Isi Tafsir Al-Qur'an

Isti'Azah

Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk

Allah سبحانه و تعالى mensyariatkan bagi tiap-tiap orang yang akan membaca al-Qur’an al-Azhim untuk memohon perlindungan kepada Allah dari (godaan) setan yang terkutuk. Allah سبحانه و تعالى berfirman,

فَإِذَا قَرَأْتَ ٱلْقُرْءَانَ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ مِنَ ٱلشَّيْطَٰنِ ٱلرَّجِيمِ

“Apabila kamu membaca al-Qur'an, maka hendaklah kamu beristi'adzah (memohon perlindungan) kepada Allah dari setan yang terkutuk." (An-Nahl: 98).

Hal itu diperintahkan karena al-Qur'an al-Karim merupakan sumber hidayah bagi seluruh umat manusia dan penyembuh bagi semua penyakit yang ada di dalam hati, sementara setan adalah penyebab segala keburukan dan kesesatan. Karena itu, Allah سبحانه و تعالى memerintahkan setiap pembaca al-Qur an agar mencari perlindungan kepadaNya سبحانه و تعالى dari setan yang terkutuk; bisikan-bisikannya dan bala tentaranya.

Dan para ulama telah ijma’ (sepakat) bahwa isti'adzah bukanlah termasuk bagian dari al-Qur'an al-Karim. Oleh karena itu, ia tidak ditulis dalam teks mushaf-mushaf al-Qur'an.

Makna أَعُوْذُ بِاللهِ (aku berlindung kepada Allah) adalah, aku mohon per¬lindungan dan membentengi diri dengan Allah semata.

مِنَ الشَّيْطَانِ (dari setan), yakni, dari setiap makhluk yang suka berbuat melampaui batas dan membangkang dari kalangan jin dan manusia yang dapat memalingkanku dari ketaatan kepada Tuhanku dan membaca KitabNya.

الرَّجِيْمِ (yang terkutuk) yakni, yang terusir dari rahmat Allah.