Penjelasan Hadits

KITAB THAHARAH
BAB TAYAMMUM

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اَللَّهِ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا; أَنَّ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ وَجُعِلَتْ لِي اَلْأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا فَأَيُّمَا رَجُلٍ أَدْرَكَتْهُ اَلصَّلَاةُ فَلْيُصَلِّ ) وَذَكَرَ اَلْحَدِيث
وَفِي حَدِيثِ حُذَيْفَةَ عِنْدَ مُسْلِمٍ: ( وَجُعِلَتْ تُرْبَتُهَا لَنَا طَهُورًا إِذَا لَمْ نَجِدِ اَلْمَاءَ )

Dari Jabir Ibnu Abdullah bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Aku diberi lima hal yang belum pernah diberikan kepad seorang pun sebelumku yaitu aku ditolong dengan rasa ketakutan (musuhku) sejauh perjalanan sebulan; bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud (masjid) dan alat bersuci maka siapapun menemui waktu shalat hendaklah ia segera shalat." Muttafaq Alaihi.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (335) dalam at-Tayammum dan Muslim (521) dalam al-Masaajid ]

Dan menurut Hadits Hudzaifah Radliyallaahu 'anhu yang diriwayatkan oleh Muslim disebutkan: "Dan debunya dijadikan bagi kami sebagai alat bersuci."
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (522)]


وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه عِنْدَ أَحْمَدَ: ( وَجُعِلَ اَلتُّرَابُ لِي طَهُورًا )

Menurut Ahmad dari Ali r.a: Dan dijadikan tanah bagiku sebagai pembersih.
[Sanadnya shahih, dikeluarkan oleh Ahmad (763) telah menceritakan pada kami Abu Said telah menceritakan Said bin Salamah bin Abul Hasim telah menceritakan pada kami Abdullah bin Muhammad bin Aqil dari Muhammad bil Ali al-Akbar bahwa ia mendengar ayahnya Ali bin Abi Thalib radhiyallahu anhu berkata : Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda "Aku diberi empat perkara yang tidak pernah diberikan kepada seorangpun dari Nabi-nabi Allah, aku diberikan kunci-kunci bumi, aku diberi nama Ahmad, dan tanah dijadikan untukku sebagai alat bersuci, dan umatku dijadikan sebaik-baiknya umat". Ahmad Syakir berkata "Sanadnya shahih. Dan ia ada pada Majma az-Zawaa-id (I/260, 261) dan ia (al-Haitsami) mengi'lalnya dengan Abdullah bin Muhammad bin Aqil. Kemudian ia berkata "Jadi hadits tesebut Hasan"]


وَعَنْ عَمَّارِ بْنِ يَاسِرٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( بَعَثَنِي اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم فِي حَاجَةٍ فَأَجْنَبْتُ فَلَمْ أَجِدِ اَلْمَاءَ فَتَمَرَّغْتُ فِي اَلصَّعِيدِ كَمَا تَمَرَّغُ اَلدَّابَّةُ ثُمَّ أَتَيْتُ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيكَ أَنْ تَقُولَ بِيَدَيْكَ هَكَذَا ثُمَّ ضَرَبَ بِيَدَيْهِ اَلْأَرْضَ ضَرْبَةً وَاحِدَةً ثُمَّ مَسَحَ اَلشِّمَالَ عَلَى اَلْيَمِينِ وَظَاهِرَ كَفَّيْهِ وَوَجْهَهُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم ٍ
وَفِي رِوَايَةٍ لِلْبُخَارِيِّ: وَضَرَبَ بِكَفَّيْهِ اَلْأَرْضَ وَنَفَخَ فِيهِمَا ثُمَّ مَسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ وَكَفَّيْه

Ammar Ibnu Yassir Radliyallaahu 'anhu berkata: Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam telah mengutusku untuk suatu keperluan lalu aku junub dan tidak mendapatkan air maka aku bergulingan di atas tanah seperti yang dilakukan binatang kemudian aku mendatangi Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu padanya. Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "sesungguhnya engkau cukup degnan kedua belah tanganmu begini." Lalu beliau menepuk tanah sekali kemudian mengusapkan tangan kirinya atas tangan kanannya punggung kedua telapak tangan dan wajahnya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya menurut Muslim.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (347) dalam at-Tayammum dan Muslim (368) dalam al-Haidh, dan redaksi hadits ini miliknya dari jalan Syaqiq.]

