Isi Tafsir Al-Qur'an

Yunus

TANDA-TANDA KEBESARAN ALLAH DI ALAM SEMESTA
Wahyu dan Dasar-dasar Kebenarannya

الٓر ۚ تِلْكَ ءَايَٰتُ ٱلْكِتَٰبِ ٱلْحَكِيمِ

(1) "Alif Lam Ra. Inilah ayat-ayat al-Kitab (al-Qur an) yang mengandung hikmah."

(Alif Lam Ra). Keterangan tentang huruf-huruf terputus-putus seperti ini telah berlalu di muka pada permulaan Surat al-Baqarah. Ini adalah ayat-ayat kitab yang muhkam (jelas) yang sudah Allah terangkan dan jelaskan kepada para hambaNya.

أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا أَنْ أَوْحَيْنَآ إِلَىٰ رَجُلٍ مِّنْهُمْ أَنْ أَنذِرِ ٱلنَّاسَ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَنَّ لَهُمْ قَدَمَ صِدْقٍ عِندَ رَبِّهِمْ ۗ قَالَ ٱلْكَٰفِرُونَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ مُّبِينٌ

(2) "Patutkah menjadi keheranan bagi manusia bahwa Kami mewahyukan kepada seorang laki-laki di antara mereka, ’Berilah peringatan kepada manusia dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang beriman bahwa mereka mendapatkan balasan yang baik (karena iman dan amal shalih mereka) di sisi Tuhan mereka?' Orang-orang kafir itu berkata, 'Sesungguhnya orang ini (Muhammad) adalah benar-benar tukang sihir yang nyata'."

Apakah merupakan suatu perkara yang mengherankan bagi manusia, bila Kami menurunkan wahyu berupa al-Qur'an kepada seorang lelaki dari mereka, yang memperingatkan mereka dari siksaan Allah, dan memberikan kabar gembira kepada orang-orang yang beriman kepada Allah dan para rasulNya, bahwa bagi mereka pahala yang baik atas apa yang telah mereka perbuat sebelumnya berupa amal shalih? Maka tatkala Rasul Allah datang kepada mereka dengan membawa wahyu Allah dan membacakannya kepada mereka, orang-orang yang ingkar berkata, "Sesungguhnya Muhammad itu tukang sihir, dan apa yang dia bawa merupakan sihir yang nyata kebatilannya."

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ ۖ يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۖ مَا مِن شَفِيعٍ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ إِذْنِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ فَٱعْبُدُوهُ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ

(3) "Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah Yang menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, kemudian Dia bersemayam di atas Arasy; Dia mengatur segala urusan. Tidak ada seorang pun yang akan memberi syafa'at, kecuali sesudah ada izinNya. Itulah Allah, Tuhan kalian, maka sembahlah Dia. Maka apakah kalian tidak mengambil pelajaran ?"

Sesungguhnya Tuhan kalian adalah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dalam masa enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy dengan bersemayam (istiwa') yang layak dengan keagungan dan kebesaranNya, mengatur perkara-perkara seluruh makhlukNya, tidak ada seorang pun yang sanggup melawanNya dalam keputusanNya. Dan tidak ada pemberi syafa'at yang memberikan syafa'at di sisiNya pada Hari Kiamat, kecuali setelah Dia memberi izin baginya untuk memberikan syafa'at. Maka beribadahlah kalian kepada Allah, Tuhan kalian yang memiliki sifat-sifat tersebut, dan murnikanlah ibadah kepadaNya. Apakah kalian tidak mengambil ibrah dan memetik pelajaran dari ayat-ayat dan hujjah-hujjah ini?

إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ جَمِيعًا ۖ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقًّا ۚ إِنَّهُۥ يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ لِيَجْزِىَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ بِٱلْقِسْطِ ۚ وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ

(4) "Hanya kepadaNya-lah kalian semua akan kembali; sebagai janji Allah yang benar (pasti). Sesungguhnya Dia-lah Yang menciptakan makhluk pada permulaannya kemudian mengulanginya (menghidupkan) kembali (sesudah berbangkit), agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan yang mengerjakan amal shalih dengan adil. Sedangkan untuk orang-orang kafir (disediakan) minuman dari air yang sangat panas dan azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka."

KepadaNya-lah kalian semua kembali pada Hari Kiamat. Ini adalah janji Allah yang benar. Dia-lah yang memulai penciptaan makhluk, kemudian akan menghidupkannya kembali sesudah kematian. Dia akan menciptakannya dalam keadaan hidup sebagaimana rupa fisiknya semula, agar Dia memberikan balasan bagi orang-orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal-amal shalih dengan balasan terbaik dan keadilan. Dan orang-orang yang mengingkari keesaan Allah, dan risalah para rasulNya, bagi mereka minuman dari air yang amat panas, yang dapat membakar wajah-wajah dan mengiris-iris usus perut, dan bagi mereka siksaan yang pedih, dikarenakan kekafiran dan kesesatan mereka.

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ ٱلشَّمْسَ ضِيَآءً وَٱلْقَمَرَ نُورًا وَقَدَّرَهُۥ مَنَازِلَ لِتَعْلَمُواْ عَدَدَ ٱلسِّنِينَ وَٱلْحِسَابَ ۚ مَا خَلَقَ ٱللَّهُ ذَٰلِكَ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ يُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(5) "Dia-lah Yang menjadikan matahari bersinar dan bulan bercahaya dan Dialah Yang menetapkan tempat-tempat orbitnya, supaya kalian mengetahui bilangan tahun dan perhitungan (waktu). Allah tidak menciptakan yang demikian itu, melainkan dengan haq.444 Dia menjelaskan tanda-tanda (kebesaranNya) kepada orang-orang yang mengetahui."

Allah, Dia-lah yang menjadikan matahari bersinar dan menjadikan bulan bercahaya, dan menentukan bagi bulan tempat-tempat perputarannya. Dengan matahari akan diketahui (pergantian) hari-hari, dan dengan bulan akan diketahui (pergantian) bulan-bulan dan tahun-tahun. Dan tidaklah Allah menciptakan matahari dan bulan, kecuali karena adanya hikmah yang agung, dan sebagai bukti petunjuk akan kesempurnaan Kuasa Allah dan pengetahuanNya. Dia menerangkan hujjah-hujjah dan bukti-bukti petunjuk kepada orang-orang yang mengetahui hikmah penciptaan makhluk.


444. Yakni, Allah menciptakan semua itu bukanlah sebagai suatu yang sia-sia. melainkan untuk hikmah-hikmah yang agung.

إِنَّ فِى ٱخْتِلَٰفِ ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَتَّقُونَ

(6) "Sesungguhnya pada pertukaran malam dan siang dan apa-apa yang Allah ciptakan di langit dan di bumi, benar-benar terdapat tanda-tanda (KuasaNya) bagi orang-orang yang bertakwa

Sesungguhnya pada pergantian malam dan siang dan segala yang Allah ciptakan di langit dan di bumi, berupa ciptaan-ciptaan yang luar biasa serta pesona dan kerapian yang ada pada ciptaan itu benar-benar merupakan bukti-bukti petunjuk dan hujjah-hujjah yang jelas bagi orang yang takut akan hukuman Allah, kemurkaan dan siksaanNya.

Pembalasan Terhadap Pengingkaran dan Penerimaan Wahyu

إِنَّ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا وَرَضُواْ بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَٱطْمَأَنُّواْ بِهَا وَٱلَّذِينَ هُمْ عَنْ ءَايَٰتِنَا غَٰفِلُونَ

(7) "Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia, serta merasa tentram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat kami,"

Sesungguhnya orang-orang yang tidak menginginkan berjumpa dengan Kami di akhirat untuk menghadapi perhitungan amal dan perkara yang menyertainya berupa pembalasan atas amal perbuatan lantaran pengingkaran mereka terhadap kebangkitan (setelah kematian) dan merasa puas dengan kehidupan dunia dan lebih cenderung kepadanya daripada kehidupan akhirat, dan orang-orang yang lalai terhadap ayat-ayat Kami yang syar'iyah dan kauniyah.

أُوْلَٰٓئِكَ مَأْوَىٰهُمُ ٱلنَّارُ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(8) "mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan."

mereka itu, tempat tinggal mereka adalah Neraka Jahanam di akhirat, sebagai bentuk balasan atas apa yang mereka perbuat di dunia, berupa dosa-dosa dan kesalahan-kesalahan.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ يَهْدِيهِمْ رَبُّهُم بِإِيمَٰنِهِمْ ۖ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ فِى جَنَّٰتِ ٱلنَّعِيمِ

(9) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, mereka diberi petunjuk oleh Tuhan mereka karena keimanan mereka,445 di bawah mereka akan mengalir sungai-sungai di dalam surga-surga yang penuh kenikmatan

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengerjakan amal-amal shalih, Allah akan memberikan balasan paling besar bagi mereka dikarenakan keimanan mereka dan akan mengarahkan mereka menuju jalan surga yang sungai-sungai mengalir di bawah mereka di dalam surga yang sarat dengan kenikmatan.


[445] Maksudnya: diberi petunjuk oleh Allah untuk mengerjakan amal-amal yang menyampaikan mereka ke surga.

دَعْوَىٰهُمْ فِيهَا سُبْحَٰنَكَ ٱللَّهُمَّ وَتَحِيَّتُهُمْ فِيهَا سَلَٰمٌ ۚ وَءَاخِرُ دَعْوَىٰهُمْ أَنِ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(10) "Doa mereka di dalamnya ialah, 'Subhanakallahumma,'446 salam penghormatan mereka ialah, 'Salam,'447 dan penutup doa mereka ialah, 'Alhamdu lillahi rabbil 'alamin'448."

Doa mereka di dalam surga berupa tasbih "Subhanakallahumma" dan penghormatan Allah dan para malaikat bagi mereka, dan juga ucapan selamat antar mereka di dalam surga adalah ucapan "Salam". Dan penutup doa mereka adalah ucapan mereka,"Alhamdu lillahi rabbil'alamin". Artinya, rasa syukur dan pujian hanya bagi Allah, Pencipta makhluk-makhluk dan Pendidik mereka dengan nikmat-nikmatNya.


[446] Artinya: Mahasuci Engkau ya Allah.

[447] Artinya: salam sejahtera.

[448] Artinya: segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam.

۞ وَلَوْ يُعَجِّلُ ٱللَّهُ لِلنَّاسِ ٱلشَّرَّ ٱسْتِعْجَالَهُم بِٱلْخَيْرِ لَقُضِىَ إِلَيْهِمْ أَجَلُهُمْ ۖ فَنَذَرُ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

(11) "Dan kalau sekiranya Allah menyegerakan kejahatan bagi manusia seperti permintaan mereka untuk menyegerakan kebaikan, pastilah diakhiri umur mereka. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami, terombang-ambing di dalam sikap keterlaluan mereka."449

Dan sekiranya Allah menyegerakan bagi manusia pengabulan doa mereka dalam keburukan, sebagaimana Dia menyegerakan pengabulan permintaan mereka dalam kebaikan, pastilah mereka akan binasa. Maka Kami biarkan orang-orang yang tidak takut terhadap siksaan Kami dan tidak meyakini kebangkitan dan dikumpulkannya mereka kembali, berkubang dalam penentangan dan kesombongan, di mana mereka terus ragu-ragu dan bingung.


[449] Lihat Catatan kaki Surat Al-A'raf:186

وَإِذَا مَسَّ ٱلْإِنسَٰنَ ٱلضُّرُّ دَعَانَا لِجَنۢبِهِۦٓ أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَآئِمًا فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُ ضُرَّهُۥ مَرَّ كَأَن لَّمْ يَدْعُنَآ إِلَىٰ ضُرٍّ مَّسَّهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْمُسْرِفِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(12) "Dan apabila manusia ditimpa bahaya, dia berdoa kepada Kami dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tetapi setelah Kami hilangkan bahaya itu darinya, dia (kembali) melalui (jalannya yang sesat) seolah-olah dia tidak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya. Begitulah orang-orang yang melampaui batas itu dijadikan memandang baik apa yang selalu mereka kerjakan."

Dan apabila manusia ditimpa kesulitan hidup, dia meminta pertolongan kepada Kami untuk menyingkirkannya dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tergantung dengan keadaan saat kesengsaraan itu menimpanya. Tatkala Kami telah mengangkat kesulitan yang menimpanya, dia kembali berada di atas cara kehidupannya semula sebelum kesulitan melandanya dan lupa akan kesulitan dan musibah yang dia alami, tidak bersyukur kepada Tuhannya yang telah menghilangkan darinya mara bahaya yang telah menimpanya. Dan sebagaimana telah dihiasi (oleh setan) bagi orang tersebut untuk terus-menerus melakukan pengingkaran dan penentangan setelah Allah menyingkirkan mara bahaya yang ada pada dirinya, begitu pula telah dihiasi (oleh setan) bagi orang-orang yang berbuat melampaui batas dalam melakukan kedustaan atas Nama Allah dan para nabiNya apa yang mereka perbuat dari berbagai bentuk maksiat kepada Allah dan perbuatan syirik kepadaNya.

وَلَقَدْ أَهْلَكْنَا ٱلْقُرُونَ مِن قَبْلِكُمْ لَمَّا ظَلَمُواْ ۙ وَجَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ وَمَا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ ۚ كَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْقَوْمَ ٱلْمُجْرِمِينَ

(13) "Dan sungguh Kami telah membinasakan umat-umat sebelum kalian, ketika mereka berbuat zhalim, padahal rasul-rasul mereka telah datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka sama sekali tidak mau beriman. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang gemar berbuat dosa."

Dan sesungguhnya Kami telah membinasakan umat-umat yang dahulu mendustakan utusan-utusan Allah sebelum kalian wahai orang-orang yang menyekutukan Tuhannya, ketika mereka berbuat kesyirikan, dan datang kepada mereka rasul-rasul mereka dari sisi Allah dengan membawa mukjizat-mukjizat yang nyata dan hujjah-hujjah yang menerangkan kebenaran Rasul yang membawanya, namun umat-umat itu yang telah Kami binasakan, tidak mau beriman dan membenarkan rasul-rasul mereka. Akibatnya, mereka pantas mendapatkan kebinasaan. Dan dengan bentuk pembinasaan seperti itu, Kami akan memberi balasan setiap orang yang berbuat dosa lagi melampaui batas-batas Allah.

