Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Anfaal

KISAH PERANG BADAR

Cara Pembagian Ghanimah Diserahkan Kepada Allah dan Rasul .

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلْأَنفَالِ ۖ قُلِ ٱلْأَنفَالُ لِلَّهِ وَٱلرَّسُولِ ۖ فَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ وَأَصْلِحُواْ ذَاتَ بَيْنِكُمْ ۖ وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥٓ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(1) Mereka menanyaakan kepadamu (wahai Nabi) tentang (pembagian) harta rampasan perang, katakanlah, 'Harta rampasan perang itu adalah milik Allah dan Rasul.386 Maka bertakwalah kepada Allah dan perbaikilah hubungan di antara sesama kalian, dan taatlah kepada Allah dan RasulNya. jika kalian adalah orang-orang beriman’."

Sahabat-sahabatmu bertanya kepadamu wahai Nabi, tentang ghanimah (harta rampasan perang) pada Perang (Badar), bagaimana kamu membagi-bagikannya kepada mereka? Katakanlah kepada mereka, ”Urusan harta itu tergantang kepada Allah dan RasulNya.” Yakni, Rasulullah yang menangani pembagiannya terdasarkan perintah Tuhannya.” Maka takutlah kepada siksaan Allah dan janganlah kalian maju untuk menerjang maksiat kepadaNya. Dan tinggalkanlah pertikaian dan permusuhan disebabkan harta ini. Dan perbaikilah hubungan di antara kalian. Tetaplah teguh untuk taat kepada Allah dan RasulNya, bila kalian orang-orang yang teriman. Sebab sesungguhnya keimanan itu akan mengajak kepada ketaatan kepada Allah dan RasulNya."


[386] Yakni, pembagian harta rampasan perang itu adalah menurut ketentuan Allah dan RasulNya.

Sifat-sifat Orang Mukmin

إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ ٱللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُهُۥ زَادَتْهُمْ إِيمَٰنًا وَعَلَىٰ رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

(2) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman (secara haq) hanyalah mereka yang apabila disebut Nama Allah, bergetarlah hati mereka., dari, apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayatNya, bertambahlah iman mereka (karenanya), dan kepada Tuhan merekalah mereka bertawakal,"

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dengan sebenarnya, mereka hanyalah orang-orang yang apabila disebut Nama Allah, hati mereka merasa takut, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat al-Qur'an, bertambahlah keimanan mereka bersama keimanan yang sudah ada. Dan hanya kepada Allah mereka bertawakkal, sehingga tidak mengharapkan selainNya dan tidak takut kepada selainNya.

ٱلَّذِينَ يُقِيمُونَ ٱلصَّلَوٰةَ وَمِمَّا رَزَقْنَٰهُمْ يُنفِقُونَ

(3) "(yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan yang menginfakkan sebagian dari rizki yang Kami berikan kepada mereka."

Orang-orang yang kontinu menjajankan shalat lima waktu pada waktu-waktunya, dan dari rizki yang Kami berikan kepada mereka dari harta benda mereka, mereka menginfakkan dakam sasaran-sasaran yang Allah perintahkan kepada mereka.

أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُمْ دَرَجَٰتٌ عِندَ رَبِّهِمْ وَمَغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

(4) ”Itulah orang-orang yang beriman dengan sebenar-benarnya. Mereka akan memperoleh beberapa derajat (ketinggian) di sisi Tuhan mereka, dan ampunan serta rizki (nikmat) yang mulia.”

Mereka yang mengerjakan amal-amal tersebut., itulah. orang-orang Mukmin sejati, secara lahir dan batin terhadap wahyu yang Allah turunkan kepada mereka. Bagi mereka tempat-tempat tinggal yang tinggi di sisi Allah, dan ampunan terhadap dosa-dosa mereka, serta rizki yang mulia yaitu surga.

Keengganan Sebagian Sahabat Untuk Pergi ke Perang Badar dan Pertolongan Allah Kepada kaum Muslimin

كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَٰرِهُونَ

(5) "Sebagaimana Tuhanmu mengeluarkanmu (membuatmu berangkat) dari rumahmu dengan kebenaran,387 padahal sesungguhnya sebagian dari orang yang beriman itu benar-benar tidak menyukainya,"

Sebagaimana kalian telah berselisih pendapat terkait harta rampasan perang, lalu Allah mengambil alih urusannya dari kalian, dan menyerahkannya atas dasar pembagian dariNya dan pembagian RasulNya , demikian pula Tuhanmu memerintahkan dirimu wahai Nabi, untuk keluar dari Madinah guna menghadang kafilah dagang suku Quraisy. Perintah itu melalui wahyu yang Jibril datang kepadamu dengannya, meski terdapat ketidaksukaan segolongan dari kaum Mukminin untuk ikut keluar.


[387] Menurut ath-Thabari maksudnya adalah, keluar dari rumah untuk berperang. Sedangkan menurut al-Maraghi maksudnya adalah, Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan benar, sebagaimana Allah juga membuat NabiNya keluar dari Madinah untuk berperang di Badar dengan benar pula.

يُجَٰدِلُونَكَ فِى ٱلْحَقِّ بَعْدَمَا تَبَيَّنَ كَأَنَّمَا يُسَاقُونَ إِلَى ٱلْمَوْتِ وَهُمْ يَنظُرُونَ

(6) "(di mana) mereka membantahmu dalam kebenaran itu sesudah nyata (bahwa itu pasti terjadi), seolah-olah mereka dihalau kepada kematian, sedang mereka melihat (nya)."

Segolongan dari kaum Mukminin mendebatmu wahai Nabi, tentang peperangan setelah menjadi jelas bagi mereka bahwa itu bakal terjadi, seakan-akan mereka dihalau menuju kematian, sedang mereka melihatnya dengan mata kepala mereka sendiri.

وَإِذْ يَعِدُكُمُ ٱللَّهُ إِحْدَى ٱلطَّآئِفَتَيْنِ أَنَّهَا لَكُمْ وَتَوَدُّونَ أَنَّ غَيْرَ ذَاتِ ٱلشَّوْكَةِ تَكُونُ لَكُمْ وَيُرِيدُ ٱللَّهُ أَن يُحِقَّ ٱلْحَقَّ بِكَلِمَٰتِهِۦ وَيَقْطَعَ دَابِرَ ٱلْكَٰفِرِينَ

(7) "Dan (ingatlah) ketika Allah menjanjikan kepada kalian bahwa salah satu dari dua golongan (yang kalian hadapi) adalah untuk kalian (pasti berhasil kalian tundukkan), sedangkan kalian menginginkan bahwa yang tidak mempunyai kekuatan senjatalah388 yang untuk kalian, dan Allah menghendaki untuk membuktikan kebenaran (Islam) dengan ayat-ayatNya dan memusnahkan orang-orang kafir dari akar-akarnya,"

Dan ingatlah wahai orang-orang yang mendebat (Nabi), janji Allah berupa kemenangan dengan salah satu dari dua golongan yang ada; yaitu kafilah rombongan dagang dan barang-barang perniagaan yang dibawanya atau berperang menghadapi musuh dan menang atas mereka, sedang kalian lebih suka meringkus rombongan dagang itu tanpa ada peperangan. Dan Allah menghendaki untuk menegaskan kebenaran Islam dan meninggikannya dengan perintah kepada kalian untuk memerangi orang-orang kafir, dan Dia akan memusnahkan orang-orang kafir dengan kebinasaan sampai akar-akarnya.


[388] yakni kafilah Abu Sufyan yang membawa dagangan dari Syam. Sedangkan kelompok yang bersenjata adalah pasukan kaum musyrikin yang datang dari Makkah di bawah pimpinan Utbah bin Rabi'ah dan Abu Jahal.

لِيُحِقَّ ٱلْحَقَّ وَيُبْطِلَ ٱلْبَٰطِلَ وَلَوْ كَرِهَ ٱلْمُجْرِمُونَ

(8) "agar Allah membuktikan kebenaran (Islam) dan membatalkan yang batil (syirik) walaupun orang-orang yang gemar berbuat dosa (musyrik) itu tidak menyukainya."

Supaya Allah memuliakan Islam dan para pemeluknya serta melenyapkan kesyirikan dan para pembelanya, kendatipun kaum musyrikin membencinya.

إِذْ تَسْتَغِيثُونَ رَبَّكُمْ فَٱسْتَجَابَ لَكُمْ أَنِّى مُمِدُّكُم بِأَلْفٍ مِّنَ ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ مُرْدِفِينَ

(9) "(Ingatlah) ketika kalian memohon pertolongan kepada Tuhan kalian, lalu Dia memperkenankan bagi kalian (dengan berfirman), 'Sesungguhnya Aku akan mendatangkan bala bantuan kepada kalian dengan seribu malaikat yang datang berturut-turut'."

Ingatlah nikmat Allah yang tercurah pada kalian pada hari Perang Badar, tatkala kalian meminta kemenangan atas musuh kalian, kemudian Allah mengabulkan doa kalian, sembari berfirman, "Sesungguhnya Aku akan membantu kalian dengan seribu pasukan malaikat dari langit, yang sebagian akan menyusul sebagian lainnya."

وَمَا جَعَلَهُ ٱللَّهُ إِلَّا بُشْرَىٰ وَلِتَطْمَئِنَّ بِهِۦ قُلُوبُكُمْ ۚ وَمَا ٱلنَّصْرُ إِلَّا مِنْ عِندِ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(10) "Dan Allah tidak menjadikannya (pemberian bala bantuan itu), melainkan sebagai kabar gembira dan agar hati kalian menjadi tentram karenanya. Dan tidaklah kemenangan itu kecuali dari sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha- perkasa lagi Mahabijaksana."

Dan Kami tidaklah mendatangkan bala bantuan pasukan tersebut, kecuali sebagai kabar gembira bagi kalian akan datangnya kemenangan, dan supaya hati kalian menjadi tenang, serta meyakini pertolongan Allah bagi kalian. Dan tidaklah kemenangan itu, kecuali dari sisi Allah, bukan dengan dahsyatnya serangan dan kekuatan kalian. Sesungguhnya Allah Mahaperkasa dalam kerajaanNya, Mahabijaksana dalam pengaturan dan ajaran syariatNya.

إِذْ يُغَشِّيكُمُ ٱلنُّعَاسَ أَمَنَةً مِّنْهُ وَيُنَزِّلُ عَلَيْكُم مِّنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً لِّيُطَهِّرَكُم بِهِۦ وَيُذْهِبَ عَنكُمْ رِجْزَ ٱلشَّيْطَٰنِ وَلِيَرْبِطَ عَلَىٰ قُلُوبِكُمْ وَيُثَبِّتَ بِهِ ٱلْأَقْدَامَ

(11) (Ingatlah) ketika Allah menyelimuti kalian dengan rasa kantuk sebagai suatu rasa aman dariNya. dan Dia menurunkan kepada kalian hujan dari langit untuk menyucikan kalian dengannya dan menghilangkan dari kalian bisikan-bisikan setan dan unluk menguatkan hati kalian dan memperteguh dengannya telapak kaki (kalian)389"

Ingatlah ketika Allah melontarkan rasa kantuk pada kalian sebagai sumber ketenangan dariNya bagi kalian dari rasa takut musuh dapat mengalahkan kalian, dan menurunkan pada kalian dari awan mendung air yang suci, untuk menyucikan kalian dari terbagai macam hadats zahir, serta menghilangkan dari batin kalian gangguan was-was setan dan bisikan- bisikannya, dan supaya Allah menguatkan hati kalian dengan kesabaran saat pertempuran, dan mengokohkan dengannya kaki-kaki kalian melalui pemadatan tanah berpasir dengan guyuran air hujan sehingga kaki tidak tergelincir di atasnya.


