Isi Tafsir Al-Qur'an

Al An'am

KEYAKINAN TENTANG KEESAAN ALLAH ITULAH AKHIRNYA YANG MENANG

Dalil-dalil Tentang Keesaan Allah

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ وَجَعَلَ ٱلظُّلُمَٰتِ وَٱلنُّورَ ۖ ثُمَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

(1) "Segala puji bagi Allah yang telah menciptakan langit dan bumi, dan menjadikan berbagai gelap dan terang, namun demikian orang-orang kafir masih menyamakan (mempersekutukan sesuatu) dengan Tuhan mereka."

Seluruh pujian hanya untuk Allah , karena segala Sifat-sifatNya yang kesemuanya merupakan sifat-sifat kesempurnaan, dan juga karena nikmat-nikmatNya yang zahir dan yang batin, nikmat-nikmat agama maupun dunia, yang telah mengadakan langit dan bumi dan semua makhluk yang berada di dalamnya, dan telah menciptakan kegelapan-kegelapan dan cahaya, yaitu, dengan silih bergantinya kedatangan malam dan siang. Dan dalam kejadian tersebut, terdapat bukti petunjuk akan keagungan Allah dan keberhakan Allah untuk diibadahi. Maka tidak boleh bagi siapa saja untuk menyekutukan sesuatu denganNya. Dan meskipun hal ini sudah tampak jelas sekali, akan tetapi orang-orang kafir menyetarakan Allah dengan selainNya dan menyekutukanNya.

هُوَ ٱلَّذِى خَلَقَكُم مِّن طِينٍ ثُمَّ قَضَىٰٓ أَجَلًا ۖ وَأَجَلٌ مُّسَمًّى عِندَهُۥ ۖ ثُمَّ أَنتُمْ تَمْتَرُونَ

(2) "Dia-lah Yang menciptakan kalian dari tanah, kemudian Dia menetapkan ajal (kematian kalian), dan ada lagi batas waktu tertentu (tibanya Hari Kiamat, yang ilmu tentangnya) hanya ada di sisiNya. Namun demikian, kalian masih saja ragu (tentangnya)"

Dia-lah (Allah) Yang menciptakan kakek moyang kalian, Adam dari tanah, sedang kalian adalah keturunan darinya. Kemudian Dia menulis (ketetapan) masa tinggal kalian di dunia ini dan menulis ajal lain yang sudah ditentukan yang hanya diketahui oleh Allah , yaitu Hari Kiamat. Kemudian setelah itu semua, kalian masih dalam keraguan terhadap kekuasaan Allah ntuk mengadakan kebangkitan (semua makhluk) setelah kematian (mereka).

وَهُوَ ٱللَّهُ فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَفِى ٱلْأَرْضِ ۖ يَعْلَمُ سِرَّكُمْ وَجَهْرَكُمْ وَيَعْلَمُ مَا تَكْسِبُونَ

(3) "Dan Dia-lah Allah (yang disembah) di langit maupun di bumi; Dia mengetahui apa yang kalian rahasiakan dan apa yang kalian tampakkan dan mengetahui (pula) apa yang kalian usahakan."

Allah , Dia-lah Tuhan Sembahan yang diibadahi di langit dan bumi. Di antara dalil bahwa Dia satu-satuNya yang berhak disembah, adalah bahwa Dia Maha Mengetahui semua yang kalian rahasiakan wahai manusia, dan apa yang kalian tampakkan, serta Mengetahui segala perbuatan kalian, yang baik maupun yang buruk.

Sebab-sebab Kekafiran Kaum Musyrikin dan Ancaman Terhadap Mereka

وَمَا تَأْتِيهِم مِّنْ ءَايَةٍ مِّنْ ءَايَٰتِ رَبِّهِمْ إِلَّا كَانُواْ عَنْهَا مُعْرِضِينَ

(4) "Dan tidaklah datang kepada mereka suatu ayat dari ayat-ayat324 Tuhan mereka, kecuali mereka selalu berpaling darinya."

Orang-orang kafir tersebut yang menyekutukan sesuatu bersama Allah telah datang kepada mereka hujjah-hujjah yang terang dan bukti-bukti yang jelas tentang keesaan Allah dan kebenaran Muhammad dalam kenabiannya serta risalah yang dibawanya, akan tetapi, begitu engkau mendatangi mereka, dengan serta-merta mereka berpaling; tidak mau menerimanya dan tidak mengimaninya.


[324] "Ayat" di sini berarti: mukjizat, atau ayat-ayat al-Qur'an, atau peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam alam ini, yang menunjukkan Kuasa Allah.

فَقَدْ كَذَّبُواْ بِٱلْحَقِّ لَمَّا جَآءَهُمْ ۖ فَسَوْفَ يَأْتِيهِمْ أَنۢبَٰٓؤُاْ مَا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(5) "Sungguh mereka telah mendustakan kebenaran (al-Qur'an) ketika sampai kepada mereka, maka kelak akan sampai kepada mereka (kenyataan dari) berita-berita yang selalu mereka perolok-olokkan."

Orang-orang kafir itu telah mengingkari kebenaran yang dibawa oleh Muhammad kepada mereka dan memperolok-olok dakwahnya, lantaran kebodohan mereka terhadap Allah dan keteperdayaan mereka akibat penundaan siksaan bagi mereka. Mereka (pasti) akan menyaksikan apa yang mereka perolok-olokkan itu merupakan kebenaran dan berita yang lurus dan Allah akan mempertontonkan kedustaan orang-orang yang mendustakannya dan kebohongan mereka dan akan memberikan balasan bagi mereka atas perbuatannya tersebut.

أَلَمْ يَرَوْاْ كَمْ أَهْلَكْنَا مِن قَبْلِهِم مِّن قَرْنٍ مَّكَّنَّٰهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ مَا لَمْ نُمَكِّن لَّكُمْ وَأَرْسَلْنَا ٱلسَّمَآءَ عَلَيْهِم مِّدْرَارًا وَجَعَلْنَا ٱلْأَنْهَٰرَ تَجْرِى مِن تَحْتِهِمْ فَأَهْلَكْنَٰهُم بِذُنُوبِهِمْ وَأَنشَأْنَا مِنۢ بَعْدِهِمْ قَرْنًا ءَاخَرِينَ

(6) "Tidakkah mereka memperhatikan berapa banyak generasi sebelum mereka yang telah Kami binasakan, padahal (generasi itu) telah Kami kukuhkan ke- dudukan mereka di bumi dengan kekukuhan yang belum pernah Kami berikan kepada kalian. Kami curahkan hujan yang lebat untuk mereka dan Kami jadikan sungai-sungai mengalir di bawah mereka, kemudian Kami binasakan mereka karena dosa-dosa mereka sendiri, dan Kami ciptakan generasi yang lain setelah generasi mereka"

Apakah orang-orang yang mengingkari keesaan Allah dan keberhakanNya untuk diibadahi dan juga mendustakan RasulNya, Muhammad belum mengetahui bencana yang telah menimpa umat- umat yang mendustakan (para rasul) sebelumnya, berupa kebinasaan dan kehancuran. Padahal sebelumnya Kami telah memberikan kekuasaan besar di muka bumi yang tidak diberikan kepada kalian wahai orang-orang kafir, dan Kami melimpahkan kenikmatan bagi mereka dengan menurunkan banyak hujan dan mengalirnya aliran sungai-sungai dari bawah tempat tinggal mereka. (Namun) mereka mengingkari kenikmatan-kenikmatan itu dan mendustakan para rasul. Akibatnya, Kami binasakan mereka disebabkan dosa-dosa mereka dan Kami adakan generasi-generasi manusia berikutnya yang menggantikan mereka untuk mengurus pengelolaan bumi?

وَلَوْ نَزَّلْنَا عَلَيْكَ كِتَٰبًا فِى قِرْطَاسٍ فَلَمَسُوهُ بِأَيْدِيهِمْ لَقَالَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّا سِحْرٌ مُّبِينٌ

(7) "Dan sekiranya Kami turunkan kepadamu (wahai Rasul) tulisan di atas kertas, lalu mereka dapat memegangnya dengan tangan mereka sendiri, niscaya orang-orang kafir itu akan berkata,'Ini tidak lain hanyalah sihir yang nyata)'."

Wahai Rasul, andai Kami menurunkan kepadamu satu kitab dari langit yang tertulis dalam lembaran-lembaran kertas, lalu orang-orang musyrik itu dapat menyentuhnya dengan tangan mereka sendiri, pastilah mereka akan mengatakan bahwa sejatinya, apa yang engkau bawa wahai Rasul, adalah sihir yang jelas lagi nyata.

وَقَالُواْ لَوْلَآ أُنزِلَ عَلَيْهِ مَلَكٌ ۖ وَلَوْ أَنزَلْنَا مَلَكًا لَّقُضِىَ ٱلْأَمْرُ ثُمَّ لَا يُنظَرُونَ

(8) "Dan mereka berkata, 'Mengapa tidak diturunkan malaikat kepadanya (Muhammad)?325 Jika Kami turunkan malaikat (kepadanya), tentu selesailah urusan itu,326 kemudian mereka tidak diberi penangguhan (sedikit pun)”

Orang-orang musyrik itu mengatakan, "Mengapa Allah tidak menurunkan kepada Muhammad malaikat dari langit untuk mendukung kebenarannya terkait misi kenabian yang diembannya?" Seandainya Kami menurunkan malaikat dari langit untuk mengabulkan permintaan mereka, pastilah telah diputuskan perintah untuk membinasakan mereka, kemudian mereka tidak diberi kesempatan untuk bertaubat, lantaran telah terpaku dalam Ilmu Allah bahwa mereka tidak akan beriman.


[325] Untuk menerangkan bahwa Nabi Muhammad itu seorang nabi.

[326] Kalau diturunkan kepada mereka malaikat, sedang mereka tidak beriman, tentulah mereka akan diazab oleh Allah sehingga mereka binasa semuanya.

وَلَوْ جَعَلْنَٰهُ مَلَكًا لَّجَعَلْنَٰهُ رَجُلًا وَلَلَبَسْنَا عَلَيْهِم مَّا يَلْبِسُونَ

(9) Dan sekiranya rasul itu Kami jadikan (dari) malaikat, pastilah Kami jadikan dia (berwujud) laki-laki, dan (sekalipun demikian) pasti Kami akan menjadikan mereka tetap ragu sebagaimana kini mereka ragu."327

Sekiranya Kami menjadikan rasul yang diutus kepada mereka adalah malaikat, lantaran mereka tidak puas dengan Muhammad . Kami pasti akan menjadikan malaikat itu dalam rupa manusia hingga mereka dapat mendengarkan (ucapan) darinya dan berkomunikasi dengannya. Sebab tidak mungkin bagi mereka melihat malaikat dalam rupa asli malaikat. Dan seandainya malaikat datang kepada mereka dengan rupa manusia, maka perkara kenabiannya akan menimbulkan keragu-raguan bagi mereka, sebagaimana keraguan mereka terhadap perkara kenabian Muhammad .


327 Kalau Allah mengutus malaikat sebagai rasul, tentu Allah mengutusnya dalam bentuk manusia, karena manusia tidak dapat melihat malaikat dan tentu mercka akan berkata, "Ini bukanlah malaikat, hanya manusia sebagaimana kami juga." Jadi mereka akan tetap ragu-ragu.

وَلَقَدِ ٱسْتُهْزِئَ بِرُسُلٍ مِّن قَبْلِكَ فَحَاقَ بِٱلَّذِينَ سَخِرُواْ مِنْهُم مَّا كَانُواْ بِهِۦ يَسْتَهْزِءُونَ

(10) "Dan sungguh, beberapa rasul sebelummu (Muhammad) telah diperolok- olokkan, sehingga turunlah kepada orang-orang yang mencemoohkan mereka (para rasul) itu azab yang selalu mereka olok-olokkan"

Dan karena motivasi permintaan mereka untuk diturunkannya malaikat adalah sebagai bahan untuk memperolok Muhammad saja, Allah menjelaskan kepada beliau bahwa olokan terhadap para rasul bukanlah barang baru, akan tetapi hal itu telah muncul dari orang-orang kafir sebelumnya terhadap para nabi mereka. Maka siksaan yang mereka cemooh dan ingkari kedatangannya turun menimpa mereka.

قُلْ سِيرُواْ فِى ٱلْأَرْضِ ثُمَّ ٱنظُرُواْ كَيْفَ كَانَ عَٰقِبَةُ ٱلْمُكَذِّبِينَ

(11) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Jelajahilah bumi, kemudian perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan itu'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Berjalanlah kalian di muka bumi, dan kemudian perhatikanlah bagaimana Allah menimpakan kebinasaan dan kehinaan bagi orang-orang yang mendustakan? Maka hindarilah cara-cara kematian yang sama dengan mereka. Dan takutlah kalian akan datangnya (siksaan) yang serupa dengan apa yang telah menimpa mereka."

Keagungan Allah dan PersaksianNya atas Kenabian Muhammad

قُل لِّمَن مَّا فِى ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ قُل لِّلَّهِ ۚ كَتَبَ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۚ لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَىٰ يَوْمِ ٱلْقِيَٰمَةِ لَا رَيْبَ فِيهِ ۚ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(12) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Milik siapakah apa yang di langit dan di bumi?' Katakanlah, 'Milik Allah .' Dia telah menetapkan (sifat) kasih sayang pada DiriNya.328 Dia benar-benar akan mengumpulkan kalian pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan tentangnya. Orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, mereka itu tidak beriman."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Kepunyaan siapakah langit dan bumi, serta apa yang ada di dalamnya?" Katakanlah, "Itu kepunyaan Allah", seperti yang sudah kalian akui dan ketahui bersama. Maka sembahlah Dia semata. Allah telah menetapkan sifat kasih sayang pada DiriNya, sehingga Dia tidak menyegerakan siksaan pada para hambaNya. Sungguh Dia akan menghimpun kalian pada Hari Kiamat yang tidak ada keraguan tentangnya untuk perhitungan dan pembalasan (amal perbuatan). Orang-orang yang menyekutukan (sesuatu) dengan Allah, (hakikatnya) mereka membinasakan diri mereka sendiri. Mereka tidak mengesakan Allah, tidak mempercayai janji dan ancamanNya, serta tidak mengakui kenabian Muhammad .


[328] Allah telah berjanji, sebagai kemurahan dariNya, bahwa Dia akan melimpahkan rahmat kepada makhlukNya.

۞ وَلَهُۥ مَا سَكَنَ فِى ٱلَّيْلِ وَٱلنَّهَارِ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(13) "Dan milikNya-lah segala apa yang ada pada malam dan siang hari. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Dan kepunyaan Allah segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, yang diam maupun yang bergerak, yang tersembunyi maupun yang tampak. Semua adalah hamba dan makhlukNya, serta berada di bawah kekuasaan, kendali, dan pengaturanNya. Dia Maha Mendengar seluruh ucapan para hambaNya lagi Maha Mengetahui segala tindak-tanduk dan rahasia-rahasia mereka.

قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَتَّخِذُ وَلِيًّا فَاطِرِ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَهُوَ يُطْعِمُ وَلَا يُطْعَمُ ۗ قُلْ إِنِّىٓ أُمِرْتُ أَنْ أَكُونَ أَوَّلَ مَنْ أَسْلَمَ ۖ وَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(14) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Apakah aku akan menjadikan pelindung selain Allah Yang menjadikan langit dan bumi, padahal Dia memberi makan dan tidak diberi makan ?' Katakanlah, 'Sesungguhnya aku diperintahkan agar aku menjadi orang yang pertama berserah diri (kepada Allah), dan jangan sekali-kali kamu masuk golongan orang-orang yang musyrik'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang yang menyekutukan sesuatu dengan Allah , "Apakah selain Allah yang akan aku jadikan pelindung dan penolong, sedang Dia-lah Pencipta langit dan bumi dan seisinya, dan Dia-lah Yang memberi rizki kepada para makhlukNya dan tidak ada seorang pun yang memberikan rizki kepadaNya?" Katakanlah wahai Rasul, "Sesungguhnya aku diperintahkan untuk menjadi orang yang pertama kali dari umat ini yang tunduk dan patuh kepadaNya dengan melakukan ubudiyah (ibadah) kepadaNya, dan aku dilarang menjadi orang yang menyekutukan sesuatu bersamaNya."

قُلْ إِنِّىٓ أَخَافُ إِنْ عَصَيْتُ رَبِّى عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

(15) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Aku benar-benar takut akan azab hari yang besar (Hari Kiamat), jika aku mendurhakai Tuhanku'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum yang menduakan Allah, "Sesungguhnya aku takut, jika aku mendurhakai Tuhanku sehingga aku melanggar perintahNya dan aku sekutukan sesuatu denganNya dalam ibadah, akan turun siksaan besar kepadaku pada Hari Kiamat.

مَّن يُصْرَفْ عَنْهُ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمَهُۥ ۚ وَذَٰلِكَ ٱلْفَوْزُ ٱلْمُبِينُ

(16) "Barangsiapa yang dijauhkan darinya pada hari itu, maka sungguh Allah telah memberikan rahmat kepadanya. Dan itulah kemenangan yang nyata"

Barangsiapa yang dijauhkan Allah dari siksaan dahsyat tersebut, maka sungguh Dia telah memberikan rahmat kepadanya. Jauhnya dari siksaan merupakan kemenangan yang nyata, yaitu dengan memperoleh keselamatan dari siksaan yang besar.

وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

(17) "Dan jika Allah menimpakan suatu kemudaratan kepadamu, maka tidak ada yang dapat menghilangkannya selain Dia. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Mahakuasa atas segala sesuatu."

Dan jika Allah menimpakan kepada dirimu sesuatu yang menyebabkan mudarat bagimu, seperti kemiskinan dan penyakit, maka tidak ada yang sanggup menghilangkannya, melainkan Dia sendiri. Dan bila Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, seperti hidup kecukupan dan kesehatan fisik, maka tidak ada yang dapat menolak karuniaNya dan menghalangi ketetapanNya, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu.

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

(18) "Dan Dia-lah Yang Maha Berkuasa di atas hamba-hambaNya. Dan Dia Mahabijaksana lagi Mahateliti."

Dan Dia-lah Allah Yang Maha Berkuasa, yang berada di atas sekalian hamba-hambaNya. Semua makhluk tunduk kepadaNya dan para tiran hina di hadapanNya. Dia Yang Mahabijaksana Yang meletakkan semua perkara pada tempat semestinya sesuai dengan hikmahNya, juga Mahateliti yang tidak ada sesuatu pun yang samar bagiNya. Dzat yang memiliki sifat-sifat demikian, maka haruslah tidak boleh disekutukan dengan apa pun. Dalam ayat ini terkandung petunjuk sifat fauqiyyah Allah (maksudnya, Allah berada di atas) seluruh makhlukNya secara mutlak sesuai dengan keagungan Allah

قُلْ أَىُّ شَىْءٍ أَكْبَرُ شَهَٰدَةً ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ شَهِيدٌۢ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۚ وَأُوحِىَ إِلَىَّ هَٰذَا ٱلْقُرْءَانُ لِأُنذِرَكُم بِهِۦ وَمَنۢ بَلَغَ ۚ أَئِنَّكُمْ لَتَشْهَدُونَ أَنَّ مَعَ ٱللَّهِ ءَالِهَةً أُخْرَىٰ ۚ قُل لَّآ أَشْهَدُ ۚ قُلْ إِنَّمَا هُوَ إِلَٰهٌ وَٰحِدٌ وَإِنَّنِى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

(19) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Siapakah yang lebih kuat kesaksiannya ?' Katakanlah, 'Allah, Dia menjadi saksi antara aku dengan kalian. Al-Qur'an ini diwahyukan kepadaku agar dengannya aku memberi peringatan kepada kalian dan kepada orang yang sampai (al-Qur'an kepadanya). Dapatkah kalian benar-benar bersaksi bahwa ada tuhan-tuhan lain bersama Allah ?' Katakanlah, 'Aku tidak dapat bersaksi,' Katakanlah, 'Sesungguhnya hanya Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa dan aku anti (berlepas diri) dari apa yang kalian persekutukan (dengan Allah)'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Siapakah yang paling kuat persaksiannya dalam menetapkan kebenaranku tentang apa yang aku sampaikan kepada kalian bahwa aku adalah seorang utusan Allah?" Katakanlah, "Allah menjadi saksi antara aku dengan kalian." Maksudnya, Dia Maha Mengetahui risalah yang aku bawa kepada kalian dan apa yang kalian lontarkan kepadaku." Allah telah mewahyukan al-Qur'an kepadaku agar dengan itu aku memperingatkan kalian terhadap siksaNya yang akan menimpa kalian. Dan aku memperingatkan dengannya umat manusia yang al-Qur'an telah sampai kepadanya. Sesungguhnya kalian benar-benar mengakui ada sesembahan-sesembahan yang menyertai Allah yang kalian sekutukan denganNya." Katakanlah kepada mereka wahai Rasul, "Aku tidak bersaksi atas apa yang kalian yakini. Sesungguhnya Allah adalah Sembahan Yang Maha Esa, tiada sekutu bagi- Nya. Dan sesungguhnya aku berlepas diri dari setiap sekutu yang kalian sembah bersamaNya."

ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْرِفُونَهُۥ كَمَا يَعْرِفُونَ أَبْنَآءَهُمُ ۘ ٱلَّذِينَ خَسِرُوٓاْ أَنفُسَهُمْ فَهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ

(20) "Orang-orang yang telah Kami berikan kitab, mereka mengenalnya (Muhammad) seperti mereka mengenal anak-anak mereka sendiri. Orang-orang yang merugikan diri mereka sendiri, mereka itu tidak beriman (kepada Allah)"

Orang-orang yang telah Kami berikan kepada mereka Taurat dan Injil, mengenal Muhammad dengan sifat-sifatnya yang termaktub di sisi mereka, sebagaimana mereka mengenal anak-anak kandung mereka sendiri. Sebagaimana anak-anak kandung mereka tidak samar di hadapan mereka untuk dibedakan dengan anak-anak lain, begitu pula Muhammad tidak samar dengan orang lain karena detailnya sifat-sifat beliau dalam kitab-kitab mereka. Akan tetapi, mereka lebih mengikuti hawa nafsu (keinginan) mereka. Akibatnya, mereka merugi sendiri ketika mengingkari Muhammad dan risalah yang dibawanya.

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِهِۦٓ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(21) ”Dan siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mengada-adakan suatu kebohongan atas Nama Allah, atau yang mendustakan ayat-ayatNya? Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak beruntung"

Tidak ada seorang pun yang perbuatan kezhalimannya lebih parah dari orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah . Dia berprasangka bahwa Allah memiliki sekutu-sekutu dalam ibadah, atau mengklaim bahwa Dia memiliki putra atau istri, maupun mendustakan bukti-bukti nyata dan dalil-dalil yang Allah jadikan pendukung untuk menguatkan para rasulNya Sungguh, orang-orang yang berbuat kezhaliman yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah tidak akan mendapatkan keberuntungan. Mereka pun tidak akan menggapai harapan-harapan mereka di dunia maupun akhirat.

Kesaksian Kaum Musyrikin Terhadap Dirinya Sendiri dan Keadaan Mereka di Hari Kiamat

وَيَوْمَ نَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا ثُمَّ نَقُولُ لِلَّذِينَ أَشْرَكُوٓاْ أَيْنَ شُرَكَآؤُكُمُ ٱلَّذِينَ كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

(22) "Dan (ingatlah) pada hari ketika Kami mengumpulkan mereka semua, kemudian Kami berfirman kepada orang-orang yang menyekutukan Allah,''Di manakah sembahan -sembahan kalian yang dahulu kalian sangka (sekutu-sekutu Kami) ?"

Hendaknya orang-orang musyrik yang mendustakan ayat-ayat Allah mengkhawatirkan diri mereka pada hari Kami mengumpulkan mereka semua kemudian Kami berfirman kepada mereka, "Mana tuhan- tuhan sesembahan kalian yang dahulu kalian sebut-sebut merupakan sekutu-sekutu yang mendampingi Allah agar memberikan syafa'at bagi kalian?"

ثُمَّ لَمْ تَكُن فِتْنَتُهُمْ إِلَّآ أَن قَالُواْ وَٱللَّهِ رَبِّنَا مَا كُنَّا مُشْرِكِينَ

(23) "Kemudian tidaklah ada fitnah329 mereka, kecuali mengatakan, 'Demi Allah, Tuhan kami, kami bukanlah orang-orang yang mempersekutukan (Allah)'."

Kemudian tidak ada jawaban dari mereka ketika mereka menghadapi cobaan dan diuji dengan pertanyaan tentang sekutu-sekutu mereka, kecuali segera bersikap anti dari mereka, dan bersumpah dengan Nama Allah, Tuhan mereka bahwa mereka dahulu tidak pernah menyekutukan sesuatu dengan Allah.


[329] Fitnah di sini maksudnya adalah jawaban dusta.

ٱنظُرْ كَيْفَ كَذَبُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ ۚ وَضَلَّ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(24) "Lihatlah bagaimana mereka berbohong terhadap diri mereka sendiri. Dan hilanglah sembahan-sembahan yang dahulu mereka ada-adakan."

Perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana orang-orang musyrik itu berdusta kepada diri mereka sendiri, padahal di akhirat kelak mereka akan bersikap anti dari perbuatan syirik (mereka). Dan lenyap dan hilanglah dari mereka apa yang mereka sangka-sangka tentang syafa'at (pertolongan) sesembahan-sesembahan mereka.

وَمِنْهُم مَّن يَسْتَمِعُ إِلَيْكَ ۖ وَجَعَلْنَا عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ أَكِنَّةً أَن يَفْقَهُوهُ وَفِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَقْرًا ۚ وَإِن يَرَوْاْ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُواْ بِهَا ۚ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوكَ يُجَٰدِلُونَكَ يَقُولُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ إِنْ هَٰذَآ إِلَّآ أَسَٰطِيرُ ٱلْأَوَّلِينَ

(25) "Dan di antara mereka ada yang mendengarkan bacaanmu (wahai Rasul), dan Kami telah menutup hati mereka (sehingga mereka tidak) memahaminya, dan di telinga mereka (Kami letakkan) juga sumbatan. Dan kalaupun mereka melihat segala tanda (kebenaran), mereka tetap tidak mau beriman kepadanya. Sehingga apabila mereka datang kepadamu untuk membantahmu, orang-orang kafir itu berkata, 'Ini (al-Qur'an) tidak lain hanyalah dongengan orang-orang terdahulu'."

