Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 218. DERMAWAN DAN MELAKUKAN KEBAIKAN SERTA MEMPERBANYAK KEBAGUSANDALAM BULAN RAMADHAN

وعن ابنِ عباسٍ ، رضِيَ اللهُ عَنْهُمَا ، قالَ : كَانَ رَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، أَجْوَدَ النَّاسِ ، وَكَانَ أَجْوَدُ مَا يَكُونُ في رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ ، وَكَانَ جِبْرِيلُ يَلْقَاهُ في كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْ رَمَضَانَ فَيُدَارِسُهُ القُرْآنَ ، فَلَرَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، حِينَ يَلْقَاهُ جِبْرِيلُ أَجْوَدُ بِالخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ المُرْسَلَةِ »متفقٌ عليه .

1219. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu adalah sedermawan-dermawannya para manusia dan lebih-lebih lagi kedermawaannya itu ialah dalam bulan Ramadhan ketika ditemui oleh Jibril. Jibril itu menemui beliau shalallahu alaihi wasalam pada setiap malam bulan Ramadhan lalu membacakan al-Quran padanya. Maka sesungguhnya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu, ketika ditemui oleh Jibril, adalah lebih dermawan dalam memberikan kebaikan daripada angin yang dilepaskan tiupannya." (Muttafaq 'alaih)


وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ : « كَانَ رَسُولُ اللهِ ، صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم ، إِذَا دَخَلَ العَشْرُ أَحْيَى اللَّيْلَ ، وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ ، وَشَدَّ المِئْزَرَ » متفقٌ عليه .

1220. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam apabila telah masuk sepuluh hari -yang terakhir dari Ramadhan- maka beliau shalallahu alaihi wasalam menghidupkan malamnya -dengan memperbanyakkan amalan ibadahnya-, juga membangunkan istrinya -agar ikut memperbanyak amalannya- serta mengeraskan ikat pinggangnya -yakni sebagai kata kinayah bahwa beliau shalallahu alaihi wasalam menjauhi untuk berkumpul dengan istrinya-." (Muttafaq 'alaih)