ثُمَّ جَعَلْنَٰكُمْ خَلَٰٓئِفَ فِى ٱلْأَرْضِ مِنۢ بَعْدِهِمْ لِنَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

(14) "Kemudian Kami menjadikan kalian pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi sesudah mereka, supaya Kami memperhatikan bagaimana kalian berbuat."

Kemudian Kami menjadikan kalian wahai sekalian manusia, sebagai pengganti-pengganti (mereka) di muka bumi setelah umat manusia yang dibinasakan, agar Kami melihat apa yang akan kalian perbuat, kebaikan atau keburukan, lalu Kami memberikan balasan kepada kalian dengan itu sesuai dengan amal perbuatan kalian.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَاتُنَا بَيِّنَٰتٍ ۙ قَالَ ٱلَّذِينَ لَا يَرْجُونَ لِقَآءَنَا ٱئْتِ بِقُرْءَانٍ غَيْرِ هَٰذَآ أَوْ بَدِّلْهُ ۚ قُلْ مَا يَكُونُ لِىٓ أَنْ أُبَدِّلَهُۥ مِن تِلْقَآئِ نَفْسِىٓ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۖ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(15) "Dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat Kami yang nyata, orang- orang yang tidak mengharapkan pertemuan dengan Kami berkata, Datangkanlah al-Qur'an selain ini450 atau gantilah ia.451 Katakanlah, ’Tidaklah pantas bagiku menggantinya dari (karangan) diriku sendiri. Aku tidak mengikuti kecuali apa yang diwahyukan kepadaku. Sesungguhnya aku takut azab hari yang besar (Kiamat), jika mendurhakai Tuhanku'."

Dan apabila dibacakan kepada kaum musyrikin ayat-ayat Allah yang Kami turunkan kepadamu wahai Rasul, dengan nyata, orang-orang yang tidak takut terhadap perhitungan amal, dan tidak mengharapkan balasan serta tidak beriman kepada kebangkitan dan dikumpulkannya makhluk setelah itu berkata, "Datangkanlah al-Qur'an yang lain dari ini, atau gantilah al-Qur'an; dengan merubah perkara halal menjadi haram, yang haram menjadi halal, dan janji baik menjadi ancaman, dan ancaman menjadi janji baik, dan kamu hilangkan ayat-ayat yang memuat celaan terhadap sesembahan kami dan pembodohan akal-akal kami." Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Sesungguhnya hal itu bukanlah tergantung kepadaku. Sesungguhnya pada setiap apa yang aku perintahkan kepada kalian dan apa yang aku larang kalian darinya, aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku oleh Tuhanku. Sesungguhnya aku takut kepada Allah, bila aku melanggar perintahNya, (bahwa Dia akan menimpakan kepadaku) siksaan hari yang besar, yaitu Hari Kiamat."


[450] Maksudnya, datangkanlah kitab yang baru untuk kami baca yang tidak ada di dalamnya tentang kebangkitan kubur, hidup sesudah mati, dan sebagainya.

[451] Maksudnya, gantilah ayat-ayat yang menerangkan siksa dengan ayat-ayat yang menerangkan rahmat, dan yang mencela tuhan-tuhan kami dengan yang memujinya, dan sebagainya.

قُل لَّوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا تَلَوْتُهُۥ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَدْرَىٰكُم بِهِۦ ۖ فَقَدْ لَبِثْتُ فِيكُمْ عُمُرًا مِّن قَبْلِهِۦٓ ۚ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(16) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Jikalau Allah menghendaki, niscaya aku tidak akan membacakannya kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberitahukan- nya kepada kalian. Sungguh aku telah tinggal di tengah kalian beberapa lama sebelumnya.452 Maka apakah kalian tidak memikirkannya ?"

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Jikalau Allah menghendaki, aku tidak akan membacakan al-Qur'an ini kepada kalian dan Allah tidak (pula) memberitahukannya kepada kalian, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya ia adalah kebenaran dari Allah. Sesungguhnya kalian tahu bahwa aku telah hidup bersama kalian dalam masa yang panjang sebelum Tuhanku menurunkan wahyu kepadaku, dan sebelum aku membacakannya kepada kalian. Maka apakah kalian tidak mempergunakan akal kalian untuk menghayati dan memikirkannya?"


[452] Maksudnya sebelum diturunkan

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلْمُجْرِمُونَ

(17) "Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kedustaan atas Nama Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya orang-orang yang gemar berbuat dosa tidak akan beruntung.

Tidak ada orang yang lebih parah tindak kezhalimannya daripada orang yang membuat-buat kebohongan atas Nama Allah dan mendustakan ayat-ayatNya. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan nabi-nabi Allah dan rasul-rasulNya tidak beruntung dan tidak meraih kemenangan.

وَيَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنفَعُهُمْ وَيَقُولُونَ هَٰٓؤُلَآءِ شُفَعَٰٓؤُنَا عِندَ ٱللَّهِ ۚ قُلْ أَتُنَبِّـُٔونَ ٱللَّهَ بِمَا لَا يَعْلَمُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَلَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(18) "Dan mereka menyembah selain Allah apa yang tidak dapat mendatangkan kemudaratan kepada mereka dan tidak pula kemanfaatan, dan mereka berkata, 'Mereka itu adalah para pemberi syafaat bagi kami di sisi Allah.' Katakanlah, 'Apakah kalian mengabarkan kepada Allah apa yang tidak diketahuiNya di langit dan tidak (pula) di bumi?'453 Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan (itu)."

Dan orang-orang musyrik itu menyembah selain Allah, apa-apa yang tidak dapat mendatangkan mudarat kepada mereka sedikit pun dan tidak dapat memberikan manfaat bagi mereka di dunia dan akhirat. Dan mereka berkata, "Kami menyembah mereka agar mereka memberikan syafa'at bagi kami di sisi Allah." Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Apakah kalian mau memberitahukan kepada Allah sesuatu yang tidak diketahuiNya tentang perkara para pemberi syafa'at itu di langit dan di bumi? Sesungguhnya sekiranya ada para pemberi syafa'at pada keduanya yang akan memberikan syafa'at bagi kalian di sisiNya, maka pastilah Dia lebih tahu tentang mereka daripada kalian." Allah Mahasuci dari apa yang diperbuat kaum musyrikin berupa tindakan kesyirikan mereka dalam beribadah kepadaNya dengan menyembah apa yang tidak dapat menimpakan mudarat maupun mendatangkan manfaat.


[453] Kalimat ini adalah ejekan terhadap orang-orang yang menyembah berhala yang menyangka bahwa berhala-berhala itu dapat memberi syafa’at di sisi Allah .

Manusia Dahulunya Adalah Satu Umat yang Memeluk Agama yang Satu

وَمَا كَانَ ٱلنَّاسُ إِلَّآ أُمَّةً وَٰحِدَةً فَٱخْتَلَفُواْ ۚ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ فِيمَا فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

(19) "Manusia dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.454 Kalau tidaklah karena suatu ketetapan yang telah ada dari Tuhanmu dahulu455 pastilah telah diberi keputusan di antara mereka (di dunia), tentang apa yang mereka perselisihkan itu

Dahulu manusia berada di atas ajaran agama yang satu, yaitu Islam. Kemudian mereka berselisih setelah itu. Sebagian dari mereka menjadi kafir dan sebagian yang lain tetap teguh di atas kebenaran. Seandainya bukan karena ketetapan dari Allah yang telah berlalu untuk memberikan penundaan (siksaan) bagi orang yang bermaksiat dan tidak segera menghukum mereka karena dosa-dosa mereka, pastilah mereka akan dihabisi, dengan membinasakan orang-orang yang berada di atas kebatilan dari mereka dan menyelamatkan para pengikut kebenaran.


[454] Maksudnya, manusia pada mulanya adalah umat yang satu di dalam tauhid dan agama yang haq, dan itu terjadi antara Nabi Adam dengan Nabi Nuh lalu muncullah syirik karena tipu daya setan, sehingga ada yang tetap bertauhid dan ada juga yang jatuh dalam kesyirikan. Dan inilah perselisihan yang dimaksud. Oleh karena itu, Allah mengutus rasul-rasul yang membawa wahyu dan untuk memberi petunjuk kepada mereka. Baca ayat 213 Surat Al Baqarah.

[455] Ketetapan Allah disini ialah bahwa perselisihan manusia di sunia itu akan diputuskan di akhirat.

وَيَقُولُونَ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۖ فَقُلْ إِنَّمَا ٱلْغَيْبُ لِلَّهِ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

(20) "Dan mereka berkala,'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu bukti (mukjizat) dari Tuhannya?' Maka katakanlah, 'Sesungguhnya yang ghaib itu hanya kepunyaan Allah; sebab itu tunggulah oleh kalian, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu'."

Orang-orang kafir yang menentang itu berkata, "Mengapa tidak diturunkan kepada Muhammad ilmu, dalil, dan tanda kebenaran konkret dari Tuhannya yang dapat kami ketahui dengannya bahwa sesungguhnya dia berada di atas kebenaran dalam semua yang dikatakannya?" Maka katakanlah kepada mereka wahai Rasul, ’Tidak ada seorang pun yang mengetahui perkara ghaib, kecuali Allah. Apabila Dia menghendaki, Dia akan melakukannya, dan bila ia menghendaki, maka Dia tidak melakukannya. Maka tunggulah wahai sekalian manusia ketetapan Allah antara kami dan kalian dengan disegerakannya siksaan bagi orang yang berada di atas kebatilan dari kita dan menolong pemegang kebenaran, sesungguhnya aku juga menunggu hal itu."

Perlakuan Allah yang Penuh Rahmat

وَإِذَآ أَذَقْنَا ٱلنَّاسَ رَحْمَةً مِّنۢ بَعْدِ ضَرَّآءَ مَسَّتْهُمْ إِذَا لَهُم مَّكْرٌ فِىٓ ءَايَاتِنَا ۚ قُلِ ٱللَّهُ أَسْرَعُ مَكْرًا ۚ إِنَّ رُسُلَنَا يَكْتُبُونَ مَا تَمْكُرُونَ

(21) "Dan apabila Kami membuat manusia merasakan suatu rahmat sesudah kesulitan menimpa mereka, ternyata mereka mempunyai makar untuk (menentang) ayat-ayat Kami. Katakanlah,'Allah lebih cepat pembalasannya (atas makar itu).' Sesungguhnya utusan-utusan (malaikat-malaikat) Kami mencatat makar yang kalian lakukan itu."

Dan apabila Kami membuat orang-orang musyrik merasakan kemudahan, dan kebahagiaan, serta kenyamanan hidup setelah kesulitan, kesengsaraan dan musibah berat yang menimpa mereka, tiba-tiba mereka mendustakan dan mengolok-olok ayat-ayat Allah. Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik yang suka mengolok-olok itu, "Allah lebih cepat membalas tipu daya, (menimpakan) hukuman dan perangkapnya terhadap kalian." Sesungguhnya malaikat-malaikat Kami yang Kami utus kepada kalian, mereka menulis apa saja tipu daya yang kalian perbuat di dunia dan kemudian Kami memperhitungkan kalian berdasarkan hal itu.

هُوَ ٱلَّذِى يُسَيِّرُكُمْ فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا كُنتُمْ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَرَيْنَ بِهِم بِرِيحٍ طَيِّبَةٍ وَفَرِحُواْ بِهَا جَآءَتْهَا رِيحٌ عَاصِفٌ وَجَآءَهُمُ ٱلْمَوْجُ مِن كُلِّ مَكَانٍ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُمْ أُحِيطَ بِهِمْ ۙ دَعَوُاْ ٱللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ لَئِنْ أَنجَيْتَنَا مِنْ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

(22) "Dia-lah yang menjadikan kalian dapat berjalan di daratan dan (berlayar) di lautan. Sehingga apabila kalian berada di dalam kapal, dan berlayarlah kapal itu membawa mereka (orang-orang yang ada di dalamnya) dengan tiupan angin yang baik, dan mereka bergembira karenanya, datanglah angin badai menerpanya dan datanglah pula gelombang mengepung mereka dari segenap penjuru, dan mereka yakin bahwa mereka telah terkepung (bahaya), maka mereka berdoa kepada Allah dengan mengikhlaskan ketaatannya kepadaNya semata-mata, (dan mereka berkata), ’Sesungguhnya jika Engkau menyelamatkan kami dari (bahaya) ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur'."

Dia-lah yang memperjalankan kalian wahai sekalian manusia, di atas daratan dengan menunggangi binatang-binatang tunggangan dan lain sebagainya, dan di laut dengan menumpang di dalam kapal-kapal. Sehingga jika kalian sudah berada di atas kapal itu, lalu berlayar dengan tiupan angin yang baik, dan para penumpang bergembira ria dengan tiupan angin yang baik itu, datanglah angin kencang melanda kapal-kapal itu dan gelombang ombak (yaitu air yang bergelombang meninggi) menerjang para penumpang dari segenap sisi, dan mereka yakin bahwa kebinasaan telah menyergap mereka, mereka mengikhlaskan doa kepada Allah semata, dan mereka meninggalkan apa-apa yang sebelumnya mereka sembah. Mereka berkata, "Bila Engkau menyelamatkan kami dari kesulitan ini di mana kami sedang berada di dalamnya, pastilah kami nanti akan menjadi orang-orang yang bersyukur kepadaMu atas nikmat-nikmatMu."

فَلَمَّآ أَنجَىٰهُمْ إِذَا هُمْ يَبْغُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ ۗ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنَّمَا بَغْيُكُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُم ۖ مَّتَٰعَ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۖ ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُكُمْ فَنُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(23) "Maka setelah Allah menyelamatkan mereka, mereka malah berbuat zhalim (membangkang) di muka bumi tanpa (alasan) yang benar: Wahai manusia, sesungguhnya (keburukan) kezhaliman kalian akan kembali kepada diri kalian sendiri; (hasil kezhaliman kalian itu hanyalah) kesenangan hidup dunia, kemudian kepada Kami-lah kalian kembali, lalu Kami kabarkan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."

Lalu tatkala Allah telah menyelamatkan mereka dari kondisi-kondisi sulit dan keadaan-keadaan yang mencekam itu, tiba-tiba mereka berbuat kerusakan dan berbagai maksiat di muka bumi. Wahai sekalian manusia, sesungguhnya dampak buruk kezhaliman kalian hanya kembali kepada diri kalian. Bagi kalian kenikmatan di kehidupan dunia yang fana, kemudian kepada Kami tempat kembali kalian, lalu Kami mengabarkan kepada kalian semua perbuatan kalian dan meminta pertanggungjawaban kepada kalian dengannya.

