Referensi - Ilmu Hadits Untuk Pemula

Hadis Dla’if karena Kelemahan pada Kedlabithan Rawi

Dlabt, sebagaimana yang telah didefinisikan terdahulu adalah kemampuan seorang rawi untuk menghafal hadis dari gurunya, sehingga apabila ia mengajarkan hadis dari gurunya itu, ia akan mengajarkannya dalam bentuk sebagaimana yang telah dia dengar dari gurunya

Dan telah kami sebutkan bahwasannya dlabth merupakan salah satu syarat kesahihan hadis, apabila rawi mengalami sedikit kekurangan pada akurasinya (dlabth) dibandingkan dengan periwayat hadis sahih, maka hadisnya menjadi hasan.

Adapun apabila kurangnya akurasi menyebabkan banyaknya kesalahan di dalam periwayatan maka hadisnya menjadi dla’if yang tertolak.

Akurasi periwayat diketahui dari kesesuaiannya dan perselisihannya dengan rawi lainnya yang siqah. Apabila riwayat seorang rawi sesuai dengan riwayat para rawi yang siqah, bahkan hampir tidak ada perbedaan, maka ia dikatakan dlabith, dan dia termasuk rawi yang sahih

Apabila kesesuaiannya terdapat pada kebanyakan riwayatnya, dan ada beberapa riwayat yang berbeda dengan periwayatan rawi yang siqah, maka derajat periwayatannya ada di bawah derajat sahih, dan hadisnya diketegorikan hadis hasan.

Apabila perbedaan riwayat lebih banyak terjadi dari pada kesamaannya maka ia menjadi dla’if, dan hadisnya tertolak, kecuali apabila ada tabi’nya. Dengan adanya tabi’ maka hadisnya menjadi hasan, sebab adanya akumulasi jalan sanad (Inilah madzhab mutaakhirin) .

Apabila seorang rawi terbiasa berbeda dengan periwayatan rawi yang sahih, dan sangat sedikit kesamaannya maka ia dikatakan banyak kesalahan, sehingga hadisnya matruk dari segi hafalannya.

Hadis yang di dalam sanadnya terdapat rawi semacam ini - yang sedikit dlabthnya dikelompokkan menjadi bermacam-macam tingkat sesuai kadar kelemahannya, Jenis-jenis inilah yang akan kami jelaskan pada bab-bab selanjutnya.

1. Hadis Munkar
2. Hadis Syadz
3. Hadis Mudraj
4. Hadis Mukhtalath
5. AlMazid fi Muttashil alAsanid
6. Hadis Maqlub
7. Hadis Mudltharib