Penjelasan Hadits

III. KITAB PAKAIAN
BAB 120. SUNNAHNYA MENINGGALKAN YAKNI YANG TERLAMPAU INDAH DALAM HALPAKAIAN KARENA MAKSUD MERENDAHKAN DIRI

Dalam bab Keutamaan lapar dan mengenakan yang kasar-kasar dalam kehidupan sudah diuraikan lebih dulu beberapa keterangan yang berhubungan dengan bab ini.

وعن معاذِ بن أَنسٍ رضي اللَّه عنه أَنَّ رسُولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : «مَنْ تَرَكَ اللِّباس تَواضُعاً للَّه ، وَهُوَ يَقْدِرُ علَيْهِ ، دعاهُ اللَّهُ يَوْمَ القِيامَةِ عَلى رُؤُوسِ الخَلائِقِ حتى يُخيِّره منْ أَيِّ حُلَلِ الإِيمان شَاءَ يلبَسُها » . رواهُ الترمذي وقال : حديث حسن .

799. Dari Mu'az bin Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Barangsiapa yang meninggalkan -keindahan- pakaian karena maksud merendahkan diri kepada Allah, padahal ia kuasa untuk menggunakannya, maka ia akan dipanggil oleh Allah pada hari kiamat dengan disaksikan oleh kepala sekalian makhluk -yakni di hadapan orang banyak-, sehingga Allah akan menyuruhnya supaya memilih pakaian apa saja yang ia ingin mengenakannya dari berbagai pakaian keimanan." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.