Isi Tafsir Al-Qur'an

Al A'raf

KEWAJIBAN MENGIKUTI WAHYU DAN AKIBAT MENENTANGNYA

الٓمٓصٓ

(1) "Alif Lam Mim Shad."

(Alif Lam Mim Shad), pembicaraan tentang huruf-huruf terpisah (seperti ini) sudah berlalu di awal Surat al-Baqarah.

كِتَٰبٌ أُنزِلَ إِلَيْكَ فَلَا يَكُن فِى صَدْرِكَ حَرَجٌ مِّنْهُ لِتُنذِرَ بِهِۦ وَذِكْرَىٰ لِلْمُؤْمِنِينَ

(2) "(Ini adalah) sebuah kitab yang diturunkan kepadamu (wahai Rasul), maka janganlah ada kesempitan di dalam dadamu karenanya, supaya kamu memberi peringatan dengan kitab itu (kepada orang kafir), dan menjadi pelajaran bagi orang-orang yang beriman."

Al-Qur'an ini merupakan kitab agung yang diturunkan oleh Allah kepadamu wahai Rasul, maka janganlah ada keraguan dalam hatimu tentangnya bahwa dia diturunkan dari sisi Allah. Dan janganlah engkau merasa susah untuk menyampaikannya dan memperingatkan (orang) dengannya. Kami menurunkannya kepadamu untuk memperingatkan orang-orang kafir dengannya dan mengingatkan orang-orang Mukmin dengannya.

ٱتَّبِعُواْ مَآ أُنزِلَ إِلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ وَلَا تَتَّبِعُواْ مِن دُونِهِۦٓ أَوْلِيَآءَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَذَكَّرُونَ

(3) "Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selainNya. Amat sedikitlah kalian mengambil pelajaran (darinya)."

Ikutilah wahai sekalian manusia, apa yang diturunkan kepada kalian dari Tuhan kalian yang berupa Kitabullah dan Sunnah dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangannya. Dan janganlah kalian mengikuti pemimpin-pemimpin selain Allah, seperti setan- setan, pendeta-pendeta, dan rahib-rahib. Sesungguhnya sedikit sekali dari kalian yang mau memahami nasihat dan mengambil pelajaran sehingga mau kembali menuju kepada yang haq.

وَكَم مِّن قَرْيَةٍ أَهْلَكْنَٰهَا فَجَآءَهَا بَأْسُنَا بَيَٰتًا أَوْ هُمْ قَآئِلُونَ

(4) "Betapa banyak negeri yang telah Kami binasakan, di mana siksaan Kami datang menimpa (penduduk)nya pada malam hari, atau di waktu mereka beristirahat di siang hari."

Banyak dari negeri-negeri telah Kami hancurkan penduduknya, karena penentangan dan pendustaan mereka terhadap para rasul Kami, sehingga hal itu menimpakan pada mereka kehinaan di dunia yang berlanjut dengan kenistaan di akhirat. Maka sekali waktu datanglah siksa Kami kepada mereka saat mereka tidur pada malam hari dan sekali waktu saat mereka tidur di siang hari. Allah menyebut dua waktu ini secara khusus, karena merupakan jam tidur dan melepas rasa lelah. Karenanya, kedatangan siksaan pada saat tersebut akan lebih menakutkan dan mengagetkan.

فَمَا كَانَ دَعْوَىٰهُمْ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَآ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ إِنَّا كُنَّا ظَٰلِمِينَ

(5) "Maka tidak ada ungkapan mereka ketika datang kepada mereka siksaan Kami, kecuali mengatakan, Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang zhalim'."

Maka tidaklah ada komentar dari mereka ketika siksaan itu datang kecuali pengakuan terhadap dosa dan kesalahan, dan bahwasanya diri mereka itu pantas menerima siksaan yang menimpa mereka.

فَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلَّذِينَ أُرْسِلَ إِلَيْهِمْ وَلَنَسْـَٔلَنَّ ٱلْمُرْسَلِينَ

(6) "Maka Kami benar-benar akan menanyai umat-umat yang telah diutus rasul- rasul kepada mereka dan Kami benar-benar akan menanyai (pula) rasul-rasul itu."

Maka Kami benar-benar akan menanyakan kepada umat-umat yang telah diutus kepada mereka rasul-rasul, "Apa jawaban kalian terhadap rasul-rasul Kami yang diutus ke tengah kalian?" Dan Kami akan benar-benar bertanya kepada rasul-rasul tentang ketuntasan penyampaian mereka terhadap risalah-risalah mereka dan apa jawaban umat-umat mereka terhadap mereka.

فَلَنَقُصَّنَّ عَلَيْهِم بِعِلْمٍ ۖ وَمَا كُنَّا غَآئِبِينَ

(7) "lalu Kami benar-benar akan menceritakan kepada mereka dengan ilmu (Kami, tentang amal perbuatan mereka), dan Kami tidak jauh (dari mereka)."

Dan Kami sungguh akan memberitahukan kepada semua makhluk tentang apa yang mereka perbuat sesuai dengan pengetahuan Kami tentang perbuatan-perbuatan mereka di dunia dan tentang perkara-perkara yang Kami perintahkan kepada mereka dan hal-hal yang Kami melarang mereka darinya. Dan Kami tidak jauh dari mereka dalam kondisi apa pun.

وَٱلْوَزْنُ يَوْمَئِذٍ ٱلْحَقُّ ۚ فَمَن ثَقُلَتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(8) ”Timbangan pada hari itu ialah kebenaran (keadilan), maka barangsiapa berat timbangan (kebaikan)nya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Dan penimbangan amal-amal perbuatan manusia pada Hari Kiamat dilakukan dengan timbangan hakiki secara adil dan lurus yang tidak ada unsur kezhaliman sama sekali di dalamnya. Barangsiapa yang berat timbangan amal perbuatannya -karena amal kebaikannya banyak-, maka mereka adalah orang-orang yang beruntung.

وَمَنْ خَفَّتْ مَوَٰزِينُهُۥ فَأُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُم بِمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَظْلِمُونَ

(9) "Dan siapa yang ringan timbangan (kebaikan)nya, maka itulah orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, disebabkan mereka selalu berlaku zhalim (ingkar) terhadap ayat-ayat Kami."

Dan barangsiapa ringan timbangan amal perbuatannya -karena keburukannya yang banyak-, maka mereka itu adalah orang-orang yang menyia-nyiakan bagiannya dari keridhaan Allah lantaran sikapnya yang melampaui batas dengan mengingkari ayat-ayat Allah dan menolak tunduk kepadanya.

PERMUSUHAN DAN GODAAN SETAN TERHADAP MANUSIA

Penghargaan Allah Kepada Nabi Adam dan Keturunannya

وَلَقَدْ مَكَّنَّٰكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَجَعَلْنَا لَكُمْ فِيهَا مَعَٰيِشَ ۗ قَلِيلًا مَّا تَشْكُرُونَ

(10) "Sungguh Kami telah menempatkan kalian di muka bumi dan Kami adakan bagi kalian di muka bumi itu (sumber) penghidupan. Amat sedikitlah kalian bersyukur."

Dan sungguh Kami telah memberikan kekuasaan bagi kalian di muka bumi wahai sekalian manusia, dan Kami menjadikan bumi sebagai tempat tinggal bagi kalian dan menjadikan bagi kalian apa saja untuk kalian pergunakan sebagai bekal hidup di dalamnya, berupa berbagai jenis makanan dan minuman. Meskipun demikian rasa syukur kalian terhadap nikmat-nikmat Allah amat sedikit.

وَلَقَدْ خَلَقْنَٰكُمْ ثُمَّ صَوَّرْنَٰكُمْ ثُمَّ قُلْنَا لِلْمَلَٰٓئِكَةِ ٱسْجُدُواْ لِءَادَمَ فَسَجَدُوٓاْ إِلَّآ إِبْلِيسَ لَمْ يَكُن مِّنَ ٱلسَّٰجِدِينَ

(11) "Dan sungguh Kami telah menciptakan kalian, lalu Kami bentuk tubuh kalian, kemudian Kami katakan kepada para malaikat, 'Bersujudlah kalian kepada Adam,' maka mereka pun bersujud, kecuali iblis. Dia tidak termasuk mereka yang bersujud."

Sungguh Kami telah mencurahkan kenikmatan atas kalian dengan menciptakan asal muasal kalian, yaitu bapak kalian, Adam, dari ketiadaan, kemudian Kami membentuk rupa fisiknya dalam bentuknya yang lebih baik melebihi kebanyakan makhluk. Lalu Kami memerintahkan para malaikat kami untuk bersujud kepadanya, sebagai bentuk kemuliaan, penghormatan, dan pengukuhan keutamaan Adam, maka mereka semua bersujud. Akan tetapi, iblis yang waktu itu bersama para malaikat, enggan bersujud kepada Adam, lantaran dorongan kedengkiannya terhadap kemuliaan besar ini.

قَالَ مَا مَنَعَكَ أَلَّا تَسْجُدَ إِذْ أَمَرْتُكَ ۖ قَالَ أَنَا۠ خَيْرٌ مِّنْهُ خَلَقْتَنِى مِن نَّارٍ وَخَلَقْتَهُۥ مِن طِينٍ

(12) "Allah berfirman, 'Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) ketika Aku memerintahkanmu?' Iblis menjawab, 'Aku lebih baik daripadanya; Engkau ciptakan aku dari api, sedang dia Engkau ciptakan dari tanah'."

Allah berfirman guna mengingkari penolakan iblis untuk bersujud, "Apakah yang menghalangimu untuk bersujud ketika Aku perintahkan engkau?" Iblis menjawab, "Aku lebih baik daripada dia dalam asal penciptaan, sebab aku diciptakan dari api, sedang dia diciptakan dari tanah." Iblis memandang bahwa api lebih mulia daripada tanah.

قَالَ فَٱهْبِطْ مِنْهَا فَمَا يَكُونُ لَكَ أَن تَتَكَبَّرَ فِيهَا فَٱخْرُجْ إِنَّكَ مِنَ ٱلصَّٰغِرِينَ

(13) "Allah berfirman, ’Turunlah kamu darinya (surga) karena kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, maka keluarlah, sesungguhnya kamu termasuk makhluk yang hina'."

Allah berfirman kepada iblis, "Turunlah kamu dari surga! Kamu tidak sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya. Keluarlah dari surga! Kamu termasuk makhluk yang hina lagi nista'."

قَالَ أَنظِرْنِىٓ إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ

(14) "Iblis berkata, 'Beri tangguhlah untukku sampai waktu mereka dibangkitkan'."

Iblis berkata kepada Allah ketika telah putus asa dari rahmat Allah, "Berilah aku kesempatan sampai Hari Kebangkitan, agar aku bisa menyesatkan siapa saja yang dapat aku sesatkan dari keturunan Adam."

قَالَ إِنَّكَ مِنَ ٱلْمُنظَرِينَ

(15) "Allah berfirman, 'Sesungguhnya kamu termasuk (mereka) yang diberi tangguh'."

Allah berfirman, "Sesungguhnya engkau termasuk makhluk yang telah Kutakdirkan penundaan ajalnya hingga tiupan sangkakala pertama kelak, tatkala semua makhluk menemui ajal kematiannya."

قَالَ فَبِمَآ أَغْوَيْتَنِى لَأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَٰطَكَ ٱلْمُسْتَقِيمَ

(16) "Iblis berkata, 'Karena Engkau telah memutuskan aku sesat, aku benar- benar akan menghalang-halangi mereka dari jalanMuyang lurus,'

Iblis yang dilaknat oleh Allah berkata, "Disebabkan Engkau sudah memvonis aku sesat, maka aku akan sungguh-sungguh mengerahkan tenaga untuk menyesatkan anak keturunan Adam dari jalanMu yang lurus. Dan aku benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari ajaran Islam yang Engkau telah menciptakan fitrah mereka di atasnya.

ثُمَّ لَءَاتِيَنَّهُم مِّنۢ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَٰنِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ ۖ وَلَا تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَٰكِرِينَ

(17) 'kemudian aku benar-benar akan mendatangi mereka dari depan dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur'."

Kemudian aku akan mendatangi mereka dari seluruh arah dan sisi. Aku akan menghalangi mereka dari jalan kebenaran, aku tampakkan kebatilan terlihat indah di pandangan mereka, dan aku dorong mereka mencintai dunia serta aku sebarkan keragu-raguan pada mereka tentang akhirat. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan anak keturunan Adam bersyukur terhadap nikmat-nikmatMu."

قَالَ ٱخْرُجْ مِنْهَا مَذْءُومًا مَّدْحُورًا ۖ لَّمَن تَبِعَكَ مِنْهُمْ لَأَمْلَأَنَّ جَهَنَّمَ مِنكُمْ أَجْمَعِينَ

(18) "Allah berfirman,’Keluarlah kamu dari surga itu sebagai yang terhina lagi terusir: Sesungguhnya barangsiapa di antara mereka mengikutimu, niscaya Aku benar-benar akan memenuhi Neraka Jahanam dengan kalian semua'."

Allah berfirman kepada iblis, "Keluarlah dari surga dalam keadaan dimurkai lagi terusir. Sesungguhnya Aku benar-benar akan memenuhi isi Jahanam denganmu dan orang-orang yang mengikutimu dari kalangan anak keturunan Adam."

وَيَٰٓـَٔادَمُ ٱسْكُنْ أَنتَ وَزَوْجُكَ ٱلْجَنَّةَ فَكُلَا مِنْ حَيْثُ شِئْتُمَا وَلَا تَقْرَبَا هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةَ فَتَكُونَا مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(19) "Dan (Allah berfirman), 'Wahai Adam! Tinggallah kamu dan istrimu di surga, lalu makanlah oleh kalian berdua sekehendak kalian, dan janganlah kalian berdua mendekati pohon ini, sehingga kalian berdua termasuk orang-orang yang zhalim'"

"Wahai Adam, tinggallah kamu dan istrimu, Hawwa, di dalam surga. Makanlah oleh kalian berdua apa saja yang kalian berdua kehendaki dari buah-buahan surga. Dan janganlah kalian berdua memakan buah dari pohon ini (yang ditentukan Allah kepada mereka). Apabila kalian melakukannya, akibatnya kalian termasuk orang-orang yang zhalim yang melanggar rambu-rambu ketentuan Allah."

فَوَسْوَسَ لَهُمَا ٱلشَّيْطَٰنُ لِيُبْدِىَ لَهُمَا مَا وُۥرِىَ عَنْهُمَا مِن سَوْءَٰتِهِمَا وَقَالَ مَا نَهَىٰكُمَا رَبُّكُمَا عَنْ هَٰذِهِ ٱلشَّجَرَةِ إِلَّآ أَن تَكُونَا مَلَكَيْنِ أَوْ تَكُونَا مِنَ ٱلْخَٰلِدِينَ

(20) "Maka setan membisikkan pikiran jahat kepada mereka berdua untuk menampakkan kepada mereka berdua apa yang tertutup dari mereka, yaitu aurat mereka, dan setan berkata, 'Tuhan kalian tidak melarang kalian berdua mendekati pohon ini, melainkan supaya kalian berdua tidak menjadi malaikat atau tidak menjadi orang-orang yang kekal (dalam surga)'."

Maka setan membisikkan keragu-raguan kepada Adam dan Hawwa' untuk menjerumuskan mereka ke dalam tindakan maksiat terhadap Allah dengan makan buah dari pohon yang mana Allah melarang mereka berdua dari (memakan buah)nya; supaya dapat mengakibatkan terbukanya aurat mereka yang tertutupi. Dalam upaya memperdayai mereka berdua, setan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya Tuhan kalian melarang kalian dari memakan buah dari pohon ini hanyalah agar kalian tidak berubah menjadi malaikat dan agar kalian berdua tidak hidup kekal."

وَقَاسَمَهُمَآ إِنِّى لَكُمَا لَمِنَ ٱلنَّٰصِحِينَ

(21) "Dan dia (setan) bersumpah kepada mereka berdua, ’Sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang memberi nasihat kepada kalian berdua'"

Setan pun bersumpah dengan Nama Allah di hadapan Adam dan Hawwa' bahwa dia berniat tulus terhadap mereka berdua dalam mengusulkan pendapat untuk makan buah dari pohon tersebut, padahal sebenarnya ia dusta dalam ucapannya itu.

فَدَلَّىٰهُمَا بِغُرُورٍ ۚ فَلَمَّا ذَاقَا ٱلشَّجَرَةَ بَدَتْ لَهُمَا سَوْءَٰتُهُمَا وَطَفِقَا يَخْصِفَانِ عَلَيْهِمَا مِن وَرَقِ ٱلْجَنَّةِ ۖ وَنَادَىٰهُمَا رَبُّهُمَآ أَلَمْ أَنْهَكُمَا عَن تِلْكُمَا ٱلشَّجَرَةِ وَأَقُل لَّكُمَآ إِنَّ ٱلشَّيْطَٰنَ لَكُمَا عَدُوٌّ مُّبِينٌ

(22) "maka setan membujuk mereka berdua (untuk memakan buah itu) dengan tipu daya. Tatkala mereka berdua telah mencicipi (buah) pohon itu, nampaklah bagi mereka berdua aurat-aurat mereka, dan mulailah mereka berdua menutupinya dengan daun-daun surga. Dan (kemudian) Tuhan mereka menyeru mereka, 'Bukankah Aku telah melarang kalian berdua dari pohon itu dan telah Aku katakan kepada kalian, 'Sesungguhnya setan itu adalah musuh yang nyata bagi kalian berdua?"'

Maka setan berhasil menyeret dan memperdayai keduanya, sehingga keduanya memakan (buah) dari pohon yang Allah melarang mereka berdua untuk mendekatinya. Usai memakannya, maka terbukalah aurat mereka dan lenyaplah penutup yang Allah pakaikan untuk menutupi mereka sebelum terjadi pelanggaran itu. Maka mereka pun mulai menempelkan dedaunan surga pada aurat mereka. Kemudian Tuhan mereka menyeru mereka, "Bukankah Aku telah melarang kalian berdua dari pohon tersebut, dan telah Aku katakan kepada kalian, 'Sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah musuh yang nyata permusuhannya?"' Dalam ayat ini terkandung satu petunjuk bahwa terbukanya aurat termasuk perkara amat buruk, sebagaimana dahulu dan hingga sekarang dipandang menjijikkan oleh fitrah manusia dan dianggap buruk oleh akal sehat.

قَالَا رَبَّنَا ظَلَمْنَآ أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

(23) "Mereka berdua berkata,' Wahai Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya kami benar-benar termasuk orang-orang yang merugi'."

Adam dan Hawwa' berkata, "Wahai Tuhan kami, kami telah berbuat aniaya terhadap diri kami sendiri dengan memakan dari pohon tersebut. Jika Engkau tidak berkenan mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, pastilah kami termasuk orang-orang yang menyia-nyiakan bagian dari kehidupan dunia dan akhirat mereka." (Ucapan ini merupakan kalimat-kalimat yang diterima Adam dari Tuhannya untuk beliau pergunakan dalam panjatan doanya, sehingga Allah menerima taubatnya).

قَالَ ٱهْبِطُواْ بَعْضُكُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ ۖ وَلَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مُسْتَقَرٌّ وَمَتَٰعٌ إِلَىٰ حِينٍ

(24) "Allah berfirman,'Turunlah kalian! Sebagian kalian menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan bagi kalian tempat kediaman dan kesenangan di muka bumi, sampai waktu yang telah ditentukan'."

Allah berfirman kepada Adam , Hawwa', dan iblis, "Turunlah kalian semua dari langit menuju ke bumi! Kelak sebagian dari kalian akan menjadi musuh bagi sebagian yang lain. Dan di bumi, kalian mempunyai tempat hunian yang kalian tinggali dan kalian bersenang-senang di dalamnya sampai habisnya batas ajal kalian."

قَالَ فِيهَا تَحْيَوْنَ وَفِيهَا تَمُوتُونَ وَمِنْهَا تُخْرَجُونَ

(25) "Allah berfirman, Di sana (di bumi itu) kalian hidup, di sana kalian akan mati, dan dari sana (pula) kalian akan dibangkitkan (kembali)'."

Allah berfirman kepada Adam, Hawwa' dan anak keturunan mereka, "Di sana kalian hidup", maksudnya di muka bumi kalian akan menghabiskan masa-masa hidup kalian di dunia. "Dan di sana pula kalian akan mati", "dan dari sana (pula) Tuhan kalian akan membangkitkan kalian", dan akan menghimpun kalian dalam keadaan hidup kembali pada Hari Kebangkitan.

Peringatan Allah Terhadap Godaan Setan

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَٰرِى سَوْءَٰتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ ٱلتَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

(26) "Wahai anak cucu Adam! Sungguh Kami telah menurunkan kepada kalian pakaian untuk menutupi aurat kalian dan (juga) pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang lebih baik. Yang demikian itu adalah sebagian dari tanda-tanda (Kuasa) Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat."

Wahai anak cucu Adam, sungguh Kami telah mengadakan pakaian bagi kalian yang menutupi aurat kalian. Yaitu, pakaian primer (paling pokok), dan pakaian untuk perhiasan dan keindahan. Pakaian ini yang berfungsi sebagai kesempurnaan penampilan dan kesenangan. Sedang pakaian ketakwaan kepada Allah yaitu dengan cara mengerjakan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan, itulah sebaik-baik pakaian bagi seorang Mukmin. Apa yang telah dikaruniakan Allah kepada kalian itu termasuk bukti-bukti rububiyah Allah , keesaan, limpahan karunia, dan rahmatNya kepada hamba-hambaNya. Harapannya, agar kalian selalu mengingat-ingat nikmat-nikmat tersebut dan kemudian bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat tersebut. Di sini, terkandung pemberian karunia dari Allah dengan kenikmatan-kenikmatan ini bagi para hambaNya.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ لَا يَفْتِنَنَّكُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ كَمَآ أَخْرَجَ أَبَوَيْكُم مِّنَ ٱلْجَنَّةِ يَنزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْءَٰتِهِمَآ ۗ إِنَّهُۥ يَرَىٰكُمْ هُوَ وَقَبِيلُهُۥ مِنْ حَيْثُ لَا تَرَوْنَهُمْ ۗ إِنَّا جَعَلْنَا ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

(27) "Wahai anak cucu Adam! Janganlah sekali-kali kalian dapat ditipu oleh setan, sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu-bapak kalian dari surga, ia menanggalkan dari mereka berdua pakaian mereka untuk memperlihatkan kepada mereka berdua aurat mereka. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kalian dari tempat yang kalian tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu sebagai pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman."

Wahai anak cucu Adam, janganlah sekali-kali setan sampai memperdayai kalian, lalu menjadikan maksiat indah pada pandangan kalian, sebagaimana telah dijadikannya indah pada pandangan kedua ibu-bapak kalian, Adam dan Hawwa', sehingga ia berhasil mengeluarkan keduanya dari surga gara-gara maksiat tersebut, yang juga menyebabkan ia berhasil menanggalkan dari keduanya pakaian yang Allah menutup mereka dengannya hingga tersingkaplah aurat mereka. Sesungguhnya setan itu, keturunan dan bangsanya dapat melihat kalian, sedang kalian tidak bisa melihat mereka. Maka waspadailah mereka itu. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu para pembela orang-orang kafir yang tidak bertauhid kepada Allah, tidak mengimani para rasulNya dan tidak mengamalkan petunjukNya.

وَإِذَا فَعَلُواْ فَٰحِشَةً قَالُواْ وَجَدْنَا عَلَيْهَآ ءَابَآءَنَا وَٱللَّهُ أَمَرَنَا بِهَا ۗ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَأْمُرُ بِٱلْفَحْشَآءِ ۖ أَتَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(28) "Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji, mereka berkata, 'Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya,' Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji. Apakah (pantas) kalian mengatakan atas Nama Allah apa yang tidak kalian ketahui?'"

Dan apabila orang-orang kafir berbuat keburukan, mereka beralasan bahwa tindakan tersebut sudah mereka warisi dari nenek moyang mereka sebelumnya dan termasuk yang diperintahkan oleh Allah. Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Sesungguhnya Allah tidak pernah memerintahkan para hambaNya berbuat tindakan-tindakan yang buruk dan jelek. Apakah pantas kalian mengada-adakan kedustaan dan kebohongan terhadap Allah yang tidak kalian ketahui?"

قُلْ أَمَرَ رَبِّى بِٱلْقِسْطِ ۖ وَأَقِيمُواْ وُجُوهَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَٱدْعُوهُ مُخْلِصِينَ لَهُ ٱلدِّينَ ۚ كَمَا بَدَأَكُمْ تَعُودُونَ

(29) "Katakanlah,'Tuhanku memerintahkan menegakkan keadilan. Dan luruskanlah wajah kalian354 di setiap masjid (tempat shalat) dan sembahlah Allah sebagai orang-orang yang mengikhlaskan agama (ibadah) untukNya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kalian pada permulaan, (demikian pulalah) kalian akan kembali (kepadaNya)'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Tuhanku memerintahkan berbuat adil, dan memerintahkan kalian mengikhlaskan ibadah kepadaNya dalam tiap-tiap tempat peribadahan, terutama di dalam masjid-masjid. Dan agar kalian menyeruNya dengan penuh ikhlas dalam ketaatan dan ibadah kepadaNya. Dan supaya kalian beriman kepada Hari Kebangkitan setelah kematian, sebagaimana Allah dahulu telah mencipta- kan kalian dari ketiadaan, sesungguhnya Dia Mahakuasa mengembalikan kehidupan kepada kalian sekali lagi."


[354] Yakni, ikhlaskanlah ibadah kalian hanya kepada Allah . Dan ada juga yang berpendapat bahwa maknanya, luruslah ke kiblat dalam beribadah kepadaNya.

فَرِيقًا هَدَىٰ وَفَرِيقًا حَقَّ عَلَيْهِمُ ٱلضَّلَٰلَةُ ۗ إِنَّهُمُ ٱتَّخَذُواْ ٱلشَّيَٰطِينَ أَوْلِيَآءَ مِن دُونِ ٱللَّهِ وَيَحْسَبُونَ أَنَّهُم مُّهْتَدُونَ

(30) "Sebagian diberiNya petunjuk dan sebagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan setan-setan sebagai pelindung- pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk"

Allah menjadikan para hambaNya terbagi dua golongan: satu golongan yang dikaruniai taufik oleh Allah untuk memperoleh petunjuk menuju jalan yang lurus, dan satu golongan (lain) yang telah ditulis pasti pada mereka kesesatan dari jalan yang lurus; karena sesungguhnya mereka itu telah menjadikan setan-setan sebagai pemimpin-pemimpin selain Allah. Mereka menaati setan-setan lantaran kebodohan dan kezhaliman mereka, serta prasangka mereka kalau mereka tengah berjalan di atas jalan hidayah.

Adab Berpakaian, Makan dan Minum

۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُواْ وَٱشْرَبُواْ وَلَا تُسْرِفُوٓاْ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

(31) "Wahai anak cucu Adam! Pakailah pakaian kalian (yang indah) di setiap (memasuki) masjid, makan dan minumlah, dan jangan kalian berlebih-lebihan. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan"

Wahai anak cucu Adam, pastikan diri kalian ketika akan melaksanakan shalat berada dalam kondisi berhias sesuai yang disyariatkan dengan mengenakan pakaian yang menutup aurat, memperhatikan kebersihan dan kesucian dan lain sebagainya. Makan dan minumlah dari barang yang baik-baik yang dikaruniakan Allah kepada kalian, dan janganlah kalian melampaui batas kewajaran dalam hal itu. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebihan dalam makanan dan minuman dan hal lainnya.

قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُواْ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(32) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkanNya untuk hamba-hambaNya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rizki yang baik-baik?' Katakanlah, 'Semua itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, (dan) khusus (untuk mereka saja) di Hari Kiamat. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui."

