Isi Tafsir Al-Qur'an

Huud

BUKTI-BUKTI KEESAAN DAN KEKUASAAN ALLAH
Perintah Menyembah Allah

الٓر ۚ كِتَٰبٌ أُحْكِمَتْ ءَايَٰتُهُۥ ثُمَّ فُصِّلَتْ مِن لَّدُنْ حَكِيمٍ خَبِيرٍ

(1) "Alif Lam Ra. (Inilah) suatu kitab yang ayat-ayatnya disusun dengan sempurna seria dijelaskan secara terperinci, yang diturunkan dari sisi (Allah) Yang Maha bijaksana lagi Mahateliti,"

(Alif Lam Ra). Keterangan tentang huruf-huruf yang terputus-putus (di awal surat), penjelasannya telah berlalu di muka, pada permulaan Surat al-Baqarah. Kitab yang diturunkan Allah kepada Muhammad ini, ayat-ayatnya telah terpelihara secara mantap dari kesalahan dan kebatilan. Kemudian diterangkan dengan adanya perintah dan larangan serta penjelasan halal dan haram dari sisi Allah, Dzat Yang Mahabijaksana dalam mengatur segala urusan, Yang Maha Mengetahui bagaimana perkara-perkara itu berkesudahan.

أَلَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ ۚ إِنَّنِى لَكُم مِّنْهُ نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ

(2) "agar kalian tidak menyembah, kecuali Allah. Sesungguhnya aku (Muhammad) adalah pemberi peringatan dan pembawa kabar gembira kepada kalian dariNya."

Diturunkannya al-Qur'an, adanya penjelasan hukum-hukum, perincian dan dijaganya secara mantap, ditujukan agar kalian tidak beribadah kecuali kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Sesungguhnya aku bagi kalian wahai sekalian manusia, hanyalah seorang pemberi peringatan dari Allah yang memperingatkan kalian dari siksaanNya, dan pemberi kabar gembira yang memberikan kabar gembira dengan pahalaNya.

وَأَنِ ٱسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيْهِ يُمَتِّعْكُم مَّتَٰعًا حَسَنًا إِلَىٰٓ أَجَلٍ مُّسَمًّى وَيُؤْتِ كُلَّ ذِى فَضْلٍ فَضْلَهُۥ ۖ وَإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ كَبِيرٍ

(3) "Dan hendaklah kalian meminta ampun kepada Tuhan kalian dan bertaubat kepadaNya. (Jika kalian mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus-menerus) kepada kalian sampai waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberi kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kalian berpaling, maka sesungguhnya aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat)"

Dan mintalah kepadaNya agar berkenan mengampuni dosa-dosa kalian, kemudian bertaubatlah kepadaNya dalam keadaan menyesal, niscaya Dia akan memberikan kesenangan di dunia dengan kesenangan yang baik berupa kehidupan baik di dalamnya, sampai waktu datangnya ajal kalian. Dan memberikan kepada setiap yang memiliki keutamaan dari ilmu maupun amal balasan keutamaannya itu secara sempurna, tidak ada pengurangan sedikit pun padanya. Dan apabila kalian berpaling dari seruan yang aku seru kalian kepadanya, maka sesungguhnya aku khawatir siksaan hari yang amat pedih akan menimpa kalian, yaitu (siksaan) Hari kiamat. Ini merupakan bentuk ancaman keras terhadap orang yang berpaling dari perintah-perintah Allah dan mendustakan rasul-rasulNya

إِلَى ٱللَّهِ مَرْجِعُكُمْ ۖ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(4) (Hanya) kepada Allah-lah kalian kembali, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Kepada Allah kalian kembali setelah kematian kalian semua, maka takutlah akan siksaanNya. Sebab, Allah Mahakuasa untuk membangkitkan kalian, mengumpulkan kalian dan memberikan balasan bagi kalian.

Perbedaan Sifat-sifat Orang Kafir dan Sifat-sifat Orang Mukmin

أَلَآ إِنَّهُمْ يَثْنُونَ صُدُورَهُمْ لِيَسْتَخْفُواْ مِنْهُ ۚ أَلَا حِينَ يَسْتَغْشُونَ ثِيَابَهُمْ يَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ وَمَا يُعْلِنُونَ ۚ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

(5) "Ingatlah sesungguhnya mereka (orang-orang munafik itu) memalingkan dada mereka untuk menyembunyikan diri darinya (Muhammad)472 Ingatlah di waktu mereka menyelimuti diri mereka dengan pakaian mereka, Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dan apa yang mereka tampakkan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala isi hati

Sesungguhnya orang-orang musyrik menyembunyikan kekafiran di hati-hati mereka, karena beranggapan bahwa apa yang dirahasiakan jiwa-jiwa mereka akan tersembunyi bagi Allah. Tidakkah mereka mengetahui ketika mereka menutup-nutupi tubuh-tubuh mereka dengan pakaian-pakaian mereka bahwa sesungguhnya Allah tidak tersembunyi bagiNya rahasia dan tindakan nyata mereka? Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui semua perkara yang disembunyikan oleh hati-hati mereka berupa niat-niat, bisikan hati nurani, dan rahasia-rahasia jiwa.


[472] Yakni, menyembunyikan perasaan permusuhan dan kemunafikan mereka terhadap Nabi Muhammad .

۞ وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ رِزْقُهَا وَيَعْلَمُ مُسْتَقَرَّهَا وَمُسْتَوْدَعَهَا ۚ كُلٌّ فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

(6) "Dan tidak ada suatu makhluk berjalan (bernyawa) pun di bumi melainkan Allah-lah Yang menanggung rizkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam makhluk itu dan tempat penyimpanannya.473 Semuanya tertulis dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)"

Sesungguhnya Allah telah menjamin rizki semua makhluk yang berjalan (bernyawa) di atas permukaan bumi, sebagai bentuk kemurahan dariNya, dan Dia mengetahui tempat tinggalnya saat hidup dan setelah matinya, dan mengetahui tempat di mana ia akan mati. Semua itu sudah tertulis di satu kitab di sisi Allah yang sudah menerangkan semua itu.


[473] Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan tempat berdiam di sini ialah dunia dan tempat penyimpanan ialah akhirat. Dan menurut sebagian ahli tafsir yang lain maksud tempat berdiam ialah tulang sulbi dan tempat penyimpanan ialah rahim.

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ وَكَانَ عَرْشُهُۥ عَلَى ٱلْمَآءِ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۗ وَلَئِن قُلْتَ إِنَّكُم مَّبْعُوثُونَ مِنۢ بَعْدِ ٱلْمَوْتِ لَيَقُولَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

(7) "Dan Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari dan ArasyNya di atas air,; agar Dia menguji siapakah di antara kalian yang lebih baik amalnya474, dan jika kamu berkata (kepada orang-orang musyrik), 'Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan sesudah mati', niscaya orang-orang yang kafir itu akan berkata, 'Ini475 tidak lain hanyalah sihir yang nyata'."

Dan Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya dalam enam hari, dan ArasyNya berada di atas air sebelum itu, agar Dia menguji kalian siapakah dari kalian yang lebih baik ketaatan dan amalannya kepadaNya, yaitu amal yang dikerjakan ikhlas karena Allah, yang selaras dengan petunjuk Rasulullah . Dan bila kamu wahai Rasul, berkata kepada kaum musyrikin dari kaummu, "Sesungguhnya kalian akan dibangkitkan dalam keadaan hidup setelah kematian kalian,” pastilah mereka akan bersegera mendustakan dan melontarkan komentar, "Tidaklah al-Qur'an yang kamu bacakan kepada kami kecuali sihir yang nyata."


[474] Maksudnya: Allah menjadikan langit dan bumi untuk tempat berdiam makhlukNya serta tempat berusaha dan beramal, agar nyata di antara mereka siapa yang taat dan patuh kepada Allah

[475] Maksudnya, mereka mengatakan bahwa kebangkitan nanti sama dengan sihir ialah kebangkitan itu tidak ada sebagaimana sihir itu adalah khayalan belaka. Menurut sebagian ahli tafsir yang dimaksud dengan kata "ini" di sini adalah al-Qur'an, ada pula yang menafsirkan dengan hari berbangkit.

وَلَئِنْ أَخَّرْنَا عَنْهُمُ ٱلْعَذَابَ إِلَىٰٓ أُمَّةٍ مَّعْدُودَةٍ لَّيَقُولُنَّ مَا يَحْبِسُهُۥٓ ۗ أَلَا يَوْمَ يَأْتِيهِمْ لَيْسَ مَصْرُوفًا عَنْهُمْ وَحَاقَ بِهِم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(8) "Dan sungguh jika Kami menunda azab terhadap mereka sampai kepada suatu waktu yang ditentukan, niscaya mereka akan berkata, 'Apakah yang menghalanginya?' Ingatlah pada hari (waktu) azab itu datang kepada mereka, tidaklah dapat dipalingkan dari mereka dan mereka diliputi oleh azab yang dahulunya mereka selalu memperolok-olokkannya."

Dan apabila Kami tangguhkan siksaan atas orang-orang musyrik tersebut sampai waktu tertentu, pastilah mereka akan menganggap kedatangannya tersendat. Dan mereka akan berkata sebagai sikap mengolok- olok dan mendustakannya, "Apakah yang menghambat siksaan ini terjadi bila memang benar akan terjadi?" Ingatlah, pada hari siksaan itu datang kepada mereka, maka tidak akan ada seorang pun yang dapat menyingkirkannya dari mereka dan tidak ada pula seorang pun yang sanggup menolaknya dan siksaan yang mereka tertawakan sebelum kedatangannya akan mengepung mereka dari segala sisi.

وَلَئِنْ أَذَقْنَا ٱلْإِنسَٰنَ مِنَّا رَحْمَةً ثُمَّ نَزَعْنَٰهَا مِنْهُ إِنَّهُۥ لَيَـُٔوسٌ كَفُورٌ

(9) "Dan jika Kami membuat manusia merasakan suatu rahmat (nikmat) dari Kami, kemudian Kami mencabutnya dari dirinya, pastilah dia menjadi putus asa lagi kafir (nikmat)"

Dan apabila Kami memberikan kepada manusia kenikmatan dari Kami, berupa kesehatan, keamanan dan nikmat lainnya, kemudian Kami mencabut nikmat-nikmat itu darinya, maka dia menjadi sangat putus asa dari rahmat Allah, amat ingkar terhadap nikmat yang telah Allah karuniakan kepadanya.

وَلَئِنْ أَذَقْنَٰهُ نَعْمَآءَ بَعْدَ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُ لَيَقُولَنَّ ذَهَبَ ٱلسَّيِّـَٔاتُ عَنِّىٓ ۚ إِنَّهُۥ لَفَرِحٌ فَخُورٌ

(10) "Dan jika Kami membuatnya merasakan kebahagiaan sesudah bencana yang menimpanya, niscaya dia akan berkata, 'Telah hilang keburukan-keburukan itu dariku;' sesungguhnya dia sangat gembira lagi bangga."

Dan jika Kami melapangkan bagi manusia keadaan dunianya dan meluaskan baginya rizki setelah kesengsaraan penghidupannya, tentulah saat itu dia benar-benar akan mengatakan, "Kesulitan hidup telah pergi dariku dan berbagai macam kesengsaraan telah lenyap." Sesungguhnya ia benar-benar seorang yang mengingkari nikmat-nikmat, keterlaluan dalam berbangga diri dan angkuh di hadapan manusia.

إِلَّا ٱلَّذِينَ صَبَرُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُم مَّغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ كَبِيرٌ

(11) "Kecuali orang-orang yang sabar (terhadap bencana), dan mengerjakan amal-amal shalih; mereka itu memperoleh ampunan dan pahala yang besar"

Akan tetapi, orang-orang yang bersabar menghadapi apa yang menimpa mereka berupa kesulitan hidup, lantaran keimanan mereka kepada Allah dan harapan mereka memperoleh pahala dari sisiNya, dan mereka mengerjakan amal shalih sebagai ungkapan syukur kepada Allah atas nikmat-nikmatNya, mereka itulah orang-orang yang mendapat ampunan dari dosa-dosa mereka dan pahala besar di akhirat kelak.

Kebenaran Wahyu

فَلَعَلَّكَ تَارِكٌۢ بَعْضَ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَضَآئِقٌۢ بِهِۦ صَدْرُكَ أَن يَقُولُواْ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ كَنزٌ أَوْ جَآءَ مَعَهُۥ مَلَكٌ ۚ إِنَّمَآ أَنتَ نَذِيرٌ ۚ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

(12) "Maka boleh jadi kamu hendak meninggalkan sebagian dari apa yang diwahyukan kepadamu dan dadamu menjadi sempit karenanya, karena khawatir bahwa mereka akan mengatakan, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya perbendaharaan (kekayaan) atau datang bersamanya malaikat?' Sesungguhnya kamu hanyalah seorang pemberi peringatan dan Allah-lah Yang menangani (memelihara) segala sesuatu."

Maka barangkali kamu wahai Rasul, dikarenakan beratnya apa yang kamu saksikan pada mereka berupa kekafiran dan pendustaan, akan meninggalkan sebagian apa yang diwahyukan kepadamu dari wahyu yang Allah turunkan kepadamu dan perintahkan kamu untuk menyampaikannya, dan dadamu menjadi sesak lantaran khawatir mereka akan menuntut darimu beberapa tuntutan sebagai bentuk kerasnya sikap mereka, seperti mengatakan, "Sekiranya diturunkan padanya kekayaan yang melimpah ruah, atau malaikat datang bersamanya untuk membenarkan ajaran risalahnya." Karenanya, sampaikanlah olehmu apa yang Aku wahyukan kepadamu, karena sesungguhnya tidak ada kewajiban atas dirimu selain memberikan peringatan saja dengan wahyu yang diturunkan kepadamu. Dan Allah Maha Memelihara segala sesuatu, juga mengatur semua urusan makhlukNya.

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُواْ بِعَشْرِ سُوَرٍ مِّثْلِهِۦ مُفْتَرَيَٰتٍ وَٱدْعُواْ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(13) "Bahkan mereka mengatakan, 'Muhammadlah yang mengarang al-Qur'an itu.' Katakanlah, '(Kalau demikian), maka datangkanlah sepuluh surat yang semisal dengannya yang dikarang-karang, dan ajaklah orang-orang yang sanggup kalian (ajak) selain Allah, jika kalian memang orang-orang yang benar'."

Bahkan apakah orang-orang musyrik dari penduduk negeri Makkah akan mengatakan, "Sesungguhnya Muhammadlah yang telah mengada-adakan al-Qur'an ini" ? Katakanlah kepada mereka, "Jika memang faktanya seperti yang kalian duga-duga, maka datangkanlah sepuluh surat serupa yang dibuat-buat sendiri, dan panggillah siapa saja dari seluruh makhluk Allah yang dapat membantu kalian untuk mendatangkan sepuluh surat tersebut, jika kalian orang-orang yang benar dalam klaim kalian."

فَإِلَّمْ يَسْتَجِيبُواْ لَكُمْ فَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أُنزِلَ بِعِلْمِ ٱللَّهِ وَأَن لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ فَهَلْ أَنتُم مُّسْلِمُونَ

(14). "Jika mereka tidak dapat memenuhi tantangan kalian itu, maka (katakanlah), 'Ketahuilah, bahwasanya al-Qur'an itu diturunkan dengan ilmu Allah, dan bahwasanya tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, maka maukah kalian berserah diri (masuk Islam)?'."

Maka jika orang-orang musyrik tidak memenuhi permintaan kalian wahai Rasul dan orang-orang yang beriman bersamamu, terhadap tuntutan kalian kepada mereka, karena ketidakmampuan mereka semua untuk itu, maka katakanlah, "Ketahuilah, bahwa sesungguhnya al-Qur'an ini memang Allah-lah Yang menurunkannya kepada RasulNya dengan IlmuNya, bukan dari perkataan manusia, dan ketahuilah, bahwa tidak ada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Allah. Apakah kalian, setelah tegaknya hujjah ini di hadapan kalian, akan mau berserah diri dan tunduk kepada Allah dan RasulNya?"