Dalam suatu riwayat Bukhari disebutkan: Beliau menepuk tanah dengan kedua telapak tangannya dan meniupnya lalu mengusap wajah dan kedua telapak tangannya.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (338) dalam at-Tayammum]


وَعَنِ اِبْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( التَّيَمُّمُ ضَرْبَتَانِ ضَرْبَةٌ لِلْوَجْهِ وَضَرْبَةٌ لِلْيَدَيْنِ إِلَى اَلْمِرْفَقَيْنِ ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ وَصَحَّحَ اَلْأَئِمَّةُ وَقْفَه

Ibnu Umar Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tayammum itu dengan dua tepukan. Tepukan untuk muka dan tepukan untuk kedua belah tangan hingga siku-siku." Riwayat Daruquthni dan para Imam Hadits menganggapnya mauquf.
[Dha'if, diriwayatkan oleh ath-Thabrani (III/199/2), al-Hakim dalam al-Mustadrak (1/179) dari Ali bin Zhibyan dari Abdullah bin Umar dari Nafi dari Ibnu Umar secara marfu. Al-Albani berkata "ini sanad yang sangat dha'if, karena Abdullah bin Umar yaitu al-Umari al-Mukabbar adalah dha'if buruk hafalannya dan Ali bin Zhibyan sangat dha'if. Ibnu Main berkata 'Pendusta yang buruk.'". Al-Bukhari berkata "Munkaril Hadits". An-Nasa-i berkata "Matruk Haditsnya " (Adh-Dha'iifah (3427). Dalam Nashbur Rooyah (I/122) dan diriwayatkan pula oleh ad-Daroquthni dalam sunannya, sementara Yahya al-Qaththan, Husyaim dan lainnya meriwatkannya secara mauquf. ]


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلصَّعِيدُ وُضُوءُ اَلْمُسْلِمِ وَإِنْ لَمْ يَجِدِ اَلْمَاءَ عَشْرَ سِنِينَ فَإِذَا وَجَدَ اَلْمَاءَ فَلْيَتَّقِ اَللَّهَ وَلْيُمِسَّهُ بَشَرَتَهُ ) رَوَاهُ اَلْبَزَّارُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ اَلْقَطَّانِ و لَكِنْ صَوَّبَ اَلدَّارَقُطْنِيُّ إِرْسَالَه ُ
وَلِلتِّرْمِذِيِّ: عَنْ أَبِي ذَرٍّ نَحْوُهُ وَصَحَّحَه

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Tanah itu merupakan alat berwudlu bagi orang Islam meskipun ia tidak menjumpai air hingga sepuluh tahun. Maka jika ia telah mendapatkan air hendaklah ia bertakwa kepada Allah dan menggunakan air itu untuk mengusap kulitnya." Diriwayatkan oleh al-Bazzar. Shahih menurut Ibnul Qaththan dan mursal menurut Daruquthni.
[Sanadnya shahih, diriwayatkan oleh al-Bazzar dalam Musnadnya. Telah menceritakan pada kami Muqoddam bin Muhammad al-Muqaddami telah menceritakan padaku al-Qosim bin Yahya bin Atha bin Muqoddam telah menceritakan pada kami Hisyam bin Hassan dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah. Al-Bazzar berkata "Kami tidak mengetahui diriwayatkan dari Abu Hurairah selain dari jalan ini dan kami tidak mendengarnya kecuali dari Muqoddam, ia tsiqoh". Dan Ibnul Qaththan menyebutnya dalam kitabnya dari jalan al-Bazzar, ia berkata "Sanadnya shahih dan ia ghorib dari hadits Abu Hurairah". Dan ia memiliki 'illat sedangkan yang mahsyur adalah hadits Abu Dzarr yang dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan lainnya (Nasbur Rooyah (I/221)]

Menurut riwayat Tirmidzi dari Abu Dzar ada hadits serupa dengan hadits tersebut. Hadits tersebut shahih menurutnya.
[Shahih, diriwayatkan oleh at-Tirmidzi (124) dalam Abwaab ath-Thahaarah, an-Nasa-i (322) dalam ath-Thahaarah. Lihat Shahiih at-Tirmidzi (124), al-Irwaa (153) dan al-Misykaah (530)]


وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: ( خَرَجَ رَجُلَانِ فِي سَفَرٍ فَحَضَرَتْ اَلصَّلَاةَ -وَلَيْسَ مَعَهُمَا مَاءٌ- فَتَيَمَّمَا صَعِيدًا طَيِّبًا فَصَلَّيَا ثُمَّ وَجَدَا اَلْمَاءَ فِي اَلْوَقْتِ فَأَعَادَ أَحَدُهُمَا اَلصَّلَاةَ وَالْوُضُوءَ وَلَمْ يُعِدِ اَلْآخَرُ ثُمَّ أَتَيَا رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَذَكَرَا ذَلِكَ لَهُ فَقَالَ لِلَّذِي لَمْ يُعِدْ: أَصَبْتَ اَلسُّنَّةَ وَأَجْزَأَتْكَ صَلَاتُكَ وَقَالَ لِلْآخَرِ: لَكَ اَلْأَجْرُ مَرَّتَيْنِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ و النَّسَائِيّ

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata: Ada dua orang laki-laki keluar bepergian lalu datanglah waktu shalat sedangkan mereka tidak mempunyai air maka mereka bertayamum dengan tanah suci dan menunaikan shalat. Kemudian mereka menjumpai air pada waktu itu juga. Lalu salah seorang dari keduanya mengulangi shalat dan wudlu sedang yang lainnya tidak. Kemudian mereka menghadap Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan menceritakan hal itu kepadanya. Maka beliau bersabda kepada orang yang tidak mengulanginya: "Engkau telah melakukan sesuai sunnah dan shalatmu sudah sah bagimu." Dan beliau bersabda kepada yang lainnya: "Engkau mendapatkan pahala dua kali." Riwayat Abu Dawud dan Nasa'i.
[Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (338) dalam ath-Thahaarah dari hadits Abdullah bin Nafi dari al-Laits dari Bakr bin Sawadah dari Atha bin Yasar dari Abu Said al-Khudri, dan al-Hakim meriwayatkan dalam al-Mustadrak (I/178) ia berkata "Hadits shahih sesuai dengan syarat asy-Syaikhain" (Nashbur Rooyah (I/234)) Dan diriwayatkan pula oleh ad-Darimi (744) dan al-Albani berkata "Sanadnya dha'if, padanya ada Abdullah bin Nafi ash-Shoigh, ia lemah hafalannya dan telah diselisihi oleh yang lainnya yang meriwayatkan secara mursal dari Atha bin Abi Rabah. Akan tetapi Ibnu Sakan meriwayatkan dengan sanad yang shahih yang mausul (Al-Misykaah 533) dan an-Nasa-i dan dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih Abu Dawud (337)"]


وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي قَوْلِهِ تَعَالَى وَإِنْ كُنْتُمْ مَرْضَى أَوْ عَلَى سَفَرٍ قَالَ: إِذَا كَانَتْ بِالرَّجُلِ اَلْجِرَاحَةُ فِي سَبِيلِ اَللَّهِ وَالْقُرُوحُ فَيُجْنِبُ فَيَخَافُ أَنْ يَمُوتَ إِنْ اِغْتَسَلَ: تَيَمَّمَ رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ مَوْقُوفًا وَرَفَعَهُ اَلْبَزَّارُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَةَ وَالْحَاكِم

Dari Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu tentang firman Allah (Dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan) beliau mengatakan: "Apabila seseorang mengalami luka-luka di jalan Allah atau terserang penyakit kudis lalu ia junub tetapi dia takut akan mati jika dia mandi maka bolehlah baginya bertayammum." Riwayat Daruquthni secara mauquf marfu' menurut al-Bazzar dan shahih menurut Ibnu Khuzaimah dan Hakim.
[Dhaif, diriwayatkan oleh ad-Daraquthni (I/177) dari jalan Yusuf bin Musa dan dalam Shahiih Ibnu Khuzaimah (I/138 no. 272) dan al-Albani memberikan ta'liq dengan mengatakan "Dha'if, Atha mukhtalith (bercampur hafalannya), sedangkan Jarir meriwayatkan darinya setelah ikhtilath (bercampurnya hafalan)]


وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( اِنْكَسَرَتْ إِحْدَى زَنْدَيَّ فَسَأَلَتْ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَأَمَرَنِي أَنْ أَمْسَحَ عَلَى اَلْجَبَائِرِ ) رَوَاهُ اِبْنُ مَاجَه بِسَنَدٍ وَاهٍ جِدًّ ا

Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Salah satu dari pergelanganku retak. Lalu aku tanyakan pada Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dan beliau menyuruhku agar aku mengusap di atas pembalutnya. Diriwayatkan oleh Ibnu Majah dengan sanad yang amat lemah.
[Dha'if jiddan, diriwayatkan oleh Ibnu Majah (657) dalam at-Tayammum, bab al Mashu-alal-Jabaa-ir dan didha'ifkan oleh al-Albani dalan Dhaif Ibnu Majah (126).]


