Penjelasan Hadits

II. KITAB ETIKA MAKAN
BAB 111. KESOPANAN-KESOPANAN MINUM DAN SUNNAHNYA BERNAFAS TIGA KALI DILUAR WADAH SERTA MAKRUHNYA BERNAFAS DI DALAM WADAH

عن أَنسٍ رضي اللَّه عنه أن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم كانَ يتنَفَّسُ في الشرَابِ ثَلاثاً. متفقٌ عليه. يعني: يَتَنَفَّسُ خَارِجَ الإِناءِ.

754. Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam itu bernafas ketika minum sebanyak tiga kali." Muttafaq 'alaih. Yakni bernafas di luar wadah.


وعن ابن عباسٍ رضي اللَّه عنهما قال: قال رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم: «لا تَشْرَبُوا واحِداً كَشُرْبِ البَعِير، وَلكِن اشْرَبُوا مَثْنى وثُلاثَ، وسَمُّوا إِذا أَنْتُمْ شَرِبْتُمْ، واحْمدوا إِذا أَنْتُمْ رَفعْتُمْ» رواه الترمذي وقال: حديث حسن.

755. Dari Ibnu Abbas raaniailahu 'anhuma, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Janganlah engkau semua minum sekaligus seperti minumnya unta, tetapi minumlah dua kali atau tiga kali. Bacalah Bismillah jikalau engkau semua memulai minum dan bacalah Alhamdulillah jikalau engkau semua angkat -yakni selesai minum-." Diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan ia mengatakan bahwa ini adalah hadits hasan.


وعن أبي قَتَادَةَ رضي اللَّه عنه أَنَّ النبيَّ صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم نَهَى أن يُتَنَفَّسَ في الإِناءِ متفقٌ عليه. يعني: يُتَنَفَّسُ في نَفْسِ الإِناءِ.

756. Dari Abu Qatadah radhiyallahu anhu bahwasanya Nabi shalallahu alaihi wasalam melarang jikalau ditarik nafas dalam wadah -yakni bernafas didalam wadah-." Muttafaq 'alaih. Yakni ditariknya nafas dalam wadah tempat seseorang itu minum.


وعن أَنسٍ رضي اللَّه عنه أَن رسول الَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أُتِي بِلَبنٍ قد شِيب بمَاءٍ، وعَنْ يمِينِهِ أَعْرابي، وعَنْ يَسارِهِ أَبو بَكرٍ رضي اللَّه عنه، فَشَرِبَ، ثُمَّ أَعْطَى الأَعْرَابيَّ وقال: «الأَيمَنَ فالأَيمنَ » متفقٌ عليه.

757. Dari Anas radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam diberi susu yang telah dicampur dengan air. Di sebelah kanannya ada seorang A'rab -penghuni pedalaman negeri Arab- dan di sebelah kirinya ialah Abu Bakar radhiyallahu anhu Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu minum, kemudian memberikan -wadah isi susu itu- kepada orang A'rab dan beliau shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Dahulukanlah yang kanan dulu lalu yang sebelah kanannya." (Muttafaq 'alaih)


وعن سهل بن سعد رضي اللَّه عنه أَن رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم أُتِيَ بشرابٍ، فشرِبَ مِنْهُ وعَنْ يَمِينِهِ غُلامٌ، وعن يَسَارِهِ أَشْيَاخٌ، فقال للغُلام « أَتَأْذَنُ لي أَنْ أُعْطِيَ هُؤلاءِ؟» فقال الغُلامُ: لا واللَّهِ، لا أُوثِرُ بِنصِيبى مِنكَ أَحَداً، فَتلَّهُ رسول اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم في يدهِ. متفقٌ عليه.

758. Dari Sahl bin Sa'ad radhiyallahu anhu bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam diberi minuman lalu beliau meminumnya dan di sebelah kanannya ada anak kecil sedang di sebelah kirinya ada beberapa orang tua. Beliau shalallahu alaihi wasalam lalu berkata kepada anak -yang di sebelah kanannya-: "Adakah engkau izinkan jikalau saya memberikan kepada orang-orang tua ini?" Anak itu berkata: "Tidak, demi Allah, saya tidak mau mengalahkan diri sendiri kepada seorangpun akan bagianku dari Tuan itu." Kemudian Rasulullah shalallahu alaihi wasalam meletakkannya di tangan anak tersebut. (Muttafaq 'alaih) Ucapannya: Tallahu artinya meletakkannya. Adapun anak kecil itu ialah Ibnu Abbas radhiallahu 'anhuma -sewaktu masih kecilnya-.