Penjelasan Hadits

KITAB THAHARAH
BAB MANDI DAN HUKUM JUNUB

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( اَلْمَاءُ مِنْ اَلْمَاءِ ) رَوَاهُ مُسْلِم وَأَصْلُهُ فِي اَلْبُخَارِيّ

Dari Abu said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Air itu dari air." Riwayat Muslim yang berasal dari Bukhari.
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (343) dalam al-Haidh, dan hadits ini asalnya ada pada al-Bukhari (180) dalam al-Wudhuu. Asy-Syaikh Imam Penghidup Sunnah (al-Albani) berkata "Hadits ini mansukh " (yaitu dengan Abu Hurairah yang akan datang). Dan al-Albani mendiamkannya, neliau berkata "Sesungguhnya air itu... maksudnya wajibnya mandi karena air maksudnya keluar air yang memancar yaitu mani"(Al-Misykaah (432))


BERTEMUNYA DUA KHITAN

[Khitan dalam bahasa Arab adalah tempat dipotongnya kulit dzakar (untuk laki-laki) dan tempat dipotongnya sedikit daging farji (untuk wanita). Lihat Lisaanul Arab]]

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا جَلَسَ بَيْنَ شُعَبِهَا اَلْأَرْبَعِ ثُمَّ جَهَدَهَا فَقَدْ وَجَبَ اَلْغُسْلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه
زَادَ مُسْلِمٌ: وَإِنْ لَمْ يُنْزِلْ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seorang laki-laki duduk di antara empat bagian (tubuh) wanita lalu mencampurinya maka ia telah wajib mandi." Muttafaq Alaihi.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (291) di dalam al-Ghusl, Muslim (348) di dalam al-Haidh, Ibnu Majah (610), an-Nasa-i (191). Dan Hadits ini ada di dalam al-Misykaah (430)]

Riwayat Muslim menambahkan: "Meskipun ia belum mengeluarkan (air mani)."
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (348) di dalam al-Haidh]


MANDI-MANDI YANG WAJIB

وَعَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِى الْمَرْأَةِ تَرَى فِى مَنَامِهَا مَايَرَى الرَّجُلُ - قَالَ : ( تَغْتَسِلُ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ
زَادَ مُسْلِمٌ: فَقَالَتْ أُمُّ سُلَيْم ٍ ( وَهَلْ يَكُونُ هَذَا قَالَ: نَعَمْ فَمِنْ أَيْنَ يَكُونُ اَلشَّبَهُ )

Anas Radliyallahu 'Anhu berkata: Rasulallah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda tentang perempuan yang bermimpi sebagaimana yang dimimpikan oleh laki-laki, maka sabdanya, "Ia wajib mandi." Hadits riwayat Muttafaqun 'Alaih
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (282) bab Idzaa Ihtamalat al Mar-ah dan Muslim (312) dalam al-Haidh ]

Imam Muslim menambahkan: Ummu Salamah bertanya: Adakah hal ini terjadi؟ Nabi menjawab: "Ya lalu darimana datangnya persamaan؟"
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (311) di dalam al-Haidh]


وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ اَلنَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم يَغْتَسِلُ مِنْ أَرْبَعٍ: مِنْ اَلْجَنَابَةِ وَيَوْمَ اَلْجُمُعَةِ وَمِنْ اَلْحِجَامَةِ وَمِنْ غُسْلِ اَلْمَيِّتِ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam biasanya mandi karena empat hal: jinabat hari Jum'at berbekam dan memandikan mayit. Riwayat Abu Dawud dan dinyatakan shahih oleh Ibnu Khuzaimah.
[Dha'if, diriwayatkan oleh Abu Dawud (348) dalam ath-Thahaarah dan (3160) dalam al-janaa-iz, Ibnu Khuzaimah (I/126) hadits nomor 256 dan sanadnya lemah, padanya terdapat 'an'anah Zakariya bin Abi Zaidah dan Mush'ab bin Syaibah dan ia layyin haditsnya, sebagimana yang dinyatakan oleh al-Hafizh dalam at-Taqribb. Hal ini dikatakan oleh al-Albani dalam ta'liqnya terhadap Shahiih Ibnu Khuzaimah dan al-Albani mendha'ifkannya dalam dha'if Abu Dawud (348) dan al-Misykaah (542)]


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ( -فِي قِصَّةِ ثُمَامَةَ بْنِ أُثَالٍ عِنْدَمَا أَسْلَم- وَأَمَرَهُ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يَغْتَسِلَ ) رَوَاهُ عَبْدُ اَلرَّزَّاق ِ وَأَصْلُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْه

