Isi Tafsir Al-Qur'an

At Taubah

PENGUMUMAN TENTANG PEMBATALAN PERJANJIAN DAMAI DENGAN KAUM MUSYRIKIN

Kaum Muslimin Bebas Dari Tanggung Jawab Terhadap Perjanjian Dengan Kaum Musyrikin

بَرَآءَةٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(1) "(Inilah pernyataan) sikap anti (berlepas diri) dari Allah dan RasulNya kepada pihak yang kalian telah melakukan perjanjian dengan mereka dari orang- orang musyrik"

Ini adalah (penyataan) sikap anti dari Allah dan RasulNya, dan pengumuman untuk melepaskan diri dari perjanjian-perjanjian yang dahulu terjalin antara kaum Muslimin dengan orang-orang musyrik.

فَسِيحُواْ فِى ٱلْأَرْضِ أَرْبَعَةَ أَشْهُرٍ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُخْزِى ٱلْكَٰفِرِينَ

(2) "Maka berjalanlah kalian (wahai orang-orang musyrik) di muka bumi selama empat bulan, dan ketahuilah bahwasanya kalian tidak akan melemahkan Allah, dan bahwasanya Allah menghinakan orang-orang yang kafir.”

Maka berjalanlah kalian wahai kaum musyrikin, di muka bumi selama empat bulan, kalian bisa pergi ke mana saja kalian suka dalam keadaan aman dari kaum Mukminin. Dan ingatlah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan lolos dari siksaan. Dan sesungguhnya Allah akan menghinakan orang-orang kafir dan membekaskan pada mereka kenistaan di dunia dan neraka di akhirat. Ayat ini berlaku terhadap kalangan yang menjalin perjanjian yang bersifat mutlak, bukan perjanjian yang terdurasi hingga waktu tertentu, atau golongan yang terikat dengan peijanjian selama kurang dari batas empat bulan sehingga dilengkapi masanya hingga empat bulan, atau pihak yang menjalin perjanjian (dengan kaum Muslimin) tetapi melanggarnya.

وَأَذَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦٓ إِلَى ٱلنَّاسِ يَوْمَ ٱلْحَجِّ ٱلْأَكْبَرِ أَنَّ ٱللَّهَ بَرِىٓءٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ۙ وَرَسُولُهُۥ ۚ فَإِن تُبْتُمْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَوَلَّيْتُمْ فَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّكُمْ غَيْرُ مُعْجِزِى ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(3) "Dan (inilah) suatu pemakluman dari Allah dan RasulNya kepada manusia pada Hari Haji Akbar,411 bahwasanya Allah dan RasulNya anti (berlepas diri) dari orang-orang musyrik. Kemudian jika kalian (orang-orang musyrik) bertaubat, maka itu lebih baik bagi kalian; dan jika kalian berpaling, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak dapat melemahkan Allah, dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang kafir (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih."

Dan juga pemberitahuan dari Allah dan RasulNya dan peringatan kepada seluruh umat manusia pada Hari Raya Kurban bahwa sesungguhnya Allah berlepas diri dari kaum musyrikin, dan RasulNya berlepas diri pula dari mereka. Apabila kalian wahai kaum musyrikin, mau menerima kebenaran dan kalian tinggalkan kesyirikan, maka itu lebih baik bagi kalian. Dan apabila kalian terpaling dari kebenaran dan menolak untuk memeluk agama Allah, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian tidak akan pernah lolos dari siksaan Allah. Dan peringatkanlah wahai Rasul orang-orang yang berpaling dari Islam dengan siksaan yang pedih.


[411] Para ulama berbeda pendapat mengenai kata 'Haji Akbar" di sini. Ada yang menafsirkan dengan Hari Arafah (tgl. 9 Dzulhijjah), dan ada juga yang menafsirkan dengan Hari Penyembelihan Hadyu (tgl. 10 Dzulhijjah). Dan yang dimaksud dengan "Hari Haji Akbar" di sini adalah haji pada tahun 9 Hijriah.

إِلَّا ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّم مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ثُمَّ لَمْ يَنقُصُوكُمْ شَيْـًٔا وَلَمْ يُظَٰهِرُواْ عَلَيْكُمْ أَحَدًا فَأَتِمُّوٓاْ إِلَيْهِمْ عَهْدَهُمْ إِلَىٰ مُدَّتِهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

(4) Kecuali orang-orang musyrik yang kalian mengadakan perjanjian (dengan mereka) dan mereka tidak mengurangi sesuatu pun terhadap kalian (dari isi perjanjian) dan tidak (pula) mereka membantu seseorang yang memusuhi kalian, maka terhadap mereka itu, penuhilah perjanjian dengan mereka sampai batas waktu mereka.412 Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

Dikecualikan dan hukum tersebut, orang-orang musyrik yang telah masuk ke dalam perjanjian damai dengan kalian hingga waktu tertentu dan mereka tidak melanggar isi perjanjian, serta tidak membantu siapa pun dan musuh untuk memerangi kalian. Maka sempurnakanlah perjanjian dengan mereka hingga waktunya berakhir. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa, yang menjalankan perkara yang diperintahkan kepada mereka dan menghindari perbuatan syirik, khianat,dan maksiat-maksiat lainnya.


[412] Maksud yang diberi tangguh 4 bulan ialah mereka yang melanggar perjanjian mereka dengan Nabi . Adapun mereka yang tidak melanggar perjanjiannya, maka perjanjian itu diteruskan sampai berakhir masa yang disepakati dalam perjanjian itu. Sesudah berakhir masa itu, maka tidak ada lagi perdamaian dengan orang-orang musyrik.

Pengumuman Perang Terhadap Kaum Musyrikin

فَإِذَا ٱنسَلَخَ ٱلْأَشْهُرُ ٱلْحُرُمُ فَٱقْتُلُواْ ٱلْمُشْرِكِينَ حَيْثُ وَجَدتُّمُوهُمْ وَخُذُوهُمْ وَٱحْصُرُوهُمْ وَٱقْعُدُواْ لَهُمْ كُلَّ مَرْصَدٍ ۚ فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَخَلُّواْ سَبِيلَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(5) "lalu apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu,413 maka perangi orang-orang musyrik di mana saja kalian menjumpai mereka, tangkaplah mereka, kepunglah mereka, dan intailah mereka di setiap tempat pengintaian. Jika mereka bertaubat (dengan masuk Islam), mendirikan shalat, serta menunaikan zakat, maka berikanlah ketehtsaft kepada mereka.414 Sesungguhnya Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Kemudian apabila masa empat bulan yang mana kalian memberikan jaminan keamanan kepada mereka telah berakhir, maka umumkanlah peperangan melawan musuh-musuh Allah di mana pun mereka berada, dan bidiklah mereka dengan mengepung mereka dalam benteng-benteng mereka dan intailah mereka di jalan-jalan mereka. Apabila mereka meninggalkan kekafiran mereka dan masuk ke dalam Islam, serta komitmen dengan ajaran-ajaran Islam, seperti menegakkan shalat dan mengeluarkan zakat, maka biarkanlah mereka; sebab sesungguhnya mereka telah menjelma menjadi saudara-saudara kalian dalam Islam. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun terhadap orang-orang yang bertaubat kepadaNya, lagi Maha Penyayang terhadap mereka.


[413] Yang dimaksud dengan bulan-bulan Haram di sini adalah 4 bulan yang diberi tenggang waktu bagi orang-orang musyrik, yaitu mulai 10 Dzulhijjah (hari turunnya ayat ini) sampai dengan 10 Rabi'ul Akhir.

[414] Maksudnya, menjamin keamanan mereka.

وَإِنْ أَحَدٌ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ ٱسْتَجَارَكَ فَأَجِرْهُ حَتَّىٰ يَسْمَعَ كَلَٰمَ ٱللَّهِ ثُمَّ أَبْلِغْهُ مَأْمَنَهُۥ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْلَمُونَ

(6) "Dan jika seseorang dari orang-orang musyrik itu meminta perlindungan kepadamu, maka berilah perlindungan baginya sehingga dia dapat mendengar Firman Allah, kemudian antarkanlah dia ke tempat yang aman baginya. Yang demikian itu disebabkan mereka kaum yang tidak mengetahui."

Dan apabila salah seorang dari kaum musyrikin yang halal darah dan harta benda mereka meminta masuk ke dalam perlindunganmu wahai Rasul, dan dia ingin merasa aman, maka penuhilah permintaannya itu hingga dia dapat mendengar al-Qur'an al-Karim dan mengetahui petunjuk hidayahnya, kemudian kembalikan dia ke tempat dia berasal dalam keadaan aman. Tindakan tersebut ditujukan untuk menegakkan hujjah di hadapan dirinya. Demikian ini lantaran orang-orang kafir adalah kumpulan manusia-manusia bodoh yang tidak memahami hakikat-hakikat ajaran Islam. Mungkin saja mereka akan memilih Islam ketika ketidaktahuan itu sirna dari mereka.

Sebab-sebab Perjanjian Damai Dibatalkan

كَيْفَ يَكُونُ لِلْمُشْرِكِينَ عَهْدٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ رَسُولِهِۦٓ إِلَّا ٱلَّذِينَ عَٰهَدتُّمْ عِندَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ ۖ فَمَا ٱسْتَقَٰمُواْ لَكُمْ فَٱسْتَقِيمُواْ لَهُمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ يُحِبُّ ٱلْمُتَّقِينَ

(7) "Bagaimana mungkin ada perjanjian (aman) bagi orang-orang musyrik di sisi Allah dan RasulNya? Kecuali orang-orang yang kalian telah mengadakan perjanjian (dengan mereka) di dekat Masjidil Haram,415 maka selama mereka berlaku lurus terhadap kalian, hendaklah kalian berlaku lurus (pula) terhadap mereka. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bertakwa."

Dan tidak sepatutnya kaum musyrikin memiliki perjanjian damai di sisi Allah dan di sisi RasulNya, kecuali orang-orang yang kalian telah mengadakan jalinan perdamaian di dekat Masjidil Haram dalam peristiwa Perdamaian Hudaibiyah. Selama mereka tegak menepati isi perjanjian dengan kalian, maka tetaplah kalian menepati terhadap mereka seperti itu. Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertakwa yang memenuhi perjanjian-perjanjian mereka.


[415] Yang dimaksud dengan dekat Masjidil Haram ialah Hudaibiyah, suatu tempat yang terletak dekat Makkah di jalan menuju Madinah. Di situlah Nabi mengadakan perjanjian gencatan senjata dengan kaum musyrikin dalam masa 10 tahun.

كَيْفَ وَإِن يَظْهَرُواْ عَلَيْكُمْ لَا يَرْقُبُواْ فِيكُمْ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ يُرْضُونَكُم بِأَفْوَٰهِهِمْ وَتَأْبَىٰ قُلُوبُهُمْ وَأَكْثَرُهُمْ فَٰسِقُونَ

(8) "Bagaimana mungkin (ada perjanjian demikian), padahal jika mereka memperoleh kemenangan terhadap kalian, mereka tidak memelihara hubungan kekerabatan terhadap kalian dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Mereka menyenangkan hati kalian dengan mulut mereka, sedang hati mereka menolak. Dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik (tidak menepati perjanjian)."

Sesungguhnya karakter kaum musyrikin adalah mereka akan patuh dengan perjanjian-perjanjian selama kemenangan menjadi milik pihak lain. Namun, apabila mereka merasa kuat di atas kaum Mukminin, maka mereka tidak akan mengindahkan hubungan kerabat dan perjanjian yang ada. Maka janganlah kalian teperdaya dengan gaya interaksi mereka kepada kalian ketika mereka takut terhadap kalian. Sebab sesungguhnya mereka itu melontarkan ucapan dengan lisan-lisan mereka agar kalian suka kepada mereka. Akan tetapi, hati mereka menolaknya. Dan kebanyakan dari mereka keras terhadap Islam lagi melanggar perjanjian.

ٱشْتَرَوْاْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ ثَمَنًا قَلِيلًا فَصَدُّواْ عَن سَبِيلِهِۦٓ ۚ إِنَّهُمْ سَآءَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(9) "Mereka memperjualbelikan ayat-ayat Allah dengan harga yang sedikit, lalu mereka menghalangi (manusia) dari jalanNya. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan itu."

Mereka menukarkan ayat-ayat Allah dengan kekayaan dunia yang tidak bernilai, lalu mereka menghalangi orang-orang yang berkeinginan masuk Islam dari memeluknya. Maka alangkah buruk ulah mereka dan itulah seburuk-buruk perbuatan.

لَا يَرْقُبُونَ فِى مُؤْمِنٍ إِلًّا وَلَا ذِمَّةً ۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُعْتَدُونَ

(10) "Mereka tidak memelihara (hubungan) kekerabatan dengan orang-orang Mukmin dan tidak (pula mengindahkan) perjanjian. Dan mereka itulah orang" orang yang melampaui batas."

Sesungguhnya orang-orang musyrik adalah musuh yang memerangi keimanan dan orang-orang yang menganutnya. Mereka tidak ambil peduli sama sekali terhadap hubungan kekerabatan dengan seorang Mukmin dan perjanjiannya. Dan sikap mereka adalah memusuhi dan tertindak zhalim.

فَإِن تَابُواْ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَوُاْ ٱلزَّكَوٰةَ فَإِخْوَٰنُكُمْ فِى ٱلدِّينِ ۗ وَنُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(11) "Jika mereka bertaubat (dengan masuk Islam), mendirikan shalat dan menunaikan zakat. maka (mereka itu) adalah saudara-saudara kalian seagama. Dan Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi kaum yang mengetahui."

Apabila mereka menanggalkan peribadahan kepada selain Allah, dan mengucapkan kalimat tauhid, serta terpegang teguh dengan ajaran- ajaran syariat Islam, seperti menegakkan shalat dan membayar zakat, maka sesungguhnya mereka itu adalah saudara-saudara kalian dalam Islam. Dan Kami menerangkan ayat-ayat dan menjelaskannya bagi kaum yang mau mengambil manfaat darinya.

وَإِن نَّكَثُوٓاْ أَيْمَٰنَهُم مِّنۢ بَعْدِ عَهْدِهِمْ وَطَعَنُواْ فِى دِينِكُمْ فَقَٰتِلُوٓاْ أَئِمَّةَ ٱلْكُفْرِ ۙ إِنَّهُمْ لَآ أَيْمَٰنَ لَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَنتَهُونَ

(12) Jika mereka melanggar sumpah (janji) mereka sesudah mereka berjanji, dan mereka mencerca agama kalian, maka perangi pemimpin-pemimpin orang- orang kafir itu, karena sesungguhnya mereka itu adalah orang-orang yang tidak dapat di pegang janjinya; agar mereka berhenti."

Sungguhnya pelanggaran mereka terhadap kandungan perjanjian-perjanjian yang telah kalian jalin kuat dengan mereka, dan mereka menampakkan celaan terhadap agama Islam, maka perangilah mereka. Sungguhnya mereka itu gembong-gembong kesesatan, tidak ada perjanjian dan perlindungan bagi mereka, hingga mereka terhenti dari kekafiran mereka dan permusuhan mereka terhadap Islam.

أَلَا تُقَٰتِلُونَ قَوْمًا نَّكَثُوٓاْ أَيْمَٰنَهُمْ وَهَمُّواْ بِإِخْرَاجِ ٱلرَّسُولِ وَهُم بَدَءُوكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ ۚ أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَٱللَّهُ أَحَقُّ أَن تَخْشَوْهُ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(13) "Mengapa kalian tidak memerangi orang-orang yang melanggar sumpah (janji) mereka, padahal mereka telah berkeinginan keras untuk mengikir Rasul dan merekalah yang pertama kali memulai memerangi kalian ? Mengapa kalian takut kepada mereka? Padahal Allah-lah yang berhak untuk kalian takuti, jika kalian (benar-benar) orang-orang yang beriman."

Janganlah kalian ragu-ragu untuk memerangi kaum yang telah melanggar perjanjian-perjanjian mereka dan melakukan pengusiran terhadap Rasul dari Makkah, sedang mereka itulah pihak yang memulai untuk mengganggu kalian terlebih dahulu. Apakah kalian takut kepada mereka dan takut berjumpa dengan mereka dalam pertempuran? Allah-lah yang lebih pantas kalian takuti bila kalian benar-benar orang-orang Mukmin.

قَٰتِلُوهُمْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ بِأَيْدِيكُمْ وَيُخْزِهِمْ وَيَنصُرْكُمْ عَلَيْهِمْ وَيَشْفِ صُدُورَ قَوْمٍ مُّؤْمِنِينَ

(14) "Perangilah mereka, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan (perantaraan) tangan-tangan kalian dan Allah akan menghinakan mereka dan menolong kalian terhadap mereka, serta melegakan hati orang-orang yang beriman."

Wahai orang-orang Mukmin, perangilah musuh-musuh Allah, niscaya Allah akan menyiksa mereka melalui tangan-tangan kalian dan menghinakan mereka dengan kekalahan dan kenistaan duniawi, dan memenangkan kalian atas mereka, dan meninggikan kalimatNya, serta mendatangkan rasa lega di hati kalian dengan kekalahan mereka yang telah tersusupi rasa kesedihan dan kecemasan akibat tipu daya kaum musyrikin.

وَيُذْهِبْ غَيْظَ قُلُوبِهِمْ ۗ وَيَتُوبُ ٱللَّهُ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(15) "dan menghilangkan kemarahan hati mereka. Dan Allah menerima taubat orang yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Dan Dia juga akan menghilangkan amarah dari hati kaum Mukminin. Dan orang yang bertaubat dari para penentang itu, maka sesungguhnya Allah akan menerima taubat orang yang dikehendakiNya. Dan Allah Maha Mengetahui keseriusan kejujuran orang yang bertaubat, juga Mahabijaksana dalam pengaturanNya, perbuatanNya dan peletakan ajaran-ajaran syariatNya bagi hamba-hambaNya.

Ujian Keimanan

أَمْ حَسِبْتُمْ أَن تُتْرَكُواْ وَلَمَّا يَعْلَمِ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ جَٰهَدُواْ مِنكُمْ وَلَمْ يَتَّخِذُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلَا رَسُولِهِۦ وَلَا ٱلْمُؤْمِنِينَ وَلِيجَةً ۚ وَٱللَّهُ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ

(16) "Apakah kalian mengira bahwa kalian akan dibiarkan Ibegim saja), padahal Allah belum mengelabui (secara riil)416. Orang-orang yang berjihad di antara kalian dan orang-orang yang tidak mengambil selain Allah, RasulNya, dan orang-orang yang beriman menjadi teman setia? Dan Aliah Mahateliti terhadap apa yang kalian kerjakan."

Di antara Sunnatullah adalah datangnya cobaan (dariNya). Maka janganlah kalian beranggapan wahai kaum Mukminin bahwa Allah akan membiarkan kalian tanpa cobaan; agar Allah mengetahui dengan tampak orang-orang yang ikhlas di dalam jihad mereka dan tidak menjadikan selain Allah dan RasulNya serta kaum Mukminin teman dekat dan pelindung. Dan Allah Maha Mengetahui seluruh amal perbuatan kalian dan akan memberikan balasan kepada mereka dengan itu.


[416] Lihat catatan kaki Surat Ali-Imran: 142.

Orang-orang yang Layak Memakmurkan Masjid-masjid

مَا كَانَ لِلْمُشْرِكِينَ أَن يَعْمُرُواْ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ شَٰهِدِينَ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِم بِٱلْكُفْرِ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ وَفِى ٱلنَّارِ هُمْ خَٰلِدُونَ

(17) ”Tidaklah pantas orang-orang masyrik itu memakmurkan masjid-masjid Allah, padahal mereka mengakui bahwa mereka sendiri adalah kafir. Mereka itu adalah orang-orang yang gugur amal-amal mereka, dan mereka itu kekal di dalam neraka."