[389] Memperteguh telapak kaki di sini dapat juga diartikan dengan keteguhan hati dan keteguhan pendirian.

إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى ٱلْمَلَٰٓئِكَةِ أَنِّى مَعَكُمْ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ۚ سَأُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعْبَ فَٱضْرِبُواْ فَوْقَ ٱلْأَعْنَاقِ وَٱضْرِبُواْ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ

(12) "(Ingatlah) ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat, 'Sesungguhnya Aku bersama kalian, maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman. Kelak akan Aku taruh rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala-kepala (mereka) dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka."390

Ingatlah juga wahai Nabi, ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat yang Allah menguatkan pasukan kaum Muslimin dengan mereka dalam Perang Badar, "Sesungguhnya Aku bersama kalian. Aku bantu dan Aku tolong kalian, maka kuatkanlah tekad orang-orang yang beriman." Kemudian Aku akan tanamkan pada hati orang-orang kafir rasa ketakutan yang dahsyat, kehinaan dan kerendahan. Maka penggallah wahai kaum Mukminin kepala-kepala orang-orang kafir, dan potong-potonglah ujung jari dan persendian mereka."


[390] Ini terjadi dalam peperangan, di mana sasaran yang paling mematikan adalah leher. Tetapi apabila musuh memakai baju besi, sehingga sulit dikalahkan, maka tangannya yang dilepuhkan, agar tidak dapat memegang senjata seperti pedang, tombak, dan lainnya, sehingga mudah dikalahkan.

ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ شَآقُّواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ ۚ وَمَن يُشَاقِقِ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ فَإِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(13) " Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya mereka menentang Allah dan RasulNya, dan barangsiapa menentang Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah amat keras siksaanNya."

Apa yang dialami oleh orang-orang kafir berupa sabetan terhadap kepala-kepala mereka, leher-leher mereka, dan ujung-ujung tubuh mereka, adalah disebabkan oleh penentangan mereka terhadap perintah Allah dan RasulNya. Dan barangsiapa menyelisihi perintah Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya Allah itu amat pedih siksaanNya bagi orang tersebut di dunia dan akhirat.

ذَٰلِكُمْ فَذُوقُوهُ وَأَنَّ لِلْكَٰفِرِينَ عَذَابَ ٱلنَّارِ

(14) "Itulah (hukuman dunia yang ditimpakan atas kalian), maka rasakanlah Hukuman itu. Dan bahwasanya bagi orang-orang yang kafir itu ada azab neraka."

Siksaan yang Aku segerakan terhadap kalian itu wahai orang-orang kafir yang menentang perintah-perintah Allah dan RasulNya di dunia, rasakanlah ia di dunia, dan bagi kalian siksaan neraka di akhirat kelak.

Larangan Melarikan Diri Dari Pertempuran

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ زَحْفًا فَلَا تُوَلُّوهُمُ ٱلْأَدْبَارَ

(15) Wahai orang-orang beriman, apabila kalian bertemu orang-orang kafir yang menyerang kalian, maka janganlah kalian membelakangi mereka (mundur);

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, bila kalian menghadapi orang-orang kafir dalam pertempuran, sedang mereka telah merangsek dekat kepada kalian, maka janganlah kalian mundur membelakangi mereka, akibatnya kalian akan terpecundangi di hadapan mereka. Akan tetapi, teguhlah kalian di hadapan mereka, sebab sesungguhnya Allah tersama kalian dan Penolong kalian terhadap mereka.

وَمَن يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُۥٓ إِلَّا مُتَحَرِّفًا لِّقِتَالٍ أَوْ مُتَحَيِّزًا إِلَىٰ فِئَةٍ فَقَدْ بَآءَ بِغَضَبٍ مِّنَ ٱللَّهِ وَمَأْوَىٰهُ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ ٱلْمَصِيرُ

(16) "Dan barangsiapa yang membelakangi mereka (mundur) di waktu itu, kecuali berbelok untuk (siasat) perang atau hendak mengabungkan diri dengan pasukan lain, maka sesungguhnya orang itu kembali membawa kemurkaan dari Allah, dan tempatnya ialah Neraka Jahanam. Dan itu adalah seburuk-buruk tempat kembali."

Dan barangsiapa di antara kalian membelakangi mereka dengan punggungnya saat pertempuran berkecamuk sengit, kecuali orang yang berbelok untuk memperdayai orang-orang kafir atau untuk tergabung dengan pasukan Muslimin yang terada di tengah medan pertempuran di manapun mereka berada, sesungguhnya ia telah memperoleh kemurkaan dari Allah, dan tempat tinggalnya adalah Neraka Jahanam. Itulah seburuk-buruk tempat kembali dan tempat berpulang.

فَلَمْ تَقْتُلُوهُمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ قَتَلَهُمْ ۚ وَمَا رَمَيْتَ إِذْ رَمَيْتَ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ رَمَىٰ ۚ وَلِيُبْلِىَ ٱلْمُؤْمِنِينَ مِنْهُ بَلَآءً حَسَنًا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(17) "Maka (sebenarnya) bukan kalian yang membunuh mereka, akan tetapi Allah-lah yang membunuh mereka, dan bukan kamu yang melempar ketika kamu melempar, tetapi Allah-lah yang melempar. (Allah berbuat demikian untuk membinasakan mereka) dan untuk memberi ujian bagi orang-orang Mukmin dengan ujian yang baik (berupa kemenangan dan harta rampasan) dariNya. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”

Bukanlah kalian wahai kaum Mukminin, yang membunuh kaum musyrikin pada hari Perang Badar, akan tetapi Allahlah yang membunuh mereka, lantaran Dia menolong kalian untuk itu. Dan bukanlah kamu yang mengenai mereka ketika kamu melempar wahai Nabi, akan tetapi Allah-lah yang melemparkannya, lantaran Dia-lah yang menyampaikan lemparan yang kamu lontarkan ke wajah-wajah kaum musyrikin. (Allah terbuat demikian) untuk menguji kaum Mukminin yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan mengantarkan mereka melalui jihad ini menuju derajat tertinggi, dan memberitahukan kepada mereka nikmat-nikmatNya sehingga mereka bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat itu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar doa kalian dan perkataan-perkataan kalian, baik yang kalian rahasiakan maupun yang kalian nyatakan terang-terangan, lagi Maha Mengetahui hal-hal yang mengandung maslahat bagi hamba-hambaNya.

ذَٰلِكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مُوهِنُ كَيْدِ ٱلْكَٰفِرِينَ

(18) "Demikianlah (karunia Allah yang dilimpahkan kepada kalian), dan bahwasanya Allah melemahkan tipu daya orang-orang yang kafir."

Kejadian ini yaitu membunuh kaum musyrikin dan melempar mereka ketika mereka terkalahkan, serta cobaan baik berupa kemenangan kaum Mukminin atas musuh mereka, itu berasal dari Allah bagi kaum Mukminin. Dan bahwasanya Allah, pada masa mendatang, akan melemahkan dan menggugurkan tipu daya orang-orang kafir sampai mereka mengalami kehinaan dan tunduk kepada kebenaran atau mereka binasa.

إِن تَسْتَفْتِحُواْ فَقَدْ جَآءَكُمُ ٱلْفَتْحُ ۖ وَإِن تَنتَهُواْ فَهُوَ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ وَإِن تَعُودُواْ نَعُدْ وَلَن تُغْنِىَ عَنكُمْ فِئَتُكُمْ شَيْـًٔا وَلَوْ كَثُرَتْ وَأَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(19) "Jika kalian (orang-orang musyrik) meminta Keputusan, maka Keputusan telah datang kepada kalian; dan jika kalian berhenti (memusuhi Rasul), maka itulah yang lebih baik bagi kalian; dan jika kalian kembali, niscaya Kami kembali (menolong orang-orang Mukmin dan mengalahkan kalian), dan pasukan kalian sekali-kali tidak akan dapat menolak (azab Kami) sedikit pun, sekalipun jumlah mereka banyak, dan bahwasanya Allah beserta orang-orang yang beriman."

Jika kalian wahai orang-orang kafir, meminta dari Allah agar menimpakan hukuman dan siksaanNya pada orang-orang yang telah berbuat melampaui batas lagi berbuat aniaya, maka sungguh Allah telah mengabulkan permintaan kalian, yaitu ketika Dia menimpakan pada kalian siksaanNya, sebagai peringatan keras bagi kalian dan pelajaran bagi orang-orang yang bertakwa. Apabila kalian berhenti wahai orang-orang kafir, dari kekafiran kepada Allah dan RasulNya, serta memerangi NabiNya, Muhammad , maka itu lebih baik bagi kalian di dunia dan akhirat kalian. Dan jika kalian kembali untuk berperang dan melawan Muhammad dan memerangi para pengikutnya yang beriman, Kami akan kembali mengalahkan kalian sebagaimana kalian terkalahkan pada hari Perang Badar. Dan orang-orang kalian tidak berguna bagi kalian sedikit pun sebagaimana tidak bermanfaat bagi kalian pada hari Perang Badar, meskipun jumlah pasukan dan persenjataan kalian banyak, dan sedikitnya jumlah kaum Mukminin dan persenjataan mereka. Dan sesungguhnya Allah bersama kaum Mukminin dengan dukungan dan pertolonganNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ أَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَوَلَّوْاْ عَنْهُ وَأَنتُمْ تَسْمَعُونَ

(20) "Wahai orang-orang yang beriman, taatlah kepada Allah dan RasulNya, dan janganlah kalian berpaling dariNya, sedang kalian mendengar (perintah- perintahNya),"

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, taatilah Allah dan RasulNya dalam perkara yang Allah perintahkan dan larang kepada kalian, dan jangan menolak taat kepada Allah dan RasulNya, sedang kalian mendengar hujjah-hujjah dan bukti-bukti nyata yang dibacakan kepada kalian yang ada di dalam al-Qur'an.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ قَالُواْ سَمِعْنَا وَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

(21) "dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang (munafik) yang berkata 'Kami mendengarkan,391 padahal mereka tidak mendengarkan."

Dan janganlah kalian wahai kaum Mukminin, menjadi orang-orang yang terjerumus dalam penentangan terhadap Allah dan RasulNya seperti kaum musyrikin dan kaum munafikin yang bila mendengar Kitabullah dibacakan kepada mereka, mereka berkomentar, "Kami telah mendengarnya dengan telinga-telinga kami", namun mereka sebenarnya tidak merenungi apa yang mereka dengar dan tidak memikirkannya.


