Referensi - Ilmu Hadits Untuk Pemula

Yang Pertama Kali Membukukan Hadis


Yang pertama kali menaruh perhatian untuk membukukan hadis adalah Muhammad bin Muslim bin Ubaidillah bin Syihab azZuhri alMadani (rahimahullah).

Shalih bin Kaisan berkata, “Aku berkumpul dengan azZuhri ketika menuntut ilmu, lalu aku katakan, ‘Mari kita menuliskan sunnah-sunnah, lalu kami menulis khabar (berita) yang datang dari Nabi saw. Kemudian az-Zuhri mengatakan, ‘Mari kita tulis yang datang dari shahabat, karena ia termasuk sunnah juga’. Aku katakan, ‘Itu bukan sunnah, sehinga tidak perlu kita tulis’. Meski demikian az-Zuhri tetap menuliskan berita dari shahabat sedangkan aku tidak, akhirnya dia berhasil sedangkan aku gagal”. (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d di dalam kitab athThabaqat, dan Abu Nu’aim di dalam kitab alHilyah, dan juga alKhathib di dalam kitab Taqyid alIlmu)

Ketika Khalifah Umar bin Abdul Aziz ra merasa khawatir akan merosot dan hilangnya ilmu karena meninggalnya para ulama’ maka ia mengutus kepada Abu Bakar bin Muhammad bin Amr bin Hazm, dan memerintahkannya untuk membukukan hadis Rasulullah saw seraya berkata; “Lihatlah, apa yang terjadi pada hadis Rasulullah saw atau sunnah, atau hadis dari ‘Amrah (Amrah adalah, Amrah binti Abdurrahman bin Sa’d bin Zurarah alAnshariyah, alMadaniyah. Ia adalah murid A’isyah yang banyak meriwayatkan hadis darinya) , maka tulislah karena aku khawatirkan merosotnya ilmu dan hilangnya ulama’ (Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d dan alKhathib di dalam Taqdim alIlmu, dan adDarimi menyebutkan di dalam kitab asSunan seperti itu)”

Ibnu Hazm menjawab, “Pergilah kepada Ibnu Syihab, niscaya Engkau tidak akan menjumpai seorang pun yang lebih mengetahui sunnah dari pada dia” (alIrsyad fi Ma’rifati Ulama’ alHadis, alKhalily, j.1 h.189)

Peristiwa tersebut terjadi di penghujung abad pertama Hijriyah. Kemudian setelah az-Zuhri, di pertengahan abad kedua Hijriyah lahirlah tokoh-tokoh yang Diriwayatkan oleh Ibnu Sa’d di dalam kitab ath-Thabaqat, dan Abu Nu’aim di dalam kitab al-Hilyah, dan juga al-Khathib di dalam kitab Taqyid al-Ilmu membukukan hadis. ke dalam bab-bab tertentu seperti Ibnu Juraij, Hasyim, Imam Malik, Ma’mar, Ibnu al-Mubarak dan lain-lain.

Dan setelah itu pengumpulan dan kodifikasi hadis berlanjut dengan metode penulisan yang bermacammacam, seperti musnad, mushannaf, shahih, jami’ dan mustakhraj. Imam asSuyuthi, dalam hal ini mengatakan di dalam kitabnya Alfiyah, (Al-Alfiyah (matan) h.8)

Orang pertama yang mengumpulkan hadis dan atsar adalah Ibnu Syihab atas perintah ‘Umar

Dan yang pertama-tama mengumpulkan hadis berbab-bab, adalah sekelompok ulama’ di masa yang tak jauh (setelahnya) Seperti Ibnu Juraij, Hasyim, Malik, Ma’mar, dan anak (Ibnu) alMubarak