Isi Asbabun Nuzul Al-Qur'an

1. SURAH AL-FATIHAH

Tidak ada riwayat atau pendapat ulama yang menyebutkan tentang sebab turun surah al-Faatihah. Imam as-Suyuthi sendiri tidak menyinggung sama sekali tentang surah al-Faatihah di dalam buku ini. Namun agar seluruh surah Al-Qur 'an masuk dalam pembahasan buku ini, kami (penerjemah) melihat perlu untuk membubuhkan sedikit tentang surah al-Faatihah.'

Ayat 17, yaitu firman Allah ta'ala,

بِسۡمِ ٱللَّهِ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ١ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ٢ ٱلرَّحۡمَٰنِ ٱلرَّحِيمِ ٣  مَٰلِكِ يَوۡمِ ٱلدِّينِ ٤ إِيَّاكَ نَعۡبُدُ وَإِيَّاكَ نَسۡتَعِينُ ٥ ٱهۡدِنَا ٱلصِّرَٰطَ ٱلۡمُسۡتَقِيمَ ٦ صِرَٰطَ ٱلَّذِينَ أَنۡعَمۡتَ عَلَيۡهِمۡ غَيۡرِ ٱلۡمَغۡضُوبِ عَلَيۡهِمۡ وَلَا ٱلضَّآلِّينَ ٧

"Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang. Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam, Yang Maha Pengasih,Maha Penyayang, Pemilik haripemba/asan. Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kamijalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orangyang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pulajalan ) mereka yang sesat."(al-Faatihah: 1-7)

Nama Lain darl Surah al Faatihah

Di antara nama lain dari surah al-Faatihah adalah sebagai berikut

  1. Ummul Kitaab. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayat kan at-Tirmidzi dan dia menshahihkannya dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
    الحمدالله أم القران وأم الكتاب والسبع المأني
    "Alhamdulillah adalah Ummul Qur'an, Ummul Kitab, dan as-Sab'ul Matsaani." (HR at-Tirmidzi dalam Kitabu Tafsiril Qur'an, No. 3049)
  2. Ash-Sha lat.Penamaan ini berdasarkan firman Allah ta'ala dalam hadits Qudsi yang diriwayatkan oleh Muslim, Abu Dawud, at­ Trrmidzi, an-Nasa'i, danlbnu Majah dari Abu Hurairah,dari Nabi saw..Yang di antara isinya adalah:
    قال الله تعالي : قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين ولعبدي ماسأل
    "Allah ta'ala berfirman, 'Aku membagi shalat menjadi dua; untuk-Ku dan untuk hamba-Ku dan Aku berikan kepada hamba-Ku apa yang dia minta."'

    Para ulama berpendapat bahwa yang dimaksud dengan shalat di sini adalah surah al-Faatihah, karena shalat tidak sempuma tanpa membaca surah al-Faatihah.

  3. Asy-Syifaa'. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayatka a-Darimi dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa Nabi saw. bersabda,
    فاتحة الكتب شفاء من كل داء
    "Pembuka (Faatihah) Al- Kitab adalah obat bagi semua penyakit" (HR ad-Darimi, dalam Bab Fadhli Faatihatil Kitab, No . 3433)
  4. Ar-Ruqyah. Penamaan ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan al-Bukhari dan Muslim dari Abu Sa'id al-Khudri bahwa Rasulullah bersabda kepada seorang sahabat yang mengobati seseorang yang disengat binatang berbisa dengan membacakan surah al-Faatihah terhadapnya,
    ومايدرك أنها رقبة
    "Bagaimana engkau tahu bahwa surah al-Faatihah adalah ruqyah (obat)?" (HR Bukhari dalam Kitabul Ijaarah, No. 2276 dan Muslim dalam Kitnbus Salaam, No. 2201.

Keutamaan S. Al-Faatihah

Surah al-Faatihah mempunyai beberapa keutamaan. Di antara ke­ utamaannya adalah sebagai berikut

  1. Surah yang Paling Agung di Dalam Al-Quran

    Al-Bukhari, Abu Dawud, dan an-Nasa'i meriwayatkan dari Abu Sa'id ibnul-Mu'alla, dia berkata, "Pada suatu hari saya sedang shalat di masjid, lalu Rasulullah memanggil saya dan saya tidak menjawab panggilan beliau. Setelah selesai shalat, saya berkata kepada beliau, 'Wahai Rasulullah, tadi saya shalat.' Rasulullah bersabda, 'Bukankah Allah berfirman, 'Penuhilah seruan Allah dan Rasul, apabila dia menyerumu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu, ..." (al-AnfaaJ: 24)

    Kemudian beliau bersabda

    لأعلمنك سورة هي أعظم السور في القران قبل أن تخرج من المسجد

    'Saya akan mengajarkan kepadamu sebuah surah yang teragung di dalam Al-Qur'an sebelum engkau keluar dari masjid.

