Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 228. SUNNAHNYA BERPUASA ENAM HARI DI BULAN SYAWAL

عَنْ أَبي أَيوبِ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ رسول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « مَنْ صَامَ رَمَضانَ ثُمَّ أَتَبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كانَ كصِيَامِ الدَّهْرِ » رواهُ مُسْلِمٌ .

1251. Dari Abu Ayyub radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Barangsiapa berpuasa dalam bulan Ramadhan kemudian mengikutinya dengan enam hari di bulan Syawal, maka ia adalah seperti berpuasa setahun penuh." (Riwayat Muslim)

Keterangan:

Puasa enam hari di bulan Syawal itu boleh di permulaan bulan yakni pada tanggal 2 sampai dengan 7 Syawal dan boleh pula di pertengahan atau di akhir bulan. Jadi asalkan bulan Syawal boleh. Boleh pula dipersambungkan atau dipisah-pisahkan, seperti dilakukan pada tanggal 2, 5, 10, 20, 26 dan 28 Syawal. Tetapi tanggal 1 Syawal jangan digunakan untuk berpuasa, sebab itu hari Idul fitri dan haram berpuasa di dalamnya.