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu tentang kisah tsamamah Ibnu Utsal ketika masuk Islam Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam menyuruhnya mandi. Riwayat Abdur Rozaq dan asalnya Muttafaq Alaihi.
[Shahih, dikeluarkan oleh al-Baihaqi (I/171) dari jalan Abdurrazaq bin Hamman telah mengabarkan pada kami Ubaidullah dan Abdullah bin Umar dari Said al-Maqburi dari Abu Hurairah. Al-Albani berkata "Ini adalah sanad shahih sesuai dengan syarat asy-Syaikhain" (Al-Irwaa (I/164)) dan ia mempunyai asal pada al-Bukhari no 462 dan Muslim (1764)]


MANDI JUM'AT

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( غُسْلُ اَلْجُمُعَةِ وَاجِبٌ عَلَى كُلِّ مُحْتَلِمٍ ) أَخْرَجَهُ اَلسَّبْعَة ُ

Dari Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Mandi hari Jum'at itu wajib bagi setiap orang yang telah bermimpi (baligh)." Riwayat Imam Tujuh.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (895, 879) dalam al-Jumu'ah, Muslim (846) dalam al-Jumu'ah, Abu Dawud (341), an-Nasa-i (1377), Malik dalam al Muwaththa (230), Ibnu Majah (1089), Ahmad (11184) dan terdapat dalam al-Misykaah (538) ]


وَعَنْ سَمُرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( مَنْ تَوَضَّأَ يَوْمَ اَلْجُمُعَةِ فَبِهَا وَنِعْمَتْ وَمَنْ اِغْتَسَلَ فَالْغُسْلُ أَفْضَلُ ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيّ

Dari Samurah Ibnu Jundab Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Barangsiapa yang berwudlu pada hari Jum'at berarti telah menjalankan sunnah dan sudah baik dan barangsiapa yang mandi maka itu lebih utama." Riwayat Imam Tujuh dan dinilai hasan oleh Tirmidzi.
[Hasan diriwayatkan oleh Abu Dawud (354) dalam ath-Thahaarah, at-Tirmidzi (497) dalam Abwaab ash-Shalaah, ia berkata "Hadits Hasan". Al-Albani berkata "Para perawinya tsiqoh kecuali bahwa ia berasal dari periwayatan al-Hasan al-Bishri dari Samuroh, sedangkan al-Hasan adalah mudallis dan tidak mentasrih pendengarannya dari Samuroh, akan tetapi hadits ini kuat karena ia mempunyai syahid yang banyak". An-Nasa-i (1380) dalam al-Jumu'ah, Ibnu Majah (1091) dalam Iqaamatush Shalah, Ahmad (19961) dan dihasankan oleh al-Albani dalam Shahiih Abu Dawud (354). (Al-Misykaah (540))]


وَعَنْ عَلِيٍّ رضي الله عنه قَالَ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يُقْرِئُنَا اَلْقُرْآنَ مَا لَمْ يَكُنْ جُنُبًا ) رَوَاهُ اَلْخَمْسَةُ وَهَذَا لَفْظُ اَلتِّرْمِذِيِّ وَحَسَّنَةُ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّان

Ali Radliyallaahu 'anhu berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam selalu membaca Al-Qur'an pada kami selama beliau tidak junub. Riwayat Imam Tujuh dan lafadznya dari Tirmidzi. Hadits ini shahih menurut Tirmidzi dan hasan menurut Ibnu Hibban.
[Dha'if, diriwayatkan oleh Abu Dawud (229) dalam ath-Thahaarah. at-Tirmidzi (146) dalam Abwaab ath-Thahaarah, ia berkata "Hadits Hasan Shahih". An-Nasa-i (265, 266), Ibnu Majah (594), Ahmad (268) dan ini lafazh miliknya Ath-Thoyalisi (101), ath-Thowawi (1/51), Ibnul Jarud dalam al-Muntaqaa (52, 52), ad-Duroquthni hal. 44. Ibnu Abu Syaibah (1/36/1 dan 37/1), al-Hakim dan al-Baihaqi semuanya dari jalan riwayat dari Amr bin Murrah dari Abdullah bin Salamah.
Poros Hadits ini ada pada Abdullah bin Salamah yang mana ia meriwayatkan hadits ini setelah ia besar. Al-Hafizh mengatakan di dalam al-Fath (I/348), "Diriwayatkan oleh Ash Habus Sunan dan dishahihkan oleh at-Tirmidzi dan Ibnu Hibban
Al-Albani berkata "Kami tidak sepakat dengan Ibnu Hajar. Sesungguhnya Abdullah bin Salamah dikatakan oleh al-Hafizh sendiri ketika menyebutkan biografinya di dalam at-Taqriib "Shoduq akan tetapi hafalannya berubah". Dan didha'ifkan oleh al-Albani dalam Dha'if Sunan at-Tirmidzi lihat al-Irwaa (485)]


