Penjelasan Hadits

MUQADDIMAH

BAB 01.KEIKHLASAN DAN MENGHADIRKAN NIAT DALAM SEGALA PERBUATAN,
UCAPAN DAN KEADAAN YANG NYATA DAN YANG SAMAR
BAB 02. TAUBAT
BAB 03. SABAR
BAB 04. KEBENARAN
BAB 05. MURAQABAH - MENJAGA DIRI
BAB 06. KETAQWAAN
BAB 07. YAKIN DAN TAWAKKAL
BAB 08. BERTINDAK LURUS
BAB 09. MEMIKIR-MIKIRKAN KEAGUNGAN MAKHLUK-MAKHLUK ALLAH TA'ALA DAN RUSAKNYA DUNIA DAN KESUKARAN-KESUKARAN DI AKHIRAT DAN PERKARA YANG LAIN-LAIN DI DUNIA DAN AKHIRAT SERTA KETELEDORAN JIWA, JUGA MENDIDIKNYA DAN MENGAJAKNYA UNTUK BERSIKAP ISTIQAMAH
BAB 10. BERSEGERA KEPADA KEBAIKAN DAN MENGANJURKAN KEPADA ORANG YANG MENUJU KEBAIKAN SUPAYA MENGHADAPINYA DENGAN SUNGGUH-SUNGGUH TANPA KERAGU-RAGUAN
BAB 11. BERSUNGGUH-SUNGGUH
BAB 12. MENGANJURKAN UNTUK MENAMBAH-NAMBAH KEBAIKAN PADA AKHIR-AKHIR UMUR
BAB 13. MENERANGKAN BANYAKNYA JALAN-JALAN KEBAIKAN
BAB 14. BERLAKU SEDANG DALAM BERIBADAH
BAB 15. MEMLIHARA KELANGSUNGAN AMALAN-AMALAN
BAB 16. PERINTAH MEMELIHARA SUNNAH DAN ADAB-ADABNYA
BAB 17. KEWAJIBAN MENGIKUTI HUKUM ALLAH DAN APA-APA YANG DIUCAPKANOLEHORANG YANG DIAJAK KE ARAH ITU
BAB 18. LARANGAN TERHADAP KEBID'AHAN DAN PERKARA-PERKARA YANGDIADA-ADAKAN
BAB 19. ORANG YANG MEMULAI MEMBUAT SUNNAH YANG BAIK ATAU BURUK
BAB 20. MEMBERIKAN PETUNJUK KEPADA KEBAIKAN DAN MENGAJAK KE ARAH HIDAYAHATAU KE ARAH KESESATAN
BAB 21. TOLONG-MENOLONG DALAM KEBAIKAN DAN KETAQWAAN
BAB 22. NASIHAT
BAB 23. MEMERINTAH DENGAN KEBAIKAN DAN MELARANG DARI KEMUNGKARAN
BAB 24. MEMPERKERASKAN SIKSAAN ORANG YANG MEMERINTAHKAN KEBAIKAN ATAUMELARANG DARI KEMUNGKARAN, TETAPI UCAPANNYA SESUAI DENGAN KELAKUANNYA
BAB 25. PERINTAH MENUNAIKAN AMANAT
BAB 26. KEHARAMANNYA MENGANIAYA DAN PERINTAH MENGEMBALIKAN APA-APA YANGDARI HASIL PENGANIAYAAN
BAB 27. MENGAGUNGKAN KEHORMATAN KAUM MUSLIMIN DAN URAIAN HAK MEREKASERTA KASIH SAYANG KEPADA MEREKA
BAB 28. MENUTUPI AIB KAUM MUSLIMIN DAN MELARANG UNTUK MENYIARKANNYATANPA ADANYA KEPENTINGAN DARURAT
BAB 29. MENYAMPAIKAN HAJAT-HAJATNYA KAUM MUSLIMIN
BAB 30. SYAFAAT
BAB 31. MENDAMAIKAN ANTARA PARA MANUSIA
BAB 32. KEUTAMAAN KAUM MUSLIMIN YANG LEMAH, KAUM FAKIR DAN ORANG YANGTIDAK TERKENAL