Bukanlah termasuk urusan kaum musyrikin, memakmurkan masjid-masjid Allah, sedang mereka mengungkapkan dengan terang-terangan kekafiran kepada Allah dan mengadakan sekutu-sekutu bagiNya. Orang-orang musyrik itu telah terhapus amal-amal perbuatan mereka pada Hari Kiamat, dan tempat kembali mereka adalah keabadian di dalam neraka.

إِنَّمَا يَعْمُرُ مَسَٰجِدَ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَأَقَامَ ٱلصَّلَوٰةَ وَءَاتَى ٱلزَّكَوٰةَ وَلَمْ يَخْشَ إِلَّا ٱللَّهَ ۖ فَعَسَىٰٓ أُوْلَٰٓئِكَ أَن يَكُونُواْ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

(18) "Sesungguhnya yang memakmurkan masjid-masjid Allah banklah orang, orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, mendirikan shalat, menunaikan sakat dan tidak takut (kepada siapa pun) selain kepada Allah, maka mudah, mudahan mereka termasuk orang-orang yang mendaki petunjuk."

Tidaklah memberikan perhatian terhadap ramah-rumah Allah dan menyemarakkannya, kecuali orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir dan menegakkan shalat, membayar zakat dan tidak takut kepada celaan orang yang mencaci di jalan Allah. Orang-orang yang memakmurkan (masjid-masjid Allah) itulah orang-orang yang memperoleh hidayah menuju kebenaran.

۞ أَجَعَلْتُمْ سِقَايَةَ ٱلْحَآجِّ وَعِمَارَةَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ كَمَنْ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَجَٰهَدَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ لَا يَسْتَوُۥنَ عِندَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(19) "Apakah (orang-orang) yang memberi minum kepada orang-orang yang mengerjakan haji dan mengurus Masjidil Haram, kalian samakan dengan orang- orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir serta berjihad di jalan Allah ? Mereka tidak sama di sisi Allah. Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."417

Apakah kalian wahai kaum, menjadikan tanggung jawab yang kalian laksanakan berupa memberi minum bagi orang-orang yang mengerjakan haji dan memakmurkan Masjidil Haram setara dengan keimanan orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir dan berjihad di jalan Allah? Tidaklah sama keadaan orang-orang Mukminin dan keadaan orang-orang kafir di sisi Allah. Sebab Allah sesungguhnya tidak menerima amalan tanpa didasari oleh keimanan. Dan Allah tidak memberikan taufik untuk mengerjakan amal-amal kebaikan bagi kaum yang berbuat kezhaliman terhadap diri mereka dengan kekafiran.


[417] Ayat ini diturunkan untuk membantah anggapan bahwa memberi minum para haji dan mengurus Masjidil Haram lebih utama daripada beriman kepada Allah dan berhijrah dijalanNya.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ أَعْظَمُ دَرَجَةً عِندَ ٱللَّهِ ۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ

(20) "Orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan mereka itulah orang-orang yang mendapatkan kemenangan."

Orang-orang yang beriman dan meninggalkan negeri kafir untuk menuju negeri Islam dan mereka telah mengorbankan harta benda dan jiwa mereka di dalam jihad untuk menegakkan kalimat Allah, mereka itu adalah orang-orang yang paling agung derajatnya di sisi Allah, dan merekalah orang-orang yang menang dengan memperoleh keridhaanNya.

يُبَشِّرُهُمْ رَبُّهُم بِرَحْمَةٍ مِّنْهُ وَرِضْوَٰنٍ وَجَنَّٰتٍ لَّهُمْ فِيهَا نَعِيمٌ مُّقِيمٌ

(21) "Tuhan mereka memberikan kabar gembira bagi mereka dengan rahmat dariNya, keridhaan dan surga-surga, di mana di dalamnya mereka memperoleh kenikmatan yang kekal,"

Sesungguhnya orang-orang Mukmin yang berhijrah itu, bagi mereka berita gembira dari Tuhan mereka dengan rahmat luas dan keridhaan yang tidak ada kemurkaan setelah itu. Dan tempat kembali mereka adalah menuju surga abadi dan kenikmatan yang langgeng.

خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

(22) "mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Sesungguhnya di sisi Allah ada pahala yang besar,"

Mereka tinggal berada di dalam surga-surga itu dengan kekal, tanpa ada waktu penghujung lamanya mereka tinggal dan menikmati kenikmatan. Itu adalah balasan dari apa yang telah mereka perbuat dari berbagai macam ketaatan dan amal shalih di kehidupan dunia mereka. Sesungguhnya Allah di sisiNya terdapat pahala besar bagi orang yang beriman dan beramal shalih dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَتَّخِذُوٓاْ ءَابَآءَكُمْ وَإِخْوَٰنَكُمْ أَوْلِيَآءَ إِنِ ٱسْتَحَبُّواْ ٱلْكُفْرَ عَلَى ٱلْإِيمَٰنِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(23) "Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian menjadikan bapak-bapak dan saudara-saudara kalian sebagai pemimpin-pemimpin, jika mereka lebih mencintai kekafiran daripada keimanan. Dan barangsiapa di antara kalian menjadikan mereka sebagai pemimpin-pemimpin, maka mereka itulah orang- orang yang zhalim."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, janganlah kalian menjadikan kaum kerabat kalian seperti ayah, saudara dan lain-lain sebagai pemimpin-pemimpin yang kalian membocorkan kepada mereka rahasia-rahasia kaum Muslimin dan bertukar pikiran dengan mereka dalam urusan-urusan kalian, selama mereka masih bertahan di atas kekafiran dan memusuhi Islam. Dan barangsiapa menjadikan mereka sebagai para pemimpin dan menyodorkan kasih sayang kepada mereka, sungguh dia telah bermaksiat kepada Allah dan menzhalimi diri sendiri dengan kezhaliman yang besar.

قُلْ إِن كَانَ ءَابَآؤُكُمْ وَأَبْنَآؤُكُمْ وَإِخْوَٰنُكُمْ وَأَزْوَٰجُكُمْ وَعَشِيرَتُكُمْ وَأَمْوَٰلٌ ٱقْتَرَفْتُمُوهَا وَتِجَٰرَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَمَسَٰكِنُ تَرْضَوْنَهَآ أَحَبَّ إِلَيْكُم مِّنَ ٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَجِهَادٍ فِى سَبِيلِهِۦ فَتَرَبَّصُواْ حَتَّىٰ يَأْتِىَ ٱللَّهُ بِأَمْرِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(24) "Katakanlah, 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, dan sanak keluarga kalian, serta harta kekayaan yang kalian usuhakan, perniagaan yang kalian khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai, (adalah) lebih kalian cintai daripada Allah dan RasulNya, serta (dari) berjihad dijalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputasanNya.' Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum Mukminin, "Sesungguhnya bila kalian lebih mengutamakan ayah-ayah, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum kerabat dan harta benda yang kalian kumpulkan dan perniagaan yang kalian khawatirkan tidak laku dan rumah-rumah nyaman yang kalian tinggali, bila kalian lebih mengutamakan semua itu daripada cinta kepada Allah dan cinta kepada RasulNya serta jihad di jalanNya, maka tunggulah siksaan Allah dan sanksiNya yang akan menimpa kalian." Dan Allah tidak memberikan taufik kepada orang-orang yang keluar dari ketaatan kepadaNya.

Umat Islam Mendapat Kemenangan Dalam Pelbagai Pertempuran

لَقَدْ نَصَرَكُمُ ٱللَّهُ فِى مَوَاطِنَ كَثِيرَةٍ ۙ وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْـًٔا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

(25) "Sungguh Allah telah menolong kalian (wahai orang-orang Mukmin) di banyak tempat, dan (ingatlah) pada hari Perang Hunain, yaitu ketika banyaknya jumlah kalian membuat kalian bangga maka jumlah yang banyak itu tidak berguna bagi kalian sedikit pun, dan bumi yang luas menjadi (terasa) sempit bagi kalian, kemudian kalian berbalik ke belakang dan lari tunggang langgang."

Sesungguhnya Allah telah menurunkan pertolonganNya kepada kalian dalam peperangan yang banyak, tatkala kalian menempuh usaha-usaha dan bertawakal kepada Allah. Dan pada hari Perang Hunain kalian berkata, "Hari ini kita tidak akan kalah karena jumlah pasukan yang sedikit." Jumlah pasukan yang banyak memperdayai kalian dan tidak mendatangkan manfaat bagi kalian, dan musuh terhasil memukul mundur kalian, sehingga kalian tidak menemukan tempat berlindung di muka bumi yang luas ini. Kalian berlari-lari terpukul mundur.

ثُمَّ أَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ وَعَلَى ٱلْمُؤْمِنِينَ وَأَنزَلَ جُنُودًا لَّمْ تَرَوْهَا وَعَذَّبَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۚ وَذَٰلِكَ جَزَآءُ ٱلْكَٰفِرِينَ

(26) "Kemudian Allah menurunkan ketenangan dariNya kepada RasulNya dan kepada orang-orang yang beriman, dan Allah telah menurunkan bala tentara yang kalian tidak melihatnya, dan Dia menimpakan azab kepada orang-orang kafir, dan itulah balasan bagi orang-orang yang kafir."

Kemudian Allah menurunkan ketentraman pada RasulNya dan pada kaum Mukminin sehingga mereka dapat bertahan kuat, dan Dia mengirimkan bantuan dengan bala tentara dari malaikat yang belum pernah mereka saksikan, kemudian Dia memenangkan mereka atas musuh-musuh mereka dan menyiksa orang-orang yang kafir. Itulah hukuman Allah bagi orang yang menghalangi (orang lain) dari jalanNya lagi mendustakan RasulNya.

ثُمَّ يَتُوبُ ٱللَّهُ مِنۢ بَعْدِ ذَٰلِكَ عَلَىٰ مَن يَشَآءُ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(27) "Kemudian sesudah itu Allah menerima taubat dari orang yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dan barangsiapa meninggalkan kekafirannya setelah itu dan masuk Islam, maka sesungguhnya Allah akan menerima taubat siapa saja yang dikehendakiNya dari mereka, lalu Dia akan mengampuni dosanya Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّمَا ٱلْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ فَلَا يَقْرَبُواْ ٱلْمَسْجِدَ ٱلْحَرَامَ بَعْدَ عَامِهِمْ هَٰذَا ۚ وَإِنْ خِفْتُمْ عَيْلَةً فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦٓ إِن شَآءَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(28) "Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya orang-orang musyrik itu najis,418 maka janganlah mereka mendekati Masjidil Haram419 sesudah tahun ini.420 Dan jika kalian khawatir menjadi miskin (karena orang-orang kafir tidak datang), maka Allah nanti akan memberi kekayaan kepada kalian dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Wahai sekalian kaum Mukminin, sesungguhnya orang-orang musyrik adalah najis dan kotor, maka janganlah kalian memberikan kesempatan bagi mereka untuk mendekati Masjidil Haram setelah tahun kesembilan dari hijrah ini. Apabila kalian khawatir akan kemiskinan karena berhentinya perniagaan mereka, maka sesungguhnya Allah akan menggantikannya bagi kalian, dan mencukupi kalian melalui sebagian dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui kebutuhan kalian, lagi Mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan kalian.


[418] Najis di sini adalah najis maknawi, maka maksudnya adalah bahwa jiwa orang-orang musyrik itu kotor, karena menyekutukan Allah .

[419] Maksudnya, kaum musyrikin itu tidak boleh masuk daerah haram, haik untuk keperluan haji dan umrah atau untuk keperluan yang lain Dan menurut sebagian ahli tafsir, maksudnya, mereka tidak dibenarkan mengerjakan haji dan umrah.

[420] Yakni, setelah tahun 9 hijrah.

قَٰتِلُواْ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُواْ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

(29) "Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula beriman) kepada Hari Akhir dan mereka tidak mengharamkan apa yang di-haramkan oleh Allah dan RasulNya, dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), dari orang-orang yang telah diberikan kitab, sehingga mereka membayar jizyah421 dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk"

Wahai kaum Muslimin, perangilah orang-orang kafir yang tidak beriman kepada Allah dan tidak beriman kepada Hari Kebangkitan dan Pembalasan amal, dan tidak menjauhi apa yang dilarang oleh Allah dan RasulNya, serta tidak berkomitmen dengan hukum-hukum Islam, dari kalangan Yahudi dan Nasrani, sampai mereka mau membayar jizyah yang kalian wajibkan atas mereka dengan tangan mereka sendiri dalam keadaan hina lagi rendah diri.


[421] Jizyah ialah pajak per kepala yang dipungut oleh pemerintah Islam dari orang-orang yang bukan Islam dari kalangan Ahli Kitab dan kaum Majusi, sebagai imbalan bagi jaminan keamanan diri mereka.

Kepercayaan Orang-orang Yahudi dan Orang-orang Nasrani, serta Sikap-sikap Mereka

وَقَالَتِ ٱلْيَهُودُ عُزَيْرٌ ٱبْنُ ٱللَّهِ وَقَالَتِ ٱلنَّصَٰرَى ٱلْمَسِيحُ ٱبْنُ ٱللَّهِ ۖ ذَٰلِكَ قَوْلُهُم بِأَفْوَٰهِهِمْ ۖ يُضَٰهِـُٔونَ قَوْلَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَبْلُ ۚ قَٰتَلَهُمُ ٱللَّهُ ۚ أَنَّىٰ يُؤْفَكُونَ

(30) ”Orang-orang Yahudi berkata, 'Uzair itu putra Allah,' dan orang-orang Nasrani berkata, 'Al-Masih itu putra Allah'. Demikian itulah ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir terdahulu. Allah memerangi (melaknat) mereka; bagaimana mereka sampai dipalingkan (dari kebenaran)?"

Sungguh kaum Yahudi telah berbuat syirik kepada Allah ketika mereka beranggapan bahwa Uzair adalah putra Allah, dan kaum Nasrani telah menyekutukan Allah ketika mereka mengklaim bahwa al-Masih adalah putra Allah. Pernyataan ini mereka ada-adakan dari diri mereka sendiri. Dengan itu, mereka menyerupai keyakinan kaum musyrikin sebelum mereka. Semoga Allah memerangi kaum musyrikin semuanya, sebab bagaimana mereka berpaling dari kebenaran menuju kebatilan?

ٱتَّخَذُوٓاْ أَحْبَارَهُمْ وَرُهْبَٰنَهُمْ أَرْبَابًا مِّن دُونِ ٱللَّهِ وَٱلْمَسِيحَ ٱبْنَ مَرْيَمَ وَمَآ أُمِرُوٓاْ إِلَّا لِيَعْبُدُوٓاْ إِلَٰهًا وَٰحِدًا ۖ لَّآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(31) "Mereka menjadikan orang-orang alim dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan-tuhan selain Allah,422 dan (mereka juga menuhankan) al-Masih putra Maryam; padahal mereka tidak diperintahkan kecuali menyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Mahasuci Dia dari apa yang mereka persekutukan."

Kaum Yahudi dan Nasrani telah mengangkat para ulama dan para ahli ibadah mereka sebagai tuhan-tuhan yang menggariskan hukum-hukum syariat bagi mereka, lalu mereka memeganginya dengan teguh dan meninggalkan ajaran-ajaran syariat Allah. Dan mereka telah menjadikan Isa putra Maryam sebagai sesembahan yang mereka sembah. Padahal Allah sesungguhnya telah memerintahkan mereka semua untuk bertauhid dan beribadah hanya kepada Tuhan Yang Satu, tiada sesembahan yang berhak diibadahi kecuali Dia. Mahabersih dan Mahasuci Allah dari apa yang dibuat-buat oleh pembela kesyirikan dan penganut kesesatan.


[422] Maksudnya, mereka mematuhi ajaran-ajaran orang-orang alim dan rahib-rahib mereka dengan membabi buta, meskipun orang-orang alim dan rahib-rahib itu menghalalkan yang haram atau mengharamkan yang halal.

يُرِيدُونَ أَن يُطْفِـُٔواْ نُورَ ٱللَّهِ بِأَفْوَٰهِهِمْ وَيَأْبَى ٱللَّهُ إِلَّآ أَن يُتِمَّ نُورَهُۥ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْكَٰفِرُونَ

(32) "Mereka ingin memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan- ucapan) mereka, dan Allah menolak (tidak menghendaki) selain menyempurnakan cahaya (agama) Nya, walaupun orang-orang kafir benci."

Orang-orang kafir menghendaki untuk memberangus agama Islam dan mematahkan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti nyata tentang tauhid yang dibawa oleh Muhammad . Dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan agamaNya dan mengunggulkannya serta meninggikan kalimatNya, meskipun orang-orang yang ingkar tidak menyukainya.

هُوَ ٱلَّذِىٓ أَرْسَلَ رَسُولَهُۥ بِٱلْهُدَىٰ وَدِينِ ٱلْحَقِّ لِيُظْهِرَهُۥ عَلَى ٱلدِّينِ كُلِّهِۦ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُشْرِكُونَ

(33) "Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Qur'an) dan agama yang benar, untuk dimenangkanNya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik benci."

Dia-lah yang telah mengutus RasulNya, Muhammad dengan membawa al-Qur'an dan agama Islam, untuk meninggikannya di atas selunth agama yang ada, kendatipun kaum musyrikin membenci agama yang haq ini -Islam- dan kemenangannya di atas seluruh agama.

۞ يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِنَّ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْأَحْبَارِ وَٱلرُّهْبَانِ لَيَأْكُلُونَ أَمْوَٰلَ ٱلنَّاسِ بِٱلْبَٰطِلِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۗ وَٱلَّذِينَ يَكْنِزُونَ ٱلذَّهَبَ وَٱلْفِضَّةَ وَلَا يُنفِقُونَهَا فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَبَشِّرْهُم بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(34) " Wahai orang-orang beriman, sesungguhnya banyak dari orang-orang alim (Yahudi) dan rahib-rahib (Nasrani) benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil, dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak serta tidak menginfakkannya dijalan Allah, maka sampaikanlah kabar gembira kepada mereka dengan azab yang pedih,"

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan mengikuti RasulNya serta melaksanakan syariatNya, sesungguhnya kebanyakan dari tokoh agama Ahli Kitab dan para ahli ibadah mereka benar-benar mengambil harta manusia dengan cara yang tidak benar, seperti melalui sogokan dan lainnya, dan mereka menghalangi manusia dari memeluk agama Islam, serta menghambat jalan menuju Allah. Dan orang-orang yang menahan harta, dan tidak membayarkan zakatnya serta tidak mengeluarkan hak-hak yang wajib darinya, maka berilah mereka kabar gembira dengan siksaan yang pedih.

يَوْمَ يُحْمَىٰ عَلَيْهَا فِى نَارِ جَهَنَّمَ فَتُكْوَىٰ بِهَا جِبَاهُهُمْ وَجُنُوبُهُمْ وَظُهُورُهُمْ ۖ هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنفُسِكُمْ فَذُوقُواْ مَا كُنتُمْ تَكْنِزُونَ

(35) "pada hari ketika emas dan perak itu dipanaskan di dalam Neraka Jahanam, lalu dahi, lambung, dan punggung mereka disetrika dengannya, (lalu dikatakan kepada mereka), 'Inilah harta benda yang kalian simpan untuk diri kalian sendiri, maka rasakanlah sekarang (akibat dari) apa yang kalian simpan itu'."

Pada Hari Kiamat akan diletakkan lempengan-lempengan emas dan perak di dalam neraka. Apabila panasnya sudah membara, maka dahi-dahi, lambung-lambung, dan punggung-punggung mereka dibakar dengannya, dan dikatakan kepada mereka sebagai celaan bagi mereka, "Ini adalah harta yang dahulu kalian tahan dan kalian menolak mengeluarkan hak-hak Allah darinya, maka rasakanlah siksaan pedih ini dikarenakan kalian menyimpan dan menahannya."