مَن كَانَ يُرِيدُ ٱلْحَيَوٰةَ ٱلدُّنْيَا وَزِينَتَهَا نُوَفِّ إِلَيْهِمْ أَعْمَٰلَهُمْ فِيهَا وَهُمْ فِيهَا لَا يُبْخَسُونَ

(15) "Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan."

Barangsiapa mengharapkan dengan amalnya, kehidupan dunia dan kesenangan-kesenangannya, niscaya Kami akan menyerahkan kepada mereka imbalan amal-amal yang mereka perbuat dengan balasan yang penuh, mereka tidak mengalami pengurangan sedikit pun dari balasan mereka dalam kehidupan dunia.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ لَيْسَ لَهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا ٱلنَّارُ ۖ وَحَبِطَ مَا صَنَعُواْ فِيهَا وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(16) "Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka, gugurlah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan"

Mereka itu adalah orang-orang yang tidak mendapatkan di akhirat, kecuali Neraka Jahanam yang mana mereka akan merasakan panasnya, dan sirnalah dari mereka manfaat amal-amal yang telah mereka perbuat, dan sia-sialah perbuatan mereka, lantaran dikerjakan bukan karena Wajah Allah.

أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ

(17) "Apakah (orang-orang kafir yang hanya memikirkan dunia itu sama dengan) orang-orang yang memiliki bukti yang nyata (al-Qur'an) dari Tuhannya, dan diikuti pula oleh saksi476 dari Allah dan sebelum al-Qur'an itu telah ada kitab Musa (Taurat) yang menjadi pedoman dan rahmat? Mereka itu beriman kepada al-Qur'an. Dan barangsiapa yang kafir kepada al-Qur'an di antara kelompok-kelompok (orang-orang kafir itu), maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya, karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap al-Qur'an itu. Sesungguhnya (al-Qur'an) itu benar-benar dari Tuhanmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman"

Apakah orang yang berpijak di atas hujjah dan bashirah (ilmu jelas) dari Tuhannya dalam perkara yang dia imani dan dia serukan, melalui wahyu yang Allah turunkan, yang di dalamnya terdapat keterangan nyata, yang diikuti oleh bukti lain yang mempersaksikannya, yaitu Jibril atau Muhammad dan didukung oleh bukti ketiga sebelum al-Qur'an, yaitu Taurat, kitab suci yang diturunkan kepada Musa sebagai penuntun dan rahmat bagi yang beriman kepadanya, (apakah serupa orang seperti ini) dengan orang yang motivasinya adalah dunia yang fana dengan semua daya tarik keindahannya? Mereka itu membenarkan al-Qur'an ini dan melaksanakan hukum-hukumnya. Barangsiapa kafir terhadap al-Qur'an ini dari orang-orang yang bersekutu untuk melawan Rasulullah , maka balasannya adalah neraka, dia akan memasukinya dengan pasti. Maka kamu wahai Rasul, janganlah berada dalam keraguan perihal al-Qur'an dan statusnya yang berasal dari sisi Allah , setelah kamu menyaksikan dalil-dalil petunjuk dan hujjah-hujjah. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Agama ini adalah Agama yang haq dari Tuhanmu, namun kebanyakan manusia tidak mengimaninya.


[476] Sebagian ahli tafsir menafsirkan "saksi" di sini dengan Nabi Muhammad . Ada juga yang menafsirkannya dengan Malaikat Jibril . Ada juga yang menafsirkan dengan al-Qur'an, dan ada lagi dengan fitrah yang lurus dan akal yang sehat. Serta ada juga yang menafsirkannya dengan kejujuran Nabi dan kesempurnaan akhlaknya.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ يُعْرَضُونَ عَلَىٰ رَبِّهِمْ وَيَقُولُ ٱلْأَشْهَٰدُ هَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ أَلَا لَعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

(18) "Dan siapakah yang lebih zhalim dari orang yang mengada-adakan suatu dusta atas Nama Allah? Mereka itu akan dihadapkan kepada Tuhan mereka, dan para saksi477 akan berkata, ’Orang-orang inilah yang telah berdusta atas Nama Tuhan mereka.' Ingatlah, laknat Allah (pasti ditimpakan) kepada orang- orang yang zhalim."

Dan tidak ada orang yang lebih zhalim dari orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah. Mereka itu akan dihadapkan di depan Tuhan mereka pada Hari Kiamat, guna memperhitungkan perbuatan- perbuatan mereka, dan para saksi dari kalangan malaikat dan nabi-nabi, serta lainnya akan berkata, "Mereka itulah orang-orang yang berdusta atas Nama Tuhan mereka di dunia." Sungguh, Allah memurkai mereka dan mengutuk mereka dengan kutukan yang tiada putus-putus, sebab tindakan kezhaliman telah menjadi karakter yang melekat pada diri mereka.

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ هُمْ كَٰفِرُونَ

(19). "(Yaitu) orang-orang yang menghalangi (manusia) darijalan Allah dan menghendaki (supaya) jalan itu bengkok.478 Dan mereka itulah orang-orang yang kafir (tidak percaya) akan adanya Hari Akhirat."

Mereka itu adalah orang-orang zhalim yang menghambat manusia dari jalan Allah yang mengantarkan menuju peribadahan kepadaNya, dan mereka juga menginginkan agar jalan tersebut bengkok supaya sejalan dengan hawa nafsu keinginan mereka, dan mereka itulah orang-orang kafir terhadap Allah, tidak beriman kepada Hari Kebangkitan dan Hari Pembalasan.


[477] Yaitu, para malaikat, nabi-nabi, dan anggota badan sendiri.

[478] Yakni, mereka berusaha agar orang lain juga mengingkari agama yang benar.

أُوْلَٰٓئِكَ لَمْ يَكُونُواْ مُعْجِزِينَ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا كَانَ لَهُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ۘ يُضَٰعَفُ لَهُمُ ٱلْعَذَابُ ۚ مَا كَانُواْ يَسْتَطِيعُونَ ٱلسَّمْعَ وَمَا كَانُواْ يُبْصِرُونَ

(20) 'Mereka itu tidak bisa melemahkan (Allah, sehingga luput mengazab mereka) di bumi ini, dan sekali-kali tidak ada bagi mereka penolong-penolong selain Allah. Siksaan itu dilipatgandakan kepada mereka. Mereka tidak dapat mendengar (kebenaran) dan tidak dapat melihat (nya)."

Orang-orang kafir itu, tidak akan dapat lepas di dunia dengan melarikan diri dari Allah. Dan mereka tidaklah mempunyai penolong-penolong yang dapat melindungi mereka dari siksaanNya. Siksaan akan dilipatgandakan bagi mereka di dalam Neraka Jahanam, disebabkan mereka tidak dapat mendengar al-Qur'an dengan memanfaatkannya, atau menyaksikan ayat-ayat Allah di alam semesta ini untuk mencari petunjuk, lantaran mereka sibuk dalam kekafiran yang mereka hidup di dalamnya.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(21) "Mereka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, dan lenyaplah dari mereka kebohongan yang selalu mereka ada-adakan."

Mereka itu adalah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri akibat kedustaan mereka atas Nama Allah, dan telah sirna dari mereka apa yang dahulu mereka ada-adakan berupa tuhan-tuhan sesembahan yang mereka anggap dapat memberikan syafa at bagi mereka.

لَا جَرَمَ أَنَّهُمْ فِى ٱلْءَاخِرَةِ هُمُ ٱلْأَخْسَرُونَ

(22) "Pasti mereka itu di akhirat menjadi orang-orang yang paling merugi."

Sudah dipastikan bahwa sesungguhnya mereka di akhirat kelak adalah orang-orang yang paling merugi perniagaannya. Sebab mereka telah meminta mendapatkan kerak-kerak paling bawah dengan mengorbankan hunian-hunian yang bertingkat-tingkat tinggi (di surga): mereka berada di Neraka Jahanam. Dan itulah kerugian yang nyata.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَأَخْبَتُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(23) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih dan merendahkan diri kepada Tuhan mereka, mereka itu adalah penghuni- penghuni surga, mereka kekal di dalamnya"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada RasulNya, mengerjakan amal-amal shalih dan tunduk kepada Allah dalam perkara yang mereka diperintah untuk menjalankannya dan perkara yang mereka dilarang melakukannya, mereka itu adalah para penghuni surga, mereka tidak meninggal di dalamnya dan tidak keluar darinya selama-lamanya.

۞ مَثَلُ ٱلْفَرِيقَيْنِ كَٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْأَصَمِّ وَٱلْبَصِيرِ وَٱلسَّمِيعِ ۚ هَلْ يَسْتَوِيَانِ مَثَلًا ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(24) "Perumpamaan kedua golongan itu (orang-orang kafir dan orang-orang Mukmin), adalah seperti orang buta dan tuli dengan orang yang dapat melihat dan dapat mendengar. Adakah kedua golongan itu sama? Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran?"

Perumpamaan antara dua golongan kafir dan golongan yang beriman, adalah seperti perumpamaan antara orang buta yang tidak dapat melihat lagi tuli yang tidak dapat mendengar dengan orang yang dapat melihat dan mendengar dengan normal. Golongan yang kafir tidak dapat melihat kebenaran untuk kemudian mereka ikuti, dan tidak mampu mendengar penyeru menuju kepada Allah sehingga kemudian mereka memperoleh petunjuk. Adapun golongan yang beriman, sungguh telah dapat melihat hujjah-hujjah Allah dan menangkap seruan kepada Allah, lalu menyambutNya. Apakah sama antara dua golongan ini? (Tentu tidak). Apakah mereka mau mengambil pelajaran dan memikirkannya?

Kisah Nabi Nuh

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦٓ إِنِّى لَكُمْ نَذِيرٌ مُّبِينٌ

(25) "Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, (dia berkata), 'Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan yang nyata bagi kalian."

Dan sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, kemudian ia berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku adalah pemberi peringatan bagi kalian dari siksaan Allah, yang menerangkan kepada kalian ajaran yang aku diutus membawanya kepada kalian, berupa perintah dan larangan Allah.

أَن لَّا تَعْبُدُوٓاْ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ أَلِيمٍ

(26) 'agar kalian tidak menyembah kecuali Allah. Sesungguhnya aku khawatir kalian akan ditimpa azab (pada) hari yang sangat pedih

Aku memerintahkan kalian untuk tidak menyembah kecuali kepada Allah. Sesungguhnya aku takut azab hari yang pedih akan menimpa kalian, bila kalian tidak mengesakan Allah dengan ibadah.”

فَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ مَا نَرَىٰكَ إِلَّا بَشَرًا مِّثْلَنَا وَمَا نَرَىٰكَ ٱتَّبَعَكَ إِلَّا ٱلَّذِينَ هُمْ أَرَاذِلُنَا بَادِىَ ٱلرَّأْىِ وَمَا نَرَىٰ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ بَلْ نَظُنُّكُمْ كَٰذِبِينَ

(27) "Maka berkatalah pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya, ’Kami tidak melihatmu, melainkan (sebagai) seorang manusia (biasa) seperti kami, dan kami tidak melihat orang-orang yang mengikutimu, melainkan orang-orang yang hina diria di antara kami yang lekas percaya saja, dan kami tidak melihat kalian memiliki sesuatu kelebihan apa pun atas kami, bahkan kami yakin bahwa kalian adalah orang-orang yang dusta'."

Maka para tokoh kekafiran dari kaumnya berkata, "Sesungguhnya kamu itu bukanlah malaikat, akan tetapi seorang manusia biasa. Mengapa diturunkan wahyu kepadamu, sementara kami tidak? Dan kami tidaklah melihat orang yang mengikutimu, kecuali orang-orang rendah di antara kami. Orang-orang itu hanya mengikutimu tanpa berpikir panjang dan pengamatan seksama. Dan kami tidak melihat kalian memiliki keistimewaan di atas kami dalam soal rizki dan kekayaan harta, ketika kalian memeluk agama kalian itu.”

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى رَحْمَةً مِّنْ عِندِهِۦ فَعُمِّيَتْ عَلَيْكُمْ أَنُلْزِمُكُمُوهَا وَأَنتُمْ لَهَا كَٰرِهُونَ

(28) "Nuh berkata, ’Wahai kaumku, bagaimana pendapat kalian, jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku, dan Dia memberikan aku rahmat dari sisiNya, tetapi rahmat itu disamarkan bagi kalian. Apakah kami akan memaksa kalian menerimanya, padahal kalian tidak menyukainya ?"

Nuh berkata, "Wahai kaumku, apa pendapat kalian bila aku berada di atas hujjah yang nyata dari Tuhanku terkait risalah yang aku bawa kepada kalian, yang menerangkan bahwa sesungguhnya aku berada di atas petunjuk yang benar dari sisiNya, dan Dia memberikan kepadaku rahmat dari sisiNya, yaitu berupa kenabian dan kerasulan ? Dia menutupinya dari kalian karena kebodohan kalian dan kesilauan kalian terhadap keadaan kalian. Apakah pantas aku menekan kalian untuk menerimanya dengan pemaksaan, sedangkan kalian mengingarinya ? Kami tidak mau melakukannya. Akan tetapi, kami serahkan urusan kalian kepada Allah hingga Dia memutuskan urusan kalian sesuai dengan kehendakNya."

وَيَٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ مَالًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۚ وَمَآ أَنَا۠ بِطَارِدِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ ۚ إِنَّهُم مُّلَٰقُواْ رَبِّهِمْ وَلَٰكِنِّىٓ أَرَىٰكُمْ قَوْمًا تَجْهَلُونَ

(29) "Dan (dia berkata), 'Wahai kaumku, aku tidak meminta harta benda kepada kalian (sebadai upah) bagi seruanku. Upahku hanyalah dari Allah dan aku sekali-kali tidak akan mengusir orang-orang yang telah beriman. Sesungguhnya mereka akan bertemu dengan Tuhan mereka, akan tetapi aku memandang kalian sebagai kaum yang tidak mengetahui'."

Nuh As2 berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, aku tidaklah meminta dari kalian atas seruan dakwahku kepada kalian kepada Tauhidullah dan memurnikan ibadah kepadaNya imbalan yang harus kalian bayarkan kepadaku setelah kalian beriman. Akan tetapi, pahala atas nasihat yang aku berikan kepada kalian menjadi tanggungan Allah semata, dan bukan menjadi sifatku untuk mengusir kaum Mukminin. Sesungguhnya mereka akan berjumpa dengan Tuhan mereka pada hari Kiamat. Akan tetapi, aku melihat kalian adalah kumpulan orang-orang yang bodoh, lantaran menyuruhku mengusir kekasih-kekasih Allah dan menjauhkan mereka dari diriku.

وَيَٰقَوْمِ مَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِن طَرَدتُّهُمْ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(30) "Dan (dia berkata), 'Wahai kaumku, siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah jika aku mengusir mereka? Maka tidakkah kalian mengambil pelajaran?'"

Dan wahai kaumku, siapakah yang dapat menghalangi diriku dari Allah, bila Dia menyiksaku atas tindakan pengusiranku terhadap kaum Mukminin? Apakah kalian tidak merenungi perkara-perkara dengan baik, lalu mengerjakan apa yang paling bermanfaat dan terbaik bagi kalian ?

وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ إِنِّى مَلَكٌ وَلَآ أَقُولُ لِلَّذِينَ تَزْدَرِىٓ أَعْيُنُكُمْ لَن يُؤْتِيَهُمُ ٱللَّهُ خَيْرًا ۖ ٱللَّهُ أَعْلَمُ بِمَا فِىٓ أَنفُسِهِمْ ۖ إِنِّىٓ إِذًا لَّمِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(31) "Dan aku tidak mengatakan kepada kalian, 'Aku mempunyai tempat-tempat penyimpanan kekayaan dari Allah,' dan aku juga tidak mengetahui yang ghaib, serta aku tidak mengatakan, 'Sesungguhnya aku adalah malaikat,' dan tidak juga aku mengatakan kepada orang-orang yang dipandang hina oleh penglihatan kalian, 'Sekali-kali Allah tidak akan mendatangkan kebaikan kepada mereka,' Allah lebih mengetahui apa yang ada pada diri mereka. Sesungguhnya aku, jika (melakukan) demikian benar-benar termasuk orang-orang yang zhalim."

Dan aku tidak akan berkata kepada kalian, 'Sesungguhnya aku memiliki penguasaan kendali perbendaharaan kekayaan Allah', dan aku tidak mengetahui perkara ghaib, dan aku bukanlah malaikat. Dan aku tidak mengatakan kepada orang-orang yang kalian lecehkan dari orang-orang Mukmin yang lemah, 'Allah tidak akan memberikan pahala atas amal-amal kalian.' Allah saja yang lebih mengetahui apa yang ada di dalam dada dan hati mereka. Dan jika aku lakukan itu, dengan demikian aku benar-benar termasuk orang-orang yang berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dan kepada orang lain."

قَالُواْ يَٰنُوحُ قَدْ جَٰدَلْتَنَا فَأَكْثَرْتَ جِدَٰلَنَا فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(32) "Mereka berkata, 'Wahai Nuh, sungguh kamu telah membantah kami, dan kamu telah banyak membantah kami, maka datangkanlah kepada kami azab yang kamu ancamkan kepada kami itu, jika kamu termasuk orang-orang yang benar'."

Mereka berkata, "Wahai Nuh, kamu telah membantah kami dan sudah terlalu banyak melancarkan bantahan kepada kami, maka datangkanlah kepada kami siksaan yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

قَالَ إِنَّمَا يَأْتِيكُم بِهِ ٱللَّهُ إِن شَآءَ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

(33) "Nuh menjawab, 'Hanyalah Allah yang akan mendatangkannya kepada kalian jika Dia menghendaki, dan kalian sekali-kali tidak dapat melemahkan (Allah, sehingga luput dari azab itu).'

Nuh berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya Allah sajalah yang menimpakan siksaan pada kalian, bila Dia menghendaki, dan kalian tidak akan lolos dari siksaanNya, bila Dia berkehendak menyiksa kalian. Sebab sesungguhnya Allah tidak ada sesuatu pun di muka bumi dan di langit yang mampu melemahkanNya.

وَلَا يَنفَعُكُمْ نُصْحِىٓ إِنْ أَرَدتُّ أَنْ أَنصَحَ لَكُمْ إِن كَانَ ٱللَّهُ يُرِيدُ أَن يُغْوِيَكُمْ ۚ هُوَ رَبُّكُمْ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(34) 'Dan nasihatku tidaklah bermanfaat bagi kalian, jika aku hendak memberi nasihat kepada kalian, sekiranya Allah hendak menyesatkan kalian. Dia adalah Tuhan kalian dan kepadaNya-lah kalian dikembalikan'"

Nasihat dan ketekunanku mendakwahi kalian kepada keimanan tidak akan bermanfaat bagi kalian jika Allah memang berkehendak menyesatkan kalian dan membinasakan kalian. Dia Pemilik kalian, dan kepadaNya kalian akan dikembalikan di akhirat untuk menghadapi perhitungan amal perbuatan dan pembalasannya."

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ إِنِ ٱفْتَرَيْتُهُۥ فَعَلَىَّ إِجْرَامِى وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُجْرِمُونَ

(35) "Bahkan mereka berkata,'Dia (Nuh) cuma mengarang-ngarang perkataannya.'479 Katakanlah, 'Jika aku mengarang-ngarangnya, maka hanya akulah yang memikul perbuatan dosaku, dan aku berlepas diri dari dosa yang kalian perbuat'."

Atau apakah sampai ada orang-orang musyrik dari kaum Nuh yang mengatakan, "Nuh sendiri yang mengada-adakan ucapan itu"? Katakanlah kepada mereka, "Bila aku benar-benar mengada-adakannya atas Nama Allah, maka dosa tindakan itu hanyalah menjadi tanggunganku, akan tetapi bila aku benar, maka kalianlah orang-orang yang jahat lagi pendosa, dan aku berlepas diri dari kekafiran, pendustaan dan kejahatan kalian."


[479] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa ayat ini adalah anak kalimat yang disisipkan di tengah-tengah kisah Nabi Nuh sehingga kata ganti "mereka", maksudnya adaiah kaum Quraisy, kata ganti "dia" adalah Nabi Muhammad dan "perkataannya" adalah al-Quran.

وَأُوحِىَ إِلَىٰ نُوحٍ أَنَّهُۥ لَن يُؤْمِنَ مِن قَوْمِكَ إِلَّا مَن قَدْ ءَامَنَ فَلَا تَبْتَئِسْ بِمَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

(36) "Dan diwahyukan kepada Nuh, bahwasanya 'Sekali-kali tidak akan beriman di antara kaummu, kecuali orang yang telah beriman (saja), maka janganlah kamu bersedih hati karena apa yang selalu mereka kerjakan.'

Dan Allah telah mewahyukan kepada Nuh tatkala siksaan telah pasti pada kaumnya, bahwa "Sesungguhnya tidak akan beriman kepada Allah kecuali orang yang telah beriman sebelumnya. Maka janganlah kamu bersedih hati wahai Nuh, terhadap apa yang mereka perbuat.

وَٱصْنَعِ ٱلْفُلْكَ بِأَعْيُنِنَا وَوَحْيِنَا وَلَا تُخَٰطِبْنِى فِى ٱلَّذِينَ ظَلَمُوٓاْ ۚ إِنَّهُم مُّغْرَقُونَ

(37) 'Dan buatlah kapal itu dengan (pengawasan) Mata Kami dan (petunjuk) wahyu dari Kami, dan janganlah kamu berbicara kepadaKu tentang orang-orang yang zhalim itu; sesungguhnya mereka itu akan ditenggelamkan'."

Dan buatlah kapal dalam pandangan (pengawasan) Mata Kami dan perintah serta pertolongan Kami, dan kamu berada dalam penjagaan dan penanganan Kami, dan janganlah kamu meminta Kami memberikan penangguhan bagi orang-orang yang telah menzhalimi diri mereka dari kaummu dengan kekafiran mereka, sebab sesungguhnya mereka akan hanyut dalam banjir bandang." Dalam ayat ini terdapat penetapan sifat "Mata" bagi Allah yang sesuai dengan (keagungan)Nya .

وَيَصْنَعُ ٱلْفُلْكَ وَكُلَّمَا مَرَّ عَلَيْهِ مَلَأٌ مِّن قَوْمِهِۦ سَخِرُواْ مِنْهُ ۚ قَالَ إِن تَسْخَرُواْ مِنَّا فَإِنَّا نَسْخَرُ مِنكُمْ كَمَا تَسْخَرُونَ

(38) "Dan (mulailah) dia (Nuh) membuat kapal. Dan setiap kali para pemimpin kaumnya melewatinya, mereka mengejeknya. Berkatalah Nuh, 'Jika kalian mengejek kami, maka sesungguhnya kami (pun) akan mengejek kalian sebagaimana kalian mengejek (kami).'

Dan Nuh membuat kapal. Tiap kali sekelompok orang dari para pembesar kaumnya melewatinya, mereka memperolok-oloknya. Maka Nuh berkata kepada mereka, "Jika kalian mengejek kami sekarang lantaran ketidakyakinan kalian terhadap kebenaran ancaman Allah, maka kami akan mengolok-olok kalian keesokan hari ketika kalian tenggelam, sebagaimana kalian mengejek kami.

فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَيَحِلُّ عَلَيْهِ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

(39) 'Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan ditimpa oleh azab yang menghinakannya dan akan ditimpa pula azab yang kekal"

Kalian akan mengetahui bila ketetapan Allah telah tiba terkait ancaman tersebut, siapakah orang yang akan terkena siksaan Allah di dunia yang akan menghinakannya dan selanjutnya siksaan abadi menimpanya di akhirat tanpa putus?

حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَمْرُنَا وَفَارَ ٱلتَّنُّورُ قُلْنَا ٱحْمِلْ فِيهَا مِن كُلٍّ زَوْجَيْنِ ٱثْنَيْنِ وَأَهْلَكَ إِلَّا مَن سَبَقَ عَلَيْهِ ٱلْقَوْلُ وَمَنْ ءَامَنَ ۚ وَمَآ ءَامَنَ مَعَهُۥٓ إِلَّا قَلِيلٌ

(40) "Hingga apabila keputusan Kami telah datang dan tungku api telah memancarkan air480, Kami berfirman, 'Muatkanlah ke dalam kapal itu sepasang dari masing-masing binatang (jantan dan betina) dan juga keluargamu, kecuali orang yang telah didahului oleh ketetapan (Kami) terhadapnya, dan (muatkan pula orang-orang yang beriman,' Dan tidak ada yang beriman bersama Nuh itu kecuali sedikit."

Hingga apabila ketetapan kami untuk membinasakan mereka telah tiba waktunya sebagaimana Kami telah janjikan kejadian itu kepada Nuh, dan air memancar dengan kuat dari tungku api, yaitu tempat membakar roti, sebagai tanda akan datangnya siksaan. Kami berfirman kepada Nuh , "Angkutlah ke dalam kapal itu dari segala jenis binatang jantan dan betina, dan angkutlah ke dalamnya keluargamu, kecuali orang yang telah berlaku padanya ketetapan Allah", seperti putra dan istrinya. "Dan angkkutlah ke dalamnya orang yang beriman bersamamu dari kaummu." Dan tidaklah orang yang beriman bersamanya kecuali berjumlah sedikit, meski telah berlalu masa waktu yang panjang dan tinggal lama berada di tengah mereka.


[480] Yakni, Allah menurunkan hujan yang sangat lebat dari langit dan bersama itu juga memancarkan air dari tanah hingga tungku-tungku dapur yang biasanya merupakan tempat api juga memancarkan air.

۞ وَقَالَ ٱرْكَبُواْ فِيهَا بِسْمِ ٱللَّهِ مَجْرىٰهَا وَمُرْسَىٰهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(41) "Dan Nuh berkata, 'Naiklah kalian ke dalamnya dengan (menyebut) Nama Allah di waktu berlayar dan berlabuhnya, Sesungguhnya Tuhanku benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'."

Nuh berkata kepada orang-orang yang telah beriman bersamanya, "Naiklah kalian ke dalam kapal dengan menyebut Nama Allah ketika berlayar di atas permukaan air dan dengan menyebut Nama Allah pada akhir perjalanan dan berlabuhnya. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun dosa-dosa orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya dari hamba-hambaNya, juga Maha Penyayang terhadap mereka dengan tidak menyiksa mereka setelah bertaubat."

وَهِىَ تَجْرِى بِهِمْ فِى مَوْجٍ كَٱلْجِبَالِ وَنَادَىٰ نُوحٌ ٱبْنَهُۥ وَكَانَ فِى مَعْزِلٍ يَٰبُنَىَّ ٱرْكَب مَّعَنَا وَلَا تَكُن مَّعَ ٱلْكَٰفِرِينَ

(42) "Dan kapal itu berlayar membawa mereka dalam gelombang laksana gunung. Dan Nuh memanggil anaknya,481 sedang anak itu berada di tempat di mana dia memisahkan diri (dari orang-orang beriman), 'Wahai anakku, naiklah (ke kapal) bersama kami dan janganlah kamu bersama orang-orang yang kafir'."

Kapal itu berlayar bersama mereka dalam gulungan ombak yang meninggi lagi memuncak hingga seperti gunung-gunung dalam ketinggiannya. Dan Nuh memanggil putranya, yang berada di satu tempat tersendiri jauh dari Kaum Mukminin. Nuh berkata kepada putranya, "Wahai putraku, naiklah bersama kami ke dalam kapal, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang kafir kepada Allah, akibatnya kamu akan tenggelam."


[481] Nama anak Nabi Nuh yang kafir itu adalah Kan'an, sedang putra-putranya yang lain yang beriman ialah Sam, Ham dan Yafits

قَالَ سَـَٔاوِىٓ إِلَىٰ جَبَلٍ يَعْصِمُنِى مِنَ ٱلْمَآءِ ۚ قَالَ لَا عَاصِمَ ٱلْيَوْمَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ إِلَّا مَن رَّحِمَ ۚ وَحَالَ بَيْنَهُمَا ٱلْمَوْجُ فَكَانَ مِنَ ٱلْمُغْرَقِينَ

(43) "Anaknya menjawab, 'Aku akan mencari perlindungan ke gunung yang dapat memeliharaku dari air bah!' Nuh berkata, 'Tidak ada yang melindungi pada hari ini dari azab Allah (hingga semua akan binasa), kecuali yang dirahmati Allah.' Dan gelombang menghalangi antara mereka berdua; sehingga anak itu termasuk orang-orang yang ditenggelamkan."

Putra Nuh berkata, "Aku akan berlindung ke puncak gunung, aku akan berlindung diri dengan itu dari air, sehingga akan menyelamatkanku dari air." Maka Nuh menjawabnya, "Tidak ada yang dapat menghalangi hari ini dari ketetapan Allah dan ketentuanNya yang telah turun pada makhluk, berupa ketetapan tenggelam dan kebinasaan, kecuali orang yang dirahmati Allah . Maka dari itu, berimanlah dan naiklah ke dalam kapal bersama kami." Kemudian ombak yang menggunung memisahkan Nuh dan putranya, akibatnya putranya termasuk orang-orang yang ditenggelamkan lagi binasa.

وَقِيلَ يَٰٓأَرْضُ ٱبْلَعِى مَآءَكِ وَيَٰسَمَآءُ أَقْلِعِى وَغِيضَ ٱلْمَآءُ وَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ وَٱسْتَوَتْ عَلَى ٱلْجُودِىِّ ۖ وَقِيلَ بُعْدًا لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(44) "Dan difirmankan, 'Wahai bumi, telanlah airmu, dan wahai langit (hujan), berhentilah,' dan air pun disurutkan, serta keputusan (Allah) diselesaikan482 dan kapal itu pun berlabuh di atas Gunung Judi, dan dikatakan, 'Binasalah orang-orang yang zhalim'."

Allah berfirman kepada bumi setelah kebinasaan kaum Nuh "Wahai bumi, seraplah airmu wahai langit, hentikan hujanmu," sehingga air berkurang dan surut. Dan telah datang ketetapan Allah berupa kebinasaan kaum Nuh sedangkan kapal (perahu) itu merapat di Gunung Judi, dan dikatakan, "Kebinasaan dan kutukan bagi orang-orang yang berbuat kezhaliman yang telah melampaui batas-batas Allah dan tidak beriman kepadaNya."


[482] Yakni, Allah telah melaksanakan janjiNya dengan membinasakan orang-orang yang kafir kepada Nabi Nuh dan menyelamatkan orang-orang yang beriman.

وَنَادَىٰ نُوحٌ رَّبَّهُۥ فَقَالَ رَبِّ إِنَّ ٱبْنِى مِنْ أَهْلِى وَإِنَّ وَعْدَكَ ٱلْحَقُّ وَأَنتَ أَحْكَمُ ٱلْحَٰكِمِينَ

(45) "Dan Nuh berseru kepada Tuhannya sambil berkata, ’Wahai Tuhanku, sesungguhnya anakku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itulah yang benar, dan Engkau adalah Hakim yang paling adil’."

