Penjelasan Hadits

VI. KITAB MENJENGUK ORANG SAKIT DAN JENAZAH
BAB 158. BERSEGERA DALAM MENGUBUR JENAZAH

عن أبي هُرَيْرَةَ رضِيَ اللَّهُ عنه عَن النَّبيِّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « أَسْرِعُوا بِالجَنَازَةِ ، فَإنْ تَكُ صَالِحَةً ، فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونها إلَيْهِ ، وَإنْ تَك سِوَى ذلِكَ ، فَشَرٌّ تَضَعُونَهُ عَنْ رِقَابِكُمْ » متفقٌ عليه . وفي روايةٍ لمُسْلِمٍ : « فَخَيْرٌ تُقَدِّمُونَهَا عَلَيْه » .

938. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: "Segerakanlah mengubur jenazah itu. Jikalau ia baik, maka itulah suatu kebaikan yang engkau semua berikan padanya, sedang jikalau ia selain yang sedemikian -yakni jenazah buruk-, maka itulah suatu kejelekan yang engkau semua letakkan pada leher-lehermu semua." (Muttafaq 'alaih) Dalam riwayat Imam Muslim disebutkan: fa khairun tuqaddi-munaha 'alaih, jadi ilaihi diganti 'alaihi.


وعن أبي سعيدٍ الخُدْرِيِّ رضي اللَّه عنه قَالَ . كَانَ النَّبيُّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَقُولُ: « إذا وُضِعَتِ الجِنَازَةُ ، فَاحْتَملَهَا الرِّجَالُ عَلى أَعنَاقِهِمْ ، فَإنْ كَانتْ صَالحةً ، قالتْ : قَدِّمُوني، وَإنْ كَانَتْ غَيْرَ صَالِحَةٍ ، قَالَتْ لأهْلِهَا : يَاوَيْلَهَا أَيْنَ تَذْهَبُونَ بِهَا ، يَسْمَعُ صَوْتَهَا كُلُّ شَيْءٍ إلاَّ الإنسانَ ، وَلَوْ سَمِعَ الإنْسَانُ ، لَصَعِقَ » رواه البخاري .

939. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, katanya: "Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Jikalau jenazah itu telah diletakkan -dalam keranda atau usungan mayat- lalu orang-orang lelaki membawanya di atas leher-leher mereka -untuk dimakamkan dalam kubur-, maka jikalau jenazah itu seorang yang shalih, iapun berkatalah: "Dahulukanlah aku -maksudnya segerakanlah dalam menguburkan jenazahku karena ingin segera mengetahui kerahmatan Allah dalam kubur itu-. Tetapi jikalau jenazah itu tidak shalih, maka ia berkata kepada keluarganya: "Aduhai celaka diriku, kemanakah engkau semua hendak pergi membawa jenazahku ini?" Suaranya itu didengar oleh setiap sesuatu kecuali manusia dan andaikata manusia itu mendengar, sesungguhnya ia tidak akan sadarkan diri -pingsan-." (Riwayat Bukhari)