Penjelasan Hadits

XVII. KITAB TENTANG PERKARA YANG DILARANG
BAB 312. MAKRUHNYA DUDUK IHTIBA' PADA HARI JUM'AT DI WAKTU IMAM SEDANGBERKHUTBAH

عنْ مُعَاذِ بْنِ أَنسٍ الجُهَنيِّ ، رَضِيَ اللَّه عَنهُ أَنَّه النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَهَى عَنِ الحِبْوَةِ يَوْمَ الجُمُعَةِ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ . رواهُ أبو داود ، والترمذي وَقَالا : حدِيثٌ حَسَنٌ

1702. Dari Mu'az bin Anas al-Juhani radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah melarang dari duduk ihtiba' pada hari Jum'at, sedang Imam waktu itu berkhutbah." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan. Keterangan: Ihtiba' ialah duduk berjongkok sambil membelitkan sesuatu dari pinggang ke lutut atau tangannya merangkul lutut.