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang bodoh dari kalangan kaum musyrikin, "Siapakah yang mengharamkan atas kalian pakaian yang baik yang telah diadakan Allah sebagai perhiasan bagi kalian? Dan siapakah yang mengharamkan kalian untuk bersenang-senang menikmati barang-barang halal dari rizki Allah ? " Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya apa yang Allah halalkan dari berbagai jenis pakaian dan yang baik-baik dari berbagai macam makanan dan minuman, merupakan hak bagi orang-orang yang beriman di dunia ini, yang juga dinikmati secara bersamaan oleh selain mereka, sementara menjadi khusus bagi mereka saja di Hari Kiamat." Dengan uraian yang rinci seperti ini, Allah menjelaskan ayat-ayat itu kepada orang-orang yang mengetahui apa yang diterangkan kepada mereka dan memahami keistimewaan yang diberikan kepada mereka.

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّىَ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَٱلْإِثْمَ وَٱلْبَغْىَ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَأَن تُشْرِكُواْ بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ سُلْطَٰنًا وَأَن تَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(33) "Katakanlah (wahai Rasul),'Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan- perbuatan yang keji, baik yang nampak maupun yang tersembunyi, perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, dan (mengharamkan) kalian mempersekutukan sesuatu dengan Allah, yang Allah tidak menurunkan bukti (hujjah) untuk itu, serta mengatakan atas Nama Allah apa-apa yang tidak kalian ketahui'.”

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya Allah hanyalah mengharamkan perbuatan-perbuatan yang buruk, baik yang tampak maupun yang tersembunyi, dan Dia juga mengharamkan segala jenis perbuatan maksiat, dan di antara maksiat yang terberat adalah tindakan aniaya terhadap manusia. Sesungguhnya tindakan tersebut berseberangan dengan kebenaran. Dan Dia mengharamkan kalian menyembah sesuatu bersama Allah yang Dia tidak menurunkan dalil maupun buktinya sama sekali. Sesungguhnya pelakunya sama sekali tidak memiliki hujjah apa pun. Dan Dia mengharamkan atas kalian menisbatkan kepada Allah sesuatu yang tidak pernah disyariatkanNya dengan dasar ke-bohongan dan kedustaan, semisal ungkapan bahwa Allah memiliki anak, dan mengharamkan sebagian yang halal dari jenis pakaian dan makanan."

وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ ۖ فَإِذَا جَآءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً ۖ وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ

(34) "Tiap-tiap umat mempunyai ajal (batas waktu), maka apabila telah datang ajal mereka, mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaat pun dan tidak dapat (pula) memajukannya ”

Bagi tiap-tiap umat yang sejalan di atas kekafiran kepada Allah dan pendustaan kepada para rasulNya , sudah ada ketentuan waktu turunnya siksaan pada mereka. Jika masa yang sudah ditentukan oleh Allah untuk membinasakan mereka telah tiba, mereka tidak dapat mundur dari waktu tersebut meski barang sekejap pun, dan tidak bisa maju darinya.

يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ إِمَّا يَأْتِيَنَّكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِى ۙ فَمَنِ ٱتَّقَىٰ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(35) " Wahai anak cucu Adam! Jika datang kepada kalian rasul-rasul dari kalangan kalian yang menceritakan kepada kalian ayat-ayatKu; maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidak ada kekhawatiran pada mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati"

Wahai anak cucu Adam, jika datang kepada kalian para rasulKu yang berasal dari kaum kalian, yang membacakan kepada kalian ayat-ayat KitabKu, menjelaskan kepada kalian bukti-bukti atas kebenaran risalah yang mereka bawa ke hadapan kalian, maka taatilah para rasul itu. Sesungguhnya barangsiapa yang takut kepada kemurkaanKu dan memperbaiki amal perbuatannya, maka tidak ada ketakutan pada diri mereka pada Hari Kiamat terhadap siksaan Allah , dan mereka pun tidak bersedih hati atas apa yang terlewatkan bagi mereka dari nikmat-nikmat duniawi.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُواْ عَنْهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(36) ”Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya."

Orang-orang kafir yang mendustakan bukti-bukti tentang kebenaran keesaan Allah dan angkuh untuk mengikutinya, mereka itu adalah penghuni-penghuni Neraka, mereka tinggal kekal abadi di dalamnya, tidak akan pernah keluar darinya selama-lamanya.

فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ يَنَالُهُمْ نَصِيبُهُم مِّنَ ٱلْكِتَٰبِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمْ رُسُلُنَا يَتَوَفَّوْنَهُمْ قَالُوٓاْ أَيْنَ مَا كُنتُمْ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۖ قَالُواْ ضَلُّواْ عَنَّا وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَٰفِرِينَ

(37) "Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kedustaan atas Nama Allah atau mendustakan ayat-ayatNya? Orang- orang itu akan memperoleh bagian yang telah ditentukan untuk mereka dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh), hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (para malaikat) untuk mengambil nyawa mereka, utusan-utusan Kami bertanya, 'Di mana (berhala-berhala) yang biasa kalian sembah selain Allah? Orang-orang musyrik itu menjawab,'Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami,' dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir."

Tidak ada seorang pun yang lebih besar kezhalimannya daripada orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah , atau mendustakan ayat-ayatNya yang diturunkan. Akan sampai kepada orang-orang itu bagian siksaan yang telah dituliskan bagi mereka di dalam Lauhul Mahfuzh. Hingga ketika datang kepada mereka malaikat maut dan para pendampingnya mengambil nyawa-nyawa mereka, para malaikat bertanya kepada mereka, "Di mana sekutu-sekutu, pembela-pembela dan berhala- berhala yang dahulu kalian sembah selain Allah agar menyelamatkan kalian dari kondisi yang meliputi kalian sekarang?" Mereka menjawab, "Berhala-berhala itu telah lenyap dari kami." Pada saat itu, mereka mengakui sendiri bahwa mereka dahulu di dunia mengingkari dan mendustakan keesaan Allah .

قَالَ ٱدْخُلُواْ فِىٓ أُمَمٍ قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُم مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ فِى ٱلنَّارِ ۖ كُلَّمَا دَخَلَتْ أُمَّةٌ لَّعَنَتْ أُخْتَهَا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا ٱدَّارَكُواْ فِيهَا جَمِيعًا قَالَتْ أُخْرَىٰهُمْ لِأُولَىٰهُمْ رَبَّنَا هَٰٓؤُلَآءِ أَضَلُّونَا فَـَٔاتِهِمْ عَذَابًا ضِعْفًا مِّنَ ٱلنَّارِ ۖ قَالَ لِكُلٍّ ضِعْفٌ وَلَٰكِن لَّا تَعْلَمُونَ

(38) "Allah berfirman, 'Masuklah kalian bersama umat-umat yang telah berlalu sebelum kalian dari (golongan) jin dan manusia ke dalam nerakaSetiap kali suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia melaknat kawannya (yang menyesal- kannya); sehingga apabila mereka semua telah masuk ke dalamnya, orang-orang yang datang belakangan berkata kepada orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka, "Wahai Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka.' Allah berfirman, 'Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kalian tidak mengetahui'."

Allah berfirman kepada kaum musyrikin yang mengada-adakan kedustaan (atas Nama Allah), "Masuklah kalian ke dalam neraka bersama kelompok umat-umat manusia yang serupa dengan kalian dalam kekafiran yang telah terdahulu sebelum kalian dari bangsa jin dan manusia. Tiap kali suatu kelompok dari pengikut satu ideologi (sesat) masuk neraka, mereka mengutuk kawannya yang menyebabkan mereka sesat gara-gara meng-ikutinya. Sehingga apabila saling bertemu di neraka antara orang-orang terdahulu dari penganut ajaran-ajaran kafir dan orang-orang belakangan dari mereka semuanya, maka orang-orang belakangan yang mengikuti pemimpin mereka di dunia berkata, "Wahai Tuhan kami, mereka itulah yang menyesatkan kami dari jalan yang benar. Maka timpakan pada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka." Allah berfirman, "Masing- masing akan mendapatkan hukuman yang berlipat ganda." Maksudnya, masing-masing dari kalian dan mereka, akan memperoleh siksaan yang berlipat ganda dari neraka. Akan tetapi kalian wahai para pengikut, tidak mengetahui apa yang akan diterima masing-masing kalian dari siksaan dan kepedihan-kepedihan.

وَقَالَتْ أُولَىٰهُمْ لِأُخْرَىٰهُمْ فَمَا كَانَ لَكُمْ عَلَيْنَا مِن فَضْلٍ فَذُوقُواْ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْسِبُونَ

(39) "Dan orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka berkata kepada orang-orang yang masuk belakangan, 'Kalian tidak mempunyai kelebihan sedikit pun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kalian usahakan',"

Para pemimpin berkata kepada para pengikut mereka, "Kami dan kalian sama saja dalam penyimpangan dan kesesatan, tidak ada kelebihan bagi kalian sedikit pun atas kami." Allah berfirman kepada mereka semua, "Rasakanlah azab ini," maksudnya siksa Jahanam, "karena maksiat- maksiat yang dahulu kalian perbuat."

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱسْتَكْبَرُواْ عَنْهَا لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَٰبُ ٱلسَّمَآءِ وَلَا يَدْخُلُونَ ٱلْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ ٱلْجَمَلُ فِى سَمِّ ٱلْخِيَاطِ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُجْرِمِينَ

(40) ”Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, tidak dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang gemar berbuat dosa "

Sesungguhnya orang-orang kafir yang tidak mengimani hujjah- hujjah dan ayat-ayat Kami yang menunjukkan keesaan Kami dan tidak melaksanakan syariat Kami karena kesombongan dan kecongkakan mereka, pintu-pintu langit tidak dibuka untuk menerima perbuatan mereka di dunia dan roh-roh mereka saat kematian datang. Dan orang-orang kafir tidak mungkin akan masuk ke dalam surga kecuali unta sudah bisa memasuki lubang jarum. Ini satu hal yang mustahil terjadi. Dengan balasan seperti itu, Kami akan memberikannya kepada orang-orang yang banyak berbuat kejahatan dan sudah kelewatan tindakan kezhalimannya.

لَهُم مِّن جَهَنَّمَ مِهَادٌ وَمِن فَوْقِهِمْ غَوَاشٍ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلظَّٰلِمِينَ

(41) "Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka). Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zhalim."

Orang-orang kafir itu kekal abadi di dalam neraka. Mereka mempunyai tempat tidur dari neraka yang berada di bawah mereka dan di atas mereka terdapat penutup-penutup yang menyelimuti mereka. Dengan siksaan pedih seperti ini, Allah menyiksa orang-orang yang berbuat zhalim yang telah melewati batas-batas ketontuanNya, mengingkariNya dan berbuat maksiat kepadaNya.

وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَآ أُوْلَٰٓئِكَ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۖ هُمْ فِيهَا خَٰلِدُونَ

(42) "Dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal shalih, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang, melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya."

Dan orang-orang yang beriman kepada Allah dan melakukan amal-amal shalih sesuai dengan jangkauan kemampuan mereka, dan Allah tidak memikulkan beban pada seseorang dari amalan-amalan, kecuali apa yang sanggup dikerjakannya. Mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka tinggal di dalamnya selama-lamanya, tidak akan keluar darinya.

وَنَزَعْنَا مَا فِى صُدُورِهِم مِّنْ غِلٍّ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمُ ٱلْأَنْهَٰرُ ۖ وَقَالُواْ ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى هَدَىٰنَا لِهَٰذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِىَ لَوْلَآ أَنْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ ۖ لَقَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ ۖ وَنُودُوٓاْ أَن تِلْكُمُ ٱلْجَنَّةُ أُورِثْتُمُوهَا بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(43) "Dan Kami cabut segala macam dengki yang berada di dalam dada mereka, (dan juga) mengalir di bawah mereka sungai-sungai, dan mereka berkata, 'Segala puji bagi Allah yang telah menunjuki kami kepada (surga) ini. Dan kami tidak akan mendapat petunjuk, kalau Allah tidak memberi kami petunjuk. Sungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran.' Dan diserukan kepada mereka, 'Itulah surga yang telah diwariskan kepada kalian, disebabkan apa yang dahulu kalian kerjakan’."

Allah menghilangkan dari hati para penghuni surga segala macam kedengkian dan rasa dendam. Dan termasuk pertanda kesempurnaan nikmat bagi mereka, adalah bahwa sungai-sungai di surga mengalir di bawah kamar-kamar dan tempat-tempat tinggal mereka. Para penghuni surga ketika memasukinya berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberikan taufik kepada kami untuk beramal shalih yang menyebabkan kami memperoleh kenikmatan yang tengah meliputi kami ini. Kami tidak mungkin memperoleh taufik untuk berjalan menuju jalan yang lurus, jikalau Allah tidak menunjuki kami untuk berjalan menuju jalan ini dan tidak memberikan taufik kepada kami untuk tetap teguh di atasnya. Sungguh telah datang para rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran berupa berita tentang janji baik bagi orang-orang yang taat kepadaNya dan ancaman terhadap orang-orang yang bermaksiat kepadaNya." Mereka diseru sebagai bentuk ucapan selamat dan pemuliaan bagi mereka dengan ucapan, "Bahwa surga itu telah Allah wariskan kepada kalian berkat rahmatNya (kepada kalian) dan apa yang telah kalian perbuat sebelumnya berupa keimanan dan amal shalih."

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ أَصْحَٰبَ ٱلنَّارِ أَن قَدْ وَجَدْنَا مَا وَعَدَنَا رَبُّنَا حَقًّا فَهَلْ وَجَدتُّم مَّا وَعَدَ رَبُّكُمْ حَقًّا ۖ قَالُواْ نَعَمْ ۚ فَأَذَّنَ مُؤَذِّنٌۢ بَيْنَهُمْ أَن لَّعْنَةُ ٱللَّهِ عَلَى ٱلظَّٰلِمِينَ

(44) "Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan), 'Sungguh kami telah mendapatkan apa yang Tuhan kami janjikan kepada kami adalah benar adanya, maka apakah kalian telah mendapatkan apa yang Tuhan kalian janjikan (kepada kalian) benar adanya?' Mereka (penduduk neraka) menjawab, 'Betul.' Kemudian satu penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu, 'Laknat Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zhalim,'

Setelah memasuki surga, para penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka dengan berkata kepada mereka, "Sesungguhnya kami telah mendapatkan apa yang dijanjikan Tuhan kami kepada kami melalui lisan para rasulNya berupa pemberian balasan baik kepada orang-orang yang taat kepadaNya adalah benar adanya, maka apakah kalian (juga) mendapatkan apa yang telah dijanjikan Tuhan kalian kepada kalian melalui berita para rasulNya yang berupa hukuman bagi orang- orang yang bermaksiat kepadaNya adalah benar adanya?" Para penghuni neraka menjawab pertanyaan penghuni-penghuni surga dengan berkata, "Betul. Sungguh kami telah mendapatkan apa yang sudah dijanjikan Tuhan kami kepada kami adalah benar adanya." Kemudian satu penyeru mengumumkan di tengah para penduduk surga dan penduduk neraka, "Sesungguhnya laknat Allah atas orang-orang zhalim yang telah berbuat melampaui batas-batas ketentuan Allah, ingkar kepada Allah dan rasul- rasulNya. 

ٱلَّذِينَ يَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ وَيَبْغُونَهَا عِوَجًا وَهُم بِٱلْءَاخِرَةِ كَٰفِرُونَ

(45) '(yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat'."

Orang-orang kafir itu adalah orang-orang yang dahulu berpaling dari jalan Allah yang lurus, menghalang-halangi manusia untuk mengikuti jalanNya, dan mencari segala cara agar jalan tersebut menjadi bengkok sehingga tidak ada seorang pun dapat mengenalnya dengan baik. Dan mereka juga orang-orang yang ingkar terhadap akhirat dan apa yang ada di dalamnya."

وَبَيْنَهُمَا حِجَابٌ ۚ وَعَلَى ٱلْأَعْرَافِ رِجَالٌ يَعْرِفُونَ كُلًّۢا بِسِيمَىٰهُمْ ۚ وَنَادَوْاْ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَن سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۚ لَمْ يَدْخُلُوهَا وَهُمْ يَطْمَعُونَ

(46) "Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas al-A'raf (tempat tertinggi) itu ada orang-orang yang mengenal masing- masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga, 'Salamun 'alaikum (keselamatan bagi kalian).' Mereka belum memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya)"

Terdapat batas pemisah besar antara para penghuni surga dan penduduk neraka yang disebut dengan al-A'raf. Di atas batas pemisah ini ada orang-orang yang mengenal para penghuni surga dan para penduduk neraka melalui tanda-tanda mereka masing-masing, seperti rona muka putih para penghuni surga dan gelapnya wajah-wajah para penduduk neraka. Orang-orang tersebut adalah orang-orang yang amal kebaikan dan perbuatan buruk mereka seimbang, mengharapkan rahmat dari Allah Orang-orang yang berada di atas al-A'raf ini memanggil-manggil penghuni surga dengan sambutan selamat datang dengan berkata kepada mereka, "Salamun 'alaikum (semoga keselamatan terlimpahkan pada kalian semua)." Mereka ini belumlah bisa masuk ke dalam surga, namun mereka amat berharap untuk memasukinya.

۞ وَإِذَا صُرِفَتْ أَبْصَٰرُهُمْ تِلْقَآءَ أَصْحَٰبِ ٱلنَّارِ قَالُواْ رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(47) "Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata,'Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zhalim itu'."

Apabila pandangan mata orang-orang yang berada di atas al-A 'raf dialihkan ke sisi para penduduk neraka, mereka mengucapkan, "Wahai Tuhan kami, janganlah Engkau menjadikan kami bersama kumpulan orang yang zhalim akibat perbuatan syirik dan kekafiran mereka."

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلْأَعْرَافِ رِجَالًا يَعْرِفُونَهُم بِسِيمَىٰهُمْ قَالُواْ مَآ أَغْنَىٰ عَنكُمْ جَمْعُكُمْ وَمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ

(48) "Dan orang-orang yang di atas al-A'raf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tanda mereka dengan mengatakan, 'Harta yang kalian kumpulkan dan apa yang kalian sombongkan itu, tidaklah memberi manfaat kepada kalian'."

Orang-orang yang berada di al-A'raf menyeru lelaki-lelaki dari tokoh-tokoh orang-orang kafir yang tengah berada di dalam neraka, yang mereka kenal melalui tanda-tanda khusus yang membedakan tokoh-tokoh itu. Mereka berkata kepada para tokoh tersebut, "Tidak bermanfaat bagi kalian apa yang sudah dapat kalian kumpulkan di alam dunia berupa harta kekayaan dan pengikut-pengikut. Dan tidak bermanfaat (pula) kesombongan kalian untuk beriman kepada Allah dan menerima kebenaran.

أَهَٰٓؤُلَآءِ ٱلَّذِينَ أَقْسَمْتُمْ لَا يَنَالُهُمُ ٱللَّهُ بِرَحْمَةٍ ۚ ٱدْخُلُواْ ٱلْجَنَّةَ لَا خَوْفٌ عَلَيْكُمْ وَلَآ أَنتُمْ تَحْزَنُونَ

(49) "(Orang-orang di atas al-A'raf bertanya kepada penghuni neraka), 'Itukah orang-orang yang kalian telah bersumpah bahwa Allah tidak akan mencurahkan rahmat bagi mereka?' (Kepada orang-orang Mukmin itu dikatakan), 'Masuklah ke dalam surga, tidak ada kekhawatiran terhadap kalian dan tidak (pula) kalian bersedih hati'."

Apakah orang-orang lemah dan miskin dari penghuni surga itu yang dahulu kalian bersumpah di dunia bahwa Allah tidak akan mencurahkan rahmat kepada mereka, tidak akan memasukkan mereka ke dalam surga?" (Allah berfirman), "Masuklah ke dalam surga wahai para penghuni al-A'raf. Sungguh telah diampuni dosa-dosa kalian. Tidak ada lagi ketakutan atas kalian terhadap siksaan Allah dan kalian tidak perlu bersedih atas kenikmatan-kenikmatan duniawi yang terlewatkan bagi kalian."

وَنَادَىٰٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُواْ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓاْ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَٰفِرِينَ

(50) "Dan para penghuni neraka menyeru para penghuni surga, 'Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau (makanan) yang telah dirizkikan Allah kepada kalian.' Mereka (para penghuni surga) menjawab, 'Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya atas orang-orang kafir,'

Penduduk neraka meminta bantuan kepada para penghuni surga dengan meminta dari mereka agar mau menuangkan kepada mereka air atau makanan apa saja yang Allah berikan kepada mereka. Maka penghuni surga menjawab (permintaan) mereka dengan mengatakan bahwa sesungguhnya Allah telah mengharamkan minuman dan makanan atas orang-orang yang mengingkari tauhid dan mendustakan para rasulNya.

ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ نَنسَىٰهُمْ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هَٰذَا وَمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجْحَدُونَ

(51) '(yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main atau senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka.' Maka pada hari ini (Hari Kiamat), Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami"

Orang-orang yang Allah haramkan atas mereka kenikmatan akhirat adalah orang-orang yang menjadikan agama yang Allah perintahkan mereka untuk mengikutinya sebagai bahan main-main dan senda gurau dan dunia telah memperdayai mereka, serta mereka larut dalam pesona-pesonanya hingga melalaikan mereka dari beramal untuk akhirat. Akibatnya, pada Hari Kiamat kelak, Allah melupakan mereka dan membiarkan mereka berada di dalam siksaan yang pedih, sebagaimana dahulu mereka tak peduli untuk beramal menyongsong pertemuan mereka dengan hari ini, karena mereka mengingkari ayat-ayat Allah, padahal mereka mengetahui kebenarannya.

وَلَقَدْ جِئْنَٰهُم بِكِتَٰبٍ فَصَّلْنَٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(52) "Dan sungguh Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (al-Qur'an) kepada mereka, yang Kami telah menjelaskannya atas dasar ilmu (Kami); sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman."

Dan sungguh Kami telah mendatangkan kepada orang-orang kafir al-Qur'an yang Kami turunkan padamu wahai Rasul, yang telah Kami jelaskan dengan mencakup ilmu yang agung, lagi menjadi petunjuk dari jalan kesesatan menuju jalan lurus dan sebagai rahmat bagi kaum yang beriman kepada Allah dan mengamalkan syariatNya. Allah menyebut mereka secara khusus, karena sesungguhnya merekalah yang dapat memperoleh manfaat darinya.

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّا تَأْوِيلَهُۥ ۚ يَوْمَ يَأْتِى تَأْوِيلُهُۥ يَقُولُ ٱلَّذِينَ نَسُوهُ مِن قَبْلُ قَدْ جَآءَتْ رُسُلُ رَبِّنَا بِٱلْحَقِّ فَهَل لَّنَا مِن شُفَعَآءَ فَيَشْفَعُواْ لَنَآ أَوْ نُرَدُّ فَنَعْمَلَ غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ قَدْ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(53) "Tidaklah mereka menunggu kecuali bukti kebenaran (al-Qur'an) itu. Pada hari datangnya bukti kebenaran (al-Qur'an) itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya sebelum itu, 'Sungguh telah datang rasul-rasul Tuhan kami dengan membawa kebenaran, maka adakah para pemberi syafa'at bagi kami yang akan memberi syafa'at untuk kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?' Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka kedustaan yang mereka ada-adakan."

Tiadalah yang ditunggu oleh orang-orang kafir, kecuali ancaman yang dilancarkan kepada mereka dalam al-Qurvan yang berbentuk siksaan yang akan menjadi penghujung nasib mereka. Pada hari datangnya kejadian yang sebenarnya, yaitu perhitungan amal perbuatan, adanya pahala dan siksaan, orang-orang kafir yang mengabaikan al-Qur'an dan mengingkarinya dalam kehidupan dunia berujar, "Sungguh telah jelas bagi kami sekarang ini bahwa para rasul Tuhan kami sudah datang dengan membawa kebenaran dan berhati tulus terhadap kami. Apakah ada kawan-kawan dan para pemberi syafa'at yang akan memintakan syafa'at bagi kami di sisi Tuhan kami, atau dapatkah kami dikembalikan menuju kehidupan dunia sekali lagi, sehingga kami akan berbuat amal yang menjadikan Allah ridha kepada kami?" Sungguh, mereka telah merugikan diri mereka sendiri dengan masuk ke dalam neraka dan keabadian mereka di dalamnya. Dan lenyaplah sesembahan-sesembahan yang dahulu mereka sembah selain Allah dan mereka ada-adakan di dunia dengan dusta yang termasuk bagian dari janji manis setan kepada mereka.

Siapakah Tuhan Semesta Alam dan Bagaimana Cara Memohon KepadaNya

إِنَّ رَبَّكُمُ ٱللَّهُ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ فِى سِتَّةِ أَيَّامٍ ثُمَّ ٱسْتَوَىٰ عَلَى ٱلْعَرْشِ يُغْشِى ٱلَّيْلَ ٱلنَّهَارَ يَطْلُبُهُۥ حَثِيثًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ وَٱلنُّجُومَ مُسَخَّرَٰتٍ بِأَمْرِهِۦٓ ۗ أَلَا لَهُ ٱلْخَلْقُ وَٱلْأَمْرُ ۗ تَبَارَكَ ٱللَّهُ رَبُّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(54) "Sesungguhnya Tuhan kalian ialah Allah Yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam hari, lalu Dia bersemayam di atas Arasy.355 Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakanNya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) ditundukkan dengan perintahNya. Ingatlah, menciptakan dan menetapkan ketentuan hanyalah hak Allah. Mahasuci Allah, Tuhan semesta alam."

Sesungguhnya Tuhan kalian wahai sekalian manusia, Dia-lah Allah yang menciptakan langit dan bumi dari tidak ada dalam waktu enam hari. Kemudian Dia bersemayam di atas Arasy. Maksudnya, tinggi dan berada di atasnya dengan hakikat istiwa' (bersemayam) yang sesuai dengan kemuliaan dan keagunganNya. Dia memasukkan malam pada siang sehingga menutupinya dengan itu, maka cahayanya pergi, dan Dia memasukkan siang pada malam sehingga kegelapannya pergi. Dan masing- masing dari keduanya mengejar yang lain dengan cepat secara kontinu. Dan Dia Dzat yang menciptakan matahari, bulan, dan bintang-bintang dalam keadaan tunduk kepadaNya. Dia mengendalikannya sesuai dengan apa yang dikehendakiNya. Makhluk-makhluk tersebut termasuk tanda-tanda kebesaran Allah yang sangat besar. Ketahuilah, bagi Allah hak kekuasaan menciptakan semuanya dan hak menetapkan semua ketentuan. Allah Mahatinggi, Mahaagung lagi Mahasuci dari setiap unsur kekurangan, Penguasa semua makhluk secara keseluruhan.


[355] Bersemayam di atas Arasy adalah salah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dan kesucianNya.

ٱدْعُواْ رَبَّكُمْ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُعْتَدِينَ

(55) "Berdoalah kepada Tuhan kalian dengan merendahkan diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas."

Berdoalah wahai kaum Mukminin, kepada Tuhan kalian dengan keadaan penuh menghinakan diri kepadaNya, dengan suara rendah dan perlahan. Dan hendaknya doa dilakukan dengan hati khusyu' dan jauh dari riya'. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang bertindak melampaui batas syariatNya. Dan tindakan melampaui batas yang paling besar adalah perbuatan syirik kepada Allah, seperti berdoa kepada selain Allah, dengan meminta kepada orang-orang yang sudah mati, berhala-berhala dan lainnya.

وَلَا تُفْسِدُواْ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا وَٱدْعُوهُ خَوْفًا وَطَمَعًا ۚ إِنَّ رَحْمَتَ ٱللَّهِ قَرِيبٌ مِّنَ ٱلْمُحْسِنِينَ

(56) "Dan janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah (Allah) memperbaikinya. Dan berdoalah kepadaNya dengan rasa takut dan penuh pengharapan. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."