    Kemudian beliau menggandeng .tan.gan saya. Ketika beliau ingin keluar dari masjid, saya katakan kepada beliau,"Wahai Rasulullah, bukankah engkau katakan bahwa engkau akan mengajarkan ke­ padaku surah teragung di dalam Al-Qur'an ? ' Maka beliau menjawab,

    الحمدلله رب العالمين هي السبع المثاني والقران العظيم الذي أوتيته

    '(Ia adalah surah), 'Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.' Ia adalah tujuh ayat yang diulang-ulang (dalam setiap rakaat) dan Al -Qur'an yang agung yang diberikan kepada saya." (HR Bukhari dalam Kitabul Tafsir, No.4474, Abu Dawud dalam Kitabush Shalat, No. 1458 dan an-Nasa'i dalam Kitabul Iftitaah.)

  2. Surah yang Paling Utama di Dalam Al-Our'an

    An-Nasa 'i dalam as-Sunan al-Kubra, lbnu Hibban, al-Hakim, dan al-Baihaqi meriwayatkan dari Anas bin Malik, dia berkata, "Pada suatu hari Rasulullah dalam perjalanan. Kemudian beliau berhenti dan turun dari tunggangan beliau . Lalu seseorang turun dari tunggangannya juga untuk mendampingi beliau. Kemudian beliau ber­ sabda,

    ألاأخبركب بأفضل القران ؟

    'Maukah engkau saya beritahu surah yang paling utama di dalam Al­Qur'an ?'

    Lalu beliau membaca,

    الحمدلله رب العالمين

    "Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam." (HR an-Nasa'i dalam as-Sunan al-Kubra,dalam Kitabu Fadhaa 'ilil Qur'an, No. 8011, Ibnu Hibban dalam Shahihnya, dalam Kitabur Raqaaq, No. 774, al-Hakim dalam al-Mustadrak, dalam Kitabu Fadhaa'ilil Qur'an dan al-Baihaqi dalam as-Sunanush Shaghiir)

  3. Surah al Faatihah adalah muna;at antara hamha dan Rahbnya

    Muslim,Abu Dawud,at-Tirmidzi,an-Nasa'i,dan lbnu Majah meriwayatkan dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw. bersabda,

    من صلى صلاة لم يقرأ فها بأم القران فهي خداج

    "Barangsiapa melakukan shalat tanpa membaca al-Faatihah, maka shalat­ nya tidak sempurna."

    Beliau mengulangi sabda tersebut sebanyak tiga kali.

    Lalu Abu Hurairah ditanya, "Ketika itu kita ikut imam?" Abu Hurairah menjawab, "Jika begitu, bacalah al-Faatihah dengan tidak terdengar oleh orang lain. Karena saya mendengar Rasulullah bersabda

    عن أبي هريرة رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله - صلى الله عليه وسلم - يقول : قال الله تعالى : ( قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين ولعبدي ما سأل ، فإذا قال العبد : الحمد لله رب العالمين ، قال الله تعالى : حمدني عبدي ، وإذا قال : الرحمن الرحيم ، قال الله تعالى : أثنى علي عبدي ، وإذا قال : مالك يوم الدين ، قال : مجدني عبدي ، وقال مرة : فوض إلي عبدي ، فإذا قال : إياك نعبد وإياك نستعين ، قال : هذا بيني وبين عبدي ولعبدي ما سأل ، فإذا قال : اهدنا الصراط المستقيم ، صراط الذين أنعمت عليهم ، غير المغضوب عليهم ولا الضالين ، قال : هذا لعبدي ولعبدي ما سأل ) وفي رواية : ( قسمت الصلاة بيني وبين عبدي نصفين ، فنصفها لي ونصفها لعبدي ) رواه مسلم وأصحاب السنن الأربعة

    'Allah ta'ala berfirman, 'Aku membagi shalat menjadi dua; untuk-Ku dan untuk hamba.-Ku, dan Aku berikan kepada hamba-Ku apa yang dia minta.' Jika sang hamba membaca,'Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.'Allah berfirman, 'Hamba -Ku memuji-Ku....'6 Jika sang hamba membaca, 'YangMaha Pemurah,Maha Penyayang,' Allah berftrman, 'Hamba -Ku memuji-Ku.'Jika sang hamba membaca, 'Pemilik hari pembalasan,' Allah berfirman, 'Hamba-Ku mengagungkan-Ku.' Jika sang hamba membaca,"Hanyakepa,da Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami mohon pertolongan,' Allah berfirman, 'lni adalah antara Ak u dan hamba- Ku, dan untuk hamba-Ku apa yang dia minta.'Jika sang hamba membaca,"Tunjukilahkamijalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepadanya; bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan qukan (pulA jalan) mereka yang sesat,' Allah berfirman, 'Tni Aku berikan kepada hamba-Ku, dan untuknya apa ya ng dia minta." (HR Muslim dalam Kitabush Shalah, No. 395,Abu Dawud dalam Kitabush Shalat, No. 821, at-Tirmid zi dalam Kitabut Tafsir, No. 2953, an-Nasa'i dalam Kitabul Iftitaah, No. 2953 dan Ibnu Majah dalam Kitabul Adab, No. 3784)