Isi Asbabun Nuzul Al-Qur'an

2. SURAH AL-BAQARAH
SURAH AL-BAQARAH AYAT 104

Ayat 104, yaitu firman Allah ta'ala

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَقُولُواْ رَٰعِنَا وَقُولُواْ ٱنظُرۡنَا وَٱسۡمَعُواْۗ وَلِلۡكَٰفِرِينَ عَذَابٌ أَلِيمٞ ١٠٤

’Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan Raa'ina, tetapi katakanlah, ’UnzurnaJ dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.” (al-Baqarah: 104)

Sebab Turunnya Ayat

Ibnul Mundzir meriwayatkan dari as-Suddi, dia berkata, "Ada dua orang Yahudi yang bernama Malik ibnush-Shaif dan Rifa'ah bin Zaid. Setiap kali bertemu Nabi saw., mereka berkata kepada beliau, Raa'ina pendengaranmu dan dengarlah sedangkan kamu tidak men¬dengarnya/ Orang-orang muslim mengira itu adalah sesuatu yang mereka gunakan untuk mengagungkan nabi-nabi mereka sehingga mereka mengatakan hal itu kepada Nabi saw.. Maka Allah swt. menurunkan firman-Nya,

’Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu katakan Raa'ina, tetapi katakanlah, ’UnzurnaJ dan dengarkanlah. Dan orang-orang kafir akan mendapat azab yang pedih.” (al-Baqarah: 104)

Di dalam Dalaa'ilun Nubuwwah Abu Nu'aim meriwayatkan dari jalur as-Suddi ash-Shaghiir dari al-Kalbi dari Shaleh dari Ibnu Abbas, dia berkata, Raa'ina dalam bahasa Yahudi adalah sebuah celaan yang buruk. Ketika orang-orang Yahudi itu mendengar para sahabat Rasulullah berkata, 'Perdengarkanlah kata-kata itu kepada Nabi saw. Sedangkan orang-orang Yahudi mengatakan hal itu dan tertawa-tawa setelah mengatakannya. (Lalu turunlah firman Allah di atas.) Ketika mendengar kata-kata itu dari mereka, Sa'ad bin Mu'adz berkata, "Wahai musuh-musuh Allah, jika saya mendengar lagi kata-kata itu dari salah seorang kalian setelah majelis ini, sungguh saya akan penggal lehernya"

Ibnu Jarir meriwayatkan dari adh-Dhahhak, dia berkata, "Dulu seseorang dari kalangan Yahudi berkata, ' Ar'ini pendengaranmu/ Maka turunlah ayat 104 surah al-Baqarah."

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Athiyyah, dia berkata, "Dulu beberapa orang Yahudi selalu berkata kepada Nabi saw., 'Ar'inaa pendengaranmu/ hingga beberapa orang muslim ikut mengucapkannya. Sedangkan hal itu tidak disukai oleh Allah. Maka turunlah ayat 104 surah al-Baqarah."

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Qatadah, dia berkata, "Dulu orang-orang berkata, 'Raa'ina pendengaranmu/ Lalu orang-orang Yahudi datang kepada Rasulullah dan mengatakan hal itu, maka turunlah ayat 104 surah al-Baqarah."

Ibnu Jarir juga meriwayatkan dari Atha', dia berkata, "Dulu, itu adalah kata-kata dalam bahasa orang-orang Anshar ketika masih jahiliah. Lalu turunlah ayat 104 surah al-Baqarah."

Ibnu Jarir meriwayatkan dari Abui Aliyyah, dia berkata, "Dulu, ketika berbicara kepada temannya, orang-orang Arab berkata, 'Ar'ini pendengaranmu Lalu mereka pun dilarang mengatakannya."