Penjelasan Hadits

MUQADDIMAH
BAB 82. MEMERINTAH SULTAN ATAU QADHI DAN LAIN-LAINNYA DARI GOLONGANPEMEGANG PEMERINTAHAN SUPAYA MENGANGKAT PEMBANTU YANG BAIK

قال اللَّه تعالى: { الأخلاء يومئذ بعضهم لبعض عدو إلا المتقين } .

Allah Ta'ala berfirman: "Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa." (az-Zukhruf: 67)


عن أبي سعيدٍ وأبي هريرة رضي اللَّه عنهما أن رسولَ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم قال : « مَا بَعَثَ اللَّهُ مِن نبي ، ولا استَخْلَف مِنْ خَليفَةٍ إلاَّ كَانَتْ لَهُ بِطَانتَانِ : بِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالمَعْرُوفِ وَتحُضُّهُ عليه ، وبِطَانَةٌ تَأْمُرُهُ بِالشَّرِّ وتحُضُّهُ عليهِ والمَعصُومُ من عَصَمَ اللَّهُ » رواه البخاري .

676. Dari Abu Said dan Abu Hurairah radhiallahu 'anhuma bahwasanya Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Tiada seorang Nabipun yang diutus oleh Allah dan tidak pula Allah mengangkat seorang khalifah, melainkan Nabi atau khalifah itu mempunyai dua golongan -yang bertentangan-. Golongan yang satu menyuruhnya untuk mengerjakan kebaikan dan mengajaknya melaksanakan sedemikian itu sedang golongan yang satunya lagi menyuruhnya mengerjakan kejahatan dan mengajaknya melaksanakan sedemikian itu. Orang yang terjaga ialah yang dipelihara -niat, ucapan dan perbuatannya- oleh Allah." (Riwayat Bukhari)


وعن عائشة رضي اللَّه عنها قالتْ : قال رسولُ اللَّه صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم : « إذا أرَادَ اللَّه بالأمِيرِ خيراً ، جَعَلَ له وزيرَ صِدقٍ ، إن نَسي ذكَّرهُ ، وَإن ذَكَرَ أعَانَهُ ، وَإذا أَرَاد بهِ غَيرَ ذلك جعَلَ له وَزِيرَ سُوءٍ ، إن نَسي لم يُذَكِّره ، وَإن ذَكَرَ لم يُعِنْهُ». رواه أبو داود بإسناد جيدٍ على شرط مسلم .

677. Dari Aisyah radhiallahu 'anha, katanya: "Rasulullah shalallahu alaihi wasalam bersabda: "Apabila Allah itu menghendaki kepada seorang amir -penguasa negara- menjadi baik, maka Allah membuat untuknya wazir -atau pembantu- yang benar. Jikalau amir itu lupa dari melaksanakan kebaikan, maka wazir itu mengingatkannya dan jikalau amir itu ingat -untuk melakukan kebaikan-, maka wazir itu memberikan pertolongannya. Tetapi apabila Allah menghendaki kepada seorang amir menjadi yang selain itu -yakni menjadi amir yang jelek-, maka Allah membuat untuknya wazir yang jelek pula. Jikalau amir itu lupa -dari melaksanakan kebaikan-, maka wazir itu tidak suka mengingatkannya dan jikalau amir itu telah ingat -untuk melaksanakan kebaikan-, maka wazir itupun tidak suka memberikan pertolongan padanya." Diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan isnad yang baik menurut syaratnya Imam Muslim.