Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 220. APA YANG DIUCAPKAN DI WAKTU MELIHAT BULAN SABIT YAKNI RUKYATULHILAL

عَنْ طَلْحَةَ بنِ عُبْيدِ اللَّهِ رضِيَ اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ إِذا رَأَى الهِلالَ قَالَ: « اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ علَيْنَا بِالأَمْنِ والإِيمَانِ ، وَالسَّلامَةِ والإِسْلامِ ، رَبِّي ورَبُّكَ اللَّه ، هِلالُ رُشْدٍ وخَيْرٍ » رواه الترمذي وقال : حديثٌ حسنٌ .

1225. Dari Thalhah bin Ubaidullah radhiyallahu anhu, bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam itu apabila melihat bulan sabit -yakni hilal-, maka mengucapkan -yang artinya-: "Ya Allah, keluarkanlah bulan sabit itu dengan penuh keberkahan dan keimanan, keselamatan dan keIslaman". -Ditujukan kepada sahabat-sahabatnya-: "Tuhanku dan Tuhanmu adalah Allah. Inilah bulan sabit membawa petunjuk dan kebaikan." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.