Penjelasan Hadits

V. KITAB UCAPAN SALAM
BAB 142. SUNNAHNYA MENTASYMITKAN -MENDOAKAN AGAR DIKARUNIAI KERAHMATANOLEH ALLAH DENGAN MENGUCAPKAN: YARHAMUKALLAH- KEPADA ORANG YANG BERSIN

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إن الله يُحِبُّ الُعطاسَ وَيَكْرَهُ التَّثاُؤبَ ، فَإذَا عَطَس أحَدكُم وحمد الله تعالى كانَ حقَّا على كل مسلم سمعهُ أن يقول له يرحمك الله وأما التّثاوب فإنما هو من الشيطان ، فـإذا تثاءب أحدكم فليردُّهُ ما استطاع ، فإن أحدكم إذا تثاءب ضَحِكَ منه الشيطان » رواه البخاري .

875. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Sesungguhnya Allah itu mencintai bersin dan benci kepada menguap. Maka apabila seseorang diantara engkau semua bersin dan ia memuji kepada Allah Ta'ala -yakni mengucapkan Alhamdulillah- maka menjadi hak atas setiap orang Muslim yang mendengarnya supaya ia mengucapkan padanya: Yarhamukallah, yakni: "Semoga engkau diberi kerahmatan oleh Allah". Adapun menguap, maka sesungguhnya menguap itu dari syaitan. Maka apabila seorang diantara engkau semua menguap, hendaklah menolaknya sekuat mungkin, sebab sesungguhnya seorang diantara engkau semua itu apabila menguap maka ketawalah syaitan daripadanya itu." (Riwayat Bukhari)


وعنه عن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذا عطس أحدكم فليقل : الحمد لله ، وليقل له أخوه أو صاحبه : يرحمك الله ، فإذا قال له : يرحمك الله فليقل : يهديكم الله ويصلح بالكم » رواه البخاري .

876. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu pula dari Nabi shalallahu alaihi wasalam, sabdanya: "Apabila seseorang diantara engkau semua itu bersin, maka hendaklah mengucapkan: "Alhamdulillah" dan hendaklah saudaranya atau kawannya yang mendengarkan itu lalu mengucapkan: "Yarhamukallah". Selanjutnya apabila saudara atau kawannya tadi sudah mengucapkan: "Yarhamukallah", maka hendaklah orang yang bersin tadi mengucapkan: "Yahdikumullah wayush-lihu balakum", artinya: "Semoga Allah memberikan petunjuk pada Anda dan pula membaguskan hati Anda". (Riwayat Bukhari)

Keterangan:

Menguap itu sudah dimaklumi. Bahasa Arabnya Tatsaub dan isimnya Tsaufaa'. Ia dianggap berasal dari syaitan, sebagai tanda kebencian kita padanya, karena menguap itu hanya terjadi dengan sebab adanya tubuh yang berat, perut yang berisi penuh dan condong sekali pada kemalasan. Hikmahnya adalah kita hendaknya menjauhi dari sesuatu yang dapat mengakibatkan menguap tadi seperti terlampau kenyang, tidak adanya kegiatan, malas-malasan, sehingga berat melakukan ibadah dan ketaatan.


وعن أبي موسى رضي الله عنه قال : سمعت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يقولُ « إذا عَطَس أحدُكُم فحمد الله فشمتوه ، فإنْ لم يحمد الله فلا تُشمتوه » رواه مسلم .

877. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, katanya: "Saya mendengar Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Apabila seorang diantara engkau semua itu bersin lalu ia mengucapkan: Alhamdulillah, maka tasymitkanlah ia -yakni doakan ia supaya memperoleh kerahmatan Allah dengan mengucapkan: Yarhamukallah-. Tetapi jikalau ia tidak mengucapkan: Alhamdulillah, maka janganlah engkau semua mentasymitkannya." (Riwayat Muslim)


وعن أنس رضي الله عنه قال : عطس رجلان عند النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فشمت أحدهما ولم يشمت الآخر ، فقال الذي لم يشمته : عطس فُلانٌ فَشَمَّتهُ وَعطستُ فَلَم تُشَمتني ؟ فقال : « هذا حمد الله ، وإنَك لم تحمد الله » . متفق عليه .

878. Dari Anas radhiyallahu anhu, katanya: "Ada dua orang yang sedang berada disisi Nabi shalallahu alaihi wasalam, lalu beliau shalallahu alaihi wasalam mentasymitkan pada yang seorang diantara keduanya itu -waktu ia bersin-, tetapi tidak mentasymitkan kepada yang lainnya. Lalu berkatalah orang yang tidak ditasymitkan oleh beliau itu: "Si Fulan ini bersin lalu Anda mentasymitkan ia, sedang sayapun bersin, tetapi Anda tidak mentasymitkan saya. Apakah sebabnya?" Beliau shalallahu alaihi wasalam menjawab: "Orang ini setelah bersin mengucapkan Alhamdulillah, sedang engkau tidak mengucapkan Alhamdulillah." (Muttafaq 'alaih)


وعن أبي هريرة رضي الله عنه قال : كان رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم إذَا عَطَسَ وَضَعَ يَدَهُ أوْ ثَوبَهُ عَلى فيهِ وَخَفَضَ أوْ غَضَّ بَها صَوْتَهُ.شك الراوي رواه أبو داود،والترمذي وقال حديث حسن صحيح.

879. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu apabila bersin, lalu meletakkan tangannya atau bajunya pada mulutnya dan memperlahankan -atau tidak memperdengarkan- suaranya karena bersinnya itu." Orang yang meriwayatkan hadits ini ragu-ragu -apakah dengan kata-kata khafadha atau ghadhdha-, tetapi artinya sama yaitu memperlahankan atau tidak memperdengarkan yakni menutupi suaranya. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.


وعن أبي موسى رضي الله عنه قال: « كان الْيَهُودُ يَتَعَاطسُونَ عْندَ رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يَرْجُونَ أنْ يَقولَ لهْم يَرْحَمُكُم الله ، فيقولُ : يَهدْيكمُ الله ويُصلحُ بالكم » رواه أبو داود، والترمذي وقال حديث حسن صحيح .

880. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, katanya: "Orang-orang Yahudi sama-sama bersin di sisi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam dan mereka mengharapkan hendaknya beliau shalallahu alaihi wasalam mengucapkan: Yarhamukumullah, tetapi beliau shalallahu alaihi wasalam mengucapkan: Yahdikumullah wayushlihu balakum. Jadi bukan didoakan supaya dirahmati oleh Allah, tetapi didoakan semoga diberi petunjuk dulu oleh Allah dan diperbaguskan hatinya, sehingga suka menganut agama Islam, sebab pada waktu itu mereka belum memeluk agama Islam, sekalipun mengetahui kebenarannya Muhammad shalallahu alaihi wasalam sebagai utusan Tuhan. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.


وعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : إذَا تَثاءَبَ أحَدُكُمْ فَلْيُمسكْ بَيده على فيه فإنَّ الشيطان يدْخل» رواه مسلم .

881. Dari Abu Said al-Khudri radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Jikalau seseorang diantara engkau semua itu menguap, maka hendaklah ia memegangkan tangannya pada mulutnya -menutup mulutnya-, sebab sesungguhnya syaitan itu akan masuk di dalamnya -jikalau mulut tidak ditutup-." (Riwayat Muslim)