Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 205. ANJURAN MELAKUKAN SHALAT WITIR DAN URAIAN BAHWA SHALAT INIADALAH SUNNAH YANG DITEKANKAN SERTA URAIAN MENGENAI WAKTUNYA

عَنْ عليٍّ رَضِيَ اللَّه عَنْهُ قالَ : الوتِرُ لَيْس بِحَتْمٍ كَصَلاةِ المكْتُوبَةِ ، ولكِنْ سَنَّ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : « إنَّ اللَّه وِترٌ يُحِبُّ الْوتْرَ ، فأَوْتِرُوا ، يَا أَهْلَ الْقُرْآنِ » .
رواه أبو داود والترمذي وقَالَ : حديثٌ حسنٌ .

1129. Dari Ali radhiyallahu anhu, katanya: "Shalat witir itu bukannya wajib sebagaimana shalat yang difardhukan, tetapi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam mengerjakan shalat itu dan bersabda: "Sesungguhnya Allah itu Maha Witir -karena bilangan satu adalah paling ganjil-, maka lakukanlah shalat witir -yaitu yang rakaatnya ganjil-, hai ahli al-Quran." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan


وَعَنْ عَائِشَةَ رضِيَ اللَّه عنْهَا ، قَالَتْ : مِنْ كُلِّ الليْلِ قَدْ أَوْتَر رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مِنْ أَوَّلِ اللَّيْلِ ، ومَن أَوْسَطِهِ ، وَمِنْ آخِرِهِ . وَانْتَهى وِتْرُهُ إلى السَّحَرِ . متفقٌ عليه .

1130. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Dari seluruh malam itu Rasulullah shalallahu alaihi wasalam sungguh-sungguh telah melakukan witir -yakni waktu berwitir beliau shalallahu alaihi wasalam tidak tertentu waktunya-, yaitu di permulaan malam, di pertengahan malam, di akhir malam dan berakhirlah waktu witir beliau shalallahu alaihi wasalam itu sampai waktu sahur -hampir menyingsingnya fajar shadik-." (Muttafaq 'alaih)


وعنِ ابنِ عُمرَ رَضِيَ اللَّه عَنْهمَا ، عَنِ النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : «اجْعلوا آخِرَ صلاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْراً » متفقٌ عليه

1131. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: "Jadikanlah shalat witir itu sebagai akhir shalatmu di waktu malam." (Muttafaq 'alaih)


وَعَنْ أَبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضِي اللَّه عَنْهُ ، أَنَّ النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قالَ : «أَوْتِرُوا قبْلَ أَنْ تُصْبِحُوا » رواه مسلم .

1132. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Berwitirlah engkau semua sebelum engkau semua berpagi-pagi -yakni sebelum terbitnya fajar shadik-." (Riwayat Muslim)


وعن عائشةَ ، رضيَ اللَّه عَنْهَا ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يُصلِّي صَلاتَهُ بِاللَّيْلِ ، وهِي مُعْتَرِضَةٌ بينَ يَدَيهِ ، فَإذا بقِيَ الوِتْرُ ، أَيقِظهِا فَأَوْترتْ . رواه مسلم . وفي روايةٍ له : فَإذا بَقِيَ الوترُ قالَ : « قُومِي فَأَوْتِري يا عَائشةُ » .

1133. Dari Aisyah radhiallahu 'anha bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam melakukan shalatnya di waktu malam, sedang ia -yakni Aisyah yaitu istrinya- melintang antara kedua tangannya -yakni di mukanya-. Maka jikalau tinggal mengerjakan witir, beliau shalallahu alaihi wasalam membangunkannya, lalu Aisyahpun berwitirlah." (Riwayat Muslim) Dalam riwayat Muslim lainnya disebutkan: "Maka jikalau tinggal mengerjakan witir, lalu beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Bangunlah dan berwitirlah, hai Aisyah."


وعَنِ ابن عُمَرَ رَضِيَ اللَّه عَنهمَا ، أَنَّ النَّبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « بَادِروا الصُّبْحَ بالوِتْرِ». رَوَاه أبو داود ، والترمذي وقالَ : حديثٌ حسنٌ صحيحٌ .

1134. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Dahuluilah shalat Subuh itu dengan witir -maksudnya bangunlah sebelum waktunya shalat Subuh lalu berwitirlah dulu-." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi, dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.


وعَنْ جابرٍ رضِي اللَّه عنْهُ ، قَالَ : قالَ رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ خَاف أَنْ لا يَقُوم مِنْ آخرِ اللَّيْلِ ، فَليُوتِرْ أَوَّلَهُ ، ومنْ طمِع أَنْ يقُومَ آخِرَهُ ، فَليوتِرْ آخِر اللَّيْل ، فإِنَّ صلاة آخِرِ اللَّيْلِ مشْهُودةٌ ، وذلكَ أَفضَلُ » رواه مسلم .

1135. Dari Jabir radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Barangsiapa yang takut kalau tidak dapat bangun di akhir malam, maka hendaklah berwitir di permulaan -malam- dan barangsiapa -berniat kuat- hendak bangun di akhir malam, maka hendaklah berwitir di akhir malam, karena sesungguhnya shalat akhir malam itu disaksikan oleh para malaikat dan yang sedemikian itulah yang lebih utama." (Riwayat Muslim)