Penjelasan Hadits

KITAB THAHARAH
BAB. BEJANA

عَنْ حُذَيْفَةَ بْنِ الْيَمَانِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَا تَشْرَبُوا فِي آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَا تَأْكُلُوا فِي صِحَافِهِمَا فَإِنَّهَا لَهُمْ فِي الدُّنْيَا وَلَكُمْ فِي الْآخِرَةِ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Hudzaifah Ibnu Al-Yamani Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Janganlah kamu minum dengan bejana yang terbuat dari emas dan perak, dan jangan pula kamu makan dengan piring yang terbuat dari keduanya, karena barang-barang itu untuk mereka di dunia sedang untukmu di akhirat." Muttafaq Alaihi. 1


1. Shohih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (5426) dalam al-Ath'imah dan Muslim (2067)

وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِي يَشْرَبُ فِي إنَاءِ الْفِضَّةِ إنَّمَا يُجَرْجِرُ فِي بَطْنِهِ نَارَ جَهَنَّمَ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Orang yang minum dengan bejana dari perak sungguh ia hanyalah memasukkan api jahannam ke dalam perutnya." Muttafaq Alaih. 1


1. Shohih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (5634) dalam al-Asyribah, Muslim (2065) dalam al-Libas wa as-Ziinah, dan Ibnu Majah (3413)

وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ الْلَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا دُبِغَ الْإِهَابُ فَقَدْ طَهُرَ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ
وَعِنْدَ الْأَرْبَعَةِ: ( أَيُّمَا إِهَابٍ دُبِغَ )

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Jika kulit binatang telah disamak maka ia menjadi suci."1 Diriwayatkan oleh Muslim.
Menurut riwayat Imam Empat: Kulit binatang apapun yang telah disamak (ia menjadi suci). 2


1. Shohih, diriwayatkan oleh Muslim (366) dalam al-Haidh

2. Shohih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (4123) dalam al-Libaas, an-Nasa-i (4241) bab Juluud Al-Mairah, at-Tirmidzi (1728) dalam al-Libaas, Ibnu Majah (3609) dan dishohihkan oleh al-Albanj dalam shohiih Abu Dawud (4123)

وَعَنْ سَلَمَةَ بْنِ الْمُحَبِّقِ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ الْلَّهِ صلى الله عليه وسلم دِبَاغُ جُلُودِ الْمَيْتَةِ طُهُورُهاَ صَحَّحَهُ ابْنُ حِبَّانَ

Dari Salamah Ibnu al-Muhabbiq Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Menyamak kulit bangkai adalah mensucikannya." Hadits shahih menurut Ibnu Hibban.1


1. Shohih, dikeluarkan oleh Abu Dawud (4125) An-Nasa-i (II/191), ad Daroquthni hal. 17, al Hakim (IV/141), dan Ahmad (III/476) dari jalan Qotadah dari al Hasan dari Jaun bin Qotadah dari Salamah bin Muhabbiq: Sesungguhnya Nabi Sholallahu Alaihi Wasallam di perang Tabuq pernah meminta air pada seorang wanita, wanita itu berkata 'Aku tidak punya kecuali satu kantung yang terbuat dari kulit bangkai'. Beliau bersabda 'Bukankah engkau telah menyamaknya ? ', ia berkata 'Ya'. Beliau bersabda
فإن دباغهاذكاتها
"Sesungguhnya penyamakan kulit bangkai dapat mensucikannya." in lafazh dari An-Nasa'i. Abu Dawud berkata :
دِبَاغُهَا طُهُورُهَا
"Penyamakan kulit adalah pensuci untuknya."
Ahmad menambahkan :
ذَكَاتُهَا
"Pembersihnya." Dan dalam suatu riwayat baginya "
ذَكَاةُ الْأَدِيمِ دِبَاغُهُ
"pensuci kulita adalah menyamaknya"
Dalam lafazh ad Daroquthni
دِبَاغُ الْأَدِيمِ ذَكَاتُهُ
"Penyamakan kulit adalah pembersih untuknya"
Al-Hakim berkata, "Shohih sanadnya." Dan disetujui oleh Adz-Dzahabi. Al-Albani berkata "Para perawinya tsiqoh, semuanya perowi al-Bukhari dan Muslim, kecuali Jaun bin Qotadah, ia majhul. Ahmad berkata "Tidak dikenal.". Akan tetapi ia mempunyai satu syahid dari hadits Aisyah secara marfu' dengan lafazh
ذكاة الميتة دباغها
"Pensuci kulit bangkai dengan disamak" (Ghooyatul Maroom (26)). Dan hadits Ibnu Hibban dalam shohihnya dengan nomor (II/291) dari 'Aisyah
وَعَنْ مَيْمُونَةَ رَضِيَ الْلَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: مَرَّ رَسُولُ الْلَّهِ صلى الله عليه وسلم بِشَاةٍ يَجُرُّونَهَا فَقَالَ: لَوْ أَخَذْتُمْ إِهَابَهَا؟ فَقَالُوا: إِنَّهَا مَيْتَةٌ فَقَالَ: يُطَهِّرُهَا الْمَاءُ وَالْقَرَظُ أَخْرَجَهُ أَبُو دَاوُدَ وَالنَّسَائِيُّ