وَعَنْ جَابِرٍ]بْنُ عَبْدِ اَللَّهِ] رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا فِي اَلرَّجُلِ اَلَّذِي شُجَّ فَاغْتَسَلَ فَمَاتَ -: إِنَّمَا كَانَ يَكْفِيهِ أَنْ يَتَيَمَّمَ وَيَعْصِبَ عَلَى جُرْحِهِ خِرْقَةً ثُمَّ يَمْسَحَ عَلَيْهَا وَيَغْسِلَ سَائِرَ جَسَدِهِ رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ بِسَنَدٍ فِيهِ ضَعْفٌ وَفِيهِ اِخْتِلَافٌ عَلَى رُوَاتِه

Dari Jabir Radliyallaahu 'anhu tentang seorang laki-laki yang terluka pada kepalanya lalu mandi dan meninggal. (Nabi bersabda: "Cukup baginya bertayammum dan membalut lukanya dengan kain kemudian mengusap di atasnya dan membasuh seluruh tubuhnya." Riwayat Abu Dawud dengan sanad yang lemah. Di dalamnya ada perbedaan pendapat tentang para perawinya.
[Hasan, dikeluarkan oleh Abu Dawud (336) dalam ath-Thahaarah dari jalan az-Zubair bin Khuraiq dari Atha dari jabir. ia berkata "Kami keluar dalam suatu safar, lalu ada seseorang yang tertimpa batu hingga melukai kepalanya...samppai perkataannya "Sesungguhnya cukup baginya untuk bertayammum .... Al Hadits. Dari jalan ini ad-Daraquthni (69) dan al-Baihaqi (l/228) meriwayatkan. Ad-Daraquthni berkata 'Tidak ada yang meriwayatkan dari Atha dari Jabir selain az-Zubair bin Khuraiq yang statusnya laisa bil qowiyy. Al-Auza'i menyelisihinya, ia meriwayatkan dari Atha dari Ibnu Abbas dan diperselisihkan pada al-Auza'i, ada yang mengatakan; darinya dari Atha, ada pula yang mengatakan: Sampai kepadaku dari Atha. Yang lainnya meriwayatkan dari al-Auza'i secara mursal: "Sesungguhnya cukup baginya ...." dari Atha dari Nabi Shallalahu alaihi wa Sallam. Al-Albani berkata "Itulah yang benar." Dan hadits tersebut didha'ifkan oleh al-Baihaqi. Akan tetapi Syaikh al-Albani menghasankannya dalam Shahiih Abu Dawud (336) tanpa perkataan "Sesungguhnya cukup baginya ..." (Lihat al-Irwaa (105) ]


وَعَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ: ( مِنْ اَلسُّنَّةِ أَنْ لَا يُصَلِّيَ اَلرَّجُلُ بِالتَّيَمُّمِ إِلَّا صَلَاةً وَاحِدَةً ثُمَّ يَتَيَمَّمُ لِلصَّلَاةِ اَلْأُخْرَى ) رَوَاهُ اَلدَّارَقُطْنِيُّ بِإِسْنَادٍ ضَعِيفٍ جِدًّ ا

Ibnu Abbas Radliyallaahu 'anhu berkata: Termasuk sunnah Rasul adalah seseorang tidak menunaikan shalat dengan tayammum kecuali hanya untuk sekali shalat saja kemudian dia bertayammum untuk shalat yang lain. Riwayat Daruquthni dengan sanad yang amat lemah.
[Sanadnya dha'if, diriwayatkan oleh ad-Daraquthni dalam Sunannya (I/185). Ia berkata "Al-Hasan bin Umarah dha'if". Ahmad berkata "Matruk". Dan Muslim menyebutnya dalam muqaddimah kitabnya termasuk rowi yang diperbincangkan (Nashbur Rooyah (I/233))]