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُواْ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُواْ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةً كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةً ۚ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

(36) "Sesungguhnya bilangan bulan di sisi Allah adalah dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram.423 Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian sendiri424 dalam bulan yang empat itu, dan perangilah orang-orang musyrik itu semuanya sebagaimana mereka memerangi kalian semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa."

Sesungguhnya jumlah bilangan bulan-bulan dalam hukum Allah dan dalam catatan yang tertulis di Lauhul Mahfuzh ada dua belas bulan ketika Allah menciptakan langit dan bumi. Di antaranya ada empat bulan haram yang Allah mengharamkan peperangan di dalamnya (yaitu, Bulan Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharam dan Rajab). Demikianlah agama yang lurus. Maka janganlah kalian menzhalimi diri kalian di dalam bulan-bulan tersebut lantaran tingkat keharamannya bertambah dan dikarenakan perbuatan zhalim padanya lebih parah dibandingkan di bulan selainnya, bukan berarti kezhaliman di bulan lain hukumnya boleh. Dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka telah memerangi kalian semua. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dengan dukungan dan pertolonganNya.


[423] Yaitu. Bulan Dzulqa'dah٠ Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab.

[424] Maksudnya, janganlah kalian menzhalimi diri kalian dengan mengerjakan perbuatan yang dilarang, seperti melanggar kehormatan bulan itu dengan mengadakan peperangan.

إِنَّمَا ٱلنَّسِىٓءُ زِيَادَةٌ فِى ٱلْكُفْرِ ۖ يُضَلُّ بِهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُحِلُّونَهُۥ عَامًا وَيُحَرِّمُونَهُۥ عَامًا لِّيُوَاطِـُٔواْ عِدَّةَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ فَيُحِلُّواْ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ ۚ زُيِّنَ لَهُمْ سُوٓءُ أَعْمَٰلِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْكَٰفِرِينَ

(37) "Sesungguhnya pengunduran (bulan-bulan haram) itu425 adalah menambah kekafiran, di mana orang-orang kafir disesatkan dengannya; mereka menghalalkannya pada suatu tahun dan mengharamkannya di tahun yang lain, agar mereka dapat menyesuaikan dengan bilangan (bulan) yang diharamkan Allah, maka mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Perbuatan-perbuatan buruk mereka dijadikan baik dalam pandangan mereka (oleh setan). Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang kafir.”

Sesungguhnya budaya yang dahulu dilakukan oleh bangsa Arab di masa jahiliyah, berupa penghormatan terhadap empat bulan dalam setahun, dengan menghormati jumlahnya yang empat saja, tanpa menentukannya dengan nama-nama bulan yang telah Allah haramkan, di mana mereka mengundurkan sebagiannya dan memajukan sebagian yang lain dan menggantikannya dengan bulan-bulan yang halal yang mereka kehendaki, sesuai dengan kebutuhan mereka terhadap peperangan, sesungguhnya tindakan tersebut merupakan bentuk tambahan dalam kekafiran. Dengan itu, setan menyesatkan orang-orang kafir. Mereka menghalalkan bulan-bulan yang mereka tunda pengharamannya dalam suatu tahun dan mengharamkannya pada tahun yang lain, tujuannya agar mereka dapat menyelaraskannya dengan jumlah empat bulan, akibatnya mereka menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Setan telah menjadikan mereka memandang baik terhadap perbuatan-perbuatan buruk. Dan Allah tidak memberikan taufik kepada kaum kafir menuju kebenaran dan jalan lurus.


[425] Yakni, Dzulqa'dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab, di mana tidak boleh diadakan peperangan. Tetapi peraturan ini dilanggar oleh orang-orang jahiliyah dengan mengadakan peperangan di Bulan Muharram, misalnya, dan menjadikan Bulan Shafar sebagai bulan haram untuk mengganti Bulan Muharram itu. Sekallpun bilangan bulan-bulan yang haram Itu tetap empat bulan juga, tetapi ini adalah tentuk pelanggaran terhadap syariat Allah dan dengan perbuatan itu, tata tertib di Jazirah Arab menjadi kacau dan lalu lintas perdagangan terganggu.

KISAH PERANG TABUK
Perintah Untuk Berjihad

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَا لَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ ٱنفِرُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ٱثَّاقَلْتُمْ إِلَى ٱلْأَرْضِ ۚ أَرَضِيتُم بِٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا مِنَ ٱلْءَاخِرَةِ ۚ فَمَا مَتَٰعُ ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا فِى ٱلْءَاخِرَةِ إِلَّا قَلِيلٌ

(38) ”Wahai orang-orang beriman, mengapa apabila dikatakan kepada kalian 'Berangkatlah (untuk berperang) dijalan Allah.' kalian merasa berat dan ingin tinggal di tempat kalian? Apakah kalian puas dengan kehidupan dunia dan tidak mempedulikan kehidupan akhirat? Padahal, kenikmatan hidup di dunia (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, mengapa kalian bila diserukan kepada kalian, ”Keluarlah kalian menuju jihad di jalan Allah untuk memerangi musuh-musuh kalian”, kalian kurang semangat dan tetap terada di rumah-rumah kalian? Apakah kalian lebih mengutamakan kesenangan-kesenangan duniawi daripada kenikmatan akhirat? Apa yang kalian bersenang-senang dengannya di dunia ini adalah sedikit lagi akan fana, sedangkan kenikmatan akhirat yang disediakan Allah bagi kaum Mukminin yang berjihad, amat banyak lagi abadi.

إِلَّا تَنفِرُواْ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا وَيَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ وَلَا تَضُرُّوهُ شَيْـًٔا ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(39) "Jika kalian tidak berangkat (untuk berperang), niscaya Allah akan menyiksa kalian dengan siksa yang pedih dan menggantikan (kalian) dengan kaum selain kalian, dan kalian tidak akan memudaratkanNya sedikit pan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Bila kalian tidak berangkat wahai kaum Mukminin, menuju peperangan melawan musuh-musuh kalian, niscaya Allah akan menimpakan siksaan pada kalian, dan akan mendatangkan kaum lain yang akan mau berangkat perang ketika mereka diseru untuk berangkat perang dan taat kepada Allah dan RasulNya. Dan kalian tidak dapat memterikan mudarat kepada Allah sama sekali lantaran kalian terpaling dari berjihad. Dia Mahakaya, sedang kalian butuh kepadaNya. Dan apa yang dikehendaki Allah pasti akan terjadi. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, yaitu untuk memenangkan agamaNya dan NabiNya tanpa peran serta kalian.

إِلَّا تَنصُرُوهُ فَقَدْ نَصَرَهُ ٱللَّهُ إِذْ أَخْرَجَهُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ثَانِىَ ٱثْنَيْنِ إِذْ هُمَا فِى ٱلْغَارِ إِذْ يَقُولُ لِصَٰحِبِهِۦ لَا تَحْزَنْ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَنَا ۖ فَأَنزَلَ ٱللَّهُ سَكِينَتَهُۥ عَلَيْهِ وَأَيَّدَهُۥ بِجُنُودٍ لَّمْ تَرَوْهَا وَجَعَلَ كَلِمَةَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلسُّفْلَىٰ ۗ وَكَلِمَةُ ٱللَّهِ هِىَ ٱلْعُلْيَا ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(40) Jika kalian tidak menolongnya (Rasul), maka sungguh Allah telah menolongnya, (yaitu) ketika orang-orang kafir (musyrikin Makkah) mengusirnya (dari Makkah) sedang dia adalah salah satu dari dua orong ketika keduanya berada dalam gua, di waktu dia berkata kepada sahabatnya, 'Janganlah engkau bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita.' Maka Allah menurunkan ketenangan dariNya kepadanya (Rasul) dan membantunya dengan bala tentara yang tidak kalian lihat. Allah menjadikan seruan orang-orang kafir itulah yang paling rendah, dan kalimat Allah itulah yang paling tinggi. Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."426

Wahai sekalian sahabat-sahabat Rasulullah ! Bila kalian tidak berangkat berperang bersamanya ketika kalian diminta berangkat, dan bila kalian tidak menolongnya, maka sesungguhnya Allah telah menguatkan dan menolongnya pada hari orang-orang kafir dari suku Quraisy mengusirnya dari negerinya (Makkah), dan dia salah seorang dari dua orang (dia dan Abu Bakar ), dan mereka memaksa keduanya untuk berlindung di dalam gua gunung Tsur di Makkah, di mana dia tinggal di dalamnya selama tiga hari tiga malam, ketika dia berkata kepada sahabatnya (Abu Bakar) yang dia lihat ketakutan mengkhawatirkannya, "Janganlah bersedih. Sesungguhnya Allah bersama kita dengan pertolongan dan dukunganNya." Lalu Allah menurunkan ketenangan di hati Rasulullah dan menolongnya dengan bala tentara yang tidak terlihat oleh siapa pun dari kalangan manusia. Mereka adalah para malaikat. Allah menyelamatkannya dari musuhnya dan menghinakan musuh-musuhnya, dan menjadikan slogan orang-orang kafir rendah. Dan kalimat Allah itulah yang paling tinggi, yaitu dengan meninggikan agama Islam. Dan Allah Mahaperkasa dalam kekuasaanNya, Mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan hamba- hambaNya. Di dalam ayat ini terdapat petunjuk keutamaan besar bagi Abu Bakar .


[426] Maksudnya, orang-orang kafir telah sepakat hendak membunuh Nabi , maka Allah memberitahukan maksud jahat mereka kepada Nabi . Karena itu, beliau keluar dengan ditemani oleh Abu Bakar dari Makkah menuju Madinah, dan dalam peijalanan tersebut beliau bersembunyi di suatu gua di gunung Tsur.

ٱنفِرُواْ خِفَافًا وَثِقَالًا وَجَٰهِدُواْ بِأَمْوَٰلِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(41) "Berangkatlah kalian, baik dalam keadaan ringan ataupun merasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwa kalian di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagi kalian jika kalian mengetahui."

Keluarlah kalian wahai kaum Mukminin, untuk berjihad di jalan Allah, baik para pemuda maupun orang-orang yang sudah tua, dalam kondisi sulit maupun longgar, bagaimanapun keadaan kalian. Dan infakkanlah harta benda kalian di jalan Allah dan perangilah (mereka) dengan tangan-tangan kalian untuk menegakkan kalimat Allah. Keberangkatan dan infak tersebut lebih baik daripada merasa berat, tidak berinfak serta tidak ambil bagian dalam perang, bila kalian memang termasuk orang- orang yang mengetahui keutamaan jihad dan pahalanya di sisi Allah, maka laksanakanlah apa yang diperintahkan kepada kalian dan penuhilah seruan Allah dan RasulNya.

لَوْ كَانَ عَرَضًا قَرِيبًا وَسَفَرًا قَاصِدًا لَّٱتَّبَعُوكَ وَلَٰكِنۢ بَعُدَتْ عَلَيْهِمُ ٱلشُّقَّةُ ۚ وَسَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَوِ ٱسْتَطَعْنَا لَخَرَجْنَا مَعَكُمْ يُهْلِكُونَ أَنفُسَهُمْ وَٱللَّهُ يَعْلَمُ إِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(42) "Kalau (yang kamu serukan kepada mereka itu), adalah harta benda (dunia) yang dekat (mudah diperoleh) dan perjalanan yang tidak berapa jauh, pastilah mereka mengikutimu,tetapi tempat yang dituju itu amat jauh terasa oleh mereka. Mereka akan bersumpah dengan (Nama) Allah, 'Jikalau kami sanggup, tentulah kami berangkat bersama-sama kalian: Mereka membinasakan diri mereka sendiri427 dan Allah mengetahui bahwasanya mereka benar-benar orang-orang yang berdusta."

Allah mencela segolongan orang dari kaum munafik yang meminta izin kepada Rasulullah untuk tidak ambil bagian dalam Perang Tabuk, untuk menerangkan bahwa seandainya tujuan keluar mereka adalah menuju harta rampasan yang berada di tempat yang dekat lagi mudah dicapai, pastilah mereka akan mengikutimu. Akan tetapi, karena mereka diseru untuk memerangi kekuatan Romawi yang berada di perbatasan negeri Syam pada musim panas, mereka pun mundur dan tidak ikut terangkat. Dan mereka akan mengajukan alasan ketidakberangkatan mereka dengan bersumpah bahwa sesungguhnya mereka tidak mampu melakukannya. Mereka telah membinasakan diri mereka dengan kedustaan dan kemunafikan, dan Allah mengetahui bahwa sesungguhnya mereka itu tenar-tenar dusta dalam alasan-alasan yang mereka ungkapkan.


[427] Yakni, mereka membinasakan diri mereka sendiri dengan sumpah dusta mereka.

عَفَا ٱللَّهُ عَنكَ لِمَ أَذِنتَ لَهُمْ حَتَّىٰ يَتَبَيَّنَ لَكَ ٱلَّذِينَ صَدَقُواْ وَتَعْلَمَ ٱلْكَٰذِبِينَ

(43) "Allah memaafkanmu. Mengapa kamu memberi izin kepada mereka (untuk tidak pergi berperang), sebelum jelas bagimu orang-orang yang jujur (dalam mengemukakan halangannya) dan (sebelum) kamu mengetahui orang-orang yang berdusta?"

Allah memaafkanmu wahai Nabi, atas meninggalkan sikap yang lebih utama dan sempurna, yaitu dengan memberikan izin bagi orang- orang munafik untuk tidak ikut berjihad, dengan alasan apa pun kamu mengizinkan mereka untuk tidak ikut serta dalam peperangan tersebut, sebelum menjadi jelas bagimu orang-orang yang jujur dalam mengajukan alasan ketldakikutsertaannya dan mengetahui orang-orang yang dusta dalam hal Itu.

Hanya Orang Munafiklah yang Tidak Mau Berperang

لَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ أَن يُجَٰهِدُواْ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلْمُتَّقِينَ

(44) "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, tidak akan meminta izin kepadamu untuk (tidak ikut) berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa."

Bukanlah termasuk karakter orang-orang yang beriman kepada Allah dan kepada RasulNya dan Hari Akhir, meminta izin kepadamu wahai Nabi, untuk tidak ikut serta dalam jihad di jalan Allah dengan jiwa dan harta benda. Itu hanyalah sifat orang-orang munafik dan Allah Maha Mengetahui orang yang takut kepadaNya, lalu bertakwa kepadaNya dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dariNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

إِنَّمَا يَسْتَـْٔذِنُكَ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَٱرْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ فَهُمْ فِى رَيْبِهِمْ يَتَرَدَّدُونَ

(45) ”Sesungguhnya yang meminta izin kepadamu, hanyalah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguan mereka."

Orang yang mengajukan izin untuk tidak ikut serta dalam berjihad hanyalah orang-orang yang tidak percaya kepada Allah dan Hari Akhir, dan tidak mengerjakan amal shalih, dan hati mereka ragu-ragu terhadap kebenaran risalah yang kamu bawa wahai Nabi, berupa Islam dan ajaran-ajarannya. Mereka kebingungan dalam keragu-raguan mereka.

۞ وَلَوْ أَرَادُواْ ٱلْخُرُوجَ لَأَعَدُّواْ لَهُۥ عُدَّةً وَلَٰكِن كَرِهَ ٱللَّهُ ٱنۢبِعَاثَهُمْ فَثَبَّطَهُمْ وَقِيلَ ٱقْعُدُواْ مَعَ ٱلْقَٰعِدِينَ

(46) "Dan kalau mereka mau berangkat, tentulah mereka melakukan persiapan untuk keberangkatan itu. tetapi Allah tidak menyukai keberangkatan mereka, maka Allah melemahkan keinginan mereka, dan dikatakan (kepada mereka). 'Duduklah kalian bersama orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang)'."

Dan sekiranya orang-orang munafik itu memang berkehendak keluar bersamamu menuju jihad wahai Nabi, pastilah mereka akan bersiap-siap menyongsongnya dengan perbekalan dan kendaraan. Akan tetapi, Allah tidak menyukai mereka ikut keluar (berangkat), sehingga amat beratlah bagi mereka untuk keluar, sebagai ketetapan Qadha' dan Qadar, meskipun memerintahkan mereka untuk itu dalam syariat. Dan dikatakan kepada mereka, "Tinggallah kalian bersama orang-orang yang tinggal seperti orang.rang yang sakit, orang-orang yang tak terdaya, kaum wanita dan anak-anak.”

لَوْ خَرَجُواْ فِيكُم مَّا زَادُوكُمْ إِلَّا خَبَالًا وَلَأَوْضَعُواْ خِلَٰلَكُمْ يَبْغُونَكُمُ ٱلْفِتْنَةَ وَفِيكُمْ سَمَّٰعُونَ لَهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌۢ بِٱلظَّٰلِمِينَ

(47) "Jika mereka berangkat bersama kalian, niscaya mereka tidak menambah kalian selain dari kerusakan yang menimbulkan kekacauan belaka, dan tentu mereka bergegas di celah-celah barisan kalian untuk memicu fitnah (kekacauan) di antara kalian, dan di antara kalian ada yang amat suka mendengarkan perkataan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang yang zhalim."

Sekiranya mereka keluar bersama kalian wabai kaum Mukminin, pastilah mereka akan menghembuskan kecemasan pada barisan kaum Muslimin, keburukan dan kerusakan. Dan pastilah mereka akan segera melancarkan adu domba dan kebencian di antara kalian. Mereka hendak mengacaukan kalian dengan mengikis semangat jihad kalian di jalan Allah. Dan di tengah kalian wahai kaum Mukminin, ada mata-mata mereka yang dapat ikut mendengar berita-berita kalian dan akan mengirimkannya kepada mereka. Dan Allah Maha Mengetahui orang-orang munafik yang terbuat kezhaliman dan akan memberikan balasan kepada mereka atas tindakan terebut.

لَقَدِ ٱبْتَغَوُاْ ٱلْفِتْنَةَ مِن قَبْلُ وَقَلَّبُواْ لَكَ ٱلْأُمُورَ حَتَّىٰ جَآءَ ٱلْحَقُّ وَظَهَرَ أَمْرُ ٱللَّهِ وَهُمْ كَٰرِهُونَ

(48) "Sungguh dari sebelum itu pun mereka telah mencari-cari fitnah (kekacauan) dan mereka memutarbalikkan berbagai urusan (mengatur berbagai tipu daya) untuk (menghancurkan)mu, hingga datanglah kebenaran (pertolongan Allah), dan menanglah agama Allah, (sekalipun) mereka benci."

Sesungguhnya orang-orang munafik terusaha mencari cara untuk menyimpangkan kaum Mukminin dari agama mereka dan menghalangi mereka dari jalan Allah sebelum Perang Tabuk dan terbongkarnya jati diri mereka. Dan mereka melancarkan berbagai usaha terhadapmu wahai Nabi, untuk menghapuskan risalah yang kamu bawa, sebagaimana yang telah mereka perbuat pada Perang Uhud dan Perang Khandaq, dan mereka telah mengatur rencana jahat kepadamu hingga akhirnya datanglah pertolongan dari sisi Allah, dan Dia menguatkan pasukanNya dan memenangkan agamaNya, sedang mereka amat membenci kejadian tersebut.

وَمِنْهُم مَّن يَقُولُ ٱئْذَن لِّى وَلَا تَفْتِنِّىٓ ۚ أَلَا فِى ٱلْفِتْنَةِ سَقَطُواْ ۗ وَإِنَّ جَهَنَّمَ لَمُحِيطَةٌۢ بِٱلْكَٰفِرِينَ

(49) "Di antara mereka ada yang berkata, 'Berilah aku izin (tidak pergi berperang) dan janganlah kamu menjadikanku terjerumus dalam fitnah.'428 Ketahuilah bahwa Justru mereka telah terjerumus dalam fitnah. Dan sesungguhnya Neraka Jahanam itu benar-benar meliputi orang-orang yang kafir."