Berwudhu ketika Ingin Mengulangi Bersetubuh

وَعَنْ أَبِي سَعِيدٍ اَلْخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِذَا أَتَى أَحَدُكُمْ أَهْلَهُ ثُمَّ أَرَادَ أَنْ يَعُودَ فَلْيَتَوَضَّأْ بَيْنَهُمَا وُضُوءًا ) رَوَاهُ مُسْلِم
زَادَ اَلْحَاكِمُ: ( فَإِنَّهُ أَنْشَطُ لِلْعَوْدِ )
وَلِلْأَرْبَعَةِ عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَنَامُ وَهُوَ جُنُبٌ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَمَسَّ مَاءً ) وَهُوَ مَعْلُول

Abu Said Al-Khudry Radliyallaahu 'anhu berkata bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Apabila seseorang di antara kamu mendatangi istrinya (bersetubuh) kemudian ingin mengulanginya lagi maka hendaklah ia berwudlu antara keduanya." Hadits riwayat Muslim.
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (308) dalam al-Haidh, at-Tirmidzi (141) Abu Dawud (220), Ibnu Syaibah dalam al-Mushanhaf, Lihat al-Misykaah (444)]

Hakim menambahkan: "Karena wudlu itu memberikan semangat untuk mengulanginya lagi."
[Shahih, dikeluarkan oleh al-Hakim (I/152), ia berkata "Hadits shahih sesuai dengan syarat asy-Syaikhain". Abu Nuaim dalam ath-Thibb (II/12/1) dan tambahan milik keduanya dari hadits Abu Said al-Khudri. Lihat Aadabuz Zifaaf halaman 35]

Menurut Imam Empat dari 'Aisyah r.a dia berkata: Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam pernah tidur dalam keadaan junub tanpa menyentuh air. Hadits ini ma'lul.
[Shahih, diriwayatkan oleh Abu Dawud (228) dalam ath-Thahaarah, at-Tirmidzi (118) dalam Abwaab ath-Thahaarah, Ahmad (24849), Ibnu Majah (581) dalam ath-Thahaarah. Dan dishahihkan oleh al-Albani dalam shahih Abu Dawud. Juga diriwayatkan oleh al-Hakim, al-Baihaqi, keduanya menshahihkannya, dan Abu Ya'la dalam Musnadnya. Lihat Aadabuz Zifaaf (44)]


SIFAT MANDI NABI SHALLALLAHU ALAIHI WA SALLAM

وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا اِغْتَسَلَ مِنْ اَلْجَنَابَةِ يَبْدَأُ فَيَغْسِلُ يَدَيْهِ ثُمَّ يُفْرِغُ بِيَمِينِهِ عَلَى شِمَالِهِ فَيَغْسِلُ فَرْجَهُ ثُمَّ يَتَوَضَّأُ ثُمَّ يَأْخُذُ اَلْمَاءَ فَيُدْخِلُ أَصَابِعَهُ فِي أُصُولِ اَلشَّعْرِ ثُمَّ حَفَنَ عَلَى رَأْسِهِ ثَلَاثَ حَفَنَاتٍ ثُمَّ أَفَاضَ عَلَى سَائِرِ جَسَدِهِ ثُمَّ غَسَلَ رِجْلَيْهِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ وَاللَّفْظُ لِمُسْلِم
وَلَهُمَا فِي حَدِيثِ مَيْمُونَةَ: ( ثُمَّ أَفْرَغَ عَلَى فَرْجِهِ فَغَسَلَهُ بِشِمَالِهِ ثُمَّ ضَرَبَ بِهَا اَلْأَرْضَ ) وَفِي رِوَايَةٍ: ( فَمَسَحَهَا بِالتُّرَابِ )
وَفِي آخِرِهِ: ( ثُمَّ أَتَيْتُهُ بِالْمِنْدِيلِ ) فَرَدَّهُ وَفِيهِ: ( وَجَعَلَ يَنْفُضُ الْمَاءَ بِيَدِهِ )

'Aisyah Radliyallaahu 'anhu berkata: Biasanya Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam jika mandi karena jinabat akan mulai dengan membersihkan kedua tangannya kemudian menumpahkan air dari tangan kanan ke tangan kiri lalu mencuci kemaluannya kemudian berwudlu lalu mengambil air kemudian memasukkan jari-jarinya ke pangkal-pangkal rambut lalu menyiram kepalanya tiga genggam air kemudian mengguyur seluruh tubuhnya dan mencuci kedua kakinya. Muttafaq Alaihi dan lafadznya dari Muslim.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (248) dalam al-Ghuslu dan Muslim (316) dalam al-Haidh.]

