunduk. Dan itu perkara yang diperbolehkan dalam ajaran syariat mereka, dan haram hukumnya dalam syariat kita (Islam), untuk menutup pintu menuju syirik kepada Allah. Yusuf berkata, "Sesungguhnya sujud ini merupakan ta'bir mimpi yang telah aku ceritakan kepadamu sebelumnya (wahai ayah) saat aku masih kecil. Sesungguhnya Tuhanku telah menjadikannya kenyataan, dan Dia telah melimpahkan kepadaku karunia ketika mengeluarkanku dari penjara dan kemudian membawa kalian kepadaku dari pedalaman, setelah setan merusak ikatan persaudaraan antara aku dan saudara- saudaraku. Sesungguhnya Tuhanku Mahalembut pengaturanNva terhadap urusan yang Dia kehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui kemaslahatan-kemaslahatan hamba-hambaNya, Mahabijaksana dalam firman-firman dan perbuatan-perbuatanNya."

۞ رَبِّ قَدْ ءَاتَيْتَنِى مِنَ ٱلْمُلْكِ وَعَلَّمْتَنِى مِن تَأْوِيلِ ٱلْأَحَادِيثِ ۚ فَاطِرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ أَنتَ وَلِىِّۦ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ تَوَفَّنِى مُسْلِمًا وَأَلْحِقْنِى بِٱلصَّٰلِحِينَ

(101) 'Wahai Tuhanku, sungguh Engkau telah menganugerahkan kepadaku sebagian kerajaan dan telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkau-lah Pelindungku di dunia dan di akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan Muslim dan masukkanlah aku ke dalam golongan orang-orang yang shalih'."

Kemudian Yusuf berdoa kepada Tuhanya dengan berkata, "Wahai Tuhanku, Engkau telah memberikan kepadaku sebagian kerajaan (Mesir), dan Engkau telah mengajarkan kepadaku sebagian ta'bir mimpi dan ilmu lainnya. Wahai Pencipta langit dan bumi, Engkau-lah Yang menangani seluruh kepentinganku di dunia dan akhirat, wafatkanlah aku dalam keadaan berserah diri kepadaMu, dan gabungkanlah aku bersama hamba- hambaMu yang shalih dari kalangan para nabi, orang-orang baik, dan orang-orang bersih lagi pilihan."

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهِ إِلَيْكَ ۖ وَمَا كُنتَ لَدَيْهِمْ إِذْ أَجْمَعُوٓاْ أَمْرَهُمْ وَهُمْ يَمْكُرُونَ

(102) "Itulah sebagian dari berita-berita penting (tentang) yang ghaibang Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul); padahal kamu tidak berada di tengah mereka, ketika mereka memutuskan rencana mereka (untuk memasukkan Yusuf ke dalam sumur) dan mereka sedang mengatur tipu daya itu."

Apa yang disebutkan tentang kisah Yusuf, termasuk berita ghaib yang Kami beritahukan kepadamu wahai Rasul, dalam bentuk wahyu. Dan kamu tidak hadir bersama saudara-saudara Yusuf ketika mereka mengatur rencana menceburkan Yusuf ke dalam dasar sumur, dan mencari-cari cara mengelabuhinya dan ayahnya. Dan ini menunjukkan kebenaranmu dan sesungguhnya Allah memberikan wahyu kepadamu.

وَمَآ أَكْثَرُ ٱلنَّاسِ وَلَوْ حَرَصْتَ بِمُؤْمِنِينَ

(103) "Dan kebanyakan manusia tidak akan beriman, walaupun kamu sangat menginginkannya."

Dan sebagian besar kaum musyrikin dari kaummu wahai Rasul, tidaklah beriman kepadamu dan tidak mengikutimu, meskipun kamu amat mengharapkan benar keimanan mereka, maka janganlah kamu bersedih hati atas hal itu.

وَمَا تَسْـَٔلُهُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرٌ لِّلْعَٰلَمِينَ

(104) "Dan kamu sekali-kali tidak meminta upah kepada mereka (terhadap dakwahmu ini). Itu tidak lain hanyalah pengajaran bagi semesta alam."

Dan kamu tidaklah meminta dari kaummu upah atas usaha menunjukkan mereka kepada keimanan. Sesungguhnya sesuatu yang kamu diutus dengan membawanya berupa al-Qur'an dan hidayah merupakan pelajaran bagi sekalian manusia seluruhnya, yang mereka akan mengingat dan mendapat hidayah dengannya.

وَكَأَيِّن مِّنْ ءَايَةٍ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ يَمُرُّونَ عَلَيْهَا وَهُمْ عَنْهَا مُعْرِضُونَ

(105) "Dan berapa banyak tanda-tanda (Kuasa Allah) di langit dan di bumi yang mereka lalui, sedang mereka berpaling darinya."

Dan banyak dari bukti-bukti kebenaran yang menunjukkan keesaan Allah dan KuasaNya, tersebar di langit dan bumi, seperti matahari, bulan, gunung-gunung dan pepohonan yang mereka menyaksikannya sendiri, sedang mereka berpaling darinya, tidak merenungkannya dan tidak mengambil pelajaran darinya.

وَمَا يُؤْمِنُ أَكْثَرُهُم بِٱللَّهِ إِلَّا وَهُم مُّشْرِكُونَ

(106) "Dan kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah, melainkan sebagai orang-orang musyrik"

Dan orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Allah itu tidak mengimani bahwa Allah itu Pencipta mereka, Pemberi rizki mereka dan Pencipta segala sesuatu dan hanya Dia semata Yang berhak diibadahi; kecuali mereka mempersekutukan patung-patung dan berhala-berhala dalam peribadahan mereka. Mahatinggi Allah dari hal itu setinggi-tingginya.