Dan janganlah kalian melakukan perbuatan kerusakan di muka bumi dengan cara apa pun, setelah Allah memperbaikinya dengan pengutusan para rasul dan menyemarakkannya dengan amal ketaatan kepadaNya. Dan berdoalah kepadaNya dengan mengikhlaskan doa bagi- Nya, dengan diiringi rasa takut terhadap siksaanNya dan berharap akan pahalaNya. Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

Bukti Kekuasaan Allah Membangkitkan Manusia Sesudah Mati

وَهُوَ ٱلَّذِى يُرْسِلُ ٱلرِّيَٰحَ بُشْرًۢا بَيْنَ يَدَىْ رَحْمَتِهِۦ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَآ أَقَلَّتْ سَحَابًا ثِقَالًا سُقْنَٰهُ لِبَلَدٍ مَّيِّتٍ فَأَنزَلْنَا بِهِ ٱلْمَآءَ فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ مِن كُلِّ ٱلثَّمَرَٰتِ ۚ كَذَٰلِكَ نُخْرِجُ ٱلْمَوْتَىٰ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(57) "Dan Dia-lah yang mengirimkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmatNya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu berbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kalian mengambil pelajaran"

Dan Allah , Dia-lah yang mengirim angin-angin yang baik dengan membawa kabar gembira akan datangnya hujan yang akan ia sebarkan dengan izin Allah, sehingga makhluk-makhluk akan merasakan kegembiraan terhadap rahmat Allah, hingga apabila angin itu telah menghimpun awan yang sarat dengan air hujan, Allah mendorongnya untuk menghidupkan daerah yang tanahnya telah tandus dan pepohonan dan tanam-tanaman- nya telah mengering, maka dengan itu, Allah menurunkan air hujan. Dan dengan sebab hujan itu, Allah menumbuhkan rerumputan, pepohonan, dan tanam-tanaman. Setelah itu, pohon-pohon kembali dipenuhi oleh berbagai macam buah-buahan. Sebagaimana Kami menghidupkan daerah yang telah mati dengan air hujan, Kami pun akan menghidupkan orang-orang mati dari kubur-kubur mereka dalam keadaan hidup-hidup setelah kehancuran mereka agar kalian dapat mengambil pelajaran dengan itu, dan selanjutnya kalian menjadikannya sebagai petunjuk terhadap keesaan Allah dan kemahakuasaanNya untuk membangkitkan jasad yang telah mati.

وَٱلْبَلَدُ ٱلطَّيِّبُ يَخْرُجُ نَبَاتُهُۥ بِإِذْنِ رَبِّهِۦ ۖ وَٱلَّذِى خَبُثَ لَا يَخْرُجُ إِلَّا نَكِدًا ۚ كَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَشْكُرُونَ

(58) "Dan tanah yang baik, tanam-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Tuhannya; dan tanah yang buruk, tanam-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (Kuasa Kami) bagi orang-orang yang bersyukur."

Tanah yang baik, jika turun hujan padanya, akan mengeluarkan tanam-tanaman dengan izin Allah dan kehendakNya dalam keadaan baik-baik lagi mudah. Begitu pula seorang Mukmin, jika turun padanya ayat-ayat Allah, dia akan mendapatkan manfaat darinya dan menimbulkan pengaruh positif pada dirinya. Adapun tanah yang bergaram lagi buruk, sesungguhnya ia tidak bisa menumbuhkan tanaman, kecuali dengan susah payah lagi jelek yang tidak membawa manfaat sama sekali, dan tidak dapat menumbuhkan tanaman dengan baik. Begitu pula orang kafir, dia tidak memperoleh manfaat dari ayat-ayat Allah. Dengan variasi yang tiada duanya dalam mengetengahkan penjelasan, Kami mengemukakan hujjah-hujjah dan bukti-bukti yang berbeda-beda jenisnya untuk menetapkan kebenaran kepada manusia-manusia yang mensyukuri nikmat-nikmat Allah dan taat kepadaNya.

KISAH BEBERAPA ORANG RASUL
Kisah Nabi Nuh

لَقَدْ أَرْسَلْنَا نُوحًا إِلَىٰ قَوْمِهِۦ فَقَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ إِنِّىٓ أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(59) "Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu dia berkata, 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selainNya. Sesungguhnya (kalau kalian tidak menyembah Allah), aku takut kalian akan ditimpa azab hari yang besar (Kiamat)'."

Sungguh Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya untuk menyeru mereka agar mengesakan Allah dan mengikhlaskan ibadah kepadaNya. Dia berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sembahlah Allah semata dan tunduklah kepadaNya dengan ketaatan. Tidak ada sesembahan bagi kalian yang berhak disembah selainNya . Jika kalian tidak melakukannya dan tetap dalam penyembahan terhadap patung-patung, sesungguhnya aku khawatir kalian akan ditimpa siksaan pada hari yang besar mara bahayanya." Yaitu, Hari Kiamat.

قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(60) "Pamuka-pemuka dari kaumnya berkata, ’Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesalan yang nyata'."

Maka pemimpin-pemimpin dan tokoh-tokoh dari kaum mereka berkata kepadanya, "Sesungguhnya kami wahai Nuh, benar-benar meyakini bahwa kamu sesungguhnya berada dalam kesesatan yang nyata dari jalan yang lurus."

قَالَ يَٰقَوْمِ لَيْسَ بِى ضَلَٰلَةٌ وَلَٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(61) "Nuh menjawab, 'Wahai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikit pun, tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam.'

Nuh berkata, "Wahai kaumku, aku bukan orang sesat dalam satu perkara apa pun dari sudut mana pun. Akan tetapi, aku adalah seorang utusan dari Tuhan alam semesta, Tuhanku dan Tuhan kalian, serta Tuhan seluruh makhluk.

أُبَلِّغُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنصَحُ لَكُمْ وَأَعْلَمُ مِنَ ٱللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

(62) ''Aku sampaikan kepada kalian risalah-risalah (ajaran) Tuhanku dan aku memberi nasihat kepada kalian, dan aku mengetahui dari Allah apa yang tidak kalian ketahui.'

Aku sampaikan kepada kalian risalah yang aku emban dari Tuhanku, dan aku memberi nasihat kepada kalian untuk memperingatkan kalian dari siksaan Allah dan mengabarkan berita gembira dengan pahala dari- Nya. Dan aku mengetahui dari syariatNya apa yang tidak kalian mengerti.

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ وَلِتَتَّقُواْ وَلَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(63) 'Dan apakah kalian heran (tidak percaya) bahwa peringatan yang datang kepada kalian dari Tuhan kalian melalui (lisan) seorang laki-laki dari kalangan kalian, agar dia memberi peringatan kepada kalian dan agar kalian bertakwa dan supaya kalian dilimpahkan rahmat?'."

Apakah telah membangkitkan keheranan kalian bahwa Allah menurunkan kepada kalian ajaran yang mengingatkan kalian tentang perkara-perkara yang baik bagi kalian, melalui penjelasan seorang lelaki yang berasal dari kalian sendiri, yang kalian ketahui garis keturunan dan kejujuran lisannya, untuk memperingatkan kalian dari azab dan siksaan Allah , dan agar kalian takut terhadap kemurkaanNya dengan cara beriman kepadaNya, sehingga kalian menggapai rahmat dan pahala yang besar dariNya?" 

فَكَذَّبُوهُ فَأَنجَيْنَٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ فِى ٱلْفُلْكِ وَأَغْرَقْنَا ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُمْ كَانُواْ قَوْمًا عَمِينَ

(64) "Maka mereka mendustakan Nuh, kemudian Kami selamatkan dia dan orang-orang yang bersamanya di dalam kapal, dan Kami tenggelamkan orang- orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Sesungguhnya mereka adalah kaum yang buta (mata hatinya)"

Akan tetapi, mereka mendustakan Nuh. Maka Kami menyelamatkan dirinya dan orang-orang yang beriman bersamanya dalam kapal. Dan Kami tenggelamkan orang-orang kafir yang mendustakan hujjah-hujjah Kami yang terang. Sesungguhnya mereka itu manusia-manusia yang buta mata hatinya untuk melihat kebenaran.

Kisah Nabi Hud

۞ وَإِلَىٰ عَادٍ أَخَاهُمْ هُودًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥٓ ۚ أَفَلَا تَتَّقُونَ

(65) "Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Ad saudara mereka, Hud. Dia berkata,'Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selainNya. Maka mengapa kalian tidak bertakwa (kepadaNya)?"'

Dan sungguh Kami telah mengutus kepada kaum Ad saudara mereka, Hud, ketika mereka menyembah berhala-berhala selain Allah. Dia berkata kepada mereka, "Sembahlah Allah semata, sekali-kali tidak ada sesembahan bagi kalian yang berhak diibadahi selainNya . Apakah kalian tidak takut terhadap azab dan kemurkaanNya pada kalian?"

قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِۦٓ إِنَّا لَنَرَىٰكَ فِى سَفَاهَةٍ وَإِنَّا لَنَظُنُّكَ مِنَ ٱلْكَٰذِبِينَ

(66) "Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata,'Sesungguhnya kami benar-benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang-orang yang berdusta'."

Tokoh-tokoh besar yang kafir dari kaum Hud berkata, "Sesungguhnya kami tahu benar bahwa dengan dakwahmu yang engkau serukan kepada kami agar meninggalkan untuk menyembah tuhan-tuhan dan beribadah hanya kepada Allah, engkau itu orang yang kurang akal. Dan sesungguhnya kami benar-benar yakin bahwa engkau termasuk orang-orang yang berdusta atas Nama Allah dalam pernyataan yang engkau katakan."

قَالَ يَٰقَوْمِ لَيْسَ بِى سَفَاهَةٌ وَلَٰكِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(67) "Hud berkata, 'Wahai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikit pun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam'

Hud menjawab, "Wahai kaumku, tidak ada cacat pada akalku sedikit pun. Akan tetapi, aku adalah utusan Allah kepada kalian dari Penguasa makhluk secara keseluruhan.

أُبَلِّغُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَأَنَا۠ لَكُمْ نَاصِحٌ أَمِينٌ

(68) 'Aku menyampaikan risalah-risalah (ajaran) Tuhanku kepada kalian dan aku hanyalah pemberi nasihat yang tepercaya bagi kalian.'

Aku menyampaikan kepada kalian ajaran yang dengannya Allah mengutusku kepada kalian. Dan aku, dalam dakwah yang aku serukan kepada kalian untuk mengesakan Allah dan mengamalkan ajaran syariat-Nya, adalah orang yang berhati tulus lagi tepercaya dalam mengemban wahyu Allah .

أَوَعَجِبْتُمْ أَن جَآءَكُمْ ذِكْرٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَلَىٰ رَجُلٍ مِّنكُمْ لِيُنذِرَكُمْ ۚ وَٱذْكُرُوٓاْ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ وَزَادَكُمْ فِى ٱلْخَلْقِ بَصْۜطَةً ۖ فَٱذْكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

(69) 'Apakah kalian heran (tidak percaya) bahwa datang kepada kalian peringatan dari Tuhan kalian yang dibawa oleh seorang laki-laki dari kalangan kalian, untuk memberi peringatan kepada kalian? Dan ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh> dan Dia telah melebihkan kalian dalam kekuatan tubuh dan perawakan (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah, supaya kalian mendapat keberuntungan'."

Apakah telah membangkitkan keheranan kalian bahwa Allah menurunkan kepada kalian ajaran yang mengingatkan kalian tentang perkara-perkara yang baik bagi kalian melalui penjelasan seorang lelaki yang berasal dari kalian sendiri, yang kalian ketahui garis keturunan dan kejujuran lisannya, untuk memperingatkan kalian dari azab dan siksaan Allah ? Ingatlah nikmat Allah yang tercurah pada kalian ketika Allah menjadikan kalian sebagai manusia-manusia yang menggantikan orang-orang sebelum kalian di muka bumi usai kaum Nuh dibinasakan, dan melebihkan pada fisik kalian dengan kekuatan dan perawakan yang lebih besar. Ingatlah nikmat-nikmat Allah yang melimpah banyak atas kalian, supaya kalian dapat memperoleh keberuntungan besar di dunia dan akhirat."

قَالُوٓاْ أَجِئْتَنَا لِنَعْبُدَ ٱللَّهَ وَحْدَهُۥ وَنَذَرَ مَا كَانَ يَعْبُدُ ءَابَآؤُنَا ۖ فَأْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(70) "Mereka berkata, 'Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa-apa yang biasa disembah oleh nenek moyang kami? Maka datangkanlah apa (azab) yang kamu ancamkan kepada kami, jika kamu termasuk orang-orang yang benar'."

Kaum Ad berkata kepada Hud "Apakah engkau menyeru kami untuk hanya menyembah Allah dan meninggalkan penyembahan terhadap patung-patung yang telah kami warisi kebiasaan menyembahnya dari nenek moyang kami? Datangkanlah saja kepada kami siksaan yang engkau ancamkan kepada kami, jika engkau termasuk orang yang jujur dalam berkata."

قَالَ قَدْ وَقَعَ عَلَيْكُم مِّن رَّبِّكُمْ رِجْسٌ وَغَضَبٌ ۖ أَتُجَٰدِلُونَنِى فِىٓ أَسْمَآءٍ سَمَّيْتُمُوهَآ أَنتُمْ وَءَابَآؤُكُم مَّا نَزَّلَ ٱللَّهُ بِهَا مِن سُلْطَٰنٍ ۚ فَٱنتَظِرُوٓاْ إِنِّى مَعَكُم مِّنَ ٱلْمُنتَظِرِينَ

(71) "Dia berkata, 'Sungguh sudah pasti kalian akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhan kalian. Apakah kalian hendak mendebatku tentang nama-nama (berhala) yang kalian dan nenek moyang kalian buat sendiri, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan bukti (hujjah) untuk itu ? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang-orang yang menunggu bersama kalian'."

Hud berkata kepada kaumnya, "Sungguh sudah pasti siksaan dan kemurkaan Tuhan kalian akan menimpa kalian. Apakah pantas kalian melancarkan bantahan kepadaku tentang patung-patung yang kalian dan nenek moyang kalian menyebutnya sebagai tuhan-tuhan? Padahal Allah tidak menurunkan tentang itu hujjah dan bukti kebenarannya. Sebab semua itu merupakan makhluk yang tidak dapat mendatangkan mudarat dan tidak bisa membawa kemanfaatan. Dzat yang benar-benar berhak diibadahi hanyalah Dzat Pencipta . Maka tunggulah kedatangan siksaan yang akan menimpa kalian. Sesungguhnya aku juga menunggu kedatangannya bersama kalian." Ini sudah merupakan ancaman dan peringatan yang paling menakutkan.

فَأَنجَيْنَٰهُ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥ بِرَحْمَةٍ مِّنَّا وَقَطَعْنَا دَابِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ۖ وَمَا كَانُواْ مُؤْمِنِينَ

(72) "Maka Kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami musnahkan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan mereka bukanlah orang-orang yang beriman."

Kemudian siksaan Allah terjadi dengan dikirimnya angin yang sangat kencang kepada mereka. Lalu Allah menyelamatkan Hud dan orang-orang yang beriman bersamanya dengan rahmat yang besar dari-Nya . Dan Dia menghancurkan orang-orang kafir dari kaumnya secara keseluruhan, dan membinasakan mereka hingga tidak tersisa. Dan mereka tiadalah beriman karena menghimpun antara pendustaan terhadap ayat-ayat Allah dan menolak beramal shalih.

Kisah Nabi Shaleh

وَإِلَىٰ ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَٰلِحًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ هَٰذِهِۦ نَاقَةُ ٱللَّهِ لَكُمْ ءَايَةً ۖ فَذَرُوهَا تَأْكُلْ فِىٓ أَرْضِ ٱللَّهِ ۖ وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوٓءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ

(73) "Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh. Dia berkata, ’ Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selainNya. Sungguh telah datang bukti yang nyata kepada kalian dari Tuhan kalian. Ini adalah unta betina Allah yang merupakan suatu tanda (kebenaran kerasulanku) bagi kalian, maka biarkanlah ia makan di bumi Allah, dan janganlah kalian mengganggunya dengan gangguan apa pun, (yang karenanya) kalian akan ditimpa siksaan yang pedih.'

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Tsamud saudara mereka, Shaleh, di kala mereka menyembah patung-patung, bukan kepada Allah . Shaleh berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah semata, kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak diibadahi selain Allah . Sesungguhnya aku datang kepada kalian dengan membawa bukti tentang kebenaran ajaran yang aku serukan kepada kalian, yaitu ketika aku berdoa kepada Allah di hadapan kalian, lalu Dia mengeluarkan bagi kalian satu unta betina besar dari balik batu, sebagaimana yang kalian minta. Maka biarkanlah unta itu makan sesukanya di bumi Allah, di tempat-tempat penggembalaan. Janganlah kalian melancarkan gangguan apa pun kepadanya, yang karenanya kalian akan dilanda siksaan yang pedih.

وَٱذْكُرُوٓاْ إِذْ جَعَلَكُمْ خُلَفَآءَ مِنۢ بَعْدِ عَادٍ وَبَوَّأَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ تَتَّخِذُونَ مِن سُهُولِهَا قُصُورًا وَتَنْحِتُونَ ٱلْجِبَالَ بُيُوتًا ۖ فَٱذْكُرُوٓاْ ءَالَآءَ ٱللَّهِ وَلَا تَعْثَوْاْ فِى ٱلْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

(74) 'Dan ingatlah oleh kalian di waktu Allah menjadikan kalian pengganti- pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum Ad dan memberikan tempat bagi kalian di bumi. Kalian mendirikan istana-istana di tanah-tanah yang datar darinya dan kalian memahat gunung-gunung sebagai rumah-rumah (tempat tinggal kalian). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kalian merajalela di muka bumi sebagai orang-orang yang berbuat kerusakan'."

Dan ingatlah nikmat Allah yang tercurah pada kalian, ketika Allah menjadikan kalian sebagai manusia-manusia yang menggantikan orang- orang sebelum kalian di muka bumi pasca kaum Ad, dan memberikan kekuasaan bagi kalian di daerah yang baik yang kalian tinggali, kemudian kalian membangun istana-istana megah di tanah-tanah datarnya, dan kalian memahat daerah-daerah gunungnya sebagai rumah-rumah yang lain. Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah yang tercurah atas kalian dan janganlah kalian berlalu lalang di muka bumi dengan membuat kerusakan."

قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ لِلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُواْ لِمَنْ ءَامَنَ مِنْهُمْ أَتَعْلَمُونَ أَنَّ صَٰلِحًا مُّرْسَلٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قَالُوٓاْ إِنَّا بِمَآ أُرْسِلَ بِهِۦ مُؤْمِنُونَ

(75) "Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah, yaitu orang-orang yang telah beriman di antara mereka, 'Apakah kalian tahu (yakin) bahwa Shaleh adalah rasul yang diutus dari Tuhannya?' Mereka menjawab, 'Sesungguhnya kami beriman kepada apa yang dia (Shaleh) diutus untuk menyampaikannya'."

Para pemimpin dan tokoh-tokoh dari orang-orang yang menyom-bongkan diri dari kaum Shaleh berkata kepada kaum Mukminin yang mereka tindas dan hinakan, "Apakah kalian tahu betul bahwa Shaleh telah diutus oleh Allah kepada kita?" Orang-orang yang beriman menjawab, "Kami mengimani risalah yang Allah mengutus dirinya dengan membawanya, dan mengikuti ajaran syariatnya."

قَالَ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُوٓاْ إِنَّا بِٱلَّذِىٓ ءَامَنتُم بِهِۦ كَٰفِرُونَ

(76) "Orang-orang yang menyombongkan diri berkata, 'Sesungguhnya kami adalah orang-orang yang kafir kepada apa yang kalian imani itu'"

Orang-orang yang besar kepala berkata, "Sesungguhnya kami mengingkari kenabian Shaleh yang kalian imani dan kalian ikuti."

فَعَقَرُواْ ٱلنَّاقَةَ وَعَتَوْاْ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِمْ وَقَالُواْ يَٰصَٰلِحُ ٱئْتِنَا بِمَا تَعِدُنَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلْمُرْسَلِينَ

(77) "Maka mereka menyembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan mereka. Dan mereka berkata, 'Wahai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)'"

Kemudian mereka menyembelih unta betina itu sebagai bentuk pelecehan mereka terhadap ancaman Shaleh dan mereka berlaku angkuh untuk menaati perintah Tuhan mereka, dan mereka berkata dengan nada olokan dan kemustahilan datangnya siksa, "Wahai Shaleh, datangkanlah kepada kami apa yang engkau ancamkan berupa siksaan, jika kamu memang termasuk utusan-utusan Allah."

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُواْ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

(78) "Karena itu mereka diguncang gempa, sehingga jadilah mereka mayat- mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka"

Akibatnya, gempa dahsyat yang merenggut hati menerjang orang- orang kafir, lalu mereka menjadi manusia-manusia yang binasa di negeri mereka, tertelungkup dengan lutut-lutut dan wajah-wajah yang menyusur tanah. Tidak ada seorang pun dari mereka yang dapat lolos.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَالَةَ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ وَلَٰكِن لَّا تُحِبُّونَ ٱلنَّٰصِحِينَ

(79) "Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata, Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan kepada kalian risalah Tuhanku, dan aku telah memberi nasihat kepada kalian, tetapi kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat'."

Maka Shaleh meninggalkan kaumnya, ketika mereka menyembelih unta betina itu dan siksaan menimpa mereka, dan berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sungguh telah aku sampaikan kepada kalian apa yang diperintahkan kepadaku untuk menyampaikannya yang berupa perintah dan laranganNya, dan aku sudah mengerahkan segala usahaku untuk mengajak, memperingatkan dan menasihati kalian. Akan tetapi, kalian tidak menyukai orang-orang yang memberi nasihat. Kalian tolak ucapan orang-orang yang memberi nasihat dan justru kalian menaati setan yang terlaknat."

Kisah Nabi Luth

وَلُوطًا إِذْ قَالَ لِقَوْمِهِۦٓ أَتَأْتُونَ ٱلْفَٰحِشَةَ مَا سَبَقَكُم بِهَا مِنْ أَحَدٍ مِّنَ ٱلْعَٰلَمِينَ

(80) "Dan (Kami juga telah mengutus) Luth. (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada kaumnya, Mengapa kalian mengerjakan perbuatan keji itu yang belum pernah dikerjakan oleh seorang pun (di dunia ini) sebelum kalian?'

Dan ingatlah Luth wahai Rasul, ketika dia berkata kepada kaumnya, "Apakah kalian pantas berbuat tindakan mungkar yang telah mencapai puncak kebejatannya? Tidak ada seorang pun dari umat manusia sebelum kalian yang melakukannya.

إِنَّكُمْ لَتَأْتُونَ ٱلرِّجَالَ شَهْوَةً مِّن دُونِ ٱلنِّسَآءِ ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ

(81) 'Sesungguhnya kalian mendatangi laki-laki untuk melepaskan nafsu syahwat kalian (kepada mereka), bukan kepada wanita, bahkan kalian ini adalah kaum yang melampaui batas'."

Sesungguhnya kalian mendatangi para pria melalui dubur mereka lantaran ketertarikan kalian terhadap hal tersebut, tanpa mempedulikan sisi kebejatannya, meninggalkan apa yang Allah halalkan bagi kalian untuk menggauli kaum wanita (melalui pernikahan). Memang kalian itu manusia- manusia yang melampaui batas ketentuan Allah dalam tindakan berlebihan kalian itu." Sesungguhnya menggauli kaum pria, bukan kepada wanita, termasuk perbuatan keji yang pertama kali baru dilakukan oleh kaum Luth , tidak ada seorang pun dari manusia yang mendahului mereka.

وَمَا كَانَ جَوَابَ قَوْمِهِۦٓ إِلَّآ أَن قَالُوٓاْ أَخْرِجُوهُم مِّن قَرْيَتِكُمْ ۖ إِنَّهُمْ أُنَاسٌ يَتَطَهَّرُونَ

(82) "Jawaban kaumnya tidak lain hanya mengatakan,'Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari negeri kalian ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang menyucikan diri"

Dan tidak ada jawaban kaum Luth ketika Luth mengingkari perbuatan tidak senonoh mereka itu, kecuali sebagian dari mereka berkata kepada sebagian yang lain, "Usirlah Luth dan keluarganya dari daerah kalian. Sesungguhnya dia dan orang-orang yang mengikuti dirinya menyucikan diri dari menggauli dubur laki-laki dan wanita-wanita."

فَأَنجَيْنَٰهُ وَأَهْلَهُۥٓ إِلَّا ٱمْرَأَتَهُۥ كَانَتْ مِنَ ٱلْغَٰبِرِينَ

(83) "Maka Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya, kecuali istrinya; dia termasuk orang-orang yang tetap tinggal (di tempat itu sehingga dibinasakan)"

Kemudian Kami menyelamatkan Luth dan keluarganya dari siksaan, yaitu dengan memerintahkannya untuk meninggalkan kota tersebut, kecuali istrinya. Sesungguhnya wanita itu termasuk manusia yang binasa dan tinggal dalam deraan siksaan Allah. 

وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِم مَّطَرًا ۖ فَٱنظُرْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُجْرِمِينَ

(84) "Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu). Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang gemar berbuat dosa itu."

Dan Allah menyiksa orang-orang kafir dari kaum Luth dengan menurunkan pada mereka hujan batu, dan membalik negeri mereka sehingga bagian bawah tanah mereka menjadi bagian permukaannya. Maka perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana jadinya nasib orang-orang yang berani berbuat maksiat kepada Allah dan mendustakan para rasulNya.

Kisah Nabi Syu'aib

وَإِلَىٰ مَدْيَنَ أَخَاهُمْ شُعَيْبًا ۗ قَالَ يَٰقَوْمِ ٱعْبُدُواْ ٱللَّهَ مَا لَكُم مِّنْ إِلَٰهٍ غَيْرُهُۥ ۖ قَدْ جَآءَتْكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ ۖ فَأَوْفُواْ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ وَلَا تَبْخَسُواْ ٱلنَّاسَ أَشْيَآءَهُمْ وَلَا تُفْسِدُواْ فِى ٱلْأَرْضِ بَعْدَ إِصْلَٰحِهَا ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ

(88) "Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Madyan356 saudara mereka, Syu'aib. Dia berkata,' Wahai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada tuhan yang berhak disembah bagi kalian selainNya. Sungguh telah datang kepada kalian bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan, dan janganlah kalian mengurangi bagi manusia (takaran dan timbangan) barang-barang mereka, serta janganlah kalian membuat kerusakan di muka bumi sesudah Allah memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagi kalian, jika kalian adalah orang-orang yang beriman.'

Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada kaum Madyan saudara mereka, Syu'aib . Dia berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, beribadahlah kepada Allah semata, Dia tidak memiliki sekutu apa pun. Kalian tidak memiliki sesembahan yang berhak diibadahi selainNya . Sungguh telah datang kepada kalian bukti nyata dari Tuhan kalian tentang kebenaran dakwah yang aku serukan kepada kalian. Maka sempurnakanlah hak-hak orang lain dengan memenuhi takaran dan timbangan. Janganlah kalian mengurangi hak-hak mereka, sehingga akibatnya kalian berbuat zhalim kepada mereka. Dan janganlah kalian berbuat kerusakan di muka bumi, dengan tindakan kekafiran dan kezhaliman, setelah diperbaiki dengan syariat-syariat para nabi sebelumnya. Apa yang aku dakwahkan kepada kalian merupakan kebaikan bagi kalian di dunia dan akhirat kalian, jika kalian mau mempercayai apa yang aku serukan kepada kalian, lagi mengamalkan syariat Allah.


[356] Madyan adalah nama putra Nabi Ibrahim kemudian menjadi nama sebuah kabilah yang merupakan anak cucu keturunan Madyan itu. Kabilah ini mendiami suatu tempat yang juga dinamai Madyan yang terletak di pantai laut Merah di tenggara gunung Sinai. 

وَلَا تَقْعُدُواْ بِكُلِّ صِرَٰطٍ تُوعِدُونَ وَتَصُدُّونَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ مَنْ ءَامَنَ بِهِۦ وَتَبْغُونَهَا عِوَجًا ۚ وَٱذْكُرُوٓاْ إِذْ كُنتُمْ قَلِيلًا فَكَثَّرَكُمْ ۖ وَٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُفْسِدِينَ

(86) 'Dan janganlah kalian duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kalian berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kalian. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.'