Dan Nuh menyeru Tuhannya, dengan berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya Engkau telah menjanjikan kepadaku untuk menyelamatkan keluargaku dari tenggelam dan kebinasaan, dan sesungguhnya putraku termasuk keluargaku, dan sesungguhnya janjiMu itu benar yang tidak ada pengingkaran padanya, dan Engkau adalah sebaik-baik Yang Memutuskan perkara dan Yang paling adil."

قَالَ يَٰنُوحُ إِنَّهُۥ لَيْسَ مِنْ أَهْلِكَ ۖ إِنَّهُۥ عَمَلٌ غَيْرُ صَٰلِحٍ ۖ فَلَا تَسْـَٔلْنِ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِۦ عِلْمٌ ۖ إِنِّىٓ أَعِظُكَ أَن تَكُونَ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

(46) "Allah berfirman, ’Wahai Nuh, sesungguhnya dia bukanlah termasuk keluargamu (yang Aku janjikan untuk diselamatkan), sesungguhnya itu adalah perbuatan yang tidak baik.483 Sebab itu, janganlah kamu memohon kepadaKu sesuatu yang kamu tidak mengetahui (hakikat) nya. Sesungguhnya Aku menasihatimu supaya kamu jangan termasuk orang-orang yang tidak berpengetahuan'."

Allah berfirman, "Wahai Nuh, sesungguhnya putramu yang telah binasa itu bukanlah bagian dari keluargamu yang Aku berjanji untuk menyelamatkan mereka. Demikian itu disebabkan oleh kekafirannya dan perbuatan tidak baik yang dia lakukan. Dan sesungguhnya Aku melarangmu untuk meminta kepadaKu sesuatu hal yang tidak ada pengetahuan bagimu tentang (hakikat)nya. Sesungguhnya Aku menasihatimu agar kamu tidak termasuk orang-orang yang tidak mengetahui hakikat apa yang kamu minta kepadaKu."


[483] Sebagian ahli tafsir menafsirkan bahwa maknanya: sesungguhnya perbuatan anakmu itu adalah tidak baik. Dan sebagian ahli tafsir lainnya mengatakan bahwa maknanya: sesungguhnya doamu itu, wahai Nuh adalah tidak baik; karena meminta diselamatkannya seseorang yang tidak beriman kepada Allah .

قَالَ رَبِّ إِنِّىٓ أَعُوذُ بِكَ أَنْ أَسْـَٔلَكَ مَا لَيْسَ لِى بِهِۦ عِلْمٌ ۖ وَإِلَّا تَغْفِرْ لِى وَتَرْحَمْنِىٓ أَكُن مِّنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

(47) "Nuh berkata, 'Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku berlindung kepadaMu bahwa aku memohon kepadaMu sesuatu yang tidak aku ketahui (hakikatnya). Dan sekiranya Engkau tidak memberi ampun bagiku, dan (tidak) menaruh belas kasihan kepadaku, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang merugi'."

Nuh berkata, "Wahai Tuhanku, sesungguhnya aku memohon keselamatan dan mengharap perlindungan kepadaMu dari memohon kepadaMu sesuatu yang aku tidak memiliki pengetahuan. Dan bila Engkau tidak mengampuni dosaku dan merahmatiku dengan rahmatMu, niscaya aku akan termasuk orang-orang yang memperdayai diri mereka hingga kehilangan kebaikan-kebaikannya dan akhirnya binasa."

قِيلَ يَٰنُوحُ ٱهْبِطْ بِسَلَٰمٍ مِّنَّا وَبَرَكَٰتٍ عَلَيْكَ وَعَلَىٰٓ أُمَمٍ مِّمَّن مَّعَكَ ۚ وَأُمَمٌ سَنُمَتِّعُهُمْ ثُمَّ يَمَسُّهُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ

(48) "Difirmankan,' Wahai Nuh, turunlah dengan keselamatan dan keberkahan dari Kami atasmu dan atas umat-umat (yang Mukmin) dari orang-orang yang bersamamu. Dan ada (pula) umat-umat yang Kami berikan kesenangan pada mereka (dalam kehidupan dunia), kemudian mereka akan ditimpa azab yang pedih dari Kami'"

Allah berfirman, "Wahai Nuh, turunlah kamu dari kapal itu menuju permukaan tanah dengan aman dan keselamatan dari Kami, dan limpahan berkah padamu dan pada kumpulan orang-orang yang bersamamu. Di sisi lain, ada umat-umat dan golongan-golongan lain yang juga celaka, Kami akan memberikan kesenangan kepada mereka di kehidupan dunia, hingga mereka mencapai ajal-ajal mereka, kemudian mereka tertimpa siksaan pedih dari Kami pada Hari Kiamat."

تِلْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْغَيْبِ نُوحِيهَآ إِلَيْكَ ۖ مَا كُنتَ تَعْلَمُهَآ أَنتَ وَلَا قَوْمُكَ مِن قَبْلِ هَٰذَا ۖ فَٱصْبِرْ ۖ إِنَّ ٱلْعَٰقِبَةَ لِلْمُتَّقِينَ

(49) "Itu adalah sebagian dari berita penting (tentang) yang ghaib yang Kami wahyukan kepadamu (wahai Rasul), yang tidak pernah kamu ketahui dan tidak (pula) kaummu sebelum ini. Maka bersabarlah; sesungguhnya kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa"

Kisah yang telah Kami ceritakan kepadamu wahai Rasul, tentang Nuh dan kaumnya, yang merupakan berita ghaib yang telah berlalu, Kami mewahyukan kepadamu apa yang kamu dan kaummu tidak ketahui sebelum keterangan ini, maka bersabarlah kamu menghadapi pendustaan kaummu dan gangguan mereka kepadamu, sebagaimana nabi-nabi terdahulu bersabar menghadapinya. Sesungguhnya kesudahan yang baik di dunia dan di akhirat adalah bagi orang-orang yang bertakwa yang takut kepada Allah.

وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۖ إِنْ أَنتُمْ إِلَّا مُفْتَرُونَ

(50) "Dan kepada kaum Ad (Kami utus) saudara mereka, Hud. Dia berkata, 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagi kalian tuhan yang berhak disembah, kecuali Dia. Kalian hanyalah mengada-adakan kebohongan saja (dalam penyembahan kalian terhadap selain Allah).'

Dan Kami telah mengutus kepada bangsa Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah semata, kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak diibadahi selainNya, maka mumikanlah peribadahan kepadaNya. Kalian tidak lain hanyalah orang- orang yang berdusta dalam tindakan kalian mempersekutukan Allah.

يَٰقَوْمِ لَآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِى فَطَرَنِىٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(51) 'Wahai kaumku, aku tidak meminta upah kepada kalian bagi seruanku ini. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku. Maka tidakkah kalian mengerti?"'

Wahai kaumku, aku tidak meminta imbalan dari kalian atas dakwahku terhadap kalian untuk memurnikan ibadah kepada Allah dan meninggalkan penyembahan patung-patung. Imbalanku atas dakwahku terhadap kalian hanyalah menjadi tanggungan Allah yang telah menciptakanku. Tidakkah kalian mau berpikir, sehingga kalian dapat membedakan mana yang haq dan mana yang batil?

وَيَٰقَوْمِ ٱسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيْهِ يُرْسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيْكُم مِّدْرَارًا وَيَزِدْكُمْ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْاْ مُجْرِمِينَ

(52) "Dan (dia berkata), 'Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhan kalian lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras kepada kalian, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatan kalian, dan janganlah kalian berpaling sebagai orang-orang yang gemar berbuat dosa'."

Wahai kaumku, mintalah ampunan kepada Allah dengan beriman kepadaNya, kemudian bertaubatlah kepadaNya dari dosa-dosa kalian, sesungguhnya jika kalian melakukannya, niscaya Dia akan menurunkan hujan secara terus-menerus lagi deras, sehingga kebaikan-kebaikan kalian bertambah banyak dan meningkatkan kekuatan kalian di atas kekuatan sebelumnya, dengan bertambahnya anak keturunan kalian dan tibanya nikmat-nikmat Allah pada kalian secara berturut-turut. Dan janganlah kalian berpaling dari dakwah yang aku seru kalian kepadanya, dan bertahan dalam perbuatan buruk kalian."

قَالُواْ يَٰهُودُ مَا جِئْتَنَا بِبَيِّنَةٍ وَمَا نَحْنُ بِتَارِكِىٓ ءَالِهَتِنَا عَن قَوْلِكَ وَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

(53) "Mereka (kaum Ad) berkata, 'Wahai Hud, kamu tidak mendatangkan kepada kami suatu bukti yang nyata, dan kami sekali-kali tidak akan meninggalkan sembahan-sembahan kami karena perkataanmu, dan kami sekali-kali tidak akan percaya kepadamu.'

Mereka menjawab, "Wahai Hud, kamu tidaklah datang kepada kami dengan membawa hujjah yang jelas yang menunjukkan kebenaran dakwah yang kamu seru kami kepadanya, dan kami tidak akan meninggalkan tuhan-tuhan sesembahan kami yang kami sembah gara-gara ucapanmu. Dan kami tidak membenarkan kamu terkait apa yang kamu sampaikan.

إِن نَّقُولُ إِلَّا ٱعْتَرَىٰكَ بَعْضُ ءَالِهَتِنَا بِسُوٓءٍ ۗ قَالَ إِنِّىٓ أُشْهِدُ ٱللَّهَ وَٱشْهَدُوٓاْ أَنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

(54) 'Kami tidak mengatakan melainkan bahwa sebagian sembahan kami telah menimpakan penyakit gila pada dirimu.' Hud menjawab, 'Sesungguhnya aku menjadikan Allah sebagai saksi, dan bersaksilah kalian bahwasanya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan (sebagai sembahan-sembahan),'

Kami tidak mengatakan kecuali bahwa sebagian tuhan-tuhan sesembahan kami telah menimpakan kegilaan kepadamu, disebabkan laranganmu menyembahnya. Hud berkata kepada mereka, "Sesungguhnya aku persaksikan Allah atas apa yang aku katakan, dan saksikanlah oleh kalian bahwa sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan, berupa tandingan-tandingan dan berhala-berhala selain Allah.

مِن دُونِهِۦ ۖ فَكِيدُونِى جَمِيعًا ثُمَّ لَا تُنظِرُونِ

(55) 'selainNya, sebab itu lakukanlah tipu daya kalian terhadapku dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku.'

Maka perhatikan dan kerahkanlah segala daya oleh kalian dan semua tuhan yang kalian klaim kebenarannya untuk menimpakan mudarat padaku, dan janganlah kalian menundanya barang sekedipan mata sekalipun." Yang demikian itu, lantaran Hud amat yakin sepenuhnya bahwa sesungguhnya tidak akan ada gangguan yang menimpanya dari mereka maupun tuhan-tuhan mereka.

إِنِّى تَوَكَّلْتُ عَلَى ٱللَّهِ رَبِّى وَرَبِّكُم ۚ مَّا مِن دَآبَّةٍ إِلَّا هُوَ ءَاخِذٌۢ بِنَاصِيَتِهَآ ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(56) 'Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian. Tidak ada suatu makhluk yang berjalan (bernyawa) pun, melainkan Dia-lah yang memegang ubun-ubunnya484. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus485.'

"Sesungguhnya aku bertawakal kepada Allah, Tuhanku dan Tuhan kalian, Pemilik segala sesuatu, Yang mengendalikan urusan di dalamnya, maka tidak akan ada sesuatu pun yang menimpaku, kecuali dengan ke- tetapanNya. Dia-lah Dzat Yang Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatu pun yang berjalan di muka bumi, kecuali Allah-lah Pemiliknya, dia berada di bawah kekuasaan dan kendaliNya. Sesungguhnya Tuhanku di atas jalan yang lurus." Maksudnya, Mahaadil dalam ketetapan, syariat, dan perintahNya. Dia memberikan balasan kepada orang yang berbuat baik atas tindakan kebaikannya, dan orang yang berbuat jelek atas kelakuan buruknya.


[484] Yakni, menguasainya sepenuhnya.

[485] Yakni, Allah selalu berbuat adil.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقَدْ أَبْلَغْتُكُم مَّآ أُرْسِلْتُ بِهِۦٓ إِلَيْكُمْ ۚ وَيَسْتَخْلِفُ رَبِّى قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّونَهُۥ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ رَبِّى عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ حَفِيظٌ

(57) "Jika kalian berpaling, maka sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian apa (risalah) yang aku diutus (untuk menyampaikan) nya kepada kalian, dan Tuhanku akan mengganti (kalian) dengan kaum selain kalian; dan kalian tidak dapat memudaratkanNya sedikit pun. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pemelihara segala sesuatu'."

"Jika kalian tetap berpaling dari apa yang aku seru kalian kepadanya, yaitu pengesaan Allah dan mengikhlaskan ibadah bagiNya, maka sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Tuhanku kepada kalian dan telah tegak hujjah di hadapan kalian. Dan lantaran kalian tidak beriman kepada Allah, Dia akan membinasakan kalian, dan mendatangkan satu kaum lain yang akan menggantikan kalian menguasai negeri-negeri kalian dan harta benda kalian, mengikhlaskan ibadah bagiNya dan kalian tidak dapat melancarkan mudarat kepadaNya sama sekali. Sesungguhnya Tuhanku Maha Memelihara segala sesuatu. Dia-lah yang akan menjagaku dari kalian yang hendak melancarkan gangguan buruk kepadaku."

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا هُودًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَنَجَّيْنَٰهُم مِّنْ عَذَابٍ غَلِيظٍ

(58) "Dan tatkala datang keputusan (azab) Kami, Kami selamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami; dan Kami selamatkan (pula) mereka dari azab yang berat."

Dan tatkala datang ketetapan Kami untuk mengazab kaum Hud, Kami selamatkan Hud dan kaum Mukminin darinya karena karunia dan rahmat Kami pada mereka. Dan Kami selamatkan mereka dari siksaan pedih yang Kami timpakan pada kaum Ad, sehingga pada keesokan hari tidak ada yang terlihat dari mereka kecuali tempat tinggal mereka saja.

وَتِلْكَ عَادٌ ۖ جَحَدُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ وَعَصَوْاْ رُسُلَهُۥ وَٱتَّبَعُوٓاْ أَمْرَ كُلِّ جَبَّارٍ عَنِيدٍ

(59) "Dan itulah (kisah) Kaum Ad yang mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka, dan mendurhakai rasul-rasul Allah dan mereka menuruti perintah semua penguasa yang sewenang-wenang lagi menentang (kebenaran) "

Dan itulah kaum Ad, mereka telah kafir kepada ayat-ayat Allah dan mendurhakai rasul-rasulNya, dan (justru) lebih menaati perinlah setiap penguasa yang sombong kepada Allah yang tidak mau menerima kebenaran dan tidak tunduk kepadanya.

وَأُتْبِعُواْ فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا لَعْنَةً وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ أَلَآ إِنَّ عَادًا كَفَرُواْ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّعَادٍ قَوْمِ هُودٍ

(60) "Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di dunia ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya Kaum Ad itu kafir kepada Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi Kaum Ad (yaitu) kaum Hud itu"

Dan mereka diikuti di dunia ini dengan laknat dari Allah dan kemurkaan dariNya pada Hari Kiamat. Ingatlah, sesungguhnya kaum Ad mengingkari Tuhan mereka dan mendustakan rasul-rasulNya. Dan ingatlah, kehancuran dan kebinasaan bagi bangsa Ad, kaum Hud, disebabkan perbuatan syirik mereka dan kekafiran mereka terhadap nikmat Tuhan mereka.

Kisah Nabi Shaleh

۞ وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ هُوَ أَنشَأَكُم مِّنَ ٱلْأَرْضِ وَٱسْتَعْمَرَكُمْ فِيهَا فَٱسْتَغْفِرُوهُ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى قَرِيبٌ مُّجِيبٌ

(61) "Dan kepada Tsamud (Kami utus) saudara mereka, Shaleh. Shaleh berkata, 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian kecuali Dia. Dia telah menciptakan kalian dari bumi (tanah) dan menjadikan kalian sebagai yang memakmurkannya, karena itu mohonlah ampunanNya kemudian bertaubatlah kepadaNya. Sesungguhnya Tuhanku amat dekat lagi memperkenankan (doa hambaNya)'."