أَفَأَمِنُوٓاْ أَن تَأْتِيَهُمْ غَٰشِيَةٌ مِّنْ عَذَابِ ٱللَّهِ أَوْ تَأْتِيَهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(107) "Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadari(nya)?"

Maka apakah mereka memiliki sesuatu yang menyebabkan mereka aman dari turunnya siksaan Allah pada mereka yang merata menimpa mereka semua, atau Kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, sedang mereka tidak menyadari dan tidak menduga-duganya?

قُلْ هَٰذِهِۦ سَبِيلِىٓ أَدْعُوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ ۚ عَلَىٰ بَصِيرَةٍ أَنَا۠ وَمَنِ ٱتَّبَعَنِى ۖ وَسُبْحَٰنَ ٱللَّهِ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(108) ”Katakanlah, 'Inilah jalanku (agamaku). Aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kalian) kepada Allah berdasarkan hujjah yang nyata. Mahasuci Allah, dan aku tidak termasuk orang-orang yang musyrik'."

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Inilah jalanku, aku menyeru untuk beribadah hanya kepada Allah semata, berdasarkan hujjah dari Allah dan keyakinan, aku dan orang-orang yang meneladaniku. Dan aku menyucikan Allah dari sekutu-sekutu, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukan selainNya bersama Allah."

وَمَآ أَرْسَلْنَا مِن قَبْلِكَ إِلَّا رِجَالًا نُّوحِىٓ إِلَيْهِم مِّنْ أَهْلِ ٱلْقُرَىٰٓ ۗ أَفَلَمْ يَسِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۗ وَلَدَارُ ٱلْءَاخِرَةِ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(109) "Kami tidak mengutus rasul sebelummu (wahai Rasul), melainkan kaum laki-laki yang Kami berikan wahyu kepadanya di antara penduduk negeri-negeri. Maka tidakkah mereka bepergian di muka bumi lalu melihat bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka (yang mendustakan rasul) dan sesungguhnya negeri akhirat adalah lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian memikirkan (nya)?"

Dan Kami tidaklah mengutus sebelummu wahai Rasul, kepada manusia kecuali orang-orang lelaki dari mereka, yang Kami turunkan kepada mereka wahyu Kami, dan mereka termasuk penduduk kota. Karena mereka akan lebih mampu memahami dakwah dan mengemban risalah. Orang-orang yang mendapatkan hidayah akan beriman kepada mereka, dan orang-orang yang sesat akan mendustakan mereka. Apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, sehingga mereka dapat menyaksikan dengan mata kepala sendiri bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan yang terdahulu dan kebinasaan yang menimpa mereka? Dan pahala kampung akhirat lebih utama daripada dunia dan semua yang ada di dalamnya bagi orang-orang yang beriman dan takut kepada Tuhan mereka. Apakah kalian tidak berpikir dan kemudian mengambil pelajaran darinya?

حَتَّىٰٓ إِذَا ٱسْتَيْـَٔسَ ٱلرُّسُلُ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمْ قَدْ كُذِبُواْ جَآءَهُمْ نَصْرُنَا فَنُجِّىَ مَن نَّشَآءُ ۖ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُنَا عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

(110) "Sehingga apabila para rasul tidak mempunyai harapan lagi (tentang ke- imanan mereka) dan telah meyakini bahwa mereka telah didustakan, datanglah kepada mereka pertolongan Kami, lalu diselamatkanlah orang-orang yang Kami kehendaki. Dan siksa Kami tidak dapat ditolak dari orang-orang yang gemar berbuat dosa"

Dan janganlah kamu wahai Rasul, tergesa-gesa mengharapkan pertolongan atas orang-orang yang mendustakanmu. Sebab sesungguhnya rasul-rasul sebelummu, tidaklah pertolongan datang kepada mereka dengan segera, dikarenakan satu hikmah yang Kami ketahui, sampai akhirnya ketika rasul-rasul telah putus harapan dari kaum mereka, dan meyakini bahwa kaum mereka telah mendustakan mereka, dan tidak ada harapan lagi terhadap keimanan mereka, datanglah kepada mereka pertolongan dari Kami, ketika kesulitan kian berat. Kemudian Kami menyelamatkan rasul-rasul dan para pengikut mereka yang Kami kehendaki, dan siksaan Kami tidak dapat ditolak dari orang yang berbuat kejahatan dan berani lancang terhadap Allah. Di sini terkandung hiburan bagi Nabi .

لَقَدْ كَانَ فِى قَصَصِهِمْ عِبْرَةٌ لِّأُوْلِى ٱلْأَلْبَٰبِ ۗ مَا كَانَ حَدِيثًا يُفْتَرَىٰ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ كُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(111) "Sungguh dalam kisah-kisah mereka itu terdapat pengajaran bagi orang- orang yang mempunyai akal. (Al-Qur'an) itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi membenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman"

Sesungguhnya dalam kisah rasul-rasul yang Kami kisahkan padamu dan siksaan yang menimpa orang-orang yang mendustakan terdapat pelajaran bagi orang-orang yang berakal sehat. Al-Qur'an ini bukanlah perkataan dusta yang diada-adakan. Akan tetapi, Kami menurunkannya dengan membenarkan kitab-kitab suci samawi yang mendahuluinya dan sebagai penjelasan tentang hal-hal yang dibutuhkan oleh hamba-hamba, tentang perkara yang dihalalkan, diharamkan, dicintai dan yang dibenci dan lain sebagainya, dan petunjuk penyelamat dari kesesatan, dan rahmat bagi orang-orang beriman, yang dengan itu hati mereka mendapatkan hidayah, lalu mereka mengerjakan kandungannya, yaitu (menjalankan) perintah-perintah dan (menjauhi) larangan-larangan.