Dan janganlah kalian duduk di tiap-tiap jalan untuk mengintimidasi manusia dengan ancaman bunuh, bila mereka tidak menyerahkan harta benda mereka kepada kalian, dan untuk menghalang-halangi orang-orang yang beriman kepada Allah dan beramal shalih dari jalan Allah yang lurus, serta kalian berharap jalan Allah menjadi bengkok, menyimpang- kannya untuk disesuaikan dengan keinginan hawa nafsu kalian, dan menjauhkan manusia untuk mengikuti jalan Allah. Dan ingatlah nikmat- nikmat Allah yang tercurah pada kalian, tatkala jumlah kalian sedikit, kemudian Allah memperbanyak jumlah kalian. Maka kalian pun menjadi manusia-manusia kuat lagi kokoh. Coba perhatikan bagaimana nasib orang- orang yang melakukan kerusakan di muka bumi beserta kebinasaan dan kehancuran yang menimpa mereka?

وَإِن كَانَ طَآئِفَةٌ مِّنكُمْ ءَامَنُواْ بِٱلَّذِىٓ أُرْسِلْتُ بِهِۦ وَطَآئِفَةٌ لَّمْ يُؤْمِنُواْ فَٱصْبِرُواْ حَتَّىٰ يَحْكُمَ ٱللَّهُ بَيْنَنَا ۚ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْحَٰكِمِينَ

(87) Jika ada segolongan dari kalian beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan keputusan di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya'"

Dan jika ada segolongan orang dari kalian yang mengimani risalah yang aku diutus Allah dengan mengembannya, dan ada sekelompok lain yang tidak mempercayainya, maka tunggulah oleh kalian wahai orang- orang yang mendustakan keputusan Allah yang akan memutuskan antara kami dan kalian tatkala siksaan yang aku peringatkan kalian darinya menimpa kalian. Dan Allah adalah sebaik-baik Hakim di antara para hambaNya."

۞ قَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ ٱسْتَكْبَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ لَنُخْرِجَنَّكَ يَٰشُعَيْبُ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ مَعَكَ مِن قَرْيَتِنَآ أَوْ لَتَعُودُنَّ فِى مِلَّتِنَا ۚ قَالَ أَوَلَوْ كُنَّا كَٰرِهِينَ

(88) Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri dari kaumnya (Syu'aib) berkata, 'Wahai Syu'aib! Pasti kami usir engkau bersama orang-orang yang beriman dari negeri kami, kecuali kalian kembali kepada agama kami.' Dia (Syu'aib) berkata, 'Apakah sekalipun kami tidak suka?'

Para pemimpin dan pemuka-pemuka dari kaum Syu'aib yang menyombongkan diri untuk beriman kepada Allah dan mengikuti Rasul-Nya, Syu'aib , berkata, "Kami sungguh-sungguh akan mengusir engkau wahai Syu'aib, dan orang-orang beriman yang bersamamu dari kampung kami, kecuali jika kalian mau kembali kepada agama kami." Syu'aib menjawab sebagai pengingkaran lagi merasa aneh terhadap pernyataan mereka itu, "Apakah kami pantas mengikuti agama dan ajaran kalian yang batil, padahal kami itu benci terhadapnya karena kami tahu akan kebatilannya?"

قَدِ ٱفْتَرَيْنَا عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا إِنْ عُدْنَا فِى مِلَّتِكُم بَعْدَ إِذْ نَجَّىٰنَا ٱللَّهُ مِنْهَا ۚ وَمَا يَكُونُ لَنَآ أَن نَّعُودَ فِيهَآ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ رَبُّنَا ۚ وَسِعَ رَبُّنَا كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۚ عَلَى ٱللَّهِ تَوَكَّلْنَا ۚ رَبَّنَا ٱفْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِٱلْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْفَٰتِحِينَ

(89) Sungguh kami telah mengada-adakan kedustaan yang besar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agama kalian, setelah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan tidaklah pantas kami kembali kepadanya, kuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki. Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Hanya kepada Allah kami bertawakal. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil). Engkaulah sebaik-baik Pemberi keputusan'."

Dan Syu'aib berkata kepada kaunmya untuk menyambung perkataannya, "Sungguh kami telah mengada-adakan kedustaan terhadap Allah, jika kami kembali mengikuti agama kalian, sesudah Allah menyelamatkan kami darinya. Dan bukan hak kami untuk berpindah agama menuju agama selain agama Tuhan kami, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendakinya. Sesungguhnya pengetahuan Allah meliputi segala sesuatu. Dia mengetahui apa saja yang akan mendatangkan kemaslahatan bagi para hambaNya. Kepada Allah semata ketergantungan kami dalam menggapai hidayah dan kemenangan. Wahai Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak dan Engkau-lah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya."

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِن قَوْمِهِۦ لَئِنِ ٱتَّبَعْتُمْ شُعَيْبًا إِنَّكُمْ إِذًا لَّخَٰسِرُونَ

(90) Dan pemuka-pemuka dari kaumnya (Syu'aib) yang kafir berkata (kepada sesamanya), 'Jika kalian benar-benar menakuti Syu'aib, sesunahnya kalian benar-beuar menjadi orang-orang yang rugi'."

Para pemimpin dan pemuka-pemuka yang mendustakan lagi menolak dakwah tauhid berkata sebagai penegasan keangkuhan dan penentangan mereka demi memperingatkan (manusia) agar tidak mengikuti Syu'aib , "Jika kalian mengikuti Syu'aib, sesungguhnya kalian akan menjadi orang-orang yang binasa."

فَأَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ فَأَصْبَحُواْ فِى دَارِهِمْ جَٰثِمِينَ

(91) "Lalu datanglah gempa menimpa mereka, dan mereka pun mati bergelimpangan di dalam reruntuhan rumah mereka,"

Maka gempa bumi dahsyat menerjang kaum Syu'aib sehingga mereka kemudian menjadi jasad-jasad bergelimpangan yang mati.

ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيْبًا كَأَن لَّمْ يَغْنَوْاْ فِيهَا ۚ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ شُعَيْبًا كَانُواْ هُمُ ٱلْخَٰسِرِينَ

(92) "orang-orang yang mendustakan Syu'aib seakan-akan mereka belum pernah tinggal di (negeri) itu. Mereka yang mendustakan Syu'aib, itulah orang-orang yang rugi."

Orang-orang yang mendustakan Syu'aib , seakan-akan mereka belum pernah bermukim di kota mereka itu dan tidak pernah mengenyam hidup di dalamnya, lantaran mereka dibinasakan sampai ke akar-akarnya, sehingga tidak ada bekas petunjuk tentang mereka sama sekali yang tersisa. Maka kerugian dan kebinasaan dunia dan akhirat menimpa mereka.

فَتَوَلَّىٰ عَنْهُمْ وَقَالَ يَٰقَوْمِ لَقَدْ أَبْلَغْتُكُمْ رِسَٰلَٰتِ رَبِّى وَنَصَحْتُ لَكُمْ ۖ فَكَيْفَ ءَاسَىٰ عَلَىٰ قَوْمٍ كَٰفِرِينَ

(93) "Maka dia (Syu'aib) meninggalkan mereka seraya berkata, 'Wahai kaumku! Sungguh, aku telah menyampaikan amanat Tuhanku kepada kalian dan aku telah menasihati kalian. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang kafir?'"

Maka Syu'aib berpaling meninggalkan mereka tatkala meyakini datangnya siksaan pada mereka. Dan dia berkata, "Wahai kaumku, sungguh aku telah menyampaikan ajaran-ajaran Tuhanku kepada kalian dan aku sudah menasihati kalian untuk memeluk agama Allah dan meninggalkan keyakinan kalian sebelumnya, namun kalian tidak mendengar dan tidak menaatinya. Maka kenapa aku harus bersedih terhadap orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan mendustakan para rasulNya?"

وَمَآ أَرْسَلْنَا فِى قَرْيَةٍ مِّن نَّبِىٍّ إِلَّآ أَخَذْنَآ أَهْلَهَا بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَضَّرَّعُونَ

(94) "Dan Kami tidak mengutus seorang nabi pun kepada suatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan agar mereka (tunduk dengan) merendahkan diri."

Dan Kami tidaklah mengutus seorang nabi ke tengah satu negeri yang akan mengajak mereka untuk beribadah kepada Allah dan melarang mereka dari adat istiadat syirik yang mereka perbuat, lalu kaumnya mendustakan nabi itu, kecuali Kami akan menimpakan cobaan kesulitan dan kesengsaraan hidup. Kami timpakan pada tubuh-tubuh mereka penyakit-penyakit dan wabah-wabah, pada harta benda mereka kemiskinan dan kekurangan, dengan harapan agar mereka tunduk dan sadar terhadap Allah dan kembali ke jalan kebenaran.

ثُمَّ بَدَّلْنَا مَكَانَ ٱلسَّيِّئَةِ ٱلْحَسَنَةَ حَتَّىٰ عَفَواْ وَّقَالُواْ قَدْ مَسَّ ءَابَآءَنَا ٱلضَّرَّآءُ وَٱلسَّرَّآءُ فَأَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

(95) "Kemudian Kami ganti penderitaan itu dengan kesenangan sehingga (keturunan dan harta mereka) bertambah banyak, lalu mereka berkata, 'Sungguh, nenek moyang kami telah merasakan penderitaan dan kesenangan,' maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan tiba-tiba tanpa mereka sadari."

Kemudian Kami gantikan keadaan buruk itu dengan kondisi yang lebih baik, hingga mereka berada dalam kondisi sehat pada tubuh-tubuh mereka, keluasan dan kenyamanan dalam kekayaan duniawi mereka, untuk memberikan kesempatan bagi mereka lagi, semoga mereka mau bersyukur. Akan tetapi, semua itu tidak bermanfaat bagi mereka sama sekali, dan mereka tidak mau mengambil pelajaran serta tidak meninggalkan keadaan mereka semula. Mereka malah berkata, "Ini sudah merupakan kejadian biasa pada suatu masa bagi penduduknya. Satu hari baik dan hari lainnya susah. Itulah yang terjadi pada nenek moyang kami sebelumnya." Maka Kami pun menimpakan siksaan pada mereka dengan tiba-tiba, ketika mereka telah merasa aman, tidak terbetik datangnya kehancuran pada benak mereka.

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ ٱلْقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوْاْ لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَٰتٍ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلْأَرْضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذْنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(96) "Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, niscaya Kami benar-beiuir akan melimpahkan kepada mereka berkah-berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami menyiksa mereka disebabkan apa yang mereka usahakan."

Seandainya para penduduk negeri-negeri mengimani para rasul mereka dan mengikuti mereka serta menjauhi apa yang Allah telah melarang mereka darinya, pastilah Allah akan membuka pintu-pintu rizki bagi mereka dari setiap sudut. Akan tetapi mereka mendustakan, maka Allah pun menjatuhkan siksaan yang mematikan pada mereka akibat kekafiran dan perbuatan maksiat mereka.

أَفَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا بَيَٰتًا وَهُمْ نَآئِمُونَ

(97) "Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?”

Apakah penduduk negeri-negeri itu menyangka bahwa sesungguhnya mereka berada dalam tempat yang selamat dan aman dari siksaan Allah yang akan menimpa mereka pada malam hari tatkala mereka berangkat tidur ?

أَوَأَمِنَ أَهْلُ ٱلْقُرَىٰٓ أَن يَأْتِيَهُم بَأْسُنَا ضُحًى وَهُمْ يَلْعَبُونَ

(98) "Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu Dhuha ketika mereka sedang bermain-main ?"

Apakah para penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Allah di pagi hari, ketika mereka tengah terlena lagi sibuk dengan urusan-urusan dunia mereka? Allah menyebut dua waktu tersebut secara khusus karena pada dua waktu tersebut manusia paling banyak lengah, sehingga datangnya siksaan pada waktu tersebut sangatlah menakutkan dan mengagetkan.

أَفَأَمِنُواْ مَكْرَ ٱللَّهِ ۚ فَلَا يَأْمَنُ مَكْرَ ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(99) "Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga- duga)? Tidak ada yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orang-orang yang merugi."

Apakah para penduduk negeri yang mendustakan (para rasul) merasa aman terhadap makar (balasan siksaan) Allah dan penundaan yang diberikanNya bagi mereka untiik mengulur waktu bagi mereka dengan kenikmatan yang Allah curahkan kepada mereka sebagai hukuman bagi mereka atas makar mereka. Tiadalah yang merasa aman dari azab Allah, kecuali orang-orang yang binasa.

أَوَلَمْ يَهْدِ لِلَّذِينَ يَرِثُونَ ٱلْأَرْضَ مِنۢ بَعْدِ أَهْلِهَآ أَن لَّوْ نَشَآءُ أَصَبْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ ۚ وَنَطْبَعُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ فَهُمْ لَا يَسْمَعُونَ

(100) "Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mewarisi suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami azab mereka karena dosa-dosa mereka; dan Kami kunci hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi) ?"

Apakah belum jelas bagi orang-orang yang tinggal di dunia ini setelah dihancurkannya penghuni-penghuninya terdahulu lantaran kemaksiatan yang mereka perbuat, lalu mereka menjalani hidup seperti sepak terjang mereka, bahwa kalau Kami menghendaki, tentu Kami akan menimpakan azab pada mereka karena dosa-dosa mereka, sebagaimana yang Kami perlakukan terhadap para pendahulu mereka, lalu Kami mengunci hati mereka, sehingga tidak ada kebenaran yang memasuki hati mereka, mereka pun tidak mendapatkan manfaat dari nasihat dan peringatan?

تِلْكَ ٱلْقُرَىٰ نَقُصُّ عَلَيْكَ مِنْ أَنۢبَآئِهَا ۚ وَلَقَدْ جَآءَتْهُمْ رُسُلُهُم بِٱلْبَيِّنَٰتِ فَمَا كَانُواْ لِيُؤْمِنُواْ بِمَا كَذَّبُواْ مِن قَبْلُ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِ ٱلْكَٰفِرِينَ

(101) "Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu (wahai Rasul). Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mati hati orang-orang yang kafir."

Negeri-negeri yang telah dikemukakan sebelumnya, yaitu negeri kaum Nuh, Hud, Shaleh, Luth dan Syu'aib, Kami ceritakan kepadamu wahai Rasul, tentang berita-beritanya dan keadaan para rasul Allah yang diutus kepada mereka yang dapat menjadi pelajaran bagi orang-orang yang mau memetik pelajaran darinya dan sebagai cambuk yang menakutkan bagi orang-orang yang zhalim (dari tindakan zhalim). Dan sungguh telah datang kepada para penduduk negeri rasul-rasul Kami dengan membawa hujjah-hujjah yang nyata atas kebenaran mereka. Maka mereka (tetap) tidak beriman terhadap risalah yang dibawa para rasul; dikarenakan sikap melampaui batas dan pendustaan mereka terhadap kebenaran. Dan sebagaimana Allah telah mengunci hati-hati orang-orang kafir yang disebutkan ini, Dia juga akan mengunci hati orang-orang yang mengingkari Muhammad .

وَمَا وَجَدْنَا لِأَكْثَرِهِم مِّنْ عَهْدٍ ۖ وَإِن وَجَدْنَآ أَكْثَرَهُمْ لَفَٰسِقِينَ

(102) "Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka memenuhi janji. Dan sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka justru orang-orang yang fasik."

Dan Kami tidaklah mendapati kebanyakan umat menjalankan amanat dan memenuhi janji. Dan tidaklah Kami jumpai kebanyakan mereka kecuali orang-orang fasik yang menyimpang dari ketaatan kepada Allah dan dari menjalankan perintahNya.

Kisah Nabi Musa .

ثُمَّ بَعَثْنَا مِنْ بَعْدِهِمْ مُوسَى بِآيَاتِنَا إِلَى فِرْعَوْنَ وَمَلَئِهِ فَظَلَمُوا بِهَا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

(103) Kemudian Kami mengutus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) Kami kepada Fir'aun dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang membuat kerusakan,"

Kemudian setelah para rasul yang telah disebutkan nama-namanya itu, Kami mengutus Musa bin Imran dengan membawa ayat-ayat Kami yang jelas kepada Fir'aun dan kaumnya. Tetapi mereka menentang dan mengingkarinya dengan kezhaliman dan penuh penentangan. Maka perhatikanlah wahai Rasul, dengan penuh perenungan, bagaimana Kami memperlakukan mereka dan Kami tenggelamkan mereka secara keseluruhan di hadapan Musa dan kaumnya. Itulah kesudahan orang-orang yang melakukan perusakan.

وَقَالَ مُوسَىٰ يَٰفِرْعَوْنُ إِنِّى رَسُولٌ مِّن رَّبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(104) "Dan Musa berkata, 'Wahai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam.'

Musa berkata kepada Fir'aun untuk mengajaknya berkomunikasi dan menyampaikan (amanat Allah), "Sesungguhnya aku adalah utusan dari Allah, Pencipta semua makhluk dan Pengatur keadaan-keadaan dan kesudahan nasib-nasib mereka.

حَقِيقٌ عَلَىٰٓ أَن لَّآ أَقُولَ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ ۚ قَدْ جِئْتُكُم بِبَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ فَأَرْسِلْ مَعِىَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

(105). 'wajib atasku tidak mengatakan sesuatu atas Nama Allah, kecuali yang haq. Sungguh aku datang kepada kalian dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhan kalian, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersamaku'."

Sudah sepantasnya aku tidak mengatakan atas Nama Allah, kecuali kebenaran, dan sudah seharusnya aku komitmen dengan itu. Sungguh aku telah datang kepada kalian dengan membawa bukti petunjuk dan hujjah amat kuat dari Tuhan kalian tentang kebenaran apa yang aku sampaikan kepada kalian, maka wahai Fir'aun, bebaskanlah orang-orang Bani Israil dari tawanan dan penindasanmu, lepaskanlah mereka untuk beribadah kepada Allah."

قَالَ إِن كُنتَ جِئْتَ بِـَٔايَةٍ فَأْتِ بِهَآ إِن كُنتَ مِنَ ٱلصَّٰدِقِينَ

(106) "Dia (Fir'aun) menjawab, 'Jika benar kamu membawa suatu bukti (mukjizat), maka datangkanlah bukti itu. Jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar'."

Fir'aun berkata kepada Musa , "Kalau benar engkau membawa satu mukjizat sebagaimana pengakuanmu, maka datangkanlah bukti tersebut dan hadirkan di hadapanku agar klaimmu dapat dibuktikan ke- benarannya, dan kejujuranmu juga terbukti, jika memang engkau berkata benar dalam klaim yang engkau katakan bahwa sesungguhnya engkau adalah utusan Tuhan alam semesta."

فَأَلْقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِىَ ثُعْبَانٌ مُّبِينٌ

(107) "Maka dia (Musa) melemparkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang nyata."

Maka Musa melemparkan tongkatnya, lalu tongkat itu berubah menjelma seekor ular yang sangat besar dan tampak jelas untuk dilihat mata.

وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِىَ بَيْضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ

(108) "Dan dia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihat(nya)."

Dan dia menarik tangannya dari lubang leher pakaiannya atau dari sisinya, tiba-tiba tangan itu menjadi putih seperti warna air susu, namun bukan merupakan penyakit kusta, sebagai mukjizat di hadapan Fir'aun. Bila dia memasukkannya lagi, maka kembali ke warnanya semula, seperti warna seluruh tubuhnya.

قَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ إِنَّ هَٰذَا لَسَٰحِرٌ عَلِيمٌ

(109) "Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata, 'Sesungguhnya (Musa) ini benar-benar ahli sihir yang pandai,'

Para pemuka dari kaum Fir'aun berkata, "Sesungguhnya Musa itu tukang sihir, dapat menghipnotis pandangan manusia dengan tipu dayanya kepada mereka sehingga terbayang pada penglihatan mereka seolah-olah tongkat berubah menjadi seekor ular, dan suatu obyek berubah menjadi barang yang berbeda, dan dia adalah orang yang berpengetahuan luas dalam ilmu sihir dan seorang yang ahli di bidang itu.

يُرِيدُ أَن يُخْرِجَكُم مِّنْ أَرْضِكُمْ ۖ فَمَاذَا تَأْمُرُونَ

(110) 'yang bermaksud hendak mengeluarkan kalian dari negeri kalian.' (Fir'aun berkata), 'Maka apakah yang kalian anjurkan?'"

Dia hendak mengeluarkan kalian semua dari negeri kalian." Fir'aun berkata, "Apa yang kalian usulkan kepadaku terkait masalah Musa wahai para tokoh?"

قَالُوٓاْ أَرْجِهْ وَأَخَاهُ وَأَرْسِلْ فِى ٱلْمَدَآئِنِ حَٰشِرِينَ

(111) "Pemuka-pemuka itu menjawab, 'Tundalah (urusan) dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan (ahli-ahli sihir),'

Maka orang-orang yang hadir dalam acara debat dengan Musa dari kalangan pemuka kaum Fir'aun dan pembesar mereka berkata, 'Berilah dia dan saudaranya, Harun, waktu penangguhan dan utuslah petugas-petugas ke kota-kota negeri Mesir dan pedesaan-pedesaannya,

يَأْتُوكَ بِكُلِّ سَٰحِرٍ عَلِيمٍ

(112) 'supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai'."

agar mereka mengumpulkan semua tukang sihir yang mumpuni kemampuan sihirnya kepadamu."

وَجَآءَ ٱلسَّحَرَةُ فِرْعَوْنَ قَالُوٓاْ إِنَّ لَنَا لَأَجْرًا إِن كُنَّا نَحْنُ ٱلْغَٰلِبِينَ

(113) "Dan beberapa ahli sihir itu datang kepala Fir'aun dengan mengatakan '(Apakah) sesungguhnya kami benar-benar akan mendapat upah, jika kami yang menang?'"

Kemudian para tukang sihir berdatangan kepada Fir'aun. Mereka berkata, "Apakah kami akan memperoleh hadiah dan harta, bila kami berhasil mengalahkan Musa?"

قَالَ نَعَمْ وَإِنَّكُمْ لَمِنَ ٱلْمُقَرَّبِينَ

(114) "Dia (Fir'aun) menjawab, 'Ya, dan sesungguhnya kalian benar-benar akan termasuk orang-orang yang didekatkan (kepadaku)'."

Fir'aun menjawab, "Betul. Kalian akan mendapatkan imbalan dan posisi dekat denganku, bila kalian berhasil mengalahkannya."

قَالُواْ يَٰمُوسَىٰٓ إِمَّآ أَن تُلْقِىَ وَإِمَّآ أَن نَّكُونَ نَحْنُ ٱلْمُلْقِينَ

(115) Ahli-ahli sihir berkata, 'Wahai Musa, kamukah yang akan melempar lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?'"

Maka para tukang sihir Fir'aun berkata kepada Musa dengan nada angkuh lagi menyepelekan, "Wahai Musa, silakan pilih, engkau melemparkan tongkatmu, dulu atau kami yang melakukannya dahulu?"

قَالَ أَلْقُواْ ۖ فَلَمَّآ أَلْقَوْاْ سَحَرُوٓاْ أَعْيُنَ ٱلنَّاسِ وَٱسْتَرْهَبُوهُمْ وَجَآءُو بِسِحْرٍ عَظِيمٍ

(116) "Dia (Musa) menjawab, 'Lemparkanlah (lebih dahulu)!' Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyihir mata orang-orang dan menjadikan orang banyak itu takut, karena mereka mendatangkan sihir yang besar (menakjubkan)."

Maka Musa berkata kepada para tukang sihir itu, "Silahkan kalian melempar lebih dahulu!" Ketika mereka melemparkan tali-tali dan tongkat-tongkat, mereka menyihir pandangan manusia sehingga terbayang pada mata mereka kalau yang mereka lakukan benar-benar terjadi. Padahal itu tiada lain hanyalah sekedar jadi-jadian dan khayalan belaka. Mereka ingin menakut-nakuti manusia dengan rasa takut yang mendalam. Mereka mendatangkan sihir yang sangat kuat lagi banyak.

۞ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ أَنْ أَلْقِ عَصَاكَ ۖ فَإِذَا هِىَ تَلْقَفُ مَا يَأْفِكُونَ

(117) "Dan Kami wahyukan kepada Musa, 'Lemparkanlah tongkatmu!' Maka tiba-tiba tongkat itu menelan (habis) apa yang mereka palsukan (itu)."

Dan Allah mewahyukan kepada hamba dan RasulNya, Musa pada peristiwa yang besar itu, dimana dengan itu Allah membedakan antara kebenaran dan kebatilan. Allah memerintahkan Musa untuk melemparkan apa yang ada di tangan kanannya, yaitu tongkatnya. Musa melemparkannya dan sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa saja yang mereka lemparkan dan kesankan kepada manusia sebagai kebenaran, padahal sebenarnya merupakan kebatilan.

فَوَقَعَ ٱلْحَقُّ وَبَطَلَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(118) "Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan."

Maka nyatalah yang benar dan menjadi jelas bagi orang yang menyaksikan dan menghadirinya tentang kebenaran Musa dan bahwa sesungguhnya dia adalah utusan Allah yang mengajak kepada kebenaran. Dan sirnalah kedustaan yang mereka perbuat.

فَغُلِبُواْ هُنَالِكَ وَٱنقَلَبُواْ صَٰغِرِينَ

(119) "Maka mereka dikalahkan di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina"

Seluruh tukang sihir dapat dikalahkan di tempat mereka berkumpul. Fir'aun dan kaumnya pun kembali dalam keadaan hina, pecundang, dan kalah.

وَأُلْقِىَ ٱلسَّحَرَةُ سَٰجِدِينَ

(120) "Dan ahli-ahli sihir itu serta-merta menyungkurkan diri dengan bersujud"

Sementara itu, para tukang sihir menyungkur bersujud dengan wajah-wajah mereka kepada Allah, Tuhan alam semesta, karena mereka telah menyaksikan langsung keagungan Kuasa Allah.

قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(121) "Mereka berkata, ’Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,'

Mereka berkata, "Kami beriman kepada Penguasa alam semesta,

رَبِّ مُوسَىٰ وَهَٰرُونَ

(122) '(yaitu) Tuhan Musa dan Harun'."

yaitu, Tuhan Musa dan Harun. Dia-lah yang seharusnya ditujukan seluruh jenis ibadah kepadaNya, bukan kepada yang selainNya."

قَالَ فِرْعَوْنُ ءَامَنتُم بِهِۦ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَمَكْرٌ مَّكَرْتُمُوهُ فِى ٱلْمَدِينَةِ لِتُخْرِجُواْ مِنْهَآ أَهْلَهَا ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

(123) "Fir'aun berkala,'Apakah kalian beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepada kalian? Sesungguhnya (perbuatan) ini adalah suatu makar yang telah kalian rencanakan di dalam kota ini, untuk mengusir penduduknya darinya; maka kelak kalian akan mengetahui (akibat perbuatan kalian ini),'

Fir'aun berkata kepada para tukang sihir, "Apakah kalian beriman kepada Allah sebelum aku izinkan kepada kalian untuk beriman kepadaNya? Sesungguhnya keimanan kalian kepada Allah dan kepercayaan kalian terhadap Musa, serta penetapan kalian atas kenabiannya hanyalah satu bentuk rekayasa yang kalian ada-adakan bersama Musa agar kalian dapat mengusir penduduk kota kalian ini, kemudian kalian menjadi orang-orang yang memonopoli kebaikan-kebaikan yang ada di kota ini. Kalian wahai para tukang sihir, akan tahu siksaan dan hukuman yang akan menimpa kalian (dariku).

لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَٰفٍ ثُمَّ لَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ

(124) 'aku benar-benar akan memotong tangan dan kaki kalian dengan bersilang, kemudian aku benar-benar akan menyalib kalian semuanya'."

Aku benar-benar akan memotong tangan-tangan dan kaki-kaki kalian secara bersilang wahai tukang-tukang sihir: dengan memotong tangan kiri dan kaki kanan. Kemudian aku sungguh-sungguh akan menggantung kalian pada batang pohon kurma, untuk menghukum kalian dan mengintimidasi manusia."

قَالُوٓاْ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ

(125) "Ahli-ahli sihir itu menjawab, 'Sesungguhnya kepada Tuhan kamilah kami kembali.'

