Isi Asbabun Nuzul Al-Qur'an

2. SURAH AL-BAQARAH
SURAH AL-BAQARAH AYAT 125

Ayat 125, yaitu firman Allah ta'ala

وَلَن تَرۡضَىٰ عَنكَ ٱلۡيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمۡۗ قُلۡ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلۡهُدَىٰۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعۡتَ أَهۡوَآءَهُم بَعۡدَ ٱلَّذِي جَآءَكَ مِنَ ٱلۡعِلۡمِ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِيّٖ وَلَا نَصِيرٍ ١٢٠

”Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah (Kabah) tempat berkumpul dan tempat yang aman bagi manusia. Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat. Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim dan Ismail, 'Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang tawaf, orang yang itikaf, orang yang ruku dan orang yang sujud”’(al-Baqarah: 125)

Sebab turunnya ayat

Ats-Tsa'labi meriwayatkan dari Ibnu Abbas, dia berkata, "Dulu orang-orang Yahudi Madinah dan orang-orang Nasrani Najran berharap agar Rasulullah shalat menghadap ke arah kiblat mereka. Ketika Allah mengubah kiblat ke arah Ka'bah, mereka pun tidak suka dan putus asa untuk membuat beliau mengikuti agama mereka. Maka turunlah firman Allah ta'ala,

"Dan orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan rela kepadamu...”

Al-Bukhari dan yang lainnya meriwayatkan dari Umar, dia berkata, "Secara tidak sengaja, tiga hal yang saya katakan sesuai dengan firman Allah. [Pertama], ketika saya berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, coba kita jadikan tempat berdiri Nabi Ibrahim sebagai tempat shalat.' Maka turunlah firman Allah,

"Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat.” (al-Baqarah: 125)

[Kedua], ketika saya berkata kepada Rasulullah, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya yang mendatangi para istrimu ada orang yang baik dan ada juga yang jahat. Coba seandainya engkau perintahkan mereka untuk memakai hijab/ Maka turunlah ayat hijab.

[Ketiga], pada suatu ketika para istri Rasulullah melampiaskan rasa cemburu mereka kepada beliau. Maka saya katakan kepada mereka, 'Bisa-bisa Tuhannya akan memberi ganti kepadanya dengan istri-istri yang lebih baik daripada kalian.' Maka, turunlah firman Allah dalam hal ini." (HR Bukhari dalam Kitaabush Shalat, No. 402, Muslim dalam Kitahu Fadhaa'ihsh Shahaabah, No. 2399)

Riwayat di atas mempunyai jalan periwayatan yang banyak, di antaranya sebagai berikut.

Pertama, diriwayatkan oleh Ibnu Abi Hatim dan Ibnu Mardawaih dari Jabir, dia berkata, "Ketika Nabi saw. melakukan tawaf, Umar berkata kepada beliau, 'Apakah ini tempat berdiri ayah kami, Ibrahim?' Beliau menjawab, 'Ya/ Umar kembali bertanya, 'Mengapa tidak kita jadikan tempat shalat?' Maka Allah menurunkan firman- Nya, 'Dan jadikanlah maqatn Ibrahim itu tempat shalat.'" (al-Baqarah: 125)

Kedua, Ibnu Mardawaih meriwayatkan dari jalur Amr bin Maimun dari Umar ibnul-Khaththab bahwa dia berdiri di tempat berdirinya Nabi Ibrahim, lalu dia bertanya kepada Rasulullah, "Wahai Rasu¬lullah, bukankah kita sedang berdiri di tempat berdirinya Kekasih Tuhan kita?" Rasulullah menjawab, "Benar." Maka Umar bertanya lagi, "Mengapa tidak kita jadikan tempat untuk shalat?" Lalu tidak lama dari itu turunlah firman Allah,

”Dan jadikanlah maqam Ibrahim itu tempat shalat(al-Baqarah: 125)

Secara zhahir dari riwayat ini dan yang sebelumnya bahwa ayat tersebut turun pada haji wada'.