[391] Yakni, mereka mendengarkan, tetapi hati mereka mengingkarinya.

۞ إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلصُّمُّ ٱلْبُكْمُ ٱلَّذِينَ لَا يَعْقِلُونَ

(22) "Sesungguhnya binatang (makhluk hidup) yangpaling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang tuli dan bisu392 yang tidak mengerti."

Sesungguhnya seburuk-buruk makhluk yang berjalan di muka bumi di sisi Allah, dari makhluk-makhluk Allah, adalah manusia-manusia tuli yang telinga-telinga mereka tertutup rapat untuk mendengar kebenaran, sehingga tidak dapat mendengarnya, manusia bisu yang mulut-mulut mereka terkunci untuk mengatakan kebenaran, sehingga tidak dapat mengucapkannya. Mereka itu adalah orang-orang yang tidak memahami perintah dan larangan dari Allah.


[392] Makhluk yang paling buruk di sisi Allah ialah orang yang tidak mau mendengar, menuturkan. dan memahami kebenaran.

وَلَوْ عَلِمَ ٱللَّهُ فِيهِمْ خَيْرًا لَّأَسْمَعَهُمْ ۖ وَلَوْ أَسْمَعَهُمْ لَتَوَلَّواْ وَّهُم مُّعْرِضُونَ

(23) "Kalau sekiranya Allah mengetahui ada kebaikan pada mereka, tentulah Allah menjadikan mereka dapat mendengar.393 Dan jikalau Allah menjadikan mereka dapat mendengar pun, niscaya mereka pasti berpaling juga, sedang mereka memalingkan diri (dari apa yang mereka dengar itu)."

Seandainya Allah mengetahui pada diri mereka ada kebaikan, pastilah Allah akan menjadikan mereka dapat mendengarkan nasihat-nasihat al-Qur'an dan pelajaran-pelajaran baiknya, sehingga mereka dapat memahami hujjah-hujjah dan bukti-bukti kebenaran dari Allah . Akan tetapi, Allah telah mengetahui bahwa sesungguhnya tidak ada lagi kebaikan pada diri mereka dan sesungguhnya mereka itu tidak beriman. Sekiranya Allah benar-benar menjadikan mereka dapat mendengar dengan baik sekalipun, pastilah mereka akan tetap berpaling dari keimanan dengan kesengajaan dan penentangan setelah mereka memahaminya, sedang mereka tetap berpaling darinya, tidak ada perhatian dari mereka kepada ketenaran dalam bentuk apa pun.


[393] Pengandaian dalam ayat ini tidak berarti bahwa Allah tidak mengetahui, tetapi Allah Maha Mengetahui bahwa tidak ada kebaikan pada mereka.

Kewajiban Menaati Perintah Allah dan RasulNya

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ ٱسْتَجِيبُواْ لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ ۖ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ ٱلْمَرْءِ وَقَلْبِهِۦ وَأَنَّهُۥٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

(24) "Wahai orang-orang beriman, penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul, apabila Rasul menyeru kalian kepada apa-apa yang memberi kehidupan bagi kalian.394 Dan ketahuilah bahwasanya Allah membatasi antara manusia dengan hatinya,395 dan bahwasanya kepadaNya-lah kalian akan dikumpulkan."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah sebagai Tuhan mereka dan Muhammad sebagai nabi dan rasul mereka, penuhilah (seruan) Allah dan RasulNya untuk taat ketika Rasul menyeru kalian kepada hal yang menghidupkan kalian berupa kebenaran. Dalam memenuhi seruan ini, terkandung kemaslahatan bagi hidup kalian di dunia dan akhirat. Dan ketahuilah wahai kaum Mukminin, bahwa sesungguhnya Allah yang mengendalikan segala sesuatu, Yang Mahakuasa untuk menghalang-halangi antara manusia dari apa yang diinginkan hatinya. Dia Dzat yang sepatutnya dipenuhi seruanNya bila menyeru kalian, sebab di TanganNya-lah kekuasaan segala sesuatu. Dan ketahuilah bahwa sesungguhnya kalian akan dikumpulkan pada hari yang tidak ada keraguan tentangnya, lalu Dia memberikan kepada masing-masing balasan yang berhak diterimanya.


[394] Yakni, menyeru kalian untuk meninggikan kalimat Allah dan menghidupkan Islam, serta kaum Muslimin. Juga berarti menyeru kalian kepada Iman, petunjuk, jihad, dan segala yang ada hubungannya dengan kebahagiaan kalian di dunia dan akhirat.

[395] Maksudnya, Allah-lah Yang menguasai hati manusia.

وَٱتَّقُواْ فِتْنَةً لَّا تُصِيبَنَّ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنكُمْ خَآصَّةً ۖ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(25) "Dan takutlah akan fitnah (hukuman dan malapetaka) yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zhalim saja di antara kalian. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaanNya."

Dan waspadalah wahai kaum Mukminin, satu cobaan dan ujian yang akan merata dialami oleh orang yang berbuat buruk dan lainnya, yang tidak khusus mengenai orang yang bermaksiat semata, tidak pula orang yang melakukan dosa tersebut, akan tetapi juga menimpa orang-orang yang shalih beserta mereka sekaligus, bila orang-orang shalih itu sebenarnya mampu mengingkari kezhaliman, namun mereka tidak mengingkarinya. Dan ketahuilah, bahwa sesungguhnya Allah amat dahsyat siksaanNya bagi orang yang menentang perintah dan laranganNya.

وَٱذْكُرُوٓاْ إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِى ٱلْأَرْضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ ٱلنَّاسُ فَـَٔاوَىٰكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِهِۦ وَرَزَقَكُم مِّنَ ٱلطَّيِّبَٰتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

(26) "Dan ingatlah ketika kalian (kaum Muhajirin) masih berjumlah sedikit lagi tertindas di bumi (Makkah), kalian takut orang-orang (Makkah) akan menculik kalian, maka Allah memberi kalian tempat menetap (Madinah) dan menjadikan kalian kuat dengan pertolonganNya, dan memberi rizki kepada kalian dari yang baik-baik agar kalian bersyukur."

Dan ingatlah oleh kalian wahai kaum Mukminin, nikmat-nikmat Allah pada kalian, tatkala kalian masih berada di Makkah berjumlah sedikit lagi tertindas. Kalian takut orang-orang kafir menyerbu kalian dengan tiba-tiba, kemudian Dia menjadikan bagi kalian tempat menetap bagi kalian untuk ditinggali, yaitu Madinah, dan menguatkan kalian dengan pertolonganNya melawan mereka pada Perang Badar, dan memberikan rizki ghanimah kepada kalian yang halal bagi kalian, supaya kalian bersyukur kepadaNya atas rizki dan kenikmatan yang dilimpahkanNya pada kalian.

Larangan Berkhianat dan Faidah Bertakwa

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَخُونُواْ ٱللَّهَ وَٱلرَّسُولَ وَتَخُونُوٓاْ أَمَٰنَٰتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ

(27) "Wahai orang-orang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul dan juga janganlah kalian mengkhianati amanah-amanah yang dipercayakan kepada kalian, sedang kalian mengetahui."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, janganlah kalian mengkhianati Allah dan RasulNya dengan meninggalkan kewajiban yang telah ditetapkanNya atas kalian dan melanggar perkara yang kalian dilarang Allah darinya. Dan janganlah menyepelekan amanat yang dipercayakan Allah kepada kalian, sedang kalian tahu bahwa itu merupakan amanat yang harus dipenuhi

وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّمَآ أَمْوَٰلُكُمْ وَأَوْلَٰدُكُمْ فِتْنَةٌ وَأَنَّ ٱللَّهَ عِندَهُۥٓ أَجْرٌ عَظِيمٌ

(28) "Dan ketahuilah bahwa harta benda dan anak-anak kalian hanyalah cobaan (bagi kalian), dan bahwasanya di sisi Allah ada pahala yang besar"

Dan ketahuilah wahai kaum Mukminin, bahwasanya harta benda kalian yang telah Allah kuasakan kepada kalian, dan anak-anak kalian yang Allah anugerahkan bagi kalian merupakan cobaan dari Allah dan ujian bagi hamba-hambaNya, supaya Dia mengetahui apakah mereka akan bersyukur kepadaNya atas nikmat-nikmat tersebut dan menaati Allah dalam mempergunakannya, ataukah mereka justru menjadi terlena dengan itu dari mengingatNya? Dan ketahuilah bahwa sesunggulmya Allah, di sisiNya ada kebaikan dan pahala besar bagi orang yang tertakwa dan taat kepadaNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَتَّقُواْ ٱللَّهَ يَجْعَل لَّكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنكُمْ سَيِّـَٔاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ ذُو ٱلْفَضْلِ ٱلْعَظِيمِ

(29) "Wahai orang-orang beriman, jika kalian bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian furqan396 dan menghapuskan segala keburukan-keburukan kalian dan mengampuni (dosa-dosa) kalian. Dan Allah mempunyai karunia yang besar."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan syariatNya, bila kalian bertakwa kepada Allah dengan mengerjakan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya, niscaya Dia akan menjadikan bagi kalian pembeda antara yang haq dengan yang batil, menghapuskan dari kalian dosa-dosa kalian yang sudah tejadi, dan menutupnya bagi kalian, sehingga Dia tidak menghukum kalian karenanya. Dan Allah memiliki kebaikan dan pemberian yang banyak lagi luas.


[396] Artinya, petunjuk yang dapat membedakan antara yang haq dengan yang batil, dan dapat juga diartikan dengan pertolongan.

Permusuhan Kaum Musyrikin Terhadap Nabi dan Kewajiban Memerangi Mereka Sampai Agama Allah Terpelihara

وَإِذْ يَمْكُرُ بِكَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ لِيُثْبِتُوكَ أَوْ يَقْتُلُوكَ أَوْ يُخْرِجُوكَ ۚ وَيَمْكُرُونَ وَيَمْكُرُ ٱللَّهُ ۖ وَٱللَّهُ خَيْرُ ٱلْمَٰكِرِينَ

(30) (Dan (Ingatlah) ketika orang-orang kafir (Quraisy) merencanakan ma kar (tipu daya) terhadapmu untuk (menangkap dan) memenjarakanmu, atau membunuhmu, atau mengusirmu. Mereka merencanakan makar (tipu daya) dan Allah membalas makar itu. Dan Allah adalah sebaik-baik Pembalas makar (tipu daya):

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika kaum musyrikin dari kaummu melancarkan tipu daya terhadap dirimu, untuk menahan kamu, menghabisi kamu atau mengasingkan dirimu dari negerimu, dan menyusun rencana jahat terhadapmu, dan Allah menggagalkan makar mereka sebagai balasan bagi mereka, dan Allah menyusun (pembalasan) makar dan Allah adalah sebaik-baik yang menyusun (pembalasan) makar.