Dan Kami mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Kemudian dia berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah semata, karena tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian kecuali Dia, maka murnikanlah ibadah bagiNya. Dia-lah yang memulai penciptaan kalian dari tanah dengan menciptakan bapak moyang kalian, Adam darinya, dan menjadikan kalian orang-orang yang memakmurkannya, maka mohonlah kepadaNya agar berkenan mengampuni dosa-dosa kalian, dan kembalilah kepadaNya dengan taubat nasuha. Sesungguhnya Tuhanku dekat kepada orang yang mengikhlaskan ibadah kepadaNya dan mau bertaubat kepadaNya, lagi mengabulkan (permintaan)nya, bila dia berdoa kepadaNya."

قَالُواْ يَٰصَٰلِحُ قَدْ كُنتَ فِينَا مَرْجُوًّا قَبْلَ هَٰذَآ ۖ أَتَنْهَىٰنَآ أَن نَّعْبُدَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا وَإِنَّنَا لَفِى شَكٍّ مِّمَّا تَدْعُونَآ إِلَيْهِ مُرِيبٍ

(62) "Mereka (Kaum Tsamud) berkata, 'Wahai Shaleh, sungguh kamu sebelum ini adalah seorang di antara kami yang diharapkan, apakah kamu melarang kami untuk menyembah apa yang disembah oleh bapak-bapak kami dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang membimbangkan (kami) terhadap agama yang kamu serukan kepada kami'."

Kaum Tsamud berkata kepada Nabi mereka, Shaleh , "Sesungguhnya kami sebelumnya berharap kamu menjadi seorang pemimpin yang ditaati sebelum seruan yang kamu katakan itu kepada kami. Apakah kamu akan melarang kami dari menyembah tuhan-tuhan yang telah disembah oleh bapak-bapak kami dahulu? Dan sesungguhnya kami benar-benar dalam keraguan yang membimbangkan terhadap dakwahmu terhadap kami untuk beribadah hanya kepada Allah semata."

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَءَاتَىٰنِى مِنْهُ رَحْمَةً فَمَن يَنصُرُنِى مِنَ ٱللَّهِ إِنْ عَصَيْتُهُۥ ۖ فَمَا تَزِيدُونَنِى غَيْرَ تَخْسِيرٍ

(63) "Shaleh berkata, 'Wahai kaumku, bagaimana pendapat kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan Dia memberiku rahmat dariNya, maka siapakah yang akan menolongku dari (azab) Allah, jika aku mendurhakaiNya? Sebab itu kalian tidak menambah apa pun kepadaku selain kerugian.'

Shaleh berkata kepada kaumnya, "Wahai kaumku, beritahukan- lah kepadaku, bila aku memiliki bukti nyata dari Allah dan memberikan kepadaku dariNya kenabian dan hikmah, maka siapakah yang akan dapat menghalau siksaan Allah dariku, jika aku mendurhakaiNya, dengan tidak menyampaikan risalah dan menasihati kalian? Karenanya, kalian tidaklah menambahkan kepadaku selain penyesatan dan menjauhkan dari kebaikan.

وَيَٰقَوْمِ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ قَرِيبٌ

(64) 'Wahai kaumku, inilah unta betina dari Allah, sebagai mukjizat (yang menunjukkan kebenaran) bagi kalian, sebab itu biarkanlah dia makan di bumi Allah. dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apa pun yang akan menyebabkan kalian ditimpa azab yang dekat'."

Wahai kaumku, ini adalah unta milik Allah, Dia menjadikannya sebagai hujjah dan pertanda yang menunjukkan kebenaranku perihal seruanku terhadap kalian. Maka biarkanlah ia makan di muka bumi Allah, rizkinya bukanlah menjadi tanggung jawab kalian. Dan janganlah kalian menjamahnya dengan menyembelihnya. Bila kalian melakukannya, niscaya siksaan dari Allah yang dekat akan menyergap kalian akibat menyembelihnya."

فَعَقَرُوهَا فَقَالَ تَمَتَّعُواْ فِى دَارِكُمْ ثَلَٰثَةَ أَيَّامٍ ۖ ذَٰلِكَ وَعْدٌ غَيْرُ مَكْذُوبٍ

(65) "Namun mereka (malah) membunuh unta itu. maka Shaleh berkata, Ber suka rialah kalian di rumah-rumah kalian selama tiga hari;456 itu adalah janji yang tidak dapat didustakan."

Tetapi mereka mendustakannya dan menyembelih unta tersebut. Maka Shaleh berkata kepada mereka. "Bersenang-senanglah kalian dengan kehidupan kalian di negeri kalian ini selama tiga hari. Sebab sesungguhnya siksaan akan turun pada kalian setelah itu. Itu adalah janji yang tidak dusta dari Allah, yang pasti akan terjadi.


[456] Perbuatan mereka membunuh unta itu adalah suatu pelanggaran terhadap larangan Nabi Shaleh . Oleh sebab itu Allah menjatuhkan kepada mereka hukuman, yaitu membatasi hidup mereka hanya dalam tempo tiga hari, maka sebagai ejekan, mereka disuruh bersuka ria selama tiga hari itu.

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا صَٰلِحًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَمِنْ خِزْىِ يَوْمِئِذٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ ٱلْقَوِىُّ ٱلْعَزِيزُ

(66) "Maka tatkala datang keputusan (azab) Kami. Kami selamatkan Shaleh beserta orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami dan dari kehinaan di hari itu. Sesungguhnya Tuhanmu. Dia-lah Yang Mahakuat lagi Mahaperkasa."

Maka tatkala datang kepada mereka ketetapan Kami untuk membinasakan kaum Tsamud, Kami menyelamatkan Shaleh dan orang-orang beriman yang bersamanya dari kebinasaan dengan rahmat dari Kami, dan Kami selamatkan mereka dari kehinaan hari itu dan kenistaannya. Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, Dia Mahakuat lagi Mahaperkasa. Dan di antara bukti kekuatan dan keperkasaanNya, Dia membinasakan umat-umat manusia (terdahulu) yang berbuat melampaui batas dan menyelamatkan para rasul dan pengikut-pengikut mereka.

وَأَخَذَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُواْ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

(67) "Dan satu suara keras (yang menggelegar) membinasakan orang-orang yang zhalim itu, maka mereka mati bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,"

Dan suara yang menggelegar kuat menghabisi kaum Tsamud yang berbuat kezhaliman, sehingga mereka menjadi orang-orang yang mati di tempat-tempat tinggal mereka, binasa lagi jatuh tersungkur dengan wajah (menempel tanah), tidak ada gerakan sama sekali pada mereka.

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَآ ۗ أَلَآ إِنَّ ثَمُودَاْ كَفَرُواْ رَبَّهُمْ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّثَمُودَ

(68) "seolah-olah mereka belum pernah berdiam di tempat itu487 Ingatlah, sesungguhnya kaum Tsamud itu kafir terhadap Tuhan mereka. Ingatlah, kebinasaanlah bagi kaum Tsamud"

Mereka itu, lantaran begitu cepatnya lenyap dan hancur, seolah-olah tidak pernah mendiami negeri itu. Ingatlah sesungguhnya kaum Tsamud telah mengingkari ayat-ayat Tuhan mereka dan hujjah-hujjah dariNya. Maka ingatlah kehancuran bagi kaum Tsamud, dan pengusiran bagi mereka dari rahmat Allah. Maka alangkah celaka dan nistanya mereka itu!


[487] Yakni, demikian cepatnya mereka dihancurkan oleh suara menggelegar itu, sehingga mereka hancur lebur, tanpa bekas, seakan-akan mereka tidak pernah ada.

Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Luth

وَلَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُنَآ إِبْرَٰهِيمَ بِٱلْبُشْرَىٰ قَالُواْ سَلَٰمًا ۖ قَالَ سَلَٰمٌ ۖ فَمَا لَبِثَ أَن جَآءَ بِعِجْلٍ حَنِيذٍ

(69) "Dan sungguh utusan-utusan Kami (malaikat-malaikat) telah datang kepada Ibrahim dengan membawa kabar gembira, mereka mengucapkan, 'Salam.' Ibrahim menjawab, 'Salam', maka tidak lama kemudian Ibrahim menyuguhkan daging anak sapi yang dipanggang."

Dan sungguh para malaikat telah mendatangi Ibrahim, memberikan kabar gembira baginya dan istrinya dengan kelahiran lshaq dan Ya'qub setelahnya, lalu mereka berkata, "Salam (Keselamatan atasmu)." Ibrahim berkata untuk menjawab salam mereka, "Salam (Keselamatan juga atas kalian)." Lalu Ibrahim segera beranjak dan membawakan bagi mereka daging anak sapi gemuk yang telah dipanggang agar mereka menyantapnya.

فَلَمَّا رَءَآ أَيْدِيَهُمْ لَا تَصِلُ إِلَيْهِ نَكِرَهُمْ وَأَوْجَسَ مِنْهُمْ خِيفَةً ۚ قَالُواْ لَا تَخَفْ إِنَّآ أُرْسِلْنَآ إِلَىٰ قَوْمِ لُوطٍ

(70) "Maka tatkala dia melihat tangan mereka tidak menjamahnya, Ibrahim memandang aneh sikap mereka dan merasa takut kepada mereka. Mereka (para malaikat itu) berkata, 'Janganlah kamu takut, sesungguhnya kami (adalah malaikat-malaikat yang) diutus kepada kaum Luth'."

Dan tatkala Ibrahim melihat tangan-tangan mereka tidak menjamah daging anak sapi yang dia bawakan kepada mereka dan tidak memakannya, dia memandang adanya keanehan dari mereka, dan dia merasa ketakutan dalam hatinya, tetapi menyembunyikan perasaan itu. Ketika para malaikat menyaksikan rasa kecemasan pada Ibrahim, mereka berkata, "Janganlah kamu takut, sesungguhnya kami adalah malaikat-malaikat Tuhanmu, kami dikirim kepada kaum Luth untuk membinasakan mereka."

وَٱمْرَأَتُهُۥ قَآئِمَةٌ فَضَحِكَتْ فَبَشَّرْنَٰهَا بِإِسْحَٰقَ وَمِن وَرَآءِ إِسْحَٰقَ يَعْقُوبَ

(71) "Dan istrinya berdiri (di sampingnya) lalu dia tersenyum, maka Kami sampaikan kepadanya kabar gembira tentang (kelahiran) lshaq dan sesudah lshaq (lahir pula) Ya'qub."

Sedang istri Ibrahim, Sarah, waktu itu berdiri di balik penutup tabir, mendengarkan pembicaraan. Kemudian dia tertawa gembira lantaran keajaiban yang dia dengarkan. Kemudian Kami memberikan kabar gembira kepadanya melalui lisan malaikat itu bahwa sesungguhnya dia akan melahirkan dari suaminya, Ibrahim, seorang anak yang bernama Ishaq, dan akan hidup bersama sang anak itu, dan dia akan memiliki cucu setelah Ishaq, yaitu Ya'qub.

قَالَتْ يَٰوَيْلَتَىٰٓ ءَأَلِدُ وَأَنَا۠ عَجُوزٌ وَهَٰذَا بَعْلِى شَيْخًا ۖ إِنَّ هَٰذَا لَشَىْءٌ عَجِيبٌ

(72) "Istrinya berkata, 'Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan anak padahal aku adalah seorang perempuan tua, dan ini suamiku dalam keadaan yang sudah tua pula. Sesungguhnya ini benar-benar suatu yang sangat aneh'."

Sarah berkata dengan penuh keheranan ketika diberi kabar gembira berupa Ishaq, "Aneh, bagaimana aku akan memiliki anak sedang aku adalah wanita vang mandul sejak dulu, sementara suamiku sudah dalam periode masa tua dan usia lanjut? Sesungguhnya melahirkan anak dari seorang wanita yang seperti keadaanku dan keadaan suamiku yang sudah berusia lanjut benar-benar suatu perkara yang amat mengherankan."

قَالُوٓاْ أَتَعْجَبِينَ مِنْ أَمْرِ ٱللَّهِ ۖ رَحْمَتُ ٱللَّهِ وَبَرَكَٰتُهُۥ عَلَيْكُمْ أَهْلَ ٱلْبَيْتِ ۚ إِنَّهُۥ حَمِيدٌ مَّجِيدٌ

(73) "Mereka (para malaikat itu) berkata, 'Apakah kamu merasa heran terhadap ketetapan Allah? (Itu adalah) rahmat Allah dan keberkahanNya yang dicurahkan bagi kalian, wahai Ahlul Bait! Sesungguhnya Dia Maha Terpuji lagi Mahamulia'."

Para utusan itu berkata kepadanya, "Apakah kamu keheranan terhadap ketetapan Allah dan keputusanNya? Rahmat Allah dan keberkahan-keberkahanNya senantiasa tercurah pada kalian wahai sekalian penghuni rumah kenabian. Sesungguhnya Allah Maha Terpuji Sifat-sifat dan Perbuatan-perbuatanNya, memiliki kemuliaan dan keagungan padanya."

فَلَمَّا ذَهَبَ عَنْ إِبْرَٰهِيمَ ٱلرَّوْعُ وَجَآءَتْهُ ٱلْبُشْرَىٰ يُجَٰدِلُنَا فِى قَوْمِ لُوطٍ

(74) 'Maka tatkala rasa takut hilang dari Ibrahim dan berita gembira telah datang kepadanya, dia pun bersoal jawab dengan (malaikat-malaikat) Kami tentang kaum Luth."

Kemudian ketika telah sirna dari Ibrahim rasa cemas yang sempat menggelayutinya dikarenakan para tamu tidak memakan hidangan, dan datang kepadanya kabar gembira dengan (kehadiran) Ishaq dan Ya'qub, dia terus bertukar pikiran dengan para utusan Kami terkait misi yang Kami mengutus mereka dengannya, yaitu menghukum kaum Luth dan membinasakan mereka.

إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَحَلِيمٌ أَوَّٰهٌ مُّنِيبٌ

(75) "Sesungguhnya Ibrahim itu benar-benar seorang yang penyantun lagi banyak memelas dan suka kembali kepada Allah"

Sesungguhnya Ibrahim sangatlah penyantun, tidak suka disegerakan turunnya siksaan, banyak menundukkan diri kepada Allah dan berdoa kepadaNya, bertaubat kembali kepada Allah dalam seluruh urusannya.

يَٰٓإِبْرَٰهِيمُ أَعْرِضْ عَنْ هَٰذَآ ۖ إِنَّهُۥ قَدْ جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَإِنَّهُمْ ءَاتِيهِمْ عَذَابٌ غَيْرُ مَرْدُودٍ

(76) "Wahai Ibrahim, tinggalkanlah (soal jawab) ini, sesungguhnya telah datang ketetapan Tuhanmu, dan sesungguhnya mereka itu akan didatangi azab yang tidak dapat ditolak"

Para utusan Allah berkata, "Wahai Ibrahim, hentikanlah perdebatan ini terkait perkara kaum Luth dan beriba kepada mereka, karena sesungguhnya telah pasti pada mereka siksaan (Allah) dan telah tiba ketetapan Allah yang telah ditakdirkanNya pada mereka untuk membinasakan mereka. Dan sesungguhnya pada mereka akan turun siksaan dari Allah, tanpa dapat disingkirkan dan ditolak dari mereka."

