Isi Tafsir Al-Qur'an

Al Infitha

إِذَا ٱلسَّمَآءُ ٱنفَطَرَتْ
«إذا السماء انفطرت» انشقت.

(Apabila langit terbelah) atau menjadi belah.

وَإِذَا ٱلْكَوَاكِبُ ٱنتَثَرَتْ
«وإذا الكواكب انتثرت» انقضت وتساقطت.

(Dan apabila bintang-bintang jatuh berserakan) artinya menukik dan berjatuhan.

وَإِذَا ٱلْبِحَارُ فُجِّرَتْ
«وإذا البحار فُجِّرت» فتح بعضها في بعض فصارت بحرا واحدا واختلط العذب بالملح.

(Dan apabila laut-laut dijadikan meluap) maksudnya sebagian bertemu dengan sebagian lainnya sehingga seakan-akan menjadi satu lautan, maka bercampurlah air yang tawar dengan air yang asin.

وَإِذَا ٱلْقُبُورُ بُعْثِرَتْ
«وإذا القبور بُعثرت» قلب ترابها وبعث موتاها وجواب إذا وما عطف عليها.

(Dan apabila kuburan-kuburan dibongkar) maksudnya tanahnya dibalik lalu orang-orang mati yang ada di dalamnya dibangunkan hidup kembali. Sebagai Jawab dari lafal Idzaa berikut lafal-lafal lain yang di'athafkan kepadanya ialah:

عَلِمَتْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ وَأَخَّرَتْ
«علمت نفس» أي كل نفس وقت هذه المذكورات وهو يوم القيامة «ما قدمت» من الأعمال «و» ما «أَخَّرت» منها فلم تعمله.

(Maka tiap-tiap jiwa akan mengetahui) waktu terjadinya hal-hal tersebut, yaitu hari kiamat (apa yang telah dikerjakannya) yaitu amal perbuatan yang telah dikerjakannya (dan) apa (yang dilalaikannya) yang tidak dikerjakannya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلْإِنسَٰنُ مَا غَرَّكَ بِرَبِّكَ ٱلْكَرِيمِ
«يا أيها الإنسان» الكافر «ما غرَّك بربك الكريم» حتى عصيته.

(Hai manusia) yakni orang kafir (apakah yang telah memperdayakan kamu terhadap Rabbmu Yang Maha Mulia) sehingga kamu berbuat durhaka kepada-Nya?

ٱلَّذِى خَلَقَكَ فَسَوَّىٰكَ فَعَدَلَكَ
«الذي خلقك» بعد أن لم تكن «فسوَّاك» جعلك مستوي الخلقة، سالم الأعضاء «فعدَلك» بالتخفيف والتشديد: جعلك معتدل الخلق متناسب الأعضاء ليست يد أو رجل أطول من الأخرى.

(Yang telah menciptakan kamu) padahal sebelumnya kamu tidak ada (lalu menyempurnakan kejadianmu) yakni Dia menjadikan kamu dalam bentuk yang sempurna, lengkap dengan anggota-anggota tubuhmu (dan menjadikan kamu seimbang) artinya Dia menjadikan bentukmu seimbang, semua anggota tubuhmu disesuaikan-Nya; tiada tangan atau kaki yang lebih panjang atau lebih pendek dari yang lainnya; dapat dibaca Fa'adalak dan Fa'addalak.

فِىٓ أَىِّ صُورَةٍ مَّا شَآءَ رَكَّبَكَ
«في أي صورة ما» صلة «شاء ركَّبك».

(Dalam bentuk apa saja) huruf Ma di sini adalah huruf Shilah atau kata penghubung (yang Dia kehendaki. Dia menyusun tubuhmu.)

كَلَّا بَلْ تُكَذِّبُونَ بِٱلدِّينِ
«كلا» ردع عن الاغترار بكرم الله تعالى «بل تكذبون» أي كفار مكة «بالدين» بالجزاء على الأعمال.