Para tukang sihir itu berkata kepada Fir'aun, "Sesungguhnya kami telah meyakini bahwa sesungguhnya kepada Allah kami akan kembali. Dan sesungguhnya siksaanNya jauh lebih pedih dari siksaanmu. Maka kami sungguh-sungguh akan bersabar hari ini menghadapi siksaanmu, agar kami bisa selamat dari siksaan Allah pada Hari Kiamat.

وَمَا تَنقِمُ مِنَّآ إِلَّآ أَنْ ءَامَنَّا بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا لَمَّا جَآءَتْنَا ۚ رَبَّنَآ أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ

(126) 'Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami.' (Mereka berdoa), 'Wahai Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan Muslim (berserah diri kepadaMu)'."

Engkau tidaklah mencela dan mengingkari sesuatu pada kami wahai Fir'aun selain keimanan kami dan kepercayaan kami terhadap hujjah-hujjah Tuhan kami dan bukti-bukti kebenaran yang dibawa oleh Musa, yang kami dan engkau atau orang lain tidak kuasa untuk mendatangkan hal yang serupa dengannya selain Allah, Dzat yang memiliki kerajaan langit dan bumi. Wahai Tuhan kami, limpahkan kepada kami kesabaran besar dan keteguhan di atasnya, dan wafatkanlah kami dalam keadaan tunduk kepada perintahMu, dan mengikuti petunjuk RasulMu."

وَقَالَ ٱلْمَلَأُ مِن قَوْمِ فِرْعَوْنَ أَتَذَرُ مُوسَىٰ وَقَوْمَهُۥ لِيُفْسِدُواْ فِى ٱلْأَرْضِ وَيَذَرَكَ وَءَالِهَتَكَ ۚ قَالَ سَنُقَتِّلُ أَبْنَآءَهُمْ وَنَسْتَحْىِۦ نِسَآءَهُمْ وَإِنَّا فَوْقَهُمْ قَٰهِرُونَ

(127) "Pemuka-pemuka dari kaum Fir'aun berkata (kepada Fir'aun), 'Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkanmu serta tuhan-tuhan sembahanmu?' Fir'aun menjawab,' Akan kita bunuh anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka dan sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka'."

Maka para pemimpin dan pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun berkata (dengan nada provokatif kepada Fir'aun, "Apakah engkau akan membiarkan Musa dan para pengikutnya dari Bani Israil untiik merusak manusia di negeri Mesir dengan mengubah keyakinan mereka dengan beribadah kepada Allah semata dan tiada sekutu bagiNya, dan meninggalkan penyembahan kepadamu dan penyembahan kepada tuhan- tuhamnu?" Fir'aun menjawab, "Kami akan membunuhi anak-anak lelaki Bani Israil dan membiarkan wanita-wanita mereka tetap hidup untuk menjadi pelayan. Dan sesungguhnya kami ini berkuasa penuh atas mereka sebagai raja dan penguasa mereka."

قَالَ مُوسَىٰ لِقَوْمِهِ ٱسْتَعِينُواْ بِٱللَّهِ وَٱصْبِرُوٓاْ ۖ إِنَّ ٱلْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۖ وَٱلْعَٰقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ

(128) Musa berkata kepada kaumnya, 'Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah. Sesungguhnya bumi ini adalah milik Allah, Dia mewariskannya kepada siapa yang Dia kehendaki dari hamba-hambaNya. Dan kesudahan (yang baik) adalah bagi orang-orang yang bertakwa'."

Musa berkata kepada kaumnya dari Bani Israil, "Mohonlah pertolongan kepada Allah terhadap Fir'aun dan para pengikutnya, serta bersabarlah atas hal-hal buruk yang menimpa kalian pada diri kalian dan anak-anak kalian dari Fir'aun. Sesungguhnya bumi ini semuanya milik Allah, Dia akan mewarisikepada para hambaNya yang dikehendakiNya. Dan kesudahan yang baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, lalu menjalankan semua perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

قَالُوٓاْ أُوذِينَا مِن قَبْلِ أَن تَأْتِيَنَا وَمِنۢ بَعْدِ مَا جِئْتَنَا ۚ قَالَ عَسَىٰ رَبُّكُمْ أَن يُهْلِكَ عَدُوَّكُمْ وَيَسْتَخْلِفَكُمْ فِى ٱلْأَرْضِ فَيَنظُرَ كَيْفَ تَعْمَلُونَ

(129) "Mereka (Kaum Musa) berkata, 'Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang: Dia (Musa) menjawab, 'Mudah-mudahan Allah membinasakan musuh kalian dan menjadikan kailan khalifah di bumi(Nya), maka Dia akan melihat bagaimana perbuatan kalian'."

Kaum Musa dari kalangan Bani Israil berkata kepada Nabi mereka, Musa , "Kami telah mengalami malapetaka dan tertindas dengan disembelihnya anak-anak laki-laki kami dan dibiarkannya anak-anak perempuan kami hidup di bawah kekuasaan Fir'aun dan para pengikutnya, sebelum engkau datang kepada kami dan pasca kedatanganmu ke tengah kami." Musa berkata kepada mereka, "Mudah-mudahan Tuhan kalian membinasakan musuh-musuh kalian, Fir'aun dan para pengikutnya, dan menjadikan kalian berkuasa di bumi mereka setelah kebinasaan mereka. Maka Allah akan melihat apa yang akan kalian perbuat; apakah kalian akan bersyukur atau malah ingkar."

وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ

(130) "Dan sungguh Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaum Fir'aun dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran."

Dan sungguh Kami telah menimpakan malapetaka pada Fir'aun dan para pengikutnya dengan masa paceklik dan kekeringan, serta berkurangnya buah-buahan dan hasil pertanian mereka, agar mereka mau mengambil pelajaran, menghentikan kesesatan-kesesatan mereka dan bersimpuh kembali kepada Tuhan mereka dengan bertaubat.

فَإِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلْحَسَنَةُ قَالُواْ لَنَا هَٰذِهِۦ ۖ وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُواْ بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُۥٓ ۗ أَلَآ إِنَّمَا طَٰٓئِرُهُمْ عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(131) "Kemudian apabila datang kepada mereka kebaikan (kemakmuran), mereka berkata,'Ini adalah karena (usaha) kami.' Dan Jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang bersamanya. Ketahuilah, sesunahnya kesialan mereka itu adalah dari sisi Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."

Kemudian ketika tiba kepada Fir'aun dan para pengikutnya masa subur dan limpahan rizki, mereka berkata, “Ini menjadi milik kami, karena kami memang berhak memperolehnya." Apabila mereka dilanda paceklik dan kekeringan, mereka beranggapan telah dilanda kesialan, dan mereka berkata, "Ini gara-gara Musa dan orang-orang yang bersamanya." Ketahuilah, sesungguhnya paceklik dan kekeringan terjadi pada mereka hanyalah lantaran qadha' dan takdir Allah, serta karena dosa-dosa dan kekafiran mereka. Akan tetapi, kebanyakan para pengikut Fir'aun tidak menyadarinya. Itu terjadi karena mereka sudah berkubang dalam kebodohan dan kesesatan.

وَقَالُواْ مَهْمَا تَأْتِنَا بِهِۦ مِنْ ءَايَةٍ لِّتَسْحَرَنَا بِهَا فَمَا نَحْنُ لَكَ بِمُؤْمِنِينَ

(132) "Mereka berkata٠'Bagaimanapun kamu mendatangkan bukti kepada kami untuk menyihir kami dengannya, maka kami tidak akan beriman kepadamu'."

Para pengikut Fir'aun berkata kepada Musa , "Apa pun mukjizat yang engkau bawa kepada kami dan apa pun petunjuk dan hujjah yang engkau terangkan untuk mengalihkan kami dari keadaan kami dalam meyakini ajaran Fir'aun, maka kami tetaplah tidak akan membenarkan dan beriman kepadamu."

فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلطُّوفَانَ وَٱلْجَرَادَ وَٱلْقُمَّلَ وَٱلضَّفَادِعَ وَٱلدَّمَ ءَايَٰتٍ مُّفَصَّلَٰتٍ فَٱسْتَكْبَرُواْ وَكَانُواْ قَوْمًا مُّجْرِمِينَ

(133) ''Maka Kami kirimkan kepada mereka banjir, belalang, kutu, katak, dan darah357 sebagai bukti-bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang gemar berbuat dosa."

Maka Kami mengirim kepada mereka banjir amat deras yang menenggelamkan tanam-tanaman dan buah-buahan. Dan Kami kirim belalang, yang kemudian menghabiskan tanam-tanaman dan buah-buahan mereka, (merusak) pintu-pintu, atap-atap dan pakaian-pakaian mereka. Dan Kami kirimkan kutu yang merusak tanam-tanaman dan mematikan hewan-hewan ternak dan tanam-tanaman. Dan Kami kirim katak-katak yang memenuhi bejana-bejana, makanan-makanan dan tempat pembaringan mereka. Kami juga mengirim darah, sehingga (air) sungai-sungai dan perigi-perigi berubah menjadi darah, akibatnya mereka tidak menemukan air yang layak diminum. Ini merupakan tanda-tanda kekuasaan dari Allah, yang tidak ada yang kuasa mendatangkannya selain Allah, masing-masing tanda kekuasaan datang secara terpisah dari yang lain. Meskipun demikian, kaum Fir'aun tetap merasa angkuh dan sombong untuk beriman kepada Allah. Mereka adalah manusia-manusia yang suka berbuat apa yang dilarang oleh Allah berupa maksiat-maksiat dan tindakan kefasikan lain dengan penuh kesombongan dan penolakan.


[357] Maksudnya, air minum mereka berubah menjadi darah.

وَلَمَّا وَقَعَ عَلَيْهِمُ ٱلرِّجْزُ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱدْعُ لَنَا رَبَّكَ بِمَا عَهِدَ عِندَكَ ۖ لَئِن كَشَفْتَ عَنَّا ٱلرِّجْزَ لَنُؤْمِنَنَّ لَكَ وَلَنُرْسِلَنَّ مَعَكَ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ

134. "Dan ketika mereka ditimpa azab (yang telah diterangkan itu), mereka pun berkata, ’Wahai Musa, mohonkanlah untuk kami kepada Tuhanmu dengan apa yang telah Dia janjikan kepadamu, Jika kamu benar-benar dapat menghilangkan azab ini dari kami) pasti kami benar-benar akan beriman kepadamu dan akan kami biarkan Bani Israil pergi bersamamu',"

Dan tatkala siksaan (Allah) melanda Fir'aun dan para pengikutnya, mereka mengiba kepada Musa sambil berkata, "Wahai Musa, mohonlah kepada Tuhanmu dengan apa yang diwahyukanNya kepadamu berupa terangkatnya siksaan melalui taubat. Jika engkau berhasil menyingkirkan siksaan dari kami yang kami tengah mengalaminya, niscaya kami benar-benar akan mengimani risalah yang engkau bawa dan mengikuti seruan dakwahmu, serta kami benar-benar akan membebaskan bani Israil untuk pergi bersamamu. Kami tidak akan menghalangi mereka untuk pergi ke mana mereka mau."

فَلَمَّا كَشَفْنَا عَنْهُمُ ٱلرِّجْزَ إِلَىٰٓ أَجَلٍ هُم بَٰلِغُوهُ إِذَا هُمْ يَنكُثُونَ

(135) "Maka setelah Kami hilangkan azab itu dari mereka hingga batas waktu yang mereka sampai kepadanya, ternyata mereka mengingkari janji."

Tetapi, setelah Allah mengangkat dari mereka azab yang diturunkanNya pada mereka hingga batas waktu yang mereka akan sampai kepadanya dengan pasti, di mana mereka akan disiksa pada waktu tersebut tidak bisa bermanfaat bagi mereka penundaan waktu dan diangkatnya siksaan hingga waktu kedatangannya, tiba-tiba mereka justru memungkiri perjanjian-perjanjian mereka yang telah mereka ajukan kepada Tuhan mereka dan Musa untuk patuh menjalankannya, mereka tetap berkepala batu di atas kekafiran dan kesesatan mereka.

فَٱنتَقَمْنَا مِنْهُمْ فَأَغْرَقْنَٰهُمْ فِى ٱلْيَمِّ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَٰفِلِينَ

(136) Maka Kami menghukum mereka, di mana Kami menenggelamkan mereka di laut disebabkan mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan melalaikannya."

Maka Kami pun membalas tindakan mereka ketika batas waktu penghancuran mereka telah tiba. Itu terjadi dengan ditimpakannya siksaan Kami pada mereka, yaitu mereka ditenggelamkan di laut karena mereka mendustakan mukjizat-mukjizat yang telah muncul melalui tangan Musa, sedang mereka lalai terhadap mukjizat-mukjizat ini. Dan kelalaian itulah yang menyebabkan pendustaan mereka.

وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُواْ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ ٱلْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ بِمَا صَبَرُواْ ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُۥ وَمَا كَانُواْ يَعْرِشُونَ

(137) "Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah tertindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya358 yang telah Kami berkahi. Dan telah sempurnalah Firman Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil. di. sebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir'aun dan kaumnya, serta apa yang telah mereka bangun359."

Dan Kami wariskan kepada kaum Bani Israil yang mengalami penistaan sebagai budak-budak pelayan, ba^an bumi timur dan bagian bumi barat, yaitu Negeri Syam yang telah Kami terkahi dengan ditumbuhkannya terbagai macam tanaman, buah-buahan dan keberadaan sungai-sungai. Dan telah sempurna Firman Tuhanmu yang paling baik wahai Rasul, pada Bani Israil dengan memberikan kekuasaan di muka bumi dikarenakan kesabaran mereka menghadapi gangguan dari Fir'aun dan para pengikutnya, dan Kami pun telah menghancurkan apa yang dibangun oleh Fir'aun dan para pengikutnya yaitu berbagai rumah hunian dan persawahan, serta bangunan-bangunan, istana-istana dan lainnya yang sudah mereka dirikan.


[358] Maksudnya, negeri Syam. Mesir, dan negeri-negeri sekitar keduanya yang pernah dikuasai Fir’aun dahulu. Setelah kerajaan Fir’aun runtuh, negeri-negeri itu diwarisi oleh Bani Israil

[359] Yang dimaksud dengan bangunan-bangunan Fir'aun yang dihancurkan Allah ialah bangunan-bangunan yang didirikan mereka dengan menindas Bani Israil, seperti kota Ramses, menara yang dibangun Haman atas perintah Fir’aun.

وَجَٰوَزْنَا بِبَنِىٓ إِسْرَٰٓءِيلَ ٱلْبَحْرَ فَأَتَوْاْ عَلَىٰ قَوْمٍ يَعْكُفُونَ عَلَىٰٓ أَصْنَامٍ لَّهُمْ ۚ قَالُواْ يَٰمُوسَى ٱجْعَل لَّنَآ إِلَٰهًا كَمَا لَهُمْ ءَالِهَةٌ ۚ قَالَ إِنَّكُمْ قَوْمٌ تَجْهَلُونَ

(138) Dan Kami seberangkan Bani Israil ke seberang lautan itu360, maka setelah mereka sampai kepada suatu kaum yang menyembah berhala mereka, mereka (Bani Israil) berkata, 'Wahai Musa, buatlah untuk kami sebuah sembahan sebagaimana mereka mempunyai sembahan-sembahan.' Dia (Musa) menjawab 'Sesungguhnya kalian ini adalah kaum yang tidak mengetahui (bahwa tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah)'."

Dan Kami telah seberangkan Bani Israil melintasi laut, kemudian mereka melewati suatu kaum yang bersimpuh dan menekuni penyembahan terhadap berhala-berhala mereka. Bani Israil berkata (kepada Musa), "Adakanlah bagi kami wahai Musa patung yang akan kami sembah dan kami jadikan tuhan sebagaimana orang-orang itu memiliki patung-patung yang mereka sembah." Maka Musa berkata kepada mereka, "Wahai kaumku, sesungguhnya kalian itu orang-orang bodoh yang tidak paham akan keagungan Allah, dan tidak mengetahui bahwa sesungguhnya ibadah itu tidak sepatutnya dikerjakan kecuali bagi Allah semata, Dzat Yang Maha Esa lagi Mahaperkasa."


[360] Maksudnya, bagian utara dari Laut Merah.

إِنَّ هَٰٓؤُلَآءِ مُتَبَّرٌ مَّا هُمْ فِيهِ وَبَٰطِلٌ مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(139) "Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang mereka anut dan akan batal (gugur) apa yang dahulu mereka kerjakan."

Sesungguhnya orang-orang yang duduk bersimpuh di depan berhala-berhala tersebut, akan dihancurkan kesyirikan yang ada pada mereka, dan akan disirnakan dan lenyap apa yang mereka perbuat yang berupa penyembahan terhadap patung-patung yang sama sekali tidak dapat menyingkirkan siksaan Allah, jika menimpa mereka.

قَالَ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِيكُمْ إِلَٰهًا وَهُوَ فَضَّلَكُمْ عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

(140) "Dia (Musa) menjawab,'Patutkah aku mencari sesembahan untuk kalian selain Allah, padahal Dia-lah yang telah melebihkan kalian atas segala umat?"'361

Musa berkata kepada kaumnya, "Apakah patut kepada selain Allah aku akan mencarikan sesembahan yang kalian sembah, sedang Allah itu, Dia-lah yang menciptakan kalian dan melebihkan kalian atas segala umat pada zaman kalian dengan banyaknya jumlah nabi yang berada di tengah kalian dan dengan dihancurkannya musuh-musuh kalian, serta tanda-tanda kenabian yang Allah menampakkannya secara khusus kepada kalian?"


[361] Bani Israil yang telah diberi rahmat dan dilebihkan oleh Allah dari nenek moyang mereka yang berada di masa Nabi Musa .

وَإِذْ أَنجَيْنَٰكُم مِّنْ ءَالِ فِرْعَوْنَ يَسُومُونَكُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۖ يُقَتِّلُونَ أَبْنَآءَكُمْ وَيَسْتَحْيُونَ نِسَآءَكُمْ ۚ وَفِى ذَٰلِكُم بَلَآءٌ مِّن رَّبِّكُمْ عَظِيمٌ

(141) "Dan (ingatlah, wahai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kalian dari (Fir'aun dan) pengikut-pengikut Fir'aun, yang menyiksa kalian dengan siksa yang sangat buruk, yaitu mereka membunuh anak-anak laki-laki kalian dan membiarkan hidup wanita-wanita kalian, Dan pada yang demikian itu terdapat cobaan yang besar dari Tuhan kalian.”

Dan ingatlah wahai Bani Israil, nikmat-nikmat Kami yang tercurah atas kalian tatkala Kami menyelamatkan kalian dari kekangan Fir'aun dan keluarganya, keadaan hina dan nista yang meliputi kalian dalam bentuk disebelihnya anak-anak lelaki kalian dan perempuan-perempuan kalian dibiarkan hidup untuk menjadi pelayan, serta pemaksaan yang harus kalian terima untuk menghadapi siksaan yang sangat jahat lagi paling menyengsarakan, lalu Kami mengentaskan kalian dari kondisi tersebut, semua ini merupakan cobaan dari Allah, sekaligus menjadi kenikmatan sangat besar bagi kalian.

۞ وَوَٰعَدْنَا مُوسَىٰ ثَلَٰثِينَ لَيْلَةً وَأَتْمَمْنَٰهَا بِعَشْرٍ فَتَمَّ مِيقَٰتُ رَبِّهِۦٓ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً ۚ وَقَالَ مُوسَىٰ لِأَخِيهِ هَٰرُونَ ٱخْلُفْنِى فِى قَوْمِى وَأَصْلِحْ وَلَا تَتَّبِعْ سَبِيلَ ٱلْمُفْسِدِينَ

(142) "Dan telah Kami janjikan kepada Musa (untuk memberikan Taurat sesudah berlalu) tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya menjadi empat puluh malam. Dan Musa berkata kepada saudaranya, Harun, 'Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan lakukanlah perbaikan362, dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang membuat kerusakan'."

Dan Allah telah menjanjikan kepada Musa untuk termunajat kepada Tuhannya selama tiga puluh malam. Kemudian Allah menambah tempo masanya dengan sepuluh malam. Dengan demikian, sempurnalah masa yang Allah tentukan bagi Musa untuk Dia berbicara dengannya menjadi empat puluh malam. Musa berkata kepada saudaranya, Hanm , ketika hendak pergi berjalan untuk bermunajat kepada Tuhannya, ''Jadilah engkau pengganti diriku bagi kaumku hingga aku pulang. Dan arahkan mere؛a untuk taat kepada Allah dan beribadah kepadaNya. Dan janganlah engkau mengikuti jalan orang-orang yang berbuat kerusakan di muka bumi.”


[362] Yakni, perbaikilah dirimu dan Bani Israil.

وَلَمَّا جَآءَ مُوسَىٰ لِمِيقَٰتِنَا وَكَلَّمَهُۥ رَبُّهُۥ قَالَ رَبِّ أَرِنِىٓ أَنظُرْ إِلَيْكَ ۚ قَالَ لَن تَرَىٰنِى وَلَٰكِنِ ٱنظُرْ إِلَى ٱلْجَبَلِ فَإِنِ ٱسْتَقَرَّ مَكَانَهُۥ فَسَوْفَ تَرَىٰنِى ۚ فَلَمَّا تَجَلَّىٰ رَبُّهُۥ لِلْجَبَلِ جَعَلَهُۥ دَكًّا وَخَرَّ مُوسَىٰ صَعِقًا ۚ فَلَمَّآ أَفَاقَ قَالَ سُبْحَٰنَكَ تُبْتُ إِلَيْكَ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(143) "Dan tatkala Musa datang untuk (munajat dengan Kami) pada waktu yang telak Kami tentukan dan Tuhannya telah berfirman (langsung) kepadanya, dia berkata, 'Wahai Tuhanku, tampakkanlah (DiriMu) kepadaku, agar aku dapat melihatMu.' Allah berfirman, 'Kamu sekali-kali tidak akan (sanggup) melihatKu, tapi lihatlah ke bukit itu, maka jika ia tetap di tempatnya (seperti sediakala), niscaya kamu dapat melikatKu.' Tatkala Tuhannya menampakkan Diri kepada gunung itu363, dijadikannya gunung itu hancur luluh, dan Musa pun jatuh pingsan. Maka setelah dia sadar kembali, dia berkata, 'Mahasuci Engkau, aku bertaubat kepadaMu dan aku adalah orang yang pertama-tama beriman'."

Dan tatkala Musa telah tiba pada waktu yang telah ditentukan, yaitu tepat pada malam keempat puluh, dan Dia berbicara kepadanya dengan perkara-perkara yang dibicarakanNya kepada Musa , berupa wahyu, perintahNya dan laranganNya, dia amat antusias untiik melihat Allah. Maka dia pun meminta kepadaNya untuk melihatNya. Maka Allah berfirman kepadanya, 'Engkau tidak akan bisa melihatKu." Artinya, engkau tidak akan sanggup melihatKu di dunia. "Akan tetapi, lihatlah gunung itu, apabila ia tetap berada pada tempatnya bila Aku menampakkan diri kepadanya, maka kamu akan dapat melihatKu." Maka tatkala Tuhannya menampakkan diri kepada gunung tersebut. Dia menjadikannya hancur rata dengan permukaan tanah dan Musa langsung jatuh pingsan. Lalu tatkala Musa siuman dari pingsannya, dia berkata, "Mahasuci Engkau wahai Tuhanku, dari segala yang tidak pantas dengan keagunganMu. Sesungguhnya aku bertaubat kepadaMu dari permintaanku kepadaMu untuk bisa melihatMu di kehidupan dunia ini. Dan aku adalah orang-orang yang pertama beriman kepadaMu dari kaumku."


[363] Sebagian ahli tafsir ada yang menafsirkan bahwa yang Allah tampakkan adalah cahaya-Nya. Dan ada juga yang menafsirkan dengan selain ini.

قَالَ يَٰمُوسَىٰٓ إِنِّى ٱصْطَفَيْتُكَ عَلَى ٱلنَّاسِ بِرِسَٰلَٰتِى وَبِكَلَٰمِى فَخُذْ مَآ ءَاتَيْتُكَ وَكُن مِّنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

(144) "Dia (Allah) berfirman, 'Wahai Musa, sesungguhnya Aku memilih (me- lebihkan) kamu dari manusia yang lain (di masamu) untuk membawa risalah-risalahKu dan dengan FirmanKu (secara langsung kepadamu), maka berpegang teguhlah kepada apa yang Aku berikan kepadamu dan hendaklah kamu termasuk orang-orangyang bersyukur'."

Allah berfirman, "Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilihmu di atas sekalian manusia untuk (mengemban) risalah-risalahKu kepada semua makhlukKu yang Aku mengutusmu kepada mereka dan untuk mendengar FirmanKu kepadamu tanpa ada perantara. Maka ambillah perintah dan larangan yang Aku berikan kepadamu, pegangilah ia dengan teguh dan amalkan, dan Jadilah kamu termasuk orang-orang yang bersyukur kepada Alah atas apa yang diberikanNya kepadamu, berupa risalah dan melebihkanmu dengan berkomunikasi langsung denganNya."

وَكَتَبْنَا لَهُۥ فِى ٱلْأَلْوَاحِ مِن كُلِّ شَىْءٍ مَّوْعِظَةً وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ فَخُذْهَا بِقُوَّةٍ وَأْمُرْ قَوْمَكَ يَأْخُذُواْ بِأَحْسَنِهَا ۚ سَأُوْرِيكُمْ دَارَ ٱلْفَٰسِقِينَ

(145) "Dan telah Kami tuliskan untuk Musa pada lauh-lauh (Taurat)364 segala sesuatu, sebagai pelajaran dan penjelasan bagi segala sesuatu., maka (Kami ber-firman), 'Berpeganglah padanya dengan kuat dan suruhlah kaummu berpegang kepada (perintah-perintahnya) yang paling baik darinya365, nanti Aku akan memperlihatkan kepada kalian negeri orang-orang yang fasik366'."

Dan Kami telah menuliskan di dalam kitab Taurat semua hukum yang dibutuhkannya dalam agamanya sebagai nasihat untuk dijadikan pengendali diri dan sumber pelajaran, dan sebagai penjelas hukum-hukum taklif halal dan haram, perintah dan larangan, kisah-kisah, keyakinan-keyakinan, berita-berita dan perkara-perkara ghaib. Allah berfirman kepadanya, ''Maka ambillah ia dengan kuat." Artinya, ambillah Taurat dengan serius dan penuh kesungguhan.'. Dan perintahkan kaummu untuk mengamalkan kandungan ajaran yang Allah syariatkan di dalamnya. Barangsiapa berbuat syirik dari mereka dan orang lain, maka sesungguhnya Aku akan perlihatkan kepadanya negeri orang-orang fasik di akhirat." Yaita neraka Allah yang Dia sediakan bagi musuh-musuhNya yang keluar dari ketaatan kepadaNya.


[364] Lauh adalah kepingan dari batu atau kayu yang tertulis padanya Isi Taurat yang diterima oleh Nabi Musa setelah bermunajat dl gunung Sinai.

[365] Yakni, utamakanlah yang wajib-wajib dan yang pokok-pokok.

[366] Allah akan memperlihatkan negeri-negeri orang-orang fasik, searti negeri Fir'aun, kaum Tsamud. dan Ad. serta lainnya, yang hancur bersama mereka sebagal akibat akhir dari kejahatan dan kefasikan mereka.