إِنَّمَا مَثَلُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا كَمَآءٍ أَنزَلْنَٰهُ مِنَ ٱلسَّمَآءِ فَٱخْتَلَطَ بِهِۦ نَبَاتُ ٱلْأَرْضِ مِمَّا يَأْكُلُ ٱلنَّاسُ وَٱلْأَنْعَٰمُ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَخَذَتِ ٱلْأَرْضُ زُخْرُفَهَا وَٱزَّيَّنَتْ وَظَنَّ أَهْلُهَآ أَنَّهُمْ قَٰدِرُونَ عَلَيْهَآ أَتَىٰهَآ أَمْرُنَا لَيْلًا أَوْ نَهَارًا فَجَعَلْنَٰهَا حَصِيدًا كَأَن لَّمْ تَغْنَ بِٱلْأَمْسِ ۚ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

(24) "Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia itu, adalah seperti air (hujan) yang Kami turunkan dari langit, lalu tumbuhlah dengan lebat karena air itu tanam-tanaman bumi, dari apa-apa yang dimakan manusia dan binatang ternak. Hingga apabila bumi itu telah tampak keindahannya456 dan berhias457, dan pemilik-pemiliknya mengira bahwa mereka pasti menguasainya,458 tiba-tiba datanglah kepadanya keputusan (azab) Kami di waktu malam atau siang, lalu Kami jadikan tanam-tanaman itu laksana tanam-tanaman yang sudah dipanen (karena binasa), seakan-akan belum pernah tumbuh kemarin. Demikianlah Kami menjelaskan tanda-tanda (Kuasa Kami) kepada orang-orang yang berpikir"

Sesungguhnya perumpamaan kehidupan dunia dan perhiasan dan harta benda yang kalian bangga-banggakan, adalah seperti air hujan yang Kami turunkan dari langit ke muka bumi. Maka dengan itu, tumbuhlah berbagai macam tanaman, sebagian bercampur dengan yang lain dari buah-buahan yang dimakan oleh manusia dan tumbuh-tumbuhan yang dimakan oleh binatang-binatang, hingga apabila tampak keindahan permukaan bumi dan pesonanya dan para pemiliknya menyangka mereka kuasa untuk memetik hasil panennya dan mengambil manfaat darinya, tibalah ketetapan dan keputusan Kami kepadanya dengan kebinasaannya dan semua tanaman dan pesona yang ada di atasnya, baik di malam hari maupun siang hari. Kemudian Kami menjadikan tanam-tanaman dan pohon-pohon itu telah dipanen dan telah dipotong, tidak ada apa pun yang tersisa padanya, seolah-olah tanam-tanaman dan tumbuh-tumbuhan itu belum pernah tegak di muka bumi. Begitu pula, kesirnaan akan menimpa apa yang kalian bangga-banggakan dari dunia dan perhiasannya yang kalian miliki. Maka Allah melenyapkan dan menyirnakannya. Dan sebagaimana Kami telah menjelaskan kepada kalian wahai sekalian manusia, perumpamaan dunia ini dan Kami mengenalkan kepada kalian hakikatnya, Kami juga menjelaskan hujjah-hujjah Kami dan bukti-bukti petunjuk Kami kepada kaum yang memikirkan ayat-ayat Allah dan merenungi apa yang bermanfaat bagi mereka di dunia dan akhirat.


[456] Dengan berbagai tanaman hijau, lembah-lembah, dan gunung-gunung.

[457] Dengan bunga-bunga dan sebagainya.

[458] Yakni, dapat memetik hasilnya.

Seruan Allah ke Darussalam dan Penolakan Terhadapnya

وَٱللَّهُ يَدْعُوٓاْ إِلَىٰ دَارِ ٱلسَّلَٰمِ وَيَهْدِى مَن يَشَآءُ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(25) "Allah menyeru (manusia) ke Darussalam459 (surga), dan memberi petunjuk bagi orang yang Dia kehendaki kepada jalan yang lurus (Islam)"

Dan Allah menyeru kalian menuju surga-surgaNya yangdisediakan-Nya bagi para waliNya, dan menunjuki orang-orang yang dikehendakiNya dari makhluk-makhlukNya, lalu memberinya taufik untuk menepati jalan yang lurus, yaitu Islam.


[459] Artinya: negeri keselamatan dan kesejahteraan.

۞ لِّلَّذِينَ أَحْسَنُواْ ٱلْحُسْنَىٰ وَزِيَادَةٌ ۖ وَلَا يَرْهَقُ وُجُوهَهُمْ قَتَرٌ وَلَا ذِلَّةٌ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(26) "Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaik (surga) dan tambahan (nya).460 Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) kehinaan.'461 Mereka itulah para penghuni surga, mereka kekal di dalamnya "

Bagi orang-orang beriman yang berbuat ihsan dalam beribadah kepada Allah, lalu menaatinya dalam perkara yang diperintahkanNya dan yang dilarangNya, ada surga dan tambahannya, yaitu melihat wajah Allah di dalam surga, ampunan dan keridhaan(Nya). Debu dan kehinaan tidak menutupi wajah-wajah mereka, sebagaimana yang akan dialami oleh penghuni neraka. Orang-orang yang bersifat demikian ini, mereka itu adalah para penghuni surga, mereka tinggal di dalamnya selamanya.


[460] Yang dimaksud dengan "tambahannya" Ialah kenikmatan melihat Wajah Allah .

[461] Maksudnya, wajah mereka berseri seri dan tidak ada sedikit pun tanda kesusahan

وَٱلَّذِينَ كَسَبُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ جَزَآءُ سَيِّئَةٍ بِمِثْلِهَا وَتَرْهَقُهُمْ ذِلَّةٌ ۖ مَّا لَهُم مِّنَ ٱللَّهِ مِنْ عَاصِمٍ ۖ كَأَنَّمَآ أُغْشِيَتْ وُجُوهُهُمْ قِطَعًا مِّنَ ٱلَّيْلِ مُظْلِمًا ۚ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(27) "Dan orang-orang yang mengerjakan keburukan. akan (mendapat) balasan yang setimpal dengannya dan mereka ditutupi kehinaan. Tidak ada bagi mereka seorang pelindung pun dari (azab) Allah. seakan-akan wajah mereka ditutupi dengan kepingan-kepingan malam yang gelap gulita. Mereka itulah para penghuni neraka. mereka kekal di dalamnya."

Dan orang-orang yang berbuat keburukan di dunia, di mana mereka kafir dan berbuat maksiat kepada Allah, bagi mereka balasan vang setimpal atas tindakan-tindakan buruk mereka vang telah mereka kerjakan dulu, berupa siksaan Allah di akhirat. Dan mereka akan ditutupi kehinaan dan kenistaan. Mereka tidak memiliki seseorang pun vang bermanfaat untuk melindungi (mereka) ketika Dia menyiksa mereka, seolah-olah wajah-wajah mereka itu ditutupi oleh potongan hitam dari malam yang gelap gulita. Mereka itu adalah para penghuni neraka, mereka tinggal abadi di dalamnya.

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُواْ مَكَانَكُمْ أَنتُمْ وَشُرَكَآؤُكُمْ ۚ فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ ۖ وَقَالَ شُرَكَآؤُهُم مَّا كُنتُمْ إِيَّانَا تَعْبُدُونَ

(28). "(Ingatlah) suatu hari (ketika) Kami akan mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berkata kepada orang-orang yang mempersekutukan (Allah). 'Tetaplah kalian dan sekutu-sekutu kalian itu di tempat-tempat kalian itu. 'Lalu Kami pisahkan mereka, dan berkatalah sekutu-sekutu mereka. 'Kalian tidak pernah menyembah kami.'

Dan ingatlah wahai Rasul, pada hari Kami menghimpun semua makhluk untuk proses perhitungan amal dan pembalasannya. Kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah, ‘'Tetaplah berada di tempat kalian dan sekutu-sekutu kalian yang kalian sembah selain Allah, hingga kalian tahu tindakan apa yang akan dilakukan terhadap kalian." Lalu Kami pisahkan antara kaum musyrikin dan sesembahan-sesembahan mereka, dan sesembahan-sesembahan yang disembah selain Allah yang dahulu mereka sembah berlepas diri dari orang-orang yang menyembahnya. Sesembahan-sesembahan itu berkata kepada kaum musyrikin, "Kalian itu tidaklah menyembah kami sewaktu di dunia.

فَكَفَىٰ بِٱللَّهِ شَهِيدًۢا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمْ إِن كُنَّا عَنْ عِبَادَتِكُمْ لَغَٰفِلِينَ

(29) 'Dan cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dan kalian, bahwa kami tidak tahu menahu tentang penyembahan kalian (kepada kami)'."

Maka cukuplah Allah menjadi saksi antara kami dan kalian. Sesungguhnya kami tidaklah tahu apa yang kalian katakan dan kalian perbuat. Dan sesungguhnya kami itu lalai terhadap penyembahan kalian kepada kami, kami tidak merasa itu terjadi."

هُنَالِكَ تَبْلُواْ كُلُّ نَفْسٍ مَّآ أَسْلَفَتْ ۚ وَرُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۖ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(30) "Di tempat itu (padang Mahsyar), tiap-tiap diri merasakan pembalasan dari apa yang telah dikerjakannya dahulu dan mereka dikembalikan kepada Allah, Pelindung mereka yang sebenarnya, dan lenyaplah dari mereka apa (pelindung- pelindung palsu) yang mereka ada-adakan."

Di tempat perhitungan amal perbuatan itu, masing-masing jiwa memeriksa keadaan-keadaan dan amal perbuatannya yang telah berlalu dan dahulu ia usahakan dan ia akan dibalas sesuai dengan itu. Bila baik, maka balasannya baik, jika buruk, maka balasannya buruk. Dan semua akan dikembalikan kepada Allah, Yang Maha Menghakimi lagi Mahaadil. Penghuni surga akan dimasukkan ke dalam surga, dan penghuni neraka akan dimasukkan ke dalam neraka. Dan lenyaplah dari kaum musyrikin apa-apa yang dahulu mereka sembah selain Allah, suatu tindakan yang mereka dustakan kepadaNya.

Bukti-bukti Kekuasaan Allah yang Membatalkan Kepercayaan Orang-orang Musyrik

قُلْ مَن يَرْزُقُكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ أَمَّن يَمْلِكُ ٱلسَّمْعَ وَٱلْأَبْصَٰرَ وَمَن يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَيُخْرِجُ ٱلْمَيِّتَ مِنَ ٱلْحَىِّ وَمَن يُدَبِّرُ ٱلْأَمْرَ ۚ فَسَيَقُولُونَ ٱللَّهُ ۚ فَقُلْ أَفَلَا تَتَّقُونَ

(31) "Katakanlah, 'Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan yang mengeluarkan yang mati dari yang hidup462 dan siapakah yang mengatur segala urusan?' Maka mereka menjawab, 'Allah.' Maka katakanlah, 'Lalu mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Siapakah yang memberi rizki kepada kalian dari langit melalui hujan yang diturunkan-Nya dan dari tanah melalui apa yang ditumbuhkanNya padanya berupa berbagai macam tanaman dan pepohonan yang dimakan oleh kalian dan binatang ternak kalian? Dan siapakah yang memiliki apa yang kalian dan orang-orang selain kalian nikmati, berupa indra pendengaran dan penglihatan? Dan siapakah yang mengendalikan kehidupan dan kematian di alam semesta ini seluruhnya, di mana Dia mengeluarkan yang hidup dan yang mati sebagiannya dari sebagian yang lain tentang obyek makhluk- makhluk yang kalian ketahui dan tidak kalian kenal? Dan siapakah yang mengatur urusan di langit dan di bumi dan apa-apa yang terjadi di dalamnya, dan urusan kalian serta urusan seluruh makhluk? Mereka akan menjawab pertanyaanmu bahwa sesungguhnya yang berkuasa melakukan itu semua adalah Allah. Maka katakanlah kepada mereka, "Apakah kalian tidak takut terhadap siksaan Allah, bila kalian menyembah obyek sesembahan yang lain bersama Allah?"


[462] Lihat catatan kaki Surat Ali Imran: 27.

فَذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمُ ٱلْحَقُّ ۖ فَمَاذَا بَعْدَ ٱلْحَقِّ إِلَّا ٱلضَّلَٰلُ ۖ فَأَنَّىٰ تُصْرَفُونَ

(32) "Maka itulah Allah, Tuhan kalian yang sebenarnya; maka tidak ada sesudah kebenaran itu, melainkan kesesatan. Maka bagaimanakah kalian dipalingkan (dari kebenaran itu) ?"

Maka (Dzat) yang demikian itu adalah Allah, Tuhan kalian. Dia Mahabenar yang tiada keraguan di dalamnya, yang berhak diarahkan kepadaNya ibadah tanpa sekutu bagiNya. Maka apa lagi yang ada selain kebenaran kalau bukan kesesatan? Bagaimana kalian dipalingkan dari beribadah kepadaNya kepada penyembahan selainNya?

كَذَٰلِكَ حَقَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ عَلَى ٱلَّذِينَ فَسَقُوٓاْ أَنَّهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(33) "Demikianlah telah tetap kalimat (hukuman) Tuhanmu terhadap orang- orang yang fasik, karena sesungguhnya mereka tidak beriman."

Sebagaimana orang-orang musyrik telah kafir dan terus-menerus dalam kesyirikan mereka, telah pasti pula ketetapan Tuhanmu dan hukum serta ketentuanNya pada orang-orang yang keluar dari jalan ketaatan kepada Tuhan mereka menuju maksiat kepadaNya dan mereka kafir kepada-Nya, karena sesungguhnya mereka itu tidak mengimani keesaan Allah, kenabian NabiNya, Muhammad , dan tidak melaksanakan petunjuknya.

قُلْ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ۚ قُلِ ٱللَّهُ يَبْدَؤُاْ ٱلْخَلْقَ ثُمَّ يُعِيدُهُۥ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

(34) "Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang dapat memulai penciptaan makhluk kemudian mengulangi (menghidupkan)nya kembali?' Katakanlah, 'Allah-lah yang memulai penciptaan makhluk kemudian mengulangi (menghidupkan)nya kembali; maka bagaimanakah kalian dipalingkan (kepada menyembah selain Allah)?"'