وَلَمَّا جَآءَتْ رُسُلُنَا لُوطًا سِىٓءَ بِهِمْ وَضَاقَ بِهِمْ ذَرْعًا وَقَالَ هَٰذَا يَوْمٌ عَصِيبٌ

(77) "Dan tatkala utusan-utusan Kami (para malaikat) itu datang kepada Luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka, dan dia berkata, 'Ini adalah hari yang amat sulit'."488

Dan tatkala malaikat-malaikat datang kepada Luth, kedatangan mereka menyusahkan Luth dan dia menjadi gelisah karenanya. Sebab, dia belumlah tahu bahwa mereka itu adalah utusan-utusan Allah, sehingga mengkhawatirkan mereka dari (ulah) kaumnya. Dan dia berkata, 'Ini adalah hari cobaan dan kesulitan."


[488] Nabi Luth merasa susah akan kedatangan utusan-utusan Allah itu, karena mereka berupa pemuda yang rupawan, sedangkan kaum Luth amat menyukai pemuda-pemuda yang rupawan untuk melakukan homoseksual. Dan dia merasa tidak sanggup melindungi mereka bilamana ada gangguan dari kaumnya.

وَجَآءَهُۥ قَوْمُهُۥ يُهْرَعُونَ إِلَيْهِ وَمِن قَبْلُ كَانُواْ يَعْمَلُونَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ هَٰٓؤُلَآءِ بَنَاتِى هُنَّ أَطْهَرُ لَكُمْ ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَلَا تُخْزُونِ فِى ضَيْفِىٓ ۖ أَلَيْسَ مِنكُمْ رَجُلٌ رَّشِيدٌ

(78) ”Dan datanglah kaumnya dengan segera kepadanya. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji.489 Luth berkata, 'Wahai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagi kalian, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kalian mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah di antara kalian seorang yang berakal? "

Dan kaum Luth datang dengan berjalan cepat menuju kepadanya untuk meminta kesempatan melakukan perbuatan keji. Dan mereka itu, sebelum datang, memang suka mendatangi sesama lelaki demi melampiaskan syahwat mereka, bukan kepada kaum wanita. Maka Luth berkata kepada kaumnya, "Putri-putriku itu, silahkan nikahilah mereka, mereka lebih suci bagi kalian daripada apa yang kalian inginkan." Luth menyebut wanita-wanita sebagai putri-putrinya, lantaran seorang nabi yang diutus ke suatu umat, berposisi sebagai ayah bagi kaumnya. "Takutlah kepada Allah dan hindarilah siksaanNya. Dan janganlah kalian mempermalukan aku dengan berlaku melampaui batas terhadap tamu-tamuku. Bukankah padu kalian ada orang yang berpikiran normal, yang akan melarang orang yang hendak berbuat keji, lalu menghalang-halangi mereka dari perbuatan buruk tersebut karena meremehkan tamu adalah perbuatan memalukan yang tidak dilakukan kecuali oleh orang-orang yang dungu?"


(489] Maksud perbuatan keji di sini ialah mengerjakan homoseksual.

قَالُواْ لَقَدْ عَلِمْتَ مَا لَنَا فِى بَنَاتِكَ مِنْ حَقٍّ وَإِنَّكَ لَتَعْلَمُ مَا نُرِيدُ

(79) "Mereka menjawab, 'Sungguh kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu; dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki'."

Kaum Luth berkata kepadanya, "Sungguh kamu sudah tahu sebelumnya bahwa sesungguhnya kami tidak ada kebutuhan dan hasrat terhadap wanita. Dan sesungguhnya kamu betul-betul sudah tahu apa yang kami inginkan." Maksudnya, kami tidak menginginkan kecuali laki-laki, dan tidak ada hasrat dari kami untuk menikahi kaum perempuan.

قَالَ لَوْ أَنَّ لِى بِكُمْ قُوَّةً أَوْ ءَاوِىٓ إِلَىٰ رُكْنٍ شَدِيدٍ

(80) "Luth berkata,'Seandainya aku mempunyai kekuatan untuk menolak kalian atau aku dapat berlindung kepada keluarga yang kuat (tentu aku lakukan)',"

Luth berkata kepada mereka ketika mereka tidak menginginkan kecuali perbuatan (homo) yang keji itu, "Sekiranya aku memiliki kekuatan dan penolong bersamaku untuk melawan kalian, atau aku bernaung pada satu keluarga besar yang akan melindungiku dari kalian, pastilah akan aku halangi kalian dari apa yang kalian inginkan."

قَالُواْ يَٰلُوطُ إِنَّا رُسُلُ رَبِّكَ لَن يَصِلُوٓاْ إِلَيْكَ ۖ فَأَسْرِ بِأَهْلِكَ بِقِطْعٍ مِّنَ ٱلَّيْلِ وَلَا يَلْتَفِتْ مِنكُمْ أَحَدٌ إِلَّا ٱمْرَأَتَكَ ۖ إِنَّهُۥ مُصِيبُهَا مَآ أَصَابَهُمْ ۚ إِنَّ مَوْعِدَهُمُ ٱلصُّبْحُ ۚ أَلَيْسَ ٱلصُّبْحُ بِقَرِيبٍ

(81) "Mereka (para malaikat itu) berkata, 'Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah para utusan Tuhanmu, sekali-kali mereka tidak akan dapat mengganggumu, sebab itu pergilah membawa keluargamu di akhir malam dan janganlah ada seorang pun di antara kalian yang menoleh (ke belakang), kecuali istrimu, karena sesungguhnya dia akan ditimpa azab yang menimpa mereka. Sesungguhnya saat jatuhnya azab kepada mereka ialah di waktu Shubuh; bukankah Shubuh itu sudah dekat?"'

Para malaikat berkata, "Wahai Luth, sesungguhnya kami adalah utusan-utusan Tuhanmu, Dia mengirim kami untuk menghancurkan kaummu, dan sesungguhnya mereka tidak akan sampai mencelakaimu. Maka keluarlah kamu dari negeri ini, kamu dan keluargamu pada sisa malam, dan janganlah seseorang pun dari kalian menengok ke arah belakangnya, agar jangan sampai dia menyaksikan siksaan, akibatnya siksaan itu akan menerpanya. Akan tetapi, istrimu yang telah mengkhianatimu dengan kekafiran dan kemunafikan, dia juga akan ditimpa apa yang akan menimpa kaummu, berupa kebinasaan. Sesungguhnya waktu kebinasaan mereka adalah waktu Shubuh, yaitu ketetapan waktu yang akan segera tiba."

فَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا جَعَلْنَا عَٰلِيَهَا سَافِلَهَا وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهَا حِجَارَةً مِّن سِجِّيلٍ مَّنضُودٍ

(82) "Maka tatkala datang keputusan (azab) Kami, Kami jadikan bagian yang di atas dari negeri (kaum Luth) itu menjadi yang di bawah, dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras dengan bertubi-tubi"

Maka tatkala datang kepada mereka ketetapan Kami untuk turunnya siksaan pada mereka, Kami menjadikan bagian atas negeri mereka yang mereka menjalani kehidupan padanya ke bagian bawah; Kami membalikkannya. Dan Kami hujani mereka dengan bebatuan dari tanah padat lagi keras, sebagiannya telah disatukan dengan yang lain secara bertubi-tubi,

مُّسَوَّمَةً عِندَ رَبِّكَ ۖ وَمَا هِىَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ بِبَعِيدٍ

(83) "yang diberi tanda dari sisi Tuhanmu, dan azab itu tidak jauh dari orang- orang yang zhalim."490

yang berasal dari sisi Allah dengan bertanda yang jelas, yang berbeda dengan bentuk bebatuan bumi. Dan bebatuan yang Kami hujankan pada kaum Luth, bukan tidak mungkin orang-orang kafir Quraisy pun mengalami hujan batu serupa. Dalam ayat ini termuat ancaman bagi setiap pendurhaka lagi penentang terhadap Allah.


[490] Yakni, orang-orang zhalim itu karena kezhaliman mereka, pasti mendapat siksa yang demikian. Ada pula sebagian ahli talsir mengartikan bahwa orang-orang zhalim dari kafir Ouraisy bukan tidak mungkin juga dihujani batu seperti kaum Nabi Luth ini

Kisah Nabi Syu'aib

۞ وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۚ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ وَلَا تَنقُصُواْ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ ۚ إِنِّىٓ أَرَىٰكُم بِخَيْرٍ وَإِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ مُّحِيطٍ

(84) "Dan kepada (penduduk) Madyan (Kami utus) saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata,' Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian. kecuali Dia. Dan janganlah kalian mengurangi takaran dan timbangan (dalam jual beli), sesungguhnya aku melihat kalian dalam keadaan yang baik (mampu) dan sesungguhnya aku khawatir terhadap kalian akan azab hari yang membinasakan.'

Dan Kami utus ke negeri Madyan saudara mereka, Syu'aib. Kemudian dia mengatakan, "Wahai kaumku, sembahlah Allah semata, kalian tidak memiliki sesembahan (yang haq) selainNya yang berhak diibadahi. Maka ikhlaskanlah ibadah untukNya. Dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia dalam takaran dan timbangan mereka. Sesungguhnya kalian itu berada dalam kelapangan hidup, dan sesungguhnya aku takut atas kalian, akibat perbuatan mengurangi takaran dan timbangan vang kalian lakukan, datangnya siksaan pada hari yang meliputi kalian.

وَيَٰقَوْمِ أَوْفُواْ ٱلْمِكْيَالَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ وَلَا تَبْخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْاْ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

(85) 'Dan wahai kaumku, penuhilah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kalian merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kalian berbuat kehancuran di muka bumi sebagai orang-orang yang merusak

Wahai kaumku, sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kalian mengurangi hak manusia dalam semua barang- barang mereka, dan janganlah kalian berjalan di muka bumi, dengan melakukan berbagai maksiat kepada Allah di dalamnya dan menyebarluaskan kerusakan.

بَقِيَّتُ ٱللَّهِ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

(86) 'Sisa (keuntungan) dari Allah491 adalah lebih baik bagi kalian jika kalian adalah orang-orang yang beriman. Dan aku bukanlah seorang penjaga atas diri kalian'."

Sesungguhnya keuntungan halal yang sudah pasti bagi kalian, setelah menyempurnakan takaran dan timbangan itu lebih baik bagi kalian daripada apa yang kalian ambil berupa hasil tindakan pengurangan dan lainnya dari cara-cara haram untuk mencari penghasilan, jika kalian beriman kepada Allah dengan sebenarnya. Maka laksanakanlah perintah- Nya, dan aku bukanlah pengawas bagi kalian yang memperhitungkan perbuatan-perbuatan kalian."


[491] Yang dimaksud dengan "sisa keuntungan dari Allah " ialah keuntungan yang halal dalam perdagangan sesudah mencukupkan takaran dan timbangan.

قَالُواْ يَٰشُعَيْبُ أَصَلَوٰتُكَ تَأْمُرُكَ أَن نَّتْرُكَ مَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَآ أَوْ أَن نَّفْعَلَ فِىٓ أَمْوَٰلِنَا مَا نَشَٰٓؤُاْ ۖ إِنَّكَ لَأَنتَ ٱلْحَلِيمُ ٱلرَّشِيدُ

(87) "Mereka berkata, 'Wahai Syu'aib, apakah shalatmu menyuruhmu agar kami meninggalkan apa-apa yang disembah oleh bapak-bapak kami atau melarang kami berbuat apa yang kami kehendaki pada harta kami? Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang sangat penyantun lagi berakal."492

Mereka menjawab, "Wahai Syu'aib, apakah shalat yang kamu tekuni ini yang memerintahkan kamu agar kami meninggalkan apa yang disembah bapak-bapak moyang kami, berupa berhala-berhala dan patung-patung atau agar kami terkekang untuk berbuat apa saja dalam mencari penghasilan dengan semua usaha yang dapat kami tempuh berupa cara rekayasa dan tipu daya?" Dan mereka berkata untuk mengoloknya, "Sesungguhnya kamu benar-benar orang yang penyantun lagi berpikiran lurus."


[492] Perkataan ini mereka ucapkan untuk mengejek Nabi Syu'aib

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَءَيْتُمْ إِن كُنتُ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَرَزَقَنِى مِنْهُ رِزْقًا حَسَنًا ۚ وَمَآ أُرِيدُ أَنْ أُخَالِفَكُمْ إِلَىٰ مَآ أَنْهَىٰكُمْ عَنْهُ ۚ إِنْ أُرِيدُ إِلَّا ٱلْإِصْلَٰحَ مَا ٱسْتَطَعْتُ ۚ وَمَا تَوْفِيقِىٓ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ

(88) "Syu'aib berkata, 'Wahai kaumku, bagaimana pendapat kalian jika aku mempunyai bukti yang nyata dari Tuhanku dan Dia memberiku rizki yang baik dariNya? Dan aku tidak ingin menyelisihi kalian (dengan mengerjakan) apa yang aku larang kalian lakukan. Aku tidak bermaksud kecuali (mendatangkan) perbaikan semampuku. Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya kepada Allah aku bertawakal dan hanya kepadaNya-lah aku kembali.'

Syu'aib menjawab, "Wahai kaumku, apakah pendapat kalian bila aku berada di atas jalan yang terang dari Tuhanku terkait apa yang aku seru kalian kepadanya, berupa perintah mengikhlaskan ibadah kepadaNya dan terkait urusan yang aku larang kalian darinya untuk merusak harta benda, dan Dia memberikan rizki kepadaku dengan rizki melimpah yang halal lagi baik? Dan aku tidak ingin menyalahi kalian dengan melakukan perkara yang aku larang kalian darinya. Dan aku tidaklah menginginkan dalam perkara yang aku perintahkan kalian melakukannya dan larang kalian darinya kecuali untuk memperbaiki keadaan kalian sesuai kesanggupan dan kemampuanku. Dan tidaklah ada taufik bagiku dalam menyelarasi kebenaran dan usaha memperbaiki keadaan kalian kecuali dengan taufik dari Allah. Kepada Allah-Iah semata aku bertawakal, dan kepadaNya-lah aku kembali dengan bertaubat dan inabah.

وَيَٰقَوْمِ لَا يَجْرِمَنَّكُمْ شِقَاقِىٓ أَن يُصِيبَكُم مِّثْلُ مَآ أَصَابَ قَوْمَ نُوحٍ أَوْ قَوْمَ هُودٍ أَوْ قَوْمَ صَٰلِحٍ ۚ وَمَا قَوْمُ لُوطٍ مِّنكُم بِبَعِيدٍ

(89) 'Wahai kaumku Jangan sampai penentangan (kalian) terhadapku menyebabkan kalian ditimpa azab seperti yang menimpa kaum Nuh, atau kaum Hud, atau kaum Shaleh, sedang kaum Luth tidak (pula) jauh (tempatnya) dari kalian.'

Wahai kaumku, janganlah permusuhan dan kebencian kepadaku serta perbedaan keyakinan yang aku yakini sampai menyeret kalian untuk melakukan penentangan dan bertahan di atas keadaan kalian berupa kekafiran kepada Allah, akibatnya akan menimpa kalian kehancuran serupa yang menimpa kaum Nuh, kaum Hud atau kaum Shaleh. Dan tidaklah jauh kaum Luth dan siksaan yang mendera mereka dengan kalian, dari negeri dan masa kalian.

وَٱسْتَغْفِرُواْ رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيْهِ ۚ إِنَّ رَبِّى رَحِيمٌ وَدُودٌ

(90) 'Dan mohonlah ampun kepada Tuhan kalian kemudian bertaubatlah kepada Nya. Sesungguhnya Dihanku Maha Penyayang lagi Maha Pengasih'."

Dan mohonlah kepada Tuhan kalian ampunan bagi dosa-dosa kalian, kemudian kembalilah kepada ketaatan kepadaNva, dan teruslah di atas itu. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengasih lagi Maha Penyayang terhadap orang yang bertaubat dan kembali kepadaNya, Dia akan mengampuni dan menerima taubatnya." Maka, dalam ayat ini terdapat penetapan sifat rahmat (menyayangi) dan mawaddah (mengasihi) bagi Allah , sesuai dengan (keagungan)Nya."

