Penjelasan Hadits

VII. KITAB ETIKA BEPERGIAN
BAB 177. APA YANG DIUCAPKAN APABILA SEORANG MUSAFIR ITU TELAH KEMBALIDAN TELAH MELIHAT NEGERINYA

Dalam bab ini termasuklah hadits Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma yang terdahulu mengenai bab takbirnya seorang musafir jikalau menaiki gunung-gunung atau tempat-tempat yang tinggi.


وعن أَنسٍ رَضي اللَّهُ عنهُ قال : أَقْبَلْنَا مَعَ النَّبِيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ، حَتَّى إذا كُنَّا بِظَهْرِ المَدِينَةِ قال : « آيِبُونَ ، تَائِبُونَ ، عَابِدونَ ، لِرَبِّنَا حَامِدُونَ » فلمْ يزلْ يقولُ ذلك حتَّى قَدِمْنَا المدينةَ» رواه مسلم .

984. Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya: "Kita datang -dari perjalanan- bersama Nabi shalallahu alaihi wasalam, sehingga di waktu kita sudah berada di luar kota Madinah, lalu beliau shalallahu alaihi wasalam mengucapkan -yang artinya-: "Kita semua telah kembali, kita semua bertaubat -kepada Allah-, menyembah serta mengucapkan puji-pujian kepada Tuhan kita." Beliau shalallahu alaihi wasalam tidak henti-hentinya mengucapkan sedemikian itu, sehingga kita datang di Madinah."(Riwayat Muslim)