Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 185. KEUTAMAAN BERWUDHU'

قال اللَّه تعالى: { يا أيها الذين آمنوا إذا قمتم إلى الصلاة فاغسلوا وجوهكم } إلى قوله تعالى: { ما يريد اللَّه ليجعل عليكم من حرج، ولكن يريد ليطهركم، وليتم نعمته عليكم لعلكم تشكرون }

Allah Ta'ala berfirman: "Hai sekalian orang yang beriman! Jikalau engkau semua berdiri hendak shalat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai ke siku dan sapulah kepala dan basuhlah kakimu sampai ke mata kaki. Dan jikalau engkau semua junub, maka sucikanlah dirimu -yakni mandilah-. Dan jikalau engkau semua sakit atau dalam berpergian atau seseorang dari engkau semua datang dari buang air atau bersetubuh dengan wanita, lalu engkau semua tidak mendapatkan air, maka carilah tanah yang baik -atau bersih yang digunakan untuk bertayammum-, kemudian sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak menghendaki untuk membuat kesempitan -kesukaran- atasmu semua, tetapi hendak menyucikan engkau semua dan menyempurnakan karunianya kepadamu semua, supaya engkau semua bersyukur." (al-Maidah: 6)


وعَنْ أَبي هُريْرَةَ رضيَ اللَّه عَنْه قال : سمِعْت رَسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُول : « إِنَّ أُمَّتي يُدْعَوْنَ يَوْمَ القِيامَةِ غُرّاً محَجَّلِينَ مِنْ آثَارِ الوضوءِ فَمنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يُطِيل غُرَّتَه ، فَليفعلْ » متفقٌ عليه .

1021. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Sesungguhnya umatku itu akan dipanggil pada hari kiamat dalam keadaan bercahaya wajahnya dan amat putih bersih tubuhnya dari sebab bekas-bekasnya berwudhu'. Maka dari itu, barangsiapa yang dapat diantara engkau semua hendak memperpanjang -yakni menambahkan- bercahayanya, maka baiklah ia melakukannya -dengan menyempurnakan berwudhu' itu sesempurna mungkin-." (Muttafaq 'alaih)


وعنه قَالَ : سَمِعْت خَلِيلي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقُول : « تَبْلُغُ الحِلية مِنَ المؤمِن حَيْث يبْلُغُ الوضـوءُ » رواه مسـلم.

1022. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula, katanya: "Saya mendengar kekasihku Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Perhiasan-perhiasan -di syurga- itu sampai dari tubuh seorang mu'min, sesuai dengan anggota yang dicapai oleh wudhu', yakni sampai di mana air itu menyentuh tubuhnya, sampai di situ pula perhiasan yang akan diperolehnya di syurga. (Riwayat Muslim)


وعن عثمانَ بن عفانَ رضي اللَّه عنه قال : قال رسولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « منْ تَوَضَّأَ فَأَحْـسَنَ الوضـوءَ ، خَرَجَت خَطَايَاهُ مِنْ جسَدِهِ حتَّى تَخْرُجَ مِنْ تحتِ أَظفارِهِ » رواه مسلم.

1023. Dari Usman bin Affan radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu' lalu memperbaguskan wudhu'-nya -yakni menyempurnakan sesempurna mungkin-, maka keluarlah kesalahan-kesalahannya sehingga keluarnya itu sampai dari bawah kuku-kukunya." (Riwayat Muslim)


وعنهُ قال : رَأَيْتُ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَتَوَضَّأُ مثلَ وُضوئي هذا ثُمَّ قال : « مَنْ تَوَضَّأَ هكذا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنبِهِ، وَكَانَتْ صَلاتُهُ وَمَشْيُهُ إِلى المَسْجِدِ نَافِلَةً» رواه مسلم.