قَالُواْ يَٰشُعَيْبُ مَا نَفْقَهُ كَثِيرًا مِّمَّا تَقُولُ وَإِنَّا لَنَرَىٰكَ فِينَا ضَعِيفًا ۖ وَلَوْلَا رَهْطُكَ لَرَجَمْنَٰكَ ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْنَا بِعَزِيزٍ

(91) "Mereka berkata, 'Wahai Syu'aib, kami tidak banyak mengerti tentang apa yang kamu katakan itu dan sesungguhnya kami benar-benar melihat kamu seorang yang lemah di antara kami; kalau bukan karena keluargamu, tentulah kami telah merajammu, dan kamu bukanlah seorang yang mulia bagi kami'."

Mereka berkata, "Wahai Syu'aib, kami tidak banyak memahami apa yang kamu ucapkan. Dan sesungguhnya kami melihat dirimu orang yang lemah di tengah kami, kamu bukanlah termasuk pembesar-pembesar, bukan pula termasuk para penguasa. Kalaulah bukan karena mempertimbangkan keluarga besarmu, pastilah kami akan membunuhmu dengan bentuk rajam dengan bebatuan (kepadamu)", dan waktu itu keluarganya masih berada di atas keyakinan kaumnya. "Dan kamu tidaklah memiliki martabat dan kehormatan pada pandangan kami."

قَالَ يَٰقَوْمِ أَرَهْطِىٓ أَعَزُّ عَلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَٱتَّخَذْتُمُوهُ وَرَآءَكُمْ ظِهْرِيًّا ۖ إِنَّ رَبِّى بِمَا تَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

(92) "Syu'aib menjawab, 'Wahai kaumku, apakah keluargaku lebih mulia bagi kalian daripada Allah, dan kalian menjadikanNya sebagai yang tercampakkan di belakang kalian? Sesungguhnya (pengetahuan) Tuhanku meliputi apa yang kalian kerjakan'."

Syu'aib menjawab, "Wahai kaumku, apakah keluarga besarku lebih kuat lagi lebih mulia menurut kalian daripada Allah? Dan kalian mengesampingkan perintah Tuhan kalian, lalu menempatkannya berada di belakang punggung kalian. Kalian tidak mau menjalankan perintahNya dan tidak mau pula berhenti dari larangnnNya. Sesungguhnya Tuhanku meliputi apa yang kalian perbuat, tidak ada sebesar biji sawi pun dari perbuatan-perbuatan kalian yang samar bagiNya, dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas tindakan-tindakan itu, baik balasan di dunia maupun di akhirat.

وَيَٰقَوْمِ ٱعْمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَٰمِلٌ ۖ سَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن يَأْتِيهِ عَذَابٌ يُخْزِيهِ وَمَنْ هُوَ كَٰذِبٌ ۖ وَٱرْتَقِبُوٓاْ إِنِّى مَعَكُمْ رَقِيبٌ

(93) "Dan (dia berkata), 'Wahai kaumku, berbuatlah menurut kedudukan (keadaan) kalian, sesungguhnya aku pun berbuat (pula menurut agamaku). Kelak kalian akan mengetahui siapa yang akan ditimpa azab yang menghinakannya dan siapa yang berdusta. Dan tunggulah azab (Allah), sesungguhnya aku pun menunggu bersama kalian'."

Wahai kaumku, lakukanlah apa saja yang kalian dapat perbuat sesuai dengan budaya dan keadaan kalian, sesungguhnya aku juga akan beramal lagi tekun di atas jalanku dan tugas yang Allah berikan kepadaku untuk mendakwahi kalian kepada tauhid. Kalian akan tahu siapakah dari kita yang akan tertimpa siksaan yang menghinakannya dan siapakah dari kita yang berdusta dalam ucapannya, aku atau kalian? Dan tunggulah apa yang akan menimpa kalian, sesungguhnya aku bersama kalian akan ikut menunggu-nunggu." Ini adalah peringatan keras bagi mereka.

وَلَمَّا جَآءَ أَمْرُنَا نَجَّيْنَا شُعَيْبًا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَأَخَذَتِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ٱلصَّيْحَةُ فَأَصْبَحُواْ فِى دِيَٰرِهِمْ جَٰثِمِينَ

(94) "Dan tatkala keputusan (azab) Kami datang, Kami selamatkan Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat dari Kami, dan orang- orang yang zhalim dibinasakan oleh satu suara yang menggelegar; lalu jadilah mereka bergelimpangan di tempat-tempat tinggal mereka,"

Dan tatkala ketetapan Kami untuk membinasakan kaum Syu'aib telah tiba, Kami selamatkan Rasul Kami dan orang-orang Mukmin yang bersamanya dengan rahmat dari Kami. Dan suara menggelegar dari langit menerpa mereka dan membinasakan mereka, sehingga mereka terpaku di atas lutut-lutut mereka di kampung-kampung mereka dalam keadaan tak bernyawa lagi, tidak ada gerakan sama sekali.

كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَآ ۗ أَلَا بُعْدًا لِّمَدْيَنَ كَمَا بَعِدَتْ ثَمُودُ

(95) "seolah-olah mereka belum pernah tinggal di tempat itu. Ingatlah, ke- binasaanlah bagi penduduk Madyan sebagaimana kaum Tsamud telah binasa."

Seakan-akan mereka tidak pernah mendiami kampung-kampung mereka sejenak pun. Maka ingatlah kutukan bagi bangsa Madyan, tatkala Allah membinasakan mereka dan menghinakan mereka, sebagaimana kaum Tsamud telah hancur. Sesungguhnya dua bangsa ini sama-sama mengalami kutukan dan kebinasaan.

Kisah Nabi Musa

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا مُوسَىٰ بِـَٔايَٰتِنَا وَسُلْطَٰنٍ مُّبِينٍ

(96) "Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan tanda-tanda (Kuasa) Kami dan bukti yang nyata,"

Dan sungguh Kami telah mengutus Musa dengan membawa bukti-bukti petunjuk tentang keesaan Kami dan hujjah yang menerangkan bagi orang yang menyaksikannya langsung dan mau merenunginya dengan hati yang lurus, bahwa sesungguhnya hujjah itu menunjukkan keesaan Allah dan kedustaan orang yang mengaku-aku memiliki kekuasaan rububiyah selain Allah .

إِلَىٰ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَاتَّبَعُوا أَمْرَ فِرْعَوْنَ ۖ وَمَا أَمْرُ فِرْعَوْنَ بِرَشِيدٍ

(97) "kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, tetapi mereka mengikuti perintah Fir'aun, padahal perintah Fir'aun bukanlah (perintah) yang benar"

Kami mengutus Musa kepada Fir'aun dan para pembesar kaumnya serta kaum bangsawan dari kaumnya, tetapi Fir'aun kafir, dan memerintahkan kaumnya untuk mengikuti dirinya. Lantas mereka pun mengikuti Fir'aun dan menyelisihi perintah Musa, padahal tidak ada kelurusan dan petunjuk dalam perintah Fir'aun, ia hanyalah murni kebodohan, kesesatan, kekafiran dan penentangan.

يَقْدُمُ قَوْمَهُۥ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فَأَوْرَدَهُمُ ٱلنَّارَ ۖ وَبِئْسَ ٱلْوِرْدُ ٱلْمَوْرُودُ

(98) "Dia (Fir'aun) berjalan di depan kaumnya di Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Dan itu adalah seburuk-buruk tempat yang dimasuki."

Fir'aun akan berjalan di depan kaumnya pada Hari Kiamat lalu memasukkan mereka ke dalam neraka. Amat buruk tempat tinggal yang mereka masuki.

وَأُتْبِعُواْ فِى هَٰذِهِۦ لَعْنَةً وَيَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۚ بِئْسَ ٱلرِّفْدُ ٱلْمَرْفُودُ

(99) "Dan mereka selalu diikuti dengan laknat di (dunia) ini dan (begitu pula) di Hari Kiamat. Dan itu adalah seburuk-buruk pemberian yang diberikan."

Dan Allah mengiringkan laknat pada mereka di dunia ini selain siksaan yang Dia segerakan bagi mereka di dunia berupa tenggelam di dasar laut. Dan pada Hari Kiamat, terdapat laknat lain (bagi mereka) dengan dimasukkan ke dalam neraka. Alangkah buruk kondisi yang menyatu pada mereka dan datang bertubi-tubi pada mereka, berupa siksaan Allah, serta laknat di dunia dan akhirat.

Pelajaran Dari Kisah-kisah Beberapa Nabi

ذَٰلِكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّهُۥ عَلَيْكَ ۖ مِنْهَا قَآئِمٌ وَحَصِيدٌ

(100) "Itulah sebagian dari berita-berita penting (tentang) berbagai negeri (yang telah Kami binasakan) yang Kami ceritakan kepadamu (wahai Rasul); di antara negeri-negeri itu ada yang masih terdapat bekas-bekasnya dan ada (pula) yang telah musnah."

Berita yang Kami sebutkan kepadamu wahai Rasul, yaitu peristiwa-peristiwa negeri-negeri yang telah Kami hancurkan, Kami memberitahukannya kepadamu, di antara negeri-negeri itu masih ada peninggalan-peninggalannya yang tersisa, dan di antaranya ada negeri yang telah sirna sama sekali bekas-bekasnya, tidak ada sedikit pun yang tersisa darinya.

وَمَا ظَلَمْنَٰهُمْ وَلَٰكِن ظَلَمُوٓاْ أَنفُسَهُمْ ۖ فَمَآ أَغْنَتْ عَنْهُمْ ءَالِهَتُهُمُ ٱلَّتِى يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مِن شَىْءٍ لَّمَّا جَآءَ أَمْرُ رَبِّكَ ۖ وَمَا زَادُوهُمْ غَيْرَ تَتْبِيبٍ

(101) "Dan Kami tidak menzhalimi mereka, tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri. Dan sembahan-sembahan yang mereka seru selain Allah tidak bermanfaat sedikit pun bagi mereka, di waktu azab Tuhanmu datang. Dan sembahan-sembahan itu tidaklah menambah bagi mereka kecuali kebinasaan belaka."

Pan penghancuran mereka bukanlah terjadi tanpa alasan yang benar. Akan tetapi. (karena) mereka telah berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan perbuatan syirik dan kerusakan yang mereka perbuat di muka bumi. Tuhan-tuhan sesembahan mereka yang mereka seru dan mereka minta kepadanya untuk menyingkirkan mara bahaya dari mereka tidak bermanfaat sama sekali bagi mereka. ketika ketetapan Tuhanmu telah pasti datang untuk menyiksa mereka. Dan tuhan-tuhan sesembahan mereka tidak menambah bagi mereka kecuali kehancuran, kebinasaan, dan kerugian.

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَآ أَخَذَ ٱلْقُرَىٰ وَهِىَ ظَٰلِمَةٌ ۚ إِنَّ أَخْذَهُۥٓ أَلِيمٌ شَدِيدٌ

(102) "Dan begitulah hukuman Tuhanmu, apabila Dia menghukum penduduk negeri-negeri yang berbuat zhalim. Sesungguhnya hukumanNya itu sangatlah pedih lagi keras"

Dan sebagaimana Aku telah monghukum suatu penduduk negeri yang zhalim dongan siksaan lantaran mendurhakai perintahku dan mendustakan rasul-rasulku, Aku (juga) akan monghukum orang-orang yang lain dari penduduk negeri-negeri, jika mereka berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan kafir kepada Allah, kemaksiatan mereka kepada Allah dan pendustaan mereka terhadap rasul-rasulNva. Sesungguhnya siksaan Allah sangat menyakitkan lagi keras.

إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَةً لِّمَنْ خَافَ عَذَابَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّجْمُوعٌ لَّهُ ٱلنَّاسُ وَذَٰلِكَ يَوْمٌ مَّشْهُودٌ

(103) "Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Itulah suatu hari ketika semua manusia dikumpulkan padanya, dan itulah hari yang disaksikan (oleh segala makhluk)."

Sesungguhnya pada peristiwa hukuman dari kami terhadap para penduduk negeri-negeri zaman dulu yang berbuat kezhaliman, benar-benar terdapat pelajaran dan pesan baik bagi orang yang takut terhadap siksaan Allah dan azabNya di akhirat. Hari tersebut adalah hari di mana manusia dikumpulkan di hadapanNya untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya, dan seluruh makhluk semuanya menyaksikannya.

وَمَا نُؤَخِّرُهُۥٓ إِلَّا لِأَجَلٍ مَّعْدُودٍ

(104) "Dan Kami tidak mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu"

Dan Kami tidaklah mengundurkan Hari Kiamat dari kalian, melainkan sampai berakhirnya masa yang telah ditentukan dalam pengetahuan Kami, tidak bertambah dan tidak berkurang dari ketentuan takdir Kami sesuai dengan kebijaksanaan Kami.

يَوْمَ يَأْتِ لَا تَكَلَّمُ نَفْسٌ إِلَّا بِإِذْنِهِۦ ۚ فَمِنْهُمْ شَقِىٌّ وَسَعِيدٌ

(105) "Ketika hari itu datang, tidak ada seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izinNya; maka di antara mereka ada yang sengsara dan ada yang berbahagia."

Pada saat Hari Kiamat tiba, tidak ada seorang pun yang berbicara, kecuali dengan izin Tuhannya. Lalu di antara mereka ada yang celaka yang pantas mendapatkan azab, dan ada pula yang bahagia yang memperoleh kemurahan (dari Allah) dengan nikmat-nikmat.

فَأَمَّا ٱلَّذِينَ شَقُواْ فَفِى ٱلنَّارِ لَهُمْ فِيهَا زَفِيرٌ وَشَهِيقٌ

(106) "Adapun orang-orang yang sengsara, maka (tempatnya) di dalam neraka, di dalamnya mereka mengeluarkan dan menarik nafas dengan merintih ."

Adapun orang-orang yang celaka di kehidupan dunia, dikarenakan rusaknya keyakinan mereka dan buruknya perbuatan-perbuatan mereka, maka neraka menjadi tempat tinggal mereka. Di sana, dikarenakan dahsyatnya siksaan yang mereka alami, terdengar dari mereka suara rintihan dan tarikan nafas.

خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۚ إِنَّ رَبَّكَ فَعَّالٌ لِّمَا يُرِيدُ

(107) "Mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi,493 kecuali jika Tuhanmu menghendaki yang (lain).494 Sesungguhnya Tuhanmu Maha Pelaksana terhadap apa yang Dia kehendaki"

Mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, selama langit dan bumi ada, siksaan mereka tidak putus-putus dan tidak berakhir, akan tetapi benar-benar abadi, kecuali apa yang dikehendaki Tuhanmu berupa mengentaskan para pendurhaka dari kalangan orang-orang yang bertauhid setelah beberapa lama mereka tinggal di dalam neraka. Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, Maha Berbuat apa yang dikehendakiNya.


[493] Ini adalah kata-kata kiasan yang maksudnya menjelaskan kekekalan mereka di sana selama-lamanya. Dan alam akhirat juga mempunyai langit dan bumi tersendiri. Selanjutnya lihat Surat Ibrahim: 48.

[494] Yakni, mengeluarkan orang-orang yang pernah berbuat maksiat dari orang-orang yang bertauhid, setelah beberapa lama di dalam neraka.

۞ وَأَمَّا ٱلَّذِينَ سُعِدُواْ فَفِى ٱلْجَنَّةِ خَٰلِدِينَ فِيهَا مَا دَامَتِ ٱلسَّمَٰوَٰتُ وَٱلْأَرْضُ إِلَّا مَا شَآءَ رَبُّكَ ۖ عَطَآءً غَيْرَ مَجْذُوذٍ

(108) "Adapun orang-orang yang diberi kebahagiaan, maka tempatnya di dalam surga, mereka kekal di dalamnya selama ada langit dan bumi, kecuali jika Tuhan- mu menghendaki (yang lain);495 sebagai karunia yang tiada putus-putusnya."