وَإِذَا تُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتُنَا قَالُواْ قَدْ سَمِعْنَا لَوْ نَشَآءُ لَقُلْنَا مِثْلَ هَٰذَآ ۙ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(31) "Dan apabila ayat-ayat Kami dibacakan kepada mereka, mereka berkata, 'Sungguh kami telah mendengar (ayat-ayat yang seperti ini), kalau kami mau, niscaya kami dapat membacakan yang sepertinya, (al-Quran) ini tidak lain hanyalah dongengan-dongengan orang-orang terdahulu'."

Dan ketika dibacakan kepada orang-orang yang kafir kepada Allah ayat-ayat al-Qur'an al-Aziz, mereka mengatakan karena kebodohan dan lantaran penentangan mereka terhadap kebenaran, "Sesungguhnya kami telah mendengar ini sebelumnya. Kalau kami menghendaki, tentulah kami dapat menyampaikan sesuatu yang serupa dengan al-Qur'an. Tidaklah al-Qur'an yang kamu bacakan kepada kami -wahai Rasul-, kecuali merupakan dongeng-dongeng bohong orang-orang terdahulu."

وَإِذْ قَالُواْ ٱللَّهُمَّ إِن كَانَ هَٰذَا هُوَ ٱلْحَقَّ مِنْ عِندِكَ فَأَمْطِرْ عَلَيْنَا حِجَارَةً مِّنَ ٱلسَّمَآءِ أَوِ ٱئْتِنَا بِعَذَابٍ أَلِيمٍ

(32) "Dan (ingatlah) ketika mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Ya Allah, jika memang (al-Qur'an) ini adalah benar dari sisiMu, maka hujanilah kami dengan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih'."

Dan ingatlah wahai Rasul, pernyataan orang-orang musyrik dari kaummu yang berdoa kepada Allah, "Bila ajaran yang dibawa Muhammad adalah benar dariMu, maka turunkanlah pada kami hujan batu dari langit, atau datangkanlah kepada kami siksaan yang pedih."

وَمَا كَانَ ٱللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ ٱللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

(33) "Dan Allah tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun397."

Dan sekali-kali Allah tidaklah menyiksa kaum musyrikin, sedang kamu wahai Rasul, masih berada di tengah mereka, dan Allah tidak menyiksa mereka, ketika mereka beristigfar memohon ampunan (kepada Allah) dari dosa-dosa mereka.


[397] Di antara ahli tafsir ada yang mengartikan kata "يَسْتَغْفِرُوْنَ" dengan bertaubat. Dan ada pula yang mengartikan bahwa di antara orang-orang kafir itu ada orang-orang Muslim yang meminta ampun kepada Allah .

وَمَا لَهُمْ أَلَّا يُعَذِّبَهُمُ ٱللَّهُ وَهُمْ يَصُدُّونَ عَنِ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ وَمَا كَانُوٓاْ أَوْلِيَآءَهُۥٓ ۚ إِنْ أَوْلِيَآؤُهُۥٓ إِلَّا ٱلْمُتَّقُونَ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(34) "Dan kenapa Allah tidak mengazab mereka, padahal mereka menghalangi (orang-orang) untuk mendatangi Masjidil Haram dan mereka bukanlah kekasih-kekasih Allah. Kekasih-kekasih Allah itu tidak lain hanyalah orang-orang yang betaqwa, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Dan bagaimana mereka tidak berhak ditimpa siksaan Allah, sedang mereka itu menghalang-halangi para kekasihNya yang beriman dan ber-thawaf di Ka'bah dan mengerjakan shalat di Masjidil Haram? Dan mereka bukanlah kekasih-kekasih Allah, karena sesungguhnya wali-wali Allah itu adalah orang-orang yang bertakwa kepadaNya dengan menjalankan kewajiban-kewajiban dariNya dan menjauhi berbuat maksiaat-maksiat kepadaNya. Akan tetapi, kebanyakan orang kafir tidak mengetahui. Karena itu mereka mengaku-aku bergelar sesuatu, padahal orang lain lebih berhak berpredikat demikian.

وَمَا كَانَ صَلَاتُهُمْ عِندَ ٱلْبَيْتِ إِلَّا مُكَآءً وَتَصْدِيَةً ۚ فَذُوقُواْ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

(35) "Sembahyang mereka di sekitar Baitullah itu tidak lain hanyalah siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah azab disebabkan kekafiran kalian itu."

Dan tidaklah ibadah mereka di Masjidil Haram kecuali berupa siulan dan tepukan tangan. Maka rasakanlah hukuman berupa terbunuh dan tertawan pada Perang Badar, disebabkan oleh pengingkaran kalian dan ulah-ulah kalian yang tidak ada yang melakukannya kecuali hanya orang-orang kafir yang mengingkari keesaan Allah dan risalah Nabi mereka.

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ لِيَصُدُّواْ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ فَسَيُنفِقُونَهَا ثُمَّ تَكُونُ عَلَيْهِمْ حَسْرَةً ثُمَّ يُغْلَبُونَ ۗ وَٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِلَىٰ جَهَنَّمَ يُحْشَرُونَ

(36) "Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu menginfakkan harta merek untuk menghalangi (orang-orang) dari jalan Allah. Mereka akan menginfakannya (harta itu), kemudian akan menjadi penyesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan orang-orang yang kafir, ke dalam Neraka Jahannamlah mereka akan dikumpulkan."

Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendurhakai RasulNya, mereka mengeluarkan harta benda mereka dan menginfakkan (mendonasikan)nya kepada orang-orang yang sepaham dengan mereka dari kalangan kaum musyrikin dan para pengikut kesesatan untuk menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menghambat kaum Mukminin dari beriman kepada Allah dan RasulNya. Mereka itu akan menginfakkan dalam usaha tersebut, kemudian akibat dari sumbangan mereka itu adalah penyesalan dan kerugian bagi mereka. Sebab sesungguhnya harta benda mereka itu akan lenyap, dan mereka tidak akan dapat menggapai apa yang mereka impi-impikan, yaitu untuk memadamkan cahaya Allah dan menghalangi (manusia) dari jalanNya, kemudian pada akhirnya kaum Mukminin akan mengalahkan mereka. Dan orang-orang yang kafir akan dikumpulkan ke Neraka Jahanam lalu disiksa di dalamnya.

لِيَمِيزَ ٱللَّهُ ٱلْخَبِيثَ مِنَ ٱلطَّيِّبِ وَيَجْعَلَ ٱلْخَبِيثَ بَعْضَهُۥ عَلَىٰ بَعْضٍ فَيَرْكُمَهُۥ جَمِيعًا فَيَجْعَلَهُۥ فِى جَهَنَّمَ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(37) "Supaya Allah memisahkan (golongan) buruk dari yang baik dan menjadi kan (golongan) yang buruk itu sebagiannya di atas sebagian yang lain, lalu Dia menumpukkannya semuanya dan memasukkannya ke dalam Neraka Jahannam. Mereka itulah orang-orang yang merugi"

Allah akan mengumpulkan dan menghinakan orang-orang yang kafir kepada Tuhan mereka dan menginfakkan harta benda mereka untuk menghambat manusia dari keimanan kepada Allah dan menghadang jalanNya, agar Allah memisahkan (golongan) mana yang buruk dan (golongan) mana yang baik, dan kemudian Allah menjadikan harta yang haram yang diinfakkan untuk menghambat (manusia) dari jalan Allah sebagian berada di atas sebagian yang lain dengan bertumpuk-tumpuk lagi bersusun-susun, lalu Dia menjadikannya di Neraka Jahanam. Orang-orang kafir itulah orang-orang yang merugi di dunia dan akhirat.

قُل لِّلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِن يَنتَهُواْ يُغْفَرْ لَهُم مَّا قَدْ سَلَفَ وَإِن يَعُودُواْ فَقَدْ مَضَتْ سُنَّتُ ٱلْأَوَّلِينَ

(38) "Katakanlah kepada orang-orang yang kafir itu bahwa jika mereka berhenti (dari kekafiran mereka), niscaya diampuni bagi mereka dosa-dosa mereka yang sudah lalu; dan jika mereka kembali lagi,398 maka sungguh telah berlaku sunnah (Allah terhadap) orang-orang terdahulu399 (yang seperti mereka)"

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dari kalangan kaum musyrikin dari kaummu bahwa bila mereka berhenti dari kekafiran dan memushi Nabi dan kembali menuju keimanan kepada Allah semata dan tidak memerangi Rasul dan kaum Mukminin, niscaya Allah akan mengampuni bagi mereka dosa-dosa mereka yang dahulu, sebab Islam menutup apa (dosa) yang terjadi sebelumnya. Dan apabila kaum musyrikin itu kembali memerangimu wahai Rasul, setelah kekalahan yang kamu timpakan pada mereka pada hari Perang Badar, maka sungguh telah berlaku jalan (buruk) orang-orang dahulu. Yaitu, bila mereka mendustakan dan terus bertahan dengan penentangan mereka, maka Kami akan menyegerakan pada mereka siksaan dan hukuman.


[398] Maksudnya, mereka kembali kafir dan kembali memerangi Nabi .

[399] Sunnah Allah yang Dia berlakukan terhadap orang-orang terdahulu, ialah dengan membinasakan dan mengazab mereka dengan angin, petir, banjir bandang, dan sebagainya. karena kekafiran mereka.

وَقَٰتِلُوهُمْ حَتَّىٰ لَا تَكُونَ فِتْنَةٌ وَيَكُونَ ٱلدِّينُ كُلُّهُۥ لِلَّهِ ۚ فَإِنِ ٱنتَهَوْاْ فَإِنَّ ٱللَّهَ بِمَا يَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

(39) "Dan perangilah mereka, sehingga tidak ada fitnah400 dan agama itu semata- mata bagi Allah. Jika mereka berhenti (dari kekafiran), maka sesungguhnya Allah Maha Melihat apa yang mereka kerjakan."

Dan perangilah oleh kalian wahai kaum Mukminin, kaum musyrikin sampai tidak ada lagi kesyirikan dan tindakan menutup jalan Allah dan tidak ada yang disembah selain Allah semata, tiada sekutu bagiNya, sehingga musibah akan terangkat dari hamba-hamba Allah di muka bumi, dan sehingga ketundukan, ketaatan, dan ibadah hanya diperuntukkan bagi Allah semata, bukan kepada selainNya. Apabila mereka berhenti dari mengganggu kaum Mukminin dan dari kesyirikan kepada Allah, dan lalu mereka kembali menjadi pemeluk agama yang benar ini bersama kalian, maka tidaklah tersembunyi bagi Allah apa yang mereka perbuat, berupa meninggalkan kekafiran dan masuk ke dalam Islam.


[400] Maksudnya, gangguan terhadap umat Islam dan agama Islam

وَإِن تَوَلَّوْاْ فَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّ ٱللَّهَ مَوْلَىٰكُمْ ۚ نِعْمَ ٱلْمَوْلَىٰ وَنِعْمَ ٱلنَّصِيرُ

(40) "Dan jika mereka berpaling, maka ketahuilah bahwasanya Allah adalah Pelindung kalian. Dia adalah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong."