Di antara orang-orang munafik ada orang yang meminta izin untuk tidak berjihad, dan mengatakan, "Janganlah kamu menjerumuskanku dalam cobaan dengan apa yang nanti muncul saat aku ikut keluar berupa fitnah wanita." Sesungguhnya mereka telah terjerumus dalam fitnah kemunafikan yang besar, maka sesungguhnya Neraka Jahanam benar-benar meliputi orang-orang yang kafir kepada Allah dan Hari Akhir, tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat lolos.


[428] Sebagian orang-orang munafik tidak mau pergi berperang bersama Nabi ke Tabuk (daerah kekuasaan Romawi) dengan berdalih khawatir akan tergoda oleh wanita-wanita Romawi maka turunlah ayat ini untuk membuka rahasia mereka dan menjelaskan bahwa keengganan mereka pergi berperang itu sebenarnya adalah karena kemunafikan mereka dan itu adalah suatu fitnah.

إِن تُصِبْكَ حَسَنَةٌ تَسُؤْهُمْ ۖ وَإِن تُصِبْكَ مُصِيبَةٌ يَقُولُواْ قَدْ أَخَذْنَآ أَمْرَنَا مِن قَبْلُ وَيَتَوَلَّواْ وَّهُمْ فَرِحُونَ

(50) "Jika kamu (wahai Nabi) mendapat suatu kebaikan, mereka menjadi tidak senang karenanya, dan jika kamu ditimpa suatu bencana, mereka berkata. Sungguh kami sebelumnya telah memperhatikan urusan kami (tidak pergi ber- perang): dan mereka berpaling dengan rasa gembira."

Jika kamu wahai Nabi, memperoleh kebahagiaan dan harta rampasan perang, niscaya orang-orang munafik akan tersedih. Dan apabila kamu ditimpa keburukan berupa kekalahan dan kesulitan hidup, mereka akan terkata, "Kami adalah orang-orang yang berpikiran matang dan cakap dalam perencanaan urusan. Dan sesungguhnya kami telah mengambti antisipasi bagi diri kami dengan tidak ikut berperang dengan Muhammad." Mereka berpaling dalam keadaan riang gembira atas apa yang telah mereka perbuat dan atas keburukan yang menimpa dirimu.

قُل لَّن يُصِيبَنَآ إِلَّا مَا كَتَبَ ٱللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَىٰنَا ۚ وَعَلَى ٱللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ ٱلْمُؤْمِنُونَ

(51) "Katakanlah, 'Tidak akan menimpa kami, melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dia-lah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah-lah hendaknya orang-orang yang beriman bertawakal."

Katakanlah wahai Nabi, kepada orang-orang yang urung ikut dalam berjihad sebagai bentuk peringatan dan celaan terhadap mereka, "Tidak akan menimpa kami kecuali apa yang sudah Allah takdirkan pada kami dan ditulisNya dalam Lauhul Mahfuzh. Dia adalah Penolong kami dalam menghadapi musuh-musuh kami. Dan (hanya) kepada Allah semata orang- orang yang beriman kepadaNya akan bergantung."

قُلْ هَلْ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحْدَى ٱلْحُسْنَيَيْنِ ۖ وَنَحْنُ نَتَرَبَّصُ بِكُمْ أَن يُصِيبَكُمُ ٱللَّهُ بِعَذَابٍ مِّنْ عِندِهِۦٓ أَوْ بِأَيْدِينَا ۖ فَتَرَبَّصُوٓاْ إِنَّا مَعَكُم مُّتَرَبِّصُونَ

(52) "Katakanlah, 'Tidak ada yang kalian tunggu-tunggu menimpa kami, kecuali salah satu dari dua kebaikan.429 Dan kami juga menunggu-nunggu bagi kalian bahwa Allah akan menimpakan kepada kalian azab dari sisiNya atau melalui tangan kami. Sebab itu tunggulah, sesungguhnya kami menunggu bersama kalian'."

Katakanlah kepada mereka wahai Nabi, "Tidaklah kalian menunggu-nunggu pada kami, kecuali mati syahid atau menang atas kalian. Sedangkan kami menunggu-nunggu pada kalian bahwa Allah akan menimpakan pada kalian siksaan dari sisiNya yang datang segera untuk membinasakan kalian atau melalui tangan-tangan kami lalu kami membunuhi kalian. Maka tunggulah, sesungguhnya kami menunggu bersama kalian apa yang akan Allah perbuat pada masing-masing golongan, baik kami atau kalian."


[429] Yaitu, mendapat kemenangan atau mati syahid.

قُلْ أَنفِقُواْ طَوْعًا أَوْ كَرْهًا لَّن يُتَقَبَّلَ مِنكُمْ ۖ إِنَّكُمْ كُنتُمْ قَوْمًا فَٰسِقِينَ

(53) "Katakanlah, 'Berinfaklah, baik dengan sukarela ataupun terpaksa, namun infak itu sekali-kali tidak akan diterima dari kalian. Sesungguhnya kalian adalah orang-orang yang fasik'.”

Katakanlah wahai Nabi, kepada orang-orang munafik, "Infakkanlah harta kalian dengan cara apa pun yang kalian kehendaki dan dalam keadaan apa pun yang kalian inginkan, baik dengan tulus maupun terpaksa, niscaya Allah tidak akan menerima infak-infak kalian, karena kalian telah keluar dari agama Allah dan ketaatan kepadaNya.

وَمَا مَنَعَهُمْ أَن تُقْبَلَ مِنْهُمْ نَفَقَٰتُهُمْ إِلَّآ أَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَبِرَسُولِهِۦ وَلَا يَأْتُونَ ٱلصَّلَوٰةَ إِلَّا وَهُمْ كُسَالَىٰ وَلَا يُنفِقُونَ إِلَّا وَهُمْ كَٰرِهُونَ

(54) "Dan tidak ada yang menghalangi mereka untuk diterima dari mereka infak-infak mereka, melainkan karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. dan mereka tidak melaksanakan shalat. melainkan dengan malas, dan tidak (pula) menginfakkan (Harta mereka), kecuali dengan rasa benci (terpaksa)."

Dan sebab ditolaknya infak-infak mereka adalah bahwa sesungguhnya mereka menyembunyikan (di dalam hati mereka) kekufuran kepada Allah dan pendustaan kepada RasulNya, Muhammad dan tidak mengerjakan shalat kecuali dalam keadaan berat hati, dan tidak menginfakkan harta benda kecuali dalam keadaan hati benci. Mereka tidak mengharapkan pahala dari kewajiban-kewajiban ini dan tidak takut siksaan ketika meninggalkannya dikarenakan kekafiran mereka.

فَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَلَآ أَوْلَٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ

(55) "Maka janganlah harta benda dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah hanya ingin mengazab mereka dengannya dalam kehidupan di dunia dan kelak akan melayang nyawa mereka, sedang mereka dalam keadaan kafir."

Maka janganlah kekayaan orang-orang munafik itu membuatmu terperangah, begitu pula anak-anak mereka. Sesungguhnya Allah hendak menyiksa mereka dengan itu di kehidupan dunia dengan kepayahan dalam menghasilkannya dan bencana-bencana yang menimpanya, lantaran mereka tidak mengharapkan pahalanya dari sisi Allah, dan nyawa mereka keluar lalu mereka mati di atas kekafiran mereka kepada Allah dan RasulNya.

وَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ إِنَّهُمْ لَمِنكُمْ وَمَا هُم مِّنكُمْ وَلَٰكِنَّهُمْ قَوْمٌ يَفْرَقُونَ

(56) "Dan mereka (orang-orang munafik) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka benar-benar termasuk dari kalangan kalian; padahal mereka bukan dari kalangan kalian, akan tetapi mereka adalah orang-orang yang sangat takut (kepada kalian)."

Dan orang-orang munafik bersumpah dengan Nama Allah di hadapan kalian wahai kaum Mukminin, dengan dusta dan kepalsuan, bahwa mereka itu bagian dari kalian, padahal mereka bukan bagian dari kalian, akan tetapi mereka adalah kaum yang penakut lalu bersumpah untuk menutupi jati diri mereka di hadapan kalian.

لَوْ يَجِدُونَ مَلْجَـًٔا أَوْ مَغَٰرَٰتٍ أَوْ مُدَّخَلًا لَّوَلَّوْاْ إِلَيْهِ وَهُمْ يَجْمَحُونَ

(57) "Sekiranya mereka memperoleh tempat perlindungan, atau gua-gua, atau lubang-lubang (dalam tanah), niscaya mereka melarikan diri kepadanya dengan secepat-cepatnya."

Seandainya mereka mendapatkan tempat aman dan benteng pertahanan yang sanggup melindungi mereka atau gua di gunung yang memberi mereka tempat tinggal atau lubang di dalam tanah yang menyelamatkan mereka dari kalian, pastilah mereka akan beranjak ke sana dengan bergegas.

Sikap Orang Munafik Terhadap Pembagian Sedekah

وَمِنْهُم مَّن يَلْمِزُكَ فِى ٱلصَّدَقَٰتِ فَإِنْ أُعْطُواْ مِنْهَا رَضُواْ وَإِن لَّمْ يُعْطَوْاْ مِنْهَآ إِذَا هُمْ يَسْخَطُونَ

(58) "Dan di antara mereka ada orang yang mencelamu tentang (pembagian) sedekah (zakat); Jika mereka diteri bagian darinya, mereka ridha (senang hati), dan Jika mereka tidak diteri bagian darinya, dengan serta-merta mereka menjadi marah."

Dan di antara orang-orang munafik ada orang yang mencelamu dalam pembagian sedekah. Kemudian bila ada bagian yang mereka dapatkan darinya, mereka akan senang dan diam saja. Dan apabila tidak ada bagian darinya yang mendatangi mereka, mereka akan murka kepadamu dan mencelamu.

وَلَوْ أَنَّهُمْ رَضُواْ مَآ ءَاتَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَقَالُواْ حَسْبُنَا ٱللَّهُ سَيُؤْتِينَا ٱللَّهُ مِن فَضْلِهِۦ وَرَسُولُهُۥٓ إِنَّآ إِلَى ٱللَّهِ رَٰغِبُونَ

(59) "Sekiranya mereka benar-benar ridha dengan apa yang diberikan Allah dan RasulNya kepada mereka, dan berkata, 'Cukuplah Allah begi kami, Allah akan memberikan kepada kami sebagian karuniaNya dan demikian (pula) RasulNya, sesungguhnya kami orang-orang yang berharap kepada Allah: (tentulah yang demikian itu lebih baik bagi mereka)."

Sekiranya orang-orang yang mencelamu dalam mekanisme pembagian sedekah mau ridha dengan mekanisme bagaimana Allah dan RasulNya membagikan kepada mereka dan mereka mengatakan, "Cukuplah Allah bagi kami. Dia akan memberikan kepada kami sebagian dari karuniaNya dan RasulNya akan memberikan kepada kami dari apa yang Allah berikan kepadanya, sesungguhnya kami ingin Allah melapangkan karunia pada kami, lalu memberikan kecukupan kepada kami, sehingga tidak butuh terhadap sedekah dan sedekah-sedekah dari manusia;" sekiranya mereka melakukan semua itu, pastilah akan lebih baik dan lebih bermanfaat bagi mereka.

Ketentuan-ketentuan Pembagian Zakat

۞ إِنَّمَا ٱلصَّدَقَٰتُ لِلْفُقَرَآءِ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱلْعَٰمِلِينَ عَلَيْهَا وَٱلْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى ٱلرِّقَابِ وَٱلْغَٰرِمِينَ وَفِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ ۖ فَرِيضَةً مِّنَ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(60) "Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat-zakat) itu hanyalah untuk orang- orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat, para mualaf yang dijinakkan hatinya, untuk (memerdekakan) sahaya, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai sesuatu kewajiban dari Allah. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."430

Sesungguhnya zakat-zakat wajib hanya diberikan kepada: (Pertama), orang-orang yang membutuhkan yang tidak memiliki apa pun, (kedua), kaum miskin yang tidak memiliki kecukupan, (ketiga), para petugas yang sibuk mengumpulkannya, (keempat), orang-orang yang kalian ingin melunakkan hati mereka dengannya dari orang-orang yang diharapkan keislamannya, atau diharapkan keimanannya bertambah kuat, atau orang yang diharapkan bermanfaat bagi kaum Muslimin, atau kalian dapat menepis dengannya keburukan seseorang terhadap kaum Muslimin, (kelima), untuk membebaskan hamba sahaya dan budak-budak mukatab (yang ingin menebus dirinya), (keenam), orang-orang yang terkena tuntutan hutang dalam rangka memperbaiki persengketaan, atau orang yang tertebani oleh hutang-hutang yang tidak dipakai untuk kerusakan maupun di hambur-hamburkan, lalu mereka kesulitan untuk melunasinya, (ketujuh), para pejuang di jalan Allah, serta (kedelapan), musafir yang kehabisan bekal perjalanan. Pembagian ini adalah merupakan kewajiban yang diwajibkan oleh Allah dan ditetapkanNya. Dan Allah Maha Mengetahui maslahat- maslahat hamba-hambaNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan ajaran syariatNya.


[430] Yang berhak menerima zakat ialah:
1. Orang fakir: Orang yang amat sengsara hidupnya, tidak mempunyai harta dan daya untuk memenuhi penghidupannya.
2. Orang miskin: Orang yang memiliki penghasilan tetapi tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokoknya.
3. Amil zakat: Orang yang bertugas untuk mengumpulkan dan membagikan zakat
4. Mualaf Orang kafir yang ada harapan masuk Islam dan orang yang baru masuk Islam yang imannya masih lemah.
5. Memerdekakan sahaya: Orang yang hendak memerdekakan sahaya, juga termasuk di dalamnya adalah sahaya yang berusaha membayar ganti rugi pada tuannya agar dia merdeka, serta mencakup juga untuk melepaskan Muslim yang ditawan oleh orang-orang kafir.
6. Orang berhutang: Orang yang berhutang untuk suatu kepentingan yang bukan maksiat dan tidak sanggup membayarnya.
7. Pada Jalan Allah (fi sabilillah): yaitu untuk keperluan pertahanan Islam dan Kaum Muslimin. Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa fi sabilillah itu mencakup juga kepentingan-kepentingan umum seperti mendirikan sekolah, rumah sakit, dan lain-lain.
8. Ibnu Sabil: Orang yang sedang dalam perjalanan yang bukan untuk maksiat, yang kehabisan bekal atau bekalnya tidak mencukupinya untuk sampai tujuan.

وَمِنْهُمُ ٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ ٱلنَّبِىَّ وَيَقُولُونَ هُوَ أُذُنٌ ۚ قُلْ أُذُنُ خَيْرٍ لَّكُمْ يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَيُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِينَ وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنكُمْ ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْذُونَ رَسُولَ ٱللَّهِ لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(61) "Di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang menyakiti Nabi dan mengatakan, 'Nabi mempercayai semua apa yang didengarnya.' Katakanlah. 'Dia memercayai semua apa yang baik bagi kalian, dia beriman kepada Allah, mempercayai orang-orang Mukmin, dan menjadi rahmat bagi orang-orang yang beriman di antara kalian.' Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah itu akan mendapat azab yang pedih."

Dan di antara orang-orang munafik ada sekelompok orang yang menyakiti Rasulullah melalui ucapan mereka, sembari mengatakan, "Sesungguhnya dia menyimak setiap apa yang dikatakan kepadanya lalu memercayainya." Katakanlah wahai Nabi, kepada mereka, "Sesungguhnya Muhammad adalah manusia yang mendengarkan setiap kebaikan, dia beriman kepada Allah dan memercayai kaum Mukminin atas berita yang mereka sampaikan. Dan dia adalah rahmat bagi orang yang mengikutinya dan mengambil petunjuk dengan hidayahnya. Dan orang-orang yang menyakiti Rasulullah, Muhammad dengan bentuk gangguan apapun, bagi mereka siksaan yang pedih.

Tuduhan-tuduhan Orang Munafik Terhadap Nabi .

يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ لِيُرْضُوكُمْ وَٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥٓ أَحَقُّ أَن يُرْضُوهُ إِن كَانُواْ مُؤْمِنِينَ

(62) "Mereka bersumpah kepada kalian dengan (Nama) Allah untuk membuat kalian ridha, padahal Allah dan RasulNya lebih berhak mereka buat ridha. jika mereka adalah orang-orang yang Mukmin."

Orang-orang munafik bersumpah dengan sumpah-sumpah dusta dan mengajukan alasan-alasan yang tidak karuan, agar dapat memeroleh keridhaan kaum Mukminin terhadap mereka, padahal Allah dan RasulNya lah yang lebih berhak dan lebih pantas untuk mereka dapatkan kerldhaannya dengan beriman kepada Allah dan RasulNya dan taat kepada Allah dan RasulNya, Jika mereka memang orang-orang Mukmin yang sebenarnya.

أَلَمْ يَعْلَمُوٓاْ أَنَّهُۥ مَن يُحَادِدِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَأَنَّ لَهُۥ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدًا فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْخِزْىُ ٱلْعَظِيمُ

(63) "Tidakkah mereka (orang-orang munafik itu) mengetahui bahwasanya barangslapa menentang Allah dan RasulNya. maka bahwasanya Neraka Jahanam adalah baginya, dia kekal dl dalamnya. Itulah kehinaan yang besar."

Tidakkah orang-orang munafik itu mengetahui bahwa tempat kembali orang-orang yang memerangi Allah dan RasulNya adalah Neraka Jahanam, yang merupakan tempat mereka mendapatkan siksaan abadi dl dalamnya? Tempat kembali tersebut merupakan tempat kehinaan dan kenistaan yang besar. Dan di antara bentuk memerangi adalah melancarkan gangguan terhadap Rasulullah dengan mencela dan merendahkan kehormatannya. Hanya Allah yang dapat melindungi.

يَحْذَرُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ أَن تُنَزَّلَ عَلَيْهِمْ سُورَةٌ تُنَبِّئُهُم بِمَا فِى قُلُوبِهِمْ ۚ قُلِ ٱسْتَهْزِءُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ مُخْرِجٌ مَّا تَحْذَرُونَ

(64) "Orang-orang munafik itu takut akan diturunkan terhadap mereka suatu surat (al-Qur'an) yang menyingkap apa yang tersembunyi di dalam hati mereka. Katakanlah (kepada mereka), 'Teruskanlah ejekan-ejekan kalian (terhadap Allah dan RasulNya). Sesungguhnya Allah akan mengungkap apa yang kalian takuti'."

Orang-orang munafik takut akan turun terkait kelakuan mereka suatu surat yang menerangkan apa yang mereka sembunyikan dl dalam hati-hati mereka berupa kekafiran. Katakanlah wahai Nabi "Bertahanlah kalian di atas perbuatan kalian berupa kebiasaan mengolok-olok dan menertawakan, sesungguhnya Allah akan mengungkapkan hakikat perkara yang kailan khawatirkan."

وَلَئِن سَأَلْتَهُمْ لَيَقُولُنَّ إِنَّمَا كُنَّا نَخُوضُ وَنَلْعَبُ ۚ قُلْ أَبِٱللَّهِ وَءَايَٰتِهِۦ وَرَسُولِهِۦ كُنتُمْ تَسْتَهْزِءُونَ

(65) "Dan jika kamu tanyaan kepada mereka (tentang apa yang mereka lakukan itu), niscaya mereka akan menjawab, 'Sesungguhnya kami hanya berbincang-bincang dan bersenda gurau saja.' Katakanlah' Apakah dengan Allah, ayat-ayatNya dan RasulNya kalian selalu berolok-olok?'"

Dan apabila kamu bertanya kepada mereka wahai Nabi, tentang apa yang mereka lontarkan berupa penghinaan terhadap kehormatanmu dan kehormatan sahabat-sahabatmu, tentulah mereka benar-benar akan mengatakan, "Sesungguhnya kami sekedar berbicara dengan ucapan yang tidak ada kesengajaan dari kami padanya." Katakanlah wahai Nabi, "Apakah kepada Allah ayat-ayatNya dan RasulNya kalian mengolok-olok ?"