BAB 33. BERSIKAP LEMAH-LEMBUT KEPADA ANAK YATIM, ANAK PEREMPUAN DANORANG LEMAH YANG LAIN-LAIN
BAB 34. BERWASIAT KEPADA KAUM WANITA
BAB 35. HAK SUAMI ATAS ISTRI (YANG WAJIB DIPENUHI OLEH ISTRI)
BAB 36. MEMBERIKAN NAFKAH KEPADA PARA KELUARGA
BAB 37. MEMBERIKAN NAFKAH DARI SESUATU YANG DISUKAI DAN DARI SESUATUYANG BAIK
BAB 38. KEWAJIBAN MEMERINTAH KELUARGA DAN ANAK-ANAK YANG SUDAH TAMYIZ,SUPAYA TAAT KEPADA ALLAH TA'ALA
BAB 39. HAK TETANGGA DAN BERWASIAT DENGANNYA
BAB 40. BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANGTUA DAN MEMPERERAT KELUARGA
BAB 41. KEHARAMANNYA BERANI -DURHAKA- KEPADA ORANGTUA DAN MEMUTUSKAN IKATAN KEKELUARGAAN
BAB 42. KEUTAMAAN BERBAKTI KEPADA KAWANNYA AYAH, KAWANNYA IBU, KERABAT, KAWANNYA ISTRI
BAB 43. MEMULIAKAN AHLI BAITNYA RASULULLAH DAN MENERANGKAN KEUTAMAAN MEREKA
BAB 44. MEMULIAKAN ALIM ULAMA, ORANG-ORANG TUA, AHLI KEUTAMAAN DANMENDAHULUKAN MEREKA ATAS LAIN-LAINNYA
BAB 45. BERZIARAH KEPADA PARA AHLI KEBAIKAN, DUDUK-DUDUK DENGAN MEREKA,MENGAWANI -MENEMANI- MEREKA
BAB 46. KEUTAMAAN MENCINTAI KARENA ALLAH DAN ANJURAN SIKAP SEDEMIKIAN,JUGA MEMBERITAHUKANNYA KEPADA ORANG YANG DICINTAINYA
BAB 47. TANDA-TANDA KECINTAAN ALLAH KEPADA SEORANG HAMBA DAN ANJURANUNTUK BERAKHLAK SEDEMIKIAN SERTA BERUSAHA MENGHASILKANNYA
BAB 48. ANCAMAN DARI MENYAKITI ORANG-ORANG SHALIH, KAUM YANG LEMAH DANFAKIR MISKIN
BAB 49. MENJALANKAN HUKUM-HUKUM TERHADAP MANUSIA MENURUT LAHIRNYA,SEDANG KEADAAN HATI MEREKA TERSERAH ALLAH TA'ALA
BAB 50. TAKUT KEPADA ALLAH TA'ALA
BAB 51. MENGHARAPKAN
BAB 52. KEUTAMAAN MENGHARAPKAN
BAB 53. MENGUMPULKAN ANTARA TAKUT DAN MENGHARAPKAN
BAB 54. KEUTAMAAN MENANGIS KARENA TAKUT KEPADA ALLAH TA'ALA DAN KARENARINDU PADANYA
BAB 55. KEUTAMAAN ZUHUD DI DUNIA DAN ANJURAN UNTUK MEMPERSEDIKITKEDUNIAAN DAN KEUTAMAAN KEFAKIRAN
BAB 56. KEUTAMAAN LAPAR, HIDUP SEDERHANA, CUKUP DENGAN SEDIKIT SAJADALAM HAL MAKAN, MINUM, PAKAIAN
BAB 57. QANA'AH
BAB 58. BOLEH MENERIMA PEMBERIAN TANPA MEMINTA ATAU MENGINTAI-MENGHARAP-HARAPKAN-
BAB 59. ANJURAN UNTUK MAKAN DARI HASIL USAHA SENDIRI DAN MENAHAN DIRIDARI MEMINTA SERTA MENUNTUT AGAR DIBERI
