Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 230. SUNNAHNYA BERPUASA TIGA HARI DALAM SETIAP BULAN

Yang lebih utama sekali ialah berpuasa tiga hari itu dijatuhkan dalam hari-hari bidh -yang artinya putih- yakni pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas -pada sistem penanggalan hijriyah, bukan sistem penanggalan masehi-. Ada yang mengatakan yaitu tanggal dua belas, tiga belas dan empat belas, tetapi yang shahih dan masyhur ialah pendapat yang pertama.

وعن أَبي هُريرةَ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قال : أَوْصَاني خلِيلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، بثَلاثٍ : صيَامِ ثَلاثَةَ أَيَّامٍ مِن كلِّ شَهرٍ ، وَرَكعَتَي الضُحى ، وأَن أُوتِر قَبْلَ أَنْ أَنامَ . متفقٌ عليه .

1255. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Saya diwasiati oleh kekasihku -yakni Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam- dengan tiga macam perkara, yaitu berpuasa tiga hari dari setiap bulan, melakukan dua rakaat shalat sunnah Dhuha dan supaya saya shalat witir sebelum saya tidur." (Muttafaq 'alaih)


وعَنْ أَبي الدَرْدَاءِ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، قالَ : أَوْصَانِي حَبِيبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم بِثلاث لَنْ أَدَعهُنَّ ما عِشْتُ : بصِيامِ ثَلاثَة أَيَّامٍ مِن كُلِّ شَهْر ، وَصَلاةِ الضحَى ، وَبِأَنْ لا أَنَام حَتى أُوتِر . رواهُ مسلمٌ .

1256. Dari Abuddarda' radhiyallahu anhu, katanya: "Saya diwasiati oleh kekasihku -yakni Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam- dengan tiga macam perkara. Saya sama sekali tidak akan meninggalkannya selama saya hidup, yaitu berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan, melakukan shalat sunnah Dhuha dan supaya saya tidak tidur dulu sebelum saya shalat witir." (Riwayat Muslim)


وَعَنْ عبدِ اللَّهِ بنِ عَمْرِو بنِ العاصِ رَضي اللَّه عنهُما ، قالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « صوْمُ ثلاثَةِ أَيَّامٍ منْ كلِّ شَهرٍ صوْمُ الدهْرِ كُلِّهُ » . متفقٌ عليه .

1257. Dari Abdullah bin 'Amr bin al-'Ash radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Berpuasa tiga hari dari tiap-tiap bulan adalah sama dengan berpuasa setahun penuh." (Muttafaq 'alaih)


وعنْ مُعاذةَ العَدَوِيَّةِ أَنَّها سَأَلَتْ عائشةَ رضيَ اللَّه عَنْهَا : أَكانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يصومُ مِن كُلِّ شَهرٍ ثلاثةَ أَيَّامٍ ؟ قَالَت : نَعَمْ . فَقُلْتُ : منْ أَيِّ الشَّهْر كَانَ يَصُومُ ؟ قَالَتْ : لَمْ يَكُن يُبَالي مِنْ أَيِّ الشَّهْرِ يَصُومُ . رواهُ مسلمٌ .

1258. Dari Mu'adzah al-'Adawiyah, bahwasanya ia bertanya kepada Aisyah radhiallahu 'anha: "Apakah Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu berpuasa sebanyak tiga hari dari setiap bulan?" Aisyah radhiallahu anha menjawab: "Ya." Saya -Mu'adzah- bertanya: "Dari bulan apa saja beliau shalallahu alaihi wasalam berpuasa?" Aisyah menjawab: "Beliau tidak memperdulikan dari bulan manakah beliau berpuasa itu." (Riwayat Muslim)


وعنْ أَبي ذَرٍّ رَضِيَ اللَّه عنهُ ، قَالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إِذا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاثاً ، فَصُمْ ثَلاثَ عَشْرَةَ ، وَأَرْبعَ عَشْرَةَ ، وخَمْسَ عَشْرَةَ » رواه الترمِذيُّ وقال : حديثٌ حسنٌ .

1259. Dari Abu Zar radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Jikalau engkau berpuasa tiga hari dari sesuatu bulan, maka berpuasalah pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.


وعنْ قتادَةَ بن مِلحَانَ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ ، قال : كانَ رَسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يأْمُرُنَا بِصِيَامِ أَيَّامِ البيضِ : ثَلاثَ عشْرَةَ ، وأَرْبَعَ عَشْرَةَ ، وَخَمْسَ عَشْرَةَ . رواهُ أَبُو داودَ .

1260. Dari Qatadah bin Milhan radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam memerintahkan kepada kita untuk berpuasa dalam hari-hari bidh -yang artinya putih-, yaitu pada tanggal tiga belas, empat belas dan lima belas." (Riwayat Abu Dawud)


وعنْ ابنِ عبَّاسٍ رَضِيَ اللَّه عَنْهُمَا ، قال : كانَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لا يُفْطِرُ أَيَّامَ البِيضِ في حَضَرٍ وَلا سَفَرٍ . رواهُ النسَائي بإِسنادٍ حَسنٍ .

1261. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu tidak berbuka -yakni Beliau berpuasa- pada hari-hari bidh -yang artinya putih-, baik beliau shalallahu alaihi wasalam berada di rumah ataupun di dalam perjalanan." Diriwayatkan oleh Imam Nasa'i dengan isnad yang baik.