Dan apabila kaum musyrikin berpaling dari seruan dakwah yang kalian serukan kepada mereka wahai kaum Mukminin, untuk beriman kepada Allah dan RasulNya, serta meninggalkan usaha memerangi kalian, namun mereka tetap menolak, terus bertahan di atas kekafiran dan tetap memerangi kalian, maka yakinlah bahwa sesungguhnya Allah akan menolong dan memenangkan kalian atas musuh kalian. Dia-lah sebaik-baik Dzat yang menolong dan membantu kemenangan bagi kalian dan bagi para kekasihNya atas musuh-musuh kalian.

Cara Pembahan Ghanimah

۞ وَٱعْلَمُوٓاْ أَنَّمَا غَنِمْتُم مِّن شَىْءٍ فَأَنَّ لِلَّهِ خُمُسَهُۥ وَلِلرَّسُولِ وَلِذِى ٱلْقُرْبَىٰ وَٱلْيَتَٰمَىٰ وَٱلْمَسَٰكِينِ وَٱبْنِ ٱلسَّبِيلِ إِن كُنتُمْ ءَامَنتُم بِٱللَّهِ وَمَآ أَنزَلْنَا عَلَىٰ عَبْدِنَا يَوْمَ ٱلْفُرْقَانِ يَوْمَ ٱلْتَقَى ٱلْجَمْعَانِ ۗ وَٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(41) "Ketahuilah, bahwasanya apa saja yang kalian peroleh sebagai rampasan perang,401 maka sesungguhnya seperlima darinya adalah untuk Allah, Rasul, kerabat Rasul, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan ibnu sabil,402 jika kalian beriman kepada Allah dan kepada apa yang Kami turunkan kepada hamba Kami (Muhammad)403 di hari al-Furqan,404 yaitu di hari bertemunya dua pasukan. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu."

Dan ketahuilah oleh kalian wahai kaum Mukminin, bahwa harta rampasan yang kalian peroleh dari musuh kalian melalui jihad di jalan Allah, maka empat perlima bagiannya menjadi hak pasukan perang yang ikut serta dalam peperangan. Sedangkan seperlima bagian yang tersisa dibagi menjadi lima bagian: bagian pertama milik Allah dan RasulNya, untuk dipakai dalam urusan-urusan kemaslahatan umum bagi kaum Muslimin, yang kedua bagi kaum kerabat Rasulullah , yaitu Bani Hasyim dan Bani Muththalib. Dialokasikannya bagi mereka seperlima bagian adalah sebagai ganti sedekah, sebab sedekah diharamkan bagi mereka. Dan bagian yang ketiga diperuntukkan bagi anak-anak yatim, yang keempat bagi orang-orang miskin, dan yang kelima bagi musafir yang kehabisan bekal perjalanan. (Semua itu) bila kalian mengakui keesaan Allah, lagi taat kepadaNya, serta beriman dengan apa yang diturunkan Allah pada hambaNya, Muhammad , berupa ayat-ayat, bantuan, dan pertolongan pada hari Allah memisahkan antara kebenaran dan kebatilan dalam Perang Badar, yaitu hari ketika golongan kaum Mukminin berhadapan dengan golongan kaum musyrikin. Dan Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan tidak ada sesuatu pun yang dapat melemahkanNya.


[401] Harta Rampasan perang atau ghanimah adalah harta yang diperoleh dari orang-orang kafir melalui pertempuran, sedangkan harta yang diperoleh tidak dengan pertempuran, maka dinamakan fai'. Dan pembagian dalam ayat ini hanya berkaitan dengan harta rampasan perang atau ghanimah saja.

[402] Seperlima dari ghanimah itu dibagikan kepada: (1) Allah dan RasulNya (2) Kerabat Rasul (Bani Hasyim dan Bani Muththalib). (3) Anak-anak yatim. (4) Orang-orang miskin. (5) Ibnu sabil, yaitu orang yang sedang dalam perjalanan yang kehabisan bekal. Sedangkan empat perlima dari ghanimah itu dibagi kepada mereka yang ikut bertempur.

[403] Yaitu: ayat-ayat al-Qur'an, bala tentara dari para malaikat, dan pertolongan.

[404] Yakni, hari bertemunya dua pasukan pada Perang Badar, yaitu di Hari Jum'at, 17 Ramadhan th. 2H. Sebagian ahli tafsir berpendapat bahwa ayat ini mengisyaratkan kepada permulaan turunnya al-Qur'an pada malam 17 Ramadhan.

Rahmat Allah Kepada Kaum Muslimin Dalam Peperangan Badar

إِذْ أَنتُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلدُّنْيَا وَهُم بِٱلْعُدْوَةِ ٱلْقُصْوَىٰ وَٱلرَّكْبُ أَسْفَلَ مِنكُمْ ۚ وَلَوْ تَوَاعَدتُّمْ لَٱخْتَلَفْتُمْ فِى ٱلْمِيعَٰدِ ۙ وَلَٰكِن لِّيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا لِّيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنۢ بَيِّنَةٍ وَيَحْيَىٰ مَنْ حَىَّ عَنۢ بَيِّنَةٍ ۗ وَإِنَّ ٱللَّهَ لَسَمِيعٌ عَلِيمٌ

(42) "(Yaitu di hari) ketika kalian berada di pinggir lembah yang dekat dan mereka di pinggir lembah yang jauh sedang kafilah itu berada di bawah kalian.405 Sekiranya kalian (dengan mereka) mengadakan perjanjian (untuk menentukan hari pertempuran), pastilah kalian menyalahi perjanjian (pertempuran) tersebut, akan tetapi (Allah mempertemukan kedua pasukan itu) agar Dia merealisasikan suatu urusan yang telah diputuskan(Nya),406 yaitu agar orang yang binasa itu binasa setelah jelas (baginya) bukti yang nyata dan agar orang yang hidup itu hidup setelah jelas (baginya) bukti yang nyata (pula). Dan sesungguhnya Allah benar-benar Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan ingatlah tatkala kalian berada di sisi lembah yang lebih dekat dengan Madinah, sedang musuh kalian menempati bagian lembah yang jauh, sementara kafilah dagang berada di bawah kalian menuju tepi pantai Laut Merah. Kalau saja kalian telah menetapkan waktu untuk berhadapan (untuk peperangan) ini, pastilah kalian akan menyalahi perjanjian. Akan tetapi, Allah mengumpulkan kalian tanpa ada kesepakatan sebelumnya, supaya Allah merealisasikan ketetapan perkara yang mesti terlaksana, guna menolong para pembelaNya, dan menghinakan musuh-musuhNya dengan menjadi korban dan tawanan. Yang demikian itu, agar menjadi binasa orang yang binasa dari mereka dengan hujjah Allah yang telah tegak jelas baginya lalu ia melihatnya langsung dan menutup pintu udzur baginya. Dan agar hidup orang yang hidup dengan hujjah Allah yang telah datang dengan kuat dan tampak jelas baginya, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan-ucapan dua belah pihak, tidak ada sesuatu pun dari niat-niat mereka yang tersembunyi bagiNya.


[405] Kaum Muslimin waktu itu berada di pinggir lembah yang dekat ke Madinah, dan orang-orang kafir berada di pinggir lembah yang jauh dari Madinah. Sedangkan kafilah yang dipimpin oleh Abu Sufyan berada di tepi pantai kira-kira 5 mil dari Badar.

[406] yakni kemenangan kaum Muslimin dan kehancuran kaum musyrikin.

إِذْ يُرِيكَهُمُ ٱللَّهُ فِى مَنَامِكَ قَلِيلًا ۖ وَلَوْ أَرَىٰكَهُمْ كَثِيرًا لَّفَشِلْتُمْ وَلَتَنَٰزَعْتُمْ فِى ٱلْأَمْرِ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ سَلَّمَ ۗ إِنَّهُۥ عَلِيمٌۢ بِذَاتِ ٱلصُّدُورِ

(43) "(Ingatlah) ketika Allah menampakkan mereka kepadamu (wahai Nabi) di dalam mimpimu (berjumlah) sedikit. Dan sekiranya Allah memperlihatkan mereka kepadamu (berjumlah) banyak, tentu kalian menjadi gentar dan tentu saja kalian akan berbantah-bantahan dalam urusan itu, akan tetapi Allah telah menyelamatkan (kalian). Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati."

Dan ingatlah wahai Nabi, ketika Allah memperlihatkan musuhmu berjumlah sedikit dalam mimpimu, dan kemudian kamu memberitahukan itu kepada kaum Mukminin, sehingga hati mereka menjadi teguh dan mereka berani menyongsong peperangan menghadapi musuh mereka. Dan seandainya Tuhanmu memperlihatkan kepadamu jumlah mereka yang banyak, tentulah sahabat-sahabatmu akan maju mundur dalam menghadapi mereka, kalian menjadi takut serta bersilang pendapat dalam perkara memerangi mereka. Akan tetapi, Allah menyelamatkan kalian dari kegagalan dan menjauhkan kalian dari dampak buruknya. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui rahasia-rahasia yang tersembunyi di dalam hati dan tabiat-tabiat jiwa-jiwa manusia.

وَإِذْ يُرِيكُمُوهُمْ إِذِ ٱلْتَقَيْتُمْ فِىٓ أَعْيُنِكُمْ قَلِيلًا وَيُقَلِّلُكُمْ فِىٓ أَعْيُنِهِمْ لِيَقْضِىَ ٱللَّهُ أَمْرًا كَانَ مَفْعُولًا ۗ وَإِلَى ٱللَّهِ تُرْجَعُ ٱلْأُمُورُ

(44) "Dan (ingatlah pula) ketika Allah menampakkan mereka kepada kalian, ketika kalian berjumpa (dengan mereka), di mana mereka berjumlah sedikit di mata kalian dan Dia menampakkan kalian berjumlah sedikit pula di mata mereka, agar Allah merealisasikan suatu urusan yang telah diputuskan (Nya). Dan hanya kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan."

Dan ingatlah juga ketika musuh sudah muncul ke medan peperangan, lalu kalian melihat mereka berjumlah sedikit, sehingga kalian pun berani melawan mereka. Dan Allah menampakkan kalian berjumlah sedikit pada pandangan mata mereka, supaya mereka meremehkan persiapan untuk memerangi kalian, karena Allah hendak menetapkan satu perkara yang harus terlaksana, lalu terwujudlah janji Allah bagi kalian dengan datangnya pertolongan dan kemenangan. Kemudian kalimat Allah menjadi paling tinggi dan slogan orang-orang kafir menjadi yang paling rendah. Dan kepada Allah semua urusan kembali, lalu Dia memberikan balasan bagi masing-masing orang dengan apa yang berhak diterimanya.

Kewajiban Berteguh Hati dan Bersatu Dalam Peperangan, serta Larangan Berlaku Sombong dan Riya'

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِذَا لَقِيتُمْ فِئَةً فَٱثْبُتُواْ وَٱذْكُرُواْ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(45) "Wahai orang-orang beriman, apabila kalian menghadapi pasukan (musuh), maka berteguh hatilah kalian dan berdzikirlah (mengingat dan menyebut) Allah sebanyak-banyaknya, agar kalian beruntung."

