Isi Tafsir Al-Qur'an

4. SURAT AN-NISA

تَفْسِيرُ سُورَةِ النسَاء

(Wanita)

Madaniyyah, 176 ayat, turun sesudah surat Al-Mumtahanah

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Al-Aufi meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa surat An-Nisa diturunkan di Madinah.

Hal yang sama diriwayatkan oleh Ibnu Murdawaih, dari Abdullah ibnuz Zubair dan Zaid ibnu Sabit.

رَوَى ابْنُ مَرْدَوَيْهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الزُّبَيْرِ، وَزَيْدِ بْنِ ثَابِتٍ، ورَوَى مِنْ طَرِيقِ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ لَهِيعة، عَنِ أَخِيهِ عِيسَى، عَنْ عِكْرمة عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ قَالَ: لَمَّا نَزَلَتْ سُورَةُ النِّسَاءِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: " لَا حَبْس "

Ibnu Murdawaih meriwayatkan melalui jalur Abdullah ibnu Luhai'ah, dari saudaranya (yaitu Isa) dari Ikrimah. dari Ibnu Abbas yang menceritakan bahwa ketika surat An-Nisa diturunkan, Rasulullah Saw. bersabda, "Tidak ada tahanan lagi."

Imam Hakim mengatakan di dalam kitab Mustadrak-nya telah menceritakan kepada kami Abul Abbas Muhammad ibnu Ya'qub. telah menceritakan kepada kami Abul Buhturi Abdullah ibnu Muhammad ibnu Syakir, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Bisyr Al-Abdi, telah menceritakan kepada kami Mis'ar ibnu Kidam, dari Ma'n ibnu Abdur Rahman ibnu Abdullah ibnu Mas'ud yang mengatakan, "Di dalam surat An-Nisa terdapat lima ayat yang tidak suka hal itu bagiku bila ditukar dengan dunia dan seisinya," yaitu firman-Nya: Sesungguhnya Allah tidak menganiaya seseorang walaupun sebesar zarrah. (An-Nisa: 40), hingga akhir ayat. Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kalian yang kecil). (An-Nisa: 31), hingga akhir ayat. Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya (An-Nisa: 48, dan 116), hingga akhir ayat. Sesungguhnya jikalau mereka ketika menganiaya dirinya datang kepadamu.(An-Nisa: 64), hingga akhir ayat.

Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa sanad asar ini sahih jika Abdur Rahman pernah mendengar dari ayahnya.

Namun dalam hal ini telah berbeda pendapat, Abdur Razzak mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ma'mar dari seorang laki-laki, dari lbnu Mas'ud yang mengatakan bahwa 'Ada lima ayat dari surat An-Nisa yang lebih aku cintai daripada dunia seluruhnya," yaitu firman-Nya:  Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar di antara dosa-dosa yang dilarang kalian mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahan kalian (dosa-dosa kalian yang kecil). (An-Nisa: 31); dan jika ada kebajikan sebesar zarrah, niscaya Allah akan melipatgandakannya. (An-Nisa: 40); Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni segala dosa yang selain dari (syirik) itu, bagi siapa yang dikehendaki-Nya (An-Nisa: 48, dan 116),  Dan barang siapa yang mengenakan kejahatan dan menganiaya dirinya, kemudian ia mohon ampun kepada Allah, niscaya ia mendapati Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (An-Nisa: 110)

Hal yang sama diriwayatkan pula oleh Ibnu Jarir.