(Bukan hanya durhaka saja) kalimat ini mengandung makna cegahan atau larangan bersikap lupa daratan terhadap kemurahan Allah swt. (bahkan kalian mendustakan) hai orang-orang kafir Mekah (hari pembalasan) yakni pembalasan amal perbuatan.

وَإِنَّ عَلَيْكُمْ لَحَٰفِظِينَ
«وإن عليكم لحافظين» من الملائكة لأعمالكم.

(Padahal sesungguhnya bagi kalian ada yang mengawasi) yaitu malaikat-malaikat yang mengawasi semua amal perbuatan kalian.

كِرَامًا كَٰتِبِينَ
«كِراما» على الله «كاتبين» لها.

(Yang mulia) artinya mereka dimuliakan di sisi Allah (dan yang mencatat) maksudnya menjadi juru tulis amal perbuatan kalian.

يَعْلَمُونَ مَا تَفْعَلُونَ
«يعلمون ما تفعلون» جميعه.

(Mereka mengetahui semua apa yang kalian kerjakan) tanpa kecuali.

إِنَّ ٱلْأَبْرَارَ لَفِى نَعِيمٍ
«إن الأبرار» المؤمنين الصادقين في إيمانهم «لفي نعيم» جنة.

(Sesungguhnya orang-orang yang banyak berbakti) yakni orang-orang mukmin yang benar-benar mantap dalam keimanannya, (benar-benar berada dalam surga yang penuh kenikmatan.)

وَإِنَّ ٱلْفُجَّارَ لَفِى جَحِيمٍ
«وإن الفجار الكفار «لفي جحيم» نار محرقة.

(Dan sesungguhnya orang-orang yang durhaka) yakni orang-orang kafir (benar-benar berada dalam neraka) yang apinya sangat membakar.

يَصْلَوْنَهَا يَوْمَ ٱلدِّينِ
«يصلونها» يدخلونها ويقاسون حرَّها «يوم الدين» الجزاء.

(Mereka masuk ke dalamnya) atau menjadi penghuninya, ia merasakan panas api yang membakar itu (pada hari pembalasan) yaitu di saat mereka menerima pembalasan.

وَمَا هُمْ عَنْهَا بِغَآئِبِينَ
«وما هم عنها بغائبين» بمخرجين.

(Dan mereka sekali-kali tidak dapat keluar dari neraka itu) artinya tidak bisa melepaskan diri darinya.

وَمَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
«وما أدراك» أعلمك «ما يوم الدين».

(Tahukah kamu) lafal Adraaka maknanya sama dengan lafal A'lamaka, yakni tahukah kamu (apakah hari pembalasan itu?)

ثُمَّ مَآ أَدْرَىٰكَ مَا يَوْمُ ٱلدِّينِ
«ثم ما أدراك ما يومُ الدين» تعظيم لشأنه.

(Sekali lagi, tahukah kamu apakah hari pembalasan itu?) ayat ini mengungkapkan tentang kedudukan hari pembalasan yang agung itu.

يَوْمَ لَا تَمْلِكُ نَفْسٌ لِّنَفْسٍ شَيْـًٔا ۖ وَٱلْأَمْرُ يَوْمَئِذٍ لِّلَّهِ
«يوم» بالرفع، أي هو يوم «لا تملك نفس لنفس شيئا» من المنفعة «والأمر يومئذ لله» لا أمر لغيره فيه، أي لم يمكن أحدا من التوسط فيه بخلاف الدنيا.

(Yaitu pada hari) yakni hari itu adalah hari (seseorang tidak berdaya sedikit pun untuk menolong orang lain) atau seseorang tidak dapat memberikan manfaat kepada orang lain. (Dan segala urusan pada hari itu dalam kekuasaan Allah) artinya tiada suatu urusan pun pada hari itu selain-Nya. Dengan kata lain, pada hari itu tiada seorang pun yang dapat menjadi perantara atau penengah, berbeda halnya dengan di dunia.