Dan di antara kaum musyrikin ada orang yang menyimak bacaan al-Qur'an darimu wahai Rasul, namun tidak sampai ke hati mereka. Sebab, akibat mereka mengikuti hawa nafsu, Kami meletakkan tutup pada hati mereka, agar mereka tidak sanggup memahami al-Qur'an. Dan Kami jadikan (pula) sumbatan dan ketulian pada pendengaran-pendengaran mereka, sehingga tidak bisa mendengar dan mencerna apa pun, walaupun mereka telah melihat banyak bukti yang menunjukkan kebenaran Muhammad , akan tetapi mereka tidak mempercayainya. Bahkan bila mereka datang kepadamu wahai Rasul, usai menyaksikan secara langsung bukti-bukti yang menunjukkan kebenaranmu, mereka membantahmu. Orang-orang yang mengingkari ayat-ayat Allah itu berkata, "Yang kami dengar ini tiada lain merupakan hikayat-hikayat (dongeng) yang disebarkan orang-orang kuno yang tidak memiliki hakikat."

وَهُمْ يَنْهَوْنَ عَنْهُ وَيَنْـَٔوْنَ عَنْهُ ۖ وَإِن يُهْلِكُونَ إِلَّآ أَنفُسَهُمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

(26) "Dan mereka melarang (orang lain) mendengarkan (al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya, dan mereka hanyalah membinasakan diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari."

Orang-orang musyrik menghalang-halangi manusia untuk mengikuti Muhammad dan mendengar darinya (bacaan al-Qur'an) dan mereka sendiri menjauhkan diri darinya. Atas usaha menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah, mereka tiadalah membinasakan kecuali diri mereka sendiri, sedang mereka tidak menyadari bahwa mereka melakukan usaha-usaha untuk kebinasaan diri mereka sendiri.

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُواْ عَلَى ٱلنَّارِ فَقَالُواْ يَٰلَيْتَنَا نُرَدُّ وَلَا نُكَذِّبَ بِـَٔايَٰتِ رَبِّنَا وَنَكُونَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ

(27) "Dan seandainya engkau (wahai Rasul) melihat ketika mereka dihadapkan ke neraka, lalu mereka berkata, 'Andai saja kami dikembalikan (ke dunia) dan tidak mendustakan ayat-ayat Tuhan kami, serta menjadi orang-orang yang beriman'."

Wahai Rasul, seandainya engkau melihat kaum musyrikin pada Hari Kiamat, pastilah engkau akan menyaksikan perkara yang dahsyat. Yaitu, ketika mereka digiring menuju neraka dan melihat rantai-rantai dan belenggu-belenggu, dan mereka melihat perkara-perkara dahsyat tersebut dan kejadian-kejadian yang mengerikan dengan mata kepala mereka sendiri, pada saat itulah mereka berkata, "Andai saja kami dikembalikan ke kehidupan dunia, kemudian kami mempercayai ayat-ayat Allah dan mengamalkannya serta menjadi orang-orang yang beriman."

بَلْ بَدَا لَهُم مَّا كَانُواْ يُخْفُونَ مِن قَبْلُ ۖ وَلَوْ رُدُّواْ لَعَادُواْ لِمَا نُهُواْ عَنْهُ وَإِنَّهُمْ لَكَٰذِبُونَ

(28) "Tetapi (sebenarnya) bagi mereka telah nyata apa (kejahatan) yang mereka sembunyikan dahulu.330 Seandainya mereka dikembalikan (ke dunia), niscaya mereka benar-benar akan kembali (melakukan) apa yang mereka dilarang darinya. Dan sesungguhnya mereka itu benar-benar orang-orang yang berdusta"

Sebenarnya tidak demikian adanya. Justru pada Hari Kiamat akan tampak nyata apa yang sudah mereka ketahui sendiri tentang kebenaran risalah yang dibawa para rasul di dunia. Kendatipun mereka menampakkan sikap yang berbeda di hadapan para pengikut mereka. Anggap saja, mereka dikembalikan ke dunia lagi, dan mendapatkan kesempatan, pastilah mereka kembali melakukan penentangan dan berbuat kekafiran dan pendustaan. Dan sesungguhnya mereka benar-benar berdusta dengan ucapan mereka, "Seandainya kami dikembalikan ke dunia, kami tidak akan mendustakan ayat-ayat Tuhan kami dan kami termasuk orang-orang yang beriman."


[330] Yakni, mereka sebenarnya tidak bercita-cita ingin dikembalikan ke dunia untuk beriman kepada Allah , tetapi perkataan itu semata-mata diucapkan agar mereka terbebas dari azab neraka.

وَقَالُوٓاْ إِنْ هِىَ إِلَّا حَيَاتُنَا ٱلدُّنْيَا وَمَا نَحْنُ بِمَبْعُوثِينَ

(29) "Dan tentu mereka akan mengatakan (pula), 'Hidup hanyalah di dunia ini, dan kita tidak akan dibangkitkan'”

Orang-orang musyrik yang mengingkari Hari Kebangkitan telah berkata, "Tidaklah ada kehidupan kecuali kehidupan yang sedang kita jalani ini, kita tidak akan dibangkitkan setelah kematian kita."

وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذْ وُقِفُواْ عَلَىٰ رَبِّهِمْ ۚ قَالَ أَلَيْسَ هَٰذَا بِٱلْحَقِّ ۚ قَالُواْ بَلَىٰ وَرَبِّنَا ۚ قَالَ فَذُوقُواْ ٱلْعَذَابَ بِمَا كُنتُمْ تَكْفُرُونَ

(30) "Dan seandainya engkau melihat ketika mereka dihadapkan kepada Tuhan mereka (tentulah engkau melihat kenyataan yang mengerikan). Dia berfirman, 'Bukankah (kebangkitan) ini benar?' Mereka menjawab, 'Sungguh benar, demi Tuhan kami' Dia berfirman,'Maka rasakanlah azab ini, karena dahulu kalian mengingkarinya'."

Sekiranya engkau wahai Rasul, menyaksikan orang-orang yang mengingkari Hari Kebangkitan tatkala mereka dihadapkan kepada Allah untuk menentukan nasib mereka para Hari Kiamat, pastilah engkau saksikan kondisi terburuk (pada mereka). Yaitu ketika Allah berfirman, "Bukankah kebangkitan yang dahulu kalian ingkari di dunia merupakan kebenaran?" Mereka menjawab, "Ya, demi Tuhan kami, memang benar." Allah berfirman, "Rasakanlah siksaan yang dahulu kalian ingkari." Maksudnya, siksaan yang di dunia kalian dustakan lantaran keingkaran kalian terhadap Allah dan RasulNya, Muhammad .

قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِلِقَآءِ ٱللَّهِ ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَتْهُمُ ٱلسَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُواْ يَٰحَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَآءَ مَا يَزِرُونَ

(31) "Sungguh rugi orang-orang yang mendustakan pertemuan dengan Allah; sehingga apabila Kiamat datang kepada mereka secara tiba-tiba, mereka berkata, 'Alangkah besarnya penyesalan kami terhadap kelalaian kami tentang Kiamat itu,' sambil mereka memikul dosa-dosa mereka di atas punggung mereka. Ketahuilah, alangkah buruk apa yang mereka pikul itu.”

Sungguh, merugilah orang-orang kafir yang mengingkari Hari Kebangkitan setelah kematian, sehingga ketika Hari Kiamat tiba, dan mereka dikagetkan dengan tempat kembali yang buruk, mereka ber-teriak keras menyesali diri mereka atas apa yang telah mereka abaikan di kehidupan dunia mereka dahulu. Mereka memikul dosa-dosa mereka di atas punggung-punggung mereka. Maka betapa buruk beban berat lagi buruk yang mereka pikul itu!! 

وَمَا ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَآ إِلَّا لَعِبٌ وَلَهْوٌ ۖ وَلَلدَّارُ ٱلْءَاخِرَةُ خَيْرٌ لِّلَّذِينَ يَتَّقُونَ ۗ أَفَلَا تَعْقِلُونَ

(32) "Dan kehidupan dunia ini, hanyalah permainan dan senda gurau. Dan negeri akhirat itu, benar-benar lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa. Maka tidakkah kalian mengerti?"

Dan tidaklah kehidupan dunia ini dalam kondisinya secara umum, melainkan hanya berisi tipuan dan kebatilan belaka. Dan berbuat amal shalih untuk negeri akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang takut kepada Allah. Mereka ini memelihara diri dari siksaNya dengan amal ketaatan kepadaNya dan menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat kepadaNya. Tidakkah kalian mau berpikir wahai orang-orang kafir yang teperdaya oleh perhiasan dunia, lalu kalian lebih memilih yang abadi daripada yang fana?

Firman Allah yang Membesarkan Hati Nabi Muhammad

قَدْ نَعْلَمُ إِنَّهُۥ لَيَحْزُنُكَ ٱلَّذِى يَقُولُونَ ۖ فَإِنَّهُمْ لَا يُكَذِّبُونَكَ وَلَٰكِنَّ ٱلظَّٰلِمِينَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ يَجْحَدُونَ

(33) "Sungguh Kami mengetahui bahwa apa yang mereka katakan itu menyedihkan hatimu (wahai Rasul), (maka janganlah bersedih hati) karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu, tetapi orang-orang zhalim itu mengingkari ayat-ayat Allah."

Sesungguhnya Kami mengetahui bahwa pendustaan kaummu secara lahiriah terhadapmu telah menimbulkan rasa sedih di dalam kalbumu. Bersabarlah dan tetaplah tenang, sebab mereka tidaklah mendustakanmu dalam hati sanubari mereka, akan tetapi meyakini kebenaranmu. Namun, akibat sikap kezhaliman dan permusuhan yang ada pada diri mereka, mereka mengingkari bukti-bukti yang amat jelas terkait kebenaranmu, sehingga membuat mereka mendustakan risalah yang engkau bawa.

وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ

(34) "Dan sungguh rasul-rasul sebelummu pun telah didustakan, tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Kami kepada mereka. Dan tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan) Allah. Dan sungguh telah datang kepadamu sebagian dari berita rasul-rasul itu." 

Dan sungguh orang-orang kafir telah mendustakan utusan-utusan Allah yang didelegasikan ke tengah kaum-kaum mereka, dan mereka (para utusan Allah itu) mengalami berbagai gangguan di jalan Allah. Akan tetapi, mereka bersabar dan tetap meneruskan dakwah dan jihad mereka sampai datang kepada mereka kemenangan dari Allah. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat (ketetapan-ketetapan) Allah, yaitu wahyu yang diturunkan kepada NabiNya, Muhammad yang berisi janji kemenangan dariNya bagi beliau atas orang-orang yang memusuhi beliau. Dan sungguh telah sampai kepadamu wahai Rasul, sebagian berita rasul-rasul sebelummu dan kemenangan dari Allah yang terwujud bagi mereka, serta apa yang terjadi pada orang-orang yang mendustakan mereka berupa siksaan Allah bagi mereka dan kemurkaanNya terhadap mereka. Engkau memiliki teladan dan cermin baik dari para rasul dahulu. Dalam ayat ini, termuat pelipur lara bagi Rasulullah .

وَإِن كَانَ كَبُرَ عَلَيْكَ إِعْرَاضُهُمْ فَإِنِ ٱسْتَطَعْتَ أَن تَبْتَغِىَ نَفَقًا فِى ٱلْأَرْضِ أَوْ سُلَّمًا فِى ٱلسَّمَآءِ فَتَأْتِيَهُم بِـَٔايَةٍ ۚ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ لَجَمَعَهُمْ عَلَى ٱلْهُدَىٰ ۚ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْجَٰهِلِينَ

(35) "Dan jika keberpalingan mereka terasa berat bagimu (wahai Rasul), maka sekiranya engkau dapat membuat lubang di bumi atau tangga ke langit lalu engkau dapat mendatangkan mukjizat kepada mereka, (maka buatlah). Dan sekiranya Allah menghendaki, tentu Dia jadikan mereka semua mengikuti petunjuk, sebab itu janganlah sekali-kali engkau termasuk orang-orang yang bodoh."

Dan jika penolakan dan antipati mereka dalam menyambut dakwahmu terasa amat berat bagimu wahai Rasul, maka jika kamu dapat membuat lubang di bumi atau tangga yang engkau naiki menuju langit, lalu kamu dapat mendatangkan tanda dan bukti atas kebenaran ucapanmu yang berbeda dengan apa yang Kami datangkan kepada mereka, maka lakukanlah. Sekiranya Allah menghendaki, pastilah Dia menyatukan mereka di atas hidayah yang kalian pegangi dan memberikan taufik bagi mereka untuk beriman. Akan tetapi, Allah tidak menghendaki hal tersebut demi hikmah yang Allah ketahui sendiri, maka janganlah sekali-kali engkau wahai Rasul, termasuk orang-orang jahil yang kesedihan mereka menjadi-jadi dan diliputi penyesalan hingga menyebabkan mereka dirun-dung keluh-kesah yang amat sangat.

۞ إِنَّمَا يَسْتَجِيبُ ٱلَّذِينَ يَسْمَعُونَ ۘ وَٱلْمَوْتَىٰ يَبْعَثُهُمُ ٱللَّهُ ثُمَّ إِلَيْهِ يُرْجَعُونَ

(36) "Sesungguhnya hanya orang-orang yang mendengar sajalah yang memenuhi (seruan Allah), dan orang-orang yang mati331, kelak akan dibangkitkan oleh Allah, kemudian IcepadaNya mereka dikembalikan."

Yang menyambutmu wahai Rasul, dalam apa yang engkau dakwahkan yang berisi hidayah, hanyalah orang-orang yang mendengarkan perkataanmu) untuk menerimanya. Sedang orang-orang kafir, mereka itu terhitung manusia-manusia yang telah mati, sebab hidup yang hakiki hanya dengan dasar Islam. Dan orang-orang yang telah mati akan Allah bangkitkan dari kubur-kubur mereka dalam keadaan hidup, dan kemudian akan kembali kepada Allah pada Hari Kiamat untuk menerima perhitungan dan balasan (perbuatan) mereka.


[331]. Maksudnya, orang-orang kafir yang tidak mendengarkan dan tidak memenuhi seruan Allah .

وَقَالُواْ لَوْلَا نُزِّلَ عَلَيْهِ ءَايَةٌ مِّن رَّبِّهِۦ ۚ قُلْ إِنَّ ٱللَّهَ قَادِرٌ عَلَىٰٓ أَن يُنَزِّلَ ءَايَةً وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ

(37) "Dan mereka (orang-orang musyrik) berkata, 'Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) suatu mukjizat dari Tuhannya?' Katakanlah, 'Sesungguhnya Allah Mahakuasa menurunkan suatu mukjizat, tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui'."

Orang-orang musyrik berkata sebagai penentangan dan kesombongan, "Mengapa Allah tidak menurunkan tanda akan kebenaran Muhammad melalui tanda yang luar biasa?" Maka katakanlah kepada mereka wahai Rasul, bahwa sesungguhnya Allah Mahakuasa untuk menurunkan mukjizat pada mereka. Akan tetapi, kebanyakan mereka tidak menyadari bahwa penurunan mukjizat itu hanya dilakukan sesuai sifat hikmah Allah

Kesempurnaan Ilmu Allah dan Bukti-bukti KekuasaanNya

وَمَا مِن دَآبَّةٍ فِى ٱلْأَرْضِ وَلَا طَٰٓئِرٍ يَطِيرُ بِجَنَاحَيْهِ إِلَّآ أُمَمٌ أَمْثَالُكُم ۚ مَّا فَرَّطْنَا فِى ٱلْكِتَٰبِ مِن شَىْءٍ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِمْ يُحْشَرُونَ

(38) "Dan tidak ada seekor binatang pun yang ada di bumi dan burung-burung yang terbang dengan kedua sayapnya, melainkan semuanya merupakan umat- umat (juga) seperti kalian. Tidak ada sesuatu pun yang Kami luputkan di dalam Kitab,332 kemudian kepada Tuhan mereka, mereka dikumpulkan."

Tidaklah ada binatang yang berjalan di permukaan bumi atau burung yang terbang mengepakkan dua sayapnya di langit, kecuali merupakan kelompok-kelompok makhluk yang saling memiliki keserupaan sifat fisik dengan sesama jenisnya, layaknya kalian. Tidak ada sesuatu yang Kami abaikan di Lauhul Mahfuzh, Kami telah menuliskannya semua. Kemudian mereka akan dihimpun ke hadapan Tuhan mereka pada Hari Kiamat. Allah akan mengadakan perhitungan dengan masing-masing makhluk sesuai dengan apa yang diperbuatnya.


[332] Sebagian ahli tafsir menafsirkan "Kitab" di sini dengan Lauhul Mahfuzh yang berarti bahwa nasib semua makhluk itu sudah dituliskan (ditetapkan) dalam Lauhul Mahfuzh. Dan ada pula yang menafsirkannya dengan al-Qur'an, dengan arti dalam al-Qur'an itu telah ada pokok-pokok agama, norma-norma, hukum-hukum, hikmah-hikmah, dan tuntunan untuk kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ ۗ مَن يَشَإِ ٱللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَن يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(39) "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu dan berada dalam berbagai kegelapan. Barangsiapa yang dikehendaki Allah (dalam kesesalan), niscaya disesatkanNya, dan barangsiapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.”

Orang-orang yang mendustakan hujjah-hujjah Allah adalah orang-orang tuli, yang tidak dapat mendengarkan apa yang bermanfaat bagi mereka, orang-orang bisu yang tidak berbicara atas dasar kebenaran. Mereka dilanda kebingungan dalam kegelapan yang bertumpuk-tumpuk. Tidak mau memilih jalan istiqamah (yang lurus). Dan barangsiapa yang dikehendaki Allah (untuk diberi petunjukNya), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.

قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ أَوْ أَتَتْكُمُ ٱلسَّاعَةُ أَغَيْرَ ٱللَّهِ تَدْعُونَ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(40) ”Katakanlah (wahai Rasul), 'Terangkanlah kepadaku, jika siksaan Allah sampai kepada kalian, atau Hari Kiamat sampai kepada kalian, apakah kalian akan berdoa (menyeru) selain Allah, jika kalian orang-orang yang benar!'

Katakanlah wahai Rasul, kepada orang-orang musyrik, "Beritahukanlah kepadaku, jika telah datang kepada kalian siksaan Allah di dunia atau Hari Kiamat yang kalian akan dibangkitkan padanya, apakah waktu itu kalian akan menyeru selain Allah untuk menyingkirkan bala yang menimpa kalian, bila kalian orang-orang yang benar dalam klaim kalian bahwa sesembahan kalian yang kalian sembah selain Allah dapat mem-berikan manfaat dan mendatangkan mudarat?

بَلْ إِيَّاهُ تَدْعُونَ فَيَكْشِفُ مَا تَدْعُونَ إِلَيْهِ إِن شَآءَ وَتَنسَوْنَ مَا تُشْرِكُونَ

(41) '(Tidak), hanya kepadaNya kalian berdoa (meminta tolong). Jika Dia menghendaki, Dia hilangkan apa (bahaya) yang kalian mohonkan kepadaNya (untuk dihilangkan), dan kalian melupakan (meninggalkan) apa yang kalian persekutukan (dengan Allah)'.”

Bahkan di sana nanti kalian akan memohon kepada Tuhan kalian (Allah) Yang telah menciptakan kalian, bukan kepada yang lain, dan kalian akan meminta pertolongan kepadaNya, lalu Dia mengangkat bala besar yang tengah menimpa kalian, jika Dia menghendaki. Sebab sesungguhnya Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Dan pada hari itu kalian akan mengabaikan berhala-berhala, patung-patung, dan pembela-pembela kalian."

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَآ إِلَىٰٓ أُمَمٍ مِّن قَبْلِكَ فَأَخَذْنَٰهُم بِٱلْبَأْسَآءِ وَٱلضَّرَّآءِ لَعَلَّهُمْ يَتَضَرَّعُونَ

(42) "Dan sungguh Kami telah mengutus (rasul-rasul) kepada umat-umat sebelum engkau, kemudian Kami siksa mereka dengan (menimpakan) kemelaratan dan kesengsaraan, agar mereka memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati"

Dan sesungguhnya Kami wahai Rasul, telah mengutus rasul-rasul kepada umat-umat manusia sebelum engkau yang mengajak mereka kepada Allah Namun, umat-umat itu mendustakan para rasul itu, maka Kami pun menimpakan cobaan pada mereka terhadap harta benda mereka dengan kemelaratan yang habis-habisan dan kesulitan hidup yang mencekik. Kami juga menimpakan cobaan pada mereka yang mengenai fisik-fisik mereka dengan berbagai macam wabah dan rasa sakit dengan harapan agar mereka mau menghinakan diri kepada Tuhan mereka dan tunduk patuh kepadaNya saja dalam beribadah.

فَلَوْلَآ إِذْ جَآءَهُم بَأْسُنَا تَضَرَّعُواْ وَلَٰكِن قَسَتْ قُلُوبُهُمْ وَزَيَّنَ لَهُمُ ٱلشَّيْطَٰنُ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(43) "Tetapi mengapa mereka tidak memohon (kepada Allah) dengan kerendahan hati ketika siksaan Kami datang menimpa mereka? Bahkan hati mereka telah menjadi keras dan setan pun menjadikan terasa indah bagi mereka apa yang selalu mereka kerjakan"

Mengapa umat-umat yang mendustakan itu ketika siksa Kami datang kepada mereka, tidak menghinakan diri kepada Kami? Akan tetapi hati mereka malah mengeras dan setan telah membuat mereka berpandangan baik terhadap maksiat-maksiat yang mereka perbuat dan kesyirikan yang mereka kerjakan.

فَلَمَّا نَسُواْ مَا ذُكِّرُواْ بِهِۦ فَتَحْنَا عَلَيْهِمْ أَبْوَٰبَ كُلِّ شَىْءٍ حَتَّىٰٓ إِذَا فَرِحُواْ بِمَآ أُوتُوٓاْ أَخَذْنَٰهُم بَغْتَةً فَإِذَا هُم مُّبْلِسُونَ

(44) "Maka ketika mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu (kesenangan) untuk mereka. Sehingga ketika mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka secara tiba-tiba, maka ketika itu mereka terdiam putus asa."

Ketika mereka menolak melaksanakan perintah-perintah Allah dengan berpaling darinya, Kami bukakan pintu-pintu segala rizki bagi mereka dan Kami gantikan kesengsaraan mereka dengan kesenangan hidup, penderitaan penyakit (mereka) dengan kesehatan fisik sebagai bentuk istidraj (penguluran siksa) dari Kami bagi mereka. Sehingga apabila mereka telah bertindak sewenang-wenang dan terlena dengan kebaikan dan kenikmatan yang Kami berikan kepada mereka, Kami timpakan hukuman pada mereka dengan siksaan secara tiba-tiba. Maka ketika itu mereka hilang harapan dan berputus asa dari segala kebaikan.

فَقُطِعَ دَابِرُ ٱلْقَوْمِ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ ۚ وَٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(45) "Maka orang-orang yang zhalim itu dimusnahkan sampai ke akar-akarnya. Dan segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam"

Maka kaum tersebut dimusnahkan sampai ke akar-akarnya dan dibinasakan karena mereka ingkar kepada Allah dan mendustakan para rasulNya, sehingga tidak ada seorang pun dari mereka yang tersisa. Rasa syukur dan pujian dipanjatkan bagi Allah Pencipta segala sesuatu dan Pemiliknya atas pertolonganNya bagi para waliNya dan kebinasaan para musuhNya.

قُلْ أَرَءَيْتُمْ إِنْ أَخَذَ ٱللَّهُ سَمْعَكُمْ وَأَبْصَٰرَكُمْ وَخَتَمَ عَلَىٰ قُلُوبِكُم مَّنْ إِلَٰهٌ غَيْرُ ٱللَّهِ يَأْتِيكُم بِهِ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ ثُمَّ هُمْ يَصْدِفُونَ

(46) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Terangkanlah kepadaku, jika Allah mencabut pendengaran dan penglihatan kalian serta menutup hati kalian, siapakah tuhan selain Allah yang kuasa mengembalikannya kepada kalian?' Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang (kepada mereka) tanda-tanda Kuasa (Kami), (tetapi) kemudian mereka tetap berpaling."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Beritahukanlah kepadaku jika Allah menghilangkan pendengaran kalian hingga membuat kalian tuli dan merusak pandangan kalian hingga membuat kalian buta dan mengunci hati kalian sehingga kalian menjadi tidak dapat memahami perkataan apa pun, tuhan manakah selain Allah yang kuasa mengembalikan semua itu kepada kalian?" Perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana Kami memvariasikan bentuk hujjah kepada mereka, tetapi mereka setelah itu tetap berpaling dan tidak mau mengingat dan mengambil pelajaran.

قُلْ أَرَءَيْتَكُمْ إِنْ أَتَىٰكُمْ عَذَابُ ٱللَّهِ بَغْتَةً أَوْ جَهْرَةً هَلْ يُهْلَكُ إِلَّا ٱلْقَوْمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(47) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Terangkanlah kepadaku, jika siksaan Allah sampai kepada kalian secara tiba-tiba atau terang-terangan, maka adakah yang dibinasakan (Allah) selain orang-orang yang zhalim ?"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Beritahukanlah kepadaku apabila siksaan Allah datang kepada kalian secara mendadak sedang kalian tidak menyadarinya, atau tampak secara terang-terangan dan kalian dapat menyaksikan dengan mata kepala kalian langsung; apakah ada yang dibinasakan (oleh Allah) selain orang-orang yang zhalim yang telah berbuat melampaui batas dengan cara mengarahkan peribadahan kepada selain Allah ?"

وَمَا نُرْسِلُ ٱلْمُرْسَلِينَ إِلَّا مُبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ ۖ فَمَنْ ءَامَنَ وَأَصْلَحَ فَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ

(48) "Dan tidaklah Kami mengutus para rasul itu, kecuali sebagai para pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan. Barangsiapa beriman dan mengadakan perbaikan, maka tidak ada rasa takut pada mereka dan mereka tidak bersedih hati”

Dan Kami tidaklah mengutus para rasul Kami, melainkan sebagai para pemberi kabar gembira untuk orang-orang yang taat kepada Kami dengan kenikmatan yang abadi dan pemberi peringatan keras terhadap orang-orang yang berbuat maksiat dengan siksaan yang pedih. Siapa saja yang beriman dan membenarkan para rasul serta beramal shalih, maka mereka itu tidak mengalami kekhawatiran tatkala bertemu dengan Tuhan mereka, dan (juga) tidak bersedih hati atas apa yang terlewatkan bagi mereka dari kenikmatan-kenikmatan dunia.

وَٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَمَسُّهُمُ ٱلْعَذَابُ بِمَا كَانُواْ يَفْسُقُونَ

(49) "Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan ditimpa azab karena mereka selalu berbuat fasik (berbuat dosa)”

Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, baik yang berasal dari al-Qur'an maupun mukjizat-mukjizat, maka mereka akan ditimpa siksaan pada Hari Kiamat akibat kekafiran mereka dan keluarnya mereka dari jalur ketaatan kepada Allah .

TUNTUNAN-TUNTUNAN DALAM MENGHADAPI MASYARAKAT

قُل لَّآ أَقُولُ لَكُمْ عِندِى خَزَآئِنُ ٱللَّهِ وَلَآ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ وَلَآ أَقُولُ لَكُمْ إِنِّى مَلَكٌ ۖ إِنْ أَتَّبِعُ إِلَّا مَا يُوحَىٰٓ إِلَىَّ ۚ قُلْ هَلْ يَسْتَوِى ٱلْأَعْمَىٰ وَٱلْبَصِيرُ ۚ أَفَلَا تَتَفَكَّرُونَ

(50) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Aku tidak mengatakan kepada kalian, bahwa perbendaharaan Allah ada padaku, dan aku tidak mengetahui yang ghaib dan aku tidak (pula) mengatakan kepada kalian bahwa aku malaikat. Aku hanya mengikuti apa yang diwahyukan kepadaku. 'Katakanlah, 'Apakah sama antara orang yang buta dengan orang yang melihat? Apakah kalian tidak memikirkan(nya) ?"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya aku tidak mengklaim memiliki perbendaharaan langit dan bumi sehingga aku bisa berbuat apa saja di dalamnya, aku pun tidak mengaku-aku mengetahui perkara-perkara ghaib, dan aku juga tidak mengaku bahwa aku adalah malaikat. Aku hanyalah seorang utusan yang diutus dari sisi Allah. Aku sekedar mengikuti apa yang diwahyukan (Allah) kepadaku dan kemudian aku sampaikan wahyuNya itu kepada umat manusia." Katakanlah wahai Rasul, "Apakah sama orang kafir yang buta untuk menyaksikan ayat-ayat Allah sehingga dia tidak mengimaninya dengan orang Mukmin yang dapat melihat ayat-ayat Allah lalu mengimaninya? (Tentu tidak sama). Apakah kalian tidak mau memikirkan ayat-ayat Allah agar dapat mengetahui kebenaran dan kemudian mengimaninya?"

وَأَنذِرْ بِهِ ٱلَّذِينَ يَخَافُونَ أَن يُحْشَرُوٓاْ إِلَىٰ رَبِّهِمْ ۙ لَيْسَ لَهُم مِّن دُونِهِۦ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ لَّعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

(51) "Peringatkanlah dengannya (al-Qur'an) itu orang-orang yang takut akan dikumpulkan menghadap Tuhan mereka (pada Hari Kiamat), tidak ada bagi mereka pelindung dan pemberi syafa'at (pertolongan) selain Allah, agar mereka bertakwa."

Dan peringatkanlah wahai Rasul, dengan al-Qur'an ini orang-orang yang meyakini bahwa mereka benar-benar akan dihimpun ke hadapan Tuhan mereka. Mereka itu orang-orang yang mempercayai janji-janji Allah dan ancaman-ancamanNya. Mereka tidak memiliki pelindung selain Allah yang menolong mereka dan pemberi syafa'at yang akan memberikan syafa'at bagi mereka di sisi Allah sehingga dapat meloloskan mereka dari siksaanNya. Semoga mereka menjadi bertakwa kepada Allah dengan menjalankan perintah-perintah dan menjauhi larangan-larangan.

وَلَا تَطْرُدِ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ رَبَّهُم بِٱلْغَدَوٰةِ وَٱلْعَشِىِّ يُرِيدُونَ وَجْهَهُۥ ۖ مَا عَلَيْكَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَمَا مِنْ حِسَابِكَ عَلَيْهِم مِّن شَىْءٍ فَتَطْرُدَهُمْ فَتَكُونَ مِنَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(52) "Janganlah engkau mengusir orang-orang yang menyeru Tuhannya di pagi hari dan petang hari, mereka mengharapkan WajahNya. Engkau tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatan mereka dan mereka tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu, yang menyebabkan engkau (berhak) mengusir mereka, sehingga engkau termasuk orang-orang yang zhalim."333

Dan janganlah engkau wahai Nabi, mengusir dari majelismu orang-orang Islam lemah yang menyembah Tuhan mereka di pagi dan petang hari, sedang mereka itu mengharapkan Wajah Allah dengan amal-amal shalih yang mereka perbuat. Engkau tidak terkena tanggung jawab sedikit pun atas perbuatan-perbuatan mereka. Allah-lah yang memintai pertanggungjawaban kepada mereka. Dan mereka pun tidak memikul tanggung jawab sedikit pun terhadap perbuatanmu. Bila engkau mengusir mereka, niscaya engkau termasuk orang-orang yang berbuat melampaui batas rambu-rambu Allah yang meletakkan sesuatu tidak pada tempatnya yang tepat.


[333] Ketika Rasulullah sedang duduk-duduk bersama beberapa orang Mukmin yang dianggap rendah dan miskin oleh kaum Quraisy, datanglah beberapa pemuka Quraisy hendak berbicara dengan Rasulullah , tetapi mereka enggan duduk bersama dengan orang Mukmin itu, dan mereka mengusulkan agar orang-orang Mukmin itu diusir saja, sehingga mereka dapat berbicara dengan Rasulullah lalu turunlah ayat ini.

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوٓاْ أَهَٰٓؤُلَآءِ مَنَّ ٱللَّهُ عَلَيْهِم مِّنۢ بَيْنِنَآ ۗ أَلَيْسَ ٱللَّهُ بِأَعْلَمَ بِٱلشَّٰكِرِينَ

(53) "Demikianlah, Kami telah menguji sebagian mereka (orang yang kaya) dengan sebagian yang lain (orang yang miskin), agar mereka (orang yang kaya itu) berkata,'Orang-orang semacam inikah yang diberi anugerah oleh Allah di antara kita ? (Allah berfirman),'Tidakkah Allah lebih mengetahui tentang mereka yang bersyukur (kepadaNya)?'"

Dan demikianlah, Allah telah menguji sebagian hambaNya dengan sebagian yang lain dengan adanya perbedaan jatah duniawi mereka, baik rizki maupun sifat-sifat fisik. Maka Allah menjadikan sebagian dari mereka orang-orang berharta dan menjadikan sebagian yang lain orang- orang miskin. Dan sebagian yang lain dijadikan manusia-manusia berfisik kuat, sedang sebagian yang lain dijadikan lemah. Lalu Allah menentukan sebagian mereka membutuhkan sebagian yang lain sebagai bentuk cobaan dari Allah bagi mereka melalui cara tersebut. Agar orang-orang kafir yang kaya berkata, "Apakah orang-orang lemah semacam mereka di antara kita itu yang diberi karunia hidayah?" Bukankah Allah itu lebih mengetahui siapa saja yang mensyukuri nikmat-nikmatNya hingga Dia memberikan taufik bagi mereka untuk memperoleh hidayah menuju agamaNya?

وَإِذَا جَآءَكَ ٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِـَٔايَٰتِنَا فَقُلْ سَلَٰمٌ عَلَيْكُمْ ۖ كَتَبَ رَبُّكُمْ عَلَىٰ نَفْسِهِ ٱلرَّحْمَةَ ۖ أَنَّهُۥ مَنْ عَمِلَ مِنكُمْ سُوٓءًۢا بِجَهَٰلَةٍ ثُمَّ تَابَ مِنۢ بَعْدِهِۦ وَأَصْلَحَ فَأَنَّهُۥ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(54) "Dan apabila orang-orang yang beriman kepada ayat-ayat Kami datang kepadamu, maka katakanlah, 'Salamun 'alaikum' (selamat sejahtera untuk kalian). Tuhan kalian telah menetapkan sifat kasih sayang pada DiriNya, (yaitu) barangsiapa berbuat keburukan di antara kalian karena kejahilan, kemudian dia bertaubat setelah itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Dia Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

Wahai Nabi, jika datang kepadamu orang-orang yang membenarkan ayat-ayat Allah yang mempersaksikan kebenaran (risalah)mu, baik dari al-Qur'an maupun lainnya untuk menanyakan (kepadamu) tentang cara bertaubat dari dosa-dosa mereka yang telah lalu, maka muliakanlah mereka dengan membalas salam mereka dan berilah mereka kabar gembira berupa rahmat Allah yang sangat luas (bagi mereka) bahwa Dia telah menetapkan atas diriNya rahmat (kasih sayang) kepada para hambaNya sebagai bentuk kemurahan (dariNya kepada mereka); bahwasanya orang yang telah berbuat dosa karena kejahilan (ketidaktahuan)nya terhadap akibat perbuatan tersebut dan dampaknya yang mengundang kemurkaan Allah -dan perlu diketahui setiap orang yang telah berbuat maksiat kepada Allah, baik tidak sengaja atau dengan penuh kesengajaan, maka hakikatnya adalah seorang yang jahil (bodoh), meskipun dia sudah tahu keharamannya-, kemudian dia bertaubat setelah itu dan menjalankan amal shalih secara kontinu, maka sesungguhnya Allah mengampuni dosanya. Dia Maha Pengampun terhadap para hambaNya yang bertaubat dan Maha Pengasih terhadap mereka.

وَكَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ وَلِتَسْتَبِينَ سَبِيلُ ٱلْمُجْرِمِينَ

(55) "Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat al-Qur'an, (agar terlihat jelas jalan orang-orang yang shalih) dan agar terlihat jelas (pula) jalan orang-orang yang gemar berbuat dosa

Dengan penjelasan yang sedemikian rupa yang telah Kami paparkan kepadamu wahai Rasul, Kami menerangkan hujjah-hujjah yang sangat jelas untuk setiap kebenaran yang diingkari oleh para pembela kebatilan agar kebenaran menjadi tampak jelas dan supaya jalan orang-orang batil para penentang rasul-rasul (juga) kian terang.

قُلْ إِنِّى نُهِيتُ أَنْ أَعْبُدَ ٱلَّذِينَ تَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ ۚ قُل لَّآ أَتَّبِعُ أَهْوَآءَكُمْ ۙ قَدْ ضَلَلْتُ إِذًا وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُهْتَدِينَ

(56) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Aku dilarang menyembah tuhan-tuhan yang kalian sembah selain Allah' Katakanlah, 'Aku tidak akan mengikuti keinginan kalian. Jika berbuat demikian, sungguh tersesatlah aku dan aku tidak termasuk orang-orang yang mendapat petunjuk'"

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya Allah melarang diriku menyembah berhala-berhala yang kalian sembah selain Allah." Dan katakanlah kepada mereka, "Aku tidak akan mengikuti keinginan-keinginan kalian. Sungguh, aku akan tersesat dari jalan yang lurus dan tidaklah pula (aku) termasuk orang yang memperoleh hidayah, jika aku mengikuti keinginan hawa nafsu kalian."

قُلْ إِنِّى عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّى وَكَذَّبْتُم بِهِۦ ۚ مَا عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦٓ ۚ إِنِ ٱلْحُكْمُ إِلَّا لِلَّهِ ۖ يَقُصُّ ٱلْحَقَّ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلْفَٰصِلِينَ

(57) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Sesungguhnya aku (berada) di atas keterangan yang nyata (al-Qur'an) dari Tuhanku sedang kalian mendustakannya. Bukanlah kewenanganku (untuk menurunkan azab) yang kalian tuntut untuk disegerakan kedatangannya. Menetapkan (hukum itu) hanyalah hak Allah. Dia menerangkan kebenaran dan Dia adalah Pemberi keputusan yang terbaik'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya aku berada di atas ilmu yang terang yang bersumber dari syariat Allah yang diwahyukanNya kepadaku. Yaitu, mengesakanNya semata-mata dengan ibadah, sedang kalian mendustakannya. Dan bukanlah dalam jangkauan kemampuanku untuk menurunkan siksaan yang kalian minta supaya disegerakan kedatangannya. Tiadalah ketetapan penundaan (kedatangan) nya kecuali tergantung kepada Allah . Dia menerangkan kebenaran dan Dia-lah sebaik-baik Dzat yang memutuskan antara kebenaran dan kebatilan melalui keputusan dan hukumNya.

قُل لَّوْ أَنَّ عِندِى مَا تَسْتَعْجِلُونَ بِهِۦ لَقُضِىَ ٱلْأَمْرُ بَيْنِى وَبَيْنَكُمْ ۗ وَٱللَّهُ أَعْلَمُ بِٱلظَّٰلِمِينَ

(58) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Seandainya ada padaku apa (azab) yang kalian minta agar disegerakan kedatangannya, tentu selesailah segala perkara antara aku dan kalian.'334 Dan Allah lebih mengetahui tentang orang-orang yang zhalim."

Katakanlah wahai Rasul, "Sekiranya aku memiliki kemampuan menurunkan siksaan yang kalian minta dipercepat kedatangannya, pastilah akan aku timpakan pada kalian (dengan segera), sehingga selesailah urusan antara aku dan kalian." Akan tetapi, urusan tersebut tergantung kepada Allah . Dia lebih mengetahui tentang orang-orang zhalim yang melakukan perbuatan-perbuatan melampaui batas hingga menyekutukan selain Allah denganNya.


[334] yakni, tentu Allah ii menurunkan azab kepada kalian sampai kalian binasa.

۞ وَعِندَهُۥ مَفَاتِحُ ٱلْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَآ إِلَّا هُوَ ۚ وَيَعْلَمُ مَا فِى ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۚ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِى كِتَٰبٍ مُّبِينٍ

(59) "Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada padaNya; tidak ada yang mengetahuinya selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur, kecuali Dia mengetahuinya, tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, kecuali tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuzh)"

Dan di sisi Allah-lah kunci-kunci perkara-perkara ghaib, yaitu perbendaharaan perkara-perkara ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Dia saja. Di antaranya adalah pengetahuan tentang (waktu kedatangan) Hari Kiamat, (waktu) turunnya hujan, janin yang ada di dalam rahim, rizki di masa depan serta tempat kematian seseorang. Dia Mengetahui semua yang ada di darat dan laut. Dan tidaklah ada dedaunan yang gugur dari satu tanaman, kecuali Dia mengetahuinya. Dan setiap biji yang ada di tempat tersembunyi di dalam tanah, setiap sesuatu yang basah dan kering, (semuanya) tertulis rapi dalam buku yang nyata, tidak ada kesamaran sama sekali di dalamnya, yaitu Lauhul Mahfuzh.

وَهُوَ ٱلَّذِى يَتَوَفَّىٰكُم بِٱلَّيْلِ وَيَعْلَمُ مَا جَرَحْتُم بِٱلنَّهَارِ ثُمَّ يَبْعَثُكُمْ فِيهِ لِيُقْضَىٰٓ أَجَلٌ مُّسَمًّى ۖ ثُمَّ إِلَيْهِ مَرْجِعُكُمْ ثُمَّ يُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

(60) 'Dan Dia-lah Yang menidurkan kalian pada malam hari dan Dia mengetahui apa yang kalian kerjakan pada siang hari. Kemudian Dia membangunkan kalian pada siang hari untuk disempurnakan umur (kalian) yang telah ditetapkan. Kemudian kepadaNya tempat kalian kembali, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang telah kalian kerjakan."

Dia-lah Allah yang mencabut ruh-ruh kalian di malam hari dengan cara yang menyerupai tercabutnya nyawa-nyawa dalam kematian. Dan Dia mengetahui aktivitas-aktivitas yang kalian usahakan di siang hari, kemudian Dia mengembalikan ruh-ruh kalian ke jasad-jasad kalian ketika terjaga dari tidur di siang harinya dengan kondisi yang menyerupai orang-orang yang hidup setelah kematian untuk disempurnakan ajal-ajal kalian yang telah ditentukan di dunia. Kemudian kepada Allah lah tempat kembali kalian setelah dibangkitkan dari kubur-kubur kalian dalam keadaan hidup, lalu Dia mengabarkan apa saja yang telah kalian kerjakan dalam kehidupan dunia kalian dan memberikan balasan kepada kalian karena hal itu.

وَهُوَ ٱلْقَاهِرُ فَوْقَ عِبَادِهِۦ ۖ وَيُرْسِلُ عَلَيْكُمْ حَفَظَةً حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءَ أَحَدَكُمُ ٱلْمَوْتُ تَوَفَّتْهُ رُسُلُنَا وَهُمْ لَا يُفَرِّطُونَ

(61) "Dan Dia-lah Yang Maha Berkuasa di atas semua hamba-hambaNya, dan diutusNya kepada kalian malaikat-malaikat penjaga, sehingga apabila kematian datang kepada salah seorang di antara kalian, malaikat-malaikat Kami mencabut nyawanya dan mereka tidak melalaikan tugasnya."

Dan Allah , Dia-lah yang memiliki kekuasaan tertinggi di atas semua makhluk, dengan ketinggian secara mutlak dari segala aspek, yang layak dengan keagungan Allah . Tiap-tiap makhluk tunduk terhadap kemuliaan dan keagunganNya. Dan Dia mengutus kepada para hambaNya malaikat-malaikat yang menjaga amal perbuatan mereka dan menghitungnya, hingga ketika kematian mendatangi salah seorang dari mereka, maka malaikat maut dan para pendampingnya mencabut ruhnya, sedang mereka tidak menyia-nyiakan perintah yang menjadi tugas mereka.

ثُمَّ رُدُّوٓاْ إِلَى ٱللَّهِ مَوْلَىٰهُمُ ٱلْحَقِّ ۚ أَلَا لَهُ ٱلْحُكْمُ وَهُوَ أَسْرَعُ ٱلْحَٰسِبِينَ

(62) "Kemudian mereka (hamba-hamba Allah) dikembalikan kepada Allah, Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah bahwa segala hukum (pada hari itu) adalah wewenangNya. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat ."

Kemudian mereka yang telah mati itu akan dikembalikan kepada Allah , Penguasa mereka yang sebenarnya. Ketahuilah, bahwa segala keputusan dan hukuman pada Hari Kiamat di antara para hambaNya hanyalah wewenangNya. Dan Dia-lah Pembuat perhitungan yang paling cepat.

قُلْ مَن يُنَجِّيكُم مِّن ظُلُمَٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ تَدْعُونَهُۥ تَضَرُّعًا وَخُفْيَةً لَّئِنْ أَنجَىٰنَا مِنْ هَٰذِهِۦ لَنَكُونَنَّ مِنَ ٱلشَّٰكِرِينَ

(63) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Siapakah yang dapat menyelamatkan kalian dari kegelapan-kegelapan335 di darat dan di laut, ketika kalian berdoa kepadaNya dengan rendah hati dan dengan suara yang lembut?' (Dengan mengatakan), 'Sekiranya Dia menyelamatkan kami dari semua ini, niscaya kami benar-benar menjadi orang-orang yang bersyukur'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Siapakah yang akan menyelamatkan kalian dari rasa ketakutan yang muncul akibat bahaya-bahaya yang ada di darat dan laut? Bukankah Dia adalah Allah yang kalian seru dengan doa dalam kondisi-kondisi sulit dengan penuh kerendahan diri, baik dengan suara keras dan lirih?" Kalian mengatakan, "Jika Tuhan kami berkenan menyelamatkan kami dari bahaya-bahaya ini, pastilah kami akan termasuk orang-orang yang bersyukur (kepadaNya) dengan cara beribadah hanya kepadaNya tanpa menyekutukanNya dengan apa pun."


[335] yakni, kesulitran dan bencana.

قُلِ ٱللَّهُ يُنَجِّيكُم مِّنْهَا وَمِن كُلِّ كَرْبٍ ثُمَّ أَنتُمْ تُشْرِكُونَ

(64) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Allah yang menyelamatkan kalian dari semua itu dan dari segala macam kesusahan, namun kemudian kalian (kembali) mempersekutukanNya"

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Hanya Allah-lah yang (berkuasa) menyelamatkan kalian dari mara bahaya tersebut dan dari segala kesulitan. Namun setelah itu, kalian menyekutukan makhluk denganNya dalam ibadah."

قُلْ هُوَ ٱلْقَادِرُ عَلَىٰٓ أَن يَبْعَثَ عَلَيْكُمْ عَذَابًا مِّن فَوْقِكُمْ أَوْ مِن تَحْتِ أَرْجُلِكُمْ أَوْ يَلْبِسَكُمْ شِيَعًا وَيُذِيقَ بَعْضَكُم بَأْسَ بَعْضٍ ۗ ٱنظُرْ كَيْفَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَفْقَهُونَ

(65) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Dia-lah Yang Mahakuasa mengirimkan azab kepada kalian, dari atas kalian atau dari bawah kaki kalian336 atau Dia mencampurkan kalian dalam golongan-golongan (yang saling bertentangan) dan merasakan kepada sebagian kalian keganasan sebagian yang lain.' Perhatikanlah bagaimana Kami menjelaskan berulang-ulang tanda-tanda (Kuasa Kami)337 agar mereka memahami (nya)"

Katakanlah wahai Rasul, "Allah Mahakuasa mengirim kepada kalian siksaan dari arah atas kalian, seperti hujan batu, angin topan, dan siksaan lain yang serupa dengannya, atau dari arah bawah kalian, dengan gempa bumi dan tertelan perut bumi, atau mengacaukan urusan kalian sehingga kalian terkotak-kotak dalam golongan-golongan yang saling berseteru, sebagian kalian menghabisi sebagian lainnya." Perhatikanlah wahai Rasul, bagaimana Kami memvariasikan hujjah-hujjah yang jelas bagi kaum musyrikin agar mereka dapat memahami dan mengambil pelajaran.


[336] Azab yang datang dari atas seperti hujan batu, sambaran petir, dan lain-lain. Yang datang dari bawah seperti gempa bumi, banjir, dan sebagainya.

[337] Allah menjelaskan tanda-tanda KuasaNya dalam berbagai rupa dengan cara yang berganti-ganti. Ada pula ahli tafsir yang mengartikan ayat di sini dengan ayat-ayat yang berupa peringatan, cerita-centa, hukum, dan lain-lain.

وَكَذَّبَ بِهِۦ قَوْمُكَ وَهُوَ ٱلْحَقُّ ۚ قُل لَّسْتُ عَلَيْكُم بِوَكِيلٍ

(66) "Dan kaummu mendustakannya (azab),338 padahal (azab) itu benar adanya. Katakanlah (wahai Rasul),'Aku ini bukanlah penanggung jawab kalian?

Dan orang-orang kafir dari kaummu mendustakan al-Qur'an wahai Rasul, sedang ia adalah kitab yang benar dalam seluruh ajaran yang dikandungnya. Katakanlah kepada mereka, "Aku bukanlah orang yang disuruh menjaga dan mengawasi kalian. Aku hanyalah seorang utusan Allah, yang (bertugas) menyampaikan kepada kalian risalah yang aku diutus untuk menyampaikannya kepada kalian."


[338] Sebagian ahli tafsir mengatakan bahwa yang didustakan itu ialah al-Qur'an.

لِّكُلِّ نَبَإٍ مُّسْتَقَرٌّ ۚ وَسَوْفَ تَعْلَمُونَ

(67) "Setiap berita (yang dibawa oleh rasul) ada (waktu) terjadinya dan kelak kalian akan mengetahui"

Tiap-tiap berita (dari rasul-rasul) ada ketetapan waktu yang akan terjadi padanya dan batasan akhir yang mana ia akan berhenti padanya, sehingga kebenaran akan tampak jelas dari kebatilan. Dan kalian akan mengetahui wahai orang-orang kafir akibat dari tindakan kalian ketika datangnya azab Allah terhadap kalian.

وَإِذَا رَأَيْتَ ٱلَّذِينَ يَخُوضُونَ فِىٓ ءَايَٰتِنَا فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ حَتَّىٰ يَخُوضُواْ فِى حَدِيثٍ غَيْرِهِۦ ۚ وَإِمَّا يُنسِيَنَّكَ ٱلشَّيْطَٰنُ فَلَا تَقْعُدْ بَعْدَ ٱلذِّكْرَىٰ مَعَ ٱلْقَوْمِ ٱلظَّٰلِمِينَ

(68) "Apabila engkau (wahai Rasul) melihat orang-orang memperolok-olok ayat- ayat Kami, maka berpalinglah dari mereka hingga mereka beralih ke pembicaraan lain. Dan jika setan benar-benar menjadikan engkau lupa (akan larangan ini), setelah ingat kembali janganlah engkau duduk bersama orang-orang yang zhalim."

Apabila engkau wahai Rasul, melihat kaum musyrikin yang berbicara tentang ayat-ayat al-Qur'an dengan cara-cara batil dan olokan, maka menjauhlah dari mereka sehingga mereka mulai berbicara dalam perkara lain. Apabila setan membuatmu lupa tentang perintah ini, maka setelah engkau ingat, janganlah duduk lagi bersama orang-orang yang melakukan tindakan melampaui batas yang berbicara tentang ayat-ayat Allah dengan kebatilan. 

وَمَا عَلَى ٱلَّذِينَ يَتَّقُونَ مِنْ حِسَابِهِم مِّن شَىْءٍ وَلَٰكِن ذِكْرَىٰ لَعَلَّهُمْ يَتَّقُونَ

(69) "Orang-orang yang bertakwa tidak ada tanggung jawab sedikit pun atas (dosa-dosa) mereka; tetapi (berkewajiban) mengingatkan agar mereka (juga) bertakwa"

Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun di hadapan Allah atas orang-orang yang beriman yang takut kepada Allah dengan menaati perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya terhadap orang-orang yang hanyut dalam pembicaraan batil lagi memperolok-olok ayat-ayat Allah. Akan tetapi, menjadi kewajiban mereka untuk mengingatkan orang-orang tersebut agar menghentikan ucapan-ucapan batil mereka, semoga mereka takut kepada Allah .