لَا تَعْتَذِرُواْ قَدْ كَفَرْتُم بَعْدَ إِيمَٰنِكُمْ ۚ إِن نَّعْفُ عَن طَآئِفَةٍ مِّنكُمْ نُعَذِّبْ طَآئِفَةًۢ بِأَنَّهُمْ كَانُواْ مُجْرِمِينَ

(66) "Tidak usah kalian beralasan, karena sungguh kalian telah kafir sesudah kalian beriman. Jika Kami memaafkan segolongan dari kalian (karena mereka bertaubat), niscaya Kami akan mengazab golongan (yang lain) disebabkan mereka adalah orang-orang yang gemar berbuat dosa."

Janganlah kalian mencari-cari alasan wahai kaum munafik, tidak ada gunanya alasan kalian. Sebab, sesungguhnya kalian telah kafir dengan ucapan yang kalian lontarkan sebagai bahan olokan tersebut. Bila Kami memaafkan segolongan dari kalian yang meminta maaf dan ikhlas dalam tertaubat. Kami tetap akan menyiksa golongan lain disebabkan kejahatan buruk mereka dengan ucapan jahat lagi salah tersebut.

Hasutan-hasutan Orang-orang Munafik dan Ancaman Allah Terhadap Mereka

ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتُ بَعْضُهُم مِّنۢ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ ۚ نَسُواْ ٱللَّهَ فَنَسِيَهُمْ ۗ إِنَّ ٱلْمُنَٰفِقِينَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

(67) "Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan-perempuan, sebagian mereka adalah dari sebagian yang lain (sama saja)., mereka menyurah berbuat yang mungkar dan melarang berbuat yang ma'ruf dan mereka menggenggam tangan mereka (kikir). Mereka telah melupakan Allah, maka Allah pun melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik."

Orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan adalah sama dalam hal melontarkan ucapan iman dan menyembunyikan kekafiran, mereka memerintahkan kekafiran kepada Allah dan mendurhakai RasulNya, melarang dari keimanan dan ketaatan, menahan tangan mereka untuk berinfak di jalan Allah. Mereka lupa kepada Allah, tidak mengingat-ingatNya, maka Dia pun melupakan mereka dari rahmat- Nya, Dia tidak memberikan taufik kepada mereka menuju kebaikan. Sesungguhnya orang-orang munafik adalah orang-orang yang telah keluar dari keimanan kepada Allah dan RasulNya.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱلْمُنَٰفِقَٰتِ وَٱلْكُفَّارَ نَارَ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ هِىَ حَسْبُهُمْ ۚ وَلَعَنَهُمُ ٱللَّهُ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ مُّقِيمٌ

(68) "Allah menjanjikan (mengancam) orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, serta orang-orang kafir dengan Neraka Jahanam, mereka kekal di dalamnya. Cukuplah neraka itu bagi mereka, Allah melaknat mereka, dan bagi mereka azab yang kekal."

Allah mengancam orang-orang munafik laki-laki dan orang-orang munafik perempuan serta orang-orang kafir bahwa tempat kembali mereka adalah Neraka Jahanam, mereka kekal abadi di dalamnya selamanya. Itu sudah cukup bagi mereka sebagai siksaan atas kekafiran mereka kepada Allah. Dan Allah mengusir mereka dari rahmatNya, dan bagi mereka siksaan yang abadi.

كَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُمْ كَانُوٓاْ أَشَدَّ مِنكُمْ قُوَّةً وَأَكْثَرَ أَمْوَٰلًا وَأَوْلَٰدًا فَٱسْتَمْتَعُواْ بِخَلَٰقِهِمْ فَٱسْتَمْتَعْتُم بِخَلَٰقِكُمْ كَمَا ٱسْتَمْتَعَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِكُم بِخَلَٰقِهِمْ وَخُضْتُمْ كَٱلَّذِى خَاضُوٓاْ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(69) "(Keadaan kalian wahai orang-orang munafik dan musyrik adalah) seperti orang-orang sebelum kalian; mereka lebih kuat dan lebih banyak harta benda dan anak-anaknya daripada kailan. Maka mereka telah menikmati bagian mereka, lalu kalian juga telah menikmati bagian kailan sebagaimana orang-orang yang sebelum kalian menikmati bagian mereka, dan kalian berbicara tentang hal yang batil) sebagaimana mereka pun berbicara (tentang yang batil). Mereka itu adalah orang-orang yang gugur amal perbuatannya di dunia dan akhirat, dan mereka itulah orang-orang merugi."

Sesungguhnya ulah-ulah kalian itu wahai orang-orang munafik, berupa olokan dan kekafiran itu serupa dengan perbuatan-perbuatan umat-umat terdahulu yang dari segi kekuatan fisik, harta, dan anak-anak, mereka lebih besar daripada kalian, lalu mereka merasakan ketentraman di dalam kehidupan dunia dan bersenang-senang dengan bagian-bagian mereka dan kesenangan-kesenangan yang ada di dalamnya. Kalian pun wahai orang-orang munafik, telah bersenang-senang dengan bagian kalian berupa kenikmatan-kenikmatan yang fana, sebagaimana orang-orang terdahulu bersenang-senang dengan bagian-bagian mereka yang fana itu, dan kalian larut dalam kedustaan terhadap Allah seperti umat-umat sebelum kalian larut di dalamnya. Orang-orang yang bermental demikian, mereka itulah orang-orang yang lenyap kebaikan-kebaikan mereka di dunia dan akhirat. Dan mereka itulah orang-orang yang merugi lantaran menjual kenikmatan akhirat dengan kesenangan-kesenangan di dunia.

أَلَمْ يَأْتِهِمْ نَبَأُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ قَوْمِ نُوحٍ وَعَادٍ وَثَمُودَ وَقَوْمِ إِبْرَٰهِيمَ وَأَصْحَٰبِ مَدْيَنَ وَٱلْمُؤْتَفِكَٰتِ ۚ أَتَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ ۖ فَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيَظْلِمَهُمْ وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(70) "Belumkah datang kepada mereka berita tentang orang-orang sebelum mereka, (yaitu) kaum Nuh, Ad, Tsamud, kaum Ibrahim, penduduk Madyan, dan negeri-negeri yang telah dijungkirbalikkan?431 Telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa keterangan yang nyata; maka Allah sekali-kali tidaklah menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka sendiri"

Belumkah datang kepada orang-orang munafik berita tentang orang-orang yang telah berlalu dari kaum Nuh, bangsa Ad, bangsa Tsamud, kaum Ibrahim, para penduduk Madyan dan kaum Luth, ketika datang kepada mereka rasul-rasul dengan membawa wahyu dan ayat-ayat Allah, lalu mereka mendustakan mereka? Akibatnya, Allah menurunkan pada mereka semua siksaanNya, sebagai balasan bagi mereka akibat keburukan perbuatan mereka. Allah tidaklah menzhalimi mereka, akan tetapi merekalah yang menzhalimi diri mereka dengan pendustaan dan penentangan.


[431] Ad adalah kaum Nabi Hud , Tsamud adalah kaum Nabi Shaleh ; penduduk Madyan adalah kaum Nabi Syu'aib , dan penduduk negeri yang telah dijungkirbalikkan adalah kaum Nabi Luth .

Anjuran Kepada Orang-orang Mukmin dan Janji Allah . Terhadap Mereka

وَٱلْمُؤْمِنُونَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتُ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ يَأْمُرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَيُطِيعُونَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ سَيَرْحَمُهُمُ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(71) "Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebagian mereka (adalah) menjadi penolong sebagian yang lain; mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma'ruf, mencegah dari yang mungkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Orang-orang Mukmin, baik laki-laki maupun perempuan, yang beriman kepada Allah dan RasulNya, sebagian mereka merupakan penolong bagi sebagian yang lain. Mereka memerintahkan manusia untuk beriman dan mengerjakan amal shalih serta melarang mereka dari perbuatan kafir dan maksiat-maksiat, menjalankan shalat, memberikan zakat, taat kepada Allah dan RasulNya dan mereka menghindar dari perkara yang mereka dilarang melakukannya. Mereka itu akan dirahmati oleh Allah, lalu Dia akan menyelamatkan mereka dari siksaanNya dan memasukkan mereka ke dalam surgaNya. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaanNya, lagi Mahabijaksana dalam penetapan ajaran-ajaran syariat dan hukum-hukumNya.

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَٱلْمُؤْمِنَٰتِ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا وَمَسَٰكِنَ طَيِّبَةً فِى جَنَّٰتِ عَدْنٍ ۚ وَرِضْوَٰنٌ مِّنَ ٱللَّهِ أَكْبَرُ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(72) "Allah menjanjikan kepada orang-orang yang Mukmin lelaki dan perempuan, surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan juga tempat-tempat tinggal yang baik di surga-surga Adn. Dan keridhaan Allah adalah lebih besar; itulah keberuntungan yang besar."

Allah menjanjikan bagi orang-orang Mukmin laki-laki dan orang-orang Mukmin perempuan yang beriman kepada Allah dan RasulNya, surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka tinggal di dalamnya selamanya, kenikmatannya tidak akan lenyap dari mereka dan tempat-tempat tinggal yang terbangan indah, nyaman untuk ditempati di dalam surga-surga yang abadi. Dan keridhaan dari Allah lebih besar dan lebih agung daripada kenikmatan yang mereka berada di dalamnya. Janji tersebut berupa pahala akhirat adalah keberuntungan yang besar.

Keharusan Bersikap Tegas Terhadap Orang-orang Kafir dan Munafik

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ جَٰهِدِ ٱلْكُفَّارَ وَٱلْمُنَٰفِقِينَ وَٱغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

(73) Wahai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah Neraka Jahanam, dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."

Wahai Nabi, perangilah orang-orang kafir dengan pedang, dan orang-orang munafik dengan keterangan dan hujjah, dan tekanlah kedua golongan itu dengan keras. Dan tempat kembali mereka adalah Neraka Jahanam, dan seburuk-buruk tempat kembali adalah tempat kembali mereka.

يَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ مَا قَالُواْ وَلَقَدْ قَالُواْ كَلِمَةَ ٱلْكُفْرِ وَكَفَرُواْ بَعْدَ إِسْلَٰمِهِمْ وَهَمُّواْ بِمَا لَمْ يَنَالُواْ ۚ وَمَا نَقَمُوٓاْ إِلَّآ أَنْ أَغْنَىٰهُمُ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ مِن فَضْلِهِۦ ۚ فَإِن يَتُوبُواْ يَكُ خَيْرًا لَّهُمْ ۖ وَإِن يَتَوَلَّوْاْ يُعَذِّبْهُمُ ٱللَّهُ عَذَابًا أَلِيمًا فِى ٱلدُّنْيَا وَٱلْءَاخِرَةِ ۚ وَمَا لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

(74) Mereka (orang-orang munajik itu) bersumpah dengan (Nama) Allah, bahwa mereka tidak mengatakan (sesuatu yang menyakitimu). Dan sungguh mereka telah mengucapkan perkataan kekafiran, dan mereka telah menjadi kafir sesudah keislaman mereka, dan menginginkan apa yang tidak dapat mereka capai.432 Dan mereka tidak mencela (Allah dan Rasul.), kecuali karena Allah dan Rasul, telah melimpahkan karania. kepada mereka. Maka Jika mereka bertaubat, itu adalah lebih baik bagi mereka, dan Jika mereka berpaling. niscaya Allah akan mengazab mereka dengan azab yang pedih di dunia dan di akhirat; dan mereka sekali-kali tidak mempunyai pelindung dan tidak (pula) penolong di muka bumi."

Orang-orang munafik bersumpah dengan Nama Allah bahwa sesungguhnya mereka tidak melontarkan apa pun yang menyakiti Rasulullah dan kaum Muslimin, Sesungguhnya mereka itu benar-benar dusta. Sungguh, mereka telah menyatakan kalimat kekafiran dan dengan itu mereka murtad keluar dari Islam, dan berusaha melancarkan mudarat terhadap Rasulullah, Muhammad , namun Allah tidak memberi kesempatan mereka untuk itu. Orang-orang munafik tidak mendapati sesuatu yang dapat mereka cela dan kritik, hanya saja Allah memberikan karunia kepada mereka, dan Dia mencukupi mereka dengan kebaikan dan berkah yang dibukakan Allah bagi NabiNya . Apabila orang-orang kafir itu kembali menuju keimanan dan taubat, maka itu lebih baik bagi mereka. Dan apa bila mereka berpaling dan bertahan dalam keadaan mereka itu, niscaya Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih di dunia melalui tangan-tangan kaum Mukminin, dan di akhirat dengan Neraka Jahanam. Dan mereka tidak memiliki penyelamat yang menyelamatkan mereka dan penolong yang menghalau siksaan buruk dari mereka.


[432] Yakni, mereka ingin membunuh Nabi .

Ikrar Orang Munafik Tak Dapat Dipercaya

۞ وَمِنْهُم مَّنْ عَٰهَدَ ٱللَّهَ لَئِنْ ءَاتَىٰنَا مِن فَضْلِهِۦ لَنَصَّدَّقَنَّ وَلَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(75) "Dan di antara mereka ada orang yang berjanji kepada Allah, 'Jika Allah benar-benar memberikan sebagian dari karuniaNya kepada kami, pasti kami akan bersedekah dan pastilah kami termasuk orang-orang yang shalih'."

Dan di antara orang-orang munafik yang fakir miskin, ada orang yang menegaskan ikrar pada dirinya, bahwa apabila Allah memberikan kepadanya harta, pastilah dia akan menyedekahkannya dan akan benar-benar berbuat selayaknya orang-orang shalih berbuat dengan harta-harta mereka, dan akan benar-benar jalan di jalan kebaikan.

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُم مِّن فَضْلِهِۦ بَخِلُواْ بِهِۦ وَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

(76) "Tetapi setelah Allah memberikan kepada mereka sebagian dari karuniaNya, mereka kikir dengan karunia itu dan memalingkan diri, dan mereka memanglah orang-orang yang berpaling (dari kebenaran)."

Tatkala Allah memberikan kepada mereka sebagian karuniaNya, mereka kikir untuk memberikan sedekah dan menginfakkan harta dalam jalan kebaikan, bahkan mereka berbalik ke belakang, berpaling dari Islam.

فَأَعْقَبَهُمْ نِفَاقًا فِى قُلُوبِهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ يَلْقَوْنَهُۥ بِمَآ أَخْلَفُواْ ٱللَّهَ مَا وَعَدُوهُ وَبِمَا كَانُواْ يَكْذِبُونَ

(77) "Maka (sebagai akibatnya) Allah menimbulkan kemunafikan dalam hati mereka sampai pada waktu mereka bertemu denganNya, karena mereka telah menyalahi apa yang telah mereka janjikan kepada Allah dan (juga) karena mereka selalu berdusta."

Maka balasan perbuatan mereka dan kesudahan nasib mereka, adalah Dia menambah kemunafikan di atas kemunafikan mereka, sehingga mereka tidak mampu melepaskan diri darinya hingga Hari Perhitungan amal tiba. Itu disebabkan oleh pengingkaran mereka terhadap janji yang sudah mereka ikrarkan dengan kuat pada diri mereka, dan gara-gara kemunafikan dan kedustaan mereka.

أَلَمْ يَعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَعْلَمُ سِرَّهُمْ وَنَجْوَىٰهُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ عَلَّٰمُ ٱلْغُيُوبِ

(78) "Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah mengetahui rahasia dan bisikan mereka, dan bahwasanya Allah Maha Mengetahui segala yang ghaib?"

Tidakkah orang-orang munafik itu tahu bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang mereka sembunyikan dalam hati mereka dan apa yang mereka obrolkan dalam tempat-tempat berkumpul mereka, berupa tipu daya dan makar jahat, dan sesungguhnya Allah Maha Mengetahui perkara-perkara ghaib? Kemudian Dia akan memberi balasan kepada mereka atas perbuatan-perbuatan yang telah Allah perhitungkan atas mereka.

Kemunafikan Adalah Dosa yang Tidak Diampuni Allah .

ٱلَّذِينَ يَلْمِزُونَ ٱلْمُطَّوِّعِينَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ فِى ٱلصَّدَقَٰتِ وَٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ إِلَّا جُهْدَهُمْ فَيَسْخَرُونَ مِنْهُمْ ۙ سَخِرَ ٱللَّهُ مِنْهُمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(79) "Yaitu orang-orang yang mencela orang-orang Mukmin yang memberi sedekah dengan sukarela dan (juga mencela) orang-orang yang tidak memperoleh (untuk disedekahkan) selain sekedar kesanggupannya, maka mereka (orang-orang munafik) itu mengejek mereka. Allah akan membalas ejekan mereka itu, dan mereka akan mendapat azab yang pedih."

Dan bersama bakhilnya orang-orang munafik itu, orang-orang yang bersedekah juga tidak bebas dari gangguan mereka. Apabila orang-orang kaya bersedekah dengan harta yang banyak, mereka mencelanya dan menuduh mereka berbuat riya', dan apabila orang-orang fakir tersedekah sesuai dengan kemampuan mereka, mereka mengolok-olok mereka dan berkata sebagai ejekan terhadap mereka, "Apa yang dapat diperbuat oleh sedekah mereka itu?" Allah pasti membalas ejekan orang-orang munafik itu, dan mereka juga akan mendapatkan azab yang menyakitkan.

ٱسْتَغْفِرْ لَهُمْ أَوْ لَا تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ إِن تَسْتَغْفِرْ لَهُمْ سَبْعِينَ مَرَّةً فَلَن يَغْفِرَ ٱللَّهُ لَهُمْ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(80) "Kamu (wahai Rasul) memohonkan ampun bagi mereka atau kamu tidak mohonkan ampun bagi mereka (adalah sama saja). Kendatipun kamu memohonkan ampun bagi mereka tujuh puluh kali, Allah tidak akan mengampuni mereka. Yang demikian itu adalah karena mereka kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang fasik."

Mintakanlah ampunan olehmu wahai Rasul, bagi orang-orang munafik atau kamu tidak memohonkan ampunan bagi mereka, Allah sekali-kali tidak akan mengampuni mereka, seberapa pun banyak istighfarmu bagi mereka dan berulang-ulang. Sebab, sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya. Dan Allah tidak memberikan taufik menuju hidayah kepada orang-orang yang keluar dari ketaatanNya.

Keadaan Orang-orang Munafik yang Tidak Mau Turut Berjihad

فَرِحَ ٱلْمُخَلَّفُونَ بِمَقْعَدِهِمْ خِلَٰفَ رَسُولِ ٱللَّهِ وَكَرِهُوٓاْ أَن يُجَٰهِدُواْ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَقَالُواْ لَا تَنفِرُواْ فِى ٱلْحَرِّ ۗ قُلْ نَارُ جَهَنَّمَ أَشَدُّ حَرًّا ۚ لَّوْ كَانُواْ يَفْقَهُونَ

(81) "Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata, 'Janganlah kalian berangkat (pergi berperang) di waktu panas ini.' Katakanlah, 'Api Neraka Jahanam itu lebih panas,' jikalau mereka mengetahui."

Orang-orang yang tinggal yang tidak ikut bersama Rasulullah dengan tetap berada di Madinah, bergembira dengan menyelisihi Rasulullah dan mereka tidak menyukai berjihad bersamanya dengan harta benda mereka dan jiwa raga mereka di jalan Allah. Dan sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Janganlah kalian berangkat pada saat yang panas ini." Waktu itu Perang Tabuk terjadi pada musim yang amat panas. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Api Neraka Jahanam itu lebih panas," seandainya mereka itu mengetahuinya.

فَلْيَضْحَكُواْ قَلِيلًا وَلْيَبْكُواْ كَثِيرًا جَزَآءًۢ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(82) "Maka biarkanlah mereka sedikit tertawa dan banyak menangis, sebagai balasan bagi apa yang selalu mereka usahakan."