Maimunah Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam melewati seekor kambing yang sedang diseret orang-orang. Beliau bersabda: Alangkah baiknya jika engkau mengambil kulitnya. Mereka berkata: Ia benar-benar telah mati? Beliau bersabda: Ia dapat disucikan dengan air dan daun salam. Diriwayatkan oleh Abu Dawud dan Nasa'i 1.


1. Shohih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (4126) dalam al-Libaas, an-Nasa-i (4248) bab Maa Yudbaghu min Juluud al-Maitah dan di shohihkan oleh al-Albani dalam shohiih Abu Dawud (4126)

BEJANA ORANG KAFIR

وَعَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : قُلْت : يَا رَسُولَ اللَّهِ إنَّا بِأَرْضِ قَوْمٍ أَهْلِ كِتَابٍ أَفَنَأْكُلُ فِي آنِيَتِهِمْ ؟ قَالَ : لَا تَأْكُلُوا فِيهَا إلَّا أَنْ لَا تَجِدُوا غَيْرَهَا فَاغْسِلُوهَا وَكُلُوا فِيهَا مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ

Dari Abu Tsa'labah al-Khusny berkata: Saya bertanya, wahai Rasulullah, kami tinggal di daerah Ahlul Kitab, bolehkah kami makan dengan bejana mereka? Beliau menjawab: Janganlah engkau makan dengan bejana mereka kecuali jika engkau tidak mendapatkan yang lain. Oleh karena itu bersihkanlah dahulu dan makanlah dengan bejana tersebut. Muttafaq Alaihi. 1.


1. Shohih, diriwayatkan ole al-Bukhari (5488) dan Muslim (1930) dalam ash-Shoid
وَعَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَصْحَابَهُ تَوَضَّئُوا مِنْ مَزَادَةِ امْرَأَةٍ مُشْرِكَةٍ .مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ فِي حَدِيثٍ طَوِيلٍ.

Dari Imran Ibnu Hushoin Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan para sahabatnya berwudlu di mazadah (tempat air yang terbuat dari kulit binatang) milik seorang perempuan musyrik. Muttafaq Alaihi dalam hadits yang panjang. 1.


1. Shohih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (344) dalam at-Tayammum dan Muslim (682) dalam al-Masaajid wa Mawadhi'ush Sholaah

MENAMBAL BEJANA DENGAN PERAK

وَعَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : أَنَّ قَدَحَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْكَسَرَ فَاِتَّخَذَ مَكَانَ الشَّعْبِ سَلْسَلَةً مِنْ فِضَّةٍ أَخْرَجَهُ الْبُخَارِيُّ

Dari Anas Ibnu Malik Radliyallaahu 'anhu bahwa bejana Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam retak, lalu beliau menambal tempat yang retak itu dengan pengikat dari perak. Diriwayatkan oleh Bukhari. 1.


1. Shohih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (3109) dalam Fardhul Khumus