Sedangkan orang-orang yang diberi karunia kebahagiaan bagi mereka, mereka masuk ke dalam surga, abadi di dalamnya selama langit dan bumi masih ada, kecuali golongan yang Allah kehendaki untuk menunda mereka masuk, yaitu orang-orang bermaksiat dari kalangan ahli tauhid, sesungguhnya mereka akan berada di dalam neraka beberapa waktu lamanya, kemudian dikeluarkan dari sana menuju surga dengan kehendak Allah dan rahmatNya. Dan Tuhanmu akan memberikan kepada orang-orang yang bahagia di dalam surga karunia yang tidak terputus-putus dari mereka.


[495] Yakni, kelompok yang Allah kehendaki ditunda masuk surga, dari kalangan orang-orang yang pernah berbuat maksiat dari orang-orang yang bertauhid, maka mereka tinggal di neraka beberapa lama, kemudian keluar darinya dengan kehendak dan rahmat Allah lalu masuk surga.

فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّمَّا يَعْبُدُ هَٰٓؤُلَآءِ ۚ مَا يَعْبُدُونَ إِلَّا كَمَا يَعْبُدُ ءَابَآؤُهُم مِّن قَبْلُ ۚ وَإِنَّا لَمُوَفُّوهُمْ نَصِيبَهُمْ غَيْرَ مَنقُوصٍ

(109) "Maka janganlah kamu berada dalam keragu-raguan tentang (kebatilan) apa-apa yang mereka sembah. Mereka tidak menyembah, melainkan sebagaimana nenek moyang mereka menyembah dahulu. Dan sesungguhnya Kami pasti akan menyempurnakan bagian (balasan) mereka dengan tidak dikurangi sedikit pun”

Maka janganlah kamu wahai Rasul, merasa ragu-ragu terhadap kebatilan tuhan-tuhan sesembahan vang disembah oleh kaum musyrikin dari kaummu. Mereka itu tidaklah menyembah berhala-berhala, kecuali serupa dengan apa yang dilakukan oleh nenek moyang mereka sebelumnya. Dan Kami sungguh-sungguh akan memenuhi bagi mereka apa vang telah Kami janjikan kepada mereka dengan sepenuhnya tanpa berkurang sedikit pun. Dan ini merupakan ketentuan yang tertuju kepada seluruh umat manusia sekalipun lafa/.hnya hanya tertuju kepada Rasulullah

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ

(110) "Dan sungguh Kami telah memberikan Kitab (Taurat) kepada Musa, lalu ia diperselisihkan.496 Dan seandainya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Tuhanmu, niscaya telah ditetapkan hukuman di antara mereka497. Dan sesungguhnya mereka (orang-orang kafir Makkah) dalam keraguan yang membimbangkan (terhadap al-Qur'an)"

Dan sungguh Kami telah berikan kepada Musa kitab suci, yaitu Taurat, kemudian kaumnya berselisih pendapat tentangnya. Sebagian golongan mengimaninya dan sebagian yang lain mengingkarinya. Dan seandainya bukan karena ketetapan dari Tuhanmu yang telah berlalu bahwa Dia tidak menyegerakan siksaan bagi makhlukNya, pastilah akan datang ketentuan Allah tersebut di kehidupan dunia mereka untuk membinasakan orang-orang yang mendustakan dan menyelamatkan orang-orang Mukmin. Dan sesungguhnya orang-orang kafir dari kaummu wahai Rasul, benar- benar berada dalam keraguan yang menggelisahkan terhadap al-Qur'an ini.


[496] Ayat ini adalah suatu penghibur bagi Nabi Muhammad sewaktu beliau menghadapi penentangan terhadap al-Qur'an oleh orang kafir Makkah. Allah menceritakan bahwa Taurat yang dibawa Nabi Musa dahulu pun juga mendapat penentangan oleh orang-orang Yahudi.

[497] Yakni, andaikata tidak ada ketetapan penundaan azab terhadap mereka sampai Hari Kiamat, tentulah mereka dibinasakan pada waktu itu juga.

وَإِنَّ كُلًّا لَّمَّا لَيُوَفِّيَنَّهُمْ رَبُّكَ أَعْمَٰلَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا يَعْمَلُونَ خَبِيرٌ

(111) "Dan sesungguhnya kepada masing-masing (mereka yang berselisih itu) pasti Tuhanmu akan menyempurnakan balasan amal perbuatan mereka. Sesungguhnya Dia Mahateliti terhadap apa yang mereka kerjakan"

Dan setiap kaum yang berselisih itu yang telah Kami sebutkan kepadamu wahai Rasul, berita-berita tentang mereka, Tuhanmu benar- benar akan memenuhi bagi mereka balasan perbuatan-perbuatan mereka pada Hari Kiamat. Bila baik, maka balasannya baik, jika buruk, maka balasannya pun buruk. Sesungguhnya Tuhanmu Maha Mengetahui semua yang dikerjakan oleh orang-orang musyrik. Tidak ada sesuatu dari perbuatan mereka yang tersembunyi bagiNya. Maka dalam ayat ini terdapat peringatan dan ancaman bagi mereka.

فَٱسْتَقِمْ كَمَآ أُمِرْتَ وَمَن تَابَ مَعَكَ وَلَا تَطْغَوْاْ ۚ إِنَّهُۥ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

(112) "Maka istiqamahlah (pada jalan yang benar), sebagaimana diperintahkan kepadamu dan (juga) orang yang telah bertaubat bersamamu, dan janganlah kalian melampaui batas. Sesunngguhnya Dia Maha Melihat apa yang kalian kerjakan"

Maka tetaplah kamu lurus wahai rasul, sebagaimana Tuhanmu memerintahkanmu dan orang-orang bertaubat yang bersamamu, dan janganlah kalian berbuat melampaui batas yang telah Allah tentukan apada kalian. Sesungguhnya Tuhan kalian Maha Melihat semua perbuatan yang kalian lakukan seluruhnya, tidak ada sesuatu dari perbuatan mereka yang tersembunyi bagiNya, dan Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas perbuatan-perbuatan tersebut.

وَلَا تَرْكَنُوٓاْ إِلَى ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ فَتَمَسَّكُمُ ٱلنَّارُ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِنْ أَوْلِيَآءَ ثُمَّ لَا تُنصَرُونَ

(113) "Dan Janganlah kalian cenderung kepada orang-orang yang zhalim, yang menyebabkanmu disentah api neraka, dan sekali kali kalian tidak mempunyai seorang penolong pun selain Allah, kemudian kalian tidak akan diberi pertolongan."

Dan janganlah kalian condong kepada orang-orang kafir yang zhalim tersebut, akibatnya kalian akan terkena api neraka, dan kalian tidak memiliki selain Allah seorang penolong pun yang dapat menolong kalian dan membela urusan-urusan kalian.

وَأَقِمِ ٱلصَّلَوٰةَ طَرَفَىِ ٱلنَّهَارِ وَزُلَفًا مِّنَ ٱلَّيْلِ ۚ إِنَّ ٱلْحَسَنَٰتِ يُذْهِبْنَ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ۚ ذَٰلِكَ ذِكْرَىٰ لِلذَّٰكِرِينَ

(114) "Dan dirikanlah shalat itu pada kedua ujung siang (pagi dan petang) dan pada bagian permulaan malam. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan yang baik itu menghapuskan (dosa) perbuatan perbuatan yang buruk. Dan itulah peringatan bagi orang-orang yang ingat."

Dan kerjakanlah shalat wahai rasul, dengan cara sebaik-baiknya pada dua tepi siang, yaitu pagi hari dan sore hari, dan pada saat-saat malam hari. Sesungguhnya perbuatan-perbuatan baik akan menghapuskan dosa-dosa ysng terdahulu dan menghilangkan pengaruh buruknya. Dan adanya perintah untuk mendirikan shalat dan penjelasan bahwa perbuatan-perbuatan baik akan melenyapkan perbuatan-perbuatan buruk memuat satu nasihat bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan memikirkannya.

وَٱصْبِرْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(115) "Dan bersabarlah, karena sesungguhnya Allah tiada menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan."

Dan bersabarlah kamu wahai Nabi, dalam mendirikan shalat dan dalam menghadapi gangguan kaum musyrikin dari kaummu. Sebab sesungguhnya Allah tidak akan menyia-nyiakan pahala orang-orang yang melakukan cara terbaik dalam perbuatan-perbuatan mereka.

فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُوْلُواْ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَآ أُتْرِفُواْ فِيهِ وَكَانُواْ مُجْرِمِينَ

(116) "Maka mengapa tidak ada dari umat-umat yang sebelum kalian orang- orang yang mempunyai keutamaan yang melarang dari (mengerjakan) kerusakan di muka bumi, kecuali sebagian kecil di antara orang-orang yang telah Kami selamatkan di antara mereka, dan orang-orang yang zhalim hanya mengikuti gelimang kenikmatan yang diberikan pada mereka, dan mereka adalah orang- orang yang gemar berbuat dosa."

Mengapa tidak dijumpai pada masa-masa yang telah berlalu sejumlah orang dari orang-orang baik dan orang-orang shalih yang melarang para pelaku kekafiran dari kekafiran mereka dan dari tindakan merusak di muka bumi. Dan tidak dijumpai dari kaum-kaum itu, kecuali segelintir saja orang-orang yang beriman, lalu Allah menyelamatkan mereka dengan itu dari siksaan ketika Allah menyiksa kaum yang zhalim. Dan orang- orang yang berbuat kezhaliman terhadap diri mereka memperturutkan diri mereka kepada kesenangan-kesenangan dan kenikmatan-kenikmatan dunia. Dan mereka adalah orang-orang yang gemar berbuat kejahatan lagi berbuat kezhaliman dengan ikut tenggelam dalam kenikmatan yang mereka peroleh, maka azab pasti bagi mereka. Dalam ayat ini terkandung pelajaran dan nasihat bagi orang-orang yang suka berbuat maksiat dari kaum Muslimin; karena mereka tidak membebaskan diri mereka dari sikap menzhalimi diri mereka.

وَمَا كَانَ رَبُّكَ لِيُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا مُصْلِحُونَ

(117) "Dan Tuhanmu sekali-kali tidak akan membinasakan negeri-negeri secara zhalim, sedang penduduknya adalah orang-orang yang melakukan perbaikan "

Dan Tuhanmu wahai Rasul, sekali-kali tidak akan membinasakan suatu negeri dari negeri-negeri yang ada, sedang para penduduknya melakukan perbaikan di muka bumi lagi menjauhi perbuatan kerusakan dan kezhaliman. Sesungguhnya Dia hanya menghancurkan mereka disebabkan oleh tindakan kezhaliman dan kerusakan mereka.

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ ٱلنَّاسَ أُمَّةً وَٰحِدَةً ۖ وَلَا يَزَالُونَ مُخْتَلِفِينَ

(118) "Dan kalau Tuhanmu menghendaki, tentu Dia menjadikan manusia umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat"

Dan sekiranya Tuhanmu menghendaki, pastilah Dia akan menjadikan manusia semuanya umat vang bersatu di atas satu agama, yaitu Islam. Akan tetapi, Dia tidak menghendakinya, sehingga manusia akan senantiasa berselisih dalam agama mereka, dan itu berjalan sesuai dengan kandungan hikmahNya.

إِلَّا مَن رَّحِمَ رَبُّكَ ۚ وَلِذَٰلِكَ خَلَقَهُمْ ۗ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ أَجْمَعِينَ

(119) "kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Tuhanmu. Dan untuk itulah Allah menciptakan mereka. Kalimat (keputusan) Tuhanmu telah ditetapkan, 'Sesungguhnya Aku akan memenuhi Neraka Jahanam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya'."

Kecuali orang yang dirahmati Tuhanmu, lalu mereka beriman kepadaNya dan mengikuti rasul-rasulNya. Maka mereka itu sesungguhnya tidak akan berselisih dalam mentauhidkan Allah dan risalah yang dibawa oleh para rasul dari sisi Allah. Dan sesungguhnya hikmah Allah telah berkonsekuensi Dia menciptakan manusia dalam keadaan berselisih, satu golongan celaka dan golongan lain bahagia. Dan masing-masing berjalan menuju takdir penciptaannya. Dengan ini, maka terpenuhilah janji Allah dalam ketetapan Qadha' dan QadarNya, bahwa Dia akan memenuhi Neraka Jahanam dengan makhluk dari bangsa jin dan manusia yang mengikuti iblis dan tentara-tentaranya, dan mereka tidak memperoleh petunjuk menuju keimanan.

وَكُلًّا نَّقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآءِ ٱلرُّسُلِ مَا نُثَبِّتُ بِهِۦ فُؤَادَكَ ۚ وَجَآءَكَ فِى هَٰذِهِ ٱلْحَقُّ وَمَوْعِظَةٌ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

(120) "Dan semua kisah dari rasul-rasul Kami ceritakan kepadamu, yang dengannya Kami teguhkan hatimu; dan dalam surat ini telah datang kepadamu kebenaran serta pengajaran dan peringatan bagi orang-orang yang beriman. "

Kami mengisahkan kepadamu wahai Nabi, dari berita-berita para rasul yang hidup sebelum masamu, semua apa yang kamu butuhkan yang dapat meneguhkan hatimu untuk mengemban beban-beban tugas menyampaikan risalah. Dan sesungguhnya telah datang kepadamu dalam surat ini dan dalam berita-berita yang dikandungnya suatu penjelasan tentang kebenaran yang kamu pegangi. Dan telah datang padamu nasihat di dalamnya yang akan membuat kaum katir menghentikan perbuatan mereka dan menjadi peringatan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-rasulNya.

وَقُل لِّلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ ٱعْمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنَّا عَٰمِلُونَ

(121) "Dan katakanlah kepada orang-orang yang tidak beriman. 'Berbuatlah menurut kedudukan (keadaan) kalian; sesungguhnya kami pun berbuat (pula)'."

Dan katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang katir yang tidak mengakui keesaan Allah, "Berbuatlah kalian apa yang akan kalian perbuat sesuai dengan keadaan dan keyakinan kalian untuk melawan dakwah dan melancarkan gangguan kepada Rasul dan orang-orang yang menyambut dakwahnya, karena sesungguhnya kami pun berbuat sesuai dengan martabat dan keyakinan kami dengan tetap teguh di atas agama kami dan melaksanakan perintah Allah.

وَٱنتَظِرُوٓاْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

(122) "Dan tunggulah (akibat perbuatan kalian); sesungguhnya kami pun menunggu (pula)"

Dan tunggulah kesudahan keadaan kami, maka sesungguhnya kami pun menunggu kesudahan nasib kalian." Di dalam ayat ini termuat peringatan keras dan ancaman bagi mereka.

وَلِلَّهِ غَيْبُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَإِلَيْهِ يُرْجَعُ ٱلْأَمْرُ كُلُّهُۥ فَٱعْبُدْهُ وَتَوَكَّلْ عَلَيْهِ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعْمَلُونَ

(123) "Dan kepunyaan Allah-lah apa yang ghaib di langit dan di bumi dan kepadaNya-lah dikembalikan urusan-urusan semuanya, maka sembahlah Dia dan bertawakallah kepadaNya. Dan Tuhanmu tidak lalai dari apa yang kalian kerjakan"

Dan Allah memiliki pengetahuan setiap apa yang ghaib yang ada di langit dan bumi. Dan hanya kepadaNya-lah seluruh urusan kembali pada Hari Kiamat, maka beribadahlah kepadaNya semata wahai Nabi, dan serahkan urusanmu kepadaNya. Pan tidaklah Tuhanmu lalai dari apa yang kalian kerjakan, entah perbuatan baik maupun buruk, dan Dia akan memberikan balasan bagi masing-masing orang sesuai dengan perbuatannya.