1024. Dari Usman bin Affan radhiyallahu anhu pula, katanya: "Saya melihat Rasulullah shalallahu alaihi salam berwudhu' seperti wudhu'ku ini, kemudian beliau shalallahu alaihi salam bersabda: "Barangsiapa yang berwudhu' sedemikian, maka diampunkanlah untuknya dosa-dosa yang telah lalu. Dan shalatnya serta jalannya ke masjid mendapat tambahan pahala." (Riwayat Muslim)


وعن أبي هريرةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِذا تَوَضَّأَ العبدُ المُسلِم ­ أَوِ المؤْمِنُ ­ فَغَسل وجهَهُ خَرجَ مِنْ وَجهِهِ كلُّ خطِيئَة نَظَر إِلَيْهَا بِعيْنيْهِ مع الماءِ أَوْ معَ آخرِ قَطْرِ الماءِ ، فَإِذا غَسل يديهِ ، خَرج مِنْ يديهِ كُلُّ خَطيئَةٍ كانَ بطَشَتْهَا يداهُ مَعَ المَاءِ أَوْ مع آخِر قَطْرِ الماءِ ، فَإِذا غَسلَ رِجَليْهِ ، خَرَجَتْ كُلُّ خَطِيئَةٍ مَشَتها رِجلاه مع الماءِ أَوْ مَع آخرِ قَطرِ الماءِ ، حتى يخرُجَ نَقِيًّا مِن الذُّنُوبِ »رواه مسلم .

1025. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Apabila seorang hamba yang muslim atau mu'min itu berwudhu', lalu ia membasuh mukanya, maka keluarlah dari mukanya itu semua kesalahan yang disebabkan ia melihat padanya dengan kedua matanya dan keluarnya ialah beserta air atau beserta tetesan air yang terakhir. Jikalau ia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah dari kedua tangannya itu semua kesalahan yang dilakukan oleh kedua tangannya beserta air atau beserta tetesan air yang terakhir. Selanjutnya apabila ia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang dijalankan oleh kedua kakinya beserta air atau beserta tetesan air yang terakhir, sehingga akhirnya keluarlah ia dalam keadaan suci dari semua dosa." (Riwayat Muslim)


وعنْهُ أَنَّ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَتَى المقبرةَ فَقَال : « السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَار قَومٍ مُؤْمِنينِ وإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّه بِكُمْ لاحِقُونَ ، ودِدْتُ أَنَّا قَدْ رأَيْنَا إِخْوانَنَا » : قَالُوا : أَولَسْنَا إِخْوانَكَ يا رسُول اللَّهِ ؟ قال : « أَنْتُمْ أَصْحَابي ، وَإخْوَانُنَا الّذينَ لَم يَأْتُوا بعد » قالوا : كيف تَعْرِفُ مَنْ لَمْ يَأْتُوا بَعْدُ من أُمَّتِكَ يا رسول الله ؟ فقال : « أَرَأَيْتَ لَوْ أَنَّ رَجُلا لهُ خَيْلٌ غُرٌّ مُحجَّلَةٌ بيْنَ ظهْريْ خَيْلٍ دُهْمٍ بِهْمٍ ، أَلا يعْرِفُ خَيْلَهُ ؟ » قَالُوا : بلَى يا رسولُ اللَّهِ ، قَالَ : «فَإِنَّهُمْ يأْتُونَ غُرًّا مَحجَّلِينَ مِنَ الوُضُوءِ ، وأَنَا فرَطُهُمْ على الحوْضِ »رواه مسلم .

1026. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi salam mendatangi suatu kuburan lalu mengucapkan: "Assalamu 'alaikum, hai perumahan kaum mu'minin dan kita semua Insya Allah akan menyusul engkau semua. Saya ingin kalau kita semua sudah dapat melihat saudara-saudara kita." Para sahabat berkata: "Bukankah kita ini saudara-saudara Tuan, ya Rasulullah?" Beliau shalallahu alaihi salam menjawab: "Engkau semua adalah sahabat-sahabatku, sedang saudara-saudara kita itu masih belum datang lagi." Para sahabat berkata pula: "Bagaimanakah Tuan dapat mengetahui orang yang masih belum datang dari golongan umat Tuan, ya Rasulullah?" Beliau shalallahu alaihi salam bersabda: "Bagaimanakah pendapatmu, sekiranya ada seorang lelaki mempunyai seekor kuda yang putih bersih kepalanya, putih pula kaki-kakinya berada di samping kuda yang hitam polos, tidakkah pemilik itu dapat mengetahui kudanya sendiri?" Para sahabat menjawab: "Ya, tentu dapat, ya Rasulullah." Beliau shalallahu alaihi salam bersabda: "Sesungguhnya umatku yang akan datang itu ialah dalam keadaan bercahaya wajahnya serta putih bersih tubuhnya dari sebab berwudhu' dan saya adalah yang terlebih dulu dari mereka itu untuk datang ke telaga haudh." (Riwayat Muslim)


