Penjelasan Hadits

VIII. KITAB KEUTAMAAN-KEUTAMAAN
BAB 181. PERINTAH BERTA'AHUD KEPADA AL-QURAN -MEMELIHARA DAN MEMBACANYASECARA TETAP-

عَنْ أَبي مُوسَى رضِيَ اللَّه عنهُ عن النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « تَعاهَدُوا هذا الْقُرآنَ فَوَالَّذي نَفْسُ مُحمَّدٍ بِيدِهِ لَهُو أَشَدُّ تَفَلُّتاً مِنَ الإِبِلِ في عُقُلِها » متفق عليه .

999. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi salam, sabdanya: "Berta'ahudlah kepada al-Quran -yakni peliharalah untuk selalu membaca al-Quran itu secara tetap waktunya-, sebab demi Zat yang jiwa Muhammad ada di dalam genggaman kekuasaanNya, sesungguhnya al-Quran itu lebih sangat mudah terlepasnya daripada seekor unta yang ada di dalam ikatan talinya." (Muttafaq 'alaih)


وعنِ ابْنِ عُمَرَ رَضِي اللَّه عنهما أَنَّ رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « إِنَّمَا مَثَلُ صاحِبِ الْقُرْآنِ كَمَثَلِ الإِبِلِ المُعقَّلَةِ ، إِنْ عَاهَد عَليْها أَمْسَكَهَا ، وإِنْ أَطْلَقَهَا ، ذَهَبَتْ » متفقٌ عليه

1000. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi salam bersabda: "Sesungguhnya perumpamaan orang yang menghafal al-Quran -di luar kepala- adalah sebagaimana perumpamaan seekor unta yang diikat. Jikalau ia terus -senantiasa- mengikatnya, dapatlah ia menahannya -tidak sampai lepas dan lari- dan jikalau ia melepaskannya, maka diapun pergilah." (Muttafaq 'alaih)