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Apakah ada dari tuhan-tuhan dan sesembahan-sesembahan yang dapat memulai penciptaan makhluk apa pun tanpa ada contoh sebelumnya, lalu membinasakannya setelah mengadakannya, kemudian mengembalikan bentuk ciptaan itu lagi seperti asalnya sebelum dibinasakannya? Sesungguhnya tuhan-tuhan itu tidak kuasa untuk melakukan itu." Katakanlah wahai Rasul, "Allah-lah satu-satunya yang mengadakan ciptaan, lalu membinasakannya dan kemudian mengembalikan ciptaan itu sebagaimana semula. Mengapa kalian melenceng dari jalan kebenaran menuju jalan kebatilan, yaitu peribadahan kepada selain Allah?"

قُلْ هَلْ مِن شُرَكَآئِكُم مَّن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ ۚ قُلِ ٱللَّهُ يَهْدِى لِلْحَقِّ ۗ أَفَمَن يَهْدِىٓ إِلَى ٱلْحَقِّ أَحَقُّ أَن يُتَّبَعَ أَمَّن لَّا يَهِدِّىٓ إِلَّآ أَن يُهْدَىٰ ۖ فَمَا لَكُمْ كَيْفَ تَحْكُمُونَ

(35) "Katakanlah, 'Apakah di antara sekutu-sekutu kalian ada yang dapat memberikan petunjuk kepada kebenaran?' Katakanlah, 'Allah-lah yang memberikan petunjuk kepada kebenaran.' Maka apakah yang dapat memberikan petunjuk kepada kebenaran itu lebih berhak diikuti, ataukah yang tidak dapat memberi petunjuk kecuali (bila) dia diberi petunjuk ? Maka mengapa kalian (berbuat demikian)? Bagaimana bisa kalian mengambil keputusan (seperti itu) ?"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Apakah dari sekutu-sekutu kalian itu ada yang menunjukkan kepada jalan yang lurus?" Sesungguhnya mereka itu tidak kuasa untuk melakukannya. Katakanlah kepada mereka, "Allah-lah satu-satunya yang dapat memberi petunjuk bagi orang yang sesat dari jalan hidayah menuju jalan kebenaran. Maka siapakah yang lebih pantas untuk diikuti: Dzat yang dapat memberikan petunjuk menuju kebenaran ataukah orang yang tidak memperoleh hidayah bagi diri sendiri karena tidak memiliki ilmu atau karena kesesatannya, yaitu sekutu-sekutu kalian yang tidak dapat memberikan hidayah dan tidak memperoleh hidayah kecuali bila diberi petunjuk? Mengapa kalian menyamakan antara Allah dan makhluk ciptaanNya? Ini jelas penilaian yang batil."

وَمَا يَتَّبِعُ أَكْثَرُهُمْ إِلَّا ظَنًّا ۚ إِنَّ ٱلظَّنَّ لَا يُغْنِى مِنَ ٱلْحَقِّ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌۢ بِمَا يَفْعَلُونَ

(36) "Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali dugaan semata. Sesungguhnya dugaan itu tidak berguna sedikit pun untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan."

Dan tidaklah yang diikuti oleh kebanyakan kaum musyrikin dalam menjadikan berhala-berhala itu sebagai sesembahan-sesembahan dan keyakinan mereka bahwa tuhan-tuhan sesembahan-sesembahan itu akan mendekatkan (mereka) kepada Allah kecuali hanya persangkaan dan praduga saja. Dan praduga itu tidak mendatangkan keyakinan sama sekali. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perbuatan kaum musyrikin yang berupa kekafiran dan mendustakan.

Jaminan Allah Tentang Kemurnian al-Qur'an

وَمَا كَانَ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ أَن يُفْتَرَىٰ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِن تَصْدِيقَ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَتَفْصِيلَ ٱلْكِتَٰبِ لَا رَيْبَ فِيهِ مِن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(37) "Tidaklah mungkin al-Quran ini dikarang oleh selain Allah; akan tetapi (Allah menurunkannya) untuk membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya,463 tidak ada keraguan di dalamnya, (yang diturunkan) dari Tuhan semesta alam."

Dan tidaklah ada kemudahan bagi siapa pun untuk mendatangkan al-Qur'an dari selain Allah. Sesungguhnya tidak ada satu makhluk pun yang mampu untuk itu. Akan tetapi, Allah menurunkannya untuk membenarkan kitab-kitab yang telah diturunkanNya sebelumnya kepada para nabiNya. Sebab, sesungguhnya agama Allah itu satu. Dan di dalam al-Qur an ini terdapat penjelasan tentang ajaran yang Allah syariatkan bagi umat Muhammad . Tidak ada keraguan bahwa sesungguhnya al-Qur'an itu diwahyukan dari Tuhan semesta alam.


[463] Yakni, al-Qur'an menjelaskan secara terperinci hukum-hukum yang telah disebutkan dalam al-Qur'an itu.

أَمْ يَقُولُونَ ٱفْتَرَىٰهُ ۖ قُلْ فَأْتُواْ بِسُورَةٍ مِّثْلِهِۦ وَٱدْعُواْ مَنِ ٱسْتَطَعْتُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(38) "Atau (patutkah) mereka mengatakan, Dialah (Muhammad) yang mengarangnya.' Katakanlah, '(Kalau benar yang kalian katakan itu), maka cobalah datangkan sebuah surat yang semisal dengannya dan panggillah siapa saja selain Allah, yang dapat kalian panggil (untuk membuatnya), jika kalian orang-orang yang benar'."

Bahkan apakah (patut) mereka mengatakan, "Sesungguhnya al- Qur an ini telah dibuat-buat oleh Muhammad sendiri", padahal sesungguhnya mereka tahu bahwa Muhammad adalah manusia seperti mereka?! Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Cobalah kalian datangkan satu surat dari jenis yang serupa dengan al-Qur'an ini dari segi harmonisasi (kalimat-kalimatnya) dan kekuatan hidayahnya. Dan carilah bantuan untuk itu dengan siapa saja yang dapat kalian kumpulkan selain Allah, dari bangsa manusia dan jin, jika kalian itu orang-orang yang benar dalam pengakuan kalian."

بَلْ كَذَّبُواْ بِمَا لَمْ يُحِيطُواْ بِعِلْمِهِۦ وَلَمَّا يَأْتِهِمْ تَأْوِيلُهُۥ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلظَّٰلِمِينَ

(39) "Bahkan (yang sebenarnya), mereka mendustakan apa yang belum mereka ketahui dengan baik dan belum datang kepada mereka penjelasannya. Demikianlah orang-orang yang sebelum mereka juga telah mendustakan (rasul-rasul). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang zhalim itu."

Bahkan mereka justru langsung mendustakan al-Qur'an begitu mendengarnya pertama kali sebelum mereka mau merenungi ayat-ayatnya, dan mengingkari sesuatu yang mereka tidak menguasainya dengan baik tentang kebangkitan, pembalasan, surga dan neraka dan lain sebagainya, dan belum juga sampai kepada mereka hakikat apa yang diancamkan kepada mereka di dalam al-Qur'an. Dan sebagaimana kaum musyrikin telah mendustakan ancaman Allah, umat-umat yang telah berlalu sebelum mereka juga telah mendustakan(nya). Maka perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kezhaliman. Sungguh, Allah telah membinasakan sebagian mereka dengan membenamkan mereka ke dalam tanah, sebagian lagi dengan ditenggelamkan di dasar laut, dan sebagian yang lain mengalami siksaan selain itu.

وَمِنْهُم مَّن يُؤْمِنُ بِهِۦ وَمِنْهُم مَّن لَّا يُؤْمِنُ بِهِۦ ۚ وَرَبُّكَ أَعْلَمُ بِٱلْمُفْسِدِينَ

(40) "Di antara mereka ada orang-orang yang beriman kepadanya (al-Qur'an), dan di antara mereka ada (pula) orang-orang yang tidak beriman kepadanya. Dan Tuhanmu lebih mengetahui tentang orang-orang yang berbuat kerusakan"

Dan di antara kaummu wahai Rasul, ada orang yang mengimani al-Qur'an, dan sebagian dari mereka ada yang tidak mengimaninya hingga mati dalam keyakinan itu dan dibangkitkan dengannya. Dan Tuhanmu mengetahui orang-orang yang melakukan kerusakan yang tidak beriman kepadaNya dengan dorongan kezhaliman, penentangan dan kerusakan. Lalu Allah memberikan balasan kepada mereka atas kerusakan yang mereka perbuat dengan siksaan yang amat pedih.

وَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل لِّى عَمَلِى وَلَكُمْ عَمَلُكُمْ ۖ أَنتُم بَرِيٓـُٔونَ مِمَّآ أَعْمَلُ وَأَنَا۠ بَرِىٓءٌ مِّمَّا تَعْمَلُونَ

(41) "Jika mereka mendustakanmu (wahai Rasul), maka katakanlah, ’Bagiku amal perbuatanku dan bagi kalian amal perbuatan kalian. Kalian tidak bertanggungjawab terhadap apa yang aku kerjakan dan aku juga tidak bertanggung jawab terhadap apa yang kalian kerjakan'"

Dan bila kaum musyrikin mendustakan dirimu wahai Rasul, maka katakanlah kepada mereka, "Bagiku agamaku dan amal perbuatanku, dan bagi kalian agama dan perbuatan kalian. Kalian tidaklah disiksa karena perbuatanku, dan aku pun tidak disiksa karena tindakan kalian."

وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُونَ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنتَ تُسْمِعُ ٱلصُّمَّ وَلَوْ كَانُواْ لَا يَعْقِلُونَ

(42) "Dan di antara mereka (orang-orang kafir) ada pula orang-orang yang mendengarkanmu);464 maka apakah kamu dapat menjadikan orang-orang tuli itu mendengar walaupun mereka tidak mengerti?"

Dan di antara orang-orang kafir, ada orang-orang yang mendengarkan ucapanmu yang haq dan bacaan al-Qur'anmu, akan tetapi mereka tidak memperoleh hidayah. Maka apakah kamu sanggup membuat orang tuli menjadi mendengar? Maka demikian pula kamu tidak akan sanggup memberikan hidayah kepada mereka, kecuali bila Allah menghendaki mereka memperoleh hidayah. Sesungguhnya mereka itu orang-orang yang tuli terhadap kebenaran, yakni, tidak memahaminya.


[464] Artinya: mereka terlihat memerhatikan apa yang dibaca oleh Rasulullah dan apa yang diajarkannya, padahal hati mereka tidak menerimanya.

وَمِنْهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنتَ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَلَوْ كَانُواْ لَا يُبْصِرُونَ

(43) "Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu,465 tetapi apakah kamu dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan?"

Dan di antara orang-orang kafir, ada orang yang melihat kepadamu dan bukti-bukti kenabianmu yang benar, akan tetapi dia tidak melihat cahaya keimanan yang diberikan Allah kepadamu. Apakah kamu wahai Rasul, sanggup untuk menciptakan penglihatan bagi orang-orang buta yang membuatnya dapat mengetahui jalan? Demikian pula, kamu tidak sanggup untuk memberikan hidayah bagi mereka, bila mereka itu tidak memiliki bashirah (mata hati yang lurus). Semua itu hanya milik Allah semata.


[465] Yakni, menyaksikan tanda-tanda kenabianmu, akan tetapi mereka tidak mengakuinya.

إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَظْلِمُ ٱلنَّاسَ شَيْـًٔا وَلَٰكِنَّ ٱلنَّاسَ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(44) "Sesungguhnya Allah tidak menzhalimi manusia sedikit pun, akan tetapi manusia itulah yang menzhalimi diri mereka sendiri"

Sesungguhnya Allah tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikit pun dengan menambah kesalahan-kesalahan mereka atau mengurangi kebaikan-kebaikan mereka. Akan tetapi, manusialah yang berbuat kezhaliman terhadap diri mereka sendiri dengan berbuat kekafiran, maksiat, dan melanggar perintah Allah dan laranganNya.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ كَأَن لَّمْ يَلْبَثُوٓاْ إِلَّا سَاعَةً مِّنَ ٱلنَّهَارِ يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ ۚ قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ

(45) "Dan (ingatlah) tentang hari di mana Allah akan mengumpulkan mereka, (pada hari itu mereka merasa) seakan-akan mereka tidak pernah berdiam (di dunia) kecuali hanya sesaat saja di siang hari, (di tempat mereka dikumpulkan itu) mereka saling mengenal satu sama lain. Sungguh rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah dan mereka tidak mendapat petunjuk."

Dan pada hari Allah mengumpulkan kaum musyrikin pada Hari Kebangkitan dan Hari Perhitungan amal, mereka itu sebelumnya seakan- akan tidaklah tinggal di dunia ini, kecuali beberapa sesaat dari waktu siang hari saja, sebagian mereka mengenali sebagian yang lain layaknya keadaan mereka di dunia. Kemudian putuslah hubungan perkenalan itu dan habislah saat-saat tersebut. Sungguh telah merugi orang-orang yang mengingkari perjumpaan dengan Allah, pahala dan siksaanNya. Dan mereka tidak memperoleh taufik untuk selaras dengan kebenaran dalam perbuatan yang mereka kerjakan.

وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ ٱلَّذِى نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ ٱللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا يَفْعَلُونَ

(46) "Dan jika Kami perlihatkan kepadamu (wahai Rasul) sebagian dari (siksa) yang Kami ancamkan kepada mereka, (tentulah kamu akan melihatnya) atau (jika) Kami mewafatkanmu (sebelum itu), maka kepada Kami jualah mereka kembali, kemudian Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan."

Dan bila Kami memperlihatkan kepadamu wahai Rasul, saat kamu masih hidup sebagian kejadian yang Kami ancamkan kepada mereka berupa siksaan di dunia, atau Kami mewafatkanmu sebelum Kami perlihatkan kepadamu kejadian itu berlangsung di tengah mereka, maka kepada Kami semata urusan mereka akan dikembalikan dalam dua keadaan tersebut. Kemudian Allah adalah saksi atas perbuatan-perbuatan mereka yang dahulu mereka perbuat di dunia. Tidak ada sesuatu pun darinya yang tersembunyi bagi Allah. Kemudian Dia memberikan balasan kepada mereka yang sepadan dengan apa yang pantas mereka dapatkan.

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ رَّسُولٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ رَسُولُهُمْ قُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(47) "Tiap-tiap umat mempunyai rasul; maka apabila telah datang rasul mereka, putusan pun ditetapkan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikit pun) tidak dizhalimi"

Dan tiap-tiap umat yang telah berlalu wahai sekalian manusia, memiliki seorang rasul yang Aku utus kepada mereka, sebagaimana Aku mengutus Muhammad kepada kalian, yang menyeru kepada agama Allah dan ketaatan kepadaNya. Kemudian bila telah datang rasul mereka di akhirat, maka saat itu diputuskanlah antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak terzhalimi terkait balasan perbuatan-perbuatan mereka sedikit pun.