Wahai orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, bila kalian berhadapan dengan golongan dari pengikut kekafiran yang benar-benar telah bersiap memerangi kalian, maka bertahanlah kalian dan jangan mundur dari mereka. Dan ingatlah Allah banyak-banyak dengan memohon diturunkannya pertolongan pada kalian dan kemenangan atas musuh kalian, agar kalian beruntung.

وَأَطِيعُواْ ٱللَّهَ وَرَسُولَهُۥ وَلَا تَنَٰزَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَٱصْبِرُوٓاْ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

(46) "Dan taatlah kepada Allah dan RasulNya dan janganlah kalian berbantah- bantahan, yang menyebabkan kalian menjadi gentar dan hilang kekuatan kalian, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar."

Dan terpegang teguhlah kalian untuk taat kepada Allah dan taat kepada RasulNya dalam seluruh keadaan kalian, dan janganlah kalian saling bersilang pendapat di antara kalian sehingga terkoyak-koyak persatuan kalian dan hati kalian saling bertolak belakang, sehingga kalian akan melemah serta kekuatan dan kemenangan kalian akan sirna. Dan bersabarlah tatkala menghadapi musuh, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan bantuan, pertolongan dan dukungan-Nya, serta tidak akan menelantarkan mereka.

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ خَرَجُواْ مِن دِيَٰرِهِم بَطَرًا وَرِئَآءَ ٱلنَّاسِ وَيَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ وَٱللَّهُ بِمَا يَعْمَلُونَ مُحِيطٌ

(47) "Dan janganlah kalian menjadi seperti orang-orang yang keluar dari kampung halaman mereka dengan rasa angkuh dan dengan maksud riya' kepada manusia, serta menghalangi (orang) dari jalan Allah. Dan (ilmu) Allah meliputi apa yang mereka kerjakan."

Dan janganlah kalian seperti orang-orang musyrik yang telah keluar meninggalkan negeri mereka dalam keadaan angkuh dan dengan maksud pamer (kepada manusia); untuk menghalang-halangi manusia dari masuk ke dalam agama Allah. Dan Allah meliputi segala yang mereka perbuat, tidak ada sesuatu pun yang terlewatkan olehNya.

Pengkhianatan Setan Terhadap Janjinya Kepada Pengikut-pengikutnya

وَإِذْ زَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ أَعْمَٰلَهُمْ وَقَالَ لَا غَالِبَ لَكُمُ ٱلْيَوْمَ مِنَ ٱلنَّاسِ وَإِنِّى جَارٌ لَّكُمْ ۖ فَلَمَّا تَرَآءَتِ ٱلْفِئَتَانِ نَكَصَ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ وَقَالَ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّنكُمْ إِنِّىٓ أَرَىٰ مَا لَا تَرَوْنَ إِنِّىٓ أَخَافُ ٱللَّهَ ۚ وَٱللَّهُ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(48) "Dan (ingatlah) ketika setan menjadikan mereka memandang baik pekerjaan mereka dan ia mengatakan, 'Tidak ada seorang manusia pun yang dapat mengalahkan kalian hari ini, dan sesungguhnya aku adalah penolong kalian'. Maka tatkala kedua pasukan itu telah saling melihat (berhadapan), setan itu balik ke belakang seraya berkata, 'Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian; sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat; sesungguhnya aku takut kepada Allah.' Dan Allah sangat keras siksaNya."

Dan ingatlah ketika setan memperindah pandangan kaum musyrikin terhadap motivasi mereka datang dan apa yang hendak mereka perbuat. Ia berkata kepada mereka, "Hari ini tidak ada seorang pun yang bisa mengalahkan kalian. Dan sesungguhnya aku akan menjadi penolong bagi kalian." Maka tatkala dua pasukan telah saling berhadapan; yaitu kaum musyrikin beserta setan mereka dan kaum Muslimin yang bersama para malaikat, setan mundur kabur ke belakang, sambil berkata kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari kalian dan sesungguhnya aku melihat apa yang tidak kalian lihat, yaitu para malaikat yang datang sebagai bala bantuan bagi kaum Muslimin. Dan sesungguhnya aku takut kepada Allah." Maka setan membiarkan mereka dan berlepas diri dari mereka. Dan Allah amat dahsyat siksaanNya bagi orang yang durhaka kepadaNya dan tidak bertaubat dengan taubat nasuha.

إِذْ يَقُولُ ٱلْمُنَٰفِقُونَ وَٱلَّذِينَ فِى قُلُوبِهِم مَّرَضٌ غَرَّ هَٰٓؤُلَآءِ دِينُهُمْ ۗ وَمَن يَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ فَإِنَّ ٱللَّهَ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(49) "(Ingatlah) ketika orang-orang munafik dan orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit berkata, 'Mereka itu (orang-orang Mukmin) teperdaya oleh agama mereka.' (Allah berfirman), 'Barangsiapa yang bertawakal kepada Allah, maka sesungguhnya Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.

Dan ingatlah tatkala orang-orang yang dipenuhi keraguan dan kemunafikan dan orang-orang yang memiliki hati yang sakit dan mereka menyaksikan jumlah kaum Muslimin yang sedikit dan banyaknya jumlah musuh mereka berkata, "Kaum Muslimin teperdaya oleh agama mereka, sehingga mengantarkan mereka ke tempat-tempat ini.” Orang-orang munafik tidak tahu bahwa sesungguhnya orang yang bertawakal dan yakin dengan janjiNya, maka sesungguhnya Allah tidak akan menelantarkannya. Sebab sesungguhnya Allah Mahaperkasa, tidak dapat dilemahkan oleh apa pun, lagi Maha bijaksana dalam pengaturan dan tindakanNya.

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ يَتَوَفَّى ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ۙ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ يَضْرِبُونَ وُجُوهَهُمْ وَأَدْبَٰرَهُمْ وَذُوقُواْ عَذَابَ ٱلْحَرِيقِ

(50) "Dan sekiranya kamu melihat ketika para malaikat mencabut nyawa orang, orang yang kafir seraya memukul wajah dan punggung mereka (dan berkata). 'Rasakanlah oleh kalian siksa neraka yang membakar'."

Seandainya kamu wahai Rasul, menyaksikan langsung bagaimana para malaikat mencabut nyawa-nyawa orang-orang kafir dan menariknya, mereka memukuli wajah-wajah orang-orang kafir ketika mereka maju, dan memukuli punggung-punggung mereka ketika melarikan diri dan seraya terkata kepada mereka, "Rasakanlah siksaan yang membakar ini", tentulah kamu menyaksikan perkara yang sangat menakutkan. Dan rangkaian redaksi ayat ini, sekalipun sebabnya adalah Perang Badar, tetapi ia berlaku umum pada setiap orang kafir.

ذَٰلِكَ بِمَا قَدَّمَتْ أَيْدِيكُمْ وَأَنَّ ٱللَّهَ لَيْسَ بِظَلَّٰمٍ لِّلْعَبِيدِ

(51) "Yang demikian itu disebabkan oleh perbuatan tangan kalian sendiri. Dan bahwasanya Allah sekali-kali tidak menzhalimi hamba-hamba(Nya)."

Balasan (kekalahan) yang menimpa kaum musyrikin di Perang Badar itu disebabkan oleh perbuatan-perbuatan buruk mereka sendiri, dan Allah tidak menzhalimi siapa pun dari makhlukNya sebesar biji sawi sekalipun. Akan tetapi, itu merupakan keputusan adil yang tidak ada unsur kecurangan padanya.

Kebinasaan Suatu Kaum Adalah Lantaran Perbuatan Mereka Sendiri

كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ ۙ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَفَرُواْ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ فَأَخَذَهُمُ ٱللَّهُ بِذُنُوبِهِمْ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ قَوِىٌّ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

(52) "(Keadaan mereka) seperti keadaan pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuat lagi amat keras siksaNya"

Sesungguhnya apa yang menimpa kaum musyrikin pada hari itu merupakan sunnatullah dalam menghukum orang-orang yang berbuat melampaui batas dari umat-umat terdahulu, semisal Fir'aun dan orang- orang (zhalim) sebelumnya, ketika mereka mendustakan rasul-rasul Allah dan mengingkari ayat-ayatNya. Sesungguhnya Allah menimpakan pada mereka siksaanNya disebabkan dosa-dosa mereka. Sesungguhnya Allah Mahakuat, tidak dapat dipecundangi, amat dahsyat siksaanNya bagi orang yang mendurhakaiNya dan tidak bertaubat dari dosanya.

ذَٰلِكَ بِأَنَّ ٱللَّهَ لَمْ يَكُ مُغَيِّرًا نِّعْمَةً أَنْعَمَهَا عَلَىٰ قَوْمٍ حَتَّىٰ يُغَيِّرُواْ مَا بِأَنفُسِهِمْ ۙ وَأَنَّ ٱللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(53) "Yang demikian (siksaan) itu adalah karena sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu nikmat yang telah dianugerahkanNya kepada suatu kaum, se-hingga mereka mengubah apa yang ada pada diri mereka sendiri,407 dan bahwasanya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Balasan buruk tersebut, yaitu sesungguhnya Allah ketika melimpahkan kenikmatan tercurah pada suatu kaum, Dia sekali-kali tidak akan mencabutnya dari mereka sampai mereka sendiri mengubah keadaan mereka yang baik menuju keadaan buruk, dan sesungguhnya Allah Maha Mendengar ucapan-ucapan makhlukNya, Maha Mengetahui orang yang berhak ditimpa siksaan.


[407] Yakni, Allah tidak akan mencabut nikmat yang telah dilimpahkanNya kepada suatu kaum, selama kaum itu tetap taat dan bersyukur kepada Allah .

كَدَأْبِ ءَالِ فِرْعَوْنَ ۙ وَٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ ۚ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِ رَبِّهِمْ فَأَهْلَكْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَغْرَقْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ ۚ وَكُلٌّ كَانُواْ ظَٰلِمِينَ

(54) "(Keadaan mereka) seperti pengikut Fir'aun dan orang-orang yang sebelum mereka. Mereka mendustakan ayat-ayat Tuhan mereka, maka Kami binasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Kami tenggelamkan (Fir’aun dan) pengikut-pengikutnya; dan mereka semua adalah orang-orang yang zhalim."

Perumpamaan orang-orang kafir dalam hal tersebut adalah seperti Fir'aun dan para pengikutnya yang mendustakan Musa , dan seperti orang-orang yang mendustakan rasul-rasul mereka dari umat-umat dahulu, lalu Allah membinasakan mereka disebabkan oleh dosa-dosa mereka, dan Allah menenggelamkan Fir'aun dan bala tentaranya di dalam laut. Dan setiap dari mereka telah melakukan sesuatu yang tidak sepantasnya ia perbuat, berupa pendustaan kepada rasul-rasul Allah, pengingkaran mereka terhadap ayat-ayat Allah, dan kesyirikan mereka dalam ibadah kepadaNya.

إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللَّهِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(55) "Sesungguhnya binatang (makhluk hidup) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang yang kafir, di mana mereka itu tidak beriman."