وَذَرِ ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُواْ دِينَهُمْ لَعِبًا وَلَهْوًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ وَذَكِّرْ بِهِۦٓ أَن تُبْسَلَ نَفْسٌۢ بِمَا كَسَبَتْ لَيْسَ لَهَا مِن دُونِ ٱللَّهِ وَلِىٌّ وَلَا شَفِيعٌ وَإِن تَعْدِلْ كُلَّ عَدْلٍ لَّا يُؤْخَذْ مِنْهَآ ۗ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ أُبْسِلُواْ بِمَا كَسَبُواْ ۖ لَهُمْ شَرَابٌ مِّنْ حَمِيمٍ وَعَذَابٌ أَلِيمٌۢ بِمَا كَانُواْ يَكْفُرُونَ

(70) "Tinggalkanlah orang-orang yang menjadikan agamanya sebagai permainan dan senda gurau, dan mereka telah tertipu oleh kehidupan dunia. Peringatkanlah (mereka) dengannya (al-Qur'an) agar setiap orang tidak terjerumus (ke dalam neraka), karena usahanya sendiri. Tidak ada baginya pelindung dan pemberi sypfa'at (pertolongan) selain Allah. Dan jika dia hendak menebus dengan segala macam tebusan apa pun, niscaya tidak akan diterima. Mereka itulah orang- orang yang dijerumuskan (ke dalam neraka), disebabkan usaha mereka sendiri. Mereka mendapat minuman dari air yang mendidih dan (mendapat) azab yang pedih disebabkan kekafiran mereka dahulu"

Dan tinggalkanlah olehmu wahai Rasul, orang-orang musyrik yang menjadikan agama Islam sebagai bahan permainan dan senda gurau, dengan memperolok ayat-ayat Allah . Dan mereka pun telah teperdaya oleh dunia dengan segala keindahannya. Dan ingatkanlah mereka itu dan orang selain mereka dengan al-Qur'an agar jiwa-jiwa mereka tidak terpasung oleh dosa-dosa dan kekafirannya kepada Tuhannya. Sebab, tidak ada baginya penolong selain Allah yang akan menolongnya sehingga dapat menyelamatkannya dari siksaan, juga tidak ada pemberi syafa'at baginya di sisi Allah. Meskipun dia mengajukan tebusan dengan apa saja, niscaya tidak akan diterima darinya. Mereka yang telah terpasung oleh dosa-dosa mereka itu, bagi mereka minuman yang sangat panas di dalam Neraka dan siksaan yang pedih, akibat kekafiran mereka kepada Allah dan RasulNya, Muhammad dan agama Islam. 

قُلْ أَنَدْعُواْ مِن دُونِ ٱللَّهِ مَا لَا يَنفَعُنَا وَلَا يَضُرُّنَا وَنُرَدُّ عَلَىٰٓ أَعْقَابِنَا بَعْدَ إِذْ هَدَىٰنَا ٱللَّهُ كَٱلَّذِى ٱسْتَهْوَتْهُ ٱلشَّيَٰطِينُ فِى ٱلْأَرْضِ حَيْرَانَ لَهُۥٓ أَصْحَٰبٌ يَدْعُونَهُۥٓ إِلَى ٱلْهُدَى ٱئْتِنَا ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۖ وَأُمِرْنَا لِنُسْلِمَ لِرَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(71) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Apakah kita akan berdoa (memohon) kepada sesuatu selain Allah, yang tidak dapat memberi manfaat dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kita? Dan (apakah) kita akan dikembalikan ke belakang,339 setelah Allah memberi petunjuk kepada kita, seperti orang yang telah disesatkan oleh setan di bumi, dalam keadaan kebingungan. Dia memiliki kawan-kawan yang mengajaknya ke jalan yang lurus (dengan mengatakan), 'Ikutilah kami?" Katakanlah, 'Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang sebenarnya); dan kita diperintahkan agar berserah diri kepada Tuhan seluruh alam,'

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Apakah (pantas) kami menyembah berhala-berhala selain Allah yang tidak dapat mendatangkan manfaat dan tidak dapat membawa kemudaratan? Dan apakah kami akan kembali kepada kekafiran, setelah Allah memberikan kami hidayah kepada Islam, sehingga kami serupa -ketika kembali menuju kekafiran- dengan orang yang rusak akalnya gara-gara digelincirkan oleh setan dan menjadi sesat di muka bumi, sedang dia memiliki kawan-kawan berakal lurus yang beriman yang memanggilnya menuju jalan yang benar yang mereka pegangi, namun dia menolaknya?" Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya hidayah yang Allah mengutusku dengan membawanya, adalah petunjuk yang benar. Dan kita semua diperintahkan untuk berserah diri kepada Allah Rabbul' Alamin, dengan beribadah hanya kepadaNya, tiada sekutu bagiNya. Dia adalah Penguasa segala sesuatu dan Pemiliknya.


[339] Maksudnya adalah Syirik

وَأَنْ أَقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ وَٱتَّقُوهُ ۚ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ إِلَيْهِ تُحْشَرُونَ

(72) 'dan agar mendirikan shalat serta bertakwa kepadaNya.' Dan Dia-lah Tuhan yang kepadaNya kalian semua akan dihimpun."

Dan demikian pula kita semua diperintahkan untuk mendirikan shalat secara sempurna dan bertakwa kepadaNya dengan cara melaksanakan segala perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya." Dia-lah Allah yang kepadaNya semua makhluk akan dikumpulkan pada Hari Kiamat.

وَهُوَ ٱلَّذِى خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ بِٱلْحَقِّ ۖ وَيَوْمَ يَقُولُ كُن فَيَكُونُ ۚ قَوْلُهُ ٱلْحَقُّ ۚ وَلَهُ ٱلْمُلْكُ يَوْمَ يُنفَخُ فِى ٱلصُّورِ ۚ عَٰلِمُ ٱلْغَيْبِ وَٱلشَّهَٰدَةِ ۚ وَهُوَ ٱلْحَكِيمُ ٱلْخَبِيرُ

(73) "Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dengan hak (benar), ketika Dia berkata, 'Jadilah? Maka jadilah sesuatu itu. FirmanNya adalah benar, dan milikNya-lah segala kekuasaan pada waktu sangkakala ditiup. Dia mengetahui yang ghaib dan yang nyata. Dan Dia-lah Yang Mahabijaksana lagi Mahateliti."

Dan Allah , Dia-lah Dzat yang menciptakan langit dan bumi dengan tujuan yang haq. Dan ingatlah wahai Rasul, ketika Dia akan berfirman pada Hari Kiamat, "Jadilah", maka jadilah apa yang diperintahNya secepat kedipan mata atau bahkan lebih cepat. FirmanNya merupakan kebenaran yang sempurna. BagiNya semata kekuasaan pada hari ketika malaikat meniup sangkakala pada tiupannya yang kedua yang menjadi saat kembalinya ruh-ruh ke jasad-jasadnya. Dan Dia Dzat yang mengetahui yang apa yang luput dari indra kalian wahai sekalian manusia, dan juga apa yang dapat kalian saksikan. Dan Dia-lah Dzat Yang Mahabijaksana, Yang menempatkan segala perkara pada tempatnya (yang tepat), lagi Maha Mengetahui seluruh urusan makhlukNya. Dan Allah , Dia-lah yang secara khusus menguasai urusan-urusan ini dan perkara-perkara lainnya, dari permulaan hingga kejadian akhirnya, tentang perkembangan hingga tempat kembalinya. Dan Dia-lah yang Tuhan Yang wajib ditaati syariat- Nya oleh para hamba, diterima ketetapan hukumNya dengan tulus dan diharap-harapkan keridhaan dan ampunanNya.

CARA NABI IBRAHIM MEMBIMBING KAUMNYA KEPADA AGAMA TAUHID

۞ وَإِذْ قَالَ إِبْرَٰهِيمُ لِأَبِيهِ ءَازَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا ءَالِهَةً ۖ إِنِّىٓ أَرَىٰكَ وَقَوْمَكَ فِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ

(74) ”Dan (ingatlah) ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar,340 Pantaskah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan-tuhan sembahan? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesalan yang nyata'."

Dan ingatlah wahai Rasul, dialog antara Ibrahim dengan ayahnya, Azar, ketika ia berkata kepada sang ayah, "Mengapa engkau menjadikan berhala-berhala itu sebagai tuhan-tuhan yang engkau sembah selain Allah ? Sesungguhnya aku melihatmu dan kaummu dalam kesesatan yang nyata dari jalan yang lurus."


[340] Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud dengan (ayahnya) ialah pamannya.

وَكَذَٰلِكَ نُرِىٓ إِبْرَٰهِيمَ مَلَكُوتَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ وَلِيَكُونَ مِنَ ٱلْمُوقِنِينَ

(75) "Dan demikianlah Kami memperlihatkan kepada Ibrahim kekuasaan (Kami yang terdapat) di langit dan di bumi, dan agar dia termasuk orang-orang yang yakin."

Dan sebagaimana Kami telah memberikan Ibrahim hidayah menuju jalan yang haq dalam perkara peribadahan, Kami juga memper-lihatkan kepadanya kerajaan agung dan kekuasaan yang mencengangkan pandangan yang terdapat di langit dan bumi agar dia termasuk di antara orang-orang yang mendalam dalam keimanannya.

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ ٱلَّيْلُ رَءَا كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَآ أُحِبُّ ٱلْءَافِلِينَ

(76) "Ketika malam telah menjadi gelap, dia (Ibrahim) melihat sebuah bintang (lalu) dia berkata (kepada kaumnya), Inilah Tuhanku. Maka ketika bintang itu terbenam, dia berkata, 'Aku tidak suka kepada yang terbenam'."

Ketika malam gelap telah menyapa Ibrahim dan menutupinya, dia mulai melancarkan argumentasi kepada kaumnya untuk menetapkan kepada mereka bahwa ajaran agama yang mereka pegangi adalah batil. Mereka adalah orang-orang yang menyembah bintang-bintang. Ibrahim melihat bintang sambil berkata untuk menarik kaumnya secara perlahan-lahan (dari keyakinan mereka) dan menuntut mereka agar bertauhid kepada Allah, "Ini adalah Tuhanku." Ketika bintang itu tenggelam, dia berkata, "Aku tidak menyukai Tuhan yang bisa lenyap."

فَلَمَّا رَءَا ٱلْقَمَرَ بَازِغًا قَالَ هَٰذَا رَبِّى ۖ فَلَمَّآ أَفَلَ قَالَ لَئِن لَّمْ يَهْدِنِى رَبِّى لَأَكُونَنَّ مِنَ ٱلْقَوْمِ ٱلضَّآلِّينَ

(77) "Lalu ketika dia melihat bulan terbit, dia berkata, 'Inilah Tuhanku.' Tetapi ketika bulan itu terbenam, dia berkata,'Sungguh jika Tuhanku tidak memberi petunjuk kepadaku, pastilah aku termasuk orang-orang yang sesat'."

Tatkala Ibrahim melihat bulan tengah terbit, dia berkata kepada kaumnya -sebagai cara untuk menarik penentangnya secara perlahan- lahan (dari keyakinan yang salah)-, "Ini adalah Tuhanku." Ketika bulan tersebut tenggelam, dia berkata dengan menunjukkan kebutuhannya terhadap hidayah Rabbnya, "Jika Tuhanku tidak memberikan taufik ke-padaku menuju kebenaran dalam bertauhid kepadaNya, niscaya aku pasti termasuk orang-orang yang sesat dari jalan lurus dengan menyembah selain Allah .

فَلَمَّا رَءَا ٱلشَّمْسَ بَازِغَةً قَالَ هَٰذَا رَبِّى هَٰذَآ أَكْبَرُ ۖ فَلَمَّآ أَفَلَتْ قَالَ يَٰقَوْمِ إِنِّى بَرِىٓءٌ مِّمَّا تُشْرِكُونَ

(78) "Kemudian ketika dia melihat matahari terbit, dia berkata,'Inilah Tuhanku, ini lebih besar.' Tetapi ketika matahari terbenam, dia berkata, 'Wahai kaumku! Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan.'

Ketika Ibrahim melihat matahari sedang terbit, dia berkata kepada kaumnya, "Inilah Tuhanku, ini lebih besar dari bintang-bintang dan bulan." Ketika matahari telah tenggelam, dia berkata kepada kaumnya, "Sesungguhnya aku berlepas diri dari apa yang kalian persekutukan berupa menyembah berhala-berhala, bintang-bintang, dan patung-patung yang kalian sembah selain Allah .

إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(79) 'Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) Yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang musyrik'."

Sesungguhnya aku menghadapkan diriku dalam ibadah hanya kepada Allah , Dia-lah Dzat yang menciptakan langit dan bumi, engan berpaling dari syirik menuju tauhid, dan aku bukanlah termasuk orang- orang yang mempersekutukan sesuatu bersama Allah."

وَحَآجَّهُۥ قَوْمُهُۥ ۚ قَالَ أَتُحَٰٓجُّوٓنِّى فِى ٱللَّهِ وَقَدْ هَدَىٰنِ ۚ وَلَآ أَخَافُ مَا تُشْرِكُونَ بِهِۦٓ إِلَّآ أَن يَشَآءَ رَبِّى شَيْـًٔا ۗ وَسِعَ رَبِّى كُلَّ شَىْءٍ عِلْمًا ۗ أَفَلَا تَتَذَكَّرُونَ

(80) "Dan kaumnya mendebatnya. Dia (Ibrahim) berkata, 'Apakah kalian hendak mendebatku tentang Allah, padahal Dia benar-benar telah memberi petunjuk kepadaku? Aku tidak takut kepada (malapetaka dari) apa yang kalian persekutukan dengan Allah, kecuali Thhanku menghendaki sesuatu. Ilmu Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka tidakkah kalian dapat mengambil pelajaran?'

Dan kaumnya membantahnya dalam perkara pengesaan Allah Maka Ibrahim menjawab, "Apakah pantas kalian membantah tentang tauhidku kepada Allah dengan ibadah, sedang Dia telah memberikan taufik kepadaku untuk mengenal keesaanNya? Dan bila kalian menakut-nakuti diriku dengan tuhan-tuhan kalian yang akan menimpakan malapetaka kepada diriku, sesungguhnya aku pantang takut kepadanya, karena ia tidak akan mendatangkan mara bahaya bagiku kecuali jika Tuhanku menghendaki sesuatu terjadi (padaku). Pengetahuan Tuhanku meliputi segala sesuatu. Maka apakah kalian mau mengambil pelajaran (darinya) sehingga kalian mengetahui bahwa sesungguhnya Dia-lah Tuhan satu-satunya Yang berhak diibadahi?

وَكَيْفَ أَخَافُ مَآ أَشْرَكْتُمْ وَلَا تَخَافُونَ أَنَّكُمْ أَشْرَكْتُم بِٱللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِۦ عَلَيْكُمْ سُلْطَٰنًا ۚ فَأَىُّ ٱلْفَرِيقَيْنِ أَحَقُّ بِٱلْأَمْنِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

(81) 'Bagaimana aku takut kepada apa yang kalian persekutukan (dengan Allah), padahal kalian tidak takut dengan apa yang Allah sendiri tidak menurunkan bukti (hujjah) kepada kalian untuk mempersekutukanNya? Manakah dari kedua golongan itu yang lebih berhak mendapat keamanan (dari malapetaka), jika kalian mengetahui ?”'341

Bagaimana aku harus menjadi takut kepada berhala-berhala kalian, sedang kalian tidak takut kepada Tuhanku Yang telah menciptakan kalian dan berhala-berhala yang kalian persekutukan dengan Allah dalam ibadah, tanpa ada hujjah (dasar kuat) bagi kalian dalam perkara tersebut? Maka manakah dari dua golongan itu, yaitu golongan orang-orang musyrik dan golongan orang-orang yang bertauhid, yang lebih berhak memperoleh ketenangan dan keselamatan serta keamanan dari siksa Allah? Jika kalian mengetahui kebenaran apa yang aku katakan, maka sampaikanlah kepadaku."


[341] Setelah Allah memperlihatkan kepada Nabi Ibrahim tanda-tanda keagnnganNya dan dengan itu teguhlah imannya kepada Allah (ayat 75), maka Nabi Ibrahim menyeru kaumnya kepada tauhid dengan mengikuti jalan pikiran mereka.

ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَلَمْ يَلْبِسُوٓاْ إِيمَٰنَهُم بِظُلْمٍ أُوْلَٰٓئِكَ لَهُمُ ٱلْأَمْنُ وَهُم مُّهْتَدُونَ

(82) "Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezhaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk."

Orang-orang yang mempercayai Allah dan mengikuti RasulNya, dan tidak mencampuradukkan keimanan mereka dengan kesyirikan, mereka itulah yang akan mendapatkan ketenangan dan keselamatan, dan mereka itulah orang-orang yang memperoleh taufik menuju jalan yang haq.

وَتِلْكَ حُجَّتُنَآ ءَاتَيْنَٰهَآ إِبْرَٰهِيمَ عَلَىٰ قَوْمِهِۦ ۚ نَرْفَعُ دَرَجَٰتٍ مَّن نَّشَآءُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

(83) "Dan itulah hujjah Kami yang Kami berikan kepada Ibrahim untuk menghadapi kaumnya. Kami tinggikan derajat siapa yang Kami kehendaki. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui."

Hujjah yang dikemukakan Ibrahim untuk menghadapi kaumnya itu merupakan hujjah Kami yang telah Kami berikan taufik untuk itu kepada Ibrahim hingga semua dalih mereka terpatahkan. Kami tinggikan siapa saja yang Kami kehendaki dari para hamba Kami beberapa derajat di dunia dan akhirat. Sesungguhnya Tuhanmu itu Mahabijaksana dalam pengaturan makhlukNya dan Maha Mengetahui tentang mereka.

MEREKA YANG TELAH DIBERI KITAB, HIKMAH, DAN KENABIAN

وَوَهَبْنَا لَهُۥٓ إِسْحَٰقَ وَيَعْقُوبَ ۚ كُلًّا هَدَيْنَا ۚ وَنُوحًا هَدَيْنَا مِن قَبْلُ ۖ وَمِن ذُرِّيَّتِهِۦ دَاوُۥدَ وَسُلَيْمَٰنَ وَأَيُّوبَ وَيُوسُفَ وَمُوسَىٰ وَهَٰرُونَ ۚ وَكَذَٰلِكَ نَجْزِى ٱلْمُحْسِنِينَ

(84) "Dan Kami telah menganugerahkan Ishaq dan Ya'qub kepadanya. Kepada masing-masing telah Kami beri petunjuk; dan sebelum itu Kami telah memberi petunjuk kepada Nuh dan kepada sebagian dari keturunannya, yaitu, Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun; dan demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik,"

Dan Kami menganugerahi Ibrahim karunia dengan memberikan kepadanya putra bernama Ishaq dan cucu bernama Ya'qub, dan sungguh Kami telah memberikan taufik kepada mereka berdua untuk meniti jalan yang lurus. Demikian juga sebelumnya Kami telah memberikan taufik menuju kebenaran kepada Nuh, sebelum Ibrahim, Ishaq dan Ya'qub. Demikian juga Kami telah memberikan taufik menuju kebenaran bagi keturunan Nuh, yaitu Dawud, Sulaiman, Ayyub, Yusuf, Musa, dan Harun Sebagaimana Kami telah memberikan balasan baik bagi para nabi itu atas perbuatan-perbuatan baik mereka, Kami pun akan memberikan balasan baik pula bagi setiap orang yang berbuat baik.

وَزَكَرِيَّا وَيَحْيَىٰ وَعِيسَىٰ وَإِلْيَاسَ ۖ كُلٌّ مِّنَ ٱلصَّٰلِحِينَ

(85) "dan Zakaria, Yahya, Isa dan Ilyas; semuanya termasuk orang-orang yang shalih,"

Begitu pula, Kami telah memberi hidayah kepada Zakaria, Yahya, Isa, dan Ilyas. Semua nabi itu termasuk orang-orang shalih.

وَإِسْمَٰعِيلَ وَٱلْيَسَعَ وَيُونُسَ وَلُوطًا ۚ وَكُلًّا فَضَّلْنَا عَلَى ٱلْعَٰلَمِينَ

(86) "dan Isma'il, al-Yasa', Yunus dan Luth; masing-masing Kami lebihkan (derajatnya) di atas umat lain (pada masanya),"

Dan Kami memberikan hidayah pula kepada Isma'il, al-Yasa', Yunus, dan Luth. Para rasul itu telah Kami lebihkan derajatnya di atas manusia-manusia pada zaman mereka.

وَمِنْ ءَابَآئِهِمْ وَذُرِّيَّٰتِهِمْ وَإِخْوَٰنِهِمْ ۖ وَٱجْتَبَيْنَٰهُمْ وَهَدَيْنَٰهُمْ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ

(87) "(dan Kami lebihkan pula derajat) sebagian dari nenek moyang mereka, keturunan mereka dan saudara-saudara mereka; Kami telah memilih mereka (menjadi nabi dan rasul) dan mereka Kami beri petunjuk ke jalan yang lurus"

Demikian pula, Kami memberikan taufik menuju kebenaran kepada orang-orang yang Kami kehendaki memperoleh hidayah dari bapak-bapak mereka, keturunan-keturunan mereka dan saudara-saudara mereka. Dan Kami memilih mereka untuk (mengemban) ajaran agama Kami dan menyampaikan risalah Kami kepada umat manusia yang berada di tempat Kami mengutus para rasul tersebut, dan Kami berikan petunjuk bagi mereka menuju jalan yang lurus yang tidak bengkok sama sekali, yaitu mentauhidkan Allah dan menyucikanNya dari kesyirikan.

ذَٰلِكَ هُدَى ٱللَّهِ يَهْدِى بِهِۦ مَن يَشَآءُ مِنْ عِبَادِهِۦ ۚ وَلَوْ أَشْرَكُواْ لَحَبِطَ عَنْهُم مَّا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(88) "Itulah petunjuk Allah, yang dengan itu Dia memberi petunjuk kepada siapa saja di antara hamba-hambaNya yang Dia kehendaki. Sekiranya mereka mempersekutukan Allah, pasti gugurlah amal-amal (shalih) yang telah mereka kerjakan."

Hidayah tersebut adalah taufik Allah yang telah memberikan taufik untuk itu kepada para hamba yang dikehendakiNya. Sekiranya para nabi itu melakukan perbuatan syirik kepada Allah, sekedar sebagai pengandaian dan perumpamaan saja, pastilah akan lenyap dari mereka amal-amal kebaikan mereka, sebab sesungguhnya Allah tidak menerima amalan (kebaikan) yang disertai kesyirikan.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحُكْمَ وَٱلنُّبُوَّةَ ۚ فَإِن يَكْفُرْ بِهَا هَٰٓؤُلَآءِ فَقَدْ وَكَّلْنَا بِهَا قَوْمًا لَّيْسُواْ بِهَا بِكَٰفِرِينَ

(89) "Mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab, hikmah dan kenabian. Jika orang-orang (Quraisy) itu mengingkarinya, maka Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang tidak mengingkarinya."

Para nabi yang telah Kami beri karunia kepada mereka dengan hidayah dan kenabian itu, mereka itulah orang-orang yang telah Kami berikan kitab suci, seperti shuhuf (lembaran kitab suci) Ibrahim, Taurat Musa, Zabur Dawud, Injil Isa, dan Kami telah anugerahkan kepada mereka pemahaman terhadap kitab-kitab suci tersebut. Dan Kami memilih mereka untuk menyampaikan wahyu Kami. Wahai Rasul, siapa saja orang-orang kafir dari kaummu yang mengingkari ayat-ayat al-Qur'an ini, maka sesungguhnya Kami akan menyerahkannya kepada kaum yang lain, yaitu kaum Muhajirin dan Anshar serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga Hari Kiamat, yang sekali-kali tidak akan mengingkarinya. Sebaliknya, mereka betul-betul mengimaninya dan mengamalkan ajaran yang dikandungnya.

أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ هَدَى ٱللَّهُ ۖ فَبِهُدَىٰهُمُ ٱقْتَدِهْ ۗ قُل لَّآ أَسْـَٔلُكُمْ عَلَيْهِ أَجْرًا ۖ إِنْ هُوَ إِلَّا ذِكْرَىٰ لِلْعَٰلَمِينَ

(90) "Mereka itulah (para nabi) yang telah diberi petunjuk oleh Allah, maka ikutilah petunjuk mereka. Katakanlah (wahai Rasul),'Aku tidak meminta suatu imbalan pun kepada kalian dalam menyampaikan. Itu tidak lain hanyalah peringatan untuk (segala umat) seluruh alam'."

Para nabi yang telah disebutkan nama-namanya tersebut, itulah orang-orang yang telah diberikan taufik oleh Allah untuk memegangi agama yang benar, maka engkau wahai Rasul, hendaknya mengikuti petunjuk mereka dan menapaki jalan mereka. Dan katakanlah kepada kaum musyrikin, "Aku tidak meminta upah duniawi dari kalian dalam menyampaikan (dakwah) Islam ini. Sesungguhnya upahku (balasanku) hanyalah menjadi tanggungan Allah. Dan tidaklah Islam itu, kecuali ajakan kepada semua manusia menuju jalan yang lurus dan peringatan bagi kalian dan orang-orang yang serupa dengan kalian yang berdiri di atas kebatilan. Semoga kalian dapat mengambil pelajaran darinya hal-hal yang bermanfaat bagi kalian."