Hendaknya orang-orang munafik itu yang tidak ikut berangkat bersama Rasulullah dalam Perang Tabuk tertawa-tawa sebentar di kehidupan dunia yang fana ini, dan silakan mereka menangis banyak-banyak di dalam Neraka Jahanam, sebagai balasan atas apa yang mereka usahakan di dunia berupa kemunafikan dan kekafiran.

فَإِن رَّجَعَكَ ٱللَّهُ إِلَىٰ طَآئِفَةٍ مِّنْهُمْ فَٱسْتَـْٔذَنُوكَ لِلْخُرُوجِ فَقُل لَّن تَخْرُجُواْ مَعِىَ أَبَدًا وَلَن تُقَٰتِلُواْ مَعِىَ عَدُوًّا ۖ إِنَّكُمْ رَضِيتُم بِٱلْقُعُودِ أَوَّلَ مَرَّةٍ فَٱقْعُدُواْ مَعَ ٱلْخَٰلِفِينَ

(83) "Maka jika Allah mengembalikanmu kepada satu golongan dari mereka, kemudian mereka meminta izin kepadamu untuk keluar (ikut berperang), maka katakanlah, 'Kalian tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi seorang musuh pun bersamaku. Sesungguhnya kalian telah rela tidak pergi berperang sejak semula. Karena itu duduklah (tinggallah) bersama orang-orang yang tidak ikut berperang'."

Jika Allah mengembalikanmu wahai Rasul, dari peperanganmu untuk berjumpa dengan segolongan dari orang-orang munafik yang tetap bertahan di atas kemunafikan, lalu mereka meminta izin kepadamu untuk ikut berangkat perang menuju peperangan yang lain pasca Perang Tabuk, maka katakanlah kepada mereka, "Kalian tidak akan pernah keluar bersamaku selamanya dalam suatu peperanganpun, dan kalian tidak akan pernah berperang bersamaku untuk melawan musuh dari semua musuh; karena sesungguhnya kalian lebih suka untuk tidak berangkat perang sejak awal. Maka tinggallah kalian bersama orang-orang yang tidak ikut serta dalam berjihad bersama Rasulullah .

Larangan Menshalatkan Jenazah Orang Munafik

وَلَا تُصَلِّ عَلَىٰٓ أَحَدٍ مِّنْهُم مَّاتَ أَبَدًا وَلَا تَقُمْ عَلَىٰ قَبْرِهِۦٓ ۖ إِنَّهُمْ كَفَرُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ وَمَاتُواْ وَهُمْ فَٰسِقُونَ

(84) "Dan janganlah sekali-kali kamu menshalatkan (jenazah) seseorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan RasulNya dan mereka mati dalam keadaan fasik."

Dan janganlah sekali-kali kamu wahai Rasul, menshalati salah seorang yang telah mati dari kalangan orang-orang munafik untuk selamanya, dan janganlah berdiri di kuburnya untuk mendoakan kebaikan baginya. Sebab, sesungguhnya mereka itu telah kafir kepada Allah dan kepada RasulNya, dan mereka mati dalam keadaan fasik. Inilah hukum secara umum pada orang yang sudah diketahui kemunafikannya.

وَلَا تُعْجِبْكَ أَمْوَٰلُهُمْ وَأَوْلَٰدُهُمْ ۚ إِنَّمَا يُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُعَذِّبَهُم بِهَا فِى ٱلدُّنْيَا وَتَزْهَقَ أَنفُسُهُمْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ

(85) "Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka membuatmu kagum. Sesungguhnya Allah menghendaki mengazab mereka dengannya di dunia dan agar melayang nyawa mereka dalam keadaan kafir."

Dan janganlah kamu wahai Rasul, takjub oleh harta benda orang- orang munafik dan anak-anak mereka, Sesungguhnya Allah hanyalah menghendaki untuk menyiksa mereka dengan itu di dunia lantaran harus mengarungi kesulitan-kesulitan dalam menanganinya, dan lantaran kematian mereka di atas kekafiran kepada Allah dan RasulNya.

Keengganan Orang Munafik Untuk Berjihad dan Pahala Orang yang Berjihad

وَإِذَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ أَنْ ءَامِنُواْ بِٱللَّهِ وَجَٰهِدُواْ مَعَ رَسُولِهِ ٱسْتَـْٔذَنَكَ أُوْلُواْ ٱلطَّوْلِ مِنْهُمْ وَقَالُواْ ذَرْنَا نَكُن مَّعَ ٱلْقَٰعِدِينَ

(86) "Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang- orang munafik itu), 'Berimanlah kalian kepada Allah dan berjihadlah beserta RasulNya,' niscaya orang-orang yang kaya (dan berpengaruh) di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata, 'Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk (tidak ikut berperang).'."

Dan apabila turun surat kepada Muhammad yang memerintahkan untuk beriman kepada Allah, ikhlas kepadaNya dan berjihad bersama Rasulullah , maka orang-orang yang kaya dari kalangan orang-orang munafik meminta izin kepadamu wahai Rasul, sembari berkata, "Tinggalkanlah kami bersama orang-orang yang tinggal lagi tidak berdaya untuk berangkat perang."

رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطُبِعَ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَفْقَهُونَ

(87) "Mereka ridha berada bersama orang-orang yang tidak pergi berperang,433 dan hati mereka telah dikunci mati, maka mereka tidak memahami (kemaslahatan mereka)."

Orang-orang munafik lebih senang celaan melekat pada diri mereka, lantaran mereka tinggal bersama di rumah-rumah bersama wanita-wanita, anak-anak, dan orang-orang yang terhalang udzur. Dan Allah mengunci hati-hati mereka disebabkan oleh kemunafikan mereka dan keengganan mereka untuk berjihad dan berangkat tersama Rasulullah dijalan Allah. Mereka itu tidak memahami apa-apa yang mengandung kebaikan dan hidayah lurus bagi mereka.


[433] Yakni, wanita-wanita, anak-anak, orang-orang lemah, orang-orang yang sakit, dan orang, orang yang sudah tua.

لَٰكِنِ ٱلرَّسُولُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَهُۥ جَٰهَدُواْ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ ۚ وَأُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْخَيْرَٰتُ ۖ وَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(88) "Tetapi Rasul dan orang-orang yang beriman bersamanya) mereka berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh kebaikan-kebaikan; dan mereka itulah (pala) orang-orang yang beruntung."

Jika orang-orang munafik tetap tidak ikut berperang, maka sesungguhpya Rasulullah dan kaum Mukminin yang bersamanya telah berjihad dengan harta benda dan jiwa raga mereka. Dan bagi mereka kemenangan dan harta rampasan di dunia serta surga dan kemuliaan di akhirat. Dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.

أَعَدَّ ٱللَّهُ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى مِن تَحْتِهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(89) "Allah telah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya. Itulah kemenangan yang besar."

Pada Hari Kiamat, Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir sungai-sungai di bawah pepohonannya, mereka tinggal di dalamnya selamanya. Itulah keberuntungan yang besar.

وَجَآءَ ٱلْمُعَذِّرُونَ مِنَ ٱلْأَعْرَابِ لِيُؤْذَنَ لَهُمْ وَقَعَدَ ٱلَّذِينَ كَذَبُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنْهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(90) "Dan datang (kepada Nabi) orang-orang yang mengemukakan udzur (alasan), dari kalangan orang-orang Arab Badui agar diberi izin bagi mereka (untuk tidak pergi berjihad), sedang orang-orang yang mendustakan Allah dan RasulNya, duduk berdiam diri saja. Kelak orang-orang yang kafir di antara mereka itu akan ditimpa azab yang pedih."

Dan datanglah sekelompok orang dari suku-suku Arab yang berada di sekitar Madinah, mereka mengajukan alasan kepada Rasulullah dan menerangkan kepada beliau keadaan mereka yang lemah dan tidak mampu keluar untuk ikut berperang. Dan satu kaum tinggal (tidak ikut berangkat perang) tanpa alasan yang mereka sampaikan, lantaran kekurangajaran (mereka) terhadap Rasulullah . Orang-orang kafir dari mereka akan ditimpa siksaan pedih di dunia berupa terbunuh, dan di akhirat dengan neraka.

Udzur-udzur yang Dibenarkan Syara’ Untuk Tidak Berjihad

لَّيْسَ عَلَى ٱلضُّعَفَآءِ وَلَا عَلَى ٱلْمَرْضَىٰ وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يَجِدُونَ مَا يُنفِقُونَ حَرَجٌ إِذَا نَصَحُواْ لِلَّهِ وَرَسُولِهِۦ ۚ مَا عَلَى ٱلْمُحْسِنِينَ مِن سَبِيلٍ ۚ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(91) "Tidak ada dosa (tidak pergi berjihad) atas orang-orang yang lemah, orang- orang yang sakit, dan orang-orang yang tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk berjihad), apabila mereka berlaku tulus dan benar (menjalankan kewajiban) kepada Allah dan RasulNya. Tidak ada jalan sedikit pun untuk menyalahkan orang-orang yang berbuat baik. Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Tidak ada dosa atas orang-orang yang mempunyai alasan benar, seperti orang-orang yang lemah fisik, orang-orang sakit, orang-orang fakir yang tidak memiliki sesuatu untuk mereka pergunakan sebagai persiapan berangkat jihad untuk tidak berperang, bila mereka bersikap ikhlas kepada Allah dan RasulNya, serta mengerjakan ajaran syariatNya. Tidak ada jalan untuk menyalahkan dan menghukum orang yang berbuat baik dari orang yang terhalangi keadaan untuk berjihad bersama Rasulullah , sedang dia seorang yang bersikap baik kepada Allah dan RasulNya. Dan Allah Maha Pengampun bagi orang-orang yang berbuat baik lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

وَلَا عَلَى ٱلَّذِينَ إِذَا مَآ أَتَوْكَ لِتَحْمِلَهُمْ قُلْتَ لَآ أَجِدُ مَآ أَحْمِلُكُمْ عَلَيْهِ تَوَلَّواْ وَّأَعْيُنُهُمْ تَفِيضُ مِنَ ٱلدَّمْعِ حَزَنًا أَلَّا يَجِدُواْ مَا يُنفِقُونَ

(92) "Dan tidak ada (pula dosa) atas orang-orang yang apabila mereka datang kepadamu, sapaya kamu memberi mereka kendaraan, lalu kamu berkata, 'Aku tidak memperoleh kendaraan untuk membawa kalian: lalu mereka kembali, sedang mereka bercacaran air mata karena kesedihan, karena mereka tidak memperoleh apa yang akan mereka infakkan (untuk berjihad)."

Demikian pula, tidak ada dosa atas orang-orang yang bila mereka datang kepadamu untuk memohon agar kamu menolong mereka dengan mengangkut mereka menuju medan jihad, lalu kamu katakan kepada mereka, ''Aku tidak mendapati tunggangan untuk kugunakan mengangkut kalian", lalu mereka pergi dari sisimu, sedang mata mereka bercucuran air mata, lantaran perasaan kecewa terhadap kemuliaan jihad dan pahalanya yang terlewatkan oleh mereka, dikarenakan mereka tidak mendapatkan sesuatu yang dapat mereka infakkan dan mereka jadikan pengangkut untuk jihad di jalanNya.

۞ إِنَّمَا ٱلسَّبِيلُ عَلَى ٱلَّذِينَ يَسْتَـْٔذِنُونَكَ وَهُمْ أَغْنِيَآءُ ۚ رَضُواْ بِأَن يَكُونُواْ مَعَ ٱلْخَوَالِفِ وَطَبَعَ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(93) "Sesungguhnya jalan (untuk menyalahkan) hanyalah terhadap orang-orang yang meminta izin kepadamu, padahal mereka itu orang-orang yang kaya. Mereka ridha berada bersama orang-orang yang tidak ikut berperang, dan Allah telah mengunci mati hati mereka, maka mereka tidak mengetahui (akibat buruk perbuatan mereka)"

Sesungguhnya dosa dan celaan hanyalah tertuju kepada orang- orang kaya yang datang kepadamu wahai Rasul, meminta izin kepadamu untuk tidak berperang, dan mereka itu adalah orang-orang munafik yang kaya. Mereka lebih memilih untuk tinggal bersama wanita-wanita dan orang-orang yang memiliki udzur. Dan Allah mengunci hati mereka dengan kemunafikan, sehingga tidak ada keimanan yang memasukinya. Mereka itu tidak menyadari buruknya kesudahan mereka akibat sengaja tidak ikut serta bersamamu dan meninggalkan jihad bersamamu.

يَعْتَذِرُونَ إِلَيْكُمْ إِذَا رَجَعْتُمْ إِلَيْهِمْ ۚ قُل لَّا تَعْتَذِرُواْ لَن نُّؤْمِنَ لَكُمْ قَدْ نَبَّأَنَا ٱللَّهُ مِنْ أَخْبَارِكُمْ ۚ وَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(94) "Mereka (orang-orang munafik) mengemukakan udzur (alasan)nya kepada kalian, apabila kalian telah kembali kepada mereka (dari medan perang). Katakanlah, 'Janganlah kalian mengemukakan udzur; kami tidak akan percaya lagi kepada kalian, (karena) sungguh Allah telah memberitahukan kepada kami berita (tentang kebohongan) kalian. Dan Allah serta RasulNya akan melihat amal perbuatan kalian, kemudian kalian dikembalikan kepada Yang Maha Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia memberitakan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan'."

Orang-orang yang tidak ikut serta untuk memerangi kaum musyrikin mengajukan alasan kepada kalian wahai orang-orang Mukmin, dengan kedustaan-kedustaan, ketika kalian kembali dari peperangan kalian, yaitu dari Perang Tabuk. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Janganlah kalian mengajukan alasan, kami sekali-kali tidak akan mempercayai kalian terhadap apa yang kalian ucapkan. Sesungguhnya Allah telah mengabarkan kepada kami perihal kalian yang menegaskan kepada kami kedustaan kalian. Dan Allah dan RasulNya akan melihat perbuatan kalian, bila kalian bertaubat dari kemunafikan kalian atau bertahan di atas kemunafikan, dan Dia akan mempertontonkan kepada manusia perbuatan- perbuatan kalian di dunia, kemudian kalian akan kembali setelah kematian kalian kepada Dzat yang tidak tersembunyi bagiNya urusan-urusan kalian yang tampak dan urusan-urusan kalian yang dirahasiakan. Kemudian Dia akan memberikan balasan kepada kalian atas perbuatan tersebut.

سَيَحْلِفُونَ بِٱللَّهِ لَكُمْ إِذَا ٱنقَلَبْتُمْ إِلَيْهِمْ لِتُعْرِضُواْ عَنْهُمْ ۖ فَأَعْرِضُواْ عَنْهُمْ ۖ إِنَّهُمْ رِجْسٌ ۖ وَمَأْوَىٰهُمْ جَهَنَّمُ جَزَآءًۢ بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(95) "Mereka akan bersumpah kepada kalian dengan Nama Allah, apabila kalian kembali kepada mereka, supaya kalian berpaling dari mereka.434 Maka berpalinglah dari mereka; karena sesungguhnya mereka itu berjiwa kotor dan tempat mereka adalah Neraka Jahanam; sebagai balasan atas apa yang telah mereka usahakan."

Orang-orang munafik akan bersumpah kepada kalian dengan Nama Allah -dengan dusta dan mencari-cari alasan-, bila kalian kembali kepada mereka dari peperangan, agar kalian membiarkan mereka tanpa investigasi. Maka jauhilah mereka dan berpalinglah dari mereka sebagai bentuk penghinaan bagi mereka; sebab sesungguhnya mereka adalah manusia-manusia yang berbatin kotor, dan tempat mereka yang akan mereka tinggali di akhirat kelak adalah Neraka Jahanam, sebagai balasan atas dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran yang mereka usahakan.


[434] Yakni, tidak mencela mereka.

يَحْلِفُونَ لَكُمْ لِتَرْضَوْاْ عَنْهُمْ ۖ فَإِن تَرْضَوْاْ عَنْهُمْ فَإِنَّ ٱللَّهَ لَا يَرْضَىٰ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْفَٰسِقِينَ

(96) "Mereka akan bersumpah kepada kalian, agar kalian ridha kepada mereka. Tetapi jika sekiranya kalian ridha terhadap mereka, maka sesungguhnya Allah tidak ridha kepada orang-orang yang fasik itu."

Orang-orang munafik akan bersumpah dengan dusta di hadapan kalian wahai kaum Mukminin, agar kalian menerima mereka. Apabila kalian telah ridha kepada mereka karena kalian tidak mengetahui kedustaan mereka, maka sesungguhnya Allah tidak meridhai kaum yang keluar dari ketaatan kepadaNya dan dari ketaatan kepada RasulNya.

ٱلْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا وَأَجْدَرُ أَلَّا يَعْلَمُواْ حُدُودَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ رَسُولِهِۦ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(97) "Orang-orang Arab Badui435 itu lebih parah kekafiran dan kemunafikannya dan lebih wajar tidak mengetahui batasan-batasan (Hukum-hukum) yang diturunkan Allah kepada RasulNya. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Orang-orang Arab Badui, yaitu para penduduk pedalaman, lebih keras kekafiran dan kemunafikannya daripada para penghuni perkotaan. Demikian itu dikarenakan kekasaran perilaku dan kekakuan hati mereka dan jauhnya mereka dari ilmu dan ulama serta majelis nasihat dan tempat-tempat berdzikir. Karena latar belakang tersebut, mereka lebih besar kemungkinan tidak mengetahui rambu-rambu agama dan ajaran yang diturunkan Allah berupa ajaran-ajaran syariat dan hukum-hukum. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan mereka semua, Mahabijaksana dalam pengaturanNya terhadap urusan-urusan hamba-hambaNya.


[435] Yaitu, orang-orang Arab yang hidup di pedalaman padang pasir, terlebih khusus yang hidup berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain.

وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ مَغْرَمًا وَيَتَرَبَّصُ بِكُمُ ٱلدَّوَآئِرَ ۚ عَلَيْهِمْ دَآئِرَةُ ٱلسَّوْءِ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(98) "Di antara orang-orang Arab Badui itu. ada orang yang memandang apa yang dia infakkan (dijalan Allah) sebagai suatu kerugian dan dia menanti-nanti mara bahaya menimpa kalian. Merekalah yang akan ditimpa mara bahaya. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan di antara orang-orang Arab Badui itu ada yang beranggapan apa yang dia keluarkan di jalan Allah sebagai bentuk jeratan dan kerugian yang tidak mendatangkan pahala baginya dan tidak menolak siksaan dari dirinya, dan dia pun menunggu-nunggu kejadian-kejadian buruk dan bencana-bencana menimpa kalian. Akan tetapi, keburukan berputar pada mereka, bukan pada kaum Muslimin. Dan Allah Maha Mendengar apa yang mereka katakan, juga Maha Mengetahui niat-niat buruk mereka.

وَمِنَ ٱلْأَعْرَابِ مَن يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَيَتَّخِذُ مَا يُنفِقُ قُرُبَٰتٍ عِندَ ٱللَّهِ وَصَلَوَٰتِ ٱلرَّسُولِ ۚ أَلَآ إِنَّهَا قُرْبَةٌ لَّهُمْ ۚ سَيُدْخِلُهُمُ ٱللَّهُ فِى رَحْمَتِهِۦٓ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(99) "Dan di antara orang-orang Arab Badui itu. ada orang yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir, dan memandang apa yang dia infakkan (di jalan Allah) itu. sebagai jalan mendekatkan diri kepada Allah dan sebagai jalan untuk memperoleh doa Rasul. Ketahuilah, sesungguhnya infak itu adalah suatu jalan bagi mereka untuk mendekatkan diri (kepada Allah). Allah akan memasukkan mereka ke dalam rahmat (surga)Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dan di antara orang-orang Arab Badui, ada yang beriman kepada Allah dan mengakui keesaanNya dan Hari Kebangkitan setelah kematian, juga pahala dan siksaan serta dia mengharap pahala dari apa yang mereka infakkan berupa harta benda dalam memerangi kaum musyrikin, dengan mengharap ridha Allah dan cintaNya dengan itu, dan menjadikannya sebagai sarana untuk mengharap doa kebaikan dari Rasul baginya. Ketahuilah, sesungguhnya amal-amal ini akan mendekatkan diri mereka kepada Allah . Allah akan memasukkan mereka ke dalam surgaNya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun terhadap dosa-dosa yang mereka perbuat, juga Maha Penyayang terhadap mereka.