Kemudian ia meriwayatkan melalui jalur Saleh Al-Murri, dari Qatadah, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa ada delapan buah ayat yang diturunkan di dalam surat An-Nisa yang lebih baik bagi umat ini daripada semua yang matahari terbit dan tenggelam padanya. Pertama adalah firman-Nya: Allah hendak menerangkan (hukum-hukum syariat-Nya) kepada kalian dan menunjuki kalian kepada jalan-jalan orang yang sebelum kalian (para nabi dan salihin) dan (hendak) menerima taubat kalian. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana. (An-Nisa: 26); Yang kedua adalah firman-Nya: Dan Allah hendak menerima tobat kalian, sedangkan orang-orang yang mengikuti hawa nafsunya bermaksud supaya kalian berpaling sejauh-jauhnya (dari kebenaran). (An-Nisa: 27); Yang ketiga yaitu firman-Nya: Allah hendak memberikan keringanan kepada kalian, dan manusia dijadikan bersifat lemah. (An-Nisa: 28)

Kemudian ayat-ayat berikutnya sama saja dengan lima ayat yang terdapat di dalam perkataan Ibnu Mas’ud tadi yang telah kami terangkan di atas.

Imam Hakim meriwayatkan melalui jalur Abu Na'im, dari Sufyan ibnu Uyaynah, dari Abdullah ibnu Abu Yazid, dari Ibnu Abu Mulaikah yang mengatakan bahwa ia pernah mendengar Ibnu Abbas berkata, "Bertanyalah kepadaku tentang surat An-Nisa, karena sesungguhnya aku telah membaca Al-Qur'an sejak aku masih kecil."

Kemudian Imam Hakim mengatakan bahwa asar ini sahih dengan syarat Syaikhain (Imam Bukhari dan Imam Muslim), tetapi keduanya tidak mengetengahkannya.

An-Nisa, ayat 1
An-Nisa, ayat 2-4
An-Nisa. ayat 5-6
An-Nisa, ayat 7-10
An-Nisa, ayat 11
An-Nisa, ayat 12
An-Nisa, ayat 13-14
An-Nisa, ayat 15-16
An-Nisa, ayat 17-18
An-Nisa, ayat 19-22
An-Nisa, ayat 23
An-Nisa, ayat 24
An-Nisa, ayat 25
An-Nisa, ayat 26-28
An-Nisa, ayat 29-31
An-Nisa, ayat 32
An-Nisa, ayat 33
An-Nisa, ayat 34
An-Nisa, ayat 35
An-Nisa, ayat 36
An-Nisa, ayat 37-39
An-Nisa, ayat 40-42
An-Nisa, ayat 43
An-Nisa, ayat 44-46
An-Nisa, ayat 47-48
An-Nisa, ayat 49-52
An-Nisa, ayat 53-55
An-Nisa, ayat 56-57
An-Nisa, ayat 58
An-Nisa, ayat 59
An-Nisa, ayat 60-63
An-Nisa, ayat 64-65
An-Nisa, ayat 66-70
An-Nisa, ayat 71-74
An-Nisa, ayat 75-76
An-Nisa, ayat 77-79
An-Nisa, ayat 80-81
An-Nisa, ayat 82-83
An-Nisa, ayat 84-87
An-Nisa, ayat 88-91
An-Nisa, ayat 92-93
An-Nisa, ayat 94
An-Nisa, ayat 95-96
An-Nisa, ayat 97-100
An-Nisa, ayat 101
An-Nisa, ayat 102
An-Nisa, ayat 103-104
An-Nisa, ayat 105-109
An-Nisa, ayat 110-113
An-Nisa, ayat 114-115
An-Nisa, ayat 116-122
An-Nisa, ayat 123-126
An-Nisa, ayat 127
An-Nisa, ayat 128-130
An-Nisa, ayat 131-134
An-Nisa, ayat 135
An-Nisa, ayat 136
An-Nisa, ayat 137-140
An-Nisa, ayat 141
An-Nisa, ayat 142-143
An-Nisa, ayat 144-147
An-Nisa, ayat 148-149
An-Nisa, ayat 150-152
An-Nisa, ayat 153-154
An-Nisa, ayat 155-159
An-Nisa, ayat 160-162
An-Nisa, ayat 163-165
An-Nisa, ayat 166-170
An-Nisa, ayat 171
An-Nisa, ayat 172-173
An-Nisa, ayat 174-175
An-Nisa, ayat 176