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْاْ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُواْ بِهَا وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْاْ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنْهَا غَٰفِلِينَ

(146) "Aku akan memalingkan orang-orang yang menyombongkan diri di muka bumi tanpa alasan yang benar dari ayat-ayatKu367. Jika mereka melihat semua ayat(Ku), mereka tetap tidak akan beriman kepadanya, dan Jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk, mereka tidak akan menempuhnya. (Sebaliknya) jika mereka melibat jalan kesesatan, mereka akan menempuhnya. Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai darinya. "

Aku akan memalingkan dari pemahaman terhadap hujjah-hujjah dan dalil-dalil yang menunjukkan keagunganKu dan syariatKu serta hukum-hukumKu, hati orang-orang yang angkuh untuk taat kepadaKu dan sombong di hadapan manusia tanpa alasan yang benar. Mereka tidak mau mengikuti seorang nabi dan tidak mau mendengarkan dengan baik kepadanya karena kesombongan mereka. Dan apabila orang-orang yang menyombongkan diri itu menyaksikan tiap-tiap ayat, mereka tidak beriman kepadanya, karena penolakan dan penentangan mereka kepada Allah. Dan apabila melihat jalan kebaikan, mereka tidak mau mengikuti jalan itu. Dan apabila melihat jalan kesesatan, maksudnya kekafiran, mereka menjadikannya sebagai jalan hidup dan agama. Yang demikian itu dikarenakan pendustaan mereka terhadap ayat-ayat Allah dan kelalaian mereka untuk melihatnya dan memikirkan kandungan petunjuk-petunjuknya.


[367] Ayat-ayat yang dimaksud dl slnl adalah umum, yang mencakup ayat-ayat kauniyah dan ayat-ayat kitab suci atau ayat-ayat syari'iyah.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَلِقَآءِ ٱلْءَاخِرَةِ حَبِطَتْ أَعْمَٰلُهُمْ ۚ هَلْ يُجْزَوْنَ إِلَّا مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(147) "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan (mendustakan) pertemuan (denganKu) di akhirat, gugurlah amal perbuatan mereka. Mereka tidak diberi balasan selain dari apa yang telah mereka kerjakan."

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan hujjah-hujjahNya dan mendustakan perjumpaan dengan Allah di akhirat kelak, maka terhapuslah amal perbuatan mereka, karena kehilangan syarataya, yaitu beriman kepada Allah dan mengimani balasanNya. Mereka tidak memperoleh balasan di akhirat kelak kecuali balasan sesuai apa yang mereka perbuat di dunia berupa kekafiran dan maksiat-maksiat, yaitu abadi di dalam neraka.

وَٱتَّخَذَ قَوْمُ مُوسَىٰ مِنۢ بَعْدِهِۦ مِنْ حُلِيِّهِمْ عِجْلًا جَسَدًا لَّهُۥ خُوَارٌ ۚ أَلَمْ يَرَوْاْ أَنَّهُۥ لَا يُكَلِّمُهُمْ وَلَا يَهْدِيهِمْ سَبِيلًا ۘ ٱتَّخَذُوهُ وَكَانُواْ ظَٰلِمِينَ

(148) "Dan kaum Musa, setelah kepergian Musa (ke gunung Sinai), membuat dari perhiasan-perhiasan (emas) mereka (patung) anak sapi yang bertubuh dan dapat menguak (bersuara)368. Apakah mereka tidak mengetahui bahwa anak sapi itu tidak dapat berbicara dengan mereka dan tidak dapat (pala) menunjukkan jalan kepada mereka? Mereka menjadikannya (sebagai sembaban) dan mereka adalah orang-orang yang zhalim."

Dan kaum Musa setelah kepergiannya meninggalkan mereka untuk bermunajat kepada Tuhannya, mengadakan sesembahan dari perhiasan emas mereka berupa patung anak sapi tertubuh nyata yang tidak mempunyai ruh dan bersuara. Tidakkah mereka menyadari bahwa sesungguhnya patung anak sapi itu tidak dapat berkomunikasi dengan mereka dan tidak dapat menunjukkan mereka kepada kebaikan? Mereka maju melakukan tindakan parah yang telah mereka perbuat. Dan mereka itu telah berbuat zhalim kepada diri mereka, meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya yang tepat.


[368] Mereka membuat patung anak sapi dari emas. Para ahli tafsir berpendapat bahwa patung itu tetap merupakan patung yang tidak bernyawa, dan suara yang dikeluarkannya seperti suara sapi itu hanyalah disebabkan oleh angin yang masuk ke dalam rongga patung itu dengan teknik yang diketahui oleh Samiri waktu itu. Dan sebagian ahli tafsir lainnya ada yang mengatakan bahwa patung itu kemudian menjadi tubuh yang bernyawa dan mengeluarkan suara sapi.

وَلَمَّا سُقِطَ فِىٓ أَيْدِيهِمْ وَرَأَوْاْ أَنَّهُمْ قَدْ ضَلُّواْ قَالُواْ لَئِن لَّمْ يَرْحَمْنَا رَبُّنَا وَيَغْفِرْ لَنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلْخَٰسِرِينَ

(149) "Dan setelah mereka menyesali perbuatannya dan mengetahui bahwa mereka sesat, mereka pun berkata, 'Sungguh jika Tuban kami tidak memberi rahmat kepada kami dan tidak mengampuni kami, pastilah kami benar-benar menjadi orang-orangyang merugi'."

Dan tatkala orang-orang yang menyembah patung anak sapi itu selain Allah itu menyesal sekembalinya Musa kepada mereka, dan mereka melihat bahwa sesungguhnya mereka telah sesat, melenceng dari jalan lurus, dan pergi jauh meninggalkan agama Allah, lalu mereka mulai mengakui penghambaan diri kepada Allah dan memohon ampunan. Mereka terkata, "Sesungguhnya bila Tuhan kami tidak merahmati kami dengan menerima taubat kami, dan menutupi dosa-dosa kami dengannya, tentulah kami akan benar-benar termasuk orang-orang yang binasa yang amal perbuatannya akan lenyap."

وَلَمَّا رَجَعَ مُوسَىٰٓ إِلَىٰ قَوْمِهِۦ غَضْبَٰنَ أَسِفًا قَالَ بِئْسَمَا خَلَفْتُمُونِى مِنۢ بَعْدِىٓ ۖ أَعَجِلْتُمْ أَمْرَ رَبِّكُمْ ۖ وَأَلْقَى ٱلْأَلْوَاحَ وَأَخَذَ بِرَأْسِ أَخِيهِ يَجُرُّهُۥٓ إِلَيْهِ ۚ قَالَ ٱبْنَ أُمَّ إِنَّ ٱلْقَوْمَ ٱسْتَضْعَفُونِى وَكَادُواْ يَقْتُلُونَنِى فَلَا تُشْمِتْ بِىَ ٱلْأَعْدَآءَ وَلَا تَجْعَلْنِى مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(150) "Dan tatkala Musa telah kembali kepada kaumnya dengan marah dan bersedih hati, dia berkata, 'Alangkah buruknya perbuatan yang kalian kerjakan sesudah kepergianku! Apakah kalian hendak mendahului keputusan (janji) Tuhan kalian?'369 Dan dia melemparkan lauh-lauh (Taurat) itu dan memegang (rambut) kepala saudaranya (Harun) sambil menariknya ke arahnya. Dia (Harun) berkata, 'Wahai anak ibuku, sesungguhnya kaum ini telah menganggapku lemah dan hampir saja mereka membunuhku, maka janganlah kamu menjadikan musuh-musuh gembira (melihat perlakuanmu) terhadapku, dan janganlah kamu masukkan aku ke dalam golongan orang-orang yang zhalim'."

Dan tatkala Musa kembali kepada kaumnya dari Bani Israil dalam keadaan marah lagi prihatin, karena Allah telah mengabarkan kepadanya bahwa kaumnya telah mengalami ujian dan sesungguhnya Samiri telah menyesatkan mereka, Musa berkata, "Alangkah buruk perubahan keadaan yang kalian lakukan pasca kepergianku. Apakah kalian ingin mendahului perintah Tuhan kalian?" Maksudnya, apakah kalian menginginkan kedatanganku kepada kalian lebih cepat, padahal telah ditentukan waktunya oleh Allah ? Dan Musa melemparkan lauh-lauh Taurat sebagai ekspresi kemarahannya terhadap kaumnya yang telah menyembah patung anak sapi, dan kemarahannya kepada saudaranya, Harun dan memegang kepala saudaranya, dengan menariknya ke arahnya. Harunpun berkata dengan memelas, "Wahai putra ibuku, sesungguhnya kaumku merendahkanku dan memandangku sebagai orang yang lemah, dan hampir-hampir mereka itu akan menghabisiku. Maka janganlah kamu membuat musuh kegirangan karena tindakan yang kamu perbuat padaku, dan janganlah dalam kemarahanmu kamu menjadikan aku bersama kaum yang melanggar perintahmu dan menyembah patung anak sapi."


[369] Yakni, apakah kalian tidak bisa bersabar menanti kedatanganku kembali setelah bermunajat kepada Allah , sehingga kalian membuat patung anak sapi untuk kalian sembah sebagaimana menyembah Allah ?

قَالَ رَبِّ ٱغْفِرْ لِى وَلِأَخِى وَأَدْخِلْنَا فِى رَحْمَتِكَ ۖ وَأَنتَ أَرْحَمُ ٱلرَّٰحِمِينَ

(151) "Dia (Musa) berdoa, 'Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu, dan Engkau adalah Maha Penyayang di antara para penyayang'."

Musa berkata setelah menjadi jelas alasan saudaranya, dan tahu bahwa saudaranya tidak berbuat kesalahan dalam perkara yang menjadi tanggung jawabnya dari perintah Allah, "Wahai Tuhanku, ampunilah kemarahanku dan ampunilah bagi saudaraku apa yang telah terjadi antara dirinya dan Bani Israil. Dan masukkanlah kami ke dalam rahmatMu yang amat luas, Sesungguhnya Engkau paling penyayang kepada kami daripada seluruh yang penyayang."

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ ٱلْعِجْلَ سَيَنَالُهُمْ غَضَبٌ مِّن رَّبِّهِمْ وَذِلَّةٌ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُفْتَرِينَ

(152) "Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan (patung) anak sapi (sebagai sembahannya), kemurkaan dari Tuhan mereka dan kehinaan akan menimpa mereka dalam kehidupan di dunia. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang membuat-buat kedustaan."

Sesungguhnya orang-orang yang menjadikan patung anak sapi sebagai tuhan sesembahan, mereka akan tertimpa oleh kemurkaan besar dari Tuhan mereka dan kehinaan di dunia dan akhirat, disebabkan oleh kekafiran mereka kepada Tuhan mereka, Sebagaimana Kami telah memperlakukan mereka demikian. Kami (juga) memperlakukan demikian terhadap orang-orang yang mengada-adakan kedustaan dan membuat hal-hal baru di dalam agama Allah. Maka setiap pelaku bid’ah adalah orang yang hina.

وَٱلَّذِينَ عَمِلُواْ ٱلسَّيِّـَٔاتِ ثُمَّ تَابُواْ مِنۢ بَعْدِهَا وَءَامَنُوٓاْ إِنَّ رَبَّكَ مِنۢ بَعْدِهَا لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(153) "Orang-orang yang mengerjakan keburukan, kemudian bertaubat sesudah itu dan beriman; sesungguhnya Tuhanmu, sesudah (taubat yang disertai dengan iman) itu, adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dan orang-orang yang mengerjakan dosa-dosa, berupa kekafiran dan berbagai macam maksiat, kemudian mereka kembali setelah perbuatan tersebut menuju keimanan dan amal shalih, sesungguhnya Tuhanmu setelah adanya taubat nasuha benar-benar Maha Pengampun terhadap perbuatan-perbuatan mereka, tidak mempermalukan mereka dengannya, Maha Penyayang kepada mereka dan kepada setiap orang yang serupa dengan mereka dari orang-orang yang bertaubat.

وَلَمَّا سَكَتَ عَن مُّوسَى ٱلْغَضَبُ أَخَذَ ٱلْأَلْوَاحَ ۖ وَفِى نُسْخَتِهَا هُدًى وَرَحْمَةٌ لِّلَّذِينَ هُمْ لِرَبِّهِمْ يَرْهَبُونَ

(154) "Dan ketika amarah Musa telah reda, dia mengambil (kembali) lauh-lauh (Taurat) Itu; dan dalam tulisannya terdapat petunjuk dan rahmat bagi orang- orang yang takut kepada Tuhan mereka."

Dan ketika emosi Musa sudah mereda, dia mengambil lauh-lauh Taurat setelah melemparnya ke tanah. Dan di dalamnya terdapat penjelasan tentang kebenaran dan rahmat bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan khawatir akan siksaanNya.

وَٱخْتَارَ مُوسَىٰ قَوْمَهُۥ سَبْعِينَ رَجُلًا لِّمِيقَٰتِنَا ۖ فَلَمَّآ أَخَذَتْهُمُ ٱلرَّجْفَةُ قَالَ رَبِّ لَوْ شِئْتَ أَهْلَكْتَهُم مِّن قَبْلُ وَإِيَّٰىَ ۖ أَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلسُّفَهَآءُ مِنَّآ ۖ إِنْ هِىَ إِلَّا فِتْنَتُكَ تُضِلُّ بِهَا مَن تَشَآءُ وَتَهْدِى مَن تَشَآءُ ۖ أَنتَ وَلِيُّنَا فَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَا ۖ وَأَنتَ خَيْرُ ٱلْغَٰفِرِينَ

(155) "Dan Musa memilih tujuh puluh orang dari kaumnya untuk (memohon} taubat kepada Kami) pada waktu yang telah Kami tentukan. Maka ketika mereka diguncang gempa bumi, dia (Musa) berkata, 'Wahai Tuhanku, kalau Engkau menghendaki, tentulah Engkau membinasakan mereka dan aku sebelum ini. Apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang kurang akal di antara kami? Itu tidak lain hanyalah cobaan dariMu, Engkau sesatkan dengan cobaan itu siapa yang Engkau kehendaki dan Engkau beri petunjuk kepada siapa yang Engkau kehendaki370. Engkau-lah Pemimpin kami, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau-lah sebaik-baik Pemberi ampunan.'

Dan Musa memilih dari kaumnya sebanyak tujuh puluh orang pilihan, dan dia pergi bersama mereka menuju gunung Thur (Sinai) dalam waktu dan saat yang telah Allah janjikan kepadanya untuk berjumpa denganNya dalam waktu tersebut bersama mereka untuk bertaubat dari tindakan yang dilakukan orang-orang bodoh dari kalangan Bani Israil berupa menyembah patung anak sapi. Tatkala mereka sampai tempat itu, mereka berkata, "Kami tidak akan beriman kepadamu wahai Musa, sampai kamu dapat memperlihatkan Allah kepada kami dengan terang, karena sesungguhnya kamu telah berbicara denganNya, maka perlihatkan Allah kepada kami." Lalu gempa bumi yang dahsyat menggoncang mereka, sehingga mereka mati. Kemudian Musa berdiri merendahkan diri memohon kepada Allah dan berucap, "Wahai Tuhanku, apa lagi yang harus aku ucapkan kepada Bani Israil bila aku temui mereka, sedang Engkau telah membinasakan orang-orang terbaik mereka? Bila Engkau kehendaki, niscaya Engkau akan binasakan semuanya sebelum sekarang ini dan aku pun termasuk mereka. Sesungguhnya itu lebih mudah atas diriku. Apakah Engkau akan membinasakan kami lantaran apa yang diperbuat orang-orang yang bodoh dari kami? Tidaklah perbuatan yang diperbuat kaumku berupa penyembahan mereka terhadap patung anak sapi, kecuali merupakan cobaan dan ujian. Engkau sesatkan dengannya orang-orang yang Engkau kehendaki dari makhlukMu dan Engkau beri hidayah dengannya orang-orang yang Engkau kehendaki memperoleh hidayah. Engkau adalah Pelindung kami dan Penolong kami. Maka ampunilah dosa-dosa kami dan rahmahlah kami dengan rahmatMu. Dan Engkau adalah sebaik-baik yang memaafkan kejahatan dan menutup dosa.


[370] Yakni, perbuatan mereka membuat patung anak sapi dan menyembahnya itu, adalah suatu cobaan dari Allah untuk menguji mereka, siapa yang sebenarnya kuat Imannya dan siapa yang masih ragu-ragu. Orang yang lemah Imannya itulah yang mengikuti Samiri dan menyembah patung anak sapi itu. Sedangkan orang yang kuat Imannya, tetap dalam keimanannya.

۞ وَٱكْتُبْ لَنَا فِى هَٰذِهِ ٱلدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى ٱلْءَاخِرَةِ إِنَّا هُدْنَآ إِلَيْكَ ۚ قَالَ عَذَابِىٓ أُصِيبُ بِهِۦ مَنْ أَشَآءُ ۖ وَرَحْمَتِى وَسِعَتْ كُلَّ شَىْءٍ ۚ فَسَأَكْتُبُهَا لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ وَيُؤْتُونَ ٱلزَّكَوٰةَ وَٱلَّذِينَ هُم بِـَٔايَٰتِنَا يُؤْمِنُونَ

(156) 'Dan tetapkanlah untuk kami kebaikan di dunia ini dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali (bertaubat) kepadaMu.' Dia (Allah) berfirman, 'Siksa- Ku akan Kutimpakan kepada siapa yang Aku kehendaki dan rahmatKu meliputi segala sesuatu. Maka akan Aku tetapkan rahmatKu untuk orang-orang yang bertakwa, yang menunaikan zakat dan orang-orang yang beriman kepada ayat- ayat Kami'."

Dan jadikanlah kami termasuk orang-orang yang telah Engkau tetapkan baginya amal-amal shalih di dunia dan di akhirat; sesungguhnya kami kembali untuk bertaubat kepadaMu." Allah berfirman kepada Musa, "SiksaanKu akan Aku jatuhkan pada orang-orang yang Aku kehendaki dari makhlukKu sebagaimana yang telah Aku timpakan pada orang-orang dari kaummu. Dan rahmatKu meliputi seluruh makhlukKu semuanya. Kemudian Aku akan tetapkan rahmat itu bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah dan takut dari siksaanNya, lalu mereka mengerjakan kewajiban-kewajiban dariNya dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat kepadaNya, dan orang-orang yang mengimani dalil-dalil tauhid dan bukti-buktinya.

ٱلَّذِينَ يَتَّبِعُونَ ٱلرَّسُولَ ٱلنَّبِىَّ ٱلْأُمِّىَّ ٱلَّذِى يَجِدُونَهُۥ مَكْتُوبًا عِندَهُمْ فِى ٱلتَّوْرَىٰةِ وَٱلْإِنجِيلِ يَأْمُرُهُم بِٱلْمَعْرُوفِ وَيَنْهَىٰهُمْ عَنِ ٱلْمُنكَرِ وَيُحِلُّ لَهُمُ ٱلطَّيِّبَٰتِ وَيُحَرِّمُ عَلَيْهِمُ ٱلْخَبَٰٓئِثَ وَيَضَعُ عَنْهُمْ إِصْرَهُمْ وَٱلْأَغْلَٰلَ ٱلَّتِى كَانَتْ عَلَيْهِمْ ۚ فَٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِهِۦ وَعَزَّرُوهُ وَنَصَرُوهُ وَٱتَّبَعُواْ ٱلنُّورَ ٱلَّذِىٓ أُنزِلَ مَعَهُۥٓ ۙ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْمُفْلِحُونَ

(157) "(Yaitu) orang-orang yang mengikuti Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma'ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar, dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka?371 Maka orang-orang yang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (al-Qur'an), mereka itulah orang-orang yang beruntung."

Rahmat ini akan Aku tetapkan bagi orang-orang yang takut kepada Allah dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat kepadaNya, dan mengikuti seorang Rasul, lagi Nabi yang ummi, yang tidak dapat membaca dan menulis, yaitu Muhammad yang mereka jumpai sifat dan beritanya tertulis pada mereka di dalam Taurat dan Injil, yang memerintahkan mereka untuk bertauhid, taat, serta semua perkara lainnya yang dimaklumi sisi kebaikannya, dan melarang mereka dari perbuatan syirik, maksiat, dan seluruh perkara yang dimaklumi keburukannya, menghalalkan bagi mereka barang-barang yang baik-baik dari berbagai jenis makanan, minuman, dan hubungan pernikahan, dan mengharamkan atas mereka hal-hal yang keji seperti daging babi, dan semua hal yang mereka halalkan dari berbagai jenis makanan dan minuman yang diharamkan oleh Allah, dan menghapuskan dari mereka beban yang dipikulkan pada mereka berupa perintah-perintah yang berat, seperti membuang titik-titik yang terkena najis pada lembaran kulit dan pakaian, dibakarnya harta-harta rampasan perang, dan penjatuhan hukum qishash secara wajib terhadap pelaku pembunuhan, baik pembunuhan yang disengaja ataupun terjadi karena kekeliruan. Maka orang- orang yang beriman kepada Nabi yang ummi, Muhammad , mengakui kenabiannya, menghormati dan mengagungkannya, serta membelanya dan mengikuti al-Qur'an yang diturunkan padanya dan mengerjakan petunjuknya, mereka itulah orang-orang yang beruntung memperoleh apa yang dijanjikan oleh Allah kepada hamba-hambaNya yang beriman.


[371] Dalam syariat yang dibawa oleh Nabi Muhammad tidak ada lagi beban yang berat yang dipikulkan kepada Bani Israil, seperti: Mensyariatkan membunuh diri untuk sahnya taubat, wajib qishash pada pembunuhan, baik yang disengaja atau tidak, tanpa boleh membayar diyat (ganti rugi), memotong anggota badan yang melakukan kesalahan, membuang atau menggunting kain yang terkena najis, dan lain sebagainya.

قُلْ يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّاسُ إِنِّى رَسُولُ ٱللَّهِ إِلَيْكُمْ جَمِيعًا ٱلَّذِى لَهُۥ مُلْكُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ يُحْىِۦ وَيُمِيتُ ۖ فَـَٔامِنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِ ٱلنَّبِىِّ ٱلْأُمِّىِّ ٱلَّذِى يُؤْمِنُ بِٱللَّهِ وَكَلِمَٰتِهِۦ وَٱتَّبِعُوهُ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

(158) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, yaitu Allah Yang mempunyai kerajaan langit dan bumi; tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Dia; yang menghidupkan dan yang mematikan, maka berimanlah kalian kepada Allah dan RasulNya, Nabi yang ummi, yang beriman kepada Allah dan kepada kalimat-kalimatNya (kitab-kitabNya), dan ikutilah dia, supaya kalian mendapat petunjuk'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada manusia semuanya, "Sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepada kalian semua, bukan kepada sebagian kalian saja tanpa diutus kepada yang lain, Tuhan Yang memiliki kerajaan langit dan bumi dan semua yang ada di dalamnya, tidak sepatutnya penuhanan dan ibadah kecuali bagiNya saja, Yang Mahatinggi sanjungan-Nya, Yang Mahakuasa menciptakan makhluk, dan menghancurkannya, serta membangkitkannya. Maka berimanlah kepada Allah dan akuilah keesaanNya, dan berimanlah kepada RasulNya Muhammad Nabi yang ummi yang beriman kepada Allah dan wahyu yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya dan wahyu yang diturunkan kepada nabi-nabi sebelumnya. Dan ikutilah Rasul itu dan komitmenlah untuk mengamalkan amal ketaatan yang diperintahkannya kepada kalian, mudah-mudahan kalian memperoleh taufik menuju jalan yang lurus."

وَمِن قَوْمِ مُوسَىٰٓ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

(159) Dan di antara kaum Musa itu terdapat suatu umat yang memberi petunjuk (kepada manusia) dengan kebenaran dan dengan kebenaran itulah mereka menegakkan keadilan."

Dan di antara Bani Israil dari kaum Musa ada segolongan yang tetap istiqamah di atas kebenaran, memberi petunjuk kepada manusia dengannya, serta berlaku adil dengannya dalam memutuskan hukum dalam perkara-perkara mereka.

وَقَطَّعْنَٰهُمُ ٱثْنَتَىْ عَشْرَةَ أَسْبَاطًا أُمَمًا ۚ وَأَوْحَيْنَآ إِلَىٰ مُوسَىٰٓ إِذِ ٱسْتَسْقَىٰهُ قَوْمُهُۥٓ أَنِ ٱضْرِب بِّعَصَاكَ ٱلْحَجَرَ ۖ فَٱنۢبَجَسَتْ مِنْهُ ٱثْنَتَا عَشْرَةَ عَيْنًا ۖ قَدْ عَلِمَ كُلُّ أُنَاسٍ مَّشْرَبَهُمْ ۚ وَظَلَّلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْغَمَٰمَ وَأَنزَلْنَا عَلَيْهِمُ ٱلْمَنَّ وَٱلسَّلْوَىٰ ۖ كُلُواْ مِن طَيِّبَٰتِ مَا رَزَقْنَٰكُمْ ۚ وَمَا ظَلَمُونَا وَلَٰكِن كَانُوٓاْ أَنفُسَهُمْ يَظْلِمُونَ

(160) Kami membagi mereka menjadi dua belas suku yang semuanya adalah umat-umat, dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air kepadanya, 'Pukullah batu itu dengan tongkatmu!' Maka memancarlah darinya dua belas mata air. Sungguh tiap-tiap suku mengetahui tempat minumnya masing-masing. Dan Kami naungkan awan di atas mereka dan Kami turunkan kepada mereka manna dan salwa.372 (Kami berfirman), 'Makanlah yang baik- baik dari apa yang telah Kami rizkikan kepada kalian.' Mereka tidak menzhalimi Kami, tetapi merekalah sang selalu menzhalimi diri mereka sendiri."

Dan Kami membagi kaum Musa dari kalangan Bani Israil menjadi dua belas suku sesuai dengan jumlab asbath, yaitu anak-anak (keturunan) Ya'qub. Dan masing-masing suku sudab jelas siapa pemimpinnya. Dan Kami wahyukan kepada Musa ketika kaumnya meminta air minum kepadanya, saat mereka dilanda kehausan di tempat mereka tersesat jalan, ’'Pukullah batu itu dengan tongkatmu." Lalu terpancarlah darinya dua belas mata air. Dan sesungguhnya tiap-tiap suku dari dua belas suku yang ada telah mengetahui mana tempat minum mereka. Tiap suku tidak masuk ke suku lain dalam tempat minumnya. Dan Kami datangkan awan untuk menaungi mereka dan Kami turunkan pada mereka manna, sesuatu yang menyerupai manisan kenyal yang rasanya menyerupai madu, dan salwa, sejenis burung yang menyerupai burung puyuh. Dan Kami katakan kepada mereka, "Makanlah yang baik-baik dari apa yang Kami rizkikan kepada kalian." Mereka justru tidak menyukainya dan merasa bosan, lantaran terlalu lama mengonsumsinya. Mereka pun berkata, "Kami tidak dapat bersabar lagi terhadap satu jenis makanan saja." Dan mereka menuntut bahan makanan pengganti yang lebih rendah untuk menggantikan makanan yang lebih baik bagi mereka. Mereka itu tidaklah menzhalimi Kami ketika tidak mau bersyukur kepada Allah dan tidak melaksanakan kewajiban yang Allah tetapkan atas mereka. Akan tetapi, mereka itu menzhalimi diri mereka sendiri, sebab mereka melewatkan semua jenis kebaikan bagi diri mereka dan membawanya kepada keburukan dan siksaan.


[372] lihat catatan kaki Surat al-Baqarah: 57.

وَإِذْ قِيلَ لَهُمُ ٱسْكُنُواْ هَٰذِهِ ٱلْقَرْيَةَ وَكُلُواْ مِنْهَا حَيْثُ شِئْتُمْ وَقُولُواْ حِطَّةٌ وَٱدْخُلُواْ ٱلْبَابَ سُجَّدًا نَّغْفِرْ لَكُمْ خَطِيٓـَٰٔتِكُمْ ۚ سَنَزِيدُ ٱلْمُحْسِنِينَ

(161) "Dan (ingatlah), ketika dikatakan kepada mereka (Bani Israil), 'Diamlah di negeri ini (Baitul Maqdis) dan makanlah dari (hasil buminya) di mana saja kalian kehendaki. Dan katakanlah, 'Gugurkanlah dosa-dosa kami: dan masukilah pintu gerbangnya dalam keadaan sujud (patuh kepada Allah), niscaya Kami ampuni kesalahan-kesalahan kalian. Kelak akan Kami tambah (pahala) kepada orang-orang yang berbuat baik'."

