Penjelasan Hadits

XVII. KITAB TENTANG PERKARA YANG DILARANG
BAB 330. MAKRUHNYA MENAMAKAN ANGGUR DENGAN SEBUTAN ALKARMU

عَنْ أَبي هُرَيْرَةَ رضَيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « لا تُسَمُّوا الْعِنَبَ الْكَرْمَ ، فإِنَّ الْكَرْمَ المُسْلِمُ » متفقٌ عليه . وهذا لفظ مسلمٍ . وفي روَايةٍ : « فَإِنَّمَا الْكَرْمُ قَلْبُ المُؤْمِنِ » وفي رواية للبخاري ومسلِم : « يَقُولُونَ الْكرْمُ إِنَّمَا الْكَرْمُ قلْبُ المُؤْمِنِ » .

1737. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu katanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah engkau semua menamakan anggur dengan sebutan alkarmu -artinya mulia-, sebab alkarmu itu adalah sebutan seorang Muslim." (Muttafaq 'alaih) Ini adalah lafaznya Imam Muslim. Dalam riwayat lain disebutkan: "Karena sesungguhnya alkarmu itu adalah hati seorang Muslim." Dalam riwayat Imam-imam Bukhari dan Muslim disebutkan: 'Orang-orang itu sama mengatakan alkarmu, sesungguhnya alkarmu itu adalah hati nuraninya seorang mu'min."


وَعَنْ وَائِلِ بْنِ حَجرٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ عَنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : « لا تَقُولُوا : الْكَرْمُ، وَلَكِنْ قُولُوا : الْعِنَبُ ، وَالحبَلَةُ » رواه مسلم

1738. Dari Wa-il bin Hujr radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: "Janganlah engkau semua mengatakan alkarmu, tetapi katakan sajalah anggur -yakni 'inab- dan alhablah." (Riwayat Muslim) Alhablah dengan fathahnya ha' dan ba', dapat juga dikatakan dengan sukunnya ba'.