Penjelasan Hadits

V. KITAB UCAPAN SALAM
BAB 143. SUNNAHNYA BERJABATAN TANGAN KETIKA BERTEMU DAN MENUNJUKKAN MUKAYANG MANIS

عن أبي الخطاب قتادة قال : قلُت لأنس : أكَانتِ المُصافَحةُ في أصْحابِ رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم؟ قال : نَعَمْ . رواه البخاري .

882. Dari Abul Khaththab yaitu Qatadah, katanya: "Saya berkata kepada Anas radhiyallahu anhu: "Adakah cara saling berjabatan tangan itu di kalangan para sahabatnya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu?" Anas menjawab: "Ya, ada." (Riwayat Bukhari)


وعن أنس رضي الله عنه قال : لَمَّا جَاءَ أهْلُ اليَمنِ قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « قَدْ جَاءَكُمْ أهْلُ الْيَمَنِ ، وَهُمْ أولُ مَنْ جَاءَ بالمُصَافَحَة » رواه أبو داود بإسناد صحيح .

883. Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya; "Ketika ahli Yaman datang, lalu Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Orang-orang Yaman sudah datang padamu semua dan mereka itulah pertama-tama orang yang datang dengan melakukan berjabatan tangan." Diriwayatkan oleh Imam Abu Dawud dengan isnad shahih.


وعن البراء رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « ما مِنْ مُسْلِمْيِن يَلْتَقِيَانِ فَيَتَصافَحَانِ إلا غُفر لَهما قبل أن يفترقا » رواه أبو داود .

884. Dari al-Bara' radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Tiada dua orang Muslimpun yang bertemu lalu keduanya berjabatan tangan, melainkan keduanya itu diampuni dosanya oleh Allah sebelum keduanya itu berpisah." (Riwayat Abu Dawud)


وعن أنس رضي الله عنه قال : قال رجل : يا رسول الله ، الرَّجُلُ مِنَّا يَلْقَى أخَاُه أوْ صَديقَهُ أينْحني لَهُ ؟ قال : « لا » قال : أفَيَلتزمه ويقبله ؟ قال : « لا » قال : فَيَأْخُذُ بِيَده وَيُصَافِحُهُ ؟ قال : « نَعَم َ» رواه الترمذي وقال : حديث حسن .

885. Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya: "Ada seorang lelaki berkata: "Ya Rasulullah, ada seorang diantara kita bertemu dengan saudaranya atau sahabatnya, apakah ia boleh membungkukkan badan untuk menghormatinya itu." Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: "Tidak boleh." Orang itu bertanya lagi: "Apakah boleh ia merangkulnya dan mencium tubuhnya?" Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: "Tidak boleh, kecuali kalau baru datang dari berpergian dan lama tidak bertemu, maka boleh merangkul itu, seperti datang dari ibadah haji dan lain-lain." Orang itu berkata lagi: "Apakah boleh ia mengambil tangan saudara atau sahabatnya itu lalu berjabatan tangan dengannya?" Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: "Ya, boleh." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.


وعن صَفْوان بن عَسَّال رضي الله عنه قال : قال يَهُودي لِصَاحبه اذْهب بنا إلى هذا النبي فأتيا رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَسَألاه عن تسْع آيات بَينات فَذَكرَ الْحَديث إلى قَوْله : فقَبَّلا يَدَهُ وَرِجْلَهُ وقالا : نَشْهَدُ أنَّكَ نبي . رواه الترمذي وغيره بأسانيد صحيحة.

886. Dari Shafwan bin 'Assal radhiyallahu anhu, katanya: "Ada seorang Yahudi berkata kepada sahabatnya: "Marilah bersama kami pergi ketempat Nabi ini," yang dimaksudkan ialah Nabi Muhammad shalallahu alaihi wasalam Keduanya mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu menanyakan perihal sembilan ayat-ayat yang terang." Shafwan seterusnya menguraikan hadits ini sampai ucapannya: "Lalu orang-orang -yakni dua orang Yahudi serta para hadirin yang ada di situ- sama mencium tangan dan kaki beliau shalallahu alaihi wasalam dan keduanya berkata: "Kita semua menyaksikan bahwa Anda adalah seorang Nabi." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan lain-lainnya dengan isnad-isnad shahih.


وعن ابن عمر رضي الله عنهما قصة قال فيها : فَدَنَوْنا من النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقَّبلْنا يده . رواه أبو داود .

887. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, ia menyebutkan sesuatu cerita yang di dalamnya ia mengatakan: "Lalu kita semua mendekat kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam kemudian kita mencium tangan beliau itu." (Riwayat Abu Dawud)


وعن عائشة رضي الله عنها قالت : قَدم : زَيْدُ بُن حَارثة المدينة ورسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في بَيْتي فأتَاهُ فَقَرَعَ الباب. فَقَام إليهْ النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَجُرُّ ثوْبَهُ فاعتنقه وقبله » رواه الترمذي وقال : حديث حسن .

888. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Zaid bin Haritsah datang di Madinah dan beliau shalallahu alaihi wasalam sedang ada dalam rumahku. Zaid mendatanginya lalu mengetuk pintu, kemudian Nabi shalallahu alaihi wasalam berdiri untuk menyambutnya -karena Zaid baru datang dari berpergian- lalu beliau shalallahu alaihi wasalam menarik bajunya terus merangkul serta menciumnya." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah Hadis hasan.


وعن أبي ذَرٍ رضي الله عنه قال : قال لي رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم «لاتَحقِرَنَّ مِنَ المعْرُوف شَيْئاً وَلَو أن تلقى أخاك بوجه طليق » رواه مسلم .

889. Dari Abu Zar radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah engkau menghinakan -meremehkan- sesuatu dari perbuatan baik sekalipun jikalau engkau sewaktu bertemu dengan saudaramu itu lalu menunjukkan muka yang manis berseri-seri." (Riwayat Muslim)


وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : قبَّل النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم الحسن بن على رضي الله عنهما ، فقال ، الأقْرَعُ بن حَابس : إنَّ لي عَشَرةًَ مِنَ الْوَلَد ماَقَبَّلتُ مِنهُمْ أحَداَ . فقال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم . « مَنْ لاَيَرْحَمْ لا يُرْحَمْ ، َ» متفق عليه .

890. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Nabi shalallahu alaihi wasalam mencium Hasan bin Ali, lalu al-Aqra' bin Habis berkata: "Sesungguhnya saya ini mempunyai sepuluh orang anak, tetapi saya tidak pernah mencium seorangpun dari mereka itu." Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: "Barangsiapa yang tidak berbelas kasihan, maka ia tidak dibelas kasihani oleh Allah." (Muttafaq 'alaih)