وَمَا قَدَرُواْ ٱللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِۦٓ إِذْ قَالُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ عَلَىٰ بَشَرٍ مِّن شَىْءٍ ۗ قُلْ مَنْ أَنزَلَ ٱلْكِتَٰبَ ٱلَّذِى جَآءَ بِهِۦ مُوسَىٰ نُورًا وَهُدًى لِّلنَّاسِ ۖ تَجْعَلُونَهُۥ قَرَاطِيسَ تُبْدُونَهَا وَتُخْفُونَ كَثِيرًا ۖ وَعُلِّمْتُم مَّا لَمْ تَعْلَمُوٓاْ أَنتُمْ وَلَآ ءَابَآؤُكُمْ ۖ قُلِ ٱللَّهُ ۖ ثُمَّ ذَرْهُمْ فِى خَوْضِهِمْ يَلْعَبُونَ

(91) "Mereka tidak mengagungkan Allah sebagaimana mestinya ketika mereka berkata, 'Allah tidak menurunkan sesuatu pun kepada manusia.' Katakanlah (wahai Rasul), 'Siapakah yang menurunkan kitab (Taurat) yang dibawa Musa sebagai cahaya dan petunjuk bagi manusia, kalian jadikan Kitab itu lembaran- lembaran kertas yang bercerai-berai, kalian memperlihatkan (sebagiannya) dan banyak yang kalian sembunyikan, padahal telah diajarkan kepada kalian apa yang tidak diketahui, baik oleh kalian maupun oleh nenek moyang kalian ?' Katakanlah, 'Allah-lah (yang menurunkannya),' kemudian (setelah itu), biarkanlah mereka bermain-main dalam kesesatan mereka."342

Kaum musyrikin tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, lantaran mereka mengingkari kalau Allah menurunkan sebagian wahyuNya kepada salah seorang dari kalangan manusia. Katakanlah wahai Rasul, "Jika persoalannya seperti asumsi kalian, maka siapakah yang menurunkan kitab yang dibawa oleh Musa kepada kaumnya yang menjadi cahaya dan hidayah bagi manusia?" Kemudian arah pem-bicaraan beralih kepada orang-orang Yahudi sebagai bentuk peringatan keras bagi mereka dengan FirmanNya, "Kalian menjadikan kitab (suci) ini dalam kertas-kertas yang saling terpisah. Kalian perlihatkan sebagiannya dan kalian sembunyikan sebagian besar darinya." Dan di antara perkara yang mereka sembunyikan ialah berita tentang sifat-sifat Muhammad dan kenabiannya. "Dan Allah mengajarkan kepada kalian wahai sekalian orang Arab, dengan kitab al-Qur'an yang diturunkanNya kepada kalian. Di dalamnya terdapat berita-berita tentang umat-umat sebelum kalian dan sesudah kalian, dan tentang segala sesuatu yang terjadi setelah kematian, yang belum pernah diketahui oleh kalian dan kakek moyang kalian sekali-pun." Katakanlah, "Allah-lah yang menurunkannya." Kemudian biarkan saja mereka tenggelam dan bermain-main dalam ucapan batil mereka.


[342] Ini adalah sindiran kepada mereka seakan-akan mereka dipandang sebagal kanak-kanak yang belum berakal.

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِى بَيْنَ يَدَيْهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلْقُرَىٰ وَمَنْ حَوْلَهَا ۚ وَٱلَّذِينَ يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۖ وَهُمْ عَلَىٰ صَلَاتِهِمْ يُحَافِظُونَ

(92) "Dan ini (al-Qur'an) adalah kitab yang telah Kami turunkan dengan penuh berkah, yang membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya dan agar engkau memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang ada di sekitarnya. Orang-orang yang beriman kepada (kehidupan) akhirat tentu beriman kepadanya (al-Qur'an), dan mereka selalu memelihara shalat mereka."

Kitab al-Qur'an ini yang Kami turunkan kepadamu wahai Rasul, merupakan kitab yang memiliki manfaat yang agung, yang membenarkan kitab-kitab samawi yang datang sebelumnya. Dan Kami menurunkannya, agar dengan kitab itu engkau memperingatkan orang-orang (Makkah) dan sekitarnya dari seluruh penduduk penjuru dunia terhadap azab dan siksaan Allah. Dan orang-orang yang membenarkan kehidupan akhirat/ mereka itu membenarkan bahwa al-Qur'an adalah Firman Allah dan memperhatikan penegakan shalat dalam waktu-waktunya.

KEBENARAN WAHYU, AKIBAT BERBUAT DUSTA TERHADAP ALLAH DAN LARANGAN MEMAKI BERHALA

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا أَوْ قَالَ أُوحِىَ إِلَىَّ وَلَمْ يُوحَ إِلَيْهِ شَىْءٌ وَمَن قَالَ سَأُنزِلُ مِثْلَ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ ۗ وَلَوْ تَرَىٰٓ إِذِ ٱلظَّٰلِمُونَ فِى غَمَرَٰتِ ٱلْمَوْتِ وَٱلْمَلَٰٓئِكَةُ بَاسِطُوٓاْ أَيْدِيهِمْ أَخْرِجُوٓاْ أَنفُسَكُمُ ۖ ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَقُولُونَ عَلَى ٱللَّهِ غَيْرَ ٱلْحَقِّ وَكُنتُمْ عَنْ ءَايَٰتِهِۦ تَسْتَكْبِرُونَ

(93) "Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan suatu dusta atas Nama Allah atau yang berkata, 'Telah diwahyukan kepadaku,' padahal tidak diwahyukan sesuatu pun kepadanya, dan orang yang berkata, 'Aku akan menurunkan seperti apa yang diturunkan Allah.' (Alangkah ngerinya) sekiranya engkau melihat pada waktu orang-orang zhalim (berada) dalam kesakitan sakaratul maut, sedang para malaikat memukul dengan tangan mereka, (sambil berkata), 'Keluarkanlah nyawa kalian! Pada hari ini kalian akan dibalas dengan azab yang sangat menghinakan, karena kalian mengatakan atas Nama Allah (perkataan) yang tidak benar dan (karena) kalian menyombongkan diri terhadap ayat-ayatNya'."

Dan siapakah orang yang lebih zhalim dari orang yang mengada- adakan kedustaan atas Nama Allah , di mana dia mengklaim Allah sama sekali tidak mengutus satu orang pun dari kalangan manusia sebagai rasul(Nya) atau dia mengaku-aku dengan dusta bahwa Allah telah mewahyukan kepadanya, padahal Allah tidak pernah menyampaikan wahyu kepadanya, atau dia mengklaim bahwa dirinya berkuasa menurunkan sesuatu yang serupa dengan al-Qur'an yang diturunkan Allah? Seandainya engkau wahai Rasul, menyaksikan orang-orang yang berbuat melampaui batas saat mereka berada dalam kesulitan-kesulitan sakaratul maut, sedang para malaikat yang mencabut nyawa-nyawa mereka tengah membentangkan tangan-tangan mereka menimpakan siksaan seraya berkata kepada orang-orang tersebut, "Keluarkanlah nyawa kalian! Hari ini, kalian dihinakan sehina-hinanya, lantaran dahulu kalian mengadakan kebohongan atas Nama Allah, dan menyombongkan diri untuk mengikuti ayat-ayat Allah dan patuh terhadap rasul-rasulNya."

وَلَقَدْ جِئْتُمُونَا فُرَٰدَىٰ كَمَا خَلَقْنَٰكُمْ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَتَرَكْتُم مَّا خَوَّلْنَٰكُمْ وَرَآءَ ظُهُورِكُمْ ۖ وَمَا نَرَىٰ مَعَكُمْ شُفَعَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ زَعَمْتُمْ أَنَّهُمْ فِيكُمْ شُرَكَٰٓؤُاْ ۚ لَقَد تَّقَطَّعَ بَيْنَكُمْ وَضَلَّ عَنكُم مَّا كُنتُمْ تَزْعُمُونَ

(94) "Dan kalian benar-benar datang sendiri-sendiri kepada Kami sebagaimana Kami ciptakan kalian pada mulanya, dan apa yang telah Kami karuniakan kepada kalian, kalian tinggalkan di belakang kalian (di dunia). Kami tidak melihat pemberi syafa'at (pertolongan) beserta kalian yang kalian anggap bahwa mereka itu sekutu-sekutu (bagi Allah). Sungguh telah terputuslah (semua pertalian) antara kalian dan telah lenyap dari kalian apa yang dahulu kalian sangka (sebagai sekutu Allah)"

Dan sungguh kelak kalian akan datang kepada Kami sendiri-sendiri untuk menghadapi perhitungan amal dan pembalasannya, sebagaimana dahulu Kami ciptakan kalian di dunia pertama kali dalam keadaan tanpa alas kaki dan telanjang. Dan kalian tinggalkan di belakang kalian apa yang dahulu telah Kami kuasakan kepada kalian yang kalian bangga- banggakan berupa kekayaan di dunia. Dan Kami tidaklah melihat beserta kalian di akhirat berhala-berhala yang dahulu kalian yakini mereka dapat memberikan syafa'at bagi kalian dan kalian klaim menjadi sekutu-sekutu Allah dalam ibadah. Sesungguhnya telah sirna pertalian hubungan antar kalian di dunia, dan hilanglah dari kalian apa yang kalian klaim bahwa sesembahan-sesembahan kalian merupakan sekutu-sekutu Allah dalam perkara peribadahan. Dan menjadi tampak jelas bahwa kalian telah merugi bagi diri kalian, keluarga dan harta benda kalian.

۞ إِنَّ ٱللَّهَ فَالِقُ ٱلْحَبِّ وَٱلنَّوَىٰ ۖ يُخْرِجُ ٱلْحَىَّ مِنَ ٱلْمَيِّتِ وَمُخْرِجُ ٱلْمَيِّتِ مِنَ ٱلْحَىِّ ۚ ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ ۖ فَأَنَّىٰ تُؤْفَكُونَ

(95) "Sesungguhnya Allah Yang membelah (menumbuhkan) butir (padi-padian) dan biji (buah-buahan). Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup. Itulah (Kuasa) Allah, maka bagaimana kalian dipalingkan (dari kebenaran)?”

Sesungguhnya Allah membelah butir-butir tumbuhan dan kemu-dian menumbuhkan darinya tanaman, dan membelah biji buah-buahan dan lalu menumbuhkan pepohonan darinya. Dia mengeluarkan yang hidup dari yang mati, seperti manusia dan binatang yang tumbuh dari air mani, dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup, seperti air mani dari manusia dan binatang. Yang (mengeluarkan) demikian adalah Allah. Maksudnya, yang melakukannya adalah Allah semata, tiada sekutu bagiNya, Yang berhak untuk diibadahi. Maka bagaimana kalian bisa dipalingkan dari kebenaran menuju kebatilan, sehingga kalian menyembah yang lain bersama Allah?

فَالِقُ ٱلْإِصْبَاحِ وَجَعَلَ ٱلَّيْلَ سَكَنًا وَٱلشَّمْسَ وَٱلْقَمَرَ حُسْبَانًا ۚ ذَٰلِكَ تَقْدِيرُ ٱلْعَزِيزِ ٱلْعَلِيمِ

(96) "Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketetapan Allah Yang Mahaperkasa lagi Maha Mengetahui

Allah , Dia-lah yang membelah cahaya pagi dari kegelapan malam, dan menjadikan malam menjadi masa istirahat di mana tiap-tiap yang ber-gerak berdiam diri dan tenang pada waktu tersebut. Dan Dia menjadikan matahari dan bulan berjalan pada porosnya dengan dasar perhitungan yang sangat rapi lagi telah ditentukan. Perhitungan yang tidak berubah- ubah dan tidak berantakan. Itu adalah ketentuan Dzat Yang Mahaperkasa yang sangat kokoh kerajaanNya, Maha Mengetahui segenap kemaslahatan makhlukNya dan pengaturan urusan-urusan mereka. Al-Aziz dan al-Alim termasuk Nama Allah yang paling baik yang menunjukkan kesempurnaan keperkasaan dan ilmuNya.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَ لَكُمُ ٱلنُّجُومَ لِتَهْتَدُواْ بِهَا فِى ظُلُمَٰتِ ٱلْبَرِّ وَٱلْبَحْرِ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(97) "Dan Dia-lah Yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian, agar kalian menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (Kuasa Kami) kepada orang-orang yang mengetahui."

Dan Allah Dia-lah Yang menjadikan bintang-bintang bagi kalian wahai sekalian manusia, sebagai penunjuk arah yang kalian dapat mengenali jalan-jalan pada malam hari melalui bintang-bintang tersebut, ketika kalian tersesat jalan akibat pekatnya kegelapan malam di darat maupun laut. Sesungguhnya Kami telah menerangkan petunjuk-petunjuk yang sangat jelas agar orang-orang yang mengenal Allah dan RasulNya dan syariatNya dari kalangan kalian ikut terdorong merenunginya.

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَكُم مِّن نَّفْسٍ وَٰحِدَةٍ فَمُسْتَقَرٌّ وَمُسْتَوْدَعٌ ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَفْقَهُونَ

(98) "Dan Dia-lah Yang menciptakan kalian dari diri yang satu (Adam), maka (bagi kalian) ada tempat menetap dan tempat simpanan.343 Sungguh telah Kami jelaskan tanda-tanda (kebesaran Kami) kepada orang-orang yang memahami."

Dan Allah-lah yang memulai penciptaan diri kalian wahai sekalian manusia dari Adam tatkala Dia menciptakannya dari tanah, sedang kalian merupakan anak cucu dan keturunan darinya. Kemudian Allah menyiapkan bagi kalian tempat menetap yang kalian tinggali, yaitu rahim-rahim para ibu, dan tempat penyimpanan di mana kalian terlindungi di dalamnya, yaitu tulang-tulang sulbi pada kaum lelaki. Sesungguhnya telah Kami jelaskan hujjah-hujjah dan Kami istimewakan kalian dengan keberadaan dalil-dalil, dan Kami kuatkan hal-hal tersebut bagi satu kaum yang mampu memahami bagian-bagian hujjahnya dan sisi-sisi yang memuat pelajaran.


[343] Di antara ahli tafsir ada yang berpendapat bahwa yang dimaksud "tempat menetap" ialah tulang sulbi bapak dan "tempat simpanan" ialah rahim ibu. Dan ada pula yang berpendapat bahwa tempat menetap ialah di atas bumi waktu manusia masih hidup dan tempat simpanan ialah di dalam bumi (kubur) waktu manusia telah mati.

وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَخْرَجْنَا بِهِۦ نَبَاتَ كُلِّ شَىْءٍ فَأَخْرَجْنَا مِنْهُ خَضِرًا نُّخْرِجُ مِنْهُ حَبًّا مُّتَرَاكِبًا وَمِنَ ٱلنَّخْلِ مِن طَلْعِهَا قِنْوَانٌ دَانِيَةٌ وَجَنَّٰتٍ مِّنْ أَعْنَابٍ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُشْتَبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۗ ٱنظُرُوٓاْ إِلَىٰ ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَيَنْعِهِۦٓ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكُمْ لَءَايَٰتٍ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ

(99) "Dan Dia-lah yang menurunkan air dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu segala macam tumbuh-tumbuhan, maka Kami keluarkan dari tumbuh- tumbuhan itu tanaman yang menghijau, Kami keluarkan dari tanaman yang menghijau itu butir yang banyak; dan dari mayang kurma, mengurai tangkai-tangkai yang menjulai (sehingga mudah dipetik), dan kebun-kebun anggur, dan (Kami keluarkan pula) zaitun dan delima yang serupa dan yang tidak serupa. Perhatikanlah buahnya pada waktu berbuah, dan menjadi masak. Sesungguhnya pada yang demikian itu ada tanda-tanda (Kuasa Allah) bagi orang-orang yang beriman."

Dan Allah , Dia-lah yang menurunkan hujan dari langit, lalu Dia menumbuhkan dari hujan itu berbagai macam tumbuhan. Kemudian menumbuhkan dari tetumbuhan tersebut tanaman dan pepohonan yang menghijau, dan mengeluarkan dari tanaman itu biji-bijian yang tersusun satu sama lain, seperti bulir biji gandum, jewawut dan padi. Dan Dia mengeluarkan dari mayang kurma, yaitu tempat tumbuhnya bakal tandan kurma muda, tangkai-tangkai kurma yang mudah dijangkau tangan. Dia menumbuhkan kebun-kebun anggur. Dia mengeluarkan pohon zaitun dan delima yang serupa daunnya, namun berbeda buahnya dalam bentuk, rasa, dan karakter. Wahai sekalian manusia, lihatlah buah-buahan pohon- pohon tersebut ketika tanaman itu berbuah, serta mengkal dan masaknya ketika tiba waktunya. Sesungguhnya dalam perkara tersebut wahai sekalian manusia, terdapat berbagai petunjuk tentang kesempurnaan kekuasaan Dzat Penciptanya, hikmah dan rahmatNya bagi kaum yang beriman kepada Allah dan melaksanakan syariatNya.

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ شُرَكَآءَ ٱلْجِنَّ وَخَلَقَهُمْ ۖ وَخَرَقُواْ لَهُۥ بَنِينَ وَبَنَٰتٍ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۚ سُبْحَٰنَهُۥ وَتَعَٰلَىٰ عَمَّا يَصِفُونَ

(100) "Dan mereka (orang-orang musyrik) menjadikan jin sebagai sekutu-sekutu Allah, padahal Dia yang menciptakannya (jin-jin itu), dan mereka berbohong (dengan mengatakan), Allah mempunyai anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan,' tanpa (dasar) pengetahuan.344 Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari sifat-sifat yang mereka sandangkan

Dan orang-orang musyrik menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah dalam penyembahan, terdorong keyakinan dari mereka bahwa jin-jin dapat memberikan manfaat atau menimpakan mudarat, padahal Allah lah yang menciptakan mereka dan semua yang mereka sembah dari sesuatu yang sebelumnya tidak ada. Dia sendiri yang menciptakan, maka sudah sepantasnya hanya Dia yang berhak disembah, tanpa sekutu bagiNya di dalamnya. Dan sungguh kaum musyrikin telah mengadakan kedustaan atas Nama Allah ketika mereka menisbatkan anak-anak lelaki dan anak-anak perempuan kepadaNya, lantaran kebodohan mereka terhadap sifat-sifat kesempurnaan yang wajib bagi Allah. Dia Mahasuci lagi Mahatinggi dari penisbatan kaum musyrikin kepadaNya yang berupa kedustaan dan kebohongan.


[344] Mereka mengatakan bahwa Allah mempunyai anak seperti orang Yahudi mengatakan Uzair putra Allah 3i, dan orang-orang musyrik mengatakan malaikat adalah anak-anak perempuan Allah 38. Mereka mengatakan demikian karena kebodohan mereka.

بَدِيعُ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضِ ۖ أَنَّىٰ يَكُونُ لَهُۥ وَلَدٌ وَلَمْ تَكُن لَّهُۥ صَٰحِبَةٌ ۖ وَخَلَقَ كُلَّ شَىْءٍ ۖ وَهُوَ بِكُلِّ شَىْءٍ عَلِيمٌ

(101) "Dia (Allah) Pencipta langit dan bumi. Bagaimana (mungkin) Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu; dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."

Dan Allah Dia-lah Yang menciptakan langit dan bumi dan seisinya tanpa ada contoh sebelumnya, bagaimana mungkin Dia mempunyai anak, padahal tidak memiliki istri? Mahatinggi Allah dari apa yang diucapkan kaum musyrikin setinggi-tingginya. Dan Dia-lah Dzat yang menciptakan segala sesuatu dari ketiadaan. Tidak ada perkara dari makhlukNya yang tersembunyi bagiNya.

ذَٰلِكُمُ ٱللَّهُ رَبُّكُمْ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ خَٰلِقُ كُلِّ شَىْءٍ فَٱعْبُدُوهُ ۚ وَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ وَكِيلٌ

(102) "Itulah Allah, Tuhan kalian, tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia; Pencipta segala sesuatu, maka sembahlah Dia; Dan Dia-lah Yang menangani segala sesuatu ."

Dzat yang memiliki sifat-sifat demikian) itu wahai kaum musyrikin, adalah Tuhan kalian Yang Mahaagung lagi Mahatinggi, tiada sesembahan yang berhak diibadahi selainNya. Dia Pencipta segala sesuatu, maka tunduklah kepadaNya dengan ketaatan dan ibadah kepadaNya. Dia Maha Pemelihara lagi Penjaga segala sesuatu, mengatur urusan-urusan makhlukNya.

لَّا تُدْرِكُهُ ٱلْأَبْصَٰرُ وَهُوَ يُدْرِكُ ٱلْأَبْصَٰرَ ۖ وَهُوَ ٱللَّطِيفُ ٱلْخَبِيرُ

(103) "Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata, sedang Dia dapat melihat segala penglihatan itu dan Dia-lah Yang Mahalembut lagi Mahateliti."

Dia tidak dapat dicapai oleh penglihatan mata di dunia (ini). Adapun di akhirat, sesungguhnya kaum Mukminin akan dapat melihat Tuhan mereka, sedang Dia dapat melihat semua penglihatan dan meliputinya, serta mengetahuinya sesuai dengan apa adanya. Dia Mahalembut terhadap para kekasihNya, lagi Mahateliti yang Mengetahui perkara-perkara yang samar dan detail.

قَدْ جَآءَكُم بَصَآئِرُ مِن رَّبِّكُمْ ۖ فَمَنْ أَبْصَرَ فَلِنَفْسِهِۦ ۖ وَمَنْ عَمِىَ فَعَلَيْهَا ۚ وَمَآ أَنَا۠ عَلَيْكُم بِحَفِيظٍ

(104) "Sungguh telah datang kepada kalian bukti-bukti yang nyata dari Tuhan kalian. Barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka (manfaatnya) bagi dirinya sendiri; dan barangsiapa buta (tidak melihat kebenaran itu), maka mudaratnya dia tanggung sendiri. Dan aku (Muhammad) bukanlah penjaga kalian."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sungguh telah datang kepada kalian bukti-bukti nyata yang termuat dalam al-Qur'an yang menyebabkan kalian dapat melihat hidayah dan kesesatan. Rasulullah telah membawanya. Barangsiapa yang dapat melihatnya dengan jelas dan mengimani kandungan petunjuknya, maka manfaatnya kembali kepada dirinya. Barangsiapa tidak melihat hidayah setelah muncul dengan jelas di hadapannya, maka dia telah berbuat jahat terhadap dirinya. Dan aku bukanlah seorang pemelihara atas kalian, yang menghitung amal perbuatan kalian. Aku hanyalah penyampai risalah semata, dan Allah-lah Yang memberikan hidayah kepada siapa saja yang dikehendakiNya dan menyesatkan siapa saja yang dikehendakiNya, berdasarkan ilmu dan hikmahNya."

وَكَذَٰلِكَ نُصَرِّفُ ٱلْءَايَٰتِ وَلِيَقُولُواْ دَرَسْتَ وَلِنُبَيِّنَهُۥ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ

(105) "Dan demikianlah Kami menjelaskan berulang-ulang ayat-ayat Kami agar mereka (orang-orang musyrik) mengatakan, 'Engkau telah mempelajari ayat- ayat itu (dari Ahli Kitab),' dan agar Kami menjelaskan (al-Qur'an) itu kepada orang-orang yang mengetahui"

Sebagaimana dalam al-Qur'an ini Kami telah menjelaskan kepada kaum musyrikin bukti-bukti nyata dalam perkara tauhid, kenabian dan tempat kembali (akhirat), Kami (juga) menerangkan bukti-bukti kepada mereka tentang segala yang tidak mereka ketahui, tetapi mereka justru mengatakan dengan berdusta, "Engkau telah belajar dari Ahli Kitab." Dan agar Kami menjelaskan kebenaran melalui pengulangan ayat-ayat yang Kami lakukan, kepada kaum yang mengetahuinya, kemudian mereka terima dan ikuti. Mereka itu adalah orang-orang yang beriman kepada Rasulullah, Muhammad Ig, dan wahyu yang diturunkan kepadanya.

ٱتَّبِعْ مَآ أُوحِىَ إِلَيْكَ مِن رَّبِّكَ ۖ لَآ إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ ۖ وَأَعْرِضْ عَنِ ٱلْمُشْرِكِينَ

(106) "Ikutilah apa yang telah diwahyukan kepadamu (wahai Rasul) dari Tuhanmu; tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Dia; dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik"

Wahai Rasul, ikutilah apa yang Kami wahyukan kepadamu berupa perintah-perintah dan larangan-larangan di mana yang paling agung ialah mentauhidkan Allah dan mendakwahkannya. Dan jangan pedulikan penentangan keras kaum musyrikin dan klaim batil mereka.

وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكُواْ ۗ وَمَا جَعَلْنَٰكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا ۖ وَمَآ أَنتَ عَلَيْهِم بِوَكِيلٍ

(107) "Dan sekiranya Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutu-kan(Nya). Dan Kami tidak menjadikan engkau penjaga mereka; dan engkau bukan pula yang mengurusi mereka (mendapat hidayah atau tidak)."

Sekiranya Allah menghendaki kaum musyrikin tidak berbuat syirik, niscaya mereka tidak akan menyekutukan Allah. Akan tetapi, Allah Maha Mengetahui apa yang akan terjadi pada mereka, berupa buruknya pilihan yang mereka tentukan dan keinginan-keinginan yang menyimpang yang mereka perturutkan. Dan Kami tidak menjadikan engkau wahai Rasul, sebagai pemelihara amal perbuatan mereka, dan kamu bukan penanggung jawab atas mereka yang mengurusi pengaturan kemaslahatan mereka.

وَلَا تَسُبُّواْ ٱلَّذِينَ يَدْعُونَ مِن دُونِ ٱللَّهِ فَيَسُبُّواْ ٱللَّهَ عَدْوًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ كَذَٰلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّهِم مَّرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(108) "Dan janganlah kalian memaki sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa dasar ilmu. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka, tempat kembali mereka, lalu Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka kerjakan"

Dan janganlah kalian wahai kaum Muslimin, mencaci maki berhala-berhala yang disembah oleh kaum musyrikin sebagai bentuk antisipasi sehingga tidak menyebabkan mereka memaki-maki Allah atas dasar kebodohan dan permusuhan mereka tanpa pengetahuan. Sebagaimana Kami menjadikan mereka memandang baik perbuatan-perbuatan buruk mereka sebagai hukuman atas buruknya pilihan mereka, Kami pun menjadikan tiap-tiap umat manusia memandang baik perbuatan mereka. Kemudian kepada Tuhan mereka, tempat kembali mereka semua. Maka Allah memberitahukan kepada mereka tentang perbuatan-perbuatan mereka yang dahulu mereka perbuat di dunia. Lalu Allah membalas mereka atas perbuatan-perbuatan tersebut.

وَأَقْسَمُواْ بِٱللَّهِ جَهْدَ أَيْمَٰنِهِمْ لَئِن جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ لَّيُؤْمِنُنَّ بِهَا ۚ قُلْ إِنَّمَا ٱلْءَايَٰتُ عِندَ ٱللَّهِ ۖ وَمَا يُشْعِرُكُمْ أَنَّهَآ إِذَا جَآءَتْ لَا يُؤْمِنُونَ

(109) "Dan mereka bersumpah dengan Nama Allah dengan segala kesungguhan, bahwa jika datang suatu mukjizat kepada mereka, pastilah mereka akan beriman kepadanya. Katakanlah, 'Mukjizat-mukjizat itu hanya ada pada sisi Allah.' Dan tahukah kalian, bahwa apabila mukjizat (ayat-ayat) itu datang, mereka tidak juga akan beriman ?"345

Orang-orang musyrik menyatakan sumpah-sumpah yang dikukuhkan, "Jika Muhammad datang membawa tanda yang luar biasa (mukjizat), pastilah kami akan beriman kepada risalah yang dibawanya." Katakanlah wahai Rasul, “Sesungguhnya kemunculan mukjizat yang luar biasa itu berasal dari Allah . Dia Mahakuasa mendatangkan mukjizat bila Dia menghendakinya.“ Dan tahukah kalian wahai kaum Mukminin, bahwa apabila mukjizat itu datang, mungkin saja kaum musyrikin itu tidak juga mengimaninya?


