Penjelasan Hadits

XVII. KITAB TENTANG PERKARA YANG DILARANG
BAB 273. HARAMNYA MENGHINA SEORANG MUSLIM

قال اللَّه تعالى: { يا أيها الذين آمنوا لا يسخر قوم من قوم عسى أن يكونوا خيراً منهم، ولا نساء من نساء عسى أن يكن خيراً منهن، ولا تلمزوا أنفسكم، ولا تَنَابَزُوا بالألقاب؛ بئس الاسم الفسوق بعد الإيمان، ومن لم يتب فأولئك هم الظالمون }

Allah Ta'ala berfirman: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang lalim." (al-Hujurat: 11)

وقال تعالى: { ويل لكل همزة لمزة }

Allah Ta'ala berfirman pula: "Kecelakaanlah bagi setiap pengumpat lagi pencela." (al-Humazah: 1)


وعنْ أبي هُرَيرة رضي اللَّه عَنْهُ أنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ « بِحَسْبِ امْرِيءٍ مِنَ الشَّرِّ أن يحْقِرَ أخَاهُ المُسْلِمَ » رواه مسلم ، وقد سبق قرِيباً بطوله .

1571. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Cukuplah seseorang itu memperoleh kejelekan apabila ia menghinakan saudaranya sesama Muslim." Diriwayatkan oleh Imam Muslim. Hadits ini sudah lampau uraiannya -lihat hadits no.1567-.


وعَن ابْنِ مسعُودٍ رضي اللَّه عنهُ ، عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « لا يَدْخُلُ الجَنَّةَ منْ كَانَ في قَلْبِهِ مِثْقَالُ ذَرَّةٍ مِنْ كِبْرٍ ، » فَقَالَ رَجُلٌ : إنَّ الرَّجُلَ يُحِبُّ أنْ يَكُونَ ثَوْبُهُ حَسناً ، ونَعْلُهُ حَسَنَةً ، فقال : « إنَّ اللَّه جَمِيلٌ يُحِبُّ الجَمَال ، الكِبْرُ بَطَرُ الحَقِّ ، وغَمْطُ النَّاسِ » رواه مسلم .

1572. Dari Ibnu Mas'ud radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: "Tidak dapat masuk syurga seorang yang dalam hatinya ada seberat timbangan seekor semut kecil dari kesombongan." Kemudian ada seorang lelaki berkata: "Sesungguhnya ada seorang lelaki yang gemar sekali kalau pakaiannya bagus dan terompah -sandal- nya bagus." Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Maha Indah, juga mencintai keindahan. Sombong itu ialah menolak petunjuk yang hak -yakni kebenaran- serta menghinakan para manusia. (Riwayat Muslim) Makna Batharul haqqi ialah menolak kebenaran, sedang "Ghamthubum" ialah menghinakan mereka, yakni para manusia. Uraian hadits ini sudah dijelaskan dalam bab 'Kesombongan'.


وعن جُنْدُبِ بن عبدِ اللَّه رضي اللَّه عنهُ قالَ : قالَ رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قالَ رَجُلٌ : واللَّهِ لا يَغْفِرُ اللَّه لفُلانٍ ، فَقَالَ اللَّه عَزَّ وَجَلَّ : مَنْ ذا الَّذِي يَتَأَلَّى عليَّ أنْ لا أغفِرَ لفُلانٍ إنِّي قَد غَفَرْتُ لَهُ ، وًَأَحْبَطْتُ عمَلَكَ » رواه مسلم .

1573. Dari Jundub bin Abdullah radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Ada seorang lelaki berkata: "Demi Allah, Allah tidak akan memberikan pengampunan kepada si Fulan itu." Allah azzawajalla lalu berfirman: "Siapakah yang berani menyumpah-nyumpah atas namaKu bahwa Aku tidak akan mengampuni si Fulan itu? Sesungguhnya aku telah mengampuni orang itu dan Aku menghapuskan pahala amalanmu -yakni yang bersumpah tadi-." (Riwayat Muslim)


Keterangan:

Kita jangan merasa diri suci, hingga berani menghina orang lain, dan memvonis orang yang kita anggap dosanya sangat banyak bahwa Allah tidak akan mengampuni dosa-dosanya. Hal tersebut membuat Allah murka, hingga Allah malah mengampuni dosa-dosa orang yang dihina, dan menghapus pahala amal dari orang yang menghina tersebut.