Isi Tafsir Al-Qur'an

Asy Syarh

أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ
«ألم نشرح» استفهام تقرير أي شرحنا «لك» يا محمد «صدرك» بالنبوة وغيرها.

(Bukankah Kami telah melapangkan) Istifham atau kata tanya di sini mengandung makna Taqrir atau menetapkan, yakni Kami telah melapangkan (untukmu) hai Muhammad (dadamu?) dengan kenabian dan lain-lainnya.

وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ
«ووضعنا» حططنا «عنك وزرك».

(Dan Kami telah menghilangkan) telah melenyapkan (darimu dosamu.)

ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ
(الذي أنقض) أثقل (ظهرك) وهذا كقوله تعالى: "" ليغفر لك الله ما تقدم من ذنبك "".

(Yang memberatkan) yang memayahkan (punggungmu) ayat ini maknanya sama dengan ayat lainnya yaitu, firman-Nya, ".... supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosamu yang telah lalu..." (Q.S. Al-Fath: 2)

وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ
«ورفعنا لك ذكرك» بأن تُذكر مع ذكري في الآذان والإقامة والتشهد والخطبة وغيرها.

(Dan Kami tinggikan bagimu sebutanmu) yakni sebutan namamu sebagai contohnya ialah namamu disebutkan bersama-sama dengan nama-Ku di dalam azan, iqamah, tasyahhud, khotbah dan lain sebagainya.

فَإِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
«فإن مع العسر» الشدة «يسرا» سهولة.

(Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu) atau kesukaran itu (ada kelapangan) yakni kemudahan.

إِنَّ مَعَ ٱلْعُسْرِ يُسْرًا
«إن مع العسر يسراً» والنبي صلى الله عليه وسلم قاسى من الكفار شدة ثم حصل له اليسر بنصره عليهم.

(Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kelapangan) Nabi saw. banyak sekali mengalami kesulitan dan hambatan dari orang-orang kafir, kemudian beliau mendapatkan kelapangan dan kemudahan, yaitu setelah beliau mengalami kemenangan atas mereka.

فَإِذَا فَرَغْتَ فَٱنصَبْ
«فإذا فرغت» من الصلاة «فانصب» اتعب في الدعاء.

(Maka apabila kamu telah selesai) dari salat (bersungguh-sungguhlah kamu) di dalam berdoa.

وَإِلَىٰ رَبِّكَ فَٱرْغَب
«وإلى ربك فارغب» تضرع.

(Dan hanya kepada Rabbmulah hendaknya kamu berharap) atau meminta dengan merendahkan diri.