Menurut Riwayat Bukhari-Muslim dari hadits Maimunah: Kemudian beliau menyiram kemaluannya dan membasuhnya dengan tangan kiri lalu menggosok tangannya pada tanah.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (249) dalam al-Ghuslu dan Muslim (317) dalam al-Haidh.]

Dalam suatu riwayat: Lalu beliau menggosok tangannya dengan debu tanah. Di akhir riwayat itu disebutkan: Kemudian aku memberikannya saputangan namun beliau menolaknya. Dalam hadits itu disebutkan: Beliau mengeringkan air dengan tangannya.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (259) dalam al-Ghuslu dan Muslim (317) dalam al-Haidh.]


وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: ( قُلْتُ: يَا رَسُولَ اَللَّهِ إِنِّي اِمْرَأَةٌ أَشُدُّ شَعْرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اَلْجَنَابَةِ؟ وَفِي رِوَايَةٍ: وَالْحَيْضَةِ؟ فَقَالَ: لَا إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم

Ummu Salamah Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya wahai Rasulullah sungguh aku ini wanita yang mengikat rambut kepalaku. Apakah aku harus membukanya untuk mandi jinabat؟ Dalam riwayat lain disebutkan: Dan mandi dari haid؟ Nabi menjawab: "Tidak tapi kamu cukup mengguyur air di atas kepalamu tiga kali." Riwayat Muslim.
[Shahih, diriwayatkan oleh Muslim (330) dalam al-Haidh. Lihat al-Misykaah (438) ]


وَعَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنِّي لَا أُحِلُّ اَلْمَسْجِدَ لِحَائِضٍ وَلَا جُنُبٌ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَصَحَّحَهُ اِبْنُ خُزَيْمَة

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya aku tidak menghalalkan masjid bagi orang yang sedang haid dan junub." Riwayat Abu Dawud dan hadits shahih menurut Ibnu Khuzaimah.
[Dha'if, diriwayatkan oleh Abu Dawud (232) dalam ath-Thahaarah, di dha'ifkan oleh al-Albani dalam Dha'iif al-Jaami (6117), al-Irwaa (193) dan Shahih Ibnu Khuzaimah (I/284) hadits nomor 1327. Al-Albani berkata dalam ta'liqnya (Shahiih Ibnu Khuzaimah) "Sanadnya dha'if" ]


وَعَنْهَا قَالَتْ: ( كُنْتُ أَغْتَسِلُ أَنَا وَرَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم مِنْ إِنَاءٍ وَاحِدٍ تَخْتَلِفُ أَيْدِينَا فِيهِ مِنَ اَلْجَنَابَةِ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِزَادَ اِبْنُ حِبَّانَ: وَتَلْتَقِي

Dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu pula dia berkata: Aku pernah mandi dari jinabat bersama Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam dengan satu tempat air tangan kami selalu bergantian mengambil air. Muttafaq Alaihi. Ibnu Hibban menambahkan: Dan tangan kami bersentuhan.
[Shahih, diriwayatkan oleh al-Bukhari (261) dalam al-Ghuslu dan Muslim (321) dalam al-Haidh.]


وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ تَحْتَ كُلِّ شَعْرَةٍ جَنَابَةً فَاغْسِلُوا اَلشَّعْرَ وَأَنْقُوا اَلْبَشَرَ ) رَوَاهُ أَبُو دَاوُدَ وَاَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَاه
وَلِأَحْمَدَ عَنْ عَائِشَةَ نَحْوُهُ وَفِيهِ رَاوٍ مَجْهُول

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu 'anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Sesungguhnya di bawah setiap helai rambut terdapat jinabat. Oleh karena itu cucilah rambut dan bersihkanlah kulitnya." Riwayat Abu Dawud dan Tirmidzi dan keduanya menganggap hadits ini lemah.
[Dha'if, diriwayatkan oleh Abu Dawud (248) dalam ath-Thahaarah, at-Tirmidzi (106) dalam ath-Thahaarah, Ibnu Majah (597) dalam ath-Thahaarah wa Sunanuha. Di dhaifkan oleh al-Albani dalam al-Misykaah (443) dan Dha'iif al-Jamii (1847)]

Menurut Ahmad dari 'Aisyah Radliyallaahu 'anhu terdapat hadits serupa. Namun ada perawi yang tidak dikenal.
[Dha'if, diriwayatkan oleh Ahmad (24970) telah menceritakan kepada kami Yahya bin Adam telah menceritakan kepada kami Syarik dari Khasif telah menceritakan kepadaku seseorang semenjak tiga puluh tahun lalu dari Aisyah, ia berkata "Aku menggulung rambut dengan kuat, maka Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersbda kepadaku 'Wahai Aisyah tidakkah engkau tahu bahwa di setiap rambut ada janabahnya'"]