وَٱلسَّٰبِقُونَ ٱلْأَوَّلُونَ مِنَ ٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ وَٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُم بِإِحْسَٰنٍ رَّضِىَ ٱللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُواْ عَنْهُ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَنَّٰتٍ تَجْرِى تَحْتَهَا ٱلْأَنْهَٰرُ خَٰلِدِينَ فِيهَآ أَبَدًا ۚ ذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(100) "Orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk Islam) di antara kaum Muhajirin dan kaum Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, Allah ridha kepada mereka dan mereka pun ridha kepada- Nya, dan Dia menyediakan bagi mereka surga-surga yang di bawahnya mengalir sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Itulah kemenangan yang besar"

Dan orang-orang yang mendahului orang-orang sejak pertama menuju keimanan kepada Allah dan RasulNva dari kalangan Muhajirin yang berhijrah meninggalkan kaum mereka dan kerabat mereka, dan mereka berpindah menuju negeri Islam, dan kaum Anshar yang menolong Rasulullah atas musuh-musuhnya dari orang-orang kafir, dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik dalam keyakinan, ucapan-ucapan dan perbuatan-perbuatan dalam rangka mencari keridhaan Allah , mereka itu, Allah meridhai mereka karena ketaatan mereka kepada Allah dan RasulNya, dan mereka ridha kepada Allah karena Dia melimpahkan pada mereka pahala atas ketaatan mereka dan keimanan mereka, dan menyiapkan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai- sungai. mereka kekal di dalamnya selamanya. Itulah keberuntungan yang besar Di dalam ayat ini terdapat tazkiyah bagi para Sahabat, kredibilitas tinggi dan pujian bagi mereka. Untuk itu, penghormatan terhadap mereka termasuk di antara pokok-pokok iman.

وَمِمَّنْ حَوْلَكُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ مُنَٰفِقُونَ ۖ وَمِنْ أَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ ۖ مَرَدُواْ عَلَى ٱلنِّفَاقِ لَا تَعْلَمُهُمْ ۖ نَحْنُ نَعْلَمُهُمْ ۚ سَنُعَذِّبُهُم مَّرَّتَيْنِ ثُمَّ يُرَدُّونَ إِلَىٰ عَذَابٍ عَظِيمٍ

(101) "Di antara orang-orang Arab Badui yang di sekeliling kalian itu, ada orang- orang munafik; dan di antara penduduk Madinah (juga ada orang-orang munafik) yang terbiasa (keterlaluan) dalam kemunafikan. Kamu (wahai Rasul) tidak mengetahui mereka, (tetapi) Kami mengetahui mereka. Nanti mereka akan Kami siksa dua kali, kemudian mereka akan dikembalikan kepada azab yang besar,"

Dan dt antara kaum vang hidup di sekitar Madinah ada orang-orang Arab Badui yang munafik. Dan di antara penduduk Madinah ada orang-orang munafik yang hidup di atas kemunafikan. Dan mereka bertambah menjadi-jadi dalam kemunafikan, lantaran seluk-beluk mereka tersembunyi bagimu wahai Rasul. Kami mengetahui mereka, maka Kami akan menyiksa mereka dua kali dengan dibunuh, ditawan dan dibongkar kedok mereka di dunia dan dengan siksaan kubur setelah kematian. Kemudian mereka akan dikembalikan pada Hari Kiamat menuju siksaan besar di Neraka Jahanam.

وَءَاخَرُونَ ٱعْتَرَفُواْ بِذُنُوبِهِمْ خَلَطُواْ عَمَلًا صَٰلِحًا وَءَاخَرَ سَيِّئًا عَسَى ٱللَّهُ أَن يَتُوبَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(102) "Dan (ada pula) orang-orang lain yang mengakui dosa-dosa mereka, mereka mencampuradukkan amal perbuatan yang baik dengan amal perbuatan lain yang buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"

Dan ada orang-orang yang lain dari penduduk Madinah dan penduduk sekitarnya yang mengakui dosa-dosa mereka dan menyesalinya, serta telah bertaubat darinya, mereka mencampuradukkan amal shalih -yaitu taubat, penyesalan dan pengakuan dosa dan amal-amal shalih lainnya- dengan perbuatan buruk lainnya, yaitu tidak turut serta berangkat perang bersama Rasulullah dan mengerjakan perbuatan buruk lainnya, mudah-mudahan Allah emberikan taufik kepada mereka untuk bertaubat dan menerimanya dari mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun bagi hamba-hambaNya lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

خُذْ مِنْ أَمْوَٰلِهِمْ صَدَقَةً تُطَهِّرُهُمْ وَتُزَكِّيهِم بِهَا وَصَلِّ عَلَيْهِمْ ۖ إِنَّ صَلَوٰتَكَ سَكَنٌ لَّهُمْ ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(103) "Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, yang dengan zakat itu kamu membersihkan436 dan menyucikan437 mereka; dan berdoalah untuk mereka. Sesungguhnya doamu itu (menjadi) ketentraman bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Ambillah wahai Nabi, dari sebagian harta benda orang-orang yang telah bertaubat yang mencampuradukkan antara amal shalih dan perbuatan buruk lain, sedekah (zakat) yang membersihkan mereka dari kotoran dosa-dosa dan mengangkat mereka dari golongan orang-orang munafik menuju derajat orang-orang yang ikhlas, dan berdoalah (kepada Allah) bagi mereka untuk mengampuni dosa-dosa mereka, dan minta- kanlah ampunan bagi mereka dari dosa-dosa itu. Sesungguhnya doamu dan permintaan ampunanmu akan menjadi rahmat dan ketenangan bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar tiap-tiap doa dan ucapan, Maha Mengetahui keadaan-keadaan hamba-hamba dan niat-niat mereka. Dan Dia akan memberikan balasan kepada setiap orang yang berbuat sesuai dengan perbuatannya.


[436] Yakni, membersihkan mereka dari dosa-dosa, dan sifat kikir, serta kecintaan berlebihan kepada harta.

[437] Yakni, menyucikan mereka dari sifat-sifat kehinaan dan menumbuhkan sitat-sifat baik pada mereka berikut mengembangkan harta benda mereka.

أَلَمْ يَعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ ٱلتَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِۦ وَيَأْخُذُ ٱلصَّدَقَٰتِ وَأَنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

(104) "Tidakkah mereka mengetahui bahwasanya Allah menerima taubat hamba-hambaNya dan menerima zakat dan bahwasanya AUah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?"

Apakah orang-orang yang tidak turut dalam jihad dan orang- orang yang lainnya mengetahui bahwa sesungguhnya Allah sajalah yang menerima taubat-taubat hamba-hambaNya, dan menerima zakat-zakat serta memberikan pahalanya, dan sesungguhnya Allah, Dia-lah Dzat Yang Maha Menerima taubat hamba-hambaNya bila mereka mau kembali taat kepadaNya, Maha Penyayang kepada mereka bila mereka berinabah (kembali) menuju keridhaanNya?

وَقُلِ ٱعْمَلُواْ فَسَيَرَى ٱللَّهُ عَمَلَكُمْ وَرَسُولُهُۥ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۖ وَسَتُرَدُّونَ إِلَىٰ عَٰلِمِ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(105) "Dan katakanlah, ’Bekerjalah kalian, maka Allah dan RasulNya serta orang-orang Mukmin akan melihat pekerjaan kalian itu, dan kalian akan dikembalikan kepada (Allah) Yang Mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia akan memberitakan kepada kalian tentang apa yang kalian kerjakan

Dan katakanlah wahai Nabi, kepada orang-orang yang telah ikut berjihad, "Berbuatlah kalian dengan apa yang kalian pandang baik, maka Allah akan melihatnya, begitu pula RasulNya dan kaum Mukminin, dan jati diri kalian akan menjadi jelas. Dan kalian akan dikembalikan pada Hari Kiamat kepada Dzat yang mengetahui perkara rahasia dan perkara nyata dari kalian, lalu Dia akan memberitakan kepada kalian tentang apa yang dahulu kalian kerjakan. Dalam ayat ini termuat peringatan dan ancaman bagi orang yang tetap bertahan di atas kebatilan dan keangkuhannya.

وَءَاخَرُونَ مُرْجَوْنَ لِأَمْرِ ٱللَّهِ إِمَّا يُعَذِّبُهُمْ وَإِمَّا يَتُوبُ عَلَيْهِمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(106) "Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada ke- putusan Allah; bisa jadi Allah mengazab mereka dan bisa jadi Allah menerima taubat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Dan di antara orang-orang yang tidak berangkat bersama kalian wahai kaum Mukminin, di Perang Tabuk ada orang-orang lain yang ditangguhkan, karena Allah akan memutuskan perkara pada mereka dengan ketetapan yang akan diputuskanNya. Mereka itu adalah orang-orang yang menyesali apa yang mereka perbuat. Mereka adalah Murarah bin ar-Rabi', Ka'ab bin Malik, dan Hilal bin Umayyah, baik dengan menghukum mereka atau memaafkan mereka. Dan Allah Maha Mengetahui siapa yang berhak dihukum dan diberi maaf, juga Mahabijaksana dalam semua perkataan dan perbuatanNya.

Keharusan Waspada Terhadap Tipu Muslihat Orang yang Mempergunakan Masjid Sebagai Alat Untuk Kepentingannya

وَٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ مَسْجِدًا ضِرَارًا وَكُفْرًا وَتَفْرِيقًۢا بَيْنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ وَإِرْصَادًا لِّمَنْ حَارَبَ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ مِن قَبْلُ ۚ وَلَيَحْلِفُنَّ إِنْ أَرَدْنَآ إِلَّا ٱلْحُسْنَىٰ ۖ وَٱللَّهُ يَشْهَدُ إِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(107) "Dan (di antara orang-orang munafik itu) ada orang-orang yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudaratan (pada orang-orang Mukmin), sebagai suatu kekafiran dan untuk memecah belah di antara orang-orang Mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak sebelumnya.438 Mereka sungguh bersumpah, 'Kami tidak menghendaki kecuali kebaikan.' Dan Allah bersaksi sesungguhnya mereka itu benar- benar pendusta (dalam sumpahnya)"

Orang-orang munafik yang membangun masjid dengan tujuan menimbulkan mudarat bagi kaum Mukminin dan sebagai bentuk kekafiran terhadap Allah dan mencerai-beraikan kaum Mukminin, supaya sebagian mereka mengerjakan shalat di masjid itu dan tidak mengerjakan shalat di masjid Quba' yang dipergunakan kaum Muslimin untuk mengerjakan shalat di dalamnya. Akibatnya, akan membuat kaum Muslimin berpecah- belah dan tercerai-berai disebabkan hal tersebut, dan menunggu orang yang akan memerangi Allah dan RasulNya sebelumnya, yaitu Abu Amir, sang pendeta yang fasik, supaya menjadi kesempatan untuk memperdayai kaum Muslimin. Dan orang-orang munafik itu benar-benar bersumpah bahwa mereka sesungguhnya tidak menginginkan pembangunan masjid itu kecuali sekedar kebaikan semata dan iba terhadap kaum Muslimin dan melonggarkan orang-orang lemah lagi tidak berdaya untuk berjalan menuju masjid (Quba'). Dan Allah bersaksi bahwa sesungguhnya mereka itu benar-benar berdusta dalam sumpah yang mereka nyatakan. Dan sesungguhnya masjid itu telah dirobohkan dan dibakar.


[438] Yang dimaksud dengan orang yang telah memerangi Allah dan RasulNya sejak sebelumnya ialah seorang pendeta Nasrani bernama Abu Amir, yang mereka tunggu-tunggu kedatangannya dari Syiria untuk bersembahyang di masjid yang mereka dirikan itu, serta membawa tentara Romawi yang akan memerangi kaum Muslimin. Akan tetapi, kedatangan Abu Amir ini tidak jadi karena dia lebih dahulu mati di Syiria. Dan masjid yang didirikan orang-orang munafik itu diruntuhkan atas perintah Rasulullah berkenaan dengan wahyu yang diterimanya sesudah kembali dari Perang Tabuk.

لَا تَقُمْ فِيهِ أَبَدًا ۚ لَّمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى ٱلتَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَن تَقُومَ فِيهِ ۚ فِيهِ رِجَالٌ يُحِبُّونَ أَن يَتَطَهَّرُواْ ۚ وَٱللَّهُ يُحِبُّ ٱلْمُطَّهِّرِينَ

(108) "Janganlah kamu shalat di dalam masjid itu selama-lamanya. Sungguh masjid yang didirikan atas dasar takwa (masjid Quba '), sejak hari pertama, adalah lebih berhak untuk kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya ada orang- orang yang gemar menyucikan diri. Dan Allah menyukai orang-orang yang menyucikan diri"

Janganlah kamu wahai Nabi, berdiri untuk shalat di dalam masjid itu selamanya. Sesungguhnya masjid yang dibangun di atas asas ketakwaan sejak hari pertama, yaitu masjid Quba' lebih pantas untuk kamu berdiri tegak mengerjakan shalat di dalamnya. Di dalam masjid ini, ada orang-orang yang menyukai bersuci dengan air dari najis-najis dan kotoran-kotoran, sebagaimana mereka menyucikan diri dengan sikap wara' dan memohon ampunan dari dosa-dosa dan maksiat-maksiat. Dan Allah mencintai orang- orang yang menyucikan diri. Dan apabila masjid Quba' dibangun di atas landasan ketakwaan sejak pertama, maka masjid Rasulullah demikian pula, bahkan lebih patut berlandaskan ketakwaan.

أَفَمَنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ تَقْوَىٰ مِنَ ٱللَّهِ وَرِضْوَٰنٍ خَيْرٌ أَم مَّنْ أَسَّسَ بُنْيَٰنَهُۥ عَلَىٰ شَفَا جُرُفٍ هَارٍ فَٱنْهَارَ بِهِۦ فِى نَارِ جَهَنَّمَ ۗ وَٱللَّهُ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(109) "Maka apakah orang yang mendirikan bangunan (masjid) nya atas dasar takwa kepada Allah dan (mengharap) keridhaan(Nya) itu yang lebih baik, ataukah orang yang mendirikan bangunannya di tepi jurang yang runtuh, lalu bangunannya itu jatuh bersamanya dalam Neraka Jahanam? Dan Allah tidak memberikan petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."

Tidaklah sama orang yang membangun bangunannya di atas ketakwaan kepada Allah, ketaatan kepadaNya dan dalam rangka mencari keridhaanNya, dengan orang yang membangun bangunannya di tepi jurang yang hampir-hampir runtuh. Dia membangun masjid demi melancarkan mudarat, kekafiran dan memecah belah kaum Muslimin, maka tindakan itu menyeretnya jatuh terjerumus ke dalam Neraka Jahanam. Dan Allah tidaklah memberikan hidayah kepada orang-orang yang berbuat zhalim lagi melampaui batas-batasNya.

لَا يَزَالُ بُنْيَٰنُهُمُ ٱلَّذِى بَنَوْاْ رِيبَةً فِى قُلُوبِهِمْ إِلَّآ أَن تَقَطَّعَ قُلُوبُهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(110) "Bangunan mereka yang mereka dirikan itu, senantiasa menjadi pangkal keraguan dalam hati mereka, kecuali bila hati mereka itu telah terpotong-potong.439 Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Dan bangunan masjid orang-orang munafik yang mereka bangun senantiasa menjadi sumber yang merongrong masjid Quba' dan bentuk keraguan dan kemunafikan yang tertanam di hati mereka hingga hati mereka hancur berkeping-keping akibat dibunuh, mati atau dengan penyesalan mereka yang tiada terkira atau bertaubat kepada Tuhan mereka, serta ketakutan mereka kepadaNya dengan sebenar-benarnya. Dan Allah Maha Mengetahui keadaan orang-orang munafik berupa keragu-raguan dan tujuan yang mereka maksud dalam niat-niat mereka, juga Mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan makhluk-makhlukNya.


[439] Ada yang menafsirkan: Sampai mereka mati. Ada juga yang menafsirkan: Sampai mereka terbunuh. Ada juga yang menafsirkan dengan selainnya.

Penghargaan Allah Terhadap Para Syuhada

۞ إِنَّ ٱللَّهَ ٱشْتَرَىٰ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ أَنفُسَهُمْ وَأَمْوَٰلَهُم بِأَنَّ لَهُمُ ٱلْجَنَّةَ ۚ يُقَٰتِلُونَ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ فَيَقْتُلُونَ وَيُقْتَلُونَ ۖ وَعْدًا عَلَيْهِ حَقًّا فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ وَٱلْقُرْءَانِ ۚ وَمَنْ أَوْفَىٰ بِعَهْدِهِۦ مِنَ ٱللَّهِ ۚ فَٱسْتَبْشِرُواْ بِبَيْعِكُمُ ٱلَّذِى بَايَعْتُم بِهِۦ ۚ وَذَٰلِكَ هُوَ ٱلْفَوْزُ ٱلْعَظِيمُ

(111) "Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang Mukmin, diri dan harta mereka dengan (harga) bahwa mereka mendapatkan surga; mereka berperang dijalan Allah, lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan al-Qur an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) dari Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kalian lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar."

Sesungguhnya Allah membeli dari kaum Mukminin jiwa-jiwa mereka dengan imbalan mereka mendapatkan surga sebagai gantinya dan kenikmatan yang Dia sediakan di dalamnya; karena pengorbanan mereka dengan jiwa raga dan harta benda mereka dalam memerangi musuh-musuhNya untuk meninggikan kalimatNya dan menegakkan agamaNya, lalu mereka membunuh dan dibunuh, sebagai janji dariNya secara pasti di dalam Taurat yang diturunkan kepada Musa dan Injil yang diturunkan pada Isa , serta al-Qur'an yang diturunkan kepada Muhammad . Tidak ada yang lebih menepati janji daripada Allah bagi orang yang memenuhi perjanjiannya kepada Allah. Maka tampakkanlah kegembiraan wahai kaum Mukminin, dengan perniagaan kalian yang kalian jalin dengan Allah dan dengan apa-apa yang dijanjikan Allah bagi kalian berupa surga dan keridhaan. Perniagaan tersebut, itulah keberuntungan yang besar.


419 Ada yang menafsirkan: Sampai mereka mati. Ada juga yang menafsirkan: Sampai mereka terbunuh. Ada juga yang menafsirkan dengan selainnya.

ٱلتَّٰٓئِبُونَ ٱلْعَٰبِدُونَ ٱلْحَٰمِدُونَ ٱلسَّٰٓئِحُونَ ٱلرَّٰكِعُونَ ٱلسَّٰجِدُونَ ٱلْءَامِرُونَ بِٱلْمَعْرُوفِ وَٱلنَّاهُونَ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَٱلْحَٰفِظُونَ لِحُدُودِ ٱللَّهِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(112) "(Mereka itu adalah) orang-orang yang bertaubat, beribadah, memuji (Allah), mengembara,440 rukuk, sujud, menyuruh berbuat ma'ruf dan mencegah berbuat mungkar dan memelihara hukum-hukum Allah. Dan sampaikanlah kabar gembira bagi orang-orang Mukmin itu"

Dan di antara sifat kaum Mukminin yang mendapatkan berita gembira berupa masuk ke dalam surga, bahwa mereka adalah orang-orang yang bertaubat, berbalik dari apa yang dibenci oleh Allah menuju perkara yang dicintai Allah dan diridhaiNya, yang mengikhlaskan ibadah bagi Allah semata dan sungguh-sungguh dalam ketaatan kepadaNya, yang memuji Allah dalam seluruh perkara yang Allah menguji mereka, enak ataupun buruk, orang-orang yang berpuasa, yang rukuk dalam shalat mereka, bersujud di dalamnya, yang memerintahkan manusia dengan perkara yang diperintahkan Allah dan RasulNya, dan melarang mereka dari setiap perkara yang Allah dan RasulNya melarang mereka darinya, yang mengerjakan kewajiban-kewajiban Allah, berhenti pada batas perintah dan laranganNya, menjalankan ketaatan kepadaNya lagi berdiri pada rambu-rambuNya. Dan berilah kabar gembira wahai Nabi, kepada orang-orang Mukmin yang memiliki sifat-sifat demikian dengan keridhaan Allah dan surgaNya.


