Penjelasan Hadits

XVII. KITAB TENTANG PERKARA YANG DILARANG
BAB 364. HARAMNYA MENGGUNAKAN WADAH YANG TERBUAT DARI EMAS DAN PERAKUNTUK MAKAN, MINUM, BERSUCI DLL

عَنِ أمِّ سَلَمَةَ رضي اللَّه عنها أنَّ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « الَّذِي يَشْرَبُ في آنِيَةِ الْفِضَّةِ إنَّمَا يُجَرْجِرُ في بَطْنِهِ نَار جَهَنَّمَ » متفقٌ عليه . وفي روايةٍ لمُسْلمٍ : « إنَّ الَّذِي يَأكُلُ أوْ يَشْربُ في آنيةِ الْفِضَّةِ وَالذَّهَب »

1792. Dari Ummu Salamah radhiallahu 'anha bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Seseorang yang minum dari wadah yang terbuat dari perak itu, sesungguhnya ia memasukkan api neraka Jahanam dalam perutnya." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan "Sesungguhnya orang yang makan atau minum dalam wadah yang terbuat dari emas dan perak itu sebenarnya memasukkan api Jahanam dalam perutnya."


وعنْ حُذَيْفَةَ رضي اللَّه عَنْهُ قالَ : إنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَهَانَا عَنِ الحَرِيرِ ، والدِّيباجِ ، وَالشُّرْب في آنِيَةِ الذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ ، وقال : « هُنَّ لهُمْ في الدُّنْيَا وَهِيَ لَكُمْ في الآخِرةِ » متفقٌ عليهِ . وفي روايةٍ في الصَّحِيحَيْنِ عَنْ حُذَيْفَةَ رضي اللَّه عَنْهُ : سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ : « لا تَلْبِسُوا الحَرِيرَ وَلا الدِّيبَاجَ ، ولا تَشْرَبُوا في آنيَةِ الذَّهَبِ والْفِضَّةِ وَلا تَأْكُلُوا في صِحَافِهَا»

1793. Dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, katanya: "Sesungguhnya Nabi shalallahu alaihi wasalam itu melarang kita dari mengenakan sutera tebal dan sutera tipis, juga minum dalam wadah yang terbuat dari emas dan perak." Selanjutnya beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Semuanya itu untuk mereka -orang-orang kafir- di dunia dan untukmu semua nanti di akhirat." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat Shahih-shahih Imam-imam Bukhari dan Muslim dari Hudzaifah radhiyallahu anhu, katanya: "Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah engkau semua mengenakan sutera tebal atau sutera tipis dan janganlah pula engkau semua minum dari wadah yang terbuat dari emas dan perak dan janganlah makan dari piring emas dan perak itu."


وعَنْ أنس بن سِيرينَ قال : كنْتُ مَع أنَسِ بن مالك رضي اللَّه عنْهُ عِنْد نَفَرٍ مِنَ المجُوسِ ، فَجِيءَ بفَالُودَجٍ عَلى إنَاءٍ مِنْ فِضَّةٍ ، فَلَمْ يأكُلْهُ ، فَقِيلَ لَهُ حوِّلهُ فحوَّلَه عَلى إنَاءٍ مِنْ خَلَنْج ، وجِيءَ بِهِ فأَكَلَهُ . رواه البيهقي بإسْنادٍ حَسنٍ .

1794. Dari Anas bin Sirin , dia berkata: “Ketika saya bersama Anas bin Malik berkunjung kerumah seorang Majusi, lalu ia kami dijamu dengan faludzaj –roti yang terbuat dari tepun, air dan madu- pada bejana yang terbuat dari perak, tetapi Anas tidak mau memakannya. Kemudian Anas berkata kepada orang Majusi itu, “Pindahkanlah makanan itu”. Maka orang Majusi itu memindahkannya pada bejana yang terbuat dari kayu, lalu dihidangkannya. Anas pun kemudian memakannya.” Diriwayatkan Baihaqi, dengan sanad yang jayid.