وَيَقُولُونَ مَتَىٰ هَٰذَا ٱلْوَعْدُ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(48) "Mereka mengatakan,'Kapan ancaman itu (akan datang), jika kalian adalah orang-orang yang benar ?"

Orang-orang musyrik dari kaummu wahai Rasul, berkata, "Kapan Hari Kiamat akan tiba, bila kamu dan orang-orang yang mengikutimu termasuk orang-orang yang benar dalam janji yang kalian sampaikan kepada kami?"

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى ضَرًّا وَلَا نَفْعًا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ لِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۚ إِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ فَلَا يَسْتَـْٔخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

(49) "Katakanlah, 'Aku tidak memiliki (kuasa menolak) mudarat dan tidak pula (mendatangkan) manfaat kepada diriku, melainkan apa yang dikehendaki Allah.' Tiap-tiap umat mempunyai ajal. Apabila telah datang ajal mereka, maka mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak (pula) memajukannya."

Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Aku tidak sanggup menyingkirkan mudarat dari diriku dan mendatangkan kebaikan bagi diriku, kecuali apa-apa yang dikehendaki Allah untuk menolak dariku mudarat atau mendatangkan bagiku suatu kebaikan. Tiap-tiap kaum memiliki waktu berakhirnya masa mereka dan ajal mereka. Apabila waktu berakhirnya ajal mereka dan habisnya usia mereka telah datang, maka mereka tidak dapat mengundurkannya sesaat pun sehingga mereka mendapatkan penangguhan dan tidak (pula) ajal mereka maju ciari waktu yang telah ditentukan.

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُهُۥ بَيَٰتًا أَوْ نَهَارًا مَّاذَا يَسْتَعْجِلُ مِنْهُ ٱلْمُجْرِمُونَ

(50) "Katakanlah,'Terangkan kepadaku, jika datang kepada kalian siksaanNya di waktu malam atau di siang harit manakah yang diminta untuk disegerakan oleh orang-orang yang gemar berbuat dosa itu?'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Beritahu- kanlah kepadaku, bila siksaan Allah datang kepada kalian pada malam atau siang hari; maka apa yang kalian minta disegerakan wahai orang-orang pelaku maksiat, dari turunnya siksaan?"

أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ ءَامَنتُم بِهِۦٓ ۚ ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ كُنتُم بِهِۦ تَسْتَعْجِلُونَ

(51) "Kemudian apakah setelah azab terjadi, kalian baru mempercayainya? Apakah sekarang (baru kalian mempercayai), padahal sebelumnya kalian selalu meminta supaya disegerakan (karena tidak mempercayainya)?"

Apakah setelah siksaan Allah menimpa kalian wahai kaum musyrikin, kalian baru akan beriman pada saat yang keimanan tidak lagi bermanfaat? Dan dikatakan kepada kalian waktu itu, "Apakah baru sekarang kalian beriman kepadanya, sedang kalian sebelumnya meminta disegerakan kedatangannya?"

ثُمَّ قِيلَ لِلَّذِينَ ظَلَمُواْ ذُوقُواْ عَذَابَ ٱلْخُلْدِ هَلْ تُجْزَوْنَ إِلَّا بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

(52) "Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang zhalim (musyrik) itu, 'Rasakanlah oleh kalian siksaan yang kekal; kalian tidak diberi balasan melainkan dengan apa yang telah kalian usahakan'."

Kemudian dikatakan kepada orang-orang yang berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan kekafiran mereka kepada Allah, Rasakan* lah siksaan Allah yang abadi bagi kalian selamanya. Kalian tidak dikenai siksaan kecuali akibat apa-apa yang telah kalian perbuat dari berbagai maksiat-maksiat kepada Allah."

۞ وَيَسْتَنۢبِـُٔونَكَ أَحَقٌّ هُوَ ۖ قُلْ إِى وَرَبِّىٓ إِنَّهُۥ لَحَقٌّ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

(53) "Dan mereka menanyakan kepadamu, fBenarkah (azab yang dijanjikan) itu? Katakanlah, 'Ya, demi Tuhanku, sesungguhnya azab itu adalah benar dan kalian sekali-kali tidak bisa (melakukan sesuatu pun yang) melemahkan (Allah, sehingga luput mengazab kalian)'."

Dan orang-orang musyrik dari kaummu itu meminta berita kepadamu wahai Rasul, tentang siksaan pada Hari Kiamat, apakah benar (siksaan tersebut) itu? Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Benar, demi Tuhanku, sesungguhnya itu sungguh-sungguh benar, tiada keraguan padanya. Dan kalian tidak dapat melemahkan Allah untuk membangkitkan kalian dan memberikan balasan bagi kalian, sedang kalian berada dalam genggaman dan kekuasaanNya."

Penyesalan Manusia di Akhirat Kelak

وَلَوْ أَنَّ لِكُلِّ نَفْسٍ ظَلَمَتْ مَا فِى ٱلْأَرْضِ لَٱفْتَدَتْ بِهِۦ ۗ وَأَسَرُّواْ ٱلنَّدَامَةَ لَمَّا رَأَوُاْ ٱلْعَذَابَ ۖ وَقُضِىَ بَيْنَهُم بِٱلْقِسْطِ ۚ وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(54) Dan kalau setiap diri yang zhalim (musyrik atau kafir) itu mempunyai segala apa yang ada di bumi ini, tentu dia menebus dirinya (dari azab Allah) dengannya. Dan mereka menyembunyikan466 penyesalan ketika mereka telah menyaksikan azab itu. Dan telah ditetapkan keputusan di antara mereka dengan adil, sedang mereka tidak dizhalimi."

Dan sekiranya tiap-tiap jiwa yang menyekutukan dan kafir kepada Allah memiliki semua yang ada di muka bumi, dan Allah memberikan kepadanya kesempatan untuk menjadikan semua itu sebagai tebusan baginya dari siksaan tersebut, tentulah ia akan menebus dengannya. Dan orang-orang yang berbuat kezhaliman menyembunyikan penyesalan mereka ketika mereka melihat langsung siksaan Allah menimpa mereka semua, sedang mereka tidaklah teraniaya sedikit pun. Sesungguhnya Allah tidak menyiksa seseorang pun kecuali disebabkan dosanya.


[466] Sebagian ahli tafsir ada yang mengartikan أسروا dengan "menampakkan"

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۗ أَلَآ إِنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(55) "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah apa yang ada di langit dan di bumi. Ingatlah, sesungguhnya janji Allah itu benar, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui(nya)."

Ingatlah, sesungguhnya semua yang ada di langit dan di bumi merupakan milik Allah تَعَالَى tidak ada sesuatu pun darinya yang menjadi milik seseorang pun selainNya. Ingatlah, sesungguhnya perjumpaan dengan Allah تَعَالَى dan siksaanNya bagi kaum musyrikin pasti terjadi, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui hakikatnya.

هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

(56) "Dia-lah yang menghidupkan dan mematikan dan hanya kepadaNya-lah kalian dikembalikan "

Sesungguhnya Allah, Dia-lah Tuhan Yang menghidupkan dan mematikan. Menghidupkan orang-orang sesudah kematian mereka bukanlah perkara yang sulit bagiNya, sebagaimana mematikan mereka juga tidak menyulitkanNya, bila Dia menghendaki itu. Dan mereka akan kembali kepadaNya setelah kematian mereka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَتْكُم مَّوْعِظَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَشِفَآءٌ لِّمَا فِى ٱلصُّدُورِ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلْمُؤْمِنِينَ

(57) "Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian nasihat (al-Qur'an) dari Tuhan kalian dan penyembuh bagi penyakit-penyakit dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya telah datang kepada kalian nasihat dari Tuhan kalian yang memperingatkan kalian dari siksaan Allah dan mempertakutkan kalian dengan ancamanNya, yaitu al-Qur'an dan apa yang dikandungnya berupa ayat-ayat dan nasihat-nasihat untuk memperbaiki akhlak-akhlak kalian dan amal perbuatan kalian. Dan di dalamnya juga terdapat penyembuh bagi penyakit yang ada di dalam hati berupa penyakit kebodohan, syirik dan semua penyakit, serta merupakan petunjuk lurus bagi orang yang mengikutinya dari seluruh makhluk, sehingga menyelamatkannya dari kebinasaan. Allah menjadikannya sebagai kenikmatan dan rahmat bagi kaum Mukminin dan mengistimewakan mereka dengan itu secara khusus; karena merekalah yang dapat mengambil manfaat dengan Iman, sedangkan orang-orang kafir, maka ia adalah kegelapan bagi mereka.

قُلْ بِفَضْلِ ٱللَّهِ وَبِرَحْمَتِهِۦ فَبِذَٰلِكَ فَلْيَفْرَحُواْ هُوَ خَيْرٌ مِّمَّا يَجْمَعُونَ

(58) "Katakanlah (bahwa) dengan karunia Allah dan rahmatNya, hendaklah dengan itu mereka bergembira. Itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan."

Katakanlah wahai Rasul, kepada seluruh manusia, "Dengan karunia Allah dan rahmatNya, yaitu hidayah yang datang dari Allah kepada mereka dan agama yang benar yaitu Islam, dengan itulah hendaknya mereka bergembira. Sesungguhnya Islam yang kepadanya Allah menyeru kalian dan al-Qur'an yang diturunkanNya pada Muhammad itu lebih baik dari apa yang mereka kumpulkan berupa kekayaan dunia yang semu dan segala isinya dari kemegahannya yang fana lagi akan sirna.

قُلْ أَرَءَيْتُم مَّآ أَنزَلَ ٱللَّهُ لَكُم مِّن رِّزْقٍ فَجَعَلْتُم مِّنْهُ حَرَامًا وَحَلَٰلًا قُلْ ءَآللَّهُ أَذِنَ لَكُمْ ۖ أَمْ عَلَى ٱللَّهِ تَفْتَرُونَ

(59) "Katakanlah, ’Terangkanlah kepadaku tentang rizki yang diturunkan Allah kepada kalian, lalu kalian menjadikan sebagiannya haram dan (sebagiannya) halal.' Katakanlah, Apakah Allah telah memberikan izin kepada kalian (tentang ini) atau kalian mengada-adakan kebohongan atas Nama Allah?'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang mengingkari wahyu, "Beritahukanlah kepadaku tentang karunia rizki yang Allah turunkan bagi kalian berupa hewan, tetumbuhan, dan kebaikan-kebaikan lainnya, lalu kalian menghalalkan sebagiannya bagi diri kalian dan mengharamkan sebagian yang lain." Katakanlah kepada mereka, "Apakah Allah mengizinkan kalian untuk melakukan itu, ataukah kalian melontarkan ucapan kebatilan atas Nama Allah dan berdusta (kepadaNya)?" Dan sesungguhnya mereka benar-benar melontarkan ucapan kebatilan atas Nama Allah dan berdusta (kepadaNya).

وَمَا ظَنُّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَذُو فَضْلٍ عَلَى ٱلنَّاسِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَشْكُرُونَ

(60) "Apakah dugaan orang-orang yang mengada-adakan kebohongan atas Nama Allah pada Hari Kiamat? Sesungguhnya Allah benar-benar mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas manusia, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukuri (nya)."

Dan apakah persangkaan orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah pada Hari Perhitungan amal, di mana mereka menambahkan kepadanya pengharaman apa yang tidak Allah haramkan dari macam-macam rizki dan bahan makanan sehari-hari, tentang apa yang akan diperbuat Allah terhadap mereka akibat kedustaan dan kebohongan mereka terhadap Allah? Apakah mereka mengira bahwa Dia sesungguhnya akan menoleransi dan mengampuni mereka? Sesungguhnya Allah memiliki karunia atas makhlukNya; dengan tidak menyegerakan hukuman bagi orang yang mengadakan kedustaan atas NamaNya di dunia dan menangguhkan waktu baginya. Akan tetapi, kebanyakan orang tidak bersyukur kepada Allah atas kemurahanNya pada mereka dengan memberikan semua itu.

Segala Perbuatan Manusia Tidak Lepas Dari Pengawasan Allah

وَمَا تَكُونُ فِى شَأْنٍ وَمَا تَتْلُواْ مِنْهُ مِن قُرْءَانٍ وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُونَ فِيهِ ۚ وَمَا يَعْزُبُ عَن رَّبِّكَ مِن مِّثْقَالِ ذَرَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا فِى ٱلسَّمَآءِ وَلَآ أَصْغَرَ مِن ذَٰلِكَ وَلَآ أَكْبَرَ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

(61) ”Kamu tidak berada dalam suatu keadaan dan tidak membaca suatu ayat dari al-Qur an serta kalian tidak mengerjakan suatu pekerjaan, melainkan Kami menjadi saksi atas kalian di waktu kalian melakukannya. Tidak luput dari pengetahuan Tuhanmu biarpun sebesar dzarrah, di bumi ataupun di langit, dan tidak ada yang lebih kecil dan tidak (pula) yang lebih besar daripada itu, melain- kan (semua tercatat) dalam kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)."

Dan tidaklah kamu wahai Rasul, berada dalam suatu urusan dari urusan-urusanmu, dan tidaklah kamu membaca ayat-ayat dari Kitabullah, dan tidaklah seseorang dari umat ini mengerjakan suatu perbuatan, yang baik maupun yang buruk, kecuali Kami akan menjadi saksi baginya yang mengawasinya, ketika kalian memulainya dan mengerjakannya, Kami akan memelihara itu bagi kalian dan memberikan balasan bagi kalian dengannya. Dan tidak ada sesuatu yang terlewat dari Ilmu Tuhanmu wahai Rasul, meski sebesar semut kecil yang ada di muka bumi maupun yang ada di langit, dan tidak pula sesuatu yang paling kecil maupun yang paling besar, kecuali sudah tertulis di dalam kitab di sisi Allah, jelas lagi terang. IlmuNya meliputinya dan PenaNya telah berjalan padanya.

Wali-wali Allah dan Berita Gembira Bagi Mereka

أَلَآ إِنَّ أَوْلِيَآءَ ٱللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(62) "Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"

Ingatlah, sesungguhnya wali-wali (kekasih-kekasih) Allah, tidak ada ketakutan pada mereka di akhirat dari siksaan Allah dan mereka pun tidak bersedih atas kesenangan-kesenangan dunia yang terluput mereka dapatkan.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَكَانُواْ يَتَّقُونَ

(63) "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa"

Dan sifat-sifat wali-wali (kekasih-kekasih) Allah itu bahwa mereka adalah orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya, dan risalah yang dibawanya dari sisi Allah, dan mereka selalu bertakwa kepada Allah dengan mengamalkan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

لَهُمُ ٱلْبُشْرَىٰ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَٰتِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(64) "Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar."

