Penjelasan Hadits

XVII. KITAB TENTANG PERKARA YANG DILARANG
BAB 277. HARAMNYA BERKHIANAT DAN TIDAK MENEPATI JANJI

قال اللَّه تعالى: { يا أيها الذين آمنوا أوفوا بالعقود }

Allah Ta'ala berfirman: "Hai sekalian orang-orang yang beriman, tepatilah segala perjanjian." (al-Maidah: 1)

وقال تعالى: { وأوفوا بالعهد إن العهد كان مسئولاً }

Allah Ta'ala berfirman pula: "Dan tepatiah perjanjian, karena sesungguhnya perjanjian itu akan ditanyakan." (al-Isra': 34)


وعَنْ عبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرو بْنِ العاص رضي اللَّه عَنْهُمَا أنَّ رسُولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « أرْبعٌ مَنْ كُنَّ فيهِ ، كانَ مُنَافِقاً خالصاً ، وَمَنْ كانتْ فيه خَصْلَةٌ مِنْهُنَّ ، كانَ فِيهِ خَصْلَةٌ مِنَ النِّفاقِ حتَّى يدعها : إذا أؤتمِنَ خانَ ، وإذا حدَّثَ كَذَب ، وإذا عاهَدَ غَدَر ، وإذا خَاصَم فَجر » . متفقٌ عليه .

1581. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Ada empat macam perkara yang apabila kesemuanya ada di dalam diri seseorang, maka orang itu adalah seorang munafik yang murni dan barangsiapa yang di dalam dirinya ada salah satu dari empat macam perkara tadi, maka ia dihinggapi oleh salah satu sifat kemunafikan sehingga ia meninggalkan sifat tersebut yaitu: apabila ia dipercaya berkhianat, apabila berbicara berdusta, apabila berjanji tidak menepati dan apabila bertengkar melakukan kejahatan -kecurangan-." (Muttafaq 'alaih)


وعن ابن مسْعُودٍ ، وابنِ عُمرَ ، وأنسٍ رضي اللَّه عنهُمْ قَالُوا : قَالَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « لِكُلِّ غَادِرٍ لِوَاءٌ يوْمَ القِيامةِ ، يُقَالُ : هذِهِ غَدْرَةُ فُلانٍ » متفقٌ عليه

1582. Dari Ibnu Mas'ud, Ibnu 'Umar dan Anas radhiallahu 'anhum, berkata: "Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Setiap orang yang ingkar janji -yakni tidak menepati janji- itu akan memperoleh sebuah bendera pada hari kiamat, diucapkan: "Inilah pengingkaran si Fulan." (Muttafaq 'alaih)


وَعَنْ أبي سَعِيدٍ الخُدْرِي رضي اللَّه عَنهُ أنَّ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَال : لِكُلِّ غَادِرٍ لِواءٌ عِندَ إسْتِه يَوْمَ القِيامةِ يُرْفَعُ لَهُ بِقدْرِ غدْرِهِ ، ألا ولا غَادر أعْظمُ غَدْراً مِنْ أمير عامَّةٍ » رواه مسلم

1583. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Setiap orang yang ingkar janji itu akan memperoleh sebuah bendera pada pantatnya besok pada hari kiamat, bendera itu dinaikkan dan tingginya itu menurut tingkat pengingkarannya. Ingatlah, tiada seorang pengingkarpun yang lebih besar dosa ingkar janjinya itu pada seorang penguasa umum." (Riwayat Muslim)


وعنْ أبي هُرَيرةَ رضي اللَّه عنهُ عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : قَالَ اللَّه تعالى ثَلاثَةٌ أنا خَصْمُهُمْ يوْمَ القِيَامَةِ : رَجُلٌ أعطَى بي ثُمْ غَدَرَ ، وَرجُلٌ باع حُراً فأَكل ثمنَهُ ، ورجُلٌ استَأجرَ أجِيراً ، فَاسْتَوْفي مِنهُ ، ولَمْ يُعْطِهِ أجْرَهُ » رواه البخاري

1584. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Allah Ta'ala berfirman: "Ada tiga orang yang Aku adalah lawan mereka pada hari kiamat, yaitu seseorang yang memberikan perjanjian padaKu, lalu ingkar -perjanjian itu ialah hendak taat padaNya-, juga seseorang yang menjual seorang yang merdeka -dan disiar-siarkan sebagai budak atau hamba sahaya-, lalu ia makan uang harganya -hasil penjualannya- dan seseorang yang menggunakan tenaga buruh, lalu buruh itu telah memenuhi kewajibannya sebagaimana mestinya, sedang orang itu tidak memberikan upahnya." (Riwayat Bukhari)