Penjelasan Hadits

II. KITAB ETIKA MAKAN
BAB 114. URAIAN TENTANG BOLEHNYA MINUM SAMBIL BERDIRI DAN URAIAN BAHWA YANG TERSEMPURNA IALAH MINUM SAMBIL DUDUK

Dalam bab ini termasuk di dalamnya hadits Kabasyah yang lalu -lihat hadits no.761-.

وعن ابن عباس رضي اللَّه عنهما قال : سَقَيْتُ النَّبِيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم مِنْ زَمْزَمَ ، فَشَرِبَ وَهُوَ قَائمٌ . متفقٌ عليه .

764. Dari Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma, katanya: "Saya memberikan minuman kepada Nabi shalallahu alaihi wasalam dari air zamzam, beliau minum sambil berdiri." (Muttafaq 'alaih)


وعن النَزَّال بنِ سبْرَةَ رضيَ اللَّهُ عنه قال : أَتَى عَلِيٌّ رضيَ اللَّهُ عنهُ باب الرَّحْبَةِ فَشَرِب قَائماً ، وقالَ : إِنِّى رَأَيْتُ رَسولَ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم فعل كما رَأَيْتُمُونى فَعَلْتُ ، رواه البخارى.

765. Dari Annazzal bin Sabrah radhiyallahu anhu, katanya: "Ali radhiyallahu anhu datang di pintu Rahabah -salah satu halaman masjid- lalu ia minum sambil berdiri dan ia berkata: "Sesungguhnya saya pernah melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasalam melakukan sebagaimana yang engkau semua melihat saya melakukan ini -yakni minum sambil berdiri-." (Riwayat Bukhari)


وعن ابن عمر رضيَ اللَّه عنهما قال : كنَّا نَأْكُلُ عَلى عَهدِ رسُولِ اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم ونحْنُ نَمْشى ، ونَشْرَبُ وَنحْنُ قيامٌ . رواهُ الترمذي ، وقال : حديث حسن صحيح .

766. Dari Ibnu Umar radhiallahu 'anhuma, katanya: "Kita semua dahulu di zaman Rasulullah shalallahu alaihi wasalam pernah makan sambil berjalan dan minum sambil berdiri." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.


وعن عمرو بن شعيب عن أَبيهِ عن جدِّه رضي اللَّهُ عنه قال : رَأَيْتُ رسُول اللَّهِ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم يشربُ قَائماً وقَاعِداً . رواه الترمذي وقال : حديث حسن صحيح.

767. Dari 'Amr bin Syu'aib dari ayahnya dari neneknya lelaki radhiyallahu anhu, katanya: "Saya melihat Rasulullah shalallahu alaihi wasalam minum sambil berdiri dan duduk." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan shahih.


وعن أَنسٍ رضي اللَّهُ عنه عن النبى صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أَنهُ نهَى أَنْ يشربَ الرّجُلُ قَائماً . قال قتادة : فَقلْنَا لأنَس : فالأَكْلُ ؟ قال : ذلكَ أَشَرُّ أَو أَخْبثُ رواهُ مسلم .
وفي رواية له أَنَّ النبى صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم زَجَرَ عَنِ الشُّرْبِ قَائماً .

768. Dari Anas radhiyallahu anhu dari Nabi shalallahu alaihi wasalam bahwasanya beliau shalallahu alaihi wasalam melarang kalau seorang itu minum sambil berdiri. Qatadah berkata: "Lalu kita bertanya kepada Anas: "Kalau makan, bagaimanakah?" Anas menjawab: "Yang sedemikian itu -yakni yang makan sambil berdiri- adalah lebih buruk atau lebih jelek." (Riwayat Muslim) Dalam riwayat Imam Muslim yang lain disebutkan bahwa Nabi shalallahu alaihi wasalam melarang minum sambil berdiri.

Keterangan:

Secara medis, dalam tubuh kita terdapat penyaring yg bernama sfringer, dimana saringan itu membuka otomatis ketika kita duduk dan menutup otomatis ketika berdiri. Jika kita minum sambil berdiri maka air yang kita minum menjadi tidak disaring lagi karena sfringer tertutup. Jika air yg tidak disaring itu kurang bersih, maka air yang masuk ke kandung kemih menjadi tidak disaring lagi, bisa menyebabkan penyakit ginjal bila diminum dalam jangka panjang. Selain itu, bisa mengakibatkan terjadi pengendapan kotoran di saluran ureter.


وعن أبي هريرة رضي اللَّه عنه قال : قالَ رسُولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : «لاَ يشْرَبَن أَحدٌ مِنْكُمْ قَائماً ، فَمَنْ نَسِيَ فَلْيَسْتَقيءْ » رواهُ مسلم .

769. Dari Abu Hurairah radhiyallahu anhu, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah sekali-kali seseorang dari engkau semua itu minum sambil berdiri, maka barangsiapa yang lupa, maka hendaklah memuntahkannya." (Riwayat Muslim)