[440] Kata ٱلسَّٰٓئِحُونَdi sini berasal dari kata السَّيَاحَةُ yang berarti mengembara. Ada yang menafsirkan dengan orang-orang yang berpuasa. Ada juga yang menafsirkan dengan orang-orang yang melakukan safar dan pengembaraan untuk mendekatkan diri kepada Allah , seperti: Haji, Umrah, Jihad, menuntut ilmu, dan semacamnya.

Larangan Memintakan Ampun Untuk Orang-orang Musyrik

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَن يَسْتَغْفِرُواْ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓاْ أُوْلِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَٰبُ ٱلْجَحِيمِ

(113) "Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat (mereka), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni Neraka Jahanam."

Tidak sepatutnya bagi Nabi Muhammad dan orang-orang Mukmin untuk berdoa memohonkan ampunan bagi orang-orang musyrik, meskipun mereka adalah karib kerabat sendiri, setelah mereka mati di atas kesyirikan kepada Allah dan penyembahan kepada berhala-berhala, dan telah jelas bagi mereka bahwa orang-orang itu adalah para penghuni Neraka Jahanam, lantaran mati di atas kesyirikan. Dan Allah tidak akan mengampuni kaum musyrikin, sebagaimana Allah berfirman, "Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik." (An-Nisa': 48), dan sebagaimana Allah berfirman, "Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan surga baginya" (Al-Ma'idah: 72).

وَمَا كَانَ ٱسْتِغْفَارُ إِبْرَٰهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَن مَّوْعِدَةٍ وَعَدَهَآ إِيَّاهُ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُۥٓ أَنَّهُۥ عَدُوٌّ لِّلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ لَأَوَّٰهٌ حَلِيمٌ

(114) "Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatujanji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah, maka Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun."

Dan bukanlah permohonan ampunan Ibrahim bagi bapaknya yang musyrik, kecuali sekedar memenuhi janji yang dia janjikan kepadanya semata, yaitu (dalam) Firman Allah, "Aku akan memintakan ampun bagimu kepada Tuhanku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku." (Maryam: 47).
Lalu tatkala menjadi jelas bagi Ibrahim bahwa ayahnya adalah musuh Allah, dan nasihat dan peringatan tidak berguna lagi baginya, dan dia akan mati sebagai orang kafir, Ibrahim meninggalkannya dan meninggalkan permohonan ampunan baginya serta bersikap anti darinya. Sesungguhnya Ibrahim sangat besar ketundukannya kepada Allah dan banyak berlapang dada menghadapi tingkah kekeliruan-kekeliruan kaumnya.

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُضِلَّ قَوْمًۢا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰهُمْ حَتَّىٰ يُبَيِّنَ لَهُم مَّا يَتَّقُونَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

(115) "Dan Allah tidak akan menyesatkan suatu kaum, sesudah Allah memberi petunjuk kepada mereka, hingga Dia menjelaskan kepada mereka apa yang harus mereka jauhi. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dan Allah tidaklah menyesatkan satu kaum setelah melimpahkan hidayah dan taufik pada mereka hingga menjelaskan kepada mereka dengan apa mereka harus takut kepadaNya dan apa yang mereka butuhkan dalam pokok-pokok agama maupun cabang-cabangnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu. Sungguh Dia telah mengajarkan kepada kalian apa yang dahulu belum kalian ketahui dan menerangkan kepada kalian hal-hal yang dapat kalian ambil manfaatnya dan menegakkan hujjah di hadapan kalian dengan menyampaikan risalahNya kepada kalian.

إِنَّ ٱللَّهَ لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۚ وَمَا لَكُم مِّن دُونِ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

(116) 'Sesungguhnya kepunyaan Allah-lah kerajaan langit dan bumi. Dia menghidupkan dan mematikan. Dan tidak ada pelindung dan penolong bagi kalian selain Allah."

Sesungguhnya Allah adalah Pemilik langit dan bumi dan segala yang ada di dalamnya, tidak ada sekutu bagiNya dalam penciptaan, pengaturan dan ibadah serta penetapan syariat. Dia menghidupkan siapa saja yang dikehendakiNya, dan Dia mematikan siapa yang dikehendakiNya. Dan kalian tidak memiliki siapa pun selain Allah yang akan menangani urusan kalian, tidak ada penolong yang akan menolong kalian menghadapi musuh kalian.

لَّقَد تَّابَ ٱللَّهُ عَلَى ٱلنَّبِىِّ وَٱلْمُهَٰجِرِينَ وَٱلْأَنصَارِ ٱلَّذِينَ ٱتَّبَعُوهُ فِى سَاعَةِ ٱلْعُسْرَةِ مِنۢ بَعْدِ مَا كَادَ يَزِيغُ قُلُوبُ فَرِيقٍ مِّنْهُمْ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ ۚ إِنَّهُۥ بِهِمْ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(117) "Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan orang-orang Anshar; yang mengikuti Nabi dalam masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir berpaling, kemudian Allah menerima taubat mereka itu. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka ”

Sungguh Allah telah memberikan taufik kepada NabiNya, Muhammad untuk kembali (inabah) dan taat kepadaNya, dan Allah telah menerima taubat kaum Muhajirin yang berhijrah meninggalkan kampung halaman mereka dan keluarga besar mereka menuju negeri Islam. Dan Allah menerima para penolong Rasulullah (kaum Anshar) yang keluar bersama beliau untuk memerangi musuh-musuh pada Perang Tabuk di musim yang amat panas dan kekurangan perbekalan dan tunggangan. Sesungguhnya Allah telah menerima taubat mereka semua setelah sebagian hati mereka hampir-hampir melenceng dari kebenaran, lebih cenderung kepada santai dan berleha-leha. Akan tetapi, Allah meneguhkan mereka dan menguatkan mereka, serta menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka. Dan di antara bentuk rahmatNya kepada mereka, adalah Dia melimpahkan karunia kepada mereka untuk bertaubat dan menerimanya dari mereka dan meneguhkan mereka di atasnya.

وَعَلَى ٱلثَّلَٰثَةِ ٱلَّذِينَ خُلِّفُواْ حَتَّىٰٓ إِذَا ضَاقَتْ عَلَيْهِمُ ٱلْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ وَضَاقَتْ عَلَيْهِمْ أَنفُسُهُمْ وَظَنُّوٓاْ أَن لَّا مَلْجَأَ مِنَ ٱللَّهِ إِلَّآ إِلَيْهِ ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوبُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ هُوَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِيمُ

(118) "Dan (begitu pula Allah menerima taubat) tiga orang441 yang ditangguhkan (penerimaan taubatnya); hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat berlindung dari (hukuman) Allah, melainkan kepadaNya saja, kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka (senantiasa) bertaubat (dari segala kesalahan). Sesungguhnya Allah-lah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."

Demikian pula, Allah menerima taubat tiga orang yang tertunda (diterimanya taubat mereka) dari kaum Anshar, yaitu Ka'ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Murarah bin ar-Rabi'. Mereka bertiga tinggal tidak turut serta berperang bersama Rasulullah dan mereka mengalami kesedihan yang amat mendalam, hingga bumi ini dengan segala keluasannya terasa sempit bagi mereka, bahkan jiwa mereka terasa sempit lantaran kegundahan yang mengenai mereka, dan mereka yakin tidak ada tempat berlindung dari (hukuman) Allah, kecuali kepadaNya. Dan Allah memberikan taufik kepada mereka untuk taat dan kembali menuju keadaan yang diridhai Allah . Sesungguhnya Allah Maha Menerima taubat dari hamba-hambaNya.


[441] Yaitu; Ka'ab bin Malik, Hilal bin Uinayyah, dan Murarah bin ar-Rabi'.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَكُونُواْ مَعَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(119) "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kalian bersama orang-orang yang benar,

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, laksanakanlah perintah-perintah Allah dan jauhilah larangan-laranganNya dalam segala yang kalian kerjakan dan kalian tinggalkan. Dan jadilah kalian bersama orang-orang yang benar (jujur) dalam sumpah-sumpah mereka, janji-janji mereka dan dalam setiap urusan penting dari urusan-urusan mereka.

مَا كَانَ لِأَهْلِ ٱلْمَدِينَةِ وَمَنْ حَوْلَهُم مِّنَ ٱلْأَعْرَابِ أَن يَتَخَلَّفُواْ عَن رَّسُولِ ٱللَّهِ وَلَا يَرْغَبُواْ بِأَنفُسِهِمْ عَن نَّفْسِهِۦ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ لَا يُصِيبُهُمْ ظَمَأٌ وَلَا نَصَبٌ وَلَا مَخْمَصَةٌ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَلَا يَطَـُٔونَ مَوْطِئًا يَغِيظُ ٱلْكُفَّارَ وَلَا يَنَالُونَ مِنْ عَدُوٍّ نَّيْلًا إِلَّا كُتِبَ لَهُم بِهِۦ عَمَلٌ صَٰلِحٌ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(120) "Tidaklah sepatutnya bagi penduduk Madinah dan orang-orang Badui yang tinggal di sekitar mereka, tidak turut menyertai Rasulullah (pergi berperang) dan tidak patut (pula) bagi mereka lebih mencintai diri mereka daripada dirinya. Yang demikian itu adalah karena mereka tidak ditimpa kehausan, kepayahan dan kelaparan di jalan Allah, dan tidak (pula) menginjak suatu tempat yang membangkitkan amarah orang-orang kafir, dan tidak menimpakan suatu bencana kepada musuh, melainkan dituliskan bagi mereka suatu amal shalih karenanya. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik."

Tidak sepatutnya bagi penduduk kota Rasulullah (Madinah) dan penduduk sekitar mereka dari para penduduk pedalaman untuk lebih suka tetap tinggal di tengah keluarga dan rumah-rumah mereka, membiarkan Rasulullah , dan mereka merasa lega untuk santai, sedang Rasulullah berada dalam kepayahan dan kesulitan. Yang demikian itu, lantaran sesungguhnya tidaklah mereka tertimpa dalam perjalanan dan jihad mereka kehausan, keletihan, lapar di jalan Allah, dan tidaklah mereka menginjak suatu tempat yang keberadaan mereka di sana menyulut kemarahan orang-orang kafir, dan tidaklah mereka menimpakan pada musuh Allah dan musuh mereka (keburukan) berupa pembunuhan dan kekalahan, kecuali dituliskan pahala amal shalih bagi mereka disebabkan semua itu. Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat kebaikan.

وَلَا يُنفِقُونَ نَفَقَةً صَغِيرَةً وَلَا كَبِيرَةً وَلَا يَقْطَعُونَ وَادِيًا إِلَّا كُتِبَ لَهُمْ لِيَجْزِيَهُمُ ٱللَّهُ أَحْسَنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(121) "Dan (begitu pula) mereka tidak menginfakkan suatu infak yang kecil dan tidak (pula) yang besar dan tidaklah mereka melintasi suatu lembah, melainkan dituliskan bagi mereka (amal shalih pula), agar Allah memberi balasan kepada mereka (dengan balasan) yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan."

Dan tidaklah mereka menginfakkan nafkah yang kecil maupun besar di jalan Allah dan tidaklah mereka menyeberangi lembah dalam perjalanan mereka bersama Rasulullah dalam jihadnya, kecuali dituliskan bagi mereka pahala amal mereka itu, agar Allah memberikan balasan bagi mereka dengan balasan terbaik yang diterima mereka atas amal perbuatan mereka.

۞ وَمَا كَانَ ٱلْمُؤْمِنُونَ لِيَنفِرُواْ كَآفَّةً ۚ فَلَوْلَا نَفَرَ مِن كُلِّ فِرْقَةٍ مِّنْهُمْ طَآئِفَةٌ لِّيَتَفَقَّهُواْ فِى ٱلدِّينِ وَلِيُنذِرُواْ قَوْمَهُمْ إِذَا رَجَعُوٓاْ إِلَيْهِمْ لَعَلَّهُمْ يَحْذَرُونَ

(122) "Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang Mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam ilmu tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaum mereka, apabila mereka telah kembali kepada mereka, agar mereka waspada (terhadap hukuman Allah)."

Dan tidak patut bagi kaum Mukminin semuanya keluar memerangi musuh mereka, sebagaimana tidak dibenarkan bagi mereka untuk tinggal semua. Mengapa tidak keluar dari setiap golongan sejumlah orang yang memadai dan mewujudkan maslahat; tujuannya agar orang-orang yang tinggal mendalami agama Allah dan wahyu yang diturunkan pada RasulNya, agar mereka nanti memperingatkan kaum mereka dengan ilmu yang mereka pelajari tatkala mereka kembali kepada kaumnya itu. Mudah-mudahan mereka takut kepada siksaan Allah dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi Iarangan-laranganNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ قَٰتِلُواْ ٱلَّذِينَ يَلُونَكُم مِّنَ ٱلْكُفَّارِ وَلْيَجِدُواْ فِيكُمْ غِلْظَةً ۚ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

(123) " Wahai orang-orang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kalian itu, dan hendaklah mereka mendapatkan sikap keras dari kalian, dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa"

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, serta melaksanakan SyariatNya, mulailah memerangi golongan orang-orang kafir yang terdekat dengan negeri Islam dan begitu selanjutnya, dan biarlah mereka mendapati pada diri kalian sikap keras dan ketegasan. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dengan dukungan dan pertolonganNya.

وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ فَمِنْهُم مَّن يَقُولُ أَيُّكُمْ زَادَتْهُ هَٰذِهِۦٓ إِيمَٰنًا ۚ فَأَمَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ فَزَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَهُمْ يَسْتَبْشِرُونَ

(124) "Dan apabila diturunkan suatu surat, maka di antara mereka (orang-orang munafik) ada yang berkata, 'Siapa di antara kalian yang bertambah imannya dengan (turunnya) surat ini?' Adapun orang-orang yang beriman, maka surat ini menambah iman mereka, dan mereka merasa gembira."

Dan apabila Allah menurunkan satu surat dari surat-surat al-Qur'an kepada RasulNya, maka ada dari orang-orang munafik yang berkata, untuk mengingkari dan mengolok-olok, "Siapakah di antara kalian yang surat ini menambah imannya kepada Allah dan ayat-ayatNya?" Adapun orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, turunnya surat itu menambah keimanan mereka dengan mengetahuinya, mentadaburinya dan meyakininya serta mengamalkannya. Dan mereka bergembira dengan apa yang Allah berikan kepada mereka berupa keimanan dan keyakinan.

وَأَمَّا ٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُواْ وَهُمْ كَٰفِرُونَ

(125) "Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit,442 maka surat itu menambah kekafiran mereka, di samping kekafiran mereka (yang telah ada), dan mereka mati dalam keadaan kafir."

Sedangkan orang-orang yang di dalam hati mereka terdapat kemunafikan dan keragu-raguan terhadap agama Allah, maka sesungguhnya turunnya surat itu akan menambah kemunafikan dan keragu-raguan pada mereka setelah kemunafikan dan keragu-raguan yang ada pada mereka sebelumnya. Dan binasalah orang-orang tersebut. Dan mereka adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan ayat-ayatNya.


[442] Yakni, penyakit batiniah seperti: kekafiran, kemunafikan, keragu-raguan, dan sebagainya.

أَوَلَا يَرَوْنَ أَنَّهُمْ يُفْتَنُونَ فِى كُلِّ عَامٍ مَّرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ ثُمَّ لَا يَتُوبُونَ وَلَا هُمْ يَذَّكَّرُونَ

(126) "Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji443 sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?"

Tidakkah orang-orang munafik itu melihat bahwa sesungguhnya Allah menguji mereka dengan paceklik dan kesulitan hidup, dan dengan menampakkan apa yang mereka sembunyikan berupa kemunafikan sekali atau dua kali dalam setiap tahun? Kemudian meskipun demikian, mereka tidak mau bertaubat dari kekafiran dan kemunafikan mereka, dan mereka tidak memetik pelajaran dan mengambil manfaat peringatan dari ayat-ayat yang mereka saksikan secara langsung.


[443] Yang dimaksud dengan ujian di sini ialah: musibah-musibah yang menimpa mereka, seperti: terbongkarnya rahasia tipu daya mereka, pengkhianatan mereka, dan sifat mereka menyalahi janji.

وَإِذَا مَآ أُنزِلَتْ سُورَةٌ نَّظَرَ بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ هَلْ يَرَىٰكُم مِّنْ أَحَدٍ ثُمَّ ٱنصَرَفُواْ ۚ صَرَفَ ٱللَّهُ قُلُوبَهُم بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

(127) "Dan apabila diturunkan satu surat; sebagian mereka memandang kepada sebagian yang lain (sambil berkata), 'Adakah seseorang (dari orang-orang Muslim) yang melihat kalian ?' Kemudian mereka pergi berpaling. Allah telah memalingkan hati mereka disebabkan mereka adalah kaum yang tidak mengerti."

Dan tiap kali diturunkan suatu surat, orang-orang munafik saling memberikan isyarat dengan mata mereka sebagai bentuk pengingkaran terhadap turunnya surat tersebut, olok-olokan dan amarah; lantaran turun di dalam kandungannya keterangan tentang keburukan-keburukan dan ulah-ulah mereka. Kemudian mereka mengatakan, "Apakah ada seseorang yang melihat kalian bila kalian pergi meninggalkan Rasul?" Maka apabila tidak seorang pun memergoki mereka, mereka berdiri dan pergi dari sisi Rasul , dikarenakan takut terbongkar rahasia mereka. Allah memalingkan hati mereka dari keimanan, disebabkan mereka sesungguhnya tidak memahami dan tidak merenunginya.

لَقَدْ جَآءَكُمْ رَسُولٌ مِّنْ أَنفُسِكُمْ عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ حَرِيصٌ عَلَيْكُم بِٱلْمُؤْمِنِينَ رَءُوفٌ رَّحِيمٌ

(128) "Sungguh telah datang kepada kalian seorang rasul dari kalangan kalian sendiri; berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami; sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian; (dan) yang amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang Mukmin."

Sungguh telah datang kepada kalian wahai kaum Mukminin, seorang rasul dari kaum kalian sendiri, yang dirasanya berat atas dirinya apa yang kalian alami berupa keburukan dan kesulitan, amat antusias terhadap keimanan kalian dan kebaikan keadaan kalian. Dan dia banyak kasih dan sayang kepada kaum Mukminin.

فَإِن تَوَلَّوْاْ فَقُلْ حَسْبِىَ ٱللَّهُ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ ۖ وَهُوَ رَبُّ ٱلْعَرْشِ ٱلْعَظِيمِ

(129) 'Jika mereka berpaling (dari keimanan), maka katakanlah, 'Cukuplah Allah bagiku; tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia. Hanya kepada- Nya aku bertawakal, dan Dia adalah Tuhan Yang memiliki Arasy yang agung'."

Maka apabila kaum musyrikin dan orang-orang munafik tetap berpaling dari keimanan kepadamu wahai Rasul, maka katakanlah kepada mereka, "Cukuplah Allah bagiku, Dia akan memenuhi apa yang menjadi cita-citaku, tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia, kepadaNya-lah aku bergantung. Dan kepadaNya aku serahkan seluruh urusanku, sesungguhnya Dia Penolongku dan yang akan membantuku. Dia Pemilik Arasy yang agung yang merupakan makhluk yang paling besar."