Sesungguhnya makhluk terburuk yang berjalan di muka bumi di sisi Allah adalah orang-orang kafir yang bertahan di atas kekafiran. Mereka tidak membenarkan utusan-utusan Allah, tidak mengakui keesaan Allah, dan tidak mengikuti syariatNya.

ٱلَّذِينَ عَٰهَدتَّ مِنْهُمْ ثُمَّ يَنقُضُونَ عَهْدَهُمْ فِى كُلِّ مَرَّةٍ وَهُمْ لَا يَتَّقُونَ

(56) "(Yaitu) orang-orang yang kamu telah mengambil perjanjian dari mereka, kemudian sesudah itu mereka mengkhianati perjanjian mereka setiap kalinya, dan mereka tidak takut kepada Allah)."

Di antara manusia-manusia terburuk tersebut adalah bangsa Yahudi yang sepakat denganmu menjalin hubungan perdamaian untuk tidak memerangimu dan tidak mendukung siapa pun untuk melawanmu. Tetapi kemudian mereka melanggar isi perjanjian mereka berulang-ulang kali dan mereka tidak takut kepada Allah.

فَإِمَّا تَثْقَفَنَّهُمْ فِى ٱلْحَرْبِ فَشَرِّدْ بِهِم مَّنْ خَلْفَهُمْ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

(57) "Jika kamu menghadapi mereka dalam peperangan, maka cerai-beraikanlah orang-orang yang di belakang mereka (musuh selain mereka) dengan (menumpas) mereka, supaya mereka mengambil pelajaran."

Apabila kamu menghadapi orang-orang yang melanggar perjanjian dan kesepakatan di dalam suatu pertempuran, maka timpakanlah pada mereka serangan yang dapat menghunjamkan rasa ketakutan di dalam hati orang-orang selain mereka dan mencerai-beraikan kelompok-kelompok mereka, mudah-mudahan mereka mau mengambil pelajaran, sehingga mereka tidak lagi berani bertindak serupa dengan perbuatan para pendahulu mereka.

Syirik Adalah Dosa yang Paling Besar dan Sikap Menghadapi Kaum Musyrikin Dalam Peperangan

وَإِمَّا تَخَافَنَّ مِن قَوْمٍ خِيَانَةً فَٱنۢبِذْ إِلَيْهِمْ عَلَىٰ سَوَآءٍ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يُحِبُّ ٱلْخَآئِنِينَ

(58) "Dan jika kamu khawatir akan (terjadinya) pengkhianatan dari suatu kaum, maka kembalikanlah perjanjian itu kepada mereka di atas dasar (kedua belah pihak) sama-sama (mengetahui bahwa perjanjian telah dibatalkan). Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat."

Dan bila kamu wahai Rasul, mengkhawatirkan adanya pengkhianatan dari suatu kaum yang telah tampak gejala-gejalanya, maka lemparkan saja perjanjian itu kepada mereka, agar kedua belah pihak sama-sama mengetahui bahwa sudah tidak ada perjanjian yang berlaku lagi setelah hari ini. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berkhianat dalam perjanjian-perjanjian lagi melanggar perjanjian dan kesepakatan.

وَلَا يَحْسَبَنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ سَبَقُوٓاْ ۚ إِنَّهُمْ لَا يُعْجِزُونَ

(59) "Dan janganlah orang-orang yang kafir itu mengira bahwa mereka akan dapat lolos (dari hukuman Allah). Sesungguhnya mereka tidak dapat melemahkan (Allah)."

Dan janganlah orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah menyangka bahwa mereka akan lolos dan selamat dan bahwasanya Allah tidak berkuasa atas mereka. Sesungguhnya mereka tidak akan lepas dari siksaan Allah.

وَأَعِدُّواْ لَهُم مَّا ٱسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ ٱلْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِۦ عَدُوَّ ٱللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ وَءَاخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ ٱللَّهُ يَعْلَمُهُمْ ۚ وَمَا تُنفِقُواْ مِن شَىْءٍ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

(60) "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, dengan persiapan itu kalian menggentarkan musuh Allah dan musuh kalian, serta orang-orang selain mereka yang tidak kalian ketahui; sedang Allah mengetahui mereka. Dan apa saja yang kalian infakkan di jalan Allah, niscaya akan dibalas dengan penuh kepada kalian dan kalian tidak akan dizhalimi (dirugikan)."

Dan persiapkanlah wahai kaum Muslimin, untuk menghadapi musuh-musuh kalian, semua yang dapat kalian perbuat dalam jumlah dan perlengkapan militer, supaya dengan itu kalian dapat menyusupkan rasa ketakutan di hati musuh-musuh Allah dan musuh-musuh kalian yang senantiasa menunggu-nunggu kesempatan menghabisi kalian, dan juga kalian dapat menggentarkan orang-orang lain yang belum menampakkan api permusuhan kepada kalian sekarang. Akan tetapi, Allah mengetahui mereka dan mengetahui apa yang mereka tutup-tutupi dalam hati mereka. Dan apa saja yang kalian infakkan baik harta benda atau lainnya di jalan Allah dan demi membela Islam, Allah akan memberikan ganti bagi kalian di dunia dan menyimpan pahala amalan itu bagi kalian hingga Hari Kiamat, sedang kalian tidak mengalami pengurangan dari pahala amalan itu sedikit pun.

Cara Perdamaian dan Keharusan Mempertebal Semangat Jihad

۞ وَإِن جَنَحُواْ لِلسَّلْمِ فَٱجْنَحْ لَهَا وَتَوَكَّلْ عَلَى ٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(61) "Dan jika mereka condong kepada perdamaian, maka condonglah kepadanya dan bertawakallah kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan bila mereka condong untuk tidak memerangi dan berkeinginan untuk menjalin perdamaian dengan kalian, maka condonglah kepadanya wahai Nabi, dan serahkan urusanmu kepada Allah dan percayalah kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar ucapan-ucapan mereka lagi Maha Mengetahui niat-niat mereka.

وَإِن يُرِيدُوٓاْ أَن يَخْدَعُوكَ فَإِنَّ حَسْبَكَ ٱللَّهُ ۚ هُوَ ٱلَّذِىٓ أَيَّدَكَ بِنَصْرِهِۦ وَبِٱلْمُؤْمِنِينَ

(62) "Dan jika mereka bermaksud menipumu, maka sesungguhnya cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu. Dia-lah Yang memperkuatmu dengan pertolonganNya dan dengan orang-orang Mukmin,"

Apabila orang-orang yang menjalin perdamaian denganmu hendak melakukan konspirasi buruk terhadapmu, maka sesungguhnya Allah akan melindungmu dari tipu daya mereka, Sesungguhnya Dia-lah Dzat yang mendatangkan kemenangan padamu dan menguatkanmu dengan kaum Mukminin dari kalangan kaum Muhajirin dan Anshar,

وَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ ۚ لَوْ أَنفَقْتَ مَا فِى ٱلْأَرْضِ جَمِيعًا مَّآ أَلَّفْتَ بَيْنَ قُلُوبِهِمْ وَلَٰكِنَّ ٱللَّهَ أَلَّفَ بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(63) "dan Yang mempersatukan hati mereka (orang-orang yang beriman). Walaupun kamu membelanjakan (kekayaan) di bumi ini semuanya, kamu tidak dapat mempersatukan hati mereka, akan tetapi Ih telah mempersatukan hati mereka. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

dan memadukan hati-hati kalian setelah berpecah belah. Sekiranya kamu mengeluarkan seluruh kekayaan dunia untuk memadukan hati mereka, tentulah kamu tidak mampu mencapai jalan menuju ke sana. Akan tetapi, Allah-lah yang telah memadukan hati mereka di atas keimanan, sehingga mereka menjelma menjadi orang-orang bersaudara yang saling mencintai. Sesungguhnya Dia Mahaperkasa dalam kekuasaanNya, lagi Mahabijaksana dalam perintah dan pengaturanNya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(64) "Wahai Nabi, cukuplah Allah (menjadi Pelindung) bagimu dan bagi orang-orang Mukmin yang mengikutimu."

Wahai Nabi, sesungguhnya Allah akan memeliharamu dan memelihara orang-orang Mukmin yang bersamamu dari keburukan musuh-musuh kalian.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَرِّضِ ٱلْمُؤْمِنِينَ عَلَى ٱلْقِتَالِ ۚ إِن يَكُن مِّنكُمْ عِشْرُونَ صَٰبِرُونَ يَغْلِبُواْ مِاْئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٌ يَغْلِبُوٓاْ أَلْفًا مِّنَ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَفْقَهُونَ

(65) "Wahai Nabi, kobarkanlah semangat orang-orang Mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar di antara kalian, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang (musuh). Dan jika ada seratus orang (yang sabar) di antara kalian, maka mereka dapat mengalahkan seribu dari orang-orang kafir, disebabkan mereka (orang-orang kafir) itu adalah kaum yang tidak mengerti408."

Wahai Nabi, doronglah orang-orang yang beriman kepadamu untuk berperang. Jika dari kalian ada dua puluh orang yang teguh bersabar ketika menghadapi musuh, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang dari mereka (musuh). Lalu bila dari kalian ada seratus prajurit perang yang teguh bersabar, niscaya mereka akan mengalahkan seribu orang dari orang-orang kafir. Hal itu karena mereka itu (kaum kafir) adalah orang-orang yang tidak memiliki pengetahuan sedikit pun tentang kenikmatan yang disediakan Allah bagi orang-orang yang berjihad di jalanNya. Sedang mereka berperang demi meraih martabat tinggi di dunia dan melakukan kerusakan di dalamnya.


[408] Yakni, mereka tidak mengerti bahwa berperang itu haruslah untuk membela keyakinan dan menaati perintah Allah . Sementara mereka berperang hanya semata-mata mempertahankan tradisi jahiliyah dan maksud-maksud duniawi lainnya.

ٱلْـَٰٔنَ خَفَّفَ ٱللَّهُ عَنكُمْ وَعَلِمَ أَنَّ فِيكُمْ ضَعْفًا ۚ فَإِن يَكُن مِّنكُم مِّاْئَةٌ صَابِرَةٌ يَغْلِبُواْ مِاْئَتَيْنِ ۚ وَإِن يَكُن مِّنكُمْ أَلْفٌ يَغْلِبُوٓاْ أَلْفَيْنِ بِإِذْنِ ٱللَّهِ ۗ وَٱللَّهُ مَعَ ٱلصَّٰبِرِينَ

(66) Sekarang Allah telah meringankan bagi kalian dan Dia telah mengetahui bahwa pada diri kalian ada kelemahan. Maka jika ada di antara kalian seratus orang yang sabar, niscaya mereka dapat mengalahkan dua ratus orang (musuh); dan jika di antara kalian ada seribu orang (yang sabar), niscaya mereka dapat mengalahkan dua ribu orang (musuh). Dan Allah beserta orang-orang yang sabar."

Sekarang, Allah telah meringankan (kewajiban) dari kalian wahai kaum Mukminin, karena pada diri kalian terdapat kelemahan. Maka bila dari kalian ada seratus orang teguh bersabar, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang dari orang-orang kafir. Dan apabila dari kalian terdapat seribu orang, niscaya akan sanggup mengalahkan dua ribu orang dari mereka dengan izin Allah Dan Allah bersama orang-orang yang bersabar dengan dukungan dan pertolonganNya.