[345] Orang-orang musyrik bersumpah bahwa kalau datang mukjizat dari Allah , maka mereka akan beriman, karena itu orang Mukmin mengharap kepada Nabi agar Allah menurunkan mukjizat yang dimaksud. Maka Allah m menolak pengharapan orang-orang Mukmin itu dengan ayat ini.

وَنُقَلِّبُ أَفْـِٔدَتَهُمْ وَأَبْصَٰرَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُواْ بِهِۦٓ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِى طُغْيَٰنِهِمْ يَعْمَهُونَ

(110) "Dan (begitu pula) Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti pertama kali mereka tidak beriman kepadanya (al-Qur'an), dan Kami biarkan mereka bingung dalam kesesalan mereka"

Dan Kami membalikkan hati dan pandangan mereka, lalu Kami menghalanginya untuk dapat mengambil manfaat dari ayat-ayat Allah, sehingga mereka tidak beriman kepadanya, sebagaimana mereka tidak beriman kepada ayat-ayat al-Qur'an ketika pertama kali diturunkan. Dan Kami biarkan mereka dalam keadaan kebingungan, tidak memperoleh petunjuk menuju yang haq dan jalan yang benar.

SIKAP KEPALA BATU KAUM MUSYRIKIN DAN SIKAP MEREKA TERHADAP KERASULAN MUHAMMAD

۞ وَلَوْ أَنَّنَا نَزَّلْنَآ إِلَيْهِمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةَ وَكَلَّمَهُمُ ٱلْمَوْتَىٰ وَحَشَرْنَا عَلَيْهِمْ كُلَّ شَىْءٍ قُبُلًا مَّا كَانُواْ لِيُؤْمِنُوٓاْ إِلَّآ أَن يَشَآءَ ٱللَّهُ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ يَجْهَلُونَ

(111) 'Dan sekalipun Kami benar-benar menurunkan malaikat kepada mereka, dan orang yang telah mati berbicara dengan mereka dan Kami kumpulkan (pula) di hadapan mereka segala sesuatu (yang mereka inginkan), mereka tidak juga akan beriman, kecuali jika Allah menghendaki. Tapi kebanyakan mereka tidak mengetahui (arti kebenaran)"

Seandainya Kami mengabulkan permintaan mereka, lalu Kami menurunkan malaikat dari langit, dan Kami hidupkan orang-orang mati agar berbicara kepada mereka, serta Kami kumpulkan semua yang mereka minta sehingga mereka dapat menyaksikannya dengan mata kepala mereka di hadapan mereka, mereka tetap tidak akan beriman terhadap dakwah yang engkau serukan kepada mereka wahai Rasul, dan mereka tidak akan mengamalkannya, kecuali orang yang Allah kehendaki memperoleh hidayah. Akan tetapi, kebanyakan orang-orang kafir itu jahil terhadap kebenaran yang engkau bawa dari Allah .

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِىٍّ عَدُوًّا شَيَٰطِينَ ٱلْإِنسِ وَٱلْجِنِّ يُوحِى بَعْضُهُمْ إِلَىٰ بَعْضٍ زُخْرُفَ ٱلْقَوْلِ غُرُورًا ۚ وَلَوْ شَآءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

(112) "Dan demikianlah untuk setiap nabi Kami menjadikan musuh, yang terdiri dari setan-setan manusia dan jin, sebagian mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang indah sebagai tipuan. Dan kalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak akan melakukannya, maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."

Sebagaimana Kami uji engkau wahai Rasul, dengan musuh-musuhmu dari kalangan kaum musyrikin, Kami juga telah menguji seluruh nabi dengan para musuh dari para penjahat besar dari kaum mereka dan musuh-musuh dari para penjahat besar dari kalangan jin. Sebagian dari mereka membisikkan kepada sebagian yang lain perkataan yang telah mereka hiasi dengan kebatilan, supaya orang yang mendengarnya teper- daya, sehingga tersesat dari jalan Allah. Kalau Tuhanmu berkehendak, pastilah Dia akan menghalangi antara mereka dengan sikap permusuhan tersebut. Akan tetapi, hal itu merupakan cobaan dari Allah. Maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan yang berupa kedustaan dan kebohongan.

وَلِتَصْغَىٰٓ إِلَيْهِ أَفْـِٔدَةُ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ وَلِيَرْضَوْهُ وَلِيَقْتَرِفُواْ مَا هُم مُّقْتَرِفُونَ

(113) ”Dan agar hati orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, tertarik kepada bisikan itu, dan menyenanginya, dan agar mereka melakukan apa yang biasa mereka lakukan."

Dan agar lebih condong kepada bisikan itu hati orang-orang kafir yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan tidak beramal untuk akhirat mereka, dan supaya jiwa-jiwa mereka menyukainya serta mereka mengusahakan berbagai perbuatan buruk yang mereka perbuat. Di sini terkandung satu ancaman keras terhadap mereka.

أَفَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْتَغِى حَكَمًا وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنزَلَ إِلَيْكُمُ ٱلْكِتَٰبَ مُفَصَّلًا ۚ وَٱلَّذِينَ ءَاتَيْنَٰهُمُ ٱلْكِتَٰبَ يَعْلَمُونَ أَنَّهُۥ مُنَزَّلٌ مِّن رَّبِّكَ بِٱلْحَقِّ ۖ فَلَا تَكُونَنَّ مِنَ ٱلْمُمْتَرِينَ

(114) "Apakah (pantas) selain Allah yang aku cari sebagai hakim, padahal Dia- lahyang menurunkan Kitab (al-Qur'an) kepada kalian secara rinci? Orang-orang yang telah Kami beri Kitab mengetahui benar bahwa (al-Qur 'an) itu diturunkan dari Tuhanmu dengan benar. Maka janganlah sekali-kali kamu termasuk orang- orang yang ragu."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Apakah kepada selain Allah yang merupakan sesembahanku dan sesembahan kalian, aku harus mencari hakim pemutus ketetapan hukum antara aku dan kalian? Padahal Dia-lah yang menurunkan al-Qur'an dengan menjelaskan di dalam-nya tentang hukum dalam persoalan yang kalian pertentangkan di dalamnya tentang perkaraku dan perkara kalian?" Dan Bani Israil yang diberi Taurat dan Injil oleh Allah, mereka mengetahui dengan seyakin-yakinnya bahwa sesungguhnya al-Qur'an ini diturunkan kepadamu wahai Rasul, dari Tuhanmu dengan haq. Maka janganlah sekali-kali engkau termasuk orang yang ragu-ragu terhadap apa yang Kami wahyukan kepadamu. 

وَتَمَّتْ كَلِمَتُ رَبِّكَ صِدْقًا وَعَدْلًا ۚ لَّا مُبَدِّلَ لِكَلِمَٰتِهِۦ ۚ وَهُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْعَلِيمُ

(115) 'Dan telah sempurna Firman Tuhanmu (al-Qur'an) dengan benar dan adil Tidak ada yang dapat mengubah FirmanNya. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui

Dan telah sempurnalah kalimat Tuhanmu, yaitu al-Qur'an, kalimat yang benar dalam berita-berita dan pemyataan-pemyataannya, dan adil dalam hukum-hukumnya. Tidak ada seorang pun yang kuasa mengganti kalimat-kalimatNya yang sempurna. Dan Allah, Dia-lah Yang Maha Mendengar semua apa yang diucapkan oleh para hambaNya, juga Maha Mengetahui urusan mereka secara lahir dan batin.

وَإِن تُطِعْ أَكْثَرَ مَن فِى ٱلْأَرْضِ يُضِلُّوكَ عَن سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ إِن يَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ هُمْ إِلَّا يَخْرُصُونَ

(116) "Dan jika kamu mengikuti kebanyakan orang di bumi ini, niscaya mereka akan menyesatkanmu dari jalan Allah. Yang mereka ikuti hanya persangkaan belaka dan mereka hanyalah membuat kebohongan."

Dan jika engkau wahai Rasul, menuruti kebanyakan orang-orang yang berada di muka bumi, niscaya mereka benar-benar akan menyesatkanmu dari agama Allah. Mereka tidaklah berjalan kecuali di atas jalur yang mereka sangka-sangka sebagai kebenaran berdasarkan taklid mereka terhadap para pendahulu (nenek moyang) mereka. Dan tidaklah mereka berbuat kecuali sekedar mengikuti prasangka belaka dan berdusta.

إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ مَن يَضِلُّ عَن سَبِيلِهِۦ ۖ وَهُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُهْتَدِينَ

(117) "Sesungguhnya Tuhanmu, Dia-lah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalanNya, dan Dia lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk."

Sesungguhnya Tuhanmu, Dia lebih mengetahui tentang orang-orang yang sesat dari jalan lurus. Dan Dia lebih mengetahui daripada kalian dan mereka tentang orang-orang yang istiqamah dan berada di atas jalan lurus. Tidak ada seorang pun yang samar bagiNya.

فَكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ إِن كُنتُم بِـَٔايَٰتِهِۦ مُؤْمِنِينَ

(118) "Maka makanlah dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut Nama Allah Jika kalian adalah orang-orang yang beriman kepada ayat-ayatNya."

Maka makanlah sembelihan-sembelihan yang telah disebut Nama Allah ketika menyembelihnya, jika kalian beriman kepada petunjuk-petunjuk Allah yang jelas.

وَمَا لَكُمْ أَلَّا تَأْكُلُواْ مِمَّا ذُكِرَ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَقَدْ فَصَّلَ لَكُم مَّا حَرَّمَ عَلَيْكُمْ إِلَّا مَا ٱضْطُرِرْتُمْ إِلَيْهِ ۗ وَإِنَّ كَثِيرًا لَّيُضِلُّونَ بِأَهْوَآئِهِم بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِٱلْمُعْتَدِينَ

(119) "Dan mengapa kalian tidak mau memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) disebut Nama Allah, padahal Allah telah menjelaskan kepada kalian apa yang diharamkanNya kepada kalian, kecuali jika kalian dalam keadaan terpaksa? Dan sesungguhnya banyak yang menyesatkan (orang lain) dengan hawa nafsu mereka tanpa dasar ilmu. Sesungguhnya Tuhanmu lebih mengetahui orang-orang yang melampaui batas."

Apa yang menghalangi kalian wahai kaum Muslimin, untuk memakan sembelihan yang disebut Nama Allah ketika menyembelihnya, padahal sesungguhnya Allah telah menerangkan kepada kalian seluruh makanan yang diharamkanNya atas kalian? Akan tetapi, dalam kondisi darurat yang disebabkan oleh kelaparan, barang-barang yang diharamkan atas kalian seperti bangkai sesungguhnya menjadi boleh dimakan bagi kalian. Dan sesungguhnya kebanyakan orang-orang sesat menyesatkan para pengikut mereka dari jalan Allah dalam urusan penghalalan barang- barang yang diharamkan dan pengharaman barang-barang halal dengan dorongan hawa nafsu mereka lantaran kebodohan mereka. Sesungguhnya Tuhanmu wahai Rasul, lebih mengetahui orang yang melampaui batas dalam perkara tersebut. Dan Dia-lah yang akan menangani perhitungan perbuatan orang itu dan balasan baginya.

وَذَرُواْ ظَٰهِرَ ٱلْإِثْمِ وَبَاطِنَهُۥٓ ۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ يَكْسِبُونَ ٱلْإِثْمَ سَيُجْزَوْنَ بِمَا كَانُواْ يَقْتَرِفُونَ

(120) "Dan tinggalkanlah dosa yang terlihat ataupun yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang mengerjakan (perbuatan) dosa, kelak akan diberi balasan sesuai dengan apa yang mereka kerjakan."

Wahai sekalian manusia, tinggalkanlah seluruh jenis maksiat, baik yang tampak maupun yang tersembunyi. Sesungguhnya orang-orang yang berbuat maksiat, akan dihukum oleh Tuhan mereka akibat perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan tersebut.

وَلَا تَأْكُلُواْ مِمَّا لَمْ يُذْكَرِ ٱسْمُ ٱللَّهِ عَلَيْهِ وَإِنَّهُۥ لَفِسْقٌ ۗ وَإِنَّ ٱلشَّيَٰطِينَ لَيُوحُونَ إِلَىٰٓ أَوْلِيَآئِهِمْ لِيُجَٰدِلُوكُمْ ۖ وَإِنْ أَطَعْتُمُوهُمْ إِنَّكُمْ لَمُشْرِكُونَ

(121) "Dan janganlah kalian memakan dari apa (daging hewan) yang (ketika disembelih) tidak disebut Nama Allah, karena perbuatan itu benar-benar suatu kefasikan. Sesungguhnya setan-setan akan membisikkan kepada kawan-kawannya agar mereka mendebat kalian. Dan jika kalian menuruti mereka, sesungguhnya kalian benar-benar orang-orang yang musyrik."

Janganlah kalian makan wahai kaum Muslimin, sembelihan-sembelihan yang tidak disebut Nama Allah sewaktu menyembelihnya, seperti bangkai dan binatang yang disembelih untuk berhala-berhala, jin dan makhluk lainnya. Sesungguhnya makan sembelihan-sembelihan tersebut merupakan tindakan keluar dari ketaatan kepada Allah . Dan sesungguhnya jin-jin yang jahat membisikkan syubhat-syubhat tentang pengharaman bangkai kepada para kawan-kawan mereka, setan-setan dari kalangan manusia. Mereka memerintahkan setan-setan dari kalangan manusia untuk berkata kepada kaum Muslimin dalam adu argumentasi dengan mereka, "Sesungguhnya kalian dengan tidak mau mengonsumsi bangkai berarti tidak mau makan sesuatu yang dimatikan oleh Allah, sedang kalian malah mau memakan hasil sembelihan kalian sendiri." Jika kalian wahai kaum Muslimin, menuruti mereka dalam penghalalan bangkai, maka kalian dan mereka sama saja dalam kesyirikan. 

أَوَمَن كَانَ مَيْتًا فَأَحْيَيْنَٰهُ وَجَعَلْنَا لَهُۥ نُورًا يَمْشِى بِهِۦ فِى ٱلنَّاسِ كَمَن مَّثَلُهُۥ فِى ٱلظُّلُمَٰتِ لَيْسَ بِخَارِجٍ مِّنْهَا ۚ كَذَٰلِكَ زُيِّنَ لِلْكَٰفِرِينَ مَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(122) "Dan apakah orang yang sudah mati lalu Kami hidupkan dan Kami beri dia cahaya yang membuatnya dapat berjalan di tengah-tengah orang banyak, sama dengan orang yang berada dalam berbagai kegelapan, sehingga dia tidak dapat keluar dari sana? Demikianlah dijadikan terasa indah bagi orang-orang kafir terhadap apa yang mereka kerjakan."

Apakah orang yang (hatinya) sudah mati dan binasa lagi dilanda kebingungan dalam kesesatannya, kemudian Kami menghidupkan hatinya dengan iman dan Kami beri dia petunjuk menuju iman, serta Kami berikan taufik kepadanya untuk mengikuti para rasul Kami, sehingga selanjutnya dia hidup dalam terangnya cahaya-cahaya hidayah, sama dengan orang yang hanyut dalam berbagai kejahilan (kebodohan), jeratan hawa nafsu dan gulungan kesesatan yang bermacam-macam, tidak tahu jalan menuju keselamatan dan jalan kebebasan dari kondisinya? Mereka tidak sama. Dan sebagaimana Aku acuhkan orang kafir ini yang mendebat kalian wahai kaum Mukminin, dan Aku hiasi perbuatan buruknya, sehingga dia memandangnya baik, begitu pula Aku jadikan perbuatan-perbuatan buruk orang-orang yang ingkar terlihat bagus menurut mereka, agar dengan itu mereka pantas menerima azab.

وَكَذَٰلِكَ جَعَلْنَا فِى كُلِّ قَرْيَةٍ أَكَٰبِرَ مُجْرِمِيهَا لِيَمْكُرُواْ فِيهَا ۖ وَمَا يَمْكُرُونَ إِلَّا بِأَنفُسِهِمْ وَمَا يَشْعُرُونَ

(123) "Dan demikianlah pada setiap negeri Kami jadikan pembesar-pembesar yang jahat346 agar melakukan tipu daya di negeri itu. Tapi mereka tidak melakukan tipu daya kecuali terhadap diri mereka sendiri, namun mereka tidak menyadari (nya)."

Sebagaimana ini terjadi dari para pemuka orang-orang kafir Makkah berupa tindakan menghalangi (manusia) dari agama Allah, maka Kami jadikan di tiap-tiap negeri itu penjahat-penjahat besar yang dipimpin oleh tokoh mereka, agar mereka melakukan makar (tipu daya) demi menghalangi (manusia) dari jalan Allah. Dan tidaklah mereka melancarkan tipu daya, kecuali terhadap diri mereka sendiri, sedang mereka tidaklah menyadarinya.


[346] Menurut sebagian ahli tafsir أَكَٰبِرَ مُجْرِمِيهَا artinya ialah para penjahat besar.

وَإِذَا جَآءَتْهُمْ ءَايَةٌ قَالُواْ لَن نُّؤْمِنَ حَتَّىٰ نُؤْتَىٰ مِثْلَ مَآ أُوتِىَ رُسُلُ ٱللَّهِ ۘ ٱللَّهُ أَعْلَمُ حَيْثُ يَجْعَلُ رِسَالَتَهُۥ ۗ سَيُصِيبُ ٱلَّذِينَ أَجْرَمُواْ صَغَارٌ عِندَ ٱللَّهِ وَعَذَابٌ شَدِيدٌۢ بِمَا كَانُواْ يَمْكُرُونَ

(124) "Dan apabila datang suatu ayat kepada mereka, mereka berkata,'Kami tidak akan beriman sebelum diberikan kepada kami seperti apa yang diberikan kepada rasul-rasul Allah.' Allah lebih mengetahui di mana Dia menempatkan tugas kerasulannya. Orang-orang yang berdosa, nanti akan ditimpa kehinaan di sisi Allah dan azab yang keras karena tipu daya yang mereka lakukan."

Apabila datang hujjah yang terang tentang kenabian Muhammad kepada kaum musyrikin Makkah, maka sebagian pemuka mereka berkata, "Kami tidak akan pernah mengimani kenabiannya sampai Allah mau memberikan kepada kami sebagian dari (bukti) kenabian dan mukjizat, seperti yang telah diberikan kepada para rasul terdahulu." Maka Allah membantah pernyataan mereka, "Allah lebih tahu di mana Dia akan meletakkan tugas kerasulan," maksudnya tentang orang-orang yang pantas mengemban risalahNya dan menyampaikannya kepada manusia. Para penentang tersebut akan dilanda kehinaan, dan bagi mereka siksaan yang pedih di Neraka Jahanam lantaran tipu daya mereka terhadap Islam dan kaum Muslimin.

فَمَن يُرِدِ ٱللَّهُ أَن يَهْدِيَهُۥ يَشْرَحْ صَدْرَهُۥ لِلْإِسْلَٰمِ ۖ وَمَن يُرِدْ أَن يُضِلَّهُۥ يَجْعَلْ صَدْرَهُۥ ضَيِّقًا حَرَجًا كَأَنَّمَا يَصَّعَّدُ فِى ٱلسَّمَآءِ ۚ كَذَٰلِكَ يَجْعَلُ ٱللَّهُ ٱلرِّجْسَ عَلَى ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ

(125) "Barangsiapa yang dikehendaki Allah akan mendapat hidayah (petunjuk), Dia akan melapangkan dadanya untuk (menerima) Islam. Dan barangsiapa dikehendakiNya menjadi sesat, Dia jadikan dadanya sempit dan sesak, seakan- akan dia (sedang) mendaki ke langit. Demikianlah Allah menimpakan siksa kepada orang-orang yang tidak beriman."

Maka siapa saja yang Allah berkehendak memberinya taufik untuk menerima kebenaran, niscaya Allah akan melapangkan dadanya untuk bertauhid dan beriman. Dan barangsiapa Allah berkehendak menyesatkannya, maka Dia akan menjadikan dadanya dalam kondisi sangat tertutup dari menerima hidayah, seperti keadaan orang yang menaiki lapisan-lapisan udara yang tinggi, maka ia akan mengalami sesak yang parah dalam bernafas. Dan sebagaimana Allah menjadikan hati orang-orang kafir sangat sesak dan tertutup (terhadap Islam), Dia juga menimpakan siksaan kepada orang-orang yang tidak beriman kepadaNya.

وَهَٰذَا صِرَٰطُ رَبِّكَ مُسْتَقِيمًا ۗ قَدْ فَصَّلْنَا ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَذَّكَّرُونَ

(126) "Dan inilah jalan Tuhanmu yang lurus. Kami telah menjelaskan ayat-ayat (Kami) kepada orang-orang yang mengambil pelajaran"

Apa yang Kami jelaskan kepadamu ini wahai Rasul, itulah jalan yang mengantarkan menuju keridhaan Tuhanmu dan SurgaNya. Sungguh Kami telah menerangkan berbagai bukti petunjuk bagi siapa saja yang mau mengambil pelajaran dari orang-orang yang memiliki akal yang unggul.

۞ لَهُمْ دَارُ ٱلسَّلَٰمِ عِندَ رَبِّهِمْ ۖ وَهُوَ وَلِيُّهُم بِمَا كَانُواْ يَعْمَلُونَ

(127) "Bagi mereka (disediakan) tempat yang damai (surga) di sisi Tuhan mereka. Dan Dia-lah Pelindung mereka karena amal kebajikan yang mereka kerjakan."

Bagi orang-orang yang mau mengambil pelajaran di sisi Tuhan mereka pada Hari Kiamat ada tempat tinggal yang penuh keselamatan dan aman dari segala bentuk mara bahaya, yaitu surga; dan Dia adalah Penolong dan Pelindung mereka, sebagai balasan bagi mereka atas amal-amal shalih mereka.

وَيَوْمَ يَحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ قَدِ ٱسْتَكْثَرْتُم مِّنَ ٱلْإِنسِ ۖ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ ٱلْإِنسِ رَبَّنَا ٱسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَآ أَجَلَنَا ٱلَّذِىٓ أَجَّلْتَ لَنَا ۚ قَالَ ٱلنَّارُ مَثْوَىٰكُمْ خَٰلِدِينَ فِيهَآ إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۗ إِنَّ رَبَّكَ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

(128) "Dan (ingatlah) pada hari ketika Dia mengumpulkan mereka semua (dan Allah berfirman), 'Wahai golongan jin! Kalian telah banyak (menyesatkan) manusia.' Dan kawan-kawan mereka dari golongan manusia berkata, 'Wahai Tiihan kami, sebagian kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian yang lain347 dan kami telah sampai pada ajal kami yang telah Engkau tetapkan untuk kami.' Allah berfirman, 'Nerakalah tempat kalian, kalian kekal di dalamnya, kecuali jika Allah menghendaki lain.' Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui."

Dan ingatlah wahai Rasul, hari ketika Allah akan menghimpun orang-orang kafir dan para pembela mereka dari kalangan setan-setan lalu berfirman, "Wahai golongan jin, kalian telah menyesatkan banyak manusia." Maka kawan-kawan mereka dari orang-orang kafir berkata, "Wahai Tuhan kami, sungguh sebagian kami telah mendapatkan imbalan dari sebagian yang lain dan kami telah sampai kepada waktu yang Engkau tentukan atas kami dengan berakhirnya kehidupan dunia." Allah berfirman kepada mereka, "Neraka adalah tempat berdiam kalian." Maksudnya menjadi tempat tinggal kalian secara abadi di dalamnya, kecuali orang yang Allah kehendaki tidak kekal berada di sana dari para pelaku maksiat yang bertauhid kepada Allah. Sesungguhnya Tuhanmu Mahabijaksana dalam pengaturan dan penciptaanNya, Maha Mengetahui seluruh urusan hamba-hambaNya.


[347] Yakni, setan telah berhasil memperdaya manusia sampai manusia mengikuti perintah-perintah dan bujukan-bujukannya, dan manusia pun telah mendapat hasil kelezatan-kelezatan duniawi karena mengikuti bujukan-bujukan setan itu.

وَكَذَٰلِكَ نُوَلِّى بَعْضَ ٱلظَّٰلِمِينَ بَعْضًۢا بِمَا كَانُواْ يَكْسِبُونَ

(129) "Dan demikianlah Kami jadikan sebagian orang-orang zhalim berteman dengan sebagian yang lain (dari sesama mereka), karena apa-apa yang mereka usahakan."

Sebagaimana Kami telah jadikan setan-setan dari jin menguasai manusia-manusia kafir, maka setan-setan itu menjadi kawan-kawan mereka, begitu pula Kami jadikan manusia-manusia zhalim saling menguasai satu sama lain di dunia akibat maksiat-maksiat yang mereka perbuat.

DERAJAT SESEORANG SEIMBANG DENGAN AMALNYA

يَٰمَعْشَرَ ٱلْجِنِّ وَٱلْإِنسِ أَلَمْ يَأْتِكُمْ رُسُلٌ مِّنكُمْ يَقُصُّونَ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِى وَيُنذِرُونَكُمْ لِقَآءَ يَوْمِكُمْ هَٰذَا ۚ قَالُواْ شَهِدْنَا عَلَىٰٓ أَنفُسِنَا ۖ وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا وَشَهِدُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِهِمْ أَنَّهُمْ كَانُواْ كَٰفِرِينَ

(130) "Wahai golongan jin dan manusia! Bukankah sudah datang kepada kalian rasul-rasul dari kalangan kalian sendiri, mereka menyampaikan ayat-ayatKu kepada kalian dan memperingatkan kalian tentang pertemuan pada hari ini? Mereka menjawab, '(Ya), kami menjadi saksi atas diri kami sendiriTetapi mereka tertipu oleh kehidupan dunia dan mereka telah menjadi saksi atas diri mereka sendiri, bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir."