Bagi para wali-wali (kekasih-kekasih) Allah itu ada kabar gembira dari Allah di kehidupan dunia dengan hal-hal yang menyenangkan mereka dan di akhirat berupa surga. Allah tidak mengingkari janjiNya dan tidak pula mengubah-ubahnya. Itulah keberuntungan yang agung, karena mencakup keselamatan dari segala yang ditakuti dan keberuntungan meraih semua keinginan yang disukai.

وَلَا يَحْزُنكَ قَوْلُهُمْ ۘ إِنَّ ٱلْعِزَّةَ لِلَّهِ جَمِيعًا ۚ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(65) "Janganlah kamu sedih oleh perkataan mereka. Sesungguhnya keperkasaan (kemuliaan) itu seluruhnya adalah kepunyaan Allah. Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan janganlah perkataan orang-orang musyrik tentang Tuhan mereka dan kedustaan yang mereka buat-buat kepadaNya serta penyekutuan berhala-berhala dan patung-patung dengan Allah yang mereka lakukan membuatmu bersedih wahai Rasul. Karena sesungguhnya Allah Maha Esa dengan kekuatan yang sempurna dan kekuasaan yang mutlak di dunia dan akhirat. Dia Maha Mendengar ucapan-ucapan mereka lagi Maha Mengetahui perbuatan-perbuatan dan niat-niat mereka.

أَلَآ إِنَّ لِلَّهِ مَن فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَن فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَمَا يَتَّبِعُ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ شُرَكَآءَ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

(66) "Ingatlah, sesungguhnya kepunyaan Allah siapa yang ada di langit dan siapa yang ada di bumi. Dan orang-orang yang menyeru sekutu-sekutu selain Allah, tidaklah mengikuti (suatu keyakinan yang benar). Mereka tidak mengikuti kecuali prasangka belaka, dan mereka hanyalah menduga-duga."

Ingatlah, bahwa sesungguhnya milik Allah semua yang ada di langit dan segala yang ada di bumi, dari bangsa malaikat, manusia, jin dan bangsa makhluk lainnya. Dan apakah yang diikuti oleh orang-orang yang menyeru selain Allah dari sekutu-sekutu? Mereka tidaklah mengikuti, kecuali keragu-raguan. Dan mereka itu tiada lain, melainkan orang-orang yang berdusta dalam perkara yang mereka nisbatkan kepada Allah.

هُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلَّيْلَ لِتَسْكُنُواْ فِيهِ وَٱلنَّهَارَ مُبْصِرًا ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ

(67) "Dia-lah yang menjadikan malam bagi kalian supaya kalian beristirahat padanya dan (menjadikan) siang terang benderang (supaya kalian mencari karunia Allah). Sesungguhnya pada yang demikian itu terdapat tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang mendengar,"

Dia-lah (Allah) Yang menjadikan malam hari bagi kalian wahai sekalian manusia, agar kalian dapat menenangkan diri padanya dan beristirahat dari kepenatan mobilitas dalam mencari nafkah, dan Dia menjadikan bagi kalian siang hari agar kalian dapat melihat dengan jelas padanya dan berusaha dalam mencari rizki kalian. Sesungguhnya dalam pergantian malam dan siang dan keadaan manusia pada dua waktu itu benar-benar terdapat petunjuk dan hujjah-hujjah yang menunjukkan bahwa sesungguhnya Allah, Dia-lah satu-satuNya yang berhak diibadahi bagi kaum yang menyimak hujjah-hujjah ini (dengan baik) dan merenunginya.

قَالُواْ ٱتَّخَذَ ٱللَّهُ وَلَدًا ۗ سُبْحَٰنَهُۥ ۖ هُوَ ٱلْغَنِىُّ ۖ لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۚ إِنْ عِندَكُم مِّن سُلْطَٰنٍ بِهَٰذَآ ۚ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(68) "Mereka (orang-orang Yahudi dan Nasrani) berkata, 'Allah mengambil anak.' Mahasuci Allah; Dia-lah Yang Mahakaya; kepunyaanNya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Kalian tidak mempunyai bukti (hujjah) tentang ini. Pantaskah kalian mengatakan tentang Allah apa yang tidak kalian ketahui?"

Orang-orang musyrik berkata, "Allah mengambil anak," seperti perkataan mereka, "Malaikat adalah anak-anak perempuan Allah," atau "Isa al-Masih adalah putra Allah." Mahasuci Allah dari semua ungkapan tersebut dan Mahabersih darinya. Dia Mahakaya, tidak membutuhkan segala sesuatu selainNya. MilikNya segala sesuatu yang ada di langit dan di bumi. Maka bagaimana Dia mempunyai seorang anak dari yang Dia ciptakan sendiri, padahal segala sesuatu adalah milikNya? Dan kalian tidak mempunyai bukti yang menguatkan kedustaan yang kalian ada-adakan itu. Apakah kalian melontarkan kepada Allah sesuatu yang kalian sendiri tidak mengetahui hakikat dan kebenarannya?

قُلْ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَفْتَرُونَ عَلَى ٱللَّهِ ٱلْكَذِبَ لَا يُفْلِحُونَ

(69) "Katakanlah, 'Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan ke- bohongan atas Nama Allah tidak beruntung'."

Katakanlah, "Sesungguhnya orang-orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah, dengan menyatakan Allah mempunyai anak dan mengaitkan sekutu kepadaNya, mereka tidak akan dapat menggapai keinginan mereka di dunia dan di akhirat."

مَتَٰعٌ فِى ٱلدُّنْيَا ثُمَّ إِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ نُذِيقُهُمُ ٱلْعَذَابَ ٱلشَّدِيدَ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ

(70) "(Bagi mereka) kesenangan (sementara) di dunia, kemudian kepada Kami- lah mereka kembali, kemudian Kami membuat mereka merasakan siksa yang berat, disebabkan kekafiran mereka."

Sesungguhnya mereka akan bersenang-senang di dunia dengan kekafiran dan kedustaan mereka dalam kesenangan yang singkat, kemudian bila ajal mereka telah berakhir, kepada Kami-lah tempat kembali mereka, kemudian Kami merasakan kepada mereka siksaan Jahanam disebabkan kekafiran mereka kepada Allah dan pendustaan mereka terhadap rasul- rasul Allah dan penentangan mereka terhadap ayat-ayatNya.

Kisah Nuh, Musa, dan Yunus Untuk Jadi Perumpamaan Bagi Manusia

۞ وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ نُوحٍ إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦ يَٰقَوْمِ إِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكُم مَّقَامِى وَتَذْكِيرِى بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَعَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْتُ فَأَجْمِعُوٓاْ أَمْرَكُمْ وَشُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ لَا يَكُنْ أَمْرُكُمْ عَلَيْكُمْ غُمَّةً ثُمَّ ٱقْضُوٓاْ إِلَىَّ وَلَا تُنظِرُونِ

(71) "Dan bacakanlah kepada mereka berita penting tentang Nuh ketika dia berkata kepada kaumnya, 'Wahai kaumku, jika terasa berat bagi kalian aku tinggal (bersama kalian) dan peringatanku (kepada kalian) dengan ayat-ayat Allah, maka hanya kepada Allah-lah aku bertawakal, karena itu bulatkanlah keputusan kalian dan (kumpulkanlah) sekutu-sekutu kalian (untuk membinasakanku), kemudian janganlah keputusan kalian itu ditutup-tutupi, lalu lakukanlah terhadap diriku, dan janganlah kalian memberi tangguh kepadaku.'

Dan ceritakanlah wahai Rasul kepada orang-orang kafir Makkah kisah Nuh bersama kaumnya, ketika dia berkata kepada mereka, "Bila keberadaanku tinggal di tengah kalian dan peringatanku kepada kalian dengan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti kebenaranNya memberatkan kalian, maka hanya kepada Allah-lah tempat bergantungku dan kepada-Nya aku menaruh kepercayaanku. Karena itu, matangkanlah putusan kalian, dan serulah sekutu-sekutu kalian, kemudian janganlah kalian mengondisikan putusan kalian bersifat tertutup, akan tetapi (jadikanlah) nyata lagi terbuka. Lalu eksekusilah aku dengan hukuman dan keburukan yang berada dalam jangkauan kemampuan kalian. Dan janganlah kalian memberiku penangguhan sesaat pun di siang hari.

فَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَمَا سَأَلْتُكُم مِّنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِىَ إِلَّا عَلَى ٱللَّهِ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

(72) 'Jika kalian berpaling (dari peringatanku), aku tidak meminta upah sedikit pun dari kalian. Upahku tidak lain hanyalah dari Allah belaka, dan aku disuruh supaya aku termasuk golongan orang-orang yang berserah diri (kepadaNya)'."

Kemudian bila kalian berpaling dari dakwahku, maka sesungguhnya aku tidaklah meminta upah dari kalian; sebab sesungguhnya balasanku ada di sisi Tuhanku dan imbalanku pada Allah semata, tiada sekutu bagiNya. Dan aku diperintah agar termasuk orang-orang yang tunduk patuh kepada hukumNya."

فَكَذَّبُوهُ فَنَجَّيْنَٰهُ وَمَن مَّعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَجَعَلْنَٰهُمْ خَلَٰٓئِفَ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُنذَرِينَ

(73) "Lalu mereka mendustakannya (Nuh), maka Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami jadikan mereka itu sebagai pengganti (pemegang kekuasaan) dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang diberi peringatan itu."

Tetapi kaum Nuh mendustakan Nuh terkait berita-berita yang dia sampaikan kepada mereka dari Allah. Lalu Kami menyelamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami menjadikan mereka pengganti orang-orang yang mendustakan di muka bumi, dan Kami tenggelamkan orang-orang yang mengingkari hujjah-hujjah Kami. Maka renungilah wahai Rasul, bagaimanakah kesudahan orang-orang yang telah diperingatkan oleh Rasul mereka dengan siksaan Allah dan hukumanNya?

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنۢ بَعْدِهِۦ رُسُلًا إِلَىٰ قَوْمِهِمْ فَجَآءُوهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ بِهِۦ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ نَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْمُعْتَدِينَ

(74) "Kemudian sesudah Nuh, Kami utus beberapa rasul kepada kaum mereka (masing-masing), maka rasul-rasul itu datang kepada mereka dengan membawa keterangan-keterangan yang nyata, tetapi mereka tidak mau beriman kepada apa- apa yang telah didustakan oleh mereka (kaum Nuh) sebelumnya. Demikianlah Kami mengunci mati hati orang-orang yang melampaui batas."

Kemudian Kami utus setelah Nuh rasul-rasul kepada kaum-kaum mereka (seperti Hud, Shaleh, Ibrahim, Luth, Syu'aib, dan lain-lain). Tiap- tiap rasul datang kepada kaumnya dengan membawa mukjizat-mukjizat yang membuktikan kebenaran kerasulannya dan kebenaran apa-apa yang dia dakwahkan kepada mereka. Namun mereka benar-benar tidak mau membenarkan dan mengamalkan risalah yang didustakan oleh kaum Nuh dan begitu juga orang-orang sebelum mereka dari umat-umat yang telah berlalu. Dan sebagaimana Kami telah mengunci hati kaum-kaum tersebut sehingga tetap tidak akan beriman, demikian pula akan dikunci hati orang- orang yang serupa dengan mereka dari orang-orang yang datang setelah mereka yang melakukan perbuatan melampaui batas rambu-rambu Allah, menentang ajakan yang diserukan rasul-rasul mereka kepada mereka, berupa perintah untuk taat kepada Allah, sebagai hukuman bagi mereka atas perbuatan-perbuatan maksiat mereka.

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى وَهَارُونَ إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ بِآيَاتِنَا فَاسْتَكْبَرُوا وَكَانُوا قَوْمًا مُجْرِمِينَ

(75) "Kemudian sesudah rasul-rasul itu, Kami utus Musa dan Harun kepada Firaun dan pemuka-pemuka kaumnya, dengan (membawa) ayat-ayat (mukjizat-mukjizat dari) Kami, maka mereka menyombongkan diri dan mereka adalah orang-orang yang gemar berbuat dosa"

Kemudian Kami mengutus setelah rasul-rasul itu Musa dan Harun kepada Fir'aun dan para bangsawan dari kaumnya dengan membawa mukjizat-mukjizat yang menunjukkan kebenaran mereka berdua, lalu mereka menyombongkan diri untuk mau menerima kebenaran. Dan mereka adalah kaum yang berbuat syirik, pelaku kejahatan, lagi mendustakan.

فَلَمَّا جَآءَهُمُ ٱلْحَقُّ مِنْ عِندِنَا قَالُوٓاْ إِنَّ هَٰذَا لَسِحْرٌ مُّبِينٌ

(76) "Maka tatkala telah datang kepada mereka kebenaran dari sisi Kami, mereka berkata, 'Sesungguhnya ini adalah sihir yang nyata'."

Maka tatkala kebenaran yang dibawa Musa mendatangi Fir'aun dan kaumnya, mereka berkomentar, "Sesungguhnya mukjizat-mukjizat nyata yang dibawa oleh Musa hanyalah merupakan sihir yang nyata.”

قَالَ مُوسَىٰٓ أَتَقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَآءَكُمْ ۖ أَسِحْرٌ هَٰذَا وَلَا يُفْلِحُ ٱلسَّٰحِرُونَ

(77) "Musa berkata, 'Apakah kalian mengatakan terhadap kebenaran ketika ia datang kepada kalian, 'Sihirkah ini?' padahal para tukang sihir itu tidak beruntung'."

Musa berkata kepada mereka lantaran merasa aneh dengan komentar mereka itu, 'Apakah kalian mengomentari kebenaran yang datang kepada kalian bahwa ia merupakan sihir yang nyata? Perhatikanlah ciri-ciri dari risalah yang datang kepada kalian dan apa vang terkandung padanya, niscaya kalian akan mendapatinya sebagai kebenaran. Dan tukang-tukang sihir tidak akan beruntung dan tidak memperoleh kemenangan di dunia maupun akhirat."