Dan ingatlah wahai Rasul, kedurhakaan Bani Israil kepada Tuhan mereka dan kepada Nabi mereka, Musa dan perubahan yang mereka lakukan terhadap ucapan yang mereka diperintahkan untuk melafazhkannya ketika Allah berkata kepada mereka, "Tinggallah kalian di negeri Baitul Maqdis, dan makanlah buah-buahannya, biji-bijiannya, dan hasil tanamannya, di mana pun kalian berada dan kapan pun yang kalian kehendaki. Dan ucapkanlah, 'Hapuslah dosa-dosa dari kami', dan masukilah pintu gerbangnya dengan penuh ketundukan kepada Allah, niscaya Kami akan ampuni dosa-dosa kalian dan Kami tidak menyiksa kalian karenanya. Dan Kami akan memberikan tambahan bagi orang-orang yang berbuat baik dari kebaikan dunia dan akhirat."

فَبَدَّلَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مِنْهُمْ قَوْلًا غَيْرَ ٱلَّذِى قِيلَ لَهُمْ فَأَرْسَلْنَا عَلَيْهِمْ رِجْزًا مِّنَ ٱلسَّمَآءِ بِمَا كَانُواْ يَظْلِمُونَ

(162) "Maka orang-orang yang zhalim di antara mereka itu mengganti (perkataanitu) dengan perkataan yaug tidak dikatakan kepada mereka,373 maka Kami timpakan kepada mereka azab dari langit disebabkan mereka berbuat zalim."

Kemudian orang-orang yang kafir kepada Allah dari mereka, mengubah ucapan yang Allah memerintahkan mereka untuk mengucapkannya, dan memasuki pintu gerbang dalam keadaan merangkak dengan pantat-pantat mereka, dan mereka berkata, "Habbatun fi Sya'ratin (Biji dari gandum)." Maka Kami kirim kepada mereka siksaan dari langit. Kami binasakan mereka dengannya disebabkan tindakan aniaya dan kedurhakaan mereka.


[373] Mereka diperintahkan untuk mengucapkan حِطَّةٌ yang berarti, gugurkanlah dosa-dosa kami, namun mereka mengubahnya sambil mencemooh dan mengucapkan حَبَّةٌ فِيْ شَعْرَةٍ yang berarti biji dari gandum.

وَسْـَٔلْهُمْ عَنِ ٱلْقَرْيَةِ ٱلَّتِى كَانَتْ حَاضِرَةَ ٱلْبَحْرِ إِذْ يَعْدُونَ فِى ٱلسَّبْتِ إِذْ تَأْتِيهِمْ حِيتَانُهُمْ يَوْمَ سَبْتِهِمْ شُرَّعًا وَيَوْمَ لَا يَسْبِتُونَ ۙ لَا تَأْتِيهِمْ ۚ كَذَٰلِكَ نَبْلُوهُم بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ

(163) Dan tanyakanlah kepada mereka (Bani Israil) tentang negeri yang terletak di dekat laut374 ketika mereka melanggar aturan pada Hari Sabat (Sabtu)375 di waktu ikan-ikan (di sekitar tempat) mereka datang kepada mereka dengan bermunculan di permukaan air. dan di hari-hari bukan Sabat, ikan-ikan itu tidak datang kepada mereka. Demikianlah Kami menguji mereka disebabkan mereka berlaku fasik."

Dan tanyalah wahai Rasul, orang-orang Yahudi tentang berita penduduk negeri yang dahulu bermukim di dekat Laut (Merah), tatkala mereka berbuat melampaui batas pada Hari Sabtu terhadap larangan-larangan Allah, lantaran mereka diperintahkan Allah untuk mengagungkan Hari Sabtu dan tidak berburu ikan pada hari itu. Lalu Allah menguji mereka dan memberikan cobaan kepada mereka; di mana ikan-ikan datang kepada mereka pada Hari Sabtu dengan sangat banyak lagi mengapung-apung di permukaan air laut. Apabila Hari Sabtu berlalu, ikan-ikan itu pun pergi ke dalam laut, sehingga mereka tidak melihat sedikit pun dari ikan-ikan tersebut. Kemudian mereka pun mengadakan rekayasa, mereka mengurung ikan-ikan itu dalam kurungan-kurungan pada Hari Sabtu, lalu menangkapinya setelah hari itu. Dan demikianlah sebagaimana Kami telah gambarkan bagi kalian bentuk cobaan dan ujian untuk menampakkan ikan di atas permukaan air pada hari yang diharamkan atas mereka untuk berburu padanya, dan menghilangkannya dari mereka pada hari yang halal bagi mereka untuk berburu padanya, demikianlah pula Kami menguji mereka disebabkan perbuatan fasik mereka dan keluarnya mereka dari ketaatan kepada Allah.


[374] Yakni kota Eilah yang terletak dl pantai laut Merah antara kota Madyan dan gunung Sinai

[375] Menurut aturan mereka tidak boleh bekerja pada Hari Sabat, karena Hari Sabat Itu dikhususkan hanya untuk beribadah.

وَإِذْ قَالَتْ أُمَّةٌ مِّنْهُمْ لِمَ تَعِظُونَ قَوْمًا ۙ ٱللَّهُ مُهْلِكُهُمْ أَوْ مُعَذِّبُهُمْ عَذَابًا شَدِيدًا ۖ قَالُواْ مَعْذِرَةً إِلَىٰ رَبِّكُمْ وَلَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

(164) "Dan (ingatlah) ketika suatu amat di antara mereka berkata, 'Mengapa kalian menasihati kaum yangAllah akan membinasakan atau mengazab mereka dengan azab yang amat keras?' Mereka menjawab, 'Agar kami mempunyai alasan (lepas tanggung jawab) kepada Tuhan kaliah376 dan supaya mereka bertakwa'."

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika sekelompok orang dari mereka berkata kepada sekelompok lain yang tengah menasihati orang-orang yang berbuat melampaui batas pada Hari Sabtu dan melarang mereka dari perbuatan maksiat kepada Allah pada hari itu, "Mengapa kalian menasihati satu kaum yang Allah akan membinasakan mereka di dunia akibat perbuatan maksiat mereka kepadaNya atau akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih di akhirat kelak?" Maka berkatalah orang- orang yang melarang mereka terhadap perbuatan maksiat kepada Allah, "Kami menasihati mereka dan melarang mereka, supaya kami memiliki alasan (untuk bebas dari tanggung jawab) terkait mereka dan menjalankan kewajiban yang Allah tetapkan atas kami untuk melakukan amar ma'ruf dan nahi mungkar, dan demi berharap mereka itu akan tertakwa kepada Allah, lalu takut kepadaNya dan tertaubat dari perbuatan maksiat mereka kepada Tuhan mereka dan tindakan mereka yang melampaui batas yang telah Allah haramkan atas mereka."


[376] Yaitu, mereka telah melaksanakan perintah Allah untuk memberi peringatan.

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦٓ أَنجَيْنَا ٱلَّذِينَ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلسُّوٓءِ وَأَخَذْنَا ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ بِعَذَابٍ بَـِٔيسٍ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ

(165) "Maka tatkala mereka melupakan apa yang diperingatkan kepada mereka, Kami selamatkan orang-orang yang melarang dari perbuatan buruk dan Kami timpakan siksaan yang keras kepada orang-orang yang zhalim, disebabkan mereka selalu berbuat fasik."

Maka tatkala orang-orang yang berbuat melampaui batas pada Hari Sabtu mengabaikan peringatan yang tertuju pada mereka dan tetap berjalan di atas penyelewengan dan tindakan melampaui batas di dalam hari itu, serta tidak menerima ajakan golongan yang menyampaikan nasihat, Allah menyelamatkan orang-orang yang melarang (orang lain) berbuat maksiat kepadaNya, dan menyiksa orang-orang yang berlaku melampaui batas pada Hari Sabtu itu dengan siksaan pedih lagi dahsyat, disebabkan oleh pelanggaran mereka terhadap perintah Allah dan keluarnya mereka dari ketaatan kepadaNya.

فَلَمَّا عَتَوْاْ عَن مَّا نُهُواْ عَنْهُ قُلْنَا لَهُمْ كُونُواْ قِرَدَةً خَٰسِـِٔينَ

(166) "Maka tatkala mereka bersikap sombong terhadap apa yang mereka dilarang mengerjakannya, Kami katakan kepada mereka, 'Jadilah kalian kera-kera yang hina'."377

Maka tatkala kelompok itu kian pongah dan menabrak ketentuan yang Allah larang mereka melakukannya, untuk tidak berburu ikan pada hari Sabtu, Allah berfirman kepada mereka, "Jadilah kalian kera yang hina, lagi dijauhkan dari setiap kebaikan." Dan mereka selanjutnya memang mengalami hal tersebut.


[377] Lihat catatan kaki Surat al-Baqarah: 65.

وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكَ لَيَبْعَثَنَّ عَلَيْهِمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ مَن يَسُومُهُمْ سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ ۗ إِنَّ رَبَّكَ لَسَرِيعُ ٱلْعِقَابِ ۖ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌ

(167) "Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memberitahukan, bahwa Dia benar- benar akan mengirim kepada mereka (orang-orang Yahudi) sampai Hari Kiamat, orang-orang yang akan menimpakan kepada mereka seburuk-buruk azab. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaNya dan sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika Tuhanmu memberitahukan dengan pemberitahuan yang tegas bahwa Dia akan benar-benar mengirim kepada kaum Yahudi orang yang akan menimpakan pada mereka siksaan buruk dan kehinaan hingga Hari Kiamat, tesungguhnya Tuhanmu benar-benar amat cepat siksaanNya bagi orang berhak mendapatkannya dikarenakan kekafiran dan perbuatan maksiatnya. Dan sesungguhnya Dia Maha Pengampun dosa-dosa orang-orang yang bertaubat lagi Maha Penyayang kepada mereka.

وَقَطَّعْنَٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ أُمَمًا ۖ مِّنْهُمُ ٱلصَّٰلِحُونَ وَمِنْهُمْ دُونَ ذَٰلِكَ ۖ وَبَلَوْنَٰهُم بِٱلْحَسَنَٰتِ وَٱلسَّيِّـَٔاتِ لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

(168) "Dan Kami bagi-bagi mereka di bumi ini menjadi beberapa umat; di antara mereka ada orang-orang yang shalih dan di antara mereka ada yang tidak demikian. Dan Kami menguji mereka dengan kebaikan-kebaikan dan keburukan- keburukan, agar mereka kembali (kepada kebenaran)."

Dan Kami membagi-bagi Bani Israil menjadi beberapa golongan. Di antara mereka ada golongan orang-orang yang menjalankan hak-hak Allah dan hak-hak sesama manusia. Dan di antara mereka ada golongan yang tidak berbuat banyak kebaikan lagi berbuat zhalim kepada diri mereka, dan Kami menguji mereka dengan kenyamanan dalam hidup dan kelapangan dalam rizki, sebagaimana Kami juga menguji mereka dengan kesengsaraan dalam hidup, bencana-bencana, dan kesulitan-kesulitan lainnya, demi terharap mereka kembali kepada Tuhan mereka dan bertaubat dari perbuatan-perbuatan maksiat mereka.

فَخَلَفَ مِنۢ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُواْ ٱلْكِتَٰبَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَٰذَا ٱلْأَدْنَىٰ وَيَقُولُونَ سَيُغْفَرُ لَنَا وَإِن يَأْتِهِمْ عَرَضٌ مِّثْلُهُۥ يَأْخُذُوهُ ۚ أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِم مِّيثَٰقُ ٱلْكِتَٰبِ أَن لَّا يَقُولُواْ عَلَى ٱللَّهِ إِلَّا ٱلْحَقَّ وَدَرَسُواْ مَا فِيهِ ۗ وَٱلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(169) "Maka datanglah setelah mereka generasi (yang jahat) yang mewarisi Kitab (Taurat), yang mengambil harta benda dunia yang rendah ini, dan berkata, 'Kami akan diberi ampunan.' Dan jika datang kepada mereka harta benda dunia sebanyak itu (pula), niscaya mereka akan mengambilnya (juga). Bukankah perjanjian Kitab (Taurat) telah diambil dari mereka, yaitu bahwa mereka tidak akan mengatakan atas Nama Allah kecuali yang benar, dan mereka telah mempelajari apa yang terkandung di dalamnya? Dan negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa. Maka apakah kalian tidak mengerti?"

Maka setelah orang-orang yang Kami sebutkan karakter mereka itu, datanglah pengganti yang buruk, mereka mengambil Kitab (Taurat) dari para pendahulu mereka, lalu membaca dan memahaminya, namun menyelisihi hukumnya. Mereka mengambil kekayaan dunia yang ditawarkan kepada mereka, melalui cara-cara nista seperti mengambil uang sogokan dan lainnya. Demikian itu dikarenakan sifat ketamakan dan ambisi (duniawi) yang besar mereka. Dan selain itu, mereka juga mengatakan, "Sesungguhnya Allah akan mengampuni dosa-dosa kami", sebagai bentuk angan-angan kosong mereka kepada Allah. Dan apabila kaum Yahudi itu di datangi kekayaan yang fana dari berbagai jenis barang haram, mereka akan mengambilnya dan menganggapnya halal bagi mereka, dengan terus larut dalam dosa-dosa mereka dan mengambil apa-apa yang haram. Apakah belum diambil dari mereka janji-janji untuk menegakkan Taurat dan mengamalkan kandungannya, dan agar mereka tidak berbicara sembarangan atas Nama Allah, kecuali kebenaran dan tidak berdusta atas NamaNya. Dan mereka sudah mengetahui kandungannya, tetapi mereka menyia-nyiakannya dan mengabaikan untuk mengamalkannya dan mereka melanggar perjanjian Allah terhadap mereka dalam perkara tersebut. Padahal negeri akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa kepada Allah, lalu menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi semua laranganNya. Tidakkah mereka itu, orang-orang yang mengambil penghasilan dari cara yang rendah, mau memikirkan bahwa sesungguhnya apa yang ada di sisi Allah itu jauh lebih baik dan lebih abadi bagi orang-orang yang bertakwa?

وَٱلَّذِينَ يُمَسِّكُونَ بِٱلْكِتَٰبِ وَأَقَامُواْ ٱلصَّلَوٰةَ إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ ٱلْمُصْلِحِينَ

(170) 'Dan orang-orang yang berpegang teguh kepada Kitab (Taurat) serta mendirikan shaiat, (akan diberi pahala, karena) sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang mengadakan perbaikan."

Dan orang-orang yang berpegang teguh pada Kitab (Taurat) dan mengerjakan kandungannya berupa keyakinan-keyakinan dan hukum-hukumnya, serta menjaga ibadah shalat dengan seluruh ketentuannya dengan baik dan tidak menunda-nunda waktu-waktunya, maka sesungguhnya Allah akan memberikan balasan pahala atas amal-amal shalih mereka dan tidak menyia-nyiakannya.

۞ وَإِذْ نَتَقْنَا ٱلْجَبَلَ فَوْقَهُمْ كَأَنَّهُۥ ظُلَّةٌ وَظَنُّوٓاْ أَنَّهُۥ وَاقِعٌۢ بِهِمْ خُذُواْ مَآ ءَاتَيْنَٰكُم بِقُوَّةٍ وَٱذْكُرُواْ مَا فِيهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(171) "Dan (ingatlah) ketika Kami mengangkat gunung ke atas mereka seakan-akan gunung itu naungan awan, dan mereka yakin bahwa gunung itu akan jatuh menimpa mereka. (Dan Kami katakan kepada mereka), 'Peganglah dengan teguh apa yang telah Kami berikan kepada kalian, dan ingatlah (amalkanlah) selalu apa yang terkandung di dalamnya, supaya kalian menjadi orang-orang yang bertakwa'.”

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika Kami mengangkat gunung di atas Bani Israil, seolah-olah gunung itu awan yang menaungi mereka, dan mereka meyakini gunung itu bakal menimpa mereka bila tidak mau menerima hukum-hukum Taurat. Dan Kami katakan kepada mereka, "Ambillah apa yang Kami berikan kepada kalian dengan kuat." Maksudnya, laksanakanlah apa (ajaran) yang Kami berikan dengan kesungguhan dari kalian. "Dan ingatlah kandungan di dalam kitab Kami, berupa perjanjian- perjanjian dan ikrar-ikrar yang telah Kami ambil dari kalian untuk patuh menjalankannya; supaya kalian bertakwa kepada Tuhan kalian sehingga kalian selamat dari siksaanNya."

PENGKHIANATAN ORANG-ORANG YAHUDI TERHADAP PERJANJIAN MANUSIA DENGAN ALLAH SWT

Ketauhidan Sesuai dengan Fitrah Manusia

وَإِذْ أَخَذَ رَبُّكَ مِنۢ بَنِىٓ ءَادَمَ مِن ظُهُورِهِمْ ذُرِّيَّتَهُمْ وَأَشْهَدَهُمْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُواْ بَلَىٰ ۛ شَهِدْنَآ ۛ أَن تَقُولُواْ يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَٰذَا غَٰفِلِينَ

(172) "Dan (ingatlah) ketika Tahanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi (tulang belakang) mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadap jiwa mereka (seraya berfirman), 'Bukankah Aku ini Tuhan kalian?' Mereka menjawab, 'Betul (Engkau Tuhan kami), kami bersaksi.' (Kami lakukan yang demikian itu) agar di Hari Kiamat kalian tidak mengatakan, 'Sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Allah),'

Dan ingatlah wahai Rasul, ketika Tuhanmu mengeluarkan anak keturunan Adam dari tulang-tulang sulbi bapak-bapak mereka dan meminta pengakuan mereka tentang keesaan Allah melalui keyakinan yang Dia tanamkan dalam fitrah-fitrah mereka, bahwa sesungguhnya Dia adalah Tuhan mereka, Pencipta mereka, serta Penguasa mereka, kemudian mereka mengakui itu di hadapanNya, karena dikhawatirkan mereka akan mengingkari (hakikat tersebut) pada Hari Kiamat, sehingga tidak mengakui apa pun dari keyakinan-keyakinan tersebut, dan akan berkilah bahwa sesungguhnya hujjah Allah belumlah tegak nyata di hadapan mereka, dan sama sekali tidak ada pengetahuan yang mereka miliki tentangnya. Bahkan sebenarnya mereka itu lalai darinya.

أَوْ تَقُولُوٓاْ إِنَّمَآ أَشْرَكَ ءَابَآؤُنَا مِن قَبْلُ وَكُنَّا ذُرِّيَّةً مِّنۢ بَعْدِهِمْ ۖ أَفَتُهْلِكُنَا بِمَا فَعَلَ ٱلْمُبْطِلُونَ

(173) 'atau agar kalian tidak mengatakan, 'Sesungguhnya nenek moyang kami telah mempersekutukan Allah sejak dahulu, sedang kami ini adalah anak-anak keturunan yang (datang) sesudah mereka. Maka apakah Engkau akan membinasakan kami karena perbuatan orang-orang yang membatalkan (amal-amal mereka dengan syirik) dahulu?'"378

Atau agar kelak mereka tidak mengatakan, "Sesungguhnya nenek moyang kami dahulu berbuat syirik sebelum kami dan mereka juga melanggar perjanjian, lalu kami mencontoh mereka setelah mereka tiada, maka apakah Engkau akan menyiksa kami akibat tindakan yang diperbuat orang-orang yang telah menghapuskan amal perbuatan mereka dengan menjadikan sekutu bagi Allah dalam peribadahan?"


[378] Agar orang-orang musyrik itu tidak mengatakan bahwa nenek moyang mereka dahulu telah mempersekutukan Allah , sedang mereka tidak tahu-menahu bahwa mempersekutukan Allah itu salah, tidak ada jalan lagi bagi mereka selain hanya meniru nenek moyang mereka yang mempersekutukan Allah . Karena itu, mereka menganggap bahwa mereka tidak patut disiksa karena kesalahan nenek moyang mereka.

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ وَلَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ

(174) "Dan demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu, agar mereka kemtali (kepada kebenaran)."

Dan sebagaimana Kami telah uraikan ayat-ayat secara rinci dan Kami terangkan di dalamnya apa yang telah Kami timpakan pada umat-umat terdahulu, demikian pula Kami jelaskan ayat-ayat dan Kami menerangkannya kepada kaummu wahai Rasul, dengan harapan mereka mau meninggalkan perbuatan syirik mereka dan kembali kepada Tuhan mereka.

Perumpamaan Orang-orang yang Mendustakan Ayat-ayat Allah .

وَٱتْلُ عَلَيْهِمْ نَبَأَ ٱلَّذِىٓ ءَاتَيْنَٰهُ ءَايَٰتِنَا فَٱنسَلَخَ مِنْهَا فَأَتْبَعَهُ ٱلشَّيْطَٰنُ فَكَانَ مِنَ ٱلْغَاوِينَ

(175) 'Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami, kemudian dia melepaskan diri dari ayat-ayat itu, lalu dia diikuti oleh setan (sampai dia tergoda), maka jadilah dia termasuk orang-orang yang sesat,"

Dan ceritakanlah wahai Rasul, kepada umatmu berita tentang seorang lelaki dari Bani Israil yang telah Kami berikan kepadanya hujjah-hujjah dan dalil-dalil Kami, lalu dia mempelajarinya, kemudian mengingkarinya dan membuangnya di belakang punggungnya, maka setan pun menguasainya, sehingga dia termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sesat lagi binasa, disebabkan kedurhakaannya kepada perintah Tuhannya dan mematuhi setan.

وَلَوْ شِئْنَا لَرَفَعْنَٰهُ بِهَا وَلَٰكِنَّهُۥٓ أَخْلَدَ إِلَى ٱلْأَرْضِ وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ ۚ فَمَثَلُهُۥ كَمَثَلِ ٱلْكَلْبِ إِن تَحْمِلْ عَلَيْهِ يَلْهَثْ أَوْ تَتْرُكْهُ يَلْهَث ۚ ذَّٰلِكَ مَثَلُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا ۚ فَٱقْصُصِ ٱلْقَصَصَ لَعَلَّهُمْ يَتَفَكَّرُونَ

(176) "Dan kalau Kami menghendaki, Kami benar-benar meninggikan (derajat) nya dengan ayat-ayat itu, tetapi dia cenderung kepada dunia dan memperturutkan hawa nafsunya (yang rendah), maka perumpamaannya adalah seperti anjing; jika kamu menghalaunya, ia menjulurkan lidahnya, dan jika kamu membiarkannya, dia menjulurkan lidahnya (juga). Demikian itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami. Maka ceritakanlah (kepada mereka) kisah- kisah itu, agar mereka berpikir"

Dan seandainya Kami menghendaki meninggikan derajatnya dengan ayat-ayat yang telah Kami berikan kepadanya, niscaya Kami benar-benar akan melakukannya, akan tetapi dia lebih cenderung kepada dunia dan memperturutkan hawa nafsunya dan lebih mengutamakan pemenuhan kesenangan-kesenangan dan syahwat pribadinya daripada (kenikmatan) akhirat, dan menolak untuk taat kepada Allah dan melanggar perintahNya. Perumpamaan orang ini adalah seperti anjing, bila kamu usir dia atau kamu biarkan saja dia, ia akan menjulurkan lidahnya dalam dua keadaan tersebut. Demikianlah keadaan orang yang melepaskan diri dari ayat-ayat Allah, dia akan terus di atas kekafirannya, meskipun kamu berupaya kuat untuk mendakwahinya ataupun membiarkannya. Sifat tersebut wahai Rasul, merupakan karakter orang-orang yang sebelumnya mereka itu sesat sebelum engkau datang kepada mereka dengan membawa petunjuk dan risalah. Maka kisahkanlah wahai Rasul, berita-berita umat-umat terdahulu. Kamu memberitakan kisah-kisah mereka merupakan sebuah mukjizat yang agung, semoga kaummu mau mengerti apa yang kamu bawa kepada mereka lalu mereka beriman kepadamu.

سَآءَ مَثَلًا ٱلْقَوْمُ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَأَنفُسَهُمْ كَانُواْ يَظْلِمُونَ

(177)"Amat buruklah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami itu dan diri mereka sendirilah yang mereka zhalimi."

Amat buruk perumpamaan kaum yang mendustakan hujjah-hujjah Allah dan bukti-bukti petunjuk dariNya, lalu mereka mengingkarinya. Dan terhadap diri mereka saja, mereka itu terbuat aniaya, disebabkan pendustaan mereka terhadap hujjah-hujjah dan dalil-dalil.

Sifat-sifat Penghuni Neraka

مَن يَهْدِ ٱللَّهُ فَهُوَ ٱلْمُهْتَدِى ۖ وَمَن يُضْلِلْ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْخَٰسِرُونَ

(178) Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk; dan barangsiapa yang disesatkan Allah379, maka mereka itulah orang-orang yang merugi."

Barangsiapa diberi taufik oleh Allah untuk beriman dan taat kepada-Nya, maka dia adalah orang yang memperoleh taufik. Dan barangsiapa dibiarkan oleh Allah, dan Allah tidak memberinya taufik, maka dialah orang yang merugi lagi binasa. Hidayah dan kesesatan hanya terasal dari Allah semata.


[379] Lihat catatan kaki Surat atBaqarah: 36.

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِّنَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَّا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَّا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ ءَاذَانٌ لَّا يَسْمَعُونَ بِهَآ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ كَٱلْأَنْعَٰمِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْغَٰفِلُونَ

(179) "Dan sungguh Kami jadikan untuk isi Neraka Jahanam banyak dari jin dan manusia; mereka mempunyai hati, (tetapi) tidak mempergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah), mereka mempunyai mata, (tetapi) tidak mempergunakannya untuk melihat (ayat-ayat Allah), dan mereka mempunyai telinga, (tetapi) tidak mempergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu bagaikan hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."

Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan bagi neraka, tempat yang Allah akan menyiksa orang-orang yang berhak mendapatkan siksaan di dalamnya di akhirat, banyak makhluk dari bangsa jin dan manusia. Mereka mempunyai hati yang tidak mereka pergunakan untuk berpikir, sehingga tidak mengharapkan pahala dan tidak takut siksaan (Allah). Mereka memiliki mata yang tidak mereka pergunakan untuk melihat tanda-tanda kekuasaan Allah dan bukti-buktinya, dan mereka mempunyai telinga yang tidak mereka gunakan unhtk mendengar ayat-ayat Kitabullah sehingga mereka dapat merenunginya. Mereka itu seperti binatang ternak yang tidak dapat menangkap apa yang dikatakan kepadanya, tidak memahami apa yang dilihatnya, serta tidak dapat mencerna dengan hati mereka antara kebaikan dan keburukan sehingga dapat membedakan antara keduanya; bahkan mereka itu lebih sesat daripada binatang ternak, karena binatang ternak dapat melihat apa-apa yang bermanfaat baginya dan hal-hal yang berbahaya untuknya dan mengikuti isyarat penggembalanya, sedangkan mereka tidak seperti itu. Mereka itu adalah orang-orang yang lalai dari iman kepada Allah dan taat kepadaNya.

Kedatangan Azab Allah Kepada Orang-orang yang Mendustakan Ayat-ayatNya Dengan Cara Istidraj

وَلِلَّهِ ٱلْأَسْمَآءُ ٱلْحُسْنَىٰ فَٱدْعُوهُ بِهَا ۖ وَذَرُواْ ٱلَّذِينَ يُلْحِدُونَ فِىٓ أَسْمَٰٓئِهِۦ ۚ سَيُجْزَوْنَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(180) "Dan Allah memiliki Asma'ul Husna380, maka berdoalah (memohon) kepadaNya dengan (menyebut) nya, dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran) dalam Nama-namaNya381. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan"

Dan Allah memiliki Nama-nama paling baik yang menunjukkan kesempurnaan keagunganNya, dan tiap-tiap NamaNya adalah baik. Maka mintalah kepadaNya dengan Nama-namaNya, apa yang kalian kehendaki. Dan tinggalkanlah orang-orang yang melakukan perubahan dalam Nama-namaNya dengan menambahi atau mengurangi atau menyelewengkannya, dengan cara menamai dengannya sesuatu yang tidak pantas menyandangnya, seperti penamaan kaum musyrikin terhadap tuhan-tuhan mereka dengannya atau diadakan untuknya makna yang tidak dikehendaki Allah dan RasulNya. Karenanya, mereka akan diberi balasan atas perbuatan-perbuatan buruk mereka yang mereka lakukan di dunia, seperti kekafiran kepada Allah dan penyelewengan terhadap Nama-namaNya serta mendustakan RasulNya.


