Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 225. KEUTAMAAN BERPUASA DALAM BULAN MUHARRAM, SYA'BAN DANBULAN-BULAN YANG MULIA -ASYHURUL HURUM-

عَنْ أَبي هُريرَةَ رضيَ اللَّه عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « أَفْضَلُ الصِّيَامِ بعْدَ رَمضَانَ : شَهْرُ اللَّهِ المحرَّمُ ، وَأَفْضَلُ الصَّلاةِ بَعْد الفَرِيضَةِ : صَلاةُ اللَّيْلِ » رواه مسلمٌ.

1243. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Seutama-utama berpuasa sesudah bulan Ramadhan ialah dalam bulan Allah yang dimuliakan -yakni Muharram- dan seutama-utama shalat sesudah shalat wajib ialah shaliatullail -yakni shalat sunnah di waktu malam-." (Riwayat Muslim)


وعَنْ عائشةَ رَضِيَ اللَّه عَنْهَا ، قالَتْ : لَمْ يَكُنِ النبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَصُوم مِنْ شَهْرٍ أَكْثَرَ مِنْ شَعْبَانَ ، فَإِنَّه كانَ يَصُوم شَعْبَانَ كلَّه . وفي رواية : كَانَ يَصُومُ شَعْبَانَ إِلاَّ قَلِيلاً . متفقٌ عليه .

1244. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Tidak pernah Nabi shalallahu alaihi wasalam itu berpuasa dari sesuatu bulan lebih banyak daripada Sya'ban, karena beliau shalallahu alaihi wasalam itu berpuasa dalam bulan Sya'ban itu seluruhnya." "Dalam suatu riwayat disebutkan: "Beliau shalallahu alaihi wasalam itu berpuasa dalam bulan Sya'ban, melainkan sedikit sekali yang tidak -yakni sebagian besar dalam bulan ini dipuasai-." (Muttafaq 'alaih)


وعن مجِيبَةَ البَاهِلِيَّةِ عَنْ أَبِيهَا أَوْ عمِّها ، أَنَّهُ أَتى رَسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، ثُمَّ انطَلَقَ فَأَتَاهُ بعدَ سَنَة ، وَقَد تَغَيَّرتْ حَالهُ وَهَيْئَتُه ، فَقَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَمَا تعْرِفُنِي ؟ قَالَ : «وَمَنْ أَنتَ ؟ » قَالَ : أَنَا البَاهِلِيُّ الذي جِئتك عامَ الأَوَّلِ . قَالَ : « فَمَا غَيَّرَكَ ، وقَدْ كُنتَ حَسَنَ الهَيئةِ ؟ » قَالَ : ما أَكلتُ طعاماً منذ فَارقْتُكَ إِلاَّ بلَيْلٍ . فَقَال رَسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « عَذّبْتَ نَفسَكَ ، » ثُمَّ قَالَ : « صُمْ شَهرَ الصَّبرِ ، ويوماً مِنْ كلِّ شَهر » قال : زِدْنـي ، فإِنَّ بي قوَّةً، قَالَ : « صُمْ يَوميْنِ » قال : زِدْني ، قال : « صُمْ ثلاثَةَ أَيَّامٍ » قالَ : زِدْني . قال : صُمْ مِنَ الحُرُمِ وَاتْرُكْ ، صُمْ مِنَ الحرُم وَاترُكْ ، صُمْ مِنَ الحرُمِ وَاتْرُكُ » وقالَ بِأَصَابِعِهِ الثَّلاثِ فَضَمَّهَا ، ثُمَّ أَرْسَلَهَا . رواه أبو داود .

1245. Dari Mujibah al-Bahiliyah dari ayahnya atau dari pamannya -yakni saudara lelaki dari ayahnya-, bahwasanya ia -ayah atau pamannya itu- mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam kemudian pergi lagi. Selanjutnya ia mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lagi sesudah setahun, tetapi hal ihwal serta keadaan tubuhnya telah berubah. Ia lalu berkata: "Ya Rasulullah, apakah Tuan tidak mengenal lagi kepada saya?" Beliau shalallahu alaihi wasalam bertanya: "Siapakah engkau?" Ia menjawab: "Saya adalah al-Bahili yang datang pada Tuan tahun yang lalu." Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: "Apakah yang menyebabkan perubahan dirimu, padahal engkau dahulu baik sekali keadaan tubuhmu?" Ia menjawab: "Saya tidak pernah makan sesuatu makanan sejak saya berpisah dengan Tuan dahulu, melainkan di waktu malam. Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: "Kalau begitu, engkau telah menyiksa dirimu sendiri," kemudian beliau shalallahu alaihi wasalam melanjutkan sabdanya: "Berpuasalah dalam bulan Shabar -yakni bulan Ramadhan- dan sehari saja dalam setiap bulan lainnya." Ia berkata: "Tambahkanlah itu untuk saya, sebab sesungguhnya saya masih ada kekuatan lebih dari itu." Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Berpuasalah dua hari." Ia berkata: "Tambahkanlah!" Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Berpuasalah tiga hari." Ia berkata: "Tambahkanlah!" Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Berpuasalah pada bulan-bulan mulia -yaitu Rajab, Zulqa'dah, Zulhijjah dan Muharram- dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah, berpuasalah dari bulan-bulan mulia dan tinggalkanlah." Beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda demikian dengan menunjukkan tiga buah jari-jarinya lalu mengumpulkannya dan kemudian membukanya -maksudnya tiga hari puasa lalu tiga hari tidak dan demikian seterusnya-. (Riwayat Abu Dawud) Syahrush shabri atau bulan Shabar yakni bulan Ramadhan.