Penjelasan Hadits

V. KITAB UCAPAN SALAM
BAB 132. KAIFIYAT -TATA CARA- BERSALAM

Disunnahkan agar seorang yang memulai memberikan salam itu mengucapkan: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Jadi ia menggunakan dhamir jamak, sekalipun orang yang diberi salam hanya seorang. Selanjutnya orang yang harus memberikan jawaban supaya mengucapkan: Wa'alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh. Jadi supaya ia menggunakan wawu athaf dalam ucapannya wa 'alaikum.

عن عِمران بن حصين رضي الله عنهما قال : جاءَ رجُل إلى النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقال : السَّلامُ عَلَيكُم ، فَرَدَّ عَلَيْهِ ثم جَلَسَ ، فقال النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «عَشْرٌ» ثم جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ الله ، فَرَدَّ عليهِ فَجَلَسَ ، فقال : «عِشْرون » ، ثم جَاءَ آخَرُ فَقَالَ : السَّلامُ عَلَيكُم وَرَحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهّ ، فَرَدَّ عليهِ فَجَلَسَ ، فقال : « ثَلاَثُونَ » . رواه أبو داود والترمذي وقال : حديث حسن .

848. Dari Imran bin al-Hushain radhiallahu 'anhuma, katanya: Ada seorang lelaki datang kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam, lalu ia mengucapkan: Assalamu 'alaikum. Kemudian beliau shalallahu alaihi wasalam membalas salam orang tadi lalu duduk terus bersabda: "Sepuluh," maksudnya pahalanya dilipatkan sepuluh kalinya. Selanjutnya datang pula orang lain lalu ia mengucapkan: Assalamu 'alaikum warahmatullah. Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu membalas salamnya orang itu, lalu duduk lagi: "Dua puluh," maksudnya pahalanya dilipatkan dua puluh kali. Seterusnya ada pula orang lain yang datang, lalu mengucapkan: Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kemudian beliau shalallahu alaihi wasalam membalas salam orang tersebut, lalu duduk terus bersabda: "Tiga puluh," maksudnya pahalanya dilipatkan tiga puluh kali. Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.


وعن عائشة رضي الله عنها قالتْ : قال لي رسولُ الله صلى الله عليه وسلم :(( هذا جِبرِيلُ يَقرَأُ عَلَيْكِ السَّلَامَ)) قالَتْ : قُلتُ : (وَعَلَيْه السَّلامُ ورحْمَةُ الله وَبَرَكَاتُهُ)) متفقُ عليه.
وهكذا وقع في بعض رواياتِ الصحيحين :((وَبَرَكَاتُهُ)) وفي بعضها بحذفها ، وزيادة الثقة مقبولة .

849. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda kepada saya: "Ini Jibril menyampaikan salam padamu." Aisyah berkata: "Saya berkata: Wa 'alaihis salam Warahmatullahi Wabarakatuh." (Muttafaq 'alaih) Demikianlah yang ada dalam sebagian beberapa riwayat dua kitab shahih -yakni Shahih Bukhari dan Shahih Muslim- dengan menggunakan wabarakatuh, dan dalam sebagian riwayat dengan membuang kata-kata itu. Penambahan dari orang yang dapat percaya itu boleh diterima.


وعن أنسٍ رضي الله عنه أن النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كان إذا تكلم بِكَلمة أعَادهَا ثَلاثاً حتَّى تُفَهَم عنه، وإذا أتى على قوْم فَسَلَّمَ عَلَيهم سَلَّم عَلَيهم ثَلاثاَ ، رواه البخاري . وهذا محمُولٌ عَلَى ما إذا كان الجَمْعُ كثيراَ .

850. Dari Anas radhiyallau anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam itu apabila berbicara mengucapkan sesuatu kalimat, selalulah beliau shalallahu alaihi wasalam mengulanginya sampai tiga kali, sehingga dapat dimengerti ucapannya itu dan apabila beliau shalallahu alaihi wasalam itu datang pada sesuatu kaum, lalu beliau memberikan salam kepada mereka maka salamnya itupun diucapkannya tiga kali." (Riwayat Bukhari) Hal yang sedemikian ini ditangguhkan jikalau kelompok kaum itu memang banyak jumlah orangnya.

وعن الْمقْدَاد رضي الله عنه في حَدِيثه الطويل قال : كُنَّا نَرْفَعُ للنبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَصِيبهُ مِنَ الَّلبَن فَيَجِيئُ مِنَ اللَّيلِ فَيُسَلِّمُ تسليما ً لايوقظُ نَائِماً وَيُسمِعُ اليَقَظان فَجَاء النبي صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فَسَلمَّ كما كان يُسَلمُ ، رواه مسلم.

851. Dari al-Miqdad radhiyallau anhu dalam hadisnya yang panjang, berkata: "Kita -maksudnya al-Miqdad dengan kawannya- menghaturkan kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam akan bagian yakni berupa susu, kemudian beliau datang di waktu malam lalu memberi salam dengan suatu ucapan salam yang tidak sampai membangunkan orang yang tidur, tetapi dapat didengar oleh orang yang jaga -tidak tidur-. Selanjutnya Nabi shalallahu alaihi wasalam datang lagi lalu memberi salam sebagaimana salamnya yang sudah-sudah." (Riwayat Muslim)


عن أسماء بنتِ يزيد رضي الله عنها أن رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مَرَّ في المَسْجِد يوْماً وَعصْبةٌ مِنَ النِّساء قُعوُدٌ فألوْي بِيده بالتسليم .
رواه الترمذي وقال : حديث حسن . وهذا محمول على أنه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم جَمَعَ بَين اللَّفظ والإشارة ، ويُؤيِّدُهُ أن في رِواية أبي داود : « فَسَلَّم عَليْنا » .

852. Dari Asma' binti Yazid radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam berjalan dalam masjid pada suatu hari dan di situ ada sekelompok kaum wanita yang sedang duduk-duduk, lalu beliau shalallahu alaihi wasalam memberikan isyarat dengan tangannya dengan disertai ucapan salam pula." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadis hasan. Hal ini ditangguhkan bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu mengumpulkan antara ucapan salam dengan isyarat tangan dan hal yang sedemikian itu dikuatkan oleh suatu hadits dalam riwayat Imam Abu Dawud bahwasanya beliau shalallahu alaihi wasalam lalu memberikan salam kepada kita -kaum wanita yang duduk-duduk tadi-.


وعن أبي جُرَيِّ الهجُيْمِيِّ رضي الله عنه قال : أتيت رسول الله صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فقلُت : عَلْيك السَّلامُ يا رَسول الله . فقال : لاتَقُلْ عَلَيْكَ السَّلامُ، فإن عَلَيْكَ السّلامُ تَحيَّةُ الموتى » رواه أبو داود ، والترمذي وقال : حديث حسن صحيح . وقد سبق بِطولِه .

853. Dari Abu Jurat al-Hujaimi radhiyallau anhu, katanya: "Saya mendatangi Rasulullah shalallahu alaihi wasalam lalu saya berkata: '"Alaikas-salam ya Rasulullah." Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu bersabda: "Janganlah mengucapkan 'Alaikas-salam sebab sesungguhnya, 'Alaikas-salam itu adalah cara penghormatan kepada orang-orang yang sudah mati." Diriwayatkan oleh Imam-imam Abu Dawud dan Tirmidzi dan Tirmidzi mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih. Keterangannya sudah terdahulu dengan kelengkapannya yang panjang -lihat Hadis no.793-.