مَا كَانَ لِنَبِىٍّ أَن يَكُونَ لَهُۥٓ أَسْرَىٰ حَتَّىٰ يُثْخِنَ فِى ٱلْأَرْضِ ۚ تُرِيدُونَ عَرَضَ ٱلدُّنْيَا وَٱللَّهُ يُرِيدُ ٱلْءَاخِرَةَ ۗ وَٱللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ

(67) "Tidak patut bagi seorang Nabi mempunyai tawanan-tawanan sehingga dia melumpuhkan (musuh-musuhnya) di muka bumi. Kalian menghendaki harta benda dunia, sedangkan Allah menghendaki (pahala) akhirat (untuk kalian). Dan Allah Mahaperkasa lagi Mahabijaksana."

Tidak sepatutaya bagi Nabi untuk memiliki tawanan perang dari musuh-musuhnya sampai dia benar-benar mengambil tindakan tegas dalam membunuh mereka, untuk menanamkan rasa takut ke dalam hati mereka dan menancapkan tonggak-tonggak agama. Kalian wahai kaum Muslimin, menghendaki mengambil tebusan dari para tawanan Perang Badar berupa kekayaan dunia, padahal Allah menghendaki untuk meninggikan agamaNya yang menjadi sarana mencapai akhirat. Dan Allah Mahaperkasa Yang tidak terkalahkan, juga Mahabijaksana dalam atirran syariatNya.

لَّوْلَا كِتَٰبٌ مِّنَ ٱللَّهِ سَبَقَ لَمَسَّكُمْ فِيمَآ أَخَذْتُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ

(68) "Kalau sekiranya tidak ada ketetapan yang telah terdahulu dari Allah, niscaya kalian ditimpa siksaan yang besar karena (tebusan) yang kalian ambil."

Seandainya tidak ada kitab dari Allah yang Qadha' dan Qadar berjalan di atas ketetapan itu untuk menghalalkan harta rampasan dan diperbolehkannya tebusan terhadap tawanan bagi umat ini, pastilah akan menimpa kalian siksaan disebabkan kalian mengambil harta rampasan perang dan uang tebusan sebelum turun aturan syariat tentang dua perkara tersebut.

فَكُلُواْ مِمَّا غَنِمْتُمْ حَلَٰلًا طَيِّبًا ۚ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(69) "Maka makanlah dari sebagian rampasan perang yang telah kalian dapatkan itu, sebagai makanan yang halal lagi baik, dan bertakwalah kepada Allah; sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Maka makanlah dari hasil harta rampasan perang dan tebusan tawanan itu, karena ia halal lagi baik (bagi kalian), dan peliharalah hukum-hukum Allah dan ajaran-ajaran syariatNya. Sesungguhnya Dia Maha Pengampun terhadap hamba-hambaNya lagi Maha Penyayang terhadap mereka.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّمَن فِىٓ أَيْدِيكُم مِّنَ ٱلْأَسْرَىٰٓ إِن يَعْلَمِ ٱللَّهُ فِى قُلُوبِكُمْ خَيْرًا يُؤْتِكُمْ خَيْرًا مِّمَّآ أُخِذَ مِنكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(70) "Wahai Nabi, katakanlah kepada tawanan-tawanan yang ada di tangan kalian, 'Jika Allah mengetahui ada kebaikan dalam hati kalian, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian yang lebih baik dari apa yang telah diambil dari kalian dan Dia akan mengampuni kalian.' Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang,"

Wahai Nabi, katakanlah kepada orang-orang yang kalian tawan dalam Perang Badar, "Janganlah kalian putus harapan terhadap uang tebusan yang diambil dari kalian. Sebab bila Allah mengetahui ada kebaikan pada diri kalian, niscaya Dia akan memberikan kepada kalian sesuatu yang lebih baik dari apa yang diambil dari kalian dengan melapangkan dada kalian untuk mau menerima Islam dan mengampuni dosa-dosa kalian." Dan Allah Maha Pengampun terhadap dosa-dosa hamba-hambaNya bila mereka bertaubat, juga Maha Penyayang terhadap mereka.

وَإِن يُرِيدُواْ خِيَانَتَكَ فَقَدْ خَانُواْ ٱللَّهَ مِن قَبْلُ فَأَمْكَنَ مِنْهُمْ ۗ وَٱللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

(71). "Dan (akan tetapi) jika mereka (tawanan-tawanan itu) bermaksud hendak mengkhianatimu, maka sungguh mereka telah berkhianat kepada Allah sebelum ini, lalu Allah menjadikan(mu) berkuasa terhadap mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana."

Dan apabila orang-orang yang akan kamu lepaskan penawanan mereka dari para tawanan itu wahai Nabi, hendak berkhianat kepadamu sekali lagi, maka janganlah kamu berputus asa, sesungguhnya mereka telah berkhianat kepada Allah sebelumnya dan memerangimu, kemudian Allah memenangkanmu atas mereka. Dan Allah Maha Mengetahui apa yang disimpan oleh hati-hati manusia, juga Mahabijaksana dalam mengatur urusan-urusan hamba-hambaNya.

إِنَّ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمْ يُهَاجِرُواْ مَا لَكُم مِّن وَلَٰيَتِهِم مِّن شَىْءٍ حَتَّىٰ يُهَاجِرُواْ ۚ وَإِنِ ٱسْتَنصَرُوكُمْ فِى ٱلدِّينِ فَعَلَيْكُمُ ٱلنَّصْرُ إِلَّا عَلَىٰ قَوْمٍ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُم مِّيثَٰقٌ ۗ وَٱللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

(72) "Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah, dan orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), maka mereka itu sebagian mereka adalah pelindung bagi sebagian yang lain. Dan (terhadap) orang-orang yang beriman, tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban atas kalian melindungi mereka, sehingga mereka berhijrah. Dan (akan tetapi) jika mereka meminta pertolongan kepada kalian dalam (urusan pembelaan) agama, maka kalian wajib memberikan pertolongan, kecuali terhadap kaum yang telah ada perjanjian antara kalian dengan mereka. Dan Allah Maha Melihat apa yang kalian kerjakan."

Sesungguhnya orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya serta melaksanakan SyariatNya, juga berhijrah ke negeri Islam atau ke negeri yang memungkinkan mereka untuk beribadah kepada Tuhan mereka, dan berjihad dijalanNya dengan harta dan jiwa, dan orang-orang yang menerima kaum Muhajirin di tempat-tempat tinggal mereka, dan berempati dengan mereka dengan harta benda mereka, dan membela agama Allah, mereka itu sebagian dari mereka menjadi pembela sebagian yang lain. Sedangkan orang-orang yang telah beriman, namun belum berhijrah dari negeri kafir, maka kalian tidaklah terbebani untuk melindungi mereka dan menolong mereka, hingga mereka berhijrah. Apabila mereka mengalami tindakan kezhaliman dari orang-orang kafir, lalu meminta pertolongan dari kalian, maka penuhilah permintaan itu, kecuali untuk melawan kaum yang antara kalian dan mereka ada jalinan perjanjian yang kuat yang tidak mereka langgar. Dan Allah Maha Melihat amal perbuatan kalian. Dia akan membalas masing-masing orang sesuai dengan niat dan amalnya.

وَٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَآءُ بَعْضٍ ۚ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُن فِتْنَةٌ فِى ٱلْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ

(73) "Dan orang-orang yang kafir, sebagian mereka adalah pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kalian (wahai kaum Muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu,409 niscaya akan terjadi fitnah (kekacauan) di muka bumi dan kerusakan yang besar."

Dan orang-orang kafir, sebagian mereka menjadi pembela sebagian yang lain. Dan kalian wahai kaum Mukminin, bila tidak menjadi pembela bagi sebagian yang lain, niscaya muncullah di muka bumi fitnah bagi kaum Mukminin yang menjauhkan mereka dari agama Allah dan timbul kerusakan yang merajalela dengan adanya hambatan menuju jalan Allah dan pengokohan tiang-tiang penyangga kekafiran.


[409] Yakni, keharusan adanya persaudaraan yang teguh antara kaum Muslimin.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ وَٱلَّذِينَ ءَاوَواْ وَّنَصَرُوٓاْ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُؤْمِنُونَ حَقًّا ۚ لَّهُم مَّغْفِرَةٌ وَرِزْقٌ كَرِيمٌ

(74) "Dan orang-orang yang beriman dan berhijrah, serta berjihad di jalan Allah, dan orang-orang yang memberi tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada orang-orang Muhajirin), mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh ampunan dan rizki (nikmat) yang mulia"

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya, dan mereka meninggalkan negeri mereka, bermaksud mendatangi para pemeluk Islam dan negeri mereka, dan berjihad untuk meninggikan kalimat Allah dan orang-orang yang menolong saudara-saudara mereka dari kaum Muhajirin dan memberikan tempat tinggal serta terbagi dengan mereka dengan harta dan dukungan, mereka itulah orang-orang Mukmin sejati yang sebenarnya. Bagi mereka ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan rizki baik lagi luas di Surga Na'im.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مِنۢ بَعْدُ وَهَاجَرُواْ وَجَٰهَدُواْ مَعَكُمْ فَأُوْلَٰٓئِكَ مِنكُمْ ۚ وَأُوْلُواْ ٱلْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَىٰ بِبَعْضٍ فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌۢ

(75) "Dan orang-orang yang beriman sesudah itu, kemudian berhijrah dan berjihad bersama kalian, maka mereka itu termasuk golongan kalian (juga). Orang-orang yang mempunyai hubungan kerabat itu, sebagiannya lebih berhak terhadap sesamanya (daripada yang bukan kerabat) di dalam kitab Allah,410. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dan orang-orang yang beriman setelah kaum Muhajirin dan Anshar, mereka berhijrah dan berjihad bersama kalian di jalan Allah, maka mereka itu termasuk dari golongan kalian wahai kaum Mukminin; mereka mendapatkan hak yang sama dengan yang kalian terima dan mereka menanggung kewajiban yang sama dengan yang menjadi tanggungan kalian. Dan orang-orang yang saling memiliki hubungan kekerabatan, sebagian mereka lebih berhak kepada yang lain dalam urusan warisan yang ada di dalam hukum Allah dibandingkan orang-orang Muslim pada umumnya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu, mengetahui apa-apa yang bermaslahat bagi hamba-hambaNya seperti penetapan hak mewarisi bagi sebagian dari sebagian yang lain yang terkait hubungan kerabat dan pernasaban, bukan saling mewarisi atas dasar hubungan perdamaian antar suku dan hubungan lainnya, yang dahulu terjadi pada permulaan perkembangan Islam.


[410] Yakni, yang menjadi dasar waris mewarisi dalam Islam adalah hubungan kerabat, bukan hubungan persaudaraan keagamaan, sebagaimana yang terjadi antara kaum Muhajirin dan Anshar pada permulaan Islam.