Wahai kaum musyrikin dari kalangan jin dan manusia, belumkah datang kepada kalian rasul-rasul dari golongan kalian sendiri yang memberitahukan kepada kalian ayat-ayatKu yang jelas lagi memuat penjelasan tentang perintah, larangan, kebaikan dan keburukan dan memperingatkan kalian terhadap pertemuan (kalian) dengan siksaKu pada Hari Kiamat? Kaum musyrikin dari golongan manusia dan jin menjawab, "Kami bersaksi terhadap diri kami bahwa rasul-rasulMu telah menyampaikan ayat-ayatMu kepada kami dan memperingatkan kami terhadap pertemuan kami pada hari ini, namun kemudian kami mendustakan mereka." Gemerlap kehidupan dunia telah memperdayai kaum musyrikin itu. Mereka menjadi saksi melawan diri mereka sendiri bahwa mereka adalah orang-orang yang mengingkari Allah dan rasul-rasulNya

ذَٰلِكَ أَن لَّمْ يَكُن رَّبُّكَ مُهْلِكَ ٱلْقُرَىٰ بِظُلْمٍ وَأَهْلُهَا غَٰفِلُونَ

(131) "Demikianlah (para rasul diutus) karena Tuhanmu tidak akan membinasakan suatu negeri karena suatu kezhaliman, sedang penduduknya dalam keadaan lengah (belum tahu)"

Kami telah mengemukakan hujjah-hujjah kepada dua jenis makhluk (manusia dan jin) dengan mengutus para rasul dan menurunkan kitab- kitab, agar tidak ada seorang pun yang disiksa akibat perbuatan zhalimnya, sedang dakwah belum sampai kepadanya. Akan tetapi, Kami telah menerangkan hujjah-hujjah kepada umat-umat manusia, dan tidaklah Kami menyiksa seorang pun kecuali setelah mengutus para rasul kepada mereka.

وَلِكُلٍّ دَرَجَٰتٌ مِّمَّا عَمِلُواْ ۚ وَمَا رَبُّكَ بِغَٰفِلٍ عَمَّا يَعْمَلُونَ

(132) "Dan masing-masing orang ada tingkatan-tingkatan, (sesuai) dengan apa yang mereka kerjakan. Dan Tuhanmu tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan."

Tiap-tiap orang yang berbuat ketaatan kepada Allah atau maksiat kepadaNya mendapatkan kedudukan sesuai dengan perbuatannya. Allah akan menempatkannya dalam kedudukan itu dan memberinya balasan sesuai dengan itu. Dan Tuhanmu wahai Rasul, tidaklah lengah dan apa yang dilakukan oleh hamba-hambaNya.

وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنۢ بَعْدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ ءَاخَرِينَ

(133) "Dan Tuhanmu Mahakaya, penuh rahmat. Jika Dia menghendaki, Dia akan memusnahkan kalian dan setelah kalian (musnah) akan Dia ganti dengan yang Dia kehendaki, sebagaimana Dia menjadikan kalian dari keturunan kaum yang lain."

Dan Tuhanmu wahai Rasul, Yang memerintahkan manusia untuk beribadah kepadaNya, Dia itu Mahakaya dengan sebenarnya, dan seluruh makhlukNya butuh kepadaNya. Dan Dia mempunyai rahmat yang sangat luas. Jika sekiranya Dia menghendaki, pastilah Dia akan membinasakan kalian dan menciptakan manusia-manusia yang lain dari kalian yang akan menggantikan kalian setelah kemusnahan kalian dan mengerjakan amal ketaatan kepada Allah sebagaimana Dia dahulu menciptakan kalian dari keturunan kaum yang lain yang hidup sebelum kalian.

إِنَّ مَا تُوعَدُونَ لَءَاتٍ ۖ وَمَآ أَنتُم بِمُعْجِزِينَ

(134) "Sesungguhnya apa pun yang dijanjikan kepada kalian pasti datang dan kalian tidak mampu menolaknya.”

Sesungguhnya apa yang dijanjikan Tuhan kalian kepada kalian wahai kaum musyrikin, berupa siksaan atas kekafiran kalian, pasti akan menimpa kalian. Dan kalian tidak akan mampu melemahkan Tuhan kalian dengan melarikan diri darinya. Dia Mahakuasa untuk menghidupkan kalian kembali, kendati kalian telah menjadi tanah dan tulang belulang.

قُلْ يَٰقَوْمِ ٱعْمَلُواْ عَلَىٰ مَكَانَتِكُمْ إِنِّى عَامِلٌ ۖ فَسَوْفَ تَعْلَمُونَ مَن تَكُونُ لَهُۥ عَٰقِبَةُ ٱلدَّارِ ۗ إِنَّهُۥ لَا يُفْلِحُ ٱلظَّٰلِمُونَ

(135) "Katakanlah (wahai Rasul), TWahai kaumku! Berbuatlah menurut kedudukan (keadaan) kalian, aku pun berbuat (demikian). Kelak kalian akan mengetahui, siapa yang akan memperoleh tempat (terbaik) di akhirat (nanti). Sesungguhnya orang-orang yang zhalim itu tidak akan beruntung

Katakanlah wahai Rasul, "Wahai kaumku, berbuatlah sesuka hati kalian, sesungguhnya aku akan berbuat sesuai dengan ajaranku yang telah disyariatkan Tuhanku kepadaku. Kelak kalian akan mengetahui, kala siksaan menimpa kalian, siapakah (di antara kita) yang akan memperoleh akibat (akhir) yang baik. Sesungguhnya tidak akan menggapai ridha Allah dan surgaNya orang yang berbuat melampaui batas dan melakukan tindakan aniaya dengan menyekutukan sesembahan lain dengan Allah."

PERATURAN-PERATURAN YANG DIBUAT-BUAT OLEH KAUM MUSYRIKIN DAN BIMBINGAN ALLAH TERHADAP KAUM MUSLIMIN

وَجَعَلُواْ لِلَّهِ مِمَّا ذَرَأَ مِنَ ٱلْحَرْثِ وَٱلْأَنْعَٰمِ نَصِيبًا فَقَالُواْ هَٰذَا لِلَّهِ بِزَعْمِهِمْ وَهَٰذَا لِشُرَكَآئِنَا ۖ فَمَا كَانَ لِشُرَكَآئِهِمْ فَلَا يَصِلُ إِلَى ٱللَّهِ ۖ وَمَا كَانَ لِلَّهِ فَهُوَ يَصِلُ إِلَىٰ شُرَكَآئِهِمْ ۗ سَآءَ مَا يَحْكُمُونَ

(136) "Dan mereka menjadikan bagian untuk Allah dari apa yang Dia ciptakan berupa tanaman dan hewan ternak, lalu mereka mengatakan dengan persangkaan mereka,'Ini untuk Allah dan yang ini untuk berhala-berhala kami.' Bagian yang untuk berhala-berhala mereka, tidak akan sampai kepada Allah, dan bagian yang untuk Allah akan sampai kepada berhala-berhala mereka.348 Sangat buruk apa yang mereka tetapkan itu."

Dan kaum musyrikin memperuntukkan bagi Allah satu bagian dari apa yang diciptakanNya berupa tanaman, buah-buahan dan hewan ternak dengan menghidangkannya bagi para tamu dan orang-orang miskin, dan juga memperuntukkan bagian yang lain dari barang-barang tersebut bagi sekutu-sekutu (sembahan-sembahan) mereka dari berhala- berhala dan patung-patung. Persembahan yang mereka khususkan bagi sesembahan-sesembahan mereka hanya akan sampai kepada sesem- bahan-sesembahan tersebut saja, tidak sampai kepada Allah. Sedang persembahan yang dikhususkan bagi Allah , sesungguhnya ia sampai kepada sesembahan-sesembahan mereka. Alangkah buruk ketetapan dan pembagian mereka tersebut.


[348] Diriwayatkan bahwa hasil tanaman dan hewan ternak yang mereka peruntukkan bagi Allah , mereka berikan kepada fakir miskin dan amal sosial bahkan dibolehkan untuk berhala. Sedangkan yang diperuntukkan bagi berhala-berhala, diberikan kepada penjaga-penjaga berhala, tidak dibolehkan untuk fakir miskin atau amal sosial. Kebiasaan itu sangat dilaknat Allah .

وَكَذَٰلِكَ زَيَّنَ لِكَثِيرٍ مِّنَ ٱلْمُشْرِكِينَ قَتْلَ أَوْلَٰدِهِمْ شُرَكَآؤُهُمْ لِيُرْدُوهُمْ وَلِيَلْبِسُواْ عَلَيْهِمْ دِينَهُمْ ۖ وَلَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَا فَعَلُوهُ ۖ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ

(137) "Dan demikianlah sekutu-sekutu mereka (setan-setan) menjadikan terasa indah bagi banyak orang-orang musyrik membunuh anak-anak mereka, untuk membinasakan mereka dan mengacaukan agama mereka sendiri.349 Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak akan mengerjakannya. Maka biarkanlah mereka bersama apa (kebohongan) yang mereka ada-adakan."

Sebagaimana setan telah membuat kaum musyrikin memandang baik untuk memperuntukkan bagi Allah sebagian dari tanaman dan hewan ternak dan sebagian bagi sesembahan-sesembahan mereka, setan- setan pun menjadikan kebanyakan orang-orang musyrik itu memandang baik membunuh anak-anak mereka lantaran takut kemiskinan; agar dapat menjerumuskan para orangtua ke dalam kebinasaan dengan menghabisi jiwa yang diharamkan oleh Allah untuk dibunuh kecuali dengan alasan yang benar, dan supaya mengaburkan agama mereka hingga menjadi tak berbekas. Akibatnya, mereka sesat dan binasa. Sekiranya Allah menghendaki mereka tidak melakukannya, pastilah mereka tidak akan melakukannya. Akan tetapi, Dia telah menakdirkan kejadian tersebut karena Dia mengetahui buruknya kondisi dan tempat kembali mereka. Maka tinggalkanlah mereka wahai Rasul, dan urusan mereka terkait kedustaan yang mereka ada-adakan. Allah akan membuat keputusan antara dirimu dengan mereka.


349 Sebagian orang Arab adalah penganut syariat Ibrahim. Nabi Ibrahim pernah diperintah Allah mengurbankan putra beliau, Isma'il . Kemudian pemimpin-pemimpin agama mereka mengaburkan pengertian berkurban itu, sehingga dapat menanamkan kepada pengikut-pengikutnya rasa memandang baik membunuh anak-anak mereka dengan alasan mendekatkan diri kepada Allah, padahal alasan yang sesungguhnya ialah karena takut miskin dan takut ternoda.

وَقَالُواْ هَٰذِهِۦٓ أَنْعَٰمٌ وَحَرْثٌ حِجْرٌ لَّا يَطْعَمُهَآ إِلَّا مَن نَّشَآءُ بِزَعْمِهِمْ وَأَنْعَٰمٌ حُرِّمَتْ ظُهُورُهَا وَأَنْعَٰمٌ لَّا يَذْكُرُونَ ٱسْمَ ٱللَّهِ عَلَيْهَا ٱفْتِرَآءً عَلَيْهِ ۚ سَيَجْزِيهِم بِمَا كَانُواْ يَفْتَرُونَ

(138) "Dan mereka berkata menurut anggapan mereka, 'Inilah hewan ternak dan hasil bumi yang dilarang, tidak boleh dimakan, kecuali oleh orang yang kami kehendaki.' Dan ada pula hewan ternak yang diharamkan (tidak boleh) ditunggangi, dan ada hewan ternak yang (ketika disembelih) boleh tidak menyebut Nama Allah; sebagai kebohongan atas Nama Allah. Kelak Allah akan membalas mereka karena kebohongan yang mereka ada-adakan itu."

Dan orang-orang musyrik itu juga mengatakan, "Unta dan tanaman ini haram", tidak boleh memakannya kecuali orang-orang yang mereka izinkan saja, sesuai dengan prasangka mereka, seperti para penjaga berhala-berhala dan orang-orang lainnya. "Unta ini diharamkan pemanfaatan punggungnya, maka tidak boleh ditunggangi dan dibebani bawaan dalam kondisi apa pun." Dan unta yang lain tidak mereka sebut Nama Allah ketika menyembelihnya dalam keadaan apa pun. Mereka melakukan semua itu dengan dasar kebohongan atas Nama Allah. Allah akan menimpakan balasan kepada mereka atas perbuatan yang mereka ada-adakan dalam bentuk kedustaan terhadapNya .

وَقَالُواْ مَا فِى بُطُونِ هَٰذِهِ ٱلْأَنْعَٰمِ خَالِصَةٌ لِّذُكُورِنَا وَمُحَرَّمٌ عَلَىٰٓ أَزْوَٰجِنَا ۖ وَإِن يَكُن مَّيْتَةً فَهُمْ فِيهِ شُرَكَآءُ ۚ سَيَجْزِيهِمْ وَصْفَهُمْ ۚ إِنَّهُۥ حَكِيمٌ عَلِيمٌ

(139) 'Dan mereka berkata (pula), 'Apa yang ada di dalam perut hewan ternak ini khusus untuk kaum laki-laki kami dan haram bagi istri-istri kami' Dan jika yang dalam perut itu (dilahirkan) mati, maka semua boleh (memakannya). Kelak Allah akan membalas atas ketetapan mereka. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana lagi Maha Mengetahui."

Dan orang-orang musyrik berkata, "Apa yang ada di dalam perut binatang-binatang ternak yang berupa janin-janin, hukumnya boleh bagi para pria kami, namun haram bagi para wanita kami, jika dilahirkan dalam keadaan hidup." Dan mereka saling berbagi bila dilahirkan dalam keadaan mati. Allah akan menghukum mereka, lantaran mereka sekehendaknya menetapkan aturan syariat bagi diri mereka, baik berupa penghalalan maupun pengharaman, yang tidak pernah diizinkan oleh Allah. Sesungguhnya Allah Mahabijaksana dalam pengaturan urusan-urusan makhlukNya, lagi Maha Mengetahui mereka.

قَدْ خَسِرَ ٱلَّذِينَ قَتَلُوٓاْ أَوْلَٰدَهُمْ سَفَهًۢا بِغَيْرِ عِلْمٍ وَحَرَّمُواْ مَا رَزَقَهُمُ ٱللَّهُ ٱفْتِرَآءً عَلَى ٱللَّهِ ۚ قَدْ ضَلُّواْ وَمَا كَانُواْ مُهْتَدِينَ

(140) ”Sungguh rugi mereka yang membunuh anak-anak mereka karena kebodohan tanpa ilmu, dan mengharamkan rizki yang dikaruniakan Allah kepada mereka karena semata-mata membuat-buat kebohongan atas Nama Allah. Sungguh mereka telah sesat dan tidak mendapat petunjuk."

Sungguh benar-benar merugi dan binasa orang-orang yang membunuh anak-anak mereka karena kedangkalan akal pikiran dan kebodohan mereka, dan mengharamkan apa yang Allah karuniakan kepada mereka dengan dasar kebohongan atas Nama Allah. Sungguh mereka telah amat jauh dari kebenaran, dan mereka bukanlah orang-orang yang memperoleh hidayah dan berada di jalan lurus. Penetapan hukum halal dan haram menjadi salah satu hak khusus Allah dalam penetapan aturan hukum syariat. Perkara halal adalah yang dihalalkan oleh Allah dan perkara haram adalah yang diharamkan oleh Allah. Tidak ada hak bagi seorang pun dari hambaNya, entah itu seorang individu atau golongan untuk mensyariatkan kepada hamba-hamba Allah sesuatu ajaran yang tidak diizinkan oleh Allah.

۞ وَهُوَ ٱلَّذِىٓ أَنشَأَ جَنَّٰتٍ مَّعْرُوشَٰتٍ وَغَيْرَ مَعْرُوشَٰتٍ وَٱلنَّخْلَ وَٱلزَّرْعَ مُخْتَلِفًا أُكُلُهُۥ وَٱلزَّيْتُونَ وَٱلرُّمَّانَ مُتَشَٰبِهًا وَغَيْرَ مُتَشَٰبِهٍ ۚ كُلُواْ مِن ثَمَرِهِۦٓ إِذَآ أَثْمَرَ وَءَاتُواْ حَقَّهُۥ يَوْمَ حَصَادِهِۦ ۖ وَلَا تُسْرِفُوٓاْ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ

(141) "Dan Dia-lah Yang menjadikan kebun-kebun (yang di dalamnya ada tanam- tanaman) yang merambat dan yang tidak merambat, pohon kurma, tanaman yang beraneka ragam rasanya, zaitun dan delima yang serupa (bentuk dan warnanya) dan tidak serupa (rasanya). Makanlah buahnya apabila ia berbuah dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memanennya, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan."

Dan Allah , Dia-lah yang menciptakan bagi kalian kebun-kebun, yang di antaranya ada kebun yang batangnya tidak menyentuh permukaan tanah seperti pohon anggur, dan di antaranya ada kebun yang tidak menjalar tinggi di atas permukaan tanah, akan tetapi berdiri tegak di atas batang pokoknya, seperti pohon kurma dan tanam-tanaman lain yang memiliki cita-rasa yang berbeda-beda, dan pohon zaitun dan pohon delima yang saling serupa bentuk fisiknya, namun berbeda buah dan rasanya. Wahai manusia, makanlah dari hasil buahnya bila telah berbuah, dan serahkanlah zakatnya yang wajib atas kalian. Dan janganlah kalian melewati batas-batas keseimbangan dalam urusan mengeluarkan harta, memakan makanan dan lain sebagainya. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas-batasNya.

وَمِنَ ٱلْأَنْعَٰمِ حَمُولَةً وَفَرْشًا ۚ كُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَٰتِ ٱلشَّيْطَٰنِ ۚ إِنَّهُۥ لَكُمْ عَدُوٌّ مُّبِينٌ

(142) "Dan di antara hewan-hewan ternak itu ada yang dijadikan pengangkut beban dan ada (pula) yang untuk selain mengangkut beban.350 Makanlah rizki yang diberikan Allah kepada kalian, dan janganlah kalian mengikuti langkah- langkah setan. Sesungguhnya setan itu musuh yang nyata bagi kalian;"

Dan Allah menciptakan dari binatang-binatang ternak hewan yang diperuntukkan guna mengangkut beban karena bentuk fisiknya yang besar atau karena ukuran tubuhnya yang tinggi, seperti unta. Dan ada pula dari binatang-binatang ternak yang diperuntukkan melakukan pekerjaan selain mengangkut beban, karena fisiknya yang kecil dan kedekatan habitatnya dengan tanah seperti sapi dan kambing. Makanlah apa-apa yang diperbolehkan oleh Allah bagi kalian dan yang diberikannya kepada kalian dari binatang-binatang ternak tersebut. Dan janganlah kalian mengharamkan apa yang Allah halalkan darinya, demi mengikuti jalan-jalan bisikan setan, sebagaimana diperbuat oleh kaum musyrikin. Sesungguhnya setan itu bagi kalian adalah musuh yang sangat tampak permusuhannya.


[350] Hewan pengangkut beban adalah seperti unta dan kuda; dan yang tidak untuk mengangkut beban adalah seperti kambing.

ثَمَٰنِيَةَ أَزْوَٰجٍ ۖ مِّنَ ٱلضَّأْنِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْمَعْزِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ نَبِّـُٔونِى بِعِلْمٍ إِن كُنتُمْ صَٰدِقِينَ

(143) ”ada delapan hewan ternak yang berpasangan (empat pasang); sepasang domba dan sepasang kambing. Katakanlah, 'Apakah yang diharamkan Allah dua yang jantan atau dua yang betina atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Terangkanlah kepadaku berdasarkan ilmu, jika kalian orang-orang yang benar'”

Binatang-binatang ternak tersebut yang dikaruniakan Allah kepada para hambaNya yang berupa unta, sapi dan kambing berjumlah delapan jenis binatang. Empat di antaranya dari jenis kambing, yaitu domba yang jantan dan betina, dan dari jenis kambing yang jantan dan betina. Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Apakah Allah yang mengharamkan jenis jantan dari dua jenis kambing tersebut?" Apabila mereka mengatakan, "Betul", sungguh mereka telah berbohong dalam ucapan mereka itu, sebab mereka tidak mengharamkan seluruh jenis jantan dari domba dan kambing. Dan katakanlah kepada mereka, "Apakah Allah mengharamkan betina dari dua jenis domba tersebut?" Apabila mereka mengatakan, "Ya", maka mereka juga telah berdusta. Sebab mereka tidak mengharamkan seluruh betina dari peranakan domba dan kambing. Dan katakanlah kepada mereka, "Dan apakah Allah mengharamkan apa yang ada di dalam kandungan dua betina dari jenis domba dan kambing?" Apabila mereka berkata, "Betul", maka mereka telah berdusta juga, karena mereka itu tidak mengharamkan seluruh isi kandungannya. Beritahukan- lah kepadaku satu bukti yang menunjukkan kebenaran pendapat kalian tersebut, jika memang kalian berkata benar dalam perkara yang kalian nisbatkan kepada Tuhan kalian.

وَمِنَ ٱلْإِبِلِ ٱثْنَيْنِ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ ٱثْنَيْنِ ۗ قُلْ ءَآلذَّكَرَيْنِ حَرَّمَ أَمِ ٱلْأُنثَيَيْنِ أَمَّا ٱشْتَمَلَتْ عَلَيْهِ أَرْحَامُ ٱلْأُنثَيَيْنِ ۖ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَآءَ إِذْ وَصَّىٰكُمُ ٱللَّهُ بِهَٰذَا ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنِ ٱفْتَرَىٰ عَلَى ٱللَّهِ كَذِبًا لِّيُضِلَّ ٱلنَّاسَ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۗ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّٰلِمِينَ

(144) "Dan dari unta sepasang dan dari sapi sepasang. Katakanlah, 'Apakah yang diharamkan dua yang jantan atau dua yang betina, atau yang ada dalam kandungan kedua betinanya? Apakah kalian menjadi saksi-saksi ketika Allah menetapkan ini bagi kalian? Siapakah yang lebih zhalim daripada orang-orang yang mengada-adakan suatu kebohongan atas Nama Allah untuk menyesatkan orang-orang tanpa ilmu?' Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim."

Jenis-jenis hewan ternak lainnya ialah dua dari jenis unta, jantan dan betina, dan dua dari jenis sapi, jantan dan betina. Katakanlah wahai Rasul, "Apakah Allah mengharamkan dua jenis jantan atau dua jenis betina ataukah mengharamkan apa yang dikandung oleh dua betina baik jantan maupun betina? Apakah kalian wahai kaum musyrikin, menyaksikan ketika Allah berpesan menetapkan pada kalian pengharaman binatang-binatang ternak tersebut? Maka tidak ada orang yang lebih parah kezhalimannya daripada orang yang mengada-adakan kedustaan atas Nama Allah atas kebodohannya untuk memalingkan manusia dari jalan petunjuk." Sesungguhnya Allah tidak memberikan taufik menuju jalan lurus bagi orang- orang berbuat melampaui batas, dengan berdusta atas Nama Allah dan menyesatkan manusia.

قُل لَّآ أَجِدُ فِى مَآ أُوحِىَ إِلَىَّ مُحَرَّمًا عَلَىٰ طَاعِمٍ يَطْعَمُهُۥٓ إِلَّآ أَن يَكُونَ مَيْتَةً أَوْ دَمًا مَّسْفُوحًا أَوْ لَحْمَ خِنزِيرٍ فَإِنَّهُۥ رِجْسٌ أَوْ فِسْقًا أُهِلَّ لِغَيْرِ ٱللَّهِ بِهِۦ ۚ فَمَنِ ٱضْطُرَّ غَيْرَ بَاغٍ وَلَا عَادٍ فَإِنَّ رَبَّكَ غَفُورٌ رَّحِيمٌ

(146) "Katakanlah,'Tidak kudapati di dalam apa yang diwahyukan kepadaku, sesuatu yang diharamkan memakannya bagi yang ingin memakannya, kecuali daging hewan yang mati (bangkai), darah yang mengalir, daging babi, karena semua itu kotor atau hewan (yang disembelih) yang dinyatakan untuk selain Allah. Tetapi barangsiapa terpaksa bukan karena menginginkan dan tidak melebihi (batas darurat), maka sesungguhnya Tuhanmu Maha Pengampun lagi Maha Penyayang'."

Katakanlah wahai Rasul, "Aku tidak mendapati dalam wahyu yang diwahyukan Allah kepadaku sesuatu yang haram atas orang yang hendak memakannya dari ternak-ternak yang kalian sebut haram, kecuali kalau binatang itu telah mati tanpa disembelih dahulu, atau darah yang mengalir dan daging babi, karena sesungguhnya semua itu najis. Atau binatang yang cara penyembelihannya tidak sesuai dengan ketaatan kepada Allah , sebagaimana yang terjadi pada sembelihan yang disebut nama selain Allah ketika disembelih. Barangsiapa terpaksa memakan barang-barang yang diharamkan ini akibat kelaparan yang melilit, sedang dia tidak ingin memakannya untuk bersenang-senang dan tidak menabrak ketentuan darurat, sesungguhnya Allah Maha Pengampun dan Maha Penyayang terhadapnya. Dan kemudian telah ditetapkan dalam Sunnah pengharaman semua binatang liar yang memiliki gigi taring, burung yang bercakar tajam, keledai yang diternakkan, dan anjing.

وَعَلَى ٱلَّذِينَ هَادُواْ حَرَّمْنَا كُلَّ ذِى ظُفُرٍ ۖ وَمِنَ ٱلْبَقَرِ وَٱلْغَنَمِ حَرَّمْنَا عَلَيْهِمْ شُحُومَهُمَآ إِلَّا مَا حَمَلَتْ ظُهُورُهُمَآ أَوِ ٱلْحَوَايَآ أَوْ مَا ٱخْتَلَطَ بِعَظْمٍ ۚ ذَٰلِكَ جَزَيْنَٰهُم بِبَغْيِهِمْ ۖ وَإِنَّا لَصَٰدِقُونَ

(146) "Dan kepada orang-orang Yahudi, Kami haramkan semua (hewan) yang berkuku,351 dan dari sapi dan domba Kami haramkan bagi mereka lemak keduanya, kecuali yang melekat di punggungnya, atau yang (melekat) dalam isi perutnya, atau yang bercampur dengan tulang. Demikianlah Kami menghukum mereka karena sikap melampaui batas mereka. Dan sesungguhnya Kami Mahabenar."

Dan sampaikanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, apa-apa yang Kami haramkan atas kaum Yahudi dari jenis binatang ternak dan burung, yaitu setiap binatang ternak yang jari-jari kakinya tidak terpisah seperti unta, burung unta, lemak sapi dan kambing, kecuali lemak yang melekat pada punggung dan usus-usus atau yang bercampur dengan tulang belakang dan rusuk, dan lainnya. Pengharaman obyek-obyek tersebut atas kaum Yahudi merupakan hukuman bagi mereka dari Kami karena perbuatan-perbuatan buruk mereka. Dan Kami Mahabenar dalam perkara yang Kami beritahukan tentang mereka.