BAB 60. MURAH HATI DAN DERMAWAN SERTA MEMBELANJAKAN DALAM ARAH KEBAIKANDENGAN PERCAYA PENUH KEPADA ALLAH TA'ALA
BAB 61. MELARANG SIFAT BAKHIL DAN KIKIR
BAB 62. MENGUTAMAKAN ORANG LAIN DAN MEMBERI PERTOLONGAN AGAR MENJADICONTOH
BAB 63. BERLOMBA-LOMBA DALAM PERKARA AKHIRAT -AMAL KEBAIKAN-
BAB 64. KEUTAMAAN ORANG KAYA YANG BERSYUKUR
BAB 65. MENGINGAT-INGAT KEMATIAN DAN MEMPERPENDEK ANGAN-ANGAN
BAB 66. SUNNAHNYA BERZIARAH KUBUR BAGI ORANG-ORANG LELAKI DAN APA-APAYANG DIUCAPKAN OLEH ORANG YANG BERZIARAH
BAB 67. MAKRUHNYA MENGHARAPKAN KEMATIAN DENGAN SEBAB ADANYA BAHAYA YANG MENIMPANYA
BAB 68. KEWARA'AN DAN MENINGGALKAN APA-APA YANG SYUBHAT
BAB 69. SUNNAHNYA MEMENCILKAN DIRI DI WAKTU RUSAKNYA KEADAAN ZAMAN ATAUKARENA TAKUT FITNAH DALAM AGAMA
BAB 70. KEUTAMAAN BERGAUL DENGAN ORANG BANYAK, MENGHADIRI SHALAT-SHALAT JUM'AT DAN BERJAMAAH BERSAMA MEREKA SERTA MENGUNJUNGI TEMPAT-TEMPAT KEBAIKAN DAN LAIN LAIN
BAB 71. TAWADHU' DAN MENUNDUKKAN SAYAP - YAKNI MERENDAHKAN DIRI KEPADA KAUM MU'MININ
BAB 72. HARAMNYA BERSIKAP SOMBONG DAN MERASA HERAN -BANGGA PADA DIRI SENDIRI
BAB 73. BAGUSNYA BUDI PEKERTI
BAB 74. SABAR, PERLAHAN-LAHAN, KASIH SAYANG DAN LEMAH LEMBUT
BAB 75. MEMAAFKAN DAN TIDAK MENGHIRAUKAN ORANG-ORANG YANG BODOH
BAB 76. MENAHAN DIRI -BERSABAR- DARI APA-APA YANG MENYAKITKAN
BAB 77. MARAH JIKALAU KEHORMATAN-KEHORMATAN SYARA' DILANGGAR DANMEMBANTU UNTUK KEMENANGAN AGAMA ALLAH TA'ALA
BAB 78. PERINTAH KEPADA PEMEGANG PEMERINTAHAN SUPAYA BERSIKAP LEMAH-LEMBUT KEPADA RAKYATNYA
BAB 79. PENGUASA YANG ADIL
BAB 80. WAJIBNYA MENTAATI PADA PENGUASA PEMERINTAHAN DALAM PERKARA BUKANKEMAKSIATAN DAN HARAMNYA MENTAATI MEREKA DALAM KEMAKSIATAN
BAB 81. DILARANG MEMINTA JABATAN UNTUK MEMEGANG PEMERINTAHAN, MEMILIHMENINGGALKAN KEKUASAAN JIKALAU TIDAK DITENTUKAN UNTUK ITU
BAB 82. MEMERINTAH SULTAN ATAU QADHI DAN LAIN-LAINNYA DARI GOLONGANPEMEGANG PEMERINTAHAN SUPAYA MENGANGKAT PEMBANTU YANG BAIK
BAB 83. MELARANG MEMBERIKAN JABATAN SEBAGAI AMIR ATAUPUN KEHAKIMAN DANLAIN-LAINKEPADA ORANG YANG MEMINTANYA UNTUK MEMPEROLEHNYA, LALU MENAWARKAN DIRI