قَالُوٓاْ أَجِئْتَنَا لِتَلْفِتَنَا عَمَّا وَجَدْنَا عَلَيْهِ ءَابَآءَنَا وَتَكُونَ لَكُمَا ٱلْكِبْرِيَآءُ فِى ٱلْأَرْضِ وَمَا نَحْنُ لَكُمَا بِمُؤْمِنِينَ

(78) "Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami untuk memalingkan kami dari apa yang kami dapati nenek moyang kami mengerjakannya, dan supaya kalian berdua mempunyai kekuasaan di muka bumi?467' Dan kami tidak akan mempercayai kalian berdua."

Fir'aun dan para pembesamya berkata kepada Musa ' Apakah kamu datang untuk membelokkan kami dari budaya yang kami dapati nenek moyang kami melakukannya berupa menyembah selain Allah, lalu kamu dan Harun menggapai keagungan dan kekuasaan di bumi Mesir? Dan kami tidaklah mengakui bahwa kalian berdua adalah Rasul Allah yang diutus kepada kami agar kami hanya beribadah kepadaNya semata, tiada sekutu bagiNya."


[467] Maksudnya, negeri Mesir.

وَقَالَ فِرْعَوْنُ ٱئْتُونِى بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٍ

(79) "Fir'aun berkata (kepada para pemuka kaumnya h 'Datangkanlah kepadaku semua ahli-ahli sihir yang pandai!"

Fir'aun berkata, "Datangkanlah kepadaku setiap tukang sihir yang ahli dalam penguasaan ilmu sihir."

فَلَمَّا جَآءَ ٱلسَّحَرَةُ قَالَ لَهُم مُّوسَىٰٓ أَلْقُواْ مَآ أَنتُم مُّلْقُونَ

(80) "Maka tatkala ahli-ahli sihir itu datang, Musa berkata kepada mereka, 'Lemparkanlah apa yang hendak kalian lemparkan.’."

Ketika tukang-tukang sihir itu tiba kepada Fir'aun, Musa berkata kepada mereka, "Lemparkanlah ke tanah tali-tali dan tongkat-tongkat yang ada pada kalian."

فَلَمَّآ أَلْقَوْاْ قَالَ مُوسَىٰ مَا جِئْتُم بِهِ ٱلسِّحْرُ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ سَيُبْطِلُهُۥٓ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُصْلِحُ عَمَلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

(81). "Maka setelah mereka melemparkan, Musa berkata, 'Apa yang kalian lakukan, itulah sihir, sesungguhnya Allah akan membatalkan (pengaruh buruk)nya Sesungguhnya Allah tidak akan membiarkan terus berlangsungnya pekerjaan orang-orang yang membuat kerusakan."

Sesudah mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat mereka, Musa berkata kepada mereka, "Sesungguhnya yang kalian bawa dan kalian lemparkan itulah sihir. Sesungguhnya Allah akan melenyapkan apa yang kalian datangkan itu dan menggagalkannya. Sesungguhnya Allah tidak memperbaiki perbuatan orang yang berusaha melakukan di muka bumi Allah apa yang dibenciNya dan berbuat kerusakan di dalamnya dengan maksiat kepadaNya.

وَيُحِقُّ ٱللَّهُ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ

(82). "Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapanNya, walaupun orang-orang yang gemar berbuat dosa tidak menyukai (nya) "

Dan Allah mengokohkan kebenaran yang kamu bawa kepada mereka dari sisiNya, lalu meninggikannya di atas kebatilan mereka dengan kalimat-kalimatNya dan perintahNya, walaupun orang-orang yang berbuat keburukan, para pelaku maksiat-maksiat dari pasukan Fir'aun, membencinya.

فَمَا آمَنَ لِمُوسَى إِلا ذُرِّيَّةٌ مِنْ قَوْمِهِ عَلَى خَوْفٍ مِنْ فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِمْ أَنْ يَفْتِنَهُمْ وَإِنَّ فِرْعَوْنَ لَعَالٍ فِي الأَرْضِ وَإِنَّهُ لَمِنَ الْمُسْرِفِينَ

(83) "Maka tidak ada yang beriman kepada Musa, melainkan sekelompok orang dari keturunan kaumnya dalam keadaan takut bahwa Fir'aun dan pemuka-pemuka kaum mereka akan menyiksa mereka. Sesungguhnya Fir'aun itu benar-benar berbuat sewenang-wenang di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang- orang yang melampaui batas."

Maka tidak ada yang beriman kepada Musa meski dia membawakan kepada mereka hujjah-hujjah dan dalil-dalil nyata, kecuali sekumpulan keturunan dari kaumnya dari bangsa Bani Israil, sedang mereka itu mengkhawatirkan Fir'aun dan para pembesarnya akan menimpakan cobaan pada mereka dengan siksaan, sehingga akan dapat menghalangi mereka dari agama mereka. Dan sesungguhnya Fir'aun benar-benar sosok penindas lagi angkuh di muka bumi. Dan sesungguhnya dia termasuk orang-orang yang telah melampaui batas dalam kekafiran dan kerusakan.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَٰقَوْمِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ فَعَلَيْهِ تَوَكَّلُوٓاْ إِن كُنتُم مُّسْلِمِينَ

(84) "Musa berkata,'Wahai kaumku, jika kalian beriman kepada Allah, maka bertawakallah hanya kepadaNya, jika kalian adalah orang-orang yang berserah diri'."

Dan Musa berkata, "Wahai kaumku, bila kalian beriman kepada Allah maka percayalah kepadaNya, berserah dirilah kalian terhadap perintahNya, dan hanya kepada Allah, hendaknya kalian bertawakal, jika kalian benar-benar tunduk kepadaNya dengan ketaatan."

فَقَالُواْ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(85) "Maka mereka berkata,'Hanya kepada Allah- lah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang zhalim,'

Kaum Musa berkata kepadanya, "Hanya kepada Allah semata, tiada sekutu bagiNya, kami bergantung, dan kepadaNya-lah kami serahkan urusan-urusan kami wahai Tuhan kami, janganlah Engkau memenangkan mereka atas kami, sehingga akan menjadi sumber fitnah bagi kami dalam agama kami.

وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلْكَٰفِرِينَ

(86) 'dan selamatkanlah kami dengan rahmat Mu dari (tipu daya) orang-orang yang kafir'."

Dan selamatkanlah kami dengan rahmatMu dari orang-orang kafir; Fir'aun, dan tentaranya. Sebab, sesungguhnya mereka itu memaksa orang- orang mengerjakan pekerjaan-pekerjaan berat."

وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰ وَأَخِيهِ أَن تَبَوَّءَا لِقَوْمِكُمَا بِمِصْرَ بُيُوتًا وَٱجْعَلُواْ بُيُوتَكُمْ قِبْلَةً وَأَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(87) "Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya (Harun), 'Ambillah oleh kalian berdua beberapa rumah di Mesir untuk tempat tinggal bagi kaum kalian dan jadikanlah oleh kalian rumah-rumah kalian itu tempat shalat, dan dirikanlah shalat, serta sampaikanlah berita gembira bagi orang-orang yang beriman'."

Dan Kami wahyukan kepada Musa dan saudaranya, Harun , "Carilah bagi kaummu rumah-rumah di Mesir sebagai tempat-tempat tinggal dan tempat persembunyian di mana kalian mempertahankan diri di dalamnya. Dan jadikanlah rumah-rumah kalian itu sebagai tempat kalian mengerjakan shalat di sana dalam kondisi mencekam, dan kerjakanlah shalat fardhu pada waktu-waktunya. Dan berilah kabar gembira bagi orang-orang Mukmin yang taat kepada Allah dengan kemenangan yang pasti dan pahala besar dari Allah ."

وَقَالَ مُوسَىٰ رَبَّنَآ إِنَّكَ ءَاتَيْتَ فِرْعَوْنَ وَمَلَأَهُۥ زِينَةً وَأَمْوَٰلًا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا رَبَّنَا لِيُضِلُّواْ عَن سَبِيلِكَ ۖ رَبَّنَا ٱطْمِسْ عَلَىٰٓ أَمْوَٰلِهِمْ وَٱشْدُدْ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُواْ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

(88) "Musa berkata, ’Wahai Tuhan kami, sesungguhnya Engkau telah memberi Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya perhiasan dan harta kekayaan dalam kehidupan dunia, wahai Tuhan kami (itu mereka gunakan) untuk menyesatkan (manusia) dari jalanMu. Wahai Tuhan kami, binasakanlah harta benda mereka, dan kunci matilah hati mereka, sehingga mereka tidak beriman hingga mereka melihat siksaan yang pedih'."

Musa berkata, "Wahai Tuhan kami, Engkau telah memberikan kepada Fir'aun dan pembesar-pembesar dari kaumnya perhiasan dari kesenangan dunia, namun mereka tidak bersyukur kepadaMu. Justru mereka mempergunakannya untuk membelokkan (orang) dari jalanMu. Wahai Tuhan kami, hempaskanlah harta kekayaan mereka, agar mereka tidak dapat memanfaatkannya, dan kuncilah hati mereka sehingga tidak dapat terbuka lapang menerima keimanan, maka mereka tidak akan pernah membenarkan sampai melihat langsung siksaan yang dahsyat lagi pedih.

قَالَ قَدْ أُجِيبَت دَّعْوَتُكُمَا فَٱسْتَقِيمَا وَلَا تَتَّبِعَآنِّ سَبِيلَ ٱلَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ

(89) "Allah berfirman, 'Sungguh telah diperkenankan permohonan kalian berdua, sebab itu istiqamahlah kalian pada jalan yang lurus dan janganlah sekali-kali kalian mengikuti jalan orang-orang yang tidak mengetahui'."

Allah berfirman kepada mereka berdua, "Sesungguhnya Aku telah mengabulkan permohonan kalian berdua terkait nasib Fir'aun dan para pembesarnya serta harta kekayaan mereka." Waktu itu Musalah yang berdoa, sedang Harun mengamini doanya. Dari sini, permohonan doa dinisbatkan kepada mereka berdua. "Maka tetap teguhlah kalian di atas agama kalian, dan bertahanlah kalian dalam mendakwahi Fir'aun dan kaumnya untuk mentauhidkan Allah dan taat kepadaNya, dan janganlah kalian berdua menempuh jalan orang-orang yang tidak mengetahui hakikat kebenaran janji dan ancamanKu."

۞ وَجَٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتْبَعَهُمْ فِرْعَوْنُ وَجُنُودُهُۥ بَغْيًا وَعَدْوًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَدْرَكَهُ ٱلْغَرَقُ قَالَ ءَامَنتُ أَنَّهُۥ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا ٱلَّذِىٓ ءَامَنَتْ بِهِۦ بَنُوٓاْ إِسْرَٰٓءِيلَ وَأَنَا۠ مِنَ ٱلْمُسْلِمِينَ

(90) "Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu, lalu mereka diikuti oleh Fir'aun dan bala tentaranya, karena hendak menganiaya dan menindas (mereka); hingga ketika Fir'aun itu telah hampir tenggelam, dia berkata, 'Aku beriman bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali yang diimani oleh Bani Israil, dan aku termasuk orang-orang yang berserah diri (kepada Allah)'."

Kami seberangkan Bani Israil sehingga mereka dapat menyeberangi laut itu. Kemudian Fir'aun dan bala tentaranya mengejar mereka demi melancarkan kezhaliman dan karena permusuhan. Lalu mereka mengarungi laut di belakang mereka. Dan ketika ancaman tenggelam telah meliputi Fir'aun, dia berkata, "Aku beriman, sesungguhnya tiada tuhan yang haq kecuali Dzat yang diimani oleh Bani Israil. Dan aku termasuk orang-orang yang mengesakan lagi berserah diri (kepadaNya) dengan kepatuhan dan ketaatan."

ءَآلْـَٰٔنَ وَقَدْ عَصَيْتَ قَبْلُ وَكُنتَ مِنَ ٱلْمُفْسِدِينَ

(91) "Apakah sekarang (baru kamu beriman), padahal sungguh kamu telah durhaka sejak dahulu, dan kamu termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan?"

Apakah baru sekarang wahai Fir'aun, ketika kematian benar-benar telah mendatangimu, kamu mau mengakui penghambaan diri kepada Allah, sedang kamu telah mendurhakaiNya sebelum turun siksaanNya padamu, dan kamu termasuk orang-orang yang melakukan kerusakan lagi menghambat orang dari jalan Allah?! Karenanya, taubat di saat sakaratul maut dan melihat kematian tidaklah bermanfaat bagimu.

فَٱلْيَوْمَ نُنَجِّيكَ بِبَدَنِكَ لِتَكُونَ لِمَنْ خَلْفَكَ ءَايَةً ۚ وَإِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلنَّاسِ عَنْ ءَايَٰتِنَا لَغَٰفِلُونَ

(92) "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu468 supaya kamu dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia adalah benar-benar orang-orang yang lalai dari tanda-tanda Kuasa Kami."

Hari ini, Kami hendak menjadikan kamu berada di tempat (yang cukup) tinggi di permukaan tanah dengan tubuhmu, agar orang yang mendustakan akan dapat melihatmu dalam kebinasaanmu, supaya kamu menjadi pelajaran bagi manusia sepeninggalmu yang akan memetik pelajaran darimu. Namun kebanyakan dari manusia lalai terhadap hujjah-hujjah Kami dan dalil-dalil nyata Kami, mereka enggan memikirkan dan mengambil pelajaran darinya.


[468] Yang diselamatkan Allah ialah tubuh kasarnya. Menurut sejarah, setelah Fir'aun itu tenggelam, mayatnya terdampar di pantai dan ditemukan oleh orang-orang Mesir, lalu di-balsam, sehingga utuh sampai sekarang dan dapat dilihat di museum Mesir. Selanjutnya lihat Surat al-Baqarah: 50.

وَلَقَدْ بَوَّأْنَا بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ مُبَوَّأَ صِدْقٍ وَرَزَقْنَٰهُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ فَمَا ٱخْتَلَفُواْ حَتَّىٰ جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ

(93) "Dan sungguh Kami telah menempatkan Bani Israil di tempat kediaman yang bagus469 dan Kami beri mereka rizki dari yang baik-baik. Maka mereka tidak berselisih, kecuali setelah ilmu (yang tersebut dalam Taurat) datang kepada mereka. Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antara mereka di Hari Kiamat tentang apa yang mereka perselisihkan itu."