[351] Yang dimaksud dengan hewan berkuku di sini ialah hewan-hewan yang jari-jarinya tidak terpisah antara yang satu dengan yang lain, seperti: unta, itik, angsa, dan lain-lain. Sebagian ahli tafsir mengartikan dengan hewan yang berkuku satu seperti: kuda, keledai, dan lain-lain.

فَإِن كَذَّبُوكَ فَقُل رَّبُّكُمْ ذُو رَحْمَةٍ وَٰسِعَةٍ وَلَا يُرَدُّ بَأْسُهُۥ عَنِ ٱلْقَوْمِ ٱلْمُجْرِمِينَ

(147) "Maka jika mereka mendustakanmu, katakanlah, 'Tuhan kalian mempunyai rahmat yang luas, dan siksaNya kepada orang-orang yang gemar berbuat dosa tidak dapat dielakkan'."

Wahai Rasul, jika para penentangmu dari kaum musyrikin, kaum Yahudi, dan golongan lainnya, mendustakan engkau, maka katakanlah kepada mereka, "Tuhan kalian memiliki rahmat yang luas. Dan siksaanNya tidak dapat disingkirkan dari kaum yang berbuat jahat dan melakukan perbuatan-perbuatan dosa, serta berbuat kesalahan-kesalahan.” Di sini terdapat ancaman bagi mereka atas penentangan mereka terhadap Rasul .

سَيَقُولُ ٱلَّذِينَ أَشْرَكُواْ لَوْ شَآءَ ٱللَّهُ مَآ أَشْرَكْنَا وَلَآ ءَابَآؤُنَا وَلَا حَرَّمْنَا مِن شَىْءٍ ۚ كَذَٰلِكَ كَذَّبَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ حَتَّىٰ ذَاقُواْ بَأْسَنَا ۗ قُلْ هَلْ عِندَكُم مِّنْ عِلْمٍ فَتُخْرِجُوهُ لَنَآ ۖ إِن تَتَّبِعُونَ إِلَّا ٱلظَّنَّ وَإِنْ أَنتُمْ إِلَّا تَخْرُصُونَ

(148) '"Orang-orang musyrik akan berkata, 'Jika Allah menghendaki, tentu kami tidak akan mempersekutukan (Nya), begitu pula nenek moyang kami, dan kami tidak akan mengharamkan apa pun,' Demikian pula orang-orang sebelum mereka yang telah mendustakan (para rasul) sampai mereka merasakan azab Kami, Katakanlah (wahai Rasul), 'Apakah kalian mempunyai ilmu yang dapat kalian kemukakan kepada kami? Kalian tidak lain hanya mengikuti persangkaan, dan kalian tidak lain hanya berdusta'."

Orang-orang yang menyekutukan Allah berkata, "Jika Allah menghendaki kami dan bapak-bapak kami tidak mempersekutukanNya dan tidak mengharamkan sesuatu tanpa petunjuk dariNya, niscaya kami tidak akan melakukannya." Maka Allah membantah pernyataan mereka dengan menjelaskan bahwa syubhat (pola pikir yang rancu) ini telah didengung-dengungkan oleh orang-orang kafir sebelum mereka dan mereka mendustakan dakwah para rasul dengan alasan itu, serta hal itu tetap mereka pegangi terus-menerus hingga akhirnya datanglah siksaan Allah menimpa mereka. Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Apakah dalam pengharaman unta dan tanam-tanaman yang kalian haramkan dan anggapan kalian bahwa Allah telah menghendaki kekafiran pada diri kalian, meridhainya dari kalian serta menyukainya dari kalian, kalian mempunyai pengetahuan yang benar yang dapat kalian perlihatkan kepada kami? Kalian tidaklah mengikuti perkara-perkara agama, kecuali sekadar mengikuti prasangka belaka, dan tidaklah kalian kecuali hanya berdusta."

قُلْ فَلِلَّهِ ٱلْحُجَّةُ ٱلْبَٰلِغَةُ ۖ فَلَوْ شَآءَ لَهَدَىٰكُمْ أَجْمَعِينَ

(149) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Allah memiliki hujjah yang jelas dan kuat. Maka kalau Dia menghendaki, niscaya Dia benar-benar memberikan hidayah kepada kalian semua',"

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Allah mempunyai hujjah kuat yang mematahkan prasangka-prasangka kalian. Sekiranya Allah berkehendak, niscaya Dia akan memberikan taufik kepada kalian semua menuju jalan yang lurus."

قُلْ هَلُمَّ شُهَدَآءَكُمُ ٱلَّذِينَ يَشْهَدُونَ أَنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَ هَٰذَا ۖ فَإِن شَهِدُواْ فَلَا تَشْهَدْ مَعَهُمْ ۚ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَآءَ ٱلَّذِينَ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْءَاخِرَةِ وَهُم بِرَبِّهِمْ يَعْدِلُونَ

(150) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Bawalah saksi-saksi kalian yang dapat membuktikan bahwa Allah mengharamkan ini.' Jika mereka memberikan kesaksian, maka jangan engkau bersaksi bersama mereka. Janganlah engkau ikuti keinginan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan orang-orang yang tidak beriman kepada akhirat, dan mereka mempersekutukan Tuhan mereka."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Bawalah ke mari para saksi kalian yang menyaksikan bahwa sesungguhnya Allah , Dia-lah yang mengharamkan tanaman dan binatang yang kalian haramkan itu." Apabila para saksi itu menyampaikan persaksian mereka, dengan dusta dan kepalsuan, maka janganlah engkau mempercayai mereka. Dan janganlah engkau menuruti orang-orang yang memperturutkan hawa nafsu mereka lalu mendustakan ayat-ayat Allah dalam pendapat yang mereka pegangi dengan mengharamkan apa yang dihalalkan oleh Allah dan menghalalkan apa yang diharamkan Allah. Dan janganlah engkau mengikuti orang-orang yang tidak mempercayai kehidupan akhirat dan beramal untuknya, dan orang-orang yang menyekutukan Tuhan mereka dengan menyembah yang lain bersamaNya.

۞ قُلْ تَعَالَوْاْ أَتْلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمْ عَلَيْكُمْ ۖ أَلَّا تُشْرِكُواْ بِهِۦ شَيْـًٔا ۖ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۖ وَلَا تَقْتُلُوٓاْ أَوْلَٰدَكُم مِّنْ إِمْلَٰقٍ ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكُمْ وَإِيَّاهُمْ ۖ وَلَا تَقْرَبُواْ ٱلْفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ ۖ وَلَا تَقْتُلُواْ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلْحَقِّ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُونَ

(151) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Marilah aku bacakan apa yang diharamkan Tuhan kalian kepada kalian, (yaitu), janganlah kalian mempersekutukan sesuatu denganNya, berbuat baik kepada ibu-bapak, janganlah membunuh anak-anak kalian karena (takut) miskin; Kami-lah Yang memberi rizki kepada kalian dan kepada mereka, janganlah kalian mendekati perbuatan keji, baik yang terlihat maupun yang tersembunyi, dan janganlah kalian membunuh orang yang diha-ramkan Allah, kecuali dengan alasan yang benar.352 Demikianlah Dia memerintahkan kepada kalian agar kalian mengerti'

Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, "Ke marilah, aku akan bacakan apa yang diharamkan Tuhan kalian kepada kalian, yaitu: Janganlah kalian menyekutukan sesuatu pun dengan Allah dan makhluk-makhluk-Nya dalam beribadah kepadaNya, akan tetapi, arahkanlah seluruh jenis ibadah kepadaNya semata, seperti khauf (rasa takut), pengharapan, doa dan jenis ibadah lainnya. Dan hendaknya kalian berbuat baik kepada kedua orangtua dengan berbakti dan doa serta jenis kebaikan lainnya. Dan janganlah kalian membunuh anak-anak kalian dikarenakan kekurangan ekonomi yang kalian alami. Sesungguhnya Allah-lah Yang memberikan rizki kepada kalian dan mereka. Dan janganlah kalian mendekati perbuatan dosa-dosa besar yang tampak dan yang tersembunyi. Dan janganlah kalian membunuh jiwa yang diharamkan Allah untuk dibunuh, kecuali dengan sebab yang dibenarkan seperti dalam kondisi menuntut hukum qis1ia$h dari pembunuh, perzinaan yang dilakukan orang yang telah menikah, atau karena murtad dari Islam. Hal-hal yang disebutkan termasuk perkara yang Allah melarang kalian darinya dan menuntut janji dari kalian untuk menjauhinya, serta perkara yang Allah memerintahkan dan berpesan kepada kalian dengannya, semoga kalian memahami perintah-perintah dan larangan-laranganNya.


[352] Alasan yang dibenarkan syariat adalah seperti qishash, membunuh orang murtad, rajam, dan sebagainya.

وَلَا تَقْرَبُواْ مَالَ ٱلْيَتِيمِ إِلَّا بِٱلَّتِى هِىَ أَحْسَنُ حَتَّىٰ يَبْلُغَ أَشُدَّهُۥ ۖ وَأَوْفُواْ ٱلْكَيْلَ وَٱلْمِيزَانَ بِٱلْقِسْطِ ۖ لَا نُكَلِّفُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۖ وَإِذَا قُلْتُمْ فَٱعْدِلُواْ وَلَوْ كَانَ ذَا قُرْبَىٰ ۖ وَبِعَهْدِ ٱللَّهِ أَوْفُواْ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

(152) 'Dan janganlah kalian mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat), sehingga dia mencapai (usia) dewasa. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil. Kami tidak membebani seseorang, melainkan menurut kesanggupannya. Apabila kalian berbicara, maka berlaku adillah, sekalipun dia kerabat (kalian) dan penuhilah perjanjian dengan Allah. Demikianlah Dia memerintahkan kepada kalian agar kalian ingat'."

Wahai para penerima amanat, janganlah kalian mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang menyebabkan hartanya menjadi lebih baik dan dapat dia manfaatkan, sampai dia mencapai usia baligh dan berakal matang. Ketika dia telah mencapainya, maka serahkanlah hartanya kepadanya. Dan sempurnakanlah takaran dan timbangan dengan adil hingga mencapai batas yang penuh. Apabila kalian telah mengerahkan usaha-usaha kalian, maka tidak masalah atas kalian dalam hal yang mungkin masih terjadi kekurangan padanya. Kami tidak memikulkan beban kepada seseorang, melainkan sekedar kesanggupannya. Jika kalian berkata, maka usahakanlah sekuat tenaga untuk berbuat adil dalam berucap tanpa menyerong dari kebenaran, baik dalam menyampaikan berita, persaksian dan pemutusan hukum serta pemberian pembelaan. Walaupun obyek yang terkait dengan ucapan tersebut merupakan kaum kerabat dari kalian. Maka janganlah kalian condong kepadanya tanpa alasan yang benar. Dan penuhilah janji Allah yang mengikat kalian untuk komitmen dengan syariatNya. Hal-hal yang dibacakan kepada kalian ini yang berupa hukum-hukum, Allah memerintahkan kalian untuk melaksanakannya, dengan harapan kalian mau mengingat-ingat nasib kalian kelak.

وَأَنَّ هَٰذَا صِرَٰطِى مُسْتَقِيمًا فَٱتَّبِعُوهُ ۖ وَلَا تَتَّبِعُواْ ٱلسُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن سَبِيلِهِۦ ۚ ذَٰلِكُمْ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

(153) "Dan bahwasanya inilah jalanKu yang lurus. Maka ikutilah! Dan jangan kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain) yang akan mencerai-beraikan kalian dari jalanNya. Demikianlah Dia memerintahkan kepada kalian agar kalian bertakwa."

Dan di antara perintah Allah kepada kalian, bahwa Islam adalah jalan Allah yang lurus, maka ikutilah dia, janganlah kalian mengikuti jalan-jalan kesesatan yang akan mencerai-beraikan kalian dan menjauhkan kalian dari jalan Allah yang lurus. Berjalan mengarah ke jalan yang lurus itulah yang diperintahkan Allah kepada kalian, agar kalian dapat melindungi diri dari siksaanNya dengan menjalankan perintah-perintahNya dan menjauhi larangan-laranganNya.

ثُمَّ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَٰبَ تَمَامًا عَلَى ٱلَّذِىٓ أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِّكُلِّ شَىْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَّعَلَّهُم بِلِقَآءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ

(154) "Kemudian Kami telah memberikan kepada Musa Kitab (Taurat) untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, untuk menjelaskan segala sesuatu, dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman akan adanya pertemuan dengan Tuhan mereka."

Kemudian katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya Allah , Dia-lah yang memberi Musa kitab Taurat sebagai penyempurna nikmatNya bagi orang-orang yang berbuat baik dari para pengikut ajaran agamanya dan untuk menjelaskan segala sesuatu terkait perkara-perkara agama mereka, serta sebagai petunjuk dan panduan menuju jalan yang lurus dan menjadi rahmat bagi mereka. Harapannya, mereka mengimani Hari Kebangkitan setelah kematian, hisab dan balasan amal perbuatan dan kemudian beramal untuk menyongsongnya."

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ مُبَارَكٌ فَٱتَّبِعُوهُ وَٱتَّقُواْ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

(155) "Dan ini adalah Kitab (al-Qur'an) yang Kami turunkan dengan penuh berkah. Maka ikutilah ia, dan bertakwalah agar kalian mendapat rahmat."

Kitab al-Qur'an ini adalah kitab yang Kami turunkan kepada Nabi Kami, Muhammad ., kebaikannya amatlah banyak, maka ikutilah kitab tersebut dalam perkara yang diperintahkan dan dilarangnya. Dan takutlah kepada Allah dari melanggar perintahNya, dengan harapan kalian dinaungi rahmatNya sehingga selamat dari siksaNya dan beruntung menggapai pahalaNya.

أَن تَقُولُوٓاْ إِنَّمَآ أُنزِلَ ٱلْكِتَٰبُ عَلَىٰ طَآئِفَتَيْنِ مِن قَبْلِنَا وَإِن كُنَّا عَن دِرَاسَتِهِمْ لَغَٰفِلِينَ

(156) "(Kami turunkan al-Quran itu) agar kalian (tidak) mengatakan,'Kitab itu hanya diturunkan kepada dua golongan sebelum kami (Yahudi dan Nasrani) dan sungguh, kami tidak memperhatikan apa yang mereka baca'"

Dan Kami turunkan al-Qur'an ini supaya kalian wahai orang-orang kafir Arab, tidak berkata, "Sesungguhnya kitab itu hanya diturunkan dari langit kepada golongan Yahudi dan Nasrani saja dan kami tidak memiliki ilmu dan pengetahuan tentangnya."

أَوْ تَقُولُواْ لَوْ أَنَّآ أُنزِلَ عَلَيْنَا ٱلْكِتَٰبُ لَكُنَّآ أَهْدَىٰ مِنْهُمْ ۚ فَقَدْ جَآءَكُم بَيِّنَةٌ مِّن رَّبِّكُمْ وَهُدًى وَرَحْمَةٌ ۚ فَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّن كَذَّبَ بِـَٔايَٰتِ ٱللَّهِ وَصَدَفَ عَنْهَا ۗ سَنَجْزِى ٱلَّذِينَ يَصْدِفُونَ عَنْ ءَايَٰتِنَا سُوٓءَ ٱلْعَذَابِ بِمَا كَانُواْ يَصْدِفُونَ

(157) "atau agar kalian (tidak) mengatakan, 'Jikalau Kitab itu diturunkan kepada kami, tentulah kami lebih mendapat petunjuk daripada mereka,' Sungguh, telah datang kepada kalian penjelasan yang nyata, petunjuk dan rahmat dari Tuhan kalian. Maka siapakah yang lebih zhalim daripada orang yang mendustakan ayat-ayat Allah dan berpaling darinya? Kelak, Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang berpaling dari ayat-ayat Kami dengan azab yang keras, karena mereka selalu berpaling."

Dan agar kalian wahai kaum musyrikin, tidak berkata, "Sekiranya diturunkan kitab kepada kami dari langit, sebagaimana diturunkan kepada Yahudi dan Nasrani, pastilah kami akan lebih lurus berada di atas jalan kebenaran daripada mereka." Sungguh telah datang kepada kalian kitab berbahasa Arab yang nyata dari langit dengan bahasa ibu kalian, dan itu adalah hujjah yang jelas dari Tuhan kalian dan petunjuk menuju jalan kebenaran dan rahmat bagi umat ini. Maka tidak ada orang yang lebih aniaya dan lebih besar permusuhannya dari orang yang mendustakan hujjah-hujjah Allah dan kemudian dia berpaling darinya! Orang-orang yang berpaling tersebut, akan Kami hukum dengan siksaan yang pedih di dalam Neraka Jahanam, karena mereka berpaling dari ayat-ayat Kami dan menghalangi (orang lain) dari jalan Kami.

هَلْ يَنظُرُونَ إِلَّآ أَن تَأْتِيَهُمُ ٱلْمَلَٰٓئِكَةُ أَوْ يَأْتِىَ رَبُّكَ أَوْ يَأْتِىَ بَعْضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ ۗ يَوْمَ يَأْتِى بَعْضُ ءَايَٰتِ رَبِّكَ لَا يَنفَعُ نَفْسًا إِيمَٰنُهَا لَمْ تَكُنْ ءَامَنَتْ مِن قَبْلُ أَوْ كَسَبَتْ فِىٓ إِيمَٰنِهَا خَيْرًا ۗ قُلِ ٱنتَظِرُوٓاْ إِنَّا مُنتَظِرُونَ

(158) "Tidak ada yang mereka tunggu kecuali kedatangan para malaikat kepada mereka, atau kedatangan Tuhanmu, atau sebagian tanda-tanda dari Tuhanmu. Pada hari datangnya sebagian tanda-tanda Tuhanmu, tidak berguna lagi iman seseorang yang belum beriman sebelum itu, atau (belum) berusaha berbuat kebajikan dengan imannya itu. Katakanlah, 'Tunggulah! Karena sesungguhnya Kami pun menunggu'."

Yang dinanti oleh orang-orang yang berpaling dan menghalangi (orang) dari jalan Allah hanyalah kedatangan malaikat kematian dan para pendampingnya kepada mereka untuk mencabut nyawa mereka, atau kedatangan Tuhanmu wahai Rasul, untuk memutuskan nasib di antara para hambaNya pada Hari Kiamat, atau munculnya sebagian dari tanda dan gejala Hari Kiamat yang menunjukkan kedatangan hari tersebut, yaitu, terbitnya matahari dari arah barat. Ketika itu tidaklah bermanfaat keimanan seseorang bagi dirinya, jika dia belum beriman sebelumnya, dan tidak diterima amal perbuatan yang baik darinya kalau dia sudah beriman, jika dia belum mengusahakannya sebelum itu. Katakanlah wahai Rasul, kepada mereka, 'Tunggulah kedatangannya agar kalian mengetahui siapa yang benar dan siapa yang berada di atas kebatilan, siapa orang yang berbuat buruk dan siapa orang yang baik. Sesungguhnya kami pun juga menunggunya."

إِنَّ ٱلَّذِينَ فَرَّقُواْ دِينَهُمْ وَكَانُواْ شِيَعًا لَّسْتَ مِنْهُمْ فِى شَىْءٍ ۚ إِنَّمَآ أَمْرُهُمْ إِلَى ٱللَّهِ ثُمَّ يُنَبِّئُهُم بِمَا كَانُواْ يَفْعَلُونَ

(159) "Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi (terpecah) dalam golongan-golongan, sedikit pun bukan tanggung jawabmu (wahai Rasul) terhadap mereka. Sesungguhnya urusan mereka (terserah) kepada Allah. Kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka apa yang telah mereka perbuat

Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka setelah sebelumnya berpadu di atas tauhidullah dan mengamalkan syariatNya, lalu mereka terbagi-bagi ke dalam golongan-golongan dan kelompok- kelompok sesungguhnya engkau wahai Rasul, berlepas diri dari mereka. Urusan mereka hanyalah tergantung pada Allah , kemudian Dia akan memberitahukan kepada mereka tentang perbuatan-perbuatan yang telah mereka perbuat lalu memberikan balasan orang-orang yang bertaubat dan berbuat baik atas kebaikan mereka dan menghukum orang-orang yang berbuat buruk atas keburukan-keburukan mereka.

مَن جَآءَ بِٱلْحَسَنَةِ فَلَهُۥ عَشْرُ أَمْثَالِهَا ۖ وَمَن جَآءَ بِٱلسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰٓ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

(160) "Barangsiapa berbuat kebaikan, maka dia mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat keburukan, maka dia tidak dibalas kecuali setimpal dengan keburukannya. Dan mereka sedikit pun tidak dizhalimi."

Barangsiapa berjumpa dengan Tuhannya pada Hari Kiamat dengan amal kebaikan dari amal-amal yang shalih, maka baginya sepuluh kali lipat (pahala) dari kebaikannya itu. Dan barangsiapa berjumpa dengan Tuhannya dengan dosa, maka dia tidak dikenai hukuman, melainkan sebanding dengan kesalahannya. Dan mereka tidaklah terzhalimi meski sebesar dzarrah sekalipun.

قُلْ إِنَّنِى هَدَىٰنِى رَبِّىٓ إِلَىٰ صِرَٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ دِينًا قِيَمًا مِّلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا ۚ وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ

(161) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Sesungguhnya Tuhanku telah memberiku petunjuk ke jalan yang lurus, agama yang benar, agama Ibrahim yang lurus. Dan dia (Ibrahim) tidak termasuk orang-orang yang musyrik'."

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya aku telah diberi petunjuk oleh Tuhanku menuju jalan lurus yang mengan-tarkan ke surgaNya, yaitu agama Islam yang mengatur urusan dunia dan akhirat. Itu adalah agama tauhid, agama Ibrahim dan Ibrahim bukanlah termasuk orang-orang yang menyekutukan sesuatu bersama Allah.

قُلْ إِنَّ صَلَاتِى وَنُسُكِى وَمَحْيَاىَ وَمَمَاتِى لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَٰلَمِينَ

(162) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Sesungguhnya shalatku, sembelihanku,353 hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tiihan seluruh alam,'

Katakanlah wahai Rasul, kepada kaum musyrikin, "Sesungguhnya shalatku dan sembelihanku, hanya bagi Allah semata, bukan untuk berhala-berhala, juga bukan untuk orang-orang mati dan jin, dan bukan selain itu semua yang kalian menyembelih sembelihan untuk selain Allah dan dengan menyebut nama selain Allah, sebagaimana yang kalian lakukan. Dan hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.


[353] Kata نُسُكِيْ bisa bermakna sembelihanku dan bisa pula ibadahku.

لَا شَرِيكَ لَهُۥ ۖ وَبِذَٰلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا۠ أَوَّلُ ٱلْمُسْلِمِينَ

(163) 'tidak ada sekutu bagiNya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama-tama berserah diri (Muslim)','

Tidak ada sekutu bagiNya dalam uluhiyah, rububiyah, dan Asma' dan SifatNya. Dengan tauhid yang murni itu, Allah memerintahkan aku. Dan aku orang yang pertama kali mengakui dan patuh kepada Allah dari umat ini."

قُلْ أَغَيْرَ ٱللَّهِ أَبْغِى رَبًّا وَهُوَ رَبُّ كُلِّ شَىْءٍ ۚ وَلَا تَكْسِبُ كُلُّ نَفْسٍ إِلَّا عَلَيْهَا ۚ وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَىٰ ۚ ثُمَّ إِلَىٰ رَبِّكُم مَّرْجِعُكُمْ فَيُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ

(164) "Katakanlah (wahai Rasul), 'Apakah (patut) aku mencari tuhan selain Allah, padahal Dia-lah Tuhan bagi segala sesuatu? Dan tidaklah seseorang mengusahakan (suatu dosa), kecuali akan ditanggungnya sendiri. Dan seseorang tidak akan memikul beban dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhan kalianlah kalian kembali, lalu Dia akan memberitahukan kepada kalian apa yang dahulu kalian perselisihkan'."

Katakanlah wahai Rasul, "Apakah aku akan mencari tuhan selain Allah, padahal Dia adalah Pencipta segala sesuatu, Pemilik dan Pengaturnya?" Dan tidaklah manusia melakukan hal yang buruk kecuali dosanya akan menjadi tanggungannya. Dan seseorang tidak memikul dosa orang lain. Kemudian kepada Tuhan kalian tempat kembali kalian pada Hari Kiamat, lalu Dia memberitahukan kepada kalian apa yang kalian perselisihkan dalam perkara agama.

وَهُوَ ٱلَّذِى جَعَلَكُمْ خَلَٰٓئِفَ ٱلْأَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجَٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِى مَآ ءَاتَىٰكُمْ ۗ إِنَّ رَبَّكَ سَرِيعُ ٱلْعِقَابِ وَإِنَّهُۥ لَغَفُورٌ رَّحِيمٌۢ

(165) "Dan Dia-lah yang menjadikan kalian sebagai khalifah-khalifah di bumi dan Dia mengangkat sebagian kalian di atas yang lain beberapa derajat, untuk menguji kalian atas (karunia) yang diberikanNya kepada kalian. Sesungguhnya Tuhanmu sangat cepat memberi hukuman dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," 

Dan Allah -lah yang menjadikan kalian penguasa-penguasa di muka bumi yang menggantikan umat manusia sebelum kalian, setelah Allah memusnahkan mereka dan menjadikan kalian pengganti mereka di muka bumi, untuk memakmurkannya sepeninggal mereka dengan ketaatan kepada Tuhan mereka, dan Dia meninggikan sebagian dari kalian dalam soal rizki dan kekuatan di atas sebagian yang lain beberapa derajat, untuk menguji kalian terkait karunia-karunia yang diberikan kepada kalian, sehingga akan tampak dalam pandangan manusia siapa orang yang bersyukur dan yang tidak. Sesungguhnya Tuhanmu amat cepat siksaanNya terhadap orang-orang yang kafir dan bermaksiat kepadaNya. Dan sesungguhnya Dia benar-benar Maha Pengampun bagi orang yang beriman kepadaNya dan beramal shalih serta bertaubat dari dosa-dosa besar, lagi Maha Penyayang terhadapnya. Al-Ghafur dan ar-Rahim adalah dua nama mulia dari Nama-nama Allah yang indah.