[380] Yakni, Nama-nama yang agung yang sesuai dengan Sifat-sifat Allah .

[381] Yakni, jangan hiraukan orang-orang yang menyembah Allah dengan menyebut Nama- nama yang tidak sesuai dengan keagunganNya, atau menggunakan Nama-nama Allah untuk makhluk yang tidak berhak menyandangnya sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orang musyrik yang menamakan berhala-berhala mereka dengan sebagian Nama- nama Allah atau memaknai Nama-nama Allah dengan makna yang tidak diinginkan oleh Allah dan RasulNya, atau menyerupakan Nama-nama Allah dengan selain Nya, atau mengingkari Nama-nama Allah .

وَمِمَّنْ خَلَقْنَآ أُمَّةٌ يَهْدُونَ بِٱلْحَقِّ وَبِهِۦ يَعْدِلُونَ

(181) "Dan di antara orang-orang yang Kami ciptakan ada umat yang memberi petunjuk dengan kebenaran, dan dengan kebenaran itu (pula) mereka menegakkan keadilan"

Dan di antara makhluk yang telah Kami ciptakan ada satu golongan baik yang berjalan dengan petunjuk kebenaran dan mengajak kepadanya, dan dengan itu mereka memutuskan perkara serta berlaku obyektif terhadap manusia. Mereka itu adalah tokoh-tokoh panutan dalam hidayah dan mereka termasuk orang-orang yang Allah menganugerahkan kepada mereka keimanan dan amal shalih.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُم مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ

(182) "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, Kami akan menarik mereka dengan berangsur-angsur (ke arah kebinasaan)382, dengan cara yang tidak mereka ketahui."

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan mengingkarinya, dan tidak mengambilnya sebagai pelajaran, maka Kami akan membukakan bagi mereka pintu-pintu rizki dan berbagai macam jenis sumber penghidupan di dunia sebagai istidraj (penguluran waktu semata) bagi mereka, sehingga mereka teperdaya dengan keadaan mereka dan meyakini bahwa mereka berada di atas kebenaran, kemudian Kami akan menyiksa mereka secara tiba-tiba di esok hari sedang mereka dalam keadaan tidak menyadarinya. Ini adalah siksaan dari Allah atas tindak pendustaan terhadap hujjah-hujjah Allah dan ayat-ayatNya.


[382] Dari ayat ini muncullah istilah istidraj, yang bermakna bahwa Allah membiarkan orang yang mengingkari ayat-ayatNya bergelimang dalam kesesatan, hingga secara tidak sadar dia terseret secara berangsur-angsur kepada kebinasaan.

وَأُمْلِى لَهُمْ ۚ إِنَّ كَيْدِى مَتِينٌ

(183) "Dan Aku memberi tangguh kepada mereka. Sesungguhnya rencana (pembalasan) Ku amat kokoh."

Dan Aku menangguhkan bagi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami sampai mereka menyangka bahwa sesungguhnya mereka tidak akan tertimpa siksaan, akibatnya mereka bertambah kafir dan melampaui batas. Dengan demikian, siksaan mereka akan berlipat ganda. Sesungguhnya rencana hukuman balasanKu adalah mantap, yakni kuat lagi dahsyat, tidak dapat ditepis dengan kekuatan maupun strategi apa pun.

أَوَلَمْ يَتَفَكَّرُواْ ۗ مَا بِصَاحِبِهِم مِّن جِنَّةٍ ۚ إِنْ هُوَ إِلَّا نَذِيرٌ مُّبِينٌ

(184). "Apakah mereka tidak memikirkan bahwa teman mereka (Muhammad) sama sekali tidak gila? Dia (Muhammad itu) tidak lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang jelas."

Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami tidak mau berpikir lalu merenunginya dengan akal-akal sehat mereka dan mengetahui bahwa sesungguhnya pada diri Muhammad tidak ada itu gejala kegilaan? Dia itu tiada lain hanyalah seorang pemberi peringatan yang tulus lagi pemberi penjelasan yang nyata bagi mereka dari siksaan Allah akibat kekafiran mereka kepadaNya, bila mereka tidak teriman.

أَوَلَمْ يَنظُرُواْ فِى مَلَكُوتِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَمَا خَلَقَ ٱللَّهُ مِن شَىْءٍ وَأَنْ عَسَىٰٓ أَن يَكُونَ قَدِ ٱقْتَرَبَ أَجَلُهُمْ ۖ فَبِأَىِّ حَدِيثٍ بَعْدَهُۥ يُؤْمِنُونَ

(185) ”Dan apakah mereka tidak memperhatikan kerajaan langit dan bumi, serta segala sesuatu yang diciptakan Allah, dan kemungkinan telah dekatnya ajal mereka? Maka kepada perkataan apa lagi mereka akan beriman setelah (ayat-ayat al-Qur'an) itu?"

Apakah orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Allah tidak memperhatikan kerajaan Allah yang agung dan kekuasaanNya yang besar di langit dan di bumi, dan tidaklah Allah menciptakan apa pun di dalamnya, lalu mereka mau mencermatinya dan mengambil pelajaran darinya dan mereka merenungi ajal-ajal mereka yang mungkin saja telah dekat waktunya, lalu mereka binasa dengan membawa kekafiran dan kemudian berpulang menuju siksaan Allah dan hukumanNya yang pedih? Dengan ancaman dan peringatan apalagi setelah peringatan dari al-Qur'an ini yang akan mereka percayai dan mereka amalkan?

مَن يُضْلِلِ ٱللَّهُ فَلَا هَادِىَ لَهُۥ ۚ وَيَذَرُهُمْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

(186) "Barangsiapa yang Allah sesatkan, maka tidak ada yang memberi petunjuk baginya. Dan Allah membiarkan mereka terombang-ambing dalam sikap keterlaluan mereka.”383

Barangsiapa yang Allah sesatkan dari jalan lurus, maka tidak ada pemberi petunjuk baginya, dan Allah akan membiarkan mereka kebingungan dan terombang-ambing dalam kekafiran.


[385] Yang dimaksud dengan طُغْيَان (keterlaluan) dalam ayat ini Ialah kekafiran yang sangat, kesombongan, dan permusuhan terhadap ketenaran yang kesemuanya telah melampaui batas perikemanusiaan.

Hanya Allah-lah yang Mengetahui Waktu Datangnya Hari Kiamat

يَسْـَٔلُونَكَ عَنِ ٱلسَّاعَةِ أَيَّانَ مُرْسَىٰهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ رَبِّى ۖ لَا يُجَلِّيهَا لِوَقْتِهَآ إِلَّا هُوَ ۚ ثَقُلَتْ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۚ لَا تَأْتِيكُمْ إِلَّا بَغْتَةً ۗ يَسْـَٔلُونَكَ كَأَنَّكَ حَفِىٌّ عَنْهَا ۖ قُلْ إِنَّمَا عِلْمُهَا عِندَ ٱللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ

(187) "Mereka menanyakan kepadamu tentang Kiamat, 'Kapan terjadinya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang itu hanya ada pada sisi Tuhanku; tidak seorang pun yang dapat menjelaskan waktu kedatangannya kecuali Dia. Kiamat itu amat berat (huru-haranya bagi makhluk) yang di langit dan di bumi. Kiamat itu tidak akan datang kepada kalian, melainkan dengan tiba-tiba.' Mereka bertanya kepadamu seakan-akan kamu benar-benar mengetahuinya. Katakanlah, 'Sesungguhnya pengetahuan tentang hari (terjadinya) Kiamat itu hanya ada di sisi Allah, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui'."

Orang-orang kafir Makkah akan bertanya kepadamu wahai Rasul, tentang Hari Kiamat, kapan waktu kedatangannya? Katakanlah kepada mereka, "Pengetahuan tentang waktu terjadinya hanya ada di sisi Allah, tidak ada yang mengetahui kepastiannya kecuali Dia. Pengetahuan tentangnya amat berat, dan tertutup bagi penghuni langit dan bumi. Tidak ada yang mengetahui saat kejadiannya, baik malaikat yang didekatkan (kepada Allah) maupun nabi yang diutus sekalipun. Kiamat tidak datang kecuali dengan tiba-tiba." Dan mereka bertanya kepadamu tentangnya seolah-olah kamu orang yang amat antusias tentangnya lagi pernah menanyakannya secara detail tentangnya. Katakanlah kepada mereka, "Sesungguhnya pengetahuan tentangnya hanya ada di sisi Allah Yang mengetahui perkara ghaib yang ada di langit dan di bumi." Akan tetapi, kebanyakan manusia tidak mengetahui bahwa perkara tersebut tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah.

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(188) "Katakanlah (wahai Rasul), \Aku tidak kuasa mendatangkan manfaat bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan, kecuali yang dikehendaki Allah. Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, niscaya aku akan melakukan hal yang membuatku mendapatkan banyak kebaikan dan aku tidak akan ditimpa keburukan. Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan dan pembawa berita gembira bagi orang-orang yang beriman'."

Katakanlah wahai Rasul, "Aku tidak kuasa mendatangkan kebaikan bagi diriku dan tidak dapat menolak keburukan yang menimpanya kecuali yang dikehendaki Allah. Dan seandainya aku mengetahui perkara ghaib, pastilah aku menempuh cara-cara yang aku tahu akan memperbanyak kebaikan-kebaikan dan manfaat-manfaat bagi diriku dan tentulah aku dapat menghindari keburukan yang akan terjadi sebelum ia datang. (Namun) aku tidak lain hanyalah seorang utusan Allah. Dia mengutusku kepada kalian. Aku peringatkan kalian dari siksaanNya dan aku beri kabar gembira dengmt pahalaNya bagi kaum yang mau membenarkan bahwa sesungguhnya aku adalah utusan Allah dan mengamalkan syariatNya."

۞ هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ وَجَعَلَ مِنْهَا زَوْجَهَا لِيَسْكُنَ إِلَيْهَا ۖ فَلَمَّا تَغَشَّىٰهَا حَمَلَتْ حَمْلًا خَفِيفًا فَمَرَّتْ بِهِۦ ۖ فَلَمَّآ أَثْقَلَت دَّعَوَا ٱللَّهَ رَبَّهُمَا لَئِنْ ءَاتَيْتَنَا صَٰلِحًا لَّنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

(189) "Dia-lah Yang menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam) dan darinya Dia menciptakan istrinya, agar dia merasa tenang (damai) kepadanya. Maka setelah dicampurinya, istrinya mengandung kandungan yang ringan, dan terus- lak dia merasa ringan (beberapa waktu). Kemudian tatkala dia merasa berat, keduanya berdoa kepada Allah, Tuhan mereka berdua (seraya berkata), 'Jika Engkau benar-benar memberi kami anak yang shalih, tentulah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur'."

Dia-lah Dzat yang menciptakan kalian wahai sekalian manusia, dari satu jiwa, yaitu Adam dan darinya Dia menciptakan istrinya, Hawwa', supaya dia merasa nyaman dan memperoleh ketenangan bersamanya. Ketika dia menyetubuhi istrinya, maksudnya sepasang suami istri dari keturunan Adam, lalu istrinya mengandung air (bakal kandungan) yang masih ringan, dia berdiri dan duduk bersamanya, sampai menyempurnakan usia kandungan. Ketika masa persalinan sudah dekat dan dia merasa kian terat, sepasang suami istri itu berdoa memohon kepada Tuhan mereka, "Sesungguhnya apabila Engkau memberikan kepada kami seorang anak manusia yang normal lagi shalih, pastilah kami benar-benar termasuk orang-orang yang bersyukur kepadaMu atas anugerah anak shalih yang telah Engkau berikan kepada kami.''

فَلَمَّآ ءَاتَىٰهُمَا صَٰلِحًا جَعَلَا لَهُۥ شُرَكَآءَ فِيمَآ ءَاتَىٰهُمَا ۚ فَتَعَٰلَى ٱللَّهُ عَمَّا يُشْرِكُونَ

(190) "Tetapi tatkala Allah memberi keduanya (suami istri) seorang anak yang shalih, maka keduanya menjadikan sekutu bagi Allah pada anak yang dianugerahkanNya kepada keduanya itu. Maka Mahatinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan.”

Sesudah Allah memberikan rizki anak shalih kepada pasangan suami istri tersebut, mereka berdua justru mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah terhadap anak yang hanya Allah sendiri yang menciptakannya. Mereka mempersembahkannya kepada selain Allah. Maka Mahatinggi Allah dan Mahasuci dari segala sekutu.

أَيُشْرِكُونَ مَا لَا يَخْلُقُ شَيْـًٔا وَهُمْ يُخْلَقُونَ

(191) "Apakah mereka mempersekutukan (dengan Allah) apa-apa yang tidak dapat menciptakan sesuatu pun? Justru mereka (yang dipersekutukan) itulah yang diciptakan."

Apakah pantas kaum musyrikin menyekutukan makhluk-makhluk dalam peribadahan kepada Allah, padahal mereka tidak berkuasa untuk menciptakan sesuatu pun, bahkan sebaliknya mereka adalah makhluk-makhluk yang diciptakan?

وَلَا يَسْتَطِيعُونَ لَهُمْ نَصْرًا وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

(192) "Dan mereka (yang dipersekutukan) itu tidak mampu memberi pertolongan bagi mereka (yang menyembahnya), bahkan mereka tidak mampu mereka sendiri."

Dan mereka tidak mampu untuk menolong para penyembahnya atau menyingkirkan keburukan dari dirinya sendiri. Jika mereka tidak dapat menciptakan sesuatu, bahkan sebaliknya justru diciptakan, dan tidak mampu menolak keburukan dari para penyembahnya dan dari dirinya sendiri, maka bagaimana pantas mereka dijadikan tuhan-tuhan bersama Allah? Sesungguhnya tindakan ini tiada lain merupakan tindakan kezhaliman yang paling besar dan kebodohan yang paling parah.

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَتَّبِعُوكُمْ ۚ سَوَآءٌ عَلَيْكُمْ أَدَعَوْتُمُوهُمْ أَمْ أَنتُمْ صَٰمِتُونَ

(193) "Dan jika kalian (wahai orang-orang musyrik) menyeru mereka (yang dipersekutukan) itu untuk mengikuti petunjuk, mereka tidak dapat mengikuti kalian; sama saja (hasilnya) bagi kalian, apakah kalian menyeru mereka ataupun kalian berdiam diri"

Dan apabila kalian wahai kaum musyrikin, menyeru berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah menuju petunjuk, mereka tidak mendengarkan seruan kalian dan tidak mengikuti kalian. Sama saja baginya antara seruan kalian dan diamnya kalian. Sebab sesungguhnya berhala-berhala itu tidak bisa mendengar dan tidak bisa melihat, tidak bisa memberi petunjuk dan tidak dapat ditunjukkan.

Berhala Tidak Patut Disembah

إِنَّ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ عِبَادٌ أَمْثَالُكُمْ ۖ فَٱدْعُوهُمْ فَلْيَسْتَجِيبُواْ لَكُمْ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(194) Sesungguhnya (berhala-berhala) yang kalian seru selain Allah itu adalah hamba-hamba (yang diciptakan) seperti kalian juga. Maka serulah mereka itu, lalu biarkanlah mereka memperkenankan permintaan kalian, jika kalian memang orang-orang yang benar."

Sesungguhnya apa yang kalian sembah selain Allah wahai kaum musyrikin, mereka itu makhluk-makhluk di bawah kekuasaan Tuhan kalian, persis seperti kalian di bawah kekuasaan Tuhan kalian. Apabila kalian sebagaimana klaim kalian, adalah orang-orang yang benar ucapannya bahwa berhala-berhala itu berhak mendapatkan perlakuan sedikit saja untuk disembah, maka serulah mereka dan hendaklah mereka mengabulkan permintaan kalian dan mewujudkan keinginan-keinginan kalian. Kalau tidak, maka menjadi jelas bagi kalian bahwa sesungguhnya kalian bohong dan mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah dengan kedustaan yang paling besar.

أَلَهُمْ أَرْجُلٌ يَمْشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَيْدٍ يَبْطِشُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ أَعْيُنٌ يُبْصِرُونَ بِهَآ ۖ أَمْ لَهُمْ ءَاذَانٌ يَسْمَعُونَ بِهَا ۗ قُلِ ٱدْعُواْ شُرَكَآءَكُمْ ثُمَّ كِيدُونِ فَلَا تُنظِرُونِ

(195) "Apakah mereka (yang disembah) itu mempunyai kaki yang dengannya mereka dapat berjalan, atau mempunyai tangan yang dengannya mereka dapat memegang dengan keras, atau mempunyai mata yang dengannya mereka dapat melihat, atau mempunyai telinga yang dengannya mereka dapat mendengar? Katakanlah (wahai Rasul),'Panggillah apa-apa yang kalian persekutukan (dengan Allah) itu, kemudian lakukanlah tipu daya (untuk mencelakakan)ku, tanpa memberi tangguh (kepadaku).'

Apakah tuhan-tuhan dan berhala-berhala tersebut memiliki kaki yang dengan itu mereka berjalan bersama kalian untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan kalian? Apakah mereka memiliki tangan-tangan yang dapat mereka pergunakan untuk menepis (bahaya) dari kalian dan menolong kalian dari orang yang menginginkan keburukan dan mara bahaya pada kalian? Apakah mereka memiliki mata yang mereka melihat dengannya, lalu mereka mengenalkan kepada kalian apa yang dapat mereka lihat langsung dan saksikan dari perkara-perkara ghaib yang tidak dapat kalian saksikan? Apakah mereka memiliki telinga untuk mendengar, lalu mereka mengabarkan kepada kalian hal-hal yang belum pernah kalian dengar? Maka apabila tuhan-tuhan yang kalian sembah itu tidak memiliki sesuatu pun dari indra-indra ini, maka apa alasan kalian menyembah mereka, padahal mereka tidak memiliki apa pun dari hal-hal tersebut yang dipergunakan untuk mendatangkan kemanfaatan atau menolak mudarat? Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin dari para penyembah berhala-berhala, "Panggillah tuhan-tuhan kalian yang kalian jadikan sekutu-sekutu bagi Allah dalam peribadahan, kemudian bersatulah untuk menimpakan keburukan dan bahaya kepadaku. Janganlah kalian menunda itu kepadaku dan segeralah kalian lakukan itu. Sesungguhnya aku tidak peduli kepada tuhan-tuhan kalian, karena ketergantunganku kepada perlindungan Allah semata.

إِنَّ وَلِۦِّىَ ٱللَّهُ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْكِتَٰبَ ۖ وَهُوَ يَتَوَلَّى ٱلصَّٰلِحِينَ

(196) 'Sesungguhnya Pelindungku adalah Allah Yang telah menurunkan al-Kitab (al-Qur'an) dan Dia-lah Yang melindungi orang-orang yang shalih.'

Sesungguhnya Pelindungku adalah Allah Yang menangani pemeliharaan dan bantuan bagiku. Dia-lah Dzat yang menurunkan al-Qur'an kepadaku dengan sebenarnya, dan Dia melindungi orang-orang shalih dari hamba-hambaNya dan menolong mereka atas musuh-musuh dan tidak mengabaikan mereka.

وَٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِهِۦ لَا يَسْتَطِيعُونَ نَصْرَكُمْ وَلَآ أَنفُسَهُمْ يَنصُرُونَ

(197) 'Dan (berhala-berhala) yang kalian seru (sembah) selain Allah itu, tidaklah sanggup menolong kalian, bahkan mereka tidak dapat menolong diri mereka sendiri.'

Sedangkan tuhan-tuhan yang kalian seru selain Allah wahai kaum musyrikin, mereka tidak sanggup menolong kalian dan tidak pula terkuasa untuk menolong diri mereka sendiri.

وَإِن تَدْعُوهُمْ إِلَى ٱلْهُدَىٰ لَا يَسْمَعُواْ ۖ وَتَرَىٰهُمْ يَنظُرُونَ إِلَيْكَ وَهُمْ لَا يُبْصِرُونَ

(198) 'Dan jika kalian (wahai orang-orang musyrik) menyeru mereka untuk mengikuti petunjuk. niscaya mereka tidak dapat mendengar.' Dan kamu melihat mereka (berhala-berhala) itu (seakan-akan) memandang kepadamu, padahal mereka tidak dapat melihat."

Dan apabila kalian wahai kaum musyrikin menyeru tuhan-tuhan kalian untuk istiqamah dan berjalan lurus, niscaya mereka tidak mendengar seruan kalian. Dan kamu bisa lihat wahai Rasul, tuhan-tuhan kaum musyrikin dari para penyembah berhala-berhala, menatap kamu seolah-olah melihat kamu padahal mereka itu tidak dapat melihat. Sebab sesungguhnya mereka tidak mempunyai penglihatan dan tidak memiliki mata hati.

Dasar-dasar Akhlak Mulia

خُذِ ٱلْعَفْوَ وَأْمُرْ بِٱلْعُرْفِ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْجَٰهِلِينَ

(199) "Peganglah sikap memaafkan, dan suruhlah (orang mengerjakan) yang ma'ruf, serta berpalinglah dari orang-orang yang jahil"

Terimalah apa adanya wahai Rasul, kamu dan juga umatmu, yang berlebih dari perilaku-perilaku manusia dan tindak-tanduk mereka, dan janganlah kamu menuntut dari mereka hal-hal yang menyulitkan mereka agar mereka tidak menjauh. Dan perintahlah (orang) untuk bertutur kata indah dan berbuat baik, dan berpalinglah dari beperkara dengan orang- orang yang bodoh dan duduk-duduk bersama orang-orang bodoh lagi dungu.

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

(200) Dan jika sesuatu godaan dari setan meughinggapimu, maka mohonlah perlindungan kepada Allah384. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui."

Dan terkait amarah yang mengganggumu wahai Rasul, yang berasal dari setan atau kamu merasakan gangguannya dalam bentuk was-was dan pengikisan semangat dari kebaikan atau dorongan berbuat keburukan, maka berlindunglah kepada Allah dengan memohon perlindungan kepadaNya. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar setiap ucapan lagi Maha Mengetahui semua perbuatan.


[384] Maksudnya, membaca : أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ

إِنَّ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْاْ إِذَا مَسَّهُمْ طَٰٓئِفٌ مِّنَ ٱلشَّيْطَٰنِ تَذَكَّرُواْ فَإِذَا هُم مُّبْصِرُونَ

(201) "Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa bila mereka ditimpa was-was dari setan, mereka ingat (kepada Allah), maka ketika itu juga mereka melihat (kesalahan-kesalahannya)."

Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa kepada Allah dari hamba-hambaNya, lalu mereka takut terhadap siksaanNya, dengan cara menjalankan kewajiban-kewajiban dan menjauhi larangan-larangan, apabila ada sesuatu muncul dari gangguan setan yang menimpa mereka, mereka langsung ingat apa yang Allah wajibkan atas mereka untuk taat dan bertaubat kepadaNya, kemudian mereka berhenti dari maksiat kepada Allah berdasarkan pengetahuan yang benar, memegangi perintah Allah dan mendurhakai ajakan setan.

وَإِخْوَٰنُهُمْ يَمُدُّونَهُمْ فِى ٱلْغَىِّ ثُمَّ لَا يُقْصِرُونَ

(202) "Dan saudara-saudara mereka (orang-orang kafir dan fasik) membantu setan-setan dalam kesesatan, kemudian mereka tidak henti-hentinya (menyesatkan)."

Dan teman-teman setan, yaitu orang-orang yang gemar berbuat dosa dari kalangan manusia yang sesat, setan dari bangsa jin mendukung mereka dalam menyesatkan dan membelokkan jalan. Dan setan-setan dari bangsa jin tidaklah mengurangi tenaga dalam membantu setan-setan dari bangsa manusia dalam membelokkan jalan. Dan setan-setan dari bangsa manusia tidak mengurangi tenaga dalam menjalankan bisikan yang dihembuskan oleh setan-setan dari bangsa jin.

ADAB MENDENGAR PEMBACAAN AL-QUR'AN DAN BERDZIKIR

وَإِذَا لَمْ تَأْتِهِم بِـَٔايَةٍ قَالُواْ لَوْلَا ٱجْتَبَيْتَهَا ۚ قُلْ إِنَّمَآ أَتَّبِعُ مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ مِن رَّبِّى ۚ هَٰذَا بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(203) 'Dan apabila kamu (wahai Rasul) tidak membawa suatu ayat (al-Qur an) kepada mereka, mereka berkata, 'Mengapa tidak kamu buat sendiri ayat itu?' Katakanlah, ’Sesungguhnya aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan dari Tuhanku kepadaku. (Al-Qur an) ini adalah bukti-bukti yang nyata dari Tuhan kalian, petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman'."

Dan apabila kamu wahai Rasul, tidak membawakan satu ayat kepada kaum musyrikin, mereka akan berkomentar, "Mengapa kamu tidak mengadakan dan menciptakannya sendiri?" Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Itu bukan wewenangku dan aku tidak boleh melakukannya. Sebab sesungguhnya Allah hanyalah memerintahkanku untuk mengikuti wahyu yang diwahyukan kepadaku dari sisiNya. Yaitu al-Qur'an yang aku bacakan kepada kalian berisi hujjah-hujjah dan bukti-bukti nyata dari Tuhan kalian dan sebagai penjelasan yang memberi petunjuk bagi kaum Mukminin menuju jalan lurus serta rahmat yang dengannya Allah men-curahkan rahmatNya kepada hamba-hambaNya."

وَإِذَا قُرِئَ ٱلْقُرْءَانُ فَٱسْتَمِعُواْ لَهُۥ وَأَنصِتُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(204) 'Dan apabila dibacakan al-Qur'an, maka dengarkanlah baik-baik dan diamlah dengan tenang, agar kalian mendapat rahmat."

Dan apabila dibacakan al-Qur'an, maka dengarkanlah ia dengan baik wahai sekalian manusia, dan diamlah untuk memperhatikannya supaya kalian dapat memahaminya dengan harapan Allah akan merahmati kalian dengannya.

وَٱذْكُر رَّبَّكَ فِى نَفْسِكَ تَضَرُّعًا وَخِيفَةً وَدُونَ ٱلْجَهْرِ مِنَ ٱلْقَوْلِ بِٱلْغُدُوِّ وَٱلْءَاصَالِ وَلَا تَكُن مِّنَ ٱلْغَٰفِلِينَ

(205) "Dan berdzikirlah (mengingat dan menyebut) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai."

Dan ingatlah Tuhanmu wahai Rasul, dalam jiwamu dengan khusyu' dan merendahkan diri kepada Allah, penuh rasa takut dan malu terhadapNya. Dan berdoalah kepadaNya dengan suara lirih antara keras dan pelan di permulaan hari dan penghujungnya. Dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai dari berdzikir (mengingat dan menyebut) Allah dan sibuk bermain-main hingga melupakannya dalam seluruh waktu mereka.

إِنَّ ٱلَّذِينَ عِندَ رَبِّكَ لَا يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِهِۦ وَيُسَبِّحُونَهُۥ وَلَهُۥ يَسْجُدُونَ ۩

(206) ”Sesungguhnya (malaikat-malaikat) yang ada di sisi Tuhanmu tidaklah menyombongkan diri dari beribadah kepadaNya, dan mereka bertasbih (menyucikan) Nya, dan hanya kepadaNya-lah mereka bersujud."385

Sesungguhnya malaikat-malaikat yang ada di sisi Tuhanmu tidak angkuh untuk beribadah kepada Allah. Bahkan mereka tunduk patuh terhadap perintah-perintahNya, dan bertasbih kepadaNya di pagi dan siang hari, dan menyucikanNya dari segala hal yang tidak pantas bagiNya. Dan hanya kepadaNya yang tidak ada sekutu bagiNya, mereka itu bersujud.


[385] Ini adalah salah satu ayat sajdah, yang mana kita disunnahkan setelah membacanya atau mendengarnya; baik di dalam shalat maupun di luar shalat, untuk melakukan sujud tilawah.