Dan sungguh Kami telah menyediakan bagi Bani Israil tempat tinggal yang baik lagi pilihan di negeri Syam dan Mesir, dan Kami memberikan rizki yang halal lagi baik kepada mereka dari kekayaan-kekayaan bumi yang penuh berkah. Kemudian mereka tidaklah berselisih pendapat terkait perkara agama mereka, kecuali setelah datangnya ilmu kepada mereka yang mewajibkan mereka untuk bersatu padu. Dan termasuk kandungan Taurat tentang berita kenabian Muhammad M. Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, akan menetapkan putusan antara mereka pada Hari Kiamat dan memutuskan dalam perkara yang mereka berselisih di dalamnya tentang hakikat dirimu. Lalu memasukkan orang-orang yang mendustakan ke dalam neraka dan orang-orang Mukmin ke dalam surga.


[469] Maksudnya, negeri Mesir dan negeri Syam.

فَإِن كُنتَ فِى شَكٍّ مِّمَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ فَسْـَٔلِ ٱلَّذِينَ يَقْرَءُونَ ٱلْكِتَٰبَ مِن قَبْلِكَ ۚ لَقَدْ جَآءَكَ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

(94) "Maka jika kamu (wahai Rasul) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelummu. Sungguh telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu."

Maka apabila kamu wahai Rasuk dalam keragu-raguan terhadap hakikat apa yang Kami beritahukan kepadamu, maka tanyalah orang-orang vang membaca al-Kitab sebelummu dari para penganut Taurat dan Injil, karena sesungguhnya perkara itu termuat di dalam kitab-kitab suci mereka. Sesungguhnya telah datang kepadamu kebenaran yang meyakinkan dari Tuhanmu bahwa kamu benar-benar adalah utusan Allah, dan orang-orang Yahudi dan Nasrani sungguh-sungguh mengetahui kebenaran itu dan mereka menjumpai sifat-sifatmu ada di dalam kitab-kitab suci mereka, akan tetapi mereka mengingkarinya. Maka janganlah kamu sekali-kali termasuk orang-orang yang ragu-ragu terhadap kebenaran itu dan hakikatnya.

وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَتَكُونَ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

(95) "Dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah yang menyebabkan kamu termasuk orang-orang yang rugi."

Dan janganlah sekali-kali kamu wahai Rasul, termasuk di antara orang-orang yang mendustakan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti kebenaranNya, akibatnya kamu akan termasuk orang-orang yang merugi, yang Allah akan memurkai mereka dan mereka akan memperoleh siksaanNya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ كَلِمَتُ رَبِّكَ لَا يُؤْمِنُونَ

(96) "Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti kalimat (ketetapan) Tuhanmu terhadap mereka, tidaklah akan beriman "470

Sesungguhnya orang-orang yang pada diri mereka telah berlaku pasti kalimat (ketetapan) Tuhanmu wahai Rasul, untuk menjauhkan mereka dari rahmatNya dan menimpakan siksaanNya bagi mereka, mereka tidak akan mengimani hujjah-hujjah Allah dan tidak mengakui keesaanNya, serta tidak mengerjakan syariatNya,


[470] Maksudnya, orang-orang yang telah ditetapkan Allah di Lauhul Mahfuzh bahwa mereka akan mati dalam kekafiran; selamanya tidak akan beriman.

وَلَوْ جَآءَتْهُمْ كُلُّ ءَايَةٍ حَتَّىٰ يَرَوُاْ ٱلْعَذَابَ ٱلْأَلِيمَ

(97) "meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga mereka menyaksikan azab yang pedih."

walaupun datang kepada mereka setiap nasihat dan pelajaran sampai mereka menyaksikan sendiri siksaan yang pedih. Saat itulah, mereka hendak beriman, padahal keimanan mereka tidak lagi berguna.

فَلَوْلَا كَانَتْ قَرْيَةٌ ءَامَنَتْ فَنَفَعَهَآ إِيمَٰنُهَآ إِلَّا قَوْمَ يُونُسَ لَمَّآ ءَامَنُواْ كَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ ٱلْخِزْىِ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَمَتَّعْنَٰهُمْ إِلَىٰ حِينٍ

(98) "Maka mengapa tidak ada (penduduk) suatu negeri yang beriman (ketika melihat azab Allah), lalu imannya itu bermanfaat baginya kecuali kaum Yunus? Yang tatkala mereka beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu."

Tidak ada satu negeri pun yang beriman setelah menyaksikan siksaan (yang datang), lalu keimanan mereka berguna di saat tersebut selain kaum Yunus bin Matta tatkala mereka meyakini siksaan akan menimpa mereka, mereka bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha. Tatkala tampak jelas keseriusan dari mereka dalam taubat mereka, maka Kami angkat dari mereka siksaan yang menghinakan setelah sudah mendekat kepada mereka, dan membiarkan mereka di dunia bersenang-senang hingga waktu ajal mereka berakhir.

وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ لَءَامَنَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ كُلُّهُمْ جَمِيعًا ۚ أَفَأَنتَ تُكْرِهُ ٱلنَّاسَ حَتَّىٰ يَكُونُواْ مُؤْمِنِينَ

(99) "Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah semua orang yang di muka bumi beriman seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya?"

Dan sekiranya Tuhanmu wahai Rasul, menghendaki keimanan bagi penduduk bumi secara keseluruhan, pastilah mereka akan beriman semuanya kepada risalah yang kamu bawa kepada mereka. Akan tetapi, Dia memiliki hikmah dalam hal tersebut. Dia memberikan hidayah kepada yang Dia kehendaki, dan menyesatkan orang yang dikehendakiNya, sejalan dengan sifat kebijaksanaanNya. Dan bukanlah termasuk kuasamu memaksa manusia untuk beriman.

وَمَا كَانَ لِنَفْسٍ أَن تُؤْمِنَ إِلَّا بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۚ وَيَجْعَلُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

(100) "Dan tidak ada seorang pun akan beriman, kecuali dengan izin Allah; dan Allah menimpakan azab kepada orang-orang yang tidak (berusaha) memahami (perintah dan laranganNya)

Dan tidaklah satu jiwa beriman kepada Allah, kecuali dengan izin Allah dan taufikNya. Maka janganlah kamu memaksakan diri dalam urusan itu, sebab sesungguhnya nasib mereka tergantung kepada Allah. Dan Allah akan menjatuhkan siksaan dan kehinaan pada orang-orang yang tidak mau memahami perintah dan laranganNya.

قُلِ ٱنظُرُواْ مَاذَا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ وَمَا تُغْنِى ٱلْءَايَٰتُ وَٱلنُّذُرُ عَن قَوْمٍ لَّا يُؤْمِنُونَ

(101) "Katakanlah,'Perhatikanlah apa yang ada di langit dan di bumi. Tidaklah bermanfaat tanda-tanda (Kuasa Allah) dan rasul-rasul yang memberi peringatan bagi orang-orang yang tidak beriman"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaummu, "Berpikirlah dan ambillah pelajaran dari apa yang ada di langit dan di bumi yang berisi tanda-tanda Kuasa Allah yang nyata." Akan tetapi, tanda-tanda kuasa, pelajaran-pelajaran, dan rasul-rasul yang memberi peringatan kepada hamba-hamba Allah terhadap siksaanNya, tidak memberikan manfaat bagi kaum yang tidak mengimani apa pun dari perkara-perkara tersebut lantaran sikap berpaling dan penentangan mereka.

فَهَلْ يَنتَظِرُونَ إِلَّا مِثْلَ أَيَّامِ ٱلَّذِينَ خَلَوْاْ مِن قَبْلِهِمْ ۚ قُلْ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

(102) "Mereka tidak menunggu-nunggu, kecuali (kejadian-kejadian) yang sama dengan kejadian-kejadian (yang menimpa) orang-orang yang terdahulu sebelum mereka. Katakanlah, 'Maka tunggulah, sesungguhnya aku pun termasuk orang- orang yang menunggu bersama kalian'."

Tidaklah mereka itu menunggu, kecuali sekedar satu hari (kebinasaan) yang mereka akan menyaksikan padanya siksaan Allah seperti hari- hari (kebinasaan) para pendahulu mereka yang mendustakan yang telah berlalu sebelum mereka. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Maka tunggulah siksaan Allah, sesungguhnya aku bersama kalian termasuk orang-orang yang menunggu siksaan atas kalian."

ثُمَّ نُنَجِّى رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ۚ كَذَٰلِكَ حَقًّا عَلَيْنَا نُنجِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(103) "Kemudian Kami menyelamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman; demikianlah menjadi kewajiban atas Kami menyelamatkan orang- orang yang beriman"

Kemudian Kami menyelamatkan rasul-rasul Kami dan orang-orang beriman yang bersama mereka. Sebagaimana Kami telah menyelamatkan mereka, Kami (juga) menyelamatkan kamu wahai Rasul, dan orang-orang yang beriman kepadamu sebagai bentuk karunia dan rahmat dari Kami.

Dakwah Islam

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِن كُنتُمْ فِى شَكٍّ مِّن دِينِى فَلَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِينَ تَعْبُدُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَٰكِنْ أَعْبُدُ ٱللَّهَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُمْ ۖ وَأُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(104) "Katakanlah, 'Wahai manusia, jika kalian masih dalam keragu-raguan tentang agamaku, maka (ketahuilah, bahwa) aku tidak menyembah yang kalian sembah selain Allah, tetapi aku menyembah Allah yang akan mematikan kalian, dan aku telah diperintahkan supaya termasuk orang-orang yang beriman.'

Katakanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia, "Bila kalian masih dalam keraguan terhadap kebenaran agamaku yang aku mendakwahi kalian kepadanya, yaitu Islam, dan termasuk keteguhan dan istiqamahku, sedang kalian berharap mengalihkan aku darinya, maka sesungguhnya aku tidak beribadah dalam kondisi apa pun kepada apa-apa yang kalian sembah dari berhala-berhala dan patung-patung yang kalian jadikan tuhan-tuhan. Akan tetapi, aku hanya beribadah kepada Allah, Dzat yang mematikan kalian dan mencabut ruh-ruh kalian. Dan aku diperintahkan untuk menjadi orang-orang yang beriman kepadaNya dan melaksanakan syariatNya.

وَأَنْ أَقِمْ وَجْهَكَ لِلدِّينِ حَنِيفًا وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(105) 'Dan (aku telah diperintahkan), 'Hadapkanlah wajahmu kepada agama sebagai seorang yang hanif (lurus)471 dan janganlah sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang musyrik

Dan (aku telah diperintahkan), 'Tegakkanlah dirimu wahai Rasul di atas Islam, dengan selalu lurus di atasnya, tidak condong ke ajaran Yahudi dan Nasrani ataupun penyembahan kepada selainNya. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan tuhan-tuhan dan tandingan-tandingan dalam peribadahan kepada Tuhannya, karena akibatnya kamu akan menjadi bagian dari orang-orang yang binasa.


[471] Yakni, bersih dari syirik dan segala keburukan.

وَلَا تَدْعُ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُكَ وَلَا يَضُرُّكَ ۖ فَإِن فَعَلْتَ فَإِنَّكَ إِذًا مِّنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(106) 'Dan janganlah kamu menyembah apa-apa yang tidak memberi manfaat dan tidak (pula) menimpakan mudarat kepadamu selain Allah; sebab jika kamu berbuat (demikian), maka sesungguhnya kamu kalau begitu termasuk orang- orang yang zhalim"

Dan janganlah kamu wahai Rasul, menyeru selain Allah sesuatu pun dari patung-patung dan berhala-berhala, karena sesungguhnya mereka tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak dapat memberikan mudarat. Kemudian bila kamu melakukannya dan menyerunya selain Allah, maka sesungguhnya kamu termasuk orang-orang yang mempersekutukan Allah, yang berbuat aniaya kepada diri mereka melalui perbuatan syirik dan maksiat'."

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يُرِدْكَ بِخَيْرٍ فَلَا رَآدَّ لِفَضْلِهِۦ ۚ يُصِيبُ بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ

(107) "Jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya kecuali Dia. Dan jika Allah menghendaki kebaikan bagimu, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya. Dia memberikan kebaikan itu kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya. Dan Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dan apabila Allah menimpakan padamu wahai Rasul, sebuah kesulitan atau bencana, maka tidak ada yang kuasa menghilangkannya kecuali Allah Ji. Dan kalau Dia menghendaki kehidupan nyaman bagimu atau kenikmatan, tidak ada seorang pun yang dapat menghambatnya darimu. Allah menimpakan kesenangan dan kesulitan kepada orang yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya. Dan Dia Maha Pengampun terhadap dosa-dosa orang yang bertaubat kepadaNya lagi Maha Penyayang terhadap orang yang beriman dan taat kepadaNya.

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ قَدْ جَآءَكُمُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنِ ٱهْتَدَىٰ فَإِنَّمَا يَهْتَدِى لِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَن ضَلَّ فَإِنَّمَا يَضِلُّ عَلَيْهَا ۖ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ

(108) "Katakanlah,'Wahai manusia, sungguh telah datang kepada kalian kebenaran (al-Qur'an) dari Tuhan kalian, sebab itu, barangsiapa yang mendapat petunjuk, maka sesungguhnya (petunjuk itu) untuk kebaikan dirinya sendiri, dan barangsiapa yang sesat, maka sesungguhnya kesesatannya itu mencelakakan dirinya sendiri. Dan aku bukanlah seorang yang menangani urusan (hidayah) kalian'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada sekalian manusia, "Sungguh telah datang kepada kalian seorang utusan Allah dengan membawa al-Qur'an, yang di dalamnya terdapat penjelasan hidayah bagi kalian. Maka barang- siapa mendapat petunjuk melalui hidayah Allah, maka buah amal baiknya kembali kepada dirinya sendiri. Dan barangsiapa menyimpang dari kebenaran dan bertahan di atas kesesatan, maka kesesatannya dan mudaratnya menjadi tanggungannya sendiri. Dan aku tidak diperintah mengurusi kalian sehingga kalian beriman. Sesungguhnya aku hanyalah seorang utusan penyampai yang menyampaikan kepada kalian risalah yang aku diutus dengannya."

وَٱتَّبِعْ مَا يُوحَىٰٓ إِلَيْكَ وَٱصْبِرْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ

(109) "Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu (wahai Rasul), dan ber- sabarlah hingga Allah memberi keputusan, dan Dia adalah Hakim yang paling baik:

Dan ikutilah wahai Rasul, wahyu Allah yang Dia wahyukan kepadamu, lalu laksanakanlah ia dan bersabarlah menghadapi penentangan orang-orang yang menentangmu dari manusia sampai Allah menentukan keputusanNya terhadap mereka dan terhadapmu. Dan Dia adalah sebaik-baik Penetap keputusan, karena sesungguhnya keputusanNya mencakup keadilan yang sempurna.