وعنْهُ أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَلا أَدُلُّكُمْ على ما يَمْحُو اللَّه بِهِ الخَطَايا ، ويرْفَعُ بِهِ الدَّرجاتِ ؟ قَالُوا : بلى يا رَسُول اللَّهِ ، قَالَ : إِسْباغُ الوُضُوءِ على المكَارِهِ وكَثْرَةُ الخُطَا إلى المساجِدِ ، وانْتِظَارُ الصَّلاةِ بعْد الصَّلاةِ ، فَذلِكُمُ الرِّبَاطُ ، فذلِكُمُ الرِّباطُ » رواه مسلم .

1027. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Sukakah engkau semua kalau saya tunjukkan akan sesuatu amalan yang dapat melebur semua kesalahan dan dengannya dapat pula menaikkan beberapa derajat?" Para sahabat menjawab: "Baiklah, ya Rasulullah." Beliau shalallahu alaihi salam lalu bersabda: "Yaitu menyempurnakan wudhu' sekalipun menemui beberapa hal yang tidak disenangi -seperti terlampau dingin dan sebagainya-, banyaknya melangkahkan kaki untuk ke masjid dan menantikan shalat sesudah melakukan shalat. Itulah yang disebut ribath -perjuangan menahan nafsu untuk memperbanyak ketaatan pada Tuhan-." (Riwayat Muslim)


وعَنْ أَبي مَالكٍ الأَشْعرِيِّ رضَي اللَّه عنْهُ قَال : قالَ رسُولُ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «الطُّهُورُ شَطْرُ الإِيمانِ » رواه مسلم .

1028. Dari Abu Malik al-Asy'ari radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Bersuci itu adalah separuh keimanan." Diriwayatkan oleh Imam Muslim dan sudah lalu kelengkapannya yang panjang dalam bab Sabar -lihat hadits no.25-. Dalam bab ini termasuk pula Hadisnya 'Amr bin 'Abasah radhiyallahu anhu yang juga sudah diuraikan di muka dalam akhir bab Pengharapan. Hadits itu adalah suatu hadits yang agung sekali yang memuat berbagai macam kebaikan.


وعنْ عُمَر بْنِ الخَطَّابِ رضي اللَّه عَنْهُ عنِ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قَالَ : « ما مِنْكُمْ مِنْ أَحدٍ يتوضَّأُ فَيُبْلِغُ ­ أَو فَيُسْبِغُ الوُضُوءَ ­ ثُمَّ قَالَ : أَشْهدُ أَنْ لا إِله إِلاَّ اللَّه وحْدَه لا شَريكَ لهُ، وأَشْهدُ أَنَّ مُحمَّدًا عبْدُهُ وَرسُولُه ، إِلاَّ فُتِحَت لَهُ أَبْوابُ الجنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّها شاءَ » رواه مسلم . وزاد الترمذي : « اللَّهُمَّ اجْعلْني من التَّوَّابِينَ واجْعلْني مِنَ المُتَطَهِّرِينَ » .

1029. Dari Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi salam, sabdanya: "Tiada seorangpun dari engkau semua yang berwudhu' lalu ia menyampaikan yakni menyempurnakan wudhu'nya, kemudian mengucapkan: Asyhadu alla ilaha illallah wahdahu la syarika lah, wa asyhadu anna Muhammadan 'abduhu wa rasuluh, melainkan dibukakanlah untuknya pintu syurga yang delapan buah banyaknya. Ia diperbolehkan masuk dari pintu manapun juga yang dikehendaki olehnya." (Riwayat Muslim) Imam Tirmidzi menambahkan ucapan di atas dengan: Allahummaj'alni minat tawwabina waj'alni minal mutatthahhirin, -artinya-: Ya Allah, jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bertaubat dan jadikanlah saya termasuk golongan orang-orang yang bersuci.