Penjelasan Hadits

V. KITAB UCAPAN SALAM
BAB 140. MEMINTA IZIN DAN ADAB-ADAB KESOPANANNYA

قال اللَّه تعالى: { يا أيها الذين آمنوا لا تدخلوا بيوتاً غير بيوتكم حتى تستأنسوا وتسلموا على أهلها}

Allah Ta'ala berfirman: "Hai sekalian orang-orang yang beriman, janganlah engkau semua memasuki rumah yang bukan rumahmu sendiri, sehingga engkau semua meminta izin dan mengucapkan salam kepada ahli rumah itu -yakni orang-orang yang ada di dalamnya-."(an-Nur: 27)

وقال تعالى : { وإذا بلغ الأطفال منكم الحلم فليستأذنوا كما استأذن الذين من قبلهم }

Allah Ta'ala juga berfirman: Jikalau anak-anakmu itu telah sampai ke umur dewasa, maka hendaklah mereka meminta izin -jikalau hendak masuk ke tempatmu- sebagaimana meminta izinnya orang-orang yang dahulu tadi -yakni sebagaimana orang-orang dewasa yang lain-lain-." (an-Nur: 59)


وعن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: « الاستِئْذاُن ثَلاَثٌ، فَإِنْ أُذِنَ لَكَ وَ إلاَّ فَارْجِع ، متفق عليه .

867. Dari Abu Musa radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Meminta izin itu sebanyak tiga kali saja. Maka jikalau diizinkan untukmu -maka masuklah- dan jikalau tidak -yakni meminta izin sampai tiga kali tetapi tidak ada jawaban-, maka kembalilah." (Muttafaq 'alaih)


وعن سهلِ بنِ سعد رضي الله عنه قال : قال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم « إنَّمَا جُعِلَ الاستئذاُن منْ أَجْلِ البَصَر » متفق عليه .

868. Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu anhu katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Sesungguhnya meminta izin itu diadakan peraturannya karena adanya penglihatan -mengintip-." (Muttafaq 'alaih) Maksudnya bahwa melihat keadaan seseorang dari celah-celah pintu atau dinding dan sebagainya itu dilarang. Oleh karena itu hendaklah meminta izin saja, jikalau hendak masuk rumah seseorang yaitu dengan mengetuk pintu, menekan bel dan lain-lain, bukan dengan cara mengintip di jendela, pintu, dan lain-lain.


وعن رِبْعِيِّ بن حِرَاشٍ قال حدَّثّنا رَجُلٌ من بَنِي عَامرٍ أنَّهُ استأذَنَ على النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم وهو في بيت فقال : أألِج ؟ فقال رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم لخادِمِهِ : «أُخْرُج إلى هذا فَعَلِّمْهُ الإستئذَانَ فَقُل لَهُ قُل : السَّلامُ عَلَيكُم، أأدْخُلُ ؟ » فَسَمِعهُ الرَّجُلُ فقال : السَّلام عَلَيكم ، أأدخُلُ ؟ فَأذن له النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَدَخَلَ . رواه أبو داود بإسناد صحيح .

869. Dari Rib'i bin Hirasy, katanya: "Kami diberitahu oleh seorang lelaki dari kabilah Bani 'Amir bahwasanya ia meminta izin kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam dan beliau itu sedang ada dalam rumah. Kemudian orang itu berkata: "Adakah saya boleh masuk?" Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda kepada pelayannya: "Keluarlah menemui orang ini dan ajarkanlah cara meminta izin padanya. Katakanlah padanya supaya ia mengucapkan: "Assalamu 'alaikum, adakah saya boleh masuk?" Orang itu mendengar keterangan beliau shalallahu alaihi wasalam lalu mengucapkan: Assamu 'alaikum, adakah saya boleh masuk." Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu memberikan izin kepada orang tadi dan iapun masuklah." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan isnad shahih.


عن كلدة بن الحنبل رضي الله عنه قال: أتيت النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَدَخَلْتُ عَلَيْه ولم أُسَلِّم فقال النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «ارْجـِعْ فَقُلْ السَّلامُ عَلَيكُم أَأَدْخلُ ؟ » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن .

870. Dari Kildah bin al-Hanbal radhiyallahu anhu, katanya: "Saya mendatangi Nabi shalallahu alaihi wasalam lalu saya masuk padanya dan saya tidak mengucapkan salam, lalu Nabi shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Kembalilah dan ucapkanlah: Assalamu 'alaikum. Apakah saya boleh masuk?" Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.