Penjelasan Hadits

IX. KITAB I'TIKAF
BAB 232. I'TIKAF

عنِ ابنِ عُمَرَ رَضِي اللَّه عَنْهُما ، قالَ : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَعتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ . متفقٌ عليه .

1265. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu mengerjakan i'tikaf pada sepuluh hari yang penghabisan dari bulan Ramadhan." (Muttafaq 'alaih)


وعنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عنْها ، أَنَّ النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضانَ ، حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّه تعالى ، ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزواجُهُ مِنْ بعْدِهِ . متفقٌ عليه .

1266. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam mengerjakan i'tikaf pada sepuluh hari penghabisan dari bulan Ramadhan, hingga Allah 'Azza wajalla mewafatkannya, kemudian beri'tikaflah para istri beliau shalallahu alaihi wasalam itu sesudahnya." (Muttafaq 'alaih)


وعَنْ أبي هُريرةَ ، رضي اللَّه عنهُ ، قالَ : كانَ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَعْتَكِفُ في كُلِّ رَمَضَانَ عَشَرةَ أيَّامٍ ، فَلَمًا كَانَ العَامُ الَّذِي قُبًضَ فِيهِ اعْتَكَفَ عِشرِينَ يَوْماً . رواه البخاريُّ.

1267. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Nabi shalallahu alaihi wasalam itu mengerjakan i'tikaf dalam setiap bulan Ramadhan sebanyak sepuluh hari. Ketika pada tahun beliau shalallahu alaihi wasalam dicabut ruhnya -yakni tahun wafatnya-, maka beliau shalallahu alaihi wasalam mengerjakan i'tikaf sebanyak dua puluh hari." (Riwayat Bukhari)